Posted in Family, Friendship, Marriage Life, Romance, Series

Marry You?! [Part 6]

Author : Han Hyeri

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung / Summer Choi
  • Lee Donghae
  • Im Yoona
  • Jang Geun Seuk
  • Park Shin Hye
  • Choi Siwon
  • Choi Seung Hyun / Top / Tabi
  • Sunny / Lee SunKyu

Genre : Romance, Friendship

Length : Series

Rating : PG 15

 

Annyeong readers 🙂

Lama tak jumpa. Mian baru muncul lagi. Aku bawa kelanjutan dari Marry you?! Mungkin udah banyak yang lupa jalan ceritanya karena ni FF udah lama banget gag dilanjutin. Sebenernya aku udah gag mau ngelanjutin ni FF. Tapi temen aku minta buat ini dilanjutin lagi, jadi aku usahain buat nulis ini dan maunya sih nyelesein FF ini secepatnya. Makanya aku nulisnya ngebut.

Semoga kalian suka ya. Sekali lagi aku bener – bener minta maaf buat kalian yang sudah nunggu ni FF (kalaupun ada). FF ini masih jauh dari kata sempurna, jadi kalau masih ada typo, aku mohon maaf.

Happy reading^^  

 

 

Kyuhyun POV

Sebentar lagi waktu jam makan siang dan karena tadi ada urusan kantor yang kuselesaikan diluar, aku tidak langsung  kembali ke kantor dan memilih untuk makan siang bersama Geun Seuk. Meskipun sekarang aku sudah menikah, jangan berharap aku akan pulang ke apartement untuk makan siang. Karena jika aku pulang yang akan kudapati hanya meja makan yang kosong dan apartement yang tak berpenghuni karena pastinya satu – satunya penghuni yang menemaniku tinggal berada di kampusnya menuntut ilmu. Dan bermimpilah jika ingin dirinya mengantarkan makanan ke kantor, karena selain satu alasan yang tadi kusebutkan yaitu ia pasti sedang berada di kampus, ia juga tak bisa memasak. Aku harus menggelengkan kepalaku setiap menatap masakan yang ia buat. Meskipun kini ia tak lagi memberiku sandwich yang sama di setiap pagi tetapi tetap saja ia seperti memberiku makan yang sama karena semua rasa makanannya yang selalu sama alias hambar. Tanpa rasa. -_-

Satu tanganku terangkat ke atas begitu kulihat Geun Seuk memasuki cafe. Dia balas mengangkat tangannya padaku dan berjalan menghampiriku. Mataku melebar terkejut saat aku melihat seorang yeoja yang memasuki cafe tak lama setelah Geun seuk hyung masuk. Aku menatap Geun Seuk dengan mata menyipit tajam.

“Hyung! Kau membawanya kemari?!”

Dia menatapku bingung, tidak mengerti apa yang kukatakan. Lalu dia menoleh ke belakang mengikuti arah pandanganku dan matanya pun ikut terbelalak.

“Im Yoona!” Desisnya kaget dan dia menoleh padaku cepat. “Dia pasti mengikutiku kemari. Tadi sebelum kesini aku bertemu dengannya di jalan.”

Aku mengangguk. Aku percaya tidak mungkin hyung membawa yeoja itu kemari bersamanya. Dia dan aku sama – sama tidak menyukai yeoja itu.

Yeoja itu menoleh begitu namanya disebut oleh Geun Seuk. Ia  mendatangi kami dengan senyum manis yang menurutku terlalu dibuat – buat.

“Kyuhyun oppa! Kebetulan sekali bertemu disini. Kau tahu aku merindukanmu oppa.” Sapanya padaku. Aku dan Geun Seuk mendengus pelan dan tersenyum masam padanya.

Aku menatap Geun Seuk yang ternyata juga menatapku, pandangan kami seolah sama – sama bertanya bagaimana cara menyingkirkan gadis penganggu ini. Dan tiba – tiba Geun Seuk menyeringai menatapku. Aku mengangkat satu alisku, dalam hati bertanya – tanya ide apa yang ia punya untuk membuat Yoona lenyap dari hadapan kami.

“Mana istrimu?” Tiba – tiba Geun Seuk hyung bertanya padaku sambil mengedipkan matanya cepat. Ia sengaja menekan suaranya pada kata ‘istri’. Oh, dengan cepat aku memahami maksud sahabatku ini.

“Dia tidak bisa ikut, hyung. Kau tahu dia seorang mahasiswi yang sibuk.” Jawabku sambil melirik Yoona. Yeoja itu kini berwajah pucat, senyum manis dibuat – buat miliknya tak lagi terlihat.

“Kau sudah menikah, oppa? Kukira Geun Seuk oppa hanya bercanda saat mengatakannya padaku.”

“Ne, aku sudah menikah dengan gadis pujaan hatiku beberapa minggu yang lalu. Apa kau tidak ingin mengucapkan selamat padaku?”

Dia tersenyum masam  dan mengulurkan tangannya. “Oh, well. Chukae, oppa.” Aku menyambut tangannya masih dengan wajah yang kubuat sebahagia mungkin. Aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku pengantin baru yang tengah berbahagia. “Gomawo.”

Tiba – tiba Yoona tertegun menatap tanganku. Dan tanpa persetujuanku ia memeriksa jari – jariku. Kemudian menatapku dengan pandangan menyelidik. “Kau membohongiku, oppa. Kau belum menikah!”

Aku tersentak kaget dan reflek melepaskan tanganku dari tangannya. “Apa maksudmu?”

“Cincin. Kau tidak memakai cincin.”

Sial! Aku mengumpat dalam hati. Cincin itu memang sengaja kulepas dan aku menyimpannya di dalam kotak di lemariku. Bodoh Cho! Kenapa kau melepasnya?!

“Itu, aku..” Akh sial! Aku tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tahu, oppa. Kau sengaja ingin membuatku cemburu kan. Akh, oppa kau berhasil karena aku sangat cemburu.”

Aku menatap ngeri pada yeoja di depanku ini. Aku melirik Geun Seuk, tatapannya sama denganku. Oh Tuhan, aku lupa yeoja di depanku ini memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi dan pantang menyerah!

Dan kini yeoja itu tanpa tahu malunya segera mengambil tempat duduk di sampingku. Selera makanku benar – benar hilang sekarang. Aku kembali menatap Geun Seuk yang duduk di seberangku dan dia mengangkat bahu tanda menyerah. Aku menghela nafas frustasi.

“Aku harus ke toilet.” Kataku dan dengan segera beranjak dari kursiku menuju toilet.

Cukup lama aku berada di toilet, dan aku berharap yeoja itu telah menyingkir saat aku kembali meskipun aku tau itu tak mungkin terjadi.

Dan darahku mendidih saat Yoona menarik tanganku begitu aku keluar dari pintu toilet. Ia menarikku berjalan ke arah meja yang tadi aku, dia dan Geun Seuk tempati. Dan dengan gerakan cepat pula ia merangkul lenganku. Aku baru saja akan menyingkirkan tangannya saat ia berkata dengan bangganya.

“Ini namjachinguku Cho Kyuhyun.”

“Mwo?!”

Aku menoleh merasa ada suara lain yang juga mengikuti keterkejutanku. Dan mataku terbelalak, ada Shin Hye dan seorang yeoja yang tak aku ingat siapa namanya menatap dengan mata yang juga melebar tak percaya.

“Kau berselingkuh?!”

 

____

 

Author POV

Shin Hye menatap ponselnya, tersenyum senang saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan. Membalasnya dengan cepat dan kembali tersenyum menatap ponselnya. Sunny menatap sahabatnya itu bingung.

“Kau persis seperti orang gila.”

Shin Hye hanya melirik Sunny sekilas dan kembali memandangi ponselnya.

“Nugu?”

Shin Hye menatap Sunny tak mengerti.

“Yang mengirim pesan padamu.”

“Oh, itu Sukkie opp..” Shin Hye menutup mulutnya sendiri. Mata Sunny melebar tak percaya.

“Sukkie? Geun Seuk eoh? Sejak kapan kau mulai berkirim – kiriman pesan dengannya?”

“Hehe, sejak pulang dari Jeju.” Shin Hye tersenyum malu – malu. Sunny menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Jadi apa kalian kembali bersama?”

“Ani. Kami hanya berteman.” Wajah Shin Hye tertunduk lesu. Sunny menghela nafas pelan. “Kalian jelas masih ingin kembali bersama.” Gumam Sunny pelan.

Shin Hye kembali menatap ponselnya saat benda itu bergetar pelan. Wajahnya yang tadi lesu menjadi begitu cerah.

“Sunny-ah, ayo kita ke cafe XXX. Bukankah itu tidak jauh dari sini?” Tanpa menunggu jawaban Sunny, Shin Hye menarik tangan sahabatnya itu melangkah keluar dari dalam toko sepatu.

“Ya! Bukannya tadi kau bilang ingin membeli sepatu?” Tanya Sunny bingung. Mereka baru saja masuk ke toko sepatu dan dalam hitungan menit keluar dari toko itu tanpa melihat atau membeli apapun.

“Nanti saja. Urusan ini lebih penting!” Jawab Shin Hye dan menyeret Sunny pergi.

Shin Hye tersenyum menghampiri Geun Seuk yang melambai padanya saat memasuki café. Tidak menyadari keberadaan Yoona yang saat itu duduk membelakanginya.

“Hai, oppa.” Sapanya riang. Geun Seuk hanya mengangguk dan tersenyum sebagai balasannya.

“Kau bersama siap..” Shin Hye tak melanjutkan kata – katanya dan terpaku di tempatnya menatap yeoja yang juga menatapnya dengan wajah terkejut.

Sunny yang berada di belakang Shin hye pun tak kalah terkejutnya menatap ke arah Yoona dan Geun Seuk bergantian.

Geun Seuk hanya diam, ia tahu pasti saat ini Shin Hye akan salah paham melihatnya bersama Yoona. Tapi ia juga tak memiliki ide lain untuk menyingkirkan yeoja dihadapannya ini. Ide itu muncul begitu saja ia memilih mengacuhkan Yoona dan mengirim pesan pada Shin hye, menanyai keberadaan yeoja itu. Kebetulan sekali Shin berada di tempat yang tak jauh dari cafe, jadi ia menyuruh yeoja itu untuk datang kemari. Berharap kedatangan yeoja itu membantunya dan Kyuhyun.

“Jadi kalian masih bersama?” Tanya Shin Hye. Suaranya terdengar mengambang di telinganya sendiri. Hatinya yang tadi begitu gembira saat Geun Seuk menyuruhnya untuk datang kemari kini hilang berganti dengan kekecewaan saat melihat namja itu bersama Yoona. Yeoja yang membuat ia memutuskan hubungannya dengan Geun Seuk di masa lalu.

“Bersama?” Geun Seuk mengerutkan keningnya. Menatap Shin Hye meminta penjelasan.

Shin Hye hanya tersenyum tipis dan takmenjawab.

“Kau terlihat sangat sehat, Yoona. Apa sekarang kau sudah sembuh?” Tiba – tiba Sunny bertanya dari belakang Shin Hye. Shin Hye dan Yoona nampak terkejut dengan pertanyaan Sunny. Bahkan Yoona terlihat gugup dan panik saat itu juga.

“Eoh, Sunny. Kau ada disini juga?” Geun Seuk cukup terkejut menyadari kehadiran yeoja satu itu. Tadi ia tidak begitu memperhatikan Shin Hye datang bersama siapa. Sunny hanya tersenyum sinis sebagai balasan. “Kau memang manusia brengsek oppa! Tak cukup kah kau membuat Shin Hye terluka dengan pengkhianatanmu dulu? Dan kini kau memanggilnya datang kemari untuk memperlihatkan bahwa kau masih bersama dengan selingkuhanmu? Well, selamat untukmu karena membuat sahabatku terluka lagi.”

Wajah Geun Seuk berubah pucat, keterkejutannya jelas bertambah hari ini. “Apa maksudmu?” Tanyanya tak mengerti.

Yoona makin terlihat panik. Ia hampir lupa pada apa yang pernah ia katakan pada Shin Hye dulu. Dan ketika hatinya berpaling pada Kyuhyun, ia tak memikirkan hal ini akan membuatnya menjadi takut seperti saat ini. Bertemu dengan Shin Hye pun tak pernah ada dalam pikirannya.

“Eonnie, kau salah paham. Aku dan Sukkie oppa baru bertemu tadi dan kami tidak ada hubungan apa – apa lagi saat ini. Aku sudah mempunyai namjachingu dan aku datang bersamanya tadi saat bertemu Sukkie oppa disini. Dia sedang ke toilet sekarang. Tunggu sebentar eonnie, aku akan memperkenalkannya pada kalian.” Yoona beranjak dari duduknya dengan cepat tanpa menatap wajah ketiga orang dihadapannya. Berusaha untuk terlihat tenang padahal tubuhnya sudah gemetar sedari tadi saat bertemu dengan Shin Hye.

Tepat pada saat itu ia melihat Kyuhyun keluar dari toilet pria.  Tanpa banyak bicara, ia segera menarik tangan Kyuhyun dan membawa namja itu kehadapan Geun Seuk, Shin Hye dan Sunny. Merangkul tangan Kyuhyun dan tersenyum semanis mungkin pada ketiganya.

“Ini namjachinguku, Cho Kyuhyun.”

“Mwo?!”

Kyuhyun, Sunny dan Shin Hye berteriak kaget, kecuali Geun Seuk. Mata Shin Hye dan Sunny melebar menatap namja yang mereka kenal.

“Kau berselingkuh?!” Tunjuk mereka bersamaan.

Kyuhyun terkejut dengan ucapan Yoona dan matanya melebar menatap Shin Hye dan Sunny di depannya yang ia tahu mereka berdua adalah teman Sooyoung. Ia pernah bertemu Sunny di pesta pernikahannya.

“Aniya. Aku sama sekali tidak berselingkuh!” Bantahnya.

Kyuhyun menghentakkan tangannya kasar hingga rangkulan Yoona terlepas. Menatap tak suka pada yeoja itu.

“Apa yang kau katakan? Jangan berbicara sembarangan!”

Yoona terdiam, bukan karena bentakan Kyuhyun tetapi karena sesuatu yang membuatnya cukup kaget. Menatap Shin Hye dan Sunny kemudian kembali pada namja di sampingnya. Wajahnya memucat. “Kalian saling mengenal?”

“Tentu kami mengenalnya, karena namja yang kau akui sebagai namjachingumu itu adalah suami dari sahabatku.” Jawab Sunny dan dengan sengaja mengeraskan suaranya ketika menyebut kata ‘suami dari sahabatku’. Ia menatap tajam Yoona kemudian melanjutkan, “Benar – benar kejutan ya, Yoong? Kau suka sekali merusak hubungan orang dan menjadi selingkuhan.”

Wajah Yoona berubah merah padam. Tangannya mengepal kuat karena emosi. Ia merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan Sunny padanya. “Aku tidak seperti itu!” Bantahnya dengan suara bergetar. “Aku… Setahuku Kyuhyun oppa belum menikah saat aku mengenalnya.”

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu tadi? Tapi kau tidak percaya.” Kali ini Geun Seuk yang sedari tadi diam, berbicara tanpa melirik. Yoona menatap Geun Seuk dengan tatapan tak percaya. Detik berikutnya, ia mengambil tasnya yang tadi tergeletak di atas meja.

“Aku harus pergi sekarang. Permisi!” Ucapnya dengan kepala menunduk dan segera berlari pergi dari hadapan ketiga orang itu tanpa menoleh lagi.

Kyuhyun menghembuskan nafas lega begitu Yoona tak terlihat lagi. Menatap Shin Hye dan Sunny, menggumamkan rasa terima kasih dan menghempaskan tubuhnya di kursi samping Geun Seuk.

___

 

Kyuhyun POV

“Kyuhyun-ssi, ada hubungan apa kau dengan Yoona?”

Aku menghela nafas. Baru saja bebas dari gangguan Yoona, kini aku harus menghadapi dua orang yeoja yang menatapku dengan pandangan tajam.

“Tidak ada apa – apa.”

“Lalu yang tadi itu?”

“Dia hanya mengaku – ngaku saja. Kalau kalian tidak percaya tanya Geun Seuk hyung.” Tuturku malas. Aku melirik jam, sialnya setengah jam lagi aku harus kembali ke kantor dan aku belum sempat makan apa – apa. Selera makanku hilang karena kedatangan Yoona tadi. Aku memperhatikan yeoja di depanku yang datang bersama Shin Hye., mencoba mengingat – ingat siapa namanya. Ah Sunny, aku ingat sekarang. Yeoja mungil ini sangat pemberani ternyata, mampu mengeluarkan kata – kata seperti tadi. Tapi omong – omong dulu Yoona merusak hubungan siapa? Dia dan pacarnya kah?

“Kau seperti punya dendam padanya.” Kataku santai dan menatapnya.

Sunny balas menatapku  bingung. “Ne?”

“Kau dan Im Yoona.” Jelasku. “Kau bilang tadi ia suka sekali merusak hubungan dan menjadi selingkuhan. Apa dulu pacarmu berselingkuh dengannya?”

“Hah?! Aniya! Itu bukan aku tapi dia!” Sunny menunjuk Geun Seuk. “Dia berselingkuh dengan Yoona dibelakang Shin Hye.”

“Mwo?!” Aku dan Geun Seuk sama _ sama berseru kaget. Bahkan Geun Seuk hyung yang tadinya duduk bersandar pada kursi segera menegakkan tubuhnya.

“Jadi kau dan Shin Hye pernah berpacaran hyung?” Tanyaku tak percaya. Harusnya aku karena saat di Jeju tingkah laku mereka menjelaskan semuanya.

Geun Seuk hyung seperti tak mendengarku. Ia menatap tajam ke arah Sunny.

“Aku tak pernah berselingkuh dengan Im Yoona. Bukankah temanmu yang dulunya berselingkuh dengan Yonghwa.”

Aku menatap Geun Seuk. Dari sorot matanya aku dapat melihat kemarahan dan kekecewaan juga bagaimana terlukanya dia. Tak pernah aku melihatnya seperti ini. Biasanya ia selalu terlihat santai dengan semua kekonyolannya. Aku juga menatap Shin Hye, yeoja itu sedari tadi hanya diam dan menunduk. Kusandarkan diriku dan melipat kedua tanganku di depan dada. Saat ini aku seperti menonton sebuah drama. Aku melirik jam tanganku, saatnya kembali ke kantor.

“Haah, aku tak mengerti apa yang terjadi. Lebih baik berbicara bersama, meluruskan masalah di antara kalian. Sudah waktunya aku kembali ke kantor.” Aku menepuk lembut pundak Geun Seuk hyung. “Aku pergi, hyung.”

“Sebaiknya kita pergi,” Kataku pelan pada Sunny ketika melewatinya. Ia sepertinya mengerti karena tak lama, kulihat ia pun beranjak dari duduknya.

“Kalau kau ingin pulang, aku bisa mengantarmu.” Tawarku pada Sunny ketika kami berada di luar café. Ia memperhatikanku sejenak, kemudian mengangguk.

Aku tersenyum. “Dimana alamat rumahmu?” Sunny menyebutkan alamat rumahnya padaku dan aku mengangguk kemudian mengajaknya berjalan menuju mobilku.

“Apa kau tak terlambat kembali ke kantor?” Tanya Sunny begitu kami berada di dalam  mobil. Aku hanya menggelengkan kepalaku karena kini aku tengah berkonsentrasi mengemudi. Entah dia melihat gelenganku atau tidak.

“Kantorku dan rumahmu searah jadi aku tak perlu merasa takut untuk terlambat.”

“Eo. Oh ya, bagaimana kabar Sooyoung?”

“Eh?” Aku bingung menjawab apa. “Dia terlihat baik – baik saja. Wae?”

“Aniya., hanya ingin tahu saja. Kudengar kalian tinggal di apartement sekarang.”

“Ne.”

“Apa kalian baik – baik saja?”

Aku mengerutkan keningku bingung. Aku ingin menoleh tapi saat ini lalu lintas sedang ramai dan aku perlu berkonsentrasi menatap jalan. “Apa maksudmu?”

“Kalian bukankah menikah karena dijodohkan? Dan yang aku tahu, Sooyoung sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini. Sekarang apakah kalian mencoba untuk saling menerima?”

“Itu, entahlah. Kami tak pernah membicarakannya.” Jawabku jujur. Aku dan Sooyoung jarang berbicara apapun meski kami berada di satu apartement yang sama. Kami hanya bertemu pagi di saat sarapan dan makan malam. Selebihnya pada aktivitas masing – masing. Kami pun sudah jarang sekali bertengkar seperti saat pertama kali bersama.

“Sangat menjengkelkan.”Gumamku tanpa sadar mengingat saat itu.

“Wae?” Sunny menatapku dengan kening berkerut.

“Eh? Aniya.”

Sunny tersenyum melihatku.

“Sooyoung itu orang yang kadang tak terlalu peduli dengan sekitarnya, namun ia akan menjadi sangat peduli pada orang yang disayanginya.”

“Ne?” Aku menoleh sebentar, memandang Sunny. Dia lagi – lagi hanya tersenyum dan melanjutkan perkataannya.

“Sooyoung itu sangat polos, walaupun terlihat manja sebenarnya ia sangat mandiri. Dan kau harus tahu, dia tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, kecuali oppanya.”

“Jinjja?”

Sunny tertawa dan mengangguk. “Kau tahu sendiri dia memiliki dua orang oppa yang sangat over protective padanya.”

“Kalau hal itu wajar saja.” Aku balas tertawa.

“Ah, aku baru ingat. Ada satu namja yang sangat dekat dengan Sooyoung selain oppanya. Donghae oppa!”

“Donghae?”

“Ne, Lee Donghae. Sooyoung sangat dekat dengannya begitu pula kedua oppanya. Bisa jadi hanya dialah satu – satunya namja yang dekat dengan Sooyoung tanpa ada embel – embel hubungan keluarga.”

“Lalu dimana namja itu sekarang? “ Tanyaku. Seingatku saat pernikahan kami tak ada namja bernama Lee Donghae. Jika namja itu adalah orang yang dekat dengan Sooyoung dan kedua oppanya, pasti ia juga hadir disana saat itu.

“Mollayo. Setelah Donghae oppa lulus, ia menghilang begitu saja. Dari yang aku dengar ia pergi dari rumah karena masalah keluarga.”

Aku mengangguk paham tak ingin bertanya lebih lanjut. Sepanjang perjalanan mengantar Sunny ke rumahnya, kami membicarakan banyak hal. Dan Sunny banyak menceritakan tentang Sooyoung padaku. Dan aku menjadi sedikit penasaran akan sosok seorang Lee Donghae. Bisa jadi ia adalah cinta pertama Sooyoung. Haa, aku bisa menjadikan ini sebagai senjata jika sifatnya yang mengesalkan itu kambuh. Aku menyeringai sendiri membayangkannya.

 

____

 

Sooyoung POV

Hari ini aku tidak langsung pulang ke apartement Kyuhyun, melainkan ke rumah orang tuanya. Tadi siang, eommanya menelponku dan menyuruhku untuk datang ke rumahnya sepulang kuliah. Karena merasa tidak enak, akhirnya aku mengiyakan ajakan beliau. Dan sinilah aku sekarang, di gerbang kampus menunggu jemputan yang dikirim eomma Kyuhyun untukku.

Aku tercengang begitu sampai di rumah keluarga Cho. Bagaimana tidak? Aku baru tahu jika Kyuhyun memiliki rumah yang megah seperti istana. Rumahku, walaupun besar tapi tak seluas rumah ini. Aku tak tahu jika ternyata aku menikah dengan orang yang sangat kaya. Yah, meskipun keluargaku juga bukan keluarga sederhana, tapi kami tak sekaya ini. Appa hanya pemilik dari perusahaan kecil warisan dari orang tuanya.

Eomma Kyuhyun menyambutku begitu aku turun dari mobil dan langsung memelukku. Aku hanya balas memeluknya dengan kaku. Sungguh aku tak menyangka akan mendapat sambutan sehangat ini.

Kami mengobrol bersama, ternyata eomma Kyuhyun sangat menyenangkan hingga aku jadi tidak merasa begitu canggung lagi bersamanya. Kami juga memasak makan malam bersama. Beliau pun mengajariku memasak makanan kesukaan Kyuhyun.

Tepat saat makan malam selesai dihidangkan, appa dan harabeoji Kyuhyun terlihat memasuki ruangan. Rupanya mereka baru sampai dirumah dan langsung menuju ruang makan. Aku mengerutkan keningku, bingung, saat melihat sosok lain yang juga ikut memasuki ruangan dengan wajah datarnya. Kyuhyun?

“Kebetulan sekali kalian pulang tepat saat makan malam sudah siap. Cha! Kita makan.” Sambut eomma Kyuhyun dan segera menyuruh kami semua untuk makan malam. Dari raut wajahnya yang tidak menunjukkan keterkejutan karena kedatangan Kyuhyun, sepertinya beliau juga menyuruh Kyuhyun untuk datang kemari.

____

 

Author POV

Donghae terlihat memasuki sebuah restaurant, ia memandang berkeliling dan berhenti pada satu arah. Dengan wajah datar dan dingin ia menghampiri seorang pria paruh baya yang tengah duduk sendiri di sudut ruangan. Pria itu nampak tersenyum saat melihat Donghae menghampirinya.

“Akhirnya kau datang.”

Donghae tak membalas, ia hanya berdiri menatap pria itu dengan tatapan tajam.

“Katakan tujuan anda memanggilku kemari?” Tanya Donghae sinis.

Pria itu terlihat menghela nafas mendengar pertanyaan Donghae. Wajahnya berubah begitu sendu mendengar Donghae menyebut dirinya dengan kata ‘anda’.

“Tidakkah kau ingin duduk dulu?” Tanyanya pelan.

“Baiklah, hanya 5 menit.” Donghae duduk di depan pria itu tanpa memandang ke arahnya.

“Bagaimana kabarmu?” Pria itu bertanya, mengabaikan sikap sinis Donghae.

“Seperti yang kau lihat aku baik – baik saja dan sukses tanpa bantuanmu.” Jawab Donghae dan lagi – lagi tanpa menoleh. Ia menekankan suaranya di akhir ucapannya dengan nada yang terdengar seperti sindiran.

“Donghae-ah..” Pria itu menatap Donghae dengan mata penuh kesedihan dan penyesalan.

“Mianhae..” Ucap pria itu pelan.

Donghae mendengarnya, walau diucapkan dengan sangat pelan. Menutup matanya sejenak dan akhirnya menoleh memandang lelaki setengah baya di hadapannya dengan wajah tanpa ekspresi. “Aku tak punya banyak waktu jadi tolong katakan tujuan anda sekarang.”

“Kembalilah.” Kata itu dengar begitu lirih namun sukses membuat raut wajah Donghae mengeras.

“Maafkan appa. Appa akui appa salah, Donghae-ya. Appa terlalu egois memaksamu saat itu. Appa mohon kembalilah, pulanglah ke rumah. Sudah cukup kau buktikan pada appa dengan kesuksesanmu saat ini.” Setiap kalimat itu diucapkan dengan penuh rasa penyesalan dan mata berkaca-kaca oleh Tuan Lee.

Donghae memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela restaurant.

“Sebegitu mudahkah bagimu, appa?” Tanyanya lirih. Tuan Lee memandang Donghae.

“Apakah dengan memaafkanmu dan kembali ke rumah akan membuat semuanya kembali seperti dulu?!” Donghae memandang appanya dengan mata penuh marah dan terluka.

“Semua sudah berubah appa! Impianku sudah hancur! Orang yang kucintai, tujuanku membuktikan semua ini, kini sudah dimiliki orang lain ketika aku kembali!”

“Donghae-ah…” Baru kali ini Tuan Lee melihat putranya begitu terluka. Kemarahan putranya saat ini tak sama seperti kemarahannya beberapa tahun silam saat namja itu lebih memilih untuk pergi daripada mengikuti keegoisan tuan Lee. Ia ingat dengan jelas bagaimana wajah putranya saat itu. Dan yang mengejutkannya, putranya seperti itu karena seorang yeoja yang dicintainya.

“Kenapa kau tidak mengatakan pada appa, Donghae-ah?” Pertanyaan Tuan Lee mendapat tatapan dan senyum sinis dari Donghae.

“Jika aku mengatakannya padamu saat itu, apa kau akan peduli? Yang kau pedulikan hanyalah kerajaan bisnismu! Dan tidak mungkin kau membuat yeoja yang kucintai dan keluarganya hancur untuk membuatku mengikuti kemauan egoismu!”

Tuan Lee terdiam, tak percaya jika putranya mengatakan hal seperti itu padanya. Hatinya sakit mendengarnya namun ia tak menyangkal apa yang dikatakan Donghae. Bukan tidak mungkin hal itu yang terjadi dulu, mengingat betapa egoisnya ia dulu.

“Apa yang bisa appa lakukan agar kau bisa memaafkan appa, Donghae-ya?” Tuan Lee bertanya lirih dengan kepala menunduk. Seandainya saja ia bisa mengulang kembali waktu.

Donghae tersadar akan sesuatu saat kata – kata tadi terlontar begitu saja dari mulutnya. Ia menyeringai licik, mungkin ia bisa memanfaatkan itu.

“Jika appa bisa membantuku mendapatkan yeoja yang kucintai, aku akan memaafkanmu dan pulang kembali ke rumah.”

Tuan Lee terlihat menengadahkan kepalanya menatap putranya. “Benarkah? Baiklah appa akan coba membantumu. Siapa yeoja itu?”

“Choi Sooyoung.”

“Mwo?!” Tuan Lee nampak terkejut. Ia mengenal yeoja yang dimaksud Donghae, bukan hanya Sooyoung tetapi seluruh keluarganya dan Tuan Choi yang sudah ia anggapseperti saudaranya sendiri. Jadi selama ini putranya mencintai yeoja itu? Bukankah ia sudah …

“Donghae-ah, bukankah Sooyoung sudah menikah?” Ia bahkan menghadiri pesta pernikahan Sooyoung saat itu.

“Ne, appa. Dan kenapa jika ia sudah menikah? Toh mereka menikah karena perjodohan.” Lagi – lagi Tuan Lee menatap putranya tak percaya.

“Donghae-ah, appa tidak bisa.”

Donghae memandang tuan Lee tajam. “Waeyo, appa? Bukankah kau sangat ingin aku kembali? Maka buat Sooyoung menjadi milikku. Lakukan cara apapun yang bisa kau lakukan!” Ia melirik jam tangannya.

“Aku harus pergi sekarang.” Setelah berkata begitu, Donghae berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Tuan Lee yang hanya memandang kepergiannya dalam diam.

“Donghae-ah …”

“Kenapa sekarang kau yang menjadi begitu egois? Haruskah aku melakukannya untukmu, nak? Menghancurkan orang yang sudah aku anggap saudara sendiri?”

___

 

Kyuhyun POV

Kami dalam perjalanan pulang menuju apartement. Suasana di dalam mobil sungguh sunyi. Tak ada satupun yang memulai percakapan. Aku melirik Sooyoung, sepertinya ia tertidur karena kelelahan. Sebenarnya jika diperhatikan, ia lumayan juga.Yeoja ini, meskipun selalu menggerutu tapi ia selalu menurutiku.

Aku kembali mengingat apa yang dikatakan appa saat di kantor tadi sore.

 

#Flashback

“Kyuhyun-ah, eommamu menyuruh appa untuk menyampaikan padamu agar sepulang kerja nanti kau menjemput istrimu di rumah.”

“Istriku?” Aku menghentikan pekerjaanku memeriksa dokumen dan menatap abeoji yang tiba – tiba saja datang ke ruanganku. “Sooyoung kah?” Aku bertanya memastikan.

Appa menggelengkan kepalanya melihatku. “Memangnya kau punya berapa istri?”

Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal.

“Apa yang dilakukan Sooyoung disana?” Tanyaku.

“Eommamu tadi menyuruh Sooyoung untuk datang ke rumah.” Aku mengangguk mendengar jawaban beliau dan menatapnya.

“Tidak bisa kah Jung ahjussi yang mengantarnya pulang? Aku lelah jika harus menjemputnya kesana. Atau biarkan ia pulang sendiri, ia sudah besar tidak mungkin tersasar.”

“Cho Kyuhyun!” Suara appa tiba – tiba terdengar meninggi. Aku hanya diam menatapnya. Kulihat lelaki paruh baya itu menutup matanya sejenak dan menghela nafas. Kemudian beliau berjalan menghampiriku dan duduk di depanku.

“Tidak bisa kah kau mencoba untuk menerima semua ini, Kyu?” Appa bertanya dengan suara lembut.

Aku menatapnya datar dan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan. “Apa aku terlihat tidak menerima pernikahan ini?”

Appa kembali menghela nafas. “Kau tahu, Kyu? Appa sudah memperhatikan yeoja itu sejak lama. Setidaknya appa ingin tahu bagaimana calon menantuku, apakah ia yeoja yang baik untukmu atau tidak. Appa tidak akan menikahkanmu meskipun itu adalah janji harabeojimu jika yeoja itu tidak benar –benar baik untukmu. Karena kau satu – satunya putra yang appa miliki.”

Aku diam. Tiba – tiba appa berdiri dari duduknya. “Aku harap kau bisa belajar mencintainya dan memperlakukannya dengan baik.”

Setelah berkata begitu, appa meninggalkanku yang termenung memikirkan kata – katanya.

#Flashback End

Sooyoung terbangun sesaat setelah aku memarkirkan mobilku di basement. Ia dari mobil dengan wajah yang masih mengantuk. Aku mengikutinya memasuki lift. Ia menyandarkan dirinya di dinding lift dan kembali memejamkan matanya. Aku hanya diam memperhatikannya. Terus memperhatikannya yang berjalan duluan di depanku, memasuki apartement dan berjalan terhuyung menuju kamarnya. Sepanjang perjalan tadi hingga saat ini, kepalaku dipenuhi banyak pikiran dan aku sudah memutuskan apa yang akan kulakukan. Baiklah, apa salahnya mencoba?

“Choi Sooyoung!” Aku memanggilnya saat melihatnya hendak masuk ke dalam kamarnya. Ia berhenti dan menoleh dengan mata setengah terbuka.

“Mwo?” Tanyanya dengan suara yang tidak terdengar jelas.

“Sudah kuputuskan! Aku menerimamu Choi Sooyoung! Menerimamu sebagai istriku dan kita akan belajar untuk saling mencintai!” Entah dari mana keberanian itu kudapatkan sehingga aku berani berkata lantang seperti itu. Namun sesaat setelah mengatakan itu, aku segera berlalu menuju kamarku dan menutup pintu dengan cepat. Wajahku terasa panas dan jantungku berdetak tak terkendali. Kata – kata apa itu tadi? Seperti bukan diriku saja. Cho Kyuhyun! Kau memalukan!

 – TBC –

 

Mian kalau ni FF ngebosenin buat dibaca dan ceritanya juga maksa banget. Part Sooyoung dikit banget disini. Aku bingung mau nulis perasaan Sooyoung kayak gimana. Tapi next part aku usahain gag gini lagi deh. Dan part ini juga udah panjang banget dan sengaja aku percepat jalan ceritanya. Doakan aja, next part cepet selesai aku buatnya jadi minggu depan udah bisa aku post.  🙂

Dan aku mau ucapin banyak terima kasih buat readers yang udah mau baca ni cerita baik yang active ataupun yang masih jadi siders. Juga buat temen aku yang udah ngomel aja karna ni ff gag dilanjut tapi malah buat ff baru. Udah dilanjut nih mik, 😀

RCL ya knight yang baik 😉

Coment kalian nambah semangat akku

Advertisements

63 thoughts on “Marry You?! [Part 6]

  1. ahhh trnyta dsni haeppa nya jdi antagonis yaaa iiii
    kpan donkk scene rmantis nya antara kyuyounggg

  2. kirain nih ff bakalan teronggok(?) aja hahaha. bagus lah kalo miki menyadarkanmu nak(?) XD ntar ikutan miki ah neror buat cepet lanjutin jg hahha. fighting!!!!

  3. Daebak….
    Tapi ko Haeppa jahat yah…
    Suka ma part ini…
    Mereka mau saling menerima?
    Penasaran…

  4. Hae, kenapa kamu jahat ?
    Soo n Kyu… Pas di jeju dket bgt tpi knpa pas udh nikah mlah canggung.
    Next ditunggu banget…

  5. Suka bgt ma ni part apalagi pas donghae’a jd egois minta appa’a untuk mendapatkan sooyoung…suka bgt dan kyu yg ngajak soo untuk memulai percintaan mereka cepat dilanjut chingu…

  6. hahaha kyuppa habis nyatain perasaan langsung pergi karena malu,
    gimana ya reaksi soo eonnie??
    d tunggu lanjutannya 🙂

  7. akhirnya publish jg lanjutannya.. haha
    e cie cie.. si kyu.. haha
    wah.. kok hae kejem ya.. ckck

    daebak daebak
    seru kok chingu.. jd lanjutin yah.. 😉

  8. ok! sebenernya aku lupa sama part sebelumnya, karena selain ff ini ff lama, udah banyak juga ff married life yg aku baca.

    tapi….

    aku pengen tahu. udahlah Hae sama Yoon aja. kan adil? gak usah ngerecokin kyuyoung *eh?

    hehehehehehe. aku tunggu kelanjutannya ya,thor.. hohoho

    semangat!

  9. wadoh gaswat!, haeppa ko jahat krna cinta yak?, krn kyuppa dah berikrar sprti itu, mka buatlah kyuyoung lebih erat saling mencintai, bersatu, bersama tak terpisahkan, sehebat apapun tn lee n haeppa berusaha memisahkan, kyuyoung tetap tegar bertahan, merdeka!, hah……hah….hah….hahh…
    to author, mian aku lupa dah bca n komen pda part sblmbya pa blm ya(?)

  10. Yaaah kok suamiku egois cy?
    udah hae oppa mah sama yoongie ajja
    biar kyuyoung bersatu,hehehehe…

  11. Daebak….. Lanjut terus thor…. Kunjungi blog ku salsevilkyu.wordpress.com maaf isinya cuma sedikit soalnya baru buat. Makasih… Sorry ngespam

  12. aciaakkkkk akhirnya dilanjutin wkwkwk doh doh doh miki kaga ngomel-ngomel yakk miki tuh ngasih semangat ke eonni buat lanjutin hahaha
    Part 7 minggu depan yak, covernya jangan lupa dipajang hohoho

  13. appanya hae akan nurutin kemauannya hae kah unyuk ngancurin pernikahannya kyuyoung?

    ditunggu part selanjutnya ^.^

  14. Ah akhir’a ne ff di post ug ud lma nunggu klanjutanya,di tnggu part selanjutnya chingu
    Next…..

  15. Eoh,aku bru bca ff ini tpi lngsung bkin pnsaran..

    Ayo chingu,next cptan dipost and bnyakin moment kyuyoungHae ! 😀

  16. Yoona unnie sok cute deh -_- hehehe
    Next
    Kyu oppa bilanglah ke soo unnie mumpung hae oppa blm rebut ^^v

  17. Yeayyy part 6 akhirnya publish juga>< Ciyeee kyu udh mau nerima soo aihh. Next part lebih bnyk moment kyuyoungnya ya chingu. Endingnya semoga happy end. Ditunggu jgn lama2 ne hwaiting!!:)

  18. Yeayyy part 6 akhirnya publish juga>< Ciyeee kyu udh mau nerima soo aihh. Next part lebih bnyk moment kyuyoungnya ya chingu. Endingnya semoga happy end. Ditunggu jgn lama2 ne hwaiting!!^^

  19. Akhirnya ffnya dilanjut,,
    Terus juga disaat kyu udah mulai nerima soo dan mungkin mereeka mau malainya dari awal,knapa donghae mau ng’hancurin hub mereka,,
    Next part ditunggu

  20. Pertama-tama, dibuka dulu dengan sesi perkenalan.
    Saya Elisa, 96line, reader paling under rated di KSI, Kalau enggak salah, nama kakak itu Kak Hyeri ya? Silahkan hajar saya kalau salah 😀

    Halo halo halo^^ Kyuhyun di chapter ini sini ga sedingin pas dia ada dic cerita sbelumnya ya. Kyuhyun di sini lebih friendly. Aku suka caramu menyampaikan cerita,kak. Nggak mendayu-dayu panjang-panjang bertele-tele bikin aus hahaha bikin ngantuk maksudnya. Nggak. Ceritamu ga gitu dan there’s a thing about each story made by you. Difference.

    Referensimu buat nulis apa aja sih,kak? Novel lokal?
    Terjemahan? Give me some recommend!

    Kak! aku ga bisa komen panjang-panjang, tapi ini keren!

  21. hoaaaa kyuhyun akhirnya bilang jg wlopun malu lgsg msuk kamar wkwkwk
    donghae g cocok jd jahat andwweeee
    jangan pisahin kyuyoung……#!!!##

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s