Hated Friend! (Part 3 -END)

Hated Friend! Part 3 END

Nabiy present it.

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Kim Myungsoo || Genre: Friendship, hurt, sad || Lenght: Chapter

Hated Friend Part 1 | Part 2

***

Keinginan terbesarmu adalah menjadi seorrang fashion designer dunia, apakah kali ini aku benar lagi? Tapi karena seseorang kau rela meninggalkan semua impianmu bahkan ambisi terbesarmu untuk sebuah obsesi gilamu.

Fashion designer,” gumam Sooyoung secara tak sadar. Pikirannya yang berkelut memerintahkan dirinya untuk membuka laptopnya. Jari-jarinya menari di atas keyboard setelah memasuki website pencarian. Hingga sebuah halaman mode telah tertampil di wajah laptopnya.

“Central Saint Martins?” tanyanya seperti bergumam, telunjuknya terus mengscroll, menjelajahi website itu sampai pada akhirnya ia berhenti tepat di halaman berisikan form pendaftaran mahasiswa baru secara online.

STORY BEGIN…

Sooyoung langsung mengklik tombol kirim di layar laptopnya dengan mantap setelah beberapa kali ia memeriksa, bahwa apa yang ia isi tidak ada kesalahan sedikitpun. Ia harus yakin dengan pilihannya, jika ia sudah yakin, maka semua yang akan dilakukannya akan terasa lebih mudah ia jalani. Semua itu karena perkataan Myungsoo yang terus mengingang di kepalanya, dia ingin seperti John Galliano Alexander McQueen bukan sebagai bayangan seorang Cho Kyuhyun.

Ia baru ingat kalau ia harus mengabari ayahnya terlebih dulu, bagaimana pun juga walaupun mereka berada di daratan berbeda,  tetap saja ayahnya ‘lah yang menjadi wali selama ia belum menikah. Baru saja handphone-nya ia nyalakan, puluhan sms telah memasuki kontak inbox-nya. Sooyoung tidak memerdulikan serbuan pesan masuk itu, segera ia menghubungi ayahnya.

Appa, ini aku Sooyoung…  aish, bagaimana kabar appa?…. Aku baik-baik saja…. Appa, aku ingin minta izin padamu…. Aku ingin menjadi fashion designer…. Tapi aku mau berhenti kuliah… aish, jangan memotong pembicaraanku dulu appa… aku mau berhenti dari Kyunghee dan melanjutkannya ke sekolah fashion di london…. Tidak apa-apa, hanya saja aku baru menyadari, kalau minatku bukan dimusik…. Baiklah, jaga dirimu baik-baik appa, salam juga untuk oppa.”

Sooyoung berjalan perlahan ke arah jendela. Kedua tangannya terlipat di depan dadanya, matanya terus menerawang, menatap hiruk pikuk kota Seoul yang tak pernah habis di telan waktu.

karena seseorang kau rela meninggalkan semua impianmu bahkan ambisi terbesarmu untuk sebuah obsesi gilamu.

Kali ini aku akan mengikuti ambisiku, bisik Sooyoung dalam hatinya. Terbesit dalam hatinya untuk menghubungi Myungsoo, ia seharusnya minta maaf pada Myungsoo. Myungsoo benar, ia tidak pernah salah.

“Hallo.” suaranya menyapa di ujung telepon sana, tidak ada yang berubah sejak lima hari yang lalu. Ayolah, lima hari bukanlah waktu bertahun-tahun. Kau aneh Sooyoung.

“Hai,” Hilang! Tidak ada satupun di antara mereka berdua yang mengeluarkan sepatah suara setelah saling menyapa. Sooyoung hanya gugup karena merasa sedikit bersalah pada lelaki ini. “Aku minta maaf.”

Hening kembali menyelimuti, Myungsoo sama sekali tidak menjawab perkataannya. Apa dia marah?

“Myungsoo, kau disana?”

“Ah noona, mianhae. Jangan kau pikirkan, bukankah kita teman, dan itulah gunanya teman.”

“Ya, kau benar. Itulah gunanya teman. Aku bersyukur kau sudah mengingatkanku, dan –aku sadar, obsesi hanya akan membuat orang gila saja.” Sooyoung terdiam sejenak dan bagusnya Myungsoo juga tak mengeluarkan suara sedikit pun. “Aku sudah memutuskan, aku ingin seperti kalian.”

“Apa?”

“Aku akan menggenggam impianku sendiri. Aku akan pergi ke london.” Sooyoung menundukan kepalanya, menatap geli kendaraan yang berlalu lalang di bawah sana. “Menjadi fashion designer.”

.

.

.

Sooyoung baru saja selesai mengurus semua surat-surat ketika ia bertemu Go Raemi yang tergesah-gesah menghampirinya. Sooyoung menatap bingung ke arah sahabatnya itu.

“Ya! Jangan pernah pasang wajah tak bersalah itu setelah seminggu kau menghilangkan diri di balik pintu apartemen terkutukmu itu. Kau hanya membuat semua orang khawatir. Aku membencimu.” Serentetan perkataan Raemi membuat Sooyoung tersenyum penuh penyesalan, tapi itu hanya bertahan sebentar. Berselang kemudian, Sooyoung sudah tertawa.

“Kau juga mengkhawatirkanku? Demi apapun, kau tidak sedang keracunan bukan?” Reami memandangnya dengan sengit, membuat Sooyoung sejenak menghentikan tawanya yang terdengar berlebihan. “Sudahlah. Aku salah mengatakan hal itu. Sedang apa kau di sini?”

“Hanya mengurus surat-surat.”

“Surat? Untuk apa?” tanyanya begitu penasaran.

“Aku akan ke London?”

“Hoaa, kau mau berlibur ke sana? Oh demi apapun, aku ingin ikut denganmu.” Suara Raemi begitu ceria ketika ia mengatakan keinginannya itu, Sooyoung juga dapat melihatnya dari binar kedua mata Raemi. Haruskah?

“Tidak. Aku tidak berlibur disana,” Ketika ia mengatakan itu, Raemi menatapnya dengan penuh pertanyaan. “Aku akan belajar disana.” Sambungnya.

“Maksudmu?” Raemi memiringkan kepala dan kembali menatap Sooyoung dengan penuh rasa tanya. Raemi hanya tidak mengerti, gadis yang berdiri di hadapannya itu baru saja berkata ia akan pergi ke London untuk belajar, untuk apa ia belajar di sana kalau dia sedang belajar di sini.

Puzzle-puzzle itu seakan menyatu dengan cepat di otak Raemi. Sukses sudah Sooyoung mendapatkan tatapan penuh ketidak percayaan dari Raemi.

“Sungguh demi apapun, aku tidak akan pernah percaya kata-katamu Choi Sooyoung. Kau baru saja keluar setelah mengurung dirimu selama seminggu ini, membuat semua orang khawatir. Dan sekarang kau mengatakan, kau akan belajar di London. Kau tahu, kau berhasil memberikan kejutan padaku Choi Sooyoung. Berhentilah bercanda sebelum aku membunuhmu.”

Raemi menatapnya dengan tajam seakan-akan tatapan itu siap untuk mengulitinya.

“Satu yang perlu kau ketahui, aku tidak pernah bercanda.”

“Karena itu aku tidak akan pernah percaya kata-katamu barusan, Choi Sooyoung.”

“Kau harus percaya. Aku tidak bisa terus-menerus mengikuti Kyuhyun seperti bayangannya. Kau akan mengerti Raemi.”

“Tapi tidak dengan cara seperti ini! Aku pergi.”

Perdebatan di antara mereka berakhir dengan Raemi yang pergi meninggalkan Sooyoung sendiri –masih di depan kantor. Hatinya berkecamuk, sekarang ia merasa bersalah. Tapi, benaknya kembali berbisik, biarkan kali ini aku kembali egois.

.

Raemi terus saja merutuki semua kelakuan sahabatnya –Sooyoung akhir-akhir ini. Raemi merasa, kalau Sooyoung terlalu berlebihan atau hanya saja dia yang tidak bisa mengerti perasaan Sooyoung? Tidak. Tentunya untuk pernyataan kedua, raemi hapal betul perasaan sooyoung kali ini. Hanya saja, dia tidak terima dengan perkataan Sooyoung yang memutuskan pergi ke London. Raemi tidak bisa, ia pikir akan sulit untuknya. Karena sudah bertahun-tahun ia selalu menghabiskan waktu bersama sooyoung, bagaimana nanti jika Sooyoung tiba-tiba tidaak ada di sampingnya? Siapa yang akan menemaninya lagi? Kyuhyun ada di Korea, tapi Raemi sadar. Bahwa Kyuhyun tidak akan pernah punya waktu untuk sekedar menemaninya. Ia seorang artis, sekarang.

Apa Kyuhyun tahu rencana Sooyoung kali ini? Ia harus bertanya.

Raemi berusaha menghubungi Kyuhyun. Lagi-lagi ia tersadar setelah suara operator terus bercicit di ujung telepon sana, kalau Kyuhyun sedang mempersiapkan album barunya yang akan segera dirilis.

.

.

.

Kyuhyun berjalan keluar dari gedung agensinya menuju sebuah mobil yang sudah tidak asing lagi di matanya. Setelah selesai latihan tadi, ia di kabari oleh managernya kalau sahabatnya itu meminta untuk bertemu di parkiran nanti. Pikirannya melayang jauh, berusaha mencari tahu mengapa sahabatnya yang satu ini tiba-tiba menghubunginya lalu mengajaknya bertemu, dan lagi sang manager juga dengan gaampangnya menyetujui permintaan gadis itu.

Kyuhyun yang begitu lelah baru saja duduk dengan tenang di bangku belakang bersama sosok Raemi yang masih menyingkap ‘kan kedua tangannya di depan dada. Ia pejamkan matanya sambil menghela napasnya yang sedikit memberat, berusaha mengabaikan gadis yang ada di sampingnya walau ia tahu pasti ada apa-apa yang ingin gadis ini bicarakan.

Bugh!

Bugh!

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

Bugh!

Bugh!

“Hentikan! Sakit bodoh!”

Bugh!

Bugh!

Kyuhyun terpaksa menarik tangan Raemi yang terus melancarkan pukulan-pukulannya yang tanpa sebab itu. Ia bisa melihat bagaimana gadis itu begitu geram, dan kini Kyuhyun juga ikut geram dengan tingkah bar-bar sahabatnya.

“Aku membencimu, Cho Kyuhyun!” desis Raemi penuh dengan penekanan disetiap kata-katanya.

“Aku tidak peduli! Sekarang jelaskan kepadaku, apa alasanmu menemuiku? Lalu setelah menemuiku kau malah memukuliku tanpa perasaan? Kau harus sadar, aku bukan kantung samsak untuk kau pukuli. Kalau fansku tahu apa yang kau lakukan pada idolanya, kau akan mati! Cepat katakan, aku sudah lelah! Setelah itu, antar aku pulang ke dormku!”

Tatapan sengit dari kedua mata Raemi memang tidak pernah mempan untuk Kyuhyun. Tapi untuk kali ini cukup membuat Kyuhyun sedikit tertusuk, gadis di hadapannya ini sungguh sedang tidak bersahabat. Beberapa saat menatap gadis itu, berusaha membuatnya tenang dan itu sedikit berhasil. Justru sekarang ia melihat kedua mata Raemi berkaca-kaca.

“Kau tahu. Kau menghilang begitu saja, kau sama sekali tak bisa dihubungi. Aku tahu, kau sedang sibuk menyiapkan album barumu. Tapi saat itu juga, aku seperti kehilangan kedua sahabatku sekaligus.” Raemi mengatakan itu semua dengan suara tertahan, ia juga sedang menahan tangisnya. Tapi sayangnya, ia gagal. Kyuhyun terlihat menghela napasnya dengan berat sebelum akhirnya ia memeluk Raemi di dadanya.

“Maafkan aku. Sekarang aku ada di sini.” Kata-kata itu yang keluar dari mulut Kyuhyun untuk menenangi Raemi, tapi setelah itulah tangisan Raemi semakin keras. Apa dia sedang patah hati, itu yang sejak tadi terbesit dalam pikiran Kyuhyun.

Raemi kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan sengitnya lagi. “Bagaimana bisa kau setenang itu? Kau akan kehilangan sahabatmu, bodoh!”

Bugh!

Bugh!

“Apa maksudmu?” Kyuhyun menatap bingung Raemi, sungguh sekarang ia tak mengerti apa yang sedang gadis itu katakan.

“Gadis bodoh itu, dia pindah ke London–”

.

Gadis bodoh itu, dia pindah ke London. Hari ini, ya hari ini ia akan pergi. Kau tahu, semua itu karenamu, aku sangat sangat membencimu Cho Kyuhyun. Coba saja kau tidak pernah lahir di dunia ini. Semua karenamu, Cho Kyuhyun!

Kyuhyun berlari ke dalam bandara dengan segera setelah ia sampai di parkiran dan juga memastikan penyamarannya sudah lengkap. Ia menatap sekeliling dengan mata elangnya, berusaha mencari sosok Sooyoung ketika ia sudah berada di dalam. Ia ingin tahu alasan gadis itu pergi dengan lebih jelas lagi lewat mulutnya langsung.

Seseorang menepuk pundak. Raemi terlihat seperti seseorang yang akan dicabut nyawanya, dan tatapannya tertuju pada satu arah –layar jadwal keberangkatan.

“Kita terlambat. Cho Kyuhyun, kita terlambat.”

Coba saja dia tidak pernah mencintaimu. Sekarang dia sudah menyerah padamu.

.

.

.

4 Tahun kemudian..

London, Inggris.

“Summer, apa kau bisa tolong balaskan email-ku untuk Gleda. Aku lupa membalasnya. Katakan padanya, aku akan pergi menemuinya lusa nanti. Wanita itu sungguh cerewet.” Teriak wanita berumur di pertengahan 40 itu dengan bahasa Inggris dan juga logatnya begitu kental, Sooyoung tersenyum melihat wanita yang tengah sibuk dengan kain yang bertebaran di sekitar wanita itu.

“Apa aku juga harus menulis perkataanmu yang terakhir?” ledek Sooyoung membuat wanita itu mendelik sebentar lalu kembali fokus pada kain-kainnya.

Summer, begitulah Sooyoung dipanggil selama ia tinggal di Inggris. Selama tiga tahun terakhir ini juga, ia sangat giat menekuni dunia barunya, berkutat dengan design, kain-kain dan juga mesin jahit. Disaat itulah ia terlihat begitu bahagia, dan di sela waktunya berkuliah, ia menyempatkan dirinya bekerja di butik milik Natalie –ia lebih senang jika orang memanggilnya nate.

Setelah ia selesai menjalani perintah madam Nate, ia menyempatkan dirinya untuk membuka emailnya yang sudah 2 hari ini belum ia periksa. Terakhir ia periksa, ia mendapatkan email dari Myungsoo kalau dia akan mengadakan konser di kota itu.

From: Kim Myungsoo

To: Choi Sooyoung

Subject: Aku akan datang!

Datanglah ke konser kami, aku akan memberikanmu tiket gratis. Oh, apa kau masih bekerja di butik madam Nate? Jika iya, aku akan pergi menemuimu setelah aku sampai di London.

“Summer.” Seseorang memanggilnya tepat dekat pintu ruangan di mana Sooyoung kini berada.

“Ya, ada apa?”

“Seseorang mencarimu,”

Apa?

“Oe, siapa yang mencarinya? Baru kali ini aku menemukan seseorang mencarinya?” saut madam Nate tepat di belakang Amanda. Penasaran dan ingin tahu, itu memang sifat yang harus benar-benar dijauhin dari sosok wanita yang namanya sudah di kenal seantreo London ini.

“Dia seorang lelaki! Wajahnya seperti kukenal. Tapi entahlah.” jiwa penggosip seorang Amanda telah kembali dan ini adalah tanda bahaya.

Sooyoung menghampiri mereka sebentar untuk menunjukan wajahnya yang meledek itu sebelum akhirnya ia turun ke bawah dan menemui lelaki yang Amanda maksud. Ia sempat berpikir, siapakah gerangan yang mencarinya? Terlebih lagi dia seorang lelaki, dan selama di London ia sama sekali tidak berhubungan dengan satupun lelaki di sini.

Noona!”

Terkejut? Tentu. Baru saja ia membaca email dari Myungsoo, dan tiba-tiba lelaki itu kini sudah ada di hadapannya. Rasanya seperti ia punya sihir menghilangkan diri. Sooyoung benar-benar menyambut Myungsoo dengan gembira sambil tertawa memeluk lelaki itu.

“Bagaimana bisa kau kesini?” tanya Sooyoung begitu penasaran, tapi sayangnya rasa penasarannya tidak lebih besar dari para wanita yang tengah menatap ketaampanan Myungsoo di belakang gadis itu.

“Kau tidak membaca email-ku memang?”

Ah iya.

“Summer, apa kau tidak ingin memperkenalkannya pada kami?” saut madam Nate dengan bahasa kebangsaanya saat sudah berdiri sejajar dengan Sooyoung.

“Ah, perkenalkan. Ini temanku dari Korea, namanya Kim Myungsoo tapi kalian bisa memanggilnya L. Dia akan mengadakan konser–“

“Oh, apa dia L Infinite? Aku tidak salah bukan.”

.

Sooyoung masih tertawa geli saat kembali membayangkan ekspresi teman-temannya setelah mengetahui, aniya lebih tepatnya menyadari kalau Myungsoo adalah seorang bintang asia. Mereka semua cukup mengenal nama Infinite, tapi mengapa ketika mereka di hadapkan langsung dengan salah satu anggotanya, tidak ada satupun yang mengenalnya. Itu sangat ajaib. Terakhir, ketika Myungsoo memberikan lima tiket VIP gratis untuk konsernya di hari kedua, mereka sempat menjerit histeris.

“Amanda akan menjadikan ini sebagai gosip besarnya. Oh gawat!” Sooyoung kembali mengerang frustasi sambil menggelengkan kepalanya, dan sepertinya Myungsoo juga tertular oleh Sooyoung.

Sekarang mereka sedang berada di depan bangunan megah York Minster. Setelah ia meminta izin pada madam Nate, Myungsoo memintanya untuk pergi ke gereja ini. Kini Sooyoung berjalan bersama Myungsoo yang tidak menggunakan satupun alat penyamaran, kecuali topinya yang sudah menempel di atas kepalanya itu.

“Kau tahu, tempat ini yang sering aku datangi setalah aku pindah ke sini. Aku sangat menyukai tempat ini.” Sooyoung segera menempati bangku yang berada di tengah. Kedua tangannya sudah bertautan, kedua matanya pun ikut tertutup. Gadis itu tengah berdoa dengan khusyuk. Itu yang Myungsoo tangkap dengan kedua matanya. Myungsoo menatap gadis di sampingnya dengan datar. Entah bagaimana, pikirannya kembali berkelana pada beberapa tahun lalu. Tanpa ia sadari, tatapannya berubah sedih menatap gadis itu. Sooyoung membuka kedua matanya, lalu tersenyum manis balas menatap Myungsoo.

“Kau tidak berdoa?” Sooyoung memringkan kepalanya, menatapnya dengan penuh tanya.

“Aku berharap pulang secepatnya ke korea. Puas?” Myungsoo mendesis sebal melihat kelakuan Sooyoung. Memangnya gara-gara siapa dia tidak sempat berdoa.

“Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi?”

“Ya, sesuatu yang besar. Aku merindukan gadisku di sana.”

“Apa? Kau sudah punya gadis? Kenalkan padaku!” Ini berita besar untuk Sooyoung. Ia kira seorang L Infinite tidak akan pernah menyukai seorang gadis lantaran tatapannya yang sungguh mematikan itu. Tidak, justru itu pesona yang lelaki ini miliki.

“Akan kukenalkan saat kau kembali ke Korea.”

Sooyoung memalingkan kepalanya dari Myungsoo, wajahnya terlihat datar tapi Myungsoo dapat melihat dari sudut mata gadis itu kalau dia sedih. “Aku tidak akan kembali.” Ambigu! “Setelah lulus, aku akan tinggal di New York. Ayah sudah mengurus semuanya.”

Sooyoung kembali menatap Myungsoo, tapi Myungsoo seperti terlihat tengah memikirkan sesuatu.

“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan.”

Justru karenamu aku memikirkan seseorang, batin Myungsoo berteriak seperti itu ketika Sooyoung berbicara dengan entengnya.

“Ah ya, kau bukan tipe lelaki yang terlalu gampang menyukai wanita ‘kan?”

.

.

.

5 bulan kemudian…

New York, America.

Sudah genap sebulan yang lalu Sooyoung meninggalkan Inggris, sekarang ia benar-benar tinggal di negeri paman sham ini bersama dengan keluarga yang sebenarnya. Kian hari, Sooyoung dapat merasakan bagaimana ia bisa hidup dengan bebas. Yang ia tahu, dulu ia hidup dengan sangat terkekang –menganggap hal itu adalah salah satu kebahagiaannya sampai akhirnya seseorang datang ke dalam hidupnya, menamparnya dengan keras hingga ia sadar bahwa jalan yang ia ambil selama ini adalah sebuah obsesi gila yang tentunya tidak akan pernah membawanya untuk maju ke depan.

“Huh, akhirnya aku bisa bebas dari ruangan berbau kopi itu?” ucap Emma, gadis dengan rambut berwarna cokelat brunate yang kini menjadi teman baik Sooyoung setelah ia menginjakan kaki di sini.

Sooyoung tersenyum samar menanggapi ucapan temannya itu, “Tapi tetap saja, kau tidak akan pernah bisa jauh dari kopi, kan? Dasar maniak kopi!” sindir Sooyoung menatap Emma dan segelas kopi yang Emma genggam erat. Emma hanya nyengir membalas sindiran yang terlontarkan dari mulut Sooyoung.

Tiba-tiba tiga orang gadis Amerika tengah berdiri sejajar menghalangi jalan Sooyoung, kontan hal itu membuat Sooyoung dan Emma menatap mereka dengan penuh tanya.

“Maaf, apa kau Choi Sooyoung?” tanya gadis dengan rambut bob itu sambil menelisik ke arah Sooyoung.

“I –iya. Betul, aku Choi Sooyoung.”

Setelah Sooyoung membenarkan pertanyaannya, mereka berteriak kegirangan seperti mereka sedang memenangkan lotre –membuat Sooyoung dan juga Emma setengah keheranan dengan aksi mereka yang juga membuat puluhan pasang mata pejalan kaki menatap ke arah mereka. Ugh.

“Ternyata aku benarkan.” Cicit gadis yang berdiri di tengah itu kepada kedua temannya.

Eonni, boleh kami mengambil foto bersamamu?” pinta mereka berbarengan dengan binar mata penuh permohonan. Tentu saja itu membuat Sooyoung semakin heran atas kelakuan mereka yang mengejutkan.

“Oe, silahkan.”

Seorang gadis yang memegang kamera meminta Emma yang masih terheran untuk mengambil foto mereka. “Aku baru tahu, kau seterkenal ini. Hebat!” bisik Emma sebelum mengambil alih kamera si gadis berambut blonde itu.

“Bersiaplah. 1 2 3!”

Blitz!

Blitz!

Blitz!

“Terima kasih, eonni.” Gadis berambut blonde itu dengan cepat mengambil alih kembali kameranya, melihat hasil jepretan Emma dengan suara decak aneh dari mulut ketiganya sebelum akhirnya mereka meninggalkan Sooyoung dan Emma.

“Bagaimana bisa?” tanya Emma dengan penuh keheranan.

Bip!

Bip!

Bip!

Bunyi suara pemberitahuan akun sns milik Emma terus berdenyut nyaring, sejenak ia memalingkan perhatiannya ke arah ponsel pintar miliknya. Sooyoung melihat sudut mata Emma kian lama kian membesar saat membaca sesuatu di ponselnya. “Ada apa?” tanya Sooyoung penasaran.

“Kau menyembunyikan sesuatu dariku? Bagaimana bisa kau tidak menceritakan hal penting seperti ini padaku? Sejak kapan? Apa saat kau masih di Korea? Bagaimana bisa kau menyembunyikan itu dariku?” serentetan pertanyaan Emma membuat Sooyoung melongo tak mengerti makasud dari semua pertanyaan itu.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti?”

Emma menatap Sooyoung dengan gemas, “Kau berpacaran dengan seorang bintang hallyu Korea–”

“HAH!?”

.

Seoul, South Korea

Plak!

“Apa yang sudah kau lakukan, brengsek? Kau tahu, kau hanya membuat masalah ini menjadi runyam!” teriak seorang gadis dengan penuh emosi. “Jika kau ingin bermain-main lagi, kumohon jangan pernah membawa dalam masalahmu lagi. Aku benar-benar membencimu!” sambung gadis itu sambil terus melancarkan serangan bar-barnya ke arah lelaki yang mulai ia benci beberapa tahun belakangan ini. Lelaki lian yang berdiri di belakang si gadis, tak bisa berbuat apapun melihat gadisnya kesetanan seperti  itu.

Gadis itu mulai menunjukan air matanya yang sudah tidak bisa terbendung lagi, “Kau yang memulai semua ini, kau yang merusak semuanya. Semua karenamu. Kau lelaki bodoh yang pernah kukenal. Aku tidak akan memaafkanmu. Kau takkan penah termaafkan, Cho Kyuhyun brengsek!”

Cho Kyuhyun, lelaki yang menjadi pusat tujuan sumpah serapah yang keluar dari mulut seorang Go Raemi hanya bisa memejamkan matanya dengan erat. Lagi-lagi dia bertingkah bodoh tanpa memikirkan ulang akibatnya nanti.

Flashback

Semua berawal saat lima hari yang lalu. Ketika itu Kyuhyun benar-benar dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh alkohol yang ia minum pada acara perayaan goodbye stage drama musikalnya. Entah kenapa, pada saat itu ia bisa menelepon Raemi untuk menjemputnya padahal hubungan mereka sudah tidak seperti dulu lagi. Tentunya Raemi tidak bisa menolaknya, bagaimanapun juga rasa perhatiannya sebagai seorang sahabat masih tertanam rapih di lubuk hatinya walau memang kebenciannya bener-benar menyelimuti perasaan itu.

Saat sudah di tempat acara, Raemi melihat dengan jelas bagaimana Kyuhyun terlihat sudah mencapai batas mabuknya. Dengan segera Raemi membopong Kyuhyun menuju mobilnya, di sana ada kekasih Raemi tengah bersender di samping mobil, sontak saat melihat Raemi kesusahan membawa Kyuhyun –segera ia membantu kekasihnya. Namun, Kyuhyun tiba-tiba mendorong kekasih Raemi sampai hampir terjungkal ke belakang. Ia meracau marah-marah dan tak lama kemudian, Kyuhyun sudah menghadiahi pukulan bertubi-tubi ke arah kekasih Raemi tanpa alasan. Jelas hal itu membuat para pejalan kaki berhenti sejenak untuk melihat kelakuan salah satu bintang hallyu itu, bahkan di antara mereka sengaja mendokumentasikan kelakuan tidak pantas Kyuhyun itu.

Setelah kejadian malam itu, tak butuh waktu 24 jam –dunia intertaiment sudah dihebohkan dengan video kekerasaan yang dilakukan Kyuhyun. Pihak agensi mulai kelimpungan menghadapi pers yang memenuhi gedung SM dalam sekejap, terlebih lagi Kyuhyun sama sekali tidak dapat dihubungi. Hilangnya Kyuhyun bak ditelan bumi, memberi kesempatan bagi para wartawan untuk membuat berita yang berasal dari praduga.

Terakhir, pemberitaan mengabarkan kalau Kyuhyun melakukan kekerasan lantaran gadis yang ia suka lebih menyukai lelaki lain. Hal itu dengan cepat di tampik oleh Raemi dalam konferensi pers yang diadakan untuk meluruskan pemberitaan. Raemi berusaha menegaskan, kalau hal ini terjadi lantaran Kyuhyun berada dalam bawah sadar dan juga membuktikan kalau mereka sudah berteman sejak lama dengan memberikan bukti adanya foto-foto mereka sejak SMP.

Lagi-lagi para wartawan kembali mempertanyakan siapa gadis lain yang ada di semua bukti foto yang Raemi tunjukan itu. Namun sebuah pengakuan tak terduga baru saja diumumkan oleh sang troublemaker yang kini tengah diperbincangkan sebelum Raemi kembali membuka suaranya.

‘She’s my girlfriend. Aku minta maaf. Aku tidak peduli apa yang terjadi, dia adalah gadisku!’ ungkap Kyuhyun lewat akun snsnya diikuti dengan fotonya tengah menggendong Sooyoung di punggungnya. Setelah pengakuan gila Kyuhyun, semua wartawan berbondong-bondong mencari tahu identitas sebenarnya Sooyoung. Bahkan para netizen yang terkenal kejeliannya pun juga tak mau kalah, netizen menemukan beberapa potong foto Sooyoung bersama lelaki yang tak lain adalah Myungsoo INFINITE. Dunia intertaiment benar-benar digemparkan oleh serentetan pemberitaan tersebut.

Flashback END

Kyuhyun menatap tajam Raemi, sebentar ia mendengus keras melihat tingkah Raemi yang terus menghakiminya tanpa henti.

“Kau memang benar, aku yang memulainya –tapi itu dulu. Sekarang kau yang memulainya. Kau, dengan bodohnya memperlihatkan foto-foto kita pada mereka, para monster gila itu. Tanpa berpikir lagi, kau juga yang menjerumuskannya secara tidak langsung. Sekarang urusi saja masalahmu sendiri, nona Go. Aku Cho Kyuhyun yang brengsek punya urusan yang lebih penting lagi. Aku pergi!”

.

.

.

New York, America.

Hidup Sooyoung sudah benar-benar berubah dalam waktu kurang dari 24 jam. Dia layaknya seorang bintang yang meledak dalam sekejap, namanya kini begitu dipertanyakan oleh dunia. Bahkan sekarang gerak-geriknya layaknya makanan utama bagi para wartawan. Ia sudah tidak bisa sebebas dulu lagi.

Ketukan pintu memecahkan lamunan Sooyoung, ia berjalan dengan malas ke arah pintu kamarnya dan menemukan kakak iparnya di sana.

“Turunlah, ada seseorang yang jauh-jauh mencarimu ke sini.” Sooyoung menatap kakak iparnya dengan penuh tanya, seolah bertanya ‘siapa orang itu?’. Tidak mungkinkan kalau yang sedang menunggunya adalah wartawan dan lagi sangat tidak mungkin kalau yang datang mencarinya itu adalah Emma.“Jika kau turun, maka kau akan tahu!” sambungnya.

Sooyoung mulai berjalan mengekori kakak iparnya itu. Pikirannya terus berkecamuk pada masalah yang tiba-tiba menghampirinya. Ia hanya tidak habis pikir mengapa harus dia yang terseret ke dalam masalah kedua sahabatnya itu, ‘Apa mereka tidak ingin melihatku tenang?’ gumamnya dalam hati yang hampir setengah jengkel membayangkan kedua sahabatnya.

Langkah kaki Sooyoung semakin pendek ketika ia mendapatkan sileut tubuh seseorang yang sudah tidak asing lagi, terlebih saat ia mendengar suara yang paling tidak ingin ia dengar harus menggelegar di tengah ruang tamunya ini.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sooyoung dengan nadanya sauaranya yang begitu datar ketika ia yakin lelaki yang menjadi tamunya ini adalah orang yang sangat tidak ingin ia lihat.

“Sooyoung–ah, kumohon dengarkan aku–“ ucap Kyuhyun dengan lirih seiring semua penghuni rumah mulai menjauh dari keberadaan Sooyoung dan Kyuhyun, mereka hanya memberikan privasi kepada mereka berdua.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan dan diperjelas lagi. Aku tidak ingin mendengar omong kosongmu itu. Kumohon, enyahlah dari hadapanku. Aku muak melihatmu!” Sooyoung terus mengatakannya dengan penuh penekanan di setiap katanya. Wajahnya sudah memarah saat mendengar namanya keluar dari mulut bibir Kyuhyun.

“Aku tidak bisa.”

Soo menggelengkan kepalanya, “Sudah cukup, Kyu. Kau hanya akan membuang-buang waktumu yang sangat berharga itu. Kembalilah ke Korea, sebelum wartawan tahu kau ada di sini.”

Sooyoung merasa tidak yakin dengan apa yang ia lihat kini dengan mata kepalanya sendiri. Ia mendapatkan sebuah kesedihan bercampur dengan air lelahnya terpancar dari kedua mata Kyuhyun. Hatinya serasa teriris saat melihatnya. Ini bukan seperti Kyuhyun yang ia kenal bertahun-tahun lamanya.

“Mereka sudah tahu, semuanya ada di depan sana –menungguku. Mereka tahu aku tengah menemui kekasihku.” Perkataan Kyuhyun kembali membuat Sooyoung terkejut –bukan karena wartawan di balik gerbang rumahnya tapi pernyataan bahwa Kyuhyun tengah menemui kekasihnya. KEKASIHNYA?

“Apa maksudmu?”

Sooyoung mulai geram pada Kyuhyun. Namun Kyuhyun hanya membalasnya dengan sikap frustasi yang semakin ia tahan.

Air wajah Kyuhyun tiba-tiba berubah serius, “Semua gadis-gadis itu, aku tidak benar-benar menyukai meraka. Pada saat itu aku hanya ingin memastikan perasaanku. Aku hanya takut kalau saja apa yang aku rasakan hanya perasaan suka untuk sementara. Aku takut. Kau tahu, aku berusaha membuktikan perasaan itu lewat semua gadis. Disaat aku sudah menemukan jawabannya, tapi lagi-lagi aku tidak yakin jawaban itu. Kau mengenalku lebih baik dari pada siapapun.”

“Apa maksudmu? Sungguh, aku tidak mengerti.”

Sooyoung hanya menatap Kyuhyun denganbingung, sungguh ia tidak mengerti maksud perkataan Kyuhyun. Terlebih lagi, bayangan masa lalunya terus berputar dalam otaknya. Ia ingat dengan jelas, bagaimana Kyuhyun memintanya untuk mengenalkannya pada banyak gadis. Bertahun-tahun Sooyoung harus menahan rasa sakitnya dan ini tidaklah mudah untuknya. Tapi sesakit apapun yang ia rasakan, rasa cinta itu terus mendominasi dalam hatinya.

“Choi Sooyoung, aku mencintaimu.” Seketika Sooyoung tidak bisa mengontrol detak jantungnya yang semakin keras.

“Raemi menceritakan semuanya padaku. Kau tahu, aku seperti orang kesetanan saat tahu kau benar-benar pergi dari Korea. Setelah hari itu, Raemi terus menyalahkanku sampai hubungan kami benar-benar buruk. Aku bertemu Myungsoo, dia juga menceritakan hal yang sama seperti Raemi. Bahkan dia dengan terang-terangan menahanku untuk pergi menyusulmu ke London. Maafkan aku, aku sungguh tidak tahu.” Wajah Kyuhyun berubah sedih, membuat Sooyoung merasa sesak saat melihat lelaki yang dicintainya seperti itu. Tidak ada yang membuka suara setelah itu –Kyuhyun merasa bingung lantaran Sooyoung tidak mengatakan apapun.

“Sekarang aku begitu yakin, aku benar-benar mencintaimu. Percayalah padaku.” Ujar Kyuhyun dengan penuh keyakinan. “Kumohon, jadilah kekasihku!” serunya tanpa ragu lagi.

Sooyoung terlarut dalam diam, ia masih berusaha untuk mencerna apa yang barusan lelaki di hadapannya itu katakan. Ia tak yakin apa yang telah ia dengar.

“Kumohon, katakanlah sesuatu!” Kyuhyun begitu cemas melihat sooyoung terus terdiam.

“Kau mengenalku lebih baik dari pada siapapun.” Kyuhyun mengerutkan dahinya, sederet kalimat yang Kyuhyun katakan sebelumnya baru saja mengurai keluar dari mulut Sooyoung. “Tidak ada alasan untuk tidak mempercayaimu. Kau ingat, saat aku menangis di villa keluargamu, kau datang padaku –lalu menenangkan aku sambil berkata kalau kau berjanji tidak akan membuatku  menangis lagi. Aku percaya padamu, sampai aku merasa bahwa aku semakin gila karena terlalu percaya pada kata-katamu. Semua itu karena aku tahu, kau akan selalu menepati janjimu.” Sambungnya.

“Jadi?”

Sooyoung tersenyum manis, “Aku menerimamu sebagai kekasihku.”

END

Note: Annyeong, sesuai yang nabiy janjikan akhirnya kelar juga hahaha yey akhirnya bebas juga. Maaf banget kalo endingnya engga jelas banget, maaf banget, abis udah mentok banget sama idenya. Ini jugaa sebenernya nyelesainnya agak males-malesan terlebih lagi, nabiy lagi demen banget ngelakuin hal gak mutu akhir-akhir ini /oh abaikan/

Eo, silahkan kalo ada yang mau protes sama endingnya, diizinin banget malah hahaha. Tengkyu semuanya /cipok basah satu-persatu/

71 thoughts on “Hated Friend! (Part 3 -END)

  1. safitri agustina says:

    Oalah gtu tho
    jadi cara kyu mastiin perasaan nya dg gonta ganti cwe ?
    pabbo, yg ada kyu nyakitin hati soo
    untung ada myungsoo ck

  2. Sistasookyu says:

    Aw! Akhirnya kyuyoung.. Setelah beberapa tahun ga ketemu, akhirnya hubungan mereka jelas juga!
    Poor myungsoo.. Kyuyoung chukkae!😀

  3. Nurul.h0095 says:

    Kyuyoung momentnya ga ada, feelnya kurang dapet ..
    Tapi ceritanya menarik .

    AS dong thor, banyakin kyuyoung momentnya,,

  4. salsabellakhaa says:

    Alurnya kecepetan thor,endingnya jdi kurang greget feelnya juga kurang..
    Pdhl suka bngt sama ff nya …
    Semoga ada sequelnya deh..
    Next ff ditunggu

  5. Rifqoh Wafiyyah says:

    ckckck kyuppa main blang soo unnie jadi pcarnya aje…
    endingnya krang greget….
    btuh AS thor ….😀

  6. Hahahahah kyu emnk daebbak ngomong di dpan umum klo girlfriendnya..

    Akhirnya Happy Ending..
    Ditunggu ff author yg lain..
    Keep Writing And Fighting!

    ^^

  7. 유라 says:

    Bener endingnya kurang greget
    Aku fikir bakalan dijelasin lg gimana hubungan kyuyoung
    Butuh as atau sequel nih

  8. gita says:

    Hahaha kyu gilaa ngakuin soo kekasihnya didepan umum.. *seandainyabeneranandidunianyata*
    Itu pacar raemi bkan myungsoo kan??
    Akhnrnya kyuyoung happy end..
    Ditunggu ff selanjutnya

  9. elvi says:

    Ending nya kurang greget…
    Feel nya gk dpt…
    Kyk di paksa buat cepat selesai…
    Mereka bersatu…
    Butuh squell..

  10. Rychell says:

    Woaahhhh ~ akhirnya kyuyoung ber1 , tp kok agak aneh yaa lbh baik ksh AS άĵά , memperjelas hubungan mereka di masa dpnnya , ♏áǙǙ nikah atau gknya gt

  11. Eun sung kyu says:

    Apa ada sequel?please ada ya?masih kurang puas sama endingnya..tapi ceritanya bagus kok ^^ jadi degdegser gini bacanya

  12. riaknight08 says:

    walaupun ini happyending,
    tapi masih gantung thor😦
    perlu banget sequel…
    Ya thor ya..buatin sequel😀

  13. fanight says:

    Thor maaf bner gapapa kan protesama endingnya.. rasanya pas baca endingnya tuh kaya djatohin dri tebing… jleb bget thor.. sequel dong.. endingnya panjangin dikit lagi.. lama gapapa deh… tapi klu crita dri awal daebak bget deh… endnya itu thor.. hehehe maaf kan aku ya..

  14. Artha Maria says:

    Huaaahh.. Daebak! Buat sequelnya dong thor. Gmna mreka jadian, trus msalah kyu bs slesai😀

  15. Rizky NOviri says:

    maksain banget ya ENDnya.. padahal momentnya lg seru tuh..😦
    squel dong??🙂 hehe

    diluar dari itu semua..
    ffnya keren.. seru.. daebak deh..
    feelnya maen banget..😀

  16. nabdhan says:

    Kyuhyun benar2 pabo. Ckck kyukyu(?)
    Protes thor! Endingnya gantung and kecepetan /hehe/ sequel sih kalo bisa😀

  17. rofiah nasution says:

    kya … knp end sich kan mash nanggung
    krn dh ff nya aku sampai nangs bcanya
    smg ada squelnya ditunggu ya

  18. nwzn94(lovekyusooforever) says:

    Yyahh moment kyuyoung kurang thor… Syang bnget kn pas ending ny pulak.. Pdhal kn mantap bnget part 1 mpe 2 ny.. Bgus part in thor cuma belum greget gtu kek d part sblumny…
    Soo yg d ajk blikan lngsung mw aj gtu…
    Hmm mianhe y thor…

  19. eunsuuun says:

    Seharusnya kasih pelajaran dulu tu si kyupret min. Hah nyebelin.
    Tapi aku seneng kok, soalnya kyuyoung bersatu walaupun kesannya agak maksa gitu.

  20. gleek says:

    Sorry thor tapi kenapa pas baca ending nya aku agak nyesek yaa soalnya sooyoung tuh kayak gampang banget gitu nerima kyuhyun nyaa tapi overall keren kok ff nya ~~

  21. imelda says:

    yahhh gampang bgt soo maafin kyuhyun,😦
    harusny soo bikin kyu nyesel dan nunjukin kl dia bnr2 cinta sm soo dl..
    hehehe tapi aq suka ceritanya chingu. daebak!!
    bikinn sequel donkkk (งˆ▽ˆ)ง

  22. shintaknight says:

    haah? masa udah gitu doang chingu ? segampang itu? oke jujur aku seneng karna soo udah maafin kyu dan mau jadi kekasihnyaa tapi bahkan kyu belom ngejelasin bahwa semua yg dia lakuin itu krna dia juga udah lama cinta sama soo..
    aku ga trima,butuh sequel titik *maksa* heheheheh daebakk ^^

  23. PNA says:

    kyu ke NY cuma buat ngomong itu ke soo ckck gentle sekali hahaha :> bagus thor ffnya walopun endingnya masih belom clear banget hehe😛

  24. aryati says:

    Wahhhhhhhh as dongggg jeballlll ffnya kerennn tp agak gantung gÍtu pas endingnya eh ga gantung sih *plakkk tp agak kurang gimana gitu(?) Ahhhhhh as yahh AS juseyo

  25. wheny rositha says:

    Lho….sak endingnya cuman gitu doank chingu????bkin sequel donk chingu!!!!penasaran akut!!!!

  26. soobeautifulchoi says:

    Akhirnya mrka brstu jg😀
    ska sih sma kyuyoung tp ak lbih ska lg klo soo sma myungsoo😀
    Kkkk~ mff🙂
    Sequel yah

  27. Sayang bgt thor endingnya agak sedikit mengecewakan… Juga maksudnya pacarnya myungsoo itu siapa? Raewon? Gimana cara mereka ketemu? Juga terakhir agak kurang srek aja kesannya syoo agak sedikit dianggap gampang buat balik sama kyuhyun. Ditunggu next ff nya yg lbh baik deh🙂

  28. fatimahkyu says:

    kurang greget gmnaaaa gtu thoor … tpi aku suka ending ny .. okehhh next dtunguu krya lainny thoor🙂

  29. wow.. mudahnya soo menerima kyu lg😄 stlh soo pergi ke luar negri & kyu malah bikin news baru di korea, akhirnya kyuyoung bersatu hahah. cuma terlalu singkat… masa cuma jadian aja😦 pengen ada lanjutannya sebenarnya dgn gmn kyuyoung ngehadepin paparazzi stlh resmi pacaran😄

  30. iis mulyati says:

    Endingnya flat bgt chingu, kirain kyu bakalan ngenalin syoo ke publik:( Next ff ky terbaru lainnya ditunggu. Hwaiting!^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s