[Series] (Never) Let U Go – Sequel Let U go

(Never) Let U Go

Choi Sooyoung | Cho Kyuhyun | Kim Sora (OC) | Hong Yookyung | Wu Yi Fan

Story& Poster by g’s.world

4639 words

Chapter | Sequel

PG-15

Sad, Romance, Friendship

This story pure from my mind. Plagiarism isn’t allowed

Warning for typo(s), bad words, etc

Aloha~~

 

Author back nih siapa yg kangen? #plak sebelumnya author makasih bgt atas apresiasi kalian di teaser Who Are You? Dan author janji bakal ngepost part pertama secepatnya😀 btw ini sequel dari salah satu ffku Let U Go, sempet kaget sih baca komen readers K ada yg bilang ini genrenya harusnya angst bukan sad aduh gimana ya >< menurutku ffku itu blm layak dibilang angst dan kayaknya itu sad aja deh kkk~ sampe ada yg nangis lagi aduh maafkan saya T.T dan karena banyak yg minta sequel tadaaa ini sequelnya dan mungkin akan dibagi beberapa part ya paling 3 part? Tergantung respon dan ide yang muncul di otak hahaha

 

Yasudah langsung aja ya.. HAPPY READING ^^

 

1st Story

 

***

 

 

“Yeoboseyo”

 

Terdengar nada malas dari bibir mungil itu saat menerima sebuah panggilan dari seseorang.

 

“…”

 

“Aku baik – baik saja, eomma”

 

“…”

 

“MWO?! Apa maksud eom-“

 

TUT

 

TUT

 

TUT

 

Sambungan telepon diputuskan secara sepihak. Satu kalimat tegas dari eommanya berhasil membuat hati Sooyoung dongkol. Dia pun melempar handphone ke atas ranjangnya kemudian menghempaskan tubuh kurusnya ke ranjang juga. Dia menghembuskan nafas kasar, eommanya mulai lagi. Dan lagi eommanya mau ke sekolahnya besok? Bencana!

 

Kenapa bencana? Pasti eommanya akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Mengumumkan jati dirinya, ya Sooyoung itu sebenarnya berasal dari keluarga yang berada. Ayahnya adalah pemilik Choi Corp. perusahaan yang bergerak di bidang elektronik dan cabang perusahaannya sudah hampir meliputi seluruh Asia. Eommanya adalah pemilik brand fashion yang terkenal di Korea dan Jepang dan kakaknya adalah dokter kecantikan terkenal di Korea Selatan.

 

Bukannya tidak mensyukuri keadaannya yang berkecukupan, Sooyoung hanya ingin hidup mandiri dan lebih menyukai kesederhanaan. Appanya mendukung keinginan Sooyoung tetapi eommanya yang keras kepala itu-menurut Sooyoung- ingin anak bungsunya itu dikenal orang – orang dan lebih dihormati. Tentu saja Sooyoung tidak tinggal diam, setiap kali eommanya ingin mengenalkannya sebagai anak bungsunya yang paling cantik ini, dia selalu berhasil menggagalkannya.

 

Contohnya saat dia duduk di bangku kelas dua SMP, Sooyoung melompat dari lantai dua dan jatuh di semak – semak taman belakang sekolah, hasilnya tulang keringnya mengalami keretakan, baju seragam rusak, dan luka – luka goresan hampir di seluruh tubuhnya. Sooyoung meringis sendiri mengingat betapa konyolnya dia dulu untuk menghalangi eommanya. Dan besok, eommanya akan datang untuk mengecek sekolah, katanya. Tapi Sooyoung tahu tujuan tersirat eommanya itu (?)

 

***

 

Sooyoung berjalan pelan di lorong sekolah, menuju kelasnya yang ada di ujung lorong. Dari kejauhan dia melihat Yookyung yang sedang mengobrol bersama  Baekhyun dan Sunny. Dia pun mengangkat tangannya untuk melambai pada Yookyung.

 

BRUK

 

Baru saja Sooyoung membuka mulut untuk memanggil Yookyung tabrakan maut terjadi (?) bokong Sooyoung mendarat dengan mulus di lantai berwarna hijau muda itu bersama dengan seorang namja-yang menabraknya- dia mencium aroma kopi dan melirik roknya yang terasa basah. Tidak terlalu parah sih tetapi noda kecoklatan terpampang jelas di roknya yang berwarna biru muda. Kondisi lebih parah bisa kita dapati di kemeja putih namja yang menabrak Sooyoung, hampir seluruh kemeja bagian depan miliknya tertutupi noda kopi.

 

Sooyoung pun berdiri dan hendak menegur namja yang seenaknya menabrak dirinya tetapi mengurungkan niat ketika namja itu mendongak. “Kris!”, pekiknya tak percaya. Orang menyebalkan seantero dunia yang sangat tidak ingin dia temui berdiri di hadapannya sekarang. “Waeyo? Terkejut? Oh tentu saja lah, dirimu merindukanku kan? Aku juga dear”, kata Kris dengan pede dan gaya ‘sok cool’nya itu.

 

Sooyoung mengorbit kedua bola matanya dan menunjuk Kris tepat di wajahnya. “Neo…”, desis Sooyoung, “Kenapa kau kembali ke sini hah?! Oh Tuhan kenapa hidupku menyedihkan sekali”, ujar Sooyoung frustasi. “Hey, hidupmu akan kembali menyenangkan dear. Aku sudah kembali dan jangan sedih lagi, okay?”, kata Kris sambil mencubit pipi tembem Sooyoung. Sooyoung yang muak pun menepis tangan Kris dari pipinya dan mengambil gelas kopi yang ternyata masih ada isinya walaupun sedikit kemudian menyiramkan sisa kopi itu tepat di wajah Kris.

 

“Rasakan!”, Sooyoung memeletkan lidahnya dan berlalu begitu saja, meninggalkan Kris yang sedang menahan malu karena menjadi tontonan orang – orang yang berlalu lalang di lorong lantai tiga tempatnya berdiri sekarang. “Apa yang kalian lihat?!”, bentak Kris pada orang – orang yang menonton momen memalukan tadi. ‘Awas saja kau Choi Sooyoung!’, batin Kris sambil mengambil sapu tangan dari saku celananya dan membersihkan wajahnya.

 

***

 

Dengan cueknya Sooyoung masuk ke kelas, tidak memperdulikan tatapan – tatapan dari teman sekelasnya yang melihat kejadian tadi. Termasuk Yookyung yang sedang kewalahan menyusul Sooyoung yang terkenal dengan kaki jenjangnya itu. Yookyung pun bisa bernafas dengan teratur saat Sooyoung sudah duduk manis di tempat duduknya yang ada di pojokan belakang kelas. “Sooyoung, neomu daebak!”, pekik Yookyung sambil mengacungkan kedua jempolnya di hadapan Sooyoung yang mengerutkan keningnya bingung.

 

“Daebak? Apa maksudmu?”, “Ya kau hebat saja tadi, berani berbuat seperti itu pada seorang namja. Hahaha, aku tidak bisa membayangkan betapa malunya namja itu”, Sooyoung berdecak kesal mendengarnya. “Asal kau tau ya, Yoo! Dia itu makhluk paling menyebalkan di muka bumi ini, makanya aku menyiramnya tadi”, “Ha? Menyebalkan? Bagaimana bisa kau tau dia menyebalkan padahal kau baru bertemu dia tadi??”.

 

“Dia itu Wu Yi Fan, Yoo. Lebih tepatnya Kris, dia tetanggaku dulu saat SMP dan dia orang yang super duper menyebalkan! Dia selalu mengganguku, menggodaku, dan lain – lain. Hah, sudahlah lama – lama aku bisa darah tinggi jika marah – marah terus”, ujar Sooyoung sambil mengacak rambutnya frustasi. “Tapi dia tampan, Soo”, ujar Yookyung dengan muka polos. “TAMPAN APANYA HAH?!”, amuk Sooyoung dan Yookyung langsung melesat bagai jet menghindari amukan Sooyoung.

 

***

 

Aku melihat kejadian tadi, kuakui yeoja itu sangat berani memperlakukan namja seperti tadi. Pasti namja itu sangat malu, harga dirinya terinjak – injak dipermalukan seperti tadi. Kulihat dia berjalan dengan cuek dan muka menahan kesal dimana sahabatnya mengekor di belakang menanyakan berbagai hal padanya. Sahabat ya? Mendengar itu aku hanya tersenyum miris.

 

“Oppaa… Oppaaa.. Oppa! Oppa!”, panggilan dari Sora menyadarkanku dari lamunan sesaatku. Kulihat yeoja mungil ini mempoutkan bibir pinknya itu. “Oppa melamun lagi kan? Ih, aku kesal sama oppa! Masa aku bercerita tidak didengar?”, ujarnya kesal dengan nada manja yang membuatku gemas dan mencubit hidung mancungnya. “Aigoo, nae princess marah? Makin cantik saja”, aku menggodanya dan langsung membuatnya tersipu, dia pun memukul pelan lenganku, “Yya Kyuhyun oppa, bisa saja. Aku kan jadi malu”, dia pun menutup wajahnya yang seperti tomat itu dengan bahuku. Aku pun mengelus rambut bergelombang warna hitam miliknya dan menghirup dalam aroma strawberry yang membuatku candu.

 

Aku membuka mataku dan melihat ke sekeliling sambil tetap mengelus rambut Sora. Kenapa dengan tatapan mereka? Menatapku seperti aku adalah orang yang mereka benci, terutama Myungsoo yang melihatku dengan tajam. Di lain tempat aku melihat tatapan terluka itu. Tatapan penuh luka dari mata bulat yang selalu memancarkan keceriaan. Tolong jangan tatap aku seperti ini, Soo…

 

Aku ..

 

 

 

Merasa ..

 

 

 

Bersalah …

 

***

 

Sooyoung berlari kecil ke toilet, handphonenya sejak tadi bergetar hebat (?) di saku blazernya. ‘Pasti eomma’, batin Sooyoung kesal. Dia pun mengambil handphonenya dan benar saja eommanya yang menelepon.

 

“Yeoboseyo”, dengan ketus dia menjawab panggilan eommanya.

 

“…”

 

“Eommaa, aku masih ada jam pelajaran sekarang”

 

“…”

 

“Jam 09.15, waeyo eomma?”

 

“…”

 

“Mwo?! Tapi eom-”

 

Lagi, eommanya memutuskan secara sepihak. Eommanya akan datang saat jam istirahat. Sooyoung mengacak rambutnya frustasi dan memutar keran air di wastafel kemudian membasuh mukanya. Mendongakkan kepala dan melihat refleksi dirinya yang terlihat menyedihkan. Kantung mata yang semakin timbul, noda hitam seperti panda, pipinya yang semakin tirus.

 

Hah. . .

 

Menghela nafasnya berat, Sooyoung mematikan keran air dan mengelap wajahnya dengan sapu tangan miliknya. Pikirannya melayang ke masalah yang terjadi menimpanya ditambah eommanya lagi. Mengingat eommanya dia langsung tersentak dan mondar mandir bak cacing kepanasan, yeoja tinggi itu mencari ide bagaimana cara untuk menghentikan eommanya. Oh ayolah masa dia harus menjatuhkan dirinya lagi?

 

Mengacak rambutnya frustasi, dia berjalan pelan ke luar dari toilet. Baru saja dia berbelok ke kanan, seorang namja menabraknya lagi. “Astaga! Kenapa rasanya sial sekali sih hari ini?!”, pekik Sooyoung sambil menatap Kris garang. “Harusnya dirimu merasa beruntung dear. Beruntung bertemu dengan salah satu malaikat Tuhan yang turun ke bumi”, ujar Kris dengan gaya ‘sok cool’nya-lagi-.

 

Sooyoung tidak peduli dan langsung pergi begitu saja. Kris pun tidak tinggal diam, dia mengejar Sooyoung dan menahan lengannya. “Kudengar eommonim datang ke sini, sudah bertemu?”, Sooyoung langsung memutar kepalanya ke kanan-menatap Kris-, “Bagaimana kau tau soal ini?”, “Tentu saja aku ta–”.

 

“Oh, jadi kau yang membawa eomma ke sini dengan berkedok ingin menemuiku ya?”, potong Sooyoung kesal, “Aniyaa.. Aku hanya berkata aku merindukanmu kok”, “Arggh! Kau tau kan apa yang akan dilakukan eomma?!”, Sooyoung menghempaskan tangannya dan langsung berjalan menuju mobil Ferrari hitam milik Kris dan mengeluarkan kunci kamarnya, kemudian membuat sebuah garis panjang di kap depan mobil mahal itu. Kris membulatkan mata dan segera berlari menghentikan aksi gila Sooyoung.

 

“Neo micheosseo?! Kau tidak tau kah ini mobil mahal dan hanya satu – satunya di Korea? Neo jinjja!”, pekik Kris kesal. Tentu saja kesal, siapa sih yang tidak marah mobil mahal miliknya dirusak orang? “Ne, aku memang gila!”, Sooyoung langsung mendorongKris hingga Kris hampir terjungkal dan berjalan cepat. Kris hanya menggerutu dan menelepon asistennya untuk membawa mobilnya dan memperbaiki goresan itu. Ya, orang kaya bisa melakukan segalanya (?)

 

***

 

Sooyoung berjalan cepat ke kamarnya di lantai dua, merutuki kebodohannya yang tadi menggores mobil mahal Kris. Kalau dia dituntut bagaimana? Mobil itu mahal dan limited edition, mungkin Kris tidak meminta uang tetapi kalau meminta yang aneh bagaimana? Jadi istrinya begitu? Astaga, itu mimpi buruk!

 

Dia menepuk jidatnya saat teringat eommanya, akhirnya seperti cacing kepanasan dia mondar mandir di depan pintu kamarnya mencari ide-lagi-.

 

“SELAMAT SIANG SEMUANYA, SAYA SHIN EUNHWA, KETUA YAYASAN SEKOLAH INGIN MENGUMUMKAN SESUATU”

 

Suara eommanya terdengar dari speaker yang memang di pasang di setiap sudut gedung, bertujuan agar para murid yang tinggal di asrama mengetahui pengumuman mengenai berbagai hal. Sooyoung mengacak rambutnya frustasi, jadi ini cara eommanya? Tidak perlu memanggil dirinya dan menunjukkan di hadapan orang banyak hanya mengakui dan semua orang akan tau.

 

Bagai di serial kartun, jika sang tokoh mendapat sebuah ide brilian maka akan muncul bola lampu yang menyala di atas kepalanya. Sebuah ide terlintas di otak Sooyoung, dan dia hanya tersenyum misterius.

 

***

 

“SELAMAT SIANG SEMUANYA, SAYA SHIN EUNHWA, KETUA YAYASAN SEKOLAH INGIN MENGUMUMKAN SESUATU”

 

Yookyung yang sedang asyik berbicara dengan teman sekelasnya berhenti sejenak. “Itu bukankah suara eomma Sooyoung?”, gumamnya yang terdengar oleh Kyuhyun yang berada tak jauh di belakang Yookyung duduk.

 

“AKU TAU INI MENDADAK TAPI AKU INGIN MEMBERITAHUKAN HAL YANG PENTING MENGENAI PUTRIKU”

 

Yookyung membulatkan matanya terkejut dan reflek berdiri sehingga menimbulkan suara berisik karena kursinya yang terjatuh. “Waeyo Yookyung-ah?”, tanya Baekhyun heran. “Aniya”, jawab Yookyung, “Tapi ini tidak bisa dibiarkan, identitas ya identitas Sooyoung bisa ketahuan”, gumamnya yang membuahkan kerutan di kening teman – temannya dan Kyuhyun. “Identitas Sooyoung? Memang kenapa dengan identitasnya?”, kali ini Kyuhyun bersuara karena penasaran.

 

Dia pun berjalan perlahan ke sisi kanan Yookyung yang mulai terlihat panik. “Aduh aduh aduh, bagaimana ini bagaimana?”, Yookyung pun menggigit bibir bawahnya dan bergerak gelisah. Kyuhyun dan tentu yang lainnya menatapnya bingung dan aneh? Tapi siapa peduli, Yookyung langsung berlari ke luar kelas dan menuju kantor guru.

 

“LANGSUNG SAJA SEBENARNYA PUTRIKU BERSEKOLAH DI SEKOLAH INI. DIA ADALAH CHO–”

 

Tiba – tiba suara nyonya Choi tidak terdengar dan ternyata listrik padam. Yookyung pun menghembuskan nafas lega, Sooyoung berhasil lagi. Dia tersenyum saja dan memutuskan mencari Sooyoung. Baru saja hendak berjalan, nyonya Choi menyapa Yookyung, “Hai, Yookyung-ah. Sooyoung eodi?”, Yookyung pun gelagapan bingung menjawab atau tidak.

 

“Hei Yookyung-ah? Sooyoung eo-”, “Ah, maafkan saya nyonya Choi. Kita harus segera pergi untuk acara amal di Busan”, suara Tuan Oh-asisten nyonya Choi- memotong perkataan nyonya Choi. Yookyung sedikit bernafas lega dan hanya tersenyum pada nyonya Choi yang terlihat kesal. “Ah ya sudah, sampaikan pada Sooyoung kalau eommanya ini merindukannya”, “Ah ne, eommonim”, jawab Yookyung pelan sambil melambai pada nyonya Choi yang sudah menjauh.

 

Bisikan – bisikan pun terdengar dan Yookyung hanya merutuki dirinya yang tidak cepat – cepat pergi. Identitas Sooyoung sepertinya sudah terbongkar dan pasti orang – orang di lorong ini mendengar percakapan mereka. ‘Matilah aku’, batin Yookyung dan bergegas mencari Sooyoung.

 

Sementara itu. . .

 

Kkk~ Aku terkekeh mengingat aksiku ini. Untung saja kamarku dekat dengan saklar yang mengatur seluruh listrik di sekolah dan asrama. Jadi, tinggal menurunkan satu tombol besar maka seluruh listrik akan padam. Aku pun mengambil gembok kecil yang ada di kamarku dan menutup plastik pelindung saklar kemudian menguncinya dengan gembok kecilku. Bodoh sekali petugas yang tidak mengunci kembali tutup saklar ini.

 

Terdengar deheman kecil di belakangku. Omo! Apa aku ketahuan? “Puas membatalkan rencana eommonim, nona Choi Sooyoung?”, terdengar suara Kris yang langsung membuatku kesal. “Ya, aku puas! Waeyo? Masalah?”, kataku sewot dan jujur saja ya aku sangat kesal melihatnya berdiri dengan gaya sok cool dan sok angkuhnya itu.“Ya, bukan masalah sih. Tapi kenapa kau selalu tidak mau sih? Kau tidak tau hinaan murid – murid terhadapmu?”, Sooyoung hanya menatap Kris malas.

 

“Kau pikir aku tak tau? Mereka mengataiku yeoja miskin, tak tau malu, penggoda lah bla bla bla. Tapi aku tidak peduli lagipula aku tidak seperti itu kok. Dan awas saja ya kau memberitahu orang lain tentang ini”, ancam Sooyoung galak sambil menunjuk Kris tepat di wajahnya. “Oi oi biasa saja dong, nona Choi.  Aku tidak akan bilang kepada siapa pun kok”, ujar Kris sambil mengacak rambutnya. “Yya, jangan mengacak – acak rambutku!”, pekik Sooyoung kesal sambil menyingkirkan tangan jahil Kris.

 

“Hahaha, oke oke. Bagaimana kalau mengobrol sambil minum teh?”, tawar Kris yang dibalas tatapan tajam Sooyoung. Kris mengorbit bola matanya dan memasang wajah datar, “Aku yang traktir deh”, “Woah, jeongmal?! Kalau begitu kajja!”, ujar Sooyoung bersemangat sambil menarik tangan Kris menuju kafetaria sekolah. Kris hanya pasrah dan menggelengkan kepalanya.

 

Saat berbelok ke kanan, Sooyoung tiba – tiba berhenti dan melepaskan genggamannya di tangan Kris. Yeoja tinggi itu melangkah ke depan sedikit-ke arah taman di samping kafetaria- di sana terdapat pemandangan yang menyakitkan. Kris yang bingung pun ikut berdiri di samping Sooyoung dan melihat ke depan.

 

Di sana terdapat yeoja dan namja sedang berpelukan mesra. Kris menoleh ke samping mendengar Sooyoung menghela nafas berat, “Kris, lain kali saja ya minum tehnya? Aku mau kembali ke kelas saja”, ujar Sooyoung dengan pelan sambil berbalik dan berjalan menuju kelasnya. Kris mengerutkan keningnya bingung tapi tetap mengikuti langkah Sooyoung, “Baiklah”, jawab Kris sambil merangkul Sooyoung tetapi tumbennya Sooyoung diam saja, malah sekarang menunduk.

 

“Kau kenapa sih? Astaga kau menakutiku deh, Soo!”, “Aniya. Hanya sedikit merasa sakit”, “Sakit? Kau sakit? Sakit apa? Demam? Flu? Ba-”, “Bukan, sakit di sini”, ujar Sooyoung lirih sambil memegang dada atas bagian kiri miliknya. “Ha? Maksudmu?”, Sooyoung hanya menggeleng dan tersenyum tipis.

 

TENG

 

TENG

 

TENG

 

Bel tanda masuk berbunyi, Sooyoung pun bergegas pergi dan meninggalkan Kris yang tentu saja masih kebingungan dengan sikapnya.

 

***

 

Shin seongsaenim masuk ke ruang kelas 11 – B, dia pun membungkuk dan mempersilahkan murid – murid kelas itu duduk setelah tadi berdiri memberikan salam. “Selamat pagi, anak – anak. Bagaimana kabar kalian?”, berbagai jawaban keluar dari mulut mereka, ada yang menjawab baik – baik saja, ada yang dalam keadaan buruk dan sebagainya. “Baiklah, agar kabar kalian semakin baik. Miss membawakan teman baru untuk kalian”, ujar guru Bahasa Inggris ini sambil tersenyum manis.

 

Kelas pun menjadi riuh karena kedatangan murid baru. “Hey, Yi Fan. Masuklah!”, seru Shin seongsaenim memanggil seseorang. Orang itu pun masuk dan membuat semua orang terutama para yeoja terpesona. “Annyeong haseyo, Wu Yi Fan imnida. Tapi kalian panggil saja Kris, aku lebih menyukainya”, Kris pun memperkenalkan diri dan tersenyum dengan gaya khasnya yang membuat setiap yeoja meleleh.

 

Tidak termasuk Sooyoung sih, karena dia sedang melamun sambil mendengarkan lagu lewat headset kecil miliknya. “Sooyoung… Soo.. Soo..”, sayup – sayup dia mendengar seseorang memanggilnya, dia pun melepaskan headsetnya dan menoleh ke arah Yookyung yang ternyata memanggilnya sedari tadi. “Itu, Soo. Coba lihat di depan, ada murid baru”, Sooyoung pun memasang wajah datar dikiranya Yookyung memanggilnya karena apa.

 

Mengedikkan bahunya malas, Sooyoung pun menoleh ke depan dan menganga lebar. Oke, di sana dia melihat murid baru itu. Terpesona? Tidak, tidak mungkin. Tidak ada kata terpesona untuk Kris di kamus Sooyoung. Pertanyaan besar muncul di benaknya.

 

KENAPA DIA SIAL SEKALI HAH?!

 

***

 

Sooyoung hanya menopang dagunya malas, daritadi Kris dan Yookyung tertawa terbahak – bahak entah membicarakan apa. ‘Berisik sekali sih. Tidak tau malu!’, umpat Sooyoung dalam hati. Jika diperhatikan, murid – murid yang ada di sekitar mereka melihati mereka sekarang sepertinya merasa terganggu dengan tawa menggelegar (?) dari Yookyung dan Kris. Berkali – kali Sooyoung berdiri dan sedikit membungkuk meminta maaf kepada orang – orang yang ada di sekitar mereka.

 

“Hey, bisakah kalian diam? Aku sudah capek membungkuk gara – gara kalian!”, pekik Sooyoung kesal menghentikan kegiatan dua alien-julukan Sooyoung- yang ada di hadapannya. Mereka hanya cengir kuda dan mencoba bersikap tenang tetapi tetap saja cengar cengir tidak jelas, menahan tawa mungkin. Sooyoung pun menghela nafas, moodnya tidak baik sekarang.

 

“Kau kenapa bisa bersekolah disini? Dan masuk ke kelas yang sama denganku? Bukankah kau sibuk dengan Exo?”, “Ah ya, begitulah. Aku meminta vakum sementara untuk melanjutkan sekolah, member lain pun begitu. Kami masih muda, Soo jadi apa salahnya melanjutkan sekolah. Dan soal kelas, aku juga tidak tau. Mungkin ini karena kita jodoh”, ujar Kris yang dibuahi jitakan maut dari Sooyoung.

 

Kris hanya bisa mengaduh kesakitan dan mengusap kepalanya. Yookyung yang mendengar itu menatap bergantian pada Kris dan Sooyoung. “Jadi, orang ini Kris member Exo?!”, pekik Yookyung cukup keras hingga menarik perhatian orang – orang di kafetaria. Kris dan Sooyoung berpandangan kaget dan Sooyoung dengan reflek berdiri, menarik Yookyung untuk duduk kembali.

 

“Kau dengar itu kris oppa di sana”, “Aku benarkan? Itu benar – benar Kris oppa”, “Kris oppa ada di sini!”, begitulah respon yeoja – yeoja di sini dan segera saja mereka mengerumuni meja SooKrisYoo. Kris pun kewalahan karena yeoja – yeoja ini mencubitnya, berteriak, menarik – narik blazernya, dsb. Kris pun menatap Sooyoung yang sedang berusaha keluar-bersama Yookyung- dari kerumunan itu.

 

Sooyoung mengorbit bola matanya malas dan mengambil ancang – ancang. Menyatukan jari telunjuk dan jempolnya kemudian memasukkan ujungnya sedikit ke mulutnya dan bersiul cukup kencang. Tak lama, dua orang berbadan cukup besar dengan pakaian hitam yang merupakan bodyguad Kris datang, mereka pun segera menyelamatkan Kris dari kerumunan itu.

 

Sekarang mereka bertiga bisa makan tenang, dengan penjagaan dari dua bodyguard Kris. Yeoja – yeoja hanya menatap iri ke arah Sooyoung maupun Yookyung yang dapat makan semeja dengan Kris. “Tuh kan, kau membuat keributan saja di sini”, ujar Sooyoung kesal, mood makannya sudah hilang karena kejadian tadi. Yookyung yang merasa bersalah pun meminta maaf, “Aduh, maafkan aku ne? Ini salahku, coba saja aku tidak berteriak seperti tadi”.

 

“Nan gwaenchana, Yookyung-ah. Aku tau kau tadi terkejut. Dan Soo, thanks siulanmu tidak berubah”,ujar Kris sambil tersenyum. “Ya begitulah. Aku selalu mengingatnya, siapa tau kau muncul di hadapanku tiba – tiba dan membuat keributan”, jawab Sooyoung malas. Kris pun mengacak rambut Sooyoung pelan.

 

***

 

Aku merasa jengkel melihat kebersamaan mereka. Sooyoung dan Kris, dan sekarang namja itu mengacak pelan rambut Sooyoung. Kenapa rasanya kesal sekali sih? Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku. “Oppa! Oppa! Tanganku sakit!”, kudengar pekikan Sora dan aku pun melepaskan genggamanku. Astaga, tangannya  memerah. “Ah, chagi. Mianhae ne? Oppa tak sengaja tadi”, ujarku sambil mengelus tangannya yang memerah.

 

“Ah, ne oppa. Tapi kenapa tiba – tiba menggenggamku sangat erat eoh?”, “Ah tidak apa – apa. Hanya pengen begitu saja hehehe”, Sora pun mengedikkan bahunya dan meminum orange juice miliknya sambil bergumam, “Kyuhyun oppa aneh”, ya kuakui aku aneh. Masa tiba – tiba aku marah melihat mereka berdua begitu? Lagipula terserah mereka dong mau ngapain.

 

Aku pun menggelengkan kepalaku, sepertinya aku harus ke UKS nanti. “Oppa gwaenchanayo?”, Sora bertanya padaku, aku tau dia pasti khawatir melihatku. “Nan gwaenchana, kau sudah selesai? Kajja kita ke kelas”, “Ah, baiklah”, aku dan Sora pun meninggalkan kantin dan kembali ke kelas.

 

***

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke ranjang di kamar asramanya. Di tangannya terdapat sebuah kotak. Kotak hadiah pemberian Sooyoung dulu. Kalau waktu itu Sora tidak datang mungkin dia dan Sooyoung sudah merayakan ulang tahunnya bersama. Dia pun bangkit dan duduk bersila di atas ranjangnya. Menarik pita biru yang mengelilingi kotak itu dan membuka tutup kotak perlahan.

 

Dia mengeluarkan isinya yang berupa syal biru muda, hasil rajutan tangan Sooyoung. Dia mengelus syal itu, merasakan kelembutan dan perasaan Sooyoung di syal itu. Di ujung syal terdapat inisial ‘KY’ ya dia tidak tau inisial apa mungkin saja namanya.

 

BRUK

 

Tak sengaja dia menjatuhkan kotak kado itu, dan ternyata sebuah kartu keluar dari dalam kotak. Dia baru sadar ternyata ada kartu di dalam kotak itu. Cover belakang kartu itu berwarna hitam senada dengan warna kotak dan Sooyoung menaruhnya terbalik. Dia pun membaca tulisan di kartu itu.

 

 

 

Saengil chukkae hamnida.. saengil chukkae, saengil chukkae.. saengil chukkae hamnida..

 

SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA, URI KYUHYUNIE

 

Hahaha tidak terasa ya kau semakin tua saja :p Oh ya, bagaimana? Apa kau suka dengan syalnya? Aku membuatkan khusus untukmu lho, ingat saat aku melarangmu masuk ke kamarku untuk beberapa bulan? Saat itu aku sedang membuat syal ini dan kamarku dipenuhi benang >< jadi aku melarangmu masuk hihi

 

Kau tau inisial di syal itu? Ya, inisial nama kita berdua Kyuhyun-Sooyoung dan aku menyingkatnya menjadi KyuYoung. Bukankah itu lucu? >< Karena warna kesukaanmu biru makanya aku membuatnya warna biru. Semoga kau suka ya😉 Dan aku menyemprotkan parfumku agar kau teringat padaku terus :p

 

Ulang tahunmu kali ini terasa berbeda ya? Karena kau dan aku sudah jadi sepasang kekasih hehe jadi aku mau mengajakmu ke kedai ramen di dekat sungai Han mau kan? Jam 7 aku menunggu di depan kamar ^^ apa harapanmu tahun ini? Aku berharap kau selalu sehat dan diberkati Tuhan. Dan aku berharap hubungan kita berumur panjang!

 

Saranghae Cho Kyuhyun,

 

Pacar cantikmu, Choi Sooyoung :p

 

 

 

Kyuhyun terhenyak, air matanya menetes. Dia benar – benar merasa bersalah pada Sooyoung. Dia pun memegang syal itu erat dan menghirup dalam aroma syal yang sama dengan parfum Sooyoung. Dia mengingat jelas binar mata Sooyoung, senyum Sooyoung, pelukan erat Sooyoung saat dia menerima Sooyoung. Dia merutuki kebodohannya dulu yang dengan gampang menerima Sooyoung padahal hatinya belum tertata dengan baik saat itu.

 

Dia mengingat kata – kata Sungmin, sahabatnya di kelas 11 – A. “Jika kau benar mencintai Sooyoung aku akan mendukung. Tetapi tolong hentikan semuanya Kyu, jika memang kau hanya menjadikan Sooyoung pelarianmu! Sudah cukup dia tersakiti melihatmu bersama Sora selama ini”, saat itu Sungmin dan dia berjalan ke kafetaria. Kyuhyun terdiam mendengarnya dan Sungmin pergi begitu saja.

 

Ya, Kyuhyun akui Sungmin benar. Dia masih mencintai Sora dan tidak merasakan apapun saat bersama Sooyoung. Dia sayang pada Sooyoung tapi hanya sebatas sahabat ya begitu pikirnya. Sejak itu, Kyuhyun pun bersikap cuek dan dingin terhadap Sooyoung agar Sooyoung membencinya dan memutuskannya. Dia tidak berani mengakhiri, takut Sooyoung tersakiti lagi.

 

Dia ingin menjelaskan semuanya saat itu, makanya dia mengajak Sooyoung ke taman. Tapi ternyata Sooyoung memutuskannya dan berlalu begitu saja. Seperti ada palu yang memukulnya, dia terpaku di tempatnya. Suaranya tercekat dan dia merasa bersalah sejak itu. Tentu saja setelah itu hubungan mereka renggang. Dia kembali pada Sora dan Sooyoung pergi.

 

Tak ada lagi suara cempreng Sooyoung, tak ada lagi yang menghabiskan uangnya hanya untuk membeli makanan, tak ada lagi yang menceramahinya panjang lebar, tak ada lagi suara menggelegar yang membangunkannya tiap pagi, ya tak ada lagi dan mungkin tak akan. Kyuhyun pun mengusap air matanya dan menyimpan kembali kartu dan syal itu kedalam kotak dan menaruhnya di bawah meja belajarnya di samping tumpukan komik.

 

Komik kesukaan Sooyoung yang dititipkan di sini. Sooyoung beralasan kamarnya penuh makanya dia menaruh di kamar Kyuhyun. Di belakang tumpukan komik ada tumpukan kertas coretan dan soal ujian tahun – tahun lalu. Dia mengingat jelas Sooyoung merengek meminta diajarkan pelajaran untuk ujian akhir saat itu. Dimana Sooyoung ketiduran, tidak mengerti dan meminta penjelasan ulang berkali – kali, suara teriakan frustasinya karena tidak bisa.

 

Kyuhyun menghela nafas dan bangkit berdiri tak sengaja matanya menangkap bingkai kecil di atas meja belajar, foto dirinya dan Sooyoung. Di foto itu Kyuhyun terlihat cemberut dan Sooyoung tersenyum menampakkan deretan giginya. Oh saat itu, Sooyoung memaksa Kyuhyun berselca bersama. Awalnya Kyuhyun tidak mau ya karena dia tidak suka tetapi Sooyoung mengancam akan menghancurkan kaset gamenya. Jadi ya dia ogah – ogahan berselca dengan Sooyoung.

 

Kyuhyun menghela nafasnya berat. Dia merasa kehilangan dan rindu.

 

***

 

“Omo! Omo! Omo!”, pagi – pagi begini Yookyung sudah heboh sambil memegang sebuah kertas yang diberikan Han seongsaenim tadi pagi. Otomatis, Yookyung menjadi pusat perhatian murid – murid di kelas 11 – B. “Hei, Yookyung! Ada apa sih?”, Baekhyun bertanya dengan kesal karena tidur nyenyaknya terganggu suara cempreng Yookyung.

 

“Seluruh kelas 11 akan mengadakan Summer Trip ke Pulau Jeju! Perjalanan akan dilakukan besok dan seluruh murid akan dipulangkan setelah jam istirahat pertama untuk bersiap – siap! Kyaa, Summer Triptelah tiba!”, pekik Yookyung heboh dan kelas pun menjadi ramai. Summer Trip adalah kegiatan tahunan Knight-University High School (?) setiap tingkat akan mendapat jatah liburan ke suatu tempat.

 

Tahun lalu, saat di tingkat 10 Sooyoung dan teman – temannya berlibur ke Hokkaido, Jepang. Summer Trip sangat ditunggu – tunggu oleh seluruh murid KUHS karena kapan lagi kau bisa berkumpul bersama temanmu selama lima hari untuk liburan? Tujuan Summer Trip sebenarnya diadakan untuk anak – anak yang saat liburan tetap tinggal di asrama, tetapi ternyata seluruh murid memutuskan untuk ikut.

 

Jadi, Summer Trip ditetapkan sebagai acara tahunan untuk seluruh murid KUHS. Sooyoung memasuki kelasnya yang sedang heboh, dia pun mengerutkan keningnya bingung. “Hei, Yoo! Ada apa kok ribut sekali?”, tanya Sooyoung sambil menepuk pundak Yookyung. Yookyung pun menoleh dan langsung berjingkrak – jingkrak di depan Sooyoung. “Summer Trip, Soo! Summer Trip kita akan ke Jeju!”, ujar Yookyung dan dibalas helaan nafas Sooyoung.

 

Sooyoung pun berjalan ke mejanya dan duduk kemudian mengeluarkan komik miliknya, melanjutkan bacaannya tadi malam. “Hei kok reaksimu begitu sih? Kau tidak mau ke Jeju eoh?”, tanya Yookyung jengkel karena Sooyoung tidak memberi reaksi apa – apa, berteriak atau melompat – lompat mungkin. “Yoo, aku bosan saja ke Jeju. Kau tau kan setiap liburan saat SMP dulu aku ke mana?”, Yookyung pun hanya cengir kuda.

 

“Wah, Sooyoung selalu ke Jeju dulu? Orang tuamu sibuk sekali ya?”, tiba – tiba Sunny menghampiri Sooyoung dan Yookyung kemudian duduk di kursi di depan meja Sooyoung. “Ya, tapi pasti keluarganya punya villa di sana. Villa yang mewah pasti”, Baekhyun pun menimpali sambil mengambil komik Sooyoung. Sooyoung pun memandangi mereka berdua, “Apa maksud kalian?”, kemudian Sooyoung memandang Yookyung yang sedang menggigit kukunya-pertanda gugup- sambil melihat ke luat jendela.

 

“Yoo, aku ingin berbicara padamu”, ucap Sooyoung datar dan langsung berdiri meninggalkan Yookyung yang tegang. “Aishh, kalian kenapa membicarakan soal itu sih?”, “Soal apa?”, tanya Baekhyun dan Yookyung pun langsung meninggalkan mereka menyusul Sooyoung. Baekhyun dan Sunny pun berpandangan dan mengedikkan bahu mereka.

 

Di kantin..

 

Yookyung dan Sooyoung sekarang duduk berhadapan, Sooyoung sedari tadi memandang Yookyung yang sedang mengaduk – aduk milkshake coklatnya. “Jadi, apakah sesuatu terjadi hingga Sunny dan Baekhyun tau tentangku?”, Sooyoung akhirnya membuka suara setelah keheningan menaungi kafetaria dimana hanya terdapat mereka berdua di tempat duduk dekat jendela. “Aaa.. Mmm.. aa.. itu.. aaa..”, “Hong Yookyung, jawablah dengan baik”, suara dingin Sooyoung membuat Yookyung mendongak.

 

“Begini kemarin eommamu menyapaku dan mengatakan dia eommamu ya jadi begitu ya.. ya begitu”, kata Yookyung dengan cepat dan ketakutan demi apapun jika Sooyoung sudah begini pasti sangat mengerikan. Sooyoung pun menghela nafas, “Ya sudah lah, pada akhirnya semua akan tau kan? Ayo kita ke kamar, bukankah kita disuruh bersiap – siap untuk perjalanan besok?”, Sooyoung pun menggenggam tangan Yookyung dan berjalan bersama ke kamar mereka di lantai dua.

 

***

 

Hari ini hari keberangkatan mereka ke Jeju. Pertama – tama mereka akan berangkat dengan bis menuju bandara lalu menaiki pesawat dan ke pantai Hyeopjae dan menginap di hotel yang ada di Hanrim Park, dekat dengan pantai Hyeopjae. Kris yang kemarin izin untuk mengisi acara bersama Exo terlihat sedang ribut dengan Yookyung, meributkan siapa yang duduk di sebelah Sooyoung.

 

“Tentu saja aku yang duduk di sebelah Soo! Aku sudah lama bersamanya”, sewot Yookyung, “Tidak tidak karena aku baru makanya aku duduk di sebelahnya”, Kris pun tak mau kalah. “Mana bisa begitu?!”, Sooyoung hanya memandang keduanya datar. Dia pun mengangkat toa dan menghidupkannya kemudian berbicara kepada seluruh murid kelas 11 – B. “TEMAN – TEMAN, SELAMAT PAGI DAN SEPERTI YANG KITA TAU KITA AKAN BERANGKAT KE JEJU. UNTUK PEMBAGIAN TEMPAT DUDUK DI DALAM BIS AKAN SESUAI DENGAN ABSEN. TIDAK ADA YANG PROTES”.

 

Yookyung dan Kris pun berhenti ribut dan menghela nafas kesal. “Sesuai absen ya, berarti Han Jieun setelah itu aku. Yya, Jieun-ah aku duduk denganmu!”, Yookyung pun segera berlari ke arah Jieun. Kris sepertinya akan sendiri karena murid 11 – B hanya 31 orang dan dia merupakan absen terakhir, malang sekali dirimu Kris.

 

Sooyoung pun masuk ke dalam bis dan duduk di deretan kursi sebelah kanan baris kedua. Dia pun menyandarkan kepalanya ke jendela dan menatap ke luar. “Boleh aku duduk di sini?”, suara berat seseorang menyapa pendengarannya dan yeoja dengan rambut coklat bergelombang itu pun menoleh ke kiri. “Tentu saja, itu tempat dudukmu, tak perlu meminta izinku”, kata Sooyoung dan menyandarkan kembali kepalanya ke jendela.

 

Kyuhyun hanya menghela nafas dan duduk di samping Sooyoung. Ingatannya melayang ke tahun lalu saat mereka di bus ini dengan keadaan berbeda. Dimana Sooyoung akan ribut minta makanan padanya, memaksanya berselca di bis, mengajak Kyuhyun bernyanyi, dan hal lainnya. Lagi, Kyuhyun merindukan itu semua.

 

 

 

CUT

 

 

CUT

 

 

CUT

 

 

Cukup sampai di sini dulu J Jika memang ff ini menurut readers menarik, pantas dilanjutkan, dsb silahkan memberikan komentarmu ^^ Pai pai *ngilang*

103 thoughts on “[Series] (Never) Let U Go – Sequel Let U go

  1. elvi says:

    Daebak…
    Ada kris…
    Soo anak org kaya?
    Kyuppa cemburu lihat soo dan kris?
    Semoga soo gk menderita lagi..

  2. 유라 says:

    Aku baru baca yg let u go td jd komen nya sekalian disini aja ya
    Bagus ff nya, apalagi sequel nya jd lebih memperjelas karna ada kyu pov nya
    Semoga aja kyu udh bisa menyadari kalo dia tuh suka sama soo
    Oke Next ditunggu

  3. kangjung_ae says:

    next ditunggu….
    semoga di perjalanan menuju jeju kyuyoung bisa baikan dan jadian lagi ^^
    pliiisss kris oppa jangan ganggu soo eon dengan rayuan gombalmu #plakk xD

  4. Sistasookyu says:

    Biarin aja kyu sakit hati atau minimal cemburu ngeliat syo sama kris..
    Biar impas. Kekeke~
    kyuyoung jjang!😀

  5. sari says:

    Nyesek thor bacanya kasian sama soo onni, wah ada kris my bias psti tmbah seru deh kalo ada kris. Next di tunggu thor

  6. Weeni_leon says:

    Biarin aja soo eon bersikap dingin sama Kyuppa. Biar dirasain sakit hati nya soo eon.
    Next dtunggu..

  7. shintaknight says:

    sekarang sebenernyaa perasaan kyu ke soo gimana sih kyak bimbang gitu yaah, lagian knapa sih kyuppa harus balikan sama sora aisssssssh..
    lanjutttt ^^

  8. Lho kok cut? Action donk thor… Huaaa padahal msi harep2 cemas bacanya. Malah tb2 tbc lg. Di tgu lg yah next partnya thor. Rasanya kehadiiran kris nih bakal ada yg buat cemburu nieee… Wwkwkkwwkk…

  9. mongochi*hae says:

    katany sahabat masa kyu gk thu siapa soo sbnrny…

    hnnn ad tuan Wu nh. asikkkkk

    aigo bkin kyuyoung jdian dong. nyesek bgt bca dmna soo ngeliat kyu dg tatapan trlukany.
    walau,kyu sdh sdkt merasa kehilangan sosok soo

  10. sangat perlu di lanjutkan chingu, itu kyu g tau identitas soo sbenernya??? brarti mreka sahabatan g dari dulu dong… kelanjutannya di tungggu ya. fighting…

  11. YeonSoo says:

    duuuuh…feelnya nyampe..rasa sakit dan sedihnya soo nyampe banget ke hati…hahahha
    btw kalo bisa pakai bahasa yang lebih baku lagi ya thor untuk next chapnya…
    gomawo..

  12. icha says:

    Thor aku suka ini ff wah soo eon nya udah keliatan beda:(
    Habis kyu oppa duluan sih yang jutekin soo eon lanjuut ya thor;)

  13. kyura says:

    kyu udah mulai suka ya ama soo? penasaran ama crita selanjutnya,, next part jangan lama” yah chingu …

  14. fransiscafortunita24 says:

    yaaah thor knp pke acara cut”an😦
    pdahal lgi seru” ny ._.
    ditunggu kelanjutanyaaaaa , hwating !

  15. Soo EunHae Hyun says:

    Sifat kris ke soo buat aku gereget deh..
    Jadi suka lihat kedekatan antara soo dan kris..
    Tp kayaknya butuh kelanjutan ceritanya …
    Next thor.
    Daebak ceritanya thor..

  16. Delvia Marcelinna says:

    harusss!!! harus dilanjutin chingu ceritanya menarik😀 ㅋㅋ chingu lanjutnya jangan lama-lama ne? ffnya jjang!! daebak!! gomawoyo chingu ffnya ^^

  17. Rychell says:

    Makan tu rasa nyesel ._. aduhhh ~ kyu oppa plis deh , knp malah balik ke sora lagi -____- astoge

  18. riaknight08 says:

    penasaran sama hubungan soo ama kris d sini,semga hanya jd sahabat ya^^
    trus buat kyuppa,moga cepat sadar aja klu yg d suka selama ini ya sooeon
    sooeon yg sabar ya menantikan si kyupil🙂
    dan untuk author………
    POKOKNYA HARUS DI LANJUT……!!!!!TITIK……..*maksa tingkat tinggi*hehehe^^hwaiting..

  19. salsabellakhaa says:

    berharap kyu nanti cepet* sadar sama perasaannya..
    pnsrn hub.kyuyoung nanti gmna..
    trs juga nanti apakah ada moment* dipulau jeju..
    next

  20. febryza says:

    ya ampun itu yookyung sama kris cuma duduk di bis bareng sooyoung aja sampe bikin ribut segala eh malah kyuhyun yg dapet kan

  21. Hahaha…. jujur, aq disini malah menikmati perannya kriss yg terkesan gokil n buat ngakak… apalagi pas mobilnya digores oleh Soo…
    kalo Kyuyoung disini benar2 hanya 5%aja… jd sdikit kesal. -.-
    Tp kayaknya chapt selanjutnya akan tumbuh kisah manis keduanya
    ditunggu~

  22. brigitta says:

    Wahh posisi kyu terancam nih dgn kehadiran kris
    Duh smua udh mulai tau identitas soo
    Kyuyoung ternyata skelas ya#barutau…
    Kyu kok gk tau identitas asli soo??
    Kris pasti cmburu, karna soo ddk sma kyu
    Kyu minta maaf kek sma soo, dan cpt ptusin sora
    Next.a jgn lama” yaa..

  23. iis mulyati says:

    Lanjut chingu!! Ayo dong buat kyuyoung bersatu lagi jebal yayaya semoga part selanjutnya lebih bnyak moment kyuyoung nya ditunggu hwaiting!^^

  24. Yosi NuR says:

    LaNjuuuttt chiN9u… CeRita’a seRu.. Masih peNasaRaN 9imaNa peRasaaN KyuhyuN ke SooyouN9. D tuN99u laNjutaN’a y chiN9u…

  25. fatimahkyu says:

    kyyyaaa deabak eon … jdi sooyoubg tu mantan nta kyuhyun .. dan sekarang kyuhyun pcran sma sora .. omoo !!! cpetan putus deh mreka berdua .. kesian sooyoung ny .. lanjuut eon .. dtunggu ya🙂

  26. kyaaa disini lucu ya kris sama soonya hehe, makin penasaran bgt nih sama hubungan kyuyoung slnjutnya, pkoknya lanjutannya harus cpt publish ya chingu. semangat yooo!

  27. Next kak,aku suka aku suka.
    Sukurin kyu,skrg dia ngerasain sakit juga kan kaya yg pernah d rasain sama soo,lanjut ya kak pleaseeee #maksa😀 Nice n Keep Writing Kak !!!😀

  28. MissPurpleKim says:

    woahhhh lanjut lanjutt dongg…

    penasaran sama kelanjutannya mereka gimana…

    antara soo kyu kris…

  29. sailors moon says:

    Ada kris , cie kyuhyun cemburu cie kyuhyun rindu, makanya gak ush mempermainkan perasaan deh-_-
    Smoga syoung gak sakit hati lagi

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s