[Oneshot] Him

HIM

Title : Him

Author : S. Cha

Leght : Oneshoot

Genre : Sad Romance (?) but i think fail

FF ini terinspirasi dari kisah nyata author yang kemudian author tuang dalam karya tulis yang acak-acakan ini. Karena jujur ini FF pertama yang author buat. So, maaf kalau ga dapet feelnya. Happy reading all.. ^^

You know, i can’t take one more step towards you

Cause all that’s waiting is regret

And don’t you know i’m not your ghost anymore

I lost the love, i loved the most

The first love, kata orang hal yang paling sukar dilupakan bukan? Dan itu terjadi padaku. Aku tak dapat melupakan sedikitpun tentangnya. Bagaimana ia dengan begitu menawan tersenyum padaku, menggenggam tanganku, memeluk, bahkan mengambil first kiss milikku.

Semua masih terekam dengan jelas dimulai dari perkenalan kami yang agak konyol menurutku, sampai dengan perpisahan menyakitkan itu terjadi. Dimana dia, Cho Kyuhyun orang yang sangat aku cintai bermain dibelakangku dengan wanita yang mungkin lebih baik dariku selama 5 bulan di hubungan kami yang belum genap satu tahun berjalan kala itu.

Mungkin kalian menganggapku bodoh, atau bahkan idiot. Bagaimana bisa aku membiarkan mereka menjalin hubungan dibelakangku selama itu sementara aku mengetahuinya? Ya aku mengetahui mereka bermain dibelakangku, aku tahu bagaimana mereka merangkai indahnya jalinan cinta mereka. Namun apa yang harus kulakukan saat itu? Aku tak tahu. Aku terlalu takut melepaskannya. Aku terlalu mencintainya, hingga apapun yang ia lakukan aku akan selalu mendukungnya meskipun itu menyakitkanku. Berpura-pura tak mengetahui apapun tentang hubungan mereka. Tersenyum manis dihadapannya, dan bersikap seolah aku tak apa.

Semakin hari entah mengapa aku semakin rapuh. Ia semakin sulit untuk ku genggam. Ia semakin jauh, aku tak dapat lagi melangkah menggapainya. Dia yang dulu sangat sering memanjakanku perlahan mulai menghilang. Aku kehilangan sosok itu. Aku mulai menyalahkan diriku sendiri. Aku menyesal tak dapat seperti “dia” yang dicintainya. Mengapa aku tak bisa menjadi seperti “dia” yang bisa memikat hatinya? Mengapa aku tidak bisa seperti “dia” yang selalu ada difikirannya? Mengapa bukan aku yang menjadi nomor satu dihatinya? Mengapa harus “dia”?

Hingga perlahan aku mundur. Aku sadar aku tak sebanding dengan “dia” yang sangat dicintai kekasihku. Aku terlalu lemah menghadapi kenyataan bahwa ia tak pernah mencintaiku seperti halnya aku yang mencintainya. Hatiku hancur saat ia mengatakan bahwa dirinya lebih memilih “dia”. Duniaku seakan berhenti berputar. Nafasku tercekat. Rasa sesak itu menjulur begitu saja didadaku. Harusnya aku tak apa saat itu karna aku sudah mengetahui kenyataan bahwa aku tak berarti baginya. Tetapi mengapa aku masih merasa sakit??

Air mata itu dengan bodohnya mengalir. Seakan menunjukkan bahwa aku adalah makhluk terlemah didunia. Sungguh, aku tak dapat menahannya lagi. Aku melepaskannya. Aku kehilanganyya. Aku kehilangan cinta dari orang yang amat ku cintai.

Dear, it took so long just to feel alright

Remember how you put back the light in my eyes

I wish that t had missed the first time that we kissed

Cause you broke all your promises

And now you’re back

You don’t get me back

Kadang aku berfikir, pernahkah ia sedikit memikirkanku sedikit saja? Pernahkah ia merindukanku? Atau pernahkah namaku terlintas dibenaknya disekian ribu nama “dia”?? Dan aku yakin jawabannya adalah tidak.

Aku memendamnya sendiri. Bagaimana rasa sakit itu terus tumbuh saat dia benar-benar menghilang dari jangkauanku, aku tak dapat menceritakannya pada siapapun. Sungguh aku ingin melupakannya. Bahkan aku berharap terjadi benturan dikepalaku dan aku mendapatkan amnesia yang dapat menghapus semua tentangnya.  Terlalu menyakitkan bagiku saat satu persatu memori itu muncul bagaikan sebuah film dikepalaku.

Dan katakanlah aku manusia yang paling idiot sekali lagi, karna aku masih mencarinya. Aku sering menjadi stalkernya. Mencari segala informasi tentangnya dan “dia”. Melihat bagaimana bahagianya mereka berdua membuat luka itu kembali menganga. Berbagi canda tawa dengan jelasnya, bahkan mengumbar kemesraan yang tak pernah kami lakukan. Dan apa yang dapat ku lakukan setelah melihat mereka? Hanya senyum pahit yang tercetak diparasku.

Aku membencinya. Aku membencinya. Hal itu selalu ku tanamkan didalam kepalaku saat memori sialan itu mulai berputar lagi di kepalaku. Munafik memang mengatakannya. Karena sesakit apapun aku, aku akan tetap mencintainya.

Aku muak mengahadapi semuanya, muak pada diriku sendiri yang tak mampu mengendalikan perasaannku yang bertepuk sebelah tangan. Aku muak pada diriku sendiri yang tak mampu berhenti terobsesi padanya. Bukankah ia sangat jahat? Bukankah ia menyakitiku? Bukankah ia bermain dibelakangku? Bukankah ia tak pernah mencintaiku? Bukankah ia mengkhianati semua janji yang telah diucapkannya? Dan bukankah aku sudah mengetahui semuanya? Lalu mengapa aku tak dapat membencinya?

Dan sekarang ia berada dihadapanku. Tersenyum manis seolah tak pernah terjadi hal menyakitkan diantara kami. Tak tahukah kau hatiku menjerit sakit karenamu? Sunguh jika aku mampu mengatakannya maka aku akan berteriak didepannya. Menagis sejadi-jadinya mengadukan segala sakit yang kurasakan saat melihat mereka berdua.

Dia kembali, dekapan hangat itu kembali kurasakan. Namun dengan kondisi yang berbeda. Ia bukan milikku lagi. Dan kenyataan itu seolah menamparku. Menyadarkanku dari mimpi indah yang tak mungkin menjadi kenyataan dalam hidupku.

I learned to live half alive

And now you want me one more time

And who do you think you’re?

Running round leaving scars

Collecting your jar of hearts

And tearing love apart

Aku belajar bagaimana hidup tanpanya. Belajar mengabaikan rasa sakit itu. Belajar berjalan tanpa bayangannya. Belajar untuk terbiasa untuk melihat mereka hidup berdua. Dan belajar hidup dengan separuh nyawa. Membuang jauh perasaanku.

Tapi harus apa aku saat ia berada dihadapanku? Semua yang telah ku usahakan seakan sia-sia. Melihat ia tersakiti, melihat kondisi buruk yang ia perlihatkan padaku membuatku runtuh. Rasanya ingin ku rengkuh tubuhnya dan tak pernah ku lepaskan untuk selamanya. Air mataku dengan sendirinya mengalir menganak sungai saat ia mengadukan perasaannya padaku tentang “dia”. Tentang bagaimana “dia” marah karena ia tak dapat menemani dihari anniversary mereka, dimana ia merasa khawatir saat “dia” terjatuh sakit, dimana ia dengan tulusnya meminta maaf kepada “dia”, dan bagaimana ia merasa takut kehilangan “dia”. Tuhan, hatiku terasa dicabik-cabik. Ingin sekali aku menamparnya dan mengatakan bahwa semua yang ia adukan padaku adalah semua yang pernah aku rasakan. Namun sekali lagi aku tak bisa melakukannya, bahkan ia kurengkuh dalam pelukanku dan mengatakan padanya agar tak menyakiti “dia”. Munafik bukan?

Saat semua kembali normal, ia mulai menghilang. Kembali kepelukan “dia” yang ia cinta. Dan aku, apa yang aku lakukan? Menangisinya? Tidak! Air mataku sudah habis. Aku hanya dapat tersenyum kecut dan meyakinkan diriku sendiri bahwa aku tak apa. Sungguh, meskipun sebenarnya aku sangat terluka. Bukankah sebenarnya aku memiliki kesempatan untuk merebutnya kembali? Saat ia datang mengadu, bukankah saat itu adalah saat yang tepat untuk merebutnya dari “dia”? Namun tidak. Aku bukan “dia” yang akan merebut kekasih orang lain. Aku tidak ingin menjadi wanita seperti “dia” yang merebut ia dariku. Aku hanya akan menjadi aku yang sekarang, menjadi wanita yang tak pernah bisa melupakannya dan menjadi stalker sejati dibelakangnya seperti bayangan. Aku akan menjadi orang yang siap mendengar segala keluh kesahnya tentang “dia”. Dan aku akan menjadi wanita yang selamanya akan mencintainya meskipun akan ada pria lain dikehidupanku nanti.

46 thoughts on “[Oneshot] Him

  1. safitri agustina says:

    kurang lebih cerita nya mirip kehidupan pribadi ku haha :’v
    tpi beda nya disini KY udah pacaran nah aku ? gantung *curcol
    keren cerita nya (y)

  2. Jannah says:

    thor, cerita ini juga aku alamin
    ff ini sama persis banget
    aku sukaaa banget sama ffnya.
    ditunggu sequelnya yaa, hwaiting!!

  3. mutya says:

    Kasian soo eonni T_T kyuppa jahat banget sampai harus selingkuh di belakang soo eonni ><
    Pokoknya ditunggu deh ff lainnya thor ^^

  4. summerie says:

    Trust me thor, rasa sakit mu akan tergantikan dgn limpahan cinta yg tak pernah terbayangkan. Dan itu bukan dari dia. Bkn dari lelaki kurang ajar yg menodai cinta. Aku suka ceritanya, simple dan penuh pesan bnget. Mangat thor!

  5. met says:

    Ini kisah author y?be patient thor
    Cwok kayak gitu tuh g ush di peduliin buat sedih aj yg ad *maap keikut emosi -_-
    Ngomong” ff nya daebak lo😀

  6. Sebenarnya cerita ini juga pernah Anita alami. Dulu, Anita dan him LDR dan akhirnya dia punya seseorang lagi saat kami masih menjalin hubungan dan itu juga merupakan first love-ku. Hanya saja bedanya dia tak pernah kembali ataupun berkeluh kesah padaku.

    Awalnya memang menyedihkan. Tapi semua akan baik-baik saja ke depannya. Jika ini cerita yang author alami, Anita yakin author dapat melupakannya. Salah satu buktinya adalah Anita, Anita dapat melupakan him. Tetap semangat author!

  7. ekana_13 says:

    Kalo ada cowok kayak gitu tuh bikin sakit disatu titik #nunjuk hati. Kisah nyata author sendiri? Sabar ya🙂
    Ffnya ngena banget!

  8. gita says:

    Duhhh ngena di hati..
    Cwok gk peka dn gk tau diri tuh kyk gini..
    Hemm.. Jadi kesel sndiri -__- #nahloh(?)
    Ditunggu ff slnjtnya

  9. Ola says:

    Sakitnya disitu -_-
    Thor nih kisah nyata ? Sabar yh🙂
    Keren… Tpi coba ada sequel yg buat happy end😀 *ngerayu
    ditunggu😉

  10. thyxoxo says:

    ini semacam curhat…
    tp tetap daebak, kisah mu sedih bingiiittt chingu u,u
    ohyaa, nama kamu sacha bukan?

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s