Hated Friend! #1

hated friend!

 

Hated Friend!

Present by nabiy

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Kim Myungsoo || Genre: Angst, Friendship, Family, Sad || Lenght: Series

Note: Annyeong. Makasih banget udah yang mau nunggu beberapa hari ini. Finally, nabiy bawa part 1-nya yang udah nabiy benerin di sana-sini. Ah semoga engga ngecewain kalian, happy reading..

.

.

.

Langkah panjang seorang gadis terus menerjang rimbunan rerumputan yang menyelimuti taman kampus. Gadis itu tidak berniat menghampiri namja bodoh yang kini tengah menatapnya dengan wajah kesal. Namun entah kenapa, saat ia melihat namja di ujung taman sana seperti ada sebuah magnet yang merekat erat di tubuhnya untuk sekedar mendekati namja itu. Pada akhirnya, sebesar apapun niatan gadis itu untuk berpaling hanya akan membuahkan kegagalan.

“Yak! Nona Choi, kenapa langkahmu lama sekali seperti siput, percepatlah sedikit!” Namja itu lagi-lagi terus bedebah.

“Kalau kau sudah tahu aku lama, kenapa kau masih tetap berdiri disitu? Rasanya percuma berteman selama berpuluh tahun denganmu. Kalau kau ingin pergi, pergilah! Bukannya sekarang kau seorang artis yang teramat sibuk? Bukankah seperti itu Kyuhyun—ssi?”

“Sooyoung—ah,” saut Kyuhyun sedikit tak percaya setelah mendengar jelas pernyataan sahabatnya itu.

Rasa tak tega mengerang dalam benak gadis bernama Sooyoung, kala ia menatap malas wajah sahabatnya yang terlihat sendu. Entahlah, Sooyoung tahu betul sifat asli sahabatnya itu. Sejahil dan seusil apapun seorang Cho Kyuhyun, dia tetap memiliki hati. Mungkin terkadang apa yang Kyuhyun katakan terdengar begitu menyakitkan, apakah kalian tahu kalau setelah itu Kyuhyun akan merasa bersalah atas apa yang telah ia ucapkan? Tapi sepertinya predikat Kyuhyun sebagai namja kurang ajar cukup pantas tersematkan untuknya, karena pasti Kyuhyun akan mengulang kesalahannya itu lagi.

N—ne, lupakan yang tadi. Kajja, aku mau ke café.” Sooyoung mulai berjalan melewati Kyuhyun, meninggalkannya yang masih berdiam diri di tempat semula ia berpijak.

Sooyoung menyesap lembut Cocoa Cappuccino yang baru saja ia pesan bersamaan dengan kopi hitam yang Kyuhyun pesan. Sesekali matanya menjelajah keluar jalanan. Memang tidak ada yang menarik di luar sana, hanya ada sebuah pohon berukuran sedang yang berdiri kokoh di tepi jalan, selebihnya hanya alat transportasi yang tengah berlalu lalang.

“Kyu—“

Nde?”

“Apa kau masih ingat ketika aku terjatuh dari pohon 18 tahun silam?”

Saat pertanyaan itu keluar dari mulut Sooyoung, Kyuhyun seperti menahan tawanya sesaat setelah ia mengingat kejadian itu. Pikiran Kyuhyun kini melayang jauh tepat menuju 18 tahun silam.

“Aku ingat, saat itu kita sedang bermain petak umpet, dan yang berjaga adalah Ahra noona. Kau dengan bodohnya memanjat pohon tua ek untuk  mengumpat padahal musim dingin saat itu belum berakhir, dan kau ingat apa yang setelah itu terjadi. Omoo—“ Kyuhyun tertawa dengan bebasnya setelah ia mengatakan ingatan masa kecilnya itu.

Sooyoung mendengus kesal melihat kelakuan sahabatnya. “Yak! Bukan aku saja yang bodoh, tapi kau juga bodoh!”

“Kau ingat juga ‘kan beberapa tahun yang lalu tulang rusukmu juga patah sama seperti aku terjatuh dari pohon saat itu. Huh, coba saja kau tidak menjadi anggota Super Junior, pasti kau tidak akan menjadi mayat hidup selama berhari-hari setelah kecelakaan itu.”

Kyuhyun mendelik kesal ke arah sahabatnya yang tengah menyeruput Cocoa Cappuccino-nya kembali. “Sooyoung—ah, sebenarnya ada apa denganmu akhir-akhir ini?”

“Memangnya ada apa denganku?”

Kyuhyun memejamkan matanya gemas. Helaan nafas frustasi terus terhelakan.

“Ada apa denganmu Sooyoung! Kau, seolah kau menyesal aku menjadi bagian dari Super Junior. Dulu kau yang selalu menyuruhku bertahan dengan posisiku. Tapi sekarang kau— kenapa?” Suara Kyuhyun mengeras seiring tatapannya yang menajam. Sooyoung seperti mematung setelah apa yang Kyuhyun katakan telah berhasil menjeratnya. Bukan, bukan kata-kata Kyuhyun yang membuatnya seperti membatu, tapi tatapan tajam yang baru kali ini ia dapatkan.

“Sooyoung—ah, apa yang sekarang kau inginkan? Apa kau ingin aku keluar dari grupku?” Rentetan pertanyaan ‘lah yang kini menyerang Sooyoung, namun Sooyoung masih terdiam shock mendengar semua tutur kata yang keluar dari kedua belah bibir Kyuhyun. “Jika itu yang kau inginkan, kau terlambat Choi Sooyoung. Aku terlalu mencintai posisiku yang sekarang, aku memiliki banyak orang yang mencintaiku, aku tidak bisa meninggalkan mereka. Kumohon Soo, mengertilah.”

Sooyoung berusaha mengalihkan perhatiannya dengan menatap sebuah jam yang melingkar di lengan kirinya. Yang ia dapat hanya 2 buah jarum yang bergerak mengitari waktu. Seolah tidak menghiraukan apa yang Kyuhyun katakan atau bahkan terlihat seperti berpura-pura tidak mendengar perkataan Kyuhyun. Matanya kini kembali mengarah ke Kyuhyun.

“Apa kau sudah selesai Tuan Cho?”

Kedua mata Kyuhyun mendelik tajam ke arah Sooyoung. Namun orang yang ia tatap seolah-olah tidak tahu letak kesalahan pada dirinya. Terlihat begitu jelas dari raut wajah polos gadis yang duduk di hadapannya.

Mianhae, aku harus pergi. Bye—”

Baru beberapa langkah Sooyoung beranjak, tubuhnya dengan cepat berputar ke arah Kyuhyun. “Ah ya, kurasa kau harus mengoreksi dirimu terlebih dahulu sebelum kau berkata. Kau menyuruhku untuk mengerti posisimu, bukan? Bagaimana kalau sekarang aku balik? Tuan Cho, bisakah kau mengerti posisiku kini? Eum, baiklah. Karena aku berbaik hati, kau tidak perlu menjawabnya sekarang.”

Sooyoung kini benar-benar melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung di posisi semulanya. Ekor matanya terus mengikuti siluet tubuh gadis itu, hingga ia tak mendapatkan punggung gadis itu lantaran jarak yang menghalangi pandangannya.

.

.

.

Sooyoung masih saja mengitari rak-rak yang terisi penuh dengan segala judul komik. Tujuannya ia datang ke toko buku langgananya hanya untuk memburu komik yang baru saja diterbitkan. Alasan itu juga yang membuat Sooyoung meninggalkan Kyuhyun. Sooyoung adalah seorang otaku –sebutan untuk pencinta anime- yang sangat amat maniak terhadap segala hal yang berbau animasi dari negeri sakura itu. Kemaniakannya itu telah Sooyoung salurkan dengan membeli komik berseri favoritenya, ditambah dengan tangannya yang lincah menggambar karakter-karakter anime seperti Light Yagami tokoh antagonis dari manga Death Note, Gray si penyihir es dari Fairy Tail, Ichigo kurosaki dari manga Bleach, dan banyak lagi.

Tapi rupanya hari ini ia tak mendapatkan buruannya lagi, hampir semua manga yang terbit hari ini sudah ia baca secara online. Dengan langkah kecewa ia berjalan menuju pintu toko.

“Sooyoung—ah, kau tidak mengambil komikmu?” tanya penjaga kasir sekaligus pemilik toko tersebut.

Aniyo ahjussi, semua sudah kubaca secara online. Apa manga Bleach belum dirilis juga?” Jawab Sooyoung dengan lesu.

“Belum, kudengar akhir September ini baru akan rilis. Tunggulah sampai hari itu tiba, nanti aku akan mengabarimu.”

Ne, gamsahamnida ahjussi.”

Drrt—Drrt..

Suara getar telpon seluler terdengar jelas dari arah tas selempang Sooyoung. Ia pun merogoh tas dan mendapatkan ponselnya telah ada 1 pesan masuk dari teman dekatnya di kampus.

From : Monster Go

Yak! Sooyoung babo, dimana kau? Cepatlah ke kampus, Prof. Nam sedang memburumu. Jika kau tidak datang dalam waktu 15 menit lagi, kau akan mati dengan tugas yang dia hadiahkan untukmu.

Mwoya?! Apa-apaan ini?” desis Sooyoung dengan perasaan sebal.

Ahjussi, aku pergi dulu. Annyeong gaseyo.” Pamitnya setelah ia memasuki handphone ke dalam tas lalu membungkuk ke arah ahjussi sambil mengamit komik Fairy Tail yang minggu lalu ia beli.

Dengan langkah cepat, Sooyoung berlari menerobos setiap orang yang berlalu lalang. Pikirannya kini hanya ada satu yaitu bagaimana datang ke kampus dengan tepat waktu.

Brug!!

Jwesonghamnida,” ucap Sooyoung dengan terburu setelah menubruk seorang lelaki bermasker hingga komik yang ia dan lelaki itu pegang terjatuh di jalan. Tanpa pikir panjang, Sooyoung segera meraih salah satu komik itu lalu kembali beranjak dari tempatnya.

“Aish, yeoja ceroboh.” Desis lelaki itu sebelum mengambil komiknya yang tergeletak kaku di atas peluran jalan.

Ige mwoya? Ini bukan komikku—“

Brak!!

Suara dentuman keras yang berasal dari daun pintu yang baru saja ditutup itu benar-benar mengagetkan penghuni dorm yang sedang menonton tv. Sang pembuat dentuman besar itu melangkahkan kakinya ke arah seseorang yang tengah menatap bingung padanya.

“Ada apa?” tanya orang itu dengan suara berat khasnya.

Orang yang ditanya itu menyodorkan komiknya yang tertukar tepat ke arah hyung-nya. Dengan perasaan geli, hyung-nya itu segera meraih komik itu.

Mwoya? Tidak ada yang salah dengan komik ini?” ucap hyung-nya itu sambil melempar komik itu ke pangkuan dongsaeng-nya.

“Yak! Hyung, apa kau tidak melihat lembar pertamanya yang sangat kotor?”

Pletak!!

“Yak! Hyung appo,” ringisnya tanpa menghilangkan aura dinginnya.

“Hey, kau bilang itu kotoran? Aish, kau bodoh L, bagaimana bisa kau diberi predikat brain tapi nyatanya kau tidak bisa membedakan mana kotoran dan mana seni. Ku beri tahu ya, hal yang paling kotor di dunia ini hanyalah kamarmu.”

Hyung, itu kamarmu juga!”

“Aish! Sebaiknya kau kembalikan komik itu, ada kartu Identitas penduduk dan kartu mahasiswa di dalamnya, itu sangat dibutuhkan untuk seorang mahasiswa. Kalau kau sudah bertemu dengannya mintalah nomor ponselnya untukku.”

“Yak! Hyung!”

“Yak bagaimana bisa fansmu memilih orang yang salah sepertimu? Kalau fansmu tahu kelakuan aslimu, kurasa tidak akan ada fans untukmu Myungsoo—ssi.”

.

.

.

Seorang pria dengan langkah mengendap-endap persis maling baru saja melewati gerbang utama Universitas Kyunghee. Dengan wajah yang ditutupi dengan masker serta ditambah sebuah topi melengkapi tubuhnya yang terbungkus pakaian serba hitam. Hal itu sontak melengkapi pandangan setiap orang yang berlalu-lalang disekitarnya menganggap dia seorang penjahat.

Tentu pria itu bersikap aneh, hal itu dikarenakan pertama kalinya dia mendatangi daerah yang bukan daerah invasinya. Ya, pria itu adalah Myungsoo. Kali ini ia bermaksud mengembalikan komik yang tertukar itu dan segera menjemput komiknya yang tertukar setelah semalam ia melewati masa perang dengan hyung-nya.

Hyung, awas kau nanti saat aku pulang!’ desisnya dengan kesal. Dengan langkah cepat ia mendekati 2 orang yang sedang tidak memperhatikannya.

Chogiyo—“

Orang yang dipanggilnya itu segera menengok ke arahnya. Yang ia dapati adalah seorang pria dan wanita dan kini mereka tengah menatapnya, seolah mengartikan ‘ada apa?’

Jwesonghamnida telah mengganggu. Apa kalian mengenal Choi Sooyoung da—“ belum sempat Myungsoo meneruskan, omongannya telah dipotong oleh pria bermasker yang ada dihadapannya, “Ada apa? Ada apa kau mencarinya?”

Aniyo, aku ada sedikit urusan dengannya. Apa kau bisa memberitahuku dimana dia?”

Mwo memangnya siapa kau?” lagi-lagi suara berintonasi tajam itu kembali menghujam Myungsoo. Namun Myungsoo seperti mengenal suara orang yang sedang berbicara dengannya ini. Terlalu familiar. Hatinya juga ikut mendesis pelan, dengan cara orang itu berbicara. Ia hanya bertanya, tapi kenapa orang ini menjawabnya dengan kasar seperti itu.

“Aku tem—“

“Hey, Soo.” Suara dari wanita yang berada di samping pria itu sontak mengalihkan pandangan kedua pria itu –Myungsoo dan pria bermasker- ke arah gadis yang sedang mereka perdebatkan.

Sooyoung menghampiri mereka sambil melemparkan tatapan bertanya, “Waeyo?”

“Pria ini mencarimu,”

Tatapan Sooyoung beralih menuju Myungsoo, mencoba menelusuri sosok Myungsoo. Seperti ada lampu yang tiba-tiba menyalah, Sooyoung pun menyeringai kemenangan.

Aigo, oppa. Ada apa kau mencariku? Apa kau merindukanku? Aish! Padahal baru sehari tidak bertemu denganku. Kajja oppa, aku ingin ‘bermain’ denganmu. Bye nona go, bye Kyuhyun—ssi.”

Sooyoung berjalan menjauh meninggalkan Raemi dan Kyuhyun yang masih mematung sambil mengamit lengan kanan Myungsoo lebih tepatnya menggeret paksa Myungsoo. Meskipun Sooyoung tidak tahu siapa sesorang yang bersembunyi di balik maskernya, yang terpenting adalah ia selamat dari orang yang membuat moodnya berantakan.

“Sejak kapan gadis itu punya teman aneh lagi selain dirimu Kyu? Huh, sepertinya nasib gadis itu akan selalu malang.” Gumam gadis di samping Kyuhyun, jelas membuat Kyuhyun mendelik tajam ke arah sahabatnya.

Sooyoung masih saja meneliti sosok pria yang duduk dihadapannya. Sekarang mereka sudah bertengger manis di dalam café langganan Sooyoung dan Kyuhyun.

Chogiyo, bisakah kau buka terlebih dahulu maskermu? Berhentilah bersikap seolah kau ini artis, sudah cukup aku berhubungan dengan artis aneh seperti Cho Kyuhyun.” Kata Sooyoung dengan kesal.

Dengan begitu menurutnya, Myungsoo segera menurunkan masker yang menutupi separuh wajahnya. Ia berharap saat membukanya, gadis yang ada dihadapannya akan shock setelah melihat wajah aslinya selama dibalik masker tadi. Tapi nyatanya, gadis itu sama sekali tidak memberi respon sama sekali.

“Yak! Kenapa mukamu aneh seperti itu?”

“Apa kau benar-benar tidak mengenalku?”

“Memangnya kau siapa? Aku tidak pernah melihatmu.” Jawab Sooyoung dengan polosnya.

“Apa kau tidak punya tv di rumahmu? Aku Kim Myungsoo, aku L Infinite.”

“Yak! Jadinya siapa namamu sebenarnya, Kim Myungsoo atau L? Apa Infinite itu nama lembaga detektif Internasional? Apa L itu kode namamu di Infinite? Tunggu tunggu, apa seorang detektif sepertimu juga pencinta manga? Omoo, jika kau berperan sebagai L di death note, berarti harus ada Light Yagami, aku tahu siapa orang itu.” Kata Sooyoung begitu bersemangat melempar segala jurus pertanyaannya, yang kembali membuat Myungsoo menganga shock setelah mendengar buncahan fantasi dari gadis dihadapannya itu.

“Gila! Kenapa aku harus bertemu dengan gadis yang maniak dengan manga sepertimu?”

“Hey, seharusnya kau senang bertemu denganku. Karena aku akan membantumu mengatasi Light Yagami versi Korea, kau harus membasminya. Dia penjahat wanita dikalangan artis dia memang namja kurang ajar yang pantas dimusnahkan.”

Penuturan terakhir Sooyoung sungguh membuat Myungsoo berbalik arah menjadi tertarik pada apa yang di omongi Sooyoung dengan begitu antusias. Myungsoo sama sekali tidak ingin tahu siapa yang sedang gadis di hadapannya bicarakan, “Sepertinya kau punya dendam khusus dengan Light Yagami versi Korea? Boleh kutahu, memangnya siapa dia?”

“Pria bermasker yang tadi kau temui di kampus, dialah orangnya, Cho Kyuhyun—“

“Aku memang tidak tahu masalahmu dengan Kyuhyun sunbae, sikapmu yang seperti ini, aku bisa menduga kalau kau ada apa-apa dengannya. Sepertinya menarik berteman denganmu. Baiklah, aku tidak mau kau menganggapku sebagai L versi koreamu. Aku akan memperkenalkan diriku, namaku Kim Myungsoo atau kau bisa memanggilku L, aku member dari idol grup Infinite. Apa kau tidak pernah sekali saja menyaksikanku di tv?”

Aniyo.” Sooyoung menyengir kuda, “Selama ini aku hanya menonton comeback stage Super Junior karena sahabatku sekaligus orang yang pantas dimusnahkan ada disana, Light Yagami—“

“Sekali-kali tontonlah idol grup kami, grup kami tidak kalah bagus dengan grup senior setara dengan Super Junior. Ah ya, kurasa kau juga perlu menonton idol grup lannya, bukannya kau mahasiswa fakultas musik? Itu sangat perlu untuk mahasiswa sepertimu.”

“Ne, aku akan mencobanya. Ah ya, untuk apa kau mencariku tadi?”

Myungsoo melempar komik itu tepat disisi meja Sooyoung.

“Aish, aku hampir lupa. Ini komikmu, di dalamnya ada Kartu Identitas Penduduk dan juga Kartu mahasiswamu. Kau sangat ceroboh noona.”

“Kau memanggilku noona? Memangnya berapa usiamu?”

“Aku 92 line.”

Nde?” saut Sooyoung seolah tak mendengarnya.

“Lupakan, apa kita bisa menjadi teman? Bukankah usia tidak menjadi penghalang untuk seseorang menjalin pertemanan?” goda Myungsoo dengan seringai khasnya.

N—ne, baiklah sekarang kita berteman, dan berhentilah menatapku seperti itu, rasanya sekarang aku bertemu dengan titisan dewa kematian untuk kedua kalinya. Jika seperti itu hidupku tidak akan tenang.”

Myungsoo menatap Sooyoung dengan tatapan bertanya, “Siapa yang pertama?”

“Light Yagami,”

.

.

.

Hari berlarut dengan cepat, Sooyoung kini sudah bergelayut manja pada Raemi yang tidak lain adalah sahabatnya. Wajah memelas Sooyoung sejak tadi sudah terlukiskan saat aksi gelayut manjanya itu ke Raemi dimulai.

“Yak! Choi Sooyoung, bisakah kau berhenti seperti itu? Aku muak melihat wajahmu yang terus memelas,”

Wajah Raemi benar-benar merah padam sekarang. Tangannya yang sedari tadi sudah ia ayun-ayunkan agar ‘gelayutan manja’ Sooyoung terlepas. Tapi lagi-lagi Sooyoung hanya membalas dengan wajah aegyo khasnya.

Raemi mendengus sebal, “Ada apa?”

Aniyo, aku hanya ingin bertanya padamu.” Balas Sooyoung disertai senyum kudanya.

Wae?”

“Apa yang kau tahu tentang Infinite?”

Mata bulat Raemi semakin bulat kala ia mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Sooyoung. Jelas terlihat shock, karena baru kali ini Raemi mendengar nama idol grup selain Super Junior keluar dari mulut sahabatnya itu.

Raemi menatap Sooyoung dengan penuh selidik, “Waeyo? Apa kau mulai tertarik dengan Infinite?”

“Sedikit,”

“Super Junior?”

“Aku sudah terlalu hapal tentang mereka. Lupakanlah, seseorang sedang membuat moodku buruk tentang Super Junior.”

Nuguseyo?” tanya Raemi yang sebenarnya sudah ia ketahui sendiri jawabannya.

“Itu,” kata Sooyoung sambil mengarahkan dagunya ke arah seorang lelaki yang baru saja turun dari mobilnya.

Kamar Raemi hari ini sungguh berantakan. Banyak majalah yang bertebaran di atas ranjang dan lantai, semua itu dikarenakan sahabatnya yang baru tergila-gila dengan idol grup favoritenya, Infinite.

“Raemi—ya, apa saja yang kau ketahui ten—“

“Infinite? Aigoo, nona Choi. Hampir seharian kau membaca majalah-majalah itu, tapi kenapa kau masih saja bertanya padaku? Lebih baik sekarang kau bertanya pada Google.”

“Aku belum selesai berbicara nona Go! Apa yang ketahui tentang Myungsoo atau L?”

Raemi mendelik tajam, tak lama kemudian Raemi sudah tawa terbahak-bahak. “Omoo, jadi yang membuatmu beralih dari Super Junior adalah Myungsoo oppa. Omoo, tak kusangka itu bisa terjadi padamu.”

Sooyoung menatap sebal ke arah Raemi, “Hahaha, tak kusangka seorang ahjumma sepertimu memanggilnya oppa pada lelaki yang lebih muda 4 tahun darimu. Palliwa, beritahu aku!”

Raemi kembali mendengus. “Dia sama sepertimu, otaku. Tapi dia masih lebih baik dari padamu.”

“Lalu?”

Sooyoung pun terlihat sangat antusias mendengar semua penuturan Raemi tentang Myungsoo. Mulai dari sifat, hobi, tipe ideal, dan banyak lagi.

Drrt—drrt..

Suara getar handphone terdengar pelan dari sisi kasur sebelah Sooyoung tiduran. Suara getaran itu jugalah yang mengintrupsi pembicaraan mereka.

From : Detective L

Apa noona besok ada acara? Kalau tidak, temui aku jam 3 sore nanti di tempat kau bawa aku kemarin ^^

Pesan itu kembali membuat Sooyoung teriak kegirangan, entah perasaan apa itu yang membuat Sooyoung terlihat amat senang. Baru saja kemarin siang ia bertukar nomor ponsel, dan Myungsoo sudah mengajaknya untuk bertemu lagi kali ini.

Nuguya?” pertanyaan Raemi juga mengintrupsi kesenangan Sooyoung sesaat.

Aniya,”

Drrt—drrt..

From : Light Yagami (‘O’)9

Yak! Yeoja babo, apa kau besok ada acara?

Sebuah pesan dari orang yang tidak ia harapkan baru saja masuk dan dibaca oleh Sooyoung. Rasa bingung yang sekarang menjalar di benaknya. Kyuhyun yang notabene sahabatnya sejak kecil akhir-akhir ini yang membuat mood Sooyoung teramat buruk. Tapi sebesar apapun rasa benci Sooyoung terhadap Kyuhyun, Sooyoung tidak pernah mampu menolak semua permintaan Kyuhyun.

Kali ini berbeda. Seseorang telah berhasil memasuki hidup Sooyoung secara tak sengaja, dan baru saja orang itu menyatakan ketertarikannya untuk membantu Sooyoung memusnahkan karakter yang Sooyoung sukai di dunia anime tapi ia benci di kehidupan nyatanya. Tidak, Sooyoung sama sekali tidak bermaksud untuk membunuh karakter itu dalam hidupnya, tapi Sooyoung bermaksud untuk memusnahkan perasaan tentang karakter favoritenya itu dan sedikit memperjelaskan posisinya kini.

Kali ini kebingungan Sooyoung masih menjalar dan akan tetap mengalir dalam benaknya. Sooyoung kini terus mempertanyakan tentang ajakan yang mana yang harus ia terima.

“Soo—ya, waeyo?” suara Raemi berhasil menghancurkan lamunan Sooyoung sejak tadi.

Aniya.” Sautnya sambil meyakinkan sahabtnya itu dengan senyumannya. “Raemi—ya,”

Ne,”

“Jika suatu hari kau menerima dua ajakan sekaligus yang mana yang akan kau terima, ajakan dari sahabat yang tidak pernah mengerti posisimu atau orang yang baru kau kenal yang akan membantumu memperjelas posisimu?” mata Sooyoung benar-benar menatap lurus ke arah sudut kamar itu, tapi bukan itu titik fokus gadis itu, yang ada di matanya hanya sebuah tatapan kosong.

Pertanyaan dari Sooyoung sungguh membuat Raemi mengerti posisi Sooyoung kali ini, ia tahu betul siapa sahabat yang Sooyoung maksud itu. Ia juga tahu semua hal yang Sooyoung rasakan kali ini. Kekecewaan tak berdasar yang seharusnya ia tunjukan selama ini di hadapan seorang lelaki yang sudah ia dan Sooyoung anggap sebagai sahabatnya itu.

“Sejahat apapun sahabatmu, dia masih pantas disebut sebagai temanmu. Jika kau ingin ia sadar akan posisimu, pergilah! Pergilah bersama orang yang akan membantumu itu. Kau juga pantas memberi pelajaran untuk sahabatmu.”

“Apa kau juga mau memberinya sedikit pelajaran?” tanya Sooyoung sambil tersenyum miring.

Aniya, lebih baik aku hanya menjadi penonton, sepertinya posisi itu jauh lebih menarik untukku.”

.

.

.

Langkah terburu seorang gadis sungguh menghiasi sore hari ini di tengah trotoar yang mengharuskan gadis itu berbagi jalan dengan pejalan kaki lainnya. Gadis itu terus melirik sebuah jam yang melingkar indah di pergelangan tangan kirinya. Jelas, gadis itu sedang memburu waktu lantaran ia baru saja melewati waktu janjiannya selama 10 menit bahkan terhitung lebih. Sooyoung, dialah gadis pemburu waktu.

Kling..

Sooyoung baru saja memasuki café dengan diiringi bunyi lenceng yang menggantung di tepi atas pintu. Disinilah ia akan menepati janjinya dengan seseorang, Myungsoo.

“Hey!” suara khas Sooyoung menyapa seorang pria yang tengah menatap lurus ke arahnya. Dialah, dialah pria yang membuatnya harus menolak ajakan sahabatnya.

Sooyoung menduduki bangku yang tersedia tepat dihadapan pria itu. Sooyoung pun juga melempar kumpulan kertas dengan sebuah sketsa kostum yang tepat berada di lembar pertama. Iya, kumpulan sketsa-sketsa itulah yang membuat Sooyoung terlambat menepati janjinya.

Mianhae, tadi ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan.”

Gwenchana.” Saut pria itu sambil membautkan senyum miringnya yang terkesan seperti menyeringai. “Noona, apa itu rancanganmu?”

Mata Sooyoung yang sebelumnya disibukkan dengan meneliti wajah tampan pria yang ada dihadapannya kini mengharuskannya berpaling sedikit oleh pertanyaan pria itu.

Ne, itu project yang kudapat untuk mengisi sisi fashion di drama musikal kampusku. Otteokhe?” balasnya dengan antusias diikuti juga rasa penasaran akan tanggapan pria itu.

“Bukankah noona dari fakultas musik? Tapi kenapa noona yang membuatkan rancangan ini?”

“Sudah hampir 2 tahun aku yang membuat rancangan selama ada pentas musikal drama, kurasa mereka semua tidak kapok dengan rancangan-rancangan burukku.”

Kekehan geli teruraikan disela keduanya. Myungsoo masih diseebukkan dengan membolak-balik lembaran yang penuh dengan detail sketsa rancangan hasil buah tangan Sooyoung.

“Ini tidak buruk.”

“Ah ya, untuk apa kau menyuruhku datang kesini?”

Nde, apa kau mau menemaniku ke festival sore ini?”

N—ne, jeongmal?”

Mata Sooyoung sekarang terlihat begitu berbinar-binar. Tentu dia begitu senang ketika pria yang ada dihadapannya kini mengajak ke festival sore ini. Bukan karena pria itu yang mengajak, tapi tempat yang pria itu bicarakan yang sukses membuat Sooyoung begitu kegirangan. Ya, terakhir ia ke festival saat 3 tahun lalu sebelum eonni-nya menikah dan pindah ke New York bersama appa dan suaminya. Tinggallah dia seorang diri di Korea sekarang.

Ne, kajja kita pergi.”

Langkah dua insan itu begitu terenyuhkan di tengah ramainya festival sore ini. Terlebih mata Sooyoung yang tidak henti-hentinya memancarkan binar kesenangan bersama seorang lelaki yang terlihat misterius di mata orang-orang yang secara tidak sengaja meneliti Myungsoo. Untung saja Myungsoo masih merasa cocok dengan masker hitamnya dan juga kacamata.

Noona, apa kau ingin makan? Aku lapar.”

Ne, kajja. Biar kali ini aku yang menelaktirmu, oke.”

Ne, kajja kita kesana.” Ajak Myungsoo sambil menarik lengan tangan kanan Sooyoung menuju stan Choichi yang tak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.

“Ahjumma aku pesan Choichi jjigae-nya dua porsi.” Teriak Myungsoo begitu bersemangat, mungkin itu efek dari rasa laparnya kali ini.

“Myungsoo—ya, kau artis terkenal, bagaimana kau bisa sebebas ini keluar bahkan datang ketempat seramai ini. Apa kau ingin mereka mengetahui kalau sekarang kau tengah berjalan dengan seorang noona tua?” kata Sooyoung dipenuh pertanyaan bersamaan dengan kepalanya yang menjorok lebih dekat ke arah Myungsoo, bermaksud untuk meminimalisir suara yang ia keluarkan.

Senyum miring Myungsoo kembali membingkai bibirnya lagi setelah sebelumnya ia melepaskan maskernya terlebih dahulu, “Umurmu memang terbilang sudah cukup umur, tapi sungguh demi apapun wajahmu sama sekali tidak menunjukkan kalau kau sudah cukup umur. Mungkin saat kau pergi ke pub, penjaga pub akan mengira kau masih di bawah umur.” Myungsoo terkekeh kecil.

“Oh! Kau berniat memujiku atau mengejek, huh? Kau sama saja seperti orang itu.” Sooyoung mendengus kesal sabil meniup poninya yang menggantung tepat di dahinya.

Nuguya?”

“Light Yagami.” Sooyoung lagi-lagi kembali mendengus sebal setelah menyebutkan nama karakter favoritenya itu di dalam kartun tapi tidak untuk di dunia nyatanya.

“Ini pesanannya, dua porsi Choichi jjigae. Selamat menikmati.” Ucap seorang pelayan setelah meletakkan kedua mangkuk makanan itu di meja Sooyoung dan Myungsoo.

Sooyoung sedikit menundukkan kepalanya untuk sekedar membalas bungkukkan hormat dari pelayan tersebut, “Ne, gamsahamnida.”

Sooyoung segera merebut sendok makannya sebelum ia menyantap kasar makanannya itu. Myungsoo ternganga kaget ketika melihat cara makan Sooyoung seperti orang tidak makan berhari-hari. Aksi makan Sooyoung sungguh membuat lidah Myungsoo tak henti-hentinya berdecak.

“Yak! Noona, hati-hati makannya.” Ingat Myungsoo setelah ia memberi jeda makan untuk dirinya sendiri. Namun orang yang ia peringati hanya membalasnya dengan senyum tiga jari yang sontak membuat mata Sooyoung semakin terlukiskan segaris saja.

Tak lama kemudian mangkuk Sooyoung sudah tidak tersisa sama sekali makanannya. Myungsoo terkekeh geli melihat gadis di hadapannya, “Jika noona sedang makan, noona seperti monster.”

.

.

.

Seseorang lelaki dengan memakai pakaian casualnya berjalan pelan di lorong sebuah apartemen yang terbilang mewah. Hal itu dapat dilihat dari arsitektur yang tergambar jelas di lorong tersebut. Langkah lelaki itu terhenti tepat di depan sebuah pintu, disusul dengan tangannya yang mulai memasukkan kombinasi angka untuk membuka pintu tersebut.

Bip!

Pintu pun terbuka. Apartemen ini bukanlah milik lelaki itu, melainkan milik seorang gadis yang senantiasi selalu menemani hari-harinya sejak ia kecil. Dia sudah tahu betul kombinasi angka untuk memasuki apartemen ini, jelas tentu. Kombinasi itu adalah tanggal lahir lelaki itu. Dia memang bukan kekasih dari pemilik apartemen, dia hanya seorang sahabat dari sang empunya apartemen. Dengan segala paksaan lelaki itu, ia menyuruh sang gadis untuk memasang tanggal lahir lelaki itu untuk kombinasi passwordnya, alasan pertama yang selalu ia lontarkan untuk gadis itu adalah agar sang gadis tidak dengan mudah melupakannya walau sekarang intensitas pertemuan mereka sangatlah berkurang. Cho Kyuhyun, dialah lelaki itu.

Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu yang sudah menjadi titik fokusnya setelah memasuki apartemen milik Sooyoung ini. Gadis itu belum juga pulang setelah menolak ajakkan Kyuhyun sore ini. Kyuhyun sama sekali belum tahu alasan yang membuat Sooyoung menolak ajakkannya untuk yang pertama kali.

Dengan perasaan mantap, Kyuhyun meraih kenop pintu itu. Ia tahu kalo Sooyoung sedang tidak ada di sini, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Seperti ada bom yang baru saja meledak, Kyuhyun berdiri mematung setelah menyaksikan pemandangan kamar itu. Sangat amat terlihat berbeda dengan kamar yang ia temui 3 minggu yang lalu, dan kini kamar itu terlihat kosong, KOSONG?

TBC

 

 

92 thoughts on “Hated Friend! #1

  1. safitri agustina says:

    kosong ? maksud nya soo pindah ?
    aku ngga tau L bentuk nya kya apa tpi setelah baca ini ff aku sedikit tertarik L Soo hehe *di jewer kyu appa

    • Nabi lebih suka light, abis dia gantengnya total tapi kalo di filmnya nabi sukanya sama L /aduh gak konsis nih/ hahahaha

      • Ya memang di anime-nya Light Yagami ganteng banget. Dan walaupun begitu Anita tetep suka L. Dari anime ataupun filmnya, kepribadian L membuatku tertarik ><

      • Ahahaha, emang si L kepribadiannya bener-bener unik, sikapnya juga yang bikin engga biasa banget. Cocok si sama perannya sbg detektif internasional, kesannya dia tuh kaya misterius bgt.

  2. Avan says:

    ffnya bgus di sini sooyoung sprti anak kecil, maniak komik jepang…
    lanjut md”han kyuyoung ber satu….

  3. eee…sooyoung pindah aparte???
    poor kyuhyun..lagian kenapa gak diperjelas aja sih hubungan mereka
    ‘lebih dari sahabat’ gitu *emosi sendiri
    daebak thor..lanjutkan😀

  4. wkwkwk kenapa soo benci bgt sama kyu tpi msh aja sahabatan aneh nih, aigoo kira2 yg kosong diapartemennya soo apa ya? ah penasaran🙂 next part cpt publish ya🙂 ditunggu bgt nih

  5. Sistasookyu says:

    Nah lho kyu, syo nya jadi deket sama myungsoo tuh!
    Wait! Kamarnya syo kosong? Maksudnya apa ya? Ga mungkin syo pindahan kan?😀
    Lanjut ya

  6. kangjung_ae says:

    kosong?????pindahkah???
    hayooo lhooo kyuppa,soo eon jadi deket sama L kan….:/
    karna kyuppa belum tau soo eon pergi sama namja jadi dia gk jelous kali ya..?
    next.. ^^

  7. gita says:

    Lahhh.. Kok kamarnya soo kosong sih?
    Duhh jadi inget temn aku suka bangettt sama anime
    Soo udh mulai tertarik tuh sma L, tapi jang lupain kyuppa dong
    Kyu jga udh jarang barng soo
    L bsa aja godain soo
    Netx.a ditunggu

  8. icha says:

    Seruuu ff nya apalagi ada L oppa hehehe:D
    Tapi aku maunya kyuyoung yang bersatu jangan jadi sahabat…
    Lanjut thor😉

  9. nwzn94(lovekyusooforever) says:

    Kosong gk ad posterny kyu atoo suju y thorr?? Ap si eonny ud msang poster ny L smua…
    Wahh d tnggu thorr nextny
    Seru bingit crtany

  10. anonymouse says:

    Loh, kosong gmn tuh eon? Kosong gada baju baju apa kosong karena gada poster poster super junior? Ditunggu next partnya^^

  11. wheny rositha says:

    Lhooo,kmn soo???penasran apa yang soo n L rencanakan!!!!meskipun agk kurang paham ma critanya!!daebbakkkkkkkkkk dtggu nextnya

  12. Di says:

    I love L! Setelah sekian lama orang ketiga selalu changmin atau siwon dan sekarang L. I love this. Next chapter jangan lama ya, author-nim😉

  13. Rizky NOviri says:

    wah.. soo bru knren doang pdhal ktmu ama s L nya.. udah kyk gtu ya.. berpaling hatinya.. haha
    keusian s Kyu..😀 hoho

    apa yang kosong???:/

    lanjuut chingu.. keren,seru,bikin penasaran…😉

  14. Vi says:

    Mau tanyaaaaa. Kenapa authornya pilih L infinite jadi other chastnya?
    Masih agak bingung sma alurnya. Semoga next part vi lebih ngerti.
    Semangat berkarya!!!!!!! ^^

  15. kyura says:

    soo mrah ama kyu knpa?? trus kmar soo kosong kenapa?? makin pnasaran ajah,,, next part thor. d tunggu..

  16. Hyumi Knight Aegyo Kingdom says:

    wah,, penuh teka teki~!!!!🙂
    next part di tunggu cepet ne??!!!
    HWAITING~!!!😀

  17. shintaknight says:

    critanyaaa bagus aku sukaa tapi disini yg aku belim ngerti knapa sok sebel bgt yah sama kyu ,emang kyu ada salah apa atau mungkin soo itu sebenernya suka sama kyu tapi kyunya ga sadar😐 hmm molla
    ditunggu kelanjutannya aja deh ^^
    hwaiting p’-‘)

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s