[SERIES] U- The Unexpected Guy

Jung Cheonsa Proudly Present,

U- The Unexpected Guy,

Choi Sooyoung & Cho Kyuhyun

Romance | Teenagers | Series

Aku senang kau kembali seperti semula, Nona Choi” – Cho Kyuhyun

Disclaimer : it’s really mine. No Copy! No Bashing! Keep RCL & Happy Reading!

Recommended Song :

*Maroon 5 – Lucky Strike

*Nasty – Knock

 

~

Satu minggu menjalani hari berat, membuat Sooyoung harus merelaksasikan diri dengan satu hari liburnya ini dengan sebaik mungkin.

Ia mengambil remote televisi lalu duduk bersila di atas sofa sembari makan sebaskom baskin robbins. Ah, nikmatnya hidup. Batinnya.

Terdengar kombinasi angka yang menandakan bahwa teman satu flatnya sudah pulang.

Dia melirik ke perempuan berambut blonde yang super feminim tersebut.

“Baru pulang pemotretan?” Tanyanya sembari menyedok es krim tersebut ke dalam mulutnya.

Jessica Jung hanya terkekeh melihat temannya yang sifatnya tidak jauh beda dari anak ingusan berumur 15 tahun.

“Wah, apa Cho Kyuhyun sudah tidak laris lagi hingga kau bisa duduk, menikmati baskin robbins sendiri dan nonton running man seperti ini?” Tanyanya balik sambil mendekati perempuan yang tahun ini baru akan menginjak umur 25. Dia mengambil sendok es krim milik temannya itu lalu menyedoknya juga.

Ekspresi cemberut mulai terbentuk dari wajahnya. “Beli saja sendiri. Gajimu kan besar.”

Tawa kecil itu terdengar dari bibir seorang model tersebut. “Kalo gajiku se-besar itu, aku akan beli rumah sendiri lalu menendangmu, Soo-yaa.”

Pada akhirnya, mereka berdua duduk berdua untuk menghabiskan eskrim bersama dan tertawa terbahak – bahak melihat kelakuaan Yoo Jae Suk CS.

Jessica Jung dengan sengaja mengambil remote TV lalu mengganti channel membuat teman sebelahnya berteriak kencang.

Dia sengaja menulikan telinga lalu memilih menonton acara reality show yang semakin membuat teman satu flatnya itu kesal.

“Bisa tidak sih aku hidup satu hari tanpa pria menyebalkan itu, Jung?” Cibirnya.

Masih tampak tidak perduli, Jessica tetap menonton acara itu. “Apa yang salah? Ini reality show terbaik ke-3 se-Korea. Lagipula aku suka mendengar dia menyanyi. Suaranya bagus.”

Sooyoung menghela nafas panjang. Dia memang harus mengakui kehebatan pria itu. Tapi tidak di depan siapapun. Ego-nya masih tingggi untuk hal itu.

“Besok aku akan bertemu dia, apa aku harus memberitahunya bahwa seorang model terkenal adalah fans nomor satunya?” Ejeknya yang membuat Jessica tersenyum tipis.

“Kau cemburu?”

Sooyoung hanya melempar bantalan sofa ke arah Jessica. Yang berakhir dengan adu lempar bantal diantara keduanya.

Sebuah nada dering menginterupsi kegiatan mereka berdua. Membuat Sooyoung sang empunya ponsel mengeram kesal saat melihat nama yang tertera di layar.

“Liburanku belum usai, Kyuhyun-ssi, ada yang bisa ku bantu?”

“Bisa kau ke aparte-ku? Kita butuh berdiskusi soal persiapan besok ke Hokaido.”

“Kita sudah berdiskusi kemarin.”

“Nona Choi, ini urgent”

“Malam – malam seperti ini? Kenapa tidak kau katakan saja sekarang?”

“Nona Choi,..”

“Baiklah, 15 menit lagi aku kesana.”

Ponsel yang tak bersalah itu terlempar begitu saja ke atas sofa.

“Astaga, kapan dia bisa berhenti merecoki hidupku?” Tanya Sooyoung secara retoris.

Jessica hanya geleng – geleng saja melihat kelakuan perempuan satu itu. “Mengundurkan diri saja. Gitu aja kok repot.”

Dan Sooyoung hanya memberikan tatapan tajam kepada si Blonde kesayangannya itu.

.

.

.

Dengan nafas yang terengah – engah, perempuan itu memasuki password apartemen.

Dia merutuki semua telepon dan pesan yang masuk dari pria itu dengan mengatakan betapa penting sekali pria itu untuk bertemu dengannya.

Ingin rasanya ia benar – benar mencekik pria tersebut. Atau apa ini salah satu trik supaya dirinya mengirimkan surat pengunduran diri secara sukarela?. Tanyanya pada dirinya sendiri.

Setelah berhasil memasukkan password tersebut, dia langsung mencari pria itu dan bertanya sepenting apa kedatangannya sampai harus datang selarut ini.

“Kau baru datang?” Tanya pria itu dengan wajah polosnya.

Tuhan, kalau membunuh tidak dosaaa. Teriak Sooyoung dalam hati yang langsung dikamuflase oleh senyum tidak ramahnya.

“Ada apa?” Bukan menjawab pertanyaan pria tadi, malah memberikan pertanyaan yang bertipe to-the-point.

“Bereskan apa – apa saja yang besok harus ku bawa!”

Mulut Sooyoung sudah terbuka lebar.

“Apa?”

Pria itu hanya memberikan sebuah seringai kecil. “Kau belum tuli kan?”

“JADI KAU MENYURUHKU DATANG MALAM – MALAM BEGINI UNTUK MEMBERESKAN KOPERMU DAN KAU BILANG INI URGENT?!!!” Teriak Sooyoung membuat Kyuhyun secara reflek menutup telinganya.

Kyuhyun membuka telinga lalu memandang lekat – lekat wajah Sooyoung yang memerah karena menahan amarah.

“Hey, kau kan manajerku.” Ucapnya dengan tenang.

Dan yang dilakukan Sooyoung hanya menepuk jidatnya.

“Kyuhyun-ssi, aku memang manajermu. Bukan asistenmu. Jadi urus saja urusanmu dan aku akan langsung pulang” ucap Sooyoung sambil menggertakkan gigi dan mencoba menurunkan emosi.

Kadang Sooyoung berpikir bahwa dia mungkin butuh pelajaran tambahan dalam menghadapi manusia menyebalkan di hadapannya ini.

“Nona Choi.”

Sooyoung tidak mendengar hal itu dan lebih memilih melangkah keluar.

“Bantu aku atau aku tidak berangkat besok bersamamu.”

Kata – kata itu sukses membuat Sooyoung berhenti sejenak. Dia membalikkan badan dan menatap Kyuhyun tajam.

“Kau mengancamku?”

Kyuhyun pun mengangguk dan Sooyoung tau dia kalah.

.

.

.

“Letakkan barang – barang beratmu di bawah. Pakaianmu bisa kau masukkan ke plastik lalu kau gulung supaya space-nya besar dan muat barang – barang yang lain.”

Sooyoung memberikan contoh dalam menyusun peralatan dan pakaian yang akan pria itu bawa ke Hokaido besok.

“Letakkan hal – hal penting seperti paspor, visa dan dompet di tas kecilmu. Jangan lupa”

“Lalu tulis semua hal yang perlu kau bawa dan cek ulang.”

Kepala Kyuhyun mengikuti gerak – gerik Sooyoung yang cekatan memindahkan beberapa barang ke dalam koper pria tersebut. Dia terkadang hanya terkekeh melihat tingkah perempuan itu yang mondar – mandir dengan mulut yang terus bergumam tak jelas.

“Jam tangan ada di rak paling atas. Jasku masih di laundry kalau kau masih mencari kedua benda itu” ujar Kyuhyun seolah – seolah bisa membaca pikiran Sooyoung.

Dan benar, Sooyoung terkejut mendengar perkataan Kyuhyun.

Dengan gaya melipat tangan di dada, Pria itu tersenyum sombong.

“Karena aku yakin kau belum makan, aku pesankan ayam goreng dulu. Keberatan?”

Oh tentu saja perempuan yang hobi makan tidak akan melewatkan hal itu. Dengan cepat, Sooyoung mengangguk. Membuat Kyuhyun lagi – lagi terkekeh.

Ternyata perempuan yang marah – marah padanya karena menyuruhnya datang di larut malam, luluh hanya karena ayam goreng. Batinnya.

Kyuhyun meninggalkan Sooyoung sendiri untuk membeli ayam goreng sebagai rasa terima kasihnya. Ia melihat Sooyoung yang tampak tak perduli pada kepergiannya. Melihat manajer barunya yang sibuk berbenah membuatnya mengingat seseorang. Seseorang yang tak seharusnya ia ingat kembali

.

.

.

“Aku pulang”

Tidak ada sahutan ataupun suara berisik yang pria itu dengar.

Ia melepas sendalnya lalu masuk melihat apakah perempuan itu sudah pulang atau belum.

Dan pemandangan yang membuatnya kaget adalah, perempuan itu telah tidur di atas kopernya dengan kedua tangan terlipat sebagai alas bantalnya.

Kyuhyun meletakkan makanan yang baru saja ia beli di atas meja ruang tengah. Ia melangkah ke kamar tamu untuk mengambil selembar selimut. Ia bukan pria yang tega membiarkan perempuan itu tertidur begitu saja. Kedinginan dan mungkin kakinya besok keram semua.

Jika di drama – drama si pria akan menggendong wanitanya ke kamar, maka Kyuhyun memilih tidak melakukan itu. Pertama, perempuan itu manajernya. Meskipun ia sering menjahili bukan berarti perempuan bermarga Choi itu tidak ia perlakukan dengan baik. Kedua, dia tidak cukup tertarik dengan perempuan berambut panjang sebahu. Dan ketiga, menggendong perempuan itu ke kamar tamu akan kembali membuka luka lamanya.

Selimut berbulu coklat itu akhirnya menyelimuti tubuh Choi Sooyoung. Pria itu tersenyum lalu mengelus pelan rambut perempuan itu. “Sooyoung-ssi, Jaljayo”

.

.

.

Sepanjang perjalanan menuju Hokaido, yang dilakukan Sooyoung hanya memasang muka sebal lalu mulai mengabaikan kata – kata Kyuhyun. Dia masih marah dengan pria yang punya tinggi 180cm itu.

Boleh diurutkan kejadiannya?

Tadi malam dia ketiduran, dan pria itu tidak membangunkannya sama sekali atau menyuruhnya pulang. Yah, paling tidak beri dia makan jadi pas pagi tidak terasa sekali perutnya keroncongan.

Setelah seminggu bekerja dengan pria itu, dia baru sadar kalau pria itu dan dia sama – sama punya masalah dengan bangun pagi. Jadi, dia harus membayar taksi paling mahal dari rumah pria tersebut menuju rumahnya untuk mengambil koper dalam waktu 10 menit menuju bandara padahal jika ia bawa kendaraan sendiri, dia akan sampai dalam waktu 25 menit dan paling cepatpun dia hanya bisa sampai 18 menit-an.

Intinya, dia pergi ke bandara dengan pakaian se-adanya serta parfum yang ia semprotkan se-banyak-banyaknya karena tidak sempat mandi sementara pria itu sudah mandi dan bergaya dengan style airport-nya.

Makanya dia merasa marah dengan hal ini.

“Nona Choi,” panggil Kyuhyun yang tidak digubris sama sekali.

Perempuan itu masih terus menyeret kopernya dan berjalan menuju kamar hotelnya.

“Hya! Nona Choi!”

.

.

.

Panggung berukuran 8*10 meter membentang di tengah lapangan Sappororo dome, Hokaido. Orang – orang dengan tulisan ‘Crew’ mulai hilir mudik untuk mempersiapkan konser natal di sini.

Meskipun salju mulai turun, tidak mematahkan semangat para penggemar Cho Kyuhyun, Sparkyu, untuk meludeskan 6000 tiket konser.

Tepat 5 jam sebelum konser, para pengisi acara pendukung sudah melakukan GR. Home band pun sudah bersiap – siap. Tinggal menunggu sang bintang utama konser ini untuk melakukan check Sound.

Sooyoung sedari tadi mondar – mandir untuk mempersiapkan keseluruhan konser. Mulai dari membentuk tim khusus untuk bersiaga di backstage. Tim khusus keamanan, tim khusus lighting, tim khusus make up artist, tim khusus wardrobe sampai tim khusus medis.

“Sooyoung-chan, subete wa junbi ga dekite iru.”(Semua sudah dipersiapkan, Sooyoung)

Terdengar suara dari HT yang ia pegang.

Dengan senyum yang mengembang, Sooyoung membalas “Arigato Gozaimasu” (Terima Kasih)

Kata – kata tadi merupakan tanda bahwa Cho Kyuhyun akan naik ke atas panggung dan mulai Check Sound. Para dancer sudah berada di posisi-nya.

Sebagai pembuka konser nanti, Kyuhyun akan menyanyikan lagu terbarunya yang berjudul At Gwanghwamun lalu dimedley dengan eternal sunshine dan your thought your memory. Total lagu yang akan dibawakan ada 10 lagu. Di penutup acara Kyuhyun akan membawakan lagu bahasa jepang berjudul ‘Promise You’

” Ichi.. Ni.. San.. ” (Satu.. Dua.. Tiga) Kyuhyun teriak untuk mengomando home bandnya.

Sooyoung sekejap lupa dengan dunia-nya. Semua fokusnya teralihkan oleh suara merdu milik Kyuhyun serta lincahnya koreografi pria tersebut. Dia suka melihat bagaimana Tatapan Kyuhyun saat menyanyi ke arah penonton serta bagaimana bulir – bulir keringat mengalir dari dahinya. Dari ujung panggung.

Dia selalu menikmati momen ini dalam diam. Awalnya, dia tidak begitu menyukai musik genre ballad. Sejak jadi manajer, dia bahkan mencari referensi ballad dari western.

Suara lembut itu mulai terdengar menghilang, digantikan dentingan piano untuk menutup lagu tersebut.

Kesadaran Sooyoung kembali lagi saat Kyuhyun sudah mengucapkan terima kasih kepada para dancer dan kru. Ia tidak mau terlihat bahwa ia menggemari pria itu. Bisa – bisa ia memotong lehernya sendiri.

Kyuhyun semakin lama semakin mendekati Sooyoung membuat Sooyoung baru ingat jika ia harus memberi handuk dan air minum.

“Sugohaseo”(Kerja yang bagus) ucap Sooyoung membuat Kyuhyun mendelik.

“Astaga kau baru berbicara padaku sekarang.” Perkataan pria itu mengingatkannya lagi atas kejadian menyebalkan tadi pagi.

Sooyoung berjalan memunggungi Kyuhyun, “cepat ke ruang ganti. Nanti kalau sakit semua bisa repot”

Hanya gelengan kepala yang Kyuhyun lakukan. “Benar – benar perempuan itu..”

.

.

.

“Kau dimana?”

Sooyoung mengecek nama di layar ponselnya dan mendesah pelan. Seharusnya dia reject atau alihkan saja panggilan ini.

Konser tadi malam sukses besar. Mereka berhasil membuat para Sparkyu berteriak histeris dan banjir air mata. Dan konser tadi malam cukup membuatnya lelah secara fisik sehingga ia memutuskan untuk beristirahat di cafe lobi hotel dan merenggangkan otot – ototnya.

Cukup 30 menit saja, tidak, 10 menit saja tanpa gangguan Pria menyebalkan itu. Dia tidak punya cukup tenaga untuk berdebat dan bertengkar dengan pria itu.

“Apa kau berperan menjadi ibuku?” Cibirnya sembari menikmati coklat panasnya.

Masa bodo dulu untuk seorang Cho Kyuhyun.

“Tinggal jawab apa susah sulitnya?” Kini pria itu mulai mencibirnya.

Sooyoung memutar kedua bola matanya. “Di Kamar. Wae?(Kenapa)”

Mulai terdengar tawa dari ujung sana.

“Kemampuan berbohong yang tidak bagus, nona Choi.”

Pandangan mata Sooyoung mulai beredar. Pasti pria itu ada di sekitar sini. Batinnya. Tapi sejauh mata memandang ia tidak menemukan pria itu. Apa pria itu asal menebak?

“Tidak usah antusias begitu mencariku”

Hampir saja Sooyoung lompat dari kursinya. Dia terkejut ketika pria itu ada di sampingnya. Dengan kaca mata hitam serta kaos abu – abu dan celana raining selututnya, pria itu kelihatan sangat santai sekali. Oh, tambahkan tampan di belakang kalimat sebelumnya.

“Ke.. Kenapa kau bisa ada disini?”

Pria itu hanya menyunggingkan sedikit senyum. “Aku juga ingin minum yang hangat – hangat”

Setelah menarik kursi, Kyuhyun menunggu pesananan frappucino-nya datang. Dilihatnya perempuan yang ada di hadapannya hanya terfokus pada gelas yang isinya hampir tandas.

“Bagaimana menurutmu konser tadi malam?” Tanya pria itu seolah – olah membuka percakapan dengan ramah.

Sebenarnya Sooyoung tahu itu hanya pertanyaan basa – basi. Tapi dia juga tidak suka merasa canggung dengan pria yang bakal terus menjalin kerja sama dengannya. Setidaknya dia harus mengganggap pria itu teman. Yah, teman yang belum akrab.

“Ini pertama kali aku jadi manajer seorang bintang hallyu, merancang konsep konser, serta memimpin ratusan orang yang terbentuk dalam beberapa tim, rasanya yaah sangat menakjubkan.” Jawabnya dengan yakin.

Sebersit ekspresi tidak suka tercetak jelas di wajah Kyuhyun. “Menurutmu penampilan ku bagaimana?”

Sooyoung memandang sekilas lalu meminum coklat hangatnya.

“Kata Kim Sajangnim kau luar biasa.”

Sudah dikatakan berulang kali, Sooyoung tidak akan memuji terang – terangan pria ini. Pasti pria ini akan besar kepala. Dia dari awal mengerti kemana arah pembicaraan ini. Cuma dia putar – putar saja intinya.

“Aku tanya pendapatmu, nona Choi.” Tegasnya. Mungkin pria ini sudah merasa gemas sekali.

“Pendapatku?”

Kyuhyun menghela nafas. “Bukan, pendapat orang gila. Yah tentu saja kau, nona Choi. Jangan berputar – putar.”

Mendengar Kyuhyun yang mulai kesal terhadapnya rupanya memberikan efek euforia yang berlebihan sehingga Sooyoung benar – benar tertawa terbahak – bahak.

Atau Cho Kyuhyun memang harus bertanya pada orang gila yang menjelma dalam bentuk Choi Sooyoung?

“Kau, cukup bagus.”

“Apa?”

Sooyoung terlihat berpikir keras. “Yah, cukup bagus. Kalau dibandingkan Rain, kau kalah saing.”

Kyuhyun menatap tajam perempuan itu. Benar – benar jawaban yang mengecewakan. Lagian, apa – apaan dia sampai harus dibandingkan dengan pria itu?

Tapi tatapannya mulai teralihkan oleh segaris noda busa yang ada di atas bibir Sooyoung.

“Hey, Nona Choi.”

Sooyoung yang tadinya senyum kemenangan kini terdiam dan memandang Kyuhyun. “Apa?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung membuat Sooyoung jadi tak berkutik.

“Aaa..pa ya..ng kaau.. Lakukaaan?” Tanyanya dengan grogi. Sial, pria ini terlalu mudah membuat jantungnya bekerja tidak normal. Batinnya.

“Diamlah dulu.” Seperti perintah yang langsung direspon cepat otaknya, dia pun terdiam.

Kyuhyun menyapukan ibu jarinya ke atas bibir Sooyoung lalu menghapus noda itu dan malah menjilati ibu jarinya.

“Ini lebih manis kalau ada marshmallownya”

Tubuhnya langsung tak berkutik. Indera pendengarannya masih berfungsi baik tapi sistem sarafnya berantakan sehingga tidak bisa menggerakan badannya. Dia terlalu terkejut dengan hal ini. Banyak hal tak terduga yang terjadi.

“Nona Choi”

” “

“Nona Choi”

” “

“Choi Sooyoung-ssi”

Sooyoung langsung menarik tangan Kyuhyun lalu menunjuk ke arah ibu jari Kyuhyun yang melakukan sesuatu tak terduga tadi.

“Hya! Apa yang baru saja kau lakukan? Bagaimana jika ada Fansmu tau?”

Tampaknya Kyuhyun tak terlalu perduli. Buktinya dia lebih memilih menyesap frappucinonya.

“Kenapa tidak menjawabku? Dasar menyebalkan!”

Kyuhyun terkekeh mendengar kata – kata yang berulang kali diucapkan oleh wanita itu seolah – olah tidak ada kosakata lain untuk mengatainya.

“Aku senang kau kembali seperti semula, Nona Choi”

Yah, dia hanya ingin manajernya tidak mendiaminya seperti saat mereka baru tiba di sini. Rasanya semua kembali ke tempat yang benar. Rasanya dia baru saja merasakan kepulangan seseorang

END

PS :

I Love you, guys wkwkw. Balik lagi nih di cerita selanjutnyaaa.. Gimana – gimana? Komen doong *maksa wkwk.

 

Ada reader yg bilang klo lebih bagus aku update cerita tiap minggu, well, aku sedang berusaha. Tapi emang nanti di Januari aku ga bisa sering update karena tugas ku numpuk bangeet T.T

 

Ada juga yang bertanya kok oneshot? Kok udah end? Namanya juga series. End itu untuk menghabiskan judul itu aja. Tapi ceritanya masih berlanjut di series berikutnya.

Oke deh itu aja. Keep RCL, No Bashing, No Copy!

Love you,

Jung Cheonsa

62 thoughts on “[SERIES] U- The Unexpected Guy

  1. Rizky NOviri says:

    ampun deh kyu…
    kyknya udh terbiasa ama kicauan syoo ya.. g brkicau sehari aja udh kangen haha…
    seru seru.. daebak… kerennnn …..
    next next next
    😀 g kebayang tuh ekspresi shyok syoo😀

  2. Delvia Marcelinna says:

    aduh itu kyuhyun inget sama siapa? yaampun yaampunn. aku penasaran sama cerita selanjutnya. jangan lama lama ya chingu balesnya😀 terus buat aku selalu penasaran dan nanti ada bagian nyeseknya kan? aku suka banget aku bakal komen yang panjang kalo ff itu sudah membuat aku tertarik. tadi ff ini buat aku senyum2 sendiri teyus hehe jadi malu :3 ffnya keren jjang!! daebak!! gomawoyo chingu ffnya ^^ lanjut jan lama *maksa

  3. Aigoo aigo… Kyu oppa lucu deh.. Kasian Soo eonni mau santai dikit keganggu muluu wkwk hmm kira kira sapa ya cewek masa lalu kyu oppa yg ngebuat luka di hati kyu oppa? Moga aja di next chapt kyuyoung moment banyakin sweet nya bikin gemesss

  4. Ah, udah panik sendiri kalau ini end..haha pasti aku bakal nagih sih buat lanjutin, siapa cewe yang ngehantuin Kyu.. Smg soo bisa ngegantiin dia di hati kyu ya..haha neext

  5. Klw dipkir2 lgi, kyaknya emng soo udh bkan manejer lgi tpi lbih kearah asistennya kyu,, hahahah😀

    astaga kyu,, dijilat kmbli.. Wow..😀 soo lucu😀

    lahh,, itu sbnrnya siapa yg kyu hrpin kmbli?? Pcarnya kah??

    Nextnya ditnggu😉

  6. Klw dipkir2 lgi, kyaknya emng soo udh bkan manejer lgi tpi lbih kearah asistennya kyu,, hahahah😀

    astaga kyu,, dijilat kmbli.. Wow..😀

    lahh,, itu sbnrnya siap yg kyu jrpin kmbli?? Pcarnya kah??

    Nextnya ditnggu😉

  7. jung hye min says:

    bgs chingu ceritanya, pnasaran siapa prempuan yg sbenarnya disukai kyu sblm soo dtg, spertinya kyu jg blm suka ama soo

  8. gita says:

    Kyu kyknya sempet punya pengalamn masa lalu sma seseorang yg tingkahnya mirip sooeon yaa..
    Soo padahal udh ketahuan bngt tuh jatuh cinta sma kyu, dy deg”an mulu kalo dkt kyuppa
    Udh kyuyoung jadian aja, btw kyu evil bngt ngerjain sooeon mulu
    Ditunggu next.a, jangn lama”

  9. YooYooe says:

    Melupakan seseorang? Siapa
    Penasaran..wah! Apa mungkin sikap sooyoung sama kayak orang yg mau kyuhyun lupain?
    Kerennn..sooyoung yg tabah aja ya ngadepin kyuhyun kkkkk

  10. ria^^knight says:

    sapa ya kira2 orng masa lalu kyuppa??
    Apa kehadiran sooeon buat dia keingat lg ya??
    Pokokx penasaran sm kelanjutannya >_<

  11. Kassi says:

    suka banget sama kyuyoungnya apalagi yang pas Kyu ngapus noda di bibir sooyoung….. hehe. ff ini berarti bakal ada lanjutannya lagi?apa gimana thor?

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s