Posted in Humor, Romance, Series

Two and One [Bab 2: APA INI?]

Two and One

UnniKNA

Bab 2: APA INI?

Romance, Humor

PG-15

Poster

Intro | Bab 1 | Bab 2

D-2 Hari ulang tahun Sooyoung

Sooyoung POV

Kulirik jam digital di meja. 18:48. 10 menitan lagi bisa pulang~ Untung saja semua pekerjaan sudah kubereskan. Aku membereskan semua yang ada di meja kerjaku. Perasaanku berkata akan ada yang menghampiriku.

“Annyeong, Sooyoung-ssi…” Right. Kali ini instingmu naik lagi, Sooyoung. “Oh, ya…. Halo…” Aku masih sibuk membereskan mejaku yang bisa dibilang berantakan. “Em… Mau kubantu?”

“Ahh.. TIdak usah, Kris-ssi…” Aku memutar kursinya menghadap Kris, namun tumpukan buku di meja tak sengaja tersenggol lengan kananku. “Aishh… Sooyoung-a kau ini…” Gumanku sendiri kesal. “Mian, Kris-ssi…” Aku berjongkok lalu mengambil satu-satu buku itu.

Aku tak sadar, Kris sedang membantuku mengambil beberapa buku yang jaraknya cukup jauh. Aku pun berdiri, sama dengan Kris. Aku meletakkan buku itu di meja kerjaku, lalu Kris menaruhnya diatas tumpukan bukuku yang tadi aku ambil.

“Gomawo,” Sahutku sambil tersenyum lembut kepadanya. Kulihat awalnya dia menatapku kaget, lalu dia juga tersenyum lembut kepadaku. “Ah… Hahaha ye… Kajja, kita pulang.”

“Ne.” Aku mengangguk setuju lalu kami berdua berjalan bersama hingga keluar kantor.

“Kris-ssi, aku pulang duluan ya…”

“Eo? Ternyata arah rumah kita sama ya?”

“Oh ya? Rumah Kris-ssi lewat sini juga?”

Kami berdua berjalan bersama. Kukira awalnya dia mengikutiku, Sooyoung kenapa kamu jadi tukang ge-er? Kami pun sampai di depan apartemen.

“Kris-ssi…”

“Ya… Tidak usah seresmi itu, Sooyoung-a…”

“Eo? Mm… Aku duluan ya, Kris-ya…” *(yg aku tau, nama Kris di tulis huruf korea itu jadinya keu-ri-seu, akhiran vokal jadi pake –ya ^^)

“Ya~ bagaimana bisa kita tinggal di tempat yang sama? Hahaha…”

Aigo, aku baru sadar kalau dia juga ternyata tinggal disini. Ckckck kali ini kepekaanmu sedikit berkurang, Choi Sooyoung.

Kami berpamitan di dalam apartemen. Aku di lantai 3 sedangkan dia di lantai 2. Aku berjalan menaiki tangga, dan aku pun sampai di depan pintu apartemen. Apartemen ini tidak semewah apartemen seperti yang ada di dekat kantoku. Ini seperti ‘rumah susun’ lagi tapi mengkonsepkan setiap pintu menggunakan kode. Kutekan tombol, kumasukan angka-angka yang merupakan kode rumahku, dan kugesekkan sim card khusus untuk pintu apartemen. Pip. Tandanya kunci sudah terbuka. Aku pun masuk ke dalam apartemenku.

-*-*-

Author POV

Sooyoung mengganti sepatu high heels-nya dengan sendal rumahnya. Namun ada yang aneh disini, lampu di ruang tengah menyala, dan ada dua sneakers di tempat mengganti sendal tadi, namun Sooyoung belum menyadarinya. Sooyoung malah berjalan ke daput terlebih dahulu. Karena lampu di apartemen Sooyoung otomatis bisa mendeteksi jika ada seseorang, pasti akan menyala.

“Yeobo-ya~ Kau rindu padaku, kan?” Sooyoung memeluk kulkas didepannya sambil memejamkan matanya. “Aku lapar yeobo, bolehkah aku makan?” Sooyoung seperti menunggu jawaban dari benda mati didepannya. “Kuanggap itu iya!”

Dengan gesit Sooyoung membuka pintu kulkas lalu mengeluarkan makanan satu persatu sambil menaruhnya di meja yang ada di belakangnya.

“Sup… Hmm… Ice cream!” Sooyoung menutup pintu kulkas yang bawah, lalu membuka yang atas. Ia mengambil 2 mangkuk es krim ukuran besar, lalu menaruhnya di meja makan. Sooyoung duduk sambil mengusap-ngusap kedua tangannya. “Hmmm…. Yang mana yang akan kumakan terlebih dahulu? Sup? Ayam? Mie? Ahh lebih baik kupanaskan dulu semuanya.”

Sooyoung mengambil sepiring ayam panggang. Ia akan memanaskannya di microwave. Tepat saat ia akan membuka microwave, matanya langsung tertuju ke ruang tengah. Ia menyimpan ayamnya di atas microwave.

Ia berjalan ke ruang tengah, lalu ia melihat box besar ada di depan televisi. “Kotak apa ini? Kok ada ini sih…” Sooyoung terlihat berpikir. Ia pun memegang bagian atas kotak yang terlihat terbuka. Ia pun membukanya dengan pelan, belum membuka semuanya tiba-tiba ada yang mengagetkannya.

 “YEEEEEEEYYYY!!!! SELAMAT DATANG!!” Muncul seorang namja dari dalam kotak besar tersebut mengagetkan Sooyoung.

AAAAAAAAAAAAAA!!!!” Sooyoung memukul-mukul orang didepannya. “SIAPA KAU?!!

-*-*-

Sooyoung POV

“SIAPA KAU?!!” Sahutku masih memukul orang tak dikenal didepan. Micheosseo. Bisa-bisanya ada orang asing yang masuk ke dalam apartemenku, bukankah apartemenku terkunci?! Aish aku tidak peduli, sekarang siapa dulu orang ini!

“Ya YA STOP STOP STOP!!!” Sahut namja didepanku. Aku menarik tanganku pelan. Mencoba mencari tahu siapa namja didepanku ini. Sekarang wajahnya terlihat. Omo…

“Nugu… seyo?” Tanyaku. Ia diam menatapku. Hey dengar ga sih? “Ya!” Sahutku sedikit keras. “Eh? Eng… An-nyeong.” Namja tadi gesit keluar dari kotak, dan berlari menuju kamarku. “Yaaaa Kyu!! Palli, palli” Namja tadi mengetuk pintu kamarku. Aduh, jadi ada dua orang?!! Yak aku bisa gila! Pintu kamarku terbuka. Terlihat seorang namja keluar dari kamarku… Mwo? KEMBAR?! IDENTIK?!! Aduh… kepalaku… aduhh… setelah itu semuanya pun menjadi gelap.

-*-*-

Aku bangun dari tidurku. Tidur? Sejak kapan aku tidur? Jamkkanman… Tadi bukannya…

“YA! NEO! NEO!” Aku menunjuk dua orang di depannku, tepatnya di atas kasurku. Aish… “Nuguseyo?” Tanyaku tajam kepada mereka berdua, kutatap mereka berdua bergantian… Sangat mirip T.T

Mereka malah saling berbisik. Aku kesal. Udah wajah mereka sama, kelakuannya… Jinjja… Ottokhae? “Kutanya sekali lagi, kalau kalian ga jawab, kulaporin polisi!” Muka mereka tiba-tiba kaget. Haha lucu sekali, kali ini jangan tertawa Choi Sooyoung cobalah serius. That’s not funny, right?

“Nugu… SEYO!?”

“Y—ye. Aku Kyu, dia Hyun. Kami kembar.”

Krik.

“Keurigo..?”

“….”

Krik-krik.

“KALIAN—“

Ting tong. Bel rumahku berbunyi, tumben. “Tunggu disini, bergerak sedikitpun, kubunuh!” Mereka menatapku ngeri. Biarin. Aku berlari kecil ke arah pintu di depan. “Tunggu…” Aku membuka pintu. Ahhh….

“Annyeong, Sooyoung-a…”

“Kris?”

“Hehehe, kau belum tidur? Padahal sudah jam 10…”

“Nde. Kau sendiri?”

Ia hanya tersenyum, senyumnya lembut.

“Ah… yasudah aku kebawah dulu, tadi aku habis dari teman. Maaf mengganggu, Sooyoung-a. An-nyeong…” Kris melambaikan tangan, aku melambaikan tangan balik lalu menutup pintu. Hahh… Kukira siapa. Aku teringat dengan dua bocah ‘sama’ di kamarku. Tunggu sebentar…

Bagaimana bisa mereka masuk kesini? Sedangkan pintu terkunci, kode hanya aku yang tahu, sim card pun hanya aku yang punya dan Ahjumma di lantai satu… Apapkah mereka… MALING?!

Aish… Tapi, muka mereka polos, Sooyoung. Sangat polos, bahkan aku baru menemukan pencuri berwajah polos seperti mereka. Saat aku membentak mereka berdua, mereka sangat ketakutan, dan… kenapa wajah mereka.. harus sama? T.T Sudah Sooyoung, lebih baik kau usir mereka, setelah itu kau akan hidup tenang.

Aku berjalan ke arah kamarku, kubuka pintu. Aish igo mwoya -_-? Kenapa mereka berdua tidur di tempat tidurku?!!!

KALIAAAAAANN! YAAA! Ireona… Ireona… seenak saja tidur di rumah orang, cepat bangun, kembar…. YAAA!!” Aku menggoyang-goyangkan bahu mereka masing-masing, sudah memukul mereka dengan guling, bahkan bokong mereka kutendang. Tapi, kenapa tidak bangun juga?!

Kugeser tubuh si… entah siapa dia aku tidak peduli, ke tengah kasur. Aku naik ke tempat tidur, asih aku cape. Aku ga peduli sekarang tidur disebelah mereka, awas saja besok kalian mati ditanganku!

-*-*-

Keesokan harinya, 07:00

“Sooyoung-a… Ireona… Eomma sudah menyiapkan sup ayam kesukaanmu, nak… Palli…”

Eomma… Eomma…

“Ngggh… Eomma…” Aku membuka mataku. Hmm, mimpi. Aku bangun mencoba untuk duduk, aku melihat kesekeliling, saat kakiku turun dari tempat tidur;

“Y-YA! Kalian ngapain dibawah sini?!” Aish bikin kaget saja. Aku mengelus dadaku. Si kembar ini malah duduk sila di samping tempat tidurku dengan puppy eyes. Ah aku ga peduli, aku mau kerja.

Aku masuk ke dalam kamar mandi. 15 menit kemudian aku sudah memakai baju rumahku. Aku keluar dengan baju santaiku. Handuk kecil kugosokkan ke kepalaku yang basah. Aku berjalan ke arah ruang tengah.

Hhh… Mereka berdua sedang duduk manis di sofa depan tv. Akupun berjalan menuju dapur.

-*-*-

Aku—ani, kami, aish aku tidak rela untuk mengatakan kami. Kami sedang sarapan, tapi kenapa harus KA-MI?!

Kulihat mereka berdua makan dengan lahap, mereka belum makan-kah? Kenapa aku jadi peduli? -_-“Ya… pelan-pelan makannya…” Sahutku sambil memasukkan sesumpit nasi. “Gwaencanhayo, Sooyoung-ssi…”

YA bagaimana bisa kau tau namaku?!”

“Ten-“ Entah siapa itu, ia langsung menutup mulut kembarannya itu. “Ya… Ini sudah yang ke… ah entahlah, aku bertanya kepada kalian. Kalian siapa?” Tanyaku mencoba sabar (-_-“”)

“Keureom Sooyoung-ssi, uri…” dia bingung, menurutku. “Uri……”

-*-*-

Kulihat jam, sudah pukul 07.39, sebentar lagi sudah masuk kerja. Aku mendorong duo kembar didepanku ini keluar rumah dengan tenaga dalamku. “Kah…” sahutku kepada mereka sambil mengunci pintu apartemenku. Aku berbalik menghadap mereka berdua. Aigo, kenapa wajah mereka polos sih? T.T

Ka-yo..” Sahutku menggenggam tali tas sampingku. Rgghh kenapa ga pergi sih? “Kyu… Hyun…” Aku menatap mereka bergantian. “Haaah… Dwaesseo…” Aku berjalan meninggalkan mereka berdua. Aku melihat jam tanganku, 07.48. Waktu yang cukup untuk sampai kantor.

Aku menuruni tangga, tak sengaja aku berpapasan dengan Kris.

“Annyeong, Kris-ya…” Sahutku. “Sooyoung-a, awalnya aku mau menjemputmu untuk berangkat bersama, ternyata kau sudah turun duluan…” Jawabnya sambil menuruni anak tangga bersamaku. Namja disebelahku ini… Baik ya.

Hajiman, kalau Kris kerumahku lebih awal… Duo kembar itu… Yak!! Andwae andwae!! Apa jadinya nanti kalau ternyata Kris mengira aku… bersama… nam… ANDWAEEE!!

“Andwae!!” Teriakku tiba-tiba. Kris tiba-tiba berhenti. Lalu menatapku, aku menutup mulutku. “Waeyo?” Tanyanya. “Ah… ehehe aniyo, tadi kukira kau akan jatuh… Ternyata, hehe…” Jawabku asal. Kris bingung, lalu tersenyum. “haha bisa saja Sooyoung-a… Kajja, nanti kita telat…” Dia menuruni tangga duluan.

Kenapa ada namja yang baik sekali seperti dia ya? Hmm kalau dia jadi pasanganku… Aish kau mikir apa Sooyoung! Tapi kalau dibandingkan dengan dou kembar itu… YAA kenapa jadi mereka berdua lagi?!

 

-Flashback [2]- *flashback yg ke dua*

“Keureom Sooyoung-ssi, uri…” dia bingung, menurutku. “Uri……”

“Urineun…” Sahutku mengulang kembali kata-katanya. “Jamkkanman… Sekarang aku pingin tau nama kalian masing-masing.” Ucapku kepada mereka berdua. “Dia Hyun.” Hyun yang ada di depanku, “Aku Kyu.” Sahut si sebelah Hyun yang ternyata namanya Kyu. Kenapa wajah mereka harus sama persis?!

“Ara… Ara… Keureom, kalian?” Tanyaku entah yang keberapa kali kepada duo kembar ini -_-

“Sebenarnya Sooyoung-ssi, kalau boleh jujur…. Mmm… Kita bingung kita siapa.” Ye? Mulai pertanyaan muncul dari otakku. “Kita sudah ada disini ini saja baru tadi malam.”

“Keurigo…” Ucapku mencoba melanjutkan perkataan Kyu. “Kita sekarang bersamamu.”

“Mwo? Maksudmu?”

“Sejak tadi malam, kami sudah ada di depan gedung apartemen ini. Lalu dia, Hyun seperti memberiku sesuatu… seperti ‘telepati’ gitu.. lalu benakku menyebutkan namamu dan wajahmu ikut muncul. Setelah itu tiba-tiba kami berdua berjalan ke arah depan pintu apartemenmu ini. Dan masuk ke dalam apartemenmu. Begitu.” Cerita Kyu dengan hati-hati.

“Terus, kalian tau dari mana kode apartemenku, dan kenapa kalian punya sim card-nya juga?”

“entahlah, Sooyoung-ssi,” kali ini si Hyun yang angkat bicara. “Saat kami didepan pintu apartemen, dengan cepat juga pikiran kami mengeluarkan suatu angka yang ternyata itu adalah angka kode apartemenmu, lalu saat aku memasukkan tanganku ke saku jaket, ada sim card yang ternyata sim card apartemenmu.”

“Dapat darimana semua itu?”

“Molla…”

“Aish…” Kali ini aku mulai pusing. Kulirik jam di dinding. “Geurae… Kalian boleh pergi, aku sudah mau berangkat kerja.” Aku menaruh semua piring dan mangkok di wastafel, lalu mencuci tanganku. “Ya, kenapa diam?” Tanyaku.

“Apakah kami boleh tinggal disini, Sooyoung-ssi?”

MWORAGOOO?!! ANDWAE!! Hus hus palli, pergilah kalian…” Aku masuk ke dalam kamarku mengganti bajuku dengan baju kerja. Ga butuh waktu lama aku keluar lagi.

“Yaa.. Palli, pergilah kalian…” Aku mendorong mereka ke depan pintu.

“Tapi Sooyoung-ssi…”

“Ish kalian ini… Palli-palli…”

“Kau belum mendengarkan semuanya…”

“Shireo. Cepat pergi…”

-Flashback [2] End-

 

Aku menggelengkan kepalaku. Untuk apa aku mengingat mereka lagi? Toh mereka udah pergi, HAHAHAHAHA. Tawaku evil

“Sooyoung-a, kenapa diam?” Kris memanggilku. Aduh, jadi malu. Aku pun dengan cepat menyusulnya. “N-nee!”

-*-*-

Author POV

“Sooyoung-ssi, anda dipanggil oleh manajer.”

“Nde. Kamsahamnida.” Sooyoung mengambil beberapa lembar kertas yang tadi diberikan oleh asisten manajer kepadanya. Aku berjalan ke ruang manajer, mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu masuk.

“Chogiyo… Igo, manajer…” Aku menghampiri meja manajer sambil memberikan lembar kertas yang aku bawa. Ia membuka satu persatu lembaran tersebut. “Good, sudah kau tanda tangan semua. Berarti kau setuju dengan semua persyaratannya, right?”

“Ye.”

“Hmm… Kau boleh keluar.” Manajer tersenyum padaku.

Omo.. Dia… tersenyum, kepadaku…

“Ehm…” Manajer berdehem, dia sadar mungkin aku tidak mendengarkannya. Aku pun sadar dari lamunanku, “Y-ye.” Aku pun pergi dari ruangannya.

-*-*-

Author POV

Hari sudah semakin sore. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6. Sooyoung menatap kota dari lantai 10, tepatnya meja kerjanya. Langit-langit sudah berubah menjadi warna oranye. Sooyoung menyadarkan tubuhnya ke kursi. Ia memejamkan matanya, mencoba mencari ketenangan, dan tanpa sadar ia pun tertidur.

 

1 jam kemudian

Kris sedang mengobrol dengan yang lain. Matanya tiba-tiba tertuju kepada meja Sooyoung. Kris melihat kursi Sooyoung yang menghadap ke jendela. “Kris-ya, kami duluan!”

“Ye..” Kris berjalan menuju meja Sooyoung. Ia mencoba mengintip Sooyoung yang ada di kursi apa yang sedang ia lakukan. Ia berjinjit melihat Sooyoung, dia tidur.

Niat tidak akan membangunkannya, Kris melihat-melihat meja Sooyoung. Meja Sooyoung terlihat cukup berantakan, dengan baik hati Kris merapihkan dengan detail meja Sooyoung. Bahkan ia tahu tempat dimana buku ini, pensil itu, dan yang lainnya. Mata Kris tiba-tiba tertuju kepada selembar kertas yang dilipat yang ada di samping alat tulis. Kris pun mengambilnya, ia membuka lipatan kertas tersebut. Matanya terlihat membaca, mulunya sedikit menganga, lalu tersenyum. Ia kembalikan lagi kertas tersebut ke tempat semua dengan rapih.

Kris menatap kursi disampingnya. Ia memutar kursi tersebut hingga Sooyoung sekarang berhadapan dengannya. Masih dengan niat tidak akan membangunkan Sooyoung, Kris punya ide.

Ia melepas kedua sepatu Sooyoung. Ia menaruh sepasang sepatu tersebut di sebelah kakinya. Ia membalikkan badannya, sehingga posisinya punggungnya menghadap wajah Sooyoung. Ia meraba-raba tangan Sooyoung, lalu mengambilnya, menaruhnya di pundaknya, dan kaki Sooyoung pun ia angkat ia pegang kaki Sooyoung dan ditempatkan di pinggangnya. Kris menggendong Sooyoung. (>o<)

Kris berjongkok mengambil sepatu Sooyoung. Kris pelan-pelan berjongkok, lalu berdiri lagi saat sepatunya sudah ada di tangan kirinya.

“Jangan bangun, ya…” Kris berkata kepada Sooyoung seakan Sooyoung akan mendengarkannya. Ia tersenyum sambil mencoba melihat wajah Sooyoung yang ada di bahu kirinya. Ia pun berjalan untuk pulang.

-*-*-

Pelan-pelan Kris berjalan menggendong Sooyoung dengan langkah yang pelan. Sambil berguman ia mencoba memikirkan sesuatu.

Kau tau, Sooyoung… Saat ini aku ingin bilang kalau kamu ringaaan sekali, kkkk…

Kris nyengir sendiri di jalanan, membayangkan kalau sekarang ini Sooyong tidak tidur, dan ia berkata seperti tadi.

Akhirnya mereka berdua sampai di depan apartemen. Kris berjalan masuk kedalam apartemen. Ia menghampiri Ahjumma pemilik apartemen kecil ini. “Annyeong…” Sapa Kris kepada ahjumma lalu berjalan pergi tanpa menunggu jawaban dari Ahjumma.

Kris berjalan menuju tangga apartemen. Dia menaiki satu-persatu anak tangga yang ada di sana. Kris menaikinya dengan pelan, mencoba menyeimbangkan dengan Sooyoung takut-takut Sooyoung terjatuh. Dengan susah payah Kris pun sampai di lantai 3. Ia berjalan menuju pintu rumah Sooyoung yang mana ia sudah tau persis tempatnya dimana. Ia menatap pintu depan rumah Sooyoung.

Kris memegang knop pintu. “Babo, Kris. Kenapa kau bisa bodoh seperti ini?” Kris lupa. Seharusnya tadi ia meminta kode dan sim card pintu rumah Sooyoung kepada ahjumma yang ada dibawah. Ia berjongkok, berbalik, dan melepaskan Sooyoung, meletakkan Sooyoung agar duduk bersender di bawah. Ia meletakkan jaket Sooyoung di atas tubuh Sooyoung.

Dengan cepat ia berlari kembali ke lantai satu, dan ia pun sampai di depan Ahjumma dengan nafas ngos-ngosan. “Hahh… Hahh… Ah… Jumma… Hahh…”

“Aigo ada apa ini, bocah?” tanya ahjumma yang ternyata suami pemilih apartemen kecil ini. “Na.. Bolehkah aku minta kode dan sim card Choi Sooyoung? Orang yang kugendong tadi, dia…”

“Geurae geurae…” Entah darimana dan kapan itu, ahjumma dengan cepat menyerahkan selembar catatan kecil dan sim card. “Igo… Igo… Ka-yo..”

“Yeeee… Ahjumma lagi ‘halangan’ ya?” Tanpa menunggu jawaban aku pun ngacir pergi meninggalkannya. Aku berlari menuju lantai 3, aku pun sampai dan menghampiri kamar Sooyoung. Kulihat… Lho Sooyoung sudah bangun?

Kulihat disekitar depan pintunya, tidak ada dia. Hmm… Yasudahlah. Aku tersenyum singkat lalu kembali ke kamar apartemenku masih memegang apa yang ahjumma dibawah tadi berikan.

-*-*-

Author POV

Sooyoung terbangun dari tidurnya. Ia melihat kesekeliling, dimana ini? Ia mencoba sekali lagi melihat kesekeliling, oh… sudah di rumah ternyata.

Ia pun berdiri dari duduknya, memasukkan kode rumahnya dan menggesekkan sim card ke tempat yang sudah disediakan. Ia pun masuk ke dalam apartemennya dengan tanpa sadar siapa yang membawanya kesana.

Di dalam apartemennya, dengan wajah lesu dan masih mengantuk ia berjalan ke arah kamarnya. Ia membiarkan jaket, tas dan sepatunya berceceran di sekitar ruang tengahnya.

Ia membuka pintu kamarnya, matanya langsung cerah begitu melihat tempat tidur didepannya. Ia pun melompat senang ke atas tempat tidur lalu pergi tidur.

-*-*-

To Be Continued

Bab 3: Aku ga ngerti

TEASER

D-1 Hari ulang tahun Sooyoung

“Saengil chukka hamnida!!”

“memangnya kapan aku ulang tahun?”

“memangnya bukan hari ini?”

“ANI!”

Untuk apa aku repot-repot? Toh aku sudah tau kodenya dan aku mempunyai sim cardnya. Tapi itu tidak baik!

Aku.. kenapa.. setiap aku melihatnya, dadaku… juga dengan dia… aku ga ngerti… sebenarnya kenapa aku bisa jadi seperti ini?

-*-*-

Annyeong~~ Comeback!! Mianhaeyo karena keterlambatan kkkk
Spesial mulai part ini dan seterusnya bakal ada teaser2 nya… maaf kalau ada salah kata/penyebutan yg kurang pas Xp

Please banget, KOMEN DONG KOMEN! T.T  bener-pingin nangis karena ga semua kome, jangan kasih like aja atau cuman SILENT READER grrrrrrrr!!

Tapi bener, aku bener2 terharu karena banyak yang suka sama ff aku >< thanks a lot, yeoreobun~
Makin banyak komen, Insya Allah percepatan publish ff bab 3 akan dipercepat dan diperpanjang T.T kalau ada yang ga ngerti bisa tanya aja ya *emangnya ada yg mau nanya? -3-*

See you next episode~

-KNA @unnikna

 

Author:

ma boy-suho.chen.CHANGMIN-protect the KyuYoung kingdom.SooKris-Too.loveSooTae.on process: be SooYeol shipper.

35 thoughts on “Two and One [Bab 2: APA INI?]

  1. Aigooyah, kepalaku pusing mikirin asal-usul si kembar indentik itu..
    Managernya siapa sih? Sooyoung suka ama dia ya?

    Lucu, keren, aku suka 😀
    Part selanjutnya ditunggu, hwaiting!

  2. kyaaaaah kepooo lanjutannya! pokoknya aku tunggu kelanjutannya! dan jangan lama2 ya thor:-) ohiya diharapkan kyuyoung momentnya secepatnya hehe. fighting thor;-)

  3. ckck mana ada manusia langsuung tau tempat dimana dia harus tinggal tanpa sadar apa yang di lakuakan ck yang namanya Kyu sama Hyun aneh-_- kembar yang aneh
    sepertinya Kris menaruh banyak perhatian pada Soo
    next!!!!~

  4. Aigoo…
    Lawak bgt ini ffnya eonn..haha!
    Kyu ama Hyun misterius bgt sih..
    jgn2 mereka alien yg akan menghancurkan bumi..#PLAKK!!
    Next partnya ditunggu ya eonn!!!
    (๑¯ω¯๑)

  5. Krik krik 😀
    bingung sama jalan ceritanya thor 😛
    kyu-hyun kenapa bisa tiba2 muncul gitu di apartemen soo.. Bener2 bocah ajaib 😀
    tp lucu sih pas part kyu-soo-hyun pada kumpul! Rame~ 😀

  6. huaaa….akhirnya lanjutannya
    aku aga takjub ama si kembar kyu hyun *gimana kalo mereka disatuin lagi 😀 readers ngaco #plakkk
    story kali ini endingnya kurang geregetan…tapi so far ceritanya bagus n lucu
    apalagi bagian si kembar dari antah berantah….aku tunggu lanjutannya yah
    semoga ceritanya makin seru ^^

  7. aku msih blum paham ma mksud jlan critanya -_-a #eadersLOLA

    Kenapa kyu…hyun jadi ada dua? bisa msuk? trus apa hubungannya ma sooyoung?? -_____________-

    next chap yeee

  8. maaf ya thor.. jujur aku masih bingung sama cerita dan cast nya kyu dan hyun. Ditunggu next part ya, smoga udah gk bingung.

  9. bingung banget sama jln ceritanya … tpi aku suka banget ff nya wlau sdikit bingung
    krena kyu dan hyun
    ko mereka bsa trsesat k rmh soo cba
    ditunggu klnjutannya yh 🙂

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s