Marry You?! [Part 7]

unnamed

Author : Han Hyeri

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung / Summer Choi
  • Lee Donghae
  • Im Yoona
  • Jang Geun Seuk
  • Park Shin Hye
  • Choi Siwon
  • Choi Seung Hyun / Top / Tabi
  • Sunny / Lee SunKyu

Genre : Romance, Friendship, Marriage Life

Length : Series

Rating : PG 15

 

Happy Reading🙂

 

PART 7

 

Sooyoung POV

Suara ribut – ribut di dapur membuatku terbangun. Dengan mata yang masih setengah mengantuk kuambil ponselku yang berada di atas nakas di samping tempat tidur dan mengecek jam, pukul setengah enam pagi. Saatnya bangun dan menyiapkan sarapan untuk namja menyebalkan yang sialnya berstatus sebagai nampyeonku sekarang. Setelah berdiam sejenak mengumpulkan nyawa di tempat tidur, aku pun bangun dan segera keluar kamar untuk ke kamar mandi sekedar mencuci muka dan gosok gigi sebelum memasak.

Aku terpana begitu berada di luar kamarku. Oh God, apa aku sedang bermimpi? Di dapur apartemen kini berdiri sedang malaikat tampan memakai apron berwarna biru tua, yang tengah serius menyusun makanan di atas meja makan.

“Kau sudah bangun?”

“Ne?” Malaikat itu berbicara padaku kah? Aku mengerjapkan mataku berkali – kali sambil menepuk pipiku kuat. Dan entah kenapa malaikat tampan yang tadi kulihat kini berubah menjadi iblis menyebalkan yang sedang berkacak pinggang, Cho Kyuhyun. Astaga! Aku rasa mataku sudah mulai kehilangan fungsinya.

“Ap- apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanyaku dengan raut wajah shock dan bingung. Shock karena perubahan malaikat yang menjadi setan di depanku dan bingung melihatnya ada di dapur sepagi ini.

“Apa kau tidak lihat? Aku sedang membuat sarapan.” Jawabnya dengan raut wajah datar.

“Kenapa kau yang membuatnya? Aku bisa membuatkannya untukmu. Bukankah itu tugasku?” Tanyaku makin heran, tidak biasanya. Dia hanya terlihat mendengus.

“Memangnya tidak boleh?” Ia balik bertanya padaku.

Aku tak menjawab, hanya  mengangkat bahuku dan segera bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.

“Hari ini kau kuliah?” Aku mengangguk menjawab pertanyaan basa – basi darinya dan mendudukkan tubuhku di kursi meja makan untuk sarapan. Tidak buruk, pikirku saat mencicipi nasi goreng buatannya.

“Akan kuantar.”

“Uhuk!!” Aku tersedak nasi goreng yang baru saja  kutelan dan terbatuk dengan hebatnya.

“Makan pelan-pelan.” Ujarnya sambil menyodorkanku segelas air putih. Aku meminum cepat air putih itu dan bernafas lega. Lalu aku menatap curiga padanya. Ia balas menatapku.

“Wae?”

“Kau aneh.” Dia mengerutkan keningnya.

“Katakan apa yang kau inginkan?”

“Tidak ada.”

Aku menyipitkan kedua mataku. “Jinjja?”

Dia mengangguk. “Apa tidak boleh aku mengantar istriku ke kampus? Bukankah tadi malam aku sudah mengatakan keputusanku padamu?”

“Keputusan? Keputusan apa?” Aku memandangnya bingung. Mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam.

Dan sejauh yang bisa ku ingat, aku dan dia tidak membicarakan apa pun tadi malam. Bukan kah tadi malam aku tertidur sepanjang perjalanan pulang dari rumah orang tuanya? Ah, tapi aku bermimpi aneh tadi malam. Kyuhyun tiba – tiba saja mengatakan padaku menerimaku sebagi istrinya dan kami akan belajar untuk saling mencintai. Mataku mengerjap, itu bukan mimpi tapi kenyataan! Yah, aku ingat sekarang, sehabis berkata seperti itu iya meninggalkanku masuk ke dalam kamarnya. Dan aku terlalu mengantuk untuk menanggapi perkataannya karena yang ada fikiranku saat itu adalah masuk kamar dan tidur.

“Apa kau tidak mengingatnya?” Kyuhyun kembali bertanya padaku. Aku memandangnya aneh dengan wajah yang memerah. Tiba – tiba malu mengingat kejadian tadi malam.

“Apa kau mengajakku bercanda?”

“Ani. Aku serius.”

“Tidakkah terlalu cepat?”

“Tidak. Itu sudah menjadi keputusanku dan kau tidak boleh menolaknya. Kau harus belajar mencintaiku juga.”

“Mwo?!” Mataku membulat. “Ya! Keputusan macam apa itu?! Kita bahkan tidak membicarakannya bersama. Dan lagi yang kau katakan tadi malam itu bukan seperti sebuah keputusan tapi pernyataanmu!”

Dia hanya mengangkat bahunya acuh.

“Lalu, apa kau ingin bercerai dan menjadi janda?”

“Janda?”

“Ne.” Ia mengatakan itu dengan dua tangan yang terangkat ke atas membentuk tanda kutip. “Janda.”

“It- itu.. Tidak begitu juga.” Kataku ragu. Masa aku harus menjandi janda diusia muda? Apa kata dunia nanti?

“Terserah kau sajalah. Yang pasti keputusanku ini sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat!”

Ia pun beranjak dari duduknya.

“Sekarang aku mau bersiap – siap ke kantor. Kau juga bersiap – siaplah, tapi sebelumnya bereskan meja makan ini dulu.” Titahnya. Ia berjalan menghampirku dan…

Chu~

Mataku kembali membulat, kali ini lebar. Keningku! Namja itu mengecup keningku!

Aku menatapnya dengan wajah shock. Kulihat ia menyeringai dan kembali mendekatkan wajahnya padaku.

“Jadilah istri yang baik ne?” Bisiknya di telingaku.

Blush!

Bisikannya membuat kedua pipiku terasa panas. Ia hanya tertawa dan mengacak rambutku, sebelum akhirnya berjalan memasuki kamarnya.

“Haaaahhh!!!” Aku menarik nafas sebanyak – banyaknya begitu Kyuhyun masuk ke dalam kamarnya. Ia membuatku berhenti bernafas beberapa detik tadi. Aku memegang dadaku.

Deg! Deg! Deg!

Kenapa degub jantung ini lebih cepat dari biasanya?

___

 

Kyuhyun POV

Sebenarnya aku masih merasa malu untuk bertemu dengannya setelah kata – kata memalukan yang kuucapkan tadi malam. Aku jadi tak dapat tidur dengan nyenyak karena mengingat itu dan terbangun dengan cepat. Karena tak bisa tertidur lagi, kuputuskan untuk membuat sarapan. Rencananya aku akan menyingkir dari dapur setelah menyiapkan sarapan untuk kami. Tapi, ternyata ia bangun saat aku baru saja selesai memasak nasi goreng. Dan ia memandangku dengan wajah bodohnya itu, membuatku kesal.

Aku semakin kesal karena sepertinya ia tidak mengingat apa yang kuucapkan tadi malam? Jadi untuk apa aku berdebar semalaman hingga tak bisa tidur karena mengingat kejadian itu? Sepertinya ia harus kembali diingatkan akan apa yang kukatakan. Persetan dengan rasa malu! Toh, aku sudah bertekad untuk mencoba hidup bersamanya sebagai suami istri.

Dan lihatlah wajahnya memerah, sungguh lucu dan menggemaskan. Matanya terbelalak lucu dengan wajah yang terlihat tegang saat aku mengecup keningnya. Aku menyeringai saat ia menatapku dengan ekspresi shocknya. Kenapa aku jadi ingin menggodanya? Jadi kudekatkan kembali kepalaku tepat di telinganya dan berbisik padanya. Membuat wajahnya kembali memerah seperti goguma.

Aku tertawa geli sesaat setelah memasuki kamarku. Kupastikan ia menahan nafasnya tadi. Ternyata menggodanya sangat menyenangkan seperti ini. Kenapa tidak dari dulu saja kulakukan? Dari pada terus menerus bertengkar dan berdebat dengannya lebih menyenangkan untuk menggodanya.

___

 

Author POV

“Jinjja?? Kyaa! Chukae Shin hye-ah!!” Sooyoung berteriak senang, mengabaikan tatapan orang – orang yang menatapnya aneh. Bagaimana tidak? Ia sudah seperti orang gila yang berteriak sendirian tepat di koridor kampus yang penuh dengan mahasiswa yang berlalu – lalang di sekitarnya. Ia hanya memamerkan sebuah cengiran di wajahnya dan kembali focus pada benda persegi yang sedang digunakan berteleponan dengan Sunny dan Shin Hye.

Sooyoung tertawa dan sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya. Suara di ponsel itu begitu berisik karena perdebatan Sunny dan Shin Hye.

“Ya kalian berdua berhentilah berdebat, telingaku sakit mendengrnya. Shin Hye –ah, sekarang ceritakan padaku, bagaimana bisa kalian kembali bersama?” Suara yeoja itu terdengar menuntut. Ia berjalan dengan ekspresi serius mendengarkan. Dan tak lama wajahnya berubah cemberut.

“Ya! Sunny-ah! Kenapa aku harus bertanya pada Kyuhyun? Shireo! Aku tidak mau bertanya padanya!”

“Isshh! Ya sudah kalau kalian tidak mau menceritakannya padaku, aku tutup teleponnya!” Rajuknya dan segera mematikan ponselnya. Bibirnya mengerucut sebal.

Kenapa kedua temannya itu menyebut – nyebut nama Kyuhyun padahal ia tengah berusaha untuk melupakan namja itu. Ia jadi kembali mengingat apa yang dilakukan Kyuhyun tadi pagi saat mengantarnya ke kampus.

 

#Flashback

Sooyoung membuka seatbeltnya dan menggumamkan terima kasih pada Kyuhyun yang telah mengantarkannya. Ia masih belum berani menatap Kyuhyun langsung, karena jika menatap namja itu ia akan kembali teringat Kyuhyun yang mengecup keningnya dan membuat wajahnya merona malu.

Baru saja hendak membuka pintu, tiba –tiba saja Kyuhyun memanggil namanya, membuatnya menoleh. Ia memandang Kyuhyun beberapa detik sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan wajah memerah, menunggu apa yang ingin diucapkan oleh namja itu.

“Kau pulang jam berapa?” Tanya Kyuhyun.

Sooyoung mengerutkan keningnya. Entah kenapa akhir – akhir ini dia jadi sering mengerutkan kening. “Molla. Siang atau sore mungkin. Wae?” Ia balas bertanya.

“Nanti kujemput.”

“Untuk apa?” Tanya Sooyoung bingung. Kyuhyun mendengus.

“Apa perlu aku jelaskan lagi eoh? Kenapa otakmu lambat sekali!”

Sooyoung melotot tajam memandang Kyuhyun, kesal dengan perkataan namja itu. Enak saja mengatainya otak lambat.

”Tak perlu menjemputku! Aku bisa pulang sendiri!!” Cetusnya marah tanpa memandang Kyuhyun dan segera membuka pintu mobil. Namun gerakannya terhenti karena tangan Kyuhyun yang menahannya.

“Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara.”

Sooyoung menarik nafas, menahan kekesalannya dan berbalik menatap Kyuhyun dengan senyuman yang dibuat – buat. “Tuan Cho, bukankah kau sudah mengatakan apa yang hendak kau katakan dan aku pun sudah memberikan jawabanku? Apalagi yang kau mau dariku yang berotak lambat ini?”

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan pandangan menyelidik. “Kau marah eoh?”

“Apa perlu aku jawab?”

Jawaban Sooyoung membuat Kyuhyun tertawa dan mengacak rambut yeoja itu gemas. “Mian, aku tadi hanya kesal karena lagi – lagi kau tak mengingat apa yang kita bicarakan tadi pagi. Sebagai suami yang baik, aku hanya ingin menjemput istriku dan memastikannya sampai di rumah dengan selamat.”

Blush! Wajah Sooyoung kembali memerah mendengar apa yang diucapkan Kyuhyun dan melupakan kekesalannya seketika.

“A-aku tidak bisa.” Jawab Sooyoung gugup. “Pulang kuliah nanti, oppa yang menjemputku. Aku sudah janji untuk makan bersama mereka di luar.”

Kyuhyun menatanya dengan mata menyipit. “Oppa?”

“Ne.”

Kyuhyun mengangguk paham. “Eo, arasseo.”

“Kalau begitu aku masuk dulu, Kyuhyun-ssi.” Pamit Sooyoung.

Kyuhyun segera keluar dari dalam mobilnya, berlari memutar dan berhenti tepat di sisi mobil di mobil di mana Sooyoung duduk.Tangannya bergerak membuka pintu mobil untuk anaenya itu. Sooyoung terdiam cukup lama, menatapnya dengan ekspresi wajah yang terkejut. Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi itu.

“Kau tak ingin keluar eoh?”

“N-ne.” Sooyoung keluar dari mobil dengan terburu dan terbentur pintu karena berdiri terlalu cepat. Ia meringis memegangi kepalanya sementara Kyuhyun berusaha untuk tidak tertawa saat itu juga.

Kyuhyun mengangkat tangannya, ikut mengelus kepala Sooyoung yang terbentur tadi dan kembali mengacak rambut yeoja itu. “Makanya hati- hati.” Ucapnya.

“Ne.” Jawab Sooyoung pelan tanpa mengangkat wajahnya yang tertunduk menahan malu. Ia berjalan melewati Kyuhyun.

“Hei, kau tak melupakan sesuatu?” Sooyoung menghentikan langkahnya, berbalik menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya dan bingung, sambil berfikir apa ada barangnya yang tertinggal di dalam mobil Kyuhyun.

Kyuhyun menghampirinya dan berdiri tepat di depannya. “Kau melupakan sesuatu.”

Ia menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung dan chu~ mengecup bibir mungil milik Sooyoung sekilas. “Morning kiss untukku.” Bisiknya di telinga Sooyoung dan setelah itu melenggang santai menuju mobilnya.

Sooyoung masih berdiri mematung di tempatnya sampai beberapa menit setelah kepergian Kyuhyun. Tak lama matanya mengerjap beberapa kali dan sedetik kemudian mata bulat itu menjadi semakin bulat dan lebar. Lagi – lagi Kyuhyun menciumnya dan kali ini di bibirnya. Dan itu ciuman pertamanya!

“YA!” Sooyoung berteriak hendak memarahi Kyuhyun dan terdiam menyadari Kyuhyun sudah tak berada di sekitarnya lagi, hanya ada beberapa mahasiswa yang lewat di dekatnya menatapnya dengan pandangan aneh.

#Flashback End

 

“AAAA EOMMAAA!!” Sooyoung berteriak senyaring – nyaringnya, kesal mengingat kejadian pagi tadi.

Puk! Seseorang menyentuh pundak Sooyoung, membuatnya menoleh dengan mata melotot tajam. Membuat yeoja yang menepuk pundaknya berjengit ngeri.

“Ya! Tak perlu melototiku seperti itu.” Ujarnya takut – takut.

Sooyoung mengerjap dan memandang yeoja yang ternyata teman sekelasnya itu.

“Taeyeon-ah, heheh…” Sapanya dengan cengiran di wajahnya dan tangan yang mengusap satu sisi lehernya.

“Kau kenapa? Tadi berteriak senang seperti orang gila dan beberapa menit kemudian berteriak kesal seperti itu. Apa kau tidak malu diperhatikan seisi kampus eoh?”

Sooyoung kembali memamerkan cengirannya sebagai jawaban membuat Taeyeon menggelengkan kepalanya.

____

 

Donghae POV

Jam di tangan kiriku sudah menunjukkan pukul dua siang, itu artinya sudah hampir dua jam aku menunggu disini. Aku tidak tahu ia pulang jam berapa, jadi aku memutuskan untuk menunggunya disini, tak jauh gerbang kampusnya.

Sudah kuputuskan untuk menemui Sooyoung hari ini. Aku tidak ingin menjadi orang yang hanya menatapnya dari kejauhan tanpa ia ketahui. Sudah hampir enam tahun sejak saat itu dan aku harap ia masih mengenaliku setelah begitu lama kami tidak bertemu.

Ia melihatnya, ia berjalan bersama dua orang temannya dan berhenti di depan gerbang kampus. Salah satu temannya masuk ke dalam mobil yang berhenti di dekat mereka. Dan begitu mobil itu berjalan, aku melihat ia dan temannya yang satu lagi saling melambai dan berjalan berbeda arah. Kini ia berjalan sendiri menuju halte. Aku menjalankan mobilku pelan mengikutinya. Ia terus berjalan melewati halte dan terlihat memasuki  sebuah cafe yang tak jauh dari halte itu.

Segera kuparkirkan mobilku berniat menunggunya keluar dari café itu. Sepuluh menit kemudian ia berjalan keluar café sambil meminum minuman dari gelas plastik yang ada ditangannya. Aku menunggunya berjalan melewatiku dan begitu ia berada di dekat mobilku, aku segera keluar dari mobil menutup pintu dan membalik tubuhku tepat disaat ia benar – benar dekat denganku dan …

Bruk!

“Ahhh…!”

Bingo! Aku tersenyum dalam hati. Tepat seperti apa yang aku rencanakan.

___

 

Author POV

Seperti biasa Sooyoung selalu menyempatkan diri untuk pergi ke café dekat halte kampusnya untuk sekedar membeli minuman favoritnya yang akan ia minum saat perjalan pulang naik bus.

Dengan langkah ringan ia berjalan keluar cafe sambil sesekali menyeruput minuman dari gelas plastik yang ada di tangannya. Tak menyadari seorang namja di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan sedang mengamati setiap langkahnya. Ia juga tak menyadari ketika namja itu dengan cepat keluar dari mobilnya saat ia tengah berjalan di samping mobil. Dan tanpa bisa dicegah Sooyoung menabrak tubuh namja itu ketika namja itu berbalik.

“Ahh…!” Sooyoung berteriak kaget tak sengaja ia menabrak namja yang tiba – tiba muncul begitu saja di hadapannya. Sooyoung meringis mendapati gelas plastik berisi minuman yang ada di tangannya itu tumpah membasahi baju namja itu.

“Mi-mianhae, aku tidak sengaja.” Sooyoung membungkuk meminta maaf.

“Gwenchana,”

Suara itu, suara yang terasa begitu akrab di telinganya. Sooyoung menegakkan tubuhnya kembali dan terpaku saat menatap namja di hadapannya itu.

“Donghae oppa…” Suara Sooyoung nyaris seperti bisikan. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya, tak percaya jika yang dihadapannya ini adalah Donghae.

Donghae yang tadinya menunduk memandangi baju putihnya yang kii ternoda warna cokelat mengangkat kepalanya saat mendengar namanya disebut dan ia nampak terdiam memandangi Sooyoung.

“Youngie – ah,” Sama seperti Sooyoung, ia menyebut nama yeoja itu dengan suara yang nyaris seperti bisikan.

___

 

Sooyoung POV

Aku terus saja memandang Donghae oppa, seakan masih tak percaya jika memang dirinyalah yang sekarang ini duduk di sampingku. Saat ini kami berdua berada di sebuah restaurant Jepang. Tadi aku menemani Donghae oppa membeli baju sebagai ganti bajunya yang tadi tertumpah minumanku dan ia mengajakku kemari.

Ia hanya tersenyum melihatku yang terus memandangnya. Senyum yang mampu membuat para gadis terpesona.

“Kenapa memandangku terus? Apa aku terlalu tampan hingga membuatmu terpesona eoh?”

Aku balas tersenyum menanggapinya. “Aku hanya masih tak percaya bisa bertemu dengamu lagi oppa.”

“Percaya tak percaya, nyatanya kita memang bertemu lagi.”

Aku mengangguk. “Kemana oppa selama ini?” Tanyaku ingin tahu.

“Jepang.” Jawabnya singkat.

“Jadi selama ini oppa berada di sana? Dan kapan oppa kembali dari Jepang?”

“Beberapa minggu yang lalu.”

Aku memandangnya penasaran. “Kenapa oppa bisa ada di dekat kampusku?”

“Eo, tadi aku sedang meninjau lokasi di dekat kampusmu dan berniat makan di café tempat kita bertemu tadi.”

“Begitu.” Aku mengangguk – angguk paham. “Ahh, pasti Siwon dan Top oppa akan senang sekali jika tahu kau sudah kembali oppa.”

“Aku sudah bertemu dengan mereka.”

Mataku membulat. “Jinjjayo? Jadi oppa sudah bertemu dengan mereka? Kenapa mereka tidak memberitahuku? Jahat sekali!” Aku menggerutu kesal dengan wajah cemberut. Bisa – bisanya mereka tidak memberitahuku tentang Donghae oppa.

“Jangan salahkan mereka. Aku yang menyuruh mereka untuk tidak memberitahumu.” Jelas Donghae oppa yang langsung mendapat tatapan tajam dariku.

“Mwo?! Ya kau jahat sekali!” Aku cemberut memandangnya. Ia tertawa, tawa yang masih sama seperti dulu.

“Kau banyak berubah sekarang. Dulu seingatku kau masih anak SMP ingusan yang selalu mengekor di belakang kedua oppamu.”

Aku tertawa, merasa sedikit malu mengingat dulu. “Oppa kau masih ingat itu.”

Ia hanya tersenyum. “Apa saat ini kau bahagia?” Tanyanya tiba – tiba. Dan mata itu menatapku dengan tatapan yang entah mengapa kurasakan lain dari pada biasanya.

Aku bingung dengan pertanyaannya itu. Apa maksudnya apa aku bahagia bertemu dengannya? Sepertinya begitu.

“Jika yang kau maksud apa aku bahagia saat bertemu denganmu, tentu saja aku bahagia oppa. Kau tahu aku merindukanmu.” Jawabku tulus.

“Kau merindukanku?” Tanyanya lagi. Mendadak aku merasa aneh melihatnya. Pandangan matanya itu membuatku sedikit merasa takut. Dan saat ia kembali tersenyum, senyum itupun terlihat berbeda di mataku.

“Kau tahu? Sebenarnya aku ingin sekali membuat kedatanganku ini sebagai kejutan untukmu, tapi ternyata aku yang terkejut.” Aku memandangnya tak mengerti namun hanya diam, menunggu ia melanjutkan perkatannya.

“Sebenarnya yang aku maksud bukan tentang itu tapi tentang pernikahanmu. Apa kau bahagia saat ini?”

Aku cukup terkejut mendengar pertanyaannya. “Kau tahu?”

“Ya. Aku pun tahu kalau kau menikah bukan karena kehendakmu.”

“Oppa..”

“Apa kau bahagia?”

“Itu, aku..” Bingung, aku bingung harus menjawab apa. “Kami mencoba untuk belajar saling mencintai.”  Jawabku pada akhirnya. Kulihat wajah Donghae oppa yang cukup terkejut namun hanya beberapa detik. Ia menatapku, kali ini tanpa senyuman di wajahnya

“Kalau begitu baguslah.” Ucapnya. Aku hanya mengangguk, suasana di antara kami entah kenapa jadi terasa begitu berbeda.

___

 

Author POV

Sooyoung pulang bersamaan dengan Kyuhyun. Mereka bertemu di lobi apartement dan memasuki lift bersama. Suasana terasa begitu hening di dalam lift. Hanya ada mereka berdua disana. Sooyoung merasa aneh melihat Kyuhyun yang hanya diam saja. Tidak seperti sikap namja itu tadi padanya tadi pagi. Apa namja itu sengaja mengabaikan keberadaannya? Karena tadi ia jelas – jelas melihat Kyuhyun menatapnya sekilas saat mereka bertemu di lobi apartement.

“Jadi tadi kau makan di luar bersama oppamu?”

Sooyoung menoleh. Akhirnya Kyuhyun berbicara padanya juga meski namja itu sama sekali tidak memandang wajahnya saat bertanya.

“Ne.” Jawab Sooyoung.

“Oh!” Kyuhyun hanya menggumam singkat sebagai balasannya dan kini namja itu kembali diam. Wajahnya begitu datar, tidak seperti saat mengantar Sooyoung tadi pagi.

Begitu pintu lift terbuka Kyuhyun melangkah keluar, berjalan duluan tanpa memandang Sooyoung sama sekali.

“Ada apa dengan namja itu?” Tanya Sooyoung pada dirinya sendiri, heran dengan sikap Kyuhyun yang tiba – tiba saja berubah. Ia berjalan mengikuti Kyuhyun masuk ke dalam apartement.

Kyuhyun berjalan memasuki kamarnya begitu ia masuk ke dalam apartement. Sooyoung hanya diam memperhatikannya dan berjalan menuju dapur. Mengambil air minum di kulkas dan menuangkannya ke dalam gelas. Tak sampai berapa lama Kyuhyun keluar dari dalam kamarnya, berjalan cepat menuju dapur. Ia menatap Sooyoung yang sedang minum tanpa ekspresi.

“Eo, Kyu, mau minum?” Tawar Sooyoung. Kedua tangannya menggoyangkan gelas dan botol minuman yang ada di kedua tangannya. Kyuhyun tidak menanggapinya, ia  hanya diam sambil terus menatap Sooyoung. Membuat yeoja itu merasa risih dengan tatapan Kyuhyun yang seolah mengintimidasinya.

“Kau bersama siapa tadi?” Tiba – tiba Kyuhyun bertanya.

“Ne?” Sooyoung memandang Kyuhyun tak mengerti.

“Namja itu. Namja yang makan bersamamu dan mengantarmu pulang?”

“Mwo?!” Sooyoung membulatkan matanya kaget.

Kyuhyun berjalan ke arahnya dengan mata yang terus menatap Sooyoung. Begitu jarak tubuh Kyuhyun semakin dengannya, Sooyoung memundurkan tubuhnya hingga akhirnya membentur kulkas di belakangnya. Kyuhyun berhenti melangkah begitu jarak tubuhnya dan tubuh Sooyoung hampir menempel beberapa centi lagi. Kedua tangannya kini berada diantara kepala yeoja itu. Sooyoung menunduk tak berani memandang Kyuhyun.

“Kau bilang kau ada janji dengan oppamu dan yang aku lihat kau bukan bersama oppamu. Kenapa kau berbohong Choi Sooyoung?”

“Aku tidak berbohong. Dia memang oppaku.” Jawab Sooyoung takut – takut. Ia memang berbohong pada Kyuhyun saat mengatakan ada janji bersama oppanya, tapi itu dilakukannya untuk menghindari Kyuhyun yang ingin menjemputnya. Tapi ia hanya mengatakan oppa dan tidak menyebutkan nama. Dan siapa yang menduga jika ia bertemu Donghae. Lagipula ia juga sudah menganggap Donghae itu oppanya. Jadi menurutnya ia tidak berbohong sama sekali pada Kyuhyun.

“Kau fikir aku bodoh? Dia kekasihmu kan?”

“Mwo?” Sooyoung mengangkat wajahnya memandang Kyuhyun tajam, tak peduli lagi dengan wajah mereka yang begitu dekat.

“Kau fikir aku selingkuh eoh?!”

“Memangnya apa lagi? Sejak kapan kau memiliki tiga saudara laki – laki?! Dan lagi pula jika memang dia oppamu, aku tak pernah melihatnya saat acara pernikahan kita.”

“Tentu saja ia tidak ada karena ia menghilang sejak lama. Aku baru bertemu dengannya tadi. Dia dan aku memang tidak memiliki hubungan keluarga tapi aku sudah menganggapnya oppaku sendiri! Fikiranmu itu benar – benar buruk!” Sooyoung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya, menatap namja itu dengan wajah penuh emosi.

“Ya! Kenapa mendorongku?! Tentu saja aku berfikiran buruk, aku melihatmu makan bersama seorang namja dan bahkan namja itu mengantarmu pulang.”

Sooyoung menggertakkan giginya kesal. Namja dihadapannya ini membuatnya frustasi. Rasanya ingin sekali menjambak rambut namja di hadapannya ini.

“Baiklah, aku mengaku salah Cho Kyuhyun! Kau ini kenapa sih marah – marah seperti ini?”

“Kau tidak tahu?! Ya! Aku ini sedang belajar untuk cemburu!”

“Mwo?!” Sooyoung tercengang menatap Kyuhyun.

Kyuhyun diam, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Tidak kelihatan ya kalau aku sedang cemburu?”

Blush! Semburat merah mewarnai pipi chubby Sooyoung entah yang keberapa kalinya hari ini. Dan..

“SINTING!!”

TTAK! Kyuhyun mengaduh memegangi kepalanya yang terkena pukulan sementara sang pelaku pemukulan kabur begitu saja ke dalam kamarnya setelah meneriaki Kyuhyun dan memukulnya

___

 

Kyuhyun POV

Aku mengusap – usap kepalaku yang tadi dipukul Sooyoung. Yeoja itu kenapa kasar sekali? Sudah wajar kan aku bersikap seperti tadi padanya. Namja itu, ia bilang namja itu adalah oppanya meski mereka tak punya hubungan keluarga. Apa jangan – jangan namja itu adalah Lee Donghae? Bukankah Sunny pernah menceritakan padaku tentang namja itu. Satu – satunya namja yang pernah dekat dengan Sooyoung dan kedua oppanya tanpa embel – embel hubungan keluarga. Tadi Sooyoung mengatakan namja itu menghilang sejak lama, saat itu Sunny juga mengatakannya. Jadi aku cukup yakin jika namja itu adalah Lee Donghae.

Haah! Aku menjatuhkan tubuhku di shofa, melonggarkan dasiku yang tersa mencekik leher dan menarik nafas. Bahkan aku belum mengganti baju kerjaku. Mengambil remote dan menyalakan televisi. Entah kenapa aku merasa malas bahkan untuk sekedar beranjak ke kamarku mengganti baju.

Aku mengganti – ganti channel televisi dengan bosan. Tak ada tontonan yang menarik hatiku. Sesekali aku melirik ke arah kamar Sooyoung. Yeoja itu belum keluar sedari tadi oadahal ia ingin mengatakan sesuatu. Apa yang ia lakukan di dalam? Tidurkah atau jangan – jangan sedang berteleponan dengan namja itu?

Tepat saat aku berfikiran seperti itu, pintu kamar Sooyoung terdengar terbuka dan menampakkan dirinya. Yeoja itu berjalan kearah dapur tanpa menoleh sama sekali padaku. Tak lama aku mendengar bunyi kompor yang dinyalakan dan suara ribut lainnya di dapur sana.

“Kau sedang apa?” Aku bertanya dengan suara cukup nyaring yang aku yakin bisa di dengar olehnya. Tidak ada jawaban dari dapur sana.

“Ya! Choi Sooyoung!” Kali ini aku berteriak memanggilnya, sedikit kesal karena yeoja itu tak menjawabku sama sekali.

Tapi tak lama yeoja itu mucul dengan sebuah nampan yang berisi dua gelas minuman dengan asap mengepul di sekelilingnya.

“Aku sedang membuat cokelat panas. Kau mau? Jika tidak, aku akan menghabiskan semuanya.”

“Aku mau.” Kataku cepat. Dia tidak berkata apa – apa lagi, menghampiriku dan meletakkan salah satu gelas yang ada di nampan itu ke meja. Aku memperhatikan setiap gerak – geriknya itu.

“Namja tadi itu, apakah Lee Donghae?”

Yeoja itu tiba – tiba saja menghentikan gerakannya yang saat ini tengah bersiap berdiri. Ia menoleh cepat memandangku, sepertinya ia terkejut mendengar pertanyaanku tadi.

“Dari mana kau tahu?”

“Jadi benar itu Lee Donghae?” Tak menghiraukan pertanyaannya, aku malah kembali bertanya padanya. Ia menggangguk ragu seperti menunggu reaksiku.

“Cukup tampan. Apa dia itu cinta pertamamu?” Matanya membulat.

“Bukan! Aku hanya menganggapnya oppaku!” Bantahnya. Kemudian dia duduk di sampingku. Bersandar pada sofha dengan mata memandang ke arah televisi.

“Kau tahu dari mana tentang Donghae oppa?” Tanyanya tanpa menoleh.

“Seseorang memberitahuku.” Jawabku.

“Hm.” Ia menggumam sebagai balasan dan tidak bertanya lagi. Aku menoleh memandangnya.

“Kau tidak ingin tahu siapa yang sudah memberitahuku?”

Kulihat ia menggeleng. “Aku sudah tahu. Pasti Sunny, ia bilang kemarin bertemu denganmu dan hanya dia yang tahu tentang Donghae oppa selain kedua oppaku.”

“Eo.” Aku pun mengangguk paham. Hening diantara kami. Apa aku harus memberitahunya sekarang? Atau besok saja? Tapi lebih cepat lebih baik dari pada nanti.

“Soo..”

“Hmm,”

“Lusa aku akan pergi ke Jeju selama dua hari. Appa menyuruhku untuk menghadiri pertemuan bisnis di sana mewakilkan perusahaan.”

Ia memandangku dan menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti lalu kembali menonton televisi. Hanya seperti itu reaksinya? Aku menggertakkan gigiku kesal.

“Kau ini mendengarku atau tidak sih?”

Ia menoleh, memandangku datar. “Lusa kau akan pergi ke Jeju selama dua hari. Appamu menyuruhmu untuk menghadiri pertemuan bisnis disana sebagai perwakilan dari perusahaanmu. Lalu kenapa?”

Aku menyeringai. Ini saat yang kutunggu sejak tadi. “Kau ikut denganku.” Aku menatapnya menunggu reaksi. Ia terlihat menganggukkan kepalanya mengerti dan beberapa detik kemudian matanya membulat. Ia memandangku dengan mulut menganga.

“MWOYA?!”

___

 

Author POV

Choi Seung Won, appa Sooyoung, nampak termenung memandangi beberapa laporan pekerjaan yang ada di meja ruang kerjanya. Berkali – kali ia terlihat menarik nafas panjang sambil sesekali memijat keningnya. Raut wajahnya begitu serius, mengecek lembar demi lembar kertas yang kini berserakan di atas meja. Dan akhirnya ia berdiri, melangkah keluar ruang kerjanya dengan wajah lelah.

Ia mendapati Siwon yang sedang duduk di ruang keluarga sembari mengobrol di telepon. Tersenyum menatap anak sulungnya itu yang sepertinya sedang jatuh cinta. Ia kembali berjalan ke arah dapur dan bertemu dengan Top yang sedang makan di ruang makan. Tersenyum dan menganggukkan kepalanya saat putranya itu menawarinya makan. Ia menghampiri putranya itu dan duduk di sebelahnya.

“Appa baik – baik saja?” Tanya Top saat melihat wajah appanya yang terlihat begitu lelah.

“Appa hanya sedikit lelah.”

Tuan Choi memandang putranya itu. “Seunghyun – ah, lusa nanti akan ada pertemuan antar para pebisnis seluruh Korea Selatan di Jeju. Apa kau bisa datang kesana menggantikan appa? Ada hal yang harus appa urus disini karena itu appa tidak bisa pergi.”

“Tentu appa. Lagi pula aku juga masih lama kembali ke Amerika, aku akan membantumu sebisaku selama aku disini.” Tuan Choi tersenyum mendengar jawaban putranya itu.

“Apa yang sedang kalian bicarakan? Tadi aku mendengar kalian menyebut – nyebut pulau Jeju?” Tiba – tiba Siwon muncul di antara tuan Choi dan Top. Ia mengambil tempat di samping tuan Choi. Ia menatap khawatir saat melihat wajah tuan Choi yang terlihat lelah dan sedikit pucat.

“Appa baik – baik saja?” Tanyanya. Bukannya menjawab, Tuan Choi malah tertawa mengingat ini sudah dua kali ia menerima pertanyaan yang sama dari kedua putranya. Ia menyeka air matanya yang keluar akibat tertawa. Jika saja putrinya juga ada disini mungkin pertanyaan itu akan dilontarkan juga olehnya. Oh, mendadak pria tua itu merindukan putri kesayangannya itu. Ia menghela nafas berat dan akhirnya beranjak dari kursinya. Tersenyum pada Siwon yang masih menatap khawatir padanya.

“Appa baik – baik saja, hanya sedikit lelah.” Ia menepuk pundak putra sulungnya itu.

“Appa ingin kau menemani dongsaengmu lusa nanti. Kalian bicaralah berdua karena appa ingin istirahat sekarang.”

“Ye, appa.” Sahut kedua putranya bersamaan. Mereka terus saja memandang ke arah tuan Choi sampai lelaki tua itu sudah tak terlihat lagi.

Siwon memalingkan wajahnya memandang Top dengan pandangan ingin tahu begitu sang appa tidak lagi terlihat. “Apa yang dikatakan appa? Memang kau mau kemana hingga aku harus menemanimu eoh?” Tanyanya.

“Appa menyuruhku untuk menggantikannya ke pertemuan antar pebisnis di Jeju lusa nanti.” Jelas Top.

“Jinjja??” Mata Siwon terlihat berbinar. Top memandangnya aneh, tidak biasanya kakaknya terlihat sumringah seperti itu.

“Kau kenapa hyung?”

Siwon tersenyum begitu lebar dan merangkul bahu dongsaengnya itu lalu berbisik.

“Aku bisa bertemu dengan yeoja itu lagi di sana.”

Top menatapnya bingung tak mengerti. “Nuguya?”

“Im Yoona.”

-TBC-

Annyeong all🙂

FF ini aku baru selesaikan tadi dan langsung aku post. Aku udah capek buat ngedit lagi jadi maafin ya kalau ada typo bertebaran. *bow

Aku seneng banget sama respon kalian di part 6 kemarin. Ternyata masih ada yang mau baca FF ini, meskioun lebih banyak yang milih jadi pembaca yang ga keliatan aka Siders. Makasih banget buat kalian yang udah ninggalin coment dan likenya. Meskipun aku gag balas coment kalian tapi aku baca kok. Dan aku jadi makin semangat nulisnya karena coment kalian. Sekali lagi makasih🙂

Juga makasih banget buat miki yang udah mau buatin cover FF abal ini. Akhirnya bisa dipajang juga ya, meski tadi sempet gag bisa ngupload ni cover ke blog. -_-

Dan satu lagi, aku mau jawab pertanyaan Elisa, referensiku buat nulis? Hahah, jujur aku bingung jawab apa. Ya dari novel terjemahan, lokal, komik, majalah, film dan lain – lain. Semuanya aja yang bisa dibaca kalau aku bahkan dari kehidupan sehari – hari juga bisa😀

Oke tanpa banya basa basi lagi, aku undur diri (?) sampai ketemu di part selanjutnya. RCL ya knight yang baik. Thank’s😉

63 thoughts on “Marry You?! [Part 7]

  1. Rizky NOviri says:

    haha..
    kyu kyu punya mainan baru.. seneng bgt kykna godain soo.. haha😀

    daebakk chingu lanjuuuttt

  2. meetha says:

    kyu bener2 belajar menjadi suami yang baik untuk soo🙂
    semoga donghae ga ngerusak hubungannya kyuyoung

    next part ditunggu ^.^

  3. kyuusoo says:

    kyuppa lucu banget, cemburu aja d pelajarin hehehe
    jadi wonppa suka sama yoona ni??
    bakal gimana ya kyuyoung d jeju nanti, d tunggu next part🙂

  4. limminyoung says:

    hahahaha.. kyu sedang belajar untuk cemburu?? emang cemburu harus belajar dulu ya kyu?? ada ada aja…
    lanjuuut

  5. Ola says:

    Siwon suka dgn Yoona #oh no😀
    Dan berharap Soo bkal ikut Kyu jdi Hae gk bsa macem” -_-😀
    Semangat yh … Ditunggu next nya🙂

  6. liaaaa says:

    kemungkinan besar next part choi siblings, kyuhyun, yoona, donghae bakal ketemu nih di jeju..
    tumben bgt pairingnya siwon bkn tiffany chingu??

  7. ByunsosterELF says:

    huwa,suami gue,pangeran ikan gue,knp hrus jdi org ktga kan ksian thor#poormyhusband
    jebal,jgn sksa suamiku(?)#dicincangelfishy

    ugh,suka bgt ama krakter kyuyoung dsni,bkin greget gmna gtu😉
    daebak deh pkoknya

    oke,next jgn lm2 ne!! Fighting thor😀

  8. Youngra park says:

    Woy krenn kyuyoung sdh bljr mencintai kyuppa sweet aku takut sma rencana donghae oppa bwt rebut sooeoni dri kyuppa next part thor jng lma2

  9. aina fitria says:

    Hahahahhahahahs
    aku g bisa nahan ketawa pas kyu bilang lg belajar cemburu
    kok cemburu belajar dulu,itu kan terjadi alami ketika pasangan kita terlihat bersama yg lain
    kyuppa lucuuuuuuuu….
    smg walaupun ada kemunculan donghae itu g kan mengganggu hubungan kyu soo…

  10. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA akhirnya muncul juga ^-^ adoh itu cover abal akhirnya dipajang juga wakakakakaka
    Doh part yang ini bikin gemes >w< next partnya lebih gokil yak eonn hahahahahaa

  11. Delvia Marcelinna says:

    ahhh, mereka berdua lucu banget!! apalagi waktu soo eonnie yg pipinya berubah jadi goguma atau apa tadi lupa wkwk😀 kyaa~ perempuan yang dimaksud siwon oppa itu yoona? kenapa bisa eoh? tapi aku udah ngga sabar mau tau konfliknya kaya gimana.
    ffnya jjang chingu!! daebak!!😀 aku tunggu ya lanjutannya. jangan lama-lama ne? hehe gomawoyo chingu ^^

  12. aigoo kyuhyun oppa udh mulai bljr utk mncintai soo eon hehe, soo eon ayo dong mulai bljr utk mncintai kyu oppa, disini donghae msh keliatan biasa2 aja ya, smoga next part donghae ga terlalu ganggu kyuyoung. ah ffmu keren bgt chingu, seneng bacanya🙂 next part ditunggu

  13. iis mulyati says:

    Kyuhyun so sweet bgt skrng kyaaa>< Tinggal nunggu soo nya luluh nih. Btw nih bagus bgt poster ff nya eonni, semakin mendukung ceritanya hhe. Ditunggu ne part selanjutnya jgm lama2 hwaiting!^^

  14. donghae udah nyerah kah untuk mencintai syoo ? semoga aja iya biar hae gk ganggu hubungan kyuyoung !!
    kirain si kyu bener cemburu gk tau’a cuma pura2😐
    next ya ditunggu ..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s