[Oneshot] HIM (Sequel)

poster 23

 

Title : HIM (Sequel)

Author : S. Cha

Leght : Oneshot

Genre : Sad Romance

 

Mungkin malam ini akan menjadi malam yang sama seperti beberapa malam yang lalu. Pandanganku mengabur. Rasa sesak menjalar begitu rakus didalam dadaku. Kilasan-kilasan memori yang berputar bak film sialan itu terus saja memaksaku mengingatnya kembali. Mengingat tentang luka tak berujung yang aku rasakan. Entah kapan luka itu akan terobati.

“Sooyoung ah, mianhae. Aku tak bermaksud menyakitimu. Happy anniversary”

Bisakah kalian menebak siapa pengirim pesan itu? Tentu saja dia Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Laki-laki yang menjadi cinta pertamaku. Satu satunya pria yang mampu menjungkir balikkan duniaku. Mengubah segalanya dalam hidupku.

Rentetan kalimat itu tersusun rapi dalam layar ponselku. Senyum masam terlukis begitu saja diparasku. Aku sudah tau apa yang terjadi jika sudah seperti ini.

Kyuhyun bertengkar dengan “dia”, Seohyun, kekasihnya.

Entah apa yang salah denganku, jika biasanya aku akan segera menanggapi apa yang Kyuhyun katakan padaku, maka kali ini aku mengacuhkannya. Jari-jariku menari diatas keyboard laptop hitam kesayanganku, mengetikkan sebuah nama dikolom pencarian akun media sosial milikku, nama seorang yeoja yang sebenarnya tak pernah aku ingin menyebut namanya bahkan melihatnya.

Seo Joo Hyun.

Netraku memandang jengah profinya, hingga susunan kata yang Seohyun postingkan 14 jam yang lalu mencuri perhatiannku. Detak jantungku bergemuruh saat membacanya. Mungkinkah..?

“Aku sudah tak merasa nyaman lagi denganmu. Rasa sayang itu juga semakin memudar. Kau terlalu sibuk dengan urusanmu. Apa yang harus aku lakukan oppa?”

Aku tak percaya dengan apa yang ku baca saat itu. Dengan segera aku menutup akun yeoja itu dan beralih untuk mencari akun sosial milik Kyuhyun. Dan lagi, aku harus menahan rasa sakit teramat dalam saat melihat potret Seohyun yang menjadi foto profilnya, namun aku mencoba mengacuhkannya. Melihat rangkaian kata yang sepertinya tak mungkin diucapkan Kyuhyun pada yeoja itu, mengingat bagaimana Kyuhyun sangat mencintainya.

“Dengan cara seperti ini aku mengetahui kesabaran dan seberapa besar sayangmu padaku. Sekarang aku tahu. Kecewa”

Tuhan, apa ini karma? Aku tak berbohong kali ini. Ada sedikit perasaan senang melihat keadaan mereka. Aku tak memungkirinya jika memang terselip sedikit rasa senang itu diantara ribuan sesak yang menjulur.

Jariku terus menari, menuliskan rangakaian kata yang menggambarkan apa yang aku rasakan. Menuangkan sedikit perasaan itu dalam kata-kata sindiran.

“Bukankah karma itu masih berjalan? See, aku sangat berharap kau merasakan bagimana rasa sakit itu!”

Bahkan awalnya aku yang tak ingin membalas pesan Kyuhyun, namun karena hal ini entah mengapa aku ingin sekali mengeluarkan semua yang aku rasakan. Sakit yang tak berujung itu, aku ingin ia mengetahuinya.

“Bagaimana rasanya? Sakit? Kecewa? Itu karma untukmu oppa! Bahkan apa yang kau rasakan tak sebanding dengan apa yang aku rasakan!”

Send.

Ada sedikit rasa takut setelah aku mengirim pesan itu. Bagaimana jika ia membenciku? Bagaimana jika ia justru semakin jauh dari pandanganku? Bagimana jika ia tak mau menghubungiku lagi meskipun hanya untuk mencurahkan perasaannya pada Seohyun? Bagaimana jika.. Ah, terlalu banyak bagaimana yang menghantuiku.

Drrtt…

“Kau tak akan bisa menjauh dariku, aku tahu sifatmu. Aku yakin itu. Kau akan menjadi milikku lagi”

Harus aku akui, apa yang dikatakan Kyuhyun dalam pesan teks itu ada benarnya. Sejauh apapun aku berlari maka aku akan tetap kembali padanya. Memujanya lagi. Mencintainya lagi. Menyayanginya lagi. Aku jatuh terlalu dalam padanya.

Drrtt…

“Oppa merindukanmu”

Aku juga merindukanmu oppa.

Namun kalimat itu hanya terumpat dihatiku saja, tanpa ia mengetahuinya.

Sungguh jika aku boleh egois, maka aku ingin mengatakan jika aku lebih dalam merindunya. Namun tidak, aku justru menulis rangkaian kata-kata kasar di ponselku dan mengirimkannya bersama jatuhnya tetesan air mataku.

“Setelah Seohyun menyakitimu kau mengatakan kata itu padaku oppa? Semudah itukah? Apakah aku hanya tempat sampah bagimu? Yang bisa kau datangi kapanpun kau mau untuk membuang segalanya? Tidakkah kau berfikir bagaimana sakitnya??”

Munafik kau Choi Sooyoung! Bukankah sesakit apapun kau, kau akan tetap mencintainya? Konyol bukan? Dengan ragu aku menekan tombol send dilayar ponselku.

Tuhan, rasa sesak itu.

Sebuah pemberitahuan muncul di akun sosial milikku. Kyuhyun memposting kalimat yang cukup membuatku merasakan.. ah entah apa itu aku tak tahu. Sejenis perasaan senang, sedih, marah, kecewa, yang semua berkumpul menjadi satu.

“Mungkin benar kata (…) ini karma untukku. Mianhae”

Tak berselang lama, Seohyun tampak memberi tanggapan atas kalimat Kyuhyun. Aku terus mengamati akun sosial milik Kyuhyun dan Seohyun. Entah mengapa aku merasa ini akan menjadi akhir dari mereka berdua, oleh karena itu aku tak ingin melewatkannya. Aku ingin melihat bagaimana hancurnya mereka. Jahat? Biarlah. Aku tak peduli.

“Sooyoung?” tulis Seohyun menanggapi kalimat yang diposting Kyuhyun.

“Jangan memulainya lagi Seohyun ah,”

“Apa?”

Drrtt..

Ponsel usang milikku itu kembali lagi bergetar. Menampilkan pesan selanjutnya dari Kyuhyun.

“Terserah apa katamu Sooyoung ah, yang terpenting adalah aku masih menyayangimu!”

Sakit! Entah apa yang salah. Harusnya aku merasa senang. Kyuhyun, ia masih menyayangiku. Namun pada kenyataannya aku merasakan sakit yang teramat sangat menusuk dihatiku. Aku merasa seperti sampah yang tak berharga sama sekali. Dan saat itulah emosiku mulai tersulut. Aku tak dapat mengontrol amarah yang memberontak didalam jiwaku.

Dengan tangan gemetar aku mulai menuliskan berbagai kata kasar yang menunujukan perasaanku. Cairan bening itu juga tak kunjung berhenti menetes dari kedua mataku.

 “Apa buktinya? Bisakah kau buktikan perkataanmu itu oppa? Apa kau mengakhiri hubunganmu dengan Seohyun? Tidak bukan?! Aku tahu, aku tak berarti apapun bagimu. Jadi berhentilah memberi harapan kosong padaku, aku sudah cukup menderita dengan semua ini. Betapa bodohnya aku sejak awal tetap mempertahankanmu, dan lebih bodoh lagi aku mengenalmu! Berengsek!”

Send.

Sungguh, aku ingin menjerit saat itu juga. Jika ia ada dihadapanku maka aku benar-benar akan menamparnya dengan keras. Agar dia mengerti rasa sakit dipipinya tak ada seujung kukupun dari apa yang kurasakan.

Akun sosial milikku kembali menampilkan pemberitahuan. Kali ini dari Seohyun. Oh, apa lagi sekarang?

“Air mata itu tak dapat mengalir lagi. Mungkinkah kering karena aku terlalu banyak menangis? Aku lelah”

Aku tertawa dalam tangisku. Berapa lama kau merasakan sakit nona? Baru beberapa hari bukan? Bagaimana dengan rasa sakit yang aku rasakan selama berbulan-bulan karena ulah kalian berdua?!

Tanganku semakin gatal. Aku menuliskan kembali rangkaian kata yang mewakili pemikiranku.

“Pria munafik, penipu, bahkan suka berselingkuh bukankah ia akan berjodoh dengan wanita murahan, perebut kekasih orang, pengganggu hubungan orang, bahkan tak punya rasa malu dan harga diri. Benar begitu nona?”

“Bagaimana rasanya? Sakitkah? Tenang saja, itu bahkan belum ada seujung kukupun dari sakit yang aku rasakan. Selamat menikmati rasa sakitmu!”

Drrtt..

“Aku telah mencoba mempertahankan hubungan kita dulu. Tapi kau lebih suka bersama Siwon! Kau fikir aku suka melihatnya? Kau lebih banyak memberi perhatian pada Siwon daripada aku Sooyoung ah!”

Omong kosong apa lagi ini? Tuhan…

Aku berusaha menurunkan sedikit emosiku. Meredam amarah yang masih saja berusaha menyelimuti fikiranku.

“See, kau memutar balikan fakta! Tak akan ada asap jika tak ada api bukan? Intropeksi diri, mengapa aku berlari pada Siwon oppa saat itu, aku yakin kau mengetahuinya oppa!”

Entah mengapa aku teringat kaliamat yang dipostingnya beberapa minggu lalu. Kalimat penuh cinta yang tak pernah aku dapatkan darinya. Kalimat yang hanya dipertunjukkan untuk dia, hanya dia. Seohyun.

“Tuhan, jadikan ia jodohku. Aku mencintainya. Hanya dia yang mampu membuatku terpukau”

Aku, apa yang aku lakukan setelahnya? Aku justru berfikir, lalu apa artinya aku selama ini?  Tidakkah aku punya sedikit arti untukknya?? Aku, selama setahun ini tidak pernahkah aku mendapatkan perasaan tulus darinya??

Mengingat itu membuat emosiku semakin memuncak. Sakit itu semakin tak dapat ku redam. Aku semakin menjadi. Menulis rentetan kalimat untuk Kyuhyun tanpa menunggu balasan dari pesanku sebelumnya.

“Kau tahu? Kau bajingan! Kau brengsek oppa!”

“Demi apapun, jika aku dapat memutar waktu kembali tak akan aku menginginkan untuk bertemu denganmu! Tak akan aku jatuh dalam pesonamu! Tak akan aku menyukaimu bahkan menyayangimu sedalam ini! Dan juga tak akan aku merasakan sakit tak berujung ini! Kau brengsek Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan padaku??!”

Aku tak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Mengapa aku begitu mencintanya sedangkan ia hanya menganggapku sebagai boneka yang dapat dimainkannya setiap saat ia mau? Mengapa aku harus tetap memujanya meskipun aku menjerit menahan sakit yang aku rasakan selama ini? Apa yang telah ia lakukan padaku sebenarnya?

 

***

 

Hari terus bergulir. Detik demi detik terus berjalan. Namun tidak dengan hatiku. Rasa sakit itu masih saja sama. Aku mendengar jika mereka telah mengakhiri hubungan khusus itu. Entah benar atau tidak aku tak tahu, tapi aku tak dapat lagi menemukan akun Seohyun lagi dikedua akun sosial milikku sejak kejadian malam itu. Entah ia telah menutup akunnya atau memang aku yang tak bisa lagi mengakses akunnya dengan kata lain akun milikku telah diblokir  olehnya.

Aku tak terlalu memusingkannya. Aku tetap berusaha melewati hari-hariku seperti biasa. Meskipun tak sepenuhnya kembali seperti 2 tahun lalu sebelum aku mengenalnya, aku tetap memaksakan diriku. Aku bahkan tak peduli berapa banyak berat badanku turun, seberapa kurus, bahkan seberapa menyedihkannya aku beberapa bulan terakhir. Melakukan kewajibanku sebagai pelajar sekaligus sebagai guru prifat kedua muridku yang menginjak sekolah menengah pertama. Aku cukup bersyukur salah satu diantara mereka tak membuatku semakin stress. Ia periang dan itu cukup membuatku sedikit melupakan tentang Kyuhyun.

Berbicara tentang Kyuhyun, ia semakin gencar mengirimiku pesan. Aku sudah tak heran dengan itu semua. Hal rutin yang ia lakukan ketika ia tak menemukan Seohyun disampingnya. Seperti sekarang ia telah mengirimiku 5 pesan dalam beberapa menit terakhir. Dan hal itu sukses membuatku semakin merasa seperti sampah.

“Sooyoungie ”

“Chagi”

“Soo chagi”

“Aku menyayangimu”

“Berhentilah mendiamkanku Sooyoungie”

Chagie? Sooyoungie? Hanya saat-saat seperti inikah ia akan memanggil namaku dengan panggilan sayang? Hatiku semakin sakit. Sayatan itu seolah semakin terbuka lebar. Tak bisakah ia menghilang dari hidupku? Oh, kau yakin Choi menyuruhnya menghilang dari hidupmu? Bukankah saat ia tak ada kau akan merindunya setengah mati? Argh, sialan!

“Berhentilah menggangguku”

Entah mengapa justru kalimat itu yang aku kirimkan sebagai balasan pesannya. Mengapa tidak rangkaian kata yang lebih kasar? Ayolah, aku tidak akan kehilangan kontrol lagi sekarang.

Drrt…

“Terserah apa katamu. Aku tetap menyayangimu”

“Sayang? Omong kosong! Kau hanya bisa mengucapkan tanpa memberiku bukti oppa!”

“Terserah! Aku sudah berusaha untuk berbicara baik-baik padamu Sooyoung ah. Tapi apa? Aku benar-benar tak mengerti apa maumu Sooyoung ah”

Aku diam. Aku benar-benar tak tahu harus mengatakan apa lagi. Apa mauku? Aku sendiri tak tahu. Aku memintanya menjahuiku namun disisi lain aku tak ingin melepasnya.

Hanya seperti inikah aku? Kadang aku berfikir, bukankah ini sama saja seperti aku yang menjadi simpanan Kyuhyun? Entahlah aku sungguh tak dapat berfikir realistis lagi. Melihat kenyataan didepan mata yang menghujam hati, membuatku ingin memutar waktu jika aku mampu. Kembali menjadi Sooyoung yang tak mengenal apa itu cinta. Kembali menjadi Sooyoung yang tak pernah terpuruk selama ini.

Aku tak tahu apa yang ada difikirannya. Mengapa ia semakin gencar melancarkan usahanya untuk membuatku kembali kepelukannya aku tak tahu. Namun semakin ia berusaha mendapatkanku semakin pula aku berusaha untuk bersikap munafik. Sikapku berubah. Aku tak pernah lagi mengeluarkan kalimat manis untuknya.

Selama hampir seminggu hal ini terus berlanjut. Aku tak pernah sekalipun mengeluarkan balasan pesan yang manis untuknya seperti dulu. Manis? Oh itu terlalu berlebih karena pada kenyataanya aku sangat dingin padanya. Sikap ramah sungguh tak tergambar pada kata yang aku kirimkan. Berbanding terbalik dengannya. Kadang aku merutuki diriku sendiri setelah mengirimkan balasan pesan untuknya. Aku tak tahu dari siapa mulutku ini belajar menjadi tajam.

“Sooyoung ah, minumlah obat. Aku takut kau sakit setelah berhujan-hujan.

Sungguh ada perasaan membuncah dihatiku saat melihat pesan itu. Namun perasaan itu dengan cepat berganti. Hatiku mengejek menghinaku. Ayolah ia hanya melakukannya karena tak ada Seohyun disampingnya Choi. Bukan karena ia mengkhawatirkanmu.

Tanganku bergerak liar datas layar, menuliskan beberapa rentet kata yang tak pernah aku ingin mengatakannya. Namun aku sadar ini yang terbaik. Membuat ia menjauh dariku. Ia hanya mencintai Seohyun dan aku tak dapat mengubahnya. Aku tak mau terlalu berharap dan tersakiti untuk kesekian kalinya.

“Jangan bertingkah seolah kau mengkhawatirkanku”

Send.

Berakhir seperti inikah aku? Entahlah aku tak tahu. Aku hanya mencoba untuk tak melukai diriku sendiri dengan menghindarinya. Bersikap seolah aku tak membutuhkannya sama sekali. Namun dibelakang itu semua aku menangis. Aku selalu berharap jika ia akan datang dan memelukku kembali. Tapi harapanku seolah dihempaskan ketika ketakutanku akan hal yang sama akan terulang kembali. Aku takut ia akan kembali mempermainkanku dengan Seohyun-Seohyun yang lain.

Bukankah ini sebuah kesalahan? Seorang pria yang terlalu mudah mengumbar janji dan seorang wanita yang terlalu mudah mempercayai mulut manis sang pria. Jika seperti ini, apakah aku yang bersalah? Ataukah Cho Kyuhyun? Memikirkannya membuatku semakin sakit. Kadang aku tersulut emosi dan menyalahkan Seohyun atas ini.

Seo Joo Hyun, kenapa wanita itu harus datang? Kenapa wanita itu harus mengambil hati kekasihku? Kenapa wanita itu harus menjalin hubungan dengan kekasihku sedangkan ia tahu jika Kyuhyun tak sendiri? Kenapa ia tak punya hati? Bukankah aku dan ia sama? Kami sama-sama wanita, tapi apa dia tak pernah memikirkan bagaimana sakitnya?

Pemikiranku yang sedemikian membuatku ingin menertawakan diriku sendiri. Menertawakan keadaan dimana pada faktanya meskipun aku menyalahkan Seohyun, Kyuhyun akan tetap mencintainya. Dan aku, aku tak akan pernah bisa mengubah itu.

 

**END**

 

Inget FF ini? Jujur author berat untuk melanjutkan ff ini. Nulis ff ini sama aja dengan buka sayatan luka. Author gatau kenapa semakin author coba buat lupain HIM semakin sulit juga HIM hilang dari ingatan author. Kalian bisa lihat gimana bodohnya author di ff ini? Sahabat author sendiripun bilang, “Cha, lu emang pinter disemua bidang, lu boleh dapet nilai A bahkan A+ dimateri sekolah, tapi sayang lu idiot! Lu kek orang gapunya otak! Dia nyakitin lu berulang kali, apa yang mau lu pertahanin? Dia gapantes buat lu! Setahun disakitin dan lu masih mau bertahan?” kalimat itu kek nampar author. Haruskah author lepasin dia lagi? Lepas? Author bahkan gatau hubungan apa yang author jalanin sama HIM sekarang. Author bener-bener gatau. Jujur, HIM makin gencar ngungkapin perasaannya, HIM sering panggil author dengan sebutan sayang bahkan HIM acapkali bilang “You’re my girl” dengan kondisi HIM gapernah sekalipun minta author sebagai wanita HIM. Tapi sekali lagi author harus nahan sakit, liat kalau wanita itu juga balik lagi sekarang. Author bener-bener takut HIM mainin author lagi. Lucunya author sering ambil screnshoot dari percakapan mereka di sosmed. Dan hasilnya author kirim ke HIM, bahkan pernah author share foto wanita itu dari akun sosmed HIM dan ujungnya kita bertengkar hebat. Dan lebih lucu lagi author nangis. Lebih parah, author ngedit foto mereka berdua jadi kek real mereka lagi selca berdua. Perbuatan seorang idiot bukan? Astaga, author bener-bener ganyangka kalau author bakal jalanin kisah cinta kek gini.

Buat kalian yang mau lihat ff HIM author kasih linknya.

https://kyuyoungshipperindo.wordpress.com/2014/10/04/oneshot-him

 

54 thoughts on “[Oneshot] HIM (Sequel)

  1. ” jadi ini pengalam pribadi author??? Ngenes ceritax,,,aku bisa ngersain jdi authorx,,,pasti sedih banget,,,hwaiting buat authorx,,,masih ad kok yg lebih baik dari dia,,,author harus bisa tunjukin klo author mampu hidup meski tanpa dia,,, hwaiting,,, ^^ “

  2. kirain akunya aja yang pernah mengalaminya and menjadi wanita paling bodoh di dunia ini ternyata ada temen aku juga hehheeh

    rasa sayang & perhatian dia yang buat kita dengan mudah memaafkan nya,apalagi ketika kita sendirian dan yang terlintas pikiran kita memningat kenangan dimana dia memanjain kita and ngerayu kita disaat kita sedang butuh dia ituah yang buat kita gak bisa ngelepasinnya :’)

    yah akunya jadi curhat nihhh🙂

    Mianheeeee🙂

  3. beda sih ya kalau pengalaman pribadi di bikin ff seperti ini , rasanya ikut merasakan apa yang di rasakan si penulis, dan ini keren bangeet, inginnya sih ada sequel lagi, tapi kayanya bakal ngebuka luka authornya lagi ya? hihi lets move up ^^ buat authornya semoga ada pengganti him yang lebih baik lagi, tapi kalo buat kyuyoung berharap mereka bisa balikan lagi *panjang bener komennya ^^v mianhae ..

  4. Ryeonitta says:

    Aseli bodohnya yaaaaa … Tp kyknya itu berlaku untuk beberapa wanita kenanyakan deh . Ya namanya juga udah cinta mau bagaimana lagi. Disuruh ngelupain juga berat

  5. Giraffe says:

    authornim.. ini sungguh menyayat hati *aishh* emang bner ya kalo pengalaman sendiri lbh nyata. tapi author disini keren bgt loh.. strong bgtt…
    aku jadi greget bgt sama him yg sbnarnya.
    Kalo dia cowo harus nya gentle jgn labil gitu!
    kita itu cewe yg pasti bakal main perasaan. jangan sekali2 mainin hati seorang perempuan!
    arghh author maaf jadi kebawa emosi
    aku kebawa suasana. hahahha

  6. elissintiyaknight says:

    thor.. jangan sad ending donk.. jebal bikin happy ending aja.. gk pengen klo di ff kyuyoung sad ending cukup di dunia nyata aja kalo kyuyoung emank gak bersatu.. tapi bagi w dan mungkin juga bagi para knight kyuyoung itu akan nyata dan selalu nyata bagi kita yang mencintai couple kyuyoung..
    saranghae yg udh buat ff kyuyoung..🙂

  7. Dian Arsita Yanti says:

    keren thorrrr~~~ saking gemesnya jadi pengen bejek2 Kyuppa deh -.- feelingnyaa dapet banget jadi ikutan senewen wkwkwk !! hwaiting thor😄

  8. Mau commen buat authornya aja deh hehehe
    Jangan terlalu makan hati thor… kadang kita juga harus menutup diri dari cinta. Menurutku author ga harus pertahanin si HIM. Karna mungkin bukan HIM yg terbaik buat author. Kadang saat kita sudah melepas org yg sudah lama kita cintai dan menyakiti kita,kita akan sadar betapa bodohnya kita menyia-nyiakan waktu kita karna tersakiti dan tersiksa oleh pikiran” itu. Karna mungkin ada orang yang memerhatikan kita lebih tulus dari pada HIM. Cinta itu buta tetapi jangan biarkan alasan itu untuk membohongi hati author sendiri. Cobalah untuk membuka hati dan lihat disekitar author. Kalau author sanggup untuk melepas si HIM saran ku lepas aja karna cinta itu akan datang dengan sendirinya. Mungkin author jg harus mencoba merenungi apa yang dikatakan oleh teman” baik author karna kita sendiri juga belum tentu tau apa yang terbaik buat diri sendiri tapi mungkin teman baik author tau apa yang terbaik untuk sahabatnya agar terlihat lebih baik lagi kedepannya. Hehehe ini hanya cuap cuap aja kok jangan terlalu dibuat mikir keras ya thor😀

  9. Retno Willis says:

    seperti’ya bukan author aja yg bisa jd idiot *maaf karna namja itu.. aqu pun begitu..
    ff yg author biat persis apa yg aq rasakan bberapa bulan akhir” ini..
    aq faham yg author rasakan dan memang sulit untuk menetralkan sperti semula..
    okee keep strong thor,keep smile🙂

  10. aprilia says:

    Thor knpa ceritanya sedih bgt sih😭 aku jadi gdeg sendri bacanya
    Klo aku ad diposisi authoraku gtw mau ngelakuin apa ? Mungkin aku bklan ngelakuin yg author lakuin tapi ini terlau rumit😓😨

  11. melepaskan orang yang dicintai memang sungguh menyakitkan, tapi gak semua yang dicintai itu harus dimiliki! kalo bagi gue sih ya thoor, mencintai seseorang itu karena kita ingin bahagia, kalo mencintai dia malah bikin kita menderita dan sakit hati terus, itu namanya bukan cinta. tapi suatu kebodohan. cintaa emang buta, taapi kita harus punya mata. biar bisa bedain mana cinta yg tulus dan mana cinta yang membodohi🙂
    just let him go and you’ll find your real happiness with other person🙂 *cuma saran aja*

  12. summerAnn says:

    cuma mau saran katanya cinta itu membahagiakan, kalo tidak bahagia berarti bukan cinta
    sekarang chingu bahagia tidak mencintainya? kalo tidak mungkin ego yg menguasai bukan perasaan🙂
    maaf ya kalo salah😀

  13. yah endingnya gantung dong thor? Emang sih berat ngelepas orang yang udh sama kita apalagi setahun lebih ya? tapi kalo dilanjutin makin sakit. Mending putusin aja. Meskipun ga rela dan sakit tapi itu yang terbaik lagian lama lama juga lupa kok

  14. thor kisah cinta author hmpir mirip sama sad story’a temenku. tp sekarang semua membaik kok, dia nglepasin pcarnya untuk tmennya sndiri tp keadaan bisa membaik dg sndirinya stelah itu. emang sulit ngelupain tp waktu bkal kasih keajaibannya sndiri nanti, jd dri pada sakit hti gegara mempertahanin cowo mcam bgono mending lpasin aja

  15. Jujur sja ini sngat Ngefeel BGT.. mungkin krna d.ambil dri real story kali yaaa..
    Tpii Aq g’mw mksain author untk nglanjutin nii crita dg happy end, Krna itu terasa memaksa mnurut Aq.
    Aq tk tw pngen ngsih sran untk real story Author krna Aq tdk bsa mrasan sbrapa skit Hti author tpii hnya bsa mrasa simpati dg apa yg author alami. Klo untuk mrasa skit hati slma berthun” Aq prnh mrskan.A krna sbuah kbdohan Aq mopun pnghianatan Him Tpii Aq tdk pernah mnyesal mrasakan.A krna itu plngkap rsa/wrna dlm hdupku & tdk pernah mncoba mlupakan krna itu akn mnambh syatan luka dlm dri krna Aq ykin waktu akn mengikis sdkit” kpdihan yg Aq alami tinggal bgaimna kita.A untuk trus blajar tegar dlm berjln d.waktu yg sesulit apapun.

  16. I don’t know..
    What should I say..?!
    ff ny bagus thor..
    tp ngingetin sama ‘dia’..
    Kisah kita gak jauh beda thor..

    Semangat terus nulis ny..
    Waiting for the next..

  17. gita says:

    Ku lupa sma ff himnya
    Wahh jadi ini kisah nyata dri chingu yg bkin yaa.. sabar nee~
    Soo cinta mati bngt sma kyu, jgn” kta” kyu itu mngkn bwt sooeon bkn untk seo
    Ditunggu ff lainnya

  18. Rizky NOviri says:

    ya ampun..
    udah jgn d tanggepin.. ganti no kek soo/thor…
    klo gt trus mah syoo ibarat sebuah yoyo d tangan kyuhyun..😦 keusian…

    bikin ff yg happy2 aja thor sebagai pengalihan pikiran..😉 hehehe
    SEMANGATT

  19. lii ulli says:

    kisah hidup yang menyakitkan eonni…. ya krg lebih seperti kehidupan cinta nae sendiri… ya begitulah. hheeehhe…
    kyu jahat apalagi seo!! sabar ya soo eonni

  20. kalo boleh di lanjut dong sequelnya, masih belum tau perasaan kyuhyun yang sebenernya.. yah kalo bisa sih kyu di buat terpuruk juga gituu #jiwasetankambuh , kasian sooyoungnya tuh ..

  21. summerie says:

    Sesama prempuan aku tau prasaan author, sahabatku pun pnya kisah cinta yg nggak jauh beda dgn crita author. kalo saran aku coba maafin org2 yg mnyakiti kita, coba diikhlaskan smua yg udh terjadi. Sulit mmng. Gampang scra teori tpi prakteknya itu sulit. Tpi dgn bgitu kita nggk akan terjebak dlm pusara prasaan sakit lagi. Semangat thor, life must go on ! Akan ada hri baik sbagai hdiah hri hri sulit author sebelumnya. Overall bagus ff nya terus nulis ya ~

  22. met says:

    Daebak
    Udh lh thor cwok kek gitu g ush dihirauin masi byk cwok yg lbh baik dr dia
    Skrg kan udh tahun baru nah move on dong thor😀

  23. ndah says:

    sebagai reader cuma bisa ngasih saran…susah emg yg namaya ngelupain org yg disyg.
    tp coba deh kmu berdamai dgn hati kamu…cintai dia apa adany g mengharap apapun. tru kamu coba kenal pria lain…mungkin ad pria lain yg bisa bwt kmu lupain dya jika kmu buka sdikit aj pintu hati kamu…
    trus ĴªŇбåñ lupa berdoa …

  24. Y ampun thor 2jmpol dech .. Feelnya dapet banget… Banyak ko thor yg ngalamin kisah cinta kya gini termasuk yg komen haha….
    Tpi jngan terpuruk jga ..karna cinta,sayang,dan harapan bisa berubah jdi benci di saat orang yg kta sayangi tak di miliki kekeke …. Happy ajj
    Kekeke d tunggu ff yg lainnya….. Fighting

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s