[Oneshot] Feel

Title : Feel
Length : Oneshoot
Rating : PG-15
Genre : Romance, Sad
Author : Fairyknight
Cast : 
· Choi Kyuhyun
· Choi Sooyoung
Note : Semoga FF ini dapat menghibur KSI readers, dan juga terima kasih untuk Admin yang sudah men-posting FF ini serta para readers KSI tentunya. FF ini terinspirasi dari film ‘BICENTENNIAL MAN’ yang berkisah tentang 2 insan yang ‘berbeda’ dan saling jatuh cinta. Namun FF ini murni hasil pemikiran Author. HAPPY READING🙂

Author POV
Seoul, 03 Februari 2000
Di tengah hujan yang mengguyur kota Seoul, seorang namsong berlari mencari tempat berteduh. Namun saat ia memandang sekitar, ada sesuatu yang berbeda yang dapat ia rasakan. Angin kencang yang menimbulkan suara gemuruh, awan gelap yang bergerak menutupi langit dan yang paling aneh, waktu tiba-tiba berhenti.
Sedetik kemudian waktu kembali berjalan. BRAKKKKK

Sebuah kecelelakaan terjadi tepat di hadapannya. Namsong itu begitu terkejut, ia melirik ke sisi kiri dan kanan, namun tak ada satupun orang yang ia temukan. Namsong itu akhirnya berlari ke tengah jalan raya yang basah, di dapatinya sesosok namja muda tergeletak tak berdaya setelah kejadian tabrak lari yang namja itu alami. Dengan segala kekuatan yang ia punya, Namsong itu membopong namja muda itu ke tepi jalan. Tak disangka-sangka sebuah taxi lewat, tanpa berpikir panjang namsong itu segera memberhentikan taxi tadi dan setelahnya taxi tersebut melaju dengan tujuan Rumah Sakit Seoul.

DRTTT
“Yeoboseyo..”
“Appa, apa Appa akan lembur malam ini?” terdengar suara yeoja kecil di seberang sana yang membuat raut wajah kelelahan namsong itu hilang entah kemana
“Tidak, katakan pada Eomma kalau Appa akan pulang sebentar lagi”
“Ne, Appa hati-hati, cuaca sedang sangat buruk” ujar yeoja kecil di telepon
“Baiklah, Appa tutup dulu ya. Jangan lupa makan obatmu”
“Ne”
KLIK
“Tuan, apa anda keluarga pasien?”
“Ah, sebenarnya bukan, aku hanya orang yang menemukannya tergeletak di jalanan”
“Kami tidak menemukan petunjuk untuk bisa menghubungi keluarga pasien. Tidak ada ponsel maupun dompet pasien yang kami temukan”
“Apakah dia sudah sadar?”
“Mungkin sebentar lagi, sejujurnya ini baru pertama kalinya saya menemukan pasien yang bisa selamat dari benturan yang cukup keras di jalan raya. Bahkan dia tidak mengalami pendarahan yang parah”
“Boleh saja menengoknya?”
“Tentu, dan jika pasien sudah sadar, jika tidak keberatan, tolong anda tanyakan informasi agar kami dapat menghubungi keluarga pasien”
“Saya mengerti, terima kasih”
SRETT
Namsong itu menggeser tirai untuk melihat keadaan pemuda yang ia tolong tadi. Di tatapnya lekat-lekat wajah pemuda itu. Tiba-tiba namja itu membuka matanya, yang membuat namsong itu terkejut bukan main.
“K..kka..kau sudah sadar?”
“Di mana ini?”
“Ini di Rumah Sakit”
“Apa yang anda maksud, tempat dimana orang-orang dengan kondisi tubuh lemah ditempatkan? Tempat yang bisa merubah kondisi tubuh kembali stabil?” Namsong itu mengerutkan keningnya
“Bisakah kau bicara lebih pelan?”
“…” namja itu hanya menatap namsong dihadapannya tanpa berusaha untuk menjawab
“Ah, kalau boleh aku tau apa kau punya informasi bagaimana caraku untuk menghubungi keluargamu?”
“Apa yang anda maksud kelompok yang terdiri dari Ayah, Ibu, Anak, Kakek, Nenek, Paman, Bi..”
“Cukup..cukup. Kau sepertinya tak punya keluarga, dimana rumahmu? Biar ku antar”
“Rumah, sebuah bangunan dengan atap, jendela, pintu, dinding yang tebal..”
“Baik..baik hentikan. Kau ikut aku pulang”

Setibanya di Rumah, namsong itu langsung berjalan menuju ruang makan dan menemukan istri dan kedua anaknya masih setia menunggu dengan makanan yang ia yakini sudah dingin.
“Appa, kau terlambat lagi” ujar putri sulungnya
“Duduklah, jika akan pulang terlambat sebaiknya hubungi aku”
“Maafkan aku sebenarnya ada kejadian yang cukup besar. Aku menolong seorang pemuda, hei nak masuklah..”
“Nuguseo?”
“Dia sepertinya sudah tak punya rumah dan juga keluarga. Kalian mau menerimanya kan?”
“Aku tidak mau memberikan kamarku untuknya” ujar putri sulung lalu berjalan meninggalkan meja makan
“Yeobo, kita harus bicara..” ujar sang istri yang juga meninggalkan meja makan dan diikuti namsong tadi. Tinggal lah namja muda dan putri bungsu dalam ruangan makan.
“Kepala oppa diperban, pasti sakit..” namja itu hanya menatap putri bungsu. Karena merasa tak ada jawaban, putri bungsu turun dari kursinya menghampiri namja muda itu.
“Ayo berkenalan, aku Choi Sooyoung” namja muda itu beralih menatap tangan Sooyoung kecil yang terulur padanya
“Aku Cho Kyuhyun” Kyuhyun membalas jabatan tangan Sooyoung
“Lain kali, Oppa harus menatap wajah orang saat sedang berbicara” ujar Sooyoung kecil lalu menarik kursi untuk Kyuhyun
“Duduklah, sebentar lagi mereka semua pasti akan kembali ke sini. Apa oppa lapar? Ingin makan apa?” setelah menarik kursi untuk Kyuhyun, Sooyoung pergi ke depan kulkas dan membukanya, membiarkan Kyuhyun memilih makanan yang ingin ia makan. Namun namja itu hanya menatap tak selera.
“Baiklah kalau begitu akan ku bagi makanan kesukaanku. Ini dia..” Kyuhyun langsung memasukkan’nya’ kedalam mulut lalu mengunyah dengan perlahan
“Bagaimana? Enak kan?”
“Apa nama makanan ini?”
“Oppa, kau tidak tau? Itu adalah Jelly
“Bisa berikan aku lebih banyak lagi?” kali ini Kyuhyun terlihat sedikit senang
“Tentu, setiap pulang sekolah aku selalu membelinya di Mini Market belakang Sekolah. Kalau Oppa mau aku bisa membeli sebanyak yang Oppa mau” Kyuhyun tidak mempedulikan, yang ia lakukan hanya fokus pada makanan yang baru pertama kali ia rasakan.
“Choi Sooyoung, jangan berbicara dengan orang asing!!”
“Choi Soojin, jangan berteriak pada adikmu”
“Dia bukan orang asing, kami sudah berkenalan. Nama oppa ini adalah Cho Kyuhyun”
“Baiklah jadi namamu Cho Kyuhyun, sekarang ceritakan tentang dirimu, ku harap kau jujur” pinta Tuan Choi, seketika itu Kyuhyun menghentikan mulutnya yang sedari tadi tak berhenti mengunyah jelly
“Sebenarnya aku bukan berasal dari tempat ini. Aku berasal dari tempat lain. Lubang cacing yang membawaku ke tempat ini, Aku Cho Kyuhyun, dan umurku 24 tahun, selama di tempat ini, umurku tidak akan pernah bertambah. Kami terlihat seperti manusia, tapi nyatanya kami sebenarnya bisa di bilang robot. Senang, sedih, marah, kecewa, benci, dan semacamnya, kami tidak bisa merasakannya, semuanya kami rasakan adalah sama, baik senang, sedih, marah, kecewa, dan benci, semuanya terasa sama. Kami makan lewat sebuah cairan, kami hanya tidur selama 4 jam” Tuan dan Nyonya Choi masih terlalu bingung untuk mencerna apa yang di katakan oleh Kyuhyun
“Kau pikir kami akan percaya? Kau ingin bilang dirimu adalah manusia planet? Kau Alien?” Soojin bertanya dengan nada frustasi
“Wow keren..” dua kata yang keluar dari mulut Sooyoung membuat Soojin menatapnya geram
“Kau bilang keren? Baiklah dia tidur di kamarmu”
“Apa kau memiliki kekuatan super? Seperti terbang atau semacamnya?”
“Maaf tapi yang seperti itu kami tidak punya”
“Lihat? Appa dia berbohong, jangan-jangan dia hanya memanfaatkan keadaan”
“Choi Soojin diamlah” tegur Nyonya Choi
“Ini keputusan yang telah di sepakati, mulai saat ini Kyuhyun adalah bagian dari keluarga kita”
“Mwo? Tapi..”
“Choi Soojin pergi ke kamarmu, Sooyoung juga”
“Apa Oppa akan tidur di kamarku?”
“Tidak Youngie, tapi Kyuhyun akan tidur di sebelah kamarmu”
“Eomma, mau bacakan aku dongeng?”
“Tidak sayang, sepertinya tidak untuk malam ini”
“Baiklah”
“Kalian tidak makan?” tanya Tuan Choi
“Selera makan kami sudah hilang karena Appa”
“Kyuhyun, kau mau makan?”
“Tidak Tuan, aku lebih suka makanan bernama Jelly ini”
Di tengah malam, Kyuhyun berjalan ke kamar Sooyoung.
CKLEKK
“Kyaa..” pekik Sooyoung bahkan hampir terjungkal dari tempat tidurnya
“Pendengaran kami terkadang lebih sensitif dari manusia, sepertinya kau tidak bisa tertidur sehingga terus menerus memutar badanmu di atas tempat tidur untuk mencari posisi yang nyaman, bukan begitu?”
“Bisa bacakan aku dongeng?”
“Kenapa tak kau baca sendiri?”
“Aku sudah terbiasa” Kyuhyun mengulurkan tangannya bermasuk meminta buku dongeng mana yang harus ia bacakan.
“Peter Pan?” Kyuhyun membaca judul buku yang Sooyoung berikan
“Peter Pan juga tidak bisa tua sepertimu Oppa hehehe”
“Dahulu kala, ada sebuah tempat yang sangat indah bernama Neverland, dimana Peter Pan dan Tinker Bell tinggal. Tidak jauh dari tempat itu, ada sebuah kota bernama London dimana John, Wendy dan Michael tinggal..”
“Oppa kau membacanya terlalu cepat” ujar Sooyoung
“Kau sudah mengantuk?” Sooyoung mengangguk
“Sedikit”
“Kalau begitu tutup matamu, sebentar lagi kau pasti akan tertidur. Aku akan menunggu sampai kau tertidur”

-THANK YOU-

Keesokan harinya, Sooyoung pulang lebih awal. Seperti janjinya, ia membawakan Kyuhyun Jelly dengan berbagai macam rasa.
“Kau dari mana?”
“Sekolah, memangnya kenapa? Apa disana tidak ada Sekolah?”
“Entahlah, boleh aku minta satu lagi?”
“Tentu saja, ini semua aku belikan untuk Oppa” Kyuhyun melanjutkan kegiatan kesukaannya selama di Bumi, yaitu menikmati Jelly
“Geundae Oppa, apa kau tidak mengganti pakaianmu?”
“Aku tidak punya”
“Ayo turun ke ruang bawah tanah, Eomma bilang Appa masih menyimpan pakaian sewaktu dia masih muda”
Mereka berdua pun turun ke ruang bawah tanah.
“Oppa, kurasa Appa menyimpannya di dalam lemari tua ini. Aku akan membukanya” ujar Sooyoung. Yeoja kecil itu menarik pintu lemari yang sudah lama tak dibuka, menyebabkan dus-dus di atas lemari tersebut berguncang dan terjatuh. Sooyoung kecil langsung menunduk dan menutup matanya, tapi ia tidak merasakan sesuatu menimpanya, dus-dus itu hanya melayang di atas kepalanya.
“Oppa…” Sooyoung segera berlari memeluk Kyuhyun
“Gomawo-yo” lanjut yeoja kecil itu. DUKK
Dus-dus itu terjatuh dengan rapinya. Kyuhyun melepaskan pelukan Sooyoung, lalu ia berjalan ke depan lemari tua, dengan tarikan ringan dari Kyuhyun, pintu lemari tua itu langsung terbuka.
“Wah Oppa lihat, banyak sekali kemeja di sini, dan lihat ini celana yang bagus bukan? Coba pakai yang ini..”
Sooyoung menunggu di luar ruangan dengan bosan, Kyuhyun tak kunjung keluar.
“Apa jangan-jangan Kyuhyun oppa tidak tau bagaimana cara mengganti pakaian?” pikir Sooyoung polos
TAP TAP TAP
Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya.
“Oppa…kau mengejutkanku” pekik Sooyoung meninju perut Kyuhyun pelan
“Tunggu, ini baju yang berbeda”
“Aku merubah model bajunya mengikuti jaman sekarang”
“Wah daebak..Oppa kau ini robot serba bisa, jangan-jangan kau juga bisa mengikat rambut” canda Sooyoung
“Tentu saja aku bisa”
“Mwo?”
Kyuhyun mulai mengepang serta menguncir rambut Sooyoung. Sementara Sooyoung menyuapinya Jelly
“Oppa, apa di sana makanan kalian seperti Jelly, maksudku apa teksturnya seperti Jelly ?”
“Kami menyukai rasa manis”
“Aaa~ Mau coba yang lain selain Jelly ? Ice cream, kembang gula, atau permen?”
“Apa mereka seperti Jelly ?” Sooyoung mengangguk antusias
“Mereka manis, kalau Oppa mau kita bisa pergi membelinya sekarang” Kyuhyun mengangguk kencang.

*******

Hari Minggu ini bertepatan dengan ulang tahun Sooyoung yang ke-10, teman-teman sekolah Sooyoung juga datang ke rumah. Kyuhyun hanya bisa memasang wajah kebingungan melihat banyak anak-anak yang berlarian di halaman belakang.
“Kyuhyun oppa, mau bermain?” ajak Sooyoung
“Kami akan bersembunyi, dan Oppa harus menemukan kami”
“Hyung kenalkan namaku Kim Joon Myeon, aku yang paling pandai dalam permainan petak umpet”
“Huh…itu karena tubuhnya yang kecil”
“Aku Park Chanyeol, spesialis permainan gunting, batu, kertas” Chanyeol menjabat tangan Kyuhyun dengan kasar dan bahkan meremas tangan Kyuhyun, mau tak mau Kyuhyun pun membalas dengan cara yang sama
“Eommaaa..” teriak Chanyeol yang merasa kesakitan
“Oppa apa yang kau lakukan, ayo lepaskan tanganmu”
“Hahaha…” anak-anak lain mentertawai Chanyeol
“Hei, apa yang kau lakukan tadi?” bisik Sehun
“Seperti biasa, hanya saja dia malah membalas dengan lebih sakit”
“Hyung ini tidak bisa bercanda ya” Chanyeol dan Sehun pun terkekeh bersama
“Ssttt….ayo mulai bermain” seru Seohyun
“Kyuhyun hyung, kau yang jaga” ujar Joon Myeon, tapi Kyuhyun hanya diam
“Oppa tutup matamu, jangan mengintip. Oppa bisa membuka mata saat mendengar kami berteriak ‘siap’, arraseo?” bisik Sooyoung, Kyuhyun langsung melakukan apa yang yeoja itu perintahkan
“Wah Kyuhyun oppa sangat penurut pada Sooyoung”
Setelah sebelumnya Kyuhyun, sekarang adalah giliran Chanyeol. Seohyun, Victoria, Sehun, Sooyoung, Joon Myeon, namun Chanyeol belum bisa menemukan Kyuhyun.
“Wah hyung yang satu ini pintar juga mencari tempat persembunyian” ujar Sehun yang membantu Chanyeol untuk menemukan Kyuhyun
“Sooyoung-ah, panggil Oppamu itu, aku menyerah”
“Oppa…keluarlah, Chanyeol sudah menyerah, kau pemenangnya”
“Benarkah?” Kyuhyun keluar dari balik pohon
“MWO? Yak Park Chanyeol, jelas-jelas Kyuhyun oppa ada di belakang pohon, bagaimana kau tidak bisa melihatnya, payah..” seru Seohyun
“Ta..tapi tadi tidak ada, b..ba..bagaimana bisa?” Sooyoung hanya tersenyum simpul
‘Oppa, kau nakal’ batin Sooyoung menatap Kyuhyun, namja itu dapat mendengarkan suara hati Sooyoung hanya memasang wajah datar
Malamnya, Sooyoung masuk ke kamar Kyuhyun.
“Oppa..” panggil Sooyoung, Kyuhyun hanya membalikan wajahnya menghadap Sooyoung
“Apa Oppa mempunyai kekuatan sihir? Seperti melayangkan benda-benda, dan juga teleportasi”
“Itu rahasia”
“Baiklah, lalu bagaimana dengan terbang? Mungkinkah Oppa juga mempunyai kekuatan semacam itu?”
“Apa kau ingin terbang?”
“Ini hari ulang tahunku, jadi Oppa harus mengabulkan permintaanku bukan? hehehe” Kyuhyun berkonsentrasi sambil memejamkan matanya, perlahan kaki Sooyoung sudah tidak menyentuh tanah lagi
“Oppa, jangan tinggi-tinggi” Kyuhyun langsung membuka matanya kembali dan Sooyoung otomatis terjatuh, untungnya di atas tempat tidur.
“Wah oppa, kau bahkan punya kemampuan mengendalikan hanya lewat pikiran saja? Kapan-kapan maukan terbang bersama-sama?”
“Aku tidak bisa”
“Kenapa?” Sooyoung menekuk wajahnya
“Sebagian kekuatanku hilang saat aku melewati lubang cacing”
“Huft….pantas saja hanya melayang. Aku pergi tidur dulu”
“Tunggu..” Kyuhyun bangkit dari tempat tidur dan merogoh kantung celananya
“Ini untukmu, ku lihat orang-orang yang datang tadi memberikan macam-macam barang kepadamu”
“Apa ini” yang Sooyoung lihat di telapak tangannya hanyalah batu-batu kecil. Kyuhyun berjalan ke arah tombol lampu dan memadamkannya. Sooyoung begitu terkesima saat melihat apa yang terjadi pada batu-batu kecil itu, ‘mereka’ bercahaya.
“Indah sekali, seperti aku sedang menggenggam bintang ”
“Simpan baik-baik pemberianku”
“Ne. Selamat malam Oppa” Kyuhyun hanya memandang kepergian Sooyoung dengan pandangan yang sulit diartikan

-Keesokkan paginya-
“Kyuhyun, aku punya kabar baik untukmu”
“Katakanlah Tuan”
“Kau di terima, kemampuanmu di atas rata-rata”
“….”
“Kau bisa mulai bekerja hari ini”
“Tapi tuan saya belum mempunyai pakaian yang cocok”
“Ini adalah kemeja yang sudah ku siapkan, untung saja Sooyoung yang mengingatkanku”
“Cepatlah mandi dan berganti pakaian, kita akan berangkat bersama-sama”
“Oppa, kau harus bilang terima kasih” bisik Sooyoung
“Terima kasih tuan” Kyuhyun berdiri dan membungkuk 90 derajat
“Eh, hahaha tak usah dikatakan. Dan aku yakin kau akan cepat menerima kenaikan jabatan, jika kinerjamu bagus”
“Terima kasih tuan” lagi-lagi ia membungkuk
“Eh, hahaha kau ini sopan sekali”
“Terima kasih tuan” BRUK. Kali ini cukup malang karena harus terbentur dengan meja
“Dan juga kau ternyata pandai melucu hahaha”
“Appa hentikan” ujar Soojin
“Bukankah dia lucu? Hahaha”
“Terima kasih tuan” ujar Kyuhyun sekenannya
“Oppa hentikan” Sooyoung menyikut Kyuhyun. Kyuhyun menutup matanya, tiba-tiba tawa tuan Choi tak terdengar lagi
“Yeobo, yeobo-ah gwenchana?” Nyonya Choi yang sedang mencuci piring segera berlari menghampiri suaminya
“Oppa, apa yang kau lakukan? Cepat kembalikan suara Appa” Sooyoung yang panik memukul lengan Kyuhyun, lalu Kyuhyun kembali menutup matanya
“Uhukk…uhuk…sebaiknya aku tidak tertawa tadi” tuan Cho pun meneguk kopinya
“Aish…yang aku maksud, Oppa berhenti bilang terima kasih, cukup sekali saja huftt..”
“Mianhae” Kyuhyun pun meninggalkan meja makan
“Hari ini Eomma akan pergi ke rumah bibi Taehee, eomma sudah mencatat nomor-nomor restaurant cepat saji dan menempelnya di kulkas, jadi jika kalian lapar kalian tau kana pa yang harus di lakukan?”
“Ne Eomma” jawab kedua anak perempuan itu serentak
“Nah ini bekalnya, ayo sekarang cepat berangkat”
“Ne Eomma”
Sepulang sekolah Sooyoung segera mengganti pakaiannya dan berlari ke arah ruang keluarga.
“Oh Oppa annyeong..” sapa Sooyoung, Kyuhyun hanya memandang Sooyoung sebentar lalu kembali menikmati Jelly yang entah sudah berapa banyak ia habiskan.
“Oppa lihat, ini piano yang baru Appa beli, baguskan?”
“Tadi tak ada di sana” ujar Kyuhyun
“Ne?”
“Mereka hanya meninggalkannya di depan karena pikir rumah ini kosong”
“Jadi Oppa memindahkannya sendiri? Maksudku dengan kekuatan Oppa? Bagaimana jika sampai ada yang melihat?” Kyuhyun hanya menggidikan bahunya.
Sooyoung mulai memainkan piano tersebut, alunan lembut yang terdengar membuat Kyuhyun terhipnotis.
“Mau mencoba bersama? Bagaimana dengan ‘River Flows in You’? Ini adalah lagu kesukaanku” Sooyoung mulai memainkan pianonya lagi, membiarkan alunan nada-nada indah itu menari-nari dalam pikiran Kyuhyun. Tak berselang beberapa lama, Kyuhyun pun ikut bergabung bersamanya.

-THANK YOU-

Hari demi hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Kini Sooyoung telah tumbuh menjadi gadis dewasa, Kyuhyun pun semakin sukses dalam karirnya, dan Tuan Choi beserta Istrinya telah semakin tua.
“Oppa, apa yang sedang kau lakukan?” Sooyoung menjatuhkan dirinya di atas sofa –tepat di samping Kyuhyun-
“Mencari rumah di sekitar sini” jawab Kyuhyun
“Mwo? Oppa ingin pindah? Apa karena sesuatu?” Kyuhyun menggeleng
“Aku tidak bisa terus tinggal di rumah kalian, aku ingin mempunyai kehidupan sendiri”
“Kalau begitu bisakah aku membantu? Ayo kita berkeliling dengan sepeda? Siapa tau kita bisa menemukan rumah yang tepat hari ini juga”
KRING KRINGG KRING KRINGG
“Hahaha Oppa berhenti memainkan bel sepedanya”
“Turunan” gumam Kyuhyun, Sooyoung yang terkejut refleks memeluk Kyuhyun erat
“OPPA” teriak gadis itu
Tak jauh dari sana, sebuah mobil sedan terhenti, seorang namja yang berada di dalam mobil tersebut memperhatikan Kyuhyun dan Sooyoung. Kembali pada Sooyoung dan Kyuhyun yang telah melewati turunan
“Oppa ada apa denganmu? Apa kau takut ketinggian? Tubuhmu tiba-tiba tegang”
“Itu…jangan memelukku terlalu erat” Sooyoung melirik kedua tangannya yang masih melingkar pada tubuh Kyuhyun
“Eh, maaf hehehe”
Dari jalan satu ke jalan yang lain, Kyuhyun dan Sooyoung telah berkeliling setengah dari daerah tersebut dan merasa lelah.
“Oppa tak apa, kita bisa menemukan rumah yang berada dekat dengan rumahku”
“Istirahatlah, kau mau minum?”
“Apa kalau aku bilang aku ingin lemon tea kau akan mengabulkannya?” detik berikutnya, 2 cup lemon tea sudah berada di tangan Kyuhyun
“Oppa kau yakin akan meminumnya sampai habis? Ini tidak semanis jelly
“Akan ku coba”
‘Sejak dulu, Kyuhyun oppa hanya makan dan minum sesuatu yang bersifat manis, pasti dia akan membuang minuman itu’ batin Sooyoung memperhatikan perlahan-lahan Kyuhyun meneguk lemon tea
“Huekk…”
“Lihat kan? Ckckck tak apa, yang penting Oppa sudah tau bagaimana rasanya”
Lama mereka larut dalam keheningan, Sooyoung seperti terbawa ke dalam pikirannya sendiri sementara Kyuhyun terus menghisap permen yang Sooyoung berikan.
“Oppa, kau tau Sehun kan? Kemarin saat di Pesta reunian dia bilang dia menyukaiku, menurutmu bagaimana?”
“Bagus”
“Oppa aku serius, kalau kau suruh aku terima akan aku terima tapi jika tidak akan aku tolak”
“Kenapa harus aku?” Sooyoung menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam
“Sebenarnya aku telah berharap pada seseorang untuk waktu yang cukup lama, seseorang yang sudah sangat dekat denganku. Tapi kurasa hal itu tak akan pernah terjadi, dan juga sepertinya dia tidak menganggapku sesuatu yang penting, seperti aku menganggapnya. Maka dari itu aku ingin bertanya pada Oppa, aku harus menerima Sehun atau tidak?”
“Jawabannya ada di depan matamu..” Sooyoung menatap wajah Kyuhyun dengan pandangan kecewa. Yeoja itu pergi, mengayuh sepeda sekencang mungkin meninggalkan Kyuhyun yang duduk terdiam. Selama di perjalanan Sooyoung menangis.
“Kau sudah pulang?” bahkan ia tidak menghiraukan pertanyaan Soojin dan langsung mengurung dirinya dalam kamar
“Ada apa dengan anak itu” Soojin menatap bingung ke arah pintu kamar Sooyoung. Tak lama Kyuhyun pun tiba di rumah.
“Tolong jaga rumah dan juga anak cengeng itu, aku sudah terlambat ke acara drama musical ku” Soojin segera menarik tas serta kunci mobilnya, tanpa pamit pada Kyuhyun. Setelah Soojin keluar, Kyuhyun memejamkan matanya, dan pintu rumah pun tertutup dalam sekejap.
TOK TOK TOK
“Hiks..hiks..”
TOK TOK TOK
“Pergilah..”
TOK TOK TOK
“Aku sedang ingin sendiri hiks..hiks..”
TOK TOK TOK
“Pergilah!!! Aku benci kau”
“Aku ingin bicara” ujar Kyuhyun pada akhirnya
CKLEKK
Berdiri dengan jelas Sooyoung dengan wajah sembabnya.
“Apa salahnya jika Sehun?? Dia namja yang baik-baik kan?” ujar Kyuhyun
“Baiklah jika itu yang Oppa mau, terima kasih untuk keputusanmu, sejujurnya aku tidak pernah berpikir akan berpacaran dengan Sehun, tapi karena Oppa yang menginginkannya akan aku lakukan” Kyuhyun bersiap untuk pergi namun terhenti saat Sooyoung mengambil nafas panjang, yeoja itu akan berbicara
“Sepertinya Oppa memang tidak bisa merasakannya, aku saja yang terlalu banyak berharap” Sooyoung menertawai dirinya sendiri, dirinya yang jatuh cinta pada makhluk bernama Cho Kyuhyun, seseorang yang tidak dapat membalas perasaannya.
“Selamat malam…Sooyoung-ah”
“Ne, Selamat malam juga untukmu…Oppa”
TES. Air mata kembali mengalir dari mata indah milik yeoja itu. Berkali-kali yeoja itu memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak, dia bahkan tidak tau cara bernafas dengan normal sekarang.

Keesokkan paginya, semua kembali seperti biasa, memori tentang kejadian semalam entah kemana perginya.
“Selamat pagi Appa, Eomma, Eonnie, dan juga Oppa”
“Ada apa denganmu? Bukankah kemarin kau menangis?” Soojin melayangkan tatapan aneh pada dongsaengnya itu.
“Benarkah?” tanya Nyonya Choi melirik ke arah putri bungsunya
“Entahlah, aku sudah tak ingat”
“Gadis aneh, kemarin jelas-jelas dia masuk ke rumah sambil menangis, seperti seseorang yang habis ditolak cintanya” ledek Soojin
“Diamlah, aku tidak melakukan apa-apa padamu eoh”
PIP PIP PIP
“Oh cepat sekali datangnya” Soojin bersiap berdiri dari meja makan
“Dia bukan Jungwoo-mu, dia namjachinguku Eonnie”
“Mwo? Kemarin menangis seperti orang gila sekarang kau sudah punya pacar rupanya?”
“Kenapa kau tidak panggil dia masuk?” tanya Tuan Choi
“Kalian pasti kaget saat aku membawanya masuk, bersiaplah”
Tak lama Sooyoung kembali dengan tangan yang sudah merangkul manja pada lengan Sehun.
“OMO, jadi yang kau maksud Oh Sehun? Teman sekolahmu sejak SD?” Nyonya Choi berucap antara kaget dan senang
“Annyeonghaseo, maaf mengganggu waktu sarapan kalian”
“Duduklah” Sooyoung menarik kursi untuk Sehun
“Bukankah itu tempat Kyuhyun?” lagi-lagi Soojin ber’kicau’
“Kyuhyun? Kyuhyun hyung?” Sehun bertanya kepada Sooyoung meminta penjelasan
“Oh ayolah, sudah berapa lama sejak pesta ulang tahunku yang ke-10 kalian tidak pernah melihatnya lagi, dia sering mengurung diri di kamar saat kalian datang hahaha”
“Di mana dia?” tanya Sehun berbisik
“Dia di belakangmu anak muda” Tuan Choi mengambil alih pertanyaan Sehun
“Astaga..” Sehun terkejut bukan main
“Dia awet muda bukan? Lihatlah hahaha”
“Kau yakin ini Kyuhyun hyung, oh ayolah ini sudah 13 tahun dan..” ucapan Sehun terhenti
“Apa di sini ada permaianan sulap atau semacamnya? Trik apa ini?” Keluarga Choi tidak bisa menahan tawa mereka
“Oh tidak sepertinya kami terlambat, kajja” belum saja Sehun memasukkan potongan roti kedalam mulutnya, dia sudah di tarik menjauh dari meja makan oleh Sooyoung
“Semuanya kami pergi dulu” ujar Sooyoung. Tanpa yeoja itu sadari Kyuhyun mengikutinya dan Sehun dari belakang. Namja itu hanya bisa terdiam, memandang lewat jendela rumah, Sehun dan Sooyoung tampak serasi saat bersama.
“Kau cemburu?” Soojin sudah berada di sampingnya
“Cemburu?”
“Yak yak yakk..kau sudah berapa tahun tinggal di Bumi, kata itu saja kau tidak mengerti. Akan aku jelaskan dengan bahasa yang sederhana saja, cemburu itu eumm…. saat dimana kau merasa marah dalam dirimu jika kau melihat seseorang yang kau sayangi bersama dengan orang lain, ya seperti saat Sooyoung bersama Sehun, kau sudah dapat menyimpulkannya bukan?”
“Aku menyayangi….Sehun?” Soojin menepuk jidatnya
“Demi apa pun, tentu saja yang kau sayang adalah adikku, Choi Sooyoung, hah..sudahlah aku malas berbicara denganmu”
Kyuhyun kembali menghisap minuman jelly miliknya, sayangnya itu sudah habis. Biasanya Sooyoung yang sering memberikannya minuman jelly tersebut.
“Soojin-ah” panggil Kyuhyun melihat Soojin sedang duduk manis di depan televisi
“Apa?”
“Bagaimana cara seseorang menunjukkan kalau dia menyukai..”
“Aaa~ cukup cukup, tidak usah dilanjutkan, aku sudah tau maksudmu. Aku bisa memberitahumu, tapi ini tidak secara cuma-cuma, kau selama seminggu harus merapikan kamarku, eotte?”
“Cepat katakan”
“Kau harus menciumnya”
“Mencium?”
“Aish… aku tidak tau apa saja yang kau pelajari dari Sooyoung” Soojin membuka ponselnya, dan memperlihatkan Kyuhyun sebuah video
“Lihat ini..”
“Apa ini berbahaya?”
“Jika ciuman itu berbahaya, entah sudah berapa juta orang di Dunia ini sudah mati akibat berciuman”
“Jangan lama-lama melihatnya” Soojin menarik kembali ponselnya
“Dan ingat, jangan mencium sembarang orang, eoh? Cukup orang yang kau sayangi, seperti Sooyoung misalnya”
“Ne”
“Kau tau, sebenarnya dia juga menyukaimu”
“Ne?”
“Ah lagi pula kenapa aku bicara seperti itu, tak ada untungnya bagiku. Pergilah sana, jangan menggangu liburanku”

Sementara itu di sisi lain, mobil yang membawa Sooyoung dan Sehun dipenuhi aura ke-canggung-ngan, tak ada satupun yang memulai percakapan. Sooyoung lebih memilihi membaca buku untuk persiapan mata kuliah pertama, sementara Sehun fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah Sooyoung. Setelah sampai di Parkiran Kampus, Sooyoung turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Sehun hanya bisa menunduk kecewa, setelah menerima dirinya, Sooyoung malah terasa menjaga jarak dari dirinya.
“Sooyoung-ah tunggu aku…” teriak Sehun yang terburu-buru mengejar Sooyoung, namun gadis it uterus berjalan tanpa mempedulikan suara teriakkan Sehun
“Argh…” setelah itu kerumunan terjadi di Koridor, semua menyaksikan Sehun yang baru saja mengalami kecalakaan
“Aish..yak Sehun-ah bagaimana ini, 2 hari lagi kau harus bermain dalam pertandingan sepak bola, sekarang kakimu terkilir” ujar Luhan antara khawatir bercampur kesal
Sooyoung berakhir menemani Sehun di ruang kesehatan. Yeoja itu duduk di sisi tempat tidur.
“Maaf ya, kau jadi tidak bisa mengikuti kelas”
“Tak apa, istirahatlah” jawab Sooyoung sekenannya
“Sooyoung-ah”
“Eung…” Sehun tiba-tiba menggenggam tangannya
“Bolehkah aku berbaring dipangkuanmu?”
“N..ne”
“Apa kau benar-benar menyukaiku?” tanya Sehun
“Ne” Sooyoung menjawab tanpa menatap wajah Sehun
“Gotjimal”
“Untuk apa aku berbohong”
“Kalau kau bohong, maka kau harus menikah denganku”
“Behentilah kekanak-kanakan Oh Sehun”
“Baiklah Oh Sooyoung”
“Jangan panggil aku begitu”
“Lalu apa? Nyonya Oh?”
“Tidurlah, aku lelah berbicara denganmu”
“Huuu kau marah ya? Baiklah aku akan tidur dipangkuanmu saja”
“…” Sooyoung hanya diam, Sehun kembali mencuri pandang ke arah Sooyoung, ternyata gadis itu tidak akan lagi mendengarnya. Dengan berani Sehun menarik salah satu earphone yang digunakan Sooyoung.
“Mungkinkah kau benar-benar tidak mempunyai rasa itu?” batin Sehun memandang senduh wajah Sooyoung yang tetap tenang, tak merasa terganggu dengan perlakuannya. Tiba-tiba Sehun bangkit dan memeluk Sooyoung, karena kaget Sooyoung tak bisa bebruat apa-apa, bahkan tidak juga membalas pelukkan Sehun.
“Berjanjilah, kau akan menikah denganku setelah kita lulus, aku akan membahagiakanmu”
“Kita baru saja memulainya Oh Sehun”
“Tidak ada alasan bagiku, untuk tidak segera memilikimu” Sooyoung hanya tertawa mendengarnya
“Waeyo? Apa aku salah? Aku memang sudah menyukaimu sejak dulu, jadi jangan pikir aku akan meninggalkanmu”
“Baguslah, karena aku tidak ingin sendiri ke wahana permainan”
“Yak..kau ini, kau kan sudah tau aku tidak suka taman bermain”
“Tsk, apa kakimu sudah tak apa?”
“Sakitnya sudah berkurang”
“Kalau begitu kita pulang sekarang saja. Biar aku yang menyetir”
“Tapi bantu aku berjalan, eoh?” ujar Sehun dengan nada manja

Sesampainya di rumah, Sooyoung terheran-heran dengan keadaan rumah yang sepi, biasanya Kyuhyun sedang duduk di depan televisi sambil menghisap jelly atau pun sekedar Soojin yang terus mengoceh lewat telepon dengan temannya (read : Soojin)
“Kau sudah pulang?”
“Eomma? Bukankah biasanya Eomma pergi mengajar”
“Kyuhyun tiba-tiba saja sakit” Sooyoung segera berjalan cepat menuju kamar Kyuhyun
“Apa yang sakit?” tanya Sooyoung khawatir, Kyuhyun membuka mulutnya lebar-lebar dan memperlihatkan giginya yang banyak. Sooyoung hanya menggulum senyum
“Jadi gigi Oppa sakit? Eumm…mau ke dokter gigi?” Kyuhyun terdiam, di dunianya tak ada tempat yang bernama ‘dokter gigi’
“Ayolah, jika Oppa pergi aku akan mengabulkan keinginan Oppa” Kyuhyun langsung mengangguk cepat
“Kajja” Sooyoung menarik Kyuhyun turun
“Eh, bukankah Sooyoung baru pulang”
“Eomma, aku akan membawa Kyuhyun Oppa ke Dokter Gigi”
“Hati-hati di jalan”
“Ne”
Di perjalanan Kyuhyun hanya bisa diam. Sooyoung telah melewati beberapa minimarket, biasanya saat mereka jalan-jalan Sooyoung akan singgah dan membelikannya sesuatu yang manis, tapi kini Sooyoung melewatinya, Kyuhyun hanya bisa menunduk sedih. Sampai di klinik Dokter Gigi, mata Kyuhyun membulat saat melihat seorang anak laki-laki yang baru saja keluar dari dalam klinik memegang gulali
“Sooyoung-ah, apa aku juga akan mendapatkan yang seperti itu di dalam?”
“Gulali?” Sooyoung melirik Kyuhyun sekilas
“Tentu saja, maka dari itu ayo kita masuk” Sooyoung mendorong tubuh Kyuhyun masuk. Di dalam ruangan, Kyuhyun terlihat takut karena merasa tempat ini sangat asing, bahkan ia juga takut pada peralatan dokter.
“Tolong buka mulut anda, biar saya periksa dulu” namun Kyuhyun mengancing mulutnya rapat-rapat
“Oppa, cepat buka mulutmu, ingat yang dipegang anak tadi” bujuk Sooyoung, akhirnya dengan keberanian kuat dan juga tentunya rayuan dari Sooyoung, Kyuhyun mau membuka lebar mulutnya.
DRTTT
“Yeoboseyo…” Sooyoung meninggalkan Kyuhyun di dalam ruang praktek bersama Dokter Gigi. Kyuhyun ingin mencegah yeoja itu tapi itu tidak mungkin.
“Mianhae Sehun-ah, tapi aku tidak bisa pergi, sekarang aku sedang berada di Dokter Gigi, Kyuhyun oppa sedang sakit gigi”
“……”
“Ne, lain waktu mungkin kita bisa pergi berdua”
“……”
“Apa? Ah tak usah, aku membawa mobilku, tak usah di jemput”
“…..”
“Eoh..”
“……”
“Baiklah…aku juga mencintaimu”
“……”
“Aku tidak mungkin berteriak di sini, jangan minta yang aneh-aneh, yang penting kan aku sudah katakan”
“……”
“Mwo? Cerewet? Hah terserah kau saja, sudah dulu ya…”
“……”
KLIK
Betapa kagetnya Sooyoung, saat menemukan Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan menyeramkan
“Yak Oppa, Aish…bisa-bisanya kau berdiri di belakangku dan dengan tatapan seperti itu”
“Dokter itu bilang dia tidak memberikan gulali”
“Benarkah?”
“Lalu apa yang di berikan?” tanya Sooyoung berpura-pura bodoh, Kyuhyun hanya menyerahkan selembar kertas yang tertulis obat untuk meredakan nyeri pada gusi dan juga sikat gigi baru
“Wah lihat Oppa, itu tandanya Oppa harus lebih sering lagi menyikat gigi, dan juga mulai sekarang tidak ada lagi jelly dan kawan-kawan untuk setiap hari”
“Mwo?”
“Jangan protes, memangnya Oppa mau sakit seperti ini lagi? Bagaimana kalau kita ganti dengan minum susu?”
“Susu?” Sooyoung mengangguk
“Kajja, kita pergi untuk membeli susu di Minimarket
Di Minimarket, Sooyoung mengambil semua susu dengan berbagai varian rasa dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja. Mereka tidak langsung pulang, bagaikan orang konyol, mereka duduk di Minimarket sambil menghabiskan susu-susu itu
“Oppa bagaimana yang ini? Kau suka?” Sooyoung membiarkan Kyuhyun mencoba chocolate milk-nya, Kyuhyun tidak menjawab dan membuka kotak susu dengan rasa yang lain
“Tidak begitu suka ya? Tak apa, coba rasa yang lain saja” Sooyoung terlihat men-pout­-kan bibirnya
Hampir 15 menit mereka habiskan hanya untuk menghabiskan susu-susu dalam kotak itu.
“Sooyoung, aku kenyang”
“Jadi diantara Vanilla, Strawberry, dan Banana, yang mana jadi kesukaanmu?”
“Igeo..” Kyuhyun menunjuk kotak susu berwarna Pink
“Baiklah, tunggu sebentar, akan aku ambilkan yang banyak untukmu”
Kyuhyun duduk menunggu dengan pandangan datar keluar Minimarket, pandangannya berubah tak kala melihat sebuah mobil sport berwarna hitam baru saja berhenti di depan Minimarket, namun sang pemilik tidak turun, melainkan hanya memperhatikan lewat jendela mobil, dia Oh Sehun.
“Oppa kajja kita harus segera pulang” Sooyoung merangkul lengan Kyuhyun keluar, sesaat kemudian rangkulannya tiba-tiba terlepas
“Sehun-ah” seru Sooyoung kaget, Sehun masih memandang tangan Sooyoung yang tadi memegang lengan Kyuhyun
Setelah mengantar Kyuhyun pulang Sooyoung dan Sehun menikmati waktu berdua di Sungai Han, hanya suara hembusan angin yang terdengar, tak ada yang membuka suara dari masing-masing pihak selama beberapa menit.
“Apa ini sebuah hubungan? Satu hal yang selalu menggangu pikiranku, sudah kuputuskan untuk berterus terang kepadamu, aku mohon kau bisa menjaga jarak dengan Kyuhyun hyung” seru Sehun, Sooyoung langsung menengok, sesuatu dalam dirinya tidak terima akan permintaan Sehun
“Wae? Apakah itu terlalu sulit bagimu? Aku ini kekasihmu, wajar saja terkadang aku egois”
“……”
“Aku tau, sejak awal kau menerimaku, kau tidak pernah mencintaiku kan?”
“Bukan begitu..”
“Itu menurutmu Sooyoung, bagiku kau lebih seperti pacar Kyuhyun padahal kenyataannya aku lah pacarmu”
“Sehun-ah…” Sehun segera mencengkram kedua bahu Sooyoung
“Apa menurutmu semua akan baik-baik saja? Bagiamana jika tidak? Bagaimana jika tiba-tiba kau minta hubungan ini berakhir? Aku tidak bisa Sooyoung, bisakah kau mengerti, eoh?” Sooyoung tersentak saat mendapati mata Sehun yang berkaca-kaca, dengan lembut tangannya menghapus air mata Sehun
“Uljima..” sahut Sooyoung lembut. Dengan perlahan Sehun mendekatkan wajahnya bersiap mencium Sooyoung, sedikit lagi namun tiba-tiba tindakkan Sooyoung membuatnya makin patah hati, Sooyoung memalingkan wajahnya, Sooyoung menolaknya. Akhirnya Sehun hanya mengecup kening Sooyoung.
“Kajja, sudah malam, di luar sangat dingin”
Setibanya di rumah Sooyoung langsung masuk ke kamar dan menolak makan malamnya, yang ia lakukan hanyalah berbaring di atas tempat tidur dengan pikiran yang gelisah dan penyesalan. Saat tertidur pun Sooyoung tidak tenang, pikirannya sangat gelisah, akan terjadi sesuatu.
CKLEKKK
Dengan tenang Kyuhyun berjalan mendekati Sooyoung yang sedang tertidur. Namja itu mengambil tempat di sisi tempat tidur Sooyoung. Tanpa sadar matanya terus terfokus pada bibir ranum Sooyoung. Tiba-tiba entah mengapa Sooyoung terbangun dan begitu kaget mendapati Kyuhyun sudah berada di hadapannya.
“Oppa, apa yang kau lakukan di kamarku?” Kyuhyun tidak menjawab, hanya memberikan tatapan sendu seakan ini adalah yang terakhir kalinya ia bisa melihat Sooyoung. Tanpa aba-aba Kyuhyun segera menarik Sooyoung ke dalam pelukkannya.
‘Aku ingin melihat apa yang Sooyoung lihat. Aku ingin mendengar apa yang Sooyoung dengarkan. Aku ingin merasa apa yang Sooyoung rasa. Aku ingin memijak tanah yang sama dengan yang Sooyoug pijaki. Aku ingin menghirup udara yang sama dengan yang Sooyoung hirup. Aku ingin hidup di tempat di mana Sooyoung hidup. Aku selalu ingin berada di sisi Sooyoung. Karena Aku menyukai Sooyoung juga, terima kasih untuk 13 tahun yang berharga selama aku disini, bisa melihat Sooyoung tumbuh menjadi gadis yang dewasa dan cantik aku sangat bersyukur’  ujar Kyuhyun dalam pikirannya yang entah mengapa Sooyoung juga bisa mendengarnya, tanpa bisa dicegah, air mata Sooyoung tumpah begitu saja
“Apa Oppa ingin meninggalkanku?” Kyuhyun dan Sooyoung saling memandang satu sama lain
‘Aku sudah menemukan jalan pulang, pintu ruang waktunya ada di dalam lemari pakaianmu’ Kyuhyun hanya mejawab lewat pikirannya, air mata Sooyoung makin mengalir deras. Kenapa ia tidak pernah mengetahui kalau waktu kepergian Kyuhyun sudah dekat.
‘Gadis kecil jangan menangis’ Kyuhyun tersenyum untuk terakhir kalinya kepada Sooyoung tak lupa ia mengelus lembut puncak kepala yeoja itu.
‘Biarkan aku membuat kenangan terakhir untukmu dan juga untukku’ perlahan Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sooyoung, yeoja itu hanya memejamkan matanya hingga akhirnya bibir mereka bertemu. Untuk waktu yang cukup lama, ciuman tanda perpisahan itu pun akhirnya terlepas, bersama dengan menghilangnya Kyuhyun. Sooyoung hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Begitu cepatkah perpisahan ini sampai tak pantas di sebut perpisahan? Kyuhyun bahkan tak mengatakan sepatah kata pun tentang rencana kepergiannya.

Epilog
Terhitung sudah 8 tahun berlalu sejak perpisahan Kyuhyun dan Sooyoung. Setahun kemudian Sooyoung akhirnya membuka hati seluruhnya kepada Sehun dalam sebuah hubungan pernikahan, tepat sebulan setelah kelulusan mereka. Suatu hari kejadian yang tidak diinginkan terjadi kepada Sooyoung, kecelakaan membuatnya terbaring kritis di atas tempat tidur rumah sakit, setiap hari Sehun terus disampingnya berharap sebuah ke ajaiban terjadi.
SRETT
“Oh, Donghun-ah” putra kecil mereka berlari ke arah pangkuan Sehun.
“Bagaimana tadi di sekolah?” Donghun hanya diam
“Appa, Eomma pasti sadar kan?”
“Tentu saja, Eomma pasti akan sadar secepatnya, Eomma pasti tidak mau melihat kau kesepian”
“Kapan?” Sehun terdiam, Kapan? Pertanyaan yang tidak dapat ia temukan jawabannya
“Entahlah. Eum..kau sudah makan? Kajja kita pergi makan sebentar” sebelum keluar, Donghun mengeluarkan sesuatu dari tasnya
“Apa itu?”
“Eomma menaruh ini di dalam kamarku, dia bilang ini jimat pelindung, seorang malaikat memberikan ini pada Eomma”
“Kapan Eomma memberikan ini kepadamu?”
“Sebulan yang lalu, Eomma bilang ia sangat merindukan malaikat yang memberikan jimat ini pada Eomma, Appa apa sekarang kita boleh membukanya”
“Kau belum  pernah melihat isinya?”
“Eomma, bilang jangan pernah di buka” Dengan perlahan Sehun membuka kantung kecil itu dan menghamburkan isinya pada telapak tangan Sooyoung
“Jadi selama ini hanya berisi batu?” tanya Donghun, Sehun merapatkan jari-jari dengan telapak tangan Sooyoung, membiarkan tangan tak punya tenaga itu menggenggam batu-batu pemberian Kyuhyun 21 tahun yang lalu saat ia berulang tahun yang ke-10.
“Kajja kita pergi” setelah pintu kamar rawat tertutup, batu-batu itu berkilauan sama seperti saat pertama kali Kyuhyun menunjukkannya kepada Sooyoung. Dari balik tirai kamar rawat, seorang namja muncul secara perlahan, dia Kyuhyun. Awalnya dia memandang bingung tapi setelah melihat Sooyoung yang terbaring lemah, dengan langkah cepat ia menghampiri Sooyoung, begitu paniknya Kyuhyun karena belum pernah melihat Sooyoung terbaring tak berdaya seperti ini.
“Sooyoung, ada apa denganmu?” Kyuhyun mengguncang tubuh Sooyoung, karena tidak ada respon, Kyuhyun kembali mengguncang tubuh Sooyoung lagi. Matanya tiba-tiba tertuju pada batu berkilauan pemberiannya, dengan menyatukan tangannya dengan tangan Sooyoung serta batu berkilauan itu, Kyuhyun memberikan kekuatannya yang selama ini ada pada batu berkilauan itu pada Sooyoung. Detik berikutnya Sooyoung perlahan tersadar dari masa kritisnya, namun anehnya tangannya terasa hangat, yang ia temukan hanyalah kerikil-kerikil kecil memenuhi telapak tangannya.
“Kyuhyun Oppa…” gumam yeoja itu

END
RCL PLEASE..!!

Note : Aduh FF gaje😄, mungkin ada yang berharap bakalan ada moment yang ‘berarti’ antara KYUYOUNG, tapi maaf nggak selamanya harus gitu kan ? *plakk *bakar authornya

52 thoughts on “[Oneshot] Feel

  1. Omg, crying mode on😥 nyesek banget. Aduh suka banget sama ff ini beneran deh. Jadi setelah kyu ngasih kekuatannya ke soo kyu meninggal? gak kan? Sequel juseyooooooo

  2. Safitri Agustina says:

    nyesek yaah :’)
    13taun mendem cinta
    padahal sama-sama sayang tapi akhir nya harus pisah😦
    keren thor, ini cerita semacam curhatan aku yg di tuang dlm tulisan :’)
    cuma beda nya, disini cwo nya sejenis robot sedangkan aku cwo nya asli manusia :’D
    di tunggu cerita lain nya ^^

  3. Wah parah thor keren abis beneran dehhh!!
    Wah daebak ini ceritanya, bahasanya juga keren.
    Wah suka banget deh pokoknya.
    Btw, itu cara kembalinya kenapa dgn pintu lemari ya thor kok ga elit banget hahaha lg sedih2nya author bikin lawakan kyk gitu ga jd sedih tau thor hahaha.
    Epilognya juga kaget banget udh nikah aja sooyoungnya.
    Tp aku bener2 suka ff author. Ditunggu ff lainnya ya thor. Sering mampir thor ke kyuypungshipper. ^^

  4. Holaaa… bagus fictnya.😄

    Ano… aku mau koreksi dikit yoi.😄

    Setelah percakapan harus ada tanda titik/komanya yaw…😉
    misal: “Wow keren…(.)” Sooyoung berucap dengan nada kagum.
    Atau: “Aku menyukaimu,” ucap Kyuhyun. Atau lagi: “Blablablabla.” Kyuhyun menjawab dengan sedikit kesal[?] <<< APA INI?!! -_-" /Maaf kan saya yg tidak tau mau ngomong apa ini.😄

    Okelah, moga kamu ngerti aku nulis apa.😄

  5. gita says:

    Udh sempet mikir kyk.a kyuyoung gk bsa brsatu, eh trnyta kejadian
    Msh gantung chingu, tpi keren bngt
    Bru pertama kali bca ff kyk gni
    Kyu polos bngt gk ngerti apa”, sampe dy sadar klo dy ingin hidup breng soo dn ska sma soo
    Soo baik bngt, dy orng yg ngajarin kyu tntng hal” di bumi, dy jga yg bwt kyu sadar klo dy udh bsa ngerasain jth cinta
    Sehun smpt kshan, karna dy tau klo emng soo gk sma dy, tpi akhr.a mrka ttp nikah
    Smoga soo bsa sembuh, dn walaupn dy gk bsa brsma kyu, smoga mrka bsa bersatu di khdupan kedua
    Sequel pliss..

  6. fanight says:

    Arghhhb thor ini nyesek sumpah.. pas end itu maksudnya kyu nyerahin nyawanya buat soo atau gmna??? Arghhhh seq please.. dibuat apake.. sakit klu kyuyoung ganyatu(inilebay) hahaha daebak..

  7. kangjung_ae says:

    huaaa asli FEEL nya bener2 berasa, aq hampir menitikan air mata ;(
    chingu pleaseee bikin sequelnya dong yang kyuyoung bersatu….
    semoga aj donghun itu bukan anak kandung soo eon, pas di han river kirain soo bakal minta putus k sehun….
    pleasee chingu bikin sequelnya… ^

  8. Chup_chup says:

    Kyaaa,,
    jadi sooyoung nikah sama sehun ??
    Dan kyuhyun udah balik lagi,, sehunnya gimana dong ??

    Sequel please🙂

  9. Shaniyatul Amalia says:

    Daebak (y)
    Tapi akan lebih bagus lagi kalau ini ada seq’a thor :p
    Trus itu nasib’a Kyu gmana?😥

    *pdahal dri tdi berharap KyuYoung-nya bersatu :’)

  10. Ola says:

    Daebak … Aku suka bgt critanya
    kyuyoung… Walau gk bersatu tpi ada kesan yg indah dri hbungan mreka. Kyu yg gk tau ap” kya anak kcil yg polos… Moment mreka itu kya gmna y, susah d jlas kn
    ditunggu karya yg lainnya

  11. walaupun akhirnya sperti ini aku ttp suka bacanya…
    aku seneng sama penulisan bhasa km…
    mskipun bingung diakhirnya, apakah kyuhyun menghilang utk selamanya stlh memberikan kekuatannya ke syooo…
    ditunggu ffmu yg lain😉

  12. dina says:

    Mianhae chingu, ffmu memang bagus. tapi aku kurang suka sama endingnya. aku bner2 gak rela Soo sama sehun, karena aku ‘Knight’ tentu saja aku kecewa, aku tetap mau Kyuyoung.
    Mianhae, mianhae, mianhae, jeongmal mianhaeyo..*bow 90 drjt brkali2*

  13. astagah, suka endingnya. Sehun adalah biasku jadi aqu suka aja kalo soo akhirnya sama sehun. Haha, kirain yg bkal jadi pcar soo adalah joon myeon. Ah tapi aku tetap knight

  14. iis mulyati says:

    Keren chingu tp sayang endingnya soo sama sehun:( author gatau apa klo knight itu kehausan moment2 kyuyoung hwaaa *nangisdipojokan #abaikan. But totally daebak thor ditunggu ff ky lainnya ne yg lebih bnyk moment dan skinship nya #maksabiarin. Hwaiting!^^

  15. YeonSoo says:

    astagaaaa…ceritanya BAGUS!!! tapi endingnya ngegantung thor..😭 kenapa harus menikah sama sehun?? huaaaaa 😭 suku kata,penyampaian dan alurnya bener2 rapi..daebak pokoknya..ditunggu ff lainnya..gomawo…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s