Posted in Angst, Family, Romance, Series

Promise You (Part 3)

IMG_0219

Title : Promise You [Part 3]

Author  : Choi Soon Ah a.k.a Ayarisaa

Genre : Romance, Sad, Friendship, Family

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast : Lee Jonghyun, Kris Wu, Victoria Song, etc

Note : annyeonghaseo. Jumpa lagi nih sama author setelah sekian lama~. maaf ya kalo part ini lama di publish, karena author punya 2 project ff yang harus diselesain saat ini. makanya idenya hilang timbul. Berhubung ini lagi dapet ide, yang author tuangkan terus kedalam Microsoft word. Oh iya, masih ingatkah yang kemarin author bilang? Kalo di part ini yang comment sedikit, author nggak terusin lagi… commentnya minimal harus 75. Bisakah? Soalnya part sebelumnya 80-an sampe kok. Jadi author harap ya nggak banyak juga tetap segitu aja yang comment :D. oh iya, buat yang nanya Kyuyoung momentnya mana, di part ini author suguhin moment mereka. Tapi semakin banyak moment mereka, semakin banyak pula konfliknya, right? 😀

SIDERS GO AWAY

~~~

“jadi kira-kira begitulah project pemasaran kami. Apakah anda bersedia untuk bekerja sama dengan perusahaan kami…” Sooyoung menarik nafas panjang sebelum meneruskan ucapannya. Menetralkan deru nafas dan jantungnya yang menjadi sangat tidak karuan sedari tadi. Bibirnya mulai bergetar untuk mengucapkan nama klien-nya saat ini.

“…Cho Kyuhyun-ssi?”

Namja yang dipanggil “Cho Kyuhyun” itu tersenyum. Ia merasa cukup puas dengan presentasi Sooyoung yang menjelaskan secara perlahan dan tegas tersebut. ia sedikit menepuk-nepuk tangannya karena senang dan puas akan presentasi Sooyoung.

“tentu. Kita pasti akan bekerja sama,”

Sooyoung tersenyum paksa membalas senyum senang yang diberikan namja itu. ia bahkan terus berharap agar namja itu tidak menampakkan senyum seperti itu.

Namja itu mulai bertanya tentang bagaimana perusahaan milik Park Jungsoo itu. sooyoung pun menjelaskan dengan perlahan dan tak lupa senyum palsu yang selalu ia tunjukkan. Setelah cukup mengerti dan puas akan penjelasan Sooyoung, namja itu—beserta yeojanya—pamit pergi dan meninggalkan Sooyoung dengan senyum puas. Mereka meninggalkan Sooyoung sendiri.

Sooyoung menarik nafas. Sakit. dadanya perih. Hatinya sakit. bahkan untuk menangis pun rasanya sudah tak bisa lagi. Ia pun beranjak untuk membereskan beberapa berkas yang digunakan tadi.

Wajah namja tadi terus berputar dikepalanya. Cho Kyuhyun—dan jangan lupa yeoja yang bersamanya, yang Sooyoung baru tahu bernama Victoria Song juga terus menerus muncul dibenak Sooyoung–. Setelah selesai merapikan beberapa berkas, Sooyoung mencoba mendudukkan badannya pada salah kursi yang berada di ruang meeting tersebut.

Nafas panjang terdengar dari mulut kecil Sooyoung. Ia bahkan sudah memijat kepalanya yang amat sakit. Ia sakit dengan ini semua. Kepalanya bahkan hampir pecah mengingat kenangannya dan Kyuhyun. Dan mengingat bagaimana Kyuhyun memanjakan Victoria didepan matanya sendiri.

GLEGAAAARR

Suara petir menggelegar masuk ke telinga Sooyoung. Suara itu sangat besar. Takut… Sooyoung takut akan petir. Sontak Sooyoung langsung berjongkok bersembunyi dibalik kursi-kursi. Sooyoung menutup kedua telinganya. Tidak. Sooyoung sangat takut.

“hiks…hiks… Jonghyun-ahh, eomma… siapapun tolong aku….,”

Sooyoung mulai menangis. Hal yang paling ia takuti adalah petir. Ia menangis karena ketakutan dan melampiaskan kesedihannya karena Kyuhyun.

Suara petir yang menggelegar terus terdengar di telinga Sooyoung. Ia benci ini. terlebih kantor sudah sepi dan beberapa orang sudah pulang. Sooyoung terus memanggil nama Jonghyun dan orang tuanya, namun tak ada satupun yang datang dan masuk ke dalam ruang meeting untuk menyelamatkan Sooyoung dari ketakutannya.

“e…eomma… Jonghyun-ah… appa…,” Sooyoung terus memanggil nama-nama tersebut.

Petir dan hujan sudah menyambar kota Seoul. Sooyoung takut. Pasti semua orang sudah pulang sekarang.

“tenanglah, petir itu tak mungkin mengalahkanmu. Karena oppa selalu melindungimu dari petir-petir itu. karena aku selalu bersamamu, Soo,”

Sooyoung menggelengkan wajahnya sambil terus menangis dengan kencang. disaat seperti ini, mengapa? Mengapa ia harus ingat akan kata-kata Kyuhyun yang menenangkan hatinya dulu? Bahkan sekarang, namja itu menghilang. Pergi setelah membuat Sooyoung merasa benar-benar terikat dengannya.

Sooyoung mendengar suara handphonenya berdering sedari tadi. Sudah malam. Hujan dan petir belum berhenti juga sedari tadi sore. Dan sudah sangat lama Sooyoung berjongkok dan menangis disana sendiri. Sooyoung yakin yang menelfonnya sedari tadi adalah Jonghyun, eomma, dan appa Sooyoung. Namun Sooyoung terlalu takut untuk mengangkat telfon tersebut. ia bahkan terlalu takut untuk memindahkan tangannya dari kupingnya.

Siapapun itu, Sooyoung sangat berharap ada yang masuk keruang meeting dan menyadari kehilangannya. Ia sangat berharap ada yang datang dan menyadari kehadirannya di ruang meeting. Tapi harapan Sooyoung sia-sia. Sudah 2 jam Sooyoung disitu sendiri. Hujan juga tak kunjung reda. Bahkan petir semakin menggila diluar sana. Sudah 2 jam Sooyoung berharap. Tapi tak ada harapan. Hingga saat ini bahkan seorang satpam atau penjaga kantor pun tak ada yang membuka pintu meeting untuk mencarinya.

~~~

“aah, mengapa aku baru menyadarinya? Pabbo Kyuhyun! Bahkan sudah 2 jam berlalu, kau baru menyadari handphonemu tak ada? Aigoo… pasti tertinggal di ruang meeting tadi. Aku harus segera kesana,” sahut Kyuhyun yang menyadari ketidak adanya handphone miliknya.

Raut wajah Kyuhyun berubah. Bagaimana pun di dalam handphone tersebut terdapat nomor-nomor klien penting. Dan jangan lupakan nomor Victoria—yang walaupun sudah Kyuhyun hafal diluar kepala—yang tak kalah penting.

Bukan nomor klien atau karena handphone itu kelewat mahal yang Kyuhyun khawatirkan. Melainkan jika ada pesan ataupun telfon dari Victoria. Kyuhyun tinggal di apartemen milik orang tua Victoria yang berada di Seoul—selama berada di Seoul–.

Sedangkan Victoria tinggal di rumah milik orang tuanya yang berada di Seoul juga. Hal itu di perintahkan oleh ayah Victoria agar tak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada anaknya—kalau mereka tinggal serumah. Jarak apartemen Kyuhyun dan Victoria lumayan jauh dan membuat Kyuhyun harus sedia jikalau Victoria—yang manja—membutuhkan bantuannya.

Kyuhyun pun mengambil jacket miliknya untuk menutupi kaos hitam biasa yang digunakannya. Ia pun mengunci pintu apartemennya dan menuju tempat mobilnya diparkir. Kyuhyun pun memasuki mobil miliknya dan menuju perusahaan Park corp.

Hanya 20 menit yang diperlukan Kyuhyun untuk sampai di Park corp. itu semua karena jarak perusahaan dan rumah Kyuhyun yang dekat. Hawa dingin dari hujan beserta suara petir yang menggelegar membuat Kyuhyun sedikit bergidik ngeri. Di bulan desember seperti ini turun hujan, bayangkan saja bagaimana dinginnya.

Kyuhyun merapatkan jacket yang digunakannya ketika keluar dari dalam mobil. Ia sedikit melihat kearah arlojinya yang tahan air itu. Jam menunjukkan pukul 8 malam KST. Keadaan kantor sangat sepi. Mungkin dikarenakan hujan lebat dan petir membuat banyak pekerja memilih bekerja dirumah saja.

Dengan santainya, Kyuhyun berjalan menuju ruang meeting yang berada di lantai 2. Bahkan untuk ukuran seorang satpam pun tidak ada. Satpam hanya berjaga di pos miliknya, dan tidak berkeliling seperti biasanya.

Cklek.

Syukurlah pintu ruang meeting tidak terkunci. Kyuhyun pun masuk dengan penuh senyum. Ia langsung mengedarkan pandangannya kearah meja. Terdapat handphone miliknya.

“wakh! Banyak sekali pesan dan telfon dari Qian,” ujar Kyuhyun ketika menge-cek isi handphonenya.

Kyuhyun hendak pergi ketika dikira urusannya telah selesai. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat tumpukan-tumpukan kertas yang berada di salah satu sisi meja meeting tersebut. dahinya mengernyit bingung. Kyuhyun sangat yakin tidak melihat seorang pun karyawan yang masih berkeliaran dikantor hari ini. kyuhyun pun mendekati ke sisi meja itu.

“hiks…eomma…appa…Jonghyun…,”

Kyuhyun memegang bulunya yang serasa berdiri tegak. Ia merinding mendengar suara tersebut. suara itu tidak terdengar jelas karena suara petir yang menggelegar dan tak kunjung berhenti barang setengah jam pun sejak 2 jam yang lalu.

“k…kyu…,”

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia berfikir sejenak. Kyu? Apakah kyuhyun?

“kyuhyun oppa…Cho Kyuhyun oppa… siapapun tolong aku…,”

Kyuhyun terdiam. Ia…seperti mengingat sesuatu.

“oppa… tolong aku. Aku takut petir,oppa,”

Kyuhyun terjatuh. Ia terduduk di lantai. Kepalanya terasa sakit. kyuhyun terus berfikir. Apa itu? apakah ingatannya? Siapa yang memanggilnya?

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. Dari balik kaki-kaki kursi ia melihat….seorang yeoja? Yeoja itu tampak meringkuk. Ia berjongkok dan menutup telinganya. Tangan dan bahu yeoja itu tampak bergetar. Kyuhyun bangkit walaupun kepalanya masih terasa sedikit sakit. ia pun mendatangi yeoja yang sedang berjongkok tersebut.

“agasshi, gwenchanayo?” tanya Kyuhyun hati-hati.

Yeoja itu memutar kepalanya kea rah sumber suara. Kyuhyun melihat keadaan yeoja itu yang cukup mengerikan. Rambutnya tampak kusut dan berantakan. Beserta wajahnya yang sudah dipenuhi oleh air mata. Tangisan yeoja itu semakin kuat melihat seseorang yang memanggilnya. Dengan cepat ia memeluk namja yang berada di hadapannya.

“oppaaa… Kyuhyun oppa….,” Sooyoung menangis dipelukan Kyuhyun yang tak mengerti apapun.

Sooyoung memeluk Kyuhyun sangat kuat membuat namja itu sedikit sesak. Namun tak ada sedikit pun niatan bagi Kyuhyun untuk melepas pelukan tersebut. karena dirinya sendiri merasa cukup nyaman akan keadaan sekarang—berpelukan.

“akhirnya kau datang…oppa….,” ucap Sooyoung lagi.

Kyuhyun tak mengerti. namun ia diam saja. Kyuhyun pun dengan perlahan mengelus lembut rambut Sooyoung yang tergerai. Ia merasa harus melindungi yeoja yang belum dikenalnya ini.

“uljjima…,” ucap Kyuhyun.

“uljjima, Sooyoung-ah…,”

Kyuhyun mendengar suaranya sendiri. Sooyoung? Siapa Sooyoung?

Kyuhyun pun melirik kearah Sooyoung yang masih menangis sesegukan. Ia juga masih memeluk Kyuhyun dengan erat.

“Soo–young-ah? apakah namamu Sooyoung?” tanya Kyuhyun sedikit mengeja sambil terus mengelus rambut Sooyoung.

Kyuhyun merasa pelukan Sooyoung melonggar. Lebih tepatnya, yeoja itu tak memeluk Kyuhyun lagi. Ia juga tak mendengar suara tangisan Sooyoung lagi. Terasa sangat jelas bagi Kyuhyun bahwa bahunya terasa sangat basah. Ia yakin yeoja itu pasti menangis dan mengeluarkan air mata sangat banyak.

Kyuhyun merasa bahunya berat. Tak lama dirasanya yeoja yang dirangkulnya itu seperti hampir jatuh. Syukurlah Kyuhyun cepat menangkapnya, kalau tidak dipastikan kepala yeoja itu pasti akan terjedut lantai.

Yeoja itu tertidur. Kyuhyun pun menggoyangkan pipi yeoja itu yang chubby secara perlahan. Namun yeoja itu—Sooyoung—tak kunjung bergeming sekedar membuka kedua matanya yang sembab.

“agasshi, gwenchanayo? Agasshi, irreona,” ujar Kyuhyun masih mencoba membangunkan Sooyoung.

Kyuhyun menaruh telapak tangannya di dahi Sooyoung. Panas. Bahkan sangat panas. Karena panic Kyuhyun pun langsung menggendong Sooyoung dipunggungnya. Ia bergegas menuju mobilnya terparkir. Setelah dikira tubuh Sooyoung sudah digunakan sealt belt, Kyuhyun dengan cepat melajukan mobilnya menuju apartemen.

Entahlah, Kyuhyun juga tak mengerti. padahal ia baru mengenal yeoja—Sooyoung—baru saja. tapi entah mengapa Kyuhyun menjadi sangat panic melihat yeoja itu terkena demam dan pingsan. Kyuhyun bingung. Karena rasa Kyuhyun pada yeoja ini lebih kuat dibandingkan dirinya pada Victoria. Dan Kyuhyun juga bingung mengapa ia merasa sudah mengenal lama dan ingin terus bersama yeoja ini.

~~~

Seorang namja tampak terus berjalan dengan gelisah. Ia terus mondar-mandir melewati seorang ahjumma dan ahjusshi paru baya yang tampak tak kalah gelisah dengannya. Handphone terus berada di kupingnya. Ia terus menelfon seseorang dengan harapan adanya balasan dari orang tersebut.

Nihil. Hingga 2 jam ia menelfon, tak ada jawaban. Telfon memang masuk, tapi sama sekali tak ada jawaban. Ia merasa menyesal telah meninggalkan yeoja yang kini sedang berusaha ia telfon. Namun tak ada pilihan. Hari ini ia memang harus pergi menuju tempat Shin Heerin—karena ini tepat hari kematiannya yang ke-5 tahun.

Sang ahjumma yang terduduk lemas tampak terus menangis. Sedangkan ahjusshi yang berada di sampingnya tampak menenangkan sang ahjumma. Setelah cukup tenang, sang ahjusshi pun mendatangi namja itu yang masih berkutat dengan handphonenya.

“bagaimana, Jonghyun-ah? apakah ada kabarnya?” tanya ahjusshi yang tak lain adalah appa Sooyoung—Choi Siwon—dengan hati-hati.

Namja itu—Jonghyun—menggeleng pelan. Badannya sudah melemah. Ia duduk di kursi yang tepat berada di belakangnya dan mulai mengeluarkan air matanya yang tadi tertahan.

“mianhaeyo, ahjusshi. Padahal aku berjanji akan melindungi Sooyoung saat Kyuhyun hyung tak ada. Aku bahkan sudah berjanji padamu akan selalu bersama Sooyoung untuk melindunginya. Mianhaeyo…,” ujar Jonghyun masih menangis dalam diamnya.

Choi Siwon mengelus punggung Jonghyun perlahan. Jonghyun memang sudah berjanji akan menjaga Sooyoung sebagai oppa-dan dongsaeng. Tapi tidak sedikit pun bagi Siwon untuk menyalahkan Jonghyun karena hilangnya Sooyoung saat ini. karena bagaimana pun Jonghyun sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.

“sudahlah… jangan menyalahkan dirimu sendiri…,” ujar Siwon perlahan.

Jonghyun melihat kearah Siwon yang menatapnya dengan sendu.

“mianhaeyo… jika saja aku tidak datang ke makam Heerin, pasti Sooyoung sudah pulang bersamaku sekarang. Dan Heerin pasti akan senang jika ada Sooyoung,” sambung Jonghyun kembali.

“tidak apa-apa, Jonghyun-ah. ini bukan salahmu. Lagi pula ini adalah hari kematian Heerin. Ini bukanlah salahmu. Lebih baik kita mencoba mencari Sooyoung kembali,”

Jonghyun menangis dalam diamnya. Ia memeluk Siwon dengan hangat. Kehangatan seorang ayah yang tak akan pernah bisa didapatnya dari ayah kandungnya sendiri. Siwon juga balas memeluknya dengan hangat. Dibandingkan apapun, rasa sayangnya pada Jonghyun tak jauh beda dengan rasa sayangnya pada Sooyoung.

~~~

Sooyoung mengerjapkan matanya perlahan. Ia mencoba bangun dari tidurnya. Kepalanya masih terasa sedikit pusing. Sooyoung memajukan bibirnya sedikit. Ia teringat. Pasti ia pingsan karena mendapatkan demam karena sanking ketakutannya tadi malam. Sooyoung benci ini. jika ia demam, pasti ia akan pingsan.

Ia pun melihat ke seisi kamar yang sekarang ditidurinya. Dahinya mengernyit. Kamar itu bernuansakan putih-abu-abu. Dan itu bukanlah kamarnya yang bernuansakan biru-putih. Sooyoung mulai panic. Dimana dia saat ini?

Sooyoung melihat ke baju yang digunakannya. Masih précis saat ia kekantor kemarin. Kebingungan Sooyoung dan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya terjawab saat pintu yang berada di apartemen itu terbuka dan menampakkan sesosok namja yang menggunakan kemeja polos berwarna putih. Namja itu membawa nampan yang berisikan bubur dan air putih hangat.

Sooyoung tercengang melihat siapa namja itu. itu Kyuhyun. Sooyoung jadi teringat. Ia mengira kejadian semalam ia melihat Kyuhyun hanyalah mimpi. Tapi ternyata itu adalah nyata. Namja itu tersenyum melihat Sooyoung yang sudah sadar dan menatap bingung padanya.

“kau sudah sadar?” tanya Kyuhyun perlahan sambil menaruh nampan tersebut ke atas meja yang berada di kamar tersebut. Kyuhyun pun berjalan mendekati Sooyoung yang masih merasa bahwa dirinya terkena déjà vu.

Sooyoung menggeleng, namun sedetik kemudian mengangguk. Menyadarkan dirinya bahwa ini bukanlah sebuah ilusi palsu.

“n…nde. Bolehkah aku bertanya?” tanya Sooyoung beserta keberanian yang sudah ia kumpulkan.

Kyuhyun yang sedang mengaduk bubur Sooyoung dengan perlahan mengangguk dan menatap Sooyoung sambil tersenyum lembut. “tentu,”

Sooyoung menarik nafas panjang membiarkan kecanggungan dan debaran jantungnya yang tak menentu untuk menghilang sesaat. Ia terus menghipnotis dirinya sendiri bahwa namja itu bukan Kyuhyun yang dikenalnya.

“mengapa aku bisa berada disini?” lega rasanya bagi Sooyoung setelah menanyakan salah satu dari seribu pertanyaan yang bersarang di otaknya.

“kau tahu? Tadi malam handphone ku tertinggal di ruang meeting. Dan aku melihatmu berjongkok ketakutan. Saat aku mendekatimu, kau malah memelukku. Memangnya… apa yang terjadi padamu?”

Pipi Sooyoung memerah sedikit. Ia mengira bahwa ia memeluk Kyuhyun hanyalah bagian dari mimpinya, “jwesonghamnida aku memelukmu. Aku takut petir saat itu. dan petir terus berdatangan dan tak berhenti…,”

Kyuhyun mengangguk dan menyerahkan semangkuk bubur pada Sooyoung.

“ini, bubur yang baru saja kubeli untukmu. Kau habiskan ya, karena semalam kau pingsan. Dan… tolong jangan beri tahu Victoria bahwa aku menyelamatkanmu dan membawa mu ke apartemenku…,” jelas Kyuhyun sambil meminta satu hal yang pasti.

Sooyoung tersenyum paksa. Victoria? Ia bahkan lupa bahwa namja yang berada dihadapannya ini sebentar lagi akan menikah. Kyuhyun pun hendak berbalik untuk keluar dari kamar apartemennya. Namun langkahnya terhenti. Ia pun membalikkan badannya menghadap Sooyoung.

“namamu… Choi Sooyoungkah?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung menghentikan aktifitasnya menyendokkan sesendok bubur ke mulutnya. Ia menatap Kyuhyun dengan matanya yang sembab dan memerah.

“nde… Kyuhyun-ssi. Kau pasti mengetahuinya karena aku memperkenalkan diriku sebelum berpresentasi kemarin…,” ujar Sooyoung mencoba tak acuh dan tak berharap lebih.

Kyuhyun menarik nafas panjang. Ia tidak mengharapkan jawaban itu dari Sooyoung. Karena dirinya sendiri mengetahui nama Choi Sooyoung itu bukan dari perkenalan diri kemarin. Melainkan karena semalam. Kyuhyun seperti mendengar namanya sendiri memanggil seorang yeoja dengan “Sooyoung-ah”. dan orang itu memanggil Kyuhyun dengan sebutan “oppa”.

Kyuhyun mengambil segelas air dingin yang berada di dalam kulkas. Sejak semalam, ia terus seperti mendengar suaranya sendiri. Kyuhyun mengerti sekarang. Itu adalah ingatannya yang hilang. Ingatannya yang tak boleh ia ingat meski itu menyakitkan dan menyenangkan. Kyuhyun meyakinkan dirinya. Ia tak butuh masa lalu. Yang ia butuhkan adalah masa depan. Masa depannya dengan Victoria. Namun entah mengapa, Kyuhyun merasa ganjil. Ia merasa, ia memiliki hutang yang belum terlunaskan di masa lalunya. Hutang janjinya dengan seorang yeoja…

~~~

Sooyoung menarik nafas panjangnya. Setelah ini, dipastikan ia pasti sudah tidak bisa berbicara dengan namja yang kini satu mobil dengannya. Sooyoung pun membungkukkan badannya.

“khamsahamnida, Kyuhyun-ssi. Mianhaeyo merepotkanmu. Dan terima kasih lagi kau tidak lupa membawa berkas penting, handphone dan tasku,” ujar Sooyoung.

Ya, Kyuhyun memang bersikukuh mengantarkan Sooyoung tadi. Kyuhyun menatap Sooyoung sambil tersenyum.

“gwenchanashimnikka. Hmm… Sooyoung-ssi?”

Sooyoung yang hendak membuka pintu mobil yang sudah tak terkunci lagi menghentikan aktifitasnya.

“nde?” tanya Sooyoung ragu. Tangan Sooyoung sudah sangat dingin sekarang. Itu semua karena rasa nervousnya harus berhadapan dengan Kyuhyun.

“mianhaeyo…,”

Sooyoung tersentak mendengar kata maaf dari Kyuhyun.

“kenapa kau meminta maaf padaku, Kyuhyun-ssi? Seharusnya kau meminta maaf pada Victoria-ssi. Karena ia tidak tahu bahwa aku sudah masuk kedalam apartemenmu…,” ujar Sooyoung dengan suara yang sedikit bergetar.

Kyuhyun menggeleng pelan.

“aku tidak tahu. Tapi entah mengapa, aku merasa harus meminta maaf padamu…,”

Sooyoung diam. Air matanya rasanya benar-benar ingin menetes sekarang juga. Ia pun cepat-cepat pamit pada Kyuhyun dan masuk kedalam rumahnya. Ia tidak ingin berlama-lama dengan namja itu.

Didalam rumah, Sooyoung melihat Jonghyun yang tertidur di sofa ruang keluarganya. Jonghyun menggunakan selimut yang amat tebal. Sooyoung pun mendekati Jonghyun yang masih tertidur. Terlihat jelas mata Jonghyun yang sembab dan hidung Jonghyun yang memerah bekas habis menangis. Sooyoung pun mengelus rambut Jonghyun yang sudah dianggapnya oppa dan sahabatnya sendiri itu.

“mianhaeyo… aku pasti membuat kalian sangat khawatir… bahkan kau menangis karenaku. Kau juga sudah menelfonku lebih dari 69 kali… pesanmu juga sangat banyak. Mianhaeyo, membuatmu khawatir seperti ini…,” ujar Sooyoung sedih.

Jonghyun menggeliat dari tidurnya. Namja itu hendak bangun dari tidur panjangnya. Sooyoung dengan cepat langsung menarik tangannya dari kepala Jonghyun. Kini kedua mata Jonghyun sudah terbuka. Ia melihat Sooyoung didepan matanya yang sudah tersenyum manis. Jonghyun langsung bangun dari tidurnya dan memeluk Sooyoung dengan erat.

“kemana saja kamu… Sooyoung-ah? kau tahu? Aku sangat khawatir disini…,” ujar Jonghyun sambil mengelus rambut Sooyoung perlahan.

Sooyoung menangis. Ia tak ingin membuat Jonghyun merasa khawatir lagi karenanya.

“aku menginap dirumah temanku, Jonghyun-ah. semalam karena aku terlalu takut karena petirnya, aku jadi tak sempat mengangkat telfonmu. Bahkan aku baru mengecek sms mu tadi pagi saat temanku mengantarku pulang,” ujar Sooyoung berbohong. Tak mungkin bagi Sooyoung untuk mengucapkan hal yang sebenarnya. Pasti itu akan membuat Jonghyun makin khawatir.

Jonghyun melepas pelukannya dari Sooyoung. Sooyoung pun menghapus air matanya perlahan.

“aku tak ingin kau khawatir seperti ini. mianhae…,” ujar Sooyoung.

Jonghyun tersenyum, “andai saja aku tidak ke tempat Heerin kemarin, pasti kau sudah bermalam dirumah,”

Sooyoung tersentak mendengar nama Heerin,  “Heerin? Ya ampun aku lupa! Kemarin adalah hari kematiannya. Mengapa kau tak mengajakku?”

“aku takut membuatmu takut, karena diluar sangat mendung dan sudah bermunculan petir kecil. Lagi pula, aku sudah mewakilimu. Aku membawa mawarmu,”

Sooyoung diam, ‘jadi untuk itu mawar putih yang kemarin..,’-batinnya.

Sooyoung mendatangi Jonghyun yang sedang mengambil air dingin di kulkas, “apakah kau sedih?”

“sedikit. Well—dia adalah cinta pertamaku, Soo. Tentu aku sedih,”

“bagaimana kalau kucarikan penggantinya? Itu sudah lewat 5 tahun, Jonghyun-ah”

Jonghyun menyipitkan matanya melihat Sooyoung, “seperti yang kau tahu, dia tak akan tergantikan,”

Sooyoung mengedikkan bahunya. Ia pun melihat ke sekeliling rumahnya. Tampak sangat sepi.

“eomma, appa, eoddigayo?”

“mereka harus bertemu klien di jeju. Awalnya mereka hampir saja membatalkannya karena insidenmu itu. tapi aku melarangnya,”

Sooyoung mengangguk mengerti. ia pun melihat kearah jam yang terdapat dirumahnya. Sudah jam 10 pagi KST, tapi hingga kini Jonghyun belum berangkat kerja.

“kau tidak kerja, Jonghyun-ah?”

“aniya, aku sudah bilang pada Jessica untuk menyuruhnya memermisikan kita. Aku bilang kau dan aku sakit. lagi pula hari ini aku sangat lelah,” ujar Jonghyun membaringkan badannya lagi ke sofa.

Sooyoung hanya mengangguk. Tak lama, ia mendengar suara bel rumahnya berbunyi. Sooyoung pun dengan cepat membuka pintu rumahnya.

“annyeonghaseo…,”

Sooyoung termangu didepan rumahnya. Apa lagi ini? mengapa Sooyoung harus berjumpa mereka berdua?

Jonghyun yang melihat Sooyoung diam langsung mendatangi pintu utama rumah tersebut. jonghyun ikut diam. Ia juga kaget dengan apa yang disaksikannya sekarang. Itu adalah Victoria yang membawa parsel yang berisikan buah-buahan berukuran sedang. Dan oh well, jangan lupakan namja yang berada disampingnya yang masih menampakkan senyum lembut. Cho Kyuhyun.

TBC

Nah, itu dia part 3. Mianhaeyo atas keterlambatannya. Dan maaf part ini nggak bagus. Tapi walaupun gitu, sudi kiranya para readers yang baik membaca dan mengkomen. Mohon RCLnya. Oh iya, kalo di part ini comment kurang dari 75, ingetkan? Author nggak bakal nyambungin lagi.

Advertisements

Author:

just a girl with a rollercoaster mood and try to be a full of curiousity girl.

130 thoughts on “Promise You (Part 3)

  1. Nyesek bgt bacanya…
    Soo nya kasihan…
    Kenapa kyuppa gk inget ma soo..
    Jonghyun bingung cari soo karna gk ketemu..
    Jonghyun buat soo bisa bertahan dan gk terlalu sedih..
    Dia jg bisa tersenyum walau terpaksa karna Jonghyun…

  2. sdkt demi sedikit dan sadar ataupun tidak kyuppa sdh mengingat masa lalu yg tak ingin dia ingat
    tp apa yg trjdi smpe kyuppa amnesia??
    itu jg knp vic sm kyuppa tib2 dtg k rmh soo eonni??
    ayoo lanjut thor

  3. Haha makin ga sabar aja nunggu kelanjutannya xD rada nyesek juga pas Kyuhyun minta maaf ke Sooyoung. Hati serasa pen ikut nangis… /okeinilebay

    Lanjutkan thor!

  4. kyuppa cepat ingat lagi donk sama kyuppa
    ahh itu kenapa datangnya mesti sama ahjumma
    lanjut part 4

  5. Waaa kyuhyun udh mulai inget sedikit ttg masa lalunya. Tapi masih tetep penasaran kenapa dia lupa ingatan. Dibikin suka lagi yaa sama sooyoung nya hehehe

  6. Lah … Mreka b2 ngapaen dtg k rmh soo ???
    Lambat laun kyu mulai ingat soo …
    Ada ap sih slain soo msa lalu kyu. Knpa kyu gk mau ingat msa lalunya ‘yg bgitu mnyakitkan’ ?

    Ditunggu next part nya

  7. Kyupa hilang ingatan??kenapa bisa???
    Kapan nie flashback msa lalunya??
    Soo eonni pasti sedihh bgt…
    Itu Kyutoria ngapaind k rumah nya soo eonn??Bikin envy ajh
    😦
    semoga Kyuyoung bersatu,,dn kyuppa gug jdi nikah ma c’ahjuma
    d tunggu next partnya
    😉

  8. Ff nya daebakkk … 😀
    Wah , kyuppa hampir ingat masa lalu nyaa …
    Kyaa ,, oppa cobalah untuk ingat soo eonn -,-
    o.O kyuppa ma vict eonn brkunjung smbil bawa parsel ._.

    Next ditunggu 😀

  9. ini part 2 atau part 3 seh? ? q gk nymbung pas awal2x . .tp scra kseluruhan crtanya bkin q nahan nafas aja u,u . .kyuhyun hilang ingatan ya ini? -_-a . bner2 q lupa ni thor, seingatq dl q trakhr bc part 1 -_-
    tp tak apalah. .tetep d tnggu part 3 atau lainnya..

    seru ni soalx antagonis.x vic XD

  10. ayolah kyu tetep berusaha inget…kasian soo yg terus2an ngerasa tersakiti krn kyu lupa ingatan T__T masa depannya itu sama soo, bukan sama vic X-(

  11. sedikit demi sedikit mulai trungkap mskipun bner2 blm mnyadari sepenuhnya. konflik batin ny makin trasa. alurny jg udah rapi bgt. so dtunggu part berikutnya, good job. n keep writing

  12. penasaran nih…
    next thor!!
    ini dah lbh dri 75 coment loh… 😉
    HWAITING!!! 😀

  13. akhh,victo bntuin kyuppa ngingat masa lalunya dong
    sabar soo eonn
    jonghyun baik bgt

    next part ditunggu 🙂

  14. gini mah maunya sooyoung sama jonghyun jadian.___. /dibakar knight/
    eh tp victoria-nya baik banget jadi gak tega u,u

  15. ya alloh ini ff bener2 bagus menguras emosi hehe untung ada kyu yg nolong soo kalau gk gimana nasibnya soo y d tunggu part berikutnya y

  16. Aigoo makin rumit + runyaam ini masalahnya.
    Apa yang bakal terjadi selanjutnya hmm penasaran.
    Next thor

  17. Ahh gara2 lama jadi lupa ceritanya:( tau2 udah mau berenti ajah….. ahhh pdhal lagi seru:(

  18. kyu.,
    apa perlu gw tokok pala lo ama palu godam biar lo ingat ama suyong???
    Aish!
    Kau membuat jwa krimalku membara tuan cho!!!

  19. Aissh knapa kyu ga ingat2?
    Kasian bgt soo nya~ 😦
    ayolah kyu, usaha dikit biar memori lamamu ke buka lg gt! Dan, jelas2 masa depanmu itu soo, bukan yg lain 😐
    lanjut~

  20. yaampun thor, suka banget bikin penasaran ._.v
    Kris disini belum muncul ya thor?
    next part please u,u

  21. Krisnya gk muncul muncul thor di part ini ayo dong bikin kris sama soo makin deket biar kyunya jeles

  22. kenapa cepet banget tbc-nya thor
    penasaran >.< jonghyun sbnrnya suka yah sama sooyoung? soalnya khawatirnya itu berlebihan banget
    daebak

  23. Wahh…..Soo onnie sampesegitu nya sama petir 😦
    Untung ada Kyu yg nolongin Soo
    Kyu udah ingat sedikit kenangan nya sama Soo tuh
    Ayo dong Kyu berusahala untuk mengingat Soo
    Ngapain tuh Kyu sama Vict ke rumah Soo?

  24. Hwaaaa….kyuppa koq nyadar2 sie????????????smpe kpan hilang ingatanya?????nyesseekkk bgt dech liat soo,apalagi hub kyuyoung….;(

  25. kyuppa pelan2 udah mulai inget masa lalunya 🙂
    itu ngapain vic sama kyuppa ke rumah soo? bikin soo sakit hati aja >.<

    ditunggu kelanjutannya 😀

  26. Hmmm #PikirKeras
    RrRrRrr, rada bingung nih eonni ..
    Bagaimana dgn kehidupan kyuppa saat masa lalunya ? Kenapa bisa sampai amnesia ?
    Masih banyak pertanyaan yn mengganjal eonni ..
    Lanjut eonni jgn lama2 yah 😉

  27. Aku bener penasaran, sebener’y kyuppa tuh knpa sih? Knpa belum d’jelasin juga.?
    Lanjut thor

  28. Pas awal” pasti vict baik sama sooyoung, tpi pas kyu udah ingat syoo pasti vict jadi jahat -____-
    lanjutt thor 😀

  29. sepertinya akan panjang perjalanan cinta ini dengan Vic dan kyu yg hilang ingatan……….
    apa vic dan kyu akan menikah atau kyu membatalkannya…….

    next>>>

  30. huwaaaa, kenapa vic kyu dateng ke rumah soo?? #sumpah ga rela nulis nama kyu sebelahan sm vic.. TT_TT
    kapankah kyu akan ingat dengan masa lalunya??
    haa, untunglah kyu yg menyelamatkan soo.. >_<
    tambahin kyuyoung momentnya thoorr.. 😀
    next part'a ditunggu yaaa.. HWAITING.. 'O')9

  31. Yah lagi rame-ramenya kena serangan tbc mendadak 😦
    Keren thor lanjutkan 🙂
    Ditunggu next partnya

  32. Bagus,aku suka..kyu sudah memulai buka memori masa lalu ma soo..omo!mereka datang,untuk apa?bisa nggak yg dtng kyu doang..wkwk next

  33. kya kyuyoung moment ada jg akhirnya ;; thor idh penasaran bgt sm kelanjutannya hihi dipost cpt ya 🙂

  34. Ada apa dengan kyu? Kenapa dia tidak mw mengingat masa lalu nya,,? ()Hmmm ◦°◦º kasiaan soo,, harus pura2 tegar setiap liat kyu sama vict,,
    Ditunggu next part nya :’)

  35. Kyuhyun kok gk kasitw aja klo dya amnesia, kasian soo eonnie mesti sakit hati ngeliat kyu dgn vict…
    Huaaaaaa XD penasaraaan….

  36. annyeong !
    thor ini ff daebbak neomu neomu daebakk lanjut ya thor penasaran sama part 3-nya
    fighting thor! ^^

  37. Akhirx part 2nya dipublish!! \(´▽`)/
    Daebak chingu!! Kkk~
    Kyuppanya knpa mlih vict eonnie dbnding soo eonn T_T
    Tu parsel buat apa?? Prsaan blom hri raya ni -_-”
    Next part ditungguu,hwaiting! (ง’̀-‘́)ง

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s