[Oneshot] Missed Word Us

MISSED WORD US

Tittle                            : FF Kyuyoung (Oneshot) – Missed Word Us

Author                         : Jeje

Cats                             : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other Cast                   : Park Jino (OC)

Rating                         : PG 17

Genre                          : Romance, Sad

Recommended Song   : 2NE1 – Missing You

Leight                          : 2.015 words

Disclaimer                   : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. So, don’t bash. Don’t be plagiarism. Don’t be siders.

Happy Reading😀

Aku terdiam saat melintasi gedung yang menjadi tempat sekolahku dulu. Melihatnya dari kejauhan membuatku sedikit rindu. Rindu akan kenangan-kenangan berharga yang terdapat di dalamnya.

Ku langkahkan kakiku menelusuri tempat ini. Sedikit terlihat perbedaan di setiap penjuru. Tapi, tidak dengan lapangan basket ini. Aku sangat ingat. Dulu, lapangan sering digunakan olehnya berserta teman-temannya. Tempat yang sering kali membuatku menyebutkan namanya. Menggumamkannya setiap hari.

***

Aku melihatnya dari jauh. Ia bermain dengan lincahnya di lapangan. Keringatnya sedikit membasahi baju basketnya itu. Tapi, tak juga ia pedulikan. Aku lihat sesekali ia menampilkan ekspresi yang serius, namun, di menit berikutnya ia tersenyum dengan cerahnya.

Aku yakin, yeoja yang sedang menontonya pasti akan langsung histeris. Dan benar saja. Mereka langsung meneriakan nama lelaki itu, saat melihatnya ber-high five dengan rekan satu timnya.

“Cho Kyuhyun,” gumamku lirih.

Aku tidak bisa seperti mereka. Dengan terbukanya menyemangati pemuda itu. Aku sangat takut dan juga malu. Aku sungguh-sungguh tidak bisa. Maka dengan cara inilah aku menyemangatinya.

Seusai petandingan berakhir. Aku dapat melihatnya lebih jelas. Ia berdiri di dekat tempat duduk lapangan. Tak lama kemudian, seorang yeoja menghampirinya. Memberikannya sebuah botol air mineral beserta handuk kecil untuknya.

Pria itu menerimanya. Memberikan senyuman untuk perempuan itu. Tak sering juga Kyuhyun mengacak-acak rambut yeoja tadi, hingga membuat wanita itu memarahinya. Dan hal itu berlanjut untuk setiap harinya.

***

Aku kembali mengelilingi sekolah. Kali ini, kakiku berhenti disebuah ruangan perpustakaan. Ruangan yang cukup besar. Di dalamnya terdapat banyak rak. Semua rak itu juga terisi penuh oleh buku-buku yang ada. Baik itu buku pelajaran, maupun buku sastra lainnya. Bahkan, buku antropologi dan astronomi pun ada.

Aku sangat ingat. Dulu aku selalu meminjam beragai buku di sini. Lebih tepatnya, hampir semua buku yang ada diruangan ini telah aku baca.

Aku mengambil tempat yang biasa aku duduki saat berada di ruangan ini. Kursi paling akhir, yang tepatnya berada di sebelah jendela perpustakaan. Aku sangat menyukai tempat ini. Selain tidak ada seorang pun yang duduk dibagian deretan belakang, aku juga bisa memperhatikannya.

Ia sering kemari, baik itu sekedar meminjam buku atau pun mengerjakan tugas sekolah. Aku sangat ingat pertemuan pertamaku dengannya. Semua itu terjadi di tempat ini. Tidak disengaja. Tidak pula direncanakan.

***

Buku itu. Buku tentang sejarah nasional Korea Selatan. Aku sangat ingin mengambilnya. Tapi sayang, aku kurang tinggi untuk bisa menggapainya. Ku balik ke sana- kemari, siapa tahu ada yang bisa membantuku. Nihil. Tidak ada orang disekitar sini.

Aku mencoba meminta bantuan pada guru Park –penjaga perpustakaan untuk mengambilkan buku itu. Tapi ia juga tidak sedang berada di ruangan ini. Aku bingung harus meminta bantuan siapa.

Dengan langkah pelan, aku kembali ke rak buku tadi. Sekali lagi aku melihatnya. Dengan niat yang mantab aku meloncat-loncat, tak berhasil. Tinggal satu cara, mudah-mudahan saja cara ini berhasil.

Ku jinjitkan kakiku untuk sambil berusaha menggapai buku itu. Aku harus bisa mengambilnya. Aku lihat tanganku tinggal sedikit lagi meraihnya. Dan berhasil, aku bisa. Tetapi, semua itu berimbas pada keseimbanganku. Aku tidak dapat mengontrolnya. Aku pasti terjatuh, pikirku.

Terdengar suara buku terjatuh tak jauh dariku. Akan tetapi aku tidak merasakan satupun buku mengenai kepala atau tubuhku. Perlahan aku membuka mataku, hal pertama yang aku lihat adalah kaki seeorang.

Sedikit keberanian, aku mendongkak untuk melihat siapa yang telah menolongku. Dia… Cho Kyuhyun. Lelaki paling populer di sekolahku. Tak hanya siswa yang mengenalinya. Para guru pun, bahkan kepala sekolah membanggakan dirinya. Segera saja aku menjauh darinya. Gugup. Itulah yang aku rasakan.

“Apakah kau baik-baik saja? Kau tidak terluka, kan?”tanyanya.

Aku yang sedari tadi menunduk, hanya bisa menganggukan kepala. Tak berani menatap wajahnya, apa lagi mengeluarkan satu kata pun. Setelah itu, ia membantuku merapihkan kembali bku-buku yang berceceran di lantai.

“Saat kau ingin mengambil buku yang tidak dapat dijangkau. Mintalah bantuan orang lain. Jika tidak, kejadian seperti ini akan terulang kembali.” Katanya dengan suara lembut.

Aku hanya bisa menganggukan kepala. Tidak berani merespon ataupun membantah perkataannya. Seakan suaraku terkunci saat aku ingin mengeluarkan sebuah kata. Aku bisa melihatnya mulai menjauh dariku.

Akan tetapi, mataku tertuju pada sebuah titik. Darah. Tanganya berdarah. Semua itu pasti terjadi saat ia menolongku tadi. Aku berjalan kearahnya. Menarik ujung bajunya. Ia berbalik, menatapku.

Aku mencari sebuah benda yang selalu aku bawa kemana-mana. Sebagai persiapan jika terjadi apa-apa. Setelah dapat, aku mengeluarkannya. Memberikan kepadanya. Awalnya ia bingung, tapi tidak setelah aku menunjuk tempat lengannya yang berdarah.

Sepertinya ia agak sedikit kesusahan untuk memasang pada lukanya. Dengan inisiatif, aku meminta kembali plester luka itu dari tangannya. Kemudian dengan perlahan. Aku menempelkan pada bagian lukanya. Setelah itu memasangnya. Aku membungkkan badan seraya mengucapkan terima kasih. Dan secepat mungkin menghilang dari hadapannya.

 

***

Setelah sekian tahun berlalu. Mengapa aku masih dengan jelas mengingatnya? Mengingat akan setiap moment yang ia benamkan di dalam otakku. Aku sudah mencoba sebisa mungkin untuk menghapusnya. Hasilnya, selalu gagal.

Rupanya, sepanjang perjalanan aku selalu mengkhayal. Bahkan, saat aku sedang berada di depan sebuah ruang belajar. Aku tidak menyadarinya jika saja seeorang tidak melingkarkan tangannya ke tubuhku. Aku kenal pelukan ini. Aku kenal tangan kekar ini. Aku kenal kelembutan ini. Aku juga kenal wangi tubuh ini.

“Cho Kyuhyun,” gumamku.

Ia membalikan tubuhku menghadapnya. Posisi seperti ini membuatku bisa melihatnya dengan lebih jelas. Ada sedikit rasa khawati diwajahnya, ‘ada apa dengan pria ini?’ pikirku.

“Jika saja aku tidak menghentikanmu, mungkin kau sudah akan menabrak tembok bata itu.”

Aku kembali melirik ke belakang. Benar saja. Aku berdiri tidak jauh dari sebuah tembok di dekat ruangan kelasku dulu. Ini dikarenakan ruangan itu tepat berada disudut. Pandanganku kembali fokus kepadanya.

“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanyaku. Lihat, ia bahkan hanya menanggapiku dengan cengiran tidak jelasnya itu. Menurutku.

“Aku bertanya padamu tuan Cho. Bukan menyuruhmu untuk menunjukkan cengiran khasmu itu.” Kataku sakartis.

“Aigoo~ Jangan marah dong Chagiya. Aku juga di sini karenamu. Aku ingin membujuk yeoja-ku yang sedang marah entah karena apa.” Jawabnya enteng.

Mwo? Ia masih dengan tanpa beban bertanya aku marah karena apa? Geure, ia memang tidak tahu alasan aku marah padanya, jelas saja. Karena aku menutupi semua darinya. Pantaskah kau melihat namjachingu-mu sendiri berjalan berduaan dengan seorang yeoja disebuah pusat perbelanjaan. Bahkan perempuan itu terlihat manja padanya.

Sedangkan, Kyuhyun sendiri? Ia malah dengan senang hati meladeni wanita itu. Mengacak-acak rambut yeoja –yang tidak ku ketahui namanya sambil tertawa dengan riang.  Sesekali bergelayut dilengan Kyuhyun.

Aku akui. Aku mengikuti mereka ke mana pun mereka pergi. Tidak hanya sehari, bahkan sudah lebih dari 2 bulan yang lalu. Aku tahu, inilah yang biasanya pasangan lain alami. Kejenuhan dalam hubungan. Aku dan Kyuhyun sendiri memang sudah menjalani masa pacaran selama 4 tahun.

Akan tetapi, semuanya berubah sejak 4 bulan yang lalu. Saat ia bertemu dengan yeoja itu. Perempuan yang ku ketahui namanya adalah Park Saneul. Ia juga sekertaris pribadi Kyuhyun. Sekertaris pribadi? Oh, ayolah. Semua itu cuma alibi untuk menutupi hubungan mereka di depanku.

Lamunanku buyar saat lelaki ini melambaikan tangannya di depan wajahku. Aku menepis tanganya. Ia terlihat kaget. Tapi aku tidak perduli lagi dengannya. Sudah cukup. Aku muak dengan semua tingkah lakunya. Ia tidak tidak pernah peduli lagi denganku, bahkan selama 4 bulan ini juga ia terus saja dingin padaku. Tak pernah ia membalas pesan, apalagi mengangkat telponku padanya.

Saat kami bertemu pun, ia selalu saja terlambat. Alasannya selalu sama. Aku sedang ada pertemuan dengan klien tadi. Pertemuan apanya? Emang ada direktur yang bertemu dengan klient-nya dengan wangi parpum perempuan? Huh! Aku bukan anak kecil yang begitu saja dapat kamu bohongi tuan Cho terhormat.

“Aku ingin kita putus.” Kataku tanpa memandangnya.

“Apa? Putus?” katanya kaget.

“Ada apa denganmu Choi. Kenapa kau tiba-tiba mengambil keputusan sepihak ini. Aku tidak terima.” lanjutnya

“Keputusan sepihak katamu? Ya, benar. Ini hanya keputusan yang aku ambil sendiri. Tanpa melibatkanmu sama sekali. Karena apa? Aku tidak ingin mengganggu hubunganmu dengan yeojamu.” Kataku marah sambil menekan kata ‘yeojamu’. Aku bisa melihat ekspresinya. Mata itu memancarkan rasa kekagetan yang luar biasa.

“Aku tahu semuanya Cho. Aku tahu. Aku bukan bocah 5 tahun yang isa kau bohongi begitu saja. Aku punya kepekaan. Aku punya insting. Dan aku punya perasaan.”

“Yo.. Yo… Youngie…”

“Selama ini aku hanya membiarkanmu dengan harapan bahwa kau akan meninggalkan yeoja itu. Namun, aku salah. Kau bahkan semakin menjadi denganya. Kalian –secara tidak langsung- bercumbu di depanku. Sakit Cho, sakit. Aku menangisi hubungan kita. Aku menangisi hatiku yang selama ini terikat olehmu. Aku menangisi kebodohanku yang tetap mempercayaimu.”

Aku menangis sejadi-jadinya. Tak perduli lagi bagaimana rupaku di depannya. Aku hanya ingin melampiaskan semua kekecewaanku selama ini. Mengeluarkan rasa sakit yang aku pendam selama 4 bulan belakangan.

“Aku tahu. Aku bukan wanita yang tepat untukmu. Dan aku sadar. Kau berubah karena diriku. Aku terlalu sibuk dengan semua pekerjaanku dibutik sampai-sampai melupakanmu. Aku tahu, semua ini berawal dariku. Tapi, aku tidak percaya bahwa kau akan melakukan ini padaku.”

“Youngie… dengar dulu penjelasanku. Aku tidak bermak-“

“Cukup. Aku tidak ingin lagi mendengar alasanmu.”

“T-t-tapi..”

“CUKUP!!”

“DENGAR DULU PENJELASANKU, YOUNGIE!” ia berteriak padaku sambil mencengkram bahuku.

“Aku sudah bilang padamu tuan Cho. Kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi. Jadi, berhentilah untuk menjelaskan semuanya padaku.” Kataku dengan tegas. Ia melepaskan tanganya dariku.

“Aku tidak bermaksud melakukan semua ini padamu Youngie~” Katanya lirih.

“Aku kehilanganmu karena kau lebih memilih sibuk dengan butikmu. Tapi, Saneul. Ia berhasil mengalihkan seluruh perhatianku padamu. Mianhae… jeongmal mianhae youngie.”

Aku berbalik, tak ingin melihatnya ikut menangis bersamaku. Biar aku yang menangisi hubungan kami yang kandas.

“Aku merelakanmu denganya, Kyuhyun-ah. Karena aku tahu, aku telah gagal untuk menjadi pasanganmu.” Kataku seraya pergi dari hadapannya. Aku tidak tahu lagi responnya seperti apa kali ini.

Sebelum langkahku jauh darinya. Aku kembali menghentikan gerakkkanku. Aku ingin mengucapkan kata-kata ini. Kata yang selama ini aku pendam.

“Aku sangat merindukan, saat-saat di mana masih ada kata ‘kita’, Kyuhyun-ah.”

END

EPILOG :

Aku melangkahkan kakiku ke dalam kelas baruku. Hari ini, aku cukup senang dan kaget saat mengetahui ia sekelas denganku. Sebelum mencari ruangan yang akan aku tempati untuk 1 tahun ke depan. Terlebih dahulu aku menelusuri namanya. Cho Kyuhyun : 2-A. Setelah itu aku mendapati namaku, Choi Sooyoung : 2-A.

Aku tak menyangka akan sekelas dengannya ditahun kedua ini. Yang erarti, aku mempunyai kesempatan untuk berbicara kepadanya. Ah, tidak mungkin. Palingan aku hanya mempunyai kesempatan untuk menatapnya lebih lama. Tanpa diketahui oleh orang lain.

 

***

 

Tujuh bulan berlalu. Aku melewatinya dengan sangat baik. Belajar, ke kantin, ke perpustakaan dan tentu saja memperhatikannya. Aku juga bersyukur, tak ada seorangpun yang mengetahui kebiasaanku ini.

Mungkin, kalian akan berpikir bahwa aku pernah bebicara padanya untuk satu atau dua kalin. Tapi, tidak. Bahkan hanya aku seorang yang tidak berbicara padanya di dalam kelas. Aku memang seperti itu. Aku mengaguminya tapi tidak untuk berbicara dengannya. Apalagi menunjukkan di hadapannya langsung.

Tinggal selangkah lagi aku memasuki kelasku. Biasanya jam segini elum ada seorangpun, karena aku selalu berangkat pagi. Menghindari pejalan kaki yang lain.Namun, ia di sana. Itu saja sudah memuatku cukup kaget. Tapi, tak hanya itu. Ia bahkan telah duduk dengan santainya di kursiku. Ingat kursiku.

Aku hanya busa terpaku di depan pintu. Ia berbalik di kearahku. Ia sama kagetnya sepertiku namun, dengan cepat pula ia mengubah mimik wajahnya. Berjalan menghampiriku dengan senyuman terbaiknya yang pernah aku lihat.

“Sudah ku duga bahwa kau akan selalu datang cepat. Berada di sekolah sebelum orang lain tiba.”

Kini ia telah berada di depanku. Jarak kami sangatlah kecil. Aku bahkan harus mundur selangkah karena itu. Namun, sia-sia.Pintu kelas yang tadi telah ku tutup menghalangi gerakkanku.

“Kau juga orangnya pendiam. Tak pernah terlihat berbicara pada yang lainnya. Kau sangat mengyukai buku, musik, dan makanan. Saat melihat makanan, kau seperti melihat jiwamu di sana. Kau juga perhatian pada siapa saja, agaikan memiliki aura malaikat pada dirimu.” Aku hanya bisa menunduk. Tak berani mendongkak.

“Tapi, dari sekian informasi yang aku tahu. Aku selalu mempercayai satu hal. Bahwa kau selalu memperhatikanku. Melihatku. Menyemangatiku dari kejauhan. Dan menggumamkan namaku dengan sangat lirih sampai-sampai tak ada yang mengetahuinya.”

Aku terpaku. Kali ini aku melihatnya. Ia… ia mengetahuinya. Ia mengetahui segala tingkah lakuku. Tapi, mengapa? Aku sangat saat melakukan kegiatan itu, orang lain tak menyadarinya.

“Aku tahu. Kau pasti penasaran mengapa aku bisa membongkar semua rahasiamu selama ini. Karena aku, juga memperhatikanmu.” Katanya sambil tersenyum.

“Choi Sooyoung. Aku… Cho Kyuhyun. Mulai saat ini menklaim bahwa kau adalah milikku. Tak ada seorangpun yang berani mendekatimu. Hanya aku seorang.”

“Aku menyukaimu. Ah, ani. Aku sangat mencintaimu, yeojaku.”

 

***

Note :

Dear readers.

Adakah yang menungguku. Kekeke~ Kali ini aku kemali dengan genre sad. Kenapa? Karena suasana hatiku sedang kacau saat ini. Semua ini karena pemberitaan yang menimpa Boomie eonnie. Aku galau😥

#BeStrongEonnie #WeAlwaysBelieveYou

#IwishYourHappy #Don’tCry

Aku hanya ini membagi rasa ketidak nyamananku akan pemberitaan itu. Bagi siapa saja yang meminta sequel dari FF ini. Mianhae readerdeul aku tidak akan membuatkannya. Karena ini hanya terfokuskan untuk seuah Oneshoot #BilangAjaAuthornyaMalas Hehehe~ Peace …

Btw, aku sarankan banget membaca FF ini sambil mendengarkan lagu rekomendasi di atas. Siapa tahu ajah, bisa dapat feel-nya. Soalx aku juga ngebuatnya sambil dengar lagu itu berulang-ulang kali😀

Oh, iya. Jsekian saja dariku. Jangan lupa…

RCL Juseyo~

Love

Choi Je Kyung (Jeje)

56 thoughts on “[Oneshot] Missed Word Us

  1. arr_98 says:

    Kereeenn.. (y)
    Kyuyoung pliss balikan dong.. masa cuma gara2 soo sibuk trs kyu berpaling gitu..
    Sequel nih harusnya.. hhe

  2. Safitri Agustina says:

    benci bgt sama kyu nya
    tpi lebih baik pisah
    biar aja setan tampan itu menyesali perbuatan nya
    biar aja youngie bahagia sama pasangan lain nya
    di tunggu tulisan yg lain nya ^^

  3. kyuyounglove says:

    kenapa harus sad ending thor? padahal bagus T.T

    di tunggu karya yg lain🙂 dn berharap ini ff ada sequelnya hehe

  4. salsabellakhaa says:

    astaga kyu !! rasanya pngn bngt bejek* nih anak,,
    ffnya sad,ngak tau lagi deh mau koment apa
    next ff ditunggu ^^

  5. younger says:

    males bnget baca ff sad ending kaya gini
    tapi ga tau kenapa kalau ga di baca bikin gw kepo
    pokoknya walaupun sad ending tetep keren lah

  6. aryati says:

    yahhh ga ada sequel nihh? yahh pdahal keren bgt klo di lanjutin dan happy ending kyyaaaaaa jebal thor buat sequelnya. kali2 aja author ga sedih lg makanya lanjutin yahh yahhh..kecewa nih sama endingnya.kasian soo eon huwaaaaa

  7. Isma KSY says:

    annyeong!! keren, sad ending.. T.T
    gak ada sequelnya? duh.. pdahalkan pngen tau gmana kelanjutannya. prngennya mereka bersatu.. eum

  8. icha says:

    Sad ending ini teh thor😦 ? Yahh jangan sad ending dong thor sequel nya dong thor😦 jangan sad ending dong thor aku mau kyuyoung bersatu

  9. Rizky NOviri says:

    mereka berdua memang salah..
    mau bagaimana lagi..
    tapi setidaknya, masih ada kesempatan mungkin…

    feelnya dapet chingu..
    daebakk.. keran…🙂

  10. PNA says:

    kyu jahatnya dirimu nak ckck -___- padahal dulu dia yg maksa soo jadi yeojanya, sekarang dia juga yg khianatin duluan ih sebeel !!
    padahal tadinya berharap kyu bilang kalo saneul itu cuma asistennya doang taunya….. huft

  11. mongochi*hae says:

    cerita flashbackny chessy bgt. tpi mgapa d.msa depab hub mereka jd kya gtu…

    next buat sequel donggg

  12. YeonSoo says:

    eeemmmm..ternyata sad ending..haaah..ku ga terlalu suka ama cerita yg sad ending mian thor..tp so far ceritamu bagus kok..cuma kalo bs aku req kalo ada niat mau.buat squelnya dibuat happy ending ya thor..gomawo..

  13. Rychell says:

    Plis ASnya , kyu kok gt” amat sih , setidaknya kalo dia ϐɐƞɐř” cinta tu gk bakal ngelirik cwe lain TT

  14. fanight says:

    Aaaaaaa pas end trnyata kyu juga merhatinn soo? Daebak thor.. tapi ko gada sequel.. kyunya bneran selingkuh? Kasian soonya juga si.. huhuhu

  15. aichanie says:

    huaaa kok sad ending sih~
    emang sih dua duanya sama sama salah, tapi dengan lapang dda mereka sama sama merelakan satu sama lain uh itu yang so sweet
    nice ff. aku suka

  16. sbenernya antara syoo dan kyu sama2 salah sih… syoo yg trlalu sibuk dgn pkerjaannya dan kyu yg gampang bgt buat berpaling dari syooo…
    ah sad ending but mreka dgn cara ini mngkn bisa lebih bahagia….

  17. eunsuuun says:

    Thor, tau ga?
    Ini kaya cerita cinta aku sama kakak kelas aku tapi aku belum pernah ngomong/komunikasi sama dia -minder-. Haaaah tapi siapa yg tau ke depannya aku masih kelas 12.
    Aduh jadi curcol #abaikan thor hehehe
    Sequelnya thor, saran aku oneshot aja/longshot juga boleh hehehe ^^

  18. eunsuuun says:

    Thor, tau ga?
    Ini kayanya cerita cinta aku sama kakak kelas aku tapi aku belum pernah ngomong/komunikasi sama dia -minder-. Haaaah tapi siapa yg tau ke depannya aku masih kelas 12.
    Aduh jadi curcol #abaikan thor hehehe
    Sequelnya thor, saran aku oneshot aja/longshot juga boleh hehehe ^^

  19. NDR says:

    Udah pernah baca sebelumnya. Dan kayalnya udah komen juga hehe.
    Baca lagi tetep aja sedih ngenes bacanya ya ampun.
    Kyu terlalu bisa di buai dan syoo juga salah.
    Daebak thor

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s