[Series] Unmasked You (Part 2)

Unmasked You

Title                  : Unmasked You

Length              : Series

Rating               : PG

Genre               : Romance, Friendship, Comedy

Author               : Bangau Biru

Cast                  :

  • Choi Sooyoung [SNSD]
  • Cho Kyuhyun [Super Junior]
  • Jung Kyungho
  • Dan teman-teman

Author Note       :

Fanfic ini adalah fanfic lama dari Bangau yang dirombak ulang. Tidak ada maksud apapun dari fanfic ini. Semua yang tertulis hanyalah imajinasi dari Bangau tanpa ada hubungannya dengan kejadian nyata. Sooyoung, Kyuhyun, dan Kyungho milik Allah dan diri mereka masing-masing. Selamat membaca \(._.)/

Author POV

Tidak banyak obrolan yang terjadi antara Sooyoung dan Kyungho setelah mereka bertemu. Setelah Kyungho menanyakan apa yang Sooyoung lakukan di kebun binatang, ia tidak bertanya apa-apa lagi. Sooyoung sendiri tidak tahu harus mengatakan apa.

Kalau begini, untuk apa mereka bertemu?

Sooyoung yang sebenarnya, ingin sekali bilang pada Kyungho bahwa ia rindu dan ingin menghabiskan waktu dengannya. Ingin bilang pada Kyungho bahwa ia berubah dan Sooyoung tidak menginginkannya. Ingin bilang pada Kyungho bahwa Sooyoung masih perhatian padanya. Hanya saja Sooyoung tidak bisa melakukannya. Keadaan memaksanya untuk bungkam.

“Sudah ya”, ucapan dari Kyungho membuat Sooyoung melongo, “Aku duluan”

Tanpa sadar Sooyoung menarik ujung jaketnya. “Tunggu”

Dan reaksi yang Kyungho berikan sungguh di luar dugaannya.

“Sooyoung!!”, Kyungho menepis tangan Sooyoung, “Kamu ini bagaimana! Kita ini sedang di luar dan banyak yang melihat kita!! Bagaimana kalau ada wartawan yang memotret dan memajang fotonya di internet!!! Kamu mau itu terjadi?? Jangan ceroboh!! Bagaimana kamu ini??”

Sooyoung hanya terpaku.

“Kuharap kamu mau mengerti”, suara Kyungho melunak, “Kondisiku tidak sama seperti yang dulu. Aku tidak bisa kemana-mana dengan bebas lagi. Aku tidak bisa pergi dengan siapapun yang kuinginkan lagi. Kemanapun aku pergi, apapun yang kulakukan, kamera akan terarah padaku. Kuharap kamu mau mengerti kondisi ini”

Sooyoung terdiam.

“Sudah. Aku duluan ya”, Kyungho membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Sooyoung yang hanya bisa menatap punggungnya yang semakin menjauh. Nanar.

Kyungho berubah. Ia benar-benar sudah berubah.

Seketika Sooyoung melemas.

Seandainya saja ia tahu hal seperti ini akan terjadi, pasti dulu ia akan mencegah keinginan Kyungho menjadi aktor.

***

Entah sudah berapa lama Sooyoung terdiam di tempat. Sibuk menelaah kejadian barusan. Kyungho sudah berubah, Kyungho sudah berubah. Hanya itu yang terus terngiang di kepalanya. Sooyoung tidak bisa memikirkan hal lain. Ia bahkan tidak ingat apa yang sedang dilakukannya. Begitu sadar ternyata hari sudah sore. Matahari mulai terbenam.

Sooyoung menghela nafas. Ia memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, tapi tunggu. Sepertinya ia melupakan sesuatu.

Apa ya?

Sooyoung menekap mulutnya sendiri. “KYUU!!!!”

Segera ia menoleh kanan dan kiri, mencoba mencari keberadaan Kyuhyun sang manusia perban, namun nihil. Tidak ada manusia dengan wajah diperban di sini. Kacau, mana Sooyoung tidak punya nomor ponselnya pula. Bagaimana ini?

Sooyoung melangkah kemanapun kaki membawanya. Sesekali ia melihat jam yang melilit pergelangan tangannya. Dua jam lagi kebun binatang akan ditutup. Sooyoung harus bisa menemukan Kyuhyun sebelum itu terjadi. Tidak ada. Tidak ada jaket hitam. Tidak ada topi hitam. Tidak ada Kyuhyun. Sooyoung hampir putus asa saat beberapa petugas kebun binatang berteriak di sampingnya. “Ada orang pingsan!! Ada orang pingsan!!!”

Pingsan? Dalam kondisi Sooyoung saat ini, ada orang masuk ke mulut hiu pun ia tidak peduli. Sooyoung hendak melanjutkan pencarian namun ia ditahan lanjutan kalimat sang petugas. “Wajahnya diperban!! Ia pingsan di sebelah kandang harimau!!”

Sooyoung menoleh. Wajahnya diperban? Mungkinkah itu Kyuhyun? Tanpa pikir panjang Sooyoung langsung mengikuti para petugas itu. Begitu melihat kerumunan orang, rasa khawatirnya mencapai puncak. Sooyoung tidak tahu bagaimana perasaannya saat melihat Kyuhyun terbaring tidak berdaya di sana. Beberapa petugas memegang bahunya. Kyuhyun tidak pingsan namun nafasnya tidak beraturan. Tangannya menekan perut. Ia terlihat sangat kesakitan.

Kyuhyun…

“Kamu bisa mendengarku??”, petugas yang memegang bahu Kyuhyun, bertanya, “Kamu baik-baik saja?? Bisa mendengarku??? Astaga, dia hampir kritis. Maaf, apakah ada yang mengenal orang ini??”, ia bertanya pada kerumunan di sekelilingnya.

“Aku!!”, Sooyoung berseru sembari menerobos kerumunan, “Aku mengenalnya!! Dia datang bersamaku!! Kyuu, apa yang terjadi padamu??”

Kyuhyun tidak menjawab. Tentu saja. Dalam kondisi biasa saja ia tidak pernah menjawab, bagaimana jika ia sedang kesakitan seperti ini?

Petugas itu menatap Sooyoung. “Kamu tahu dia sakit apa?”

Sooyoung menggeleng. “Aku tidak tahu. Kyuu—maksudku Kyuhyun tidak pernah menunjukkan gejala seperti ini. Tapi dia memang pasien rumah sakit. Hari ini dia—”

“Ya ampun!!! Kenapa pasien malah jalan-jalan!!!”, petugas yang lain menyela, “Apa yang harus kita lakukan sekarang???”

“Apa lagi?? Cepat panggil ambulans!!!”, petugas yang memegang bahu Kyuhyun kelihatan sewot, “Masa’ kita lempar dia ke kandang harimau?? Cepat panggil!!!”

“Siap!”

“Kyuu…”, Sooyoung tidak ambil pusing dengan kerusuhan sesama petugas ini. Matanya terpaku pada Kyuhyun. Beberapa bulan mereka saling mengenal, Kyuhyun tidak pernah seperti ini. Sebenarnya dia sakit apa? “Kyuu… kamu tidak apa-apa? Tahan ya, sabar ya, sebentar lagi ambulans pasti datang…”

Di sela rasa sakitnya, Kyuhyun meraih tangan Sooyoung. Sooyoung tahu dari matanya, Kyuhyun tersenyum. Sooyoung tahu dari matanya, Kyuhyun meminta untuk tidak khawatir. Akhirnya pertahanannya runtuh. Airmata yang Sooyoung tahan sejak kemarin tidak kuasa terbendung lagi.

Hari ini benar-benar hari yang buruk.

***

Hari ini tepat seminggu sejak terakhir kali Sooyoung bertemu dengan Kyuhyun. Karena kejadian di kebun binatang, Kyuhyun masuk UGD dan siapapun dilarang bertemu dengannya sampai hari ini. Termasuk Sooyoung. Jadilah dia sendirian. Berkelana di rumah sakit dalam sepi.

Sooyoung mulai berpikir bahwa semua yang terjadi adalah kesalahannya. Dia berpikir dia egois, lebih memikirkan diri sendiri daripada Kyuhyun yang sedang sakit. Ia berpikir seandainya saja saat itu ia tetap ada di dekat Kyuhyun, maka semua ini tidak akan terjadi. Sooyoung lebih memilih bersama Kyungho yang tidak jelas daripada menemani Kyuhyun. Sooyoung merasa egois. Ia merasa payah. Beberapa hari ini, rasa bersalah seakan menghantuinya. Ia tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan Kyuhyun dan menatap matanya yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Sebelum semua itu terjadi, Sooyoung merasa rasa bersalah akan terus memburunya.

Kyuhyun…

Hari ini Sooyoung kembali berkunjung ke UGD. Setiap hari ia melakukannya. Setiap sejam sekali ia melakukannya. Memeriksa barangkali Kyuhyun sudah keluar atau sudah boleh bertemu dengan orang lain.

Ternyata masih belum.

Pintu UGD masih tertutup rapat dan berdiri dengan kokoh. Melarang siapapun yang tidak berkepentingan untuk masuk ke dalam sana.

Tiba-tiba saja pintu UGD dibuka. Sooyoung langsung menoleh. Sempat dikira adalah Kyuhyun yang membuka pintu, ternyata seorang suster. Sooyoung menghampirinya, “Permisi”

Suster itu menatap Sooyoung. “Ah, kamu…. nona yang itu kan?”

“Nona? Nona apa ya?”, tanya Sooyoung bingung. Apakah wajahnya wajah ‘nona-nona’?

“Nona yang itu”, suster itu tersenyum, “Nona yang setiap hari datang ke UGD untuk menanyakan apakah Cho Kyuhyun sudah boleh ditemui. Iya kan?”

Seketika Sooyoung merasa wajahnya memerah. Apa dia sesering itu datang dan bertanya mengenai Kyuhyun? Hingga suster di sini jadi hafal. Kalau begini Sooyoung sendiri yang malu.

Untungnya Sooyoung tidak perlu merespon apa-apa karena suster itu sudah bicara duluan. “Sayang sekali, nona. Cho Kyuhyun masih belum boleh ditemui. Ia masih dalam perawatan. Nona boleh datang besok. Permisi”, setelahnya ia pergi entah kemana. Sooyoung merasa suster itu memang sedang sibuk.

Sooyoung duduk di kursi tunggu yang ada di depan UGD. Tempatnya biasa menunggu kapan pintu UGD yang besar dan kokoh itu dibuka oleh Kyuhyun. Sungguh ia khawatir. Bagaimana kalau sesuatu yang gawat terjadi pada Kyuhyun? Sooyoung terus merasa semua kejadian ini adalah salahnya. Karena dia, Kyuhyun harus masuk UGD. Entah Kyuhyun mendapat perlakuan apa di dalam. Tiba-tiba Sooyoung merasa pusing.

Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova

Sooyoung menoleh. Apa-apaan ini? Sempat terlintas dalam pikirannya ada Justin Bieber menerobos masuk rumah sakit, namun ternyata hanya imajinasinya yang terlalu liar. Lagu itu hanya nada dering sebuah ponsel. Sooyoung menatap seorang laki-laki yang duduk beberapa kursi darinya.

Sooyoung tidak mengenal laki-laki itu. Jangankan kenal, bertemu saja baru hari ini. Namun entah bagaimana Sooyoung merasa familiar dengannya. Dia tinggi, kulitnya putih, wajahnya pun cukup tampan. Sesuatu terasa menohok Sooyoung saat laki-laki itu meliriknya tajam. Merasa ketakutan karena dilirik, Sooyoung berdiri dan pergi dari hadapan ruang UGD.

“Sekarang kemana aku harus pergi?”, tanyanya, lebih kepada diri sendiri.

Kakek baru saja minum obat dan kini beliau sedang tidur karena pengaruh kandungan bius di dalamnya. Sooyoung tidak mungkin membangunkan beliau hanya karena alasan konyol seperti “Aku tidak ada teman mengobrol”. Kyuhyun? Sooyoung masih belum boleh bertemu dengannya. Padahal setiap kali waktu-waktu seperti ini datang, adalah Kyuhyun yang selalu menemani Sooyoung.

Sooyoung menatap langit biru dari jendela yang ada di lorong rumah sakit. Bayang-bayang wajah Kyuhyun seakan berada di langit. Kyuhyun yang senyumnya terlihat dari matanya. Kyuhyun yang kesakitan saat di kebun binatang kemarin. Kyuhyun yang selalu menemani dan mendengarkannya.

“Kyuu, sebenarnya kamu sakit apa?”

***

Sooyoung tahu ia tidak bisa berhenti memikirkan dan mengkhawatirkan Kyuhyun. Sooyoung selalu berpikir Kyuhyun sakit apa, bagaimana perawatan yang ia jalani, seperti apa proses penyembuhannya, dan semacamnya. Sooyoung begitu mencemaskannya namun tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk menemui Kyuhyun saja ia masih belum dibolehkan. Kyuhyun masih dirawat dan siapapun tidak boleh menemuinya. Titik.

Terus berkeliaran di rumah sakit nyaris membuat Sooyoung menjadi gila. Salah-salah ia bisa dikira pasien lepas. Sooyoung berpikir akan baik baginya bila menghirup udara segar di luar. Jadi di sinilah Sooyoung sekarang. Duduk-duduk di depan mini market depan rumah sakit, baru saja menghabiskan secangkir teh dan sepotong bakpau daging.

Beberapa hari belakangan ini, takdir seakan tidak bisa berhenti mempermainkan perasaan Sooyoung. Senang, sedih, khawatir, merasa bersalah, semua seakan menjadi satu dan membebani dirinya. Sooyoung mulai lelah dengan semua ini.

Terpaan angin hari ini terasa sangat dingin. Meski begitu, Sooyoung tetap memiliki keinginan untuk jalan-jalan. Sooyoung pasrah pada kemana kakinya melangkah. Kemana saja boleh. Pikiran Sooyoung terasa penuh. Hanya ada dua nama dalam benaknya. Kyungho dan Kyuhyun. Kyungho dan Kyuhyun. Berputar-putar. Bergantian menampilakan siluet wajah yang berbeda.

Begitu sadar, Sooyoung berada di tepian sungai di tengah kota. Tempat kenangan bagi Sooyoung. Tempat dimana Sooyoung pertama kali bertemu dengan Kyungho, juga tempat dimana Kyungho meminta Sooyoung menjadi kekasihnya. Sooyoung terus berjalan, menikmati desiran angin, menatap pemandangan sungai. Sooyoung terus berjalan, terus berjalan, hingga tidak sengaja ia melihat seseorang.

“Kyungho?”

Sooyoung tidak salah orang. Apa yang ia lihat memang Kyungho. Mengenakan topi putih, badannya tinggi, rambutnya pendek dan disemir coklat. Bukan itu yang menjadi masalah. Sooyoung tidak lepas menatap seorang wanita di sebelah Kyungho.

Tanpa sadar Sooyoung menghampiri. “Kyungho? Apa… yang kamu lakukan di sini?”

Kyungho menoleh. Ia tampak sangat, sangat terkejut. “S—Sooyoung?”

Sooyoung tidak menjawab. Ia sibuk menatap wanita yang berada di samping Kyungho. Sooyoung belum pernah bertemu dengannya. Sooyoung juga tidak mengenalnya. Oh itu bukan informasi yang penting saat ini. Yang penting adalah ‘Apa yang dia lakukan bersama Kyungho di sini? Berdua-duaan sambil bergandengan tangan?’

Sooyoung merasa sesuatu akan terjadi.

“Ehem”, Kyungho berdeham sejenak, namun Sooyoung tahu ia hanya berpura-pura, “Sooyoung, ada yang perlu kubicarakan denganmu”

Sooyoung bukan orang bodoh. Ia tahu keadaan ini. Ia tahu apa yang sedang terjadi. Meski begitu Sooyoung tetap menunggu apa yang ingin Kyungho bicarakan. “Silahkan”

Kyungho menghela nafas dan berdeham berkali-kali. Matanya menatap burung yang terbang di langit. Rasanya waktu berlalu lama sekali sebelum Kyungho berujar perlahan. “Aku mau kita putus”

Tombak-tombak tajam terasa bergantian menusuk ulu hati Sooyoung. Meski ia sudah menduganya, tetap saja sakitnya terasa. Putus? Apakah ia tidak salah? Kyungho mengajak putus.

“Aku merasa kita sudah tidak cocok lagi”, Kyungho melanjutkan, kata-katanya seakan membunuh Sooyoung dari dalam, “Kita sudah berjalan di jalan yang berbeda. Aku tahu tentu berat bagimu punya kekasih seorang aktor sepertiku. Aku tidak seperti yang dulu lagi dan kurasa kamu sudah tahu itu. Kutegaskan sekali lagi, aku ingin kita putus! Lagipula kini aku menyukai orang lain”

Sooyoung tidak akan melontarkan pertanyaan konyol seperti ‘Siapa orang itu?’. Melihat kejadian ini saja ia sudah tahu. Sooyoung menatap tajam wanita di belakang Kyungho. Wanita yang entah siapa namanya. Wanita yang hanya menunduk karena terus ditatap Sooyoung. Mungkin dia ketakutan. Entahlah.

“Kuharap kamu mau mengerti”, lanjut Kyungho, “Aku tidak akan memberikan penjelasan apapun lagi. Aku hanya ingin kita putus. Itu saja. Terima kasih atas semuanya, Sooyoung. Selamat tinggal”

Pembicaraan telah berakhir bahkan sebelum Sooyoung sempat mengucapkan satu kata pun. Sooyoung hanya bisa menatap nanar kepergian Kyungho dan wanita barunya. Entah mereka pergi kemana. Sooyoung tidak memiliki kekuatan untuk mengejarnya. Kakinya lemas sekali. Andai ia tidak berpegangan pada pagar pembatas di sisi sungai, mungkin ia sudah jatuh dan hanyut.

Sooyoung menatap beberapa ekor bebek yang berenang di sungai. Tatapan matanya kosong, nyaris seperti orang yang hendak bunuh diri.

“Sebenarnya apa yang sedang kulakukan?”, desisnya pelan, “Selama ini aku selalu merindukan Kyungho. Mengirim SMS padanya, selalu memikirkan apa yang sedang ia lakukan, tanpa kutahu Kyungho tidak pernah melakukan hal yang sama. Bodohnya aku yang tidak tahu itu”

Sooyoung sama sekali tidak menyangka Kyungho akan menghianatinya. Hancur sudah semua janji dan kepercayaan yang dulu pernah Kyungho berikan padanya. Semuanya hancur. Sehancur hatinya saat ini.

Penjelasan Kyungho tidak banyak. Kalaupun ia menjelaskan, hanya beberapa yang Sooyoung dengarkan. Intinya hanya satu : ia minta putus. Titik. Dan semua selesai.

Sooyoung berusaha menahan airmata yang hampir tumpah. Sungguh ia tidak menyangka. Tempat kenangan bersama Kyungho bisa menjadi saksi berakhirnya hubungan mereka.

***

Aku butuh Kyuhyun.

Saat ini, detik ini juga Sooyoung membutuhkan seseorang yang bersedia menemaninya. Sooyoung sedang kalut luar biasa, khawatir kalau terus sendirian, ia akan minum obat serangga karena gelap mata. Sooyoung membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan ceritanya, yang bersedia menariknya dari segala kegelapan ini. Dan satu-satunya nama yang terpikirkan dalam benaknya hanya Kyuhyun.

Dengan langkah gontai, Sooyoung kembali ke rumah sakit. Airmata yang daritadi ditahannya masih belum keluar dan tidak boleh keluar. Jangan menangis, Sooyoung. Ia terus bicara pada dirinya sendiri. Kamu tidak boleh menangis. Kamu tidak boleh menangisi Kyungho dan wanita yang entah siapa namanya itu. Kamu tidak boleh membuang airmatamu hanya untuk mereka. Sooyoung, kamu tidak boleh menangis. Kamu harus kuat!

Sooyoung menatap miris pintu UGD di sebelahnya. Kyuhyun masih di dalam sana dan Sooyoung mulai lelah menantinya keluar. “Kyuu, bagaimana keadaanmu?”, bisiknya perlahan, “Aku membutuhkanmu. Apa kamu masih di dalam sana? Demi Tuhan, aku membutuhkanmu”

“Ah, Nona Penunggu Kyuhyun”

Sooyoung menoleh. Ia mengerutkan kening. Nona Penunggu Kyuhyun? Astaga, apakah semua suster di sini sudah menjulukinya dengan panggilan itu? Namun Sooyoung tidak ambil pusing dengan nama itu. Ia menatap suster di hadapannya dengan tatapan kosong.

“Nona darimana saja?”, tanya si suster, “Cho Kyuhyun baru saja keluar dari UGD setengah jam yang lalu. Ia sudah dipindah ke kamar rawat. Lantai tiga nomor empat ratus. Nona sudah boleh menemuinya. Nah, saya permisi dulu”

Sooyoung terdiam. Bahkan setelah suster itu berlalu, Sooyoung masih terdiam. Yang dirasakannya saat ini hanya perasaan tidak karuan karena akhirnya Kyuhyun keluar dari UGD. Segera ia berlari ke kamar yang dimaksud. Lantai tiga nomor empat ratus. Berakhir sudah hari-hari penuh cemas dan rasa bersalah. Sepenuh hati Sooyoung berharap semoga Kyuhyun baik-baik saja.

Begitu Sooyoung sampai di lantai tiga dan menemukan pintu dengan nomor empat ratus, ia langsung membukanya. Sampai lupa mengetuk pintu. Nafasnya tidak beraturan karena naik tangga tiga lantai. Seketika Sooyoung melupakan apa yang terjadi dua jam yang lalu.

Kyuhyun. Ada Kyuhyun di sana. sedang duduk di atas kasur, bersandar pada dinding, menatap jendela di sebelahnya. Wajahnya masih dililit perban namun perbannya lebih bersih. Mungkin diganti. Ia lebih kurus dari yang kemarin terlihat. Di pangkuannya ada sebuah buku.

“Kyuu…”, panggil Sooyoung tanpa sadar.

Kyuhyun menoleh. Ia tersenyum melihat Sooyoung. Matanya mengatakan itu. Kyuhyun melambaikan tangannya, meminta Sooyoung untuk mendekat dan dia menurut. Sooyoung masuk ke dalam dan berdiri di sebelah kasur. Ia bahkan lupa bagaimana caranya duduk.

“Kyuu…”, panggilnya sekali lagi, “Kamu baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu?”

Kyuhyun kembali tersenyum. Ia meraih buku kecilnya dan menuliskan sesuatu di sana.

Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Jangan khawatir ^^

Sooyoung tidak pernah merasa begitu lega setelah membaca tulisan Kyuhyun yang sudah lama tidak ia lihat. Kyuhyun baik-baik saja. Kenyataan itu sudah lebih dari cukup. Sooyoung selalu mencemaskan keadaannya dan kini ia tahu. Kyuhyun baik-baik saja.

Ada tulisan lain di bawahnya. Sooyoung membacanya dan terdiam.

Bagaimana kabarmu dengan Kyungho?

Kyungho?

Sooyoung sedang tidak ingin mengingat nama itu, apalagi orangnya. Dengan sukses Kyuhyun mengingatkannya. Mengganti semua perasaan senang dan lega menjadi perasaan sedih dan kelabu. Bukan salahnya. Kyuhyun tidak tahu bahwa Sooyoung baru saja putus atau lebih tepatnya diputusin. Dia tidak tahu apa-apa.

Sooyoung bertanya pada dirinya sendiri. Apa yang harus kukatakan?

Saat ini Sooyoung butuh tempat bersandar. Ingin rasanya ia menangis, menceritakan semuanya pada Kyuhyun, namun tidak sampai hati ia melakukannya. Kyuhyun baru saja keluar dari UGD dan Sooyoung tidak mau membebaninya dengan macam-macam. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercurhat-ria dengan Kyuhyun. Sooyoung harus membiarkan Kyuhyun istirahat.

“Aku merasa kita sudah tidak cocok lagi”

Kenapa ucapan Kyungho kembali terngiang-ngiang, bergema dan terdengar dalam kepalanya?

“Kutegaskan sekali lagi, aku ingin kita putus! Lagipula kini aku menyukai orang lain”

Pandangan Sooyoung mengabur. Batin Sooyoung meraung, memaki-maki Kyungho dalam dunianya sendiri. Kyungho… betapa jahatnya dirimu. Di sini aku sendirian, menunggu kapan kamu membalas pesanku, atau meneleponku, atau kembali memperhatikanku. Di sini aku sendirian, menunggu kapan kamu kembali untukku. Di sini aku sendirian, merindukanmu dan memikirkanmu sepanjang hari. Tapi apa yang kamu lakukan untuk membalasnya? Betapa jahatnya kamu.

Lambaian tangan Kyuhyun menghentikan airmata yang hampir menetes. Kyuhyun menyuruh Sooyoung mendekat dan ia melakukannya. Kyuhyun menyuruh Sooyoung duduk di depannya dan ia melakukannya juga. Kyuhyun menggeser posisi duduknya agar Sooyoung bisa duduk di tepi kasurnya. Kyuhyun tersenyum, lagi dan lagi.

Kenapa kamu menangis?

Sooyoung mengerutkan kening, lalu menatap Kyuhyun. “Siapa yang menangis? Aku tidak menangis”

Kyuhyun menggeleng.

Aku tidak buta. Aku tahu kamu ingin menangis. Ada apa? Ada masalah apa? Ceritakanlah padaku.

Seketika saat itu juga, airmata Sooyoung menetes.

Pada akhirnya Sooyoung ceritakan juga semuanya kepada Kyuhyun. Tentang Kyungho yang berubah, Kyungho yang selingkuh, Kyungho yang meminta putus secara sepihak. Kyuhyun mendengarkan dari awal sampai akhir.

“Dia bilang aku dan dia sudah tidak cocok lagi”, ucap Sooyoung di sela isakannya, “Dia bilang susah bagiku karena dia sudah menjadi aktor. Padahal aku tahu itu hanya alasannya”

Kyuhyun terdiam.

“Apa yang sudah kulakukan?”, lanjut Sooyoung, “Setiap hari bertanya padamu, haruskah mengirim SMS pada Kyungho atau tidak. Menunggu kapan SMS itu dibalas. Setiap hari aku merindukan Kyungho. Mengharapkan ia juga merasakan hal yang sama. Aku terlalu naif. Kyuu, aku sedih sekali…”

Sooyoung menundukkan kepalanya. Tidak sanggup menceritakan apapun lagi. Padahal ia sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menangis. Padahal ia sudah berkomitmen tidak akan bercerita. Namun di hadapan Kyuhyun, semua itu tidak berlaku lagi.

Kyuhyun mengelus kepala Sooyoung beberapa kali, lalu meraih dan menyandarkannya di bahunya. Meski Kyuhyun kurus, ia hangat sekali. Sebelumnya Kyuhyun tidak pernah memeluk Sooyoung, namun kali ini Sooyoung biarkan ia melakukannya. Sooyoung hanya membutuhkan tempat bersandar dan seseorang yang bersedia mendengarkan ceritanya.

Dan seseorang itu adalah Kyuhyun.

***

Beberapa hari pasca berakhirnya hubungan antara Sooyoung dengan Kyungho, Sooyoung kehilangan pikirannya sendiri. Bila ia memiliki waktu luang barang lima menit saja, Kyungho akan mampir di kepalanya. Kenangan-kenangan indah akan diputar dan kata-kata saat Kyungho meminta putus akan kembali terngiang. Setiap tengah malam, Sooyoung biasa menyelinap ke halaman rumah sakit untuk menikmati waktu sendirian. Tidak akan ada yang memergokinya karena siapapun tidak mau pergi ke halaman rumah sakit yang terkenal angker, malam-malam pula.

Kalaupun ada yang memergoki, orang itu hanyalah Kyuhyun.

Kyuhyun selalu tahu kapan dan dimana Sooyoung menikmati waktu sendirian. Tatapan matanya tidak kuasa menyembunyikan kekhawatiran. Tidak lepas menatap Sooyoung jika ia menangis lagi dan menangis lagi. Mungkin dia khawatir Sooyoung akan membenturkan kepala ke dinding rumah sakit. Setiap kali Sooyoung menangis, Kyuhyun tidak berkomentar apa-apa. Tidak tertawa atau tidak menyuruh Sooyoung mencari orang yang lebih baik. Kyuhyun hanya duduk dan diam. Seakan tidak ada dia di sana, padahal dia menemani Sooyoung dalam diam.

Seburuk-buruknya nasib Sooyoung beberapa hari ini, ada kabar gembira yang datang padanya. Kondisi kakeknya semakin baik dan beliau diperbolehkan pulang minggu depan. Sooyoung sangat senang begitu tahu hal itu, namun di sisi lain ia mulai berpikir.

Apakah aku tidak bisa bertemu dengan Kyuhyun lagi?

Beberapa jam yang lalu, kakek mendapat beberapa penjenguk. Jumlah mereka sekitar empat-lima orang dan rata-rata sudah berumur. Karena tidak mungkin berada di antara kakek-kakek, Sooyoung keluar kamar dan mencari Kyuhyun. Tidak lama kemudian, ia menemukan Kyuhyun duduk sendirian di halaman rumah sakit.

Sooyoung langsung menghampirinya. “Kyuu!!”

Kyuhyun menatap Sooyoung, lalu tersenyum. Sooyoung balas tersenyum dan duduk di sebelahnya. Kyuhyun kembali pada aktivitas sebelumnya yakni membaca buku. Sementara ia membaca, Kyuhyun menatap wajahnya yang masih diperban.

Selama Sooyoung mengenalnya, Sooyoung tidak pernah tahu bagaimana wajahnya Kyuhyun. Sooyoung tidak pernah melihat fotonya atau melihatnya melepas perban. Segala macam ekspresi yang ditunjukkan oleh Kyuhyun hanya bisa Sooyoung baca dari matanya. Jika Sooyoung boleh jujur, ia ingin tahu bagaimana wajah Kyuhyun. Apakah di pipinya ada alis?

“Kyuu…”, Sooyoung berujar pelan, “Minggu depan kakekku boleh pulang”

Kyuhyun menatap Sooyoung.

“Kita mungkin nggak bisa sering bertemu lagi”, Sooyoung menendang pelan kerikil di dekat kakinya, “Tapi kamu sudah menjadi teman baikku. Kalau kamu tidak keberatan, aku bersedia menjengukmu setiap beberapa hari sekali. Jadi kita masih bisa bertemu meski nggak sesering saat ini. Boleh tidak?”

Kyuhyun tidak mengangguk atau menggeleng. Ia juga tidak menulis jawaban seperti yang biasa ia lakukan. Kyuhyun hanya terdiam. Tampak melamunkan sesuatu. Sooyoung menatapnya heran. “Kyuu? Halo… apakah masih ada jiwa di raga ini?”

Kyuhyun menoleh, kemudian mengangguk.

Sooyoung heran. Ada apa? Sebenarnya Sooyoung merasa ada sesuatu yang aneh pada Kyuhyun. Sejak ia bercerita tentang Kyungho yang meminta putus karena dia seorang aktor, Kyuhyun menjadi lebih diam. Ia mulai jarang tersenyum. Mau tidak mau hal ini membuat Sooyoung berpikir. Apakah ia sudah melakukan atau mengucapkan sesuatu yang salah?

Pikiran Sooyoung menjadi buyar seiring dengan getaran ponsel. Sooyoung menatap Kyuhyun yang membuka ponselnya dan terdiam, seakan syok pada pesan yang baru ia baca.

“Ada apa?”, tanya Sooyoung penasaran bercampur khawatir.

Kyuhyun menggeleng.

Aku kembali duluan. Ada teman yang mau menjenguk.

Tanpa mendengar jawaban Sooyoung, Kyuhyun langsung berdiri dan pergi. Buku kecilnya bahkan tertinggal. Sooyoung menatap punggung Kyuhyun yang perlahan menjauh. Sesuatu telah terjadi. Apapun itu.

“Kyuu!”, panggil Sooyoung tanpa sadar.

Kyuhyun tidak merespon. Jangankan merespon, menoleh saja tidak. Ia terus berjalan meninggalkan Sooyoung sampai sosoknya menghilang di tikungan. Sooyoung terdiam. Benar-benar diburu rasa khawatir dan penasaran.

“Kyuu?”

***

Kakek sudah keluar dari rumah sakit sejak seminggu yang lalu dan selama itu pula Sooyoung tidak bertemu lagi dengan Kyuhyun. Sooyoung tidak sempat menemuinya. Kali terakhir mereka bertemu adalah saat Kyuhyun meninggalkan Sooyoung karena ada temannya yang datang menjenguk. Buku kecilnya masih ada di Sooyoung. Sesuatu telah terjadi pada Kyuhyun dan yang paling menyedihkan adalah Sooyoung tidak tahu apa itu.

Sooyoung memutuskan untuk menemui Kyuhyun hari ini. Sekalian mengembalikan buku kecilnya. Sepulang sekolah, Sooyoung langsung ke rumah sakit dan menuju kamar nomor empat ratus di lantai tiga. Sooyoung mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada sahutan. Sedikit takut, pelan-pelan Sooyoung membukanya sendiri. “Kyuu? Selamat siang…”

Tidak ada. Tidak ada Kyuhyun yang biasa duduk di kasur sambil menatap jendela. Yang ada hanya beberapa perabotan yang terlihat sepi dan seorang laki-laki yang duduk di sebuah kursi.

Sooyoung terdiam.

Menyadari kehadiran Sooyoung, laki-laki itu menoleh dan berdiri. “Maaf, ada yang bisa kubantu?”

Sooyoung terbengong. Tidak lepas ia menatap laki-laki yang terasa familiar baginya padahal mereka baru pertama kali bertemu. Sedikit gagap Sooyoung menjawab, “A-aku… aku mau bertemu dengan Kyuu—maksudku Kyuhyun…”

Bukannya menjawab apa-apa, laki-laki itu justru tersenyum familiar. “Jadi kamukah yang bernama Choi Sooyoung? Yang selalu menemani Kyuhyun di rumah sakit? Yang banyak bercerita pada Kyuhyun?”

Meski sedikit bingung, Sooyoung mengangguk.

Laki-laki itu masih tersenyum. “Maaf, saat ini Kyuhyun sedang tidak ingin ditemui. Tapi tidak usah khawatir. Kyuhyun baik-baik saja. Hanya saja untuk saat ini ia sedang tidak ingin ditemui. Kuharap kamu mau mengerti”

Sooyoung terdiam. Berusaha menelaah semua ucapan laki-laki ini. Ia tidak menjelaskan semuanya dan Sooyoung tidak mengerti apa yang sedang terjadi, namun ia tahu satu hal : Kyuhyun tidak mau ditemui. Apapun alasannya. Intinya hanya satu : Kyuhyun tidak mau ditemui. Titik.

Seiring dengan perasaan buruk yang mulai singgah, Sooyoung menghela nafas berat.

Pikirannya berkecamuk.

Kyuhyun, mengapa aku mendapat firasat bahwa kamu juga akan berubah?

***

Sooyoung sudah tiga kali datang ke rumah sakit untuk menemui Kyuhyun dan jawaban yang ia dapat selalu sama. Kyuhyun tidak mau ditemui. Sejujurnya ia pun mulai merasa lelah. Padahal dulu mereka bisa bertemu setiap hari, kini untuk bertemu saja rasanya sulit sekali.

Hari ini Sooyoung kembali datang dengan tekad baru. Ia akan menemui Kyuhyun tidak peduli apakah Kyuhyun bersedia atau tidak. Kalau perlu sekalian saja ia menginap di rumah sakit. Sooyoung sangat mencemaskan Kyuhyun. Ia berharap Kyuhyun sedang tidak dilanda masalah. Kyuhyun jarang bercerita tentang dirinya. Terlepas dari kondisinya yang tidak bisa bicara, ia memang jarang menceritakan kehidupannya. Sooyoung begitu khawatir karenanya.

Dan ujung dari semua ini adalah, Sooyoung takut Kyuhyun akan berubah drastis dan meninggalkannya seperti apa yang Kyungho lakukan.

Saat ini Sooyoung berdiri di depan kamar rawatnya Kyuhyun. Ia sudah mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban. Daripada menerobos masuk seperti satpol PP, Sooyoung memilih duduk di kursi tunggu. Kebetulan posisinya tepat di depan kamar rawatnya Kyuhyun. Sooyoung duduk dan duduk, menunggu kapan pintu itu akan dibuka.

Sooyoung teringat bagaimana perasaannya saat menunggu Kyuhyun keluar dari UGD. Namun mungkin kali ini lebih buruk.

Tiba-tiba pintu itu dibuka. Refleks Sooyoung berdiri, mengira itu Kyuhyun, namun ternyata ia belum beruntung. Yang membuka pintu adalah seorang laki-laki, entah siapa. Ia bukan laki-laki yang kemarin Sooyoung temui di kamar rawat. Bukan pula laki-laki yang bermain ponsel di depan UGD. Sooyoung jadi sebal sendiri. Sebenarnya siapa orang-orang ini? Meski belum pernah bertemu, Sooyoung merasa familiar dengan mereka. Bikin penasaran saja.

“Kamukah yang bernama Choi Sooyoung?”, tanya laki-laki itu. nah, darimana pula mereka tahu.

Sooyoung mengangguk.

Laki-laki itu tersenyum. Sooyoung berpikir apakah ada yang lucu. “Kyuhyun sedang sibuk dan tidak bisa ditemui saat ini. Cobalah datang lagi minggu depan. Maaf ya”

“Tidak apa-apa. Akan kutunggu sampai Kyuhyun tidak sibuk”

Lelaki itu terdiam, lalu tertawa pelan. “Terserah saja”, dan dia masuk lagi ke dalam.

Sooyoung kembali duduk. Ia mulai berpikir. Laki-laki tadi bilang Kyuu sedang sibuk. Sibuk apa ya?  Apa ia sedang mengganti perbannya? Atau ia sedang diperiksa oleh dokter? Tapi semua itu tidak memakan banyak waktu, paling hanya setengah jam. Atau ‘sibuk’ hanya alasan agar Kyuu tidak perlu menemuiku?

Sooyoung tidak tahu apa salahnya. Kenapa Kyuhyun tidak mau menemuinya lagi? Apa Sooyoung pernah melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah, sesuatu yang menyakiti hati Kyuhyun, hingga kini ia menghindar? Sooyoung tidak ingat apa-apa dan merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa. Lalu kenapa Kyuhyun menjadi seperti ini?

Sooyoung terus menunggu dan terus menunggu. bahkan hingga matahari hendak terbenam, ia masih tetap pada posisinya. Sooyoung membaca jam ponsel dan hampir tiga jam lamanya ia duduk tanpa melakukan apa-apa. Kyuhyun masih belum keluar. Pintu kamar rawatnya pun tidak terbuka lagi. Sooyoung menghela nafas. Rasa lelah mulai menghampirinya namun ia bertekad tidak akan pergi sebelum Kyuhyun bersedia menemuinya.

Kenyataannya, bahkan hingga matahari benar-benar sudah terbenam, Kyuhyun masih belum bersedia menemui Sooyoung. Bagaimanapun Sooyoung jadi berpikir apakah penyakitnya Kyuhyun kambuh lagi? Seperti yang dulu terjadi saat mereka pergi ke kebun binatang. Apakah sebenarnya dia ada di UGD? Pikiran-pikiran buruk berseliweran di kepala Sooyoung.

Sooyoung mengangkat kepala kala mendengar bunyi pintu terbuka dan dia terkesiap.

Ia berdiri di hadapan Sooyoung dan terlihat baik-baik saja. Perban masih menempel di wajahnya. Tanpa sadar Sooyoung berdiri dan bergumam pelan. “Kyuu…”

Sooyoung sudah memikirkan banyak pertanyaan untuk Kyuhyun namun semuanya lenyap tidak berbekas saat mereka berhadapan. Sooyoung bahkan lupa ia belum makan siang.

“Kyuu…”, panggilnya sekali lagi, begitu bingung harus mengatakan apa di waktu seperti ini.

Kyuhyun hanya diam. Menunggu Sooyung mengatakan sesuatu.

Sooyoung menyodorkan buku kecilnya Kyuhyun. “Ini milikmu kan?”

Di luar dugaan, Kyuhyun menerimanya. Sooyoung sempat mengira ia akan diam atau malah membuang bukunya ke tempat sampah. Kyuhyun menatap buku kecilnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

Apa yang bisa Sooyoung katakan? “Hai, apa kabar” nggak mungkin, bilang “Kenapa kamu menghindariku?” juga semakin nggak mungkin. Entah kenapa Sooyoung tidak bisa bicara santai dengan Kyuhyun seperti dulu. Kenyataan bahwa ‘Kyuhyun menghindariku’ membuat Sooyoung merasa aneh. Membuatnya merasa mereka adalah dua orang asing.

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyodorkannya pada Sooyoung. Sedikit bingung Sooyoung menerimanya. Kertas. Yang diberikan oleh Kyuhyun hanya kertas yang dilipat menjadi beberapa bagian.

Sooyoung, berhentilah menemuiku.

Aku punya alasan mengapa aku tidak mau kamu temui. Jangan memaksa dirimu menemuiku, apalagi menungguku berjam-jam seperti ini. Berhentilah menemuiku.

Kalau aku boleh jujur, sebenarnya selama ini kamu menggangguku. Tiap kali aku sedang ingin sendiri, kamu pasti menemukanku, lalu bercerita tentang Kyungho dan Kyungho itu. Yang kamu bicarakan selalu topik yang sama, benar-benar membuatku bosan. Terutama saat kamu baru putus darinya, yang kamu cari selalu aku. Padahal saat itu aku sedang tidak enak badan, padahal saat itu aku sedang ingin sendiri, tapi kamu tidak memahami perasaanku dan terus bercerita tentang Kyungho yang selingkuhlah, Kyungho yang apalah. Aku sudah muak.

Aku tidak mau bertemu lagi denganmu, Sooyoung. Jadi lakukanlah hal yang sama.

Jangan pernah temui aku lagi.

Sooyoung terdiam membaca kertas yang disodorkan Kyuhyun. Ia mencoba mencari kekeliruan atau semacamnya, namun hanya kesungguhan yang terlihat di mata Kyuhyun. Sooyoung merasa beku dan tidak mampu berpikir apapun lagi. Satu yang ia tahu : Selama ini, ia hanya pengganggu untuk seseorang yang sering ia jadikan teman curhat. Sungguh, Sooyoung sama sekali tidak menyangka kenyataan ini akan datang padanya.

Kyuhyun, apakah kamu juga akan berubah seperti dia?

To be continue

43 thoughts on “[Series] Unmasked You (Part 2)

  1. sofia says:

    aku tebak kyuhyun tuh disini member suju ,, truss laki laki yg kata sooyoung tinngi putih itu pasti member suju yg lain. trus kyuhyun menghindari sooyoung karna dia udah mau balik sama suju ,, kyuhyun takut nanti sooyoung merasakan sakit hati lagi klo misal nya dia pacaan sama artis lagi
    #sotoy banget nae -_-

  2. kyuyounglove says:

    kenapa kyu jadi gitu thor? knpa kyu jado benci sama soo, penasaran sama selanjtnya next di tunggu🙂

  3. Kassi says:

    suka banget sama ff ini thor….. paling ditunggu2 ff ini….. thor lanjutin part 3 nya lebih cepet yaa.dan menurutku masih kependekan,tapi itu menurutku karena aku suka ff nya kali ya?jadi minta dipanjangin partnya,hehe.aku tunggu ya thor,hwaiting!^^

  4. Sistasookyu says:

    Sedih banget..
    Kenapa kyu nya jadi kayak gitu?
    Kyu sengaja hindarin syo?
    Apa karna dia punya penyakit yg serius?

  5. sri says:

    Aku kir kyuppa yg 2 orang itu. Nyamar kali? Wkwkwk atau punya masker bnyak?
    Daebak..
    Soo eon sbar ya. Tp putusnya sm ahjussi itu jd kbr bhagia. Kekekeke. Smoga realnya kyak gitu sm ahjussi tebr sensai itu. Wkwkwkwk. Maaf trlalu frontal.

  6. Anjany Djamal says:

    kesian soo eonni, sini aku peluk eon. kyungho jahat ih, itu kyu pasti ada ‘sesuatu’. kiraiin cowok yg keluar pas soo lagi nungguin kyu itu kyuhyun. dilanjut cepetan yah, lebih panjang lgi.

  7. AudreySooyoungsterKnight says:

    Ga mungkin deh kayaknya Kyuppa ninggalin Soo eonni gitu aja.

    Kasihan banget Soo eonni, udah Kyungho oppa, trus ditinggal Kyuppa juga ..

    Apa jangan jangan Kyuppa aktor lagi (?) *jengjengjeng*
    Makin penasaran nihhh .. Next thor

  8. riakyuyoung says:

    sapa ya kira2 laki2 yg d temui soo d rumah sakit??
    penasaran banget >:o
    trus knp kyu jd menghindar gitu ya sama soo??
    banyak banget pertanyaan yg muncul d part ini
    next thor^^

  9. tweenies says:

    Iniii gmnaa sih ya????pa kyu itu aktor????
    Penasaran bngt ma ini ff…sypaaa yg sms ke kyu sampe kyu berubah sama soo???

  10. PNA says:

    kyu jangan gitu sama sooyoung, dia ga punya temen lagi tauuu ih kenapa sih berubah kyu?

    lanjut thor jangan lama2 hehehe😀

  11. gita says:

    Kyk.a kyu bohon dh, pasti ada sesuatu
    Yees akhr.a kyungsoo putus!
    Soo sbar ya, jgn menyerah, kyu pasti gk sungguh” kok
    Ditunggu next.a jgn lama”

  12. wae..wae..wae knpa si kyu juga ikut berubah…
    yaampun kasian kan syoo, syoo hanya ingin berbagi cerita..
    jd pengen tau alesan kyu ngelakuin hal itu ke syooo….
    cpt dilanjut yaaa penasaran😉

  13. pasti kyu bohong.. masa tiba2 jd berubah gitu. jd ngeri soo malah tertekan, apalg dia sempet mikir bisa minum obat serangga -__-” pdhl tinggal kyu doang yg perhatian T-T selain kakeknya

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s