[Vignette] Trap

Trap

 Trap

PG 16 |Hurt, Romance

 Fearimaway a.k.a KyuyoungCHILD

Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

2986 words

Plot and Poster originally by me

Recomended: Listening to Trap -Henry Lau and As the World Is Burning -The Cataracs.

“…Karena aku dalam sudut hatimu. Aku ingin menyentuhmu tapi aku dalam kegelapan hitam ini.
Aku terus menetap di tempat yang sama, di tempat itu…” Trap – Henry Lau

A/N:

Actually, this isn’t songfict enough. How can i tell?.. Just read!~ :3:3

Amsterdam, North Holland, March 2012.

.

Selalu begini.

Wajah cantiknya tak pernah gagal menarikku untuk selalu menatapnya. Aku tersenyum saat ia melambai-lambaikan bunga tulip kesukaannya di depanku. Aku tertawa kecil lalu berjalan lebih cepat mendekatinya yang sedang berjalan diantara ribuan bahkan jutaan tulip yang sedang bermekaran.

Salah satu taman bunga tulip di Keukenhof ini tidak pernah sepi pengunjung apalagi pada saat musim semi seperti ini. Orang berlalu lalang meskipun hanya sekadar melihat – lihat dan berfoto-maksudnya tidak ikut ambil peran dalam acara tahunan perayaan musim semi disini.

Aku memeluknya dari belakang sambil merapatkan jaket tebalnya. Sekarang musim semi, namun kulit asia kami langsung menyerap udara kelewat-dingin. Ia menggeliat geli.

“Kau ambil kesempatan dalam kesempitan.” Cibirnya. Aku tertawa lalu mengecup puncak kepalanya pelan. “Kau istriku, aku tidak berdosa akan itu.”

Sekali lagi ia mencibir. Aku pun melepas pelukanku. Ia kembali berjalan meninggalkanku untuk melihat-lihat bunga tulip. Terkadang, aku merasa telah menikahi anak-anak berwujud wanita berusia 23 tahun. Lihat sekarang. Bahkan aku tak pernah menemui raut wajah seperti istriku itu di wajah anak-anak yang sedang berkunjung kesini. Terus tersenyum lebar sambil memegangi tulip yang tertangkap retinanya.

Sudah ketiga kalinya kami kesini. Meninggalkan benua kelahiranku dan dia, lalu pergi berlibur –sebenarnya bulan madu yang ketiga kalinya- kesini, Belanda, negara favoritnya.

“Kyuhyun-ah, ayo berfoto disana.” Ajaknya membuyarkan lamunanku. Aku melirik arah yang ditunjuknya, stan berfoto menggunakan kostum tulip.

Aku menggidikkan suaraku saat ia dihadapanku.

“Menggelikan.” Desisku. Ia mendelik lalu menginjak kakiku pelan. Aku membuang muka sambil pura-pura memasang raut malas. “Shirreo.”

Tiba-tiba aku merasakan tanganku berat. Aku meliriknya, ternyata ia sudah mulai beraksi. Bersikap manis untuk membujukku.

“Oppa, ayo.” Ajaknya sambil tersenyum manis. Tuhan, kakiku lemas melihat senyumnya.

Aku berdehem lalu pura-pura berpikir. “Jangan lama berpikirnya, oppa. Kita kan jarang kesini. Apa salahnya kita mengambil kenang-kenangan?”

Kostum badut lebih baik daripada tulip. Aku tidak pura-pura, itu memang menggelikan. Tapi jika istriku yang satu ini meminta, apa alasan yang tepat untuk menolak permintaannya?

“Tapi aku mau kau memberiku hadiah setelah itu.” Ucapku sambil berusaha ikut bersikap manis. Senyumnya perlahan memudar namun ia kembali tersenyum aneh lalu mendekatkan wajahnya ketelingaku.

“Jangan memasang muka mesummu, aku tahu apa yang kau minta. Dasar ahjussi!”

Awalnya aku tersenyum karena ia tahu apa mauku. Namun perkataan terakhirnya..

“Ahjussi!?”

Kubilang apa, aku pasti melakukan apapun untuknya.

Tadi aku sudah bersedia memakai kostum tulip di stan yang ternyata berisi anak-anak semua (untungnya masih ada kostum bunga tulip yang berukuran besar) dan berusaha tidak membawa urat maluku saat para orangtua malah lebih fokus mengabadikan momenku memakai kostum ini daripada anak mereka sendiri.

Dan oh ya, ternyata dia menyuruh hanya aku yang mengenakan kostum itu.

Kuaduk greentea yang asapnya mengepul-ngepul ke udara. Sembari menilik raut kekenyangan yang mungkin saja muncul di wajah cantik istriku ini.

“Kau tidak kekenyangan?” Tanyaku meskipun aku tahu apa jawabannya. Yah, dirumah saja ia bisa memakan lebih dari porsiku.

“Aku sudah kenyang..” Tumben sekali. “Setelah lasagna milikmu masuk dengan lancar ke perutku. Hehehe.”

Aku mendecih lalu menggeser cheese lasagna kehadapannya.

“Setelah ini, apa kau mau menemaniku ke-”

“Sudah malam, sayang.” Potongku sambil menyeruput minumanku. Kulirik ia mendelik lalu kembali fokus pada makanannya. Aku hanya tersenyum tipis melihat kelakuannya.

Aku tersenyum senang saat ia menghempaskan tubuh mungilnya disampingku.

Gomawo.” Desisku pelan dengan nafas yang masih satu-satu. Ia mendecih lalu memeluk pinggangku erat. Aku tersenyum bahagia, ini adalah saat-saat paling menyenangkan untuk kami berdua.

Rambutnya terlihat lusuh. Matanya yang terpejam benar-benar menggodaku untuk mengecupnya. Setelah melayangkan kecupan ringan di kelopak matanya, aku merapikan poni-poni lembabnya. Hingga aku tersadar sesuatu.

Aku sedikit bergerak kesamping kiriku untuk meraih sesuatu diatasnya. Setelah itu, aku mendudukkan tubuhku.

Igo.” Gumamku lembut. Ia membuka matanya lalalu mengernyitkan keningnya saat aku menyerahkan paper bag berhias pita berwarna pink lembut kearahnya. Ia ikut mendudukkan tubuhnya.

Ige.. mwoya?” tanyanya penasaran. Aku tak menjawab dan membiarkan ia mengambil sesuatu dari dalamnya. Setelah beberapa detik, ia terlihat mematung melihat hadiahku untuknya.

“Kau tidak suka?” tanyaku khawatir. Sedetik kemudian, ia menatapku dengan mata berair.

“Ya..ya kau kenapa?” tanyaku panik lalu segera meraih kepalanya mendekati dadaku, menenangkannya.

Ia malah melepas tanganku dan memukulnya. “Aku terharu, bodoh.” Cicitnya sembari menilik sesuatu yang berkilau dari kotak merah itu.

Aku tersenyum senang. Aku kembali mendekatkan tubuhku lalu memeluknya.

“Kalau begitu, selamat ulang tahun buat pernikahan kita untuk yang pertama kalinya. Aku tak memohon apapun padamu selain membantuku melanggengkan pernikahan kita.”

“…”

“Aku mencintaimu, Choi Sooyoung. Eh, Cho Sooyoung hehehe.” Gumamku lalu berkali-kali melayangkan kecupan ringan ke rambutnya yang mengharum. Aroma jasmine dan lavender dari rambutnya seakan merebak dihidungku saat itu juga. Menenangkan.

“Aku-aku juga sangat mencintaimu, Kyuhyun.” Ucapnya pelan dengan suara bergetar. Aku mengeratkan pelukanku saat mendengar isakan yang berusaha ia tahan.

Aku mengangkat dagunya saat ia melepas pelukan kami. “Kalau kau menangis, kau kelihatan lebih cantik.” Godaku. Ia menatapku jengkel lalu menepuk keras bahuku.

“Appo.” Ringisku dengan manja. Ia menatapku ilfeel setelah mendengar suara aegyeo parah yang baru saja keluar dari mulutku. Sementara aku hanya terkekeh puas.

“Kalau begitu, kemarikan biar aku pasangkan.” Kataku. Ia lalu memberikan kalung itu padaku lalu memutar sedikit tubuhnya.

Kuangkat rambutnya lalu menyampirkannya ke samping, membiarkan leher belakangnya telanjang. Aku langsung melingkari lehernya dengan kalung itu lalu mengaitkan masing-masing pengait di belakang lehernya.

“Selesai.” Ucapku puas lalu mengecup lehernya pelan. Ia memutar tubuhnya kembali menghadapku sambil menatapi liontin berbentuk tulip itu dengan senyum terus-menerus.

“Kyu..”

“Apa?”

“Terima kasih.”

Aku tersenyum. “Sama-sama.”

Ia ikut tersenyum. Untuk beberapa detik aku merasa segala benteng egois dan tegasku seakan meleleh saat matanya melakukannya dengan mengunci kedua mataku. Hingga ia membuyarkan itu semua sambil tersenyum-amat-manis-sekali.

“Kyu, kalau begitu, aku juga punya hadiah untukmu.”

Aku mengernyit. Mengetahui kebingunganngku, ia mendekati meja kecil disamping kanannya lalu mengambil kotak kecil yang sama-sama berpita pink lalu menyerahkannya kepadaku dengan senyum yang sudah kubilang dapat melelehkan kepribadianku.

Aku membuka itu perlahan, entah mengapa jantungku berdegup saat akan membukanya.

Aku cukup membeku saat mendapati hadiahnya. Terlalu bahagia dan aku tak tahu bagaimana mengekspresikannya. Aku berteriak senang dan ingin bersujud pada Tuhan karena memberikanku kebahagiaan seperti ini namun itu hanya kulakukan dalam hatiku. Aku menatapnya dan ia sedang tersenyum lembut sambil menggenggam tanganku pelan.

“Aku hamil putrimu, Kyuhyun. 7 minggu.”

Tepat setelah itu aku menariknya kedalam pelukanku, lalu berulang kali melayangkan ciuman ringan pada pipi dan keningnya.

“Terima kasih. Terima kasih, Sooyoung-ah.” Bisikku lembut. Ia mengangguk dalam pelukanku.

Aku ingin bertemu Tuhan, dalam konteks berterima kasih padanya. Aku tahu sedari dulu aku mencintai Sooyoung. Ia mencintaiku. Aku sadar bahwa aku miliknya dan ia hanya dan akan terus menjadi milikku. Cho Sooyoung, istriku, dia milikku.

Incheon Airport, South Korea, April 2012.

.

Aku tak tahu terkadang ia mengesalkan, karena kapanpun ia terus terlihat menarik dimataku.

“Sooyoung-ah bantu aku.” Panggilku padanya yang berjalan di depanku.

Aku terlihat seperti babu-atau halusnya, sebagai asistennya- karena membawa tiga koper besar sekaligus. Tak lupa ransel besarku yang memenuhi punggungku.

Sedangkan ia?

Berjalan dengan kacamata hitamnya dengan tas Louis Vuitton keluaran minggu ini –katanya sih- yang baru ia beli kemarin malam, saat kami menghabiskan malam terakhir kami di Keukenhof di Outlet LV yang terletak disamping hotel tempat kami bermalam.

Kini, keramaian bandara Incheon membuatku susah menggeret koper kami, terhalang oleh orang yang berlalu lalang.

“Disini, Kyu.” Ucapnya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar. Ternyata dia telah menemukan taxi. Baiklah, setidaknya dia juga membantu.

Aku menatapnya pura-pura jengkel lalu memasukkan tas beserta koper ke bagasi lalu menyusulnya yang sudah masuk ke kursi belakang.?”

“Apa yang kau pikirkan mengenai liburan kita?” Tanyanya sambil menatapi jalanan yang bergerak semu. Aku memalingkan wajahku kearahnya lalu mencubit pipinya pelan.

“Tidak ada.” Ucapku singkat. Ia menatapku tak setuju sambil mengelus pipinya. “Pokoknya, jika kau mau mengajakku berlibur lagi, kita harus kesana lagi.” Keukeuhnya.

Aku terkekeh. “Memang siapa yang mau berlibur lagi?” Ledekku. Ia melotot lalu menyilangkan tangannya di depan dada. Aku melirik kedepan. Untung taxi ini diberi semacam pemisah antara kursi kemudi dan kursi penumpang. Sehingga aku tak perlu mendapati tatapan aneh dari supir taxi yang kira-kira seperti ini maknanya ; bagaimana bisa lelaki setampan aku memiliki istri kekanakan sepertinya. Hihihi. Memikirkannya saja membuatku geli sendiri.

“Kau tertawa?” Desisnya tak terima. Aku tersenyum menggoda padanya lalu melayangkan kecupan ringan di bibirnya. “Aniya, hanya sedikit terkekeh saja hehehe.” Baiklah, tawaku makin terdengar melihat kepolosannya.

“Tak ada jatah untuk 2 minggu kedepan.”

Aku kali ini sukses melotot. “HEH?!”

Busan, South Korea, June 2012.

Kali ini bulan memang sedang bersinar dengan indah-indahnya. Kuayunkan sedikit kakiku yang menjuntai ke bawah.

Kini aku duduk seorang diri di balkon. Sooyoung –istriku tercinta itu- entah kemana. Ia hanya pamit menerma telfon dari temannya namun aku tak tahu apa yang mereka bicarakan 30 menit terakhir.

Aku tersentak kecil saat pinggangku dilingkari oleh sepasang tangan mungil. Saking fokus memandangi langit, aku tak sadar kapan wanita yang satu ini duduk disampingku.

Ia menundukkan kepalanya membuatku tak dapat melihatnya. Kucoba untuk membuatnya menatapku namun dia malah menahan posisi kepalanya.

“Sayang, wae geurrae?” Tanyaku bingung. Ia menggeleng pelan dan mengeratkan rangkulannya. Aku yang masih bingung memilih ikut merangkul bahunya dengan sejuta kebingungan yang melandaku.

Akhirnya, setelah 10 menit, ia melepas pelukannya dan menatapku dengan senyum lebarnya. Namun, aku merasa ada yang ganjil dari senyumnya, senyum indahnya.

“Kau..sakit?” Tanyaku sambil menempelkan tanganku pada dahinya. Tidak panas sama sekali.

Ia menggeleng lalu tersenyum sendu. “Aku tidak kenapa-napa.”

Meskipun keraguan melingkupi otakku, aku berusaha untuk percaya lalu mendekatkan tubuhnya kembali padaku agar aku bisa kembali memeluknya.

“Kyuhyun-ah, kau mau anak kita diberi nama apa?” Tanyanya. Aku memutar otak, mencari-cari referensi nama bayi perempuan yang indah.

“Bagaimana kalau Cho Sooyoung?” Tanyaku bercanda. Ia menyikut perutku pelan. “Jika hari itu kau memanggil ‘Sooyoung-ah’ maka dua wanita cantik akan mendatangimu.” Paparnya sewot. Kuacak rambutnya pelan.

“Lalu, bagaimana jika anak kita tidak terlahir sempurna?”

DEG

Pertanyaannya cukup membuatku kaget. Kutatap ia yang sedang tersenyum sangat tipis ke pemandangan di depannya.

“Sayang, apa yang kau bicarakan.” Kataku tegas sambil melepas pelukan kami. Apa yang membuatnya berkata seperti itu?

Kulirik dari ekor mataku, ia sedang menatapku geli. Sedetik kemudian tangannya meraih kepalaku agar menatapnya. Sekesal-kesalnya aku padanya, pasti rasa kesal itu akan menguap jika dia sudah menarik bibirnya membentuk senyuman. Pasti.

“Yak aku hanya bertanya. Siapa juga yang ingin seperti itu. Aku janji tak akan memberikan anak yang tak sempurna padamu.” Ucapannya serasa menohok. Itu ucapan indah dan tak seharusnya sebersit sesak mampir kedadaku.

“Aku juga tidak apa-apa. Meskipun nantinya tidak sempurna, dia tetap anakku. Anakku dan kamu, anak kita.” Balasku. Ia tersenyum haru lalu menciumku ringan di bibir.

Aku masih diam saat ia melepaskan bibirnya. Beberapa detik kemudian dia kembali mencium bibirku lembut dan melepasnya saat aku tak membalasnya.

Ia menepuk keningku dengan raut sebalnya. “Lain kali aku tak mau menciumku. Itu ciuman terakhir dariku.”

Aku terkekeh meskipun sedikit heran dengan cemas yang ada.

Arra-arraseo. Algaesseumnida, nona!”

Setelah itu aku menariknya mendekat. Memegang pinggangnya pelan dan membawa ia dalam ciuman lembut milikku. Milik kami.

*****

Author’s POV

Shinan, Jeollanamdo, South Korea, June 2013.

.

Terlihat seorang lelaki memangku kepala wanita cantik yang memejamkan matanya tenang dan tampak cantik diantara bunga-bunga tulip tempat mereka berdua sedang berada.

“Sooyoung-ah, maaf aku tak membawamu ke Holland untuk musim semi kali ini. Namun sebagai permintaan maafku, aku membawamu kesini. Bunga tulip disini tak kalah bagusnya dengan yang ada di Lisse maupun di Keukenhof. Kebetulan aku menemukan daerah tulip ini, jauh dari keramaian. Aku tahu kau ingin kita hanya berdua disini kan? Hehehe.”

Kyuhyun, lelaki itu, menyibak rambut yang menutupi pipi hingga bibir istrinya itu. Ia menundukkan sedikit kepalanya untuk mencapai bibir merah wanita itu. Hingga dingin menyergap bibirnya, tiba-tiba airmatanya turun membasahi wajah Sooyoung.

“KYUHYUN!”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menghapus airmatanya lalu menatap sumber suara.

Sepasang orangtua yang tampak tambun dengan anak perempuan mereka mendekati keduanya. Tak membuat Kyuhyun bergeming sedikitpun dari posisinya.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Kyuhyun menatap ketiganya dingin. “Ayah, jangan berisik. Sooyoung sedang tidur.”

Lelaki yang dipanggil ayah itu kentara sekali menahan kesedihannya dan menggantikannya dengan ketegasan tak tercela sambil mengepalkan tangannya.

“Kyuhyunnie..” Desah ibunya berat.

Perempuan muda yang sedari tadi diam, tampak ambil bicara.

“Cho Kyuhyun, kau gila?! Ini sudah setahun kematian Sooyoung! Dan kau masih menahan-”

“SIAPA YANG MATI!” Bentak Kyuhyun keras. Ia memeluk wanita yang terbujur kaku dipangkuannya, mendudukkannya dan kembali memeluknya dengan erat. “Sooyoung tidak mati..” Katanya sambil tersenyum dan mengelus pelan dahi gadis itu.

Ibunya sudah menutup mulutnya, menahan isakan keras yang bisa saja keluar melihat kefrustrasian anak lelakinya itu.

Padahal Sooyoung memang telah mati. Meninggal. Jiwa yang berpisah dengan raganya. Atau apapun bahasanya itu.

“Aniya. Sooyoung tidak mati.. Sooyoung masih disampingku, memelukku. Sooyoung masih mengandung anak kami yang tak kunjung keluar menemani keluarga kami. Jangan ganggu kami. Ini adalah tempat kesukaannya. Kumohon jangan ganggu kami, Ayah, Ibu, dan Noona.. Kumohon..”

Ia menangis lalu tersenyum, dan seterusnya. Ia tak pernah menganggap wanitanya itu meninggal. Jiwanya pergi sebentar, ya, hanya itu.

Kenyataannya Sooyoung pergi menemani Tuhan diatas sana, dengan penyakitnya yang bahkan tidak diketahui jenisnya oleh dokter hebat sekalipun.

“Apa ia tidak pernah memberi tahu kalian? Dia sudah mengalami penyakit ini sejak berusia 19 tahun.”

“Aku mengenalnya sedari kecil, dia tak pernah mau menyusahkan orang hingga kedua orangtuanya meninggal ia tak pernah memberitahu perihal mengenai penyakitnya ini.”

“Tadi malam aku menelfonnya, memberitahunya agar lebih baik menggugurkan kandungannya karena penyakitnya sudah komplikasi dan rahimnya tak cukup kuat untuk menjadi tempat bergantung sebuah nyawa.”

“Dia menolak keras. Aku katakan bahwa kemungkinan jika ia mempertahankan kandungannya adalah kelahiran anak yang cacat atau ia sendiri yang kehilangan nyawanya.”

“Tim kami belum bisa mengklaim penyakit yang ia derita.”

“Peraliran darah menuju otak dan sarafnya mengalami gangguan. Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia mengidap penyakit Stroke karena riwayat kesehatannya tak mencatat bahwa ia pernah mengalami Hipertensi atau Diabetes. Dan dia….”

Perkataan-perkataan uisa saat malam setelah malam mereka menghabiskan waktu memandangi bulan itu terngiang-ngiang di telinga Kyuhyun. Betapa lontaran dengan nada pelan itu menampar Kyuhyun keras-keras. Betapa itu dapat membuat Kyuhyun nekat memohon hingga berlutut pada dokter agar tetap memasangkan alat-alat medis untuk istrinya meskipun itu takkan mengubah apapun. Hingga ia ingat dimana setahun terakhir ia memperlakukan istrinya bagaikan wanita itu masih bernafas dan menemaninya menjalani aktifitas. Dan setahun kematian wanita itu tepatnya hari ini membuat ia nekat membawa lari istrinya itu diam-diam ketempat ini.

Semuanya. Semua yang sekarang terngiang di kepala Kyuhyun membuat otak dan hatinya terasa pecah dan hancur. Pedih dan tak tertata lagi.

“ARGHH..”

Hingga Kyuhyun merasakan sesuatu menusuk tangannya lalu kehilangan kesadarannya sendiri.

Amsterdam, North Holland, July 2013.

.

Kyuhyun memelankan langkahnya sembari menerma terpaan angin sejuk yang satu-satu munculnya.

Musim semi baru berakhir. Bunga tulip tak seindah sebelumya. Namun meski begitu, bunga tulip yang ada di genggaman Kyuhyun jauh lebih segar bahkan daripada yang baru saja mekar.

“Hai, sayang. Apa kabar?”

Ia menjongkokkan tubuhnya, mendekat pada satu diantara beribu nisan yang memenuhi Aamersfoort Cemetery yang sedang sepi dan tenang ini.

Ia meletakkan tulip yang ia bawa keatas makam yang mulai ditumbuhi rumput hijau tersebut.

Lelaki itu memilih memakamkan Sooyoung di Amsterdam, tempat mereka berdua bertemu untuk pertama kalinya dalam kunjungan mahasiswa, tempat mereka berdua selalu menghabiskan bulan madu, tempat dimana namanya terus diimpi-impikan gadisnya, tempat dimana cinta sesungguhnya tergambar diantara keduanya.

Kyuhyun tersenyum getir. “Maafkan aku menguburmu. Apa kau kesepian disana? Mianhata.”

Susah payah lelaki itu berusaha menahan tangisnya, namun tak pelak airmata itu jatuh juga.

“Sooyoung-ah, apa kau menjaga anak kita dengan baik?”

Angin terus menerpa lelaki itu hingga ia merasa tubuhnya lemas dan terduduk di tanah.

“Sooyoung-ah, aku mencintaimu.”

Seperti ada lullaby yang mengalun, lelaki itu tertidur disana. Memegang nisan serta menggenggam tulip yang diperuntukkan untuk istrinya yang paling ia kasihi dan ia cintai, Choi Sooyoung.

Tertidur,

untuk selamanya.

Angin tak berhenti bertiup. Kali ini, setelah meniup nyawa seorang Kyuhyun, sebuah kertas lusuh keluar dari saku pria itu. Kertas yang membuat lelaki itu bertekad akan tinggal disini dan memakamkan istrinya disini.

Terbang dengan kunang-kunang yang menjemputnya.

.

June, 2008.

Dear diary,

Aku ingin pergi ke Belanda bersama Kyuhyun. Jika kami sudah menikah nanti, aku ingin kesana. Tinggal berdua dengannya. Menghabiskan hidup kami diantara ribuan tulip. Pagi hari aku akan mengadakan Koffietijd (pesta minum kopi) berdua dengannya. Memakan Vlaai buatanku yang kelewat manis dan ia akan menertawakanku. Bukankah itu indah?

Dan di penghujung usia kami nanti, aku ingin makam kami bersebelahan, di pemakaman umum sederhana yang damai bernama Aamersfoort. Pemakaman yang hijau dan dikelilingi oleh ribuan tulip, bunga lambang cintaku untuknya.

Terima kasih untuk semuanya, Kyuhyun. Ayo, lakukan keinginanku bersama sama!^^

Note : Meskipun kau takkan pernah tahu keinginanku karena aku tak mengizinkanmu membaca diariku, kkk<3

.

FIN

Akhirnya akhirnya akhirnyaaa hahahaha xD

Keinginanku buat ngepost fanfiksi terlaksana juga :’)

Berapa banyak coba draft fanfiksi aku yang setengah-setengah? Bejibun.. Dan biasanya aku lanjutinnya ntar kalau udah dapet ilham :’)

Kemarin aku iseng nontonin Trap-nya Henry sambil mantengin lirik. Aku baru sadar kalau lagu itu sebenernya luar biasa ‘galau’nya… <///3

Dan tiba-tiba *bimsalabim* terciptalah ini😀

Disini aku juga ngangkat latar dari negara kincir angin :3

Keukenhof bikin naksir euy, rasanya pengen ditendang paus di iklan Good Day pada musim semi kesana aja terus jatuh deh dihamparan tulip berwarna warni. Asiikkk xD *khayal*

Maaafkan atas segala typo yang ada, kegajean aku dalam membentuk alur cerita, dan semua fakta yang nantinya melenceng karena ini hanya fiktif belaka ^^

Terima kasih!

Leave your response^^

110 thoughts on “[Vignette] Trap

  1. elvi says:

    Awalnya manis…
    Tapi rupanya soo udah meninggal..
    Cinta sehidup semati..
    Nyesek bacanya…
    Akhirnya kyuppa nguburin soo..

  2. safitri agustina says:

    aaaahhh keren bgt
    bener-bener cinta sehidup semati

    keukenhof emang keren bgt chingu
    pertama kali liat tu taman taun lalu trus bawaannya pengen main kesana tapi sayang, ngga punya duit😀 #curcol

  3. DFdeananda says:

    Feel dapet banget D”:
    Berhasil buat air mata *tanggung jawab kamu thor🙂
    Next ku harap buat yang hapend ya ;;)

  4. SPARKYUHYUN☺♥ says:

    Hiks hiks, sedih bgt ff nya… Walau pun sad ending tapi ff mu ini bagus kok thor!! Ditunggu ff yg lain yaa^^
    Hwaiting!!^^

  5. inetta says:

    huaa……! sedih banget *hiks…* sampai bikin nangis beneran, huaa…..!!! enaknya sooyoung, kyuhyun tetap setia *hiks…* daebak….. author!

  6. Dek apa2an sih kok bikin orang pengen nangis? Siaaal si cho kyuhyun disini setia banget. Ceritanya manis dan gue ga nyangka akhirannya bakalan ngejlebbb X> but it’s okay, cintanya kyuyoung sehidup semati ini<3

    lanjutkan rim karya2mu, you know I'm one of your fans kk

  7. yhuree says:

    Wuuaaaaahhhhh~awalnya begitu indah tapi akhirnya bikin nyesekk!!😥
    Soo eonnie mengorbankan dirinya demi anak mereka
    Hikksss….hhiikksss…

    Namun, mereka tetap bersatu d alam sana
    D alam keabadian o:)

    Daebak chingu
    D tunggu FF lainnya😉

  8. msh gak nyangka ternyata soo meninggal, apalg waktu dia hamil TT___TT
    tanpa sadar pas baca tiba2 air mata ngalir dr samping mata.
    kenyataan pahit yg hrs diterima kyu stlh momen2 manis dia sama soo di belanda

  9. giyongchee says:

    Jujur saya pernah ke Amsterdam dan disitu indah banget. Sumpah thor, ceritanya dalem bgt;”)

  10. Rosse says:

    saya g pernah ngerasa loh Belanda se galau itu sblmnya, jujur aj feel nya ngbawa saya masuk dalam cerita. so deeply, saya kdng g bs mnylhkn klo dlm knyataan ad orng sprti krna scara psikolog itu wajar adanya. anyway fiction yg bagus n soulnya bs ngbawa saya masuk dlm crta. good job

  11. acely says:

    huwa.. sedih eonn ff x, btw, MV nya henry yang trao itu menurut ku kece banget lhooo. lagu x gila asyik bnget

  12. reginamegavinliya says:

    jadi ini kyuppa meninggal di makam syoo eon??omg sad bgt sumpah,,tapi daebak ffnya..ditunggu karya karya selanjutnya thor. . .hwaiting

  13. Pyo says:

    Whooaaaaa *prok prok prok…
    Ga papa cerita.y sedih.. Yg jeLas ending.y tetep KyuYoung n ga pake embeL” org ke-3..
    Daebak thor..!!!

  14. Nure' soomappiasse says:

    Berhasil,
    berhasil,
    hore *dora verSioN.

    Berhasil bnget bwat aqu galau thor . . Tp asyik endx tetep kyuyoung. .
    Before story doNg thor, wakt mreka pertma kali ketemu d hollan. . Ya, ya, ya🙂

  15. ige mwoya.. kenapa sad ending..😥

    tapi sumpah ini keren banget thor, aku tersentuh bacanya,, trus feel nya dapet banget…

    di tunggu ff lainnya thor..🙂

  16. SilviAryanti says:

    huwaaaa ne knpa ending nya jd bgni,huwaaaa ksian kyu nya nyesegggg bngttt akhhh author tanggung jwab bliin ak tisyu
    #plakkkk
    ya allah soo blm smpet lahirin anaknya tp dh mninggal,huwaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  17. vina says:

    Huaaaaaaaa sedih..sedih..sedihhh
    Cinta kyu ke soo itu dalam bgt, romantiss, tp sayang mereka harus meninggal
    Overall kereeeeenn thorr

  18. NRG ''mine'' says:

    ,,,pas baca jdul udh ngira klo bkl sadend tpi pas dah bca crita bingung sndiri kq gk ada menjurus ke sadend,,,udh d’tngah2 kbwa ma alur crita jdi udh ykin klo bkl happyend,,,eh ternyata diakhir2 mengejutkan mpe cengo sndiri,,,,keep write chingu,,,,,,fighting

  19. Astaga aku kira ff ini bakal happy ending tau2nya endingnya malah gini, huweee😥 kyu cinta bgt sama soo sampe2 dia terpuruk kayak gitu, sumpah ffmu daebak bgt thor! Aku suka!!
    Ditunggu karya lainnya🙂

  20. ChoChoi45 says:

    dari awal ampe akhir aku cmn bisa cengo, gilagilagilagila ini keren BANGET!!! minta sequel waktu mereka ktemu disurga gitu..!!

  21. Choi Hyun Ah says:

    Daeeeeebbbbbbbaakkkkkkkk!!!
    Tapi, ada satu kritikan dari saya. KENAPA FF INI NGGAK JADI HAPPY ENDING? Uweeeeeeee~ T_T
    Sumpah, mataku berkaca2 waktu baca ini. Mau nangis. Ah, mulai lagi deh penyakit cengengku. NYESEEKKKK!
    But, di surga nanti Kyuyoung bersatu lagi, kaann? Syukurlah, hehe~
    Keep writing~

  22. y ampun daebak dech…nyesek bgt dech sumpah!!
    kasian kyu ditinggal mati soo dan anakny yg bhkn blm lahir ke dunia.
    next ff seru qu tunggu y thor…gomawo O(∩_∩)O
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  23. safira faisal says:

    uuh sedihnyaa😦
    tapi si kyuhyun meninggal juga? Gara2 kenapaa? Uh tapi keren banget ff nyaa^^

  24. Woah, it’s amaizing >O<
    Btw kyuppa kenapa tuh? Dia juga meninggal yah? Hiks, hiks… Sedih banget pas ngelihat kyuppa tetap mempertahankan soo eonnie walau ia sudah tidak ada😥

    Lanjut dengan ff lain chingu🙂

  25. Nadinecindyazzahro says:

    Entah aku mw komentar apa,

    pas slesai bca gug tw apa yg mw d komen, syok thor!
    D bagian awal yg sngat romantis tnpa d sdari trganti dgn kisah sdih dan miris.

    Karakter Kyu dsini sngt aku suka,
    andai aku yg jd soo bkal sneng seumur hdup! Siapa sih yg gug sneng wlau dah mati tp sllu d cintai?

    Aku prnah dnger lgu trap x henry,
    tp blom download. Pnsran jg ama liriknya.

    Daebak deh buat authorx!

  26. Rim, ini kamu? Duh aku udah ngira dari awal kalo bakal sad ending, tapi ini keterlaluan >< Nyedihin banget iihhh. Oya, alurnya a bit too fast, tapi it's okay lah😀

  27. sri murdhaningsih says:

    Author abis kata fin malah ketawa ketawa, aku yang nyesek disini tauga -_-
    Bagus ffnya ^^

  28. sumpah nangis bacanya!!! gg nyangka klu soo itu pnya pnyakit dan kyu sgtunya smpe2 bwa soo ke ladang bnga tulip pdhal nyawa soo udg gg ada!!! sumpah ini bkin aku galau!!!

  29. Choi_Reni407 says:

    Kyaa.. Ternyata kyu gak rela soo mati.. Aigoo.. Cinta kyuyoung gak akan ada yg memisahkan meski soo udh mati duluan.
    Daebak thor *^^*

  30. Pingback: Our Story
  31. Omo ngs bacanya… Hik hiks… Da nyangka klo crtnya soo disni harus mati.. Aku kirain hanya anaknya yg ga sempurnA.. Ternyata malah opsi kedua.. Soo meninggal.. Utg kyu da gila lama2..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s