Posted in Romance, Series

Two and One [Bab 1:Tertawa Bersama]

Two and One
Episode 1: Tertawa Bersama

Romance

PG-15

 Intro | Bab 1

Flashback
2009, Bulan Februari

Aku mengingat kembali…

1… 2… 3….

Tch, 3 hari lagi. Hari dimana bertambahnya umur menjadi 20 tahun. Ahh ga terasa juga… padahal kemarin kurasa baru saja kelulusan SMA.

Ibu… Bagaimana kabarmu? Aku rindu sekali… apa kau juga merindukanku? Semoga kamu juga, Bu…

Yasudah… Yang penting jalani terus ke depan, Sooyoung-a~ Hwaiting><

Author POV

Sooyoung melangkah menuju kantor, tempat ia akan memulai kehidupan baru dimana ia akan bertemu dengan orang-orang baru yang mungkin akan membuat dirinya tidak akan bisa bekerja disana. Atau mungkin juga tidak. Tidak ada yang tau itu, bukan?

 Sooyoung merapihkan dressnya. Ia menepuk-nepuk kedua pipinya pelan. Lalu ia mengepalkan tangan kanannya, Fighting!

Ia pun masuk ke dalam kantor tersebut. Ia tertegun melihatnya, kantor yang megah. Itu kesan pertama Sooyoung.

“Annyeong haseyo. Chogi… Ada yang bisa saya bantu?” Resepsionis di kantor tersebut dengan sopan menyapa Sooyoung. Sooyoung balas membungkukkan badan. “Nde… Igo…” Sooyoung menyerahkan map yang dibawanya. Resepsionis tersenut membuka map tersebut, lalu melihat-lihat apa yang ada di ketas-kertas tersebut. Ia tersenyum menatap Sooyoung. “Ah… Choi Sooyoung-ssi, anda sudah ditunggu, mari ikuti saya.” Resepsionis tersebut lalu berjalan mendahului Sooyoung. Sooyoung mengikutinya. Mereka pun sudah sampai.

“Tunggu sebentar…” Resepsionis tadi masuk ke dalam ruangan Presdir, pemilik kantor ini. Terlihat di pintu tersebut ada stiker bertuliskan Presdir. Beberapa menit kemudian Resepsionis tadi keluar membawa beberapa lembar kertas. “Igo… Kau bisa langsung bekerja mulai besok. Kau bisa baca semuanya disini.” Ia menyerahkan kertasnya kepada Sooyoung. Sooyoung mengambilnya, matanya berkaca-kaca.

Resepsionis tadi pun pergi, sebelumnya ia sudah membungkukkan badan. “Chogi…! Kamsahamnida kamsahamnida!” Sooyoung berulang kali membungkukkan badannya. Air matanya tidak bisa ia tahan lagi. Ia memeluk kertasnya dengan senang.

Berlari kecil Sooyoung keluar dari kantor tersebut. Ia bukannya pulang ke rumah, melainkan mampir di salah satu café mini yang  ada di pojok jalan, dimana café tersebut bersebrangan dengan kantornya sekarang.

Kling~ Bunyi bel yang berasal dari pintu café tersebut berbunyi.  “Ahjussi~~” Sooyoung mendekati meja yang mana meja tersebut bergabung menjadi satu layaknya seperti di bar. Terlihat Paman Sooyoung sedang mengambil secangkir kopi. “Sooyoung-a…~ Wahh bagaimana kabarmu?” Paman berjalan ke meja yang diisi seorang wanita, menyerahkan kopinya, lalu datang menghampiri Sooyoung dan duduk disebelahnya.

“Baik. Ahjussi sendiri bagaimana?” Sooyoung tiba-tiba berdiri di belakang pamannya, ia memegang kedua pundak pamannya, lalu memijatnya pelan. Paman Sooyoung memejamkan matanya, hatinya berkata keponakannya yang satu ini memang kadang-kadang pengertian.

“Ahhh… Kau tau sendiri, Sooyoung-a…”

“Yaaa~ Bagaimana aku bisa tau? Aku saja baru datang hari ini.” Sooyoung manyun, lalu kembali duduk di sebelah pamannya. Paman Sooyoung hanya bisa tersenyum.“Ehhh Kai! Sini.. Sini…” Tanpa disengaja Sooyoung melihat lelaki muda bernama Kai akan masuk ke dalam dapur café. Yang dipanggil pun datang menghampiri Sooyoung.

“Apa, Sooyoung?” Tanya Kai dengan polos. Bletak! “YA! Kau ini 3 tahun lebih muda dariku, bisa-bisanya kau memanggilku dengan tidak sopan seperti itu…”

“Ch, sukur-sukur aku dateng kesini… Udah ah malesin.” Kai beranjak pergi, lalu Sooyoung mencegahnya dengan menarik kerah baju belakang Kai. “Ett ett ett tunggu dulu…” Sooyoung sudah biasa menerima kelakuan Kai yang bisa dibilang kelewat batas. Kai mencoba mencari nafas, terlihat nafasnya ngos-ngosan. Sooyoung cekikikan, ia melepaskan tangannya. “Aku punya cerita baru nih…~” Sooyoung menepuk kedua tangannya. “Ahjussi sini dong mendekat…”

Sooyoung merangkul Kai dan pamannya bersamaan. Ia membisikkan sesuatu. “Bagaimana?” Sooyoung menatap kedua orang didepannya bergantian.

“Waaaahhh keponakan paman kali ini memang daebak! Ternyata usahamu ga sia-sia, Sooyoung-Chukkahaeyo~” Sooyoung dan pamannya tertawa bersama. Pamannya memberi dua jempol kepada Sooyoung. Sooyoung lagi-lagi terharu. “Kai, ottokhae?” Tanya Sooyoung kepada Kai sambil mengusap matanya.

“Chukkahae.” Jawab Kai cetus. Padahal dalam hatinya ia bangga dengan prestasi saudaranya itu.

“Mwo? Aku tidak bisa dengar.” Ucap Sooyoung pura-pura sambil mendekatkan telinganya ke Kai, ia hanya ingin menjahili Kai.

CHU-KKA-HAE-YO, BUDEEEK!!!” Kai berteriak tepat ditelinga Sooyoung membuat Sooyoung terlonjak kaget. Matanya memesar menatap Kai. “YAAAAAAAAAAA!!!  KIM JONG IN AWAS KAAAAAAAAUUU!!” Alhasil mereka berdua kejar-kejaran. Paman Sooyoung hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali ke pekerjaannya.

“Yak!! Tertangkap kau, pabo!” Sooyoung menarik Kai duduk di kursi dekat jendela. “Hah… Hah.. Capek…” Kai mengibaskan tangannya. Ekspresinya konyol, batin Sooyoung. Sooyoung menatap Kai. “HUAHAHAHHAHAHAHAHAHAHA!!!” Tiba-tiba Sooyoung tertawa sembari memukul-mukul meja dan menunjuk-nunjuk Kai.  Orang-orang di café menatapnya, lalu kembali ke aktivitasnya.

Y-YAA!! Micheosseo! MICHEOSSEOYO!!” Kai menjitak kepala Sooyoung tiga kali. Sooyoung diam. Kai juga jadi diam. Mereka saling bertatapan.

BWAHAHAHAHAHAHA!!” Kali ini Sooyoung benar-benar tidak tahan. Perutnya sampai sakit sampai ia pegang dengan kedua tangannya. Kali ini Kai benar-benar diam dengan mulut menganga menonton Sooyoung yang seperti begitu senang karena dirinya.

—-

H -2 Ulang Tahun Sooyoung

Semua sudah rapih. Baju, rompi, rok, sepatu, tas, ikat rambut, beres. Sooyoung melihat jam tangannya. Pukul 06.15. Masih ada waktu 30 menit untuk masuk kantor pikirnya. Ia memakai high heel-nya yang berwarna pink pastel yang bisa dibilang matching dengan pakaiannya. Ia pun keluar dari rumahnya dan tidak lupa mengunci pintunya.

Untungnya, kantor dengan rumahnya tidak jauh, naik bus hanya sekali atau berjalan kaki saja sudah sampai. Kali ini Sooyoung ingin berjalan-jalan terlebih dahulu.

Sudah hampir setengah jalan ia berjalan kaki sambil menghirup udara segar yang ada, namun perasaannya ada yang mengganjal seperti ada yang mengikutinya, atau entahlah apa itu. Ia mengecek tas sampingnya. Hmm… Semuanya lengkap, batinnya. Pelan-pelan ia melihat kesekeliling, ia memicingkan matanya di semua sudut. Toko-toko, halte bus, sampai semak-semak ia perhatikan, takut-takut ternyata memang seekor tikus bernama Jerry yang membuntutinya. Sooyoung menggelengkan kepalanya. Ahni, ini cuman perasaan saja. Hari ini kan hari pertama kerja, keluarkan semangat pagimu, Sooyoung-a~ Hwaiting! dududu~

—-

Tepat sampai kantor pukul 06.35. Ia pun menuju lift, lalu menekan tombol panah arah atas. “Lantai 10… Hmm…” Sooyoung berguman sendiri sambil memegang kertas pemberian resepsionis yang kemarin. Tiba-tiba seorang namja berdiri disamping Sooyoung, Sooyoung menoleh mencoba melihat. Namja tersebut balik menoleh. Sooyoung gugup, ia menganggukan kepala tanda hormat, lalu kembali menatap kedepan.

Ting. Lift terbuka. Kosong. Sooyoung masuk terlebih dahulu, lalu namja tadi. Di waktu yang bersamaan, jari telunjuk Sooyoung ditekan oleh namja itu. Ternyata mereka menuju lantai yang sama. Namja tadi buru-buru melepaskan sentuhannya. Mereka berdua diam.

“J-j–jeongsohamnida.” Sooyoung membungkukkan badan sedikit. Namja tadi masih diam. Tch, tidak ada respon sama sekali, apa dia bisu? Batin Sooyoung sedikit kesal, namun kembali reda karena lift sudah sampai di lantai 10.

Namja tadi keluar lebih dahulu. Sooyoung pun ikut keluar. Sooyoung diam terlebih dahulu kembali melihat kertasnya. “Dari sini, belok kiri. Nanti terlihat di sebelah kanan ruangan dengan penuh meja kerja dan komputer… Arraseo…”

Sooyoung mengikuti kata-katanya tadi. Ia berjalan menyusuri lorong kantor tersebut, sampai di depan ruangan kantor. Sooyoung masuk ke dalam. Sepi, ya? Belum ada satupun yang datang. Apa hari ini libur?

Sooyoung menyusuri ruangan itu dengan kedua matanya. Ia mencari-cari apakah ada yang bisa membantunya. Matanya tertuju kepada ruangan dimana ruangan tersebut bertuliskan ‘Manager’ terbuka sedikit. Sooyoung tersenyum senang. Ia berjalan menghampiri ruangan itu.

 

Sooyoung POV

Aku berjalan menghampiri ruangan yang memang ruangan manajerku hari ini. Hihi senangnya bekerja… Aku tetawa senang.

Aku memegang knop pintu, ah itu tidak sopan Choi Sooyoung. Sebagai anak baru kau harus sopan. Kuketuk pintu tersebut. “Masuk…” Suara laki-laki terdengar dari dalam. Oh jadi manajerku namja? Jadi makin penasaran aja nih.

Aku mendorong pintunya, lalu menutup kembali hingga berbunyi cklek. Aku berjalan sambil menunduk. Aduh aku takut nih…

“Duduklah…” Aku masih tetap menunduk, lalu duduk di kursi yang ada di sebelahku.

“Memperkenalkan diri.” Sahut orang didepanku yang kurasa berusaha mencari dimana wajahku. Aku takut >< pertama kalinya aku bekerja, apalagi hari pertama bertemua dengan manajerku sendiri. Pabo~ paboya, Sooyoung-i! Kalau kau takut lebih baik tidak usah melamar pekerjaan dari awal.

“Nde…” Aku mengangkat kepalaku. Aku membuka mataku, dan… Namja yang tadi!!?

Author POV

Sooyoung menatap namja didepannya kaget. Matanya membersar, membuat bola matanya terlihat lebih besar. Namja didepannya malah menatapnya heran. “Wae?” Tanyanya ketus. Sooyoung menarik nafasnya. “Haaa… animnida.” Sooyoung menggelengkan kepalanya.

Atmosfer kembali berubah. Bunyi kicauan burung jelas terdengar, sayup-sayup angin yang masuk dari celah jendela mulai terdengar. Sepi.

“Y-ya. Kenapa diam?” Kali ini manajer yang membuka mulut.

“Nde?”

“Memperkenalkan diri.”

“E-eo.” Sooyoung gelagapan. “Nama saya Sooyoung, Choi Sooyoung. Saya sekarang berumur 20 tahun, namun—“

“Nde. Motivasi masuk kesini?” Tch, seenaknya memutus.

“Saya sangat tertari dengan dunia musik, apalagi di bidang musik dan akting. Say—“

“Hm… Anda bakal memberi apa untuk saya?”

“Ye?”

“Jika anda sukses, apa yang bakal anda berikan untuk entertainment ini??”

“Ahh itu… Saya akan berusaha mempromosikan perusahaan ini baik itu dalam promosi kerja maupun dalam bisnis di bidang seninya. Saya yakin dan optimis pasti bisa. Apapun it—“

“Cukup. Tunggu sebentar.”

Ye? Apa ini? Menyebalkan, batin Sooyoung. Sooyoung menunggu manajernya. Ia terlihat mengetik sesuatu di laptopnya, lalu mencatat di kertas kecil yang ada 3 jengkal di depanku.

“Igo,” Manajer menyerahkan kertas kecil tadi kepada Sooyoung. “Anda tahu, saya adalah manajer di bagian.., entertainment yang mengurusi bakat yang diantaranya musik dan akting. Saya sudah tahu anda sejak awal…” Manajer diam sebentar, lalu terlihat berpikir. “Ehmm… So, congratulation.” Manajer berdiri, lalu mengulurkan tangan kanannya.

Sooyoung bengong. Ia menatap manajer dan tangan didepannya bergantian. Manajer menunggu jabatan tangannya sambil menaik-turunkan tangannya. Reflek dari tangan manajer, Sooyoung sadar dari lamunannya lalu menjabat hangat tangan manajernya.

“N-nde, manajer. Kamsahamnida.” Sooyoung menggoyangkan tangannya. Manajer melepaskan tangannya, lalu tersenyum kecil dan duduk. “Sekali lagi, kamsahamnida. Aku tidak akan melupakan jasamu yang pertama ini. Kamsahamnida.” Tanpa diberi izin keluar Sooyoung berjalan kearah pintu.

“C-changkkaman.” Sahut manajer  menahan langkah Sooyoung. Sooyoung berbalik. “Ye?”

“Ani. Silahkan keluar.” Sooyoung tersenyum. Ia memegang knop pintu.

“Aaa… Changkkamanyo!” Sooyoung menggenggam knop pintu keras. “Y-ye, manajer?” Kali ini Sooyoung tidak membalikkan badannya. “jam kerja baru dimulai pukul setengah 8. Silahkan keluar.”

“A? Ye…” Sooyoung membungkukkan badannya kecil. Ia membuka pintu, keluar dari ruangan manajer, lalu menutup pintunya kembali. Ia membaca kertas kecil yang tadi diberikan oleh manajer.

“GYAAAAAHHH!!!  Pabo pabo!!” Sooyoung merutuki dirinya. “Kenapa aku bisa bertindak bodoh? Pantas saja belum ada siapa-siapa… Tch, menyebalkan.” Sooyoung memasang muka seperti > -_-.

Masih tetap ekspresi yang sama, Sooyoung membaca kertas kecil pemberian manajer.

‘Mejamu no. 8 ada di dekat jendela.’

“Jadi cuman ini?” Sooyoung mencari-cari mejanya. Ia menemukannya lalu duduk di kursinya.

“Ahhhhhhh…” Sooyoung menatap keluar jendela, menatap pemandangan kota. Sooyoung menatap dengan tenang. Tanpa sadar ia tertidur.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.45. Dengan sendirinya Sooyoung bangun dari alam mimpinya. Ia menggosok matanya pelan, mencoba melihat kesekeliling ruangan. Tiba-tiba ada yang menoel punggungnya, ia pun berbalik.

Namja tampan rupanya, pikir Sooyoung. “A-nnyeong~ Baru ya disini?” Sooyoung menatap simpati dengan namja didepannya. “Nde. Sebelumnya, mianhamnida. Anda siapa, ya?” Tanya Sooyoung pelan dan mencoba.

“Akh… Hahaha sampai lupa. ‘Wu Yi Fan’ imnida.” Sooyoung menganga. Ia tidak bisa mendengar Wu Fan karena bicaranya yang cepat saat mengucapkan katanya padahal itu sangat pendek. “C..-changkamman… Uu…Aaa…”

“Ohhh hahaha. Itu nama asliku. Aku biasa dipanggil Kris disini. Bangapseumnida.” Entah apa yang membuat namja tampan bernama  Kris itu berlalu pergi meninggalkan Sooyoung. Sooyoung mengangkat bahu lalu kembali menghadap ke komputer, mencoba mencari-cari saat ini apa yang bisa ia kerjakan.

Jam istirahat pukul 12.30. Saat ini Sooyoung sedang menuju rapat pukul 11.00. Sooyoung-a, apa kali ini yang kau pikirkan hanya suamimu itu? Grr… yang benar saja, Choi Sooyoung. Lupakan… Lupakan…

Sooyoung memasuki ruangan rapat. Ia pun duduk di kursi yang kosong. Ia melihat-lihat, hmm… itu tadi aku liat di ruangan… Ah yang itu juga, lalu orang itu… Mata Sooyoung lalu tertuju kepada Manajer dan Kris sedang mengobrol saat memasuki ruang rapat. Mereka berdua pun berhenti. Manajer duduk di depan, sedangkan Kris berjalan menuju kursi sebelah Sooyoung.

“Hey, Sooyoung-ssi..” Sapa Kris kepada Sooyoung. “Oh, Hello…” Sapa Sooyoung balik dengan santai.

“Baik. Semua sudah berkumpul disini. Mari kita mulai… …”

Rapat pun selesai satu jam kemudian.

“Ahh aigoo… Kukira hanya beberapa menit, ternyata memakan satu jam juga…” Sooyoung memijit sendiri pundaknya dengan satu tangan. “Hahaha bisa saja kau Sooyoung-ssi… Em… Kita makan siang yuk.”

Mendengar kata makan, mendadak sakit punggung Sooyoung menjadi hilang. “MAKAN? KAJJA~~~” Sooyoung dengan reflek menarik tangan Kris menuju kantin kantor yang ada di lantai satu. Mereka berdua masuk ke dalam lift. Sooyoung melepaskan genggamannya. Ia pun menekan tombol lift angka satu.

“Makan… Makan… Makan… Suamiku, aku datang, sayang~~ dudududu~~” Sooyoung berguman sambil memejamkan mata, tanpa sadar Kris memperhatikannya sambil tersenyum kecil.

Pintu lift terbuka. Sooyoung menggenggam lagi tangan kanan Kris. “Kajja.” Sooyoung berlari kecil bersama. Mereka terlihat seperti dua anak kecil yang berlari-lari.

“Wuaaaaahh~ Mashita~~ Kau memang nomor satu, suamiku” Sooyoung menghirup aroma masakan didepannya. Padahal ia beluim memakannya, tapi sudah dibilang enak. “Selamat makan…”

Kris juga ikut makan. Empat mangkuk nasi ada di meja yang mereka tempati, dengan berbagai macam masakan seperti daging panggang, sup sayur, juga kimchi dalam porsi untuk berdua. Tunggu… empat mangkuk nasi!?

Jika orang-orang melihat mereka, mereka mungkin berpikir yang akan menghabiskan semuanya adalah si namja, tepatnya Kris. Semua salah besar! Sooyoung yang akan menghabiskan semuanya. Dari awal ia sudah menargetkan akan memesan apa saja, bahkan sebelum rapat satu jam yang lalu.

Kris makan sesekali mencuri kesempatan untuk melihat Sooyoung. Sooyoung makan dengan lahap. Kris tersenyum kecil. “Sooyoung-ssi… Kau sungguhan akan menghabiskan ini semua?” Sooyoung mengambil kuah sup sambil mengangguk. Lalu melahap yang lain dengan cepat seperti ka nada yang menghabiskan makanannya.“Makannya pelan-pelan Sooyoung-ssi…”

“Uhuukk uhuuukkkk…” Sooyoung mengambil air putih lalu meminumnya. “Uhukkk…” Kris mencoba menepuk punggung Sooyoung. Sooyoung manyun.

“Hahahahaha…” Kris tertawa. “W—wae?” Muka Sooyoung memerah. Jujur saja, ia malu, malu karena tersedak. Tiba-tiba ia tersedak lagi. Ia memukul dadanya pelan. “Uhuuukk… Ya~ jangan tertawa terus, air… air… uhuukkk…” Bukannya menolong, Kris semakin keras tertawa. Sooyoung mengambil sendiri gelasnya lalu meminum kembali airnya. “Hahh…”

“Hahahahaha…” Sooyoung jadi ikut-ikutan tertawa. Ia selalu ikut tertawa bila ada yang tertawa. Alhasil mereka berdua tertawa bersama.

TBC

Bab 2: Apa ini!?

Assalamualaikum semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Muncul lagi di Bab 1~~ Hehe gimana? Bagus ga? Kurang apanya? Atau apa ya? *ffnya

Maaaaaf sebesar-besarnya karena lama update, soalnya ngurusin buat poster sama nyari idenya susah *jangan alibi disini, ni .__.*

Komen yang banyaak yaaaaaaaaa nanti kalau komennya banyak Insya Allah bakal dimajuin buat bab 2 nyaa XD

Jangan lupa mampir ke blog aku ya, kalian bisa request poster khusus ff kyuyoung lho~~

SELAMAT TAHUN BARU 2013!!!
Semoga Knight bertambah banyak, ga ada konflik sama fandom yg lain (?), moment KYUYOUNG NAMBAH, dan Kyuyoung benar-benar nyata. Aaaaaaaamin

Advertisements

Author:

ma boy-suho.chen.CHANGMIN-protect the KyuYoung kingdom.SooKris-Too.loveSooTae.on process: be SooYeol shipper.

56 thoughts on “Two and One [Bab 1:Tertawa Bersama]

  1. soo eonnie emang kebangetan nafsu makannya tapi tetap aja kurus -__-
    menarik ceritanya,
    d tunggu lanjutannya 🙂

  2. Haha….
    Ha….
    H….
    ….
    Keren~~ DAEBAKK!!!
    Lanjut ya,,, ditunggu next partnya…
    Buat next panjangin yah~~
    Huh

  3. Uwwaaaa..!!
    Keren banget ffnyaaa..!!
    Lanjut ya thorr..
    Manager.nya sapa ya?? Gak sabar nihh,,di tunggu ya thor ffnyaa 😀

  4. yaampun kaget ada pacar aku nongol disini sebagai sodara sooyoung (re:kai). ga nyangka juga ada kris .-. btw kyuhyun nya mana yak? manager nya siapa? next chap asap, thor ;;)

  5. Hihihi 😀 *ikut ketawa
    Haha, bagus thor. Ketawa sendiri baca nih
    FF.
    Bab 2 nya jangan lama-lama yaa ..
    Ditunggu 😉

  6. Wuahh jiwa Shikshin Sooeonnie Luar biasa haha ^0^
    Sooeonnie selalu ikut tertawa bila ada yg tertawa hahaha ngakak pas bagian yg ini, jd ngebayangin kira2 gimana hahaha Wuah lucunya!!
    Author Daebak..
    Seru!!! ditunggu part selanjutnya Author, Semangattt!!!!! ^^

  7. Masih belum ngerti gimana ceritanya? #lupa-_-
    Kyu masih belum ada? Apa Kris nantinya suka sama Soo?
    Next chingu^^
    Fighting!!!!!

  8. Yuhuuu, ada kris ^^/
    Ah soo blng suami tadi pikirnya beneran udh nikah, ternyata makanan toh

    Next ditunggu ya

  9. maaf ya thor.. aku masih agak bingung sama alurnya, tp bagus kok dan buat penasaran. Siapa managernya Soo? trus yg dimaksud suami siapa?

  10. masih bingung……………….
    siapa managernya sooyoung

    trs tadi ada ajhusi n kai

    trs di tamabh dikantor ada kris………………
    trs ada kata suami……………………….

    next thor n moga nextnya uda ga’ bingung…………………..

  11. Ku kira suaminya Soo tu manusia ternyata makanan dasar shikshin
    manager nya siapa ya kira kira ? yg kembar Kyu dan Hyun kan ?

    Next partnya ditunggu ya eonni ^^

  12. kyu dan hyun ko gk muncul …
    aduh soo bner” deh klo makan … 😀
    manegernya spa ??? sih buat penasaran
    ditunggu klnjutannya
    jangan lama” 😉

  13. happy new year too ^^
    sooyoung ceroboh banget ya? ckck
    btw manajernya kyuhyun kan? masih bingung deh -_-a

  14. Welcome back, eonnie! Amin, semoga terwujud wishnya 😀

    Oya Kyu-Hyun mana? kok mereka nggak nongol?
    Awalnya aku kira manajer Sooyoung itu Kyuhyun, tapi kalo dipikir lagi.. Kan Kyuhyun udah dipecah (?) jadi dua kembaran nyebelin + berisik. Truss, siapakah managernya? Siwon? #kepo

    Yoo, aku suka poster-poster yang di buat eonnie! Apalagi yang di pake sama RahmaFRB eonnie… Keren ><b. Kepingin berguru (?)

    Nextnya ditunggu! Fighting!

  15. Amin…
    Wkwkwk! Ntu si Soo lcu banget dh pas ktmu manager, ggup bget.. Eh? Manager.a cyph?
    Eh, ad Kris..
    Mna dua bocah ga waras ntu? #plak!
    Next part!

  16. Amin…
    Wkwkwk!! Ntu si Soo lucu bget dh, pas ktmu manager ggup.a bkan maen.. Eh? Manager.a cyph?
    Hahaha! Soo eon rjin dh, dtg.a kepagian.. Jiakakak!
    Eh, ada Kris..
    2 bocah ga waras #plak! ntu ga nongol?
    Next part!

    1. bagus…cuma pas awal baca aga bingung sama alurnya
      but overall ceritanya bagus…awalnya aja ud bikin geregetan 😀
      ditunggu next chapternya yah author ^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s