Holding Your Heart

Kyu 14

Holding Your Heart

by Yamashita Yumi (@muthmay2499)

 

***

Ketika cinta kembali menyapa dan hatimu makin tak terkendali. Jalan satu-satunya adalah mengikuti alur cerita cinta tersebut dan menikmatinya.  -Y.Yumi

***

Angin musim panas berhembus pelan. Beberapa orang lebih memilih untuk berjalan-jalan di taman menikmati akhir pekan seperti ini untuk menyambut awal musim. Bersama dengan orang yang tersayang mereka. Bersenda gurau atau bermain dengan teman. Suatu pemandangan yang tak asing lagi terjadi di awal musim panas ini.

Choi Sooyoung menghela napas pendek. Dia menyenderkan kepalanya ke jendela kaca mobil van hitam yang sedang dia naiki. Baiklah! Sebenarnya, dia tidak pernah menyukai musim panas, meski nama inggrisnya adalah Summer. Gadis itu memiliki banyak kenangan pahit di musim panas. Membuatnya tidak begitu gembira menyambut awal musim paling ditunggu-tunggu hampir setiap orang ini.

Dia menoleh ke samping, melihat Jessica tampak bahagia memamerkan banyak kegiatan yang akan mereka lakukan di musim panas ini. Ya meski semuanya berujung pekerjaan. Bagi gadis 22 (umur internasional) tahun ini, semuanya terasa hampa. Dia memang memiliki banyak fans dan teman membernya tapi ada sesuatu yang hilang.

“Ya, Youngie. Kau mau ikut tidak?” Taeyeon menoleh ke Sooyoung, mendapati gadis itu tengah menatapnya tanpa semangat tak seperti biasanya. “Entahlah. Aku tidak yakin bisa ikut ke pantai.”

Aigo, eonni! Ayolah! Tidak akan seru jika tanpamu.” Seohyun menyembulkan kepalanya dari belakang.

“Aku tidak janji.”

Mereka adalah entertaint dibawah naungan SM Entertaiment. Sebuah girl group yang debut tahun 2009-an, yang bernama Shi Nyo Shi Dae (SNSD) atau Girl’s Generation. Tahun ini mereka sedang berada di puncak ketenaran karena baru saja mengeluarkan album terbaru.

Sooyoung lagi-lagi hanya tersenyum lemah saat mereka semua tidak berhenti untuk mengajaknya ke pantai untuk melepas penat pekerjaan selama ini. Tapi dia tetap pada pendiriannya. Pulang ke rumah ataupun menikmati kesendirian di dorm sembari makan makanan ringan –seperti musim panas sebelumnya.

***

Gamshamnida.”

Taeyeon, sang leader membungkuk hormat kepada penonton diikuti oleh member yang lain. Menutup penampilan mereka dengan sempuran sehingga dihadiahi tepuk tangan meriah dari para penonton.

“Demi apapun! Hari ini benar-benar panas.” Tiffany mengipasi dirinya dengan buku tipis yang dia temukan tak jauh dari tasnya. Air Keringat bisa terlihat dari pelipis member Girl’s Generation tersebut.

Majayo. Aku butuh minum.” Sunny kelabakan mencari keberadaan botol air mineral miliknya. Sedangkan member lain, sibuk dengan dunianya sendiri.

Sooyoung hanya diam sambil memandangi botol air mineral miliknya. Tak peduli dengan keringatnya yang masih bercucuran. Gadis itu mengocok pelan botol air mineral yang tinggal separuh, membuat air yang di dalamnya ikut bergerak sesuai arah sentuhan.

“Kengapa juga dia tak kunjung menghubungiku, hem?”

Sooyoung masih bertanya-tanya sendiri. Air dalam botolnya sudah menjadi keruh akibat teralu lama dia kocok. Membuat air itu tak bisa diminum karena mengandung racun. Mau tak mau Sooyoung membuangnya ke tempat sampah. Dia sedang menunggu kabar dari sahabatnya yang konon tengah mempersiapkan jalan-jalan menarik untuk mengubur kenangan pahit Sooyoung.

Sebuah ponsel putih dengan gantungan boneka keropi hadiah dari Seohyun tersodor di depan wajahnya. Dia sangat hafal ini ponsel siapa. Ponsel miliknya.

“Ada pesan dari Mr.Shim.”

Seohyun memberikannya dengan senyum menggoda. Sooyoung hanya membalasnya dengan tatapan datar. Setelah merasakan aura yang kurang baik keluar dari Sooyoung. Seohyun hanya tertawa kikuk dan segera menjauh. Berlama-lama di situ, hanya akan membuatnya terkena bahaya.

From   : Mr. Shim

Bisakah nanti malam kita bertemu? Aku akan mengajakmu ke Sungai Han.

Mata Sooyoung langsung berbinar ketika membaca sederet kalimat tersebut. Tangannya dengan cepat mengetik balasan bahwa dia menyetujui ide sahabatnya itu.

Aku akan bersenang-senang. Welcome To Summer.

***

“Menunggu seseorang?”

Sooyoung menoleh ke sumber suara. Dia menatap aneh, lelaki yang sedang menarik kursi di hadapannya dan duduk di sana. Bukan hanya karena prilaku yang seenak jidat lelaki itu saja, tapi pakaian yang dipakainya juga sedikit. .. eum mencurigakan?

Nuguya?” tanya Sooyoung ragu.

Lelaki yang memakai topi serta syal hitam yang hampir menutupi seluruh wajahnya itu, sama sekali tak mengindahkan ucapan Sooyoung. Dia malah mengangkat tangannya dan memanggil pelayan.

“Satu Mocacinno,” ucapnya pada seorang pelayan namja di Tous Les Jours Café.

Nde. Silakan menunggu,” ucap pelayan itu.

Lelaki itu menatap Sooyoung dengan smirknya, meski Sooyoung tak tahu itu. Sedangkan ekspresi yang di tunjukan Sooyoung masih sama. Dia masih menatap lelaki itu aneh. Siapa gerangan lelaki ini? Pikir Sooyoung. Dia membenarkan rambutnya dengan menyimpan beberapa helai rambutnya ke belakang daun telinga kanannya. Wajahnya menunjukan ketidaksukaan pada lelaki yang tengah memandang jalanan dengan santainya.

Nuguya?” tanya Sooyoung sekali lagi. Hanya saja dengan intonasi yang digunakan berbeda –Sedikit kesal.

Lelaki itu membuka mulutnya ingin menjawab. Dia kembali mengatupkan kedua bibirnya, ketika pelayan datang lagi membawa pesanan miliknya.

“Silakan dinikmati,”ucap si pelayan.

Gamshamnida,” balas seadanya lelaki yang duduk dihadapan Sooyoung.

Pelayan itu membungkuk singkat dan kembali bekerja. Sooyoung hanya menganggukan kepala. Menghormati sang pelayan. Setelah itu dia kembali menatap lelaki yang duduk di depannya. Yang sedang meminum mocacinno-nya.

Nuguya?” sekali lagi Sooyoung menanyakan kata yang sama pada lelaki di hadapannya.

Terdengar helaan nafas sebal dari lelaki itu. Dia menaruh cangkir kopinya, lalu memandang Sooyoung. “ Kau tak kenal aku, Choi Sooyoung?”

Sooyoung tahu betul bahwa lelaki yang sedang berbicara dengannya ini bukan orang yang ingin dia temui, Changmin. Tapi rasanya dia pernah kenal suara bass milik lelaki ini.

Karena tak dapat respon apa-apa dari Sooyoung. Akhirnya lelaki itu, membuka syal hitam miliknya. Memperlihatkan wajah putih pucatnya dan pipi chubby miliknya. Serta ekspresi muka datar yang selalu dia tampilkan ketika dia sedang sebal menghadapi lawan bicaranya.

“Kyuhyun-ssi?” Sooyoung sedikit terkejut ketika melihat lelaki itu, “Untuk apa kau kemari?” Sooyoung bertanya lagi, setelah berhasil menguasai dirinya dari rasa terkejutnya tadi.

“Memangnya aku tak boleh ke sini?”tanyanya sambil melipat syal hitam miliknya.

“Ah! Bukan begitu maksudku, hanya saja. ..” Sooyoung memutar otaknya berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menyampaikan rasa penasaran dan ketidaksukaannya pada seseorang yang mengambil bangku Changmin. Setidaknya jika Changmin datang, namja itu akan duduk di hadapannya bukan?

“Kau heran, Kengapa aku yang duduk di sini? Bukannya Changmin, begitu?” Kyuhyun berusaha menyambungkan kalimat Sooyoung tadi. Anggukan setidaknya bukan respon yang salah untuk menanggapi omongan Kyuhyun.

“Changmin mendadak ada urusan tadi dan dia menyuruhku untuk datang ke sini.” Papar Kyuhyun.

Sooyoung hanya menganggukan kepalanya mengerti.

Mereka kembali diam. Sebenarnya keluar seperti ini cukup berbahaya mengingat mereka berdua adalah public figure, tapi memangnya masih ada fans atau sesaeng fans yang menguntit mereka saat waktu telah melewati pertengahan malam? Sepertinya para fans ataupun sesaeng fans tersebut, lebih memilih untuk menghabiskan waktunya di pulau kapuk mereka.

“Katanya, dia menjanjikanmu pergi. Pergi kemana?” tanya Kyuhyun.

Lelaki itu tak terlalu suka keadaan hening. Begitu pula Sooyoung. Hanya saja hubungan mereka tak terlalu dekat semenjak suatu kejadian yang membuat mereka menjauhi satu sama lain.

Sooyoung memusatkan diri pada Kyuhyun. Dia memikirkan jawaban yang akan dilontarkannya. Jika dia memberitahu, kemungkinan besar mereka akan pergi bersama. Tapi jika tidak memberitahu, kapan lagi dia bisa jalan-jalan. Sooyoung akhirnya menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan sunbaenim-nya itu.

“Han River.”

“Jangan memamerkan kemampuan bahasa inggrismu kepadaku. Aku tahu aku lemah dalam bidang itu,” ucap Kyuhyun.

Sooyoung tahu Kyuhyun hanya bercanda, tapi tetap saja. Omongannya termasuk pedas. Dia pernah membaca artikel. Kyuhyun sering berlatih berbicara pedas pada hyungdeul-nya, agar membiasakan diri untuk sebuah acara talk show. Sebegitu kerja kerasnya kah dia?

“Dan jangan memamerkan gaya omongan pedasmu. Aku juga bisa.” Tandas Sooyoung.

Kyuhyun terhenyak mendengar penuturan Sooyoung. Dia menatap tajam Sooyoung. Detik kemudian tawanya pecah. Sooyoung hanya memandang aneh lelaki dihadapannya.

“Ternyata kau benar-benar Evil Princess.” Kyuhyun tetap tertawa.

“Ya ya ya! Terserah kau saja, sunbaenim.” Gumam Sooyoung. Dia merasa kesal karena Kyuhyun menertawakannya.

“Aku mendengarnya, Youngie. Ah! Bolehkah aku memanggilmu begitu lagi?”

Nde.” Intonasi yang dikeluarkan Sooyoung masih terdengar ketus. Tak biasanya dia akan bersikap secara frontal tak menjaga imagenya di depan seseorang seperti ini. Apalagi orang itu adalah sunbaenim-nya sendiri.

“Bagaimana jika kita berjalan-jalan?”

Sooyoung tersenyum dan mengangguk dengan cepat ajakan Kyuhyun. Dia sudah menanti-nanti perkataan seperti ini. Melupakan kekesalannya pada Kyuhyun dengan cepat. Kyuhyun memandangnya hanya dengan menggelengkan kepala. Dia berdecak, meremehkan dirinya karena tak bisa sama sekali membaca apa yang diinginkan seorang perempuan. Dan ini kali pertamanya dia dekat lagi atau setidaknya berjalan-jalan dengan seorang gadis setelah memutuskan untuk tidak jatuh cinta lagi saat dia sudah menjadi seseorang yang bersinar –selain noona ataupun eommanya.

***

Kaki kedua manusia itu terus menapaki jalan di pinggir Sungai Han. Mereka berjalan tanpa sepenggal katapun. Bahkan jarak mereka terpaut cukup jauh. Mungkin jika orang melihatnya, mengira bahwa sepasang manusia itu tak saling mengenal.

Berjalan di antara beberapa orang yang masih memilih untuk di luar. Mungkin karena ini musim panas, jadi mereka tak merasakan bahwa waktu sudah malam. Dan tentu saja kedua manusia itu berjalan tenang, meski banyak jenis mahluk hidup yang sejenis dengan mereka. Mereka memakai penyamaran yang hampir sama.

Sooyoung. Menggunakan kaus kasual panjang berwarna coklat gelap serta celana panjang berwarana senada. Jangan lupakan syal dan topinya untuk menutupi salah satu anggota tubuh terpenting yang bisa merusak jalan santainya kali ini, karena banyak orang yang mengenalnya.

Kyuhyun. Lelaki ini tak jauh beda dengan Sooyoung. Dia bahkan memakai kaca mata yang diberi oleh Yesung. Salah satu member satu groupnya. Kaca mata berbingkai hitam. Dia tak mau menimbulkan scandal baru lagi. Mengingat dia berjalan dengan seorang gadis. Apalagi gadis ini pernah mempunyai scandal bersamanya dulu.

“Aku ingin duduk di situ.” Sooyoung berujar, mulai menuruni anak tangga –yang biasanya sebagai tempat duduk para pengunjung Sungai Han ini.

Kyuhyun menurut. Kakinya sudah lelah. Hari ini dia paling banyak yang mempunyai schedule.

Mereka duduk berdampingan. Meski jarak yang memisahkan mereka tak sejauh saat mereka berjalan tadi, tapi keheningan tetap bertahan antara mereka. Hanya hembusan angin malam dan suara air yang mengalir yang menandakan bahwa waktu masih berputar.

“Sudah lama kita tidak berbicara,” ujar Kyuhyun.

Sooyoung menelan salivanya sendiri. Artikel yang mengatakan bahwa mereka dekat setelah Super Show 2 benar adanya. Bahkan dulu mereka seperti mengikat sebuah tali khusus.

“Bagaimana latihanmu dengan Seohyun? Belakangan ini dia sering mengeluh karena waktu latihan denganmu harus bertabrakan dengan latihan TTS” Sooyoung berusaha mengalihkan topik yang ada.

“Dia memang sering telat, tapi untuk di Paris nanti. Kami sudah siap.” Sooyoung menganggukan kepala mengerti.

Mereka kembali dalam diam. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kyuhyun lebih memilih untuk menikmati hawa dingin dari semilir angin yang jarang sekali dia temui. Mengingat kesibukannya sebagai member boy band Super Junior.

“ Sepertinya kau suka sekali musim panas,”ujar Kyuhyun.

“ Hem. Tidak juga.”

“Benarkah? Tapi aku rasa tidak. Ah ya… karena nama Inggrismu Summer kan?” Kyuhyun berdecak. Sebenarnya dia tak kesal, hanya mencari suatu topik yang pas untuk obrolan mereka kali ini.

“Aku punya kenangan pahit di musim panas. Oleh karena itu, Sunny menamaiku Summer, agar aku bisa ceria dengan musim panas. Tapi bukannya ceria, setiap musim panas datang, aku malah teringat kenangan itu.” Sooyoung sedikit memberitahu tentang kehidupan pribadinya.

“Sepertinya kenangan buruk. Cinta kah?”

Gadis itu menghela napas pendek. “Mungkin,” jawabnya ragu.

“Padahal kau belum pacaran tapi kenapa kau terlihat menyedihkan. Cari saja seseorang untuk bisa menjaga hatimu. Bukahkah banyak yang ingin bersama denganmu?”

Sooyoung terdiam. Dia sedikit memikirkan pernyataan tersebut. Memang setelah dia terjun ke dunia entertainment, dia sudah tidak peduli lagi tentang kisah cintanya. Dan kali ini dia benar-benar terjebak oleh pesona seorang lelaki yang sejak dulu dia suka. Sayangnya, lelaki itu tidak menginginkan bersamanya.

“Aku benar bukan?” Kyuhyun memastikan ucapannya tadi. Sooyoung hanya mengangguk membenarkan.

“Tetap saja. Aku pikir kisah cinta di saat aku membawa nama girl groupku, rumit. Jika pun bisa menjalin hubungan, pasti sangat ditutupi, seolah hubungan itu terlarang.” Kyuhyun menganggukan kepala setuju.

Angin malam tertiup cukup kencang. Membuat topi yang dipakai Sooyoung terbang terbawa angin.

“Eoh! Topiku!” Sooyoung langsung berdiri dari duduknya.

Sementara ada beberapa gadis yang mendengar teriakan Sooyoung tadi, menoleh ke Sooyoung. Mata mereka membulat menyadari bahwa sumber suara tadi berasal dari salah satu member Girl’s Generation.

“Bukankah itu Sooyoung Girl’s Generation?” Tanya gadis itu ke temannya.

Kyuhyun segera menarik tangan Sooyoung, ketika gadis itu ingin mengejar topi coklat miliknya. Kyuhyun mendekap Sooyoung untuk menyembunyikan wajah gadis itu.

Sooyoung diam. Tubuhnya seakan kaku dalam dekapan Kyuhyun. Ada perasaan berbeda saat dalam dekapan lelaki ini. Ini pertama kalinya dia didekap lelaki ini lagi. Bahkan telinganya seperti mendengar degup jantungnya yang menggila sekarang. Cukup lama mereka berpelukan, sampai para gadis tadi berteriak lebih kencang memanggil nama Sooyoung.

Kyuhyun berdecak kesal. Dia mengeratkan pelukannya.

“Dalam hitungan ke-tiga kita lari. Arrachi?” bisik Kyuhyun. Sooyoung menganggukan kepala. Perlahan pelukan mengendur seiring dengan suara gadis yang meneriaki nama Sooyoung semakin dekat dengan mereka.

Sooyoung menghitung mundur dalam hati.

  1. .. 2 … 1. ..

Kyuhyun segera menggenggam tangan Sooyoung dan berlari bersamanya. Dia yakin gadis-gadis yang meneriaki nama Sooyoung itu mengejar mereka. Mengingat suara mereka terus tertangkap oleh kedua gendang telinganya.

“Jangan menoleh kebelakang,”ucap Kyuhyun dan mengeratkan genggamannya.

Sooyoung benar-benar mengutuk dirinya. Benar bukan? Meski syal hitamnya sudah menutupi hampir sebagian wajahnya. Tetap saja para fansnya mengenalnya. Dia benar-benar akan memaki dirinya, jika penyamaran Kyuhyun juga terbongkar.

Kyuhyun menoleh ke genggaman tangannya yang saling bertautan dengan tangan Sooyoung. Dia tersenyum melihatnya dan tetap berlari. Menikmati sensasi yang terasa menyenangkan di dalam hatinya. Membiarkan degup jantungnya yang melewati batas kenormalan. Meski kakinya terasa lelah dan nafasnya sedikit tak beraturan akibat berlari.

Bergandengan tangan adalah cara sederhana dan efektif untuk menimbulkan rasa cinta.

Kyuhyun segera memasuki basement salah satu kantor yang tak jauh dari Sungai Han. Matanya mencari celah-celah, sampai menemukan sebuah lorong kecil yang berdekatan dengan lift. Segera Kyuhyun menarik Sooyoung ke lorong itu.

Lelaki itu memeluk tubuh Sooyoung lagi. Menutupi tubuh jenjang Sooyoung dengan tubuhnya, sehingga hanya tubuhnya saja yang terlihat dari luar lorong. Nafas mereka tengengah-engah. Tak peduli sejauh mana mereka telah berlari yang terpenting sekarang adalah karir mereka ke depan. Jangan sampai pagi nanti mereka disuguhkan berita yang tidak membuat senyum di bibir mereka.

“Kemana Sooyoung eonni?” Kyuhyun bisa mendengar suara gadis yang sedang mencari orang yang berada di dekapannya.

“Mungkin dia dan namja itu berlari ke sana.” Temannya menunjuk lurus.

Kyuhyun bernafas lega, ketika tak mendengar lagi suara ataupun derap langkah mereka.

“Eoh.” Cicit Sooyoung yang mulai tak nyaman dengan keadaan mereka.

Kyuhyun yang mengerti maksud Sooyoung, melepas pelukannya. Dia berdehem untuk mengurai kadar kegugupan yang sudah meliputinya. Mengutuk dirinya atas perilaku yang telah dia lakukan. Kyuhyun menggaruk tengkuknya bingung.

“Ah! Mianhae. Aku tidak bermaksud begini,” ucap Kyuhyun. Sooyoung menganggukan kepala canggung. Dia juga bingung. Dia tak bisa menyalahkan tindakan yang telah Kyuhyun ambil tadi. Bagaimana pun Kyuhyun telah menyelamatkannya.

Mereka bersender di dinding di lorong itu. Sooyoung mengeluarkan ponselnya. Kyuhyun yang melihat ponsel Sooyoung. Teringat bahwa dia lupa membawa ponsel dan mobil. Mereka juga pergi ke Sungai Han dengan fasilitas umum. Sedangkan saat dia pergi ke Tous Les Jours Café, dia bersama Changmin.

“ Sooyoung-ah, bisa aku meminjam ponselmu? Aku lupa membawanya.” Kyuhyun lagi-lagi harus menggaruk tengkuknya atas perilaku bodoh yang dia lakukan di depan seorang gadis seperti Sooyoung.

Sooyoung mengangguk dan memberikan ponsel putihnya ke Kyuhyun. Memberikan waktu pada Kyuhyun untuk menggunakan ponsel miliknya.

Kyuhyun segera mengetik beberapa digit nomor yang sudah dia hafal di luar kepalanya. Nomor ponselnya sendiri. Menggeser tombol gagang telephon hijau. Matanya sedikit terbelak, ketika rentetan nomor itu berubah menjadi namanya. Namun berujung dengan senyum tipis.

Ternyata dia masih menyimpannya.

Kyuhyun sedikit resah ketika panggilannya tak direspon oleh teman satu groupnya. Tidak mungkin mereka sudah tidur. Akhirnya dia bernafas lega, ketika ada yang mengangkat panggilannya.

“Eoh! Youngie, ada apa kau menelpon Kyuhyun? Dia sedang pergi bersama Changmin.”

Kyuhyun mengendus kesal, ketika suara orang yang sangat familiar terdengar di seberang sana.

“Aku tahu, Lee Hyuk Jae. Sekarang kau jemput aku di basement kantor yang tak jauh dari Sungai Han. Nanti aku akan jelaskan semuanya. Ppali!” titahnya. Setelah itu dia memutuskan sambungan dan menyerahkan ponsel ke pemiliknya seraya mengucapkan terimakasih.

Sooyoung melakukan hal yang tak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Menyuruh menejernya untuk menjemputnya.

.

Kyuhyun benar-benar akan mengumpat sumpah serpah pada teman satu groupnya yang tak kunjung datang. Padahal Sooyoung sudah meninggalkan dirinya sendirian di sini. Menejernya sudah menjemputnya hanya selang beberapa menit setelah gadis itu menelpon.

“Kemana monyet itu?” Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Berhadap ada mobil audi hitam yang dia kenal sebagai milik salah satu member Super Junior.

Suara klanson mobil membuatnya menoleh ke arah belakang. Menemukan mobil audi hitam dengan salah satu member Super Junior di dalamnya. Segera saja, Kyuhyun masuk ke dalam mobil itu. Dia menghela nafas lega.

Lee Hyuk Jae dengan nama panggung Eunhyuk segera mengemudikan mobil itu lagi. Meninggalkan kantor ini.

“Bagaimana bisa kau bersama Sooyoungie? Bukankah tadi kau pergi bersama Changmin?” Eunhyuk mulai mengintrogasi magnae dalam groupnya itu.

“Tadinya aku dan Changmin pergi bersama untuk jalan-jalan. Dia teringat bahwa dia mempunyai janji dengan Sooyoung. Jadi kami pergi ke tempat janjian yang telah disepakati oleh Sooyoung. Tiba-tiba menejernya menelpon dan menyuruhnya kembali ke dorm, setelah kami sampai di tempat janjian. Dia menyuruhku untuk menggantikannya menemani Sooyoung jalan-jalan, dan berakhir dengan aksi kejar-kejaran dengan fans.” Kyuhyun menjelaskan secara detail apa yang terjadi padanya.

“Penyamaranmu terbongkar?”

Anio. Tapi penyamaran Sooyoung.”

“Lagian kau ini ada-ada saja. Sudah tahu Heechul hyung datang ke dorm, malah pergi.”

“Aku pergi memang untuk menghindari itu. Aku tak mau bertemu dengan namja yang sok tahu dengan pesona kecantikan seperti dia. Aku yakin dia akan menasehatiku panjang lebar sementara aku tak bisa mengelak.” Kyuhyun menyenderkan tubuhnya pada senderan jok kursinya.

“Kau selalu mau menuruti apa yang di katakan Heechul hyung, tapi jarang sekali menuruti perkataanku. Tsk.”

“Apa kau iri?” Kyuhyun menghadapkan tubuhnya ke arah Eunhyuk dan tersenyum menggoda.

“Yak! Hentikan tatapan menjijikanmu itu. Lalu apa kau sedang merajut kembali kisah cintamu?” Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung akan yang dikatakan Eunhyuk.

“Maksudmu?”

“Seperti menjatuhkan dirimu pada lubang yang sama. Bukankah kalian dulu pernah dekat?”

“Aku hanya berteman.”

“Kau yakin dengan ucapanmu? Kau tahu? Persahabatan antara perempuan dan lelaki tak ada yang hanya persahabatan murni.”

Kyuhyun diam dan membiarkan ucapan Eunhyuk tadi hanyalah angin lalu. Sementara setengah hatinya sedikit membenarkan apa yang Eunhyuk katakan.

***

Sooyoung berjalan menuju ruang latihannya. Dia hanya sendiri. Senyumnya mengembang begitu saja. Hari ini dia akan mencoba kreografi baru untuk lagu buatannya sendiri. Beep beep.

Annyong Haseo.” Sooyoung menyapa tiga orang lelaki yang baru keluar dari lift.

“Eoh! Youngie! Kau terlihat cantik hari ini.” Seorang di antara ketiganya mendekat ke Sooyoung dan merangkul bahu gadis itu.

Gomawo, Eunhyuk oppa.”

“Apa kau sedang tergesa-gesa?” Siwon menimpal sambil menepuk pundak Sooyoung.

Kyuhyun yang termasuk ketiga lelaki itu hanya mengendus kesal, melihat perilaku hyungdeul-nya saat berdekatan dengan seorang gadis. Mereka terlihat seperti pertama kali melihat seorang gadis. Siapa pun itu. Mungkin karena mereka sudah berumur tapi belum mendapatkan pasangan.

“Kalau begitu aku duluan. Annyong!” Sooyoung melanjutkan perjalanannya.

Gadis itu sempat berhenti di depan Kyuhyun. Menganggukan kepalanya sekilas seraya tersenyum dan kembali melangkah.

“Tatapannya berbeda saat melihatmu. Seperti waktu itu.” Komentar Eunhyuk yang di respon bingung oleh Siwon dan Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Tidak! Lupakan saja.” Eunhyuk mengibaskan tangannya seolah ucapannya adalah omong kosong belaka.

Siwon hanya memiringkan kepalanya tak mengerti dan kembali menyusul Eunhyuk yang sudah mendahului untuk ke tempat latihan mereka. Lain halnya dengan Kyuhyun. Dia menimang-nimang ucapan Eunhyuk. Lelaki itu yakin bahwa seorang Lee Hyuk Jae tak akan berkomentar secara tiba-tiba, jika untuk menjadi omong kosong belaka.

“Kyuhyun-ah! Ppali!” Kyuhyun segera melangkahkan kakinya kembali dan menyusul kedua rekan satu groupnya itu.

 

***

 

Sooyoung duduk di sudut ruangan Kona Beans. Tangannya mengipaskan pada lututnya yang terasa sedikit perih dan berdarah akibat aksi heroidnya menyelamatkan seorang wanita paru baya yang akan tertabrak sebuah mobil tepat di depan café Kona Beans.

Seorang wanita paruh baya yang sudah ditolong oleh Sooyoung mendekati orang yang telah menyelamatkan nyawanya. Dia membawa kotak merah. Duduk berjongkok dihadapan Sooyoung. Membuat Sooyoung secara reflex memegang pundak wanita itu dan lebih mempersilakan wanita baruh baya tersebut untuk duduk di bangku tepat di hadapannya.

Anio. Aku akan membersihkan lukamu. Jangan sungkan,” ucap wanita itu dan tetap berjongkok membuat hati Sooyoung merasa canggung dan bersalah karena duduk lebih tinggi di banding seorang yang lebih tua darinya. Apalagi dengan imagenya sebagai member dari Girl’s Generation. Bagaimana bila ada paparazzi yang melihatnya. Dia makin merutuki kecerobohannya yang tidak memakai alat penyamaran ketika keluar.

Wanita itu dengan telaten membersihkan luka Sooyoung yang cukup lebar dan membalutnya dengan kain kasa. Dia tersenyum dan mengelus luka Sooyoung sebelum berdiri dan duduk di hadapan Sooyoung. Seperti yang Sooyoung inginkan tadi. “Aku sungguh berterima kasih padamu.”

Sooyoung hanya tersenyum canggung. Tanpa diminta pun Sooyoung akan membantu seseorang yang membutuhkan pertolongan seperti tadi.

“Tapi bagaimana dengan lukamu? Sepertinya kau akan sulit bergerak. Apalagi untuk menari…”

Sooyoung sedikit membulatkan matanya saat kata terakhir terucap dari wanita ini. Dia tak menyangka bahwa identitasnya akan terbongkar. Bahkan semakin melebar mendengar kalimat yang terlontar selanjutnya.

“Aku akan meminta Kyuhyun untuk menjagamu.” Wanita itu merapihkan beberapa obat yang semula terletak di meja memasukannya kembali kesemula.

“Kyuhyun?”

Sooyoung berusaha menyakinkan dirinya dengan nama yang wanita itu sebut tadi. Bagaimana bisa wanita itu meminta Kyuhyun untuk menjaganya karena dia telah menolong wanita ini? Sedangkan wanita itu hanya tersenyum dengan senyum sendu yang membuat Sooyoung mengingat ibunya.

Nde. Apa kau lupa denganku? Dia anakku,” ucap wanita yang ternyata Ibu Kyuhyun dengan senyum yang masih sama.

“Sudah lama kita tidak berbincang seperti ini. Apa kau mau minum?”

Nde.

Ibu Kyuhyun kembali lagi dengan dua cangkir latte yang dibawanya. Menyodorkan salah satu cangkir ke Sooyoung seraya tersenyum lembut kepada gadis itu. Membuat yang diperlakukan gugup dan canggung.

Sooyoung benar-benar merutuki kebodohannya kali ini. Dia melupakan sesuatu yang terlihat heran. Bagaimana bisa wanita itu mengajaknya ke Kona Beans dan tiba-tiba keluar dari ruang khusus karyawan dengan kotak merah di tangannya. Dan bagaimana dia lupa bahwa dia sempat kenal dengan Ibu Kyuhyun melalui hubungannya dengan anaknya?

“ Kau tahu? Kyuhyun seperti kehilangan setengah dari dirinya saat kau menjauh. Dia merasa bersalah karena waktu itu telah membentakmu.”

Nde?” Sooyoung meminum lattenya untuk mengurangi sedikit rasa gugupnya. Bahkan Ibu Kyuhyun masih mengingat minuman favoritnya.

Nde. Dia sangat menyesal. Ah! Sebaiknya kita ganti topik. Bagaimana dengan bisnis Ibumu?”

Sooyoung masih menimang-nimang apa yang dikatakan Ibu Kyuhyun. Wanita itu tak mungkin berbica hal yang tidak mungkin dipercaya kebenarannya mengenai anaknya sendiri. Lalu apakah itu semua benar? Benarkah lelaki itu menyesal atas perilakunya? Dan Mengapa baru kali ini mereka bisa berhubungan seperti dulu lagi setelah 3 tahun lamanya?

 

***

 

Kyuhyun tertawa dengan sebuah lelucon yang Changmin lontarkan tadi. Mereka berdua sedang duduk di salah satu meja di Tous Les Jours Café lengkap dengan alat penyamaran mereka meski sekarang waktu telah menunjukan sudah hampir tengah malam.

“Kau ada-ada saja.”

Changmin mengambil cangkir kopinya dan mengesap isinya sedikit sebelum dia letakan kembali dan menanggapi ucapan Kyuhyun tentang album terbarunya bersama Sub group Super Junior. Super Junior K.R.Y.

“Jadi kalian akan membawakan lagu dengan berbahasa Jepang. Rupanya kali ini sajangnim lebih tertarik agar kita lebih memasuki indrustri musik Jepang. Aku dengar juga f(x) membuat single Hot Summer dan Elektric Shock dengan bahasa Jepang, menyusul Girl’s Generation dengan Galaxy Supernova milik mereka.”

Kyuhyun menganggukan kepalanya setuju. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut dan menemukan seorang gadis yang sangat dia kenal sedang memesan pesanannya. Dia teringat dengan ucapan Ibunya seminggu lalu. Dan baru bisa menemukan gadis itu sekarang karena kesibukan gadis itu dan dirinya.

“Bukankah itu Choi Sooyoung?” tanyanya kepada Changmin. Membuat lelaki jangkung itu menoleh dan membenarkan ucapan Kyuhyun.

“Soo-ya!” Changmin berseru cukup keras tanpa takut bahwa beberapa pengunjung di café yang sama dengan yang dia datangi mencurigai mereka.

Sooyoung tersenyum kepada barista yang melayaninya dan menoleh ke sumber suara. Dia merasa tak asing dengan sebutan itu karena hanya satu orang yang tahu dan memanggilnya begitu. Dan senyum manis terulas ketika melihat lelaki yang dimaksud.

Shim Changmin.

Sooyoung mendekat ke arah mereka dan mendudukan dirinya di bangku yang tersisa di meja itu. Sebelumnya dia menerka-nerka orang yang duduk sebelumnya dengan Changmin. Ternyata Kyuhyun dan Sooyoung hanya mengangguk menghormati Kyuhyun.

“Kau sendiri?” Tanya Changmin.

Nde. Tak ada yang mau menemaniku. Oppa, sudah lama?”

Anio. Kami baru.”

“Kau temani dia dulu, ya?”

Changmin menghentikan Sooyoung yang sudah bersiap-siap untuk menjawabnya. Lelaki itu melihat kedua orang di depannya dengan resah. “Aku harus kembali. Yonho hyung membutuhkanku. Dia kurang enak badan hari ini.” Setelah itu dia bergegas pergi dan meninggalkan mereka.

Nde. Gwaenchana,” ucap Sooyoung.

Mereka diam. Seolah tak ada satu topikpun untuk menghilangkan keheningan yang ada. Sooyoung lebih memilih untuk membasahi bibirnya dengan lidah. Dan sedikit terkejut dengan degup jantungnya yang memburu sejak dia tahu bahwa lelaki yang bersama Changmin adalah Kyuhyun. Entah efek bertemu dengan Ibu Kyuhyun satu minggu lagu atau efek karena dia mempunyai sedikit rasa berbeda saat bersama lelaki ini.

Kyuhyun meremas tangannya pelan. Mengutuk dirinya yang sama sekali tak bisa membangun satu obrolan sekali pun. Bahkan untuk sekedar mengurangi kadar kegugupannya yang terisi penuh saat dia berhadapan ataupun mendengar nama gadis itu. Dia sempat membuka mulutnya ketika mendengar cerita Ibunya saat diselamatkan Sooyoung. Gadis pemberani. Termasuk salah satu poin gadis idamannya.

“Apa lututmu baik-baik saja?”

“Sudah membaik, lagi pula aku sudah bisa menari di atas panggung seperti dulu.”

Kyuhyun menghela napas pendek. Lidahnya sudah gatal dan rasa penasarannya sudah memuncak setiap kali menatap Sooyoung. Sial! Gadis itu benar-benar membentengi diri dengan segala yang ada. Meski begitu, entah kenapa Sooyoung terlihat resah setiap kali berbicara dengannya seperti ini.

“Aku ingin minta maaf. Ini selalu mengganggu pikiranku sejak insiden sewaktu kita berbica seperti dulu lagi.” Kyuhyun diam. Meski dia penasaran, tapi dia mengakui bahwa dia memang tidak akan sanggup mendengar penurutan penjelasan dari Sooyoung.

Sooyoung menundukan wajahnya. Lehernya seperti tercekik mengatakan semua yang tengah ada di otaknya saat ini. Sejujurnya dia belum siap, tapi ini adalah waktu yang tepat untuknya.

“Ya kau benar tentang penuturanmu beberapa tahun silam bahwa aku hanya pembuat onar. Bahkan sampai sekarang aku belum berani meminta maaf padamu oppa,” Lanjutnya.

Ini salah satu yang Kyuhyun hindarkan ketika dia sudah mulai di tinggalkan berdua dengan Sooyoung. Fakta bahwa malasah cintanya pernah hancur berkeping-keping karena masuknya gadis itu ke kehidupannya. Menjadikan cinta segitiga untuknya sendiri, dia bahkan tak mendapatkan seorang gadis pun di antara keduanya.

“Aku memang bodoh karena menghancurkan kencanmu dengan Heera. Aku tak bermaksud begitu. Aku hanya . ..”

Sooyoung benar-benar tak bisa melanjutkan perkataannya lagi. Air matanya ingin sekali keluar karena kebodohannya waktu itu. Menghancurkan kencan Kyuhyun karena keegoisan hatinya. Waktu itu dia hanyalah remaja yang masih terlalu emosi saat ada seorang lelaki yang bisa membuat jantungnya berdetak tak karuan sedangkan lelaki itu sudah siap menyatakan perasaannya kepada gadis lain. Dan karena aksinya itu Kyuhyun kecewa membuat hubungannya merenggang dan baru bisa berbicara baik-baik sekarang sekarang ini.

“Lupakanlah. Itu sudah lama.” Kyuhyun berbicara dengan datar.

Dia ingin sekali memukul kepala Sooyoung karena sejujurnya gadis itu tak tahu detail apa yang menyebabkan Kyuhyun kehilangan kesempatannya untuk mengatakan perasaannya yang mulai ragu saat kehadiaran Sooyoung kepada Heera. Sekarang malah Sooyoung yang menjadikan dirinya satu-satunya penyebab.

Keunde, aku tetap bersalah. ..”

“Bukan karena kau yang menggagalkan kencan tersebut. Malah seharusnya aku berterimakasih padamu untuk tidak menyakiti siapapun. Setidaknya begitu.” Kyuhyun memotong dengan cepat perkataan Sooyoung.

“Waktu itu aku menyukai dua orang gadis dan aku masih bingung siapa yang lebih aku sukai. Jadi aku mohon untuk tidak menjadikan dirimu sebagai penyebab gagalnya kejadian itu. Dan aku terlalu bodoh bahwa perhatian yang aku tunjukan adalah sebuah perhatian cinta.”

“Apa karena pernyataan cintaku?”

Kyuhyun diam. Dia mulai ragu menjawabnya. Kejadian itu bahkan tak berselang lama setelah hancurnya kencan tersebut. Dia meraba dadanya yang berdetak tak karuan. Sebenarnya perasaan apa ini?

“Kyuhyun-ah!” seru seseorang di belakang Sooyoung.

Kyuhyun dan Sooyoung menoleh dan menemukan Eunhyuk dengan senyuman khas miliknya. Sooyoung menoleh pada ponsel putihnya yang bergetar. Dia dengan cepat melihat pesan yang masuk.

From               : Seobaby

Eonni, odiga? Aku takut di sini sendiri.

Dia mendongakan kepala melihat Eunhyuk yang sedang menatapnya dengan penasaran sedangkan Kyuhyun membuang pandangannya ke jalanan. Sooyoung berdehem untuk menetralkan nada suaranya sekaligus menarik perhatian Kyuhyun meski tak berhasil.

“Seohyun membutuhkanku. Dia sedang sendiri.” Sooyoung segera menyambar tasnya dan membungkuk singkat kepada kedua sunbaenimnya tersebut.

Kyuhyun mendesah pelan saat Sooyoung sudah meninggalkan Tous Les Jours Café. Dia masih bisa melihat Sooyoung yang sedang menyetop taksi untuk kembali ke dormnya. Menutup matanya ketika pertanyaan terakhir Sooyoung terus berputar-putar di telinganya.

“Berusaha melupakan pertanyaan Sooyoung tadi?”

Eunhyuk dengan seenaknya menyeruput mocaccino milik Kyuhyun tanpa meminta ijin pada pemiliknya tak peduli akan dampak yang terjadi setelahnya. Kyuhyun yang tahu langsung memukul kepala teman yang menyandang sebagai Dancing Machine di groupnya. Membuat Eunhyuk mengelus kepalanya yang terasa pening.

“Jika kau mau beli saja sendiri. Bukankah kau sudah kaya?” Kyuhyun segera mengambil alih kopi miliknya dan menegaknya sampai tak ada sisi. Eunhyuk yang melihatnya hanya berdecak kesal.

“Sejak kapan kau jadi pelit seperti ini?”

“Sejak mengenalmu.” Eunhyuk memasang ekspresi datar mendengar jawaban magnae groupnya.

“Seharusnya kau berterima kasih karena aku sudah menyelamatkanmu dari pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan jawaban iya darimu.”

Eunhyuk menopang dagunya, matanya seolah menerawang jauh. Kyuhyun menoleh menatap Eunhyuk.

“Benar bukan?” dengan gummy smile lelaki itu menatap Kyuhyun.

“Aku mendengar semua yang kalian bicarakan. Dan aku pikir perasaannya masih sama saat melihatmu. Begitu pun denganmu.”

Kyuhyun sangat tahu siapa yang dimaksud ‘nya’ di situ. Gadis yang baru saja meninggalkan mereka adalah tersangka yang paling tepat. Kyuhyun menatap wajah Eunhyuk. Lidahnya keluh untuk menyatakan pembelaan. Bagai terkunci rapat oleh pengakuan hatinya.

“Belajarlah untuk menyadarinya. Sebelum semuanya terlambat dan kau sama sekali tak bisa mengataknnya. Satu lagi yang perlu kau ingat. Bahwa wanita tak akan mengatakannya terlebih dulu, meski gadis itu adalah Sooyoung.”

 

***

 

Menikmati angin malam melalui balkon adalah salah satu kegiatan yang biasa Sooyoung lakukan jika sedang mendapatkan waktu senggang seperti malam ini. Beban pikiran seolah terbang terbawa angin malam membuat senyum tipis terulas dari gadis yang mendapatkan jujulan si kaki jejang.

Seolah mencoba membuat step step yang akan dia buat untuk beberapa tahun ke depan saat dia tak akan menyandang Girl’s Generation di belakang namanya. Dia akan pensiun, mungkin setidaknya dia akan mengelola bisnis Ibunya jika tak ada undangan untuk menjadi aktor dan model. Memulai kisah cintanya entah dengan lelaki yang sedang dia pikirkan sekarang atau lelaki baru.

Kyuhyun. Lelaki itu sudah menguasai pikirannya sejak dia mencoba membuat garis takdir yang sama dengan miliknya. Saat dia menjadi seseorang yang cukup berarti bagi Kyuhyun. Dan dia begitu bodoh membuat Kyuhyun menjauh darinya karena gegabah untuk menyatakan perasaannya. Dia hanya mencoba melakukan seperti apa yang pernah dia baca di sebuah buku.

Lelaki itu suskses membuat dirinya hilang kendali atas dirinya sendiri. Memporak-porandakan seluruh moodnya. Senang ataupun sedih terkadang berasal dari lelaki dengan segala pesona itu. Bukan Sooyoung menyesal telah jatuh hati pada Kyuhyun, tapi dia menyesal karena dia benar-benar jatuh dan terhipnotis akan pandangan matanya serta senyuman uniknya dalam pesona lelaki yang membuatnya tergila-gila pada musim panas sekitar 3 tahun silam.

Pertemuan mereka bukan termasuk pertemuan yang terkesan, tak ada yang spesial di situ. Mereka mulai dekat waktu Sooyoung menjadi DJ di sebuah radio dan menghubungi Kyuhyun, setelah itu hubungan mereka semakin dekat karena Super Junior yang melakukan Dance Cover Gee milik Girl’s Generation, sewaktu itu Kyuhyun menjadi Sooyoung untuk Super Show 2 Super Junior. Lelaki itu berhasil memasuki hatinya saat menolongnya dari kejaran fans sewaktu musim panas.

“Sooyoung-ssi, Saranghae…”

“Ah… nado saranghae…”

Sooyoung juga masih mengingat betul ketika Kyuhyun mengatakan itu di Chunji dan degup jantungnya menggila. Bodohnya, dia menganggap itu adalah perasaan yang sebenarnya. Membuat dia dengan berani mendekati Kyuhyun. Lalu dengan rencana bodohnya, dia mengungkapkan perasaannya.

Dia hanya ingin mengungkapkannya selagi dia masih mempunyai waktu. Tak pernah tahu jika itu mengakibatkan rencana Kyuhyun berantakan. Apalagi dengan sebuah peraturan baru yang mengagetkan seluruh artis yang berada dalam tanggung jawab Lee Soo Man terkejut. Mereka dilarang memiliki hubungan asmara, kecuali karena tuntutan scenario.

Sooyoung mendesah meremehkan kata-kata terakhir. Bukankah itu sama saja mereka tak memilik hubungan asmara? Inilah yang membuatnya harus memendam jauh saat perasaan bergejolak terasa di dalam hatinya. Dia tahu bahwa itu semua demi kebaikan karirnya. Dia sangat beruntung saat mengingat dia tidak akan menjadi orang yang terkekang dalam dunia asmaranya beberapa tahun lagi dengan merajut hubungan dengan seseorang

“Semuanya berkumpul.” Teriak sang menejer dari luar kamarnya.

 

***

 

Kyuhyun membelakan matanya melihat banyak foto yang berada di meja Lee Soo Man. Dia memang sengaja dipanggil Lee Soo Man ke ruangannya. Foto kedekatannya dengan Sooyoung dan beberapa saat mereka sedang jalan berdua. Bukan hanya satu atau dua, bahkan bisa lebih dari dua puluh lembar foto dengan berbeda-beda tempat. Bagaimana bisa Lee Soo Man tahu tentang ini?

“Sudah aku bilang dari pertama kali aku mencetuskan larangan mempunyai hubungan asmara, bahwa aku juga mempunyai spy untuk memata-matai kalian.” Soo Man bahkan sudah menjawab apa yang berada di pikiran Kyuhyun.

“Tapi aku tak mempunyai hubungan apapun dengan Sooyoung-ssi.”

“Aku tak peduli hubungan apa yang kalian rajut, tapi sudah ada puluhan blog yang mengedarkan gosip tentang kedekatan kalian. Dan menurut penglihatanku, kau mempunyai rasa pada Sooyoung. Aku tak melarang itu, tapi aku harap kalian tahu resiko dengan profesi kalian sekarang dan bisa mengendalikannya.”

Algaseumida.

“Aku sudah berbicara dengan Sooyoung. Aku yakin kalian bisa mengambil keputusan untuk bersama.”

Kyuhyun keluar dari ruangan presiden agensinya tersebut dengan wajah lesu. Mereka belum mempunyai hubungan khusus saja sudah begini, apalagi jika mereka menyatakan bahwa mereka adalah pasangan yang real. Seohyun dan Victoria sampai sekarang sudah mendapatkan antifans tetap yang berasal dari SparKyu, sebutan fans Kyuhyun. Bagaimana reaksi dunia jika dia mengatakan bahwa dirinya adalah pasangan dari seorang Choi Sooyoung meski seluruh keluarganya menyetujui hubungan mereka.

 

***

 

[ Mai 27th 2010 ]

Sooyoung berjalan dengan tergesa-gesa ke sebuah restoran setelah mendapatkan pesan dari Kyuhyun yang mengatakan dirinya akan menyatakan perasaannya ke Heera. Seorang gadis yang sedang menjalani semester duanya di bidang hukum tersebut sekaligus sahabat dekat dari Kyuhyun dan teman High School Sooyoung.

Sooyoung tak menduga bahwa perkataan Kyuhyun tentang perasaannya kepada chingu-nya itu bukan sekedar main-main atau lelucon. Dia membuka pintu kaca restoran tersebut membuat bunyi lonceng yang sengaja di taruh di atas pintu berbunyi tanda ada yang masuk. Dia mengedarkan pandangannya dan jatuh tepat kepada seorang lelaki yang terlihat resah sedang memunggunginya.

Sooyoung berjalan cepat kearah lelaki itu, Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun tajam dengan nafas yang memburu. Suara lonceng masuk ke gendang telinga Sooyoung dan Kyuhyun yang menjadi pengunjung restoran itu, karena sudah restoran diboking oleh Kyuhyun. Sooyoung menoleh dan menemukan Heera dengan dress selutut berwarna hijau muda sedang berjalan ke arah mereka dan tersenyum.

Annyong Kyuhyun oppa, Sooyoung-ah.” Heera menyapa mereka.

Kyuhyun menatap Sooyoung heran dan beralih ke Heera. Dia berniat akan mengatakan perasaanya tak peduli ada Sooyoung yang berada di situ.

“Heera..” panggil Kyuhyun dan menatap yeoja itu tepat di manik matanya.

“Kyuhyun oppa.” Sooyoung berkata juga selang satu detik seletah Kyuhyun berbicara.

“Aku_” Kyuhyun berkata dengan gugup

Naneun Chuaeyo.” Pernyataan itu membuat omongan Kyuhyun terputus dan Heera menoleh ke Sooyoung.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya gugup. Dia bahkan tak berencana untuk mengatakan selantang itu di depan Kyuhyun maupun Heera. Kyuhyun menatap Sooyoung tak percaya dan Heera berdecit meremehkan.

“Jadi kalian menyuruhku kesini untuk menonton drama percintaan kalian. Aku ucapkan selamat. Annyong.” Heera segera keluar dari restoran meskipun Kyuhyu meneriaki namanya.

Neo michesso!” Kyuhyun menunjuk Sooyoung yang tengah menunduk. Dia menurunkan tangannya kembali dan meninggalkan gadis itu sendiri, tanpa mempedulikan perasaan yang tengah menyelimuti hati Sooyoung.

 

***

 

Sooyoung menatap latte di depannya tanpa minat. Tak ada niat sama sekali untuk meminum atau menyicipi minuman yang telah menjadi favoritnya. Kenangan masa lalu membuat moodnya hancur. Apalagi dengan gadis yang sangat dia kenal yang berada di hadapannya menampakan rasa keingin tahuan yang tinggi setelah Sooyoung menceritakan apa yang dibicarakan antara dirinya dan sajangnim.

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” Sooyoung menaikan bahunya mengatakan bahwa dia tak tahu dengan lelaki itu.

“Kau belum memberitahunya?” Sooyoung hanya menganggukan kepala seraya menolehkan pandangan ke pintu masuk.

“Cho Kyuhyun.” Gumam Sooyoung.

Nde?

Anio, Taeyeon-ah” Sooyoung segera membuang pandangannya ke jalanan. Sementara Taeyeon yang menyadari perubahan ekspresi teman satu groupnya setelah melihat ke arah pintu masuk, segera menoleh ke pintu masuk dan menemukan Kyuhyun dan Heechul yang masih asik saling mengejek sambil berjalan santai ke kasir.

Taeyeon mengendus kesal saat menoleh kembali ke Sooyoung. Dia sedang berpura-pura menatap jalanan dengan minat meski hatinya sedang ingin sekali memandang kasir. Wabah senyum sinis sepertinya menjalar ke Taeyeon. Dia sudah merencanakan sebuah permainan yang sangat menarik nantinya.

“Eoh Kyuhyun oppa! Heechul oppa!” Taeyeon berkata dengan kerasnya tak peduli dengan beberapa pengunjung yang masih berada di Kona Beans ini, toh waktu sudah menunjukan tengah malam.

“Taeng! Ah kau kah itu?” Heechul tersenyum seraya berjalan mendekati Taeyeon dan Sooyoung dengan segelas latte di tangannya. Kyuhyun hanya mengekor dari belakang. Dia belum tahu siapa gadis yang tengah duduk sendiri di hadapan Taeyeon dan Heechul sekarang.

“Youngie?” Tanya Kyuhyun ragu setelah duduk di samping Sooyoung. Mau tak mau dia menatap Kyuhyun dan tersenyum manis seperti biasanya, meski sangat terlihat dipaksakan.

“Taeyeon-ah, bisakah kau mengantarku ke toko akcesoris terdekat? Aku ingin membeli hadiah untuk Noonaku.” Heechul berdalih untuk bisa meninggalkan tempat itu, membiarkan kedua insan yang masih bertahan dalam diam berbicara tentang kegelisahan di hatinya. Ide yang tepat. Heechul sangat tahu perasaan keduanya.

Mereka masih bertahan dalam diam. Tak membiarkan satu patah katapun keluar dari mulut mereka. Sooyoung meremas tangannya sendiri, semua memori masa lalunya membuatnya sedikit trauma untuk berdekatan dengan Kyuhyun. Memang hubungan mereka kembali membaik sejak beberapa bulan kebelakang ini, tapi itu juga yang membuat rasa kagumnya kepada lelaki yang bermarga Cho itu muncul kembali. Seperti tsunami yang tiba-tiba membuncak di daratan.

“Waktu itu Heera marah besar karena aku telah membuat waktunya untuk pergi mengantar oppanya tergantikan dengan datang untuk memenuhi permintaanku. Dia semakin marah, ketika hanya sebuah tontonan kisah asmara pasangan lain yang dia nonton. Dan dia tak mendapatkan sesuatu yang baik untuk dirinya, oleh karena itu dia marah besar.” Bibir Kyuhyun membuka untuk mengatakan kata-kata itu.

“Aku minta maaf karena aku berkata kasar waktu itu. Aku hanya sedang berfikir bahwa aku sebenarnya telah masuk ke dalam pesona Heera atau gadis yang berdiri di hadapanku waktu itu.” Sooyoung membelakan matanya ketika mendengar itu. Ada perasaan yang membuatnya lega, sakit, dan bimbang yang menyelimuti hatinya.

“Dan saat ini aku baru menyadarinya. Bahwa aku menyukainya, sejak hubungan persahabatan kami terjalin. Aku memang bukan lelaki sempurna yang pantas untunnya, tapi aku ingin mencoba untuk berdiri di sampingnya. Apapun yang terjadi. Meski aku harus menunggu bahkan 50 tahun lagi untuk mendengar balasan cinta dari gadis itu.” Sooyoung memejamkan matanya saat Kyuhyun menatapnya. Hatinya pilu. Terasa banyak yang menjadi pertimbangannya untuk mementingkan rasanya atau memikirkan lagi masa depannya dengan teman-temannya.

Bisakah kita egois dalam mencintai?

Mianhae, oppa. Aku_” Kyuhyun memotong perkataan Sooyoung dengan mendekap tubuh jangkung itu. Kali ini bukan karena keadaan yang memaksanya untuk melakukan ini, tapi dilakukan dari ketulusan hatinya.

Sooyoung lebih memilih untuk tetap menjadi seseorang yang bersinar, meski dia harus menyakitkan hatinya untuk kesekian kalinya. Mementingkan karirnya dengan teman-temannya dan lelaki yang masih mendekapnya bahkan sesekali mencium puncak kepalanya untuk mengekspresikan perasaannya.

“ Maukah kau menungguku sampai aku tidak memakai embel-embel Super Junior di belakang namaku? Menantikan saat waktu yang tepat agar aku bisa berjalan bersama denganmu dalam takdir?” Kyuhyun bertanya masih memeluk erat gadis itu seolah dia tak akan bisa memeluknya lagi.

Kyuhyun melepaskan pelukannya saat ponsel Sooyoung berdering dan sebuah pesan masuk membuatnya harus meninggalkan Kona Beans. “ Soo! Kau belum menjawab pertanyaanku.” Kyuhyun berteriak saat Sooyoung sudah berada di depan pintu masuk.

Sooyoung hanya tersenyum manis dan mengangguk. Tanpa sebuah kata yang pernah Sooyoung kemukakan waktu itu, Kyuhyun tahu bahwa hati gadis itu tetap miliknya. Bahkan rasa cintanya semakin banyak untuk dirinya. Dia tahu melalui pelukannya tadi.

Cerita cinta mereka belum berakhir. Hanya waktu yang yang tahu kapan mereka bisa menunjukan kapan mereka bisa menjadi sepasang pasangan kekasih yang sesungguhnya. Berbekal sebuah kepercayaan yang mereka genggaman erat melalui sebuah janji. Mereka yakin bahwa mereka adalah pasangan sejati yang meski terpisahkan oleh waktu, tempat, bahkan dimensi pun mereka akan tetap bersatu. Apapun yang terjadi di saat pertemuan mereka, itulah hari yang paling membahagiakan untuk mereka.

 

“ I Love you, You love me, We love each other …..” [Choi Sooyoung, Knights]

END

 

 

 

 

 

Fiuh… Bikin FF ini tuh susah. Karena sudah banyak rencana dan gak bisa aku gabungin satu sama lain. Jadi aku harus muter otak biar pas dengan aslinya dan pemikiran aku dan happy end. Tadinya mau aku masukin KyungHo ajussi dan soal dramus Kyuhyun, tapi alur ff seperti itu kayaknya udah banyak (menurutku), lagi pula nanti susah masuk ke fiksi yang aku buat. Dan jadinya Cuma begini, padahal aku udah ngumpulin banyak moment mereka T….T

Maaf ya kalau masih kurang memuaskan. Makasih buat Tante Dista atas bukunya, yang buat aku terinspirasi untuk buat ff ini. Dan FF ini pernah aku ajuin untuk 3th aniv KSI, Cuma karena adminnnya lagi sibuk UN jadi gak jadi –its ok. Dan sekarang aku otak atik lagi hohohoho.

Kayaknya aku udah ngomong kepanjangan. Salam dari mukhrimnya Jeon JeongKook ^^

48 thoughts on “Holding Your Heart

  1. kangjung_ae says:

    Udah baca ff ni berulang kali gara2 ngubek2 ksi mulu tapi masih suka sama ceritanya….masih dan berharap kyuyoung it’s real 😂 #delutional_akut
    i love you, You love me, we love each other 😍😍😍 i love kyuyoung😆

  2. Wah daebak thor. Saat pertama kali aku baca aku bingung dengan alurnya. Tp setelah baca flashbacknya, yah udah kaya’ ngerti gitu.
    Yang penting KyuYoung Jjang!!!

  3. Shanty Lee says:

    Daebak thor aku suka aku suka🙂 Sempet bingung antara soo dan kyu ada hubungan apa, kirain mereka sepasang kekasih saat 3 tahun yg lalu .. Ternyata seperti itu yg sebenarnya terjadi …

  4. Shaniyatul Amalia says:

    Kyaaa— ini keren banget Thor, suwer: )
    Aigoo— seandai’a ini nyata, real, sungguhan *samaaja -_-
    Waaahh— jadi makin cinta sama couple ini: * ❤
    KyuYoung Jjang \(^o^)/

  5. febryza says:

    pantesan pas awal2 kok kayaknya kyuyoung agak awkward bgt gitu ternyata begitu kejadiannya yah walaupiun ending engga secara terang-terangan kyuyoung jadian tapi masalah antara mereka udah clear lah

  6. iis mulyati says:

    Sedih seneng semuanya kecampur! Daebak ff nya chinguya! Semoga kyuyoung emang ditakdirin utk bersama suatu saat nnti :’) . Ditunggu ff ky yg lainnya ne hwaiting^^9

  7. Rizky NOviri says:

    daebakk..
    feelnya dapet banget chingu.. keren..

    wah.. masa lalu kyuyoung ya..
    emosi sesaat bikin penyesalan yang tak terlupakan…

    dua dua nya merasa bersalah ya..
    ini akhirnya mereka bersatu kan..
    sooyoung buru buru amat, ada apa emang..

    kalo boleh mah..
    minta sequelnya ya…😀
    hehehe

  8. gita says:

    Wahh berita kyuyoung dket ketahuan soo man tuh
    Akhrnya hub. Kyuyoung bsa kyk semula lagi
    Jadi ketawa sendiri pas kyu blng bahkan sampai 50 tahun lagi.. Jadi ingel laguu yuni shara wkwkk
    Semoga mrka beneran akan bersama stlah masng” dri mrka tdk lagi menyandang nama suju dan snsd dibelakang nama mreka
    Ditunggu ff slanjtnya

  9. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Aku antara sedih dan seneng baca ff yg kaya gini..
    Jadi keingetan realita.. oke kita emg harus menghadapi realita, tpi nyesek saat realita justru ga berpihak sm kita, apalg klo flashback Kyuyoung moment Chunji radio..
    Haaahh.. semoga suatu saat nanti Kyuyoung bisa bersatu Tuhan.. Amin.
    Hwaittingg chingu!!!!
    Ditunggu karya2nya yg lainn..

  10. dina says:

    Terharu banget sama Kyuyoung.
    Semoga mereka memang ditakdirkan utk bersama! AMIN.
    ffmu Daebakk chingu!
    next ff ditunggu ya?
    semangat!

  11. syoungiee says:

    ffnya bagus,awalnya sedikit bingung sama hubungan kyuhyun sama sooyoung tapi akhirnya ngerti juga kok hehe😀

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s