[Series] Oh.. Ma Boy Part 5

oh my boy poster

 

Title                       : [Series] Oh…Ma Boy part 5

Lenght                  : Series

Rating                   : PG-16

Genre                   : Romance, Sad, Family

Author                  : Anins Cho @salsabilanins

Cast                       : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other Cast          : Lee Donghae, Seo Joo Hyun

Note                      : Annyeong readers^^ Balik lagi ya sama ff gadanta ini hahahahaha. Gajadi aku protect because ya gapapalah amal ya readers. Maaf kalo ceritanya ngecewain, maaf kalo ada typo juga. Enjoy! Happy reading…………………..

 

Author POV

“Pagi Sooyoung-ah…” senyum itu kembali hadir di hadapan Choi Sooyoung. Bagaimana tidak? Kyuhyun berdiri dengan tampannya menyambut pagi manis untuk sang yeojanya.

“Oppa sudah pulang dari Jeju? Apa oppa kembali bersama Seohyun? Dimana dia sekarang?” Senyum Kyuhyun sirna ketika mendengar nama ‘Seohyun’ yang menurutnya adalah perusak hubungannya dengan Sooyoung.

“Aku tak pulang bersamanya. Kita beda keberangkatan.” Kyuhyun membuka gorden kamar Sooyoung dan sinar matahari nampak dengan cerahnya. “Ayo cepat bersiap ke sekolah. Aku akan mengantarmu Soo.” Kyuhyun mengecup sekilas kening Sooyoung yang membuat wajah Sooyoung memerah. Kyuhyun pun langsung keluar kamar Sooyoung dan menuju ke bawah.

**

Sooyoung nampak sudah siap dengan semuanya. Ia turun ke bawah untuk sarapan dan berangkat ke sekolahnya. Terlihatlah di meja makan sudah hadir Appa dan eommanya.

“Ceria sekali kau pagi ini Soo.” sapa eommanya sambil meneguk segelas susu.

“Ah tidak juga.” jawab Sooyoung pelan sambil tak henti tersenyum.

“Soo-ah, mulai sekarang kau tidak boleh banyak bermain. Ingat, beberapa bulan lagi kau akan ujian. Appa tak ingin kau gagal.” nasihat appanya masih dengan nada dingin.

“Ne appa.”

“Dan juga, mulai sekarang jangan terlalu dekat dengan Kyuhyun. Dia adalah bodyguard dan oppamu. Ingat.” Senyum Sooyoung memudar.

“Kumohon tolong jangan bahas masalah itu lagi appa. Aku lelah jika akan berujung dengan pertengkaran. Aku berangkat.” Sooyoung meneguk segelas susunya dan berlari pergi menuju mobilnya.

“Kau terlalu keras padanya.” ucap eomma Sooyoung. Tuan Choi hanya berdeham pelan dan kembali melanjutkan makannya.

**

Suasana di kelas masih nampak sepi. Terlihat baru beberapa murid yang berdatangan. Seseorang menepuk pundak Sooyoung pelan. “Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah sembuh?” Seohyun duduk di samping Sooyoung dan memberikan senyuman manisnya. “Ne. Aku sangat merindukanmu Seo.” Sooyoung merengkuh erat sahabatnya seakan tak bertemu bertahun-tahun lamanya.

“Kyuhyun oppa…bagaimana kabarnya Soo?” perkataan Seohyun sukses membuat Sooyoung terdiam dan melepaskan pelukannya. Sooyoung gugup ingin menjawab apa.

“Baik-baik saja Seo. Kau tak perlu mencemaskannya.”

“Dia marah besar padaku waktu itu. Bahkan ia membentakku dan pergi begitu saja meninggalkanku sendirian.” cerita Seohyun sambil menunduk. Sooyoung nampak merasa bersalah.

“Mianhae, ini semua pasti karna ulahku.”

“Sungguh bukan karena kau. Memang mungkin aku yang terlalu berharap padanya.”

“Tidak Seo. Aku akan berusaha untuk membuatnya menyukaimu.” ucap Sooyoung tersenyum miris.

**

“Dimana dia? Kenapa dia lama sekali?” Kyuhyun terus melirik arloji casio miliknya sambil menggerutu tak jelas menunggu kehadiran Sooyoung. Kini pandangannya tertuju pada yeoja cantik dengan seorang yeoja di sebelahnya.

“Kenapa lama sekali? Apa kau tak tau, aku sudah menunggumu satu jam dan kau tak kunjung datang.” omel Kyuhyun sembari mengacak pelan rambut Sooyoung. Lantas saja Sooyoung menghentikan aksi Kyuhyun karna melihat tatapan miris sahabatnya, Seohyun.

“Oppa, ayo ikut aku.” Sooyoung menarik tangan Kyuhyun pelan dan mengisyaratkan Seohyun untuk tetap berdiri disitu sembari menunggunya selesai berbicara dengan Kyuhyun.

“Lakukan permintaanku sekarang.” pinta Sooyoung. Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Permintaanmu? Yang mana Soo?”

“Jadika Seohyun yeojachingumu juga.” DEG…..ucapan tadi sama saja Sooyoung menyuruh Kyuhyun jatuh kedalam jurang yang terjal.

“Tidak.” jawab Kyuhyun datar.

“Oppa….”

“Tidak Soo. Hati tak semudah yang kau bayangkan. Hatiku bukan permainan, aku bukan lelaki hidung belang yang dapat memainkan hati yeoja dengan mudahnya. Jangan paksa aku untuk lebih menyakiti sahabatmu. Kau tau? Jika aku mengencaninya, sama saja aku menyakitinya. Menyakiti hatinya.” Kyuhyun beranjak pergi dan masuk kedalam mobil.

Tes…..Air mata itu kembali menetes dari pelupuk mata Sooyoung. Ia tak menyangka jika akan sesulit ini. Memang Kyuhyun tak salah berbicara seperti itu, tapi Sooyoung juga tak ingin sahabatnya kecewa padanya.

Sooyoung kembali ke hadapan Seohyun. Seohyun memandangnya bingung.

“Maafkan aku….sungguh maafkan aku….”

“Kau kenapa Soo?”

“Kami berpacaran.” Kyuhyun tiba tiba datang dan menggenggam erat tangan Sooyoung. Air mata tak terbendung lagi dan Seohyun hanya bisa menatap nanar pasangan ini.

“Apa kalian bergurau?”

“Kumohon, hentikan semua ini Soo. Kau Seohyun, tolong. Hilangkan jauh-jauh perasaanmu padaku karna kini aku dan Sooyoung, kami berkencan. Hilangkan pikiranmu bahwa aku akan meninggalkan Sooyoung. Tidak sama sekali. Aku akan tetap bersamanya sampai kapanpun.” Kyuhyun menarik kasar tangan Sooyoung dan membawa Sooyoung masuk kedalam mobil. Seohyun kembali terisak.

“Kau sungguh munafik dan jahat Soo. Kau tega menyembunyikannya dariku. Sahabat? Itukah yang kau anggap sahabat?”

**

Di dalam mobil hanya tercipta keheningan. Tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Kyuhyun terfokus pada jalanan di hadapannya dan Sooyoung sibuk mengamati pemandangan diluar jendela.

“Apa kau marah padaku? Karna aku mengatakan semuanya?” Kyuhyun membuka percakapan.

Sooyoung diam, tak berminat menjawab pertanyaan Kyuhyun dan tetap memandang kosong kearah luar jendela.

“Mianhae…aku tak tau kau akan semarah ini.” Sooyoung kembali terdiam.

**

Mereka sampai di rumah Sooyoung. Dengan langkah cepat Sooyoung keluar dari mobil dan tergesa gesa memasuki area rumahnya. Saat membuka pintu, ia terkejut dengan kehadiran Donghae disana.

“Donghae oppa…” sapanya.

“Bagaimana kabarmu? Aku kemari untuk…” Donghae menyadari kehadiran Kyuhyun di belakang Sooyoung dan kembali melanjutkan ucapannya seraya tersenyum.

“Jalan-jalan. Kau mau?”

“Umm…baiklah. Aku akan berganti pakaian. Oppa tunggu sebentar disini.”

Sooyoung melangkah menuju kamarnya. Kyuhyun nampak memberikan tatapan tajam pada Donghae namun Donghae hanya membalasnya datar.

**

“Kau mau kemana? Bersama laki-laki itu?” Kyuhyun menerobos masuk kedalam kamar Sooyoung dan memperhatikan sarkastik wanita yang kini sedang memoles wajahnya didepan cermin.

“Laki-laki yang oppa sebut itu memiliki nama. Namanya Lee Donghae.” jawab Sooyoung dingin.

“Soo kenapa kau melampiaskan kemarahanmu dengan cara seperti ini? Apa kau tak pikir bahwa aku tersiksa kau dekat dengannya?”

“OPPA! Apa oppa juga tak tau bahwa aku tersiksa karna ulah oppa tadi?” bentak Sooyoung. Kyuhyun terdiam sejenak. Ia berlutut di hadapan Sooyoung dan mengenggam tangan mungil yeoja itu.

“Mianhae Soo-ah. Maksudku bukan untuk membuat hubunganmu dengan Seohyun menjadi jauh, aku hanya ingin mempertegas hubungan kita. Aku ingin ia menyadari bahwa tak seharusnya ia menyukai pria sepertiku. Kumohon mengertilah, aku hanya ingin dianggap olehmu bahwa aku adalah namjachingumu.” Mata Kyuhyun mulai berair, semakin membuat Sooyoung tak tega. Perlahan Sooyoung mengelus puncak kepala Kyuhyun dan mengangkat dagu Kyuhyun. Tatapan mereka bertemu.

“Mianhae oppa. Aku memang bukan yeoja yang baik untukmu. Mungkin kau benar bahwa kita sama-sama terluka dengan hubungan ini. Apa harus kita hentikan saja?”

“Tidak. Jangan bicara omong kosong Soo-ah…”

“Tapi, untuk apa dipertahankan jika menyakitkan satu sama lain?”

“Kau percaya jika kedua pasangan mempunyai niat tulus mempertahankan cinta mereka, maka hubungan itu akan selalu terjaga? Bisakah kita dengan ikhlas mempertahankan hubungan kita? Aku yakin akan ada jalan yang terbaik untuk kita. Percayalah.” Kyuhyun memeluk Sooyoung erat.

**

Sooyoung POV

Aku kembali turun menemui Donghae oppa. Sepertinya dia menunggu lama. Aku sudah meminta izin pada Kyuhyun oppa untuk berjalan keluar sebentar dengan Donghae oppa. Toh, kami tak akan melakukan hal macam-macam. Aku hanya tak enak untuk menolak ajakan Donghae oppa.

“Sudah siap?” tanyanya sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk pelan.

Sepanjang perjalanan, aku terus memikirkan perkataan Kyuhyun oppa tadi. Apa mungkin kami harus mengakui hubungan kami yang sebenarnya pada eomma dan appa? Apa mereka akan merestui hubungan kami?

“Kenapa kau terlihat memikirkan sesuatu? Apa ada masalah Soo?” Aku tersentak namun dengan segera memulihkan pikiranku.

“Anieyo oppa. Tak ada apa apa.”

“Jika ada masalah katakan saja padaku. Mungkin aku dapat membantumu.” Aku tak menggubris ucapannya dan kembali memusatkan seluruh perhatianku terhadap ucapan Kyuhyun oppa tadi.

**

Kami sampai di sebuah pusat perbelanjaan Seoul. Aku tak mengerti mengapa Donghae oppa mengajakku kemari. Dia bahkan membawaku ke sebuah restauran mewah di dalam pusat perbelanjaan ini.

“Duduklah. Kau mau pesan apa?” Aku membolak-balik menu dan pandanganku tertuju pada fettuchini.

“Fettuchini Barbeque saja oppa.” Donghae oppa terlihat membisikkan sesuatu kepada pelayan dan pelayan itupun pergi. Suasana di restauran ini nampak sepi. Hanya beberapa orang saja yang terlihat menikmati hidangan.

Beberapa menit kemudian pelayan itu datang membawa 2 porsi fettuchini dan 2 gelas lemon tea. Dengan senyum mengembang aku menyantap fettuchini tersebut tanpa memedulikan tatapan Donghae oppa padaku.

“Kau suka?” Aku mengangguk pelan namun kenapa seperti ada batu didalam makananku?

“Uhuk…ige mwoya?” Aku ternganga melihat sebuah cincin yang keluar dari mulutku.

“Oppa….ige mwoya?” Sekali lagi aku menekankan namun Donghae oppa justru berlutut dan memandangku penuh senyum.

“Choi Sooyoung….bertunanganlah denganku…” DEG….Apa ini? Bagaimana mungkin ia bisa berbicara seperti itu dengan mudahnya?

“Oppa…apa kau tak salah bicara?”

“Tidak. Aku menyukaimu Sooyoung-ah. Sejak pertemuan pertama kita. Bahkan kedua orangtua kita telah menjodohkan kita.” Tidak. Tak bisa. Aku tak mencintai Donghae oppa. Dia hanya kuanggap tak lebih sebagai oppaku saja.

“Oppa tapi…aku…”

“Kau tak perlu jawab sekarang. Lagipula aku tau, kau masih harus fokus dengan ujian akhirmu. Aku akan meminta jawabanmu ketika hari kelulusanmu tiba.” Dia mengecup keningku sekilas dan kembali melanjutkan makannya.

Aku mencelos dengan semua sikapnya hari ini. Sungguh, bahkan aku sangat terlihat seperti seorang gadis idiot. Aku termenung dengan kenyataan pahit yang harus kuterima. Kenapa segala jalanku bersama Kyuhyun oppa harus terhenti sedangkan pada Donghae oppa semua terasa lancar-lancar saja? Apa ini sudah jalan tuhan untuk membuka kembali mataku? Tidak. Aku tak boleh berpikiran bodoh seperti ini.

**

Kyuhyun POV

Kupandangi terus arloji di tanganku. Ini sudah pukul 9 malam namun Sooyoung belum kunjung pulang bersama lelaki itu.

“Sedang apa Kyuhyun-ah?” Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundakku, aku menoleh dan mendapati nyonya Choi disana.

“Anieyo nyonya. Hanya menunggu Sooyoung pulang.”

Nyonya Choi berdiri di sampingku sambil melihat kedepan lurus tanpa menoleh kearahku. Aku semakin tak enak berdiri disini, takut-takut aku melakukan kesalahan dan ia ingin memberiku hukuman.

“Jangan tegang seperti itu. Aku takkan memangsamu Kyu-ah.” ujarnya terkikik pelan. Aku hanya membalas dengan senyuman kecil.

“Bagaimana hubunganmu dengan Sooyoung?” Mwo? Mengapa ia menanyakan itu?

“Maksud nyonya?”

“Aku sudah mengetahui semuanya. Kalian berkencan kan?”

“Ti…tidak begitu nyonya.” gugupku. Aku takut ini akan menjadi masalah nantinya.

“Aku mendukung kalian.” ucapannya barusan sukses membuatku menganga kaget.

“Bagaimana mungkin nyonya mendukung kami? Bukankah nyonya dan tuan sudah menjodohkan nona dengan tuan Donghae?”

“Itu hanya menurut appa nya Sooyoung saja. Aku tak begitu tertarik dengan Lee Donghae. Kurasa Sooyoung lebih tulus mencintaimu dan kalian memang pantas bersama. Sudah tak perlu kau pikirkan masalah perjodohan itu.”

“Ne nyonya.” Dia menepuk pundakku lalu berlalu pergi sambil tersenyum memberi isyarat namun aku tak tau apa itu.

Baiklah dengan ucapan nyonya Choi tadi sudah membuat hatiku sedikit lega karna ada yang mendukung hubunganku dengan Sooyoung. Setidaknya hubungan kami ini memang tidak salah.

“Sooyoung-ah..bangunlah…” Kudengar suara namja yang sedikit kukenal. Aku menoleh dan mendapati Donghae sedang…Apa yang dia lakukan?

“Donghae-ssi?” Dia menoleh dan menatapku datar. Kulihat Sooyoung tertidur di dalam mobil.

“Biar aku saja yang membawa nona masuk.” Belum sampai aku membuka pintu mobil, ia menarik lenganku kasar dan buru-buru membuka pintu mobilnya sendiri. Kulihat ia melepaskan seat-belt dan berusaha menggendong Sooyoung. Apa-apaan dia sebenarnya hah?

“Biar aku saja. Toh aku yang tadi sehabis menghabiskan waktu dengannya. Kau menyingkirlah.”

Ia berjalan membawa Sooyoung kedalam. Kenapa sesakit ini saat melihat yeojamu dibawa pergi oleh namja lain?

**

Author POV

“Aku ingin bicara padamu.” Kyuhyun menghentikan langkah Donghae.

“Bicara saja.” balas Donghae dingin.

“Apa kau mengetahui tentang penculikan Sooyoung waktu itu?” Mata Donghae membulat mendengar pertanyaan Kyuhyun namun sedetik kemudian ia kembali tenang.

“Tidak.”

“Geojitmal.”

“Sungguh.”

“LS Corp adalah orang dibalik penculikan Sooyoung.”

“Tidak mungkin.”

“Bagaimana tidak mungkin? Aku bisa saja memberikan bukti itu pada Sajangnim. Dan kau, kuyakin LS Corp akan hancur dalam sekejap.” murka Kyuhyun berapi-api.

“Kau pikir hanya dengan omong kosong dan insiden itu perusahaan ayahku akan bangkrut? Hey Cho Kyuhyun, Choi Corp sangat bergantung pada LS Corp. Dia tak akan pernah bisa melepaskan tali dengan LS Corp. Jika sekali ia mencoba lepas, kuyakin ia tak akan selamat.” tutur Donghae dingin namun seakan menekankan segala ucapannya.

Kyuhyun diam tak menanggapi. Ia masih mencerna semua perkataan Donghae tadi. Penuturan tadi seakan mencekam dan sangat membuat Kyuhyun takut akan terjadi sesuatu pada keluarga Choi.

Kyuhyun pergi meninggalkan Donghae dan menuju kamar Sooyoung.

Setiba di kamar Sooyoung, ia menyelimuti yeoja itu dan mengelus pelan pipi bulat Sooyoung seakan menyiratkan sesuatu, rasa cintanya yang besar pada yeojanya.

“Aku akan selalu bersamamu, melindungimu dan menjagamu. Walau harus mempertaruhkan semuanya, termasuk nyawaku sekalipun Soo-ah…”

**

Kini tiba hari ujian akhir untuk Sooyoung. Gadis itu terlihat tegang dan peluh terus bercucuran di dahinya.

“Jangan tegang seperti itu. Kau terlihat seperti marmut kecil yang sangat jelek.” goda Kyuhyun. PLETAK!

“Appo…” ringis Kyuhyun karena sebuah jitakan mendarat di kepalanya.

“Yak! Harusnya kau memberiku semangat! Bukan ledekan Cho Kyuhyun!” kesal Sooyoung lalu menolehkan kepalanya ke jendela.

“Mianhae chagi…aku hanya ingin memberimu semangat.” Kyuhyun menarik jemari Sooyoung dan menautkan jarinya di sela jari Sooyoung. Tak dapat dipungkiri, semburat merah muncul di wajah Sooyoung.

Mereka sampai di depan gerbang sekolah. Tampak beberapa orangtua datang dan mengantar anak-anak mereka untuk memberi semangat menghadapi ujian akhir ini. Sooyoung sedikit cemberut melihat pemandangan itu. Eomma dan appanya sibuk dengan pekerjaan mereka. Mungkin terdengar klise dan sangat kecil tapi perhatian seperti itu sangat Sooyoung butuhkan.

“Ada aku disini yang selalu mendukungmu. Jangan berpikiran yang aneh-aneh. Pikirkan dan fokuskan semuanya pada ujianmu.” Kyuhyun berusaha menghentikan lamunan Sooyoung. Kyuhyun menarik wajah Sooyoung dan menangkup pipi Sooyoung. Tatapan mereka bertemu.

“Ingat. Jika kau tegang, ingatlah satu hal ini. Aku adalah Choi Sooyoung. Aku adalah anak kebanggaan eomma dan appaku. Aku harus membuat mereka bangga padaku dan aku mencintai mereka. Aku akan lulus dengan nilai terbaik.” ucap Kyuhyun lembut. Sooyoung hampir menitikkan air matanya namun dengan segera Kyuhyun mengecup kening Sooyoung dalam.

“Selamat berjuang Choi Sooyoung! Aku mencintaimu…” CHU~ Morning kiss? Yap, mungkin itu sekedar hadiah kecil yang Kyuhyun berikan untuk Sooyoung agar Sooyoung bersemangat.

“Oppa…nado saranghae…” balas Sooyoung malu-malu dan pergi menuju kelasnya.

**

Sooyoung POV

Aku telah selesai mengerjakan semua soal di hadapanku. Kuharap hasilnya akan memuaskan dan akan membuat eomma dan appa bangga. Semoga.

“Sooyoung-ah!” seseorang memanggilku dan mendekatiku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Seohyun berdiri di hadapanku.

“Seo! Aku merindukanmu!” Kurengkuh tubuh sahabatku namun entah kenapa ia menepis tanganku dan menatapku garang.

“Berhenti bersandiwara. Aku….membencimu! Aku hanya ingin memberikan ini! Semua kenangan kita yang tersimpan disini. Aku begitu muak, jadi kau bawa saja!” Seohyun berlari kencang meninggalkanku dengan kotak kenangan kami.

“Hiks…segitu bencinya kah kau denganku? Apa aku terlalu jahat padamu sampai kau tega membuang semua kenangan persahabatan kita?” Kuambil dengan lunglai kotak kenangan itu dan beranjak pergi.

Di dalam mobil aku hanya memandang lesu jalanan. Fikiranku masih tetap tertuju pada sikap Seohyun tadi.

“Apa itu Soo? Apa itu kotak hadiah?” tanya Kyuhyun oppa.

“Bukan..”

“Lantas?”

“Kotak kenanganku bersama Seohyun.” Kyuhyun oppa terdiam. Ia mungkin tak berniat melanjutkan perkataanku.

“Aku berniat mengatakan hubungan kita dengan orangtuamu. Sudah seharusnya mereka tahu Soo. Bahkan nyonya Choi sudah mengetahuinya dan merestui hubungan kita.” Andwae! Dengan Seohyun tahu saja sudah membuat masalah besar, bagaimana jika appa tau dan memecat Kyuhyun oppa?

“Oppa…aku tersiksa dengan semua ini. Apa perlu kita hentikan saja semuanya? Aku lelah. Sangat lelah.” lontaran perkataan tadi membuat mobil kami terhenti di pinggir jalan. Kyuhyun oppa nampak menahan amarahnya dan tangannya mengepal kuat.

“Setelah semua yang kuperjuangkan, inikah akhir untukku? Sebuah harapan sia sia?” Aku menunduk. Aku semakin bingung harus berbuat apa. Hubungan kami terlalu banyak tentangan dan rintangan. Seakan jalan selalu tak mulus.

“Aku hanya tak ingin berpisah denganmu. Aku hanya ingin terus bersamamu. Bagaimana jika appa tau hubungan kita dan memecat oppa?”

“Hentikan. Jika kau memang ingin mengakhiri semuanya, kita akhiri sekarang juga.” Tes…..air mata sukses meluncur begitu ia mengucapkan sederet kalimat menyakitkan itu.

“Oppa…”

“Ini kan yang kau inginkan? Baiklah. Selama ini memang benar bahwa seorang budak tak akan pernah pantas bersanding dengan putri. Aku hanya seorang budak yang mengharap cinta darimu. Aku terlalu tak pantas. Maaf Sooyoung-ah.” Tatapan dalamnya bisa kurasakan, begitupun kesakitannya.

“Oppa…bukan begitu maksudku…”

Dia mulai melajukan mobil dengan kencang tanpa menghiraukan perkataanku tadi.

Sesampainya di rumah ia tak berkata apapun dan iapun terkesan menjauhkan dirinya dariku. Aku sangat bingung dengan situasi kali ini. Ya…aku memang menginginkan ini tapi aku juga tak ingin jauh darinya.

**

Author POV

Kini hari kelulusan Sooyoung tiba. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju papan mading tempat pengumuman kelulusan itu berlangsung. Ia mulai mencari namanya di papan dengan telunjuknya. Dan….di urutan ke 20 namanya tercantum. “Hwaaaaa aku peringkat 20!!! Eomma dan appa pasti akan bangga karna baru kali ini aku mendapat peringkat!” ucapnya sambil berjingkrak senang.

“Chukkaeyo.” Sapaan tadi membuat Sooyoung limbung dan kaget melihat Donghae hadir di belakangnya.

“Hati-hati….”

“Oppa kenapa bisa ada disini?”

“Aku menunggumu. Bukankah kau harus menepati janjimu?”

“Janji? Janji apa?”

“Ikut aku.”

Donghae mengajak Sooyoung ke sebuah cafe di dekat sekolah. Sambil menyeruput limun Sooyoung terus berbincang dengan Donghae.

“Mengenai janji…..bagaimana jawabanmu tentang bertunangan denganku? Bukankah saatnya sudah tepat?”

Sooyoung nampak linglung. Hatinya tetap masih milik Cho Kyuhyun dan mungkin belum bisa digantikan. Tapi ia tak ingin menyakiti namja di hadapannya.

“Baiklah….aku bersedia.” jawab Sooyoung sambil menunduk. Donghae tersenyum senang dan memeluk erat Sooyoung.

**

“Bagus…dekati dia dengan begitu kita akan dengan mudah merebut Choi Corp.”

“Tapi appa…aku tak tega jika menyakiti Sooyoung.”

“Aku sudah memperingatkan untuk tak jatuh cinta saat kau tengah menjalankan perintahku!”

“Appa…Sooyoung wanita yang sangat baik.”

“Tidak. Ia sama saja dengan wanita jalang lainnya. Ingat! Kakakmu meninggal karena Choi Jungnam, ayah dari Choi Sooyoung! Dan aku tak akan membiarkan ia hidup tenang dalam kedamaian.”

TBC

Haihaiiiiiii sekian dulu untuk part 5 nya. Next part penasaran kan? Don’t be silent readers;) Tinggalkan komentar walau hanya sedikit saja untuk meninggalkan jejak karna aku berusaha keras menyelesaikan fanfic ini dengan baik. Gamsahamnida^^

 

39 thoughts on “[Series] Oh.. Ma Boy Part 5

  1. liza says:

    Ya ampun kenapa bisa choi ajjusi bunuh kakak donghae apa alasannya coba dan juga kenapa choi ajjusi gak bisa nerima hubungan kyuyoung? Soal kasta? Oh ayolah ajjusi ini abad 21 bkn bkl victoria yg masih mengenal kasta

    Keep writing nde Ajja! Ajja! Ajja next part ditunggu

  2. sari says:

    Huaaaaa kyuyoung berantem, semoga aja kyu oppa bisa nyelametin Choi corp sama soo onni, donghae appa jahat bgt mau balas dendam. Next thor

  3. Youngra park says:

    Wow krenn bgts ff smkin bnyk rintang bwt hubnganx kyuyoung kasian kyuppa ayah donghae oppa jahat sooeoni jga knp hrus nerima sih n kyuyoung knp bsa putus argghhh..

  4. icha says:

    Kasian kyu oppa:(
    Soo eon kenapa harus terima pertunangan donghae oppa padahal kan ayah hae oppa ada niat jahat:(
    Penasaran sama kelanjutannya thor ditunggu part 6 nya jangan lama-lama di postnya ya thor😉

  5. met says:

    Huaahhh soo kok setuju aj sih tunangan sama hae trus nnti kyu nya gmn T.T
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne🙂

  6. rifqoh wafiyyah says:

    akhirnya dilanjut jga ffnya…:)
    andwe…!! kyuyoung gk bleh pisah…
    dtnggu klnjtnnya…

  7. aigo jdi donghae ngelakuin itu smua karna disuruh oleh appanya yg pnya dendam sama appanya soo, ckckck. duh kasian disini soo eon jdi serba salah skrng kyuppa jdi ngejauhin soo deh, aduh mudah2an si donghae ga tega deh buat nyakitin soo, next chap ditunggu ya, hwaiting!!

  8. Iddighhh.. Begitu Kejam.A Appa.A Haeppa, KyuuuUU Mza’ Ia lo ngrelain Syoo g’too aja sma donghae.. Ayo dongggg Rebut kembali’!!

  9. fatimahkyu says:

    ommo … jdi appa nya donghae punya niat jahat ? tuu knp lgii kyuyoung ptus .. pdhal kan eomma nya soo eon bru aj ngerestuin hbungan kyuyoung .. ahhh .. pnasaran nih klanjutanny .. next thoor .. jgan lma2 . otte🙂

  10. shintaknight says:

    kok soo gampang bgt sih nglepasin hubungannya sama kyu gitu aja,iya sih aku tau dia nglakuin itu krna gamau jauh dari kyu tapi kan harusnya soo jgn putus asa gitu toh eommanya soo juga dukung..kasian kyu kan yg merasa cuma dia yg berusaha mempertahanin semuanya..
    hmm lanjut deh

  11. meetha says:

    yaahh…kyuyoung putus
    ternyata appanya donghae jahat mau ngerebut perusahaan appanya soo

    ditunggu kelanjutannya😀

  12. aprilia says:

    Hahh?? jadi gtu kronologis kenapa LS corp mau nyulik sooyoung karna dy mau balas dendam. Omoo… kasian bgt soo eonni semoga nanti kyu oppa bsa nyelamatin soo eonni. n donghae oppa gak kdi nyakitin sooyoung. amiinn

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s