Beloved Moment Chapter 12

 

Gambar

Annyeonghaseyoo

            Terimakasih banyak atas semua komentar kalian dari part 1 sampai part 11 kemarin. Author Babykim juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kalian. Aku mau menanggapi yang minta dibikin novel nih, sejujurnya aku dan babykim itu tidak menyukai pembuat fanfic yang menjadikan ffnya itu sebagai novel. Karena apa? Walaupun hanya sekedar fiksi namun kita meminjam nama artis korea selatan. Jadi seharusnya kita membutuhkan lisensi. Sekian cuap-cuapnya. Gomawo^^

Oh ya, maaf kalau sempat ada beberapa kesalahan yang kecil namun cukup mengganggu. Seperti Yuri gadis mungil, Yoona memiliki gummy smile, dan Yixing jiejie. Mian. Berhubung ini fanfic remake, jadi kesalahan yang kayak gitu kadang luput. Jadi mohon dimaklumi ya. Hehehehehe

Okay! Gidaehaedo joha, Let’s Go!

Title : Beloved Moment / Chapter 12

Main Pair : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other Cast : YeYul, SiFany, YoonHae, and other

Rated : 17

Warning : OoC, typo -saya berusaha sebaik mungkin-, umur tidak sesuai, tema umum

Disclaimer : Cast milik dirinya sendiri (namun masih tanggung jawab orang tua dan dibawah naungan Tuhan), Super Junior dan SNSD teken kontrak sama SM Entertainment. Saya hanya pinjam nama dan karakter. Ff ini di post oleh Chovenna atas persetujuan dari penulisnya Babykim. Gomawo ^^ follow my twitter @ChoVenna

 

Please Do Not Bashing The Chara!

Thank you

Happy Reading ^^

.                                                                                         

.

Ruangan putih itu sepi. Ah, masih ada suara mesin penghangat yang sengaja dihidupkan. Dengan aroma terapi yang dicampurkan dialat itu, bau obat-obatan kini tak lagi menyengat.

Sesosok tubuh itu terbaring tanpa banyak perkembangan. Sedangkan disisinya, bagai adegan yang sering kalian saksikan didrama televisi. Dimana akan ada seseorang yang setia menemani dan merawat sosok yang terbaring itu. Meski tak banyak yang bisa dikerjakan, tak pernah tanpa seharipun yeoja itu absen menjaga.

Sang yeoja, Sooyoung, mendorong pelan kursi yang didudukinya seharian ini. Dengan tertatih, cepat-cepat diraihnya kruk yang dia sandarkan didinding tepat disampingnya.

“Ughh…”

Lenguhan sempat dilayangkannya kala ngilu melanda salah satu kakinya yang terbalut gips tebal. Dieratkannya pegangan pada kruk dan mulai melangkah maju. Menghampiri jendela dan menutup tirainya saat langit mulai gelap.

Cklek

Suara pelan itu berhasil membuat Sooyoung sedikit terlonjak kaget. Hey. Kamar ini sepi tadinya. Sedikit suara bisa membuatmu kaget,‘kan.

Satu kepala muncul dari balik pintu. Cengiran bagai anak kecil namja itu layangkan ketika Sooyoung meletakkan jari telunjuknya dibibir.

“Ssstt…”

Namja itu, Donghae, masuk kedalam ruangan seraya menenteng satu tas ransel.

“Kau sudah lama disini?” tanya namja itu.

Sooyoung mengangkat kedua bahunya. “Entahlah. Setelah tidur siang tadi aku langsung kesini.”

Donghae memukul kepala Sooyoung pelan. “Itu sudah lama, bodoh.”

Sooyoung meringis. Tangannya terangkat menuju pelipis Donghae yang masih terbalut perban. “Bagaimana lukamu?”

Donghae meraba pelipisnya sendiri. “Sudah tak apa.”

“Baguslah.” Sooyoung berjalan pelan menuju sofa dan duduk disana. “Dimana Yoona?”

“Tadi dia ke swalayan didepan rumah sakit.Mungkin membeli cemilan,” jawab Donghae seraya mengeluarkan satu persatu buku yang dibawanya didalam ransel.

Melihat Donghae yang sudah mengeluarkan banyak buku membuat Sooyoung terenyuh. “Maaf ya, Hae.”

Donghae menghentikan gerakan tangannya. Kini sebuah pencil case terletak diatas buku yang bertumpuk diatas meja itu. “Maaf?” tanyanya bingung.

Sooyoung mengangguk. “Kau pasti sudah bersusah payah membawa buku-buku berat itu. Kalau saja aku sudah bisa kesekolah, kau tak akan serepot ini. Kau kan jadi harus membawa catatan kemari dan mengajarkanku.”

“Aish… Aku pikir ada apa. Tentu saja aku harus membawa ini semua. Kita sudah tingkat akhir dan sebentar lagi akan ujian akhir. Sudah. Jangan melankolis seperti ini. Aku tidak suka. Justru aku yang berterima kasih padamu. Karena kau belum diperbolehkan pulang, jadi si Evil itu tak sendirian,” Donghae menunjuk sesosok tubuh yang tertidur diranjang dengan dagunya.

Sooyoung ikut mengalihkan pandangannya pada tubuh yang terbaring itu. “Dia tidur lama sekali ya,” ucapnya lirih.

Donghae terdiam. Memilih kata-kata yang tepat untuk diucapnya sendiri. “Sudah seminggu lebih.”

“Apa dokter tidak mengatakan ada perkembangan?” Sooyoung bertanya dengan nada mengharap.

Donghae menggeleng. “Kau sendiri mendengar apa yang dokter bilang. Patah tulang di punggungnya dan luka-luka itu bukan penyebab di tertidur lama seperti ini.”

Sooyoung merapikan rambut panjangnya yang tergerai lalu mengangguk. “Ya. Siapa yang bisa mengira kalau penyakit asmanya malah memperburuk keadaan?”

“Aku juga tak menyangka. Apa mungkin asma bisa membuatnya terbaring koma seperti itu?” Donghae mengernyitkan keningnya. “Rasanya tak mungkin.”

Sooyoung tersenyum tanpa menampakkan gigi putihnya. “Bisa saja Hae. Buktinya Kyuhyun tak bangun hingga sekarang. Meski organ tubuhnya yang lain sudah sehat dan berfungsi normal. Mungkin dia terlalu lelah hingga tak bangun seperti ini. Berdoa saja supaya paru-parunya bisa sembuh dan asmanya menghilang.”

“Koma karena asma,” Donghae membuka-buka buku catatannya seraya bergumam, “mustahil.”

Sooyoung terkekeh geli. Lalu mengambil salah satu buku dan membacanya. Keduanya larut dalam bacaan. Sesekali Sooyoung bertanya pada Donghae tentang apa yang tak dimengertinya. Hingga pintu ruangan itu terbuka kembali dan menampakkan Yoona yang datang dengan kantung belanja penuh berisi cemilan.

“Kalian sudah mulai belajar?” sapa yeoja itu ceria.

.

.

“Jadi, keduanya harus disamakan dulu satuannya baru kemudian dicari kembali menggunakan rumus yang sudah aku berikan. Ini tidak sulit. Pelajaran dasar. Kalian akan bisa cepat memahaminya.”

Suara itu menggema disalah satu sudut perpustakaan asrama. Tak jauh dari sana, disudut yang lain juga terdengar suara beberapa orang yang sedang mendiskusikan sesuatu. Perpustakaan yang biasanya tak ramai kini dipenuhi orang-orang yang tergabung dalam beberapa kelompok belajar.

Siswa siswi kelas akhir terlihat serius membuka-buka buku yang tersebar diatas meja. Beberapa terlihat sedang mengajarkan pada temannya yang belum paham.

Tiffany sudah kembali duduk dikursinya setelah menjelaskan soal yang ditulisnya diwhite board. Malam ini dia mendapat giliran menjadi pembimbing teman-temannya dalam kelompok belajar. Dengan senang hati yeoja itu membagikan ilmunya. Sesekali tangannya memperbaiki kacamata yang dia pakai.

“Tiffany-ya, aku duluan ne. Kau kembalilah kekamar. Ini sudah malam.”

Beberapa sapaan dilayangkan teman-temannya yang sudah lebih dulu beranjak dari kursi. Malam semakin larut dan mata pun sudah lelah. Tak ada hal yang menyenangkan selain kembali kekamar dan mengistirahatkan badan.

Tiffany berbalik dan melambaikan tangannya.Senyum yeoja itu mengembang. “Ne. Sebentar lagi aku selesai.”

Meski teman-temannya hanya tinggal beberapa yang berada diperpustakaan, tak sekalipun Tiffany merapikan buku-buku yang sedang dibacanya dengan serius. Bahkan beberapa buku lain mulai dibukanya guna menyelesaikan soal-soal yang masih belum bisa dia pecahkan.

“Ini… Mmmm… Lalu kurangkan… Pangkatkan…”

Gumaman yeoja itu terdengar begitu pelan. Terpenjara dengan keasikannya mengerjakan soal membuat yeoja itu tak mendengar langkah kaki yang berjalan kearahnya.

Cup!

Yeoja itu tersentak ketika pucuk kepalanya dipegang dan dikecup seseorang. Segera dia menoleh dan mendapati Siwon yang kini menarik kursi tepat disampingnya.

“Belum selesai?” Siwon menarik salah satu buku dan membolak balik halamannya. Dibukanya sampul halaman buku dan melihat judulnya. Salah satu buku terjemahan karangan ilmuwan luar yang membahas validasi data.

Tiffany mengangguk dan kembali menulis sesuatu dikertas kerjaannya. “Belum. Kau sudah?”

Siwon mengangguk. “Sudah.”

Tak ada percakapan lain. Siwon hanya membiarkan Tiffany menyelesaikan apa yang dikerjakannya. Namja itu tahu Tiffany sangat penasaran dan tak akan berhenti saat dia menjumpai persoalan yang belum bisa dia temukan penyelesaiannya.

Namja itu tersenyum bangga pada dirinya. Terdengar terlalu percaya diri dan sombong ya? Namun penyebab Siwon seperti itu adalah karena dia mampu untuk tidak berada terlalu dekat dengan Tiffany-nya malam ini. Memang mereka tak terpisah jauh. Siwon dan kelompoknya belajar terpisah dari kelompok belajar Tiffany. Meski mereka berada disudut ruangan yang berbeda, namun Siwon masih bisa melihat Tiffany.

Yah, walaupun Siwon terlihat masih tak bisa jauh tanpa melihat Tiffany-nya, setidaknya ini adalah suatu kemajuan karena mereka tak harus terlihat selalu berdampingan. Namja itu tersenyum penuh rasa kemenangan.

“Melamunkan apa?”

Siwon menoleh dan menemukan Tiffany yang memandangnya curiga. Lalu menggeleng. “Tak ada.”

Tiffany berdecak. “Kau aneh.”

Yeoja itu menutup buku-bukunya dan menyimpannya berjejer dirak buku. Lalu membereskan peralatan tulisnya yang berserakan diatas meja.

Dengan kedua mata elangnya Siwon memperhatikan setiap gerak gerik Tiffany. Sesekali namja itu berkedip cepat. Hanya untuk sekedar membasahi matanya yang terbuka terlalu lama karena tak mau melewatkan sepersekian detik menutup mata tanpa melihat Tiffany.

“Tanganmu masih ngilu?”

Namja itu tersadar saat Tiffany menanyakan keadaannya. Segera namja itu berpaling dan menoleh kebawah. Dimana salah satu lengannya terbalut gips dengan kain yang menggantung dilehernya untuk menahan tulang tangannya yang retak.

Siwon menggeleng. “Tidak.”

“Kita kekamar saja bagaimana? Bukannya jika udara dingin tanganmu akan ngilu?” Tiffany mengelus lembut tangan Siwon yang tergantung pasrah didada kekasihnya.

“Nanti saja.” Siwon menggeleng.

Kembali keduanya terdiam. Tiffany masih mengelus pelan tangan kekasihnya yang terbalut gips. Sudah seminggu lebih berlalu sejak insiden penyelamatan Sooyoung itu. Tak ada korban jiwa. Tersangkanya pun kini sudah berada dalam pengawasan polisi. Namun semua itu menyisakan beberapa luka. Termasuk tangan Siwon yang kini retak.

“Tiff, aku hebat tidak?”

Tiffany sempat terdiam sebentar sebelum akhirnya tertawa pelan. Bagaimanapun masih ada beberapa orang diperpustakaan itu.Mereka harus tetap menjaga ketenangan.

“Hebat kenapa?” Mendengar pertanyaan Siwon yang lebih mirip seperti anak kecil meminta pengakuan itu tentu saja membuat Tiffany geli.

Siwon menyandarkan punggungnya disandaran kursi. “Tadi kita berada jauh, dan kelompok belajar kita berbeda.”

Tiffany tersenyum mengerti. “Aku pikir terapi ini akan berhasil, Siwonnie.”

Siwon mengangguk. “Aku kira juga begitu. Tapi aku masih tak bisa jika tak melihatmu.”

Tiffany kembali terkekeh geli. “Aku tahu. Kau juga masih sempat melirik dan mencari-cariku kan?”

Siwon menunjukkan cengirannya. “Ya. Rasanya aneh jika kau benar-benar tak terlihat dimataku.”

“Ini masih permulaan. Kau akan terbiasa nanti,” Tiffany mengambil ransel coklat miliknya dan memakainya.

Namja pemilik dimple smile itu mengangguk. ”Ya. Setelah lulus nanti kita akan ke Finlandia. Kau ingat Tiff?”

Tiffany mengangguk. “Tentu saja aku ingat. Kau harus menjalani terapi lanjutan disana kan?”

Siwon tersenyum lebar. “Ne. Rasanya aku tak sabar. Kau akan membantuku menjalani terapi.”

Tiffany mendorong kursinya kebelakang dan beranjak bangkit. Kemudian berdiri dibelakang kekasihnya dan memeluk leher Siwon. “Padahal dulu kau mati-matian menolak terapi. Bagaimana jika aku tak ikut kau ke Finlandia nanti?” goda Tiffany.

Seketika wajah Siwon berubah dan menoleh kebelakang. Namja itu menatap kedua mata Tiffany tajam. “Kau tak akan berani begitu. Kupastikan kau ikut, Choi Tiffany.”

Tiffany terkekeh. “Arra arra. Aku pasti ikut. Jika kaukubiarkan sendiri kau pasti melirik yeoja lain, Tuan Muda Choi.”

Siwon kembali tersenyum dan mengelus lengan Tiffany yang melingkari lehernya. “Aku tak akan seperti itu. Kau ikut karena aku masih belum bisa jauh darimu, Nyonya Choi.”

Tiffany kembali tertawa dan mengecup pipi namjanya berulang kali. Menyalurkan rasa sayangnya pada sang kekasih yang mencintai dan selalu membutuhkannya.

Dilain sisi, Siwon sendiri semakin mencintai Tiffany karena yeoja itu benar-benar mencintainya apa adanya. Menawarkan diri untuk selalu mendampingi Siwon bagaimanapun keadaannya.

Setelah puas menempelkan bibir dipipi kekasihnya, Tiffany melepaskan pelukannya pada leher Siwon. Membuat pemuda Choi itu merasa kehilangan.

Lihat! Bahkan hanya karena pelukan ringan seperti itu saja Siwon masih belum rela melepaskannya dan merasa kehilangan.

“Apa yang kau lakukan?” Siwon mengernyit heran ketika dia melihat Tiffany meraih tas selempang miliknya yang tadi diletakkannya diatas meja. Yeoja itu melingkarkan tas berisi alat tulis milik namjanya dileher dan sebelah tangannya.

“Membawakan tasmu. Kenapa?” Tiffany tersenyum.

Siwon bangkit dan berusaha meraih kembali tas miliknya. “Kembalikan. Aku saja yang bawa.”

Tiffany mengelak. Yeoja itu kini malah memeluk lengan Siwon yang tidak terluka dan tergantung bebas disisi namja itu. “Tidak mau. Kalau kau yang bawa, aku tidak bisa memelukmu seperti ini.”

Siwon terkekeh geli dan mencubit pelan hidung mancung kekasihnya. “Ada-ada saja kelakuanmu.”

Tiffany meringis. Keduanya berjalan keluar dari perpustakaan dengan Tiffany yang bergelayut manja di lengan Siwon.

“Siapa yang menjaga Kyuhyun malam ini dirumah sakit?” tanya Siwon sambil berjalan menuju kamar mereka di lantai 4.

Tiffany terdiam sebentar sebelum menjawab. “Yesung oppa dan Yuri.”

Siwon menghela nafasnya berat. “Semoga anak itu cepat sadar.”

.

.

Pasangan itu berjalan dilorong rumah sakit dengan saling bergenggaman tangan. Tak ada dari mereka yang bersuara. Hingga akhirnya sang namja membuka pintu sebuah kamar.

“Yuri,” Sooyoung memanggil nama sang yeoja yang kini menutup pintu kamar dengan pelan.

Yuri melepaskan genggaman Yesung dan menghampiri Sooyoung yang duduk disofa bersama Yoona dan Donghae. “Hai Sooyoungie.”

Donghae dan Yoona bangkit dari duduk.“Baiklah.Kami pulang dulu.”

Yesung yang sedang mengatur ulang penghangat ruangan dikamar rawat Kyuhyun menoleh cepat. “Kenapa terburu-buru, Hae?”

“Ini sudah malam, hyung.” Donghae mengambil jaket miliknya dan memakainya. Setelahnya mengambil jaket milik Yoona yang disampirkan diatas sandaran sofa.

Yoona mengangguk dan merentangkan kedua lengannya ketika Donghae memakaikan jaketnya. Lalu menoleh pada Sooyoung. “Besok kami kemari lagi.”

Sooyoung tersenyum dan mengangguk. “Kalian hati-hatilah di jalan.”

Yoona dan Donghae mengiyakan dan berjalan menuju pintu. “Kami pulang dulu ne.”

Yuri menoleh pada Sooyoung dan merapikan rambut yeoja itu. “Kau tak kembali kekamarmu Sooyoungie? Ini sudah waktunya kau kembali beristirahat.

Sooyoung meringis. Memang benar apa yang Yuri katakan. Tubuhnya sudah mulai melemah dan membutuhan istirahat. Keadaannya belum pulih benar. “Baiklah.”

“Aku akan mengantarmu kekamar.” Yuri bangkit dan membantu Sooyoung memakai kruknya. “Oppa, aku kekamar Sooyoungie dulu ne.”

Yesung mengangguk dan mengambil alih sofa yang tadi kedua yeoja itu duduki.

“Eh, sebentar.” Dengan perlahan Sooyoung berjalan mendekati ranjang Kyuhyun. Dirapikannya selimut yang menutupi tubuh namja itu.

“Selamat malam Kyu.” Sooyoung mengecup kening Kyuhyun lama. “Jaljayo.”

Jika tak ada alat bantu pernafasan yang menutupi wajah Kyuhyun, bisa Sooyoung pastikan bibir namja itulah yang akan dikecupnya. Membayangkan itu saja wajah Sooyoung sudah memerah. Membuat Yuri yang melihatnya tertawa geli.

“Buka saja penutup mulutnya itu jika kau tak tahan, Sooyoung-ah.” Yesung seakan bisa membaca apa yang ada dipikiran Sooyoung.

Sooyoung mendelik tajam kearah namja yang berstatus kekasih sahabatnya itu. “Dia bisa mati kalau kulepas alat pernapasannya, bodoh.”

Yesung mengangkat kedua bahunya tak peduli. Lalu memejamkan mata dengan meletakkan kedua kaki keatas meja.

Yuri terkikik dan segera menarik Sooyoung untuk keluar dari kamar Kyuhyun. Bisa-bisa kedua orang itu mulai berperang jika tak ada yang menengahinya.

Yesung masih memejamkan kedua matanya saat Yuri kembali kekamar Kyuhyun. Yeoja itu tak banyak bersuara. Tak mau mengganggu Yesung yang terlihat lelah.

Ditariknya kursi yang ada disisi ranjang Kyuhyun agar lebih dekat pada namja yang terbaring koma itu. Dielusnya punggung tangan Kyuhyun yang masih setia tertidur tanpa perduli keadaan sekitar. Yeoja itu tersenyum kelu. Namja yang sudah dianggapnya adik sendiri itu kini terbaring tak berdaya. Mengandalkan hidup hanya pada alat bantu pernapasan. Sungguh miris.

“Kau sudah datang? Kupikir kau menemani Sooyoung dulu.”

Yuri menoleh cepat dan mendapati Yesung sedang merenggangkan otot lehernya yang terasa kaku.

“Tidak, oppa. Sooyoung langsung tidur tadi. Sepertinya dia benar-benar lelah.”

Yesung mengisyaratkan tangannya agar Yuri mendekat. “Kemarilah.”

Yuri bangkit dari duduknya dan menyandarkan diri pada dada Yesung yang terbuka lebar karena Yesung merentangkan kedua tangannya.

“Siapa yang tidur duluan malam ini?” tanya Yesung seraya mengambil sebuah tablet dari dalam tas Yuri.

Yuri mengambil alih tablet dari tangan kekasihnya. “Oppa saja dulu. Nanti kubangunkan. Baru gantian oppa yang berjaga.”

“Yakin?”

Yuri mengangguk. “Eung.”

“Baiklah. Bangunkan oppa tengah malam nanti. Oppa tidak mau kau kurang tidur lalu pucat seperti mayat.”

Yuri mencubit pinggang kekasihnya dengan gemas mendengar candaan kekasihnya. Membuat Yesung tertawa geli seraya meringis kesakitan.

Pemuda itu lalu bangkit dan mengatur sofa yang ada diruangan itu sedemikian rupa. Sofa single yang ada disana diletakkannya didepan sofa panjang yang mereka duduki.

Yuri segera merubah posisi duduknya. Menyandarkan punggung pada sandaran sofa dan meluruskan kaki pada sofa single yang sudah Yesung atur. Yesung pun segera merebahkan kepala pada paha Yuri dan menutupi tubuhnya dengan selimut yang sudah tersedia disana.

“Kau dengar ucapan Uncle Im saat kita makan siang bersama tadi?” Yesung yang sudah memejamkan mata ternyata belum sepenuhnya tidur.

“Ayah Yoona? Ne. Aku dengar. Jika Kyuhyun masih belum sadar, mereka akan membawa Kyuhyun ke Amerika.” Yuri terdengar sedih.

Yesung mengangguk. “Anak itu menyusahkan saja.”

Yuri memukul pelan kepala Yesung. “Jangan berkata seperti itu pada adikmu sendiri, oppa.”

Yesung menggesek-gesekkan hidungnya pada perut Yuri. Membuat Yuri terkekeh geli.

“Jika dia dibawa ke Amerika, Donghae dan Yoona akan ikut. Dengan siapa Sooyoung disini? Tiffany akan menemani Siwon terapi di Finlandia. Kita sendiri akan kuliah di Jepang. Kau tak memikirkan sahabatmu itu?”

Barulah Yuri tersadar. Yeoja itu memegang kepalanya panik. “Kau benar oppa. Andwae! Bagaimana ini?”

Yesung berdecak dan menarik salah satu tangan Yuri lalu meletakkannya diatas kepalanya. “Berharap saja anak itu sadar sebelum itu terjadi.”

Yuri mengangguk meski Yesung tak melihat. Seakan mengerti, yeoja itu menggerakkan tangannya mengelus rambut Yesung. Membuat namjanya merasakan ketenangan dan terlelap. Ditemani alunan lagu dari tabletnya yang terhubung dengan headset ketelinganya, yeoja itu menikmati ketenangan yang dia ciptakan.

.

.

Apa yang manusia inginkan, belum tentu Tuhan akan mengabulkannya. Begitulah hukum alam yang berlaku.Terbaik menurutmu, belum tentu terbaik menurut Sang Kuasa.

Pilihan terburuk yang ditakutkan akhirnya terjadi.Seminggu setelah pengumuman kelulusan, keluarga Im sepakat membawa Kyuhyun keluar negeri. Tak adanya perkembangan yang berarti selama kurang lebih sebulan terakhir terbaring koma, memindahkan Kyuhyun untuk menjalani perawatan di Amerika adalah pilihan terbaik.

Semua kenangan itu masih Sooyoung simpan hingga saat ini. Dimana dia tetap menjaga Kyuhyun sampai hari terakhirnya berada di Korea. Berusaha terjaga sepanjang malam untuk menyimpan kenangan akan wajah tampan itu sebelum sang namja berangkat esok pagi.

Berusaha terlihat tegar hingga pesawat yang membawa Kyuhyun serta keluarga Im lengkap dengan Donghae tak terlihat mata barang secuil pun, Sooyoung tersenyum. Tak menganggap bahwa kepergian Kyuhyun merupakan perpisahan untuk mereka.

Begitu pula dengan kepergian orang-orang terdekat Sooyoung. Dimulai dengan Siwon dan Tiffany yang memilih Finlandia sebagai tempat untuk Siwon menjalani terapi. Hingga Yesung dan Yuri yang memutuskan pergi ke Jepang meninggalkan Sooyoung meski dengan berat hati. Sekali lagi, Sooyoung tersenyum tanpa merasa itu adalah perpisahan untuk mereka.

.

.

Kejadian itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu. Kini yeoja itu mulai merasa kehilangan. Merasa sepi seakan hidup sendiri. Meski Sooyoung tinggal bersama dengan kedua adiknya, tetap saja senyuman dari seorang namja tampan yang memiliki hatinya terus terbayang dalam benak Sooyoung.

Mengingat itu semua, sang yeoja tersenyum. Diperbaikinya letak kacamata yang dipakainya agar lebih nyaman. Kembali menegakkan badan setelah melarutkan diri dalam kenangan melankolis masa silam.

Kehidupannya lebih baik kini. Pekerjaannya sebagai pegawai salah satu kantor pegadaian di kota tempatnya menghabiskan masa kecil adalah sumber penghidupannya dan kedua adiknya. Kembali berkumpul bersama keluarga.

Tangan yeoja itu menggerakkan kursor komputer ke salah satu aplikasi internet.Kemudian mengetikkan sebuah alamat web pada tempat yang tersedia. Memasukkan akun miliknya, kini Sooyoung sudah berkonsentrasi mengecek email yang masuk. Yeoja ini sengaja memilih lembur disaat orang lain ingin cepat mengakhiri pekerjaan dan menikmati akhir pekan.

Kemampuannya mengolah data membuat pekerjaannya cepat selesai. Untuk hari senin besok, dia tak perlu kalang kabut mengumpulkan data-data yang diperlukan. Tinggal duduk santai melayani customer yang membutuhkan bantuannya.

Diliriknya jam kecil yang diletakkan disudut meja kerja. Pukul 8 malam. Keadaan diluar pastilah masih ramai dengan orang yang berjalan-jalan karena hari ini cuaca cerah. Kembali diperiksanya beberapa email yang sempat terlewatkan dan mengecek kotak chatting.

“Seharusnya dia sudah online,” gumam yeoja berkemeja coklat itu saat tak mendapati nama orang yang ditunggunya.

Menunggu waktu, yeoja itu merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku. Melakukan sedikit pergerakan hingga suara email masuk terdengar di telinganya.

Yeoja itu tersenyum. Meski kata-kata yang diucapkan sang pengirim email tak banyak, namun cukup menghangatkan hatinya.

“Hai. Aku datang.

Segera Sooyoung menuliskan balasan.

“Kenapa lama sekali?”

Tak perlu waktu lama hingga balasan kembali diterima.

“Ada sedikit gangguan. Kau pasti tahu.”

Sooyoung terkekeh. Sama sekali tak berubah dari dulu.

“Sepertinya aku bisa mengerti.”

Balasan yang datang kemudian lebih panjang dari sebelumnya. Namun satu kalimat diakhir pesan itu sanggup membuat Sooyoung meneteskan air matanya.

“Aku merindukanmu, Sooyoungie.”

Mereka sudah lama tak bertemu. Lama sekali. Hingga Sooyoung merasa dirinya mungkin sudah dilupakan.

“Aku juga merindukanmu, Yuri.”

Sebuah foto yang Sooyoung terima sebagai balasan. Terlihat namja dan yeoja yang sedang berpelukan dan saling melemparkan senyum. Yesung dan Yuri.

.

.

Namja itu menyukai pagi disetiap harinya. Tak peduli itu adalah hari senin dimana banyak orang mengeluh dengan aktivitas, ataupun akhir minggu dimana banyak orang lebih memilih untuk berada diatas ranjang lebih lama. Namja itu selalu menikmati pagi harinya.

Aroma kopi yang harum namun tak menyengat memasuki indra penciuman namja itu. Sinar-sinar mentari yang masuk melalui jendela dengan tirai yang sudah terbuka tak membuat namja itu malas untuk memulai hari. Kedua matanya terbuka, namun kembali tertutup saat ternyata sinar mentari begitu terik memasuki manik matanya yang sekelam malam. Mengernyit, namja itu melenguh dan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Lehernya terasa pegal karena sepanjang malam posisi tidurnya yang tengkurap.

Bertahun-tahun yang lalu namja itu pernah tak bisa membuka mata menikmati dunia. Kegelapan tanpa kesadaran membuatnya merasakan sakit yang tak terkira.Hidup dengan hanya mengandalkan pada alat-alat yang terpasang lengkap ditubuhnya membuat namja tampan itu bersukur bahwa kini dia sudah bisa menjalani kehidupan dengan normal.

Dua manik kembar itu kini terlihat. Tanpa peduli wajahnya yang kusut dan penampilannya yang acak-acakan, namja itu tersenyum lebar melihat apa yang ditemukannya kala membuka mata. Sebuah foto dengan objek 2 orang dewasa yang tersenyum bahagia. Putih menjadi warna dominan disana. Dengan salah satu memegang bunga dikedua tangannya, kedua orang dewasa yang menjadi objek foto tersebut terlihat mengagumkan.

“Kau memang tampan, Cho Kyuhyun.”

Namja itu, Kyuhyun, kembali memejamkan matanya. Mengingat-ingat kenangan manis dalam hidupnya. Hingga memori pahit mengenai kehidupan yang dijalaninya membuatnya menggeleng-gelengkan kepala.

“Itu masa lalu.”

Kedua lengan yang kini menjadi alas kepalanya. Senyuman kecil tercipta saat Kyuhyun merasakan ada pergerakan di ranjangnya. Namja itu tak bergerak. Malah berpura-pura sedang terlelap bermaksud menggoda orang yang dia tahu sedang merangkak diatas ranjang mendekatinya. Hingga sebuah tangan kecil memukul pipi Kyuhyun.

“Appa…”

Tangan kecil milik namja berusia hampir 4 tahun. Anaknya sendiri.

.

.

Sooyoung sudah terbiasa dengan aktivitas pagi harinya. Teriakan-teriakan dari kedua adik tersayangnya yang terdengar saling mencela. Kadang yeoja itu mengelus dada. Tidakkah keduanya merasa bahwa mereka terlalu kekanak-kanakkan?

“Eonnie!”

“Noona!”

Kini Sooyoung menghela nafas. Pasti dia akan menjadi tempat mengadu kedua adiknya. Yeoja itu menjawab tanpa menoleh dari kesibukannya didapur membuat sarapan untuk keluarga kecilnya. “Wae?”

“Sungjin oppa tak mengembalikan uangku!” adu adik perempuannya. Yeoja pemilik nama Choi Yongri itu kini duduk di meja makan menunggu sarapan buatan kakaknya terhidang diatas meja dengan kesal.

“Aku belum gajian, pabbo!” Adik lelakinya pun tak mau kalah.Sebuah jitakan mendarat di kepala yeoja berumur awal 20 tahunan itu.

“Sakiiitt…!!” Ringisan keluar dari bibir Yongri. Yeoja itu mendelik marah pada Sungjin yang balas menatapnya tajam.

“Kuganti 2 kali lipat jika aku sudah gajian!” Sungjin tak mau kalah.

Sooyoung terkekeh geli. Mendengar omelan-omelan kedua adiknya itu tak ayal membuatnya tertawa. Suara keduanya bahkan pernah terdengar hingga rumah tetangga.

Kehidupan mereka semakin membaik. Dengan usahanya mengumpulkan tabungan, kedua adiknya kini menyandang predikat mahasiswa disebuah universitas di Seoul. Meski biaya yang Sooyoung keluarkan cukup banyak, namun kedua adiknya bisa memperoleh ijazah penyetaraan SMP dan SMA.

Sungjin yang tertarik dalam bidang menggambar mengambil jurusan desain grafis. Sedangkan Yongri tercatat sebagai salah satu mahasiswi jurusan Komunikasi. Karena kini sudah menempuh tahun terakhir, keduanya sepakat untuk mulai bekerja. Sungjin mengambil bagian dalam sebuah proyek disebuah kantor animasi. Dan Yongri yang sehari-harinya mempelajari hubungan masyarakat bekerja di salah satu perusahaan.

Wanita yang memiliki nama gadis Choi Sooyoung itu meletakkan wadah berisi nasi goreng ketengah meja makan. Mengabaikan kedua adiknya yang mulai menyendok sarapan meski dengan gerutuan kecil, Sooyoung kembali kedapur. Mengambil sebuah gelas kaca dan sekotak susu untuk ibu hamil. Air panas yang tadi direbusnya sudah menghangat. Satu gelas berisi susu coklat itu kini dipandangnya dengan lapar. Tak perlu menunggu lama, isi gelas itu tandas habis masuk keperutnya yang mulai membuncit.

“Jadi anak yang sehat ne, aegya.” Wanita itu membelai perutnya dengan sayang.

.

.

Kyuhyun menggerakkan kepala untuk merenggangkan otot lehernya yang kaku. Duduk sejak pagi didepan komputer hingga jam makan siang cukup membuat tubuhmu lelah dan menjerit meminta untuk diistirahatkan.

Namja itu mengedarkan pandangan untuk melihat kesekeliling. Ruang kerja dikantor milik perusahaannya sendiri. Bukankah kalian sudah tahu jika Kyuhyun menjadi sebuah pewaris tunggal perusahaan milik mendiang kedua orang tuanya?

Ruangan itu sebenarnya nyaman. Sebuah televisi dan sofa yang terlihat empuk berada disalah satu sudut ruangan ini. Beberapa lemari berisikan buku-buku yang menunjang pekerjaannya tersusun rapi disisi yang lain. Meski file-file perusahaan yang hampir setiap hari silih datang berganti menuntut tanda tangan persetujuannya berada bertumpuk diatas meja kerjanya, ruangan itu cozy. Percayalah. Memang tak ada ranjang yang siap menampung tubuhnya dikala lelah. Namun seperangkat playstation lengkap dengan kasetnya tersimpan rapi dibawah televisi menjadi hiburan Kyuhyun ketika penat mendera. Belum lagi fasilitas penunjang lainnya.

Namja itu melirik telepon yang diletakkan disudut meja kerja. Telepon itu terpasang parallel diseluruh telepon yang ada dikantornya. Sebentar saja mengangkat gagang atau memencet salah satu tombol telepon itu, orang-orang akan segera sadar bahwa presiden mereka siap memberikan perintah.

Dengan malas dan terlihat lelah, Kyuhyun menekan salah satu tombol yang terlihat menggoda dimatanya.

“Kemari.” Perintah mutlak dari sang presiden pemegang jabatan tertinggi akan segera dilaksanakan.

Tak butuh waktu lama, pintu ganda yang menjadi penghubung ruang kerja Kyuhyun dan dunia luar terketuk. Dan seorang yeoja terlihat berjalan masuk tanpa harus Kyuhyun persilahkan.

“Ada apa?” yeoja itu terdengar ketus.

Kyuhyun mengernyit tak senang. Seingat namja tampan ini dia tak melakukan kesalahan apapun yang bisa membuat yeoja itu kesal. “Kenapa bicaramu seperti itu?”

Yeoja yang berdiri dengan acuh didepan meja Kyuhyun itu memutar kedua bola matanya. “Sekretarismu yang cantik ini sedang banyak pikiran. Jangan menambahnya dengan hal-hal yang tak penting.”

Kurang ajar? Ya. Bicara yeoja itu memang sedikit kasar. Tapi lihatlah! Kyuhyun kini tertawa geli.

“Apa oppa mengacaukan harimu?” Kyuhyun menyandarkan punggungnya disandaran kursi dan menyamankan tubuhnya yang lelah.

Yeoja itu menghela nafasnya. Lalu berusaha tersenyum meski dipaksakan. Membuat mimik wajahnya terlihat lucu. “Baiklah oppa sajangnim. Ada yang bisa saya bantu?”

Kyuhyun terkekeh. “Kau masih memanggil oppa dengan sebutan seperti itu?”

“Ya! Cepatlah oppa!” Yeoja bercelana jeans ketat itu mulai tak sabar.

“Wow!” Kyuhyun mengangkat kedua telapak tangannya. “Sabar.”

“Hm.”

“Oppa ingin membicarakan masalah pembayaran gajimu bulan ini.”

Manik mata yeoja itu kini berbinar cerah. Menggantikan suasana suram yang tadi sempat menyelimuti yeoja itu. “Benarkah? Mana gajiku?”

Melihat kedua telapak tangan yang membuka didepan matanya membuat Kyuhyun meringis. “Sebenarnya oppa lupa membawa uang tunai. Bagaimana jika gajimu oppa bayar dirumah nanti?”

Senyum dengan binar cerah itu kini berganti secepat kilat. “Aku tak mau tahu. Bayar sekarang!” perintahnya galak.

“Dirumah saja ne? Toh kita juga tinggal bersama, chagi. Apa bedanya oppa beri dirumah atau dikantor?” Kyuhyun berusaha membujuk sekretarisnya itu.

Yeoja itu mendelik kesal. “Kan sudah kubilang sebelumnya. Sebaiknya gajiku disamakan saja pembayarannya dengan karyawan lain. Jadi aku bisa langsung mendapat transferan gajiku.”

Kyuyhun tersenyum. “Kau karyawan spesial, chagi. Jadi gajimu bisa langsung kau dapat dari oppa.”

“Huh.” Gadis itu mendengus. “Aku sudah bisa mengira ini akan terjadi. Jadi aku sudah mengantisipasinya.”

Kyuhyun mengernyit bingung. “Dengan?”

“Aku minta credit cardmu, oppa.” Seketika senyum nakal menghiasi bibir berwarna pink muda itu.

“Credit card?”

“Ne. Ini hari sabtu. Kantor buka hanya sampai jam makan siang. Aku sudah tak sabar ingin berbelanja dan bersenang-senang, oppa. Ayolah,” rayunya.

Kyuhyun masih diam. Dengan kedua tangan yang terlipat didada namja itu menatap objek didepannya tanpa berkedip.

Yeoja itu menundukkan kepala. “Baiklah. Mungkin aku memang ditakdirkan untuk bekerja sebagai budak tanpa gaji. Aku akan mengadu saja pada keluarga Im.”

Perlahan gadis itu membalikkan tubuhnya. Menunduk dengan wajah sedih padahal hatinya bersorak senang. Menyebutkan nama keluarga tercinta Kyuhyun adalah salah satu kelemahan namja itu.

“Tunggu.”

See?

Sebuah credit card berwarna hitam tergeletak begitu saja diatas meja. Dengan segera sang yeoja mengambil benda kecil itu. Takut jika pemiliknya berubah pikiran.

“Jangan boros!”

Kepala bersurai hitam lebat itu mengangguk cepat-cepat. “Tentu saja.Oppa bisa memotong uang gajiku sesuai pengeluaranku nanti.”

Kyuhyun berdecih. Namun dengusan geli juga terdengar. “Gajimu saja tak cukup menutupi uang yang kau pakai. Awas saja kau membuat tagihannya membengkak. Oppa hukum kau dirumah nanti.”

Yeoja itu sudah meloncat kegirangan menuju pintu keluar.Sebelum tubuhnya menghilang, yeoja itu mengerling nakal. “Kutunggu hukumanmu, oppaa~”

.

.

Sooyoung melirik jam tangan yang melekat dipergelangan tangan kirinya. Sudah waktunya jam makan siang. Dengan kondisi yang sedang berbadan dua, tentu saja Sooyoung sudah merasa lapar.

“Kenapa dia belum datang juga.”

Terlihat yeoja itu sedang menunggu seseorang. Sesekali dia melirik pintu masuk butik. Namun orang yang ditunggu tak kunjung tiba.

Merasa jenuh, Sooyoung beranjak dari tempat duduknya dan mulai menghampiri pelanggan yang datang cukup banyak siang ini. Membuat Sooyoung dan karyawannya sedikit kewalahan.

“Jas berwarna biru tua? Sebentar ne.”

“Maaf nona. Gaun ini hanya ada satu.”

“Baiklah. Silahkan ke kasir.”

Interaksi penjual dan pembeli terdengar dari berbagai sudut. Dengan senyumnya yang cerah, Sooyoung bernafas lega. Semakin hari butiknya semakin mengalami kemajuan. Membuatnya merasa lelah dan senang bersamaan.

Kembali yeoja itu melirik jam tangannya seraya membelai pelan perutnya yang terbalut dres pink cerah.

“Dia kemana ya?”

.

.

Yeah!

Chap 12 cuy! Gimana? Apa chap ini terkesan datar? Kurang memuaskan? Heuh… Padahal saya sudah berusaha semampunya nih. Memang ga ada adegan action ala-ala chap kemaren. Tapi chap ini cukup lah ya. Hehehe

161 thoughts on “Beloved Moment Chapter 12

  1. kyura says:

    kyuppa udah nikah?? soo eon jga udah nikah?? kyuyoung’y ga bersatu yah??:-(:-( sumpah part ini bikin penasaran… semoga kyuyoung bersatu…

  2. Thor… Kyuyoung ttp bareng donggg… Aku kira Soo sekretarisnya Kyu… Tapi Soo malah punya butik… Semoga KyuYoung ttp bersatu ㅜ.ㅜ

  3. Yaaampun sumpah bacanya degdegan
    Itu kyuyoungnya tinggal misah aaaaa andheweee

    Apa jangan2 itu dua-duanya anaknya kyu
    Skertarisnya itu adrknya sooeonni hukumannya itu adeknya sooeonni di kerjain kyuppa

    Aaaa prustasi next thor

  4. Banyak pertanyaan berkecamuk thorr….
    Syoo hamil = anak siapaaaaa???
    Kyu n yeoja = Siapa yeoja yang dipanggil chagie itu??
    trus kenapa after a long time jafi begindaang(?)…

    Nexttt……
    BELOVED MOMENT JJANG! SUPER DAEBAK!! HWAITING!! Daannnnn…. ditunggu sequel ‘PHOTOSHOOT’ *eh😄

  5. araaa says:

    anak laki2 itu anak sapa???trs soo hamil sama sapa??? trs yeoja yg jd sekretaris kyu sapa???duch trlalu byk yg hal yg hrus d jwab d next part…
    dh pengit nich #penasaran bingit…hehehe

    smoga happy endinglah🙂

  6. fira says:

    AAAAAAAAA aku geregetanbgtt baca ff ini tau2 kyu tbtb udh pny anak, soo lg hamillllll…..jangan sad end jebal:((((
    Next thot jangan kelamaan:’)

  7. elvi says:

    ini apa?
    mereka gk bersatu?
    kyuppa di bawa ke amerika..
    trus hub ke 2 nya gmn?
    atw mereka udah nikah..
    sumpah bingung dan penasaran jg..

  8. yellowRos3 says:

    Loh loh part ini kok jd gni thor
    Bkin pnsaran itu kyu ma soo gx brsatu y
    Aduh thor jgn jdin sad ending dong
    Pkokny kyu soo hrus brsatu y thor !!!!
    Part slnjutny dprcpat y thor
    Qta tgu

  9. Rizky NOviri says:

    apa ini?? jd akhirna kyuyoung punya pasangan masing masing?😯
    what the hell…
    o may gat…
    sumveh seneb bgt ini.. hiks😥
    soo hamil ama siapa??? dan kyu punya anak dari siapa…

    huaaaa… gk relaaaaaaa…
    kyuyoung mesti bersatu…😦

    lanjuuuuttttttt…. penasaran abissss….

  10. sie says:

    Aduhh, aku kok malah sedih bca chapter ini daripada chapter sebelumnya, swear aku bingung soo itu krja di pegadaian pa punya butik sendiri? Klo kyuyoung ga bersatu, trus apa kbr” jika bersamamu adalah harapan, maka memilikimu adalah keharusan” atau mungkin itu clue buat chapter selanjutnya?
    Mian, aku slh satu (or mlh satu2nya??)
    Yg smpet ngbhs novel, iya sih butuh ijin super rumit utk itu, ok deh aku ga minta yg neko2. To chovenna-ssi met UTS ya, to babykim-ssi gomawo, tp kyuyoung ttp bersatu kan??(masih penasaran aku..)

  11. Rosse says:

    What????? bakal sedih nih kyanya,, tp aku suka. lbh complicated bkl lbh seru n mnarik. jujur klo crta apapun lbh dpet klo sad ending tp ya sad ending yg tetap hrus mmbhagiakan. Kyu pnya anak? berarti pnya isteri? tp kali aja itu bkn anakny tp mnggil dia appa doang kn bisa. so dtunggu klanjutannya. sukses ya thor

  12. Antara dua kemungkinan Happy Ending dan Sad Ending…
    Maksudnya apa ini thor??? Istri Kyuppa siapa? Lalu Soo hamil anak siapa???
    Pliss End-nya KyuYoung…
    Jaebal………………………..😥

  13. Pho says:

    Part ini agak membingungkan krn penggalan2 cerita’a seperti teaser yg akan di perjelas di part selanjutnya. Dimana soo yg bekerja di wkt & tempat kerja yg berbeda. Kyu yg memiliki anak & soo yg hamil. Kita tgg kelanjutan’a. Next

  14. Delvia Marcelinna says:

    aishh, part ini bikin kesel soalnya buat penasarn orang –“v chingu itu kyuyoung ngga bersatu ya? yahh parah ah, itu mereka nikah sama siapa aja? masa bisa jadi mencar gitu lagi. sooyoung eonnie juga lagi hamil itu anaknya siapa chingu? buat penasaran banget serius ya –“v wkwk. tapi ffnya daebak!! gomawoyo ya chingu untuk ffnya ^^ lanjutannya ditunggu

  15. kyunie says:

    Aku bingung knp di part ini bisa begini jdinya?
    Kenapa kyuyoung kayanya udh punya pasangan masing masing?😦
    Aku kepo bgt sumpah. Jgn lama lama dong thor next chap nya:(

  16. iinfatma says:

    part ini bikin penasaran banget… gimana kehidupan kyuyoung yg sekarang, gimana kabarnya yoonhae, sifany, sama yeyul… soo hamil ? kyu di panggil appa ? bikin penasaran😀 next thor

  17. Hyumi Knight Aegyo Kingdom says:

    ini kurang memuaskan banget~!!!!!!😦
    aku penasaran~!!!!
    next di tunggu cepet nee???
    HWAITING~!!!😀

  18. tama says:

    yg terakhir bingung ane, kyu gak balik pa?? kyu bikah sama siapa?? trus soo itu hamil anak siapa?? makin penasaran

  19. Nora says:

    Hbungan soo eon sma kyuppa brakhir ya? Syo eon hmil anak sapa? Kyuppa udh pnya anak? Penasaraaan🙀 next😊

  20. Beloved Moment artinya moment tercinta kurang lebih. Berarti maksudnya moment-moment itu hanya masa lalu yang indah. Tidak untuk masa sekarang? KyuYoung pisah? Andwae! Yuri dan Soo masih saling kontak. Tak menutup kemungkinan Yoona dan Soo juga saling kontak. Dan bukankah Yoona kakak sepupu Kyu. Masa KyuYoung gak bersatu? Ah~ bingung!

  21. Dianu says:

    kyuhyun sama sooyoung ga bersatu? malah udah nikah sama pasangan nya masing2. kok bisa kyk gini? ANDWE!!!!!!!
    please kyuyoung harus bersatu, titik!!!

  22. rchoi says:

    Eeh? Deg degan pas baca bocah manggil kyu “appa”. Aki tebak yah. Kyuyoung itu udah nikah dan soo lagi ngandung anak ke-2. Terus yg mau digaji itu adiknya syoo. Tapi awalnya tadi pekerjaan soo di kantoran tapi kenapa berubah jadi di butik?치겠다

  23. Rychell says:

    Hiks , knp kyuyoung gak bersatu ? ,, malah kyuyoung hidup sendiri” gimana ??? ,, hiks hiks .. hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks
    Please kyuyoung bersatu
    jjang

  24. Zzzsparkyu says:

    Chinguu ,, kenapa kyuyoung nya malah udh ada kehidupan sendiri ??
    Trs istri nya kyuppa ma suami nya soo eonn blm diungkapin yahh ..
    Hm , next moga kyuyoung bersatu😀

  25. riaknight08 says:

    ige mwoya….
    kok kyuyoung gak bersatu sih thor😦
    pliss thor buat mereka bersatu
    jebal…,ne…ne..ne

  26. MaykeRyeowook says:

    huaaahhh

    apa yg terjadi dngan kyuyoung??

    siapa sekretaris itu??
    sooyoung hamil anak siapa??

    benar2 bikin penasaran

    next part d tunggu thor…
    jngan lama-lama ^^

  27. youngers says:

    akkh eonie itu kyuyoung gemana jadinya kalau udah punya keluarga masing masing gasik bnget kalau kaya gitu mah jadinyA SAD ENDING PLEASE JANGAN JADI SAD ENDING PART 12 SUMPAH BIKIN PENASRAN BANGET dari part parat sebelumnya semoga happy ending fighthing next di tunggu kelanjutanya

  28. rifqoh wafiyyah says:

    Huwaa….!!,andwe…!!
    Knpa kyuyoung pnya khdpan msing2…??
    Kyuppa andwe..!!,gk bleh nikah slain soo unnie..
    Daebak…,dtnggu klnjtn’a…

  29. gita says:

    Mereka udh slang menikah dengan pasangan masing”?? #Andwee..
    Kok gtu sih, mreka pnya hub. meskpn di masa lalu
    Masa mreka pisah gtu aja, cma karna kyu pengobatan
    Huwaa.. Pliss bkin kyuyoung bersatu
    Next.a aku tunggu bng, jagn lama” yaaa..

  30. Priyanti Nur Ahlina says:

    jadi sedikit ngebingungin ceritanya ya thor, kelanjutannya jangan lama2 ne biar kita tau penjelasan cerita sebenarnya hehehe😀

  31. icha says:

    Itu kyu oppa udah nikah ? Sama siapa ?:( ihh ko bukan sama soo eon:(
    Susah di tebak banget ini ff .. Lanjut thor lanjut asli penasaran ;))

  32. aina fitria says:

    Aku bingung sama ceritanya
    kyu’a sdh nikah n punya anak
    trus soo’a lg hamil
    n itu sekretarisnya kyu cpa???
    soo hamil ama siapa?
    masa kyuyoung’a g bersatu,aishhh
    aku bingunggg
    tp penasaran
    Next..

  33. Sistasookyu says:

    Lho ini kyuyoungnya nikah sama orang lain?
    Oh my~
    segitu gampangnya kah mereka ngelupain satu sama laen.. No~
    lanjut

  34. kyusoowon says:

    Omo itu kyu udah punya istri dan anak berarti dia ngelupain soo dong…trus soo jg lg hamil nah soo ngandung anak’a siapa tuh…sedih kalo kyuyoung ga bersatu…

  35. naya says:

    Itu kenapa pada gitu..
    Kyu tinggal sama tunangannya/istri nya ya??
    Kenapa soo hamil?
    Kyuyoung ga bersatu?
    Itu kenapa temen2 soo pada ga belain hubungan kyuyoung siih…😦😦😦

  36. dewayu_규영 YC 성민 오빠 says:

    whattttt soo eonni hamil anak siapa??
    kyu dh nikah???
    aku bingungggg….
    moga endng’a kyu ma soo…

  37. DianAyuni says:

    tuhkan yg ditakutkan terjadi… syoung ditinggal sendiri huaaaaaa

    itu kyuyoung nikah ama siapa??? mana kyu uda punya anak lagi… soo lg hamil… semoga mjd kejutan yg mnyenangkn lah ini hueeeeee
    siapa sekretaris kyu…?? siapa yg ditunggu syoung buat mkan siang????
    next part jusseyo #hiks

  38. salsabellakhaa says:

    AAA~ WAIT !!! itu soo kan nggak ikut sama keluarga im buat pengobatan kyu kan
    terus itu knapa ?! AA~ Kyu andwe ,,kyu nikah sama siapa punya anak pula,,
    kyu jugaa manggil sekretarisnya chagi _-” apaan itu,,
    soo juga apa maksudnya aeygi,,?? hamil anaknya siapa..??
    berbarti kyuyoung udah pada nikah satu sama lain,,_-”
    semoga aja ini felling nggak bener,,
    semoga aja kyuyoung itu YANG NIKAH DAN PUNYA ANAK,,,dan soo jadi sekretarisnya kyu oke,,!!

    Authornya baru aja biikin pembaca tegang di chap sebelumnya ini mlh ngebuat frustasi para readers HAHAHA~ FIGHTING thor,,
    pesannya cuma “MOHON BIKIN KYUYOUNG BERSATU” *Lol byebye author ^^
    next chap sangat sangat ditunggu thor!!

  39. mongochi*hae says:

    double “what”
    ap mksd n part ?????

    soo hamil anak siapa ?
    trus siapa anak yg manggl kyu appa dan…. cwe yg jd sekretaris kyu ???

    ap mereka mjlni hidup dg pasangan msing2 ??
    ANDWAE !!!

    next next next.
    jgn bkin penasaraan.
    please… dh oenn.* lebay mode On

  40. Youngra park says:

    Ahh suka bgts bkin teka teki aduh msa kyuyoung gk bersatu.. Argghhh.. Cpt lanjut thor pnasaran bgt..bts..bgts..

  41. icha says:

    Itu kyu oppa udah nikah ? Sama siapa ?:( ihh ko bukan sama soo eon:(
    Susah di tebak banget ini ff .. Lanjut thor lanjut asli penasaran😉

  42. dekyusoo .. says:

    Langsung bad mood tau klo kyu sama soo udh punya kehidupan sendiri2 ..
    Kyu kerlaluan banget sich ngelupain soo ..
    Next part jangan lama2 ya thor ..

  43. Firaster says:

    jdi kyuyoung disini udh mempunyai ‘kehidupannya’ masing2 ya ? klo iya bner2 gk rela :3
    next ya ..

  44. afhaa says:

    yaa uniie kenapa itu tiba2 mereka udah pada pisah kasian syoo ditinggal sendiri
    uniiee mereka menikahkan ihh bagian akhirnya bikin penasaran hehehe

  45. Vi says:

    Author, seriusan aku butuh penjelasn apa yg terjadi dengan hubungan kyuyoung? Mereka udh punya keluarga masing2 ? Aduh aku bingung.
    Makin keren loh ff nya ^o^

  46. 유라 says:

    OMG kyu udh punya anak trs soo juga lagi hamil waduh diluar perkiraan aku bgt ceritanya, konfliknya nambah lagi deh
    Masih penasaran istrinya kyu sama suaminya soo siapa
    Ok deh semoga aja kyuyoung bisa bersatu lagi yaa

  47. echaknight_sooyoungster says:

    Yah chingu soo unnie hamil anak siapa… kyuppa pun sdh mnikah dgn siapa.. jgn blg mrka gak brsatu… andwwweeeee

  48. wheny rositha says:

    Lho..lho…rada binggung ma critanya!!!!msak tiba kyu ma soo ud pada nikah????dan jgan bilang klo kyuyoung nkah dg pasangan masing2?andwe…..tp aq si berharapnya kyuyoung dah nkah,n soo hamil anak ke 2,n moga aja itu yg jd sekretaris kyu,adik soo!!!!ud g sbar ni,nggu nextnya scepatnya…

  49. iis mulyati says:

    Arrrggghh knpa jd gini chingu?!! Itu istri nya kyu siapa? dan soo hamil anaknya siapaa?!! Pleaseeee kyuyoung harus bersatu lg jebal :”(((( next part ditunggu dan semoga bisa ngejelasin awalnya knpa bisa jd gini :”(((

  50. dina says:

    Masih bingung thor.
    Soo itu hamil anak spa? Trus yeoja yg jadi skretaris Kyu itu spa?
    Brharap KYUYOUNG kmbali spt dulu.
    next

  51. ff nya bagus tapi aku agak bingung, soo lagi ham kyu udah punya anak jgn sampai kyuyoung pisah d tunggu part berikutnya

  52. Kang Yong Ae says:

    Shock sama akhirnya. Itu mereka udah menikah yah dengan pasangan masing2. Aish aku penasaran. Next ya

  53. Nine Nur Muharamah says:

    Lah lah???? kenapa jadi begini chingu??? ini ff kyuyoung kan??? aduhh kok bisa??
    Kyuppa nikah sama spa?
    Sooeon nampyeonnya siapa??
    kok jadi begini??? aduh chingu, Kyuyoung harus bersatu!!! Ayo dong Kyuyoung.. aaaaaaa frustasi! next

  54. fransiscafortunita24 says:

    loh loh thor ! knp jdi begini ?!!!!!!!!
    kyu lupa yaa sama si soo ?!!!! itu sekretaris kyu itu istri nya ?!!!!!! kok kyu udh punya ank ?!! soo hamil ank siapa ?!
    waaaaaaaa penasaran bgt selanjutnya gmn ><
    ditunggu, hwaiting !

  55. melita says:

    kok jadi begini sih???
    kyuppa lupa sma soo eon ya??? trus yeoja yg jadi sekertaris kyuppa siapa ??? suami ya soo eon siapa???
    jangan lama” ya.. penasaran bgt!!!!

  56. gak ngertiiiii😦 gk mau membayangkan yg “iya iya” thor… tapi memang perkiraannya udah buruk semuaa aaah semoga saja salah sangka. ditunggu deh penjelasannya🙂

  57. malla says:

    aku msh kurang ngrti jln cerita part ini,soo hamil anak cpa ?
    trus cwe yg am kyu cp?
    apa kyu lupa am soo ?
    next

  58. dindadey says:

    sedih krn kyu jd koma, tp asli lbh shock yg stlhnya?! itu adegan apa!!! knp ambigu semua *o* butuh penjelasan secepatnya!!!!!

  59. Liaaa says:

    Masing” udh pd nikah? Tp keliatannya mereka bkn pasangan diliat dr panggilan kyu ke org yg pake jeans ketat sedangkan sooyoung lg hamil. Tp di bagian yg lain dibilang sooyoung hidup cuma sama 2 adeknya sedangkan dia lg hamil. Jadi ini gmn sih? Tiba” aja di part ini jd nggk paham gini

  60. iyank3 says:

    Jadi beloved m0ment adlh crta alur balik yg manis, dan stlah kejadian mengenaskan d part kemarin. Yez i kn0w. Wkwk *sotoy smga mrka d pertmukan kembali (kyuyoung) kra2 bni kyu cpa? Laki soo cpa? Ah jebal next yo. Thanx buat babyKim ama chovenna udh bersatu membuat krya yg waw.😀 slm syg

  61. ucuphCho says:

    kyuhyun appa ? sooyoung eomma ? aaarrgh!!!!! thor mereka kawin kan ? jangan di tambah konflik lagi peliss, biarkan mereka berdua bahagia thor ;;;A;;;

  62. kyuminn says:

    bingung thor~ disini kyuyoung pasangan atau bukan… terus alur nya terlalu cepat. ‘chagi’ itu siapa?? trus kyu udh punya anak?? trus soi ngandung anak siapa?? kn kyuyoung udh nggk pernah ketemu lagi?? wktu msh smasma jga , mereka hanya melakukan skindship *maafkalautulisannyasalah

  63. MissPurpleKim says:

    ko aku degdegan ya baca part ini…

    itu kyu nikah sama siapa ko udah punya anak??

    truss soo hamil sama siapa??

    trus sekertaris yg kyu panggil chagi itu siapa?? mana si kyu rada senit lagi..

    OMG…. jadi kabar mereka smua gmana??
    trutama kyuyoung apa kabar mereka setelah perpisahan itu??

    aigo aigoo panasaran…
    lanjuttaaannnya ditunggu

  64. sonya stella says:

    gak ngeh sama cerita yg terakhir kok kyknya misterius kali org2nya hehe butuh penjelasan nih thor..

    next chap jgn lama2 ya

  65. shintaknight says:

    seriously aku bingung thor..
    tapi please aku cuma minta jgn sad ending please kyuyoung jd suami istri
    ..

  66. Iihhhh…part 12 nya kok kayak gini sih??
    Membingungkan!!

    Tuh kyuhyun oppa udh punya anak?? Trus, sekretaris yang juga merangkap “chagi” nya kyuhyun oppa, siapa??
    Soo eonnie mengandung anak siapa??

    Aaaaaaaaaa…..bingung and penasaran
    Jgn bilang, mereka punya kehidupan masing2 skrg
    Andwe!!

    Mereka (kyuyoung) harus bersatu!!

  67. diiLaa says:

    Itu kyuyoungnya hidup masing” ya eonni? Duh jangan dong eon. Ditunggu next part secepatnya ya, penasaran ^^

  68. 규영 shipper says:

    Hah?! Thor aku kaget banget sama part ini! serius deh
    wae?! Aku masih bingung, masa kyuyoung….
    Aihh molla… next part ya thor
    Jebal jngan bikin kyuyoung pisah😦

  69. choi_reni407 says:

    please.. ini cerita kereeen bgt.. flashback jauh ke beberapa tahun yg lalu.. daebaaaak.. penasaran bgt sumpah deh.. kyuyoung itu nikah kan???

  70. Apakahhh.. Kyu sma Syoo sudah memiliki keluarga masing”..???!!
    Ooh.. ANDWAE!!!😥😥😥
    Jngan buat Aq frustasi thor ama akhir dri crita ini…

  71. meetha says:

    kasian soo ditinggal kyu dan ditinggal teman2nya yang lain juga😦
    itu kyuhyun sooyoung udah nikah? atau kyu nikah dengan yeoja lain dan soo juga nikah dengan namja lain?

    ditunggu kelanjutannya😀

  72. baiklah, part ini meninggalkan.berbagai pertanyaan di otakku… tak sedikit juga menimbulkan efek yang membingungkan… *gaya lo*
    wes pokoknya ditunggu part depannya aja… plis jangan sad! plis jangan sad… apalagi KyuYoung beda suami dab istri😦 I beging you😦 pretty plisssss…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s