[Series] UP (Part 1)

Title: UP

 

Author: dhevfiill

                                                       

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Kwon Yuri, Choi Siwon, Lee Donghae, Jessica Jung, etc.

 

Genre: Romance

 

Length: Series

 

Disclaimer: This story is mine. All of ideas is come from my mind. If you find some similarities in story-lineor anything with other stories, I’m not doing it on purpose. Absolutely. And uhh I’m not take this story from somewhere, so don’t take it along anywhere.

 

Note: Some of terms are not real. Means― just my imagination. Comments are wanted.

 

 

[]

 

“Disaat kunikmati, hidup ini sangat indah. Tapi disaat kupikirkan, aku langsung pusing.”―Cho Kyuhyun. Singer. 22 y.o.

 

“Had a dream I was queen. I woke up still queen! Haha.”―Choi Sooyoung. Actress. 22 y.o.

 

[]

 

 

One: This Game is  Called ‘Circle’

 

Author’s POV

Sooyoung’s apartment. 07.05 p.m

 

“Ya ya Kyuhyun-ah! Tadi malam aku bermimpi sesuatu yang sangat menyeramkan. Kau tahu―”

“Gel rambut ‘Yoko’… Tidak lengket dan bentuk tube-nya selalu bisa diandalkan kapanpun dimanapun!”

Eh?

“YA!!!!! APA SEHARUSNYA KURUBAH BENTUKMU MENJADI TUBE AGAR KAU BISA DIANDALKAN????!!!!! Sahabatmu akan bercerita! Setidaknya diam dan dengarkan! Dasar—“

Melihat Sooyoung―sahabat baiknya mulai marah, Kyuhyun meletakkan script CF dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.

Mwoya? Aku paling sebal mendengarkan mimpi orang lain. Menjengkelkan.”

“Tapi punyaku menarik kok. Serius. Dengarkan ya…? Ya? Ya?”

Sambil melipat kedua tangannya ke depan dada, Kyuhyun berkata, “Arasseo… aras―”

 

 

“Yo Kyuhyunnie! Kau disini?!”

Perkataan Kyuhyun terpotong oleh kehadiran Choi Seunghyun, kakak laki-laki Sooyoung.

“Oh hyung. Kebetulan kau sudah pulang. Aku datang karena aku baru membeli DVD game yang kau katakan kemarin, hyung.” Kata Kyuhyun bersemangat. Bahkan dia sampai berdiri mengacungkan bungkusan kecil yang sedari tadi terletak begitu saja di meja. “Kuharap kita bisa memainkannya malam ini.” Kyuhyun menambahkan dengan suara normal.

Jinjja? Kau beli game  itu? Ok okAku akan mandi sebentar. Kau tunggu di ruang keluarga dulu, ne?” Kata Seunghyun sama bersemangatnya.

Mendengar itu, Kyuhyun mengangguk-angguk sambil tersenyum lebar. Berbanding terbalik dengan Sooyoung yang menggertakkan gigi sebal.

Setelah itu, dengan gesit Seunghyun berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.

“YA oppa!! Padahal jarakku denganmu lebih dekat, dan kau tidak menganggapku?! Aku adikmu! Satu–satunya keluarga yang kau punya! Jinjja…” Sooyoung berkata tajam pada kakaknya.

Mendengar itu, Seunghyun berhenti di anak tangga kesepuluh untuk menatap adiknya, dan berkata, “Oh Choi Sooyoung… Kau akan buat makan malam bukan? Aku belum makan.”

Sooyoung memandang kakaknya yang sudah kembali menaiki anak tangga dengan tidak percaya. Kemudian dia berteriak, “CHOI SEUNGHYUN!!! APA KAU ANGGAP AKU PEMBANTUMU, HAH??!! TUNGGU SAJA, AKU AKAN MELUDAHI SEMUA MAKAN MALAMMU!!!!!”

Kyuhyun bergidik jijik saat Sooyoung mengungkapkan rencananya. Dia berkata dalam hati, Padahal aku juga ingin ikut makan malam.

Teriakkan Sooyoung membuat Seunghyun berhenti di depan pintu kamarnya dan balas berkata, “Kau tidak akan melakukannya! Perempuan yang meludahi makanan kelak akan hamil tapi tidak bisa melahirkan. Ingat itu!! Itu kutukan!!” Seunghyun mengakhiri ucapannya dengan tawa menakutkan untuk kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Kali ini Sooyoung yang bergidik ketakutan mendengar ucapan kakaknya. Dengan muka sedikit pucat, dia memandang Kyuhyun dan bertanya, “Be.. Benarkah?”

Tetapi Kyuhyun hanya mengedikkan bahu dan menahan senyum lalu balik badan dan melenggang pergi menuju ruang keluarga yang berada di sisi lain apartemen.

Sepeninggal Kyuhyun, Sooyoung yang masih pucat berkata lirih pada dirinya sendiri, “Benarkah? Bagaimana jika benar? Sepertinya aku harus cari alternatif lain. Memasukkan kecoa mungkin? Ah tidak-tidak… aku sendiri takut kecoa. Menambahkan banyak garam? Tapi bagaimana jika itu juga tidak boleh? Bagaimana jika itu juga punya kutukan? Arrrggghhhhh….. Menyebalkan!!” Sooyoung mengerang frustasi.

Dihempaskanlah tubuhnya ke sofa, sebelum akhirnya dia menggumam kembali, “Tapi kenapa… Kenapa aku terlihat menderita seperti ini? Bukankah aku pemeran utama wanitanya? Benar ‘kan? ‘Kan?”[]

Author’s Corner (Choi Sooyoung)

Umur 22 tahun. Aktris muda terkenal (merangkap bintang iklan). Mahasiswa tahun terakhir fakultas Fashion Design Universitas Kyunghee. Hobi akting, memasak, menggambar. Anak kedua dari dua bersaudara (kakak laki-lakinya: Choi Seunghyun—25 tahun, arsitek). Yatim piatu sejak berumur sebelas tahun. Sifat negatif: keras kepala, playgirl, sedikit sombong, tidak peka—sifat lainnya dijelaskan kemudian.

Sifat positif: ramah, mudah bergaul, pekerja keras, jujur, setia kawan, suka menolong, rela berkorban—sifat lainnya dijelaskan kemudian. Pernah berpacaran sebanyak tujuh kali (3 kali dengan rekan sesama artis, 3 kali dengan teman sekampus, 1 kali dengan pemain bola). Bersahabat dekat dengan Kyuhyun (hampir selama sepuluh tahun). Baru-baru ini mulai bersahabat dengan anggota girlband SNSD: Seo Joohyun. Menguasai bahasa Korea, Jepang dan Inggris. Motto hidup: I’mma be what I set out to be, without a doubt undoubtedly. Sekian.[]

Yuri’s POV

Wheezes bar. 09.55 p.m

 

Duduk di depan salah satu meja bar dengan satu botol anggur memang perbuatan yang kurang bijaksana untuk seorang model terkenal sepertiku. Apalagi malam-malam seperti ini. Sendirian. Oh ayolah. Ini memalukan-untuk-pergi-ke-bar-sendirian mengingat aku model, cantik, seksi—dan seharusnya banyak pria yang mengantri untuk menemaniku. Tapi aku disini. Sendiri.

Aku menarik napas panjang sebelum kembali menuang anggur ke gelas di depanku. Jika ada yang ingin bertanya kenapa aku ada di sini, jawabannya sederhana. Patah hati.

Dan jika ada yang menebak aku patah hati karena one sided love, maaf saja, harus ku katakan bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Hanya saja, orang yang aku cintai tidak hanya menepuk tanganku, lelaki brengsek itu juga menepukkan tangannya pada wanita lain. Sial! Kuharap ada yang mengerti analogi yang kubicarakan.

Aku tidak menyesali keputusanku memutuskan lelaki itu. Tapi entah mengapa ada perasaan kacau di hatiku mengingat ini bukan kali pertama aku mengalami ini. Berapa kali? Tiga kali? Empat? Ah! Aku benar-benar menyedihkan.

“Akhirnya Joke-man menduakanmu, heh?”

Aku mendongakkan kepala memandang seseorang yang baru saja bicara padaku.

“Oh. You..” kataku acuh ketika melihat ternyata itu adalah Choi Siwon. “His name is Jake, Choi. Not ‘Joke’, okay.”

Whatsoever.” Aku mendengar dia menggumam sebelum memesan minuman pada bartender.

“Kebetulan kau disini. Aku sedang butuh teman.” Kataku setelah menyandarkan kepalaku pada satu tangan. Menatapnya.

“Kebetulan?” katanya sambil menatapku dalam posisi yang sama. “Kau meneleponku setengah jam yang lalu dan memintaku datang menemanimu disini, ingat?” lanjutnya dengan mengerutkan alis lebatnya.

“Benarkah?” kataku polos.

Sebenarnya aku berbohong. Tentu saja aku ingat aku meneleponnya. Tapi aku belum ingin menjatuhkan harga diri di depan teman lamaku yang satu ini.

“Sepertinya kebiasaanmu belum berubah.” Katanya.

“Sepertinya kebiasaan lelaki sepertimu yang harus diubah.” Aku berkata setelah meluruskan punggungku.

“Oh ya? Kebiasaan seperti apa kalau aku boleh bertanya?” kata Siwon mempertahankan posisinya.

“Kebiasaan bermain perempuan.” Kataku tegas. “Hentikanlah kebiasaan itu atau impianmu yang menginginkan pernyataan cinta dariku saat wisuda tidak akan tercapai.” Aku menambahkan. Senang melihat ekspresi terkejutnya.

 

What?! Sejak kapan itu menjadi impianku?? Dan jug―”

“Oh! Jadi kau yang akan menyatakan cinta padaku?” Aku memotong ucapannya.

“Nampaknya stressmu mulai memprihatinkan Nona Kwon. Asal kau tahu saja, hal-hal seperti itu sama sekali tidak terlintas di benakku, apalagi sampai kujadikan impian. Dan lagi, aku tidak memiliki kebiasaan bermain perempuan seperti yang kau tuduhkan.” Siwon menyelesaikan kalimatnya dengan satu tarikan napas panjang.

Aku menyandarkan punggungku pada sandaran tempat duduk.

It’s a joke, man. Relax.”

Joke is your ex-boy—

”Jake!!” kataku lantang. Bagaimana dia bisa sulit membedakan antara Joke dan Jake?

“Oh yeah. Jake. Kukira kau akan bertahan lama dengan pria Amerika itu.” Kata Siwon. Kali ini dengan nada suaranya yang tenang seperti biasa.

“Kukira juga begitu.” ‘Kuharap’ lebih cocok rasanya, hatiku menambahkan.

Siwon baru akan bicara ketika ponselku bergetar di atas meja. Kulirik sekilas: Mom’s calling. Kuabaikan.

Alih-alih aku bertanya pada Siwon, “Siwon-ah. Kau tahu mengapa kebanyakan gadis yang kau sukai adalah gadis yang bersikap acuh padamu?”

“Itu juga membuatku penasaran, sih. Tapi apa tidak sebaiknya kau mengangkat telfon ibumu dulu?”

Aku meraih ponselku dan mematikannya.

“Ibuku hanya akan memintaku mengirimkan uang padanya. Aku sudah tahu. Nanti akan langsung kukirim.” Kataku malas. Itu bukan kebohongan. Aku sudah hafal kebiasaan ibuku pada pertengahan bulan seperti ini.

Aku menunggu tanggapan dari Siwon. Saat kutahu dia tidak akan menanggapi, aku kembali berkata, “Kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kau tahu kenapa―”

“Apa kau baik-baik saja Kwon Yuri?” Siwon memotong ucapanku. Pandangannya padaku sekarang mengisyaratkan keprihatinan dan kekhawatiran.

Aku tidak menjawab. Aku tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba menanyakan ini.

“Kuperhatikan sepertinya kau sedang tertekan.” Siwon kembali berkata saat aku hanya diam memandangnya.

Sejenak keheningan tercipta. Aku belum tahu apa yang harus kukatakan padanya. Tertekan? Apa aku terlihat begitu? Well, akhir-akhir ini memang aku agak lelah dengan jadwal pekerjaan dan jadwal kuliahku. Ibuku hanya mementingkan uang dan itu tidak membantu sama sekali. Dan juga, aku baru saja putus cinta. Apa dengan keadaanku yang seperti itu bisa digolongkan kategori ‘tertekan’?

“Yuri-ah?”

Aku sedikit terkejut dengan panggilan Siwon yang membuyarkan lamunanku.

“Eung, aku baik-baik saja kurasa. Hanya sedikit lelah dengan pekerjaan.” Kataku.

Siwon nampak mengerutkan alisnya sebentar untuk kemudian berkata, “Yah, sepertinya memang akhir-akhir ini kau cukup sibuk.”

Aku memandang gelasku dengan tatapan kosong. Meninggalkan perkataan Siwon tanpa berniat menanggapinya sama sekali. Samar-samar, kuperhatikan Siwon sepertinya juga tidak menunggu tanggapanku. Dia meraih gelas minumannya dengan malas―tapi cool. Untuk sesaat, terbesit di hatiku bahwa Siwon adalah tipe kekasih idaman setiap wanita. Tampan. Kaya. Aktor terkenal. Religus. Bertanggung jawab.

Apa yang kurang?

Well― jika saja aku tidak ditakdirkan untuk menjadi sahabatnya, kupastikan aku akan ada dalam daftar panjang wanita yang tergila-gila padanya. Tapi… yah… sebenarnya… aku agak kasihan juga pada mereka yang terlanjur cinta mati pada laki-laki ini. Kalau saja mereka tahu bagaimana payahnya dia dalam urusan percintaan. Kaku. Tidak romantis sama sekali. Errggghhh…

“Kwon Yuri…”

Lamunan tidak pentingku terhenti seiring dengan pangggilan Choi Siwon. Sekedar informasi, suaranya parau sekali, seakan-akan dia baru saja bangun dari tidur panjangnya.

Wae?” kataku sambil meletakkan gelas minuman―aku tidak sadar kalau aku masih memegangnya.

“Tadi katamu kau tahu kenapa semua wanita yang kusukai selalu mengacuhkanku, ‘kan? Beritahu aku.” Kata Siwon. Masih meneguhkan nada bicaranya yang tadi. Parau. Putus asa.

Oh! Wait…

Sekarang aku tahu kenapa dia berbicara dengan nada seperti itu. Tidak salah lagi…

“Apa kau mencoba berbicara tentang Choi Sooyoung?”[]

Author’s POV

Kyunghee University. 08.00 a.m

 

Setiap kali matahari menyusuri jalan dari cakrawala ke cakrawala, dan setiap kali bulan dengan setia mengikutinya, dan terus saja hari demi hari bergulir meninggalkan kehidupan yang mereka ukir di belakang.

Well— keadaannya sedikit mirip dengan Sooyoung yang meninggalkan Kyuhyun di belakangnya.

“Sooyoung-ah! Masih marah soal kemarin? Bukankah aku sudah meminta maaf padamu kemarin? Apa harus kuulang?” Kata Kyuhyun sedikit berteriak agar Sooyoung yang ada beberapa langkah di depannya dapat mendengar dengan jelas.

“Aku tidak ingat kapan dia minta maaf.” Sooyoung menggumam pelan. “Yang kuingat dia hanya melenggang acuh dan menggerutu tidak jelas. Dan itu disebutnya sebagai permintaan maaf? Ck.. Terlalu! Dan… Oh! Dimana dia saat aku membersihkan pecahan vas itu sendiri?” Sooyoung mengakhiri gumaman panjangnya dengan satu hembusan napas kasar.

Kyuhyun masih setengah berteriak dan masih berusaha mengejar Sooyoung sepanjang koridor. Usahanya itu terhambat oleh beberapa mahasiswi yang mencoba untuk menyapanya. Dengan sopan, Kyuhyun menebarkan senyum manis kepada mereka dan tergesa-gesa untuk mensejajari langkah Sooyoung.

“Choi Sooyoung!” Kyuhyun berkata lantang sambil memegang lengan kanan Sooyoung ketika akhirnya dia mampu berjalan di samping gadis itu.

Lalu mereka berdua berhenti sesaat.

Mendapat tatapan jengkel dari Sooyoung, Kyuhyun melepaskan pegangannya untuk kemudian berkata dengan halus, “Aku minta maaf karena memecahkan vas kesayanganmu. Aku tidak sengaja.”

Sooyoung tidak berkata apapun melainkan meneruskan langkah. Namun, setidaknya Kyuhyun sudah melihat Sooyoung memutar bola matanya, yang mana menjadi pertanda bahwa dia sudah tidak peduli lagi. Dan itu mengundang senyum di wajah Kyuhyun.

Bagi yang tidak tahu, kemarin malam saat Kyuhyun selesai menghabiskan makan malam di apartemen Sooyoung, Kyuhyun pergi ke kamar mandi, setelah itu, tanpa sengaja Kyuhyun menjatuhkan vas bunga kesayangan Sooyoung yang dipajang di meja dekat jalan menuju kamar mandi.

Kyuhyun mengira vas itu hanya vas biasa, jadi dengan santai dia menghampiri Sooyoung yang masih di ruang makan. Sebelum Sooyoung sempat bertanya, Kyuhyun buru-buru berkata, “Sooyoung-ah… Suara itu… Vas bunga di meja dekat kamar mandi pecah. Mianhae. Aku pulang dulu, ya.”

Dan sekarang Kyuhyun menyesali tindakannya setelah dimarahi Sooyoung sepanjang gerbang kampus sampai di koridor kelas-kelas.

Kembali ke cerita….

Sekarang Kyuhyun berjalan beriringan dengan Sooyoung dengan santai menuju ke gedung kampus bagian selatan dimana Sooyoung akan menghadiri kelas desainnya di lantai 2, dan Kyuhyun yang akan menuju ke ruang musik di lantai 1.

Suasana hening cukup lama sampai Sooyoung tiba-tiba berhenti dan menatap lurus ke ujung koridor di depannya. Di sana berdirilah Choi Siwon yang juga menatap Sooyoung dan Kyuhyun dengan intens.

Dari ekspresi Siwon yang tidak bisa dibaca, kemungkinan besar dirinya melihat keseluruhan adegan kejar-kejaran Sooyoung dan Kyuhyun. Satu-satunya kemungkinan adalah Siwon saat ini sedang berpikir: Di belahan benua mana, ada seorang aktris dan penyanyi solo pria terkenal yang dengan cerobohnya merusak imej mereka di depan penggemar dengan kejar-kejaran sepanjang koridor kampus?

 

“Oh hyung! Annyeong…” Kyuhyun berjalan cepat ke arah Siwon sambil menyapanya.

Tapi tidak dengan Sooyoung. Gadis jangkung itu masih terpaku di tempatnya berdiri tadi. Matanya masih memandang jauh ke arah Siwon. Seakan-akan dia berharap dapat membaca pikiran rekan artisnya itu.

Kyuhyun nampaknya tidak memperhatikan keanehan Sooyoung karena dia terus berjalan menuju Siwon sembari melambai-lambaikan tangan.

Annyeong Kyuhyun-ah…” Siwon membalas sapaan Kyuhyun dengan senyum indahnya. Dan, setelah ragu beberapa saat, akhirnya Siwon memandang ke arah Sooyoung dan berkata, “Annyeong Sooyoung-ssi…”

Seketika Sooyoung tersadar, dan kemudian dia berjalan ke arah Siwon dan Kyuhyun. Disempatkannya untuk tersenyum dan membalas sapaan Siwon, “Annyeong Siwon-ssi…”

Saat Sooyoung sedang berjalan, dilihatnya Kyuhyun-yang-sudah-berada-tepat-di-depan-Siwon mengatakan sesuatu. Mungkin basa-basi tentang kuliah.

Setelah Sooyoung berada cukup dekat dengan mereka berdua, di dengarnya Siwon berkata, “Aku akan ke kelas manajemen bisnis di sebelah sana.” (Siwon menunjuk ke arah kelas yang tadi sempat dilewati Sooyoung dan Kyuhyun.)

“Oh, begitu…” Kata Kyuhyun sambil mengangguk-angguk kecil.

Ketika Sooyoung sudah berdiri di samping Kyuhyun, Siwon berkata dengan perlahan, “Sepertinya aku harus segera masuk kelas, baru saja… aku… lihat Profesor Cheon sudah—“

“Oh tentu hyung. Kau harus bergegas.” Kata Kyuhyun memotong ucapan Siwon.

Setelah itu, Siwon tersenyum tulus kemudian berjalan melewati Kyuhyun dan Sooyoung untuk masuk ke kelasnya.

Sepeninggal Siwon, Kyuhyun berkata, “Hyung pastinya akan mewarisi perusahaan besar milik ayahnya. Tidak heran selama ini dia selalu menyempatkan diri untuk menghadiri kelas. Benar ‘kan Sooyoung-ah?” Dan untuk pertama kalinya setelah kehadiran Siwon, Kyuhyun menatap Sooyoung.

Melihat sahabatnya diam tanpa ekspresi, Kyuhyun mengguncang tubuh Sooyoung. “Sooyoung-ahgwaencanha?

“Ha? Ah.. ne… gwaencanha. Kajja!” Kata Sooyoung mengacuhkan pertanyaan Kyuhyun sebelumnya.

Tapi toh Kyuhyun tidak berkata apa-apa dan mengikuti sooyoung untuk kembali berjalan.

Namun, baru lima langkah mereka berdua berjalan, Sooyoung berkata lirih pada Kyuhyun, “Kyu… temui aku di kantin saat makan siang nanti. I gotta tell you something important.”[]

Author’s Corner (Cho Kyuhyun)

Umur 22 tahun. Penyanyi solo terkenal (merangkap bintang iklan dan presenter). Mahasiswa tahun terakhir fakultas Modern Music Universitas Kyunghee. Hobi bernyanyi, berenang, bermain game. Anak tunggal di keluarga. Sifat negatif: Kekanak-kanakan (tapi jika dia sudah serius, hati-hati, biasanya agak menyeramkan), keras kepala, kecenderungan melanggar peraturan, sedikit narsis, tertutup—sifat lainnya dijelaskan kemudian.

Sifat positif: suka menolong, setia kawan, religius, ramah, pekerja keras, romantis—sifat lainnya dijelaskan kemudian. Hanya pernah satu kali berpacaran. Bersahabat karib dengan Choi Sooyoung selama sepuluh tahun. Menguasai bahasa Korea dan Inggris. Motto hidup: Jika lapar, makanlah. Jika haus, minumlah. Jika gatal, garuklah. Sekian.[]

Author’s POV

Foodcourt. Kyunghee University. 01.20 p.m

 

Suasana kantin sangat ramai siang itu dan membuat Kyuhyun semakin sebal.

Untuk apa pula Sooyoung membicarakan sesuatu yang penting di tempat seramai ini? Batinnya.

Setelah mendapatkan makanannya, Kyuhyun menyapukan pandangan ke seluruh area kantin, dan menemukan Sooyoung duduk sendiri di meja agak ke pinggir, sedang meminum jusnya dengan malas.

Dengan malas pula, Kyuhyun berjalan ke arah sahabat karibnya itu.

Sooyoung tidak memperhatikan kedatangan Kyuhyun sampai laki-laki itu duduk di depannya, dan berkata, “Kalau kau ingin bicara sesuatu yang penting, kenapa kita bertemu di tempat seramai ini?”

Sooyoung meletakkan gelas jusnya, kemudian menautkan jari-jari lentiknya di atas meja, sebelum akhirnya berkata, “Semakin ramai tempatnya, semakin sedikit kemungkinan ada orang yang mendengar kita.”

Kyuhyun hanya menaikkan alisnya sebagai tanggapan.

“Aku penasaran, apa yang begitu penting sehingga kau mengajakku makan siang di kantin?” Kyuhyun kembali berkata sambil mengingat-ingat bahwasannya dia dan Sooyoung jarang sekali makan siang di kantin. Mereka biasanya lebih memilih membawa bekal makanan sehat dan menghabiskannya berdua di taman kampus. Jauh dari orang-orang yang memperhatikan mereka.

“Kata-katamu seperti mengatakan bahwa aku mahasiswi mengenaskan yang tidak punya teman dan selalu mengurung diri di kelas. Hanya keluar untuk makan siang berdua dengan sahabat baikku di taman kampus yang terpencil.” Sooyoung menjawab panjang lebar.

“Bukankah memang benar?” Kyuhyun berkata santai sambil meminum susu kotaknya.

“Ya. Memang benar. Aku selalu seperti itu. Makan siang berdua dengan sahabatku yang bodoh dan playboy dan mau mengencani siapa saja asalkan wanita itu berdada besar.” Sooyoung berkata cepat.

Mendengar itu, Kyuhyun menatap Sooyoung tidak senang, dan berkata, “Kau tahu aku tidak seperti itu.”

“Oke! Sekarang ke inti permasalahannya.” Tiba-tiba Sooyoung menegakkan tubuhnya dan memukul meja pelan.

“Tidak bisakah kau langsung ke inti permasalahan tanpa menghinaku dulu?” Kyuhyun berkata dengan cemberut.

“Kau ada kelas setelah ini?” Sooyoung bertanya.

“Tidak ada. Tapi aku harus mengerjakan beberapa tugas kelompok.” Kata Kyuhyun. Masih cemberut karena Sooyoung tidak menanggapi ucapannya yang tadi.

“Jam berapa kau selesai?” Sooyoung kembali bertanya.

“Mungkin sekitar jam empat?” Jawab Kyuhyun setelah melirik ke arlojinya.

“Kelas terakhirku selesai jam empat seperempat.” Kata Sooyung meniru Kyuhyun melirik arloji.

“Jadi?” Tanya Kyuhyun tidak sabar.

“Jadi kau harus menungguku seperempat jam, karena setelah itu, aku akan ikut bersamamu ke lokasi syuting video klip-mu.” Sooyoung mengakhiri ucapannya dengan senyuman lebar.

Dan Sooyoung masih tersenyum ketika Kyuhyun menatapnya kesal.

“Kau memintaku datang hanya untuk mengatakan itu? Sesuatu yang penting… maksudmu… kau mau ikut denganku ke lokasi syuting? Kurasa itu tidak penting sama sekali Sooyoung-ah.” Kyuhyun berkata sambil menatap Sooyoung dengan tatapan tidak percaya.

Selama ini, Sooyoung sudah lumayan sering ikut dengan Kyuhyun ke lokasi syuting. Dan Kyuhyun tidak mengerti kenapa kali ini Sooyoung menganggapnya sebagai suatu hal penting?

Kyuhyun masih memandang Sooyoung. Menunggunya bicara.

Akhirnya, setelah meneguk habis jus-nya, Sooyoung berkata, “Ne. Aku hanya akan mengatakan itu padamu.” Nada bicara Sooyoung mendadak menyiratkan keseriusan. “Maka dari itu, mulai dari sini, kau anggap saja aku sedang berbicara sendiri. Mengerti?”

Kyuhyun entah kenapa tidak mampu mengeluarkan suara ketika merasakan aura keseriusan Sooyoung yang begitu kuat. Oleh karena itu, dia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.

“Kau akan mendengarkan dan memperhatikanku saat aku bicara sendiri, ‘kan?” Sooyoung bertanya lagi.

Dan Kyuhyun mengangguk lagi.

Sooyoung memajukan tubuhnya, begitu pula Kyuhyun.

Dengan satu tarikan napas dalam, Sooyoung mulai bicara, “Kemarin, hampir tengah malam, Choi Siwon datang ke apartemenku.”

Kyuhyun tersentak kaget mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Sooyoung. Terutama bagian ‘tengah malam’.

Dalam hatinya, Kyuhyun berkata, Hyung datang tengah malam? Ke apartemen Sooyoung?

 

Sooyoung terlihat seperti sedang menunggu Kyuhyun memberi tanggapan. Namun, melihat Kyuhyun hanya terbengong-bengong dan tidak menanggapi sedikitpun, Sooyoung meneruskan kalimatnya, “Kau tahu apa yang dia lakukan?”

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala. Mungkin sindrom tidak-mampu-bicara-karena-keseriusan-Sooyoung miliknya masih belum pulih.

“Dia…” Sooyoung berkata sambil menundukkan kepalanya, sedangkan Kyuhyun mulai menatap Sooyoung dengan tatapan penasaran maksimal.

“Dia…” Sooyoung semakin menundukkan kepalanya. Terkesan malu.

“Dia menyatakan cinta padaku.”[]

To be Continue. . .

 

 

 

Assalamu’alaikum… ^^

Halo Knights.. Gmn kabarny? Semoga semuany sehat2 aj ya…

Perkenalkan FF kedua aku…^^ Setelah sebelumnya tidak sukses dengan ‘Ex’… Dan setelah mengalami 6 bulan kehilangan kemampuan dan kemauan menulis, akhirnya bisa juga produksi kata2 lagi^^ Di FF ke-2ku ini, aku masih konsisten sama Kyu-Young dan konsisten sama judul-yg-trlalu-singkat… haha… ^^

Daaann… ohh! Aku berharap di FF ke-2 ini, aku udh bkin bnyk prkmbangan dlm hal penulisan… mskipun aku agak ga yakin sama kualitas ceritany-.- (semoga ada yg pnasaran.. amiinnn..)

So… aku mohon dengan sangat agar readers berkenan memberikan review^^

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Next. . .

“Kau terlihat sangat dekat dengan Kyuhyun. Apa kalian berpacaran?”[]

 

“Aku ingin… kita… pura-pura berpacaran.”[]

 

Positif! Mereka pasti berpacaran![]

 

Sepuluh tahun yang damai tiba-tiba terusik dengan satu permintaan..[]

 

“Hatiku terasa sakit sekali, karena terlalu lama menggenggam hatimu. Tapi… apakah hatiku sudah tidak ada di genggaman hatimu sama sekali?”[]

 

2nd: Nothing but UP

73 thoughts on “[Series] UP (Part 1)

  1. Sistasookyu says:

    Yuri kayaknya suka tuh sama siwon. Jadi siwon nya sama yul aja, biarin kyuyoungnya tentram😀
    Eh, part 2 nya, kyuyoung pura2 jadian 0.o

  2. wheny rositha says:

    Wahhhh,keren chingu,aq suka ma ceritanya!!!tp apa kyu ad perasaan ma soo???dtggu nextnya chingu

  3. nabdhan says:

    Motto hidupnya kyuhyun kok ngakak, sampe aku ketawa2 sendiri di kamar.
    “Jika lapar, makanlah. Jika haus, minumlah. Jika gatal, garuklah.”
    Lha kalo beneran gimana ya?😄😄
    Lanjut ya thor, jangan lama2 :’)
    Saya penasaran sekali, menarik nih ceritanya ㅋㅋㅋ

  4. nwzn94(lovekyusooforever) says:

    Kyaaaa suka banget thor ama ff mu in…
    Luph2 full dahhh…
    Keren gilak aslii
    D tnggu next ny thorr..
    Pengen tw gmna reaksi kyu..

  5. Di says:

    Padahal aku suka banget sama ex, itu nggak ada lanjutkan nya ya? Untuk up, masih sama bagusnya. Pengenalan karakter lucu, bahasa yang sederhana tapi cukup menarik. Aku suka persahabat kyuhyun dan sooyoung disini. Fighting!

  6. anita sy says:

    crtany bgus…bikin penasaran. Bahasa dan dialogny jg simpel.Palagi Soo ma Kyu yg sahabatan ak suka lo dlm ff mereka sahabatan trus saling suka.Ditunggu next partny y …

  7. gita says:

    Itu soo kashan bngt gk dianggep sma oppanya sndri
    Soo sma kyu udh kyk orng pacarn,, udh pacaran beneran aja..
    Siwon ngapain sh pke nembak soo??
    Udh tau soo punya kyu
    Next.a ditungu

  8. Rizky NOviri says:

    wa’alaikumsalam…

    ya ampun.. kyuyoung teman akrab.. 10 tahun.. siwon nyatain cinta ke soo.. dan soo malu malu..
    aku punya firasat kurang baik..😦

    tapi ini bagus banget kok chingu.. peningkatan yg luar biasa.. ceritanya juga seru..🙂 daebakk deh..😉

    lanjuuuutttt ya..
    lebih cepat lebih baik.. haha..

    dan untuk ff “Ex”
    pantesan gk ada lanjutannya aja.. padahal udah penasaran akut sama endingnya… hahaha…
    😀

  9. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Walaikumsalam..
    Haaiii juga chingu …
    Keren!!!! aku suka bangeett alurnyaaa !!!
    Siwon menyatakan cintanya ke Soo eoh?????
    Terus disini KyuYoung cuma sahabatan chingu???? Yuri jahat ga??? terus Siwon punya niat apa nyatain cintanya ke Soo???? lalu apa yg bakalan Kyu lakuin??? apakah Kyu punya rasa ama Soo???? atau Soo punya rasa ama Kyu??? aiggooo pertanyaanku banyak amat. Aku penasaran chinguu … aku tunggu next partnya secepatnya !!! HWAITING!!!

  10. PNA says:

    gimana yaa reaksinya kyu sama jawaban sooyoung pas siwon nembak dia?…… makanya post part berikutnya jangan lama2 ya thor hehehe😀

  11. saditriani says:

    Wah ceritanya bikin penasaran, itu siapa yg mau pura pura pacaran ya? Ckck ditunggu next part’-‘)9

  12. elvi says:

    Siwon nyatain perasaan nya ke soo?
    Apa soo terima Siwon?
    Penasaran part 2 nya..
    Tu soo dan kyuppa pacaran pura2?
    Atw gmn?

  13. 이태라 says:

    sooyoung eonni jgn terima cintanya siwon oppa, siwon oppa is mine ㅋㅋㅋ~
    btw itu ntar kyuyoung pacaran pura2 apa gmna. penasaran nih

  14. ekana says:

    Teaser part 2 bikin penasaran sama kelanjutan hubungan persahabatan KyuYoung. Itu si Kyu ada rasa kah sama soo?
    Next part ditunggu..

  15. Ya ampun,bca moto hdupnya kyu gleng2 nanggepinya –‘ apa deh–‘

    soo playgirl? :O
    pnsrn bngt sma part2nya,itu yg pura2 pcaran kyuyoung yah?:/

    next partnya ditnggu thor😀

  16. Aigoo, siwon nyatain perasaannya ke sooyoung,gawat nih. Thor jangan bikin kyuyoung jadi musuhan ataupun saling menghindar ya. Tapi harus bikin kyuyoung bersatu. Ditunggu kelanjutannya ya😀

  17. salsabellakhaa says:

    chingu knapa *Author’s Corner (Choi Sooyoung)* ada namanya seo yah..??

    dan OMG siwon nembak so,,?? terus itu siapa yang pngn pura* pacaran,,??
    next

    • dhevfiill says:

      Aduuuuuuuhhhhhhhhh….
      Fatttaaallll!!! Maaf maaf chingu~ >< aku gtw klo yg itu blm dikoreksi… Mian..

    • dhevfiill says:

      Aduuuuhhhhh…. *fatttaalll* Maaf maaf chingu~ itu typo. Harusnya itu bukan Seohyun tapi Jessica. Awalnya emang aku pengen pke Seo, tp aku brubh pkiran. Aku bnr2 teledor. Aku ga nyadar yg itu blm dignti. Mian ><

  18. Oktavianti says:

    Lanjut thor.

    Sooyoung jangan mau balikan lagi sama Siwon, pacaran aja sama Kyuhyun oppa. Kyuhyun sakit hati kah setelah mendengarkan penjelasan Sooyoung ???

  19. 유라 says:

    Siwon suka sama soo ternyata, dan dia udh nembak soo
    Penasaran bgt sama part dua nya, kyuyoung bakalan pura pura pacaran kah?
    Oke deh next ditunggu secepatnya yaaa

  20. soobeautifulchoi says:

    Kyu ad rsa ngga sma soo nya?
    Teasernya bkin ak mkin pnsaran! Kkkk~
    Soo jgn trima siwonnya, sma kyu aja😀
    ffnya bgus, update soon~

  21. sie says:

    annyeong
    ini bagus, sangat membuat penasaran, cast nya jg aku suka, pa lagi da Top , keren..keren..keren…

  22. liaaaa says:

    Ternyata peran siwon diubah jadi calon pacarnya soo. Pantes aja oppanya pake top. Biasanya kn oppanya selalu siwon.
    Endingnya bagus. Bikin penasaran.
    Apalagi cuplikan next partnya

  23. thor pliissss bgt aa ciwon ama yuri aje !!! biar kyuyoung tetep bersatu ! ya ya ya !!!! ^^
    btw, kaga ada niatan buat lanjutin ff ex ??? masih penasaran niih ama kelanjutannya !! heheheh🙂

  24. kyaaa ff baruu…
    syoo terima gak tuh pernyataan cinta si siwon..
    reaksi kyu cuman bengong aja ih…
    duh mreka nnti pura2 pacaran kah?
    next part cpt publish ya penasaran🙂

  25. febryza says:

    kirain emang bener sooyoung ngebicarain sesuatu yg penting itu cuma pengen ikut kyuhyun syuting video klip gataunya sooyoung cerita dia ditembak siwon toh pantesan tadi pas ketemu kyusoowon keliatan awkward gituh

  26. iis mulyati says:

    Teaser part 2 nya kynya udh masuk klimaks nih. Semoga ff ini bisa rampung sampe end ya chingu. Next chapter ditunggu jgn lama2, Hwaiting!^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s