[Twoshot] Shirt (Part 1)

poster shirt

 

Title: SHIRT part 1

Author: @juljulpii

Length : Twoshot

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Support Cast: Choi’s family

Rating: PG-17

Genre: Romance

Desclaimer: This fanfict’s story pure from my mind. Big NO to plagiarism. Hope you all enjoy it.

_____

Aku masih mengingatnya dengan jelas ketika beliau berkata, “ Sooyoung-ah, jika kau bertemu dengan seorang namja untuk yang pertama kali itu namanya suatu ketidaksengajaan. Jika kau bertemu dengan namja yang sama untuk kedua kali itu artinya takdir. Dan untuk yang ketiga kalinya jika kalian dipertemukan lagi tanpa sengaja, itu namanya jodoh.”

_____

Our Room, 06.30 KST

Tubuh nan tegap itu perlahan menghampiriku penuh harap. Berhenti beberapa senti saja didepanku dan dengan manisnya, ia tersenyum. Aku terlampau paham apa yang dimaksudkannya karena sebuah jalan cerita di pagi hari ini bukan merupakan suatu kesengajaan. Melainkan suatu kebiasaan yang bahkan selalu kusyukuri disetiap hari indahku.

Seperti kali ini, pria tampan dihadapanku ini sudah berdiri siap dengan tubuh shirtless-nya. Tak menunggu lama sampai ia sedikit membungkukkan badan dan aku menyambutnya dengan memasangkan sesuatu yang jika ia memakainya bahkan Pangeran Charles kalah jauh mempesona dibandingkan dia.

Simpel saja, sebuah kemeja.

Tunggu, mungkin setelah ini aku akan diprotes karena aku yakin banyak yang tak sependapat denganku. Namun aku memiliki alasan yang bahkan hanya aku dan pria dihadapanku ini saja yang tahu.

Hatiku selalu berdesir hangat kala memasangkan kemeja untuknya. Tak lupa dengan telaten kumainkan jemariku demi mengaitkan satu-persatu kancing kemejanya. Aku selalu terlihat gugup meskipun hampir setiap hari aku melakukannya. Titik lemahku ada pada mata teduh itu. Mata yang selalu memperhatikanku dengan jarak sedekat ini saat aku berusaha menyelesaikan tugas wajibku.

Dia terus menyerangku dengan kedua penglihatannya. Apa daya tarikku, seseorang yang masih berpenampilan acak di pagi hari, sampai ia tak bisa mengalihkan fokus selain diriku? Hingga pada sentuhan terakhir jemariku yang berhasil mengancingkan seluruhnya, ia masih fokus pada satu objek. Ya, aku.

Setelah sedikit merapikan bagian kerahnya, kini kuletakkan dengan lembut kedua telapak tanganku pada pundaknya. Aku sedikit mendongak untuk membalas tatapannya. Sempurna. Alangkah sempurna memandangnya dari jarak sedekat ini apalagi dengan kemeja abu-abu yang melekat ditubuhnya. Sungguh demi apapun aku bahagia bersanding dengannya selama empat tahun ini.

Heran. Mau sampai kapan dia terus mengunciku dengan tatapannya? Seakan menghipnotisku agar tak beranjak satu sentipun dari hadapannya.

Tanpa sengaja, tiba-tiba muncul ide jahilku.

“ Yya! Jauhkan tanganmu dari pandanganku, sayang. “ protesnya kala kututup kedua matanya dengan telapak tanganku. Aku tersenyum geli. Hanya dengan cara ini dia akan berhenti menatapku.

“ Tuan keras kepala, sudah berapa kali kubilang jangan menatapku saat aku sedang memasangkan kemejamu. “ balasku halus sambil terus menutup celah-celah penglihatannya.

Dia justru tertawa kecil seakan mendengar sebuah lelucon yang tercipta dari mulutku.

“ Kau baru saja melarang hobiku, nyonya Cho.” Jawabnya dengan santai.

“ Hobi? Memandangiku dalam keadaan memprihatinkan sehabis bangun tidur, belum sempat mandi apalagi berganti piyama, wajah tak berpoles dan rambut terkuncir asal. Begitu kau sebut hobi huh? “ luapku sedikit kesal.

“ Terserah apa yang kau katakan, namun Choi sayang, kau tak akan bisa merubah hobiku  memperhatikan orang yang kucintai dalam keadaan apapun “

Deg.

Aku terdiam dan hatiku terasa hangat tiba-tiba. Bagaimana bisa aku tersentuh hanya dengan mendengar ucapannya yang bahkan lebih terlihat sebagai gombalan dan belum tentu ia juga yang mengarangnya sendiri?

Perlahan kuturunkan kedua tanganku yang menutupi pandangannya. Kutemui mata indah itu lagi dan lagi. Tidak, kali ini aku tak boleh jatuh kedalamnya. Sejenak kurenggangkan jarak antara kami, kutepuk pipinya lembut dan beranjak pergi sebelum aku kalah cepat dengan tarikannya. Ia kembali merapatkan tubuhku dengannya, bahkan ia semakin intens mendekatkankan wajahnya padaku. Oh Tuhan, tolong berilah pengertian padanya bahwa ada banyak hal lain yang harus kulakukan sebagai seorang istri selain hanya memanjakannya.

Kudorong pelan wajahnya untuk menjauh kala ia akan meraih bibirku. Ia nampak sedikit heran dengan penolakan halusku, namun ternyata ia tak menyerah. Sedetik kemudian aku kembali menolak dengan mengalihkan wajahku ke arah lain. Sungguh, bukannya aku tak mau memberikannya sebuah ciuman namun hanya saja aku enggan karena ia melupakan sesuatu. Sesuatu yang hanya aku satu-satunya yang menganggapnya sangat penting.

“ Ayolaah Soo .. “ ahaha, lihatlah dia mulai merengek.

“ Password? “ tagihku padanya. Ia menampakkan ekspresi seperti telah melupakan sesuatu. Ya, kau memang sedang melupakannya sayangku Cho.

“ Arraseo.” Ia menghirup nafas sejenak. “Choi Sooyoung, my shirt. My wife, the one i love. Could you gimme a kiss? “ Aku tersenyum mendengar password yang ia modifikasi sendiri dengan menambahkan kalimat ‘My wife, the one i love’. Bukan suamiku namanya jika tidak penuh dengan kejutan.

“ Sure.” Jawabku dengan mengalungkan kedua tanganku pada lehernya sedangkan ia memegang pinggangku. Ia tersenyum senang dan bersiap mendekatkan wajahnya padaku. Kututup mataku kala bibirnya menyentuh bibirku hangat. Seperti biasa ia akan melumat bibirku dengan penuh kasih. Saling menyalurkan perasaan kami dengan pagutan lembut yang semakin mempererat komitmen kami sejak 4 tahun lalu.

Bersamanya kuarungi hidup, Cho Kyuhyun, pria yang telah didaulat Tuhan untuk menjadi suamiku. Meskipun Tuhan menggariskan pertemuanku dengannya yang mungkin tak seindah dari pasangan lain, namun aku tak pernah menyesalinya. Justru kusadari bahwa pertemuan kami spesial, melibatkan suatu hal yang kini bahkan menjadi kata kunci bagi keluarga kecil kami.

Kemeja.

Sebuah kemeja memiliki arti tersendiri bagi kami. Kemeja merupakan bagian dari garis pertemuan kami dan garis-garis lain yang terbentuk seiring rumah tangga kami.

– 4 tahun yang lalu –

Bandara Incheon, 08.00 KST

Aku melangkahkan kakiku menyusuri bandara setelah mendarat dari pesawat yang membawaku dari Roma, Italia. Dibalik kacamata hitamku, kuamati suasana Seoul yang amat kurindukan sambil terus mengukir senyum. Ah, andai aku bisa berlama disini. Sayangnya waktu selama 5 hari harus benar-benar kucukupkan sebelum aku kembali pada rutinitasku di Roma.

“ Sooyoung-ah! ” panggil sebuah suara yang paling ingin kudengar untuk pertama kali saat mendarat di Seoul dan kusadari akhirnya benar-benar terwujud.

“ Eomma, “ hamburku cepat ke pelukannya. “ Aku sangat merindukanmu, sangaaat.” Ucapku hampir saja menangis.

“ Aigoo, putri cantik eomma. Eomma juga sangat merindukanmu.” Balas eomma mengelus rambutku tenang. Sejenak kulepaskan pelukanku dan mencari sosok lain yang mungkin luput dari pandanganku.

“ Mana Appa?”

“ Akan luar biasa menemukan seorang workaholic keluyuran di bandara pada jam kantor Sooyoung-ah “ balas eomma sedikit tertawa.

“ Aigoo, appa tidak berubah. Bukankah seharusnya appa pensiun dan menemani eomma saja?“ ucapku dengan ekspresi pura-pura sebal.

“ Molla.” sahut eomma dengan mengendikkan kedua bahunya. Oh astaga, eomma lucu sekali. Akupun tertawa dan segera merangkul pundaknya gemas.

“ Let’s go home eomma “ akhirnya kami berdua berlalu lebih dulu meninggalkan para bodyguard eomma yang sepertinya kerepotan membawa koper bawaanku.

_____

Malam ini harusnya Appa pergi mengajakku keliling Seoul atau minimal makan malam untuk menyambut kedatanganku, tapi nyatanya tidak. Bahkan kini ia memaksaku ikut ke pesta resmi kantornya. Sungguh luar biasa bukan?

Aku berjalan perlahan dan memasuki mobil. Aku duduk disamping kemudi yang diambil alih oleh sopir pribadi Appa. Sedangkan Appa dan Eomma duduk di kursi belakang dan ketika ku menoleh kutemukan wajah dingin Appa.

“ Kau tahu berapa lama waktu appa habis untuk menunggumu selesai berdandan? “ tanya Appa dingin ketika baru saja kududukkan tubuhku pada kursi mobil. Ini dia, aku rindu ekspresi dingin Appa. Maklum saja, di Roma tak akan ada manusia sedingin, sedisiplin dan seworkaholic Appaku. Namun, beliau sangatlah penyayang.

“ Mianhada. Seharusnya memang aku tak usah ikut acara kantor Appa ” Jawabku sambil mengerucutkan bibir.

“ Mworago? “ Appa sedikit terpancing dengan meninggikan suaranya.

“ Sudah, sudah, kalian ini ” kulirik eomma menenangkan kami. Sementara mobil kami mulai melaju sedang.

“ Eoh, Sooyoung-ah kau sangat cantik mengenakan gaun itu.” Ucap eomma mengalihkan pembicaraan. “ Model baru yang kubawa dari Roma, bagus kan eomma? “

“ Jjang! “ ucapnya dan aku tersenyum melihat dua jempol eomma ditujukan untukku.

Gaun yang kupakai ini memang merupakan model terbaru keluaran butik yang kujalankan di Itali. Bisnis fashion yang selama ini kugeluti sejak lulus kuliah di Roma, berbuah manis dan menuai sukses. Karena itulah, aku memutuskan untuk menetap disana jauh dari orang tuaku.

Entah karena kesibukanku atau apa, diumurku ke 24 ini aku belum memiliki seseorang yang spesial dihatiku. Terakhir aku menjalin hubungan dengan pria Italia, pria yang sekampus denganku dulu. Namun aku memutuskannya karena budaya baratnya tak sesuai dengan gaya hidupku. Aku sepertinya lebih menyukai pria Korea. Namun aku paling benci jika Appa mulai menjodoh-jodohkanku dengan anak rekan kerjanya. Oh, tiba-tiba aku kawatir akan sesuatu.

“ Ini bukan acara perjodohan kan Appa? Please, Appa … “ tanyaku penuh selidik.

“ Siapa yang mengatakan begitu? Sudah Appa bilang ini pesta peresmian CEO baru Sooyoung-ah ” Terang Appa yang membuatku bernapas lega. Pertama, lega karena Appa sepertinya sudah lelah untuk menjodohkanku. Kedua, lega karena dengan adanya CEO baru berarti Appa sudah menemukan seseorang yang ia percaya untuk mengurangi beban kerjanya.

_____

Sampai di tempat acara, Appa dan Eomma segera memasuki venue dengan sedikit tergesa. Bahkan mereka meninggalkanku. Hei, aku tahu keterlambatan ini gara-gara aku namun bisakah mereka menungguku dan berjalan beriringan?

Bayangan kedua orang tuaku entah sudah hilang kemana. Kini aku berjalan sendirian memasuki gedung yang cukup ramai dengan hilir mudik para tamu berpakaian formal. Kucoba untuk tetap anggun dan tersenyum ramah. Cukup tau saja, aku anak dari Choi Jungnam pemilik perusahan ini.

Tiba-tiba ponselku berbunyi dan kulihat ternyata dari eomma.

“ Arrasseo, arraseo.” Jawabku pada seseorang diseberang telfon yang menyuruhku untuk segera menyusulnya di lantai 4 dimana acara tersebut sudah dimulai.

Setelah keluar dari lift, aku berjalan sedikit tergesa sambil mencari ponselku yang kembali berdering dan tenggelam dalam tumpukan isi tasku. Membuatku tak fokus pada langkah hingga pada akhirnya kurasakan tubuhku menabrak sesuatu dengan keras.

Kejadiannya begitu cepat saat reflek kupejamkan mataku. Sedetik kemudian kubuka mataku dan kudapati bibirku menempel sempurna pada bidang datar yang betapa bodohnya baru kusadari bahwa itu adalah dada milik seorang namja. Mataku melotot tidak percaya dan segera saja dengan cepat kutarik posisi tubuhku.

“ Jeoseonghamnida. Jeongmal jeoseonghamnida. “ ucapku sambil membungkukkan badan berkali-kali menyesali kesalahan bodohku.

“ Ehm .. tidak apa-apa agassi.” Ucap pria dengan suara berat dihadapanku ini. Kudongakkan kepalaku dan kudapati pria ini justru mengkhawatirkanku. “ Kau sendiri tidak apa? “ tanyanya padaku dan aku hanya bisa mengerjap. Pria ini mempunyai wajah seputih kulit vampire, berambut hitam agak ikal dan tentunya sialan tampan. Auranya benar-benar berbeda, aku suka melihatnya mengenakan setelah kemeja putih yang pas pada tubuhnya. Oh Astaga, tiba-tiba kutangkap kejanggalan pada kemeja putihnya akibat ulahku!

“ Maaf kemejamu, biar kubersihkan.“ aku dengan sigap mengambil tisu dan mencoba membersihkan noda lipstick merahku yang mengotori kemejanya. “ Jang— “ dia sepertinya ingin mencegahku namun aku sudah terlanjur mengusapnya dengan tisu.

“ Omo! eottokae? “ seruku panik mendapati noda lipstickku justru semakin melebar rata. Kau ini bodoh atau apa Choi? Mau ditaruh mana mukamu?

“ Ah, gwenchana agassi ” Dia mencoba menenangkanku, gadis bodoh yang mengacaukan harinya.

“ Jeosonghamnida.” Ucapku sekali lagi dengan penuh penyesalan. “ Gwenchana, ini sama sekali bukan masalah besar.” Ucapnya yang memiliki aura yang menurutku begitu memukau. Sangat jarang ada pria korea yang dapat menarik perhatianku seperti ini.

“ Disini kau rupanya, kajja sudah saatnya giliranmu! “ seru pria lain yang tiba-tiba muncul dan melambaikan tangan padanya. Kedatangannya membuat pria kemeja putih ini bersiap pergi untuk menyusulnya. Sebelum benar-benar pergi, ia sempat tersenyum manis padaku. Oh Tuhan aku bak melihat replika seorang malaikat tampan.

“ Mianhae, “ teriakku sekali lagi kala ia sudah pergi menjauh. Bibirku tertarik membentuk sebuah senyuman. Oh astaga, aku hampir lupa dengan eomma.

Segera aku memasuki ruangan, setelah sempat bertanya pada tamu lainnya tadi. Aku mencari sosok eomma yang ternyata sudah bergabung dengan para jajaran istri rekan kerja Appa. Eomma menangkap kehadiranku dan segera mengisyaratkan untuk bergabung dengan mereka. Tak lupa aku tersenyum ramah sambil memperkenalkan diri. Lalu kemudian duduk pada barisan dibelakang eomma. Suasana disini cukup meriah dan kutemukan Appa sudah berdiri dipanggung dengan MC acara. Mungkin saja Appa sudah memberi sambutan dan aku melewatkannya.

“ Dan kini tibalah memperkenalkan CEO baru dari Jungnam Group, yaitu Cho Kyuhyun. Kepadanya dipersilahkan. “ ucap MC dan disambut dengan tepukan tangan meriah dari seluruh tamu undangan. Lalu munculah seseorang berperawakan tegap dengan setelan kemeja putih yang dimasukkan rapi ke dalam celana panjangnya. Aku terpaku seiring dengan tepuk tanganku yang semakin melemah. Sedangkan ekor mataku terus mengikuti seseorang yang dicap sebagai CEO baru itu. Tak salah, dia adalah pria kemeja putih yang kutabrak tadi. Dunia ini begitu sempit dan aku baru menyadarinya.

Appa menyambutnya dengan saling berjabat tangan. Entah mengapa hatiku berdesir, melihatnya masih memakai kemeja putih bekas noda lipstickku tadi. Ia hanya membersihkannya dengan air dan mungkin hanya terlihat jelas oleh mataku.

“ Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida. “ sambutnya dengan senyum tak pernah pudar dari wajahnya. Aku mengira dia berbeda dari yang lain. Sepertinya dia bukan tipe yang gemar memakai jas layaknya pria-pria lain yang kebanyakan menyombongkan jasnya. Dia sederhana dengan memakai kemeja putih tanpa dasi yang membuatnya memiliki daya tarik tersendiri menurutku.

“ Jeongmal kamsahamnida kepada presiden Jungnam Group, Choi Jungnam yang telah menunjuk dan memberikan kepercayaan ini kepada saya. Beliau adalah teladan, semangat kerja beliau sungguh luar biasa. Mari bekerja dengan baik dan membangun semangat yang lebih baik lagi demi kemajuan perusahaan ini “ Tepukan meriah bergemuruh begitu ia menyelesaikan sambutannya. Appa nampak begitu puas dengan sambutan CEO baru yang kuketahui bernama Kyuhyun itu.

Tak sengaja saat ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, pandangan kami saling bertemu. Mungkinkah aku terlalu percaya diri namun sungguh sepertinya ia mengunciku dalam tatapannya. Aku cukup terlihat canggung hingga ia memberikan senyuman tipis kerahku. Hei, jantung kumohon tenanglah.

Ketika acara berakhir, Eomma dan Appa segera pamit undur diri begitupun juga aku. Kembali kuteliti satu persatu antara kerumunan para tamu barangkali aku menemukannya lagi. Pria itu, pria yang merebut perhatianku. Kutemukan ia nampak sibuk mengobrol hangat bersama rekan-rekannya. Akhirnya dengan berat hati kulangkahkan kaki keluar dari tempat acara dengan perasaan berkecamuk. Rasanya seperti luapan gejolak yang menginginkanku untuk terus mengamatinya. Ah, semoga kita dapat bertemu lagi pria kemeja.

_____

Esok paginya, aku bangun dari tidur nyenyakku. Kuregangkan sedikit otot-otot tubuhku dan berjalan terpejam ke arah balkon kamar. Sang matahari rupanya masih malu-malu untuk menyinarkan seluruh cahayanya.

Kusandarkan kedua tanganku pada pagar pembatas dan menghirup udara seoul di pagi hari. Rasanya nyaman dan amat menentramkan. Kubuka mataku perlahan dan mengamati suasana Seoul yang berbeda dengan suasana Roma di pagi hari.

Lagi-lagi bayangan pria itu berkelebat di pikiranku dan membuatku tersenyum tidak jelas. Kutepuk keningku pelan, kau tidak terbiasa seperti ini Sooyoung-ah. Perasaan seperti ini sudah lama sekali tak pernah kurasakan semenjak aku di Roma. Apa benar aku sedang jatuh cinta? Secepat, sesingkat dan sesederhana itu?

“ Sooyoung-ah! “ panggil eomma mengejutkanku dari balik pintu kamarku.

“ Ne eomma. Masuk saja.” Seruku masih tak beranjak dari balkon kamarku. Tak lama muncul eomma dengan langkah tergesa.

“ Waeyo? “ tanyaku heran.

“ Appamu berangkat pagi sekali dan barusan menelpon. Berkasnya ada yang ketinggalan. Kau bisa mengantarkannya ke kantor Sooyoung-ah? Aigoo .. Appamu itu ben— “

“ Ne eomma. Biar aku yang mengantarkannya.“ Potongku cepat dan penuh semangat. Eomma memandangku dengan sebelah alisnya terangkat. Memang nampak aneh dengan sikapku namun eomma justru tersenyum senang.

“ Syukurlah, eomma kira kau tidak mau. Cepat mandi dan turun, kita sarapan bersama.” Kata eomma yang langsung kubalas dengan anggukan.

_____

Aku turun dari mobil dengan membawa berkas pesanan Appa. Entah mengapa moodku baik sekali. Kupandangi penampilanku kembali mulai dari bawah sampai ke atas. Sepertinya setelan jeans dan coats warna coklat ini sempurna untuk membangkitkan hariku. Serta rambut yang tak kuikat dan kusampirkan simple pada bahu kananku.

Aku berjalan menuju ruangan ayah. Seiring langkahku, mata ini sulit untuk berbohong. Aku terus mencarinya pada setiap sudut penglihatanku. Siapa lagi kalau bukan pria itu. Namun aku merasa kecewa karena sama sekali tak menemukannya hingga sekarang aku berada diambang pintu ruangan Appa.

“ Annyeong, appa! “ sapaku ceria ketika kusembulkan kepalaku dari balik pintu. Appa memandangku datar. Melihat ekspresi appa membuatku tersenyum kecut. Apakah aku kelihatan childish?

“ Sepertinya kebiasaanmu menyapa para karyawan butikmu di Roma sampai terbawa ke kantor appa ya Sooyoung-ah.” Bukannya balas menyapa putrinya, justru appa menyindir kebiasaanku. “ Mana berkas Appa? “ Oh Tuhan, liatlah betapa to the pointnya appa.

Aku memberikan berkasnya pada Appa dengan sopan lalu duduk dalam diam.

“ Gomawo Soo-ah “ ucap Appa sambil menerima berkas pemberianku sedangkan mata dan fikirannya terfokus pada laptop didepannya. Aku sempat kawatir jika masa pensiun itu tiba, Appa akan membawa kebiasaan workaholicnya ini sampai dirumah. Oh jangan sampai itu terjadi.

“ Appa … “ panggilku meminta perhatian Appa.

“ Waeyo Sooyoung-ah? “ balasnya kini lebih lembut.

“ Aku bosan. Aku ingin keliling Seoul appa. “ nadaku sedikit merengek.

“ Kau pikir appa akan melarangmu sehingga harus pamit begini? Kunjungi saja Seoulmu ini selagi belum kembali ke Roma Soo-ah “ Astaga. Mengapa susah sekali membuat appa peka? Padahal maksudku ingin mengajak Appa keluar dari rutinitas formalnya ini, Oh God.

“ Aaah, apa kau butuh teman? “ tiba-tiba Appa menatapku seakan dapat menerka isi pikiranku. Mungkinkah? Mungkinkah dia sedikit paham dengan maksudku?

“ Jika kau butuh teman, Appa akan menyuruh seseorang yang kupercayai untuk menemanimu. Tunggu saja sebentar lagi, dia hampir menyelesaikan rapatnya. Kalian bisa saling menge— “

“ Anniya, anniya. Gomawo Appa, aku bisa sendiri. Lagipula aku akan mengajak teman-temanku yang ada di Seoul. Yuri .. atau mungkin Tiffany juga bisa Appa. Hehe.” Potongku cepat sebelum Appa menyelesaikan kalimat yang sudah kuketahui ujungnya. Ya, inilah salah satu perjodohan terselubung. Untung saja aku cepat memotongnya, jika tidak mungkin aku akan terpaksa mengalami modus pengenalan, lagi.

“ Tapi Soo-ah­ .. “

“ Appa-yaa, Sooyoung pamit dulu ne. Selamat bekerja, keep your health okay? Annyeong ” pamitku cepat dan langsung keluar dari ruangan appa dengan sedikit terburu. Seketika kuhela nafas lega ketika berhasil lolos dari Appa. Sedangkan kuingat ekspresi Appa begitu heran tadi. Maafkan anakmu Appa.

Aku berjalan dengan lesu selepas keluar dari ruangan Appa. Meskipun harapan itu kecil, namun kucoba kutelisik penglihatanku lagi. Namun tetap saja aku tidak menemukan namja kemeja itu disekitar kantor ini. Aah, Sooyoung-ah kau tak boleh berharap sejauh ini. Okay sekarang lupakan dan berjalan saja menuju parkiran kantor untuk mengambil mobil.

Namun beberapa langkah setelah kubangun niatku beberapa detik yang lalu, kudengar suara berat dari arah salah satu ruang rapat yang kulewati. Perlahan kudekati dan kuintip sedikit kedalamnya. Hatiku kini membuncah. Melihat seseorang yang ingin kutemui berada didepan pandanganku sedang memimpin jalannya rapat. Pria tampan itu, bahkan saat formal seperti ini ia masih menanggalkan jasnya. Menyisakan kemeja warna biru muda yang membuat auranya semakin memukau. Apakah hanya aku saja yang merasakannya?

“ Baiklah rapat kali ini diakhiri. Terima kasih untuk perhatiannya.” Ucap pria itu mengakhiri rapat yang dipimpinnya dan bersiap membereskan dokumen-dokumennya. Aku menelan ludah, gugup. Menyaksikan para karyawan yang perlahan keluar dari pintu dimana tempat kuberdiri. Satu-persatu karyawan itu meninggalkan ruangan ini hingga pada akhirnya pria kemeja itu keluar pada barisan belakang.

Seperti jalan cerita film yang sudah terencana matang, pria itu menoleh. Seketika dia mendapatiku berdiri didepan pintu yang bahkan baru kusadari, posisiku seperti tertangkap basah telah menanti sesuatu. Dia berjalan mendekatiku dan aku tersenyum, canggung tentunya. Oh Tuhan bagaimana ini.

“ Bukankah kau nona yg waktu­— “ ucapnya mencoba memastikan.

“ Iya, ya aku tahu. Itu sangat memalukan dan kau masih mengingatnya.“ ucapku memotongnya dengan nada kecewa yang kubuat. Oh God, dia tertawa.

“ Aniyo, bukan maksudku. Justru sebenarnya aku yang salah. Berani menabrak putri satu-satunya pemilik perusahaan. “ balasnya sedikit terkekeh.

“ Ck, kau bisa saja pak CEO.” Balasku dengan menekankan kata diakhir kalimatku. Dia tersenyum menanggapiku. Lalu sejurus kemudian kulihat telapak tangannya sudah berada didepanku.

“ Cho Kyuhyun. “

Dengan senang hati kujabat tangannya. “ Choi Sooyoung.” Ucapku menanggapi.

“ Selamat atas posisi barumu sebagai CEO dan maaf baru mengucapkannya sekarang.” Lanjutku.

Dia justru tersenyum ramah. “ Gwenchana. Gomawo Sooyoung-ssi “

Sepertinya Kyuhyun akan mengucap sesuatu padaku sebelum suara dering handphonenya menginterupsi. Ia meminta ijin untuk mengangkatnya dan tentunya kupersilahkan. Kutunggui dengan sabar sebelum pada akhirnya dia fokus padaku lagi.

“ Euhm, sepertinya ada panggilan tugas yang baru saja kuterima. Sayang sekali padahal aku ingin mengobrol lebih lama denganmu nona Choi. “ ujarnya sedikit kecewa. Oh Tuhan, mendengar Kyuhyun mempunyai niatan itu saja sudah membuatku senang diambang batas. Ingat, kau harus mengontrolnya, Choi.

“ Jinjja? Aku tersentuh mendengarnya.” Ucapku dengan sedikit bercanda. “ Tidak perlu mengkhawatirkanku dan pergilah bertugas Kyuhyun-ssi “ suruhku halus.

“ Menyenangkan sekali seandainya bisa mengobrol bersama. Maaf sebelumnya namun aku harus pergi dulu Sooyoung-ssi.” Pamitnya dengan berat hati.

“ Ne, benar-benar tak apa Kyuhyun-ssi. Bekerjalah dengan baik. “ ucapku terakhir kali sebelum ia menepuk pundakku halus dan berbalik meninggalkanku. Tubuhku mematung sejenak mendapat respon darinya sedangkan mataku terus menatap punggung Kyuhyun yang perlahan menjauh. Sebelum benar-benar hilang dari pandanganku ia menoleh padaku sekali lagi.

“ Hwaiting! “ ujarku menyemangatinya dari jauh tanpa suara. Kyuhyun tersenyum kecil dan memberikan jempolnya padaku. Lalu kemudian benar-benar pergi menyisakan efek aneh pada dadaku. Ini pertama kalinya aku memulai percakapan dengannya namun bagaimana bisa senyaman ini, bahkan sepertinya aku dan Kyuhyun langsung cocok begitu memulai obrolan. Entahlah. Choi, kau benar jatuh cinta dengannya?

_____

Seharian ini kuhabiskan waktuku bersama Tiffany, sahabatku di Seoul yang dengan sabar menemaniku berkeliling mengamati hiruk pikuk Seoul yang sebenarnya tak banyak berubah. Namun aku cukup senang mengunjungi Namsan Tower yang masih setia menjadi tempat saling berkaitannya gembok-gembok cinta dan sungai Han yang tak bosan menjadi saksi dimana para pasangan menggoreskan cerita mereka masing-masing. Ah, Seoulku.

Aku mengantarkan Tiffany kembali ke rumahnya setelah kami tutup acara jalan-jalan kami dengan makan malam di salah satu restoran favorit kami. Setelah berpamitan dengannya, kulajukan mobilku dengan kecepatan sedang. Sedikit kutengok langit Seoul berharap kutemukan bintang dilangit namun nihil, tak satupun kutemukan. Setelah terdengar petir yang menggelegar barulah kusadari langit Seoul mendung dan sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.

Benar saja, tak butuh waktu lama hujan turun seketika dengan deras. Aku sedikit mengurangi kecepatan mobilku di tengah jarak pandang yang minim. Beberapa kali kudengar petir saling menyahut menambah suasana mencekam ditengah kesunyianku menyetir sendiri.

Tiba-tiba kurasakan sedikit masalah pada mobilku. Tanpa kuduga mesin mobilku mati dan berhenti secara mendadak.

“ Aiish, sial! “ umpatku panik kala beberapa kali kucoba menyalakannya mesinnya kembali namun tak berhasil. Kenapa mobilku harus mogok disaat yang tidak tepat begini?

Kulihat keluar jendela mobil, suasana begitu sepi dimana posisi mobilku berada di pinggir jalan raya. Sedangkan hujan masih turun begitu derasnya. Aku mendesah frustasi ketika kucoba sekali lagi, mobil ini tak menunjukkan respon baiknya.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kuberanikan diri keluar dari mobil dan berlari ke halte yang berada diseberang jalan untuk berteduh. Meskipun sekejab, cukup untuk membasahi sebagian mantel kulit yang kupakai. Aku sedikit menggigil merasakan terpaan angin bercampur hujan yang menerbangkan rambut setengah basahku kesana-kemari. Sedangkan aku masih terus berdoa berharap ada sebuah taxi lewat ataupun orang yang bisa kumintai pertolongan nantinya.

Mataku berbinar kala melihat seseorang berjalan menggunakan payung dari kejauhan. Aku benar-benar berharap siapapun orang itu nanti, dia mau menolongku. Kuamati terus sosok itu yang perlahan semakin jelas bayangannya. Dia seorang pria, menggunakan kemeja tanpa dasi, dan diaa .. Astaga, Cho Kyuhyun!

Aku terpaku sejenak. Aku pasti bermimpi. Bangunlah dari mimpimu Soo-ah. Aku tahu kau terus memikirkannya seharian ini, namun jangan sampai kau terbawa halusinasi seperti ini.

Bayangan Kyuhyun berhenti sejenak, sepertinya ia tercekat saat melihatku berdiri di halte ini sendiri. Dengan sedikit berlari, ia menghampiriku. Aku memandangnya kosong. Bagaimana bisa sebuah bayangan sangat persis dengan rupa aslinya?

“ Sooyoung-ssi apa yang kau lakukan disini? “ tanyanya panik dengan segera membagi payungnya denganku.

“ Kau? Kyuhyun? “ tanyaku masih tidak percaya.

“ Ya, ini aku. Cho Kyuhyun.” Jawabnya meyakinkanku. Barulah kusadari jika aku benar-benar berhadapan dengan orangnya asli, bukan bayangannya. Tapi bagaimana bisa?

“ Bagaimana bisa kau disini? Kau mengikutiku? “  ceplosku begitu saja. Lihatlah ekspresinya yang tersenyum kecil.

“ Tengoklah ke samping.” Suruhnya halus. Akupun menuruti perintahnya dengan heran.

“ Kau lihat gedung berwarna peach itu? “ tanyanya. Benar, aku melihat gedung yang ia maksud tak jauh dari halte ini. Akupun mengangguk.

“ Itu apartemenku. Tadinya aku akan pulang dan tak sengaja bertemu kau disini, jadi bagaimana bisa aku mengikutimu. “ God, aku malu sekali. Aku menuduhnya mengikutiku sedangkan memang rute ini yang biasa ia lewati untuk kembali ke rumah.

“ Ooh mian.” Ucapku sambil tersenyum kikuk.

JDAR!

Reflek aku menunduk takut mendengar suara petir yang kembali terdengar. Kyuhyun menatapku kawatir.

“ Lebih baik kita berteduh di apartemenku, disini tidak baik. Kau bisa sakit Sooyoung-ssi. “ tawarnya melihat keadaanku yang sudah menggigil basah.

“ Bagaimana dengan mobilku? “

“ Jadi mobilmu mogok? Kau tidak usah pikirkan itu, jika hujan reda nanti akan kukirim orang untuk memperbaikinya. “ Aku tertegun cukup lama. Tuhan, kau benar-benar menolongku. Terima kasih karena Kyuhyunlah orangnya.

Akhirnya aku dan Kyuhyun berjalan beriringan ditengah derasnya hujan. Tentunya dengan payung yang ia pakai. Sesekali kutengok kearahnya dengan jarak sedekat ini. Nyaman sekali. Berjalan beriringan dengan malaikat yang kali ini memakai kemeja putih dengan kerah hitam. Tampan sekali.

_____

Akhirnya aku sampai di apartemen Kyuhyun yang menurutku terlihat sederhana untuk ukuran seorang CEO mapan seperti dirinya. Kusempatkan mengamati sekeliling ruangan minimalis ini yang ditata begitu rapi oleh pemiliknya.

“ Duduklah Sooyoung-ssi, maaf jika apartemenku membuatmu tidak nyaman.” Suruh Kyuhyun sambil meletakkan payungnya.

“ Aniyaa. Aku yang berterima kasih padamu.” Jawabku sungkan. Sementara Kyuhyun masuk ke dalam, aku memposisikan tubuhku untuk duduk di sofa ruang tamu Kyuhyun. Kulepas mantel kulitku dan menyisakan kemeja sifon tipis yang tidak terkena hujan yang sempat membasahi mantelku.

Tak lama Kyuhyun kembali dengan handuk ditangannya. Begitu duduk disampingku, tak kusangka Kyuhyun menyelimuti kedua bahuku dengan handuk berukuran besar yang ia bawa. Seketika aku menoleh heran padanya. Kutemui wajah tampannya lagi-lagi tersenyum hangat. Desiran itu kembali kurasakan. Ah, segera saja kualihkan pandanganku. Aku tak suka terjebak dalam situasi seperti ini. Dimana aku sulit untuk mengontrol perasaanku sendiri.

“ Uhmm, kenapa kau tidak membawa mobil ke kantor hari ini Kyu? “ tanyaku mencoba mencairkan suasana diantara kami setelah mataku menangkap ke arah kaca apartemen Kyuhyun yang tertuju pada garasi mobilnya.

“ Ooh itu. Aku memang jarang memakai mobil. Aku memakainya jika ada keperluan saja. Lagipula aku lebih suka naik bis umum dan mengobrol dengan orang-orang disepanjang perjalanan.” Terangnya membuatku sontak tertegun. Kyuhyun begitu menarik dengan segala kesederhaannya. Demi apapun, baru kali ini aku bertemu dengan seseorang yang berbeda. Benar-benar berbeda dari yang lain.

“ Waeyo? Ada yang salah dengan ucapanku? “ tanyanya heran ketika melihat ekspresi datarku. Aku menggeleng dan tersenyum. Apakah ia tak paham bahwa aku begitu mengaguminya?

JDAR!

Kembali kudengar sambaran petir yang cukup mengagetkanku. Suara derasnya hujan juga belum berhenti kudengar. Kurekatkan handuk pemberian Kyuhyun kedalam pelukanku karena kurasakan tubuhku sedikit menggigil kedinginan.

Perlahan kusadari Kyuhyun meraih kedua tanganku dan menggegamnya lembut.

“ Bagaimana? Hangat? “ tanya Kyuhyun padaku. Ia bermaksud menghangatkan tanganku dan upayanya berhasil. Panas tubuhnya menjalar hangat bahkan rasanya sampai menyentuh hati. Okey mungkin ini berlebihan namun begitulah setidaknya yang kurasakan.

Aku menatapnya penuh arti lalu kemudian kulepaskan perlahan genggaman tangannya. Sungguh bukan karena aku ingin melepasnya, hanya saja jantungku yang mulai tak terkontrol-lah penyebabnya.

“ M-mian. “ ucap Kyuhyun merasa tidak enak padaku. Mendadak atmosfir canggung kembali menyelimuti kami.

Tiba-tiba saja perasaanku berkecamuk. Seiring derasnya hujan, rasa ketakutan itu muncul. Merasuk dan menghujam dahsyat. Mengingat betapa jauh aku terjatuh pada pesona namja disampingku ini. Rasa mengaguminya begitu besar hingga berbanding lurus akan takut kehilangannya. Ini aneh memang. Aku bertemu dengannya terhitung baru tiga kali. Bahkan tak ada percakapan yang berarti diantara kami. Entahlah. Dia memiliki magnet tersendiri yang dapat menarikku dengan kuat. Nyaman. Memandangnya saja membuatku teduh, apalagi berada didekatnya seperti ini. Oh Tuhan kurasa aku tak akan sanggup menyisakan perasaanku di Seoul ini.

Cukup lama aku tertunduk dan akhirnya segala pikiran dan perasaan itu berubah menjadi buliran air mata. Kyuhyun memandangku intens, bahkan kini ia mulai menyadari ada yang aneh denganku.

“ Sooyoung-ah, wae? “ tanyanya kawatir.

Aku tak bergeming. Membiarkan aliran air mata ini lolos begitu saja. Mengapa aku berani menyukainya sedangkan waktu seakan tak memberikanku kesempatan? Takut. Aku begitu takut jika tak bisa melihatnya lagi. Menyesakkan mengingat kehidupanku bukanlah disini. Bagaimana mungkin aku kembali pada rutinitasku dengan membawa perasaan seperti ini?

“ Katakanlah. Apa aku menyakitimu? “ cecarnya lagi.

Entahlah apa yang merasukiku sehingga tiba-tiba aku dengan berani membungkam bibir Kyuhyun dengan bibirku. Kyuhyun cukup terkaget dengan perlakuanku namun ia sama sekali tak melakukan penolakan. Kupejamkan mata menikmati beberapa detik hal gila yang kulakukan. Rasanya begitu lega seakan seluruh perasaanku tersalurkan meskipun aku yakin Kyuhyun tak akan mengerti. Hingga pada akhirnya kulepas dengan perlahan kontak bibir kami.

Aku memandangnya sendu dengan sisa air mata yang masih membekas di kedua pipiku. Kali ini Kyuhyun tak lagi mencecarku dengan pertanyaannya. Ketika ingin kualihkan wajahku untuk tidak menatapnya lagi, tangan Kyuhyun mencegahnya. Ia menangkup wajahku sehingga mata kami bertatapan dengan jarak yang begitu dekat. Lalu kurasakan jemari Kyuhyun mengusap airmataku dengan lembut. Pandangan kami seakan terkunci. Aku tak sanggup berpaling dari tatapan teduh Kyuhyun yang penuh arti. Bodoh karena aku tak dapat mengartikannya. Apakah dia juga menyukaiku?

Bibir kami kembali bersentuhan. Kali ini Kyuhyun yang memulainya. Entahlah apa yang terpikir oleh kami sungguh ku tak peduli. Aku begitu menikmati bagaimana ia mendominasi bibirku dengan begitu posesif. Kubalas ciuman Kyuhyun sesuai dengan perasaanku yang menuntunku untuk membalasnya. Kami berdua larut dalam ciuman yang semakin lama semakin memanas. Sesekali Kyuhyun melepas ciuman kami demi menghirup nafas dan kembali melanjutkan ciuman yang bahkan tak ingin kuakhiri ini.

Aku begitu terhanyut. Disela-sela ciumanku, ucapan eomma tiba-tiba ternginang dalam benakku. Aku masih mengingatnya dengan jelas ketika beliau berkata, “ Sooyoung-ah, jika kau bertemu dengan seorang namja untuk yang pertama kali itu namanya suatu ketidaksengajaan. Jika kau bertemu dengan namja yang sama untuk kedua kali itu artinya takdir. Dan untuk yang ketiga kalinya jika kalian dipertemukan lagi tanpa sengaja, itu namanya jodoh.” Begitulah kiranya ucapan eomma beberapa tahun lalu, ketika aku masih SMA. Awalnya aku tak percaya hingga aku dipertemukan dengan Kyuhyun persis untuk yang ketiga kalinya. Jodoh? Apakah benar?

Ciuman kami semakin intens seakan menuntut lebih. Bahkan perlahan tubuhku terdorong kebelakang sehingga posisiku kini berbaring di sofa dengan Kyuhyun berada diatasku. Pandanganku begitu sayu saat ia melepas ciumannya dan mengunciku dengan tatapannya. Aku sama sekali tak bisa berpikir jernih sekarang. Yang kutahu aku begitu kecewa ketika Kyuhyun melepas ciumannya. Dia candu, dan aku korbannya.

Kucium bibir Kyuhyun singkat dan itu memancing Kyuhyun untuk melakukan ciuman panjang denganku lagi. Kedua tanganku entah kapan sudah mengalung pada lehernya. Semakin lama, tangan Kyuhyun mulai menyentuhku lembut. Sentuhannya begitu lembut seiring nafsunya yang membuatku semakin yakin bahwa ia begitu menginginkanku.

Kulepas satu persatu kancing kemeja putih yang begitu kukagumi dari tubuhnya. Kyuhyun terus mencumbuku hingga aku tak sadar bahwa ia telah membawaku ke tempat tidurnya yang nyaman. Kyuhyun menyempatkan menatap wajahku dan mengusap lembut bibirku yang terasa bengkak akibat aktivitas kami. Sejurus kemudian ia mengecup kedua kelopak mataku secara bergantian lalu berakhir pada bibirku lagi. Disini, di tengah derasnya hujan yang menjadi saksi dimana aku dan Kyuhyun saling bercumbu mesra. Oh Tuhan aku tahu kemana arah dari semua ini. Tolong maafkan aku karena tak bisa menolaknya. Hanya seorang Cho Kyuhyun yang mampu membuatku luluh dan membiarkannya menyentuh seluruh yang ada padaku.

_____

Aku mencoba membuka mata meskipun terasa berat. Setelah berhasil menyesuaikan, mataku kini terbuka sempurna dan mendapati pemandangan yang teramat indah. Seorang pangeran tengah terbaring lelap disampingku. Aku kembali mengingat bagaimana kami menghabiskan malam kami hingga kami berdua tertidur dalam hasrat saling terpuaskan. Aku kembali mengingat bagaimana sentuhan Kyuhyun lembut yang membawaku seperti melayang. Ditambah segala pujiannya yang tak henti-hentinya ditujukan padaku kala kuserahkan kegadisanku padanya. Aku sama sekali tak menyesalinya. Bahkan jika aku menginginkannya, aku ingin disetiap pagiku kelak terbangun dalam keadaan polos dan membangunkan Kyuhyun dengan memanggilnya ‘yeobo’ tapi, apakah mungkin?

Kudekatkan kembali tubuhku padanya. Kutatap wajah tampannya yang bahkan tertidur saja masih tak mengurangi kadar ketampanannya. Aku tersenyum sambil menyingkirkan rambut yang berantakan menutupi dahinya. Lalu kukecup dahi Kyuhyun lama. Kyuhyun tak juga membuka matanya meski telah kulakukan hal yang dapat mengusik tidurnya. Apakah dia begitu lelah?

Tiba-tiba saja ponsel Kyuhyun bergetar. Getarannya begitu mengganggu karena posisinya berada diatas nakas. Kutengok Kyuhyun yang tetap tak bergeming dan kuyakini seratus persen dia tak menyadari soal ponselnya. Dengan hati-hati kuambil ponsel Kyuhyun dan menggeser screennya. Terdapat 5 panggilan dan 2 pesan. Rasa penasaranku membuatku lancang membuka siapa gerangan pagi-pagi begini sudah berniat menghubungi Kyuhyun.

Mataku membulat membaca nama yang tertera dalam riwayat panggilan tak terjawab itu. Sebanyak 5 panggilan tak terjawab bertuliskan ‘Yoojung Chagi’. Kutarik nafas berat dan berusaha untuk berfikiran jernih. Kemudian rasa penasaranku menuntunku untuk membuka pesan dari kontak yang sama.

From : Yoojung Chagi

Good Morning Oppa~

Apakah hari-hari ini kau masih sibuk? Jaga kesehatanmu, kau tak boleh sakit arrasseo?

Seketika mataku memanas. Apa artinya ini?

Kulanjutkan membaca pesan selanjutnya dengan air mata yang siap untuk keluar.

From : Yoojung Chagi

Kapan kau akan mengunjungiku lagi? Rasanya hampir mau mati, merindukanmu ㅋㅋㅋ

Kuletakkan begitu saja ponsel Kyuhyun sembarangan. Tiba-tiba hatiku mendadak perih.

Oppa? Chagi?

Kenapa kau begitu bodoh, Sooyoung-ah? Jelas kontak bernama Yoojung itu adalah kekasih Kyuhyun. Seperti mimpi buruk yang datang secara tiba-tiba membuat air mataku meleleh deras. Baru semalam Kyuhyun menjunjungku tinggi ke angkasa namun kini ia seperti menghempaskanku ke dasar bumi. Bagaimana bisa semudah itu kuserahkan kegadisanku pada seseorang yang sebelumnya tak kuketahui latar belakangnya. Bodoh. Hanya kata itu yang menggambarkan betapa menyedihkanku sekarang. Sempat aku berharap lebih padanya hingga aku terbuai dan melakukan hal yang tak seharusnya kami lakukan, namun kini kurasa mimpi itu terbang sangatlah jauh.

Apa yang kau tunggu lagi? Sadar Soo, Kyuhyun hanyalah mimpi indahmu dan sekarang kau harus hidup pada kenyataan. Kyuhyun bukanlah seseorang yang harus kau pertahankan. Dia bukan milikmu, sekali lagi bukan milikmu.

Seketika aku segera beranjak dari ranjang Kyuhyun dengan tangis yang tertahan. Kuambil kemeja Kyuhyun yang jatuh dilantai dan memakainya untuk menutupi tubuh polosku. Sekali lagi kupalingkan wajahku untuk menatapnya yang tak kunjung membuka mata. Aku tersenyum getir. Aku harus meninggalkan segala mimpi indah yang sempat kubangun bersamanya. Terima kasih Kyuhyun, kau telah mengijinkanku mengukir nama indahmu disini. Dihati terdalamku. Berjanjilah untuk hidup yang baik bersama seseorang yang telah kau pilih.

Setelah kurasa cukup memandanginya untuk yang terakhir kalinya, aku segera bergegas keluar dari kamar Kyuhyun dengan hati-hati berharap ia tak menyadari kepergianku. Kuambil segera mantel kulitku dan berjalan keluar apartemen Kyuhyun dengan cepat. Segera kutemukan taxi dan menangis dengan lepas didalamnya.

To Be Continue …

Hai readers, meet again with me author freelance. Maaf bagi yang minta sequel promise to married nggak bisa direalisasikan. Tapi sebagai gantinya aku hadir dengan ff baru twoshot ini, semoga respon kalian baik ya. Keep RCL J

155 thoughts on “[Twoshot] Shirt (Part 1)

  1. Ikkha Yang says:

    Authoorr!!!
    Ffnya kereen hehe.
    Sebenarnya pas ff ini keluar udah mau baca tpi aku tahan sampe part 2 nya keluar wkwk
    ceritanya menarik thor, aku bca ini smbil dger lgu suju-shirt. Hehe
    fighting thor.

  2. Sistasookyu says:

    Itu beneran pacarnya kyu? Bukan adik nya?
    Huah.. Kasian syo nya..
    Syo nya juga mudah bgt terikat sama pesona kyu. Kekeke~

  3. DianAyuni says:

    kyuyoung uda nikah koq.. itu flashback kan.. jd kyuyoung ttp bersama.. soo hany salahpaham hehe..
    ayo dilanjut cpet thor^^

  4. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Annyeong chingu!!! Eoh Soo dan Kyu udh ngelakuin itu?? Aiggoo Soo yg tabah ne? Mungkin aja YooJung itu sepupunya? Adiknya? Kenalannya? Atau temannya?
    Aiiigggooo ini ff bener2 kerreeeeennn!!!! Alurnya beda dan Jjang!!!! Aku sukkaaa banget!!! Ditunggu part 2 nya chingu secepatnya!! HWAITINGGGG!!!!

  5. Isma KSY says:

    nah Loh soo eonni dah jatuh hati pada si evil terlalu dalem.. mudah”an aja itu mah adeknya kyuhyun.
    ditunggu kelanjutannya.. next door(?)
    eh maksudnya next thor.. ^_^

  6. that xx says:

    Aaa omg yoojung pacarnya kyuhyun?! Astaga ga terimaㅠㅠ kenapa kyu ga bilang sooyoung-__- omg kasian soo .next next thorr><

  7. joicee says:

    Sebenar nya kyuhyun ngelakuin itu dalam kondisi sadar gak sih.
    Apa orang yg sms kyuhyun itu kekasihnya?
    jangan bilang sooyoung langsung balik ke roma, apa kyuhyun akan sadar yg apa yg mereka lakukan?

  8. Rizky NOviri says:

    ya ampun.. yoojung siapa??? moga keluarga kyu gtu.. aaah..
    kasian kan syoo.. mana udah menyerahkan mahkotanya..😦 hueee
    ah.. bikin penasaran aja..😥
    hiks.. sakiiit rasanya…

    daebak chingu.. keren..
    lanjut nde..😉
    jgn lama lama…

  9. sailors moon says:

    Mau bagaimanapun jalan ceritanya nanti, yg pasti disini kyuyoung udah nikah hehehehe
    Yoojung adeknya aja lah, gak ush pny pacar kyu nya, itu kalo mereka ktmu lagi dipastikan sangat canggung -_- syoung cukup nekat ternyata. Next part update asap ^-^

  10. Rychell says:

    Next,astagaa cwe tu siapa ? Kasian syoo eonnie hiksss …
    Moga2 tu cmn panggilan ‘syg’ yg tdk berarti ‘milik’

  11. kyvbutt says:

    Nah loh!
    Yoojung itu siapa?
    Pacar sikyu atau bukan?
    Iya aja deh.
    Biar seru.
    Soalnya gue suka banget cerita kayak gitu.
    Heheh
    Eh mereka kan ML tu diflashbacknya, teros dikehidupan mereka yg sekarang, mereka punya anak atau ga?
    Punya aja yaa, biar ceritanya ga terlalu complicated😀

  12. hyokwang says:

    Kyu maksudmu apa..,, kamu cuma kebawa suasana???😦
    penasaran sama lanjutannya…
    ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  13. soobeautifulchoi says:

    Itu psti adiknya kyu iya itu adiknya kyu bkan pcarnya kyu 😁
    ska critanya, update soon yah pnsaran sma klnjutannya 😊

  14. meetha says:

    semoga yang sms itu bukan pacarnya kyu tapi adiknya kyu
    kasian soo kalo itu beneran pacarnya kyu

    ditunggu kelanjutannya😀

  15. Mae says:

    Ffx bgus…..crtax jga asik, tpi sdih jga dbgian akhir….mga2 yoojung itu adik atw sppux kyu, biar soo ga slah pham hehehe…dtnggu next x ya thor jngan lma2:D

  16. Fic satu ini bener-bener bikin aku geleng-geleng. Sekian lama enggak ngecek update ff di KSI, dan akhirnya aku nemu ff ini, astagaa. What a breathtaking fic, haha
    Pertama kali liat, kayaknya biasa aja & dari cover & summary-nya, it seems like an angst-hurt ff dan pas aku baca bagian awal, kukira ini ff tentang angst-hurt-married life yg mirip kyk sinetron gitu (sumpah aku jijik banget sama genre ff kyk gitu), but I realized that this wasn’t. Waktu baca awalnya aja aku udah addicted sama ff ini, dan waktu aku baca terus, this is just so damn fascinating!
    I’m fallin’ in luv w/ this one, so keep goin’ on! Btw, boleh minta URL blog pribadimu? Mungkin aku bisa sedikit ‘ngerusuh’ disana, haha. Final chapt ASAP juseyo!

  17. Risqi says:

    nyesek pas baca flashback nya.. kasihan soo😥
    emangnya si yoojung itu pacarnya kyu yah? semoga ajah cuman adek nya ato saudara nya gitu..
    ditunggu next part nya eonni..

  18. Yunnai says:

    Soo eonn sudah terlanjur mempunysi perasaan lebih terhadap Kyuppa,makanya sampe rela kegadisan nya(?) di ambil kyuppa,Kyuppq udah punya cewek😮
    next thor >_<
    Cerita nya seruuu (Y)

  19. gita says:

    Duhh kyuyoung baru 3x etemuan, udh ngelakuin hal iyu aja..
    Gmna kalo sooeon hamil? Kyknya yg mau appa soo ajk bwt nemenin soo keliling seoul itu kyu
    Yoojung mngkin aja adiknya kyu, tpi emng gk menutup kemungkinan sih dy pacarnya kyu
    Ditunggu next.a penasaran bngt, jngn lama”

  20. Kang Yong Ae says:

    3 kali pertemuan dan keseluruhan si choi udah kesemsem sama cho. ga bisa bayangin kyu ganteng bgt waktu pake kemeja, kaya si Mr. Grey😀
    ah bukan pacarnya kyuhyun pasti. si choi salah paham

  21. omo omoooo ternyata di ‘flashback’ nya kyu oppa udah punya yeoja? tpi knp seolah-olah kyu oppa punya ‘crush’ gtu ke soo eonni? kn kasian soo eonni kalo kyk gtu.. waahh ditunggu part 2 nya buat ngobatin rasa penasaran wkwkkw

  22. next next next. Ceritanya aku suka, alurnya pas. Feelnya dapet banget. Karena Kyu udh nikah sama Soo, aku gak peduli lagi siapa tuh si Yoojung, wkwkwkw.. Oke, I’ll wait for the next chapter. Fight-oh!!!

  23. nah loh kan… ternyata emg awal mulanya gak semulus yg dibayangin. gak nyangka mereka bener falling in love dr awal ketemu sampe berani ngelakuin itu .__. tp mdh2an yoojung itu adik atau saudaranya😄

  24. MissPurpleKim says:

    wahhh aku jadi ngerasain gimana perasaan soo jadi ikutan sedih juga.. jadi siapa si yoojung itu…??

    aku suka gimana mereka bisa dpertemuin tapi kenapa soo bisa seyakin itu sampe ngelakuin itu…

    lanjut lanjut aku penasaran gimana awal cerita cinta mereka…

  25. Jujur ya thor, Aku suka sama diksi yg dipake. Ngebuat jalan ceritanya hidup. Ide sama temanya juga bagus (banget). Kalo seandainya ff ini dibikin chapter, pasti bakalan rame. Tapi gapapa, dibuat twoshoot juga aku suka, soalnya menurutku alurnya ga kecepetan. Next chapter jgn lama post nya juseyo~

    P.s.: sorry for the long comment. And I really hope that yoojung chagi is kyu’s sister. hoo

  26. Ve says:

    Jangan sampe si yoojung itu pacarnya kyu kan kasian soo
    Mereka juga udh ngelakuin ‘itu’ masa kyu mau ngelakuin ‘itu’ pas dia punya pacar semoga aja dia bukan pacarnya,,Aminnn
    Next,,next,,next

  27. yura says:

    Akhirnya ada cerita bagus seru lagi
    Aduh cerita kyuyoung disini penuh lika liku ya wkwk
    Yoojung siapa ya kira kira
    Penasaran bgt next nya ditunggu

  28. mongochi*hae says:

    kyaaa awal ketemuan mereka dg cara yg simple nmun mbkas dhati hhheee
    tp gmna klnjutan hub mereka stlh soo thu klo kyu sdh ad yg punya ??
    gk mgkinkn…toh mereka pd endingny mnikah jg..
    but penyelesaian konflikny dtunggu

  29. Oktavianti says:

    Aaaa ini cerita nya flashback 4 tahun yang lalu ya? Ohalah keren thor ceritanya, gak sabar nunggu kelanjutannya. Jangan lama-lama yak. Fighting^^

  30. pna says:

    huwaaaaaaaaa ini nyeseeeekkkk demi apapun!!!😦 untungnya cuma flashback yaa kan pada akhirnya kyuyoung bersatu juga hehehe lanjut chingu ^^

  31. shintaknight says:

    omo omo…
    itu bukan pacar kyu kan ? andwe.. kasian soo dia udah cinta bgt sm kyu..
    please kelanjutannya jgn lama” yah ^^

  32. rine says:

    Lanjuttt minn!!! Ceritanyaaa seruu abisss hahaha ga sabarr bgtt bca critanyaa nextt yaa min ditunggu bgt ff nya jngn lama” di post heeheh

  33. met says:

    Daebak
    Ya ampun yoo jung itu siapa? Moga” bkn pacarnya deh
    Trus klo emg yoojung itu pacarnya kyu gmn kyu bisa ngelakuin itu sama soo?
    Penasaran nih
    Nextnya mestii cpt nih *maksa😀

  34. ria^^knight says:

    kya… Itu bkn pacar kyuppa kan?please bilang thor,bilang*lebay deh -_-*
    moga aja itu hanya adekx kyuppa🙂
    next next d tunggu…

  35. rifqoh wafiyyah says:

    huwaaa.. daebak…
    kyuppa dsni sweet bngett…:)
    mdh2’an yang sms bkan pcrnya kyuppa…
    dtnggu klnjtnnya…

  36. wahh author cepetan ya publish kelanjutan ff ini..
    soalnya ceriTa ny seru trus karakter kyu nya jga beda sama ff yang lain. jarang kyu punya karekter kyak gini…. so ditunggu next part nya.
    jng lma2 ya thor..

  37. YooYooe says:

    Awawawaw! Pertemuan yg tak terduga.
    Itu siapa yg sms? Bukan pacarnya kyuhyun kan? Aku berharap sih bukan, kalopun iya yg penting kyuyoung tetep bersatu kan? Hehehehe🙂
    Next part ditunggu authornim…kepo max sama cerita cinta kyuyoug.
    Fighting!!!!😀

  38. SH says:

    hah? seriusan Kyu udh punya gf? Soo seperti ehm tertipu! :O
    siapa yg ngira coba klo Kyu udh punya gf sementera dy dr awal bersikap peduli & perhatian bgt ama Soo bhkan dgn berani dy membalas ciuman dan bertindak lbh jauh..
    terakhir’y bikin nyesek!😦 well semoga itu bukan yeojachingu’y Kyu.. *berharap* lol~
    nice ff!! d’tunggu next part scepat’y ya~🙂

  39. syooah says:

    Huftt…
    kyu.. ternyata kau??? Jadi kyu udah punya pacar? Lalu soo? Soo kan udabh ngelakuin itu sm kyu.. akkhh terserah author aja deh yg pasti happy ending^^
    Next chapt hwaiting~

  40. dekyusoo says:

    aigoo, next – next – next – next..
    moga ajj itu hanya adik nya kyu, ..
    next yahh, ffnya keren, ditunggu kelanjutannya..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s