[Series] Mystery of MyungDong No. 12 (Part 6)

mystery-of-myungdong-no-12-part-6-han-ji-eun-storyline1

 

Title                       : Mystery of MyungDong No. 12 [Part 6]

Length                  : Chapter/Series

Rating                   : PG

Genre                   : Horror, Sad, Romance

Author                  : Han Jieun (@fauziah_izzati)

Cast                       : Cho Kyuhyun

Choi Sooyoung

Choi Seunghyun

Choi Siwon

Im Yoon Ah

Tiffany Hwang

Kim Kibum (dokter Kim)

Han Jieun (Han seonsaengnim) –> author *bayanginnya jgn muka author,bayangin aja muka ulzzang cantik yg kalian tau*

Lee Jongmin (teman Seunghyun)–> OC

Choi Jinri (Sulli)

Choi Minho

Disclaimer           : cerita disini asli milik saya (fiksi/karangan 100%) dengan terinspirasi dari banyaknya ff horror yg bertebaran di google (carinya “ff horror super junior”) dan castnya tentu saja milik tuhan (kyuhyun,seunghyun, kibum dan siwon juga milik saya #plak) Tidak diizinkan menjiplak cerita dengan alasan apapun tanpa seizin saya sendiri.

Note                      :

Maaf ya kelamaan. Udah satu semester ketundanya, semester 2 di SMA sibuk abis-_- mesti kejar nilai, makanya belum sempet nerusin fanfict ini. Makasih banget buat yang masih nungguin fanfict ini (walaupun kemungkinan besar udh pda lupa sama cerita awalnya._.) poster di part ini juga maksa banget bikin sendiri, padahal biasanya mesen. Tapi mesennya telat, daripada lama lagi ngepost nya Cuma gara2 poster, mending bikin sendiri (walaupun hasilnya gitu)-_-

udah ah gak usah kelamaan bacotnya, langsung baca aja nih.🙂

 

Happy reading^^

Wednesday, April 3rd Seoul International Hospital 10.00 am

Author POV

 

“Akhirnya, senja indah pembawa keberuntungan. Aku rindu kasurku,” ucap Sooyoung sambil menatap jendela luar. Pemandangan ramai kota Seoul menghiasi matanya.

 

“Tapi itu masih 6 jam lagi. Seharusnya kau istirahat lebih lama. Lagipula kenapa kau ingin sekali pulang dan pergi ke sekolah?” ucap Kyuhyun yang memandangi tubuh Sooyoung di tempat tidur rumah sakit itu. Sooyoung pulih dengan cepat, tak ada yang menyangka akan hal itu. Kecuali Jieun.

 

Sejak dari ruang rawat inap Kibum, Sooyoung sudah bisa melompat-lompat dan kembali banyak berbicara seperti biasanya. Bahkan sedari tadi dia tidak menyentuh tempat tidur sama sekali. Kyuhyun dibuat bingung sendiri oleh tingkah gadis yang tak jelas nasibnya itu.

 

Beberapa menit hanya kesunyian yang menyelimuti mereka di ruangan itu. Sampai..

 

TOK TOK

 

“Mungkin perawat yang ingin memastikan keadaanku,” Sooyoung beranjak dari tempatnya semula, berniat membuka pintu.

 

Tak ada yang menduga siapa yang berada dibalik pintu itu.

 

“Annyeong!” kata seorang gadis berambut panjang coklat terurai dengan suara yang cukup memekakkan telinga.  Diikuti oleh senyum seorang laki-laki tampan di belakangnya.

 

“Sulli-ah~ akhirnya kau ke Korea juga,” ucap Sooyoung dengan suara yang tak terkalahkan sambil memeluk Sulli. Sementara Kyuhyun dan laki-laki yang datang bersama Sulli hanya tersenyum maklum dengan senyum paksaan. Lalu mereka bertatapan dan saling melemparkan tatapan dengan arti yang sama, sepertinya ada dua gadis yang sama-sama…..

 

“Aku sangat merindukanmu Soo, sahabatku yang paling aneh sedunia,” ucap Sulli setelah mereka selesai berpelukan.

 

“Aku juga terlalu merindukanmu sampai sakit begini,” ucap Sooyoung bercanda, yang langsung diikuti gelak tawa kedua gadis cantik itu.

 

“Oh ya, bagaimana keadaanmu Soo? Are you okay?” tanya Sulli saat mereka duduk di tempat tidur di ruang itu. Sementara Kyuhyun sudah bergeser ke sofa.

 

“Entah bagaimana bisa seperti ini. Kyuhyun bilang keadaanku saat dibawa kerumah sakit sangat mengkhawatirkan, tapi sepertinya aku memang ditakdirkan untuk menerima banyak kejadian aneh beserta mukjizatnya, heheh,” jawab Sooyoung enteng yang disambut manis dengan tatapan tajam tiga orang diruangan itu –Kyuhyun, Sulli, dan laki-laki yang datang bersama Sulli. Gadis itu memang terlalu percaya diri.

 

Perbincangan singkat itu berakhir. Sooyoung mempersilahkan Sulli dan laki-laki itu untuk duduk di sofa. Ia menghampiri Kyuhyun sebentar dan menyuruh lelaki itu membelikan minum untuk sahabatnya ini. Kyuhyun sempat menolak dan mereka sempat bertengkar. Kyuhyun mengalah dan akhirnya pergi keluar untuk membeli minum –Sooyoung memberitahunya Sulli suka cappucino kalengan, untuk laki-laki yang datang bersamanya itu terserah Kyuhyun akan membelikannya apa.

 

Sooyoung duduk di pinggiran tempat tidur –menghadap ke arah sofa. Selama menunggu Kyuhyun, sepasang sahabat itu banyak bercerita masa lalu. Mengingat kembali kenangan indah mereka saat bermain bersama-sama waktu Sooyoung masih tinggal di Amerika. Mereka sering mengunjungi taman setiap sore. Sulli yang hampir selalu mentraktir Sooyoung saat sedang berlibur. Dan masih banyak lagi cerita yang keluar dari mulut mereka. Sampai-sampai mereka melupakan kehadiran laki-laki yang duduk di samping kanan Sulli.

 

Kyuhyun datang membawa kantong plastik berisi dua kaleng cappucino dingin dan dua kaleng susu cokelat untuknya dan untuk Sooyoung. Wajahnya berubah berekspresikan kekesalan ketika melihat Sooyoung yang malah asik mengobrol dengan Sulli sedangkan tamu yang satu lagi di diamkan begitu saja.

 

“Ah-ah!” teriak Sooyoung begitu Kyuhyun mencubit pipinya gemas dari belakang.

 

“Kau ini, tamu yang menjengukmu itu bukan cuma satu.” Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki yang duduk di samping Sulli. “Maafkan temanku ini ya, kau laki-laki dan tentunya kau pasti tahu bagaimana jika para wanita sudah berbicara,”

 

“Ya tentu saja aku mengerti,” ujar laki-laki itu yang dilanjutkan dengan tawanya dan Kyuhyun. Tentu saja mendapat tatapan sinis dari gadis-gadis yang merasa tersinggung.

 

“Baiklah, aku minta maaf. Jeosonghamnida, tuan-tuan.” ucap Sooyoung dengan nada sedikit mengejek. “Tapi, yang tentunya aku dan Kyuhyun yang sok pintar ini belum tahu, kau siapa?”

 

Sulli terlihat sudah akan berbicara, tapi didahului oleh si tampan di sampingnya. “Perkenalkan, aku kakaknya Sulli. Choi Minho imnida,” ucapnya lalu berdiri dan membungkukkan tubuhnya. “Sulli sudah banyak bercerita tentang dirimu, mungkin memang aneh jika kau sudah berteman lama dengan Sulli tapi tak pernah melihatku. Selama ini aku tinggal di Kanada dan pergi ke Amerika tak lama setelah kau pergi. Tadinya kami ingin berlibur ke Korea 2 bulan lagi, tapi saat mendengar berita tentang dirimu yang di bawa ke rumah sakit, Sulli memaksaku untuk menemaninya ke Korea lebih awal.”

 

Sooyoung mengangguk kagum saat memerhatikan Minho berbicara. Terpesona akan wibawanya dan senyum manis lelaki itu. Melihat hal itu, Kyuhyun mengambil tindakan darurat –menjitak kepala Sooyoung untuk menyadarkannya dari mimpi sekejapnya.

 

“Ah!” ringis Sooyoung mengusap kepalanya yang baru menjadi sasaran empuk buku-buku jari Kyuhyun.

 

“Aku juga tahu kalian belum mengenalku, Cho Kyuhyun imnida, calon pacar dan pelindung Choi Sooyoung yang aneh, ceroboh, dan mudah terpesona oleh lelaki berwajah tampan dan manis,” ucap Kyuhyun pada Sulli dan Minho. Sulli dan Minho yang melihat tingkah kedua orang aneh itu hanya bisa tertawa kecil, tak tahu harus mengatakan apa.

 

“Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan selagi menunggu hingga sore tiba lalu mengantarku pulang, hmm?” tanya Sooyoung.

 

Seruangan itu sedang berpikir serius. Seperti sedang menghadapi masalah berat yang memerlukan penanganan kepolisian dan tentara nasional. Atau sedang memikirkan cara untuk menanggulangi bencana alam di suatu negara berkembang. Ini benar-benar masalah serius. Sampai Kyuhyun menyampaikan ide yang sangat brilian.

 

“Aku lelah dan aku letih. Kalian juga pasti lelah 11 jam perjalanan menuju Korea. Jadi, bagaimana kalau kita semua tidur? Tentunya para gadis berbagi tempat tidur sementara aku dan Minho berbagi sofa, bagaimana?”

 

Semuanya mengangguk setuju. Akhirnya terlihatlah wajah-wajah yang lelah dan mengantuk. Sulli dan Minho menguap bersamaan, sementara Sooyoung tidak terlalu lelah tapi juga ingin tidur –memanfaatkan waktu yang ada sebelum menjalani hari-hari tanpa waktu tidur yang cukup. Dan mereka semua, tidur.

 

3.50 pm

Sooyoung POV

 

TOK TOK

 

Suara ketukan pintu. Mataku mengerjap sebentar lalu terbuka. Masih dalam posisi berbaring di tempat tidur. Seperti biasa, selalu mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum aku tidur. Terakhir yang kuingat Sulli datang berkunjung. Lalu.. ah iya, sisanya aku sudah ingat.

 

Ku lirik jam di nakas samping tempat tidur, 15.50. Mataku menjelajahi seisi ruang kamarku, sepi. Hanya ada aku. Di atas sofa ada tas pakaian yang sepertinya sudah dibereskan. Mungkin oleh Kyuhyun, oh ya, Kyuhyun mana?

 

TOK TOK

 

Seseorang diluar mengetuk pintunya lagi. Aku bergegas bangun dari tempat tidur untuk membuka pintu itu. “Ne, sebentar,” ucapku sebelum membuka pintu. Ketika aku membukanya, ternyata itu seorang perawat rumah sakit.

 

“Maaf mengganggu nona Choi, saya hanya ditugaskan untuk memberitahu Anda sebentar lagi Anda sudah bisa pulang. Tadi seorang pria yang biasa menunggu Anda disini menitipkan pesan, ia bilang ia akan keluar untuk mencari sesuatu dan akan kembali secepatnya. Maaf saya tidak bisa lama-lama, permisi.”

 

“Ah ne kamsahamnida,” balasku sambil tersenyum. Memang sebentar lagi aku akan pulang, sekitar 9 menit lagi. Dan pria yang dimaksud perawat tadi sudah bisa dipastikan kalau itu Kyuhyun. Hmm.. entah apa yang dicarinya.

 

Aku duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jendela. Memperhatikan suasana di halaman rumah sakit. Pohon-pohon dan rumput yang hijau serta bunga yang berwarna-warni. Banyak kakek dan nenek yang sedang bercengkrama dengan anak dan cucunya di kursi-kursi taman. Angin sepoi-sepoi membelai rambutku, membuatnya berterbangan pelan.

 

Ketenangan pertama yang kudapatkan saat berada di Korea. Banyak sekali kejadian-kejadian aneh yang menimpaku, padahal baru 5 hari aku berada di Korea. Tapi kalau dipikir-pikir, aku mencoba menarik sebuah garis besar dari semua kejadian, dan kesimpulannya ada sesuatu yang orangtuaku sembunyikan dariku. Dari Seunghyun oppa juga.

 

Yoona, eomma, dan appa. Yoona, Tiffany, dan Siwon. Pertama adalah mimpiku. Seorang gadis membunuh temannya yang bernama Im Yoon Ah, pada hari ulang tahun ayahku sekaligus pacar si gadis yang sudah mati itu, Choi Siwon. Dilanjutkan dengan mimpi keduaku, Yoon Ah mendatangiku dan memintaku membunuh seseorang, seseorang yang bernama Tiffany Hwang, ibuku.

 

Awalnya kukira itu semua hanya mimpi liar otakku, sepertinya tidak. Hari pertama masuk sekolah baru, Seongna Art High School, aku dan Kyuhyun menemukan sebuah buku tahunan tua yang didalamnya terdapat foto appa dan seorang gadis yang ada dalam mimpiku, Yoon Ah, atau Yoona. Dengan keterangan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

 

Entah apa yang terjadi sehingga appa akhirnya menikah dengan eomma, yang jelas mungkin Yoona yang mati mengenaskan itu sepertinya tak terima dengan apa yang terjadi. Tapi yang membuatku semakin tak mengerti, mengapa ia menyerangku? Kalau dendamnya adalah pada eommaku, kenapa harus ia mengejarku?

 

Ia mengorbankan teman Seunghyun oppa, Kibum oppa yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Melibatkan Jieun eonnie–guru bahasa di sekolahku– yang ternyata masa lalunya terikat dengan Kibum oppa. Walaupun sepertinya masalahku ini membawa kebahagiaan kepada orang lain, tapi aku sendiri juga tidak yakin akan terus begitu.

 

Bagaimana kalau dia–hantu Yoona– mengorbankan seseorang lagi untuk menyerangku? Bagaimana aku menghentikannya? Bagaimana mencegahnya? Apa yang harus kulakukan?

 

Belum lagi tugas sekolah itu. Aku belum pemotretan, tapi teman-temanku sudah. Kata Seunghyun oppa, selasa malam teman-temanku berkunjung ke rumah (dengan maksud minta untuk diambil fotonya). Kyuhyun yang memberikan alamatnya. Beberapa temanku sudah diambil fotonya, sisanya siang tadi (karena mereka minta di luar ruangan). Seunghyun oppa juga sempat kewalahan, tapi untungnya banyak dosen di kampusnya yang sedang tidak bisa mengajar, oppa yang beruntung.

 

TOK TOK

 

Suara ketukan itu membuyarkan lamunanku. Pintu itu berderak dan perlahan terbuka, ternyata Kyuhyun.

 

“Kau sudah bangun rupanya? Ayo kita pergi, sudah waktunya,” ucap Kyuhyun yang kurasa, ia kembali beraksi sok cool. Tapi tetap perhatian.

 

Kyuhyun mengambil tas pakaian berbentuk ransel itu dan memakainya di punggungnya. Aku sempat melirik ke arah jam digital, pas sekali waktunya, 16.00. Kyuhyun menghampiriku, menggenggam tanganku lalu menarikku keluar. Walaupun ekspresinya dingin, tapi tangannya hangat. Aku ingat aku pernah mengatakan kalau dia itu the warm ice, tipe namja idamanku.

 

Di tempat parkir ternyata sudah ada Seunghyun oppa dan mobil ferrari kesayangannya. Aku dan Kyuhyun duduk di kursi belakang. Aku di kiri dan Kyuhyun di kanan. Seunghyun oppa menyetel radio –dia sangat suka mendengarkan radio di mobil. Setelah itu mobil merah ini pun keluar dari tempat parkir dan menyusuri jalanan senja kota Seoul, meninggalkan rumah sakit menuju rumahku dan Seunghyun oppa.

 

Aku tak banyak bicara di mobil, hanya menatap keluar jendela. Seunghyun oppa juga sepertinya sibuk sekali mendengarkan berita yang disiarkan di radio, berita seputar girlband idolanya, 4minute. Kyuhyun juga tidak mengajakku bicara, dia asik berkencan dengan PSP miliknya. Tapi tiba-tiba Seunghyun oppa bicara.

 

“Hey, bagaimana kalau kita makan di restoran? Hitung-hitung sekalian rekreasi, habis situ kita ke mall, membeli sesuatu dan pulang, bagaimana?”

 

Aku dan Kyuhyun saling bertukar pandang dan mengangguk pelan. “Ide yang bagus,” ucap kami berdua.

 

Setelah mengitari beberapa jejeran restoran, akhirnya Seunghyun oppa memarkirkan mobilnya di tempat parkir sebuah restoran masakan Jepang. Kami bertiga turun dari mobil dan memasuki restoran tersebut. Seorang pelayan wanita menyapa kami dan mengantarkan kami ke sebuah meja yang cukup besar dengan lima kursi. Ia terlihat agak misterius, rambutnya panjang namun wajahnya tertutup topi, sehingga aku tidak dapat melihatnya dengan jelas. Setelah kami duduk, pelayan itu menyerahkan daftar menu makanan yang ada dan mencatat pesanan kami.

 

“Silahkan di tunggu limabelas menit, arigatou gozaimasu,” ucap pelayan itu dengan nada bicara yang ceria. Ia membungkukkan tubuhnya pada kami lalu membuka topinya dan kembali tegak. Sekarang terlihatlah wajah cantik yang sangat kukenal.

 

“Eonnie! Kau bekerja disini?” ujarku senang. Melihat Jieun eonnie sungguh membuatku bahagia. Wajah cantik, lembut, dan pembawaannya yang begitu tenang tapi ceria membuat siapapun yang berada di dekatnya merasa senang.

 

“Ne.. tadi aku sudah melihat dari jendela restoran, mobil Seunghyun diparkir di depan sana. Jadi aku ingin secara khusus melayani kalian, khususnya untuk muridku yang kemarin tidak fokus belajar,” jawabnya lalu mencubit hidung Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa meringis dan mencoba menjauhkan wajahnya dari tangan usil Jieun eonnie.

 

“Sudah kuduga kau akan mulai bekerja lagi hari ini, makanya aku memutuskan untuk makan disini. Cepat sana antarkan pesananku sebelum kau yang kujadikan sashimi di atas meja,” ujar Seunghyun oppa lalu disusul dengan suara tertawa kami semua. Jieun eonnie mengangguk dan melambaikan tangannya pergi.

 

Tak lama kemudian, pesanan kami datang. Jieun eonnie langsung yang membawakannya, dibantu dengan seorang pelayan laki-laki. Setelah temannya itu pergi, Jieun eonnie duduk di salah satu kursi di samping Seunghyun oppa. (Meja itu berbentuk lingkaran besar. Sooyoung duduk disebelah kiri Kyuhyun, disebelah Kyuhyun hanya ada kursi kosong. Sebelah kiri Sooyoung ada Seunghyun dan Jieun.)

 

“Enak?” tanya Jieun eonnie pada kami setelah kami menyuapkan suapan pertama makanan yang sudah kami pesan masing-masing –aku memesan makanan yang sama dengan Kyuhyun sementara Seunghyun oppa memesan atas keinginannya sendiri.

 

“Enak eonnie,” jawabku riang, tentu saja ini enak. Keputusanku untuk mengikuti Kyuhyun sangat tepat.

 

“Aku sudah pernah merasakannya langsung di Jepang, disini rasanya bercampur dengan bumbu Korea, tapi tetap terasa nikmat,” jawab Kyuhyun dengan gayanya yang seperti turis kuliner. Aku dan Jieun eonnie langsung menanggapinya dengan tatapan sebal, menghela napas, lalu tertawa bersama.

 

“Apa? Apa aku salah?” tanya Kyuhyun yang memang tidak tahu-menahu urusan wanita.

 

“Kau salah karena kau terlalu sok tau, Kyu,” jawabku santai. Lalu pandangan kami beralih ke Seunghyun oppa yang sedari tadi tidak mengeluarkan komentar apapun.

 

“Hyunnie? Kau baik-baik saja?” tanya Jieun eonnie padanya.

 

“Hmm.. kenapa rasanya seperti ini?”

 

“Maksudmu?”

 

“Ya, kenapa rasanya seperti.. seperti masakan Jepang?” tanya Seunghyun oppa dengan ekspresi polosnya.

 

PLAK

 

“Aduh! Sakit!”

 

Kini seluruh pengunjung mengalihkan pandangannya ke arah kami. Melihat kami dengan berbagai ekspresi. Beberapa mungkin kesal, beberapa lagi tertawa. Seunghyun oppa memang paling pintar membuat onar.

 

Jieun eonnie mengalihkan pandangannya padaku, tersenyum hangat walaupun masih ada tanda keseriusan di wajah manisnya itu.

 

“Aku bisa mengobrol lama dengan kalian disini, karena aku sudah mengambil cuti selama 6 bulan untuk pergi ke Cina mulai jam–” ia melihat jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya. “ –sudah mulai waktu cutiku, sekarang 16.30. Aku dan Kibum akan pergi ke Cina setelah–” ia mengambil napas dalam-dalam. Terlihat guratan ketegangan menghiasi wajahnya. “ –aku merasa Sooyoung sudah berada dalam kedamaian,”

 

Kyuhyun yang pertama kali memperlihatkan bentuk keterkejutannya pada kami, dia menyemburkan minumannya ke arah meja. “Mwo?! Jangan gila, permainan ini belum berakhir?!”

 

“Ya, sepertinya begitu,” jawab eonnie ringan. “Tapi itu tidak akan menghambat hidupmu Soo. Kau harus tetap menjalani hidupmu dengan normal–walaupun kau perlu pengawasan dua orang sinting ini. Tapi biarkan takdir membawamu ke akhir masalah ini, karena jika kau melawan arus takdir, mungkin permasalahan ini tak akan ada akhirnya. Ada dua pilihan untukmu, kau bisa membuat arwah Yoona langsung terkirim ke dalam neraka, atau kau bisa memberikan cahaya pada hatinya dan membuatnya menjadi arwah yang tenang. Tapi apapun yang kau pilih, hanya ada satu cara untuk mewujudkannya,” ia memejamkan matanya. Lalu membukanya kembali, dia terlihat pasrah. “kau harus menemuinya, sendirian, di dunia kegelapan. Tempat dimana semua arwah yang merasa memiliki dendam mendapatkan kesempatan secara illegal untuk membalaskan dendamnya,”

 

Mengerikan sekali. Bukan, bukan apa yang dikatakan oleh Jieun eonnie, tapi melihat ekspresi Kyuhyun dan Seunghyun oppa begitu mengerikan. Mata terbelalak, mulut terbuka lebar dengan sisa makanan yang masih terlihat jelas di sekitar bibir. Mencondongkan tubuh kedepan tanpa suara apapun. Mereka seperti baru saja ditusuk tombak dari belakang. Jieun eonnie mulai tertawa melihatnya, tak lama kemudian aku juga tertawa. Dan Seunghyun oppa serta Kyuhyun mulai kembali ke ekspresi normal mereka.

 

“Oke, aku mengerti. Tapi bagaimana Sooyoung bisa pergi ke dunia kegelapan itu? Dan mengapa semuanya jadi begitu terasa seperti negeri dongeng atau mitos orang tua?” tanya Seunghyun oppa.

 

“Seseorang akan menuntunnya kesana dengan tidak disengaja, itu kalau kalian mengikuti apa yang akan kukatakan. Jalani hidup kalian seperti semula, jangan mengkhawatirkan apa yang akan terjadi. Dan tentang dongeng atau mitos itu, kau tau sebenarnya itu semua nyata, tapi tak ada yang pernah ingin menyebarkan kebenaran itu karena akan sangat menakutkan bila seseorang mengetahui ada makhluk lain di bumi ini selain manusia,”

 

“Tapi, siapa orang itu? Siapa orang yang kau maksud? Apakah kau mengetahuinya?” kini Kyuhyun yang bersuara.

 

“Ani, aku tidak mengetahui. Aku tak dapat membongkar takdir Tuhan begitu saja,”

 

Terdapat jeda yang cukup panjang. Sangat panjang. Sampai suara dering smartphone Jieun eonnie terdengar. Ia mengangkat telepon itu, dan 15 detik kemudian menutupnya. Lalu dia tersenyum hangat pada kami.

 

“Kibum sudah menungguku, kami harus mengurus banyak hal sebelum kepindahan sementara kami ke Cina. Aku akan ke toilet untuk berganti baju karena tak mungkin aku keluar dengan pakaian pelayan ini, sudah ya. Selamat makan dan berjuang,”

 

Dia pergi begitu saja, meninggalkan kami dalam keheningan. Di kepalaku melayang-layang kata-kata itu. Jalani hidup seperti biasa, seperti keadaan normal, seperti semula. Tapi bagaimana bisa? Bagaimana bisa aku tak memikirkan semua yang sudah terjadi? Yang menaruhkan nyawaku dan mungkin juga nyawa orang-orang di sekitarku?

 

Wednesday, April 3rd MyungDong No. 12 10.00 pm

Author POV

 

Mereka tidak jadi pergi ke mall karena Seunghyun langsung tidak bersemangat begitu mendapat kabar bahwa ia diminta mengerjakan segudang tugas oleh dosennya yang sering absen karena berbagai urusan. Kyuhyun dan Sooyoung hanya bisa memaklumi, mereka berpikir mungkin mereka juga akan mengalami hal yang sama saat mereka sudah kuliah nanti. Jadi mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.

 

Sesampainya di depan rumah, Kyuhyun pamit pulang ke rumahnya karena ia baru saja mendapat telepon dari orang tuanya bahwa orang tuanya akan pulang dari urusan pekerjaannya sekitar lusa dan mereka tidak ingin melihat rumah berantakan. Dan Kyuhyun harus membersihkan rumah sebelum orang tuanya datang dan melemparkan pisau begitu melihat keadaan rumah saat ini.

 

Sooyoung dan Seunghyun masuk ke dalam rumah. Ternyata Sulli dan Minho sudah menunggu mereka disana. Sulli mengatakan bahwa tadi banyak teman-teman Sooyoung yang datang berkunjung, juga orang tua Sooyoung. Namun karena teman-teman Sooyoung juga ada acara keluarga, mereka hanya menitipkan banyak kotak hadiah yang Sulli letakkan di kamar Sooyoung. Sementara orang tua Sooyoung tak bisa berlama-lama karena ada perjalanan kerja ke Jepang, urusan yang tidak bisa ditunda karena mengancam keselamatan CH Entertainment, label milik ayah Sooyoung.

 

“Sooyoung, Seunghyun oppa, bolehkah kami menginap disini? Nde?” tanya Sulli saat mereka sedang duduk di ruang tamu rumah.

 

“Tentu, iya kan oppa?” ucap Sooyoung.

 

“Tentu saja. Kasur di kamarmu dan kamarku juga ukuran untuk dua orang, jadi Sulli bisa tidur denganmu sementara Minho bisa tidur denganku. Tapi kalau dipikir-pikir agak bodoh ya di rumah yang sebesar ini tidak mempunyai kamar tamu. Mungkin nanti aku akan membongkar ruangan di ujung, di samping kanan kamar Sooyoung untuk kujadikan kamar tamu,”

 

“Tidak perlu repot-repot, sebenarnya kami sudah memesan hotel, tapi adikku Sulli terus saja memaksa untuk bisa menginap di rumah ini. Sebaiknya aku ke hotel saja,” ujar Minho.

 

“Tidak perlu, lagipula ini sudah cukup larut. Tak masalah bagi kami kalau kau menginap disini, kau juga pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku jika kau berada di posisiku. Kita kan sama-sama mempunyai adik perempuan yang ceria,” ucap Seunghyun sambil melirik pada Minho, membuat Sulli dan Sooyoung yang mendengarnya –walaupun sedang bermain dengan smartphone mereka, mendengus kesal.

 

Thanks, hyung. Tapi aku akan tidur di ruang tamu saja,” ucap Minho.

 

“Baiklah, aku akan mengambilkan selimut dan bantal untukmu, tunggu sebentar,”

 

“Sepertinya aku dan Sulli juga akan langsung ke atas, kami sudah lelah,” ucap Sooyoung saat Seunghyun baru saja berdiri.

 

“Ya sudah, tapi kalian jangan main. Ingat Soo, walaupun kau sudah pulih tapi kau juga butuh istirahat, Sulli juga. Kau kan belum lama tiba di Korea,” ucap Seunghyun.

 

“Baik,” ucap Sulli dan Sooyoung berbarengan. “Kami tidur dulu.”

 

Thursday, April 4th MyungDong No. 12 02.00 am

Sooyoung POV

 

Apa itu?!

 

Aku terbangun untuk yang lima kalinya malam ini. Entahlah, tapi aku rasa suara itu memang bukan dari mimpiku. Suaranya seperti logam-logam kecil yang berkumpul, seperti.. seseorang sedang berusaha membobol ruangan dengan kawat biasa. Ya, terdengar seperti itu. Tunggu, membobol ruangan?

 

Aku berdiri dan mengecek lubang kunci di pintu kamarku, mengintipnya dari dalam kamarku yang hanya ada cahaya remang-remang dari lampu tidur. Tak ada apapun dan suara itu berhenti. Aku masih berdiri dan berpikir, sebenarnya ada apa di luar sana. Tak sengaja aku melihat Sulli yang masih tenggelam dalam mimpinya, dia tersenyum. Aku sedikit gemetar takut dan ingin membangunkannya, tapi melihat senyum manisnya dalam tidur, aku jadi tidak tega. Mungkin dia lelah karena terlalu peduli padaku.

 

Aku beranjak kembali ke tempat tidur, dan suara itu terdengar lagi. Terdengar dari kamar sebelah kanan, kamar yang terkunci. Kamar ujung yang tak boleh dibuka, kata eomma saat hari pertama aku dan Seunghyun oppa pindah ke rumah ini. Kamar tempat kejadian mengerikan dalam mimpiku saat di pesawat tempo lalu.

 

Rasa penasaran menyelubungi seluruh lapisan otakku. Aku mengintip lagi lewat lubang kunci. Sepi, masih begitu sampai 10 detik lebih. Tapi aku bodoh dan terus menunggu. Terus mengintip disana, sampai seseorang melintas di depan kamarku, ke arah kiri kamar, sepertinya akan turun ke lantai bawah. Aku terkejut tapi tetap bertahan di sana. Aku kembali berdiri tegak untuk meregangkan leherku yang rasanya akan patah sembari berpikir, itu apa? Atau siapa? Apa yang dilakukannya?

 

Aku bersiap-siap dan kembali membungkuk, meneruskan kegiatan mengintipku. Saat mencoba melihat dari lubang kunci itu, aku sampai terjatuh begitu mata seseorang menatapku tajam seakan mendorongku hanya dari lubang itu. Matanya menyiratkan kebencian, tapi aku sungguh asing dengan mata itu. Hanya ‘aura’ yang diberikan mata itu padaku yang kukenali. Seperti …

 

Sulli terbangun mendengar suaraku terjatuh, dia melihatku heran. Dia bertanya ada apa. Tentu saja aku takkan memberitahunya, jadi aku bilang aku baru saja ke bawah untuk minum air dan tersandung guling saat aku habis menutup pintu, dan untungnya memang guling yang kupakai aku taruh di bawah untuk alas duduk saat mengintip dari lubang kunci tadi.

 

Thursday, April 4th MyungDong Blok A No. 12 06.00 am

Kyuhyun POV

 

AH!

 

Aku tersentak bangun, terduduk di atas tempat tidurku. Mimpi buruk yang sangat mengerikan. Bayangkan saja, eommaku tiba-tiba datang dengan sapu di tangan kanannya. Kakakku juga datang dengan tongkat bisbol di tangan kanannya. Mereka memukuliku setelah melihat rumah yang tak terurus, berantakan di segala sisi. Lalu appaku datang, kukira ia akan membantuku lepas dari dua wanita gila yang hobi memukuliku, ternyata dia juga datang untuk memarahiku karena lupa mengecek sepeda kesayangannya yang ternyata bannya bocor.

 

Aku berdiri dan memperhatikan diriku di depan cermin. Tentu saja aku tampan, hanya terlihat kurang segar. Mungkin lelah. Entahlah. Rambutku yang acak-acakan membuatku terlihat makin seksi. Terlalu percaya diri? Biarlah. Lagipula di sekolah pun banyak yeoja yang tergila-gila padaku, aku memang namja tampan, seksi, dan berharga.

 

Jam digital di atas nakas samping tempat tidurku menunjukkan pukul 06.00, tepat. Kuambil handukku di lemari dan masuk kamar mandi –yang kebetulan berada dalam kamarku. Aliran air hangat yang mengalir dari shower membasuh seluruh tubuhku, memberikan kesegaran baru setelah hal-hal aneh yang terjadi padaku akhir-akhir ini.

 

Hal aneh? Yang paling aneh adalah kenapa orang luar yang terlibat dalam masalah keluarga Sooyoung adalah aku? Apa ikatanku dengannya? Dia hanya siswa pindahan dari Amerika yang kebetulan duduk sebangku denganku. Bukankah hanya itu?

 

Aku membilas tubuhku dari sabun dengan air yang masih mengalir dari shower. Lalu berhenti, membiarkan air itu mengucur di atas kepalaku, mengalir sampai ujung kakiku. Tidak, Sooyoung bukanlah hanya sekedar siswa pindahan biasa. Bukan sekedar teman sebangku biasa. Dia, bukan sekedar yeoja biasa.

 

Aku matikan shower dan mengeringkan tubuhku dengan handuk. Entah ikatan apa yang membuatku terlibat semua ini, tapi aku rasa ini bukan karena cinta. Kuakui kami memang terjebak dalam Love at The First Sight Syndrome. Tapi bahkan aku belum pernah mengatakan cinta padanya, memintanya untuk menjadi pacarku saja belum. Ini benar-benar hubungan tanpa status.

 

Handuk itu kupakaikan, menutupi bagian pinggang sampai lututku. Aku keluar dari kamar mandi dan mengambil baju seragam. Jika dipikir ulang, aku sudah mengucapkan I Do Love You secara tersirat. Aku baru mengenalnya, tapi rela terlibat dengan masalahnya. Mengkhawatirkannya, berusaha membantunya, and anything like that. Bisa saja aku langsung berhenti untuk terlibat, tapi yang kulakukan malah terjun lebih dalam bersamanya. Itu, bukannya termasuk ungkapan rasa cinta?

 

Di depan cermin, kusisir rambutku dan kubetulkan letak dasiku. Membersihkan jas sekolahku dari debu yang menempel. Mungkin memang hubunganku dan Sooyoung unik, tapi seperti kata Jieun noona, lebih baik menjalani takdir dengan terus mengikuti alirannya. Mengalir untuk menemukan, bahwa aku benar-benar ingin melindungi Sooyoung. Benar-benar mencintai Sooyoung.

 

Thursday, April 4th MyungDong No. 12 06.30 am

Seunghyun POV

 

“Eh, kau sudah bangun?” tanyaku pada Minho yang terlihat sedang memasak di dapur. Mwo?

 

“Sudah. Aku tak begitu bisa beradaptasi untuk tidur di sini. Aneh memang, ini pertama kalinya aku seperti itu. Jadi aku bangun duluan dan mengisi waktu dengan memasak,” jawabnya santai.

 

“Omo! Sudahlah jangan repot-repot, kau kan tamu disini, harusnya aku yang melayanimu,” ucapku lalu mengambil alih sup yang sedang dimasaknya. Sup kacang merah, kesukaanku. “Mian, malah aku yang merepotkanmu,”

 

Aku lihat anak itu hanya tersenyum. Dia lebih muda dariku, dan dia terlihat sebagai pemuda yang baik. Hebat. “Tak apa. Baiklah hyung, kalau begitu aku harus siap-siap dulu untuk memaksa Sulli agar ia tak merepotkan Sooyoung dengan terus-terusan menginap di sini. Dia akan membuat rumah ini jadi kapal pecah dalam seminggu,” ucapnya lalu kami sama-sama tertawa.

 

“Apa-apaan?!” teriak seorang gadis membuatku dan Minho terkejut setengah mati. “Su-Sulli?” ucap Minho terbata.

 

“Sudahlah, Sulli-ah. Mereka kan hanya bercanda,” ucap Sooyoung yang baru saja turun tangga dan langsung menuju dapur. Dia sudah rapi dengan seragamnya. “Apa ini? Sup kacang merah?”

 

Aku dan Minho menghela napas lega. Sulli masih menatap kami sadis, seakan dia ingin melahap kami berdua. Tapi tak berapa lama dia menghela napas dan berjalan menuju tempatku dan Sooyoung berdiri, mencicipi sup bersama Sooyoung. “Enak, siapa yang buat?” ucap mereka berbarengan sambil menoleh ke arahku.

 

“Itu,” kutunjuk Minho yang sedang berada di depan kulkas. “Oppa? Kukira dia selama ini tak bisa memasak,” ujar Sulli dengan nada sedikit meremehkan.

 

Minho mengambil botol air mineral, meminumnya, lalu memasukkannya lagi di dalam kulkas. “Jangan asal bicara kau,” jawab Minho dengan ekspresi yang lucu, ekspresinya seperti wanita yang sedang merajuk. Membuatku, Sooyoung, dan Sulli tertawa terbahak-bahak.

 

Ting Tong. Ting Tong.

 

“Biar aku yang buka,” ujar Sooyoung seiring dengan langkah cepatnya menuju pintu. Aku, Minho, dan Sulli mengintip di belakang dinding dapur.

 

Annyeong,” salam si tamu yang kudengar seperti suara laki-laki.

 

Annyeong. Kau datang tepat waktu, kami baru akan makan. Ayo masuk,” ucap Sooyoung pada.. oh itu Kyuhyun.

 

Saat masuk, kami bertiga bertemu pandang dengan Kyuhyun. Tentu saja kami terkejut dan akhirnya salah tingkah seperti orang gila. Minho tak sengaja menginjak kaki Sulli dan anak itu memarahi kakaknya dengan dahsyat. Sementara aku pura-pura memasak si sup kacang merah tadi. Untung sup itu memang belum matang. Kudengar Kyuhyun dan Sooyoung tertawa di ruang tamu.

 

Sup itu akhirnya matang. Aku menempatkannya di lima mangkuk putih dan menaruhnya di meja makan. “Hey ayo makan dulu,” seruku pada mereka-mereka yang masih sibuk dengan kegiatan masing-masing, maksudku Sulli yang masih marah pada kakaknya serta Sooyoung dan Kyuhyun yang asik tatap-menatap satu sama lain di ruang tamu.

 

“Wow, sup kacang merah. Tapi ini tak terlihat seperti menu makanan untuk sarapan,” ucap Kyuhyun yang tiba pertama di meja makan. Dia duduk dan langsung menyicipi sup itu. “Tak apalah, untuk kita yang tak hidup bersama orang tua. Tapi sup ini sungguh enak, siapa yang buat?”

 

Mendengar ucapannya, kami semua yang ada di rumah ini tertegun di saat bersamaan. Jujur saja, aku tertohok sekali dengan ucapannya. Orangtuaku dan Sooyoung sibuk bekerja, walaupun dengan alasan agar kami bisa mandiri, tapi kami benar-benar dibuat kesepian tanpa orang tua. Minho dan Sulli, orangtua mereka adalah pengusaha layanan komunikasi besar di Korea Selatan yang sering pergi keluar negeri untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan negara asing, membuat mereka sudah hidup sendiri sejak kecil –itu yang diceritakan Sooyoung padaku. Walaupun kami masih melihat orang tua Minho dan Sulli terakhir kali sebelum berangkat ke Korea. Kyuhyun? Aku baru mengenalnya, tapi dari wajahnya semua orang bisa melihat kalau dia juga kesepian. Apalagi yang kutahu, kakaknya sudah menikah dan tinggal di luar negeri, sementara orang tuanya juga sibuk mengadakan tur pekerjaan.

 

Come on, I’m sorry. Sepertinya kata-kataku terlalu sadis,” ucap Kyuhyun yang sudah melanjutkan makannya sendiri di sana.

 

“Tak apa,” ucap Minho yang kini sudah duduk di sampingku dan Kyuhyun. Sementara para wanita tak berbicara banyak, bahkan selama makan berlangsung.

 

Kami hanya makan lima menit. Minho dan Sulli langsung merapikan barang-barang mereka begitu selesai makan. Mereka akan pindah ke hotel sore nanti, itu karena Minho yang memaksa Sulli. Mereka sempat berdebat lucu sekali. ‘Aku tak mau.’ ‘Kau harus mau.’ ‘Aku ingin terus dengan Sooyoung.’ ‘Jangan merepotkan orang.’ ‘Ah tidak mau!’ ‘Mau tidak mau, aku tak bisa membiarkanmu membuat rumah ini penuh dengan pecahan beling.’ Mereka lucu sekali.

 

Sooyoung membantuku membereskan peralatan makan, lalu ia berangkat bersama Kyuhyun ke sekolah.

 

Aku duduk di sofa ruang tamu. Seluruh peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini terlintas di otakku. Apa yang menyebabkan semua ini? Hanya satu alasan yang terpaku di otakku, aku masih mengelak hal itu. Tidak masuk akal untukku, tapi masuk akal untuk menjelaskan semuanya. Kelalaian orang tua.

 

Thursday, April 4th SeongNa Art High School 12.00 am (Rest Time)

Author POV

 

“Ayo makan,” ajak Kyuhyun pada Sooyoung. Gadis itu sedang menyembunyikan kepalanya di antara kedua lengannya di atas meja di tempat duduknya. Dia tidak menjawab ajakan Kyuhyun.

 

Kyuhyun menepuk pundak Sooyoung dua kali. “Hei, kau tidur?” tanya Kyuhyun. Sooyoung mulai menegakkan kepalanya dan terlihatlah wajah khas orang bangun tidur di sana. “Matematika seperti dongeng, membuatku mengantuk,” jawab Sooyoung.

 

“Kalau begitu, kita bisa mulai menari agar kau tidak mengantuk,” ucap Kyuhyun. Namja itu menarik tangan Sooyoung berdiri, dan menariknya keluar kelas. “Yak! Jangan menarikku terlalu keras,” protes Sooyoung. Dia melepaskan lengannya dari cengkraman tangan kekar Kyuhyun. Kyuhyun hanya terdiam, tak minta maaf.

 

“Dasar sombong,” gerutu Sooyoung. “Memangnya kita mau kemana?” tanya gadis itu setelah mengelus-elus pelan lengannya.

 

“Tentu saja ke ruang menari. Kalau aku mengajakmu menari, jelas tidak mungkin kita menari di perpustakaan kan?” jawab Kyuhyun dingin. “Tapi kau ingin makan dulu atau tidak?”

 

Sooyoung berpikir sejenak. “Ani, entahlah aku benar-benar tidak lapar sekarang. Ini hal yang jarang terjadi padaku. Lebih baik kita langsung latihan saja, jika itu maksudmu tadi,” jawab gadis itu. Sooyoung berjalan mendahului Kyuhyun yang masih berdiri di sana dengan sebuah senyum tipis. Dasar ceroboh.

 

Dari arah belakang, Kyuhyun kembali menarik lengan Sooyoung dan berjalan cepat sambil menyeret gadis itu. “Memangnya kau tahu dimana ruang menari, hmm?” tanya Kyuhyun sambil berjalan, membuat Sooyoung menyengir lebar di belakang.

 

Kenyataan yang mencengangkan untuk Sooyoung, karena ternyata ruang menari berada persis di sebelah perpustakaan. “Kenapa saat ke perpustakaan aku tidak menyadarinya?” ucap Sooyoung pelan, yang sebenarnya pertanyaan untuk dirinya sendiri. “Itulah dirimu. Dari pertama melihatmu saja aku sudah tahu kalau kau adalah orang yang selalu sibuk dengan pikiranmu sendiri,” ucap Kyuhyun. Ia melepas sepatunya dan menaruhnya di rak yang sudah disediakan.

 

Sooyoung terbelalak selama beberapa detik, kemudian tersenyum nakal sambil melepas sepatunya juga. “Walaupun aku begitu, tetap saja kau menyukaiku, iya kan?” tanya Sooyoung dengan kepercayaan diri berlebihan. Ia menatap Kyuhyun tajam, menunggu sebuah jawaban keluar dari bibir penuh namja itu.

 

Kyuhyun hanya mendesah kesal dan mendahului Sooyoung memasuki ruang menari. Di ruang itu, kaca-kaca besar terpaku di dinding, terdapat speaker besar dan seperangkat komputer serta proyektor. Kyuhyun mengeluarkan flashdisknya dari kantung jas sekolahnya lalu memasangkan pada CPU komputer. Sementara Sooyoung mulai mencoba gerakan-gerakan dance di depan kaca.

 

“Aku tak ingin menjiplak gerakan si penyanyi asli, jadi coba kau dengar lagunya dan mulailah menari sendiri, aku akan merekam gerakanmu. Nanti kita pilih-pilih lagi gerakan yang akan kita gunakan untuk tugas nanti,” jelas Kyuhyun.

 

“Kenapa aku yang harus melakukannya?” tanya Sooyoung. Dia masih mencoba berbagai gerakan di depan kaca.

 

“Bukankah kau yang bilang kau pandai menari? Aku pandai di keduanya, tentu saja. Tapi kau juga harus mendapat nilai, jadi kau urus gerakan, aku urus suara,” jawab Kyuhyun.

 

“Dasar sombong,”

 

Alunan lagu Gone Not Around Any Longer mulai terdengar mengisi ruang menari. Di tahap-tahap awal, Sooyoung masih terlihat seperti meraba pikirannya untuk menciptakan gerakan yang sinkron dengan lagu ballad dari SISTAR19 tersebut. Kyuhyun mulai merekam setiap gerakan Sooyoung ketika ia rasa Sooyoung sudah mulai meresapi setiap kata dari lagu itu. Mereka tahu keinginan mereka bersama. Mereka tidak perlu gerakan seksi seperti yang dilakukan SISTAR19, yang mereka inginkan adalah gerakan tubuh yang mampu menyampaikan isi lagu tersebut secara mendalam.

 

“Cukup,” ucap Kyuhyun setelah sekitar setengah jam mereka berada di ruang menari.

 

“Akhirnya,” ucap Sooyoung lega. Gadis itu duduk bersandar pada salah satu sisi dinding untuk meluruskan kakinya. Kyuhyun yang sudah mematikan komputer memutuskan untuk duduk di sebelah Sooyoung, duduk dengan menyilangkan kaki.

 

“Nanti kita lihat hasil rekamannya. Pulang sekolah nanti aku akan pergi ke rumahmu,” ujar Kyuhyun. Sooyoung hanya mengangguk mengerti.

 

Kyuhyun menatap lurus ke depan. “Kau tahu? Ini kegiatan normal pertama yang kita lakukan berdua sebagai seorang pelajar.” Sooyoung menoleh ke arah Kyuhyun. Dilihatnya senyum manis namja itu terukir di sana, sementara Kyuhyun masih menatap lurus ke depan selama beberapa detik. Ketika namja itu menoleh ke arah Sooyoung, mata mereka bertemu. Tatapan yang hangat, seperti memeluk satu sama lain.

 

Sooyoung tak bisa berhenti menatap namja itu. Sampai Kyuhyun meraih dagu Sooyoung dengan tangannya dan mendekatkan bibir mereka satu sama lain. Kyuhyun memberikan kecupan lembutnya di bibir Sooyoung yang dibalas tak kalah lembut oleh gadis itu. Ciuman singkat, namun meninggalkan jejak kehangatan di hati masing-masing.

 

First,” ucap Sooyoung setelah Kyuhyun melepaskan ciumannya.

 

Me too. Itulah jawabanku atas pertanyaanmu di depan ruang menari tadi. Ayo bangun, kau perlu air mineral dan makanan lezat di kantin,” ajak Kyuhyun. Namja itu berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Sooyoung. Gadis chubby itu menerima tangan hangat Kyuhyun dan mulai beranjak dari posisinya. Keduanya tersenyum bahagia. Setidaknya mereka sudah saling mengetahui isi hati masing-masing, dan itu awal yang bagus.

 

Thursday, April 4th SeongNa Art High School 05.00 pm

Author POV

 

“Sooyoung-ah,”

 

Terdengar suara beberapa –atau mungkin banyak orang –memanggil Sooyoung yang sedang memasukkan buku-bukunya ke loker. Sooyoung menoleh ke arah suara dan gadis itu terkesiap saat ia tahu yang memanggilnya adalah teman-teman sekelasnya, semuanya, kecuali Kyuhyun yang sedang berdiri menyandar di depan lokernya, memperhatikan dari tempatnya berdiri.

 

“Ada apa?” tanya Sooyoung.

 

Gadis berambut cokelat kopi bergelombang mewakili teman-temannya untuk berbicara. “Gomawo, atas bantuan pemotretan itu. Padahal kau baru saja masuk sini, bahkan saat itu kau belum mengenal kami dengan baik. Kami sangat berterima kasih,” ucap gadis itu. Teman-teman dibelakang gadis itu tersenyum pada Sooyoung, mengangguk mengiyakan perkataan gadis bernametag Jessica.

 

“Sama-sama, itu tidak masalah untukku,” jelas Sooyoung dengan senyum manis di wajahnya.

 

Setelah itu teman-temannya pergi meninggalkannya, Sunny adalah orang terakhir yang pergi. Sebelum pergi gadis aegyo itu mengucapkan semoga sembuh pada Sooyoung, karena ketidakhadiran Sooyoung di sekolah kemarin karena ia masuk rumah sakit.

 

Kyuhyun menghampiri Sooyoung tak berapa lama sesudah teman-temannya pergi. “Sudah beres-beresnya? Ayo pulang,”

 

Sooyoung mengunci lokernya lalu berjalan berdampingan dengan Kyuhyun. Saling mengaitkan jari-jari tangan. Tak banyak suara yang terucap. Hanya senyum yang mewakilkan semua yang mereka rasakan. Status tidaklah penting. Walaupun tetap saja terngiang sebuah ingatan di otak Sooyoung, ingatan saat berada di rumah sakit. Kyuhyun memang berencana melamarnya, tapi saat itu Sooyoung mengatakan bahwa ia akan menunggu sampai Seunghyun –oppanya, punya pacar. Meski begitu, status memang tidaklah penting karena sekarang saja Kyuhyun dan Sooyoung saling berperilaku seolah-olah adalah pasangan kekasih.

 

Mereka masih terus berjalan tanpa suara. Saat mereka mulai memasuki area perumahan MyungDong, Sooyoung memecah keheningan senja di antara mereka. “Aku yakin gerakanku pasti bagus semua,” ucapnya dengan begitu percaya diri.

 

“Maksudnya? Aku tak lebih pandai dalam menari dibanding kau, begitu?”

 

“Hmm.. mungkin semacam itu,”

 

“Seorang Cho Kyuhyun tak bisa menari lebih baik dari Choi Sooyoung? Jangan mimpi kau Soo,” tanggap Kyuhyun. Mereka tertawa bersama. Tawa hangat seperti yang biasa terjadi pada sepasang kekasih.

 

Tak lama kemudian, Kyuhyun terdiam. Lalu kembali tersenyum dan menatap Sooyoung. “Semoga tak ada lagi kejadian aneh,” ucapnya.

 

Sooyoung juga tersenyum manis lalu mengangguk setuju. “Ya kuharap juga seperti itu. Tapi kenyataannya permainan ini belum berakhir, jadi mungkin hal-hal aneh itu juga tetap akan terjadi. Walaupun begitu, menurutku yang paling aneh adalah kenyataan bahwa kita cepat sekali akrab,”

 

Tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan rumah masing-masing –rumah mereka bersebrangan, ingat? “Aku mau mandi dulu, nanti aku akan ke rumahmu. Tunggu aku, jangan tidur duluan,” tegas Kyuhyun. Sooyoung tersenyum mengiyakan perkataan Kyuhyun.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke rumahnya. Sementara Sooyoung masih memandangi punggungnya dari belakang, sampai Kyuhyun hilang ditelan rumahnya.

 

Sooyoung memasuki rumahnya dengan wajah berseri. Masih membayangkan ciuman pertamanya yang direnggut Kyuhyun. Ia membuka pagar rumahnya, lalu menguncinya. Ia berjalan di beranda rumahnya seperti anak kecil, menghentak-hentakkan kakinya cukup keras saat berjalan. Gadis itu berhenti di depan pintu rumahnya yang berwarna cokelat. Ia menarik napas dalam dan menghembuskannya lewat bibirnya yang masih terasa hangat oleh sentuhan Kyuhyun. Sooyoung mencoba menenangkan hatinya yang masih bergejolak karena Kyuhyun.

 

Saat gadis itu memegang kenop pintu rumahnya, ada sebuah sensasi aneh menjalar ke seluruh tubuhnya, seperti tersetrum, tapi tak benar-benar tersetrum. Membuatnya merasakan firasat buruk. Saat ia membuka pintu itu, betapa terkejutnya ia melihat Minho dan Seunghyun yang sedang berkelahi, saling mendaratkan pukulan-pukulan keras di muka lawan. Ia melihat Sulli yang kebingungan, tak tahu harus berbuat apa.

 

“Ada apa, Sulli? Kenapa mereka berkelahi?” tanya Sooyoung dengan nada cemas yang terdengar dari suaranya.

 

Sulli menjawab tak kalah cemas. “Mollayo. Aku dan Minho oppa kembali ke rumahmu untuk mengambil koper kami, kami akan tinggal di hotel untuk sementara. Saat kami kembali, Seunghyun oppa sedang mencoba mendobrak pintu kamar di ujung itu, di samping kamarmu. Dia meminta Minho oppa untuk membantunya, tapi saat pintu itu berhasil terbuka, tiba-tiba saja Minho oppa memukuli Seunghyun oppa. Seunghyun oppa berusaha menghindar. Ia berlari dan hampir terjatuh dari tangga karena terpeleset. Saat itu aku sedang di dapur. Ketika aku mencoba menolong Seunghyun oppa, Minho oppa datang dan mendorong tubuhku. Mereka terus berkelahi seperti ini sampai sekarang,” jelas Sulli.

 

Sooyoung menatap nanar kedua pria yang sedang  berkelahi itu. Tak sengaja matanya tertangkap tatapan tajam mata Minho. Saat itulah Sooyoung sadar, itu bukan Minho. Tatapan Minho tak sedingin dan setajam itu. Tatapan inilah yang membuat tubuh Sooyoung bergetar. Gadis itu tahu apa yang terjadi.

 

Seunghyun terjatuh saat pukulan keras Minho mendarat tepat di pipinya. Keras sekali. Minho mengalihkan pandangannya pada Sooyoung, membuat gadis itu melangkah mundur teratur sampai tubuhnya membentur pintu rumah. Gadis itu mencoba membuka pintu rumah, namun terlambat. Minho sudah berada persis di depannya, menatap tepat di manik mata gadis itu, dan mencengkram kuat lengan Sooyoung.

 

Lengan putih Sooyoung hampir membiru karena cengkraman itu. Gadis itu tak punya cukup tenaga untuk melawan, dia hanya bisa meringis kesakitan. Seunghyun masih di posisinya, masih berusaha mempertahankan kesadarannya dan menahan rasa sakit di bagian-bagian tubuhnya yang terkena pukulan. Sementara Sulli datang dan berusaha membantu Seunghyun, lalu meneriaki Minho untuk menjauh dari Sooyoung dan memerintahkan namja itu untuk tidak menyakiti Sooyoung.

 

Minho menarik Sooyoung –mungkin lebih tepat jika menyebutnya dengan menyeret. Sooyoung berusaha keras melepaskan lengannya dari cengkraman menyakitkan lengan kekar Minho, namun tak kunjung ada hasil. Saat mereka akan menaiki tangga, Seunghyun beranjak bangun dan mendaratkan tinjuan keras di wajah Minho, namun ia kembali terjatuh ketika tendangan keras Minho mengenai perutnya.

 

Saat sampai di depan kamar yang berada di samping kanan kamar Sooyoung –kamar yang tidak boleh dibuka, Minho menarik Sooyoung untuk masuk bersamanya. Sooyoung sempat menggigit lengan Minho dan berlari kabur. Ketika gadis itu berada di tangga, dilihatnya Kyuhyun yang berjalan memasuki rumahnya, namun hal itu justru menjadi sesuatu yang sangat disesalinya karena membuat Minho berhasil menangkapnya kembali dan menyeretnya, masuk ke kamar ujung itu.

 

Kyuhyun yang sempat melihat Sooyoung, berlari mengejar Sooyoung. Sayangnnya ia terlambat. Pintu kamar ujung itu sudah terkunci. Seberapa keras dan kuat ia berusaha mendobrak, pintu itu tak pernah berhasil terbuka.

 

Kyuhyun teringat kalau ia sempat melihat Sulli yang berusaha menolong Seunghyun yang terluka parah. Namja itu menghampiri mereka yang masih ada di bawah tangga. “Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Kyuhyun pada Sulli dan gadis itu kembali menceritakan apa yang sudah ia ceritakan pada Sooyoung.

 

“Yoona,” desis Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia melihat Seunghyun yang masih sadar walaupun dalam keadaan parah. “Hyung, inikah yang dimaksud Jieun noona tentang pintu itu?”

 

“Sepertinya b-begitu,” jawab Seunghyun susah payah. “Kita harus me-membuka pintu k-kamar itu,” lanjut Seunghyun.

 

“Tapi bag-” pertanyaan Kyuhyun terpotong ketika ia melihat ada dua orang yang masuk, itu Jieun dan Kibum. Mereka berlari menghampiri Seunghyun, Sulli, dan Kyuhyun.

 

“Firasatmu benar Ji,” ucap Kibum pada Jieun. Kibum memberi isyarat pada Kyuhyun untuk mengangkut Seunghyun ke atas sofa di ruang tamu. Sulli pergi untuk mengambil es, lap, dan kotak P3K untuk mengobati Seunghyun. Sementara Jieun berdiri di bawah tangga memejamkan matanya.

 

“Apa yang noona lakukan?” tanya Kyuhyun pada Kibum

 

“Dia sedang menerawang, melihat apa yang terjadi pada Sooyoung,”

 

Sementara itu, di dalam kamar ujung, Minho melepaskan cengkramannya pada lengan Sooyoung. Ia menekan saklar lampu, namun tak ada lampu yang menyala. Kini sebuah gas hitam berbentuk seperti pintu ada di depan Sooyoung dan Minho. Sooyoung takjub melihatnya, namun tak lama kemudian Minho menariknya dan mendorongnya memasuki gas itu. Sooyoung, terlempar masuk ke dalam gas hitam.

 

Minho masih berada di dalam kamar. Ia menekan saklar lampu kembali dan pintu gas itu menghilang. Kepalanya diserang rasa sakit yang sangat kuat, namun tak lama tubuhnya tergeletak lemas, pingsan. Sementara pengendali tubuhnya sudah berhasil keluar.

 

Appa pulang, eh maksudnya appa dat-” ucapan lelaki tua bermarga Choi terhenti saat memasuki ruang tamu. “Apa lagi ini?!” ucap Siwon saat melihat banyak orang di dalam rumah itu, ditambah kondisi Seunghyun yang terluka parah.

 

Jieun membuka matanya ketika mendengar suara Siwon.

 

“Jieun! Awas!” teriak Kibum pada Jieun ketika dilihatnya lampu gantung besar di atas Jieun mendadak akan jatuh. Kibum berlari ke arah Jieun dan berhasil menyelamatkan pacarnya yang nyaris saja mati. “Kau tak apa?” tanya Kibum yang di jawab anggukan lemah Jieun.

 

Keadaan hening selama beberapa detik setelah lampu besar itu jatuh. Namun keheningan itu pecah ketika terdengar suara tawa wanita yang menggelegar. “Permainan yang menarik bukan?”

TBC

63 thoughts on “[Series] Mystery of MyungDong No. 12 (Part 6)

  1. Narny says:

    soo dbwah kmana,?? aku lngsung mrinding,. critanya keren🙂 dtunggu yach klanjutannya. Hwaiting
    “penasaranaku

  2. elvi says:

    Itu suara siapa?
    Yoona kah?
    Deg2an bacanya…
    Soo di bawa kemana?
    Penasaran…
    Di tunggu kelanjutan nya..

  3. peperorin says:

    akhirnya dilanjut juga! duhh aku udah nunggu2 banget ff ini >_< itu soo bener2 dibawa ke tempat kegelapan? itu suaranya siapa? yoona? itu siwon dateng bareng tiffany kah? astaga aku udah kepo akut sama terusannya kkk~ nextnya kalo bisa secepatnya ditunggu ya author!😀

  4. DianAyuni says:

    kyaaaa sooyoung.diapainnn……!
    koq kyuyoung tnpa.status.sih…
    ayo dong kyu tembak sooyoungnya

  5. FauziahNM says:

    yoona muncul jg, sereeeem critanya. apalgi waktu soo ngintip di lubang kunci tiba tiba ada mata yg ngeliat, bikin merinding ngebayanginnya aja
    ditunggu kelanjutannya ya

  6. sari says:

    Penasaran bgt thor, suara perempuan itu suara yoona? Next thor ga sabar mau baca lanjutannya🙂

  7. nadigoo says:

    Kalo baca ff ini sukses bikin merinding
    Astaga seunghyun dipukulin
    Soo mau diapain itu? Ckck
    terus itu suara wanita siapa? Yoona?

  8. Nine Nur Muharamah says:

    Akhirnya kau post juga chingu next partnya..
    Jujur, ff ini yg paling aku tunggu2. Kenapa? soalnya aku suka baca ff genre Horror Romance gitu. kan pernah ada juga tuh ff Horror lain di ksi, tapi author nya gamau ngelanjutin ff nya.. jadilah aku ngubek2 ksi cuma mau nyari ff horror romance..
    Ketemu sama ff ini deh, aku udh tunggu next part dari ff ini wktu itu. Malah di fb, ada yg nanya ttg ff ini, aku juga mau ngontak chingu bingung.
    Dan setelah ff ini dipost.. aigggooo aku merinding, Soo masukah ke dunia kegelapan..??? Terus cewe yg nanya ‘permainan yg menarik bukan?’ itu Yoona ya??
    Entah kenapa aku jadi takut ama Yoona.
    Yaudah aku tunggu kelanjutannya secepatnya ya Chingu.. SEMANGAT!!

  9. Kyaa akhirnya d post jga part ini…dikira udh cmn sampai part 5 doank….

    Gila cerita nya menegangkan,,pas baca pertama sih msih gk ngerti letak kesalahn nya soalnya part” sebelumnya udh lupa alur ceritanya cmn pas akhir-akhir bru ngerti letak kejadian nya….😀

    Daebakkkkkk,,jgn lma” yaa d [post part selanjutnya….Penasaran sma keadaan sooyoung🙂

  10. GyusyoffGalaxy says:

    YEEE PUBLISH JUGA NIH FF .

    THOR NEXT YAA~ JANGAN LAMA-LAMA kalau bisa…nunggu klanjutan nih ff dari akhir taun kemaren… SEMANGAT AUTHORRR

    Authorr GUUUUUDD~

  11. GyusyoffGalaxy says:

    YEEE PUBLISH JUGA NIH FF
    MINHO KESURUPAN SAMA YOONA?? Parah —

    Syoo gimana nasibnya..?? THOR NEXT YAA~ JANGAN LAMA-LAMA kalau bisa…nunggu klanjutan nih ff dari akhir taun kemaren…

  12. GyusyoffGalaxy says:

    KYAAAAA AKHIRNYA FF YG DITUNGGU-TUNGGU PUBLISH JUGA ><

    MINHO KESURUPAN SAMA YOONA?? Parah —

    Syoo gimana nasibnya..?? THOR NEXT YAA~ JANGAN LAMA-LAMA kalau bisa…nunggu klanjutan nih ff dari akhir taun kemaren…

  13. kim says:

    Karena aku lupa sama ceritanya jadi aku putusin untuk baca dari awal lagi.
    Aku suka sama ff nya. Aku jarang baca ff horor. Aku juga suka sama gaya bahasa tulisan kamu. Ff ini juga termasuk salah satu ff yg aku tunggu. Nice FF

  14. Rizky NOviri says:

    Wah, menegangkan..
    itu soo d bwa k dunia lain pan? Huah..
    gimana lanjutannya?
    penasaran..😄
    lanjuuut..

    Daebak.. Seru.. Keren..😉

  15. Udah lama banget nuggu ni ff, aku kiraa ga akan diterusin.
    Untungnya diterusin

    Daebak part yang ini suka banget
    Ditunggu next part nya🙂

  16. Nada Firdaus says:

    Udah lama bgt nunggu ni ff ….
    Akhir nya publish jg ….
    Part 7 jgn lama2 y thor …..

  17. rofiah nasution says:

    aaaaa lgi seru2nya kok tbc sich
    ngak pa2 dh yng pentng part slnjutnya cpt dipost ya
    DAEBAK ff

  18. sumpah aku merinding bacanya apa lagi baca dari part 1-5 tengah malem.saking serunya baca sampe males udahan . dan pilihan yg bagus aku baca part 6 gak tengah malem kaya lima part sebelumnya😀
    paling berasa merinding tuh part 6 gak tau kenapa pas baca akhir” part6 tuh merinding kan bacanya gak tengah malem ya -,-?
    sebenernya siapa sih yang udah bunuh yoona ?
    apa jangan” tiffany yg bunuh ?
    dan kenapa juga sooyoung yang kena bales dendam yoona dah -,-
    aku penasaran bagaimana cerita’a orang tua sooyoung and yoona sebelum kejadian itu -,-
    dan apa sebabnya sooyoung yg kena?
    mian chingu aku baru koment di part 6 dari 6 part ini😀
    ciritanya seru, dan bener” terasa horor’a di cerita itu kaya kita lagi nonton film horo kalo gak ada tulisan tbc’a hahah😀

  19. mongochi*hae says:

    pukul 02:28 ak bca n ff
    braaasaaa bgt suasana mcekamny…

    hnnn kyuyoung..biar HTS tp ttp chessy bgt. aplg kyu dg sifat khasny kkk gemesin dh dg couple n…

    wow.. soo sdh msuk kedunia yg dmksd jieun it ya…
    jd min ho org perantara yg dmksd…

    tpi double syok lg dg suara org paa d.ruang tengah. ap it suara yoona ????

    * akhirny n ff post jga. lumutan nungguny kkkkk. next part dtunggu cpt nde

  20. Saidah says:

    Tmbah sru dn bkin deg2 kn,….aq hrap part slnjtx cpat dpost dn jga sdkt pnsran tntng msa llux yoona dn k2 ortux sooyoung dtmba

  21. brigitta says:

    Akhr.a chingu ngelanjtin ini ff
    Kshan deh, skrng minho yg di jadiin alat sma yoona
    Kyu dtng trlambt nih, soo udh ke buru di bwa pergi
    Siwon hrus jelasin apa sih yg trjadi sbnr.a di masa lalu
    Jieun dan kibum dtng terlambt..
    Khwatir sma soo apa dy akn slamat
    Next.a jgn lama” ya, penasaran bngt

  22. met says:

    Wahh jd soo bnran dibwa ke dunia kegelapan itu? Trus si Minho kan bru dirasukin gmn kabarnya Yoona udh klr kan dr tubuhnya Min
    Trus Yoona yah yg bicara itu?
    Penasaran bgt nih
    Nextnya g blh lama” pokoknya😀

  23. Oh tidak oh tidak oh tidaaaaaaaak
    Ige mwoya!!!!!! Kenapa endingnya selalu kayak gini!!! Gantung everywhere!!! Thor, kalo kelamaan lagi next partnya, siap siap nemu golok didepan kamar ya thor *ngancemnihceritanya* inget tuh thor!! *nunjuknunjukpakepiso*

  24. Priyanti Nur Ahlina says:

    aigooo jangan2 yoona ngerasukin sooyoung lagi -_- akhirnya dilanjut juga ya thor setelah lama ga muncul ff nya hehehe

  25. komen dulu baru baca *lagi* dari awal
    aaaaaa aku mau protes sama authornim. aku kira ff ini ga akan dilanjutin. padahal ceritanya bagus dan ngegantung everywhere -_- semoga authornim dapet banyak ilham bakal ngelanjutin ff ini sampe end dan ga ketunda lama lama, *readerbanyakmaunya* hahahaha

  26. aigooo makin seru dan bkin penasaran, kyknya syooo udh msk ke dunia kegelapan ya buat brtemu langsung sama yoona, smoga syoo ga knpa2 deh, aduh kasian sama seunghyun dan minho hrs saling berkelahi… pkoknya masalah ini smua hrs cpt terungkap biar tdk bnyk korban yg berjatuhan.. chingu cpt dlnjt ya buat next partnya🙂.. hwaiting!!

  27. fransiscafortunita24 says:

    jangan” soo dibawa k dunia kegelapan lagi ?!!!!!
    tidakkkkkkkkk😥
    penasaran selanjutnya gmn
    ditunggu , hwaiting !

  28. imelda says:

    waw daebak!!
    next part jgn lama2 donk chingu (人’∀’) please…
    (งˆ▽ˆ)ง semangat

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s