[Twoshot] You Belong With Me (1/2)

Mooi_D

 

 

You Belong With Me

 

 

You Belong With Me

Oleh: (Mooi_D)

Copyright © Juli 2014 by (Mooi_D)

Penerbit

(www.kyuyoungshipperindo.wordpress.com)

 

 

 

 

Aku melangkah menuju pintu masuk. Di sana sudah berdiri lima orang gadis lainnya dengan gaun yang sama sepertiku. Seorang gadis aku lupa namanya memberikanku sebuah buket bunga kecil. Para tamu undangan sudah memenuhi kursi. Sang pendeta telah bersiap-siap di depan altar, dan di samping pendeta itu, berdiri seorang pria yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

            Dia sangat tampan dengan setelan jas hitamnya. Wajahnya sangat cerah, tersenyum bahagia. Dia memandang ke pintu masuk. Sesaat mata kami bertemu dan dia tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya. Ya Tuhan, bila aku tidak berada dalam situasi ini, aku pasti sudah berlari ke arahnya dan menciumnya. Tapi aku tahu itu mustahil karena satu jam lagi, pria itu akan resmi menjadi suami kakakku.

            Musik pengiring pengantin sudah dimainkan. Aku menoleh ke belakang dan melihat mempelai wanita telah berada di belakang kami. Tidak diragukan lagi, Soojin eooni memang sangat cantik. Gaun yang dia kenakan sangat indah. Seperti impiannya, hari ini dia telah berubah menjadi secantik Cinderella. Ayahku berdiri disampingnya dan menggenggam tangannya.

            Kami berjalan menuju altar. Semua tamu undangan berdiri menyambut mempelai wanita. Aku dan para pengiring yang lain berjalan di depan. Selama perjalanan itu, aku tidak bisa melepaskan mataku dari Taewoo, calon suami kakakku. Soojin eooni memang beruntung. Dia berhasil memenangkan hati Taewoo, pria yang telah aku kenal dan aku impikan sejak usiaku 10 tahun. Dan Soojin eooni hanya butuh satu kali pertemuan tidak disengaja dan tiga kali kencan untuk memenangkan hatinya.

            Kami telah sampai di depan altar dan menuju tempat duduk yang disediakan. Ayah membawa Soojin eonni ke altar dan menyerahkan tangan eooni kepada Taewoo oppa. Sang pendeta memulai pemberkatan nikahnya.

 

 

“Aku bahagia,” itu yang selalu aku ucapkan tiap kali bangun tidur dan berhadapan dengan cermin. Setidaknya sedikit menambah semangat pagiku. Sedikit menghayal tentang pertukaran tahun kali ini, tepat 5 tahun yang lalu, aku mengalami perjolakan hati yang dahsyat. Mencintai calon suami kakaku sendiri. Kakakku yang dewasa, cantik cerdas dan tentu matang. Sedangkan aku yang waktu itu masih 19 tahun, masih memiliki sikap kekanak-kanakan yang membuat dia jengkel.

 

 

Sedih, pasti, tapi aku selalu mencoba untuk melupakannya, dan sekarang aku berhasil melakukannya. Aku bukan lagi gadis cengeng, manja dan menjengkelkan. Aku sudah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang mempesona. Tubuh tinggi dengan berat badan ideal, rambut hitam panjang, kulit kuning langsat dan mulus serta wajah cantik. Aku tidak mau menyobongkan diri, tapi sekarang aku memang menjadi seorang dokter spesialis. Tentu, kalian tahu bahwa aku tidak sebodoh dulu.

 

Tidak ada pria yang akan menolak untuk menjadi kekasihku, tapi tetap saja aku selalu hati-hati bergaul dengan pria manapun, karena tidak ingin patah hati lagi.

 

 

Reuni?

 

 

 

Aku ingat obrolan siangku dengan sahabat karibku sekaligus teman kerjaku, Kwon Yuri. Alumni sekolahnya mengadakan reuni, dan Yuri wajib datang ke acara itu. Mungkin kalian berpikir apa hubungannya denganku? Ya, nona Kwon tidak mau berangkat sendiri di pesta itu. Terlebih lagi dia tak memiliki kekasih yang bisa dipamerkan. Tentu aku sebagai sahabat karibnyalah yang menggantikan posisi itu. Walaupun aku sama sekali tak masuk itungan dalam masa – masa SMA Yuri. Karena sejak kelas 6 SD aku sudah pindah ke Jepang, dan baru 2 tahun ini menetap di Korea.

 

 

Sepertinya mengiyakan ajakan Yuri bukan hal yang salah…..

 

 

 

***

 

 

 

Acaranya nanti malam bertepatan dengan pergantian tahun baru. Aku berjalan ke lemari pakaian dan mencari baju yang cocok untuk di pakai malam ini. Aku punya beberapa baju yang bisa di pakai. Mataku tertuju pada dress merah muda lembut dengan pola bunga kecil. Panjangnya sedikit di atas lutut yang bagian atas memperlihatkan sebagian bahu dan membentuk pola tubuh serta bawahnya agak mengembang dengan renda putih kecil di tepinya. Terlihat menarik ketika di pakai. Aku putuskan untuk memakai itu nanti malam.

 

Siang berlalu dengan cepat dan sore ini aku mempersiapkan diri untuk datang ke reunion sekolah Yuri. Baju sudah terpasang, rambut sudah tertata rapi dan make up minimalis. Aku siap berangkat.

 

Pestanya tidak jauh dari apartemenku, cuma 10 menit dengan menggunakan taxi.  Tapi karena ini pesta Yuri aku tetap ngotot agar dia mau menjemputku. Ketika kami tiba di depan pintu, sudah ada sahabat laki – laki Yuri yang menyambut kami dan tampak sedikit terpesona dengan tampilan kami. Yuri memilih gaun berdada rendah dengan panjang hingga lutut. Tapi tidak seronok, “Kau cantik, silahkan masuk, disana ada anak dari sekolah kita yang juga datang,” menggandengku sambil menunjuk kearah kerumunan orang yang berdiri di tengah ruangan.  Aku sama sekali tak kenal mereka,tapi Yuri dengan baik hati mengenalkan ada Minwoo, Tan, Won, Eunsang, dan satu lagi seorang pria yang aku tidak tahu, mungkin saja itu teman dari salah satu mereka yang juga ikut datang menemani.

“Mau aku antar?” katanya sambil berjalan ke arah kerumunan. Aku rasa tadi itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan karena dia langsung saja mengantarkan aku kesana. Apakah pria yang tidak Yuri ketahui namanya ini, menganggapku sebagai teman masa SMAnya.

 

“Lihat siapa yang datang.” sorak Won kepada kami ketika kami datang. Mereka berusaha mengingat aku siapa. Aku tersenyum malu. Jelas, aku bukan bagian dari mereka.
“Oh my god, Won, dia Sooyoung. Choi Sooyoung. Sahabatku di segala situasi. Dan dia bukan bagian dari kita dimasa SMA dulu,” ucap Yuri sambil memelukku dan yang lain ikut memberikan pandangan senang bertemu denganku. Dan pria yang tidak aku kenalpun ikut memberi senyuman dan mengatakan hal yang sama.

Aku terdiam sejenak dan akhirnya dapat berkata, “Apakah aku mengenalmu?” ucapku pada pria itu. Dia tampak shock dan terdiam. Tapi akhirnya dia tersenyum dan bilang, “Kau lupa denganku Youngie?” tanyanya sambil menyipitkan mata seolah sedang menginterograsiku. Aku tercengang melihat pria ini, bagaimana dia bisa tahu panggilan akrabku, siapa pria maskulin, tinggi, putih, bersih dan tampan ini?

 
“Wow, bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun. Laki – laki frezer mengenalmu Soo- ahh.” ungkap Yuri. Aku berusaha mengingat siapa dia, dan dia berkata, “Aku Cho Kyuhyun, seniormu saat di sekolah dasar, 3 tingkat di atasmu.,” sambungnya frustasi. Aku terkejut dan sepersekian detik bertanya dalam hati apakah benar dia Cho Kyuhyun yang itu.Kyuhyun kutu buku berkaca mata yang selalu berusaha untuk menjadi peraih segala prestasi dan pria dengan kepintaran yang membuatku kagum dulu.
“Mianhae, aku benar – benar tidak ingat,” ucapku sambil membungku di hadapannya.

 

“Bukan masalah, lagipula itu sudah 15  tahun yang lau. Tapi, aku senang kau mau menyapaku,” sambutnya tulus sambil tersenyum.

 

***

 

 

 

Malam terasa begitu cepat, pesta berlangsung meriah dan saatnya acara kembang api sesuai dengan tradisi setiap kali reuni. Aku senang berada disini dan menikmati waktu bersama mereka teman lama Yuri yang mulai terlupakan. Mengenang masa ketika mereka bersama-sama berusaha untuk dapat lulus dari sekolah sampai mengingat-ingat siapa yang sering tertidur di setiap mata pelajaran, membuatku terbawa suasana yang menyenangkan bersama orang – orang yang tak kukenal ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, aku sudah beres-beres untuk pulang ke apartemenku. Yuri tak bisa mengantarkanku pulang karena dia ada acara dengan Won, mungkin Yuri akhirnya menemukan the real princenya.  Aku berjalan sendiri keluar dengan agak sedikit pusing karena tidak tidur semalaman ditambah lagi bau alcohol yang asing bagiku.
Tiba-tiba dipinggir jalan sambil menunggu taxi, ada yang menepuk pundakku dan aku pun merinding. Siapakah dia? Hantu kah? Atau pria mesum mabuk yang berkeliaran habis minum-minum di daerah sini. Bagaimana ini? Aku pun lari dengan sisa-sisa tenaga dan berhenti begitu mendengar namaku di teriakkan. Aku pun berbalik, kaget, malu tapi juga lega karena dia adalah Kyuhyun. Seharusnya tadi aku berbalik dulu memastikannya. Dia berlari kecil ke arahku, “Kau tinggal dimana? Sekarang masih sepi, tidak baik seorang wanita jalan sendiri,” ungkapnya.
 

“Aku tinggal tidak jauh dari sini dan lagi aku tidak jalan, aku tadi menunggu taxi dan tiba-tiba terkejut terus lari waktu kau menepuk pundakku,” sewotku. Dia tertawa dan minta maaf karena tidak memanggil namaku sehingga membuat aku takut.

“Mau aku antar pulang? Sebagai permohonan maaf karena membuatmu takut,” ujarnya

 

“Tak apa? Kyuhyun Oppa mengantarkanku?”

 

“Oppa?” Astaga sebutan apa yang kuberikan padanya, pasti dia risih dengan panggilan itu.

 

 

“Mianhae, sepertinya tak nyaman memanggil dengan sunbae. Tapi jika sebutan oppa kurang familiar, aku….”

 

“Siapa yang bilang tak boleh. Kau bisa memanggilku oppa jika itu membuatmu nyaman.” Dia tersenyum, dan aku harus mengakui bahwa dia sangat tampan.

 

“Ayo, mobilku di parkir disitu,” ucapnya sambil memegang tanganku. Ada aliran, yang susah untuk di ungkapkan, mulai mengalir di sepanjang tangan dan terus ke belakang punggungku dan ke pangkal pahaku. Belum pernah sebelumnya aku mengalami ini, walaupun aku sering bergandengan dengan pasien laki – lakiku. Tangannya terasa hangat, melindungi dan aku merasa nyaman di genggamannya. Mungkinkah dia the real prince yang aku cari? Dan seketika wajahku merona. Untung saja gelap, jadi dia tidak menyadari perubahan warna wajahku.

 
Dia berhenti dan melepas tanganku, rasanya aku tidak rela ketika dia melepasnya, “Silahkan masuk,” katanya sambil membuka pintu mobil, yang baru aku tahu kalau mobilnya adalah mobil sport merah yang sempat aku lihat di depan rumah sebelum aku masuk tadi. Aku masuk kedalam, dia menutup pintunya dan berlari ke arah sebelah, membuka pintu serta mengemudikan mobilnya. Aku menunjukkan arah dan waktu 10 menit sungguh tidak terasa ketika akhirnya sampai di depan apartemenku. Aku sangat bahagia di antar olehnya dan getaran aneh di dalam diriku menginginkannya untuk menghabiskan waktu bersamaku lebih lama.

 

 

“Gomawo, sudah mengantarkanku hingga sampai dengan selamat”

 

“Oh, Youngi ahh?”

 

“Nde?” Aku menatap mata sempurnanya,

 

“Bolehkah aku memanggilmu seperti itu?”

 

“Astaga! Bukankah di acara tadi oppa juga memanggilku Youngie. Bukan masalah oppa memanggilku seperti itu.”

 

“Eo, boleh..”

 

“Nde?”

 

“Boleh, kupinjam ponselmu?” Aku mengerutkan kening mendengar permintaannya barusan, ponsel? Bukankah tadi dia membawa ponsel juga. Karena tidak ingin dianggap pelit, kusodorkan ponsel milikku.

 

Aku tidak tahu apa yang dia ketik, pesankah atau…

 

“Igo!..sepertinya ini sudah terlalu malam bahkan hampir pagi. Kurasa akan sangat kurang ajar mengajak seorang dokter spesialis yang sibuk, mengobrol di tengah jadwal nya yang sibuk…aku pulang dulu …!”

 

“Eoh, hati – hati Oppa!”

 

Belum sempat aku berbalik, Kyuhyun oppa sudah menarikku dalam dekapannnya dan Aku terkejut, bibirnya lembut, panas, penuh nafsu dan menuntut aku untuk membalasnya. Aku meletakkan tanganku di bahunya dan mulai membalas ciumannya dengan sama sekali tak berpengalaman, tidak peduli kalau dia adalah kakak kelasku semasa sekolah. Lidahnya mulai mengeksplorasi bagian dalam mulutku, dan aku mengerang.

 

 

Tiba Kyuhyun oppa menjauhkan wajahnya dariku yang otomatis menghentikan French kiss kami. Nafasku masih memburu, detak jantungku berpacu begitu capat dan aku menyadari bahwa ini adalah first kissku.

 

Tangannya terulur membelai pipiku dan membisikkan kata – kata terindah yang entah bagaimana terasa romantis di jiwaku.

 

 

“Jaljayo, Youngi!”

 

 

Aku tidak dapat menghentikan aksinya ketika sekali dia mengecup keningku.

 

 

***

 

 

 

Kujatuhkan badanku yang letih ini diranjang tercintaku.

 

Drrt….Drrrt…Drrt….Drrt………..

 

Kurasakan getaran ditas pestaku, siapa yang mengirim pesan pagi buta begini. Kubuka screen lock smartphoneku,

 

 

Aku harap kau belum tidur dan aku juga berharap ini bukan pertemuan pertama kita setelah 15 tahun bertemu dan pertemuan terakhir kita. Ciuman tadi, kuharap kau mau memikirkannya.. Jalja!!!!!!!!!

 

 

Cho Kyuhyun

 

Entah kenapa sudut bibirku membentuk senyuman dengan sendirinya, memikirkan ciuman tadi? Bahkan rasanya hingga sekarang masih sangat terasa…. Astaga!!

 

Mungkin malam ini aku akan sulit tidur, tapi kurasa lebih baik aku segera tidur dan berharap laki – laki bertitle Cho Kyuhyun itu masuk ke dalam mimpiku.

 

 

Apakah aku jatuh cinta? Oh Tuhan tidak, hanya karena satu malam tidak mungkin aku memiliki perasaan ini

 

 

 

 

***

 

 

 

Satu bulan kemudian..

 

 

Aku melamun di kamarku, perasaanku mengenai apakah aku jatuh cinta pada Kyuhyun oppa terus menghatuiku. Kemudian perasaan-persaan lain ikut menggangguku. Beberapa minggu terakhir Kyuhyun oppa tak pernah menghubungiku. Ada pesan masuk dari handphoneku yang menyadarkan aku dari lamunanku. Aku mengambil handphoneku dan mengeceknya. Itu dari Kyuhyun oppa. Jantungku langsung berdebar kencang.

 

From: Cho Kyuhyun

 

To: Choi Sooyoung

 

Kuharap kau belum tidur. Aku memilki 2 undangan jamuan di salah satu acara yang mengharuskanku bersama pasangan. Aku berpikir hanya kau wanita yang dekat denganku. Jadi Youngie, maukah kau menghabiskan sabtu malam bersamaku?

 

Butuh waktu lama untuk mencerna kata demi kata dari pesan Kyuhyun oppa, tadi dia mengatakan hanya aku wanita yang dekat dengannya?

 

 

Itu berarti?…..tidak..tidak….

 

Dengan gemetar aku mengetik balasan.

From: Choi Sooyoung
To: Cho Kyuhyun

 

 

 

Sabtu malam? Sepertinya aku tak ada alasan untuk menolaknya.
Aku menekan tombol kirim, tak berselang lama ponselku bergetar..

 


From: Cho Kyuhyun

 

To: Choi Sooyoung

 

Geure, aku akan menjemputmu pukul 8 malam. Selamat malam dan impikan aku!

 

Jantungku berdebar tak jelas seperti ini, astaga aku bisa masuk rumah sakit jika seperti ini terus.

 

 

 

***

 

 

 

Entah kenapa perguliran hari terasa cepat, dan sekarang tinggal menunggu 25 menit lagi tepat pukul 8 malam, aku sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Aku sudah menanyakan tema apa acara ini agar nantinya aku tidak salah kostum, akan sangat memalukan jika pergi dengan seorang CEO muda dengan kostum aneh..

 

Gaun malam dengan design Plain Red Dress tanpa lengan dengan panjang hingga mata kaki ditambah highheels berwana merah senada dengan gaunku tatanan rambut sederhana dan make up yang tak menyakitkan mata. Berulang kali aku memberi stimulus positif bahwa ini sudah lebih dari cukup tapi, entah mengapa aku merasa ada yang kurang saja.

 

Apalagi membayangkan reaksi Kyuhyun Oppa nantinya,

 

 

 

Teet…teet…teet…teet.

 

 

Apa itu Kyuhyun oppa, aku segera beranjak dari tempatku dudukku.

 

Aku melihat ke layar intercom, dan benar saja itu Kyuhyun oppa, aku tidak bisa menebak reaksi apa yang akan dia tunjukkan atas penampilanku.

 

“Oppa sudah datang?” aku dapat melihat keterkejutannya ketika menatapku, begitu anehkah diriku? Hingga membuatnya terkejut seperti itu.

“Ekhem..aku pikir akan jauh lebih baik jika aku pergi ke rumahmu lebih cepat. Hanya memastikan, kau jadi atau tidak.”

 

“Eo, ah! Hampir lupa. Masuk oppa!”

 

Aku nerjalan mendahuluinya, aku dapat merasakan dia menatapku jauh lebih intens dari sebelumnya.

“Kita berangkat sekarang atau 10 menit lagi seperti rencana kita.”

 

Aku mempersilahkannya duduk, dan mengatakan hal yang ingin kutanyakan.

“Kita berangkat 10 menit lagi. Aku masih ingin menikmati suasana apartementmu.” Aku tidak ingin bertanya lebih lanjut, jadi kuputuskan kembali ke kamar menyempurnakan penampilanku. Tunggu! Kenapa Kyuhyun oppa tidak berkomentar sama sekali, tapi yasudahlah………….

 

 

 

 

***

 

 

 

Hanya keheningan yang ada di mobil sport berwarna merah ini, aku maupun Kyuhyun oppa kami berdua sepertinya betah dengan kondisi ini walaupun sejujurnya tidak. Aku ingin  mencairkan suasana tapi tidak tahu apa yang harus kulakukan.

 

 

“Kau tak nyaman dengan gaunmu?” Akhirnya dia bersuara juga.

 

“Anio, gwenchana oppa!”

 

 

“Kupikir kau tak nyaman. Melihat kau hanya meremas gaunmu sedari tadi…Tak usah tegang orang – orang disana mungkin asing dimatamu, tapi mereka takkan pernah menunjukkan rasa kesalnya kepadamu asal kau selalu berada di dekatku. Arasso!”

 

“Eo,..Oppa?”

 

“Mmhp”

 

“Menurutmu apa tak masalah mengajakku. Bukannya minder, oppa tahu aku bahkan tak mengerti masalah bisnis.” Aku tak berbohong akan pertanyaan dan pernyataan ku barusan.

 

“Sudah kukatakan, kau tak usah berpikir hal lain. Cukup rileks di pesta nanti.”

 

Seakan mendapatkan jalan buntu, aku bingung apa yang harusku obrolkan dengannya….aku tak suka suasana seperti ini.

 

“Kau cantik.”

 

“Nde?”

 

Aku seperti mendengarnya berucap sesuatu,

“Ani, aku hanya mengatakan gaun yang kau kenakan bagus. Itu saja!”

 

Sepertinya bukan itu yang ku dengar, aku seperti mendengar dia mengatakan a…ak.aku…aish!

 

 

 

 

***

 

 

 

Hanya keterpukauan yang bisa menggambarkan situasi diriku kali ini, aku tidak mengerti apakah karena diriku yang terlalu kampungan atau memang orang – orang disini yang terlalu luarbiasa, apalagi melihat reaksi beberapa gadis – gadis disini yang melihatku dengan pandangan horror itu. Aku sendiri juga masih bingung tentang apa yang membuat mereka kesal seperti itu. Mungkin karena aku bergandengan dengan eratdengan pangeran impian mereka. Demi Tuhan! Aku tidak minta kok…

 

Kyuhyum oppa sendiri yang menawarkan lengannya untuk ku apit sejak turun dari mobil dengan sambutan blitz – blitz milik wartawan itu. Apa yang bisa kulakukan, selain ikut dalam peran ini.

 

“Kau haus?” Kurasa lamunanku tadi, membuat Kyuhyun oppa berpikir aku lapar atau haus. Karena dengan tanpa sengaja pandangan mataku seolah – olah terpaku pada jejeran minuman mahal dan makanan yang tampak menggodaku itu.

 

“Anio, nanti jika aku haus aku pasti mengambil minuman sendiri, Oppa!”

 

“Tetaplah di dalam penjagaanku.”

 

“Arra, lagipula aku sedikit takut melihat tatapan lapar yang ditunjukkan gadis – gadis itu. Seolah – olah ingin memakanku…”
“Dasar!”

 

Astaga apa yang Kyuhyun oppa lakukan !

 

“Jangan mengacak – ngacak rambutku..” Sungutku kesal, sebenarnya ini alibiku. Diperlakukan seperti itu membuatku tak bisa menutupi debaran jantungku yang menggila.

 

“Kau lucu”

 

“Mwo?”

 

Astaga senyumannya!!!!!!! Lututku menjadi begitu lemas, Oh My God!!!!!

 

 

 

***

 

 

 

Diawal – awal acara memang menarik, tapi lama – kelamaan terasa jenuh. Aku harus kesana-kesini membuatku bertemu dengan orang – orang asing yang tak kukenal…

Apalagi mereka selalu menanyakan hal yang sama

 

“Siapa dia Presdir Cho? Tunangan anda kah?”

 

Atau

 

“Jadi ini, kekasih yang selama ini anda sembunyikan. Selamat ya Presdir Cho”

 

 

Dan anehnya, Kyuhyun oppa hanya menjawab dengan senyuman uniknya itu…

 

Sudah 2,5 jam aku disini, menghabiskan lebih dari dua gelas juice dan beberapa potong kue… Aku rindu ranjangku

Aku menoleh kearah Kyuhyun oppa ketika kurasakan dia sedikit meremas genggamannya di tanganku,

 

“Kau lelah, kita bisa pulang jika kau memang jenuh dengan pesta ini..”

 

“Gwenchana oppa, akan sangat tidak sopan kalau kita pulang lebih cepat. Lagipula orang – orang akan beranggapan aneh jika kita pulang lebih dulu..” Semoga senyumanku ini masih ampuh Tuhan…

 

 

 

 

 

 

***

 

“Kau lelah?”

“Mmmh”

 

 

Kami memutuskan mengakhiri acara besar ini lebih cepat, banyak orang yang menanyakan alasan kami pulang lebih cepat, untung Kyuhyun oppa dengan setianya mengcover diriku…

 

“Kau mengantuk atau..?”

“Bukan, aku sudah biasa begadang maksudku oppa tentu tahu..” Kulihat dia menganggukan kepalanya, cerita kuteruskan….

 

“Aku hanya sensitive terhadap bau alcohol dan wine seperti itu. Anehnya aku tak pernah bermasalah dengan bau alcohol dan obat – obatan rumah sakit.”

 

 

“Eo,”

 

 

 

***

 

 

 

Kyuhyun oppa dan aku  kini berdiri di depan pintu apartemenku

“Aku tidak pernah berada di acara seperti tadi,” ujarku. Entah kenapa suasana jadi begitu canggung sekarang.

“Terimakasih. Kau bisa masuk.”

Aku mengusap sisi kanan leherku, hal ini benar – benar menunjukkan aku begitu gugup berada dekat dengan Kyuhyun oppa.

 

Hening

Kyuhyun oppa memperhatikanku dari sudut matanya bagaimana diriku menggigiti kuku jempol sambil menatap sepasang sepatu hak tinggi yang ku kenakan. Kadang aku akan mencubiti bibir bawahku, lalu menggigiti lagi kuku jempolku.

“You—”

“Ya?”

Kyuhyun  oppa tertawa, astaga malunya diriku.

“Kau tak berpikir untuk mengajakku bertamu atau sekedar mampir.”

“Mwo???”

Tuhan sadarkan aku!!!

“Waeyo,Youngie?”

Astaga dia Tanya kenapa???

“Aneh saja..oops!”

“Aneh?”

Terkutuklah mulut besarmu, Choi!!!!

“Maksudku ini seperti bukan gaya oppa.?”

“Memang gayaku seperti apa?”

Tuhkan benar, ….

 

“Sudahlah aku kalah. Oppa paling tahu bagaimana membuatku mati kutu.” Paparku dengan nada sedikit tinggi untuk menunjukan padanya bahwa aku tidak terintimidasi oleh sosoknya.

 

“Tidak, Sooyoung-ahh. Aku senang kau mengerti dan paham akan tabiatku.”

 

Aku berpikir keras, mencerna setiap kata yang dia ucapkan. Mungkin memiliki arti yang lebih mendalam.

 

 

“Maukah kau datang ke rumahku besok malam? Aku tidak akan melakukan hal yang menakutimu…Aku janji…hanya makan malam bersamaku…Aku akan memasakkan makanan yang paling lezat untukmu.”ujarnya lembut sambil mengangkat daguku dan mengelus pipiku.

Aku hanya diam dan berpikir keras. Maukah aku datang? Apa yang akan terjadi nanti?

Dia sadar akan keraguanku dan memeluk tubuhku.

“Please…jangan buat aku memohon Sooyoung-ahh…anggap saja ini permintaan maafku, karena membuatmu bosan dipesta tadi.”

Aku menghembuskan nafas yang sedari tadi kutahan dan kutatap matanya.

 

“Oke.”

 

 

 

***

 

 

 

Rumahnya bergaya minimalis tetapi tampak sangat megah,aku melangkah mendekati pintu dan mulai memencet bel. Seketika itu juga pintu terbuka, dan Kyuhyun oppa berdiri di hadapanku dengan memakai celemek yang membuatku tidak bisa menahan tawaku.

“Oke jadi sekarang kau menganggap aku lucu?” Katanya dengan seringai di wajahnya.

“Aku tidak mengeluh oppa, kau tampak seksi.”

Matanya menggelap dan aku sadar bahwa aku tidak berkata yang seharusnya.buru-buru aku masuk dan melihat pemandangan fantastis di dalam. Meja yang tertata rapi dengan makanan yang tampak lezat dan berbau harum, di tengah meja terdapat lilin juga bunga yang membuat terlihat amat romantis.

“Aku tidak tahu bahwa sunbaeku adalah pria yang romantis.” guyonku dengan tertawa kecil.

“Sooyoung… Aku hanya seorang laki-laki yang tertarik dengan wanita manis dihadapanku. Dan sudah kuingatkan berkali kali panggil aku oppa.”

Mataku mengerjap berkali-kali dan aku duduk di kursi yang disodorkan olehnya.

“Oke Oppa…begitukah?”

 

 

Senyum lebar terlihat di wajahnya membuat dia terlihat seperti remaja. Kami pun mulai makan dan masakannya yang lezat membuat nafsu makanku meningkat.

“Aku senang melihat kau menyukai makananku.”ucapnya lembut sambil menatapku dan tersenyum.

“Sulit untuk menahan diri ketika masakanmu selezat ini…oh iya di mana keluargamu oppa?”

Kyuhyun oppa tampak diam.

“Keluargaku mereka semua di Amerika…mereka tinggal di salah satu kota di New York. Aku tinggal disini sendiri.”

Seketika aku merasa bersalah dan sedih berpikir tentang Kyuhyun oppa yang mengurus dirinya sendiri. Pasti sangat kesepian dirumah sebesar ini.

“Sudahlah, lagipula aku tak terlalu kesepian. Jadi tetap rileks dan makan makananmu.” Jawabnya dengan senyum kecil sambil mengelus pergelangan tanganku.

“Kenapa kau tidak menikah? Bukankah dengan begitu kau tidak akan merasa kesepian di rumah sebesar ini?” tanyaku dengan rasa ingin tahu yang besar, walaupun sejujurnya aku ragu dengan apa yang dia jawab nanti.

Kyuhyun oppa menghembuskan nafas dan mulai membereskan meja dengan piring-piring yang telah kosong. Dia  menaruhnya di dapur dan mulai mencuci tangan.

 
“Aku tidak kesepian Youngi…keadaan seperti ini sudah menjadi sesuatu yang biasa untukku. Dan soal menikah aku tidak pernah berpikir ke hal itu sebelum….”

Tiba-tiba dia terdiam dan berbalik menatapku. Aku mulai berdiri dan melangkah mendekatinya. Saat ini aku benar-benar ingin memeluknya dan menciumi tubuhnya, merasakan kehangatannya.

“Sebelum apa?” ujarku hati hati dan menatap tepat dimatanya.

“Sebelum aku bertemu denganmu…”

Hatiku terasa meleleh dan terkejut karena tidak pernah menyangka bahwa pria yang selama ini kuidamkan, yang membuatku berpikir tidak pernah akan tertarik denganku bilang berpikir untuk menikah denganku? Mungkin saat ini kegembiraanku lebih dari aku lulus ujian atau memenangkan lotre dan berhasil untuk menjalankan operasi untuk kali pertama. Aku membelai rambutnya dan mencium lembut bibirnya. Matanya tampak menggelap tetapi rahangnya mengeras yang aku tahu dia berusaha untuk menahan diri.

 

Lengannya yang terasa kokoh itu membalut tubuhku, begitu erat sampai aku tak bisa bernafas, ini sangat memabukan dengan campuran aroma tubuhnya, tatapan mata elangnya menatap lekat di mataku, seolah ada magnet disana yang mengharuskanku untuk tetap melakukan hal dengannya. Kedua tanganku dibawa melingkar ke atas lehernya sampai aku tak sengaja menyentuh rambut coklatnya yang begitu lembut dan sangat ingin kuremas berlama-lama. Manusia seperti apa dia ini? Apakah dia sungguh nyata atau aku hanya sedang bermimpi mengingat aku tak mungkin berada di tempat ini, alunan music waltz memandu kami untuk tetap menikmati apa yang tercipta. Aku tidak tahu bagaimana bisa kami sudah berada di ruang tamu dengan music dansa seperti itu.

 

“Kau pernah berpacaran?”

“Tidak,maksudku sejak mengalami kegagalan hati di masa remajaku aku sedikit mengalami masa traumatic.”

“Tak ingin mencari pasangan?”

“Mungkin nanti, entahlah aku tidak tahu.”

 

Hening

 

 

“Oppa?” tanyaku ragu bagaimana situasi sekarang..

“Hmmm…”

“Bisakah kita hentikan dansa ini. Kakiku mulai kram karena terlalu lama berdiri”

“Arra.”

 

 

“Dudukalah” Kyuhyun oppa mempersilahkan, “Kau tentu haus, aku akan mengambil vodka atau kau mau mencoba wine yang diberikan klienku?” dengan gentleman ia menawarkan. Tapi aku tidak tahu otaku apa masih bisa bekerja setelah meminum keduanya. Vodka atau Wine????

 

“Wine, kupikir itu lebih baik.”

 

Tak berselang lama Kyuhyun datang dengan 2 gelas krystal di tangan kirinya dan sebotol minuman ditangan kanannya. Aku tidak tahu apa yang mungkin terjadi setelah aku meminum wine itu, mengingat toleransiku terhadap minuman beralkohol sangat rendah. Semoga aku tidak hangover nanti..

 

 

***

 

 

 

Sepertinya aku berada di dalam kamar yang begitu maskulin. Aku tahu ini bukan kamarku, lantas ini kamar siapa?. Kamar yang mewah dilihat dari set sofa yang ada di sebelah kiri dan TV plasma yang menempel pada di dinding di depan tempat tidur. Selain itu, kamar ini juga memiliki tempat meja kerja yang sepertinya terbuat dari kayu antic. Sebuah laptopberwarna putih terbuka di atas meja.

 

Kusisingkapkan selimut yang menutupi tubuhku, bermaksud untuk berdiri, tetapi kemudian kulihat bahwa aku tidak mengenakan apa-apa d bawah selimut ituselain bra dan celana dalamku. Buru-buru kutarik selimut itu hingga ke dagu. Sekali lagi aku mengintip ke dalam selimut untuk memastikan bahwa aku memang hanya mengenakan pakaian dalam. Pemandangan di bawah sana tidak berubah dari sepuluh detik yang lalu dan untuk dua kalinya pagi itu, aku menggeram. Tempat tidur yang kutiduri berukuran King dan masih terlihat cukup rapi, meskipun keempat bantal extra besar yang ada di atasnya terlihat sudah ditiduri. Aku mencoba-coba mengingat apa yang telah kulakukan semalam. Hangover, seperinya aku terlalu banyak meminum alcohol semala. Tapi, siapa teman minumku?

 

Ya Tuhan….jadi ini kamar siapa?.Tiba-tiba aku menyadari bahwa ada suara shower yang sedang dihidupkan. Itu berarti aku tidak sendiri dikamar maskulin ini. Aku mencoba menenangkan rasa panic yang muncul kepermukaan. Perlahan-lahan aku bangun dari tempat tidur dan tanpa menghiraukan tubuhku yang telanjang aku mulai mengelilingi kamar ini untuk mencari pakaianku. Kutemukan mini dressku tersampir dipinggir sofa, aku segera mengenakannya sebelum kemudian mencari sepatuku.

 

Kutemukan sepatuku di bawah kursi meja kerja, pada saat itulah aku menyadari bahwa ada satu set sepatu laki-laki persis disebelah sepatuku. Aku harus menutup mulutku agar tidak meneriakkan keterkejutanku. Sepayu laki-laki!! Selama melakukan itu semua aku berpikir, apa yang telah kulakukan semalam, BERCINTA?

Tiba-tiba aku menyadari bahwa sudah tidak ada lagi bunyi shower. Aku langsung berlari menuju pintu keluar.

Aku baru saja berhasil membuka pintu itu ketika kudengar pintu kamar mandi di belakangku dibuka, disusul dengan suara berat yang hanya bisa dimiliki oleh laki-laki.

 

“Mau kemana buru-buru?”

 

Aku terpekik karena terkejut dan langsung memutar tubuhku dan harus menarik napas ketika berhadapan dengan dada paling bidang yang pernah kulihat sepanjang hidupku sebagai perempuan dewasa. Kemudian kjtarik mataku ke atas untuk menatap pemilik dada itu dan suhu tubuhku langsung naik sepuluh derajat.

 

“Kyu..Hyun..Op..pa?” ucapku terbata-bata karena aku baru menyadari bahwa laki-laki ini telanjang kecuali handuk putih yang tergantung rendah pada pinggulnya.

“Kau mau pergi kemana akhir pekan pagi ini? Otakku beku sehingga tidak ada satu katapun yang telintas di dalam pikiranku. Semua pertanyaan yang ingin ku lontarkan tiba-tiba semuanya menguap, raib entah kemana.

 

“Kenapa aku ada disini?”

“Kau lupa?” tanyanya sambil bertolk pinggang, tanpa memedulikan diriku yang masih berdiri dihadapannya Kyuhyun oppa mengenakan kaus putih dan aku harus menutup mataku ketika dia melepaskan handuk yang mengelilingi pinggulnya. Tetapi ketika aku mengintip dia ternyata sudah mengenakan celana dalam jenis boxer-briefs berwarna hitam di bawah handuk itu. Aku mencoba menahan diri agar tidak mendengus karena menyadari kekonyolanku yang sudah berpikir terlalu jauh. Kemudian Kyuhyun oppa menarik jins yang digantung di dalam lemari sebelum mengenakannya.

 

 

89 thoughts on “[Twoshot] You Belong With Me (1/2)

  1. KNIGHT says:

    entah kenapa gua jatuh cinta pada pandangan pertama sama ff ini e.e
    keren , kebawa suasana gua T.T
    kyuyoung keren (y)
    next secepatnya, kalo bisa jangan 2 part aja :’)

  2. kyuusoo says:

    Apa soo dan kyu cuma tidur bareng ato sampe making love???
    penasaran bakal gimana hubungan mereka nanti
    d tunggu loh

  3. DianAyuni says:

    wah kyu masih inget aj uda 15th..
    ya ampun mrk cuman tidur breng g sampe making love kan???
    kyaaa buruan dilanjut thor^^

  4. Winny says:

    Di bagian akhir sedikit mirip sama salah satu part dalam novel aliazalea ya? Apakah memang terinsipirasi dari novel itu? .. tapi ditunggu next partnya ya.. ide ceritanya cukup menarik

  5. gita says:

    Penasaran bngtt
    Apa bener kyuyoung ngelakuin ‘itu’?
    Wahh gk nyangka ternyata kyu itu sunbae soo di sd..
    Baru jga ketemuan si kyu udh langsung nyium soo aja
    Kyu kyknya protective bngt sma soo dan kyknya dy udh tau tentang soo slama ini..
    Smoga kyuyoung cpt jadian
    Ditunggu next.a jangn lama” yaa

  6. Ola says:

    Romantis banget…
    Tpi.. Tpi… Knpa pas diakhir bgitu😦
    Kyu ???? Ap yg kau lakukan -_-
    Next ditunggu banget loh… Pake bgt
    n jgn lama”😉

  7. Choi jaehyun says:

    Aku bingung harus comen apa di fic ini..
    Hanya satu yg bisa ku katakan DAEBAK..
    Ditunggu next partnya chingu..
    Kalau bisa secepatnya ya..
    He..he..

  8. Kang Yong Ae says:

    aku udah baca ini di grup fb tapi tak baca lagi. penasaran, sepertinya kyu ga nglakuin itu deh. ah aku sotoy. ceritanya ringan tp bikin geregetann.
    next part ditunggu

  9. sie says:

    annyeong,…
    wah..wah..wah…, hubungan absurd ini harus segera diperjelas, aigoo uri kyuyoung lekaslah menikah hahaha…
    authornim nakal…, bikin para readers penasaran akut,…
    selembut irama walzt mengalun, kira2 sprti itulah menikmati membaca ff ini, gomawo

  10. shintaknight says:

    kyuppa baru ketemu setelah sekian lama udah nyium aja,tapi sukaaaaaaaa sih hehehe
    ..
    wiiih penasaran nih sama kelanjutannya,kira” apa tuh yg dilakuin sm kyuppa sampe soo bangun” cm pake pakaian dalam..
    hmm kelanjutannya jgn lama” please ^^

  11. soobeautifulchoi says:

    Wah, mkin pnsaran sma crta slnjutnya
    ap yah yg mrka dua lakuin? Mdahan mrka dua jdian!😀
    Update soon please!

  12. kyu yg kelewat agresif(?) sama soo & soo yg keliatan terlalu polos didpn kyu .__. kalo ternyata terjadi sesuatu sama mereka malamnya wah… tp mgkn jg nggak terjadi apa2 sih .__.

  13. iis mulyati says:

    Omona!! Mereka beneran ngelakuin ‘itu’ kah? Penasaran sama kelanjutannya dipercepat ya authornim. Ditunggu & Hwaiting!!^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s