We Are Twins Chapter 1 [ Choi Sooyoung ? Choi Yoora ? ]

Gambar

Annyeonghaseyo

Hai, aku comeback sama ff We Are Twin yang dulu sempat terbengkalai. FF ini udah aku post 2 tahun yang lalu tapi belum ada endingnya, dan kualitas tulisan aku waktu itu masih jelek banget. Sekarang aku coba remake FF ini dan dibantu edit / dikoreksi sama babykim. Semoga responnya positif kaya beloved moment ya.

Title : We Are Twins / Chapter 1 [ Choi sooyoung ? Choi Yoora ? ]

Cast and Pair : Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung.

Warning :OOC, mungkin ada typo, umur tidak sesuai, tema umum

Disclaimer : Cast milik dirinya sendiri (namun masih tanggung jawab orang tua dan dibawah naungan Tuhan), Super Junior dan SNSD teken kontrak sama SM Entertainment. Saya hanya pinjam nama dan karakter. Fanfict ini murni pemikiran saya chovenna dan diedit oleh babykim.

Thank you ^^

Okay! Gidaehaedo joha, Let’s Go !

Happy reading ^^

.

.

Cuaca cerah menyapa Seoul pagi ini. Secerah wajah orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan untuk berktivitas. Berjalan dengan santainya berhiaskan kegembiraan di wajah mereka. Meski tak sedikit pula ada yang terburu-buru berusaha menembus kepadatan kota. Namun ternyata semuanya luput dari seorang gadis yang sedang memasuki sebuah gedung perusahaan tempat baru ia akan bekerja. Langkah dari kaki panjangnya sedikit goyah ketika menginjakkan kakinya dipintu masuk perusahaan itu. Entah karena highheels berwarna peach yang ia pakai tidak sinkron dengan langkahnya, atau karena memang kegelisahannya yang ia rasakan hingga membuat kesimbangan tubuhnya berkurang. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, seraya mempererat dekapannya pada tumpukan kertas yang ia bawa. Tangan kanan gadis itu memegang selembar kertas yang berisi sebuah denah buatan tangan.

Meski berkali-kali menarik nafas untuk menenangkan diri, tetap saja perasaan gelisah membelenggunya. Niat awalnya kembali berputar-putar di kepalanya. Menari-nari mencari perhatiannya. Tekad bulat untuk membantu adik kembarnya dimana dulu dengan penuh percaya diri dia sanggupi, kini terasa begitu berat dipundaknya. Gadis itu tersenyum paksa ketika beberapa orang menyapanya. Dengan langkah yang terburu-buru ia berusaha menemukan ruang kerja barunya, atau lebih tepatnya ruang kerja adik kembarnya, gadis bernama Choi Sooyoung itu berjalan sambil menundukkan kepalanya. Sesekali ia mengumpat kesal karena denah ruang perusahaan yang diberikan oleh Choi Yoora adik kembarnya terlihat bagai labirin penuh misteri di matanya.

Choi Sooyoung adalah gadis berumur 24 tahun, putri dari pengusaha sukses di Korea Selatan Choi Siwon sang pemilik Choi Corporation. Choi Siwon adalah orang yang beruntung. Tak hanya memiliki seorang Sooyoung, kecantikan yang datang dari istrinya itu juga menurun pada adik kembar Sooyoung, Choi Yoora. Sooyoung dan Yoora adalah kembar identik. Begitu mirip sehingga jika orang yang tidak mengenal pasti akan susah mengenali mereka. Sooyoung bekerja di perusahaan ayahnya, Choi Corporation. Sedangkan Yoora bekerja di perusahaan sahabat ayahnya. Sang ayah yang menginginkan itu.

Sooyong tak akan berada di sini jika bukan karena beberapa hari yang lalu Yoora mengalami kecelakaan saat pulang kerja. Yoora yang terlalu lelah karena bekerja memaksakan diri membawa kendaraannya. Bisa di tebak, rasa kantuk yang hanya disebabkan oleh sebuah presentasi untuk klien asal Prancis mengakibatkan gadis itu kini harus merelakan punggungnya cidera. Dengan pengharapan penuh, gadis itu meminta tolong kakaknya untuk menggantikan posisinya di kantor selama satu bulan. Yoora tak ingin atasannya kecewa karena gadis itu sudah dengan penuh percaya diri menyanggupi apa yang atasannya minta. Lagipula, sudah cukup lama Yoora menyiapkan semuanya. Kini Yoora bisa bernafas lega dan menikmati masa penyembuhannya. Tak akan ada kesia-siaan karena Sooyoung sudah menyanggupi apa yang ia inginkan.

“Yoora-ssi.”

Terdengar suara seorang wanita memanggil nama Yoora dari balik punggung Sooyoung. Sooyoung menghentikan langkahnya namun ragu untuk membalikkan badannya, takut akan sapaan gadis yang tak ia kenal itu.

“Yoora-ssi, kau mendengarku bukan?”

Gadis itu memanggil Sooyoung untuk kedua kalinya. Dengan berat hati Sooyoung memutar badannya seraya memaksakan senyum keluar dari bibirnya. Maniknya menjelajahi dari ujung kepala sampai ujung kaki pada gadis yang ada di depannya itu. Hingga matanya terhenti pada nametag gadis itu, Victoria Song.

“Kau baru datang? Ini sudah siang, Choi Yoora. Kau mau Kyuhyun Sajangnim marah padamu?” ucap gadis berambut pirang itu.

“Ne, mianhae. Aku ke ruanganku sekarang.”

Sooyoung segera memutar badannya kaku, meninggalkan Victoria yang terlihat sedikit bingung dengan kelakuannya.

Gadis cantik itu terus berlari kecil sambil menunduk karena sedang bersusah payah membaca denah tanpa melihat jalan di depannya. Ia ingin cepat sampai di ruang kerjanya. Ia sudah lelah menahan rasa takutnya bertemu orang-orang baru.

Sayangnya Sooyoung tak bisa melanjutkan langkah kakinya. Perjalanannya terhenti kala tanpa diduga seseorang muncul dengan tiba-tuba dihadapannya. Sooyoung tersungkur jatuh. Tumpukan kertas penting dalam dekapannya berhamburan, peta yang di buatkan oleh Yoora tersiram cairan berwarna cokelat yang dari aromanya adalah kopi.

Menahan amarah pada dengan orang yang menabraknya, dengan cepat Sooyoung memunguti kertas-kertas pentingnya termasuk peta yang kini sudah tak berbentuk lagi. Seraya mengambil cangkir kopi yang terjatuh, gadis itu bangkit berdiri. Sebelah tangannya yang mendekap tumpukan kertasnya turun untuk menarik ujung rok mininya yang sedikit terangkat, lalu menyodorkan cangkir kopi yang sudah tidak ada isinya itu kepada seseorang didepannya.

Sejenak Sooyoung tertegun melihat lelaki dihadapannya. Kedua manusia berbeda jenis itu saling menatap satu sama lain. Baru kali ini Sooyoung bertemu dengan lelaki yang mampu membuatnya menahan nafas. Wajah tampan itu di hiasi dengan mata onxy yang sempurna, garis wajah yang tegas, serta kulit putih porselennya membuat lelaki itu sempurna di mata Sooyoung.

“Choi Yoora, lihat kelakuanmu!” Lelaki itu menggeram marah.

Sooyoung tersadar dari lamunannya mendengar omelan dari lelaki didepannya. Matanya terpaku pada noda kopi yang dengan indahnya menempel di bagian depan kemeja putih pria itu.

“Yak! Kau yang menabrakku, tuan!”

Lelaki itu ternganga mendengar ucapan Sooyoung. Raut wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan mendengar jawaban Sooyoung. Sesaat dia memejamkan mata untuk meredam emosinya.

“Kau yang tidak melihat jalan, Yoora-ssi. Kau lihat ini masih pagi dan kau membuat kemejaku hancur.”

Sooyoung menyadari bahwa memang diriya tidak memperhatikan jalan tadi. Namun egonya menolak untuk membenarkan apa yang sebenarnya terjadi. Emosinya juga sedikit terpancing karena masih pagi begini sudah terkena omelan orang yang tidak ia kenal.

“Kau juga salah. Sudahlah, ini sudah siang aku tak mau kena marah.”

Gadis cantik itu dengan begitu saja melenggang pergi meninggal lelaki itu. Mengangkat kedua bahunya dan berfikir bahwa itu bukan hal yang harus dibesar-besarkan. Akan lebih besar lagi jika ia terkena omelan dari atasannya, Kyuhyun sajangnim.

“Hei!”

Masih bisa Sooyoung dengar teriakan lelaki itu. Namun gadis itu hanya mengangkat tangan kirinya, menandakan bahwa ia tak mau urusan itu berlanjut lebih jauh, karena yang ia pikirkan sekarang adalah duduk di depan meja kerjanya dan menjauh dari orang- orang yang belum ia kenal.

Dengan nafas yang tersisa Sooyoung mendudukkan dirinya di atas kursi kerjanya. Tangannya terlihat tak sabar mengambil segelas air mineral di atas mejanya dan meneguknya sampai tak bersisa. Sooyoung tak menyadari gadis di depannya memperhatikan dia dengan seksama.

“Yoora-ya, kau habis berlari maraton?” tegur gadis dihadapan Sooyoung.

Sooyoung memandang kosong gadis di depannya. Mengusap kasar sisa air disudut bibirnya, matanya mencari-cari nametag yang dipakai gadis di depannya itu dan menggeleng pasti sambil tersenyum kaku sebagai jawaban untuk pertanyaan gadis bernama Kim Taeyeon itu.

“Kemana saja kau Choi Yoora, 2 hari tidak masuk?”

“Aku sakit Taeyeon-ah. Aku di sini tinggal sendiri, jadi tak bisa memberikan kabar pada kantor.”

Jelas Sooyoung berbohong dengan apa yang terjadi, karena adik kembarnya Choi Yoora menutupi identitasnya sebagai anak dari Choi Siwon. Saat Sooyoung bertanya pada adiknya itu Yoora hanya berkata bahwa dia tidak mau diperlakukan istimewa hanya karena ia anak pengusaha sukses di Korea Selatan. Hanya Tn. Cho pemilik perusahaan ini dan anaknya yang mengetahui siapa Yoora.

“Kenapa kau tak menghubungiku? Kyuhyun sajangnim baru saja kemari. Dia berpesan padaku jika kau sudah masuk kantor lagi kau harus menemui dirinya secepatnya, Yoora-ya.”

Nafas Sooyoung seperti tercekat seketika, mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Ia takut ketahuan kalau ia bukan Yoora melainkan Sooyoung. Walaupun Sooyoung sudah berlatih bagaimana menjawab pertanyaan jika ada yang bertanya kemana dia 2 hari yang lalu, namun ekspresi wajahnya tetap sulit menyembunyikan kebohongan.

“Benarkah? Apa karena aku tidak memberi kabar selama 2 hari? Apakah Kyuhyun sajangnim marah padaku? Apa aku akan dipecat?” ujar Sooyoung cemas sambil meremas-remas tangannya sendiri.

“Ya! Kalau kau mau tau mengapa Kyuhyun sajangnim memanggilmu? Cepat temui dia sekarang,” omel Taeyeon. Gadis bermarga Kim itu tetap menatap layar komputer dengan jemari yang menari lincah diatas keyboard.

“Eotteokhae, Taeyeon-ah, kalau aku benar-benar dipecat.”

“Mollayo.” Taeyeon mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum miris.

Gadis bermarga Choi itu bangkit berdiri dengan lemasnya. Berjalan tanpa tenaga ke arah pintu dan menarik gagang pintu kaca itu dengan tenaga yang tersisa.

Sooyoung mengentikan langkahnya ketika ia teringat ia tidak mengetahui dimana letak ruangan Kyuhyun sajangnim. Memukulkan tangan ke kepalanya, kenapa Yoora tidak menjelaskan dengan detail setiap ruangan yang berada dikantor ini, gadis itu memutarkan badannya dan tersenyum kaku ke arah Taeyeon.

“Taeyeon-ah, apakah Kyuhyun sajangnim ada di ruangannya?” tanyanya ragu.

“Kenapa kau bertanya padaku?” Taeyeon mengalihkan pandangannya dari layar komputer dengan mata membulat heran. “Coba saja lihat. Lagipula ruangannya berada di sebelah. Jika dia tidak ada kau bisa dengan cepat kembali kemari kan.”

Sooyoung tersenyum mendengar pernyataan Taeyeon. Setidaknya Taeyeon menjawab pertanyaan akan keberadaan ruangan Kyuhyun sajangnim. Dengan banyak pertanyaan berputar tentang apa yang akan terjadi ketika ia bertemu dengan atasan barunya itu, Sooyoung menguatkan diri melangkahkan kaki.

.

“Annyeonghaseyo, sajangnim.” Sapa Sooyoung sambil membungkukkan badannya. Sooyoung mengedarkan pandangannya. Ruangan itu besar dengan dominasi abu-abu. Seperangkat sofa mengisi sudut ruang. Deretan buku berdampingan dengan folder penyimpan berkas menghiasi sisi lemari. Dan seseorang yang duduk membelakanginya itulah yang Sooyoung cari.

“Ne. Annyeonghaseyo.”

Terdengar suara seorang lelaki yang kini mulai membalikkan badannya menghadap Sooyoung. Dan saat itulah manik Sooyoung membulat sempurna, kepalanya pusing mengingat kejadian yang terjadi tadi pagi di antara dia dan lelaki yang ternyata adalah atasannya sendiri, Kyuhyun sajangnim.

“KAU!” Nada suara Sooyoung seketika itu meninggi.

“Ada apa dengan nada suaramu itu, Nona Choi?”

“A-aniya sajangnim. Mianhaeyo atas kesalahpahaman tadi pagi,” gugup Sooyoung sambil menundukkan kepalanya. Gadis itu merasa serba salah, bagaimana bisa dia berlaku ceroboh tadi pagi. Pasti kini Kyuhyun sajangnim merasa curiga padanya.

“Kenapa kau baru minta maaf sekarang, Yoora-ssi?”

“Maafkan saya. Saya menyesal atas perlakuan saya tadi pagi, sajangmin,” ujar Sooyoung. Keringat membuat tangannya yang saling erat menggenggam terasa licin meski pendingin di ruangan itu bekerja. Satu dua tetes keringat mengalir di punggungnya. Membuatnya geli walau rasa panik tak ayal membayangi pikirannya.

Lelaki bernama Kyuhyun itu menatap Sooyoung penuh perhatian dengan wajah mengernyit bingung. Gadis dihadapannya itu tadi pagi berlaku sangat tidak sopan. Padahal sebelumnya Yoora selalu sopan padanya, namun kini gadis cantik dihadapannya itu meminta maaf karena merasa bersalah. Dan kejadian tadi pagi membuat Kyuhyun merasa lebih aneh karena sepertinya Yoora tak mengenali atasannya sama sekali. Apa gadis bernama Choi Yoora mempunyai dua kepribadian.

“Tak bisa kah kau menganggap masalah ini selesai sajangnim?” Sooyoung menatap atasannya penuh permohonan.

Oh! Ini baru hari pertamanya bekerja. Dan Sooyoung sudah memberikan kesan buruk di mata atasannya? Yoora akan membunuhnya setelah ini!

“Bersikaplah sedikit sopan, Choi Yoora.”

“Maafkan saya sajangnim. Saya hanya sedang tidak dalam keadaan baik pagi tadi.”

“Seharusnya kau tak membentak dan meninggalkanku tadi pagi. Itu bukan sikap karyawan yang baik, Yoora-ssi. Apa aku perlu menurunkan jabatan dan membuatmu menjadi seorang training untuk bisa kembali belajar tentang tata krama dalam perusahaan?”

Kyuhyun menatap Sooyoung mencoba mencari penjelasan. Bukan jawaban yang ia dapatkan namun rasa kesal yang hinggap di dadanya karena Sooyoung tak kunjung menanggapi ucapannya. Kyuhyun menarik nafas panjang dan mencoba kembali pada sikap profesionalnya.

“Kita bicarakan masalah itu nanti.”

Sooyoung menghela nafas lega mendengar ucapan Kyuhyun.

“Apa materi presentasi untuk besok sudah siap?” tanya Kyuhyun. Telunjuk pria itu membenarkan letak kacamatanya. Maniknya menatap Sooyoung berharap jawaban bagus yang akan diberikan bawahannya itu.

“Ne sajangnim. Apakah anda ingin memeriksanya?”

“Berikan saja materinya pada Victoria. Nanti aku akan memeriksanya. Kau boleh pergi.”

“Baik sajangnim. Saya permisi.”

Gadis itu memutar tubuhnya hendak keluar ruangan atasannya. Baru saja kakinya akan melangkah, Kyuhyun kembali memanggil.

“Choi Yoora-ssi.”

Gadis itu berbalik. Wajahnya menunjukkan pertanyaan kenapa Kyuhyun memanggilnya lagi.

“Kemana kau 2 hari tidak masuk kantor?”

“Maafkan saya sajangnim. 2 hari lalu saya sakit dan tidak ada yang bisa mengantar surat ijin untuk saya.”

“Biasanya ayahmu akan menghubungi ayahku jika kau tak masuk kantor.” Kyuhyun meletakkan genggaman kedua tangannya dibawah dagu. Pandangannya menuntut Sooyoung agar segera menjawab. “Kau tidak meminta ayahmu untuk menghubungiku?”

Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Ia lupa bahwa Kyuhyun sajangnim mengetahui kalau ayahnya adalah Choi Siwon.

“Ayah terlalu sibuk sehingga tidak menghubungi Anda. Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas kelancangan saya, sajangmin.”

Tatapan Kyuhyun bagaikan belati tajam yang menusuk Sooyoung. Gadis itu kembali merasakan keringat dingin di punggungnya. Jangan sampai Kyuhyun meragukan pernyataannya.

“Baiklah.”

Sooyoung menahan nafasnya.

“Sampaikan salamku untuk ayahmu, Yoora-ssi. Kau bisa pergi sekarang.”

Helaan lega terdengar pelan dari belah bibir Sooyoung. “Terima Kasih sajangnim.”

Kyuhyun hanya berdehem pelan membalas perkataan Sooyoung. Lelaki itu sudah sibuk dengan komputernya saat Sooyoung meninggalkan ruangannya.

“Gadis itu, kenapa hari ini tidak seperti biasanya.”

.

Sooyoung yang sudah berada di ruangannya mendudukkan dirinya dengan kasar, mengacak rambutnya kasar karena merasa kesal dengan Kyuhyun.

“Ada apa denganmu?” tanya Taeyeon.

“Sajangnim itu kenapa menyebalkan sekali. Sudah untung aku berterima kasih namun hanya dibalas dengan dehaman pelan.”

“Kyuhyun sajangnim?”

“Siapa lagi yang barusan aku temui Taeyeon-ah?” Sooyoung memutar matanya bosan.

“Sebelumnya kau tak pernah kesal pada Kyuhyun sajangnim, Yoora-ya. Bahkan kau selalu memujinya.”

Sooyoung tersentak kaget mendengar apa yang dikatakan Taeyeon, Yoora adik kembarnya selalu memuji Kyuhyun sajangnim. Itu merupakan suatu hal yang mengejutkan yang perlu ia tuntut kejelasannya di rumah nanti.

“Aku? Memujinya?”

“Kau ini kenapa Choi Yoora? Kau salah minum obat, hah?”

“Ah sudahlah Taeyeon-ah.” Keluh Sooyoung.

“Kau aneh sekali.” Taeyeon terkekeh. “Memangnya apa yang terjadi di ruangannya tadi? Seharusnya kau bersyukur Kyuhyun sajangnim tidak memarahimu.”

“Eh?”

“Kau datang terlambat. Dan dari yang tadi kulihat, penampilan sajangnim tidak sesempurna biasanya. Kemejanya terkena noda tadi. Kupikir itu bukan hal yang bagus untuk memulai hari. Beruntung sajangnim tidak memarahimu, Yoora-ya.”

Sooyoung tertegun. Apa yang Taeyeon katakan memang benar. Seharusnya Sooyoung bersyukur. Jika dipikir ulang, Sooyoung bisa saja mendapat amarah yang lebih hebat dari Kyuhyun. Bagaimanapun Kyuhyun adalah atasannya.

Memikirkan semua itu, Sooyoung meringis. Apa lagi yang akan terjadi nanti?

.

Sooyoung berjalan terseok-seok ke dalam rumahnya menyeret tas kerjanya yang kini berada dilantai. Ibunya yang membukakan pintu heran melihat kelakuan anaknya yang sama sekali tidak punya semangat. Setelah sempat sejenak memeluk ibunya, Sooyoung berlalu begitu saja menuju ayahnya dan Yoora yang sedang berada di ruang televisi.

“Aku lelah sekali hari ini.” Keluh Sooyoung. Tas kerjanya sudah tergeletak sembarang di lantai. Gadis itu merebahkan punggungnya di sofa dengan mata terpejam.

“Bagaimana hari petamamu, unnie ? Menyenangkan?”

Yoora bertanya penuh antusias. Gadis itu duduk di dekat Sooyoung dan sedikit memijat bahunya. Yoora tersenyum tulus. Membuat Sooyoung balas tersenyum kaku. Kelakuan Yoora membuat Sooyoung mengingat semua kejadian yang terjadi hari ini. Gadis berkaki jenjang itu dengan reflek menjjitak kepala adik kembarnya.

“Ya unnie! Appo!”

“Aissh kau itu, apanya yang menyenangkan, hah? Sajangnimmu itu seperti setan, kau tahu?” Kesal Sooyoung

“Kyuhyun sajangnim?”

Sooyoung hanya berdengus kesal mendengar Yoora menyebutkan nama lelaki yang awalnya ia pikir mirip malaikat itu.

“Unnie, Kyuhyun sajangnim itu selalu baik padaku.”

“Baik? Hari ini saja dia sudah memarahiku.”

“Kyuhyun sajangnim tidak akan memarahimu jika kau tidak melakukan kesalahan. Kau pasti berbuat salah.”

“Yoora benar Soo, bersikaplah baik pada Kyuhyun.”

Choi Siwon, ayah kedua gadis kembar yang sedang berdebat itu akhirnya mengeluarkan pendapatnya. Mengingat Kyuhyun adalah anak dari sahabat dekatnya, Siwon berusaha mengingatkan Sooyoung agar berperilaku baik dikantor barunya.

“Aku hanya tidak sengaja menabraknya membuat kopi tumpah di kemejanya. Aku emosi karena dia mengomel jadi aku balas mengomel padanya appa. Aku kan tidak salah melakukan itu.”

“Itu salahmu Choi Sooyoung!” ujar Yoora geram.

“Itu salahnya karena mengomel padaku, Choi Yoora! Kau ini kenapa selalu membelanya hah?”

“Aku tidak membela Kyuhyun sajangnim, tapi kebenarannya memang kau yang salah. Jangan seperti anak kecil yang hanya bisa marah, eonnie.”

“Kau menyukai Kyuhyun sajangnim?”

Pertanyaan Sooyoung kali ini membuat wajah Yoora bersemu merah dan gestur tubuhnya terlihat gugup. Sooyoung yang melihat perubahan pada adik kembarnya itu mulai tersenyum jahil.

“Kau lihat Appa, Eomma. Anakmu yang bernama Choi Yoora itu jatuh cinta pada sajangnimya.” ucap Sooyoung seraya tertawa. Merasa senang karena berhasil menggoda adiknya.

Wajah Yoora semakin memanas dan tak tau harus berkata apa. Ayah dan ibunya juga ikut tertawa mendengar perkataan Sooyoung. Yoora sadar diumurnya yang sekarang bukan lagi saatnya untuk malu menyukai seseorang. Namun ia belum merasa siap jika sekarang keluarganya mengetahui itu.

“Aniya. Aku hanya mengagumi Kyuhyun sajangnim.”

“Lagi-lagi kau berbohong, Choi Yoora. Aku yakin Appa dan Eomma tidak akan keberatan.”

Ibu kedua gadis kembar dengan nama gadis Tiffany Hwang itu tersenyum lebar sambil mengelus rambut panjang milik Choi Yoora.

“Kau sudah dewasa. Memang sudah waktunya untuk mencari lelaki yang akan menjadi calon suamimu, sayang,” ujar ibu kedua anak itu sambil melirik ke arah suaminya yang masih fokus pada buku yang sedang ia baca. Choi Siwon yang sedari tadi mendengar pembicaraan ketiga wanita terpenting dalam hidupnya akhirnya menutup buku yang sedang ia baca dan tersenyum pada ketiga wanitanya.

“Choi Sooyoung dan Choi Yoora, Appa tidak akan keberatan jika kalian berdua sudah memiliki lelaki yang kalian cintai, asal kalian bahagia dan bisa menjaga diri kalian.” Ungkap Siwon

“Dan kau, Yoora. Kyuhyun adalah lelaki yang baik. Appa sudah mengenalnya sejak ia masih kecil.”

“Appa.” Yoora merengek mendengar perkataan ayahnya. Walaupun hatinya merasa berbunga-bunga namun dia tetap saja malu kepada ayah dan ibunya.

“Choi Yoora menyukai Cho Kyuhyun sajangnim.” Teriak Sooyoung. Tubuhnya terlonjak-lonjak seraya bertepuk tangan.

“Ya!”

Yoora yang merasa kesal dengan Sooyoung melemparkan bantal kursi ke arah Sooyoung yang kini tengah berlari menuju tangga. Sooyoung hanya membalas kelakuan Yoora dengan memeletkan lidahnya dan segera menaiki tangga menuju kamar tidurnya.

“Kau lihat Eomma. Anakmu yang satu itu memang mengesalkan.” Ujar Yoora.

Tiffany hanya bisa tersenyum geli melihat pertengkaran kedua putri kembarnya yang dari dulu tidak pernah berubah, wanita yang kini sudah mulai berumur 40 tahunan itu sangat bersyukur pada tuhan memberikannya dua putri kembar yang cantik dan sangat pintar.

.

Pagi itu masih gelap tetapi gadis bernama Sooyoung sudah menginjakkan kakinya di kantor. Terlalu pagi bahkan belum ada satupun pegawai yang datang saat itu kecuali atasannya, Cho Kyuhyun. Tapi mau bagaimanapun Sooyoung tak bisa mengelak karena hari ini dia akan mempresentasikan apa yang sudah Yoora persiapkan.

“Kau terlambat 10 menit Yoora-sii.” omel Kyuhyun.

“Hanya sepuluh menit dan ini benar-benar diluar jam kantor pada umumnya sajangnim.” Sooyoung berusaha menahan rasa kesalnya. Ini masih sangat pagi dan Sooyoung tidak mau kejadian ini merubah moodnya karena hari jam kerjanya masih panjang.

“Kau itu, ya sudah lupakan.”

“Dasar menyebalkan.” Umpat Sooyoung pelan.

“Ya! bagaimana persiapanmu? Keberhasilan proyek ini berada ditanganmu.”

“Ne ne ne sajangnim. Tinggal beberapa lagi yang harus di edit. Jam berapa mereka akan datang?”

“Pukul 10 nanti, berlatih dulu diruanganku.”

Kyuhyun dan Sooyoung menghabiskan paginya dengan materi presentasi mereka. Menelaah jauh apa yang akan mereka bicarakan karena mereka tidak mau malu jika tak bisa menjawab pertanyaan jika klien bertanya nanti.

Jam sudah menunjukan pukul 10, Kyuhyun dan Sooyoung berjalan menuju ruang rapat dan menyambut kedatangan Tn. Orlando dengan sangat ramah. Bahkan Tn. Orlando sempat memuji kecantikan Sooyoung.

Gadis bermarga Choi itu memang sudah dengan maksimal mempersiapkan penampilannya hari ini. Dia tidak mau hanya fokus pada bahan yang akan ia presentasikan namun penampilannya juga harus ia perhatikan supaya bisa menjadi nilai plus tersendiri.

2 jam lamanya Sooyoung dan Kyuhyun berada diruang rapat itu, menampilkan presentasi terbaik mereka. Walaupun kedua manusia itu awalnya gugup namun kerjasama mereka membuat Kyuhyun dan Sooyoung mulai merasa nyaman dengan situasi yang ada sekarang.

“Kami bersedia bekerja sama dengan perusahaan anda Tn.Cho.”

“Terimakasih banyak sudah mau memberikan kesempatan besar ini untuk perusahaan kami, Tn. Orlando.”

“Tentu saja Tn.Cho, dan anda Nn. Choi presentasi anda sungguh luar biasa. Kalian sangat cocok untuk menjadi partner.”

“Terima kasih banyak, Tuan.”

Setelah setengah hari Sooyoung berusaha dengan susah payah dan juga memutar otaknya untuk mendapatkan hati kliennya akhirnya perjuangan Sooyoung membuahkan hasil yang memuaskan. Walaupun tadi pagi Kyuhyun sempat memarahi Sooyoung karena datang agak sedikit terlambat, namun lelaki itu kini mengajak Sooyoung ke sebuah kafe untuk mentraktirnya minum sebagai ucapan terima kasihnya pada Sooyoung.

“Ini chamomile tea milikmu Yoora-ssi.”

Sooyoung yang sedang duduk memandang keluar jendela menolehkan kepalanya ketika mendengar suara lelaki yang sudah dia kenal itu. Sooyoung mengulurkan tangannya megambil minuman yang ia pesan dan memperhatikan Kyuhyun yang mulai duduk dihadapannya.

“Kenapa sajangnim tidak sekalian mentraktirku makan?” Tanya Sooyoung sambil mengelus perutnya yang sudah merasakan lapar.

“Kau ini, sudah bagus aku mentraktirmu minum.”

“Pelit. Bahkan belum ada sesuap makananpun yang masuk keperutku sejak pagi tadi.”

Sooyoung mengumpat kecil sambil mempoutkan bibirnya. Kyuhyun yang tidak tahan melihat kelakuan Sooyoung itu melambaikan tangannya memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan.

“Kau mau makan apa Nn. Choi Yoora?” Tanya Kyuhyun kesal.

Gadis bernama Choi Sooyoung itu kini terlihat sumringah, ia memandang Kyuhyun dengan mata berbinar dan tersenyum senang sambil menampilkan gigi-giginya yang putih dan rapih.

Kyuhyun yang melihat ekspresi wajah Sooyoung yang mudah berubah itu hanya bisa mengaguminya dalam hati saja. Gadis yang selama ini tak pernah menjadi perhatian baginya sejak kemarin terlihat sangat menarik dimatanya. Hatinya mulai sedikit bergetar jika melihat gadis dihadapannya itu, dan apapun yang gadis itu lakukan mau itu menyebalkan atau apapun semuanya membuat Kyuhyun terpana.

“Aku pesan spaghetti daging asap dengan saos pedas, anda sajangnim?”

“Samakan saja pesananku denganmu.”

“Spaghetti danging asap dengan saos pedas dua.” Ucap Sooyoung pada pelayan kafe.

“Yoora-ssi, bisakah kau berbicara non-formal padaku?”

“Aku? Tentu saja bisa sajangnim.”

Kyuhyun tersenyum tulus pada Sooyoung. Sooyoung yang melihat senyum Kyuhyun kini merasa terpana pada senyuman lelaki dihadapannya. Sifatnya yang mirip setan menurut Sooyoung kini dengan mudahnya tertutup oleh sebuah senyuman kecil yang bahkan membuat pipi Sooyoung merona merah.

“Yoora-ssi.”

“Ne?”

“Kau ingat kejadian kemarin pagi bukan?”

Sooyoung meneguk air liurnya mengingat kejadian pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun kemarin pagi.

“Kau ingat kemejaku terkena noda kopi? itu tidak bisa hilang, Choi Yoora. Padahal itu adalah kemeja kesayanganku. Kau harus mencucikannya sampai nodanya hilang.” Ucap Kyuhyun jahil.

Sooyoung menggeram pelan atas apa yang dikatakan oleh Kyuhyun. Sooyoung menyesal atas apa yang ia pikirkan barusan. Kyuhyun memang lelaki yang memiliki sifat seperti setan.

“Ya! Kau kan bisa saja membawa kemejamu itu ke dryclean atau kau meminta tolong pada pegawai dirumahmu.”

“Kau yang membuatnya seperti jadi kau harus bertanggung jawab.”

“Kau menabrakku, Tn.Cho”

“Kau yang menabrakku, Nn.Choi”

Perdebatan kedua manusia berbeda jenis itu terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanan milik mereka berdua. Sooyoung yang sudah sangat lapar tidak ingin melanjutkan perdebatannya lagi, cukup dengan mengatakan iya dan dia akan makan dengan nyaman.

“Baiklah sajangnim, aku akan bertanggung jawab. Nanti setelah jam pulang kantor aku akan mengambilnya keruanganmu.”

Tanpa banyak bicara lagi Sooyoung mulai menyuapkan spaghetti kedalam mulutnya, Kyuhyun tertawa puas melihat kelakuan kekanakan Sooyoung.

.

“Kau baru ditraktir makan oleh Kyuhyun sajangnim kan?”

Taeyeon bertanya sambil tertawa kecil menyenggol bahu Sooyoung yang sedang fokus pada layar komputernya.

“Ya! itu hanya sebagai ucapan terimakasihnya, Taeyeon-ah.”

“Semoga hubunganmu berjalan lancar, Choi Yoora.”

Sooyoung hanya menggeleng lemah. Gadis itu mengumpat dalam hati bahwa bukan dirinya yang menyukai Kyuhyun sajangnim, tapi adik kembarnya.

.

Pagi itu pintu ruang kerja Sooyoung dan Taeyeon sedikit terbuka, Seorang gadis dengan rambut pirang memasuki ruang kerja itu. Victoria Song berdiri didekat pintu, dia gadis yang pertama kali menegur Sooyoung kemarin.

“Annyeonghaseyo, Yoora-ssi, Taeyeon-ssi.” Sapa Victoria seraya tersenyum.

“Ne annyeonghaseyo Victoria-ssi, ada apa?” Taeyeon menjawab sapaan Victoria, sedangkan Sooyoung hanya tersenyum pada gadis itu.

“Yoora-ssi kau di panggil oleh Cho sajangnim sekarang.”

“Kyuhyun sajangnim? Baiklah Victoria-ssi, terima kasih.”

“Aniya. Bukan kyuhyun sajangnim. Tapi Cho Youngjae sajangnim, ayah Kyuhyun sajangnim.”

“Mworago? Cho Yongjae sajangnim? Ada apa?” Sooyoung kembali gugup. Baru beberapa hari dia disini, bahkan kini seorang Cho Youngjae ingin bertemu dengannya.

Gadis bermarga Choi mulai gelisah, takut kalau ayah Kyuhyun mengatahui bahwa dirinya bukanlah Choi Yoora. Sooyoung bangkit berdiri, berjalan menghampiri Victoria dan menepuk pundak Victoria.

“Dimana ruangan Cho Sajangnim Victoria-ssi?”

“Kau tak tau ruangannya? Bukannya kau pernah kesana?”

Sooyoung merutuki dirinya sendiri yang bertindak ceroboh. Tertawa paksa untuk menutupi kebodohannya.

“Aku terlalu pusing untuk mengingat ruangannya.”

“Kau ini. Lantai 25, ruangan dengan pintu paling besar.”

“Gomawoyo Vict.”

Sooyoung bergegas menuju lift, banyak pertanyaan berputar dalam benaknya sekarang. Kenapa Cho Yongjae sajangnim memanggilnya. Apa yang akan terjadi setalah ini. Sooyoung memijat keningnya pelan, menekan angka 25 yang terdapat di lift. Memandang kosong kedepan. Ada apa sebenarnya?

To Be Continue

Yeah! Remake chapter 1 jadi juga akhirnya. gimana ff yang ini? memuaskan?  Jangan lupa tinggalin komentar kalian ya.

91 thoughts on “We Are Twins Chapter 1 [ Choi Sooyoung ? Choi Yoora ? ]

  1. Eaa… Nih FF keren banget eon ToT
    Syoo emang pesonanya menyebar kemana-mana. Ternyata Kyu lebih suka cewek yang berani dan seru daripada cewek yang selalu tunduk n nurut dibawah kekuasaannya.
    Eon,, buat Kyu cepet sadar deh itu si Syoo bukan Yoora.
    Betewe, aku suka bahasanya, rapi banget ~(-o-)~ Terus ngga terlalu kaku and ringan jadi enak dibaca. Good Job! Tapi nilainya masih 99, soalnya Kyuu belom tau itu Syoo bukan Yoora. Kalau nanti udah tau nilainya aku ganti 100 deh eon ._. #plak

  2. elvi says:

    udah pernah baca…
    tapi blm ada kelanjutannya…
    yoora suka ma kyuppa..
    bakal terjadi cinta segitiga kah?
    penasaran..
    soo di sini gantiin yoora..

  3. kyuppa says:

    wauw..
    2 org yg sma dg klakuan yg berbeda..
    kyuppa ska sma soo eon yg sfatx berubah2..
    hehehe.. Daebakk..
    대밖 ..

  4. aduh soo disni ngegantiin kerjaan adiknya ya ckck mau aja, tpi gpp deh soo kan jdi ktemu ama kyu kekeke, kra2 klo yoora udh smbh gmna ya dgn soo hmm ditunggu part 2nya ya chingu😉 hwaiting

  5. DianAyuni says:

    wkwwkwk dasar sooyoung marah marah asal.. taunya itu sajangnimnya –”
    kyu sblmnya biasa aj ya ama yoora.. tp pas ama soo dia merasakan hal yg lain cieeeee
    knp tuh sooyoung dipanggil appa cho.. jd kyu g tau ya kalo anak siwon kembar?? dia taaunya yoora aj.. hmmm
    ditunggu next part chingu^^ semangat semangat^^

  6. mongochi*hae says:

    pokokny kyu hrus am soo

    masa kyu gk thu klo yoora punya kembaran. kn dia thu klo yoora it anak siwon

    bkaln rumit nh. yoora suka kyu sedangkn kyu suka am soo

  7. kyuusoo says:

    Akhirnya ff twinsnya d lanjutin walopun d remake ulang,
    ceritanya lebih bagus,
    gak sabaran nunggu part 2 nya
    d tunggu loh🙂

  8. Salwa Fitriani says:

    Wah, kayany bakal cinta segitiga nih….
    Kyu suka sama soo tapi kyu nya tau nya itu yoora… next nya jngn lama2 nde… keep writing!!

  9. MissPurpleKim says:

    woooooo…

    kalo diliat disini sifat mereka berdua beda bangetttt…

    smoga ntar yoora ga benci sama soo… soalnya disini kayanya kyu tertariknya sama yoora yg baru..

    laanjutannya jangan lama2 yaaaaa

  10. sie says:

    Annyeong chovenna-ssi..! Kekk..kekk..kekk, lucu jg ya ngebayangin sifany jadi ortunya sooyoung, hehe…aku suka..suka..suka…
    Maunya ortunya kyuppa jg soshisuju couple tpi pkek marga cho, misalnya taeteuk tpi taeyeon dah jdi tmen sekantor soo/yoora, atau haesica aja, atau sunsun, hyohyuk, hehe.. Aku blm prnah bca versi sblmnya, mianhae. Emnm.., chovenna-ssi gmn usulku ttg “Beloved Moment” special part, aku msih trjatuh, n tenggelam dlm pesona BM ni, mdh2 usulku dterima ya… Gomawo

  11. Priyanti Nur Ahlina says:

    jangan2 mau dijodohin lagi tuh… tapi salah nama ckck
    lanjutlaaaaaah thor hehehe😀

  12. Sistasookyu says:

    Tetep seru!
    Kyu udah mulai suka syo nih.. Cieee.. Sayang syo ga hadir dg identitas sebenarnya di hadapan kyu

  13. wheny rositha says:

    Daebbakkk chingu,aduh knp ni ayah kyu manggil soo???itu kyu mlai tertarik ma soo,jgan bilang klo ntar soo ma yurra rebutan kyu?????dtggu nextnya scpatnya

  14. shock bgt pas buka ksi…aku juga lagi nulis ff yang cast utamanya dibuat jd kembar..gatau kita sepemikiran apa gimana thor tp yang pasti ceritanya beda hahaha .. yang ini aku suka bgt deh tp gatau kenapa ga ikhlas aja walaupun itu sooyoung tp dipanggilnya yoora._. dan ga ikhlas jg kyuhyun suka sooyoung tp taunya itu dia yoora wkwkw egois banget dah yaa hahaha tp aku akan menunggu kelanjutan ff ini^^ hwaitingg

  15. anzzaul says:

    kyaaa….aku suuuuka banget sama ceritanya
    lanjutkan thor…malah kalobisa secepatnya hehehhe
    daebak😀

  16. riaknight08 says:

    akhirnya ada ff baru lagi🙂🙂
    bagus thor,ceritanya seru^^
    next part d tunggu
    hwaiting thor…….

  17. gita says:

    Kyu dah mulai suka nih sma soo
    Wah ada masalah apa nih soo dipanggil ke ruangannya??
    Yoora pke suka sgala sih sma kyu..
    Next.a ku tunggu yaa

  18. meetha says:

    wah kyu udah mulai suka sama soo tapi sayang kyu nganggepnya itu yoora
    itu ada apa soo dipanggil sama appanya kyu?

    ditunggu kelanjutannya😀

  19. Youngra park says:

    Arghh ini ff yg selalu ku tunggu lanjutanx yg kemarin sdh bgus ko eonii ehh ternyata yg muncul remakex mudahan cpt post lanjutanx n di lanjuton smpai ending semangat eonii

  20. fransiscafortunita24 says:

    woww sooyoung kembar o.O
    yay kyu mulai ska soo ^^~
    kasian yoora ny sih … tpi idc *oops kwkw
    ditunggu part selanjutnya, hwaiting !

  21. Delvia Marcelinna says:

    ini keren chingu!! lanjut lanjut dan jangan lama-lama alurnya juga jangan ribet ya wkwk, ffnya jjang! daebak!! gomawoyo chingu ^^

  22. 이태라 says:

    udah lama bangeettt rasanya nunggu kelanjutannya
    dan akhirnya terbit remake
    gpp deh, yg penting update soon yah. aku suka semua ff chingu🙂

  23. jung nayoung says:

    Owalah ini remakenya we are twin y eonni. Lbh bagus yg ini eonni. Ayo lanjutin part 2nya eon ^^

  24. Vi says:

    Ihiw, ceritanya menarik. Kelakuan soo kontras banget sama kembarannya, lebih frontal😀

    Ada apa ya Tuan Cho manggil sooyoung, jangan2 choi siwon udah kasih tau kalo yg lg ngantor itu adalah sooyoung. Wah bakal seru kalo kayak gitu.

  25. dekyusoo .. says:

    Klo gak salah aku pernah baca deh ..
    trs klo gak salah ada scene kyu nganter soo nah si yoora marah deh sama soo ..
    Next ya thor ..

  26. lili amalia says:

    cie kyu kaya nya udh mulai suka sama soo ^^ kenapa soo di panggil keruangan tuan cho ? apa tuan cho tau kalau itu bukan yoora tapi sooyoung

  27. rasanya pernh deh aku bacanya, tapi dimana yaa…
    tapi ff ini pengen bgt aku bacanya sampai tuntas. soalnya masih penasaran sama choi twin.
    next art lanjuuutttt

  28. salsabellakhaa says:

    Semoga aja kyu tau itu soo jdi kyu nggak slh phm ..
    Dan itu soo keruangan tuan cho moga aja tuan cho udah tau itu soo..

    Next chap ditunggu

  29. pdhal ff we are twins yg dulu udh bgus bgt malahan aku jdi pnggemar berat ff itu tpi krna gak ada lnjutannya jadi patah semngat deh tpi untung udh ada remakenya mdh2an ff ini dilanjutin smpai end hehehe

  30. tanti says:

    ya ampun ini slah satu ff yg aq tnggu kelanjtanya… Meskipun dr remake ulang tp tetep keren.. Ciee kyu udah mluai suka ma sooyoung ne… Next dlanjt chingu.. Mga ne ff gk terbengkalai lg…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s