[Series] Sweet Withcraft (Part 1)

sweetwithcraftposter

 

Sweet Witchcraft (Chapter 1)

Starring with

Choi Sooyoung | Cho Kyuhyun

Im Yoona | Lee Donghae

Kwon Yuri | Kim Jongwoon

Tiffany Hwang | Choi Siwon

Fantasy Romance Maybe (?) Comedy#Failed

Made By

Andria Knight

Length Chapter

Rating PG 16 (?)

Anyeonghaseyo &_&

Aku dateng lagi nih Knight-deul, ada yang masih inget ma FF geje “Morning Shock” kah? #kagak. Aku mau ngucapin banyak terima kasih buat Knight-deul yang udah mau baca ff gx bermutu itu apalagi yang ngasih review. Terima kasih ya!!! #hug. Oh iya kalau gx salah ada yang minta before story ya? Sebenernya emang udah ada rencana untuk nulis before story.a. mohon ditunggu saja ne.

Untuk ff yang ini aku berusaha meperbaiki sesuai saran dari ff sebelumnya, semoga memuaskan dan ff ini masih di sertai dengan ke-GEJE-an dan Typo yang bertebaran disana-sini. Udah ah aku gx tau musti nulis apa lagi, emang paling gx bisa bikin intro.

Happy Reading Knight-deul

&_& Sweet Witchcraft &_&

Author POV

Saat semua keajaiban di dunia ini tiba-tiba lenyap, lalu dengan apakah mereka menjalani hidup? Bahkan air yang mengalir di bawah rumah mereka membutuhkannya, tanah yang menyangga pondasinya juga memerlukan keajaiban itu.

Sihir di tempat ini kian menipis dan udara terasa kian menghimpit paru-paru. Mereka berjalan kesana kemari dengan gelisah bermacam ekspresi terlukis di wajah para hawa berparas jelita itu. Seperti telah lelah berjalan tak tentu mereka mendudukan diri ditempat yang telah biasa mereka tempati.

Seorang gadis berwajah cantik dengan santainya menelan satu persatu permen warna-warni dalam stoples di pangkuannya. Seorang lagi memangku anjing berwarna putih bersih sambil mengelusnya penuh kasih. Tak jauh berbeda seorang gadis juga mendekap boneka berbentuk tikus yang terlihat menggemaskan. Dan seorang gadis lainnya tengah asyik dengan buku bersampul aneka kue dengan beragam warna yang menggugah selera.

“Eonni! Sampai kapan toko kita tak beroperasi? Aku lelah Eonn, setiap hari hanya duduk seperti ini” ucap seorang memulai percakapan. “Entahlah, aku juga lelah seperti ini terus Yoong” ujar Tiffanyi menanggapi. “Aku rindu aroma kue-kue kita” tambah seorang lainnya. “Nado. Aku juga rindu melapalkan kalimat ajaib saat mencampur adonan luar biasa itu Youngie. Huwa!! Kenapa Appa tiba-tiba melarang kita melakukannya? Menyebalkan sambung Yuri lagi. “Bukan dilarang Eonn. Tapi sihir kita di kunci. Dan satu-satunya cara supaya  sihir itu kembali adalah dengan eumh-“kata seorang gadis itu terputus. “Dengan apa Yoong?” sambungnya lagi. “Kiss. Begitulah kata Appa Youngie”jawab gadis yang di panggil Yoong. “Ya itu. Berciuman. Kurasa Appa benar-benar sudah tak waras” keluhnya. “Ya, mungkin kau benar. Tapi jangan pernah berkata seperti itu tentang Appa Sooyoungie. Beliau adalah orang yang sangat baik & bijaksana. Mengerti kalian?”kata gadis bermata indah. “Ya. Maaf Eonn”sesal Sooyoung.

Flashback 4 months ago On

Pagi itu saat cuaca kian menghangat dan uap lembab makin menebal, suara riuh terdengar dari bilik setengah terbuka diruang bercat warna pelangi. Hari itu minggu pertama awal musim semi maka tak heran jika udara masih terasa sedikit dingin saat menerpa kulit. Suara itu kian menjadi saat tiba-tiba sebuah loyang terlempar jauh dari dalam ruang itu. Benda tersebut terpental jauh hingga pintu masuk bangunan bergaya minimalis yang manis dan nyaman.

Ya tuhan Sooyoungie suara apa tadi itu? Apa kau tengah bermain perkusi dengan loyang-loyang itu?” tanya seseorang di balik pantry mungilnya. “Aniyo eonn. Aku & Yoona hanya sedang melakukan eksperimen kecil saja” jawab gadis bernama Sooyoung itu. “Lalu kenapa loyang-loyang itu melayang begitu jauh sampai ke pintu masuk? Memang eksperimen seperti apa yang kalian lakukan disana?” tanya seorang lainnya. “Ya, seperti biasanya. Tapi sepertinya ada yang salah dengan mantranya Eonn.” ucap Yoona menanggapi. “Atau mungkin bahan rahasianya yang kita campurkan pada adonan tadi Yoong” timpal Sooyoung.

Yuri dan Tiffany yang tengah berkutat dengan mesin pemanggang di balik pantry bergegas menghampiri 2 adiknya. Mereka meneliti adonan berwarna secerah jeruk segar dalam mangkuk diatas meja. “Bahan rahasia? Bahan rahasia apa yang kau campurkan tadi? Bukankah yang berwarna putih itu?” kata Yoona menanggapi perkataan Sooyoung. “Warna putih? Tidak. Aku meencapur adonan dengan bahan yang berwarna merah jambu” jawab Sooyoung pelan. “Astaga Youngie. Bahan rahasia merah jambu yang kau maksud itu bukan dengan lebel tawa peri musim gugur kan?” ujar Yuri cemas. “Ya. Sepertinya yang itu” kata Sooyoung membenarkan. “Lalu mantra apa yang kau bubuhkan saat mencampurnya Yoong?” tanya Tiffany. “oh, aku. Seperti yang ada di balik stoples putih” jawab Yoona mengingat. “Astaga Yoong. Bahan kue kebahagiaan yang berpadu dengan matra melupakan kenangan buruk. Aku tidak tahu itu akan menjadi kue macam apa” ucap Tiffany. “Kenapa tidak dicoba saja. Inikata Yuri sambil menyodorkan sepotong kue berwarna kuning keemasan dengan bintik polkadot berwarna unggu cerah.

Flashback 4 months ago Off  

 

Flasback 4 Years Ago On“Sweet Witchcraft Openning Day”

Hari itu langit berwarna biru terang dengan matahri secerah adonan dalam mangkuk-mangkuk yang berjajar di atas meja pentry sebuah bangunan bercat warna-warni layaknya pelangi. Pagi itu 4 gadis cantik tengah disibukkan dengan meracik bermacam jenis kue dengan beragam warna. Mereka tak menyukai warna gelap maka kue-kue itupun berwarna cerah layaknya lolipop.

Tepat pukul 10 pagi mereka telah selasai dengan urusan campur-mencampur adonan dan memanggang atau mengukusnya. Kue-kue cantik berwarna-warni yang cerah dan manis terpampang apik dalam etalase. Sebuah papan hitam yang penuh dengan coretan kapur berwarna berdiri di samping pagar bangunan itu. Papan itu digambar beraneka bentuk kue dengan warna yang cantik lalu di bagian atas dan bawahnya tertulis Sweet Witchcraf Opening Day. Berselang 10 menit papan itu di pajang serta pintu kayu itu dibuka, beberapa orang berjalan memasuki toko tersebut. Dan beberapa menit setelahnya kursi dalam toko tersebut dipenuhi orang-orang yang tengah menikmati kue mereka.

3 months later

“Selamat datang!” sapa Sooyoung ramah pada seorang pengunjung. “Boleh aku tahu kue istimewa apa yang kalian buat hari ini?” tanya seorang pria paruh baya. “Kami baru saja selesai memanggang pai coklat karamel dan beberapa cupcakes labu manis. Paman Han mau pesan yang mana?” jawab Sooyoung. “Hei kau melupakan bolu gingseng dan bownies madu hitamnya Sooyoungie” ujar Yuri menambahi. “Ah. Benar juga” ucap Sooyoung. “Jadi paman ingin pesan yang mana? Semua kue tadi baru saja keluar dari pemanggang kami pagi ini” tanya Sooyoung pada pria itu.

“Bagaimana kalau semuanya. Bisakah kalian bungkuskan masing-masing 2 buah untukku? Tidak keberatan kan?” kata pria itu. “Tentu saja tidak paman” ucap Yoona & Sooyoung bersamaan. “Ini pesanan paman. Oh. Kami juga menambahkan beberapa cracker kacang almond untuk paman” kata Tiffany saat menyerahkan papper bag pada pria itu. “Ah benarkah?. Terima kasih banyak” ucap pria itu lalu keluar dari toko. “Besok mampir lagi ya paman!” kata Yuri saat pria itu berada di muka pagar toko mereka. “Pasti. Aku tidak akan melewatkan aroma kue dari toko kalian. Bye” jawab pria itu.

Dan hampir selalu seperi itulah toko kue itu beraktifitas tiap harinya, banyak sekali pembeli bahkan yang telah menjadi pelanggan mereka layani dengan senyum dan sapaan hangat. Pengunjung  Sweet Witchcraft beragam dari segi sifat, selera, maupun usia. Namun kue-kue dari toko itu seolah menjadikan mereka candu untuk terus dan terus datang esok serta esoknya lagi.

6 months later

Pagi itu embun masih bergantung di pucuk-pucuk daun cemara hingga luruh jatuh dan membasahi rerumputan di bawahnya. Seperti biasa dalam banggunan sederna bernama Sweet Witchcraft Bakery , tepatnya di pantry yang mereka sebut Witchies Craft. Tiffany, Yuri, Yoona & Sooyoung tengah sibuk dengan berbagai hal seperti mencampur adonan, menguleni dan memenggang. Namun ada satu hal yang tak pernah mereka lewatkan dan proses membuat kue tersebut. Yaitu menambahkan bahan rahasia & membubuhinya dengan mantra ajaib.

Saat pintu masuk terbuka Yoona menjumpai beberapa orang yang telah duduk di bangku panjang halaman tokonya. “Selamat pagi! Maaf membuat kalian menunggu lama. Silahkan masuk” sapa Yoona ramah. “Selamat pagi nenek Jung. Selamat  pagi bibi Song! Selamat pagi Minwo-ya!” ucap Sooyoung menyapa. “Kau tidak menyapaku Sooyoung-ah?” kata seorang pria muda di balik etalase tokonya. “Ah selamat pagi Yunho Oppa. Maaf aku tak melihatmu tadi” sapa Sooyoung.

“Jadi hanya Sooyoungie yang Oppa sapa? Kami tidak. Begitu?” ucap Yoona pura-pura kesal. “Ah. Tidak. Bukan begitu Yoona-yah. Baiklah-baiklah. Selamat pagi gadis-gadis cantik!” ucapanya mengalah. Tiffany terkekeh pelan dan semua orang yang berada dalam toko tersebut tertawa. “Oppa tak perlu seperti itu. Lagi pula kami hanya bercanda. Seperti tidak tahu bagaimana Yoona saja” ujar Yuri di sela tawanya. “Ya. Tapi sebernarnya aku memang ingin menyapa kalian ber-empat,sungguh” kata Yunho menambahi.

One Year Later

Ketika matahari mulai redup sinarnya dan yang tersisa hanyalah cahaya berwarna nila yang terbias di ujung barat cakrawala, saat itulah mereka menghentikan sihir dalam toko itu. Lalu memulainya lagi saat warna kemerahan mulai pecah di langit utara. Namun hari itu tak ada sinar matahari yang mengintip dibalik awan putih pekat yang sedikit kelam. Musim dingin mulai menyapa dengan butiran kapas yang beterbangan jatuh dari langit, meski demikian mereka tetap membuat sihir itu hidup dalam toko kue mereka.

“Sooyoungie!” panggil Tiffany. “Ada apa Eonni” jawab Sooyoung sambil mendekat. “Bisa belikan beberapa kilo gram biji gandum, dan 2 bungkus biji bunga matahari di toko paman Oh? Persediaan kita hampir habis” kata Tiffany. “Tentu. Tapi aku tak mungkin bisa membawanya sendiri. Boleh aku minta Yuri Eonni menemaniku?” ucapa Sooyoung sambil mengerlingkan sebelah matanya. “Baiklah. Aku tidak ingin merusak rencana manismu adikku sayang!” jawab Tiffany sambil berbisik pada Sooyoung.

–&_&_&_&–

“Selamat sore paman Oh!” sapa Yuri dan Sooyoung saat memasuki toko tersebut. “Selamat sore Juga. Ah 2 gadis cantik ini ada yang kalian butuhkan?” ucap Pria paruh baya itu. “Ya, kami butuh beberapa kilo gram biji gandum dan 2 bungkus biji bunga matahari. Bisakah kami mendapatnya paman?” kata Yuri menjelaskan. “Paman Oh, apa Oppa ada?” tanya Sooyoung sambil berbisik. Pria itu mengangguk sambil tersenyum lalu mengarahkan telunjuknya ke samping tokonya yang merupakan rumah milik keluarga Oh. “Eonni tunggu disini sebentar ne! Aku ada urusan sebentar” pamit Sooyoung. “Ah. Baiklah. Jangan lama-lama!” ucap Yuri saat sooyoung telah diambang pintu. Sedangkan gadis itu mengangguk seolah menyetujuinya.

4 months later

Hari itu minggu ketiga musim semi dan cuaca menjadi semakin cerah dengan bunga warna-warni yang bermekaran dan kupu-kupu yang beterbangan hinggap diatasnya. Daun rumput dan semak mengijau lebat segar disana sini, dan itu makin menambah keceriaan mereka. Sore itu saat matahari mengangkut sinarnya pulang terdengar deru mesin kendaraan besar semacam truck, dan disusul dengan suara barang yang di jatuhkan.

Pada ke esokan harinya saat matahari menebarkan sinar ke-emasannya suara gaduh terdengar lagi. “Hyung. Itu terlalu miring!” teriak seorang sambil menunjuk sebuah lukisan yang tengah dipasang. “Ah benarkah? Lalu sebaiknya lebih aku condongkan ke arah mana?” kata seorang lainnya. “Ke kanan sedikit” jawabnya. “Ok. Terimasih” kata pria lainnya. “Hei bocah cepat bantu aku mengangkat barang-barang ini” pinta seorang bertubuh tinggi tegap. “Ya. Tapi tak perlu memanggilku seperti itu Hyung. Aku sudah bukan bocah lagi. Ingat aku sudah 20 tahun” kutus seorang pria muda lainnya.

At Sweet Witchcraft Bakery

“Selamat pagi Minji-ya. Kau sendirian? Tidak biasanya. Memang Minwo kemana?” ucap Yoona pada seorang gadis kecil berambut hitam sebahu. “Minwo Oppa pindah kemarin siang. Huft aku takut pergi sekolah sendirian” jawab gadis bernama Minji sambil menundukkan wajahnya sedih. “Takut? Waeyo?” tanya Sooyoung penasaran. “Aku tidak punya banyak teman disekolah Eonn, dan hanya Minwo Oppa temanku satu-satunya” gadis itu menghela nafas lagi. “Hei. Jangan tekuk wajahmua seperti itu! Eonni yakin pasti kau akan punya banyak teman. Berjuanglah” ucap Yuri menghibur.

“Ini untukmu. Baru saja matang, fresh from d’oven” kata Sooyoung sembari memberikan bingkisan bersampul merah muda. “untukku? Apa isinya Eonni?” tanya gadis itu mendongakkan kepalanya menatap 4 gadis muda di hadapannya. “Macaroon pelangi. Cobalah, itu bukan sembarang macaroon loh” jawab Tiffany. “Jjinja-yo? Memang ini macaroon yang seperti apa?” gadis kecil itu bertanya dengan raut wajah cerah penuh antusias. “Kalau kau makan macaroon itu akan ada banyak orang yang menyukaimu dan memintamu menjadi temannya. Ini macaroon ajaib. Sstt. Jangan katakan pada orang lain, janji?” kata Sooyoung mengacungkan jari kelingkingnya. “Yaksok” balas gadis kecil itu sambil mengaitkan kelingkingnya dan tersenyum manis memperlihatkan deretan gigi susunya.

Mereka menutup tokonya tepat saat sinar matahari mulai bersembunyi dibalik tumpukan awan. Meskipun lelah mereka tak pernah menyingkirkan senyum dari wajah cantik itu. Seperti tiap harinya tubuh lelah dan kulit yang sedikit lengket karna keringat, 4 gadis berparas jelita itu memilih berendam dalam kolam berukuran sedang yang berisi air hangat dengan sabun beraroma manis dan segar. Sambil sesekali menggosok atau mengusapkan sabun ke punggung bergantian.

Matahari datang lagi menyapa kota kecil itu, meski tak secerah kemarin tapi ini lebih dari cukup karna tak banyak awan yang menggumpal menutupi sinarnya. Pagi yang cukup cerah untuk memulai sihir yang manis. Sama seperti biasa Sweet Witchcraft tetap ramai oleh pengunjung. Mereka keluar dan masuk sambil membawa bungkusan berbentuk silinder berwarna biru cerah di tangan mereka. “Selamat pagi paman Kang. Igo mwoe-yo?” tunjuk Sooyoung pada bingkisan di tangan pria itu. “Ini? Kopi dari kedai baru di ujung gang. Mereka membuka kedainya hari ini” jawab pria yang disapa paman Kang tersebut. “Mereka memberikan ini secara cuma-cuma pada kami untuk hari ini” tambah seorang lainnya. “Kedai kopi di ujung gang?” Yoona bertanya entah pada siapa.

“Ya. Di ujung gang. Rumah keluarga Noh yang dijual itu sekarang berubah menjadi kedai kopi. Mereka menyebutnya eumh-“ seorang wanita muda yang duduk dengan semangat menjelaskan. “Miraculous Fantasy. Itu yang tertulis di papannya” sahut seorang lainnya. “Mereka pria-pria muda yang tampan” tambah wanita yang biasa di sebut bibi Song. “Mereka?” ucap Sooyoung belum mengerti. “Iya. Kedai kopi itu di kelola 4 pria muda tampan. Ya seperti kalian begitulah. Sekali-kali pergilah keluar. Kalian ini masih sangat muda dan cantik, kanapa suka sekali mengurung diri dan hanya berkutat dengan dapur dan alat pemanggang kue? Aigoo!” seorang wanita tua menasehati 4 gadis jelita itu lembut.

Flasback 4 Years Ago Off

—To Be Continue—

 

Ige mwoya??. Udah jelek pake’ Tbc lagi?.  Tapi aku ngucapin banyak banget terimakasih buat Reader-deul yang masih mau nyempetin waktu & tenaganya buat baca karya abal-abal aku yang masih dalam tahap belajar ini. Gamsahamnida!!!

Buat knight-deul yang mau mampir di blog pribadi aku, klik aja link dibawah ini

(http://eviandriani13.blogspot.com/)

Drop Your Comment Please!! & if it’s fine review please… ^__^

Gomawo Knight-deul…

  1. .., Bye-bye…!!! ^__^

50 thoughts on “[Series] Sweet Withcraft (Part 1)

  1. elvi says:

    Daebak…
    Walau masih bingung sih…
    Tapi mereka pakai sihir?
    4 pemuda tu jg punya sihir kah?
    Penasaran…

  2. mongochi*hae says:

    ak msh sdkit bingung. mgkin dg bbrp part akn mulai ngerti hhheee
    krn alurny loncat gtu

    pasti yg punya kedai kopi it kyu cs kn…
    ap mereka bkaln jd rival ?

  3. ekana_13 says:

    Masih kurang paham sih..tp okelah . Ffnya menarik, penasaran sama cerita 4 gadis cantik buat ngelepasin kunci sihirnya.

  4. wahidsterkyusoo says:

    Marculas fantasy pasti punya wonppa,kyuppa,haeppa,dan yeyeppa … Next part ya … Jgn lama” post nya penasaran bgt …

  5. fransiscafortunita24 says:

    ini seru nih !! ttg magic magic gitu >:)
    apa Miraculous fantasy juga pke magic ?😮
    penasarannnn, ditunggu ~
    hwaiting !

  6. cicamica says:

    Gue ngebayanginnya mereka ada di negri dongen pokoknya kayak di tempat animasi gitu. Keren nextnya ditunggu🙂

  7. gita says:

    Jangan” cwok” di kedai kopi itu jga pnya kekuatan sihir
    Dan mrka jgn” yg akn dptin ciuman dri yoontiffyulsoo
    Ayah mrka knpa gk blehin mrka bka toko kue ya??
    Next.a ditunggu bngt, jgn lama” yaa

  8. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Ya ampun part 1 nya seruu bangeet !!!
    Aku suka ff genre fantasy kaya gini chingu .. aaaaaa Daebbaakk !!!
    aku mohon part 2 nya secepatnya yaaaa .. Jebaaall .. *aegyo*
    4 pemuda itu pasti .. Wonppa, Yeyeoppa, Kyuppa dan Haeppa .. Kyaaa penasaran banget nih chingu!!! part 2 nya ditunggu secepatnya yaaaa .. Seemaanggaaatt !!

  9. wah kyaknya 4 namja itu pasti kyu, donghae, siwon, sama yesung ya..
    penasaran sama awal mreka berempat saling ketemu bakal gmna ya reaksinya….
    ditunggu next partnya yaaa🙂

  10. Rizky NOviri says:

    wah….
    fantasi fantasi ya..
    kue dan kopi.. haha

    seru kykna gmn ya perjumpaan mereka…😀
    hahaha

  11. Bagussa><
    NJOZZZ….KECE BAT LAH.Itu sudah ditebak.4 pemuda TAMPANnya itu ahjussirs gue semua.YESUNG<3, KYUHYUN, SIWON, DONGHAE.
    OMAGADDD…NEXT!

  12. iis mulyati says:

    Seruuu chingu, semoga kafe mereka gabakal saling bersaing ya nntinya. Ciyeee nnti mereka berpasangan tuh hhe. Lanjutannya ditunggu ne jgn lama2 hwaiting!^^

  13. nabdhan says:

    Aku masih bingung. Tapi scr keseluruhan ff ini menarik ^^ ditunggu part selanjutnya~
    Btw, saran aja nih. Pas bagian percakapan mungkin gausah di italic&bold krn kurang mengenakkan(?) kalo dibaca (menurut saya… Hehe)

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s