[Ficlet] Wait A Minute

sy

Cho Kyuhyun | Choi Sooyoung | Xi Luhan

Ficlet [3.907 words] | G Rated | Romance

by KyuyoungCHILD

“Bertengkar lagi?”

Sooyoung memajukan bibirnya beberapa senti saat mendengarkan pertanyaan retoris yang keluar dari mulut sahabatnya.

Luhan mengacak rambutnya sendiri lalu mendudukkan tubuhnya disamping Sooyoung yang masih dengan posisinya. Duduk tegak, tangan didepan dada, serta tatapan lurus penuh kebetean.

“Kali ini karena apa lagi?” tanyanya. “Seminggu yang lalu karena kau cemburu, 3 hari yang lalu karena ia tak bisa mengantarmu ke pemotretan, lalu-“

“Bukan, Lu! Kali ini lebih parah!” Sengit Sooyoung. Luhan mengorbitkan bola matanya lalu menyeruput soda yang baru ia buka. Separah apa sih?

“Hm?”

“Dia membatalkan janji makan siang kami. Karena sebuah rapat. Aku tidak terima!” Sooyoung masih mengumpat dengan berapi-api. Luhan meliriknya. Perasaan geli menyelip dibenaknya. Mereka berteman sedari umur 3 tahun, dan Luhan rasa kemanjaan Sooyoung tidak berubah meskipun sekarang umur mereka 23 tahun.

“Itu hanya makan siang, Soo.”

Sooyoung meliriknya tajam. “Ya ya ya! Kau sekarang membelanya?” Tanyanya dengan suara melengking tajam. Luhan meringis.

“Kalau begitu putuskan saja Kyuhyun. Lalu cari lelaki lain.”

PUK

“Enak saja kalau bicara! Lelaki seperti Kyuhyun itu hanya ada satu, tau!” Omel Sooyoung. Luhan menatapnya datar.

“Itu kau tau. Jika kau sudah melakukan sesuatu dari awal, kau juga harus menerima semua konsekuensinya. Jangan memikirkan keuntungannya saja.” Sooyoung melunak dan menghela nafas. Luhan memang sahabatnya yang bijaksana, pengertian, dan terkadang kebijakannya itu membuat Sooyoung ingin sekali menggigit kepalanya. Luhan itu hanya bisa bicara, pikirnya.

Sooyoung bergerak bangkit sembari menggandeng Luhan.

Kajja.”

Luhan mengernyit bingung. “Kemana ?”

Ppalli antar aku makan siang.” Rajuknya.

Luhan meneguk pasrah, berdoa untuk dompetnya agar selalu berada dalam kondisi aman.

Sapuan blitz terakhir membuat Sooyoung tersenyum dan membungkuk sopan kepada kru-kru yang memujinya.

“Kerja bagus, model Choi!”

Sooyoung tersenyum manis pada Kwon Ah Rang, fotografer majalah Vogue Korea. Sepanjang menuju ruang ganti ia terus membungkuk sopan pada kru yang menyapa. Ah, mood Choi Sooyoung sedang baik sore ini.

“Sooyoung-ah, igo.”

Wanita bersurai coklat itu menoleh saat manajernya memanggil. Ia mengucapkan terima kasih sebelum menerima ponselnya yang bergetar, menandakan pesan yang masuk.

Aku sedang free sekarang.

Sooyoung menatap ponselnya datar. Makan siang tertunda tadi masih membuatnya merasa kesal pada pengirim pesan ini. Dengan cepat ia membalas.

Lalu?

Tak sampai semenit ponselnya bergetar kembali.

Lupakan. Ku kira kau masih lapar.

Sooyoung membelalak. Bagaimana bisa tunangannya itu membalas dengan seenak perutnya seperti ini? Tanpa merasa bersalah sedikitpun. Sooyoung meraih tasnya saat sayup-sayup manajernya memerintahkannya untuk menuju mobil sembari mengetikkan sebuah balasan untuk Kyuhyun.

Lalu ia melempar ponselnya kedalam tas dengan keras. Wajahnya kembali seperti tadi siang.

Aku masih lapar. Aku ingin makan kepalamu, Cho Kyuhyun.

Kyuhyun melonggarkan dasinya dan menyandarkan tubuhnya dikursi kerja. Sembari membaca pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.

Sudut bibir Kyuhyun terangkat membentuk lengkungan tipis saat membaca pesan itu. Membuatnya membayangkan bagaimana rupa Sooyoung yang kesal sekarang, seberapa sensinya wanitanya itu sekarang, dan apa yang terjadi jika ia menampakkan batang hidungnya dihadapan Sooyoung.

Kyuhyun adalah seorang workaholic. Hidup matinya bergantung didepan ratusan kertas-kertas putih. Kewajibannya sebagai penerus terhormat sudah mendarah daging. Jika beberapa lelaki memilih menghabiskan waktu luangnya untuk sekadar menonton bola, maka Kyuhyun dengan senang hati akan menonton rujukan-rujukan perusahaan lain kepada perusahaan keluarganya.

Ia punya wajah rupawan, merupakan idola di kantornya sendiri. Perawakan tegap dan tegas jelas tergambar di sosoknya. Kyuhyun merupakan orang yang dingin. Keras kepala namun berhati lembut. Ia akan dengan mudah menghancurkan kepercayaan diri seseorang saat dihujami tatapan laser miliknya namun jika seseorang menyebut nama ‘Choi Sooyoung’ senyum langkanya akan terbentuk. Senyum ketenangan dan bahagia.

Sooyoung dan Kyuhyun dipertemukan diacara ulangtahun perusahaan Kyuhyun. Klise, orangtua mereka seakan menjadi cupid namun tak terang-terangan mengatakan sebuah perjodohan.

Hingga seperti inilah mereka sekarang. Menjalin hubungan, dengan percekcokan yang selalu berulang kali terjadi kurang dalam waktu seminggu.

Sooyoung merupakan pribadi manja, sedangkan Kyuhyun adalah lelaki berhati baja.

Terkadang ia merenungkan kelanjutan hubungan mereka. Sooyoung yang manja tidak bisa terus-terusan berhubungan dengan dirinya yang cuek. Ia sadar itu. Dan jika berfikir tentang itu biasanya Kyuhyun langsung berdoa didalam hatinya. ‘Tuhan, kau tak pertemukan aku dengan Sooyoung jika ia bukan jodohku, bukan?’

Deritan pintu membuat Kyuhyun sedikit kaget dan spontan mendudukkan dirinya dengan tegak.

“Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun berdiri dan membungkuk sopan. “Ne, annyeonghaseyo doryeonim.”

Lelaki paruh baya itu tersenyum tenang.

“Tidak usah terlalu formal, Kyuhyun-ah. Rileks saja.” Cho Younghwan mengambil posisi di sofa lembut dalam ruangan anaknya itu. Kyuhyun tersenyum tipis lalu bergerak menuju nakas kecil disamping mejanya.

“Tumben appa kemari.”

“Hanya ingin mengobrol sebentar.” Jawabnya sembari menilik sudut-sudut ruangannya.

Kyuhyun bergerak mendekati ayahnya dengan dua cangkir kopi panas di tangannya.

“Terima kasih.” Gumam ayahnya. Kyuhyun mengangguk dan menatap ayahnya.

“Bagaimana kabar Sooyoung?” Kyuhyun mengalihkan tatapannya sembari menyesap kopi perlahan lalu tersenyum tipis. “Ia semakin cantik, appa.”

Ayah Kyuhyun hanya tersenyum sembari melirik Kyuhyun. “Apa ia lebih cantik daripada laporan perusahaan yang datang?”

Gurauan ayahnya membuat Kyuhyun tersenyum kikuk lalu menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal. Ia tahu itu merupakan sebuah sindiran yang halus.

“Kewajiban tetap kewajiban, ayah. Aku juga bekerja untuknya, untuk kami kelak.”

Ayahnya menepuk pundaknya pelan. “Kau perlu beristirahat dan meluangkan waktu untuknya. Dia tipikal gadis manja, kau tahu maksud appa.”

Kyuhyun manggut-manggut. Ia mengerti, sangat mengerti. Sooyoung merupakan roman-picisan-addict. Kyuhyun sudah hafal apa saja kegiatan teman tunangannya dengan kekasih mereka karena Sooyoung terlewat sering berlebih membandingkan hubungan mereka dengan hubungan temannya yang menurutnya sangat romantis itu.

Tapi ia merasa apa yang ia lakukan selama ini benar. Ia ingin mencapai kemapanan diusianya yang masih 25 tahun. Tidak lain semua itu hanya untuk Sooyoung. Memang untuk mereka kelak, untuk masa depan mereka. Ya, Kyuhyun dengan semua pemikiran matang dan dewasanya.

“Mungkin jika kau ingin cuti? Ayah izinkan.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya lalu tersenyum tipis. “Akan aku pikirkan nanti, ayah.”

Cho Younghwan tersenyum bijak lalu pergi meninggalkan ruangan anaknya. Meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri menyandar di depan meja kerjanya dengan kopi di tangan. Memikirkan rencana kejutan untuk sang tunangan. Ia tersenyum membayangkan itu semua. Mulai dari piknik, makan malam romantis, sampai berlibur ke luar negeri. Hanya berdua.

Sajangnim, perwakilan dari JYJ Group sudah datang dan sedia di ruang rapat. Mereka sekarang sedang menunggu anda.”

Suara intercom membuat angan Kyuhyun hancur seketika. Ia mendengus. Rapat yang menunggu masih ada berpuluh jumlahnya. Tampaknya ia harus menelan keinginan dalam rangka-memikat-hati-Sooyoung kali ini.

“Yang barusan siapa?”

Sooyoung berjalan angkuh. Tanpa menoleh ia menjawab, “Luhan. Siapa lagi?”

Kyuhyun tersenyum. “Tampaknya aku harus berterima kasih padanya.”

“Wae?”

“Ia menggantikanku menemanimu saat aku tidak punya waktu.”

Sooyoung tersenyum sinis. “Ya, suatu saat bisa saja ia benar-benar menggantikanmu.”

Kyuhyun terdiam. Langkahnya memelan. “Sooyoung, kau berbicara apa.” Tegurnya tajam. Sooyoung mengedikkan bahu lalu menyeruput bubble tea yang ia beli bersama Luhan di perjalanan menuju kantor Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berjalan lebih cepat lalu meraih pinggang Sooyoung mendekat. Membawa Sooyoung menaiki lift.

“Kajja, kita makan siang. Kau menunggu-nunggu ini kan?”

Sooyoung menatap Kyuhyun datar. Lalu mengangguk setuju. “Yahh, begitulah. Meskipun aku tidak berharap dapat makan siang romantis di cafeteria kantor.”

Kyuhyun terkekeh lalu mengecup dahinya pelan.

Sooyoung meliriknya tajam. “Jangan coba membujukku seperti itu.”

“Kau katakan itu tapi pipimu memerah.” Ringis Kyuhyun mengundang sebal dari Sooyoung.

“Apa maksudmu?!” Hardik Sooyoung kesal, menutupi rasa malunya. Kyuhyun semakin tertawa – tawa.

Lamat Sooyoung menatap Kyuhyun. Ia mulai tersenyum. Prianya tak bisa berbohong. Sekeras apapun ia tertawa, rautnya tetap menggambarkan lelah yang sangat menderanya.

“Oppa, kau harus lebih banyak beristirahat.”

Kyuhyun memandang Sooyoung saat merasakan jemari lembutnya menyentuh kulit pipinya. Kyuhyun tersenyum tipis. Sooyoungnya. Sooyoungnya yang manis. Sooyoungnya yang bisa berubah menjadi begitu perhatian seperti saat ini. Panggilan ‘Oppa’nya sudah keluar, itu tandanya ruh kekanakan Sooyoung sedang bertukar tempat dengan ruh dewasa yang ia miliki.

Sooyoung adalah gadis yang menarik dari segala sisi. Bagaimana bisa ia berhenti mencintai gadis ini?

Saranghae.” Lirih Kyuhyun. Sooyoung berjinjit, berbalik mengecup dahi Kyuhyun.

Nado saranghae.”

TING!

Lift terbuka.

Sooyoung bersenandung di setiap langkahnya. Mendekati Luhan yang tidur selonjor di sofa.

BUK!

“KAKIKU! AYYA APPO!”

Sooyoung yang baru saja menghempaskan pantatnya untuk duduk langsung berdiri kaget saat mendengar lengkingan keras dari Luhan. “Ya Ya! Wae geurrae?!” Sinisnya sebal lalu kembali duduk saat Luhan juga mendudukkan dirinya.

“Aku punya mimpi indah, Sooyoung. Dan kau menghancurkannya dengan menduduki kakiku.”

Sooyoung menatapnya polos. Luhan semakin jengkel lalu meraih air mineral dan meneguknya.

“Aku masih tak percaya kau seberat itu. Dengan badan seperti lidi, berapa sih beratmu?”

Sooyoung melotot. “Apa? Lidi?!”

Luhan menatapnya dan mengangguk. “Iya, lidi.”

Sooyoung melebarkan matanya yang sudah lebar. Jika saja moodnya sekarang sedang tidak baik, Luhan bisa habis ia buat.

Ia tersenyum pada Luhan lalu mendekat membuat Luhan meringis takut.

“Luhan, kau tau?”

“A-apa?”

Sooyoung tersenyum dan menyandarkan tubuhnya di sofa.

“Kyuhyun dan aku tadi makan siang. Dan ia bilang bahwa ia..”

“Ia?” Ragu Luhan. Sooyoung menunduk malu.

“Ia berkata bahwa ia akan menikahiku dalam waktu dekat.”

Luhan terdiam, melongo. Butuh beberapa detik untuknya mengerti. Banyak pemikiran berkecamuk di benaknya tentang Kyuhyun.

Si Kyuhyun itu? Sempat meluangkan waktu emasnya hanya untuk mengutarakan itu? Yang benar saja!

Jeongmal?” Tanyanya. Sooyoung mengangguk.

“Wah, chukkae..” Ungkapnya dengan raut tak percaya. Sooyoung tersenyum malu lalu mengangguk dan secepat kilat merengkuh Luhan.

“Aku tak pernah merasa sebahagia ini, Luhan.” Lirihnya. Luhan tersenyum dan mengelus punggungnya.

“Sekarang kau merasakannya.” Ucap Luhan. “Mulailah bersikap dewasa memandang kesibukan Kyuhyun. Kau sudah akan menjadi istri seseorang.”

Tepukan malu diterima Luhan dipundaknya. Ia terkekeh. “Meskipun itu entah beberapa bulan lagi.”

Akhir – akhir ini Sooyoung mulai mendewasakan pemikirannya. Ia lebih mengurangi rajukannya. Dan tak pernah protes akan kesibukan Kyuhyun beberapa hari ini.

Seperti saat sekarang.

Ia menatap Kyuhyun yang sedang berbicara dengan supirnya. Hingga saat lelaki itu bergerak mendekatinya.

“Sooyoung-ah, aku pergi dulu.” Pamitnya sembari mencium pipi bulat gadis itu. Lalu ia tersenyum dan melambaikan tangannya memasuki gate masuk di bandara.

Sooyoung tersenyum pahit. Untuk kali ini, ia berusaha tidak merengek dan memasang wajah merajuknya. Kyuhyun pamit padanya pergi ke Belgia selama 3 minggu untuk kegiatan survey yang diadakan perusahaannya.

Sooyoung menghela nafas. Lalu kembali tersenyum saat terakhir Kyuhyun muncul dan melambaikan tangannya. Matanya terasa panas. Rasa sesak itu menghampirinya kembali.

“Nona, kita pulang sekarang?”

Sooyoung berbalik lalu tersenyum dan mengangguk.

Di dalam mobil Sooyoung hanya diam. Terus menatapi ponsel yang berada di genggamannya. Sesuatu membuatnya khawatir akan kekecewaan yang akan menghampirinya kelak. Namun ia berusaha meredam itu dengan mengelus dadanya.

“Tenang, Sooyoung. Semua akan baik-baik saja.”

Sudah dua minggu sejak kepergian Kyuhyun. Lelaki itu tetap memberinya kabar melalui pesan singkat meskipun itu 2 hari sekali. Meskipun lelaki itu jarang mengangkat panggilannya dengan alasan sibuk, Sooyoung heran mengapa ia bisa menerima itu semua dengan tenang. Tanpa mengamuk dan merajuk seperti biasanya.

Hari ini ia tampak lebih cerah. Membuat Luhan yang baru saja datang ke apartemennya heran melihat perilaku sahabatnya itu. Sedari tadi, bibir tipis itu tak pernah berhenti tersenyum dan mengatakan sesuatu seperti ‘cuaca yang bagus’, ‘hari ini indah,ya’ atau ‘udara masih segar sekarang’. Meski heran, Luhan bersyukur gadis itu tampaknya baik-baik saja tak seperti biasanya ketika ditinggal Kyuhyun untuk bekerja.

“Pagi, Sooyoung!” Pancing Luhan sambil mengoles selai kacang pada biskuitnya. Sooyoung tersenyum dan mengambil duduk di depan lelaki itu.

“Pagi, sahabatku!” Ia menuangkan susu putih digelas ramping Luhan. Luhan terus menatapnya sembari menggigit biskuitnya. Sooyoung melipat tangannya diatas meja lalu menatap Luhan dengan senyum berbinar.

“Ya! Berhentilah tersenyum seperti itu. Mengerikan!” Dengus Luhan. Sooyoung mendecak sekilas lalu tersenyum dan mencomot sosis panggang yang ada di depan Luhan.

“Kau terlihat bahagia.”

“Jadi kau tidak suka?”

“Tentu saja aku senang. Hanya saja tidak seperti biasanya..” Gumam Luhan

Sooyoung bangkit saat pemanggang rotinya berbunyi. Bertepatan dengan getaran di ponsel Luhan. Lelaki cina itu meraihnya.

10 February 2014

Ddooyoungie’s birthday!

Matanya membulat, nyaris tersedak susu yang ia minum. Yaampun, demi Tuhan! Alarm itu mengejutkannya. Ia merutuk.

Bagaimana bisa aku melupakan hari ini?

Luhan melirik Sooyoung yang duduk bersandar di jendela sembari memakan rotinya dengan ponsel yang berada di genggaman. Sesekali gadis itu melirik ponselnya dengan ekspresi aneh.

“Luhan-ah, menurutmu apa Kyuhyun sudah bangun sekarang?” Tanya Sooyoung dengan nada manis. Luhan menelan susunya. Ia mengerti. Sooyoung pasti berharap sebuah ucapan selamat dari tunangannya.

“Mungkin ia sedang mandi?” Ucapnya sambil menghibur. Sooyoung manggut-manggut. Luhan berdiri lalu mendekati Sooyoung yang sedang meminum jusnya.

PUK!

Appo!” Ringis Sooyoung mendapati pukulan keras di bahunya. Luhan tersenyum tiga jari.

“SELAMAT ULANG TAHUN! YA YA KAU SUDAH TUA! HAHAHA!” Ucapnya gembira sembari menggendong Sooyoung dalam pelukannya.

“YA YA YA! TURUNKAN AKU!”

Setelah sarapan yang mereka lakukan hanya menonton. Sooyoung menolak ajakan Luhan untuk keluar. Luhan sendiri bingung bagaimana rencana mau merayakan ulang tahun sahabatnya itu. Hingga sekarang, pukul 11 siang, Sooyoung tetap setia menggenggam ponselnya.

“Luhan-ah..” Sooyoung mulai merengek. Dia menggelayut di bahu Luhan. Luhan melirik lalu kembali mengunyah kacangnya.

“Hmm?”

“Kyuhyun belum menghubungiku..” Lirihnya.

Tepat setelah itu ponselnya bergetar lalu Sooyoung dengan segera melonjak. Membuat Luhan hampir terkena serangan jantung karena kaget.

“Yeoboseyo?” Tanya Sooyoung pelan.

“Soo-ah.”

Sooyoung tersenyum. Suara kekasihnya, tunangannya yang ia rindu-rindukan.

“…”

“Soo? Kau disana?”

Sooyoung terdiam. Rasa rindunya meluap bahagia. “Kyuhyun-ah..”

“Ne? Ada apa, sayang?”

Matanya tiba-tiba berair. Sooyoung tertawa lirih lalu memandang keatas sembari melirik Luhan yang tersenyum meledek kepadanya.

‘Cengeng’ Luhan berkata tanpa suara. Sooyoung memandangnya malu lalu berlari menuju balkon apartemennya.

“Tidak. Aku hanya.. merindukanmu.” Ucapnya jujur. Suara tawa Kyuhyun terdengar samar dari seberang sana.

“Aku juga. Tenang saja, hari ini aku pulang.”

Sooyoung manggut-manggut. “Ohh.. har-“

“MWO?”

Sooyoung mendelik kaget. Ini lebih cepat seminggu dari seharusnya.

“Yak! Suaramu besar sekali, tau!”

“Bukannya, minggu depan?” Sooyoung mengabaikan protes Kyuhyun.

“Hmm. Ternyata urusannya lebih cepat selesai. Wae? Kau tak suka?”

Sooyoung mengulum senyumnya. “Aniya, johahae.”

Kekehan Kyuhyun terdengar. “Aku menunggumu di bandara. Bye~”

Sooyoung menyelanya. “Tunggu!”

“Wae?”

“Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku?”

Lama terdiam suara Kyuhyun. Sooyoung menunggunya penuh harap.

“Sesuatu?”

“Ya, sesuatu yang ingin kau sampaikan?” harapnya.

“Aku sudah menyampaikan apa yang akan aku sampaikan. Apalagi?”

Sooyoung terdiam. “A.. aniya. Bukan apa-apa.”

“Sooyoung-ah, wae geurrae?”

“Tidak apa-apa. Aku menunggumu, saranghae.”

Klik.

Sooyoung menggenggam ponselnya dengan segenap perasaan kecewa. Apa kata Kyuhyun? Apa lelaki itu benar-benar melupakan ulang tahunnya? Apa dengan Sooyoung yang mencoba lebih dewasa dan tidak manja, Kyuhyun menganggap enteng semua yang berhubungan dengannya?

Beratus pertanyaan berkecamuk di kepalanya. Ia tak tahu apa yang ingin ia katakan. Ia merasa kecewa.

Ia menghela nafas. Mengusir pikiran negatifnya.

Sabar, mungkin Kyuhyun ingin membuat kejutan.

Tidak ada ucapan. Tidak ada kejutan membahagian.

Kyuhyun masih setia menggenggam jemari Sooyoung yang menekuk wajahnya sedari berada di bandara tadi.

“Kau kenapa?” Bujuk Kyuhyun. Sooyoung meliriknya jengah.

“Kau pikir aku kenapa?” Ucapnya dengan cerewet. Kyuhyun tersenyum tipis. Namanya juga Sooyoung. Mana bisa ia berubah dewasa dalam jangka waktu lama. Sekarang saja ia kembali cerewet dan kekanakan seperti biasa.

“Ayo masuk. Ibu yang berpesan untuk membawamu kesini.”

Sooyoung meliriknya. “Ya ya, aku tahu. Kau tidak mungkin mau membawa aku kerumahmu kalau bukan terpaksa, benar kan?”

Kyuhyun menatapnya. “Sooyoung, sayang, cantik, jangan memulai.” Nasihatnya.

Sooyoung memasang senyum terbaiknya saat ibu Kyuhyun datang menghampirinya saat mereka memasuki rumah megah keluarga Cho.

“Sayang, kau datang.” Ucapnya sembari memeluk Sooyoung. Kyuhyun menarik-narik gaun ibunya.

“Aku yang baru pulang.” Rengeknya. Ibunya tersenyum lalu memeluknya. Melayangkan kecupan di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun mendadak gugup. Memeluk ibunya dengan kaku lalu berbisik. “Ibu, disini ada Sooyoung.” Bisiknya malu.

Nyonya Cho melepas pelukannya. Ia menatap Sooyoung dengan mengedipkan matanya.

“Kyuhyun selalu melakukan itu jika pulang kerumah, Sooyoung. Jangan heran.”

Sooyoung tertawa pelan. Kyuhyun memperbaiki kemeja serta dasinya, gugup bercampur malu. Setelah itu ibu Kyuhyun berjalan ke sebuah ruangan, ruangan kerja suaminya. Selang beberapa detik ayahnya keluar dan memeluk Kyuhyun serta Sooyoung bergantian.

“Kyureongie!”

Semua sontak menoleh. Sosok gadis bergaun ketat berjalan dari arah pintu cepat mendekati Kyuhyun, memeluknya posesif.

“Hyomin-ah.” Sapa ibu Kyuhyun tak enak. Kyuhyun tampak kaget bercampur perasaan was-was.

Tunangan-manja-pencemburunya menatapnya dengan tajam. Sooyoung melipat tangannya di depan dada. Menggumam serangkaian umpatan kepada Kyuhyun yang kini hanya bisa diam saja.

Setelah pelukan yang tidak enak dilihat itu terlepas, Sooyoung segera meraih ponselnya. Berpura-pura mengangkat telepon dengan gumaman yang sengaja ia besar-besarkan agar semua dapat mendengarnya.

Setelah itu ia berbalik. Mendekati kedua calon mertuanya lalu memeluk mereka.

“Ibu, ayah, barusan manajerku menelfon. Aku baru ingat setelah ini ada pemotretan yang belum kujalani.” Ucapnya dengan ekspresi menyayangkan dibuat-buat.

“Tapi ini sudah malam, sayang.” Protes nyonya Cho. Sooyoung tersenyum.

Gwencana. Aku sudah biasa. Annyeong.” Setelah membungkukkan badannya sopan, ia bergerak cepat. Berlari keluar dari rumah lelaki itu.

Ayahnya menyuruh Kyuhyun untuk menyusulnya. Hyomin menatap keduanya dengan heran.

“Ada apa, ahjumma?”

“Lain kali, kau harus jaga situasi, Hyomin-ah. Sooyoung itu.. cemburu.” Bisik nyonya Cho geli. Hyomin manggut-manggut lalu terkekeh.

“Yaampun, demi Tuhan. Kyuhyun adalah temanku dan minggu depan aku akan menikah!”

Sooyoung berjalan menghentak. Mengabaikan teriakan Kyuhyun yang bahkan terdengar meskipun Sooyoung sudah berlari sejauh 25 meter di halaman kediaman tunangannya itu.

“Sayang!”

Kyuhyun meraih lengannya. Memutar tubuh gadis itu menghadapnya.

“Aku antar kau ke pemotretan.”

Sooyoung mendelik. “Tidak perlu. Nanti kekasihmu tadi marah.”

Kyuhyun terkekeh. “Aku tak punya kekasih.” Sooyoung menatapnya. “Hanya kau, satu-satunya.”

Perut Sooyoung mendadak mual. Kyuhyun tak pantas berlaku manis seperti itu untuk membujuknya. Ia melepas tangannya dari Kyuhyun.

“Kau menerima pelukannya.” Tuduh Sooyoung dengan mata tajamnya. Kyuhyun gentar sedikit.

“Itu.. dia itu temanku. Jadi, aku tidak enak menolaknya.”

Sooyoung mendecak. “Besok, aku akan kirim 100 gadis yang mengaku temanmu. Kau peluk saja mereka besok!” Ucapnya sembari berjalan pergi.

Kyuhyun tersenyum geli. Ia bergerak mengangkat Sooyoung ke atas bahunya.

“Lepaskan! Lelaki kurang ajar! Hei!”

Kyuhyun tak mengindahkan protes dari Sooyoung. Namun ketika gadis itu mengeluarkan isakannya, Kyuhyun spontan memegang pinggangnya dan menurunkannya.

“Kau.. kenapa?” Tanyanya heran.

Sooyoung meliriknya kesal.

“Kau! Kau pergi selama 3 minggu-“

“Ralat. Dua minggu, Soo.”

“Terserah! Kau tak pernah balas pesanku. Tak akan menghubungiku jika bukan aku yang meminta atau aku memaksa. Aku katakan bahwa aku rindu, kau seakan menganggap itu hal yang manja dan sesuatu yang sepele. Dan saat kau pulang kau memeluk orang lain di depanku. Aku katakan berulang kali bahwa aku tak suka kau menyentuh gadis lain selain aku. Kau mengerti tidak?”

Kyuhyun mengulum senyumnya. Sooyoungnya yang sedang cemburu.

“Kenapa kau tersenyum? Kau fikir semua yang keluar dari mulutku itu lelucon?” Gertak Sooyoung. Senyum Kyuhyun tiba-tiba hilang. Gadis di depannya tampaknya benar-benar marah. Meskipun menurutnya berpelukan dengan wanita lain yang merupakan teman bukanlah hal yang serius.

“Sekarang, aku ingin bertanya. Apa kau benar-benar tak ingin mengatakan apapun padaku?” Sooyoung meraih bahu pria di depannya.

“Tidak?” Ulang Sooyoung saat dilihatnya Kyuhyun hanya membisu.

“Tatap aku. Apa kau melihat sesuatu?” Lirih Sooyoung.

Kyuhyun terdiam. Gadis di depannya tampaknya benar-benar marah.

“Jika kau melihat kekecewaan, aku membenarkannya.” Ia melepas tangannya lalu menjauh selangkah.

“Kau bahkan tak ingat hari ini ulang tahunku.” Kyuhyun melebarkan matanya. Sedetik kemudian memaki dirinya sendiri. Rasanya ingin sekali menghajar tubuhnya sendiri mendengar nada kecewa Sooyoung.

“Kau orang yang aku harapkan untuk menyelamatiku. Meskipun hanya sebuah pesan singkat, kau tak pernah mengirimnya. Mungkin itu hal sepele. Tapi jujur, aku kecewa, Kyuhyun.” Lirihnya.

“Itu tandanya kau tak menaruh perhatian sekalipun padaku.” Sooyoung mengusap matanya.

“Kau harusnya berfikir matang-matang saat ingin mengikatku dalam pertunangan. Semua yang kita jalani tak sejalan dengan status kita yang jauh lebih serius.”

Kyuhyun meraih tangannya. Mengusapnya dengan lembut.

“Aku minta maaf. Mianhae. Mianhae. Mianhae.” Gumamnya. “Aku terlalu sibuk. Aku melupakan kelahiranmu. Aku memang bukan tunangan yang baik. Mianhae, sayang. Tapi aku mencintaimu.”

Sooyoung melepas genggamannya. Ia tersenyum.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengeluarkan isi hatiku saja.”

Sooyoung berjalan mendekat. Mengusap pipi Kyuyun lalu memeluknya sebentar.

“Selamat malam, Kyu.”

“Tapi-“

“Manajerku dalam perjalanan menuju kesini. Kembalilah masuk.”

“Hubungi saja dia. Aku akan mengantarmu.”

“Kyu kumohon,” sanggah Sooyoung, “aku baik-baik saja.” Ucapnya saat mendapati Kyuhyun menatapnya ragu.

Kyuhyun mengalah. Ia memilih menunggui Sooyoung hingga manajernya menjemput.

Kesimpulan Kyuhyun yang menganggap semua baik-baik saja ternyata salah. Sooyoung tak mau menoleh ke arahnya setelah memasuki van. Tidak menghiraukan ketukan di jendelanya dan memilih menutupnya menggunakan gorden.

Setelah mobil van itu pergi, Kyuhyun berjalan lunglai mendekati rumahnya.

Babo, Kyuhyun. Kau bodoh sekali,” rutuknya.

3 hari belakangan, Sooyoung menyibukkan dirinya. Mengambil job habis-habisan. Selama 3 hari pula Kyuhyun gagal menemuinya dan menghubunginya. Saat menghubunginya, yang mengangkat selalu Yoora, manajernya. Sementara waktu bertemu mereka yang sebelumnya minim menjadi sangat minim.

Kyuhyun menjadi uring-uringan. Kerjanya menurun. Belakangan ia menyadari seperti inilah perasaan Sooyoung ketika diacuhkan olehnya saat ia beralasan sedang sibuk.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Membuatnya langsung duduk tegak, meraih ponselnya.

Kyu-ah, Sooyoung sedang tidak enak badan. Aku baru mengantarnya pulang. Susul dia ke apartemennya. Oh iya, jangan bilang bahwa aku yang memberitahu.

Secepat ia menarik nafas, ia berdiri langsung dan bergerak meninggalkan ruangan kerjanya.

Kyuhyun menutup pintu apartemen Sooyoung dengan cukup keras. Ia tergesa-gesa memasuki ruangan yang berada disana.

“Yoora unnie, kaukah itu?”

Kyuhyun bergerak cepat memasuki sumber suara tersebut. Terdiam mendapati Sooyoung sedang terduduk dengan wajah pucat di atas ranjangnya.

Untuk satu menit pertama, mereka hanya diam. Sooyoung yang terlebih kaget mendapati pria yang ia rindukan berada di depannya dengan tiba-tiba.

“Bagaimana bisa kau ada disini?” Gumamnya ragu.

“Apa maksudmu, Sooyoung? Kau menghindariku selama 3 hari ini? Kau menghindariku lalu membuatku hampir mati cemas saat tiba-tiba mendapat kabar kau sakit?” Serang Kyuhyun.

Sooyoung menatapnya datar. “Kau berlebihan, Kyuhyun.”

“Apanya yang berlebihan?!” Hardik Kyuhyun. “Aku tahu aku salah dan kau marah padaku! Aku minta maaf. Tapi tidak dengan menghindar!” Ucapnya dengan nada tinggi.

Ia mendekat dengan kilatan amarah di mata, membuat Sooyoung takut dan menutup matanya.

“Berhenti membuatku cemas.” Ucap Kyuhyun lelah sembari mengelus punggung hangat di pelukannya. “Aku tidak suka melihatmu sakit.”

Sooyoung terdiam. Sesuatu menyelinap di hatinya. Sesuatu yang hangat dan mendamaikan.

Tanpa memikirkan bahwa ia masih kecewa kepada Kyuhyun, ia memeluk prianya balik.

“Maafkan aku, Kyuhyun.” Gumamnya.

Kyuhyun membenarkan letak beanie yang miring di kepala Sooyoung setelah memakaikannya sarung tangan hangat.

“Malam ini sangat dingin, dan kau masih sakit,” Sooyoung menoleh pada Kyuhyun, “berhentilah memakan ice cream. Kau bisa tambah sakit.” Pinta Kyuhyun khawatir sambil sesekali membersihkan cream yang tinggal di sudut bibirnya.

Mereka berjalan dengan santai di malam dengan suhu 4 derajat celcius. Jika bukan karena permintaan Sooyoung, Kyuhyun tak akan mau pergi keluar dengan keadaan seperti ini. Ditambah lagi keadaan Sooyoung yang belum sepenuhnya stabil.

“Kyuhyun, berhenti disini.” Ucap Sooyoung mendekati pagar yang membatasi jalanan dengan sungai Gyeongdoo*. Kyuhyun mengikutinya. Tersenyum melihat Sooyoung yang terlihat membuang ice creamnya lalu merentangkan kedua tangannya.

“Apa kita terlihat seperti memerankan adegan Titanic?” Gurau Kyuhyun saat menyelipkan lengannya melalui pinggang Sooyoung. Memeluknya dari belakang. Sooyoung tertawa lalu meloncat-loncat kecil.

“Kyuhyun-ah, dingin sekali.” Serunya sambil tertawa sembari menggeliat.

“Kau berharap aku memelukmu lalu menyampirkan mantelku padamu ya? Cih, roman-picisan.” Ledek Kyuhyun. Sooyoung meliriknya lalu tersenyum.

“Aku tidak demikian. Darimana pula kau tau scene itu, Cho Kyuhyun? Aku baru tahu kalau kau menonton drama.” Kyuhyun melebarkan matanya.

Beberapa saat mereka terdiam. Menikmati udara malam yang dingin menusuki tulang mereka dengan santai.

Kyuhyun menoleh.”Sooyoung-ah.”

“Hm?” Sooyoung berbalik.

CUP

Happy birthday!” Seru Kyuhyun dengan senyum 3 jari setelah mencium pipi bulat yang memerah milik Sooyoung.

Sooyung tertawa lalu mencubit perut Kyuhyun pelan. “Kau terlambat 3 hari.” Rajuknya.

“Hah, kalau mengingat itu aku semakin kecewa saja.” Ucap Sooyoung dengan nada keras. Kekehan Kyuhyun terdengar membuat mau tak mau Sooyoung mengeluarkan senyumnya.

“Maaf. Sini aku beri tahu.”

Kyuhyun mengarahkan Sooyoung menghadapnya dengan tangan melingkari pinggang semut gadis itu.

“Meskipun aku tak mengatakan ucapan cinta atau semacamnya, kau harus camkan bahwa aku selalu dan terus mencintaimu.”

Sooyoung tersenyum. “Ne, arraseo, kapten!”

Kyuhyun tertawa. Ia menangkup pipi Sooyoung dan memberinya satu ciuman dalam yang panjang.

Gwiyeowo.” Ucap Kyuhyun dengan gemas pada Sooyoung. Sooyoung tertawa dan ikut menangkup pipi Kyuhyun lalu berjinjit untuk menciumnya. Bibir yang membeku itu seolah menghangat saat bertemu.

Kyuhyun melepasnya saat beberapa menit kemudian. Ia tersenyum.

“Hah, rasanya sudah lama kita tidak berciuman.” Ucapnya frontal. Ia menatap manik mata Sooyoung yang terlihat berbinar dimatanya. “Dan bibirmu semakin manis.”

Sooyoung berhambur memeluk Kyuhyun dan berbisik. “Mungkin kau lupa. Sebelum berciuman, aku baru memakan ice cream yang saaaaaangat manis.”

Keduanya lalu tertawa dengan ringan.

.

Kkeut!

.

Absurd. Gak nyambung banget ama judulnya, maap. Pening aku mau ngasih judul apaan -.-

Maaf banget kalau ini gak menghibur dan malah nyampah, aku cuman pengen berbagi aja u,u

Pengen ngasi ff yang hurt gitu tp ntah kenapa belakangan idenya yang beginian, pasaran-_- maap lagi ya u,u

Semoga yang merasa terhibur dapet ngambil hikmahnya, meskipun aku gak tau apa hikmah dari ff ini *plak xD*

Maaf udah nge-pending fanfic-fanfic chapter yang udah lumutan. Pengen ngasih tau, bagi yang nunggu, Between Love and Truth part 3 bakal dateng yaa:D

Ditunggu aja monggo, soalnya aku gak bisa pastiin kapan karena aku juga ini karena hr mggu makanya bebas main laptop u,u

Yaudahlah, semoga suka!<3

105 thoughts on “[Ficlet] Wait A Minute

  1. Sedihh waktu kyuhyun gx tau ultahnya sooyoung dan sooyoung kecewa😢,, aku jga kecewa😞 ,, tpi yg pnting kyuyoung udah baikan 😊😍😘

  2. aiiiiihhhh manis bangeettt dan ngerasa kesindir pas baca ff ini inget aku yang suka ngembek juga kalo liat pacar lagi sibuk wkwkwk😀
    suka bangeet sama ff karangan author

    sweet story!!

  3. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    abis baca ff mu yg baru dipost aku nyari-nyari ff buatanmu Author~
    ga kecewa baca ff buatanmu, cool abbiisss!!!
    scene nya juga keren.. ga pasaran, unik, lucu seru gitu..
    daebaakk dehh..
    aku izin baca yg lain yaa..
    semanggaat!!!^^

  4. astrini says:

    waahhh…
    Ini tuh salah satu oneshoot terbaik yg pernah aku baca
    So sweeeeet banget ^^
    Ditunggu karya yg lainnya ya ^^

  5. elvi says:

    daebak..
    feel nya dpt bgt..
    soo yg kecewa waktu kyuppa lupa dg ultah nya..
    kyuppa yg selalu cuekin soo..
    aaa tapi akhirnya bahagia..

  6. safitri agustina says:

    feel nya dapet
    apalagi pas bagian kyu lupa ultah soo trus soo ngungkapin kecewa nya
    tapi end nya kecepetan
    ada sequel atau AS ?😉

  7. i like it!!! they’re so sweet!!
    aku bner2 kebawa sama alurnya, di saat soo kecewa sama kyu, aku jd ikutan nyesek..
    ketika mereka uda happy ending, aku jg ikut senyum2 sndiri..
    nice shoot!!!!

  8. aina fitria says:

    Mereka sosweat bgt….
    kyu oppa yg gila kerja
    soo yg pencemburu,kekanakan n butuh n paling ingin d perhatikan
    2 pribadi yg berbeda bersatu dgn berbagai konflik,ya
    hmmm
    cerita’a menarikkk
    Next thor…

  9. wawawa ini cerita sebenernya simple bgt. sederhana bgt tp sangat sangat sangat bikin aku meleleh.
    aku kira bakal lebih panjang nih cerita tp keburu d cut aja. bikin sequelnya dong say. tp jgn dibuat buru2 nikah. biarin aja saat saat indah mereka waktu pacaran atau tunangan.. waaa bener2 puas meleleh dah hatiku baca ini hhe. maap terlalu lebay gini bhs ku abis mau gmn lg emang udah keburu leleh juga aku sm romance mereka kkeke

  10. kyuppa says:

    cerita yg bner2 ngena bgt..
    .aq suka sikap kyu n soo ..
    walaupun sering brtgkar tp kyuppa sllu mngalahi..
    kerenn..

  11. dindadey says:

    mgkn judulnya emg kurang pas, tp isi ceritanya ngena😄 sikap cuek kyu yg selalu luluh sama soo. emg sih kasian soo pas kyu lupa ultahnya. tp ujung2nya mereka tetep bisa bikin kesan manis😄

  12. Hyumi Knight Aegyo Kingdom says:

    KEREENNN~~~!!! Tata bahasanya bagus~!!! Di tunggu ff kyuyoung lainnya~!! HWAITING~!!😀

  13. sie says:

    Bagus kok ceritanya, sama sekali ga nyampah, aku malah suka cerita romance gini drpd yg hurt. Keep writing, gomawo, n fighting

  14. kyuusoo says:

    cerita yang manis, walopun cerita kayak gini udah umum tapi kalo saeng yang buat terasa beda aja, hehehe
    daebak😉

  15. AudreySooyoungsterKnight says:

    Aigoo ..
    Bener bener romantis ><
    Kyuppa sama Soo eonni bener bener pasangan yang serasi ya.
    Daebakk (y)
    Dan aku suka banget sama covernya😀

  16. Sistasookyu says:

    Cute banget!
    Kesel nya dapet, sedihnya dapet, happy nya juga dapet banget..
    Suka banget sama cerita kayak gini..
    Di tunggu karya lainnya

  17. silviaryanti says:

    Akhhh suka crta nya simple tp fell nya dpet bngttt.kyu sm syoo sling mlngkpi deh wlupun kyu cuek nya ktrlaluan tp smga syoo bsa ttp mklumin.dtggu jh deh undngn mrka😀

  18. febryza says:

    ya ampun kyuyoung disini so sweet bgt deh yah walaupun yg satunya manja yg satunya cuek tapi moment mereka manus bgt.. soohan friendshipnya disini juga bagus ^^

  19. shin hyun young says:

    Suka karakter mereka disini,
    Soo manja bgt tapi berusaha jdi dewasa walopun ujung2’a tetep aja manja..
    Kyu cinta bgt sma kerjaan sampe segitu’a tpi suka kyu disini krna sayang bgt sma soo..
    Nice epep..

  20. Rosse says:

    oh god. this is short but impressive. I like it. I am into it. malem2 bca ficlet so sweet bgini, makes me wannta get married early.haha. sukses slalu

  21. DianAyuni says:

    huaaaaa ikut nangis …kyu sibuk bgt sih…soo kasian nunggu kmu….
    btw suka karakter syoung ama kyu dsini.. cocok hehehe

  22. Delvia Marcelinna says:

    aahhhh, sumpaahh!! ffnya keren banget yaa!! ada bagian yang buat aku bener2 nyesek, habis itu nangis, huwaaa~ini daebak banget ffnya! jjang!! aku suka! sangat suka! ffnya seru sekali deh. gomawoyo ya chingu ff nya! kalau bisa ada lanjutannya :3 hehe ^^

  23. jadi senyum” gaje gara” baca ini ff >.<
    terlalu sweet😀 coba kenyataan semanis ini ff *oke abaikan curcol reader mu ini thor
    daebak

  24. Bukan suka ja tp suka banget!!!! Romantisme mrk, sifat mengalah mrk sm lain, feel ny dpt bgt, g alay, g berlebihan, g da typo, pkoknya keren dech, daebak bgt author nim! karya ff ky gni nich yg wajib sequel!!! ff ky gni yg bwt aq jd mencintai kyuyoung kembali (*^﹏^*)
    gomawo ♥♥♥

  25. dewayu_규영 YC 성민 오빠 says:

    nyesek bgt pas kyu ma soo eonni brantem :(…
    hisss si kyuuu..q kira kau inget ….
    ff’a daebakkk…top bingitt

  26. selvi says:

    nice story
    kyuhyun sweet banget disini, syoo nya juga manja. saling ngelengkapin, yes!
    suami juga ikut main tuh, bebeb luhan♡ kkk~
    ff lainnya ditunggu yaaaa

  27. iis mulyati says:

    aaa so sweet bgt kyuyoung jjang!! daebak thor, kalo bisa bikin sequel nya dong kyuyoung nya nikah dan punya baby hhe. Ditunggu ff selanjutnya thor^^

  28. Areta SparkSters Foreversz says:

    Ah Soo onnie ngegemesin
    Cerita nya manis
    Aku suka sama karakter KyuYoung disini
    Luhan oppa kayak suka gitu sama Soo
    DAEBAK

    • Dian says:

      Aaaaaaa demi apa, aku senyum2 sendiri dan merinding baca nya. Coba dikehidupan nyata kyk gini..
      Oh iya denger nama ‘Hyomin’ aku bawaan nya pgen marah2 mulu. Pisss

  29. mithaaa says:

    Ehhhmm kisah yg hangat dan manis,, ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ apalagi kalo ada sequelnya

  30. rahma says:

    nice thor
    kyuhyun yg workaholic dan sooyoung yg manja
    saling melengkapi
    sweet
    ditunggu ff kyuyoung nya yg lain

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s