Beloved Moment Chapter 10

Gambar

Annyeonghaseyoo

Oke sebentar lagi beloved moment akan tamat chingudeul hehehe. Semoga chap 10 ini tetap memuaskan buat kalian ya.

Okay! Gidaehaedo joha, Let’s Go!

Title : Beloved Moment / Chapter 10

Main Pair : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other Cast : YeYul, SiFany, YoonHae, and other

Rated : 17+

Warning : OoC, typo bertebaran dimana-mana -terlihat maupun tersembunyi-, umur tidak sesuai, tema umum

Disclaimer : Cast milik dirinya sendiri (namun masih tanggung jawab orang tua dan dibawah naungan Tuhan), Super Junior dan SNSD teken kontrak sama SM Entertainment. Saya hanya pinjam nama dan karakter.Ff ini di post oleh Chovenna atas persetujuan dari penulisnya Babykim. Gomawo ^^ follow my twitter @ChoVenna

 Please Do Not Bashing The Chara!

Thank you

Happy Reading ^^

.                                                                                         

.“Sedang apa?” Victoria melihat-lihat lembaran koran yang terbuka. Kemudian melirik buku catatan Sooyoung yang terbuka. “Ini…”

“Ya. Aku sedang mencari kerja,” ucap Sooyoung tanpa harus tahu apa yang akan yeoja itu tanyakan.

“Eh? Kerja? Bukankah sekolah tidak mengizinkan murid bekerja diluar?” Victoria membulatkan matanya bingung. “Dan eonnie, bukankah beasiswa?”

Sooyoung meringis. “Ya. Sekolah tidak memperbolehkan.”

“Lalu,” Victoria menatap Sooyoung ingin tahu. Dahinya mengernyit. Tak butuh waktu lama hingga yeoja itu menganga tak percaya. “Apa eonnie keluar dari sekolah?”

Sooyoung tersenyum miris. Apa keputusannya benar?

“Eonnie,” kembali Victoria memanggil. Masih memandang Sooyoung dengan tak percaya. “Jika eonnie melakukannya, aku jamin eonnie akan menyesal kelak. Ini sia-sia.”

Sooyoung tertawa kecil. Merapikan rambutnya yang tergerai indah.

Victoria kembali meneliti catatan milik Sooyoung. Lalu menunjuk salah satu tulisan milik Sooyoung. “Aku kenal tempat ini.”

Sooyoung yang tertarik mendekatkan wajahnya untuk melihat dengan lebih jelas pada apa yang ditunjuk Victoria. “Kau tahu?”

Victoria mengangguk. “Ya. Ini dekat dengan rumahku. Eonnie mau bekerja disini?”

Sooyoung menggeleng. “Sepertinya tidak. Tempatnya terlalu jauh.”

“Mmmm…,” Victoria terlihat berpikir. “Aku mungkin bisa mengusulkan satu tempat.”

Mata Sooyoung berbinar cerah. Akhirnya ada sedikit jalan keluar untuknya. “Benarkah?”

“Ya. Salah satu kerabatku membuka restoran China. Belakangan ini restoran sedang ramai. Jadi mungkin jika aku mengusulkan ada tambahan karyawan bisa diterima.”

Sooyoung menggenggam kedua tangannya didada. “Bisa aku minta alamatnya?”

“Nanti akan kuberi. Tapi, eonnie benar-benar keluar dari sekolah?” Victoria masih saja penasaran.

Sooyoung mengusap tengkuknya. “Sebenarnya belum ada keputusan dari kepala sekolah Lee. Aku sudah mengajukan aplikasi keluar dari sini. Tapi berhubung aku murid beasiswa, tidak semudah itu untukku keluar.”

Victoria mengangguk-anggukkan kepalanya. Membuat ikatan rambutnya ikut bergoyang. “Apa Siwon oppa dan Tiffany eonnie sudah tahu?”

Sooyoung tak heran kenapa nama keduanya yang Victoria tanyakan, bukan nama temannya yang lain. Tentu saja.Victoria adalah sepupu Siwon. “Belum. Mungkin setelah keputusannya keluar akan kuberitahu.”

“Kyuhyun oppa tahu?”

Kini Sooyoung bingung kenapa harus nama itu yang keluar dari bibir Victoria. Sooyoung menggeleng. “Dia juga belum tahu.”

“Tapi,” Victoria memainkan pena milik Sooyoung yang tergeletak diatas meja perpustakaan. “Kenapa eonnie tiba-tiba ingin keluar dari sekolah?”

Sooyoung terlihat ragu. Ditatapnya Victoria yang memandangnya dengan penuh minat seraya mengetukkan pena pada permukaan meja. “Itu…”

“Sooyoung-ssi.”

Sooyoung menoleh saat suara lembut milik penjaga perustakaan memanggilnya. Wanita berumur 30 tahunan itu tersenyum kearahnya.

“Ya?”

“Kepala sekolah memanggilmu.”

Sooyoung menegang. “Ah, ya. terima kasih.”

Penjaga perpustakaan itu pergi. Meninggalkan Sooyoung yang sedang membereskan koran-koran yang berantakan dibantu Victoria.

“Eonnie,” Victoria menyimpan koran-koran tersebut di sebuah lemari kaca. “Boleh aku ikut denganmu? Aku penasaran.”

Sooyoung tertawa kecil mengetahui jiwa ingin tahu Victoria yang besar itu. “Yakin?”

Anggukan semangat Victoria berikan. “Tentu. Lagipula eonnie kan butuh alamat restoran yang tadi kita bicarakan. Aku akan menunggu diluar. Tidak akan mengganggu.”

Sooyoung tersenyum dan mengangguk. “Baiklah.”

.

.

Sooyoung tersenyum kikuk saat mengetahui bahwa namja itu ada diruang kepala sekolah. Tak disangkanya perbincangan dengan petinggi sekolah yang tadi kepala sekolah Lee katakan adalah namja bermata sipit itu.

“Kau mau keluar dari sekolah Choi Sooyoung?” Yesung menatapnya tajam. Ya. Kim Jong Woon duduk tepat disamping Sooyoung didepan meja kerja kepala sekolah Lee.

Sooyoung menunduk dan memainkan jemarinya.

Yesung yang tak sabar memutar kursi yang diduduki Sooyoung agar menghadap kearahnya. “Kau tahu kan tak lama lagi kita akan lulus?”

Sooyoung mengangguk. Masih tak berani memandang wajah namja yang mengajaknya berbicara. Kepala sekolah Lee malah tak mengatakan apa-apa sejak mempersilahkannya masuk tadi.

“Karena itu aku tidak akan menyetujui dan menandatangani aplikasi yang kau ajukan.”

Kepala Sooyoung otomatis terangkat. Memandangi dengan tatapan penuh mohon pada namja bermata sipit yang tengah melipat kedua tangannya didada.

“Yesung…”

“Kenapa kau tidak mendiskusikannya terlebih dahulu padaku dan Yuri?” tanya Yesung masih dengan tatapan tajamnya yang menusuk. Sooyoung merasa dia kembali lagi pada awal mereka bertemu.

“Kau murid beasiswa Choi Sooyoung. Banyak orang diluar sana yang berlomba-lomba untuk mendapatkan itu. Dan kau malah membuangnya?” Yesung masih saja terlihat marah. Sooyoung kembali menunduk.

“Itu hal terbodoh yang pernah aku tahu.”

Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Kata-kata Yesung sungguh mengena di hatinya.

“Entah apa yang akan Yuri lakukan jika tahu kau keluar dari sekolah. Kenapa kau tak memberitahu kami? Kau anggap apa Yuri? Dia pasti akan sangat kecewa padamu,” cecar Yesung.

Sooyoung hampir saja menitikkan air matanya mendengar Yesung menyebut nama sahabatnya terus menerus. Dia berusaha menguatkan hatinya dan mengeluarkan suaranya yang lirih. “Tapi aku memang harus melakukannya.”

“Kau tak harus melakukannya. Aku tahu apa yang menjadi pertimbanganmu. Tapi sebagai temanmu, aku menyayangkan keputusanmu jika kau harus keluar dari sekolah. Tinggal beberapa bulan lagi hingga kita lulus. Kau akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan dengan ijazah SMA dibandingkan jika harus bekerja dengan mengandalkan ijazah SMP. Dan jika kau beruntung, bisa saja kau melanjutkan sekolahmu,” ucap Yesung panjang.

“Lalu aku harus bagaimana? Aku juga harus bekerja Yesung. Aku punya hutang yang harus kubayar. Aku harus membiayai kehidupanku disini. Meski aku mendapatkan beasiswa, tapi aku juga harus punya penghasilan,” Sooyoung memandang Yesung pilu. Namja bermarga Kim itu kini sudah memandangnya dengan lebih bersahabat.

“Sebagai orang yang berwenang disekolah, aku menolak aplikasimu.”

Sooyoung sudah pasrah dengan keputusan yang Yesung ambil.

“Tapi,”

Sooyoung mengangkat kepalanya. Memandang Yesung dengan penuh harap pada kelanjutan kalimat yang namja itu katakan.

“Aku memberikanmu keringanan. Sekolah kami bukan sekolah yang menyiksa muridnya.”

Sooyoung masih belum mau berspekulasi lebih jauh. Keringanan apa yang Yesung berikan?

“Kau tahu kan sekolah tidak memperbolehkan muridnya bekerja?”

Sooyoung mengangguk menjawab pertanyaan Yesung. “Ya. Aku tahu.”

Yesung memandangnya hangat kali ini. Sungguh. Sooyoung tak menyangka pemuda itu bisa bersikap seperti ini.

“Kau tahu kan kita punya jam tambahan sepulang sekolah karena kita akan menghadapi ujian akhir?”

Tentu saja Sooyoung tahu ini. Jam tambahan bagi murid kelas XII. Bisa dianggap sebagai les yang diberikan sekolahnya. Hari-hari mereka full dengan belajar senin hingga jumat. Beruntunglah sekolahnya mempunyai kebijakan 5 hari kerja.

“Dengarkan aku baik-baik.” Yesung memandang Sooyoung lekat yang dibalas Sooyoung dengan tak berkedip.

“Sekolah mengizinkanmu untuk bekerja diluar. Karena senin sampai jumat kita full berada disekolah, jadi kau hanya bisa bekerja sabtu dan minggu. Kau tidak diperkenankan untuk meninggalkan kewajibanmu sebagai murid disini. Jangan mencampurkan urusan pekerjaanmu nanti dengan sekolah. Kau mengerti?”

.

.

“Bagaimana?” Victoria yang menunggui Sooyoung diluar kantor guru sontak berdiri saat Sooyoung sudah berada diluar.

Sooyoung tersenyum kemudian mengambil tempat untuk duduk disamping gadis China itu. Dengan semangat Sooyoung menceritakan apa yang sudah sekolah putuskan padanya. Sooyoung bersyukur. Meski dia diberi waktu tak banyak untuk bekerja, setidaknya 2 hari itu akan cukup membantu.

“Syukurlah Yesung oppa bisa berpikir bijaksana seperti itu.” Victoria mengelus dadanya.

“Jadi kau mau memberikanku alamat restoran yang kau sarankan itu?” Sooyoung memandang Victoria penuh harap.

“Ah ya!” Victoria seperti tersadar dan segera mengambil handphonenya disaku. “Aku akan mengubungi pemiliknya dulu. Kebetulan pemiliknya adalah bibiku. Aku tak mau eonnie sudah sampai disana tapi malah ditolak bekerja oleh bibiku.”

Sooyoung terkekeh mendengar ucapan Victoria. Yeoja itu bersyukur Victoria mau membantunya. Sooyoung sadar. Dengan hanya menawarkan bantuan pada akhir minggu, tak akan banyak tempat yang mau menerimanya.

Tak lama Victoria kembali dan berkata dengan semangat bahwa bibinya akan dengan senang hati menerima Sooyoung bekerja direstorannya meski hanya 2 hari dalam seminggu. Setelah berbincang sembari berjalan kembali menuju asrama mereka karena sekolah sudah berakhir, Sooyoung meminta Victoria untuk tidak memberi tahu siapapun bahwa di diperbolehkan bekerja diluar. Tentu saja hal itu akan menjadi perdebatan diantara para siswa. Disaat seluruh siswa ditekankan untuk tidak diperbolehkan bekerja, Sooyoung malah mendapatkan keistimewaan. Victoria mengangguk paham. Namun saat yeoja itu menyebutkan nama sahabat-sahabatnya, Sooyoung terdiam sejenak.

“Apa eonnie akan tetap merahasiakannya dari mereka?”

Sooyoung mengulum senyumnya. “Aku tidak tahu. Yang jelas aku tidak bisa menyembunyikannya dari Yuri. Yesung memintaku untuk memberitahu Yuri. Untuk yang lain, mungkin aku akan memberitahukan mereka nanti.”

Keduanya berpisah dilobby asrama. Victoria harus menemui Nichkhun dan Sooyoung mesti menemui Yuri. Yesung yang mewajibkan itu. Namja itu sepertinya sedikit sakit hati saat tahu Sooyoung mengajukan aplikasi keluar sekolah tanpa memberitahukan mereka. Sooyoung tertawa dalam hati mengetahui kenyataan itu. Senang rasanya saat sahabatmu ternyata sangat memperhatikanmu.

Sesuai dengan perkiraan Sooyoung. Yuri terlihat sangat kesal padanya. Yeoja itu bahkan sempat memukul lengannya berkali-kali dan mengatakan bahwa Sooyoung sudah gila. Bodoh. Menyia-nyiakan kesempatan bersekolah dan tak meminta bantuan teman-temannya yang dia tahu pasti akan membantunya.

Sooyoung bisa bernafas lega kini. Masalahnya menemukan jalan keluar yang tak merugikannya maupun orang lain. Apalagi Yuri memberitahukannya bahwa dia akan kembali menempati kamar mereka bersama malam ini. Sooyoung tak henti-hentinya tertawa lepas disisa hari itu.

.

.

Sooyoung mendengus kesal. Yeoja itu memandang ranjang disampingnya dengan malas. Yuri memang kembali. Namun namja pemilik sang yeoja ternyata tetap pada kebiasaan lamanya. Mengunjungi Yuri dimalam hari. Meski tak melakukan hal tak senonoh yang sempat mereka perlihatkan pada Sooyoung, namun kelakuan namja itulah yang membuat Sooyoung berkali-kali berdecak kesal.

“Yesung!” Sooyoung berteriak frustasi.

“Apa sih?!” Yesung yang merasa tak melakuan apa-apa memandang Sooyoung bingung dan marah. Ya, kesal mungkin lebih tepat. Namja itu melempar balik bantal yang sempat Sooyoung lemparkan padanya.

“Tak bisakah kau kembali kekamarmu sendiri?” Sooyoung bangkit dari pembaringannya. Kamar mereka yang gelap karena lampu utama sudah dimatikan tak dapat menyinari wajah Sooyoung yang sudah tertekuk kesal.

“Nona Choi, aku sama sekali tak melakukan apa-apa padamu, kau tahu?” Yesung berbalik menuntutnya. Namja itu menyamankan pembaringannya diranjang milik Yuri. Sedangkan pemilik ranjang itu sedang berada dikamar mandi.

Sooyoung merotasikan kedua bola matanya. Tak menyangka namja yang tadi siang berbicara dengan sangat serius padanya diruang kepala sekolah itu saat ini sedang tertawa dengan kerasnya sambil memandang layar handphone miliknya.

Keberadaan Yesung memang tak menganggu Sooyoung. Itu sudah biasa. Tapi dengan suara tawa yang bahkan masih bisa ditembus oleh headset pink Sooyoung, membuat yeoja bermarga Choi itu frustasi sendiri.

“Hei hei.” Yesung bangkit dari rebahannya dan memandang Sooyoung saat merasakan aura tak enak berada diantara mereka.

“Aku tak mempermasalahkan apa yang kau lakukan. Tapi bisakah kau kecilkan suaramu itu? Telingaku sakit. Aku juga butuh tidur.” Sooyoung kembali melempar bantalnya yang ditangkap Yesung tepat dihadapannya.

“Kau tahu? Ternyata fans-fansku lucu juga. Yuri tak pernah memberitahukanku selama ini. Kau tahu apa yang mereka kirimkan sebagai pengantar tidur? Entah lirik lagu mana yang mereka ambil, tapi ini cukup menarik. Aku tak tahu mereka memujaku setinggi itu.” Yesung menggoyang-goyangkan handphonenya kearah Sooyoung yang menatapnya malas.

“Aku tahu.”

“Kau tahu? Kenapa tak memberitahukanku?”

Sooyoung kembali memutar bola matanya. “Untuk apa? Itu tak penting.”

Yesung mencibir. Sooyoung tak percaya melihat Yesung melakukan itu. Sungguh berbeda dengan Yesung yang dia kenal untuk pertama kali.

“Kadang aku mengharapkan kau masih pendiam seperti dulu Yesung,” ucap Sooyoung menyuarakan isi hatinya.

Yesung hanya memandangnya tanpa minat. “Kenapa?”

“Kau sangat berbeda. Jauh berbeda.”

Yesung tersenyum tanpa memperlihatkan giginya. Matanya memandang pintu kamar mandi yang tertutup. Bunyi gemericik air samar-samar terdengar dari dalam sana. “Orang itu yang membuatku seperti ini. Kehilangan anak kami dan hampir kehilangan dia membuat jiwa lamaku terpanggil.”

“Jiwa lama?” Sooyoung menunjukkan raut wajah penasaran kali ini. Yesung membicarakan apa yang ada dihatinya. Ini sangat jarang mereka lakukan.

Yesung mengangguk. “Seperti inilah aku sebelum ibuku meninggal. Jadi aku tidak berubah. Tapi aku kembali kediriku yang dulu.”

Sooyoung terdiam. Dia tak tahu seperti apa Yesung saat dulu. Namun jika namja itu mengatakan hal seperti tadi, berarti trauma Yesung akan kehilangan ibunya sudah hilang tak berbekas. Namja itu sudah bisa menerima kepergian ibunya dengan rela tanpa harus dengan hati yang dingin tak berperasaan.

Pintu kamar mandi itu terbuka.

“Apa yang kalian bicarakan?” Yuri berjalan menuju meja rias dan mengeringkan rambutnya yang basah.

“Tak ada.” Yesung kembali membaringkan tubuhnya.

“Kau tak kembali kekamarmu oppa?”

Yesung menggeleng. “Aku tidur disini.”

“Tidak.” Yuri memutar badannya dengan hairdryer ditangannya. Mengarah tepat kekepalanya. “Kembali kekamarmu Kim Jong Woon.”

“Kamarku disini.” Bahkan Yesung tak memandang Yuri sedikitpun.

“Ranjangku kecil.”

“Biasanya juga kita tidur bersama disini.”

Sooyoung bergidik mendengar ucapan Yesung.

Akhirnya Yuri hanya membiarkan namjanya menguasai ranjang miliknya. Dia sendiri mengobrol ringan bersama Sooyoung. Membicarakan gossip-gosip yang sedang menjadi bahan pembicaraan disekolah mereka.

“Yul.”

Yuri menoleh kearah Yesung saat kekasihnya memanggil. “Apa?”

“Kenapa kau tak memberitahukan oppa tentang isi sms mereka?”

“Sms apa?” Yuri memandang Yesung bingung.

“Fansku.”

Yuri berdecak kesal. “Apa begitu penting?”

Yesung bangkit untuk duduk ditengah-tengah ranjang. “Tentu saja. Oppa tak tahu ternyata oppa sangat dikagumi.”

“Ughh.” Yuri mengeluarkan ekspresi kesal. “Mereka belum tahu saja oppa sudah berubah jadi orang yang berbeda sekarang.”

“Apa oppa harus memberitahukan mereka?”

“Kemungkinan mereka akan lari ketakutan.”

“Kenapa?”

“Aku saja sejujurnya bingung melihat oppa seperti ini.” Yuri mengambil tempat disamping Sooyoung yang berbaring.

Yesung memandang kekasihnya horror. “Kenapa kau tak berbaring disampingku?”

“Bosan.” Yuri menarik selimut milik Sooyoung untuk menutupi tubuhnya. Sooyoung memandang Yesung dengan senyum kemenangan.

Yesung mencibir kearahnya. “Oppa tak akan pergi dari sini.”

“Terserah.” Yeoja kecil itu malah memejamkan matanya.

Gantian Sooyoung yang kini menertawakan Yesung yang sedang kesal tak karuan.

“Hei!”

Tak ada jawaban dari Yuri. Membuat Sooyoung tertawa lebih keras.

“Yul!” panggil Yesung kembali.

“Berisik!” Yuri menutup wajahnya dengan selimut.

Yesung bangkit dan berjalan mendekati ranjang milik Sooyoung. Disingkapnya selimut yang menutupi wajah kekasihnya. Dikecupnya wajah kekasihnya berulang-ulang diberbagai tempat. Membuat Yuri menggeram.

“YA! Yesung!”

Bukan hanya Yesung, Sooyoung bahkan tak percaya saat mendengar lengkingan Yuri.

“Kau berteriak padaku?” Yesung memandang kekasihnya tak berkedip. Namja itu terduduk dilantai karena tak percaya. Yuri sendiri terduduk diatas ranjang sambil memasang wajah kesalnya.

Brak!

Pintu kamar yang terbuka keras menarik perhatian ketiga penghuni kamar. Memandang seseorang yang berdiri tepat didepan pintu.

“Kalian kenapa sih? Berisik sekali! Berkali-kali penghuni lain mengirimiku sms meminta menenangkan kalian.”

Tahulah ketiga orang itu. Bahwa seorang namja Cho yang kadang bertindak sebagai keamanan yang sedang berdiri didepan pintu kamar mereka.

“Yesung.” Tunjuk Sooyoung. “Dia yang membuat ribut. Aku bahkan sampai tak bisa tidur.”

“Bukan aku!” Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Mengaku saja oppa,” cibir Yuri.

Kelakuan mereka yang saling tuduh layaknya anak kecil membuat Kyuhyun berdecak sebal. Namja itu masuk kedalam kamar dan menarik tangan Sooyoung untuk berdiri.

“Eh, kenapa aku yang ditarik?” Sooyoung tak kuasa menahan tarikan Kyuhyun yang begitu kuat dipergelangan tangannya.

“Kau tak bisa tidur kan?”

Sooyoung mengangguk. Tubuhnya bergerak bangun dan memandang Kyuhyun heran.

Satu tarikan lagi, kini bahkan keduanya sudah berjalan menuju pintu dan keluar kamar. “Biarkan saja mereka ribut berdua. Kau tidur dikamarku.”

.

.

Sooyoung memegang erat pinggir selimut yang menutupi tubuhnya. Beberapa hari yang lalu dia dan Kyuhyun memang pernah tidur bersama. Saat itu keduanya sudah merasa lelah, sehingga tak ada detakan jantung menggila seperti apa yang Sooyoung rasakan sekarang. Yeoja itu mengedarkan pandangannya. Dia memang sudah beberapa kali memasuki kamar ini, namun Sooyoung tak pernah memperhatikan dengan lebih detail apa saja yang ada disini.

Pandangannya terhenti pada sesosok tubuh seorang laki-laki yang sedang duduk disampingnya bersandarkan kepala tempat tidur. Kyuhyun memang tak melakukan hal yang membuatnya lari ketakutan. Tapi membayangkan mereka akan tidur bersama dalam satu ranjang malam ini? Oh, wajah Sooyoung mungkin sudah memerah sekarang.        

“Kau belum tidur?” Tanpa mengalihkan pandangannya dari layar PSP yang sedang dimainkannya dengan serius, Kyuhyun bertanya.

“Mmm… Belum,” jawab Sooyoung begitu pelan seraya menyamankan pembaringannya.

“Kau tak mengantuk?” Lagi-lagi namja itu tetap fokus pada permainannya.

Sooyoung menggeleng. “Belum terlalu.”

“Ada yang mau kau sampaikan padaku?” tanya Kyuhyun lagi.

Sooyoung memainkan ujung selimut tebal berwarna biru tua yang menutupi tubuhnya. “Sepertinya.”

“Apa?”

Sooyoung memiringkan tubuhnya menghadap Kyuhyun yang sedang meregangkan jari-jarinya yang kaku. “Aku tak jadi keluar dari sekolah.”

Kyuhyun menolehkan kepalanya agar dapat memandang Sooyoung yang berbaring disampingnya. “Hm?”

“Yesung menolak aplikasiku. Tapi aku dapat keringanan untuk bekerja diluar sekolah tiap akhir minggu.”

Kyuhyun mengangguk-angguk. Kembali mengambil PSPnya yang tadi sempat terdiam dipangkuan namja itu. “Oh.”

Sooyoung mengernyit bingung. Hanya itu tanggapannya? Setelah beberapa hari belakangan namja itu selalu mencecarnya dengan pertanyaan akan keeksisannya disekolah ini, jawaban singkat penuh tanda tanya yang diterima Sooyoung. Hanya satu kemungkinan yang bisa Sooyoung pikirkan.

“Kau sudah tahu?” Sooyoung tak mengalihkan pandangannya pada namja yang kini sedang mengernyitkan kening dan sedikit memajukan bibir karena terlalu serius bermain entah permainan menarik apa yang Kyuhyun minati itu.

Kyuhyun mengangguk kembali. “Yesung hyung yang memberitahukanku.”

“Begitu.” Sooyoung membalikkan badannya kembali menghadap langit-langit kamar Kyuhyun yang tinggi.

“Sudah mendapat tempat kerja?”

“Sudah. Di restoran China milik bibi Victoria.” Sebenarnya dia agak risih berbicara pada Kyuhyun tetapi namja itu hanya memandang layar PSP kesayangannya itu. Merasa terabaikan. Perasaan mulai bicara. Cemburu pada benda mati?

“Mau kuantar jemput tiap kerja?” tawar Kyuhyun.

Sooyoung berpikir sejenak. Bisa didengarnya desisan pelan namja disampingnya yang mengucapkan ‘Mati! Mati!’ berkali-kali dengan penuh semangat. “Sepertinya tak usah. Merepotkanmu.”

“Oke. Akan kuantar jika aku sedang senggang.”

Sooyoung hendak menyela saat Kyuhyun berucap lagi. “Tak boleh menolak.”

Sooyoung menelan kembali kata-katanya. Selama mengenal Kyuhyun beberapa bulan ini, Sooyoung sudah tahu sifat namja itu yang hampir selalu memintanya untuk menurut. Jadi untuk apa bersusah payah berdebat jika hasilnya sudah pasti Sooyoung hanya bisa mengiyakan?

“Mmmm… Benar tak merepotkanmu? Kau sama sekali tak membawa kendaraan disini. Asrama tidak memperbolehkan murid membawa kendaraan kan?” tanya Sooyoung seraya mengangkat kedua alisnya. Yeoja itu sebenarnya tak terlalu suka merepotkan orang lain. Prinsip hidupnya adalah mengerjakan sesuatunya dengan kemampuan sendiri.

Kyuhyun berhenti memainkan PSPnya. Matanya tertuju pada satu titik didinding kamarnya sendiri. Berpikir.

Sooyoung masih menunggu jawaban Kyuhyun saat namja itu malah mematikan PSPnya dan meletakkannya dimeja pinggir ranjang. Jika Kyuhyun bersikeras mengantar jemputnya kerja, berarti mereka akan menggunakan kendaraan umum? Bukankah itu akan menjadi lebih boros dan merepotkan?

Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan merapikan selimut mereka. “Aku akan meminta izin Yesung hyung untuk membawa mobil.”

“Tap-“

Cup!

“Kau cerewet sekali sih.” Kyuhyun berdecak kesal seraya mematikan lampu yang masih menyala diatas meja. Mengabaikan kamar mereka yang kini semakin gelap dan wajah Sooyoung yang sudah merah total. Kyuhyun menciumnya?

Tak ada percakapan setelahnya. Sooyoung masih membatu dan meremas ujung selimutnya. Hatinya berdebar-debar tak karuan.

“Soo.”

“Ne?”

“Saranghae.” Namja itu memiringkan tubuhnya menghadap Sooyoung.

Sooyoung yang mendapati ucapan sakral keluar dari bibir Kyuhyun semakin terdiam. Apalagi ini? Saat Kyuhyun menyatakan perasaannya dirumah sakit dulu, mungkin Sooyoung bisa menghindar dengan langsung melangkah pergi. Tapi saat ini? Mereka saja sedang berbaring diranjang yang sama!

“Ini bukan yang pertama kali aku menyatakannya padamu.” Kyuhyun meraih jemari Sooyoung. “Kau masih belum mau menjawabnya?”

Sooyoung sempat terpejam saat punggung jari Kyuhyun membelai pipinya dan mencium punggung tangannya. Jantungnya sudah berdetak kencang. Yeoja itu meringis mengetahui bahwa dirinya adalah satu dari sekian banyak wanita yang tak kuat saat diperlakukan romantis. Membuat otaknya berhenti bekerja.

“Ehmmm…” Sooyoung berusaha membuat kesadarannya kembali. Berpikir jernih dan mengatakan yang seharusnya. Kembali dia mengingat alasan-alasan yang membuatnya belum bisa menerima pernyataan cinta Kyuhyun.

“Kau tak menyukaiku?” Kyuhyun sama sekali tak tahu apa yang ada dipikiran Sooyoung. Dari sikapnya yang tak menolak keberadaan dirinya disamping yeoja itu, Sooyoung juga terlihat nyaman dan sepertinya membalas perasaannya. Jadi apa yang membuat Sooyoung belum mau meresmikan hubungan mereka?

“Bukan begitu.” Sooyoung menggeleng pelan. “Aku hanya merasa tak pantas.”

Kyuhyun mengernyit bingung. “Tak pantas?”

“Aku bukan seseorang yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Aku yatim piatu. Sekolah pun hanya mengandalkan beasiswa. Aku merasa aku hanya bermimpi bisa berdampingan denganmu.”

Kyuhyun masih belum mau bicara apapun. Namun dari matanya yang menatap Sooyoung tajam, sepertinya namja itu kesal.

“Jika aku bicara dengan kasar, orang yang tak punya apa-apa sepertiku hanya bisa bermimpi untuk mendapatkan pangeran sepertimu. Aku miskin dan kaummmpphh…”

Sooyoung membulatkan matanya saat dengan tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya. Namja itu meremas jemarinya. Membelai lengannya. Memiringkan wajah dan memejamkan mata.

Sungguh, jantung Sooyoung yang sedari tadi berdetak kencang tak karuan sekarang malah berpotensi untuk meledak. Dia bisa merasa wajahnya panas hingga ke telinga.

Perlakuan Kyuhyun yang melumat bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan tak ayal membuat Sooyoung ikut larut dan menikmatinya. Jemari mereka yang tertaut membuat Sooyoung bisa merasakan kehangatan yang disalurkan Kyuhyun. Membuat tubuhnya melayang dan hatinya berbunga-bunga.

Tak ada hal lain yang ingin Kyuhyun tunjukkan pada Sooyoung selain rasa cinta lewat ciuman yang diberikannya. Namja itu sebenarnya kesal. Kenapa Sooyoung hanya memikirkan materi. Bukan itu yang Kyuhyun cari dari sosok Choi Sooyoung. Tak peduli dengan status mereka yang Kyuhyun pun sadar bahwa mereka bertolak belakang, toh Kyuhyun juga bebas menentukan keputusannya sendiri. Mereka sudah dewasa.

Ciuman itu terlepas. Menyisakan wajah Sooyoung yang memerah dan nafas mereka yang terengah pelan. Kyuhyun mengangkat tubuhnya lebih tinggi dan mencium kening Sooyoung lama. Membuat Sooyoung kembali memejamkan mata dan merasakan kehangatan menjalar diseluruh tubuh.

Namja Cho itu kembali berbaring dengan lengan yang memeluk tubuh sang yeoja. Mendekapnya erat namun tak menyesakkan didadanya. “Aku tak menerima alasanmu. Sekarang pejamkan matamu. Kita tidur.”

.

.

Sesuai dengan apa yang Kyuhyun janjikan, namja itu akan tetap mengantar jemput Sooyoung bekerja saat tak ada yang harus namja itu lakukan diakhir pekan. Terkadang Kyuhyun menyempatkan diri untuk duduk-duduk bersantai menikmati malam minggu selama berjam-jam disalah satu sudut restoran yang berdekatan dengan dapur. Tentu saja untuk melihat -memantau sebenarnya- Sooyoungnya bolak balik dari dapur ke meja pelanggan mengantarkan makanan. Dengan teman sejatinya, PSP dan tablet serta laptop, Kyuhyun bagaikan toko gadget berjalan dengan ransel yang tersampir dikursi sampingnya. Sesekali sepiring fuyunghai dan bebek peking hinggap dimejanya.

Memang tak setiap akhir minggu Kyuhyun sempat untuk meluangkan waktunya untuk Sooyoung. Seperti yang kita tahu, namja pintar namun jahil itu juga harus menuruti Siwon dan Tiffany untuk ikut belajar mempersiapan lomba ini itu. Ataupun menemani kakak sepupunya yang seminggu ini sudah kembali aktif pasca insiden berdarahnya dengan tersangka Choi Siwon –oke, itu berlebihan- untuk berbelanja bersama Donghae.

Seperti hari ini. Sooyoung membenarkan ikatan rambutnya seraya menunggui bus dihalte tak jauh dari asramanya. Beberapa siswa sekolahnya juga terlihat disana. Asrama memang mengizinkan muridnya untuk keluar menikmati akhir minggu. Setelah menyempatkan diri berbincang bersama beberapa orang yang dikenalnya, Sooyoung menaiki bus nomor 7 yang akan membawanya kedaerah pecinan dimana restoran tempatnya bekerja berada.

Butuh lebih dari setengah jam untuk sampai dikawasan yang terkenal dengan budaya Cinanya yang kental itu. Lebih lama jika dibandingkan memakai kereta. Tapi ini akhir pekan. Sooyoung lebih memilih bus daripada kereta yang dijamin pasti penuh sesak dengan orang yang bepergian.

Tak ada kejadian berarti dengan pekerjaannya. Mencatat pesanan, mengantarkan, terkadang berdiri didepan pintu masuk untuk menyambut pelanggan yang datang. Itulah yang dilakukan Sooyoung hari ini.

Sooyoung bukanlah yeoja dengan paras sangat cantik layaknya Cleopatra dan dewi-dewi Yunani. Tak pula memiliki postur tubuh semampai seperti model-model Runway yang bisa membuatnya jadi incaran mata lelaki. Kulit putih, bibir merah, rambut hitam lurus panjang, bukahkah wanita-wanita Korea seperti itu?

Hanya saja Choi Sooyoung memiliki kelebihan. Kebaikan hati yang saat ini sangat jarang ditemukan. Kelebihan lainnya? Tanyalah Cho Kyuhyun. Dibandingkan denganku, dia pasti punya segudang jawaban untuk pertanyaanmu.

Sore itu matahari tetap bersinar cerah seperti biasa. Meski udara sedikit dingin, Sooyoung tak sempat memikirkan hal-hal aneh saat berjalan seraya memegang nota kecil dan menghampiri seorang laki-laki berkacamata hitam.

“Selamat sore,” sapanya dan membungukkan badan.

Lelaki itu melepas kacamata dan meletakkannya diatas meja kayu yang dipernis coklat tua. “Sore.”

“Sudah siap memesan?” tanya Sooyoung ramah kala dilihatnya lelaki itu meletakkan buku menu kembali ditempatnya disudut meja.

“Mie goreng seafood saja.”

Sooyoung mencatat dengan senyum professional yang tak pernah luntur. “Minum?”

“Air mineral dan kopi hitam.”

“Baiklah. Mohon tunggu sebentar.”

Sooyoung berjalan mundur dan hendak berlalu ketika lelaki itu kembali memanggilnya. Sooyoung berbalik. “Ya?”

“Benar kau Choi Sooyoung?” Lelaki yang mungkin berumur pertengahan 30 tahunan itu menyisir rambutnya yang sudah panjang kearah belakang dengan jari-jarinya yang kurus.

Sooyoung mengernyit bingung meski senyum professional itu tak lepas. “Ya. Saya Choi Sooyoung. Anda memiliki keperluan dengan saya?”

Lelaki itu menggeleng seraya memakai kembali kacamatanya. “Tidak.”

“Baiklah. Mohon menunggu sebentar untuk pesanan Anda.” Dan Sooyoung pergi dengan raut wajah kebingungan, meninggalkan lelaki yang kini terlihat sedang menelpon seseorang.

.

.

Ada saat-saat dimana Sooyoung berharap Kyuhyun datang menjemputnya untuk pulang kembali ke asrama. Seperti malam ini. Berdiri sendiri ditengah dinginnya malam sungguh membuatnya merindukan mesin pemanas yang ada didalam mobil Kyuhyun. Dibandingkan pemiliknya, ternyata fasilitas yang dimiliki Rolls Royce hitam itu lebih dirindukannya.

Wajah Sooyoung menghangat dan tertunduk malu kala mengingat kejadian malam itu. Saat Kyuhyun menciumnya sebagai pertanda resminya hubungan mereka. Sooyoung tak bisa menolak. Sudut hati kecilnya pun bicara bahwa dia memang memiliki perasaan yang sama dengan namja Cho itu.

Kembali mengingat keadaannya saat ini, yeoja itu mengeluh. Akhir pekan kali ini adalah awal bulan. Dimana orang-orang lebih banyak mampir kerestoran tempatnya bekerja dan menyebabkan dia harus rela pulang lebih lama dari jadwalnya yang biasa.

“Seharusnya aku menerima tumpangan Lay jie-jie tadi,” gerutunya pelan. Dia tak bisa mengharapkan akan ada bus yang masih beroperasi saat ini. Hanya taksilah yang akan menjadi satu-satunya transportasi yang memungkinkan, karena stasiun kereta berada cukup jauh dari daerah pecinan.

Dia tak sendiri. Masih ada beberapa orang yang sama-sama menunggu taksi dihalte itu. Sooyoung menggosok-gosokkan kedua tangannya yang dingin saat sebuah SUV hitam berhenti tepat didepannya. Sesosok lelaki keluar dari pintu penumpang dan tersenyum padanya.

Sooyoung balas tersenyum ketika mengetahui bahwa lelaki yang saat ini berdiri disampingnya adalah orang yang dikenalnya.

“Choi Sooyoung.”

Sooyoung membungkuk hormat dan sedikit menjauh saat jarak keduanya terlalu dekat. “Kita bertemu lagi Tuan.”

Lelaki itu masih tetap menggunakan kacamata hitamnya meski hari sudah malam. Membuat Sooyoung sedikit heran namun tak mempermasalahkannya.

“Aku tak akan berbasa basi.” Lelaki itu kembali mendekati Sooyoung dan menyusupkan sebelah lengannya dipinggang Sooyoung.

Sooyoung menegang seketika. Dia yakin jaketnya sudah sedikit robek karena dia bisa merasakan pinggangnya seperti tertusuk benda tajam. Wajahnya memucat. Sungguh dia ingin berteriak. Namun tenggorokannya tercekat. Panik menderanya saat itu juga. Tak ada pilihan lain selain diam dan mengikuti apa yang lelaki itu inginkan. Jika tak mau nyawanya habis saat itu juga.

Lelaki itu mendorong bahu yeoja yang ada didepannya dengan benda tajam yang tersembunyi sempurna dibalik mantelnya yang lebar. “Masuk ke dalam mobil.”

To Be Continue

.

.

Yeah ! hohohoho /ketawasetan/.

149 thoughts on “Beloved Moment Chapter 10

  1. Sistasookyu says:

    Kyuyoung jadian?
    Uwaaah chukkae~😀
    syukur juga akhirnya syo ga jadi keluar dr skolahnya
    eits.. Syo di culik?

  2. vhya elfishyoonaddict pyrotechnic says:

    aigoo.
    Akhirnya soo mengatakan alasannya.

    Dan siapa namja itu?
    Jay kah? Atau suruhannya Jay?
    Huaaaaa next.

  3. vhya elfishyoonaddict pyrotechnic says:

    aigoo.
    Akhirnya soo mengatakan alasannya.

    Dan siapa namja itu?
    Jay kah? Atau suruhannya Jay?
    Huaaaaa next

  4. Nine Nur Muharamah says:

    OMO! Sooeon … Kyuppa kemana nih??!! Sooeon diculik tuh sama Jay!! Chingu, buat Jay nya jgn kejam” ya Sama Sooeon … kesian *?. Kyuppa ayolah muncul!! Utk Chap ini menegangkan chingu, tapi menarik. Next jgn lama”😀

  5. DianAyuni says:

    astaga apa itu org suruhan jay???
    syoung ditusuk!!! dia mau diapain setelah itu huaaaaa!!!
    andweaaaa….

    ciee yg uda jadian hehe… kyu lgsg meyakinkan syoung bahwa cinta nya bner2 tulus dgn tindakan^^
    chu~~

    ayo next part chingu>< kyaaaaa

  6. Dian says:

    itu pasti Jay!!
    Sooyoung mau diapain?? huweeee. kyu dateng lah cepet selamatkan Uri Sooyoung.
    konflik baru dimulai…

  7. Hyumi Knight Aegyo Kingdom says:

    sooyoung kenapa????
    next part di tunggu cepet nee???!!!!!!!!!!!!!!!
    penasaran gak karuan nih~!!!!!
    HWAITING~!!!!!😀

  8. riaknight08 says:

    kyuppa sweet banget d part ini^^
    sooeonni knp tuh??
    semoga nggak terjadi apa2!
    next thor…..^O^

  9. Rychell says:

    what ?! Lay jie-jie ?? jadi cwe gt Prince gw -________- ,, Lay ge aja knp ?
    Soo unnie knp tuh ? Kyu oppa sih lama deh , udh keburu ‘gone’

  10. Kang Yong Ae says:

    Aduh jangan bilang itu si anak buahnya jay.
    Etdah padahal lg berbunga tu si kyuyoung.
    Next thor

  11. Rizky NOviri says:

    Ya ampun siapa ahjussi itu?😯
    soo mau d apain?😦
    apa yang akan terjadi ama soo?
    Huaaa~ kyu kau dmn?

    Lanjut chingu, ini menegangkan.. Ckck
    daebakk, keren abis..🙂

  12. seuki kim says:

    wooow, how lucky she is. walopun ujung2nya KKN ya hehehe
    aduh itu Soo kenapa? siapa tu orang?
    semoga cepet publishnya lagi🙂

  13. meetha says:

    syukurlah soo ga jadi berhenti sekolah🙂
    seneng, akhirnya kyuyoung jadian ^.^
    itu siapa yang mau nyulik soo?

    next partnya ditunggu

  14. wheny rositha says:

    Ommo!!!!apa yg terjadi dg soo????jgan2 leleki itu msuh. Kyu???andwe,semoga ad yg menolong soo…..

  15. aina fitria says:

    Aku terharu pas crita yesung n soo
    mpe nangis aku
    yesung’a bijaksana bgt

    andai ada pangeran kaya kyu n keluarga yg g kn pernah mempermasalahkan status sosial mungkin dunia adem ayem
    (sedih klo inget,harus kehilangan seseorang cm gara2 yg disebut status sosial)

    wadduuuhhhh
    dr awal d restorant jg tuh bapak2 udah mencurigakan
    apa suruhan c jay itu?
    yaaaa knp pulang sendiri soo?kyu’a kmn???

    ini part 8’a mah lum d baca2 da
    gomawo PW’a chingu…
    keep writing

  16. sie says:

    Waduh..gaswat soo dculik siapa???
    Di chapter ini kerasa bgt kyuyoung- nya, dan sprti biasanya aku slalu kagum pada jalan ceritanya n cara sang writer bercerita, di part akhir slalu bikin penasaran, jd aku slalu nunggu klanjutannya, lanjut n gomawo

  17. fransiscafortunita24 says:

    yay ! Akhirnya kyuyoung pacaran😉
    aduhh Sooyoung is in danger !!!!
    itu siapa sih ?????
    semoga kyu keburu selamatin sooyoung !
    ditunggu selanjutnya , hwaiting !

  18. shin hyun young says:

    Baru jadian, udh ada aja lagi masalah’a..
    Pasti itu jay yah.. Tpi jay kan lagi dipenjara bkn? trs itu siapa? Anak buah jay? Ah siapapun itu, sangat.. Sangat.. Ditunggu next’a..

  19. MissPurpleKim says:

    akhirnya ff yg kutunggu2 keluar juga…

    ahhh senengnya soo ga jadi keluar sekolah tp dapet keringanan..

    ga nyangka ternyata petinggi sekolah itu si yesung dan dia bihaksana.. padahal dulunya dia dingin dan menyeramkan..

    kyu juga romanyis bgt.. kirain waktu dia ngedobrak kmar soo mau gimana ternyata soo malah di bawa.. aigoo…
    terus kyu jg mau repot2 anter jemput soo..

    cuma knapa di malam itu kyu ga ada??
    siapa yg nyulik soo mana pake senjata tajam lagi… jangan2 itu ada hubungannya sama ancaman jay waktu itu ke kyu…

    kyu selametin soo…

    lanjutamnya ditunggi ya… penasaran banget…

    gomawo

  20. 유라 says:

    Akhirnya kyuyoung baersatu, yeayy
    Tp ada masalah lagi yg menimpa soo, siapa sebenernya yg nyulik soo
    Penasaran, Next ditunggu

  21. 유라 says:

    Akhirnya kyuyoung baersatu, yeayy
    Tp ada masalah lagi yg menimpa soo, aiqpa sebenernya yg nyulik soo
    Penasaran, Next ditunggu

  22. dindadey says:

    what?! soo msh aja dalam bahaya?! stlh dikasih kebahagiaan krn udh resmi sama kyu -__-” jgn bilang itu msh berhubungan sama yg dulu

  23. iinAtma says:

    Kenapa dengan soo ?? Siapa itu ??v sekarang semua pasangan sudah pada sekamar semuaa😀 penasaran next partnyaa

  24. kaikkamjong says:

    Omoooo, siapakah ahjussi itu ?? Kyuhyun, panggilan darurat hehehehe. Berharap ada kyuhyun. Aigoo, romantis banget peresmian hubungan mereka hahaha

  25. vierly cornelia agustin says:

    Kalo nginget yesung pas sebelumnya rada aneh pas liat disini wkwk tapi kocak… wah itu sooyoung kenapa.. lanjut

  26. icha says:

    Yeay akhirnya kyuyoung bersatu hahahaha ..
    Itu soo eon mau di bawa kemana😦 asli penasaran banget sama ff ini ditunggu banget part selanjutnya thor😉

  27. Vi says:

    Yesung jadi gemesin gt deh.
    Siapa laki2 itu. Is that Jay?
    Kyu mana kyu? Soo dalam bahaya!!!!
    next ditunggu ya😀

  28. Youngra park says:

    Ahh kyuyoung sdh janjian truss sooeoni di culik mw di bw kmn? Sud.. Ahh kyuppa tolong soowoni next part eoni.

  29. nychoicy says:

    kyaaaaa!!
    itu siapa yg mw jahatin soo??
    oh no no no please…
    kyu kmna lg..
    deuhh, pdhal lg mesra2nya ini couple..

  30. salsabellakhaa says:

    kyuyoung udah jadian yeee ‘-‘)/
    dan soo juga nggak jdi keluar sekolah
    terus siapa itu yg ng’bawa soo ? Apakah msh ada hubnya sama jay ?? Next chap ditunggu ^^.

  31. kangjung_ae says:

    wahhh siapa yang mau menculik soo eon tu???

    hufftt bagus deh soo eon gk jadi berhenti sekolah, aku kira yang ada di ruang kepsek si kyuppa ternyata malah si ye ppa…

  32. ucuphCho says:

    unnie….!!! apa yang akan terjadi selanjutnya !!!!! aargh aku penasaran !!! kyuhyun gembul!!! kau dimanaaaaa

  33. mongochi*hae says:

    what this it ???!!!!
    siapa t org ???
    pasti ad hubny am kyu …
    hn.
    kyuu cpet tlongin soo…

    aigo. lucu dh soo cemburu am psp kyu kkkk
    akhrny mereka jadian. yehhhheeett

  34. kyuminn says:

    jgnjgn itu orng suruhan nya ‘jay’ yah klu gk slah namanya?? gmna soo nnti nya?? kyuhyun d mna?? haadduhh nasib

  35. nadigoo says:

    Untung soo nggak jadi keluar sekolah, sayang banget kalo keluar padahal bentar lg lulus
    Yeeeay kyuyoung jadian🙂
    Omoo siapa itu yg ngancem soo?
    Kyu kemana? Ckck

  36. tanti says:

    yeay akhrnx ne ff lanjt jg… Omo it ajhusi mau ngapain soo.. Ciee kyuyoun makin sweet ja.. Next chingu

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s