Posted in Humor, Romance, Sad

[Series] Till The End

Title                : Till The End [ Chapter 2/ ]

Author                        : xian-ssi | @gsexian_

Main Cast       : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Seo Joo Hyun

Other cast       : Choi Siwon, Kim Hyoyeon, Shim Changmin

Genre              : Humor, Romance, Sad

Length             : Series

Rating              : 15

Note               : FF ini dapet inspirasi dari novel yang saya baca. Komentar dan Kritik/Saran sangat diperlukan. Oh iya maaf kalo pengolahan katanya kurang baik. Aku masih pemula wkwk.  Lagi maaf juga kalo ceritanya ngebosenin. Jikalau/? Ditemukan typo ya maaf .  Maklumin aja keturunan dari Donghae /wht. Oke Talk Less Do More! Happy Reading~

Plagiarsms are prohibited

 

 

Sooyoung POV

“Mana dia?” tanyaku sedikit tak sabar pada yeoja disebelahku ini. Saat ini aku maksud ku kami –Aku dan Hyoyeon- tengah berada disalah satu lorong universitas kami. Lebih tepatnya lorong yang satu-satunya menjadi jalan keluar dari ruangan yang dihuni Eunhyuk dkk.

“Mungkin..sebentar lagi” sahut Hyoyeon dengan santai. See? Dia bahkan berperilaku seolah-olah tidak ada yang terjadi dan jangan lupakan, dia bahkan sibuk dengan ponselnya.

Kim Hyoyeon…

“Masih lama?” geram ku sambil meremas-remas tanganku sendiri. Sebenarnya melakukan ini bukan karena Hyoyeon hanya saja ini suatu kesempatan. Hei.. Pelampiasan, akhir-akhir ini orang-orang disekitarku selalu saja membuat kesal. Apalagi mengenai perjodohan konyol itu.

“Kurasa tapi mung- Oh oh Sooyoung-ah itu! Dia Eunhyuk” tepuknya keras pada pundakku. Segera kutorehkan kepalaku dan aku melihat 3 Namja.

Kurasa aku asing dengan 2 wajah namja-namja itu selain Eunhyuk, dia temannya atau bukan itu bukan urusanku. Sebenarnya namja yang tengah asik bersenda gurau dengan Eunyuk aku sedikit pernah melihat wajahnya dan tidak begitu asing dibanding namja satunya.

Kuhampiri dan mengambil posisi menghalangi mereka bertiga dengan pandangan datar setelah sebelumnya Hyoyeon pergi meninggalkan ku. Itu bagian dari rencana dia.

Dua orang menatapku dengan pandangan tidak terima dan memintaku untuk menyingkir, sedangkan yang satunya lagi hanya menatapku tajam.

“Nona bisa kau menyingkir?” tanya namja yang dari tadi menatapku tajam.

“Benar. Bisa kau menyingkir?” tanya namja satu lagi yang menurutku paling pendek diantara mereka bertiga.

Aku menghiraukan mereka dan menatap pandangan tak terima ke Eunhyuk. Tokoh utama. Playboy.

Mungkin Eunhyuk tidak asing dengan ku dia sedikit mengalihkan matanya menolak bertatapan denganku. Masa bodoh, aku disini untuk membalas dendam.

“Nona?”

“APA?!” balasku berteriak kepada namja bertubuh tegap namun tinggi. Mereka bertiga berbeda. Namja bertubuh tegap dan tinggi rambutnya berwarna coklat dan sedikit keren. Hanya sedikit.

Sedangkan namja paling pendek diantara mereka (yang wajahnya sedikit tidak asing bagiku) bertubuh tegap namun memiliki postur yang lumayan. Dia keren menurutku dibandingkan dengan Eunhyuk dan namja –bertubuh tegap, tinggi dengan rambut kecoklatannya- yang aku tidak tahu namanya.

“Kau. Eunhyuk-ssi. Aku ada urusan denganmu . Ini bersangkutan dengan Hyoyeon sahabatku, kau berselingkuh kan? Hahaha sudah kuduga kau itu playboy tingkat rendah” kataku dengan nafas yang cukup terengah. Eunhyuk hanya diam dan terlihat salah tingkah.

“Tubuh cungkring mu akan semakin cungkring jika kau tidak menyingkir dan menghentikan omelan tidak bermutu itu” sahut sebuah suara dengan nada dingin. Namja itu namja dengan tatapan tajam namun menusuk.

“Aku tidak ada urusan dengan mu tuan” balasku sengit. Berusaha menghiraukan nya.

“Nona, jika kau ada urusan dengan teman kami” kali ini gantian namja keren. Ah aku baru ingat namja pendek itu Lee Donghae. “Bisakah kami pergi? Kami ada urusan mendadak” tanyanya dengan sopan.

Ahh Lee Donghae. Dia sopan.

Aku tidak menjawabnya dan kembali memusatkan pandanganku ku arah Eunhyuk.

Segera kuangkat tangan kananku hendak menampar Eunhyuk sebelum sebuah tangan menahanku disusul sebuah suara.

“Seorang perempuan melakukan kekerasan di kampus.” Dari nada bicaranya kutangkap remehan dari nya. Dia lagi, tidak puaskah dia mengatakan aku cungkring?

“Lepas” desisku tajam.

“Marcus. Lepaskan, dia perempuan” Donghae kali ini menyahut. Namja yang dipanggil Donghae sunbae tadi bukannya melepaskan ku malah tetap pada posisinya. Sejenak matanya melirik Eunhyuk yang ada disisi kanannya entah apa maksud dari tatapan itu, tapi…

Eunhyuk segera lari, kabur ah dia kabur.

“Sialan! Lepaskan” bentakku.

Donghae menatap kami –Aku dan namja yang dipanggil Marcus- ini dengan pandangan tak mengerti. Sedetik kemudian senyum geli terpasang diwajahnya dan segera dia berjalan santai meninggalkan ku dan Marcus.

“Sial. Lepaskan aku Tuan Marcus yang terhormat” aku berusaha menyentakan tangannya yang menggengam tanganku cukup kuat. Namja ini…

“Kau lucu” balasnya tanpa menghiraukan kata-kataku sebelumnya. Kalian tahu? Kurasakan wajahku memanas.

Tuhan..

“Berhenti menggombaliku tuan. Sekarang bisa kau lepaskan aku?”

“Tidak”

Aku muak “LEPASK-“ ucapan ku terputus setelah ada sesuatu yang membungkam ku lembut, dan sedikit basah.

Aku tertegun. Shock. Terkejut. Membatu- ah Sooyoung! Lakukan sesuatu.

Ini.. ini tidak benar. Se-seharusnya aku membalaskan dendam ku pada Eunhyuk tapi namja ini Marcus dia me-mengecup bibirku

Kudorong tubuhnya hingga ia mundur beberapa senti dariku. Ia tersenyum menyeringai dengan tangan yang mengusap bibirnya dengan pandangan menggoda-ku. Dan dengan santainya ia meninggalkan ku

“Kuharap dengan begini. Kau bisa mengontrol mulutmu dan lupakan masalah bodohmu dengan Eunhyuk” ucapnya datar saat ia menghentikan langkahnya sebelum meninggalkan ku.

Aku masih terlalu sulit untuk mencerna ucapannya. Entah kenapa setelah apa yang dia lakukan padaku aku sedikit kehilangan sarafku.

Mengerjap kan kedua mataku. Tiba-tiba sebuah tepukan menyadarkanku.

“Sooyoung-ah. Gwaenchana?” tanyanya sedikit khawatir.

“KIM HYOYEON!!” teriak ku dengan cukup frustasi.

Dia sempat terkejut beberapa saat “Aku.. hahahaha” sial dia malah tertawa dengan keras.

Aku berjalan meninggalkannya dengan amarah dan kekesalan memuncak. Balas dendam kali ini GAGAL. Kurasakan Hyoyeon mengikutiku.

“Kau tahu? Aku sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Marcus sunbae tadi padamu” dia mensejajarkan langkahnya denganku. Aku tidak peduli.

“Kau bukannya menolongku. Tertawa? Teman macam apa kau?” balasku cepat

“Dan seharusnya kau juga ikut kesal karena rencana mu ini GAGAL . Perlu ku tekankan lagi GAGAL Kim Hyoyeon” tambahku.

“Oke. Oke” ia mengibaskan tangannya “Rencana ku gagal aku ikut kesal. Tapi melihat kau dan Marcus sunbae tadi membuat kekesalanku menguap” lanjutnya.

“KIM HYOYEON!!” Lagi-lagi aku berteriak. Masa bodoh dengan tatapan orang yang melihat ini. Toh aku yakin kampus sudah mulai sepi.

Ia hanya memberikanku senyum 3 jarinya dan segera meninggalkan ku dengan berlari. What the….

 

 

 

 

Author POV

Sooyoung menjatuhkan tubuhnya disofa didalam kamarnya. Hari ini hari tersial setidaknya itu menurut Sooyoung sendiri. Kepalanya terasa pening atas kejadian tadi sore yang menimpanya. Hyoyeon yang duduk disebelahnya mengguncang-guncang bahu Sooyoung.

Saat ini Sooyoung dan Hyoyeon tengah berada dirumah Sooyoung tepatnya dikamar. Ada beberapa tugas yang harus mereka kerjakan.

“Lupakan kejadian tadi Sooyoung-ah” nasihat wanita berambut pirang.

Sooyoung menatap sekilas wanita disebelahnya “Melupakan?” tanyanya ulang.

Hyoyeon hanya menganggukan kepalanya santai sambil menikmati cemilan yang disediakan Sooyoung.

“Dia mencium ku Kim Hyoyeon. M-e-n-c-i-u-m-k-u”

“Apa.. kau akan balas dendam padanya?” sedikit nada ragu terselip dalam ucapan Hyoyeon.

“Ya.” Jawab Sooyoung mantab.

“Tapi.. Sooyoung-ah kau tidak tau apa-apa tentang dia”

Sooyoung menghela nafas. Benar juga ucapannya . Ada pepatah mengatakan ‘Kenali musuh-mu sebelum berperang’

Kau bodoh Sooyoung-ah runtuk Sooyoung kepada dirinya sendiri

Hening sesaat.

“Hah.. lupakan tentang itu. See? Tugas kita bahkan belum kita sentuh dari tadi dan itu gara-gara kau Choi Sooyoung”

“Aku? Kau juga” sewot Sooyoung.

“Tapi…” Hyoyeon menyaut dengan sedikit nada penasaran. “Kau, bukankah itu tadi first kiss mu?”

Sooyoung mendesah cukup gusar. “Ya.”

“Dan namja sialan itu yang mengambilnya”

“Kurasa ia akan melakukan hal yang lebih.. Yah kau tahu kan Cho Kyuhyun itu orang yang cukup licik”

GLEKK. Sooyoung menelan ludahnya, benar saja bisa jadi Cho Kyu..

Wait! Mwo? Cho Kyuhyun?!

“Bisa kau ulangi? Tadi.. tentang namanya”

Marcus? Cho Kyuhyun? Apa hubungannya?

Kepala Sooyoung yang sebelumnya pening kembali terasa pening lagi. Bingung. Ia benar-benar bingung.

“Hah? Oh.. Dia Marcus Cho baru pindah di Universitas sekitar 3 bulan yang lalu. Yang aku tahu dia sebelumnya tinggal di Jepang selama 4 tahun. Dia lebih suka dipanggil Marcus dibanding kan Kyuhyun. Wae?”

Keringat dingin mulai menetesi dahi indah Sooyoung.

Tidak. Tidak yang bernama Cho Kyuhyun itu banyak. Aku yakin dia orang yang berbeda

“Kau tahu Sooyoung-ah? Dia Marcus calon penerus Cho’s Corp. Putra Pewaris Cho’s Corp” lanjut Hyoyeon dengan sedikit nada dilebih-lebihkan.

“Mwo?! Ch..Cho Kyuhyun? Dia Putra Pewaris Cho’s Grup?”

“Ya. Wae? Kau menyukainya? Ahoy sudah ku kira”

Sooyoung menghiraukan ucapan Hyoyeon. Pikirannya semakin kalut.

Frustasi. Benar-benar diluar dugaanku, menjalin hubungan dengan Putra bungsu mereka sama saja mendorong ku kedalam jurang gelap. Dan mati perlahan-lahan disana. Membusuk. TIDAK!  Pikir Sooyoung.

 

 

***

 

 

Sooyoung POV

Tuhan..

Bisa kau ubah rencana mereka tentang perjodohan itu?

Hari ini hari libur sejuta umat. Minggu.

Pagi yang mendung dan berkabut, kutarik selimutku hingga menutupi batas leherku. Aku ingin menikmati hari libur ini dengan tidur sepuasnya diranjangku. Kurasa aku akan melakukan protes dengan mogok makan dan mogok beraktivitas, aku akan terus berdiam diri dikamarku. Siapa suruh mereka terus saja membahas soal perjodohan sialan dan konyol itu?

Apalagi dengan info yang aku dapatkan dari Hyoyeon kemarin. Cho Kyuhyun?

Tuhan apa jadinya jika aku menikah dengannya?

Terdengar pintu kamarku diketuk. Aku semakin membenamkan kepala ku kebantal dan menutup telingaku seolah-olah tidak mendengar apapun.

Clek. Kudengar suara pintu terbuka.

Lanjutkan rencana mu Sooyoung-ah

Aku berpura-pura tidur lelap. Tiba-tiba sebuah tangan menyentuk telapak kakiku dan tiba-tiba menggelitikinya “Ahahahaha.. hentikan” aku bangun dan terkikik geli dengan apa yang dilakukan orang itu.

“Oppa! Ini benar-benar kau?” seruku tak percaya, kalau yang menggelitiku adalah Siwon Oppa, kakak laki-laki ku satu-satunya orang yang kuyakini akan membelaku.

“Terkejut?” ucapnya sambil merentangkan tangannya seolah memberiku kode untuk memeluknya.

Dengan segera aku bangkit dari ranjang ku dan memeluk Siwon Oppa dengan cukup erat. Ah.. aku merindukannya. Sudah lama dia tidak pulang ke korea, dia terlalu sibuk dengan cabang perusahaan Appa di Jepang.

“Oppa..”aduku.

Kau terlihat manja jika seperti ini Sooyoung-ah

“Wae?” jawabnya dengan sedikit heran.

“Appa, Eomma mereka jahat. Apa mungkin aku anak tiri mereka?”

Sebuah jitakan cukup keras mendarat dikepalaku. Aku meringis.

“Appo!”

Kulepas pelukan itu dan segera aku memasang wajah cemberutku.

“Mereka. Appa dan Eomma itu sayang padamu. Jangan pernah berkata seperti itu lagi. Dan, apa yang mereka lakukan untukmu itu demi kebaikanmu juga youngie”

Kutatap Siwon Oppa kesal. “Jadi? Kau sudah tahu tentang perjodohan itu?” Dia hanya mengangguk.

“Dia orang baik Youngie.” Terdengar sedikit nada ragu dari ucapan namja yang lebih tua 4 tahun diatasku.

“Baik?” Ulangku dengan volume yang kunaikan beberapa oktaf.

“Ya.”

Aku segera mendorong Siwon Oppa keluar dari kamarku. Dia cukup menurut kali ini. Kurasa dia tahu bahwa aku butuh waktu untuk sendiri.

Baik? Dia bahkan namja brengsek yang berani-beraninya menciumku!

 

Laksanakan rencana B Sooyoung-ah!

Kyuhyun POV

Suasana kafe yang aku datangi saat ini cukup sepi. Kurasa karena cuaca yang tidak bersahabat.

“Ini pesannanya tuan” Suara seorang pelayang cukup menganggetkanku.

Aku hanya mengangguk dan memberikan seulas senyum tipis. Pelayan itu membungkuk untu mengundurkan dirinya.

Kulihat sepasang sejoli dengan berciuman diluar sana. Kurasa itu trik namja untuk mencari kesempatan dalam kesempitan. Mengerti maksudku?

Tentang berciuman, aku jadi teringat dengan kejadian sore kemarin. Sedikit terkekeh mengingatnya.

Hei jangan salah paham dulu. Aku melakukan itu karena dia begitu cerewet dan entah kenapa difikiranku hanya ingin menggodanya dengan ciuman itu.

Kuusap bibir bagian bawahku. Hmm kurasa kejadian kemarin ada untungnya.

Segera kunikmati segelas vanilla late ku sambil memandangi pemandangan diluar sana. Karena saat ini posisiku sedang dipinggir dekat dengan jendela luar.

Ponselku berdering menandakan ada panggilan masuk

Abeoji Calling..

“Yoboseyo?” mulaiku.

“…..”

“Aku? Dikafe.”

“…..”

“Kuusahakan, dan soal perjodohan itu.., ah lupakan”

“…..”

“Aku tidak membatalkannya abeoji. Hanya saja saat itu aku benar-benar sibuk”

“…..”

“Hm.. perlu kujemput?”

“…..”

“Annyeong.”

Segera kuakhiri panggilan telepon dari Abeoji. Kepulangan ku ke Jepang kukira akan membawa kabar baik bagiku, ternyata justru satu masalah datang. Perjodohan.

Jujur aku menolak perjodohan itu. Aku sudah punya seorang gadis incaranku.

Tapi…

Sudahlah.

Menolak diawal tidak selalu baik. Kurasa akan sedikit mengejutkan jika aku menolak nya saat ditengah-tengah?

Pandanganku tertuju pada yeoja yang cukup menarik perhatianku dari jendela kafe ini. Segera aku bangkit berjalan menuju kasir dan segera membayar pesananku.

Setelah itu aku keluar dan membuntuti yeoja itu lagi.

Nona.. kita bertemu lagi

 

 

 

 

Sooyoung POV

Segera berlari kearah pintu dan menguncinya kudorong juga sebuah meja untuk menahannya. Segera ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka, tidak ada waktu untuk mandi, setelah itu mengambil tas dan memasukkan beberapa potong helai pakaian. Kusambungkan seprai dan selimut untuk kujadikan tali, -setelah panjang- kutalikan ke pagar begi beranda kamarku lalu perlahan turun kebawah menggunakan tali itu.

Celigukan memeriksa keliling Aman Sooyoung-ah  segera berlari sambil mengendap-ngedap pergi keluar menuju gerbang untung saja Paman Han tidak ada dipos tempatnya. Kurasa dia sedang didalam.

Mengatur nafasku yang terengah-engah. Setelah benar-benar berhasil keluar, aku segera berlari keluar dari kompleks perumahan menuju halte bus.

Kurasakan ada seseorang yang mengikutiku

Jangan bilang mereka mengikutiku panikku

Kupercepat langkah kakiku dengan sedikit berlari. Aku rasa seseorang yang mengikutiku juga mempercepat langkahku.

Segera kubalikan tubuhku dan menghadap orang yang mengikutiku.

“Kau!” bentakku.

Dia hanya tersenyum manis yang dibuat-buat. “Hai. Nona”

 

 

 

 

 

 

Disinilah kami sekarang dikantor polisi. Kami –Aku dan Kyuhyun- duduk bersampingan dengan polisi paruh baya dihadapan kami yang tengah sibuk mengetik dikomputernya. Ia menghentikan kegiatannya dan menatap kami bergantian. Aku melirik sedikit pada Kyuhyun atau Marcus atau apalah itu aku tidak peduli, Ia tengah sibuk dengan ponselnya, apa dia sedang memberitahu orang tuanya? Jika benar hahaha berarti dia manja.

Masih kesal dengan kejadian sial yang kualami setiap bertemu dengannya

 

Flashback

“Hai Nona”

Aku menghentakan kaki ku kesal. “Mau apa kau?”

Kulihat namja dihadapanku ini tersenyum aneh “Hanya bertemu denganmu. Hmm kurasa kita berdua berjodoh” katanya dengan santai.

Apa ? Berjodoh? Tuhan cabut nyawaku sekarang atau beri aku kekuatan bisa mengendalikan api seperti Suko dalam film The Legend Of Ang supaya namja dihadapanku ini lenyap dalam sekali gerakan tanganku. Hangus.

“TIDAK DAN TIDAK AKAN PERNAH!”

“Wohoo perlu kucium lagi supaya kau bisa mengontrol volume suaramu itu hm?” godanya seraya meju beberapa langkah mendekatiku hingga tubuh tegap tingginya tepat berada dihadapanku dalam jarak 30senti. Aku menelan ludah.

“A-apa? Jangan mendekat lagi atau kau akan mati.” Kataku gugup

“Jika itu mati bersamamu … Aku rela” kulihat mulutnya berusaha menahan tawa setelah mengucapkan kalimat tadi. CHO KYUHYUN!!

BUGH. Kuhantam wajahnya dengan tasku, dia mengerang kesakitan. Cih.

Lagi-lagi dan lagi kupukulkan tas ku ini bertubi-tubi ketubuhnya.

Rasakan Cho Kyuhyun.

“Hen-hentikan! Kau yeoja aneh, gila, tak beretika” desisnya tajam.

Apa?

“Mwo? Sialan. Kalau aku aneh, gila, tak ber-etika. Lalu kau apa huh?” sewotku

“Aku?” tanyanya. “Aku namja tampan, ber-etika, normal dan tidak gila seperti kau”

Pertengkarang kami terus berlanjut hingga menjadi tontonan gratis pejalan kaki. Wajahku merah padam. Emosiku memuncak. Hingga seorang petugas kepolisian yang kurasa kebetulan sedang bertugas menghentikan kami.

Flashback End

 

“Jadi, apa yang menyebabkan kalian berkelahi seperti itu? Apa karena salah satu dari kalian ada yang berselingkuh?” Polisi itu memulai untuk menginterogasiku. Aku melongo, tidak mengerti dengan pertanyaan polisi itu, Kyuhyun pun sama reaksinya denganku.

“Maksud?” balas namja disampingku ini.

Polisi itu justru tertawa “Hahaha.. anak muda jaman sekarang memang terlalu polos. Kalian pasangan kekasih, dan bertengkar seperti tadi karena salah satu dari kalian berselingkuh bukan?”

“MWO?!” seru kami hampir bersamaan.

“Bukan. Pak, tidak mungkin aku berpacaran dengan namja sepertinya?” ucapku sambil begidik.

“Hei. Kau kira aku sungguh dengan ucapan ku tadi? Gila saja. Mana mungkin juga aku berpacaran dengan gadis gila, aneh dan tak ber-etika sepertimu.”

Sial.

“Kau..” geramku. Segera kujambak rambutnya dan ia mengaduh kesakitan. Ia berusaha melepas kan jambakan tanganku dari kepalanya. Pertengkaran ini kurasa akan berlanjut lagi.

Jika..

BRAK!!

“Kalian ini! Cepat masukan mereka kedalam sel” perintah polisi itu entah kepada siapa.

Mereka meleraiku. Aku dan Kyuhyun dimasukkan kedalam sel yang sama. Dia malah duduk dan bersandar ditembok, sedangkan aku masih berdiri sambil berteriak-teriak minta dibebaskan.

Tujuan Rencana B ku untuk kabur. Bukan masuk kedalam sel ini.

“Diamlah” sahut Kyuhyun dengan santai. Hei santai?

“Setidaknya sel ini lebih baik dan jauh lebih nyaman dari rumahku sekarang.”

Aku mengangkat sebelah alisku “Maksudmu?”

“Tidak penting. Nikmati saja” balasnya kulihat ia duduk dilantai.

Aku cemberut dan duduk disampingnya, melirik apa yang sedang ia lakukan dengan ponselnya, ternyata dia sedang sibuk bermain game. Ya!

Kurapatkan lututku hingga menyetuh dagu, lamunanku pun melayang kemana-mana. Aku rindu rumah, tapi jika aku kembali mereka akan menjodohkanku dengan namja disebelahku. Argh!

Lama kami berada disel dini, kulihat jam tanganku, pukul 4 sore. Kulirik lagi Kyuhyun, dia masih saja bermain dengan ponselnya. Apa mungkin maksud ucapanya tadi ada hubungannya dengan….

“Kyuhyun-ssi” panggilku pelan.

“Apa?” jawabnya jutek.

“Ng…apa..” aku ragu untuk mengatakannya.

“Apa apa?”

“Apa saat ini kau sedang menjalani perjodohan?” tanyaku hati-hati. Dia terlonjak dan mengganti posisi duduknya menghadap padaku.

“Dari mana kau tahu?”

“Aku mendengar gossip. Lalu.. apa kau menyetujuinya?”

Kulihat ia menghela nafasnya “Sebenarnya tidak, aku menolaknya.”

“Benarkah?” balasku dengan mata berbinar-binar. Dia mengangguk.

“Baguslah jadi dengan begitu kita berdua tidak perlu repot-repot untuk melakukan pendekatan karena kita menolaknya” Ops. Tuhan kenapa aku keceplosan. Dasar Bodoh!

“Kau juga dijodohkan?” dia penasaran.

“Ng.. iya kau tahu Choi Sooyoung?”

“Jangan bilang itu kau”

Aku mengangguk kikuk.

Dia mengusap wajahnya kasar. Frustasi kurasa. Hei aku juga!

“Kalau aku tahu kau itu Choi Sooyoung, aku tidak akan menciummu kemarin.”

Sialan.

 

 

TBC

Gimana? Masih kependekan? Oh iya tolong dong hargain aku. Kalau bisa sih kalian comment nya jangan ‘Next thor/ Next.” Gitu doang. Yang lebih dikit dong u.u

Lama ya aku publishnya? Maaf soalnya aku juga sibuk sama sekolah. Bentar lagi aku juga mau UHT /curhat. Pulang sore mulu. Jadi kadang ga ada waktu buat nerusin ff nya. Poor me L

Okay . See You!

Advertisements

Author:

Yo~! imma swag fanfic writer

69 thoughts on “[Series] Till The End

  1. Suka dehh ama kyuyoung yg kaya kucing dan tikus brantem mulu tpi sweet gitu 😆 pnasara nih ama cewek yg di incar si kyu,, it siapa sih?? Oh god jngan ampe ada cewek lain..
    Next yahh thor penasaran nihh

  2. daebak..
    jadi soo di jodohkan ma kyuppa?
    kyuppa ngincar soo?
    taoi apa maksud ucapan kyuppa terakhir?

  3. kurang ajar….hahahaha kebnyakn ketawa’a…hahahahhahahha si kyu ppa sbnar’a suka ap gg sih. …..
    berasa nton film chingu…keren bgt….q sukaaaaaaaa

  4. aish.. ternyata kyu blm tau soo bukanna dah liat ftona ckck..
    haha.. mereka lucu …

    daebakk chingu.. seru.. keren..
    lanjut nde 😉
    jgn lama2 hahay 😀
    semangat buat UHTnya 😉

  5. Jiahh kyuppa nyium” soo eonn sembarangan -_-
    Nahloh kok malah masuk ke sel nih kyuyoung :/
    penasaran ma next nyaa 😀
    Ditunggu

  6. hahaha… ngakak deh sama kyuyoung..
    kyuppa bener” evil belum kenal dah cium” soo eon aja..
    soo eon kasian bgt sih niat mau kabur malah masuk penjara..
    kira” incaran kyuppa siapa ya???
    kyuppa soo eon terima aja perjodohannya..
    next!!!!

  7. #PoorSooyoungie
    Mau kabur dri rumah malah masuk penjara
    Kekeke…
    Tpi nggak papalah,
    Kan judulnya jadi ‘ketemu jodoh di penjara’
    Wkwkwk

  8. huahaha dipenjara berdua, ih lucu deh
    sekarang udah tau kan kalo mereka berdua bakal dijodohin
    next part soon..

  9. Kyuyoungnya masuk penjara,karena bertengkar di jalan…hahahaha,aduh..penasaran nie ma nextnya…cpetan di publish ya chingu nextnya…

  10. itu kyu jutek banget sma soo…
    kasihan soo niat mau kabur malah masuk sel bareng kyu lagi..
    seo nya masih blm keluar dipart ini tpi kayaknya kyu sangat2 menyukai seo, jd tmbh pensaran part berikutnya..

  11. maksud hati mau kabur malah masuk sel, berdua kyuppa lg
    siapa gadis yg d incar kyuppa??
    d tunggu lanjutannya

  12. Siapa sih cwek yg dikejar kyuppa??
    Huhh.. Si kyuppa main cium aja..
    Itu si hyo malah seneng ngliat kyuyoung ciuman,, bukannya kesel gara” rencananya gagal
    Next.a jgn lama” yaa..

  13. maksud soo mau kabur dari rumah eh malah masuk ke dalem sel, haha
    itu kyuyoung emang udah jodoh sampe masuk sel aja bareng2 😀

    ditunggu next partnya 😀

  14. chingu ceritanya lucu, aku bacanya sampe nngakak sendiri, hehe. keren ffnya! lanjut jangan lama-lama ne? ekekek
    ffnya jjang! daebak! gomawo ffnya ^^

  15. Aiyy seru banget! Suka banget kalo kyuyoungnya ribut2 kek gini. Kekeke~
    udahlah terima aja perjodohannya..
    Cocok bgt kok, sama2 usil ga ada yg mau ngalah. Kekeke~

  16. Wahh makin seru ajaa.. Hehe mian aku ga comment di part prtma soalnya jaringan lg jelek.. Next partnya jgn lama hehehehe….

  17. Daebak thor^^
    seo kah yg di sukai kyu?
    Oh my jgn seo, kyu hanya milik soo dan sebaliknya,,
    panjangin dong thor,,

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s