[Series] Mistake Part 1

 

mistake

Title        :[SERIES] Mistake Part 1

Length   :Series

Rating    :T

Genre     :Romance

Author   :Pyo-Pyo

Cast        :Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Lee Sungmin, Seo Jo Hyun, Choi Siwon, Lee Sungjin and others.

Note       : FF ini udah lama banget aq buat, tapi baru bisa ngirim sekarang. FF ini murni dari pemikiran aq sendiri and joesonghamnida apabila terdapat typo dan sejenisnya atau ceritanya kurang menarik..

Happy Reading Knight ^^

Hari ini seorang namja benar – benar kesal setelah dipermalukan di depan teman – temannya. Ia berjalan dengan segala amarah yang mengepul dalam dadanya hingga nafasnya terasa sesak. Ia terus berjalan sembari mengepalkan jemari tangannya bersiap melepaskan pukulan pada seseorang yang membuat kekacauan hari ini. Kedua matanya memandang tajam ke segala arah seperti sepasang mata elang, bahkan ke setiap sudut. Amarah dalam dirinya terpancar dari kedua matanya yang seakan – akan menyemburkan api merah yang berkobar. Beberapa kali ia semakin mempertajam pandangannya ke tempat – tempat tertentu. Setelah ia sadar apa yang dicarinya tidak tertangkap oleh kedua matanya, ia bergegas pergi untuk menemukannya di tempat lain.

 

Kyuhyun’s POV

Hari ini aku benar – benar kesal dibuatnya. Bahkan terlalu sulit kali ini untuk menahan amarahku. Meskipun aku sering mengalaminya tapi kali ini aku merasa benar – benar marah, bahkan api di neraka pun akan takut padaku. Aku terus befikir mengapa ini terjadi padaku disaat aku hampir menyelesaikan studiku. Kali ini dia benar – benar keterlaluan.

Aku terus berjalan dan menyebarkan pandanganku ke segala arah. Memfokuskan mataku untuk mencari seseorang yang telah membuat kekacauan ini. Cukup sulit mencarinya disaat seperti ini, tapi kemudian ingatanku tertuju pada satu tempat. Kantin. Aku harap perkiraanku tidak meleset.

Kali ini perkiraanku benar – benar tepat. Aku menemukannya di kantin saat mataku menangkap sesosok makhluk yang seperti hama sedang duduk dan tertawa seolah – olah dia bisa menelanku bulat – bulat. Apa dia sedang menertawakanku ? Dia benar – benar licik. Mati kau kali ini Choi Soo Young !

Aku menghampirinya dan berdiri tepat di samping tempat duduknya. Ia menoleh sekejap menyadari keberadaanku kemudian kembali dengan pembicaraannya. Bahkan dia mengacuhkanku. Cihh, manusia macam apa yang sama sekali tidak peduli dengan kesalahan yang telah diperbuatnya. Aku menarik tangannya dengan kasar dan menyeretnya untuk mengikutiku. Dia berusaha melepaskan pergelangan tangannya, tapi cengkramanku terlalu kuat hingga ia hanya bisa terus berjalan mengikutiku.

“Yaa, apa yang kau lakukan ? Lepaskan tanganku babo.” Dia terus saja protes dengan yang kulakukan tapi aku sama sekali tidak mendengarkan yang dikatakannya dan terus berjalan menuju taman yang saat ini sedang dalam keadaan sunyi.

Aku berhenti tetapi tanganku masih mencengkram erat pergelangan tangannya. Aku membalikkan badanku dan menatapnya tajam. Mungkin saat ini dia bisa melihat asap yang mengepul dari kepalaku. Ah, tidak. Bukan asap, tapi api yang berkobar – kobar seperti di neraka, bahkan jauh lebih panas. Aku pun menyadari wajahku kali benar – benar memerah karena amarah yang sedari tadi terus menghentakkan isi kepalaku. Dia terlihat kesakitan, tetapi dia melemparkan pandangan yang tajam ke arahku. Tentu aku membalasnya dengan tatapan amarah yang jauh lebih besar. Aku menarik tangannya hingga tubuhnya ikut tertarik mendekat ke arahku.

“Yaa, lepaskan tanganku.” Kali ini dia benar – benar  kesal.

“Aku akan melepaskan tanganmu jika kau kembalikan semuanya seperti semula.” Aku berkata padanya dengan tegas.

“Mwo ? Yaa, apa yang harus ku kembalikan ? Apa otakmu itu masih berfungsi ?” Dia bertanya seolah – olah tidak mengerti sama sekali. Cih,, benar – benar pandai berakting, gumamku.

“Sekarang kau pilih, kau mengakui perbuatanmu di depan Soo Man Seongsaengnim atau kau mati ?”

“Mwo ? Micheosseo ? Eish, aku rasa kau harus pergi ke psikiater.” Dia kembali mengelak dengan gaya bicaranya yang tidak bersalah. Aku semakin geram dibuatnya kemudian kutunjukkan kertas yang ada di tanganku dan melemparkan tepat di wajahnya. dia menangkap kertas yang kulemparkan kemudian melihat dengan seksama apa yang ada dalam kertas tersebut.

“Apa kau benar – benar senag kali ini, huh ?”

“Jadi ini hasil ujianmu ?” Dia menatapku sejenak kemudian tertawa, bahkan ia mengusap ujung matanya karena tertawaannya. Dia terus tertawa meledekku. Aku semakin kesal dibuatnya lalu aku mengeratkan genggamanku hingga ia merasa kesakitan dan menghentikan tawanya.

“A,, yaa,, kau…” ia mencoba melepaskan genggamanku lagi. Aku menhela nafas kemudian menatapnya.

“Aku akan melepaskanmu jika berjanji akan mengakui perbuatanmu kepada Soo Man Seongsaengnim.” Dia justru menatapku dan tersenyum melecehkan.

“Cihh, kau mau aku lakukan apa ? Memangnya aku melakukan itu ? Apa kau benar – benar sudah gila ?” Dia terus saja berkilah dan tidak mau mengakui perbuatannya.

“Kau hanya perlu mengakui pada Seongsaengnim bahwa kau yang mengambil kertas ujian milikku dan menggantinya dengan kertas ini.”

“Kau bercanda ? Kau menyuruhku mengakui hal yang bahkan tidak ku lakukan ?” Dia tetap bersikeras dengan pendiriannya. Aku mengeratkan gigiku, rasanya aku ingin sekali memukulnya, tapi bagaimanapun juga dia adalah wanita.

“Bahkan ini bukan tulisanku dan aku tidak pernah menulis hal bodoh seperti ini.” Aku berteriak dan membuatnya terkejut hingga menutup kedua matanya sekejap.

“Jadi kau benar – benar menuduhku melakukan itu ?”

“Lalu siapa lagi orang yang akan melakukan ini padaku selain kau ? Jawab ?” Aku kembali berteriak dan membuatnya kembali menutup matanya.

“Apa kau pikir aku orang yang benar – benar licik dan berani melakukan ini ? Apa kau-”

“Ya. Aku benar – benar berpiikir kau wanita licik yang menggunakan segala cara untuk menghancurkanku. Kau sangat licik. Bukankah kau selalu melakukan ini, huh ? Kau menggunakan segala cara untuk mengalahkanku tapi kau tidak pernah bisa mengalahkanku. Bahkan kau lebih licik dari seekor hayna.” Tanpa sadar aku memotong kata – katanya dan mengatakan semua yang ada dalam fikiranku saat itu. Aku tidak ingin mengatakannya tapi amarah telah meracuniku hingga aku mengucapkan kata – kata paling kasar yang pernah kuucapkan. Bahkan kepada seorang wanita.

“Kau, benar – benar tidak tahu malu, Cho Kyu Hyun. Kau begitu yakin aku yang melakukan itu, sementara aku sama sekali tidak tahu apa – apa soal kertas itu. Seharusnya kau menyadari bahwa kaulah orang yang lebih licik.” Hatiku seperti di hantam oleh batu yang sangat besar ketika dia mengatakan itu. Rasanya kedua tanganku lemas dan dengan mudah dia melepaskan diri dari cengkramanku setelah dia mengatakan itu. Kemudian dia berbalik dan meninggalkanku yang masih terdiam dengan segudang pertanyaan yang berkecamuk dalam otakku.

Aku begitu yakin dia yang menukar kertas ujian milikku dengan kertas bodoh ini, karena Soo Man Seongsaengnim menyuruhnya membantu membawakan kertas ujian setelah semua selesai menjawab soal ujian dua hari yang lalu. Aku fikir dia sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk mengganti kertas milikku mengingat apa yang dia lakukan selama ini. Dia selalu mencoba menjatuhkanku bahkan dia selalu meledekku jika sesuatu terjadi padaku. Tapi dia selalu kalah dariku dalam hal intelijensi karena kejeniusan yang kumiliki.

Sebenarnya dulu dia bukanlah gadis seperti itu. Aku benar – benar ingat ketika kami baru  masuk ke universitas ini. Saat itu masih semester satu dan aku tidak terlalu mengenalnya. Tapi ia gadis yang ramah dan supel, oh satu lagi dia juga cerdas. Karena itulah kami mulai mengenal satu sama lain dan sering membahas mata kuliah maupun tugas bersama – sama. Tetapi sesuatu terjadi saat kami hampir memasuki ujian akhir semester kedua,  tiba – tiba saja dia menyatakan perasaannya padaku. Aku begitu terkejut sehingga tidak tahu harus berbuat apa sementara aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Aku memilih untuk menolaknya. Entah keputusanku saat itu benar atau salah, aku masih bingung.

Setelah kami memasuki semester ketiga, dia menjauhiku bahkan dia selalu berusaha untuk mengalahkanku. Tapi aku selalu menang dalam hal nilai karena aku memang jenius. Walaupun sebenarnya perbedaan nilai kami tidak terlalu jauh. Aku selalu menduduki peringkat pertama dan dia selalu jadi yang kedua. Dia sering membuatku kesal dengan tingkahnya yang menyebalkan. Dia selalu meledekku jika aku melakukan kesalahan dan kami selalu saja bertengkar. Aku rasa dia sangat membenciku karena keputusanku dulu. Tapi sekarang aku benar – benar tidak menyangka dia melakukan hal serendah itu.

Memikirkan apa yang terjadi beberapa tahun lalu, tiba – tiba muncul sebuah ide di kepalaku untuk membuatnya mengaku dan memperbaiki kekacauan yang telah ia perbuat. Mungkin ini sedikit gila tapi aku tidak mau citraku dinjak – injak seperti ini. Lagi pula kali ini dia benar – benar keterlaluan.

Soo Young’s POV

Aku memalingkan tubuhku dari hadapannya ketika aku bisa melepaskan tanganku dari genggamannya. Aku mulai berlari menjauhinya disambut dengan air mataku yang mulai mengalir di pipiku. Aku tidak bisa menahannya. Rasa sakit di tanganku bukanlah masalah melainkan perkataannya yang seakan – akan menembus dan mengoyak jantungku. Seakan – akan sebuah samurai menusukku dari kepala hingga menembus jantung kemudian mencabik – cabik seisi rongga dadaku. Sangat menyakitkan.

Kali ini Kyu Hyun benar – benar keterlaluan mengatakan hal seperti itu padaku. Dia bilang aku licik. Tapi dia sendiri menuduhku mengganti kertas ujian miliknya. Hari ini dia benar – benar marah, dan itu semua tergambar jelas dari wajahnya yang memerah dan matanya yang memandangku dengan amarah dan ingin menelanku bulat – bulat. Dia juga bersikap sangat kasar padaku. Baru kali ini dia memperlakukanku seperti itu, bahkan dia menyeretku tanpa memperdulikan aku kesakitan karena pergelangan tanganku yang dicengkramnya dengan sangat kuat.

Aku menyeka air mataku dan memutuskan untuk pulang lebih awal karena aku tidak mau jika harus bertemu dengan Kyu Hyun. Kali ini aku benar – benar membencinya. Berharap dia akan tertabrak sebuah truk dan tewas seketika. Lalu tidak ada orang yang peduli padanya bahkan untuk sekedar melihatnya tewas.

Aku mengirimkan pesan singkat kepada Seohyun bahwa aku akan pulang lebih cepat. Mungkin saat ini dia sedang menungguku di kantin untuk kembali makan bersamanya setelah Kyu Hyun menyeretku secara tiba – tiba. Dia teman yang setia, karena itulah aku yakin dia tetap menungguku kembali. Dia pasti sedikit kecewa aku pulang secara tiba – tiba dan meninggalkannya sendiri di kantin.

Saat tiba di rumah, aku merebahkan tubuhku di atas ranjang. Memandang lurus ke arah langit – langit kamarku. Tiba – tiba terbayang wajah Kyu Hyun di sana, sedang memandangku dengan amarah dan berkata aku adalah sesorang yang licik. Kata itu terus saja berdenging di telingaku membuat air mataku lagi – lagi mengalir deras. Aku memegang dadaku yang terasa semakin sesak setiap kali aku mengingat perkataannya. “di sini sakit sekali” gumamku.

Aku mulai membuka mata dan merasakan kelopak mataku yang agak berat. Beberapa kali mengerjapkan mata mencoba menyadarkan diri sepenuhnya. Setelah semua jiwaku terkumpul dan lengkap, aku memutuskan untuk mandi agar kekuatanku pulih sepenuhnya. Setelah mandi perasaanku pasti akan sangat segar.

Benar saja, mandi dan membersihkan tubuh memang menyenangkan. Sangat menyegarkan dan terasa energiku telah terkumpul kembali. Tapi, belum lengkap rasanya jika belum melahap masakan lezat Eomma. Setelah mengenakan baju, aku keluar dari kamarku menuju ruang makan. Dan benar saja, di sana sudah tersedia makanan lezat yang siap kusantap bersama Eomma dan Eonni untuk makan malam hari ini. Kali ini kami akan melewatkan makan malam tanpa Appa. Tapi bagi kami sudah biasa karena mengerti dengan kesibukan Appa dan pekerjaannya.

“Whoooaa,, Eomma hari ini memasak kimbab kesukaanku!” Melihatnya saja membuatku berkali – kali menelan air liurku.

“Ne, duduklah lalu kita berdoa dan makan. Appamu masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi dia akan pulang terlambat.”

“Arasseo Eomma.” Kami pun makan dengan bahagia. Saat seperti ini selalu bisa membuatku lupa dengan semua masalah yang kuhadapi. Semuanya akan hilang saat aku melahap makanan terlebih lagi makanan yang aku sukai. *dasar shiksin

Setelah perutku kenyang, aku kembali ke kamarku dan berniat menelepon Seohyun. Aku ingin menceritakan padanya soal kejadian siang tadi. Dia bisa membuatku senang dengan ocehannya yang kadang ngelantur karena lemotnya, dan saat aku melihat ke layar ponselku senyum bahagia langsung mengembang di pipi chubby-ku

1 pesan diterima

Dari : Seobaby

Aku buru – buru membukanya. Tapi saat aku selesai membaca pesan tersebut, expresi wajahku yang senang dengan waktu yang sangat singkat berubah 180o.

Pengirim : Seobaby

Youngie, tolong aku ! Sekarang aku ada di Best Western Premier Gangnam Hotel kamar 202. Tolong aku Soo, ku mohon. Dan jangan bawa siapapun bersamamu !

Mataku hanya terbelalak membaca pesan dari Seohyun. Tanpa berpikir panjang aku langsung menyambar  tas dan jaketku kemudian berlari keluar. Aku berpamitan dengan Eomma sambil memakai sepatuku. Aku katakan pada Eomma bahwa aku harus menemui Seohyun secepatnya. Tanpa menunggu jawaban dari Eomma, aku langsung ke luar dari rumah dan memakai jaketku.

Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan apa yang terjadi pada Seohyun, di hotel malam – malam begini. Aku tidak habis fikir dan kekhawatiranku terus saja menghantuiku sepanjang perjalanan, mengingat Seohyun itu sangat lembut dan lemah. Bagaimana dia akan melawan jika seseorang menyerangnya. “Oh God, tolong selamatkan Seohyun.” Aku terus berdoa sepanjang perjalanan agar tidak terjadi sesuatu pada sahabatku itu.

Setelah sampai di lobby hotel, aku terus mencari – cari dimana Seohyun. Lalu aku bertanya pada seorang pelayan hotel dimana kamar dengan nomor 202, kemudian pelayan itu menunjukkan aku arahnya. Tanpa membuang – buang waktu aku langsung berlari mencari kamar tersebut dan, binggo. Aku menemukannya.

Aku mengetuk – ngetuk pintu kamar tersebut dan mencoba membuka pintunya. Betapa terkejutnya aku mengetahui pintu tersebut tidak dikunci. Aku membuka pintu lebar – lebar dan masuk ke kamar tersebut sambil mengedarkan pandanganku ke segala penjuru berharap aku menemukan Seohyun. Tapi nihil, aku sama sekali tak mendapatinya bahkan jejaknya pun tak ada sama sekali. Aku berlari menuju kamar mandi dengan fikiranku yang semakin kacau. Aku mencari ke semua sudut kamar mandi yang luas tapi tidak sedikitpun ada tanda – tanda dari Seohyun. Fikiranku semakin kacau, lalu saat aku keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya aku melihat seorang namja telah berdiri di depan pintu dengan menyandarkan punggungnya pada pintu yang telah tertutup.

“Cho,, Cho Kyu Hyun..”

 

TBC…

85 thoughts on “[Series] Mistake Part 1

  1. Main nuduh aja , kasian soo , dituduh am orang yg kita sayang sakit nya tuh disini *nunjukidung , kkkkk
    kok seo mau seh bantuin kyu bohongin soo ??!

  2. Ayuni Elly says:

    jujur author, aku agak kurang suka sama seohyun, mungkin efek dari kebanyakan baca ff kyuyoung dan terlalu menghayati hehe, jadi semoga di sini si seo nggak terlalu annoying aja characternya, ide ff nya keren, aku bacanya juga nyaman, daebaaak !!

  3. mongochi*hae says:

    kyu nduh soo tnpa bukti konkrit…. kasian.
    ak pnsaraan bgt knp jd kyu yg ad dkmr pdhal soo kn nrma pesanny dr seo

  4. yunnai Elf says:

    kyuppa segitu’y banget nuduh soo eonn…
    hah Soo eonn punya rasa sma kyuppa & udah ngungkapin semua’y😮
    Seo kerja sma kyuppa buat jebak Soo eonn.kejem & gk percaya’y si kyuppa😀

  5. meetha says:

    aish…kyu asal nuduh soo aja
    tapi siapa ya yang ngelakuin itu ke kyu?
    itu kyu ngapain di hotel? mau jebak soo kah?
    ditunggu next partnya😀

  6. dindadey says:

    kayaknya ini emg cuma salah paham. cuma kyu nya aja yg pikirannya negatif -__-” kepo bakalan seheboh apa pertengkaran mereka tp maunya tetep berujung kyuyoung bersatu😄

  7. Ooh… Kyu Andawae!!! Jangan sakiti Syoo.
    Inget Kyu’!! One Mistake get one Regret.
    D.lhat dripart awal menarik smoga part k.dpan.A tmbah mnarik…
    Tpiii Aq rsa yg berbuat kek gtu si Seo dehhh..

  8. Sistasookyu says:

    Ow.. ow..
    Mau ngapain itu si kyu?
    Bukan syo juga yg nuker kertas itu?
    Kyu maen nuduh orang aja nih..

  9. elvi says:

    penasaran..
    ko kyuppa bisa ada di sana?
    kyuppa kejam amat..
    blg soo picik..
    sebenarnya siapa yg nuker kertas kyuppa..

  10. daebak, pengenn tau siapa dalang dari mistake ini.
    kira2 kenapa ada kyu disana ya, kenapa bukan seo? apa seo punya rencana lain.
    next part ditunggu

  11. sunflower says:

    Aaaah ~ tbc bener2 mengganggu ! Seo itu sebenernya baik ga sih? Penasara sumpah! Terus yg nukerin kertas itu siapa? Kyuhyun mau ngapain sooyoung? Next part cepet ya? Hehe😀 hrs lebih panjang, ffnya keren🙂 keep writing ! ^^

  12. DianAyuni says:

    kyuhyun!!!!! kau tega sekali nuduh syoung kaya gt….
    tp knp syoung selalu ngejahilin kyu…? mgkin krn ditolak jd dijahilin deh wkwkwk
    itu kyu dpt no. seobaby drmn????
    huaaaa kyu punya rencana apa buat syoung >< andwee cho!!!!!

  13. gita says:

    Wahh.. Kyuppa ngejebak sooeon, pke seo
    Gmn nih nasib sooeon?
    Kyknya bkn sooeon deh yg ngelakuin itu..
    Ditunggu next.a

  14. riaknight08 says:

    kok kyuhyun sih yg ad d hotel itu,
    bikin penasaran aj deh,
    next partx d tunggu^^
    jangan lama ya thor😀

  15. wah wah wah…. aq pnasaran sypa yg berbuat gtu ke kyu (kyny itu berniat biar kyuyoung slg slh paham). Hmm next part klw diprotect aq pinta pw ny y??? gomawo (*^﹏^*)

  16. Nah loh ada kyuhyun oppa.. tapi kok bukan seo? Waahh penasaran sama rencananya kyu oppa, tapi siapa yg nukar kertas ujiannya kyu oppa.. hhmm ditunggu next berikutnyaaaaa fighting! !!

  17. salsabellakhaa says:

    kyuyoung berantem_-“, eh itu knpa ada kyu,,??
    atu ini rencananya seo sama kyu supaya kyu bisa minta maaf *Ngayal*
    next yaa

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s