[Oneshot] Diay’s Drabble Collection

DIAY’s DRABBLE COLLECTION

Title :

  1. Of Course, Babe
  2. Who Are You?
  3. Ooh, Cho Kyuhyun
  4. One, Two, Three

Author : @dii_aay / Kang Yong Ae

Cast : Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung

Rating: PG 15, 17

Length: Series, Oneshoot

Genre: Romance, Humor failed

Disclaimer: The casts are belong to God and their self. Story and idea are belong to myself. Don’t be SIDER and plagiat or bashing my story. Don’t forget to coment Knight J

******

Drabble : Of Course, Babe (One)

 

“Astaga apa yang kau potong itu sayang? Ya ya ya jangan terlalu banyak.”

 

“Ini? Sayuran Cho Kyuhyun. Sudahlah.”

 

Kyuhyun memandang jijik sayuran hijau yang tengah dipotong – potong. Ingin rasanya namja itu membuang atau membakar sayuran itu tapi entah sudah beberapa kali mencoba tetap saja tidak bisa. Si yeoja jangkung itu punya cara ampuh untuk membuat si buncit itu bertekuk lutut padanya.

“Kau kenapa diam saja Cho? Sekarang didihkan airnya. Aku tahu kau sudah tidak sabar memakan sayuran ini.”

 

Sooyoung tersenyum penuh kemenangan disela kegiatannya. Melirik Kyuhyun yang menggerutu sembari memanaskan air. Setelah bercengkrama sembari menonton televisi ya walaupun sebenarnya televisi yang menonton aksi mereka tetap saja membuat perut mereka minta diisi. Mereka akhirnya memutuskan memasak bersama. Jadwal istirahat yang bersamaan menguntungkan dua orang yang kini tengah sibuk dengan peralatan memasaknya. Mereka sudah terbiasa dengan waktu rindu mereka yang tak menentu.

 

“Cho apa kau bisa menumis?”

 

“Heuh? Menumis bumbu maksudmu.”

 

“Uh ne sayang. Kau ternyata pintar.”

 

Sooyoung mencubit pipi Kyuhyun dan melanjutkan aksi memotongnya sedangkan Kyuhyun hanya berdecih pelan. Tentu saja namja ini pintar, iya kan?

 

“Tuang minyak secukupnya dan tunggu hingga panas.”

 

“Ne arraso.”

 

Kyuhyun menuangkan minyak dengan malasnya dan melirik kekasihnya yang tengah tersenyum – senyum sendiri.

 

“Ah aku bahagia. Aku sangat menantikan hal seperti ini.”

 

Kyuhyun yang tadinya malas kini tersenyum menatap Sooyoung yang tengah menggerak – gerakkan tubuhnya seperti seorang anak kecil yang dijanjikan pergi ke kebun binatang.

 

“Kau cantik.”

 

Sooyoung menoleh menatap Kyuhyun yang tengah tersenyum menatapnya juga.

 

“Aku juga bahagia…… bersamamu. Sangat bahagia.”

Sooyoung tersenyum haru mendengar ucapan lembut kekasih. Dia memang sangat bahagia bisa mendengar perkataan itu dari seorang Cho Kyuhyun yang penuh dengan kejahilan dan ketidak pekaannya yang melebihi batas normal.

 

“Aku senang jika kau bicara seperti itu Kyu.”

 

“Aku juga akan senang jika kau memanggilku dengan panggilan sayang.”

 

Yeoja itu terkikik dengan permintaan namjanya. Dia memang lebih suka memanggil nama namja itu langsung.

 

“Aku juga akan senang jika kau melepas pisau itu dari tanganmu.”

 

Kyuhyun tetap berkata sembari menatap Sooyoung yang kini meletakkan pisau yang sedari tadi dia genggam. Tangannya melipat kedada menatap Kyuhyun yang sama sama tengah melipat tangannya kedada menatap Sooyoung lembut.

 

“Aku juga akan senang jika kau mendekat padaku.”

 

Sooyoung yang mengikuti permainan Kyuhyun melangkah pelan mendekati kekasihnya itu. Ditatapnya mata tajam Kyuhyun dengan tatapan menantang yang malah dianggap sebagai tatapan menggoda oleh Kyuhyun.

 

“Aku juga akan lebih senang jika kau diam saat aku melakukan ini…….”

 

Kyuhyun menarik pinggang Sooyoung agar menempel padanya. Dahi keduanya menyatu berseirama dengan deru nafas mereka. Tanpa aba – aba pun mereka menyatukan bibir mereka. Membiarkan sang namja dengan ahlinya memimpin kegiatan mereka hingga mereka bergerak tak beraturan. Kyuhyun membawa Sooyoung untuk duduk dimeja makan dan tetap pada aksi mereka yang terus mencari kenyamanan dan kehangatan.

 

“Cccssss cccsss cs cs.”

 

Sooyoung membelalakkan matanya dan berusaha mendorong Kyuhyun dengan bersusah payah hingga dia harus mencubiti perut Kyuhyun dengan keras.

 

“Aish WAEYO SOO?? Kau menggangguku. Aku jadi……”

 

“Minyaknya muncrat kelantai KYUHYUN PABO! Minggir kau mesum!!”

 

Si Suri yang sedari tadi berada didekat kulkas hanya bisa berputar – putar sembari menggeleng – gelengkan kepala imutnya.

 

Ah andai saja aku jadi Suri. 

 

Keut for this.

 

 

Drabble : Of Course, Babe (Two)

 

Empat orang yeoja yang sudah bisa dibilang dewasa itu tengah bercengkrama diruang televisi sembari mengunyah kentang goreng yang mereka beli. Kadang ledakan tawa terdengar membuat gaduh penjuru ruangan namun tidak membuat beberapa yeoja lainnya yang tengah tidur dikamar mereka merasa terganggu. Kemungkinan terbesarnya karena jadwal padat mereka dan waktu istirahat mereka singkat. Tapi tidak dengan keempat yeoja yang kini terdiam menatap televisi, insomnia melanda mereka.

 

“Kita akan tidur jam berapa?” Ujar si kid leader yang tengah tiduran di karpet sembari tetap menatap televisi.

 

“Mollayo unnie sepertinya aku sekarang masih tidak bisa tidur.” Seohyun yang berada di samping Taeyeon hanya mengerjap – ngerjapkan matanya.

 

“Hyongie apa kita punya es krim?”

 

“YAKK, jangan makan es krim malam – malam nanti radangmu kambuh.”

 

“Oh, hehehe. Mian.”

Yoona memasang wajah sok cutenya pada Hyoyeon yang tengah menatap tajam padanya .

 

Kreett.

 

Yoona menatap ke sumber suara yang ternyata sebuah pintu yang terbuka menampilkan yeoja jangkung yang tengah menatap ponselnya yang kemudian duduk ditengah – tengah Yoona dan Hyoyeon. Yoona hanya melirik kearah ponsel yeoja itu sedangkan Hyoyeon melirik pada ekspresi lemas yeoja berkaki.

 

“Youngie kenapa kau bangun?”

 

“Aku memang belum tidur.” Taeyeon yang mendengar balasan dari Sooyoung langsung menatap yeoja berpipi tembam yang tengah menonton televisi atau sepertinya dia hanya tengah melamun.

 

Ekhem.

 

Hyoyeon berdehem kecil melirik Taeyeon, seperti tengah memberi kode bahwa yeoja yang tengah melamun itu tidak sedang dalam mood yang baik. Taeyeon hanya mengangguk kecil kemudian kembali menonton televisi setelah sebelumnya melirik Seohyun yang sepertinya tengah ber – chatting ria dengan kekasihnya.

 

“Oh unnie kau disini, biasanya malam sabtu dan minggu kau menginap di apartemennya Kyuhyun oppa.”

 

Taeyeon yang mendengar ocehan polos Seohyun hanya bisa memukul keningnya sedangkan Hyoyeon menghembuskan nafasnya secara kasar dan memejamkan matanya.

 

“Ah matta. Mungkin Kyuhyun oppa sibuk Seobaby, tahu sendiri kan sekarang dia sedang ada jadwal drama musikal. Huh pasti sangat melelahkan.”

 

Yoona yang bosan membalas ocehan Seohyun dengan senyuman mengembangnya sedangkan Seohyun hanya menatap datar Yoona yang tengah menunjukan deretan giginya. Seakan punya bahan pembicaraan Seohyun kemudian duduk dengan percaya dirinya dan menghadapkan tubuhnya pada Yoona. Tidak menyadari jika yeoja yang duduk ditengah sofa tengah melirik kesal Yoona yang tengah bertingkah aneh.

 

“Melelahkan apanya unnie. Justru Kyuhyun oppa merasa senang karena drama musikal adalah bidang yang paling dia senangi sekarang. Dia jadi lihai beradu akting sembari bernyanyi dan menari. Bukankah itu keren”

 

“Kekekeke, anniya Hyunie . Geuroum, sebenarnya bukan Kyuhyun oppa yang lelah tapi ada seseorang yang lelah tengah menunggunya. Jangankan untuk bertemu. Mengirim pesanpun tidak. HAHAHAHAHAHAmmmfftt”

 

“YYYAAAAKKKK. Kau bilang apa YOONGG. Jangan asal bicara. Mau aku beri hukuman HEUHH?”

 

Sooyoung membekap mulut Yoona sedangkan tangan yang lain berusaha
menggelitiki tubuh Yoona yang akhirnya membuat gaduh ruangan itu.

 

TING TONG

 

“Hei sudah hentikan Young. Kasihan Yoona.”

Taeyeon melerai Sooyoung dan Yoona yang tengah saling serang sedangkan Hyoyeon hanya geleng – geleng kepala melihat tingkah absurb kedua yeoja itu.

 

TING TONG TING TONG

 

“Sepertinya Sica Unnie sudah pulang. Biar aku yang membuka pintu.”

 

Seohyun beranjak menuju pintu sedangkan Yoona dan Sooyoung sudah saling diam. Sooyoung kemudian beranjak menuju kamarnya meninggalkan Yoona yang tengah cengengesan dan menggoncang – nggoncangkan sofa tak jelas yang akhirnya mendapat pukulan di keningnya oleh Hyoyeon.

 

“AH KYUHYUN OPPA.”

 

Suara Seohyun yang lumayan keras membuat Taeyeon, Yoona dan Hyoyeon menatap kearah pintu yang kemudian terlihat dengan jelas sosok namja yang memakai kemeja biru tua itu tengah berjalan dengan tatapan yang siapapun akan tahu apa yang tengah ditatapnya dengan…. eerr tajam. Siapa lagi kalau bukan yeoja bermarga Choi yang tengah menghadap pintu kamarnya dengan tangan kanan yang bersiap membuka pintu.

Tanpa menyapa ketiga yeoja yang tengah tersenyum kikuk itu Kyuhyun berjalan kearah Sooyoung, membalikkan tubuh Sooyoung kemudian merengkuhnya dengan sangat posesif, erat dan sungguh rasanya pasti hangat.

 

“Nan jeongmal neomu bogoshipo.”

 

Kyuhyun berbisik lirih tepat di telinga kanan Sooyoung, membuat yeoja itu merasa tersengat jutaan volt listrik dan terjengit pelan. Kyuhyun dengan pelukan khasnya menempelkan pipi kanannya pada pipi kanan Sooyoung hingga telinga namja itu berada di mulut Sooyoung seakan ingin mendengar dengan jelas suara yang menjadi candunya itu.

“Nado”

Hanya balasan yang sangat singkat membuat Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar hingga efeknya membuat Sooyoung merinding. Wajahnya kini berada di leher bagian kanan Sooyoung menghirup aroma wangi khas Sooyoung sebanyak – banyaknya seperti menghirup oksigen yang berada di lubang kecil diruang hampa udara. Sooyoung bergerak gelisah dan beberapa kali mengerjapkan matanya cepat atas perbuatan yang sudah biasa oleh kekasihnya itu.

 

“Nado? Mwo?”

 

Kembali Kyuhyun berbisik kemudian berganti menghirup dalam – dalam leher bagian kiri Sooyoung. Tak terhindarkan jika hidung mancung Kyuhyun menari – nari di lehernya. Membuat Sooyoung menggigit bibir bawahnya.

 

“Nado neomu neomu bogoshipo oppa.”

 

Dengan nada yang sedikit bergetar Sooyoung menjawab perkataan Kyuhyun membuat namja itu tersenyum kemudian mengecup dengan dalam leher Sooyoung.

Namja itu kemudian menatap wajah yeojanya. Menempelkan kening mereka. Merasakan deruan nafas mereka beradu, saling menatap seakan mengeluarkan segala yang mereka tahan dan pendam. Tanpa babibu Kyuhyun langsung mencium bibir tipis Sooyoung dengan lembut. Meletakkan tangan kanannya ditengkuk Sooyoung dan tangan kiri dipinggang ramping Sooyoung. Menarik yeoja itu untuk semakin mendekat padanya.

Semakin lama semakin tak beraturan kegiatan mencium mereka. Rambut Kyuhyun yang telah acak – acakan oleh Sooyoung yang kini tengah memeluk erat leher Kyuhyun sedangkan Sooyoung yang sudah dipojokkan didepan pintu semakin tak punya ruang, semakin menekan dan membuat tubuhnya merasakan panas tubuh Kyuhyun. Tangan Kyuhyun meraba pintu mencari kenop pintu sedangkan matanya masih terpejam, berkonsentrasi mencari kenikmatan pada kegiatan favoritnya.

Pintu pun terbuka dan dengan tergesa – gesa Kyuhyun merangsek maju kedalam kamar saat Sooyoung berusaha menaikkan kakinya, kedua kaki jenjangnya memeluk erat pinggang namja yang tengah berusaha menutup pintu dengan kaki kanannya dan…

 

BLAAAMM.

 

Pintu tertutup meninggalkan keempat yeoja yang menatap tidak percaya. Yoona yang membuka mulutnya lebar – lebar. Seohyun yang masih tetap menatap pintu tanpa berkedip. Dan dua orang hanya diam. Hyoyeon menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal. Taeyeon memijat keningnya dan menatap pintu sama seperti ketiga temannya yang masih terhipnotis dengan scene 17+ itu.

 

“Aku rasa Sica harus tidur dikamar Tiffany.”

“Astaga aku merinding.”

“Huh tadi saja menggelitikiku sekarang malah… Aish mataku panas.”

“Apa yang mereka lakukan didalam yah? Aku penasaran. Bagaimana kalau kita mengintip mereka unnie?”

 

Serentak semua mata tertuju pada sang maknae dan hening…..

 

Keut

 

 

Drabble : Of Course Babe (Three)

 

‘Mungkin ponselnya mati.’

 

Pemikiran entah sudah berapa kali ketika untuk ke – 23 dia mendapati nomor ponsel kekasihnya tak bisa dihubungi. Selalu saja suara yeoja – maksudnya operator yang menjawab. Dia sempat berpikir kenapa suara operator itu harus yeoja. Kenapa tidak namja saja supaya dia dan operator itu bisa mengobrol membunuh rasa bosannya (memang bisa?). Pemikiran aneh seorang Choi Sooyoung.

Dia selesai syuting hanbam dan berencana makan malam bersama Kyuhyun yang sebenarnya ini bukan waktu yang baik untuk makan malam. Ini sudah jam 11 malam dan itu semua membuat sooyoung tersadar jika dia sudah menunggu si buncit kesayangannya itu satu jam.

 

“Sial sial sial. Lama sekali kau Cho sialan.”

 

Sooyoung memutuskan dirinya berjalan keluar gedung SBS dengan kaki yang dihentak – hentakkan seolah hentakannya itu dapat membuat tanah dibawahnya retak. Langkah ke tigabelasnya terhenti karena cahaya lampu sorot sebuah mobil hitam. Jelas sekali Sooyoung merasa jengkel dan beberapa detik setelah mengerjapkan mata dia bisa melihat namja yang tengah tersenyum kikuk.

 

“Sayang aku tadi…..”

 

“Kita pulang.”

 

“Tapi kita sudah berencana makan malam sayang.”

“Kau sudah kenyang bukan. Sangat tercium pada kemejamu.”

 

Sooyoung mendengus kasar saat Kyuhyun dengan wajah tanpa berdosa mengendus – ngendus kemeja yang Kyuhyun pakai. Sejurus kemudian meringis menatap Sooyoung yang sedang bersedekap.

 

“Aku tidak bisa menolak ajakan kru Radio Star sayang. ”

 

Seperti mengerti dengan tatapan Sooyoung Kyuhyun menjelaskan bau yang berasal dari pakaian Kyuhyun. Namun Sooyoung tetap diam dan tak merubah posisinya sama sekali.

 

“Sudah sangat malam kita sebaiknya pulang.”

 

“Yak jangan tarik aku buncit.”

 

 

“Kita dimana?”

 

“Hongdae sayang. Kau tidak tahu tempat ini.”

 

“Seharusnya kita sudah berada di apartemen yang hangat. Kenapa kita harus jalan – jalan?”

 

Kyuhyun berdecak kesal, sejak tadi memang yeoja itu tetap diam mengacuhkannya yang bercerita tentang jadwalnya hari ini. Padahal biasanya Sooyoung akan mengganggu Kyuhyun dan tertawa sepuasnya melihat Kyuhyun yang kesal karena mengganggunya. Ya gangguan itu memang sangat menggelisahkan. Sooyoung sangat ahli dalam menggoda namja yang minggu lalu berdiet itu.

 

“Bagaimana jika kita membeli nasi box di kedai itu?”

 

“Terserah.”

 

Kyuhyun berjalan kearah kedai meninggalkan Sooyoung yang mencari kursi kosong di setiap pelataran jalan. Yeoja itu menatap orang – orang yang berlalu lalang didepannya. Dia tidak habis pikir mengapa Kyuhyun mengajaknya ke tempat ini. Untung saja dia tidak melupakan topi dan masker untuk melindunginya dari publik. Coat hitamnya dia rapatkan kembali. Akhir – akhir ini dia tidak tahan dengan hawa dingin.

 

“TARAAA, makanan datang.”

 

“Ayo pulang.”

 

Kyuhyun melongo menatap Sooyoung yang berjalan dengan santainya.

 

“YAK CHOI SOOYOU..mmpptt.”

 

Menyadari dimana dia berada dia langsung membekap mulutnya sendiri, melirik beberapa orang yang menatapnya seperti penasaran dan curiga. Sedangkan sooyoung sudah berbalik dan berjalan mendekati Kyuhyun sembari mendelikkan matanya.

 

“Michigesso? Jika orang mengenali kita bagaimana?”

 

“Mianhae.”

 

“Aku sekarang sedang lelah oppa, kenapa kau tidak mengerti?”

 

“Sayang, aku tidak bermak….”

 

“Sudahlah kita pulang.”

 

Sooyoung berjalan meninggalkan Kyuhyun sementara namja itu terdiam dan menatapinya. Seharusnya mereka pulang saja tadi. Bukan hanya Sooyoung, Kyuhyun juga sama lelahnya. Dia hanya ingin bisa berjalan berdua layaknya berkencan seperti pasangan biasa lainnya.

Setelah sadar Kyuhyun berlari kecil menyusul Sooyoung sembari melepas maskernya. Dia tidak ingin dia dan Sooyoung bertengkar hanya karena hal sepele. Ditariknya tangan Sooyoung memaksanya berbalik dan langsung memeluknya. Kyuhyun memeluk erat Sooyoung tidak peduli orang – orang yang menatap aneh pada mereka. Sooyoung hanya terdiam menerima perlakuan Kyuhyun.

 

“Jangan marah. Maafkan aku.”

 

Sooyoung menggigit bibirnya, rasanya dia sangat merindukan pelukan Kyuhyun dan selebihnya dia juga membutuhkan seseorang yang bisa menjadi sandaran ketika dia lelah. Sooyoung mengangguk dalam pelukan Kyuhyun. Dia mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun. Membiarkan Kyuhyun membuka topi dan melepas maskernya.

Jangan tanyakan mengapa orang – orang saling berbisik dan tersenyum menatap kegiatan sepasang anak muda yang tengah berciuman dengan mesranya.

 

“Bukankah itu Kyuhyun Super Junior?”

 

“Yeoja itu Choi Sooyoung. Omona!”

 

Dan jangan salahkan orang – orang jika mereka kini tengah mengabadikan moment luar biasa itu.

 

 

“Huh lelahnya.”

 

“Hhmm. sini berbaring.”

 

Sooyoung berdecak namun tetap menuruti keinginan Kyuhyun untuk berbaring disampingnya. Kyuhyun memiringkan tubuh Sooyoung, berhadapan dengannya sedangkan sooyoung mengorbitkan matanya melihat senyum setan Kyuhyun. Namja itu memeluk mesra yeojanya hingga beberapa detik kemudian tangannya masuk kedalam kaos longgar Sooyoung. Sudah menjalar kemana – mana dari atas kebawah kebawah dan….

 

PLAK

 

“Yak appo Youngie. Kenapa kau galak sekali.”

 

“Aku sedang datang bulan buncit.”

 

Kyuhyun terperangah. Dalam otaknya tengah memikirkan sesuatu. Astaga ….

 

“Pantas saja kau jadi sensitive hari ini.”

 

“Memangnya kenapa jika aku sensitive? Kau keberatan HAH??”

 

“Aish sudahlah kita tidur.”

 

“Ah YAK!”

 

Kyuhyun tak memperdulikan umpatan Sooyoung dan malah memeluk Sooyoung dengan erat.

Hangat dan nyaman bersama Choi Sooyoung – Cho Kyuhyun

Keut.

 

Drabble : Of Course, Babe (Four)

 

Biasanya Sooyoung tidur paling tidak ketika jam sudah menunjukan jam 10 tapi sekarang dia hanya bisa mengorbitkan kedua bola matanya, menatap jenuh pada namja yang juga tengah duduk di sofa kamar apartemen sang namja. Seharian menjalani aktifitas syuting membuat dia paling tidak satu jam untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tapi sayangnya kebiasaan itu tak terjadi karena tiba – tiba namja buncitnya menjemputnya di lokasi syuting dan tak mungkin ada penolakan dari Sooyoung. Sia – sia.

 

“Kyuuhh…”

 

“Ayo cepat mandi sayang.”

 

Kyuhyun dengan telatennya memijat lengan Sooyoung dan tetap saja menyuruh Sooyoung untuk cepat – cepat mandi selama 15 menit yang lalu. Jangan tanyakan bagaimana reaksi Sooyoung. Bukannya senang dia malah merasa risih dan sebal.

 

“Sayang. Mandi. Sekarang.”

 

“Aish, arraso aku mandi sekarang. Singkirkan tanganmu dari kakiku.”

 

Sooyoung selalu berpikir jika selama ini Kyuhyun selalu saja memonopolinya dalam banyak hal, tidak secara keseluruhan juga. Hanya saja mengapa otaknya merespon dengan baik perintah Kyuhyun yang saat ini tengah menuju ke lemari mengambil pakaian ganti untuk sooyoung.

Terlihat aneh?

 

Memang.

 

Kyuhyun memang aneh.

 

 

” Yaah, kenapa kau pakai baju itu?”

 

“Aish Kyu, apa kau tidak bisa memperkirakan apa yang terjadi jika aku memakai one piece itu. Kau mau aku mengingatkanmu?”

 

“Memang hal itu yang aku inginkan.”

 

Dengan ekspresi wajah tanpa bersalah itu Kyuhyun meletakkan teh hangat di meja dekat tempat tidur dan dia duduk sembari menatap Sooyoung yang telah bersiap melayangkan bantal kearah Kyuhyun dan seperti biasa Kyuhyun tidak mempan dengan serangan menggemaskan Sooyoung. Yeoja itu melototkan matanya dan mengambil teh yang sengaja dibuat kyuhyun dan kembali menyandarkan punggungnya pada dashboard tempat tidur.

 

“Apa yang harus kita lakukan?”

 

Baiklah sebenarnya ini bukan hal yang Kyuhyun ingin tanyakan tapi ya… kau tahu si buncit adalah orang yang gengsi.

 

“Memangnya apa lagi kalau bukan tidur.”

 

Sooyoung menjawab dengan ketus dan mengalihkan wajahnya menghindari pandangan laser Kyuhyun yang selalu membuatnya menyerah pada Kyuhyun.

 

“Aku ingin seperti minggu lalu.”

 

Sooyoung membulatkan matanya. Dia masih ingat dengan jelas kejadian minggu lalu yang benar – benar membuatnya lelah.

 

“ANDWE!! aku sangat lelah sekarang.”

 

“Ayolah sayang hanya satu jam saja.”

 

“Tetap aku tak….mmmfftt.”

 

Cara terampuh memang hanya dengan ini.

 

Kiss Sooyoung’s lips.

 

Jangan tanyakan apa yang terjadi selanjutnya. sudah jelas jika saat semuanya telah dalam kendali seorang Cho Kyuhyun siapapun tidak dapat menghindar.

 

Mata Sooyoung benar – benar ingin terpejam tapi sayangnya sang pengendali tak akan membiarkan sang kekasihnya tertidur sebelum satu jam sesuai janjinya. Sooyoung mendesah lelah, kenapa rasanya sangat lama dari biasanya.

 

“Kau kalah lagi sayang.”

 

“hhhmm.”

 

“Yah jangan tidur.”

 

“Tidak. Hooaamm”

 

Kyuhyun menatap lekat wajah Sooyoung yang sudah sayu. Mata bulat yeojanya mengerjap – ngerjap dan kadang terpejam membuat Kyuhyun gemas. Mungkin dia sudah sangat parah membuat Sooyoung harus menahan rasa kantuknya.

 

CUP

 

Satu kecupan membuat Sooyoung terkesiap memandang Kyuhyun yang sekarang ikut menunduk karena posisi Sooyoung yang tengah tengkurap.

 

“Baiklah ayo kita tidur.”

 

Sooyoung hanya mengangguk sembari matanya terpejam. membiarkan Kyuhyun yang membawanya dalam pelukan hangat nan posesif . Membiarkan Kyuhyun menciumi wajahnya yang sudah menjadi kebiasaan sebelum tidur bagi Kyuhyun. Membiarkan segala hal indah mewarnai hidup mereka. Dan membiarkan Kyuhyun yang mungkin akan mengajaknya bermain permainan monopoly lagi minggu depan.

 

Selamat Malam.

 

 

Drabble : Of Course Babe (Five)

 

Kyuhyun hanya bisa tertawa saat dewi jangkungnya bergoyang kesana – kemari layaknya orang gila. Menari – nari menirukan gerakan yang ditampilkan di televisi.

 

“HEY MAMACITA NAEGA A YA YA YA YAAAAA!!”

 

Dahi Kyuhyun mulai berkerut mendengar Sooyoung yang berteriak kesetanan. Setelah sebelumnya namja itu menikmati ke – dorky – an wanita tercintanya yang terlihat seperti tarian penggoda bagi Kyuhyun. Pinggul ramping dan hot pants dan jangan lupakan kaki mulus yang selalu dia belai. Tapi kali ini dia merasa Sooyoung hanya seperti melampiaskan apa yang dia rasakan. Girl grup kekasihnya telah dilanda masalah dan pasti berakibat pada anggotanya.Apalagi mengingat orang yang bermasalah itu adalah orang yang tidur bersama dengan kekasihnya dan seringkali menjadi teman curhat Kyuhyun bila namja itu punya masalah dengan kekasihnya. Kyuhyun tahu Sooyoung terluka dan dia adalah salah satu orang yang berhak dan harus mengobati luka itu.

 

“Sayang?”

 

Sooyoung tetap menari – nari tidak jelas dan kadang berteriak. Ya walaupun tetangga apartemennya tidak mungkin akan terganggu tapi yang beresiko adalah orang yang saat ini mulai beranjak berdiri.

 

“Sayang hentikan. Kau merusak pendengaranku.”

 

Kyuhyun menarik tangan Sooyoung dan memaksa yeoja itu menghadapnya. Bisa saja Kyuhyun menghentikannya dengan nada angkuhnya tapi itu tidak mungkin karena….

Kyuhyun.sudah.dewasa

 

“Waeyo?”

 

Yah dan seperti biasa jika Sooyoung tengah dalam mood yang buruk dia akan bersikap dingin dan namja yang kini tengah mengelus rambut coklat Sooyoung tidak menyukainya.

 

“Ehm.. Ayo kita menonton film horor.”

 

Sooyoung menaikkan sebelah alisnya. Heran, Tentu saja jarang sekali Kyuhyun mengajaknya melakukan sesuatu yang normal. Maksudnya ya… Entahlah. Sooyoung hanya ikut duduk setelah tangannya telah digenggam erat oleh sang kekasih.

 

“Film apa yang akan kita tonton?”

 

Kyuhyun tersenyum ringan dan membuka ponsel pintarnya di ketuknya layar dan memilih sebuah aplikasi.

 

“Kemarin aku dan Eunhyuk hyung mencari referensi film. Ini benar – benar menyeramkan sayang.”

 

“Kenapa tidak menonton dengan DVD saja?”

 

“Memangnya kau mau malam – malam begini pergi ke toko kaset.”

 

“Aku? Tidak masalah karena kau yang akan kesana dan mmmmffftt..”

 

Hal biasa saat Kyuhyun mulai gemas pada bibir tipis Sooyoung yang bergerak – gerak seakan mengundangnya untuk singgah bahkan menetap, jika bisa.

 

” Aku malas pergi keluar sayang.”

 

Sooyoung hanya memutar bola matanya dan memalingkan wajahnya saat wajah Kyuhyun mulai menampilkan smirk menyebalkan.

 

“Cha… lihat baik – baik.”

 

Kyuhyun membuka daftar riwayat video yang dia putar dengan ditemani Sooyoung yang penasaran ikut menatap layar ponsel Kyuhyun.

 

“OMO… Tunggu sebentar!”

 

Sooyoung terlonjak kaget dan berusaha merebut ponsel Kyuhyun.

 

“Huh ada apa sayang?”

 

“Kemarikan ponselmu.”

 

Seperti anak kecil yang tak tahu apa – apa Kyuhyun menyerahkan ponselnya dan melihat apa Sooyoung lakukan pada ponselnya. Sedetik kemudian….

 

Astaga…

 

Dia melupakan sesuatu…

 

Riwayat videonya…

 

Dan kini Kyuhyun malah mengutuk Eunhyuk yang sebenarnya tidak tahu apa – apa.

Hei, Eunhyuk punya simpanan tersendiri yang khusus dan sangat privasi.

 

“Ini apa Kyuhyun bodoh? Kau menonton video laknat seperti itu dan kekasihmu ini mengetahuinya. Astaga Cho kau membuatku illfeel.”

 

Kyuhyun gelagapan.
Tak ada salahnya bagi seorang pria sejati sepertinya menonton hal dewasa yang selalu dimimpikannya di hari tertentu. Tapi tidak akan sama jika Sooyoung mengetahuinya.

 

Itu memalukan.

 

Dan sekarang Kyuhyun…blushing.

 

Sooyoung pernah mendapatinya tengah bertelanjang walaupun terbungkus selimut. Saat itu membernya berkoar – koar mengatakan dirinya memimpikan Sooyoung dan berteriak – teriak aneh. Hasilnya Sooyoung menolak berciuman selama 3 minggu.

Kyuhyun dan Sooyoung berhubungan lama dan hubungan lama itu membuat Kyuhyun mengetahui bagaimana bagian atas Sooyoung. Tapi tetap saja Sooyoung tidak menyukai hal – hal dewasa yang dilihat oleh kekasihnya dia ketahui.

 

“Mianhe. Jeongmal mianhe. Aku lupa menghapusnya. Maafkan aku. Jangan menghindar dariku.”

 

Kyuhyun memeluk Sooyoung dengan erat. Menggerakkannya kekanan dan kekiri seolah – olah tengah menenangkan anak kecil yang menangis. Sooyoung hanya diam meresapi rasa hangat yang melingkupinya kemudian menepuk – nepuk keras bahu dan punggung Kyuhyun.

 

Seperti memberi hukuman,eoh?

 

“Bodoh seharusnya kau menghapusnya, bodoh. Kali ini aku maafkan. Jangan diulangi lagi arraso.”

 

Kyuhyun mengangguk semangat sembari tersenyum. Dipeluk erat – erat kembali dan kali ini Sooyoung membalas memeluk leher Kyuhyun. Mereka bertahan lama dalam keadaan itu. Menyesapi debaran jantung mereka dan rasa tertentu yang tercipta secara alami.

Hingga tiba – tiba Kyuhyun mengernyitkan keningnya. Merasakan sesuatu yang aneh. Tangannya menyibak kaos Sooyoung.

 

“Hei Cho Kyuhyun?”

 

Kyuhyun tetap diam tangannya tetap memeluk Sooyoung sembari menyentuh sesuatu. Semakin membuat yeojanya merekat padanya

 

“Kau diet heuh? Lingkar dadamu berapa sayang? Lihat ini pengait branya sampai lepas waktu kupeluk kekekeke.”

 

“YAK, SINGKIRKAN TANGANMU CHO BODOH.

 

 

 

(FF Oneshot/Drabble) Ooh, Cho Kyuhyun

 

“Aish sial, harusnya aku membuatkan makanan untuk mereka.”

 

Pagi hari disebuah rumah diawali dengan gerutuan Sooyoung yang masih berbaring dibalik selimut. Bukannya dia tidak ingin beranjak mandi dan mempersiapkan makanan yang akan dia bawa tapi tangan kekar Kyuhyun tetap memeluknya erat, erat sekali. Sooyoung bergerak gelisah mencoba melepaskan diri tapi yang didapat hanyalah geliatan kecil akibat tubuh bagian depannya secara tidak sengaja bersentuhan dengan lengan Kyuhyun. Padahal posisinya sekarang sudah telentang, harusnya mudah untuk melepaskan diri. Jangan lupakan bahwa kedua mahluk ini sedang dalam keadaan polos. Sooyoung sudah berulang kali membangunkan Kyuhyun namun sia – sia. Dalam hati Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan dan menikmati setiap sensasi sentuhan akibat pergerakan yeoja yang sedang memainkan jarinya diwajah Kyuhyun. Diusap, dicubit kecil bahkan sekarang kedua tangan Sooyoung tengah berusaha membuka mata Kyuhyun.

 

“Aku tahu kau sudah bangun dari tadi buncit, lepaskan pelukkanmu atau kau tak dapat jatah lagi selama sebulan.”

 

Oke ancaman ini pasti ampuh untuk membuat sang perut buncit melepaskan pelukannya tapi……..

 

“Kau lupa saat kita tidak bertemu selama 2 bulan karena jadwal padat kau yang datang padaku dan meminta untuk bercinmmmbbbb.”

 

Mulut Kyuhyun dibekap oleh tangan Sooyoung sebelum Kyuhyun melanjutkan perkataannya dengan mata yang masih tertutup. Siapa sangka ternyata keduanya pernah melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Waw, rahasia besar terungkap. Sontak karena bekapan itu mata Kyuhyun terbuka dan dengan sigap menarik tangan Sooyoung menjauh dari mulutnya.

 

“Yak apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun. Lepaskan tanganmu.”

 

Kyuhyun hanya terkekeh melihat ekspresi lucu Sooyoung. Kyuhyun bergerak hingga sekarang tubuhnya menindih tubuh Sooyoung. Tatapannya sayu dan smirknya tetap dia perlihatkan membuat Sooyoung menelan ludahnya dan susah bernafas. Dalam hati yeoja itu merasa gelisah jika dia benar – benar akan diterkam lagi. Oh astaga dia bisa melihat bercak merah di leher dan dada Kyuhyun, tentu saja itu adalah hasil pekerjaannya tadi malam. Tatapan Kyuhyun seolah mengunci pergerakan Sooyoung. Yeoja itu hanya mengerjap – ngerjapkan mata menatap ekspresi yang sebenarnya sangat dia sukai yang membuatnya kini merasakan hawa panas disekujur tubuhnya. Ya, tubuh polos mereka bersentuhan membuat Sooyoung semakin yakin bila pagi harinya akan berlangsung sangat panjang atau kegiatan berkunjungnya ke dorm akan batal. Kyuhyun mendekatkan wajahnya membuat Sooyoung melebarkan bola matanya. Nafas Kyuhyun sudah sangat terasa di permukaan wajah Sooyoung.

 

 

“Aku…..”

 

 

‘Astaga dia mau berkata apa.’ batin Sooyoung. Kyuhyun sepertinya tidak akan melepaskan yeoja ini. Ujung bibirnya tertarik keatas saat melihat raut muka istri tercintanya.

 

 

“ingin…..”

 

 

Aish dia mau ap….

 

 

“Sarapan”
Setelah kata terakhir terucap, Kyuhyun mencium lembut bibir Sooyoung. Menjilat, melumat dengan lembut hingga digigitnya bibir Sooyoung mengakses lidahnya masuk dalam rongga mulut Sooyoung. Tangannya pun sudah sedari tadi menyelusuri setiap lekuk tubuh Sooyoung. Yeoja itu toh menikmati setiap apa yang diberikan Kyuhyun pada dirinya. Kegiatan yang pastinya disukai oleh sepasang suami-istri ini. Hingga dia tak sadar Kyuhyun sudah beranjak dari tempatnya kemudian berlari sembari terkekeh. Sekejap mata Sooyoung terbuka dan memposisikan duduk sembari menatap pintu kamar mandi dengan mata sayunya seakan menahan sesuatu.

 

“CEPAT BUAT SARAPAN. AKU SUDAH SANGAT LAPAR.”

 

“YAK CHO KYUHYUN SIALAN!!”

 

END for this.

 

 

 

 

 

Drabble : Who are You?

 

Bosan, benar – benar bosan. Harusnya aku tidak perlu menemani eomma dan appa jika akhirnya aku jadi kesepian dan jengah.
Lihat saja di acara pertemuan kolega ini kebanyakan para ahjumma dan ahjussi yang membicarakan bisnis mereka atau sekedar bercengkrama. Anak – anak kecil yang berteriak sembari berlarian membuat kepalaku pusing.
Aku menatap ponselku yang biasanya selalu sunyi tanpa ada pesan atau telepon. Jika adapun hanya untuk bertanya seperlunya. Setahun lebih ini memang kuputuskan untuk sendiri. Aku terlalu sibuk dengan kuliah dan malas menjalin hubungan yang pada akhirnya hanya akan menuntutku.

Kualihkan pandanganku pada beberapa namja dan yeoja yang sepertinya mereka memang menjalin hubungan.
Iri?
Bisa dibilang seperti itu. Tapi bagaimanapun aku sudah bertekad untuk tidak menjalin hubungan spesial dengan namja.

Makananpun tak kusentuh karena dirumah aku telah makan banyak dan jangan salahkan jika aku memakan hidangan diacara ini aku akan meminta pulang. Hei perutku ini sangat sensitive.

Tapi entah karena apa mataku menatap seseorang yang berjarak 5 meter dariku tepatnya disebelah kanan podium. Sebisa mungkin aku menghiraukan kerja otakku untuk menatap namja dengan kemeja kotak – kotak berwarna merah dan hitam yang tengah duduk dengan santainya.

Nuguseo?

Aku menoleh pada ibuku namun kuurungkan niatku untuk bertanya padanya. Jika sampai aku bertanya pasti aku akan jadi bahan ejekan dirumah. Orang tuaku memang kadang bertanya padaku siapa namja yang saat ini menjadi kekasihku tapi aku hanya bisa menjawab dengan kata ‘belum ada’ membuat eomma berdecak meremehkanku.

Kembali mata ini mencuri pandang kearah namja itu. Sepertinya dia jenuh juga. Dia menatap sekelilingnya dan… ASTAGA dia melihatku? Menatapku dengan mata tajamnya yang langsung membuatku mengalihkan pandanganku padanya. Bisa gawat jika aku ketahuan tengah mengawasinya.
Ah bagaimana ini? Kenapa aku jadi penasaran begini. Berulang kali aku melirik padanya hanya untuk melihat aktifitasnya yang saat ini tengah membaca buku dan sesekali mengutak – atik ponselnya. Ah apakah dia sudah punya yeojacingu? Tanpa sadar aku meremas ujung cardiganku dan menggigit bibir bawahku.

Kali ini aku beranikan diri menatapnya lama. Persetan jika dia juga menatapku. Namja itu kembali melihat sekelilingnya dan ya pada detik ini juga mata kami saling bertemu. Cukup singkat karena aku tak tahan jika harus menatapnya lama. Kenapa jantungku jadi berdetak tak karuan begini?

 

“Hadirin acara selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan panitia dalam acara pertemuan kolega kali ini. Kepada Saudara Cho Kyuhyun kami persilahkan.”

 

Oke baiklah sepertinya jika ada yang melihat ekspresi terkejutku akan merasa illfeel padaku. Namja itu berjalan santai memberi sambutan tak lupa dengan senyuman tipisnya dan mata tajamnya yang menatap lembut kepada seluruh orang yang berada diruangan ini. Beberapa kali entah karena apa aku kesulitan bernafas. Kepalaku sesekali menunduk dan sesekali juga menatapnya kagum. Dia telah selesai memberi sambutan kemudian berjalan menuju belakang podium membuatku merasa kecewa karena tidak bisa melihatnya. Menit – menit berikutnya dia terlihat disebelah kanan podium namun terhalang oleh seorang ahjussi. Aish aku benar – benar dilanda kejenuhan tinggi karena namja itu tidak terlihat olehku. Namun beberapa saat kemudian aku melihatnya berjalan kemudian bersalaman dan saling membungkuk pada para tamu. Dia berjalan kearah pintu keluar. Andwe!! Kumohon jangan pergi!!
Oh tunggu sebentar apa yang ada dipikiranmu Choi Sooyoung? Kenapa kau terlihat sangat mengharapkan namja itu. Apa yang terjadi? Apa aku salah makan? Aku tidak terjatuh atau kepalaku tak terbentur hari ini.

 

Atau jangan – jangan………

 

Haruskah aku mengubur tekadku selama 1 tahun ini?

 

Cho Kyuhyun….

 

Bisakah kita bertemu lagi?

Keut!

 

 

 

Drabble : One, Two, Three .
.
.

Mungkin bagi banyak orang jam 10 malam adalah waktu yang tepat untuk menutup mata bahkan sudah terlelap. Korea Selatan tepatnya Seoul benar – benar padat bukan. kerja disana – sini untuk memenuhi kebutuhan di wilayah dengan keperluan hidup tinggi. Serba mahal disana – sini.

Oke lupakan tentang orang banyak. Itu semua hanya uraian umumnya kan. Bagaimana jika kita ke sesuatu atau lebih tepatnya pada seseorang, ups maksudnya dua orang beda kelamin disuatu ruangan yang terlihat seperti kamar dengan ranjang kecil di pojok sebelah kanan. Entahlah kenapa bisa mereka terengah – engah sembari dalam duduk di ranjang kecil menempel pada tembok yang dingin. apakah mereka kepanasan?

Si yeoja yang mengusap pelan keningnya yang berkeringat sedangkan si namja menatap tembok yang ada di hadapannya.
Bahkan nafas si yeoja sampai tak beraturan seperti lari maraton. Terang saja Choi Sooyoung sudah lama tidak menguras tenaganya minggu – minggu ini.

 

“Kau sangat lelah?”

 

ucap Cho Kyuhyun sembari mengelus pelan rambut yeojanya sedangkan Sooyoung hanya mengangguk menengadahkan kepalanya menatap lampu sedangkan Kyuhyin mulai menggeser badannya agar lebih dekat dalam arti menempel pada Sooyoung.

 

“Oppa kenapa lampunya tidak dimatikan saja?”

 

Kyuhyun mengernyitkan keningnya kemudian terkekeh sembari memeluk Sooyoung dengan erat.

 

“Untuk apa dimatikan. Aku kan ingin melihat wajahmu dengan jelas sayang.”

 

PUK

 

“YAKK, kalau nanti ada yang masuk bagaimana, tak ada kunci dipintunya. Kenapa harus disini juga. Mencurigakan oppa.”

 

Kyuhyun meringis mendapatkan pukulan dilengannya. Kemudian hanya bisa menghela nafasnya saat sisi cerewet yeojanya mulai disemburkan.

 

“Mereka tidak akan masuk kesini. Percayalah.”

 

“Tapi oppa kalau mere….mmmm.”

 

Ya kalian tahu sendiri lah apa yang dilakukan Kyuhyun. Dia membungkam Sooyoung dengan bibirnya, Menekan dan terus menekan hingga……..

 

Ceklek BUG…

 

“YAK Kyuhyun Sooyoung kalian tertangkap, harusnya tadi kalian tidak perlu berlari kekekeke. Yey kita

menang oppa.”

 

6 orang yang berada didepan pintu tertawa terbahak – bahak melihat kedua orang yang tengah terkaget dengan posisi yang tidak etis karena mereka tertangkap oleh Hyoyeon dan Eunhyuk. Permainan hide and seek memang menyenangkan bukan, sekaligus memalukan, iya kan?

 

Keut

 

Hallo knights saya author freelance abal – abal kembali dengan drabble yang saya buat dan saya pernah kirim ke grup Kyuyoung di Facebook. Mungkin sebagian ada yang pernah membaca ataupun juga ada yag belum pernah membaca.

Semoga terhibur dan maaf jika ada typo.

Keep RCL guys.

64 thoughts on “[Oneshot] Diay’s Drabble Collection

  1. safitri agustina says:

    aaaaaa suka suka
    suka bgt
    pikiran ku udah yadong aja pas bagian terakhir😀
    aku pikir lg apaan, soal nya ada ranjang trus ngos-ngosan
    mana si soo nya blg begitu lg
    wkwk maaf otak saya memang sedikit (?) yadong, ketularan KyuHyuk *di tampol KyuHyuk* wkwk :v
    di tunggu ff lain nya yaa

  2. sie says:

    Annyeong,
    Semua manisnya kyk madu, menyehatkan.
    Cma rada bingung, ini brkesinsmbungan, atau nggak?
    Aku rada bingung soalny.
    Gomawo

  3. Sistasookyu says:

    Aku pikir kyuyoungnya udah married lho disini. Ternyata.. oh my kyuyoung.. Kekeke~
    kyu pinter bgt cari2 kesempatan ya xD
    Ditunggu ff lainnya

  4. mutya says:

    Daebak
    Tp masih penasaran sm ceritanya who are you itu. Klu bisa dilanjutin aja yang cerita itu😀
    Ditunggu ff lainnya🙂

  5. gita says:

    Seru” critanya
    Paling ska yg fo course babe, kalau bsa dilanjut dong chingu
    Disetiap drabblenya kyuyoung selalu jadi pasangan mesum.. Wkwkk
    Ditunggu next ffnya

  6. Rizky NOviri says:

    wuidih semua di gabung…
    apa iya aku blm pernah baca of course babe part 1.. haha..
    amnesia..

    aku udah sering bilang kan..
    ff kakak emang daebak…

    ditunggu lho ff ff lainnya kak..
    semangatt.. Hwaiting..😉

  7. mongochi*hae says:

    omonaaa n kumpulan drabble pling chessy,keren dan daebak yg prnah ad.
    aplg klo tiap jdul t dbkin oneshoot pasti tmbh keren

  8. yura says:

    Wihh keren semua ceritanya
    Suka sukaa
    Yg who are you di lanjut dong penasaran bgt nih kalo dilanjut bakalan gmn ceritanya

  9. PNA says:

    semua drabblenya manis2 kayak gula thor wkwk itu mungkin yg Who Are You bisa dibikin sequel ngga? biar mereka ketemu dan jadian kkk~~

  10. honeyKyuYoung says:

    kerennnn gila kyu mesum amat ya kasian juga sma soo eonnie tpi gpp kok mereka jga sweeet… bnget hahahaha…..
    keep writing ya…

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s