Posted in Romance

When We Meet Again Part 8 (END)

 

Tittle : When We Meet Again Part 8

Author : sangsanglee

Cast : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Shim Changmin, Choi Siwon, Choi Sooguk (OC), Cho Jihyun(OC)

Support Cast : Tiffany Hwang, Seo Jo Hyun, Ahn Chil Hyun (KANGTA), Ahn Jaeyoung(OC)

Genre : Romance, Family

Length : Chapter

Rating : PG

Cr poster : UnniKNA

Annyeong! Author persembahkan karya author yang berjudul When We Meet Again Part 8. Part terakhir dari serial WWMA.

Mianhae semuanya. Mianhae author ngepost part END-nya kelamaan. Jujur author sibuk banget dan kehilangan banyak ide. Tugas dan ulangan, jadwal les, dan tetek bengek lainnya menghambat penulisan ff WWMA ini. Setelah mendekam begitu lama didepan laptop mumpung ada waktu, akhirnya muncul ide untuk part 8 ini. Semoga ini pada suka dan enggak mengecewakan. Mianhae kalo endingnya jelek *atau bahkan semuanya jelek*. Ini udah bener-bener mentok dari otak author.  Mianhae JIKA ALUR CERITANYA MEMBINGUNGKAN-_- Mianhae kalo masih banyak yang aneh-aneh. Mianhae typo bertebaran. Dan terakhir…

Selamat membaca!

Kini Kyuhyun sudah berada di mobil ambulan bersama Sooyoung yang masih terbaring lemah. Yeoja itu bungkam, ia terlalu pusing memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya. Makian eomma Kyuhyun seperti masih terdengar jelas di telinganya.

“Sooyoung-ah.. Gwenchana?” tanya Kyuhyun khawatir karena melihat Sooyoung yang sedari tadi bungkam.

“Gwenchana?” tanya Kyuhyun sekali lagi karena tidak mendapat respon dari Sooyoung.

Namun, tiba-tiba Sooyoung memejamkan matanya. Ia tak sadarkan diri! Kyuhyun panik. Begitupun dengan dokter yang turut berada di ambulan itu. Dokter itu memberi Sooyoung masker oksigen untuk membantu pernafasan Sooyoung. Sang dokter pun mengeluarkan peralatannya untuk memeriksa Sooyoung. Sementara itu Kyuhyun hanya bisa terdiam dan menitikkan airmata saat melihat kondisi Sooyoung yang melemah.

“Jeongmal mianhae, Sooyoung-ah. Mianhae karena aku sudah membawamu kedalam kesulitan ini. Andai kita tidak bertemu lagi mungkin semua takkan membuatmu terluka dan kesakitan.”

~.~.~.~

“Appa.. Appa..”

Kyuhyun terbangun ketika sebuah suara mengusik pendengarannya. Ia mengerjapkan mata dan saat tu pula bayang tubuh Sooyoung yang bergerak-gerak tidak jelas diatas ranjangnya terlihat. Kyuhyun segera terbangun dan menggenggam tangan Sooyoung.

“Sooyoung-ah, waegereuh? Gwenchana?”

“Appa.. Appa..”

Percuma. Kyuhyun berbicara sia-sia karena mata Sooyoung masih terpejam dan sepertinya ia masih dalam keadaan setengah sadar. Ia mengigau. Mengigau mengucapkan ‘appa’. Appa? Apakah ia rindu dengan appanya? Apa yang harus Kyuhyun lakukan?

“Oppa..” Kyuhyun menoleh seketika. Ia melihat Sooyoung mengerjap-kerjapkan matanya dan mulai menatap Kyuhyun.

“Oppa, kita dimana? Apa yang terjadi?” lanjut Sooyoung kebingungan.

“Kau dipindahkan menuju Bostel Hospital, Soo. Didaerah Busan. Katanya disini cuacanya lebih sesuai untuk perawatanmu.”

Bohong. Kyuhyun terpaksa bohong. Ia tak ingin Sooyoung tahu bahwa yeoja itu dipindahkan kesini karena hanya untuk membuatnya tenang dengan terjauh dari keluarga Kyuhyun. Namja itu tersenyum pada Sooyoung berusaha meyakinkan anaenya itu.

“Oppa, aku rindu appa.”

Glek. Benar saja. Ternyata apa yang dipikirkan Kyuhyun tadi sesuai dengan yang Sooyoung pikirkan. Kyuhyun hanya menggenggam tangan Sooyoung lebih erat.

“Bisakah kau membawa appa kemari? Sungguh, aku benar-benar merindukannya.” Lanjut Sooyoung dengan wajah penuh harap.

“Gereuh.” Kyuhyunpun menyerah.

“Aku akan memintanya kemari.”

“Siwon oppa juga.” Sahut Sooyoung cepat.

Kyuhyun tersenyum dan mengacak rambut Sooyoung. Setelah itu ia melangkah keluar ruangan dan menyalakan smartphone-nya. Mencari nomor ponsel Siwon. Semoga saja tersambung.

“Yeoboseo..” terdengar suara berat diseberang sana. Kyuhyun tahu itu suara Siwon. Sebelum berbicara Kyuhyun menelan ludahnya sebentar. Maka tak lama suaranya pun terdengar.

“Hyung. Sooyoung membutuhkanmu.”

~.~.~.~

Siwon dengan segera melangkahkan kakinya. Ia mendorong pintu masuk ruang kerja ayahnya. Matanya tajam mencari kehadiran ayahnya. Namun mengapa ruang ini kosong? Bukankah belum jam makan siang? Namun mengapa ruangan itu kosong? Apakah sang ayah ada meeting mendadak? Siwon berbalik keluar dari ruangannya.

~.~.~.~

Sooguk meraih jasnya dan setelah itu ia segera turun dari Alpard putih kesayangannya. Tangannya sigap memasang kembali jas itu pada tubuhnya yang masih terlihat bugar meskipun sudah berumur. Ia membenahi letak kacamata yang digunakannya dan mulai melangkah maju.

Apakah ia sudah siap? Apakah hatinya sesuai dengan tindakannya? Ia menghentikan langkahnya. Pikirannya mulai ragu. Ia akan berbalik namun hatinya menyangkal. Dan ia melangkahkan kakinya maju lagi untuk memasuki gedung bertuliskan ‘Bostel Hospital’.

Sepanjang perjalanan ia terus menguatkan hatinya untuk menghadapi semuanya. Semoga pilihannya benar dan ia bisa hidup tenang lagi. Matanya menatap name-tag kamar dihadapannya. ‘Cho Sooyoung’s Room’. Tangannya mulai meraih kenop pintu dan membukanya perlahan. Aroma terapi merayap masuk ke dalam indera penciumannya. Namun, mengapa kamar ini kosong?

Ia hendak menutup kembali pintu namun hatinya kembali menyangkal. Akhirnya ia memberanikan diri untuk melangkah masuk. Suasana kamar yang lumayan sepi membuat Sooguk ragu.

Namun, sebuah boneka Teddy Bear pink yang terdiam diatas ranjang menariknya untuk lebih dekat lagi. Boneka Teddy Bear kesayangannya Sooyoung. Ia yakin itu karena setiap ulang tahun anak itu Sooguk selalu memberika boneka Teddy Bear untuk Sooyoung. Dan itu pasti disambut meriah oleh Sooyoung.

Tangannya meraih boneka itu dan aroma parfum Sooyoung mulai tercium. Ia jadi semakin rindu kepada anak bungsunya itu. Rindu akan senyumannya, pelukan hangatnya, ciumannya, suaranya, candanya, semuanya. Ya ia sangat rindu pada putrinya. Sangat.

‘Jaeyoung-ah, maafkan aku membuatnya menderita.’ Batin Sooguk.

Ia meletakkan kembali boneka itu. Matanya kini tertuju pada sebuah jaket dan jam tangan namja. Apakah ini milik namja itu? Anaknya yang ia buang terdahulu? Tangan Sooguk meraihnya, merasakan semua kelembutan yang ada disana. Tak bisa disangkal, hatinya pun merindukan namja itu. Merindukan sosok Choi Kyuhyun. Anak yang selalu ia bangga-banggakan.

‘Jaeyoung-ah. Mianhae. Mianhae karena aku telah lancang membuat mereka berpisah. Mianhae. Andai saja dulu aku tak memisahkan mereka, ini semua takkan menjadi rumit. Andai kau ada disana dulu, aku yakin kau pasti akan mencegah ini semua terjadi. Jaeyoung-ah, eottheokaji?’

Setetes airmata tulus sukses meluncur dipipi Sooguk. Ia menyesali semua hal yang ia lakukan dulu. Membuat Kyuhyun pergi darinya bahkan hingga membencinya. Hingga ia juga menolak semua perasaan yang ada dihati Sooyoung anak bungsunya itu kepada Kyuhyun. Ia dulu ragu Kyuhyun tak mampu menjaga Sooyoung, ia hanya ingin semua anaknya itu berada dalam penjagaannya.

Bukan itu alasan utamanya. Alasan utamanya semua menjadi rumit seperti ini karena ia pengecut! Ia terlalu takut jika ia ataupun Sooyoung dan Siwon bertemu dengan keluarga Kyuhyun, mereka akan menuntut perbuatan penculikan isterinya terhadap Kyuhyun dibawa hingga ke jalur hukum. Ia pengecut karena lebih mementingkan dirinya sendiri, tidak orang lain. Ia bodoh. Sangat bodoh. Sooguk hendak berbalik sebelum sepasang tangan melingkar dipinggangnya.

“Appa!”

Sooguk membulatkan matanya mendengar suara itu. Suara yang amat dirindukannya. Tangannya memegang tangan-tangan yang melingkar itu. Ia juga merindukan sentuhan tangan ini, tangan yang ada dipinggangnya kini.

“Soo.. Sooyoung-ah?”

Sooyoung mengangguk dibalik punggung Sooguk. Yeoja itu sudah terisak dan Sooguk pun membalikkan badannya untuk memeluk Sooyoung. Ia pun turut meneteskan airmata. Meluapkan segala perasaan bersalahnya.

“Sooyoung-ah mianhae. Mianhae appa membuatmu seperti ini.” Ujar Sooguk ditengah tangisnya.

Sooyoung hanya bisa melanjutkan isakannya. Mereka berdua terlarut dalam haru dan rindu. Berbeda dengan namja yang hanya bisa berdiri diam menyaksikan peristiwa tersebut. Hatinya berkecamuk. Jujur ia ingin menangis namun.. Entahlah, ia masih sukses untuk mempertahankan airmatanya. Ia hanya memandang kosong kepada sosok ayah dan anaknya itu.

“Kyuhyun-ah.”

Glek. Panggilan itu. Panggilan yang amat Kyuhyun rindukan. Panggilan yang sudah hilang sejak bertahun-tahun silam dari suara berat seorang Choi Sooguk. Suara yang sejak kecil menghiasi hari-harinya. Saat ia ceria, sedih, nakal atau apapun, suara itulah yang membuatnya langsung berhenti dan segera menatap sosok ayahnya.

Persis kali ini. Ia juga segera menatap manik mata ayahnya. Manik mata yang terlindungi dengan kelopak mata yang mulai terlihat keriput. Kulit-kulit wajah yang mulai menua. Sosok Choi Sooguk yang dulu amat dibangga-banggakan. Sosok yang selalu menjadi ‘wannabe’-nya setelah dewasa. Kini sudah berdiri menatap wajahnya.

“Abb..boji.” Suara itu sukses meluncur dari bibirnya.

Segera Sooguk berlutut dihadapan Kyuhyun. Ia menangis keras.

“Mianhae.. Jeongmal mianhae Kyuhyun-ah. Mianhae..” isak Sooguk.

Kyuhyun segera mengulurkan tangannya untuk membuat Sooguk berdiri. Namun Sooguk keukeuh untuk berlutut dihadapan Kyuhyun. Kini Sooyoung yang beraksi, yeoja itu mengangkat tubuh appa-nya untuk berdiri.

“Kyuhyun-ah, mianhae.” Lanjut Sooguk masih dengan tangisannya.

“Appa, geumanhae.” Sahut Sooyoung.

“Oppa! Apakah kau tak kasihan melihat appa menangis? Bukankah dulu kau yang bilang padaku agar membuat appa bahagia bukan menangis? Ingatkah?” lanjut Sooyoung kepada Kyuhyun.

Ucapan Sooyoung membuat Kyuhyun segera memeluk ayahnya. Ayah tirinya yang sangat ia rindukan. Jujur ia dulu sangat diliputi amarahnya, namun kini hatinya mengatakan bahwa Sooguk juga sudah meminta maaf atas kesalahannya mengapa ia tak bisa memaafkan Sooguk pula?

“Nde, abbojie. Nado mianhae. Mianhae membuatmu sedih dan terluka karenaku. Mianhae.”

“Aniya Kyuhyun-ah. Akulah yang salah.” Sahut Sooguk cepat.

Mereka berdua melepas pelukannya. Saling menatap sebentar lalu saling memberikan senyuman.

“Anak ayah ternyata sudah besar!” ucap Sooguk sambil mengacak rambut Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tertawa renyah sembari menghapus airmatanya. Tangannya ia ulurkan juga untuk menghapus airmata Sooguk. Setelah itu ia dengan cepat kembali memeluk sosok ayahnya lagi. Sooguk menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.

“Aishh! Apa aku tak mendapat jatah pelukan juga? Eih, kalian ini.”

Kyuhyun dan Sooguk melepaskan pelukannya sambil tertawa, Sooguk menarik tubuh Sooyoung dan tangannya yang satu ia gunakan untuk menarik Kyuhyun. Dan akhirnya ia pun memeluk Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan.

“Aku menyayangi kalian semua.” Ujar Sooguk.

“Aku juga.” Sahut Kyuhyun.

“Aku juga.” Sahut Sooyoung.

“Aku juga.”

Suara itu membuat mereka bertiga melepaskan pelukannya dan menatap ke arah sumber suara.

“Siwon oppa!” teriak Sooyoung senang.

“Apa aku tak mendapat jatah pelukan juga?”

~.~.~.~

Sooguk sukses menceritakan semua alasannya mengapa ia tak ingin Sooyoung dan Kyuhyun bersama. Menyatakan kepengecutannya untuk menutupi tindak kriminal yang ibu SiSooKyu lakukan dulu. Kyuhyun yang awalnya agak sebal karena tindakan ayahnya itu kini mengerti. Ia juga berpikir mengapa ayahnya menjadi sebodoh itu? Entahlah, yang penting ia bisa bersama mereka semua lagi.

“Mianhae jika aku..”

“Appa! Geumanhae! Kau sudah meminta maaf beratus-ratus kali.” Potong Sooyoung cepat.

Mereka berempat duduk dikursi tunggu dalam kamar rawat Sooyoung. Siwon hanya menahan tawa mendengar suara cempreng khas adiknya itu. Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil.

“Abbojie, aku telah memaafkanmu. Meskipun jujur, aku tak percaya kau sepengecut itu. Hihi!” gurau Kyuhyun.

“Aigo!” Sooyoung menjitak kepala Kyuhyun cepat.

“Bagaimanapun juga meskipun ia pengecut, ia tetap ayahku, kau tahu!” bela Sooyoung.

“YA! Dia juga ayahku!” teriak Kyuhyun ganti.

Siwon melangkah menuju belakang kursi Sooguk dan memeluk namja paruh baya itu dari belakang.

“Bagaimana jika ayahku saja?” ucap Siwon sambil tersenyum lebar.

“YA!” teriak Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan.

~.~.~.~

Qian duduk disalah satu sudut kafe. Ia menyesap teh herbalnya. Aroma herbal yang memenuhi tenggorokannya itu setidaknya mampu meredakan kegugupan yang melanda Qian saat ini. Ia melihat guess putihnya, jarum jam menunjuk ke angka 5 kurang 15 menit. Matahari sore sudah mulai bersiap untuk menelusuk ke dalam tempat tidurnya. Masih ada waktu lima belas menit sebelum orang yang ia tunggu tiba.

Qian menghabiskan teh herbalnya dan setelah itu tangannya meraih smarphoneyang sedari tadi bertengger dimeja dihadapannya, lalu mengetikan sesuatu. Bibirnya terangkat membuat senyuman dan setelah itu ia meletakan smartphone itu dimeja lagi.

“Mianhae menunggu lama.” Sahut seseorang dengan suara khasnya. Qian tersenyum cantik menyambut kehadiran namja itu. Namja itu duduk dihadapan Qian dan mulai memesan sesuatu pada pelayan. Qian hanya bisa menatap wajah yang amat dirindukannya itu dengan senyuman.

Rambut namja itu sedikit basah. Ia meyakini air hujan diluar yang sungguh nakal itu yang membuat rambut namja itu seperti itu. Semoga saja air hujan itu tak membuat tubuh namja dihadapannya ini sakit. Mantel coklat mudanya pun sedikit berbercak akibat air hujan itu.

“Bagaimana keadaanmu?” pertanyaan itu membuyarkan lamunan Qian.

“Eoh?”

“Qiannie, bagaimana keadaanmu?”

“Aku baik-baik saja, Kyu. Bagaimana keadaanmu?”

“Ah! Aku yakin kau baik-baik saja.” Lanjutnya begitu saja sebelum Kyuhyun sempat membuka mulutnya.

Kyuhyun hanya bisa tertawa kecil dan menyunggingkan seulas senyuman.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Eihh.. Kau ini, bagaimana aku tidak tahu jika jidatmu bertuliskan ‘I’m Happy now!’.”

Kyuhyun segera memegang dahinya. Dan hal itu malah disambut gelak tawa dari seorang Song Qian. Kyuhyun hanya bisa memasang raut muka kesal.

“Ada apa kau mengajakku kemari?”

“Ini.” Sahut Qian sambil menyerahkan sebuah amplop.

“Itu adalah surat pemberitahuan dari Chicago University.” Ujar Qian saat tangan Kyuhyun mulai membukanya.

“Aku diterima untuk mendapatkan gelar Doktor-ku disana.” Lanjut Qian. Dan itu disambut oleh anggukan kepala Kyuhyun yang masih setia menekuni surat itu.

“Ternyata kau masih benar-benar terobsesi menjadi desainer hebat rupanya.” Jawab Kyuhyun setelah selesai membaca surat pemberitahuan itu.

“Tidak terobsesi, hanya untuk meneruskan hobi yang tertunda. Bayangkan saja jika aku benar-benar jadi menikah denganmu, pasti mimpiku itu takkan terwujud.” Papar Qian sambil sedikit tertawa. Namun berbeda dengan Kyuhyun yang berubah sedih.

“Mianhae.”

“Eih, gwenchana! Itu sudah berlalu Kyunie. Aku harap ke depannya kita sama-sama bahagia dalam kehidupan masing-masing.” Sahut Qian cepat.

“Bagaimana dengan abboniem dan eommoniem? Aku yakin mereka pasti marah sekali dengan tindakanku.”

“Aniya! Justru mereka terus mengatakan padaku jika kau melakukan hal yang benar. Karena jika kau terus memilihku mereka yakin kehidupan kita nanti takkan bahagia seperti yang mereka idamkan. Bahkan mereka yang memberiku izin pertama kali untuk mengambil S3-ku ini.” Jelas Qian. Kyuhyun menghembuskan nafas lega mendengar paparan Qian tersebut.

“Baiklah, Kyu. Aku harus pergi. Minggu depan aku berharap kau datang ke airport. Jam 9 tepat pesawat akan take-off. Okay?”

“Minggu depan? Aku usahakan.”

“Bawa Sooyoung turut serta!”

“Nde!”

~.~.~.~

“Eomma.” ucap Kyuhyun lirih.

Ia menurunkan kaca mobilnya. Matanya menatap dari jauh sosok ibu kandungnya yang sedang berdiri didepan mesin kasir sebuah café. Café yang ia dirikan bersama Kyuhyun hingga menjadi sukses seperti sekarang ini. Café Starlight. Café idaman eomma Kyuhyun. Baik eomma kandung maupun eomma tirinya ‘Ahn Jaeyoung’. Ia bangga bisa mendirikan café itu dan membuatnya sukses. Dan pada akhirnya membuat eomma-eommanya bangga.

Pintu mobil terbuka dan Kyuhyun mulai turun dari mobilnya itu. Ia melepas kacamata hitamnya dan berjalan perlahan mendekati café itu. Tangannya mendorong pintu masuk dan terdengar lonceng yang menandakan adanya tamu yang masuk.

“Annyeohiga-” sambutan eomma Kyuhyun terhenti saat melihat sosok namja yang merupakan anak semata wayangnya itu.

~.~.~.~

Mereka berdua terduduk diatas ayunan diloteng Café Starlight. Mata eomma Kyuhyun hanya memandang lurus, namun mata Kyuhyun terus memandang wajah eommanya yang mulai keriput itu.

“Eish, jangan memandangku seperti aku orang bersalah!” bentak eomma Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

Kyuhyun terkaget. Ia segera memandang ke arah lain. Suasana kembali hening. Kyuhyun menundukkan kepalanya sebelum suaranya memecah keheningan.

“Eomma, mianhae.”

“Wae? Wae? Apa yang harus aku maafkan darimu. Berbuatlah sesuka hatimu dan jangan pernah ingat eomma lagi.” Jawab eomma Kyuhyun dengan amarah.

“Eomma!”

“Geumanhae. Berhentilah merengek seperti bayi. Kau sudah dewasa, eomma tak patut untuk terus mewajibkanku mengikuti semua perkataan eomma.”

“Eomma..” lirih Kyuhyun. Jujur ia juga sedih telah membuat eomma-nya kecewa. Namun ia sudah menetapkan pilihan.

“Aish! Gereuh! Eomma akan memaafkanmu!”

“Gomawo eomma.” Ujar Kyuhyun sambil memeluk eommanya cepat.

“Bagaimana dengan keluarga Sooyoung? Apakah eomma memaafkan mereka juga?” lanjut Kyuhyun.

“Cish! Arraseo!! Aku akan memaafkan mereka juga!”

“Kau tahu! Jika bukan karena Qian aku takkan memaafkan kalian semua!”

“Mwo?????”

~.~.~.~

FLASHBACK

“Eommoniem!” sosok cantik Qian dengan dress oranye-nya masuk menghampiri eomma Kyuhyun yang sedang terduduk dicafe-nya. Pelanggan sedang sepi untuk itu ia tak bekerja sekarang. Qian ikut duduk dihadapan yeoja paruh baya itu.

“Aigooo, Qiannie. Apakah kau sudah sembuh? Kau tahu? Eomma benar-benar merindukanmu yang ceria seperti ini!”

Qian tersenyum mendengar ucapan eomma Kyuhyun itu. Bagaimanapun juga eomma Kyuhyun ini sudah ia anggap eomma sendiri sejak ia kecil. Dan Qian juga sangat merindukan eomma Kyuhyun ini.

“Eommoniem, kau tahu? Aku diterima di Chicago University untuk mengambil gelar doktorku!” ujar Qian senang.

“Omo! Uri Qiannie sangat pandai rupanya! Aigooo, eommoniem bangga padamu.” Sahut eomma Kyuhyun senang sambil mengacak rambut Qian.

“Eih, berhenti mengacak rambutku. Aku bukan anak kecil lagi.” Rengek Qian. Sedangkan eomma Kyuhyun tertawa mendengarnya.

“Eommoniem, sebenarnya ada hal lain yang ingin aku bicarakan denganmu.” Lanjut Qian.

“Mwoya? Bicaralah.”

“Aku ingin kau memaafkan Kyuhyun dan keluarga Choi.”

“MWO? Apa kau gila? Bagaimana bisa aku memaafkan keluarga jalang itu? Mereka telah merebut Kyuhyun dengan paksa Qiannie. Bahkan hingga membuatmu juga terluka. Aku takkan memaafkan mereka.”

Sudah Qian duga. Pasti seperti ini. Eomma Kyuhyun pasti akan menolak usulannya mentah-mentah tanpa mendengar alasannya dulu. Namun ia yakin ia pasti bisa membuat penawarannya itu terkabulkan.

“Keugae eommoniem, jika Kyuhyun akhirnya disini pun aku yakin aku juga akan terluka karena membiarkannya terluka. Apakah eommoniem tega melihatku jauuuuhhh lebih terluka?”

“Aigoooo, Qiannie. Eommoniem minta maaf nde telah menyakitimu.” Sahut eomma Kyuhyun sambil membelai kepala Qian lembut.

“Untuk itu, maafkanlah mereka semua eommoniem. Aku yakin mereka bukanlah orang jahat seperti yang eommoniem ceritakan. Buktinya mereka tetap menyekolahkan Kyuhyun hingga ia bisa menjadi namja hebat seperti sekarang ini. Untuk masalah penculikan, bukankah itu sudah berlalu? Dan kinipun Kyuhyun juga menyayangimu seperti rasa sayangnya pada mereka semua. Aku yakin bahkan lebih. Karena eommoniem tetaplah ibu kandungnya. Ibu yang mengandungnya selama sembilan bulan. Percayalah padaku, eommoniem.”

 FLASHBACK END

~.~.~.~

“Eomma, Kyuhyun disini. Mianhae lama tak berkunjung. Apakah eomma merindukanku? Eomma tahu? Aku sangattttt merindukan eomma. Apakah eomma disana baik-baik saja? Ah! Aku yakin Tuhan selalu menjaga eomma dengan baik disana.”

“Eomma. Aku membawa Cho Jihyun bersamaku. Eomma kandungku. Bukankah eomma senang karena aku berhasil menemukannya? Aku sangat menyayanginya sama seperti aku menyayangimu. Karena kalian berdua sama-sama berarti dihidupku. Andai kau masih ada disini, aku yakin kita semua akan berkumpul bahagia bersama.”

Kyuhyun menghentikan ucapannya dan menggenggam tangan eomma kandungnya lebih kuat.

“Eomma. Ucapkan salamku pada Tuhan. Sampaikan permintaan maafku pada-Nya karena mungkin aku telah menjadi hamba yang tidak setia. Membuat orang disekelilingku terluka. Namun jangan lupa juga sampaikan ucapan terimakasihku pada-Nya karena telah setia membantuk menyelesaikan semuanya.”

“Ah, eomma satu lagi! Mianhae jika aku membuat adik semata wayangku menjadi istriku. Hehe. Aku sangat menyayanginya eomma. Eomma berikan restumu untukku dan Sooyoung yang telah menikah. Doakan agar pernikahan kami selalu bertahan hingga akhir hayat kami. Doakan agar kami juga cepat-cepat dapat memberikanmu cucu. Hehe. Sudah dulu ya eomma. Besok-besok aku akan kemari bersama Sooyoung dan cucu pertamamu. Baik-baik disana eomma. We always love you.”

~.~.~.~

Sooyoung mengemasi pakaiannya. Hari ini ia diperbolehkan pulang.  Hasil laboratorium mengatakan bahwa ia hanya kekurangan darah dan membuatnya menjadi jatuh sakit. Itu juga karena banyaknya beban pikiran yang menghinggapi otaknya. Sooyoung menghela nafasnya perlahan dan berharap setelah ini tidak banyak bahkan tidak akan ada masalah apapun lagi yang menghampirinya.

Tangan Sooyoung meraih sebuah buku diary-nya di atas nakas putih milik rumah sakit itu. Ia membuka halaman pertama perlahan. Dan hatinya menjadi sesak seketika saat melihat wajah seorang namja dalam foto itu. Namja dengan senyum khasnya. Yang menampilkan deretan giginya yang rapi. Namja yang sempat mengisi hatinya selama hampir sepuluh tahun. Namja yang hingga kinipun berarti dihidup Sooyoung meskipun sudah ada Kyuhyun yang lebih berarti baginya kini. Meskipun namja itu pernah hampir menodai Sooyoung. Namun ia tetap menyayangi namja itu.

Jangan salah paham. Ia menyayangi namja itu sebagai oppa yang sangat amat baik bagi hidupnya. Tapi, dimana namja itu berada? Sudah sangat lama ia tak bertemu. Nomor ponselnya pun tak aktif. Semenjak batalnya pernikahan mereka waktu itu, Shim Changmin dengan cepat bersembunyi dari kehidupan Sooyoung.

“Oppa, eoddiseoyo?” gumam Sooyoung.

Klek! Pintu terbuka dan dengan cepat Sooyoung memasukkan diary-nya kedalam tas.

“Sooyoung-ah. Ayo, kita harus pulang. Apa kau tidak bosan terus berada dirumah sakit ini?”

“Nde, Siwon oppa. Sabarlah, aku sedang berkemas.”

Sooyoung melanjutkan berkemasnya. Memasukkan diary itu ke bawah tumpukan baju-bajunya.

“Palli-ya!”

“Iya.. Iya!”

~.~.~.~

Seorang namja dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya sudah berdiri sejak tadi didepan sebuah rumah. Bukan. Itu bukan rumahnya, namun rumah seorang yeoja yang hingga kini masih menjadi pengisi hatinya. Choi Sooyoung. Ia ingin mengutarakan permintaan maafnya pada yeoja itu.

Namun, ia sudah berkali-kali menekan bel, mengapa tidak ada juga yang membukakan pintunya. Kata Siwon, Sooyoung sudah pulang dari rumah sakit, namun mengapa masih sepi? Aish, apa Siwon mengerjainya saja? ‘Awas saja jika ia sudah pulang nanti!’ geram namja itu dalam hati.

Tin!

Suara klakson mengagetkan namja itu, sebuah Alphard putih masuk dari pintu gerbang otomatis itu. Namja itu hafal sekali dengan mobil tersebut. Mobil kesayangan dari tuan besar Choi. Mobil itu berhenti tepat didepannya. Pintu terbuka dan mata mereka pun bertemu.

Sooyoung dengan rambutnya yang panjang terurai serta dress kuning tanpa lengan membuat mata Changmin tak mampu mengalihkan pandangannya. Begitupun mata Sooyoung. Baru saja ia memikirkan namja itu dan kini namja itu sudah ada dihadapannya. Namja berambut cepat dan berbadan tinggi proporsional serta wajahnya yang tampan sudah berada didepannya. Dengan cepat otak Sooyoung memerintahnya untuk turun dan segera memeluk namja itu.

“Changmin oppa!” seru Sooyoung seketika. Ia mengaitkan kedua tangannya erat dileher Changmin. Ia sedikit berjinjit karena tinggi Changmin lebih dari tinggi tubuhnya. Andai saja ia pakai higheels mungkin ia tak perlu repot-repot berjinjit.

“Sooyoung-ah bogoshippeo.” Ujar Changmin bergantian.

Namja itu melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Sooyoung yang tak pernah berubah. Tangannya membelai lembut wajah yeoja itu.

“Oppa, mianhae!” ujar Sooyoung lagi sambil kembali memeluk Changmin.

“Seharusnya aku yang meminta maaf Sooyoung-ah. Aku yang melukaimu. Aku yang membuatmu bersedih. Aku minta maaf.” Sahut Changmin.

“Oppa, geumanhae. Kita berdua sama-sama salah. Aku memaafkanmu, dan maafkan aku juga karena lebih memilih Kyuhyun oppa daripada dirimu.”

“Aku sudah memaafkanmu sejak dulu Sooyoung-ah.”

~.~.~.~

“Qian-ssi!” Sooyoung berteriak saat ia melihat sosok Song Qian yang akan memasuki pintu bandara. Yeoja berkaki jenjang itu berlarian menghampiri Qian. Ia tak mempedulikan pandangan dari keluarganya dan keluarga yang heran melihat sikapnya.

“Kamsahamnidda!” seru Sooyoung sembari cepat memeluk Qian. Ia mendekap yeoja berwajah oriental itu dengan erat.

“Kamsahamnidda Qian-ssi.” Ujar Sooyoung lagi namun lebih lembut setelah ia melepaskan pelukannya.

“Mianhae aku telat. Aku baru saja diijinkan keluar oleh managerku.” Lanjut Sooyoung.

“Gwenchana, Sooyoung-ssi. Aku mengerti. Aku juga berterimakasih padamu. Aku hanya punya satu permintaan untukmu. Jaga semua yang ada disini, eommoniem, Kyuhyun, Changmin, ayahmu, kakakmu. Ah! Aku juga titip orangtuaku padamu, anggap dia orangtuamu sendiri juga ne?”

Sooyoung mengangguk. Qian menghadap Kyuhyun dan tersenyum.

“Ingat pesanku tadi Kyunie.”

“Arraseo! Akan selalu aku ingat dan laksanakan!”

“Baiklah semuanya aku harus benar-benar pergi, pesawat akan take-off sebentar lagi. Aku akan merindukan kalian. Dan aku pastikan aku akan sering-sering menghubungi kalian. Annyeong!”

Qian melambaikan tangannya. Kedua orangtua yeoja itu hanya bisa berangkulan dan meneteskan airmata. Begitupun dengan eomma Kyuhyun. Tak terkecuali bagi Sooyoung. Yeoja itu juga ikut meneteskan airmata melihat ketulusan Qian bagi dirinya. Ia tidak menyangka bahwa Qian benar-benar merelakan Kyuhyun untuknya.

“Jeongmal kamsahamnidda, Qian-ssi.” Gumam Sooyoung.

Saat itu juga Sooyoung merasakan sebuah tangan menghapus airmata Soo sebelum merangkul pinggangnya.

“Uljima.”

“Ani, oppa. Aku hanya merasa dia benar-benar baik padaku. Entah apa yang aku mampu balas untuknya.”

“Dia memang baik. Jika kau ingin membalasnya kau hanya perlu terus berada disisiku selamanya. Sampai akhir hayat kita.” Bisik Kyu ditelinga Sooyoung. Tangannya yang satunya masih digunakan untuk melambai-lambai pada Song Qian yang mulai menjauh.

“Cish! Perut buncit! Itu hanya maumu saja!” gerutu Sooyoung sambil mencubit pelan pinggang Kyuhyun.

“Ani! Qian memberi pesan padaku untuk selalu menjagamu dan membuatmu terus berada disisiku. Bukankah aku benar jika memintamu seperti tadi?” ucap Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya.

“YA! Kenapa kalian bermesraan saja! Aigooooo..” suara itu membuat Kyuhyun segera melepaskan rangkulannya pada Sooyoung.

“Mianhae eommoniem.” Ucap Sooyoung takut-takut.

“Aigooo, bukan dirimu uri Sooyoungie. Namun nampyeonmu ini loh. Selalu saja mencari-cari kesempatan ditengah kesempitan.” Ujar yeoja paruh baya itu sambil menjewer telinga Kyuhyun.

“Aiya! Eomma, appaseo!!”

~.~.~.~

2 years later.

Sooyoung sedang berada didepan cermin. Ia menatap dirinya dalam balutan gaun merah muda panjang yang sangat elegan. Rambutnya yang panjang bergelombang terurai dibahunya. Ia tersenyum, menampilkan lipstick merah mudanya menjadi lebih berkilau. Tangannya ia angkat menuju ke perutnya. Jari-jarinya mengusap lembut setiap inchi perutnya.

“Aigooo. Istriku cantik sekali.” Ujar seorang pria sambil merangkul Sooyoung dari belakang. Tangan pria itupun ikut mengusap perut Sooyoung dengan lembut.

“Uri aegi, aku yakin jika kau sudah lahir nanti kau juga akan sama cantiknya dengan eommamu.” Ucap sang namja.

“Oppa, aku ingin kalau anak kita ikut namja, bukan yeoja.”

“Tapi bagaimana jika aku menginginkan yeoja? Kan lucu bisa diberi gaun-gaun yang imut dan di jepit dengan bando warna-warni.” Ucap Kyuhyun sambil berusaha membayangkan bayi yeojanya.

“Aniya. Bayi namja itu lebih enak. Praktis, jika sudah besar nanti ia bisa menjaga ibu dan ayahnya serta adik-adiknya.”

“Tapi.. Eh tunggu, adik-adiknya? Maksudnya kau ingin membuat anak lagi chagi? Ayooooo, kapan..? kapan..?”

“Oppa!! Mengapa kau berpikir seperti itu. Aishhh, bayi kita saja belum lahir kau sudah bersemangat sekali untuk memberinya adik. Dasar yadong!” seru Sooyoung sambil menjitak kepala Kyuhyun.

“YA! Kalian mengapa lama sekali? Semua orang sudah menunggu kalian.”

Sooyoung dan Kyuhyun sama-sama terkaget dengan sosok Siwon yang tahu-tahu muncul di pintu kamar mereka. Siwon melangkah masuk lalu menggandeng tangan Sooyoung untuk membawa yeoja itu keluar.

“Stop! Biar aku saja yang membawa Sooyoung.” Perintah Kyuhyun kesal karena Siwon seenaknya saja menarik tangan Sooyoung.

“Aigo, asal kau tahu aku ini kakaknya. Aku yang lebih berhak membawanya keluar. Habis kau juga terlalu lama.”

“YA! Aku juga kakaknya!” sahut Kyuhyun tak mau kalah.

“Aku kakak pertamanya!” kini Siwon yang berseru.

“AKU SUAMINYA.”

Dan perkataan Kyuhyun itu membuat Siwon mengalah dan melepaskan tangan Sooyoung.

“Arraseo! Bawa dia kebawah! Palli!”

“YA!! KALIAN BERISIK!! Aku jalan sendiri saja!” bentak Sooyoung dengan keras sambil berjalan sendiri keluar dari kamarnya.

~.~.~.~

Hari ini, malam Natal tiba. Bertepatan dengan 7 bulannya kandungan Sooyoung. Ya dia sedang mengandung seorang anak dari Cho Kyuhyun. Mereka semua keluarga dan kerabat Sooyoung serta Kyuhyun juga turut hadir disini.

Siwon datang bersama tunangannya Tiffany Hwang. Anak dari direktur perusahaan yang sedang bekerja sama dengan perusahaan milik Choi Sooguk. Mereka bisa akrab karena sering bertemu. Sudah 3 bulan ini mereka berstatus tunangan. Dan pacarannya mereka hanya butuh waktu 6 bulan untuk saling meyakinkan diri. Niatnya sih 2 bulan lagi mereka menikah. Tepat saat Valentine tiba.

Song Qian sedang mengambil cuti untuk mengurus pertunangannya dengan seorang namja Korea yang juga kuliah di Chicago University yang satu kelas dengannya. Ahn Chil Hyun. Atau yang biasa disebut Kangta. Mereka berdua turut hadir dalam acara Natal ini. Changmin juga datang bersama kekasihnya. Namanya Seo Jo Hyun atau kerap disapa Seohyun.

Dulu Seohyun pernah membuat Sooyoung cemburu karena kedekatannya dengan Changmin serta Kyuhyun. Tapi setelah ia menambatkan hatinya pada Changmin kecemburuan Sooyoung sirna. Namun kini mereka menjadi sangat dekat layaknya kakak adik. Sooyoung sangat senang mengenal Seohyun yang sudah dianggapnya adik sendiri. Ia manis dan amat baik.

“Eomma! Eomma mau makan roti yang mana? Akan aku ambilkan.” Ujar Kyuhyun saat eommanya sedang berdiri memandangi roti-roti yang berjejer rapi dikonter roti.

“Ani. Hanya saja apakah roti buatan eomma ini pantas untuk disajikan. Kau tahu, eomma kekurangan gula kemarin.” Sahut eomma Kyuhyun sedikit sedih.

“Jangan begitu eomma. Sooyoung dan aku sudah mencicipinya kemarin dan rasanya sungguh luar biasa nikmat. Percaya padaku eomma.”

“Nde, eommoniem. Bayi dalam perutku selalu melonjak senang ketika aku memakan roti-roti itu. Aku yakin ia juga senang dengan roti buatan eommoniem.” Ujar Sooyoung sambil merangkul pundak eomma Kyuhyun.

“Aigoo, uri aegi. Apakah kau benar-benar senang dengan roti buatan halmmoenimu ini?” tanya eomma Kyuhyun sambil memegang perlahan perut Sooyoung yang sudah membuncit itu.

“WAH! Eommoniem, dia menendang perutku!” seru Sooyoung senang.

“Jinjja?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Nde, Kyunnie. Eomma juga merasakannya.” Sahut eomma Kyuhyun sambil tersenyum bahagia.

“Sooyoungie. Selamat Natal nde. Mianhae eommoni telah membuatmu terluka dahulu. Kini eommoni benar-benar bahagia memilikimu dan calon cucuku ini.” Ucap eomma Kyuhyun sambil memeluk Sooyoung bahagia.

“Nde eommoniem. Aku janji akan selalu membuatmu bahagia. Ani, kami janji!” balas Sooyoung sambil mengelus-elus perutnya.

“Haha, uri aegi. Cepatlah lahir ke dunia nde, halmmonie sudah tak sabar menunggumu.”

“YA! Eomma, tunggu hingga Sembilan bulan dulu. Kalau sekarang nanti bayinya prematur!”

“Aish! Maksudku juga begitu Kyunnie!” geram eomma Kyuhyun.

“Aigooo, kalian saling berbagi kebahagiaan mengapa tidak mengajak kami?” sahut suara seorang namja paruh baya dengan rambutnya yang sudah agak memutih itu. Ia datang bersama namja yang rupanya hampir mirip dengannya nampun tampak jauh lebih muda.

“Sooyoung-ah, beri nama anakmu yang ada Soo Soo-nya biar namaku ikut tercantum di situ.” Ujar Sooguk.

“Aniya! Yang ada ‘Hyun’nya saja biar nama Kyuhyun dan namaku terpampang disitu.” Balas eomma Kyuhyun tak mau kalah.

“Ya! Jihyun-ssi. Aku ini appa dari Sooyoung, jangan seenaknya memberi nama begitu. Namaku lah yang pantas untuk disandang dinama bayinya.”

“YA! Kyuhyun lah ayah bayi itu, wajar saja jika namja ‘Hyun’ ada disana.”

“Geumanhae!” teriak Sooyoung.

“Aku dan Kyuhyun sepakat memberi nama anak pertama kami Cho SooHyun jika ia yeoja, dan Cho HyunSoo jika dia namja. Arraseo?” lanjut Sooyoung kesal sambil berlalu meninggalkan kerumunan itu. Kyuhyun dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Aigo aku berharap anak itu yeoja.” gumam Sooguk.

“Aish, aku berharap anak itu namja saja.” batin eomma Kyuhyun.

~.~.~.~

Seohyun berdiri didekat pohon Natal, berjejeran dengan piano putih yang akan dimainkan Changmin sebentar lagi. Namja itu tersenyum sebelum memainkan jari-jarinya ke atas tuts-tuts mengkilap piano itu.

“Baiklah. Kami akan mempersembahkan sebuah lagu spesial untuk adik tersayangku Choi Sooyoung beserta calon keponakanku dalam rahimnya dan tentunya bersama suaminya Cho Kyuhyun.”

“Nde, aku harap kalian berdua selalu dapat bersama sampai akhir hayat kalian. Bahagia bersama si kecil yang sebentar lagi akan keluar ke dunia. Selamat Natal yeorobeun, semoga malam Natal kali ini membawa berkat melimpah bagi kita semua!” Lanjut Seohyun.

haruharu saraganeun ge
sesang sogeseo budichineun ge
himdeul ttae
sumanheun saram sogeseo
geu junge han myeongppuniraneun ge neukkyeojil ttae.

sarangseureon nungillo nareul barabwajuneun
ni nuneul bomyeon nan teukbyeolhada neukkyeojyeo
ttadeutan ni pumeuro nareul anajumyeoneun
on mome sangcheoga modu amureoga

(Living day by day, clashing in this world – when these things get hard
When you feel like you’re just one single person out of the countless people

When I see your eyes, looking at me lovingly, I feel special
When you hold me in your warm embrace, all my scars on my body heal)

when we’re together
when we’re together
modeun ge gwaenchanhajyeo
apeun gieokdeul sarajyeo
when we’re together
when we’re together
nan dasi haengbokhaejyeo
nado moreuge misol jieo

(When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile)

sseulsseulhami millyeool ttae
gapjagi honjarago neukkil ttae geureol ttae
modeun geotdeuri natseolgo
gapjagi jasini eobseojineun geu sungane

nareul mideojumyeonseo naege yonggireul juneun
ni moksorie nan dasi sesange naga
han baljjak dwie seoseo nareul jikyeobwa juneun
niga itdaneun ge neomu sojunghangeol

(When bitterness washes over me, when I suddenly feel like I’m alone
At the moment when everything feels strange and I suddenly have no confidence

Your voice that believes in me and gives me courage allows me to go out in the world again
The fact that you are a step behind me, always watching over me, is so precious to me)

when we’re together
when we’re together
modeun ge gwaenchanhajyeo
apeun gieokdeul sarajyeo
when we’re together
when we’re together
nan dasi haengbokhaejyeo
nado moreuge misol jieo

(When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile)

idaero jigeumcheoreomman
nae gyeote neoman itdamyeon
eotteon siryeoni
wado igyeo nael su isseo

(Like this, just the way we are right now,
If you are by my side
Whatever hardship may occur
I can win over it)

when we’re together
when we’re together
modeun ge gwaenchanhajyeo
apeun gieokdeul sarajyeo
when we’re together
when we’re together
nan dasi haengbokhaejyeo
nado moreuge misol jieo

(When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile)

when we’re together
when we’re together
modeun ge gwaenchanhajyeo
apeun gieokdeul sarajyeo
when we’re together
when we’re together
nan dasi haengbokhaejyeo
nado moreuge misol jieo

(When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile)

 *Song by JB and Jiyeon “Together”, lyric by ameonyq.wordpress.com 

“Sooyoung-ah..” bisik Kyuhyun saat mereka berdua berangkulan dilantai dansa. Musik dari Changmin dan Seohyun masih mengalun lembut.

“Eum, oppa.” Sahut Sooyoung sambil memejamkan matanya menikmati dansa sambil mendengarkan lagu yang mengalun.

“Apa kau tahu betapa bahagianya aku saat ini?” tanya Kyuhyun sambil mencium kening Sooyoung.

“Aku yakin kau sangat bahagia oppa. Aku pun begitu.” Jawab Sooyoung.

“Tuhan sungguh baik. Telah mempertemukan kita kembali seperti ini.”

“Iya, oppa. Kau benar.”

“Aku senang eomma dan abbojie akhirnya bisa merestui kita hingga saat ini. Bahkan tidak ada yang terluka lagi. Tidak Changmin, tidak Qian. Aku yakin Tuhan yang sudah merencanakan semua ini untuk kita Sooyoung-ah.”

Sooyoung hanya tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun tersebut.

“Sooyoung-ah.”

“Eum?”

“Teruslah berada disisiku, nde?”

“Selalu oppa.”

Kyuhyun melepaskan rangkulannya. Dan berjongkok tiba-tiba. Sooyoung kaget namun setelah tahu maksud Kyuhyun ia hanya tersenyum.

“Aegi-ya. Kau juga harus berjanji untuk jangan meninggalkan appa dan eommamu. Besok jika kau sudah besar kau harus bisa membanggakan kami, nde? Dan appa serta eomma berjanji takkan meninggalkanmu juga. Takkan menyerahkanmu pada siapapun juga. Takkan bersikap seperti halmmonie dan harabbojie-mu itu.”

“YA oppa!” bisik Sooyoung sedikit ketus pada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terkekeh geli. Ia kembali berdiri dan tersenyum pada Sooyoung.

“Adikku yang cantik-”

“Ya, oppa. Aku bukan adikmu lagi. Aku ini istrimu.”

“Haha, arraseo! Anaeku tercantik, tetaplah berada disisiku. Sampai kapanpun, aku juga akan selalu ada disisimu.”

Chu~

Kyuhyun mencium bibir Sooyoung dan melumatnya perlahan. Menyalurkan segala rasa yang ada dalam hatinya. Tangannya ia gunakan untuk menahan kepala Sooyoung agar ciuman mereka semakin dalam. Seakan berharap ciuman itu takkan pernah lepas. Sooyoung hanya bisa membalas lumatan Kyuhyun pada bibirnya.

“Saranghae, Cho Sooyoung.”

“Nado saranghae, Choi Kyuhyun”

THE END

Keep RCL! Kalau banyak (min 100) author secepatnya akan mempostkan oneshot yang terinspirasi dari karya drabble author sebelumnya yaitu ‘Between You and You’. Kamsahamnidda^^ *deepbow

Advertisements

Author:

about me? i'm just an ordinary girl who live at Purwokerto. I love my Jesus, lovely parent, my best friends, all my friends in X-5 also XI Science 4 SMANSA, OSIS SMANSA, K-Pop -SHINee/Jonghyun, SuperJunior/DonghaeandKyuhyun, Girls Generation/Sooyoung, B1A4/Jinyoung,etc-, and LOVE YOU ALL^^

82 thoughts on “When We Meet Again Part 8 (END)

  1. Daebak…
    End ny keren..
    Walau alurny rada kecepatan…
    Eomma kyu dan appa soo akhirnya merestui mereka…
    Gk ada lagi yg terluka..
    Smua ny bahagia…

  2. udah kesekian kali bca ff ni. malem ni kbtulan lg pgn bca lg. lngsung ngklik author sangsanglee. hehe. feel nya ttep kerasa, ending nya mank memuaskan. aku slalu nunggu ff ni publish, trmasuk favorit ku jg d KSI. romance bgt d part 1 pas sblm kyuyoung pisah ampe udah mau pnya anak. hahaha. boleh klo smpet dbuat AS nya thor. sukses slalu

  3. Seru nihh keluarga bahagia…bagus thor ^^ keren ff mu ^^ ditunggu ya karyanya yg lain^^

  4. SBC… Aku seneng ngeliat mereka bahagia, tapi klo di bayangin masa saudara tiri nikah, pantes bnyak yg gk setuju, tpi akhirnya di setujuin jga… Hehehehehe #alay,lebay,gaje

  5. Krenddd thor ending nya 😉
    akhrnya smua nya bhgia,sneng deh coz qian nya ngiklsin kyu,bgtupun dngn changmin .
    #akhhh suka sm ending nya :*
    dttgu sequel nya 😉

  6. Daebak udh kyk ntn drama thor. Astaga.. :’) astaga :’)
    Kerenn.. Astaga.. Daebaklah thor..
    Ngelawat sedih kebahagian yg bener2 nyentuh banget banget banget.. :”)

  7. Chukkaeeeee!!!
    aku berharap ada sequelnyaaa
    waaahh,kalau Aegy KyuYoung udah lahir sama evilny atau lebih Evil dari Kyuyoung?cckckckk
    ku tunggu ff lainnnn

  8. KYAAAa authornyaaa 100jempol gapaham harus gimana lagi. disini lucunya dapet,harunya dapet,bahagianya juga dapet semuanya lengkap. ga nyesel nunggu lama2;))

  9. Berakhir dgn indah.. ^^
    Daebak Author untuk ceritanya, kira2 gmna kehidupan kyuYoung setelah aeginya lahir ya, huhu masih berharap ada kelanjutan setelah ini. Ditunggu karya selanjutnya ne.. dan kalau ada waktu berharap Author buat sekuelnya hehe
    Keep Fighting Author!!!! ^0^

  10. Huaaaaaaa…..
    Gak kerasa FF nya dah tamat.sebenernya ga rela sih,abis suka banget sama alurnya
    Soo yang jadi adiknya Kyu
    Soo yang manJa sama oppa dan appa nya
    terus cinta Segitiga antara ChangSooKyu
    apalagi pas awal chapter
    Daebak aku suka baget nih FF
    Entar kalo bikin FF lagi,kalo bisa karekter Soo onnie yg kayak disini ne 🙂
    aku suka karekter Soo disini
    ditunggu next FF nya yah…….
    FIGHTHING
    (eh kalo bisa bikin As nya dong thor ,setelah KyuYoung punya anak :))

  11. Aku nyesek baca yang pas kyu ke makam eomma soo 😦
    DAebak daebak daebak^^
    Dan yang paling penting happy ending,ditunggu karya lainnya 🙂 🙂

  12. hehe mianhae thor aku langsung komen disini, tapi di beberapa chapter yang awal-awal aku udah pernah komen kok
    wuaaaahhhh akhirnya semua happy end hiaaaa eomma kyu sm appa soo juga udah jadi baik, ada changseo dan sifany juga ulalaaa senangnyaaa. daebak banget ini ff thor sumpeh .-.

  13. Huaa min awalnya nyesek tapi ternyata happy ending..
    Aku aja sempet nangis u,u
    akhirnya changmin oppa sama vict eonni ga tersakiti..
    Semoga KyuYoung hidup bahagia dan kenyataan amiin 🙂
    After story boleh ??

  14. happy ending~ 😀
    Aku suka.
    Kyuyoung nya dapet banget..
    Tentang oneshoot nya . Cepetan di bikin yawh eon 🙂

  15. hmm~ can you make the after story?
    cause i’m so glad can reading it again and again^^
    the complication and resolution, make the story “real”
    Good fanfiction^^ and like it
    keep writng, ne? hehehe~ 😀

  16. Aiiii keren!keren!keren!
    Mantap bgt kyuyoungnya! 😀
    eommanya kyu sama appanya soo debat mulu! Nular sama anak2nya tuh! 😛
    AS dong! Penasaran nih, anak kyuyoung namja atau yeoja? Ayo, berdoalah smoga kalian beruntung halmeoni & abbojie! 😛

  17. Wahhh daebak akhirnya happy ending , annyeong new reader hear^^ mianhe aku cuma coment di endingnya doang jeongmal mianhe^^

  18. Uwaahh..:D
    Daebak2..:),q ska bnget sma crita’a seru bngeeetttt….
    Bkin sequel’a dong thor…..

  19. wuihh happy end’a benar benar complete..gk ad yg terluka ^^
    kyaa daebak daebak..!!!
    keren deh thor (y)
    keep writing ne…^^

  20. 0mooo ending yg daebak aku suka lbh dri suka kukira,,, ending bahagia sprti in yg sllu d nanti bwt ff lainny…
    Jd ny para reader juga turut merasakan bahagia, pas wktu bc d bgian appa soo yg mnta map suer asli aku netesin air mata banget2 kesentuh ke relung jiwa^^ kembali k keluarga hangat tu gmna sih blg ny pasti2 sgt bahagia, jd akuny dpt banget feel it,,,
    daebak pokke thor, d tnggu karya2 author next ny

  21. Wah Udah end aja… Akhirnya happyend. Eomma kyu dan appa soo udah brubah .. Pokoknya daebak.. Oneshootnya cpt d publish yah..

  22. Huaa .. part akhir ya ..
    Sedih waktu baca tulisan ‘THE END’ tapi seneng juga sih.
    Akhirnya dapet pasangan sendiri-sendiri ..
    Ditunggu karyanya yang lain 😉

  23. Ya…..ampunnn…….benar2 daebbakk chingu………..seneng dech..akhirnya kyuyoung bahagia……dtggu oneshootnya chingu…….

  24. happy ending! happy ending!!! yeyeyeye
    aigo,mereka romantis banget!

    akhirnya gak ada keributan lagi 😀

    daebak!!!!
    ff lainnya d tunggu y 🙂

  25. Happy ending ever forever :’D
    semuanya bahagia 🙂
    daebak chingu.. Suka sekali endingnya 😀
    lanjutkan karya-karyamu yang lainnya.. Fighting!!!

  26. Happy ending,,,seneng liat kyuoung family bersatu,,
    ya ampunn ngakak dech sma ortu kyuyoung,,kmarend” mrah” mulu,,,sekarang bercanda mulu,,ckck
    neomu neomu daebakkk,,:)
    aq suka end nya,,d tunggu ff laind nya..

  27. Ending nya bagus ..
    Semua bahagia,tanpa ada yang tersakiti.
    Kasih oneshoot nya yang anak Kyuyoung udah lahir .

  28. Happy ending *jingkrak2* setelah melalui bnyk rintangan kyuppa n soo onnie bs bersatu. Keluarganya jg udah akrab kembali… Semuanya jg mendapatkan pasangan masing2… Aigoo kyuyoung bener2 romantis
    Chingu bt as ny donk gommawo

  29. Daebak, sweet ending,
    Gak ada lagi yang terluka, semuanya juga bahagia 🙂
    d tunggu loh oneshootnya

  30. jujur lumayan kecewa ma endingny,kurang klop ending ny sm yg aq harepin. I need sequel… But so far i like this ff… Gomawo

  31. asik asik asik dah da part 8 nya. Gomawo author… Sblm bc aq komen dlu… stlh bc aq komen lg biar puas authornya jg…hehe

  32. KEREEENNN..
    DAEBAK!
    Two thumbs lah buat authornya :^)
    aah aku suka bget ama skap kyu dipart ini.
    Evil tapi romantis xD

    next ff ditunggu ^^

  33. yeaayy…happy ending 🙂
    aigoo~ eommanya kyuppa dan appanya soo lucu, ngeributin nama anaknya kyuyoung ^^

  34. Happy ending …
    Daebak …
    Setelah perjuangan yg panjang akhirnya mreka brsatu
    suka … Suka … Suka …
    Dan ini adalah slah satu ff fav ku …

  35. Yeaah akhirnya when we meet again publish juga!!
    Ih seru ceritanya thor. Happy end lagiii :33 yeay kyuyoung jjang xoxoxo
    Bagus thor! Ditunggu karya mu yg lain yah.
    Eh tapi kalo bisa biki AS ini yahh..yahh? /wing/
    Fighting^^9

  36. Akhirx setlah sekian lma nunggu ne ff muncul jg…bgus endingx thor smwx bhagia..dtnggu ff oneshotx…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s