[Oneshoot] Accidentally in Love

Title/Judul  : Accidentally in Love
Length : Oneshoot
Rating : Remaja (R)
Genre : Romance
Author : Poster dinding
Cast/Pemain : Cho Kyuhyun (SJ), Choi Sooyoung (GG), Junho(OC)
Disclaimer : Para cast milik tuhan.  Kesamaan cerita mohon maaf. Bisa langsung confirm ke posterdinding@yahoo.com.

Note dari author : thanks to wikipedia atas segala sumber informasinya dan beberapa blog. Maaf kalo ada salah salah kata atau penempatan kata yang kurang merenah. Kalau ada typo juga maaf. Kalo ada kritik dan saran bisa langsung ke kolom komen atau langsung ke posterdinding@yahoo.com  love ya<3 . Bangsa yang maju adalah bangsa yang menyeruakan saran dan kritik secara bebas, sopan dan membangun.

*ff ini diilhami setelah mabok lagu john park – baby. Ayo harus download terus dengerin. Googling liat muka john park kalo mau, atau liat mv nya.  Aduh kagak nahan gantengnya.*

Tepat jam enam pagi aku sudah siap untuk melakukan pekerjaanku sebagai pustakawan di perpustakaan nasional korea di Distrik Seocho yang masih berdekatan dengan distrik gangnam. Sudah 3 tahun aku disibuki mengatur segala buku dan literatur yang dibutuhkan oleh para peminjam. Bosan? Mungkin bisa dibilang begitu. Bukan karena pekerjaan yang mengharuskanku berada diantara berjuta-juta buku tapi keseharianku yang tak pernah berubah. Bangun pagi, lalu siap-siap pergi ke perpustakaan pulang tepat jam empat. Setelah itu diisi waktu untuk pergi ke rumah ayah dan ibu sesekali diakhir pekan. Mungkin aku butuh seseorang yang dapat mengisi waktuku untuk berjalan-jalan ke namsan tower atau sekedar makan berdua di Samcheongdong. Kekasih? Mungkin aku tidak lagi membutuhkan kekasih tapi calon menantu untuk ayah dan ibu.
“Permisi” sapaan seseorang membangunkanku dari lamunan panjangku.
“Iya. Ada yang bisa dibantu?” sahutku ramah sambil menatap perempuan yang diperkirakan sedang melalui tingkat akhir kuliahnya ini.
“Saya sedang mencari buku Pantone: The Twentieth Century in Color dari Chronicle books tapi saya cari di bagian rak nya tidak ada.” Ucapnya manis dengan penyebutan bahasa inggris yang lancar.
“Mungkin bukunya sedang dipinjam seseorang, saya lihat dulu.” Balasku sambil beralih ke layar komputer. 
“Ah ya. Saya butuh beberapa buku lagi, apa anda bisa membantu saya?” mendengar permintaannya aku langsung memandang wajah dan bertemu pandang dengannya. Oh shit. Matanya bagus sekali. Bisakah anakku nanti memiliki mata sepertinya.
“ah.. oh.. tentu akan saya bantu. Kebetulan buku dari chroniccle books yang tadi dicari sedang dipinjam dan akan dikembalikan 3 hari lagi. Bagaimana?” ucapku sambil menggerakan kursor dan kembali memandang wajahnya.
“hhmm.. mungkin saya bisa kembali lagi 3 hari lagi. Tapi bisakah hmmm.. Kyuhyun-ssi membantu saya mencari beberapa buku lagi?” ucapnya sambil membaca nametag dan memainkan gulungan kertas kecil yang dari tadi ia genggam.
“oh tentu dengan senang hati.” Ucapku sumringah.
“ini daftarnya sekitar 3 buku mungkin.” Aku langsung meraih gulungan kertas tersebut, membacanya lalu mencarinya dalam list komputer.
“Aku sedang menyelesaikan tugas akhirku. Ah tidak, sebenarnya aku harus menyelesaikannya tahun lalu tapi dikarenakan aku harus mengalami pertukaran pelajar selama satu tahun aku baru menyelesaikannya sekarang. Tolong aku kyuhyun-ssi. Teman-teman seangkatanku sudah sibuk berkerja sekarang. Ahhh aku harap semua berjalan lancar.” Ceritanya sambil menerawang jauh ke arah lemari buku sebelah front desk.
“Tentu aku akan membantumu. Bukankah semakin cepat akan semakin baik? Semua buku yang kamu mau ada di raknya. Mungkin aku bisa membantumu untuk mendapatkannya.” Terlihat wajah gembiranya, dia langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya sambil berjalan mengikuti menuju lorong buku ilmu terapan.
“Junho-ssi aku ingin membantu nona ini sebentar, tolong jaga front desknya.” Ucapku kepada junho salah satu rekan kerja ku.
“oh tentu Kyuhyun-ssi.” Balasnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Cih berusaha menggodaku dia.
“Ah omong-omong namamu siapa?” tanyaku berusaha mengorek-ngorek informasi darinya.
“hahahaha.. tak usah sungkan namaku Choi Sooyoung. Salam kenal kyuhyun-ssi.” Ucapnya sambil tersenyum. Ah tuhan senyumannya. Aku terus berbincang-bincang dengannya sambil mencari buku yang dimaksud. Dia bercerita bahwa dia kuliah di kyunghee university jurusan seni murni, untuk tugas akhirnya ia akan membuat sebuah taman dan galeri yang menampilkan lukisan dan patung-patung. Jadi ia butuh referensi mengenai fine art dan tentu desain grafis untuk bangunannya kelak.
“kenapa kamu mendesai galerinya? Bukankan ilmu murni tidak mengurusi bagian desain ruang? Ajak saja temanmu dari jurusan arsitektur untuk berkolaborasi bersama.” Tanyaku bingung. Sekarang kami sedang duduk di meja baca dan ia sedang membuka buku yang tadi dicari.
“hmmm.. ya aku juga berfikir begitu awalnya aku hanya ingin membuat konsep taman saja. Sebuah taman edukasi dengan patung-patung disekelilingnya. Aku pikir akan semakin lengkap dengan galeri lukisan. Bukan begitu kyuhyun-ssi?” dia menjawab dengan lugas sambil menerawang lagi. Mungkin ia membayangkan bentuk tugas akhirnya nanti.
“hahahahaha. Aku harap semua berjalan dengan baik. Tak usah sungkan-sungkan untuk meminta bantuanku. Panggil aku oppa saja agak tidak terlalu kaku. Aku juga seorang alumnus kyunghee loh.” Ceritaku balik, ia langsung menatapku kaget dengan matanya yang membesar. Ah tuhan. Aku akan segera mengikat ia dengan benang merah.
“jeongmal??? Oppa jurusan apa? Apakah oppa jurusan seni murni juga? Ya ampun senang sekali aku bisa bertukar pikiran dengan oppa.” Ia berujar dengan semangat yang terpancar. Apa sesenang itu kah?
“Ah apakah tampangku cocok sebagai pelukis atau pembuat tembikar haahahaha. Aku masuk jurusan musik modern.” Jawabku dengan sedikit bangga.
“musik?? Ah tampang oppa juga tidak cocok sebagai pemain musik atau penyanyi. Ahahahaha. Aku bercanda oppa.” Ucapnya sambil terkekeh mengejekku. “oppa, terima kasih sekali,aku akan meminjam buku ini. Ayo kita kembali ke front desk.” Sambil beranjak dari kursi lalu membenahinya.
“ne. Kajja.” Akupun kembali berjalan di depannya mengarah ke front desk kembali.
Sesampai di front desk ia mengisi segala formulir peminjaman. Tepat 3 minggu lagi ia akan kembali. Kemungkinannya hanya dua. Ia datang untuk memperpanjang atau hanya mengembalikan bukunya.
***
Hari berjalan hari, muka dan suara dari choi sooyoung selalu menghantuiku akhir-akhir ini. Mata nya yang indah dan besar. Pipinya yang berisi dan kemerah-merahan menyatu dengan senyuman manisnya yang sulit untuk dilupakan. Belum lagi suaranya yang indah dan tingkah lakunya yang polos dan selalu menarik perhatian. Tentunya ia orang yang tepat untuk bertukar pikiran. Apakah ini adalah first sight? Apakah cinta monyet? Oh tuhan, umurku sudah tidak cocok dengan yang namanya cinta monyet dimana teman-teman ku  sudah mulai menyebar undangan pernikahan dengan hiasan merpati dan mawar putih di covernya bahkan teman temaku yang lain sudah ada yang mulai sibuk mengasuh bayi. Hah tuhan, jika memang ia jodohku tolong dekatkan aku dengannya. Doaku setiap aku ingin mandi pagi dan pergi tidur saat malam hari. Tak lupa harapan akan kedatangan sooyoung kembali ke perpustakaan.
“Annyeong haseyo!!” sapaan seseorang membuyarkan kegiatan merekap buku baru.
“Kyuhyun-ssi apa aku mengganggumu?” oh tuhan!!! Dia datang lagi. Choi sooyoung sedang berdiri dihadapanku.
“Ah sooyoung-ah. Kamu sudah mau mengembalikan buku? Belum tiga minggu padahal.” Basa-basiku menutupi rasa gugup yang tidak tertahankan.
“tidak juga kyuhyun oppa. Apa kau lupa? Chronicle books  yang mau aku pinjam apa sudah ada?” katanya sambil memainkan brosur di sebelah kotak saran pengujung perpustakaan.
“ahh aku hampir lupa. Tunggu sebentar sepertinya masih ada di lemari belakang, belum kami pindahkan.” Aku langsung bergegas mencari buku sortiran peminjam. Terlihat buku warna warni  polycromatic di covernya, buku yang benar benar sooyoung butuhkan.
“ ini  sooyoung-ah. Buku pesananmu.” Terlihat ia memekik pelan melihat buku yang sekarang sudah berada dalam genggamannya.
“ahhh oppa. Jeongmal kamsahamnida. Aku berjanji bila aku sudah merampungkan semuanya aku akan mengajak oppa makan!” ia merapatkan mukanya ke arahku mungkin jarak 30 cm lagi ia tepat mengenai wajahku. “ssstt.. aku telah merampungkannya 30 persen konsepnya padahal baru seminggu.” Ohhh ternyata ia berusaha berbisik kepadaku, manis sekali. “aku pun sudah mengajak salah satu temanku jurusan aksitektur untuk berkolaborasi bersama sesuai saran oppa. Menurut dosen pembingbingku ini sangat bagus dan sesuai dengan gayaku. Terima kasih oppa.” Ia bercerita dengan berapi-api sambil mengerut-ngerutkan alisnya dan senyuman tak pernah hilang dari wajahnya.
“ah tentu saja sooyoung-ah. Doaku selalu menyertaimu.” Ucapku sambil mengelus poninya pelan.
“bye oppa. Semakin banyak oppa berdoa makan semakin cepat aku menyelesaikan tugasku dan meneraktir oppa tentunya.” Ucapnya sambil membenahi tasnya lalu melambaikan tangannya dan berlalu dari perpustakaan.
***
Dua kali bertemu saja rasanya sudah seperti ini. Aku terus menerus menunggu sooyoung untuk datang kembali ke perpustakaan. Tak lupa doa yang selalu aku panjatkan, mudahkanlah sooyoung menyelesaikan tugas akhirnya dengan maksimal secepatnya dan jadikanlah ia jodohku juga dekatkanlah aku padanya. Amin. Aku bukan percaya diri, ya tapi apa salahnya berharap dan terus berusaha.
“ heh kyuhyun. Mana perempuan yang tempo hari kemari?” celetuk junho ketika kami sedang menempeli barcode buku baru di ruang penyimpanan bawah tanah.
“ yaaa!! Kau menggodaku?” ucapku acuh membalasnya.
“siapa yang menggodamu? Aku kan hanya bertanya jika kamu tidak mau dengannya, mending aku saja yang mendekatinya.” Balas junho menjahili kyuhyun dengan nada menggoda.
“hah akupun tak tau. Apa aku harus mencari tahu informasi dirinya? Atau aku harus mengunjungi kyunghee untuk mendapatkan informasi dirinya juga berharap bercakap-cakap dengannya walau hanya sebentar.” Aku meminta saran padanya, terkadang ia mempunyai ide yang bagus entah ide yang agak sedikit gila.
“kyu, jika memang ia jodohmu pasti ia akan kembali padamu walau kau pergi keliling duniapun kalian pasti akan bertemu.” Ucap junho menasehati.
“ iya,ho. Aku tau itu. Tapi bayangkan ini sudah hampir tiga bulan bahkan kemarin saat ia memperpanjang waktu peminjamannya kita tidak bertemu.” Ujarku frustasi.
“kyu mungkin kemarin itu bukan waktu yang tepat. Lagipula, memangnya menyelesaikan tugas akhir itu gampang? Butuh waktu yang lama. Ia bukan seorang professor diapun sedang belajar sekarang. Teruslah berdoa agar ia bisa cepat-cepat merampungkan tugas akhirnya itu.” Kembali junho menasehatiku sambil menepuk bahuku pelan
“ya hyung.” Akhirnya aku memang harus menunggu hanya waktu yang bisa menjawab.
***
Bulan berganti bulan. Tepat enam bulan aku tak bertemu dengannya. Rasa rindu sudah tak bisa aku tahan. Sempat sekitar 2 bulan yang lalu dan beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya di salah satu restoran cepat saji, tapi ia terlihat buru-buru dengan tas besar berisi buku-buku, tangan kanan memegang laptop serta segelas minuman dingin di tangan kirinya. Aku ingin memanggilanya tapi ia terlalu sibuk, aku takut mengganggunya. Apa aku harus tinggal di front desk perpustakaan???? Saat ia datang kami selalu tak bertemu, aku yang sedang mengurus kepegawaian lah, aku yang sedang menerima pertanggung jawaban buku baru atau shift istirahatku yang tidak teratur. Jika aku bisa pindah rumah ke perpustakaan aku bisa bertemu dengannya. Ahh!! Apalagi pindah rumah ke kyunghee, ide bagus kyuhyun. Lalu pindah pekerjaan menjadi pelayan restoran cepat saji langganannya. Hah sefrustasi itukah aku.
“haluuuu~~~~~” sapaan seseorang membangunkanku dari lamunan panjangku.
“hai oppa!!!!!! Aku kangen sekali dengamu.” Ya!!!! Dia choi sooyoungku. Ehem. Dia datang dengan rambut dark brownya menambah kesegaran wajahnya.
“sooyoung-ah!! Kamu kemana saja? Mau mengembalikan buku?” aku langsung tersenyum melihatnya berada nyata di depanku.
“tentu saja oppa.” Ia kembali mendekatkan wajahnya kepadaku. “aku sudah menyelesaikannya oppa. Sesuai dengan janjiku aku akan mengajakmu makan di samcheongdong? Bagaimana oppa?” setelah berbicara ia menjauhkan kembali mukanya dan memainkan alisnya jail. Ah tuhan. Jika ia  pacarku maka akan aku peluk sekarang juga.
“ tentu saja. Kita bisa pergi setelah aku membereskan buku ini.” Dengan semangat dan bergegas aku menyelesaikan semua urusanku di perpustakaan tersebut.
“ Aku sudah selesai ayo kita berangkat.” ajakku sambil menepuk pundaknya pelan, ia menolehkan kepalanya dan tersenyum seperti biasa sangat sangat manis.
“Tidak apa apa kita naik angkutan umum? Atau aku bisa kembali sebentar ke apartmentku untuk mengambil mobilku.” Aku tidak membawa mobilku ke perpustakaan. Ia nampak berfikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya.
“tak usah repot-repot oppa. Anggap saja kita sedang kencan bertema ecogreen.” Ia berucap dengan malu-malu dan agak menunduk kebawah. Apa???? Ia memberikan signal kepadaku? Ya tuhan, apakah aku sekarang harus membawanya ke rumah orang tuaku dan membatalkan pergi makan digantikan dengan acara ramah tamah keluargaku? Ckk.
“kajja.” Aku menarik lembut tangannya, otomatis ia berjalan disampingku. Genggaman tangan diantara kami sangat erat dan hangat. Semoga ini akan terus menerus terjadi. Kami sekarang sudah berada di dalam subway menuju stasiun Anguk.
“oppa kenapa tidak membawa mobil? Rumah oppa dekat dengan perpustakaan kah?” ia bertanya ingin tahu sekali.
“Aku tinggal terpisah dengan orang tuaku. Sekarang aku tinggal sendiri di apartment kawasan Cheongdam-dong karena tidak terlalu jauh aku hanya tinggal menggunakan bus saja. Lebih praktiskan? Ahahahha.” Aku menjawab dengan memandang wajahnya.
“ Aku juga tinggal di jongno-gu loh oppa. Lumayan dari kyunghee. Oppa, kau tidak melanjutkan pekerjaan yang berhubungan dari dunia musik?” Ia bertanya dengan kerutan di dahinya. Ya tuhan. Coba kita Cuma berdua di subway ini.
“Tidak. Aku  terkadang mengajar les musik atau mengirim hasil arransemen dan lirik ke salah satu prof. ku di kyunghee. Menyenangkan sekali.” Aku bercerita dan ia sedikit terperangah.
“omong-omong kamu kenapa tidak meminjam buku di perpustakaan kyunghee? Apa kurang?” tanyaku penasaran.
“hmm… bukan kurang oppa. Tapi aku butuh referensi lain, dan peminjaman buku di kyunghee tidak bisa seenaknya saja, apalagi sudah banyak tugas akhir. Aku butuh buku dengan durasi yang lamaaaaaaa..” jelasnya sambil memainkan jam tangan di pergelangan tangan kananku yang sedari tadi menggenggam tangannya kirinya erat.
“Ayo turun. Kita sudah sampai, soo-ah.” Aku kembali menarik tangannya halus. Ia hanya diam saja mengikutiku dibelakang. Kami menyusuri jalanan kawasan anguk.
“oppa kita makan di Mok Schwei Don Na. Aku ingin sekali makan tteokbokki pedas dengan keju diatasnya. Hmmmm…” ia mengusulkan restoran terkenal di anguk.
“Aku akan mengikutimu kemanapun.” Aku menggodanya ia hanya mengendikan kepalanya.
“cepat oppa!!!” ia mengajakku masuk ke toko yang langsung tercium harum pedas yang membuat perut keroncongan. Kami langsung duduk dengan nyaman. Ia langsung menyambar dan memesankan makanan kepada pelayan.
“Semoga mereka membuatnya dengan cepat sekali, kekuatan turbo dibantu oleh Buzz Lightyear. Hihihihi….” ia bercanda lalu terkekeh.
“Apa tidak apa apa kamu berjalan berdua denganku?tidak akan ada yang marah?” ia langsung menengadahkan wajahnya menatap wajahku dengan cepat.
“huu.. siapa yang akan marah dengan oppa? Aku ini gadis manis yang mandiri.” Ia berceloteh sambil menepuk-nepuk dadanya pelan, bangga akan dirinya sendiri. Ia memberi signal kedua kepadaku, IA SINGLE.
“oke gadis manis. Ayo makan.” Aku langsung mengambil sumpit begitupun dengannya.
“aahhh.. aku suka sekali tteobokki di restoran ini. Sangat pedas dan enak sekali. Iya kan oppa? Lain kali kita makan lagi disini.” Ia berujar sambil menyuapkan kimchi kemulutnya.
“aku tidak mau. Jangan kesini lagi, kawasan anguk itu besar. Kita bisa mengunjungi restoran yang lain kan?” aku menjawabnya sambil menatap wajahnya yang terlihat memerah. Bibirnya. Ya tuhan, hentikan waktunya sebentar dan aku akan mengecup bibir manisnya dengan segera.
“oh ya, kamu kemana saja akhir-akhir ini? Aku tidak pernah bertemu denganmu di perpustakaan, tapi aku bertemu denganmu sekali di kyochon.” Aku menghentikan makanku dan menatap wajahnya lagi lagi lagi.
“ah oppa. Aku sibuuuuukk sekali, partner ku sibuk membawaku kesana kemari untuk membuat maket, mencari bahannya sampai akhirnya sidang dua hari yang lalu. Saat aku ke perpustakaan aku pernah bertemu denganmu sekali tapi oppa sedang berlari sambil membawa map, jadi aku tak menyapa oppa.” Ia kembali memakan tteokbokkinya. “Ah iya, aku pernah sekali  bertemu dengan temanmu yang waktu itu, ia bilang oppa sedang sibuk awal bulan. Aku tak mau menganggu oppa.”
“kamu tak menggangguku itu berarti kau sedang berusaha mencoba menggangguku. Aku kangen denganmu.” Aku berusaha menatap bola matanya dalam, ia membalasnya.
“Apa kau sedang menggodaku? Ahahahaha kau lucu sekali oppa.” Ia membalas ungkapanku dengan bercanda. Apa ini artinya ia sedang mengulurku?
“Okelah. Setelah kau sidang, kapan kau akan diwisuda?” aku meneguk teh-ku dan ia masih asik dengan tteokbokki dan kimchinya.
“kira-kira 3 minggu lagi. Aku akan berkumpul dengan orang tuaku lalu pergi ke acara wisuda bersama mereka. Aku kangen sekali ayah ibu dan kakaku itu. Haaahh..” ia berujar sambil mendekap dirinya sendiri.
“Kamu akan kembali ke rumah orang tuamu dulu?” Aku kembali bertanya.
“ya, tentu saja. Betapa menyenagkannya saat diwisuda nanti aku bisa berkumpul dengan orang-orang yang aku cintai. Ya kan oppa?” ia terus menerawang jauh.
“ tentu saja soo-ah, aku ikut senang mendengarnya. Kamu sangat pintar dan berbakti.” Ia hanya tersenyum dan menghabiskan tteokbokkinya.
“terima kasih oppa untuk hari ini. Semoga bisa terulang.” Ia tersenyum dan agak  sedikit menengadah menatapku. Kami berpisah di stasiun anguk. Aku melihatnya hendak berbalik sambil melambaikan tangannya. Aku langsung mendekatinya, memeluknya hangat dan mengecup dahinya pelan. Ia sedikit terperangah tapi langsung membalas pelukanku dengan melonggarkan tangannya.
“sampai jumpa kembali. Selamat malam, semoga mimpimu indah. Saranghae.” Aku membisikinya pelan. Aku sudah bulat dengan tekadku. Nyatakan cinta sebelum menyesal, aku tidak mau ada kata menyesal di kamus hidupku. Aku melonggarkan pelukanku tapi masih berpelukan. Aku melihat wajahku. Ia masih kaget dengan ucapanku, terlihat rona merah di pipinya. Terlihat ia ingin membalas ucapanku, aku langsung menaruh jari telunjuku di bibirnya menahan ia untuk berbicara.
“Tak perlu berbicara. Biar waktu dan pertemuan kita yang selanjutnya yang akan membalasnya.” Aku tersenyum kepadanya sambil mengelus pelan rambutnya. Manis, ia membalas senyumanku lengkap dengan pipinya yang merona. Ia kembali melambaikan tangannya dan pergi.
***
Aku menjalani hari-hariku dengan senyuman, semangat dan harapan yang tiada henti sebagai dopamin dalam aktifitasku.
“kyuhyun!!! Apa kabar kawan?” Junho muncul dari belakang dengan sedikit berteriak. Untung ini ruang penyimpanan buku lama, bukan bagian perpustakaan utama.
“heh kau. Kau sebenarnya pernah bertemu sooyoung kan saat aku tidak bertemu dia? Kurang ajar kau.” Aku meninju perutnya pelan. Rasakan pembalasanku junho.
“wahahahahaa… kau tau juga ya. Dia bercerita padamu ya?” bukannya meringis ia malah meninju pelan pundakku berkali-kali.
“ya. Dan kau melarangnya untuk bertemu denganku. Bahkan kau tak bercerita jika kau bertanya padaku. Ohhhh.. kau tau namanya karena telah sering bertemu dengannya tanpa sepengetahuanku ya?” aku menginterogasikannya.
“wahahahahaha… kyuhyun kyuhyun.. kau ini bodoh sekali. Emang benar sepertinya cinta itu bisa membuat bodoh orang, membuat mabuk hingga bodoh seperti kau.” Ia menoyor palaku. Sialan,  berani beraninya.
“kyuhyun aku memang sering bertemu dengannya, dan kau tau? Aku punya satu rahasia. Aku terperangah. Rahasia apalagi ini.
“benarkah? Kau serius? Atau kau malah suka kepadanya? Br*****k kau junho!!!” aku menatap junho dengam tegas. Ia malah kembali tertawa-tawa.
“Rahasia itu adalah ia selalu menanyakanmu setiap kesini. Entahlah aku yang berjodoh dengannya atau kau yang berjodoh dengannya.”aku kaget setengah mati mendengarnya. Rasa bangga, berbunga-bungan,bertanya-tanya sekaligus kesal menjadi satu. Apa iya?
“Apa kau mendengarkan saat aku bercerita? Aku telah kembali berpacaran dengan haneul. Ah kau ini memang bodoh. Aku malas ngobrol dengamu.” Ia berujar sambil menepuk-nepuk pipiku pelan. Hah, aku dipermalukannya lagi. Ia berjalan meninggalkaku menuju pintu keluar, lalu terhenti dan kembali mendekatiku.
“Ah aku lupa. Tadi aku bertemu dengan Sooyoung di front desk.” Aku terperangah mendengarnya. Sooyoung? Bukankah ia sedang berada di rumah orang tuanya? Junho pasti ingin mempermalukanku lagi. Ia merogoh sakunya dan memberikanku amplop putih. “ Ini darinya buat Cho Kyuhyun yang bodoh.” Ia berkata sambil berlari ke arah pintu keluar. Aku masih berdiam diri sambil menatap amplop yang katanya berasal dari sooyoung.
Aku buka perlahan amplop yang sedikit tebal tersebut, masih tercium wangi mint khas sooyoung yah walau sudah tercampur dengan bau rokok junho. Ah sial. Aku menemukan 2 kertas, yang satu agak tebal yang satu lagi tipis tulisan tangan seseorang. Pasti tulisan tangan sooyoungku.
“Hai Kyuhyun oppa,
Sekarang kau pasti sedang bingung dari maksud surat ini kan?
Aku hanya ingin berterima kasih atas ‘kencan’ kita kemarin. Aku sangat senang tentu saja.
Aku pun mau berterima kasih telah mendukungku selama aku menjalani tugas akhir yang akhirnya mendapat hasil maksimal. (aku sudah mengorek informasi dari dosen pembimbingku hihihi..)
Dan yang terakhir aku ingin mengajak oppa sebagai pendampingku saat wisuda nanti. Apa oppa mau? Oppa harus mau. Aku tidak mau tau. Aku tunggu kedatangan oppa nanti dengan menggunakan jas hitam. Jangan lupa undangannya dibawa juga. Aku sangat menunggu kedatangan oppa. *smile*
From sooyoung.”
Aku melihat lembaran satunya lagi. Tentu saja itu adalah undangan untuk menghadiri acara wisuda mahasiswa kyunghee. Aku langsung tersenyum dan mengingat sesuatu. ‘Betapa menyenangkannya saat diwisuda nanti aku bisa berkumpul dengan orang-orang yang aku cintai. Ya kan oppa?’ Ah sooyoung apa kau menerima cintaku?
end

57 thoughts on “[Oneshoot] Accidentally in Love

  1. mongochi*hae says:

    sequelll dong
    walau kyuyoung kya ngasih lampu hijau bwt hub mereka kdpan. ttp aj msh pnasaraan

  2. KyuLatte says:

    yaahh.. kok sgitu doang thor?? pnasarann.. musti.kudu.harus ada sequelnya.. hehe baguus.. dtunggu loh thor..

  3. Nine Nur Muharamah says:

    Aku mau tau kelanjutannya chingu..
    FF nya bgus kok, banget! tapi ngegantung chingu..
    AS yaa?? Aku mau tau gimana soo wisuda dengan ditemenin sama Kyu, terus apa soo nerima Kyu?? AS ne? AS?? Sequel juseyo *Aegyo. Oke, As nya aku tunggu, Hwaiting!.

  4. Nine Nur Muharamah says:

    Aku mau tau kelanjutannya chingu..
    FF nya bgus kok, banget! tapi ngegantung chingu..
    AS yaa?? aku tunggu lho..
    Fighting!!

  5. aina fitria says:

    Ending’a masih gantung
    walau pernyataan cintanya sedikit sudah terjawab
    hmmm
    ga kebayang kyu’a. Yg biasanya jd CEO n maniak game
    ini jd pustakawan,hehehe

  6. dina says:

    Aku suka critanya thor, tapi sayang endingnya agak ngegantung.
    sequell ya thor.
    semangatt!!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s