IN MY DREAM part 2

IN MY DREAM part 2
Cast:
Choi Sooyoung
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Jung Jessica
Etc
Author: Kyuanzain
Genre: Romance
Notes:
Cerita ini disadur dari film romantic dengan judul yang sama.

 

Semuanya berakhir begitu saja.
Keduanya terbangun dan mendesah kaget mendapati dirinya masing-masing berada dalam ruang yang mereka tempati sebelumnya.
Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Berusaha mengingat apa yang sebenarnya telah terjadi.

SOOYOUNG POV
“Itu hanyalah sebuah mimpi, tapi terasa begitu nyata.”
“Yah tentu saja itu hanyalah mimpi, karena pada akhirnya kau hanya mendapati dirimu sendiri dalam kamar. Tidak usah konyol, Soo-ah. Mimpi hanyalah bunga tidur semata.” Jessica menyuarakan pendapatnya.
“Yah, kau benar. Tapi, andai dia benar-benar nyata….”
“Hey, apakah dia mirip dengan Brad pitt? Atau Justin timberlake?”
“Sayangnya, tidak keduanya. Oke, kau bilang itu adalah bunga tidur, kenapa kau terus bertanya padaku?”
Jessica merotasi matanya dan menghampiriku.
“Hanya untuk memastikan kau tidak sedang jatuh cinta pada namja yang ada dalam mimpimu tersebut. Kajja, mari kita buka restaurant ini dengan menu baruku….”

 

AUTHOR POV
“Apa kau sedang bercanda? Bagaimana bisa kau mengirim desainku pada perusahaan XOXO? Kau tahu sendiri reputasi mereka sangatlah buruk. Mereka bisa mendepakku kapan saja mereka mau. Aku tidak mau terikat kontrak dengan mereka…!!!”
Tampak Kyuhyun marah-marah ketika menerima telepon dari perusahaan XOXO yang mengkonfirmasi dirinya untuk bergabung di sana.
“Tapi, mereka akan menggunakan desainmu, Cho. Mereka akan membayarmu dengan harga fantastis.”
“Uang bukan jadi prioritas utamaku. Aku hanya tidak bisa. Desain ini sudah kugunakan untuk lomba 2 minggu lagi. Kau harus membatalkan semua kontraknya, bagaimanapun caranya.”
Meninggalkan ruangan kerjanya, sejurus kemudian dia masuk kembali.
“Apa kau pikir mimpi itu bukanlah sekedar bunga tidur?”
Leeteuk, sahabat sekligus rekan kerja Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung mendapati begitu cepatnya mood sahabatnya tersebut berubah.
“Hah! Lupakan saja pertanyaanku..”
Kyuhyun kembali beranjak keluar ruangan. Namun dengan segera di tahan Leeteuk. Mana mungkin dia menyia-nyiakan kesempatan ini. Kesempatan yang mungkin bisa membuat keputusan Kyuhyun untuk membatalkan kontrak dengan perusaahn XOXO berubah.
“Apa maksudmu, Cho? Apa kau bermimpi jorok semalam?” goda leeteuk seraya terus membuntuti Kyuhyun yang berjalan menuju ke arah kantin.
Kyuhyun berhenti sejenak. Membalikkan badannya dan tersenyum sedetik.
“Sayangnya tidak. Aku memimpikan seorang gadis cantik. Sangat cantik. Gadis dengan mata yang indah, dengan kening yang indah, tubuh yang indah, serta kaki yang indah. Semuanya indah….. Dan aku menyukainya.”
Leeteuk mengerutkan keningnya tak mengerti.
“Hahahaha…. Sepertinya kau terkena percikan semangat ambisius eommamu sehingga memimpikan gadis yang jelas-jelas tidak ada. Dan apa yang kau katakan tadi? Kau menyukainya? Ayolah, Cho. Dia itu tidak nyata. Mimpi hanyalah mimpi. Hanya sebatas bunga tidur, dan tidak akan pernah menjadi kenyataan.”
Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada. Kesal mendengar perkataan sahabatnya tersebut.
“Lupakan semua pertanyaanku tadi, dan segera pergi ke perusahaan itu, batalkan kontrak yang telah kau lakukan!!”
“Tapi, Cho…. Bayarannya…”
“Aku tidak perduli dengan uangnya. Batalkan kontraknya!!!”
Meninggalkan leeteuk yang hanya berdiri mematung di sana dengan kekesalannya akan kekeraskepalaan Kyuhyun.

 

Sementara itu di dalam restaurant LAVIDA, tampak terjadi pertengkaran kecil antara Sooyoung dan Donghae.
“Kau tidak harus bekerja, Syoo. Ini adalah tugasku sebagai seorang Chef di sini. Ini dapurku, daerahku.”
Sooyoung memandang kesal ke arah Donghae.
“Ini dapurku.” jelas sooyoung singkat.
“Oke, ini dapur kita, tapi ini wilayahku…..”
“Ini restauranku. Aku berhak ada di manapun aku suka. Dan lagi, aku hanya akan membuat pie coklat…..”
Donghae mendesah kesal.
“Baiklah, cantik. Apa aku bisa membantumu? Karena sejujurnya kau membatasi ruang gerakku di sini.” donghae mengelus lembut pipi Sooyoung. Membuat Jessica yang baru saja masuk dapur tersedak.
“Ah, mianhe……”
Hanya mengucapkan kata tersebut lalu mengambil dua buah vas berukuran kecil lalu melewati kedua pasangan tersebut dengan tergesa. Dan nyaris saja terjengkang jika saja tidak segera ditolong Donghae yang segera berlari menyongsongnya.
“Hati-hati…” bisik Donghae lembut sebelum membantu Jessica untuk berdiri kembali.
“Ne, terimaksih.”
Jessica memalingkan wajahnya ke arah Sooyoung, yang hanya di balas Sooyoung dengan gelengan kepala seraya berpura-pura memejamkan matanya seolah tak melihat akan insiden kecil tadi. Sementara Donghae hanya bisa terdiam tanpa tahu bersikap seperti apa.
“Kau menyukainya, Oppa….”
Selepas Jessica pergi, Sooyoung segera memberondongnya dengan pernyataan tersebut.
“Aku hanya sekedar menolongnya, Syoo.”
Sooyoung melipat kedua tangannya depan dada dan mengerucutkan bibirnya.
“Oppa, dengarkan aku….”
“Tidak. Kau yang harus mendengarkan aku. Aku sama sekali tidak punya perasaan apa-apa pada Sicca. Kami hanya teman kerja. Hanya kau, Syoo. Hanya kau kekasihku.” ucap donghae menggebu.
“Baiklah, aku percaya… Beri aku satu kecupan di sini..” tunjuk Sooyoung pada pipinya. Dan keduanya tertawa renyah sesudahnya.

 

Malam menjelang, waktunya makan malam. Tampak antrian di sebuah restaurant Itali.
Tampak di sana seorang namja dengan setelan jas dan dandanan casualnya tampak sibuk memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“Di mana kau, Vic?” desahnya kesal. Kalau bukan karena eommanya yang terlanjur membuat janji kencan dengan Victoria tetangganya itu, dia lebih memilih untuk makan di rumah saja dan menikmati waktunya dengan menonton TV, namun lagi-lagi karena sebuah asas kesopanan, dia melakukannya.
Dan ketika seseorang menepuk pundaknya, dia tersenyum.
“Maafkan aku terlambat, Kyu. Bagaimana penampilanku? Apakah aku kelihatan seksi? Aku tidak mengecewakanmu kan kali ini?” berondong gadis yang dipanggil Vic itu seraya membuka bagian depan mantelnya guna memamerkan dress merah yang membalut tubuhnya dengan indah.
“Tentu saja kau cantik, Vic. Kau sama sekali tidak pernah membuatku malu dengan apa yang selalu kau gunakan.” ungkap Kyuhyun seraya menggandeng lengan Vic untuk segera masuk ke dalam restaurant.
Keduanya menikmati saat-saat kebersamaan mereka. Yah walaupun kenyataannya tampak hanya gadis bernama Victoria saja yang tampak menikmati sajian makan malam tersebut.
“Ke mana selanjutnya, Kyu?”
Kyuhyun menyenderkan kepalanya ke bantalan kursi makan yang ada di belakangnya.
“Bagaimana kalau kita pulang saja? Aku benar-benar lelah,”
“Baiklah. Kajja, kita pulang.”
Kyuhyun mengantarkan Victoria sampai di depan apartemennya. Keduanya sama-sama terdiam.
“Aku berharap, kali ini kau mau untuk melanjutan kencan kita. Kau tahu, eommamu sangat berharap bisa menjadikan aku sebagai menantunya.” bisik Victoria seraya megalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun.
Kyuhyun memandang Victoria sekilas. Mengagumi kecantikan wanita yang ada di hadapannya dan tersenyum. Namun sejurus kemudian, malah menarik turun kedua tangan Victoria dari lehernya.
“Andaikan aku bisa mengubah perasaanku padamu, Vic. Tentu aku tidak akan menyia-nyiakan gadis secantik dirimu.”
“Maksudmu?” tanya Victoria tak mengerti.
“Dengar, Vic. Kau cantik, baik, manis, seksi dan cerdas. Kau layak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku. Aku… Hanya bukan yang terbaik untukmu. Maafkan aku….”
Dan dengan itu, Kyuhyun meninggalkan Victoria.

 

Sementara itu, tampak rona kepuasan dari wajah Sooyoung yang saat itu tengah memandang takjub pada laporan keuangan restaurant miliknya yang mengalami pelonjakkan yang cukup drastis.
“Aku harap tak mengangganggumu kali ini, tapi aku harus segera pulang. Kau tahu aku masih harus beberes apartemen baruku.” jessica menepuk sekilas bahu Sooyoung.
“Ya, tentu saja. Pulanglah. Dan maaf karena aku tidak bisa membantumu saat ini. Masih banyak yang harus aku kerjakan.”
“Itu tidak menjadi masalah, aku pergi. Bye…” menepuk pundak Sooyoung sekilas, Jessica berjalan menghampiri Donghae yang duduk dekat dengan Sooyoung.
“Bye, Donghae-ssi.” pamit Jessica seraya menepuk lembut bahu Donghae dan segera bergegas. Begitupun dengan pegawai-pegawai yang lainnya. Satu persatu berpamitan pulang setelah menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Dan menyisakan Donghae dan Sooyoung dalam ruangan tersebut.
“Belum pulang?” bsik Donghae.
“Sedikit lagi, Oppa.”
“Kau harus istirahat. Sekarang sudah jauh malam. Kajja…..” menutup buku laporan keuangan tersebut, Donghae menarik lembut pergelangan tangan Sooyoung dan membimbingnya untuk pulang.
“Terimakasih, oppa. Kau baik sekali.”
“Sama-sama. Sekarang masuklah, dan segeralah tidur. Oke?”
“Hmm….” mengecup pipi Donghae sekilas, Sooyoung segera beranjak menuju apartemennya.
Membuka pintu apartemen lalu menguncinya kembali, dia beranjak menuju dapur untuk minum sebelum kemudian menuju kamar.
Sejenak dia terdiam. Beranjak menuju lemari pakaian dan mengeluarkan sebuah dress cantik nan elegan dari lemarinya. Memakainya, dan lantas merapikan rambutnya sekilas di depan cermin, setelah itu bernajak menuju kasur empuknya yang telah menanti. Di baringkannya tubuhnya dengan hati-hati dan tersnyum.
“Aku berharap, kali ini kita akan bertemu lagi, Cho Kyuhyun….”
Tidak butuh waktu lama, dan diapun terlelap.

 

Tidak jauh berbeda dengan Sooyoung, selepas mengantarkan Victoria pulang, Kyuhyun dengan wajah super lesunya beranjak ke dapur untuk menenggak segelas air putih lalu berjalan menuju ruang tamu, menyalakan televisi dan perlahan membaringkan tubuhnya di sofa. Menikmati sekejap tontonan yang ada di hadapannya, sebelum jatuh tertidur.

 

 

Di atap sebuah gedung pencakar langit, di tepian bangunan tersebut, Sooyoung merentangkan kedua tangannya. Menikmati waktunya. Menikmati indahnya alam yang tesaji di hadapannya. Sebuah jembatan dengan aksen yang begitu indah, yang dihiasi oleh berbagai macam lampu kerlap-kerlip.
Dan dengan perlahan berjalan mundur menikmati debaran jantungnya dan angin yang meniup rambutnya menantang adrenalinnya.
Mendadak pintu terbuka.
“Tunggu, jangan bersikap konyol. Itu berbahaya…..!!!” teriak Kyuhyun yang baru saja muncul.
“Tenang saja, aku akan baik-baik saja.”
Masih tersenyum seraya merentangkan kedua tangannya, Sooyoung menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.
“Aku mohon, jangan lakukan itu. Itu berbahaya…. “
“Aku hanya ingin tahu arti kehidupan ini, ingin menikamtinya sebebas mungkin. Apakah kamu tidak? Aku hanya ingin beristirahat. Dari semua rutinitasku, dan tempat ini sangat cocok untukku. Di sini semuanya nampak begitu indah” jelas Sooyoung seraya berjalan mundur.
Dia sama sekali mengabaikan rasa khawatir Kyuhyun yang beridiri tak jauh darinya.
Dengan perlahan, Kyuhyun berjalan semakin mendekati Sooyoung. Dengan fokus mata menuju ke arah bangunan yang ada di depan matanya.
“Bagaimana mungkin jembatan itu ada?” pikrnya
“Apa?”
Kembali, Kyuhyun memalingkan wajahnya ke Sooyoung.
“Lihat di sana. Jembatan itu..” tunjuk Kyuhyun ke dapan.
“Itu adalah desainku.”
Sooyoung tampak takjub melihat jembatan yang tampak terbentang di hadapannya.
“Kau membuatnya?” tanya Sooyoung ulang.
“Yah. Aku membuatnya dalam rangka City competion. Dan aku tidak mengerti mengapa jembatan itu sudah ada saat ini. Apa menurutmu aku akan menang?”
“Tentu saja. Lihat!!!! Lampu-lampunya……”
Dari ujung barat sampai ujung timur, satu persatu lampu yang entah sejak kapan mati, tiba-tiba menyala dalam rangkaian warna warna yang cantik.
“Wow…. Kau berbakat. Itu sangat indah…” bisik Sooyoung.
Keduanya tersenyum, perlahan, Kyuhyun menaikkan satu kakinya dan berdiri tepat seperti apa yang dilakukan Sooyoung berdiri tepat di bibir gedung.
Sempat hilang keseimbangan, namun dengan segera dikuasainya lagi.
“Dan kau benar. Semua tampak menakjubkan jika di lihat dari tempat yang lebih tinggi….”
“Yah… Eommaku pernah berkata, jika hatimu penat, datnglah ke suatu tempat yang tinggi. Bentangkan kedua tanganmu dan pejamkan matamu.”
Perlahan, Sooyoung memeragakannya, membentangkan kedua tangannya dan memejamkan matanya seraya menarik napasnya dalam. Dan angin berhembus menerpa keduanya.
“Hemm…. Kau tampak berbau cookies, kayu manis…”
Kyuhyun mendekatkan lagi tubuhnya pada Sooyoung mempertegas bau yang ditangkap indra penciumannya.
“Hehehe, sebelum ke sini, aku sempat membuat beberapa cemilan ringan dan kue pai coklat kesukaanku.”
“Jadi, kau bekerja?”
Sooyoung turun dari tepi bangunan dan lantas duduk, yang kemudian diikuti oleh Kyuhyun yang duduk di sampingnya.
Keduanya duduk berhadapan dan tersenyum.
“Yah, aku bekerja di restaurant keluarga yang kukelola sendiri. Hey, maukah kau duduk lebih dekat? Aku akan menunjukkan sesuatu hal padamu.”
Perlahan Kyuhyun bergerak mendekatinya. Sementara Sooyoung dalam gerakan tangan tak terduga tiba-tiba menciptakan nyala api kecil di tangan kirinya lalu membakar sebuah kertas yang berada di tangan kanannya, meniupnya perlahan ke arah Kyuhyun dan Voila….. Kertas terbakar tadi mendarat sempurna di tapak tangan Kyuhyun berupa Cookies yang dibuatnya tadi.
“Itu adalah magic, aku tidak tahu kenapa eomma mengajarkan hal itu padaku, tapi aku suka. Makanlah. Itu cookies yang sebenarnya.”
Kyuhyun mengangkat kedua alisnya, namun rasa penasarannya membuatnya bergerak meletakkan sepotong cookies itu ke dalam mulutnya.
“Ini enak! Katakan, apa kau bisa membuat yang lainnya?”
Sooyoung terkekeh lalu bangkit dari duduknya, dan kembali naik ke tepian gedung.
“Hanya beberapa dessert, apa kau menyukai Tiramishu? Aku bisa membuatnya.”
Kyuhyun pun melakukan apa yang dilakukan Sooyoung. Berdiri menghadap bangunan-bangunan yang ada di hadapan mereka lalu saling menghadap satu sama lainnya.
“Yah, tentu saja aku mau. Ini sesuatu yang wow, benar-benar di luar ekspektasi saya. Kau luar biasa, Sooyoung.”
Keduanya tersenyum sekilas lalu terdiam salah tingkah, dan lalu saling memandang satu sama lainnya lagi dan lagi. Perlahan, Kyuhyun berjalan semakin mendekat dan mendekat hingga kini tak ada jarak di antara mereka. Dan ketika keduanya sama-sama memiringkan kepala, dan ketika hidung mereka sudah bersentuhan, mendadak mereka terjatuh.
“Aaaaaa……..”

 

BRUKKKKK

 

Dan semua mimpi itu kembali berakhir kembali.
Baik Sooyoung maupun Kyuhyun mengusap kepala mereka yang terantuk lantai.
“Aw……” ringis Sooyoung mengusap kepalanya.
Tak jauh beda dengan Sooyoung, Kyuhyunpun mengalami hal serupa.
Namun, satu yang tak bisa dimengerti Kyuhyun, bagaimana bisa sepotong Cookies yang di makannya tadi dalam mimpi kini ada dalam genggaman tangannya?

TBC

44 thoughts on “IN MY DREAM part 2

  1. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Kenapa ini ff tbc nya bikin aku penasaran sih?????
    Aku penasaran .. apalagi kalo coba inget2 tingkah ahjumma yg jualan bunga deket kolam yg Kyuyoung ngelempar koin barengan .. maksudnya apa???
    Ciee Kyuyoung ekhem ekhem .. Sayang banget tuh .. tapi .. aku kurang suka SooHae moment chingu .. V
    Dan Kyu .. kenapa cookies itu bisa ada ditanganmu??? kenapa hayoo?? #Abaikan!
    Kyaa chingu aku tunggu part 3 nya yaa .. Semangat45!!!!

  2. aichanie says:

    aduh donghae sam jessica ya~
    itu kok bisa sih, kan cookienya cuma ada dalam mimpi kenapa tiba tiba bisa ada ditangan kyu? wow!
    next part soon

  3. Rizky NOviri says:

    uhuy…
    haesic udah ada kode kode tuh.. hahaha..

    aduh duh..
    kyuyoung,, haha
    padahal dikit lg ya bang..😀 haha
    terbangun dengan cara yg menyakitkan.. haha..

    daebak.. seru..
    lanjuuuutttt…😉

  4. 유라 says:

    Suka suka
    Kenapa itu cookies bisa ada beneran?
    Kayaknya soo jg udh tertarik sama kyu
    Ok deh Next ditunggu

  5. ayumi says:

    Fantasy romantis,,q bilang gt aj. Kereen..lebih byk lagi dong ceritanya.panjang x lebar gt.
    Oke,,ditunggu Next partnya chingu. Semangat !

  6. Cynthia says:

    Bagaimana caranya cookies itu kebawa ke dunia nyata ?
    Sooyoung putusin donghae aja..
    Biar kyuyoung bersatu..wkwkwk..
    Next..

  7. riaknight08 says:

    makin seru aja nih ffnya thor🙂
    penasaran………
    Moment kyuyoung itu real or it’s just dream
    next thor..
    Jangan lama2 ya thor🙂

  8. Kang Yong Ae says:

    huh mimpi apa nyata itu..
    penasaran bgt sama nextnya.
    ayo soo jadian ajah sama kyu hae buat aku ajah #plak
    ditungguuu

  9. nadasooyoungstersoneelf says:

    Seerruuu …
    Next nya cpt y thor ….
    Jgn2 tu kyuyoung nggk mimpi tpi ngelakuin perjalaan yg nyata tpi nggk mreka sadari…?#apasih ….
    Mga aja kyuyoung cpt ketemu di dunia nyata …..

  10. gita says:

    Jadi mimpi mrka itu sbnr.a adalh sbuah kenyataan..
    Duh itu udh kliatan klo haesica slng tertarik
    Udah soo ptusin hae aja dan jdian dngn kyu
    Pdahl dkt lgi mrka ciuman tuh wkkwk
    Skrng apa yg di ktakan leeteuk terjadi, kyu mimpi kotor, mskpun gk ktor” bngt wkwkk
    Ditunggu bngt next.a, jgn lama” yaa

  11. dina says:

    Aneh, kok bisa? itu kan mimpi, bagaimana cookies itu jadi kenyataan?
    kapan Kyuyoung akan bertemu di sunia nyata…
    makin penasaran..

    next.
    Semangatt!!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s