[Series] Up (Part 4)

Title: UP

 

Author: dhevfiill

 

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung. Kwon Yuri, Choi Siwon, Lee Donghae, Jessica Jung, etc.

 

Genre: Romance

 

Length: Series

 

Disclaimer: This story is mine. All of ideas is come from my mind. If you find some similarities in story-lineor anything with other stories, I’m not doing it on purpose. Absolutely. And uhh I’m not take this story from somewhere, so don’t take it along anywhere.

 

Note: Some of terms are not real. Means― just my imagination. Comments are wanted.

 

 

 

“Hanya karena ada penjaga gawang, bukan berarti kau tidak bisa mencetak gol.”

-Jessica Jung-

 

 

 

  1. . .

 

Kyuhyun akhirnya menerima usulan Sooyoung untuk berpura-pura pacaran meskipun usaha pendekatannya dengan Yuri terancam gagal.

 

Sementara itu, ada yang tidak biasa dengan Sooyoung. Dirinya merasa tidak senang ketika mengetahui Kyuhyun menyukai Yuri dan Jessica menyukai Kyuhyun.

 

Apakah Sooyoung mulai menaruh hati pada Kyuhyun?

 

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun sendiri? Apakah dia benar-benar menyukai Yuri? Apakah dia justru akan menerima cinta Jessica jika gadis itu mengutarakan perasaan padanya? Apakah dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sooyoung?

 

 

 

Four: Reveal the Feel (Full Kyuhyun’s POV)

 

 

 

Sooyoung’s apartment. 6:30 a.m

 

UP! GET UP!

Aku terlonjak bangun seketika saat telingaku dipenuhi oleh suara cempreng Sooyoung. Dan saat itu pula aku menyesali keputusanku menginap di apartemen gadis ceking ini. Ya. Percakapan tentang ‘pura-pura pacaran’ kemarin malam membuatku memutuskan untuk menginap.

Aku malas mengemudi pulang.

Objek pertama yang tertangkap mataku adalah Sooyoung yang sedang membuka tirai-tirai dengan gesit. Aku memalingkan wajah ketika radiasi sinar matahari merangsek masuk menembus jendela dan membuat mataku perih.

“Kau ‘kan bisa membangunkanku dengan cara yang lebih beradab Young,” aku bergumam parau. Bangkit duduk di atas tempat tidur.

“Tidak ada cara yang lebih beradab dari ini untuk membangunkan kuda nil sepertimu,” kata Sooyoung.

Mwo?! Siapa yang kau sebut kuda nil??! Aku memang belum pernah melihat kuda nil, tapi sepertinya dengan suara cempreng dan tingkah yang kasar, kau lebih cocok dibanding aku!!” aku menunjuk-nunjuk Sooyoung dengan sebal.

“Oi oi Kyuhyun, kau ini memang tipe peramai ya? Kau selalu merespon celotehanku dengan penuh semangat. Padahal masih pagi…”

Gadis ini benar-benar…

 

YA!! Baru tiga puluh detik kita bicara, tapi aku sudah sangat menyesal! Minta maaf lah!” aku setengah berteriak pada Sooyoung yang sedang berjalan keluar kamar.

“Sudah kubuatkan nasi goreng. Cepatlah mandi dan sarapan. Aku tidak mau terlambat ke pesta Jessica.”

Diabaikan begitu saja?

Aku membuang napas kasar dan memandang Sooyoung yang membanting pintu kamar.

Kadang-kadang aku berpikir bahwa aku seharusnya mendapat hadiah Nobel atau apapun itulah, mengingat aku mampu bertahan selama ini dengan gadis semenyebalkan Sooyoung.

Aku menyingkap selimut.

Atau mungkin hadiah Nobel untuk kemampuan akting yang luar biasa?

Aku berjalan lesu, masuk ke kamar mandi.

‘Rahasia adalah modal seorang pria.’ Kalimat itu adalah kalimat yang selalu kutanamkan ke kepalaku ketika aku mulai kehilangan kendali atas diriku sendiri dan berpikir aneh untuk menghancurkan akting gemilangku dan mengatakan perasaanku yang sebenarnya pada gadis itu.

Aku membuka kancing piyamaku satu persatu dan berhenti saat sampai pada kancing yang ketiga.

Aku cinta Sooyoung. Aku mencintai sahabat terdekatku.

 

 

Jangan tanya aku kenapa dari sekian banyak wanita aku harus mencintai sahabatku sendiri.

Cinta lebih mudah dirasakan daripada dimengerti. Itulah sebabnya cinta lebih membutuhkan balasan daripada alasan.

Aku memejamkan mata merasakan dinginnya air.

Tapi dalam kasusku, aku belum membutuhkan balasan. Yang paling kubutuhkan adalah keberanian.

Kalian tahu? Bagian tersulit saat mencintai Sooyoung adalah ketika melihatnya mencintai orang lain. Dan itu membuat keberanianku semakin mengendur.

Bagaimana jika aku tidak terhitung tipe Sooyoung? Bagaimana jika dia menolakku? Apa yang akan terjadi dengan persahabatan kita?

Sangat tidak mungkin aku berani mempertaruhkan persahabatanku dengan Sooyoung hanya demi pernyataan cinta.

Aku selesai mandi. Aku meraih handuk dan berjalan ke luar kamar mandi.

Tidak. Sampai aku memastikan Sooyoung akan membalas cintaku.[]

Jessica’s home. Jessica’s birthday party. 8:00 a.m

Aku menguap untuk yang ketiga kali selama 10 menit perjalanan dari apartemen Sooyoung ke rumah Jessica.

Sebenarnya, apa sih pertimbangan Jessica mengadakan pesta ulang tahun sepagi ini? Huft. Bagiku jam 8 lebih cocok dijadikan upacara pemakaman.

Aku melirik Sooyoung yang duduk di sampingku. Dia tidak terlihat mengantuk atau apapun. Matanya justru bercahaya.

Aneh, padahal aku yakin dia bangun jauh lebih awal dibanding aku untuk membersihkan apartemen dan membuat sarapan.

Atau mungkin, dia memang selalu bersemangat untuk hal-hal seperti ini? Entahlah. Aku tidak paham.

“Kyuhyun-ah,” Sooyoung memanggilku.

“Hmm,” aku bergumam sambil menginjak rem. Lampu merah.

“Menurutmu apakah aku harus mengadakan pesta untuk ulang tahunku besok?” tanya Sooyoung.

Aku memandangnya, “Bukankah ulang tahunmu itu tahun lalu?”

Cahaya yang tadinya bersinar di mata Sooyoung redup seketika. Hahaha. Sudah terlalu lama aku membiarkan Sooyoung terus-terusan menggodaku. Now, it’s my turn.

Aku masih menahan tawaku sedangkan Sooyoung masih menahan emosinya. Ini menyenangkan.

“Ya memang. Tapi itulah yang spesial dari ulang tahun, Kyu. Itu semacam peristiwa tahunan,” ujar Sooyoung dengan nada bicara seperti guru sekolah dasar yang sedang memberi penjelasan pada muridnya yang paling nakal.

Aku tersenyum geli dan mengangguk mengerti sementara kakiku kembali menginjak pedal gas.

Melakukan lelucon semacam ini dengan Sooyoung memang selalu menyenangkan.

“Jadi bagaimana? Apa lebih baik ada pesta?” Sooyoung kembali bertanya ketika aku membelokkan mobil ke sebuah tikungan. Sebentar lagi sampai.

“Terserah,” ujarku singkat.

Aku lahir sehari lebih awal dibanding Sooyoung. Dan dari dulu, itu yang membuat Sooyoung agak malas untuk mengadakan pesta ulang tahun.

Alasannya sederhana, pada saat acara pesta ulang tahun Sooyoung, para tamu undangan biasanya menganggap bahwa itu adalah pesta ulang tahun ‘Sooyoung dan Kyuhyun’. Jadi, Sooyoung agak tidak rela karena aku mendapat kado sama banyaknya dengan dia.

Dulu Sooyoung memang kekanakan sekali. Ralat. Dia masih kekanakan.

***

Tak terasa, aku dan Sooyoung sudah sampai di halaman rumah Jessica.

Aku mengarahkan mobilku ke area parkir. Segera setelah SUV-ku terparkir sempurna, Sooyoung buru-buru melepas seatbeltnya.

Aku menyela, “Kita mulai berpura-pura pacaran dari sini?” Kata ‘pura-pura’ benar-benar mengganggu!

 

Sambil membenahi gaunnya, Sooyoung berkata, “Ya. Dan kuharap kau baik-baik saja.”

“Maksudnya?” jawabku sambil melepaskan seatbelt.

“Bagaimana ya… aktingmu kan…” Sooyoung tidak menyelesaikan kalimatnya. Sebagai gantinya, dia menaikkan alisnya tinggi sekali dan menggeleng-geleng pelan.

Kurasa itu mewakili kata payah.

Aku mendengus. Kalau aktingku payah, bukankah seharusnya dia sudah menyadari kalau aku mencintainya?

 

“Aktingku kenapa? Oh! Kau pastinya lebih dari sekedar tahu bahwa aktingku jauh lebih baik darimu, ya ‘kan?” kataku.

“Ya betul sekali. Dan kau juga pastinya lebih dari sekedar tahu bahwa aku bernyanyi lebih baik daripada kau, ya ‘kan?” katanya.

Sial!

 

Aku memutuskan untuk tidak berkata apa-apa.

Kemudian, Sooyoung membuka pintu mobil dan keluar dengan anggun.

Aku mengikutinya.

Dengan cepat, aku mengitari bagian depan mobil untuk bisa berdiri di sebelah Sooyoung. Kami berdua lalu berjalan bersama menuju taman belakang, tempat pesta berlangsung, untuk mencari Jessica.

“Mungkin kau akan bertemu Kwon Yuri disini, Kyu,” ujar Sooyoung.

“Siapa Kwon Yuri?” tanyaku seketika.

Sooyoung menghentikan langkahnya dan menatapku curiga. “Siapa Kwon Yuri? Oh GodShe’s the one you flirting with! Don’t say you forgotten her,” tukas Sooyoung.

Dammit!!

 

Aku lupa kemarin aku berpura-pura sedang melakukan pendekatan dengan seseorang bernama Kwon Yuri!

Astaga! Nasib apa ini? Kenapa sepertinya banyak sekali kepura-puraan dan kebohongan dalam hidupku?

Aku mengatur ekspresiku lalu berkata, “Oh Kwon Yuri… Ya. Aku memang agak lupa. Soalnya kalau aku bertemu dengannya aku selalu memanggilnya dengan nama aslinya. Jadi aku agak lupa nama panggungnya.”

Bohong lagi. Jangan tanya siapa nama aslinya… Please…

 

Sooyoung tidak menanyakan itu. Dia hanya membulatkan mulutnya lalu kembali berjalan. Sebelum ikut berjalan aku berdoa dalam hati, Ya Tuhan… Jangan sampai Kwon Yuri datang… Kalau dia datang… Say it. I’m done!

“Bukankah itu Donghae? Dia ganti gaya rambut lagi?” kataku. Buru-buru mengalihkan percakapan.

Sooyoung mengikuti arah pandangku.

Arah jam 1 terlihat Donghae sedang tersenyum lebar dan berjalan menuju seorang gadis yang langsung dikenali Sooyoung dari belakang.

“Itu Jessica. Kajja,” kata Sooyoung sambil menarik tanganku.

Dalam perjalananku dan Sooyoung menemui Jessica, lamat-lamat aku mendengar suara Donghae.

Aku sempat melihat Jessica dan Donghae berbisik-bisik sebelum aku mengedarkan pandangan untuk melihat tamu-tamu undangan. Sesekali melempar senyum ramah.

Dan saat pandanganku kembali ke arah Jessica dan Donghae yang sudah berjarak sekitar dua meter, aku mendengar Sooyoung berkata, “Wah wah… Ada apa ini? Sepertinya kalian sedang berbisik-bisik serius. Tadi aku juga mendengar Donghae-ssi memanggil Jessica dengan sebutan ‘princess’. Apa kalian berkencan?”

Apa setiap wanita selalu begitu? Ingin tahu urusan orang lain? Lagipula bagaimana Sooyoung bisa mendengar Donghae memanggil Jessica dengan ‘princess’? Aku saja tidak dengar.

Donghae dan Jessica nampak terkejut.

Tak lama kemudian, Donghae berkata, “Annyeong Sooyoung-ssi, Kyuhyun-ah.

Annyeong,” Sooyoung dan aku menjawab bersamaan.

Happy birthday, Jess. Wish you all the best,.” Sooyoung berkata sambil memeluk Jessica.

Thanks Eonnie,” jawab Jessica. Lalu, entah benar atau tidak, Jessica menatapku.

Aku buru-buru mengulurkan tanganku dan berkata, “Saengil chukka hamnida Jessica-ssi.”

Kamsahamnida sunbae,” Jessica berkata sambil menjabat uluran tanganku. Tangannya dingin sekali.

Kami berempat—Aku, Sooyoung, Jessica dan Donghae lalu berbincang-bincang.

“Kami tidak berkencan. Tidak sama sekali,” itu jawaban Jessica ketika Sooyoung mengulang pertanyaannya yang tadi. Untuk beberapa saat, aku yakin Jessica mengatakannya sambil menatapku dengan gugup.

Tapi aku langsung menepis bayangan itu. Apa perlunya Jessica memandangku dengan gugup?

Aku mengikuti obrolan sampai kira-kira lima menit. Lalu, aku pamit untuk ke kamar mandi. Sejujurnya aku tidak terlalu suka acara ngobrol-ngobrol seperti ini.

Sooyoung mencubit pelan punggung tanganku saat aku berjalan melewatinya. Aku tahu. Itu artinya aku harus cepat kembali. Sooyoung juga tidak begitu suka beramah-tamah di acara formal seperti ini. Dan dia tak akan membiarkanku meloloskan diri.

Aku hanya memandangnya sekilas untuk kemudian berjalan ke bagian dalam rumah. Setelah melewati sebuah ruangan yang dindingnya penuh lukisan, aku melihat seorang laki-laki keluar dari sebuah ruangan yang sepertinya adalah kamar mandi.

Setelah lebih dekat, kusadari bahwa laki-laki itu adalah Changmin.

What? Changmin? Bukankah dia di Cali?

Belum sempat aku menyapanya, Changmin sudah lebih dulu melihat dan menyapaku, “Cho Kyuhyun! Is that you?”

Aku hanya melambaikan tanganku dan tersenyum sama lebarnya dengan Changmin. Changmin dulu adalah temanku dan Sooyoung saat SMP. Namun, di tahun kedua, dia pindah ke California mengikuti ayahnya.

Kulihat Changmin berjalan tergesa-gesa ke arahku, “Wassup Dr. Pepper?” katanya sambil memelukku.

Spectacular,” jawabku.

I was wonder since it’s been a long time, perhaps you decided to grow old in California,” aku kembali berkata setelah Changmin melepas pelukannya.

“Tadinya begitu. Tapi aku punya masalah serius dengan gadis-gadis Amerika,” jawabnya.

Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya. Perlu diketahui, Changmin ini playboy.

“Kupikir di manapun kau berada, kau akan selalu bermasalah dengan gadis-gadis, mengingat kebiasaanmu berganti pasangan kencan dua kali sehari,” ujarku.

Changmin lalu tertawa.

“Kau tahu aku tidak sebrengsek itu,” kata Changmin setelah berhenti tertawa.

Aku hanya tersenyum, “Oh ya. Kau kenal Jessica?” tanyaku.

“Ya. Dia adik kelasku saat SMP di Cali. Dan saat aku tahu dia mengadakan pesta ulang tahun, aku menyempatkan untuk datang,” jawab Changmin.

Aku hanya mengangguk mengerti.

“Aku tidak menyangka kau dan Sooyoung akan jadi artis, Kyu. Kukira kalian akan menggunakan kemampuan debat kalian yang luar biasa itu. Menjadi jaksa penuntut, mungkin?” Changmin bertanya.

Aku hanya tertawa sebagai jawaban. Kemudian, Changmin bertanya lagi, “Where is she anyway? Choi Sooyoung?”

“Aku meninggalkannya dengan Jessica tadi,” jawabku.

Changmin mengangguk.

Aku bertanya, “Kau ingin bertemu dengannya?”

Changmin melirik jam di pergelangan tangannya, lalu memasang muka sedih, “Aku takut aku tidak bisa. Aku harus segera pergi menemui ayahku. Tapi bisakah aku minta nomor ponselmu? Aku janji akan berkunjung.”

Aku mengetikkan nomorku pada ponsel yang disodorkan Changmin, sambil berujar, “Kau harus mencicipi masakan Sooyoung. Dia ahli sekarang,”

Really?”

Aku mengangguk.

“Aku menantikannya,” kata Changmin sambil mengambil kembali ponselnya, “Baiklah, aku harus pergi sekarang. Salam untuk Choi Sooyoung,” lanjutnya.

Changmin melambaikan tangannya sambil pergi menjauh.

Aku balas melambai sambil melangkahkan kaki ke dalam toilet. Di dalam toilet, tidak ada yang kulakukan. Hanya membasuh tangan di wastafel, kemudian menerawang jauh.[]

Saat itu, aku dan Sooyoung baru kelas satu SMP. Suatu hari, aku, Sooyoung dan Changmin berada dalam satu kelompok untuk mengerjakan esai Romeo-Juliet yang diberikan oleh guru bahasa.

Kami bertiga menyelesaikan tugas itu di rumah Sooyoung.

“Aku heran kenapa pasangan-pasangan sehidup semati selalu berinisial ‘R and J’…” Sooyoung berkata sesaat setelah tugas kami selesai.

“Oh ya?” Changmin bertanya. Sementara aku sedang menghabiskan sirup di gelasku.

“Ne. Romeo dan Juliet, Rose dan Jack,” kata Sooyoung.

Aku menaruh kembali gelasku ke meja, lalu berkata dingin, “Kalau hanya dua pasang kurasa tidak bisa disebut ‘selalu’ Sooyoung-ah…”

 

Aku ingat bagaimana Sooyoung cemberut karena aku menghancurkan penemuannya. Waktu itu, aku hanya terkikik geli, kemudian melanjutkan, “Mungkin kau harus menambahkan beberapa pasang. Rambutan dan Jeruk, misalnya? Atau Rubah dan Jerapah? Atau mungkin Rokok dan Jamur?”

 

Aku dan Changmin tertawa. Sedangkan Sooyoung tambah cemberut.

Setelah beberapa saat, Changmin berhenti tertawa dan berkata pada Sooyoung, “Kau tidak berniat memberi kami makan siang Sooyoung-ah?”

 

Seakan kejadian itu baru kemarin, aku ingat betul bagaimana Sooyoung berubah menjadi sangat bersemangat.

“Biar aku masakkan sesuatu,” katanya riang. Sooyoung memang selalu senang memasak untuk orang lain. Meskipun masakannya itu… benar-benar sangat… berani.

 

Saat Sooyoung mulai bangkit berdiri, aku menyela, “Bukankah lebih baik kalau kita pesan ayam Young?”

 

“Wae? Biar saja Sooyoung masak, Kyu. Aku ingin mencicipi,” kata Changmin.

“Kau tidak ingin mencicipinya Changmin-ah. Masakan Sooyoung itu… sangat tidak enak. Saking tidak enaknya, kau akan mengira masakan itu tidak berasal dari dunia ini. Percaya padaku,”

 

Meskipun aku yakin aku mengatakan itu dengan nada bercanda, entah kenapa Sooyoung terlihat sangat marah. Dia berdiri dengan tergesa-gesa, dan berteriak, “PERGI!!”

 

Lalu, dia berlari memasuki kamarnya. Meninggalkan aku berdua dengan Changmin.[]

Aku tersadar.

Tanganku masih mencengkeram pinggiran wastafel dan kepalaku masih menunduk.

Perlahan, aku mendongakkan kepalaku dan menemukan pantulan wajahku sendiri di cermin.

Kejadian bertahun-tahun yang lalu itu boleh dikatakan salah satu yang paling aku suka. Kalian tahu kenapa?

Sejak saat itu, aku dan Sooyoung bertengkar. Mungkin itu adalah pertengkaran yang paling lama sepanjang persahabatan kami. Sooyoung tidak menyapaku selama berbulan-bulan, dan gengsiku yang tinggi juga melarangku untuk meminta maaf padanya.

Namun, ketika itu, entah setelah bulan yang keberapa, sepulang dari Klub Sains—satu-satunya kegiatan sekolah yang kulalui tidak bersama Sooyoung, aku menemukan gadis itu di dapur rumahku. Dia sedang asik memasak dengan ibuku.

Pakaian seragam sekolah masih menempel di badannya. Kutebak dia langsung ke rumahku sepulang dari sekolah.

Sooyoung tidak menyapaku. Aku juga tidak menyapanya.

Aku tidak tahu sampai kapan Sooyoung di rumahku. Aku sama sekali tidak keluar kamar sampai ibuku memanggilku. “Kyuhyun… Sooyoung membuatkanmu makan malam. Kau tidak mau mencicipi? Masakannya benar-benar enak.”

 

Itu yang ibuku katakan.

Waktu itu aku berpikir, beberapa bulan yang lalu masakan Sooyoung benar-benar sangat tidak enak. Tidak mungkin hanya dalam beberapa bulan, Sooyoung bisa membuat masakan yang enak. Ibu pasti melakukan ini agar aku berbaikan dengan Sooyoung.

Aku sebelumnya tidak tahu bahwa aku silang besar.

Aku lupa apa yang ada dipikiranku saat itu, tapi lima menit setelah ibu memanggilku, aku turun ke meja makan. Sooyoung duduk di situ.

Kami bertiga makan dengan hening. Dan aku tidak akan percaya makanan enak ini adalah buatan Sooyoung jika saja ibuku tidak bersumpah bahwa Sooyoung benar-benar memasaknya.

Dan setelah makan malam itu, aku berbaikan dengan Sooyoung. Aku juga mengetahui bahwasannya bulan-bulan di mana Sooyoung menghindariku, dia gunakan untuk belajar memasak.

Aku memandangnya takjub saat dia menceritakan hari-harinya belajar memasak. Satu lagi yang kutemukan dari diri Sooyoung, dia benci menjadi seorang wanita yang tidak bisa memasak, dia ingin menjadi wanita tulen yang bisa membuat makanan enak setiap hari untuk suaminya.

Kesimpulanku, Sooyoung benar-benar memiliki naluri kewanitaan yang sangat kuat meskipun dia menutupi itu semua dengan sifat urakannya.

Dan itu membuatku terjebak. Kurasa, sejak saat itu, aku mencintainya.

Aku tersenyum pada bayanganku. Dua puluh dua tahun aku menghabiskan waktu dengan Choi Sooyoung, dan satu-satunya impianku saat ini adalah merubah angka itu menjadi ‘selamanya’.

Aku ingin menikah dengan Sooyoung. Itu cita-cita jangka panjang.

Untuk cita-cita jangka pendek, aku ingin membuat Sooyoung jatuh cinta padaku. Mungkin dimulai dari pura-pura pacaran?

Oh, mengingat itu, sepertinya rasa tidak sukaku pada Siwon hyung karena dia mencintai Sooyoung berubah menjadi perasaan penuh terimakasih. Bagaimanapun, kebodohannya yang membuat aku dan Sooyong berpacaran. Pura-pura.

Setelah rasanya lama sekali aku di kamar mandi, aku melangkah ke luar. Sooyoung pasti akan memarahiku karena aku begitu lama.

***

 

Saat aku sampai kembali ke tengah-tengah pesta, aku merasa ada yang aneh. Semua orang di pesta memandang ke sebuah kerumunan di tempat terakhir kali aku berdiri dengan Sooyoung, Jessica dan Donghae. Dan dari tempatku berdiri, beberapa kali aku melihat blitz kamera.

Mungkin para wartawan datang mewawancarai Jessica. Pikirku.

Aku berjalan ke sebuah meja, mengambil segelas minuman.

Tetapi, belum sempat pinggir gelas itu menyentuh bibirku, dari arah kerumunan, kudengar suara Sooyoung memanggilku. “Kyuhyun!”

Setelah itu, aku meletakkan kembali gelas yang kupegang dan memperhatikan Sooyoung yang berusaha keluar dari kerumunan dan menghindari beberapa kamera wartawan.

Dia berjalan ke arahku dengan tergesa-gesa.

Aku yang tidak mengerti apa yang terjadi, hanya berdiri diam. Dan saat Sooyoung sudah berada persis di depanku, dia berkata lirih, “Kita harus pergi. Cepat.”

Aku hanya melongo ketika Sooyoung menarik lenganku dan membuatku berjalan cepat mengikutinya.

Saat aku dan Sooyoung melewati beberapa wartawan, aku mendengar wartawan-wartawan itu menyerukan kalimat tanya yang seragam, “Apakah kalian benar berpacaran, Sooyoung-ssi? Kyuhyun-ssi?”

Astaga! Aku seketika mengerti apa yang sedang terjadi.

Entah bagaimana caranya, para wartawan sudah mengetahui bahwa aku dan Sooyoung berpacaran—pura-pura sebenarnya. Dan itu sudah cukup untuk membuat tanganku berganti menarik tangan Sooyoung. Berjalan lebih cepat menuju mobil.

Aku ingin penjelasan Sooyoung atas apa yang sudah terjadi.

***

 

“Apa yang kau lakukan?” aku bertanya pada Sooyoung sambil mengemudikan mobil keluar dari pelataran rumah Jessica.

“Aku tidak tahu… aku hanya… aku hanya menjawab pertanyaan Jessica. Tidak tahu ada wartawan. Mereka mungkin mendengarnya, perkataanku,” katanya masih sambil mengatur napas.

Aku menambah kecepatan, “Lidahmu sudah sama kusutnya dengan akar beringin. Jangan berbelit-belit, aku tidak mengerti,” ujarku tidak sabar.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Senyap sebentar.

Kuputuskan untuk membiarkan Sooyoung mengatur napasnya. Tidak memakan waktu lama, dia dengan cepat sudah mampu kembali mengontrol dirinya.

“Begini,” kata Sooyoung. Tangannya perlahan memasang sabuk pengaman. Dan aku ingat aku juga tidak sempat memasang sabuk pengaman tadi.

“Setelah kau pergi tadi, Donghae juga pergi untuk bertemu teman-temannya dan aku mengobrol berdua dengan Jessica,” Sooyoung melanjutkan. Aku mendengarkan sambil memasang sabuk pengaman.

“Dan dia bilang dia menyukaimu.”

Mwo??” aku berpaling dari jalanan di depanku, menatap Sooyoung.

Sooyoung balas menatapku dan menunjuk jalanan, menyuruhku fokus menyetir, lalu berkata, “Jessica menyukaimu.”

Sooyoung berkata dengan suara seperti orang kelelahan. Aku sangat berharap itu nada kecemburuan.

 

Setelah mengeluarkan bunyi puh pelan, aku bertanya, “Lalu?”

“Lalu?” ulang Sooyoung.

Aku menatapnya.

“Kau tidak ingin memberikan tanggapan atas perasaan Jessica?” tanyanya.

Aku hanya mengangkat bahu tidak peduli. Jessica menyukaiku? Oh. Itu urusannya. Dan tidak akan jadi urusanku kecuali dia sudah mengatakannya langsung padaku.

Aku mendengar tarikan napas berat Sooyoung

“Baiklah. Aku lanjutkan,” katanya. “Setelah Jessica memberitahuku bahwa dia menyukaimu, dia lalu bertanya padaku apakah kau sudah punya pacar, dan aku menjawab kalau kita berpacaran. Setelah itu, aku tidak tahu darimana datangnya, tiba-tiba muncullah segerombolan wartawan.”

“Dan wartawan-wartawan itu mendengar apa yang kau ucapkan?” aku bertanya.

“Mungkin,” jawab Sooyoung.

Aku terdiam. Ini skandal.

“Jadi bagaimana?” Sooyoung bertanya.

Aku tidak paham, “Bagaimana? Apanya yang bagaimana?”

“Apakah kita akan berpura-pura pacaran di depan publik?”[]

To be continue. . .

 

 

 

Jreeeeenggggg…. Part 4!! Maaf ya readers, updateny lama bgt… aku keasikan main2 sama saudara pas lebaran, maaf bgt yaa… Jadi baru sempet ngirim tgl 3 deh… tapi gimana? Part 4-nya? Udah kejawab kan perasaan Kyuhyun ke Sooyoung dan Yuri? Trus kmrin ad satu komentar yang bilang, intiny, bahwa Sooyoung gak menonjol… author minta maaf… ga ada maksud bwt ga nonjolin Sooyoung… itu emang jln crita yg aku bwt. Tp cerita ini main cast-ny beneran KyuYoung kok… insya allah bkal keliatan nantiny…

Yaudah deh… segitu aj… komentar ya knights… jujur, part 5 dst bru aku bkin gris bsarny aj.. blm aku tulis scr smpurna. Jadi, klo komennya bnyk, mudah2an aku bisa update cpet.. tp klo dikit.. mungkin bs jd agak lama. Sampai jumpa di part 5^^

  1. . .

 

“Mereka cocok.” “Mereka tentunya sudah sangat mengerti satu sama lain.” “Aku mendukung hubungan mereka.”[]

 

Aku terlambat! Periode-ku terlambat![]

 

“Kau berubah banyak… Semakin cantik,”[]

 

Aku membenci wanita itu…[]

 

Mata Sooyoung dan Kyuhyun membelalak demi melihat butiran putih yang keluar saat polisi merobek bungkusan kertas itu.[]

 

Anda kami tahan.[]

 

5th: Scandals

62 thoughts on “[Series] Up (Part 4)

  1. Di says:

    Siapapun eonnie yang bikin ff ini mohon dilanjutin dong :((( suka banget sama ff ini. Udah nunggu lama tapi kayanya part selanjutnya nggak muncul muncul T___T ayo dong nulis lagi…semangat!

  2. kyuyounglove says:

    kyu sebenarnya uda lama sukak sama soo? cuman dia nyimpan perasaannya terus? seru thor penasarn gmna kisah kyuyoung next part di tunggu🙂

  3. Sistasookyu says:

    Berarti sebenarnya kyuyoung nih sama2 suka.. Tapi juga sama2 batu nyembunyiin perasaan masing2😀
    Next part, kyuyoungnya di fitnah kah? Kok mau di tahan segala

  4. salsabellakhaa says:

    AA~ cieh kyu suka sama soo udah lama ya😄
    semoga aja yg awalnya pura* jdi beneran punya hubungan.. :3
    next part ditunggu ^^

  5. nabdhan says:

    akhirnya keluar juga…. dari kemarin ku tunggu kkk
    yeayyyy!! kyuhyun ternyata suka sama soo sudah lama ‘v’)~~~
    next next next!! jangan kelamaannn ya thor :>

  6. dania says:

    Nah kan jadi tau perasaan kyuhyunnya,aaaaa suka bnget sama kyunya disini.. keren!next ditunggu ya author.

  7. nadasooyoungstersoneelf says:

    Ternyata kyuhyun suka sama soo eon …..
    Nggk sabar ma kelanjutannya …
    Next nya cpt y thor …..

  8. Uahhh!!Kece ah><
    Kyuhyun kalo suka bilang aja sama Sooyoung.dipendam mulu, gak capek apa.lolz
    Lanjutlah!Semoga Sooyoungnya sadar kalo Kyuhyun suka sama dia.uda itu nanti sooyoung balik suka sama kyuhyun.yey♥
    Lanjut yap!

  9. puji says:

    waiting so long for this series
    tp gak apa terbalas sudah smuanya stelah bc yg ini
    mudah” an mreka juga mau pura” pacaran di media biar mkin seru

  10. Woooww..jdi kyu udh lma jtuh cnta sma soo,tpi kyu nutup2in itu😀 kekekekk’

    :O scandal?part 5.pnsrn bngt sma ntuh chapter,ap lgi ada bnda putih2,apaan ntuh?:/
    lnjut thor😉

  11. riakyuyoung says:

    tuh kan,,,
    aku bilang jg ap..
    kyuppa apsti udah cinta ama sooeon dari awal😀😀
    plis thor,jgn blng changmin oppa akan menjadi penggagu nantinya😦
    truss siwon dan yuri gimana ya??
    huwahh makin seru…
    next thor d tunggu^^

  12. kyuusoo says:

    jadi kyu udah lama juga cinta sama soo
    bagus deh, kyu harus cepat nyatain perasaannya sebelum soo d rebut namja lain
    d tunggu part 5 nya

  13. 유라 says:

    Horee ternyata kyu suka sama soo udh dari dulu
    Dan kyu cuma pura pura ngedeketin yuri
    Makin seru,Next nya ditunggu

  14. Rizky NOviri says:

    howreeyyy…
    jadi bener kyu suka sama soo.. yeay..😀
    gpp deh sekarang pura pura tar lama lama jadi beneran kan?? hohoho..
    toh soo jg kyknya suka kiyu…😀

    eh itu teaser nyaaaa..
    kenapa tuh? ditahan??
    O M G

    lanjuuut chingu..
    daebak.. makin seruuu…🙂

  15. Oktavianti says:

    Thor lanjut tapi jangan lama-lama ya, seru banget ceritanya. Si Jessica kayaknya gak suka perihal hubungan Kyuhyun dan Sooyoung. Dan Kyuhyun harusnya berani sebagai cowok menggungkapkan isi hatinya ke Sooyoung. Lanjut thor…

  16. rahasia says:

    Kyu ska sma soo, ah senangnya!😀
    Smoga mrka cpat pcran bnaran😀
    Pnsaran sma crta slnjutnya, update soon please~

  17. iis mulyati says:

    Ciyee trnyata kyu sukanya sama sooyoungie>< Omona itu siapa yg hamil? Next part ditunggu ne hwaiting!^^

  18. Kyuyoung terlibat scandal … Jadi kyu udh suka sama syoo udh lama? Hwaiting Kyuppa buat syooeon jatuh cinta pada mu (?) … Daebak! Itu yg di tahan siapa???… Next ya thor! Ditunggu part 5 nya!

  19. dina says:

    Jadi Kyu udah lama ya cinta sama Soo.
    Tinggal nunggu apakah Soo jga cinta sama Kyu. jadi gak usah pura2kan?

    nah itu yg ditahan siapa?
    next, Semangat!!

  20. lenanrg says:

    Huuuaaaa..knightdeul tolong aku..jiwa knightku tiba2 lenyap entah kemana stelah baca berita tentang kyungho yg mw melamar sooeon…huaaaa jgn smpai itu terjadi..gara2 berita itu feel bwt bca ff kyuyoung lenyap…pdhl ff ini slh stu ff yg kutunggu tp gra2 brita itu aku gk dpt feelnya wktu bca ff ini….KYUYOUNG JJANG…mf thor komentnya mlh jd srna curhatku bknx ngomen ttg ffnya…FIGHTING chingu…knightdeul berdoalah selalu buat kyuyoung..hikksss..

  21. yuhuu akhirnya penasaranku terjawab dan sekarang makin penasaran thor akan cerita selanjutnya!!
    lebih panjang lagi ya thor and next patt jgn lama2 hehe.🙂

  22. gita says:

    Kalo diliat dri teasernya kyk.a kyuyoung bkal go public deh..
    Soo pke kedngran gtu sh suara.a
    Smoga siwon gk ganggu hub. mrka lgi dh
    Kyk.a mrka bkal kna mslh dh, soal.a ada kta” anda di than
    Ditunggu bngt dh slanjt.a, smoga kyu bsa lbh brni ngungkpin prasaan.a dn soo bsa jdi cwk yg peka
    Next.a ditunggu bngt jgn lma” yaa

  23. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Aaaa aku cinta bgt sma ff ini … Daebaaaakkkk!!!!!
    Oh jadi Kyu cinta ama Soo … Alhamdulillah..
    Teaser next part nya buat penasaran banget chingu…
    Yg periode terlambat itu jgn2 Yuri ya?? Iya deh, pasti yuri *soktau
    Terus yg ditahan siapa chingu dan Kyuyoung ngeliat apa ?? Aaaaa ditunggu part5 nya … Semangaaaattt!!!!!

  24. ekana_13 says:

    Akhirnya terungkap jga gimana perasaan kyu ke soo, gak nyangka ternyata kyu udh cinta sama soo sejak lama. Tinggal soo aja nih yg perlu mantepin perasaannya. Skandal baru? Moga hubungan mereka makin deket. Siapa yg ditahan?
    Next part..

  25. Wah kyuyoung apa pnxa rasa yg sama? Kayak kyu ke soo, apa soo jg? Itu siapa yg mkn cantik? Di part5 bakal ada skandal apaan t? Apa kyuyoung di jebak? Hwaaa terlalu byk apaan??? Next!! Cepat dilanjut thor jgn lama2 penasaran sama next part!

  26. wheny rositha says:

    Mdh2han jgn cuma jd scandal hub kyuyoung!!!!daebbakk,seneng bgt kyuyoungnya saling mencintai tp blom pda ngungkapin!!!!eh nextnya ad apa dg kyuyoung???jgn bilang klo di jebak???dtggu nextnya

  27. PNA says:

    ayey makasih thor sudah mengungkapkan gimana sebenernya perasaan kyu ke soo… huwaaaa itu part berikutnya kenapa mereka ditahan?…… jebal cepetan part 5 nya yaaaa jebal thor🙂

  28. wew khmmm ternyata kyuu kau mcintai syoo sudah sejak lama dan gak mengakuinya hefttt.. aku rasa syoo juga pnya perasaan yg sama ke kyu tpi gengsi mreka brdua tinggi atau mngkn mreka ga mau merusak persahabatan mrekaa…
    wah di part 5 bkalan kenapa mreka… apa yg mnyebabkan mreka ditahan? dan siapa yg bilang kau berubah semakin cantik? penasaran….
    cpt dilanjut yaa ditunggu bgt!
    fighting!!

  29. liza says:

    Duh gak sbr nunggu part 5 di post >< duh si kyu kpn mau bilang cintanya sma soo kalo bohong terus -_-

    Next part ditunggu nde.. Ajja! Ajja! Ajja

  30. oohh jdi kyu suka sm syoo dr dlu tpi dia gk berani ngungkapin ckckck dasar si kyu
    deg2an baca teaser part 5 ,, kyuyoung ditahan ?
    next ditunggu ya ..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s