[Twoshot] Shirt (Part 2)

poster II

 

Title: SHIRT part 2 [END]

Author: @juljulpii

Length: Twoshot

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Support Cast: Choi Sulli, Kim Yoojung

Rating: PG-17

Genre: Romance

Desclaimer: This fanfict’s story pure from my mind. Big NO to plagiarism. Hope you all enjoy it.

_____

“ …… diperutku ada bayi yang begitu membutuhkan ayahnya. Bukankah mengasihi dan merawat bayi ini bagi ayah kandungnya merupakan suatu kewajiban? “

_____

“ Darimana saja sayang? Handphonemu tidak aktif semalaman. Eomma benar-benar kawatir semalam hujan benar-benar deras.” Aku berhenti sejenak kala eomma dengan tiba-tiba menanyai perihal kabarku semalam.

“ Mianhae, mobilku mogok sehingga aku menginap dirumah Tiffany.” Jawabku bohong. Kucoba merapatkan mantel yang kupakai, berharap eomma tak mengetahui apa yang kupakai dibalik mantel tebalku.

“ Oooh. Apa kau sudah bersiap-siap? Pesawatmu akan terbang beberapa jam lagi. ” tanya eomma mencoba mengingatkanku.

“ Ne, arraseumnida.” Aku mengangguk singkat lalu segera berlalu dari hadapan eomma.

Setelah kututup pintu kamarku dengan sedikit hentakan, kembali air mata ini meleleh. Rasanya begitu sakit. Demi Tuhan, cukup Sooyoung-ah. Segera kuusap air mataku dengan kasar dan menyibukkan diri dengan kegiatan packing barang-barang yang perlu kubawa kembali ke Roma. Kota dimana aku akan hidup dengan baik. Meninggalkan kotaku sendiri, Seoul yang seakan mimpi indah yang datang sekejab.

Setelah aku membersihkan diri, segera aku bersiap-siap dengan koper dan kacamata hitam yang sudah bertengger rapi menutupi kedua mataku yang nampak sembab oleh tangis. Aku tak ingin kedua orang tuaku mengetahuinya karena kupastikan akan rumit jadinya jika mereka mengetahuinya nanti.

Sampai di bandara Incheon tepat pukul 08.45 KST. Berbeda dari lima hari yang lalu, kini bukan hanya eomma saja yang mengantarku namun sekaligus Appa juga hadir untuk melepaskan kepergianku. Sepanjang perjalanan menuju bandara, aku lebih banyak diam. Aku yakin eomma dan Appa merasakan seperti ada suatu hal yang mengganjal, namun mereka tak bertanya banyak soal itu.

Kutatap manik-manik mata dari eomma dan appa secara bergantian. Kupeluk mereka erat sebelum menuju pesawatku yang lima belas menit lagi akan take off. Saat memeluknya bergantian, aku kembali menangis. Justru kini aku merasa menghianati kepercayaan mereka terhadapku. Maafkan aku, eomma dan appa. Anakmu bukan gadis lagi sekarang.

“ Gomawo eomma, appa. Sooyoung pamit pergi dulu. “ ucapku dengan nada setegar mungkin.

“ Ne, jagalah dirimu baik-baik Sooyoung ” Balas Appa membuatku membalasnya dengan senyuman.

“ Jika ada waktu kami akan mengunjungimu. “ ucap eomma menambahi.

“ Annyeong, “ pamitku untuk yang terakhir kalinya sambil melambaikan tangan ke arah mereka dan berlalu menuju barisan orang-orang yang akan menjadi teman sepesawatku. Aku menghela nafas panjang sambil memejamkan mata sesaat. Selamat tinggal, pria kemeja spesialku.

_____

Roma, Italia 22.00 p.m

Setelah mencuci wajah dan mengoleskan krim sebelum tidur, aku membuka lemari pakaianku untuk mencari piyama. Kupilah-pilah hingga berhenti pada satu gantungan yang menarikku untuk mengambilnya.

Kembali teringat peristiwa dua hari yang lalu. Peristiwa yang menyisakan perih teramat dalam bagiku. Mengingatnya hanya membuatku kembali meneteskan air mata dengan mudahnya. Aku benar-benar memutus semua hal-hal yang berhubungan dengan pria itu, sungguh aku tak ingin mengingat namanya lagi. Kuganti nomer pribadiku berharap dia tak bisa menghubungiku meskipun ku tak tahu apakah dia benar-benar akan melakukannya atau tidak. Betapa bodoh jika aku masih memikirkannya disaat ada kekasih yang mungkin sampai saat ini masih setia disampingnya.

Dan kini yang tersisa hanyalah ini. Kenangan indah yang terekam jelas oleh kemeja putih yang kubawa dari apartemen itu. Aroma tubuhnya bahkan masih begitu terasa merasuk pada celah rongga hidungku. Aroma tubuh yang khas dari seorang pria yang amat kukagumi. Hingga pada akhirnya, kupustuskan untuk mengganti piyama tidurku malam ini dengan kemeja putih ini. Biarkan saja kunikmati kenyamanan yang kudapat dari salah satu kemeja yang sering dipakai oleh mantan pria terindahku. Karena hanya dengan memakai kemejanya aku merasa disaat kumeringkuk dan berlalu ke pulau mimpi, ia ada seperti imaji yang tengah memelukku hangat hingga kuterlelap dan berhenti dari tangis.

Kejadian seperti ini hampir kulalui setiap malamku. Entahlah, aku merasa begitu nyaman dengan kemeja yang bahkan lebih kusayangi dari beberapa model piyama mahal rancanganku sendiri. Aku tak berniat untuk mencucinya karena dengan begitu aroma tubuh yang selalu membuatku tentram dapat terus menemaniku. Itulah sebabnya sering kupakai saat malam menjelang waktu tidur tiba.

_____

Demi Seoul dan segala kenangannya yang selalu kurindukan! Mengapa sampai detik ini aku tak berhenti memikirkannya? Memikirkan pria itu yang bahkan aku sudah meninggalkannya dan berusaha dengan sekuat hati mengubur perasaanku selama rentang waktu tiga minggu ini. Selama itu pula aku menyibukkan diri dengan segala aktivitasku sebagai pemilik butik yang berusaha memberikan yang terbaik kepada para pelanggan sosialitaku.

Benakku penuh dengan berbagai pertanyaan? Apa sih arti dari pertemuan sebanyak 3 kali yang bekasnya bahkan sampai saat ini tak lekas hilang? Entahlah.

“ Sooyoung eonni, kau terlihat begitu pucat. Biar kuteruskan saja sketsanya. Lebih baik kau beristirahat jika merasa tidak sehat.” Saran Sulli yang merupakan pegawai kepercayaanku dan sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri.

Aku tetap berkutat pada sketsa yang hampir selesai jika kutambahkan beberapa gambar assesoris yang sesuai dengan dress yang dipesan oleh seorang gadis muda Itali. Bahkan saran Sulli kuhiraukan meskipun apa yang dikatakannya benar. Keadaanku dapat kukatakan tidak sedang dalam keadaan baik.

“ Sooyoung eonni kau tak mendengarku? “ tanyanya kembali dan kini mulai mendekat pada meja kerjaku.

“ Sebentar lagi Sulli-ah.” Balasku tetap serius menggoreskan pensil pada sketsa dihadapanku.

Sulli dengan sabar duduk disampingku dan menungguiku selesai membubuhkan beberapa assesoris terakhir pada dress tersebut daaaan … sempurna. Kini kupandang sketsa yang telah siap kuberikan pada pelangganku esok. Senyum Sulli turut mengembang melihatku begitu puas dengan hasil karyaku.

“ What do you think about this? “ aku meminta pendapat Sulli.

“ Best ever!! “ jawabnya sambil memamerkan kedua jempolnya.

“ Hhuuee- “ segera kubungkam mulutku dengan telapak tanganku ketika isi perutku memberontak minta dikeluarkan. Tiba-tiba saja rasa mual yang menderaku beberapa hari belakangan ini kembali muncul. Segera saja ku berlalu ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutku berkali-kali.

“ Eonni, are you okay? “ teriak Sulli panik dari luar kamar mandi.

Esok paginya, aku kembali datang ke butik dan duduk pada meja kerjaku. Meski tubuhku rasanya benar-benar ingin runtuh serta kepalaku yang tak kunjung sembuh setelah kuminumi obat pereda sakit kepala. Apa tubuhku memberontak setelah kuforsir habis-habisan demi menyelesaikan beberapa sketsa yang memeras otakku? Ah, rasanya sudah biasa. Dan juga aku merasa tidak memakan makanan yang aneh-aneh, tapi apapun yang aku makan seperti meminta untuk dikeluarkan. Mual.

“ Aigoo. Kau datang lagi hari ini? Beristirahatlah eonni, keadaanmu begitu mengkhawatirkan. “ ucap Sulli membuka suara ketika ia membuka pintu ruanganku.

“ I’m okay Sulli-ah. Lagipula aku ingin menyerahkan sketsaku pada Nona Natalie secara langsung. “ jawabku sambil tersenyum tipis.

“ Kau sudah pergi ke dokter? “

Aku menggeleng.

“ Tidak ada yang perlu dikawatirkan, mungkin aku hanya masuk angin biasa.” Ucapku tetap meyakinkan Sulli bahwa aku tak apa. Aku segera bangkit dari kursiku dan berjalan menuju meja dimana kuletakkan sketsaku semalam. Sebelum sempat ku raih sketsaku, tiba-tiba kepalaku seperti berputar dengan hebatnya. Pandanganku semakin kabur hingga semuanya kurasa gelap dan aku jatuh tak sadarkan diri.

_____

Aku membuka mata dengan pelan. Kurasakan kepalaku begitu berat untuk mencoba bangun. Pandanganku mengedar ke sudut ruangan asing ini dan kutemukan Sulli duduk disampingku seperti menungguku tersadar. Ah, aku baru mengerti bahwa kini aku tengah berbaring di rumah sakit dan pasti Sulli yang membawaku kesini mengingat aku pingsan dihadapannya tadi.

Sulli menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Ia hanya menatapku nanar dan tak mengucapkan sepatah katapun melihatku baru saja tersadar. Ia tidak seperti biasanya yang selalu cerewet dan mudah sekali mengkhawatirkanku. Aku merasa ada sesuatu yang aneh sedang menimpaku.

“ Apa yang dikatakan dokter? Aku hanya kelelahan biasa kan Sulli-ah? “ tanyaku mencoba mengusir pikiran burukku yang timbul melihat respon Sulli yang begitu aneh.

“ Dokter hanya menyaranku meminum obat saja, benar kan? “ tanyaku lagi menunggu tanggapan Sulli. Ia justru menatapku iba.

“ Dengan siapa kau melakukannya eonni? “ tanya Sulli padaku dengan hati-hati. Jantungku seperti berhenti sejenak mendengar pertanyaannya.

“ Apa maksudmu? Aku benar-benar tak mengerti maksud pertanyaanmu Sulli-ah.” Ucapku mencoba bersikap biasa meskipun relung hatiku didalam sana merasa luar biasa gugup.

“ Ada bayi di perutmu eonni. Kau hamil.” Ucapan Sulli seketika membuatku seperti tersengat listrik jutaan watt.

“ Ha-hamil? “ tanyaku seperti tidak percaya. Seseorang tolong kuatkan aku. Rasanya seperti ada awan hitam menyelimuti kepalaku. Seketika tubuhku melemas bagai tak bertulang.

“ Siapa ayah dari bayimu eonni? ceritalah padaku.” Tanya Sulli dengan nada bergetar membuatku teringat dengan seseorang yang menanamkan benihnya di rahimku. Oh Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi? Rasanya aku benar-benar tak sanggup menanggung ini sendiri. Sementara sekuat tenaga aku mencoba menghapus bayangannya dari hidupku.

Air mataku menetes. Ingin rasanya kutahan air mataku, namun yang terjadi justru sebaliknya. Air mataku semakin deras dan aku tak bisa menyembunyikan kesedihan yang luar biasa kurasakan. Sulli memelukku erat. Ia memilih untuk diam dan menenangkanku. Sedangkan ku balas pelukannya dan ia membiarkanku bersandar dibahunya dalam isak tangis yang tak kunjung reda. Sungguh aku hanya butuh sebuah pelukan untuk sekarang ini. Pelukan yang sedikit mengurangi bebanku dan dapat menguatkanku untuk tetap berpijak tegak.

Setelah aku merasa sedikit tenang, Sulli membereskan barang-barangku untuk segera checkout dari rumah sakit ini. Aku masih terbaring dan kini menunduk kebawah, meraba perut datarku dengan telapak tanganku. Apakah didalam sini benar ada bayi? Anak dari Cho Kyuhyun? Oh Tuhan, tiba-tiba aku merasa berdosa telah mengkhawatirkan semua ini. Kau telah mempercayaiku dan menitipkan Kyuhyun kecil dalam rahimku, dan itu artinya aku harus menjaganya.

_____

Sepulang dari rumah sakit, Sulli menyuruhku beristirahat di ranjang apartemenku. Sementara itu aku hanya menurut lemah, meskipun rasanya lelah seharian ini terus berbaring. Aku nampak ragu-ragu kala melihat Sulli berkemas. Sepertinya sebentar lagi ia akan berpamitan.

“ Tolong tinggalah disini beberapa hari Sulli-ah, aku butuh seseorang untuk menguatkanku.” Pintaku dengan nada memohon pada Sulli. Sulli nampak berpikir dan detik kemudian ia meletakkan kembali tasnya.

“ Ne eonni, aku akan disini menemanimu.” Ucapnya lembut sambil mendudukkan tubuhnya di samping tubuhku. Lalu kemudian ia mulai menyelimuti tubuhku dengan selimut tebal.

“ Aku mohon dengan sangat Sulli-ah, hal ini hanya kau yang mengetahui. Aku tak ingin karyawan lain bahkan orang tuaku tahu.” Mohonku pada Sulli yang tengah menatapku hangat.

“ Arrasseo. Keunde, bagaimana ini bisa terjadi? Siapa ayah dari bayi yang kau kandung eonni? Maaf jika aku lancang, namun kau bisa berbagi cerita denganku sehingga jika ada suatu masalah mungkin aku bisa membantumu. “ terang Sulli yang kali ini nampak lebih dewasa dari umur aslinya.

Aku menghela nafas berat. Lalu kemudian kuceritakan satu persatu secara detail pertemuanku dengan Kyuhyun, hingga bagaimana aku bisa jatuh dalam pesonanya. Sulli seseorang yang sangat kupercayai sehingga hanya kepadanya kucurahkan segala perasaanku yang terekam menjadi sebuah kisah diantara aku dan Kyuhyun. Tak pelak bercerita soal Kyuhyun, membuatku terpaksa mengeluarkan air mata kembali. Sulli dengan sabar menyeka air mataku dengan tisu dan kembali mendengar ceritaku sampai akhir. Kesimpulan akhir bahwa aku dinyatakan hamil 2 minggu. Hamil anak Cho Kyuhyun, pria kemeja yang begitu kucintai.

“ Mendengar cerita eonni, entah mengapa menurutku pria bernama Kyuhyun itu memiliki rasa yang sama dengan eonni. Aku yakin dia orang yang baik yang akan bertanggung jawab atas perbuatannya. “ balas Sulli berniat menghiburku.

Aku tertawa remeh. “ Mana mungkin Sulli-ah. Ia hanya akan kembali pada kekasihnya. Bahkan aku tak yakin ia masih mengingatku atau tidak.”

Sejenak Sulli menatapku prihatin.

“ Namun yang jelas aku tak pernah menyesalinya sedikitpun. Aku bahagia. Bahagia pernah menjadi bagian dari dirinya meskipun tak ubahnya sesaat. Apapun yang terjadi aku akan membesarkan dia, anakku.” Sambungku sambil mencoba untuk tersenyum meskipun berat. Tak kusangka Sulli mendekapku erat.

“ Aku akan terus berdoa untuk kebahagianmu eonni. Jangan sungkan untuk meminta bantuanku karena aku akan siap kapanpun untukmu. Arrasseo? “ ucap Sulli tepat disamping telingaku. Aku tersenyum seakan secercah harapan muncul.

“ Ne, jeongmal gomawo Sulli-ah “

_____

Tiga hari sudah Sulli menemaniku. Selama itu pula ia begitu memperhatikanku lebih dari dirinya sendiri. Bahkan ia melarangku untuk pergi ke butik dan menyuruhku istirahat di apartemen. Mungkin ini terlau berlebihan mengingat kandunganku masih seumur jagung. Namun Sulli begitu tidak tega melihat keadaanku yang sering mual dan lemas. Aku seharusnya tak boleh seperti ini. Aku membuat bayiku merasa tidak nyaman. Nak, maafkan ibumu yang lemah ini. Ucapku berharap malaikat kecil di dalam perutku mendengarnya.

Kali ini Sulli pulang lebih awal dari biasanya. Aku sangat senang kala ia membawakanku linguini pasta, makanan kegemaranku disini. Aku memakannya dengan lahap meskipun beberapa jam kemudian aku kembali memuntahkannya.

Jam menunjukkan pukul 3 sore. Aku dan Sulli tengah bersantai menonton televisi. Menikmati acara pertunjukan musik indah khas Italia. Hingga kegiatanku diintrupsi oleh suara bel apartemenku yang berbunyi.

“ Biar aku saja. “ ucapku kala Sulli akan beranjak dari duduknya.

Aku berjalan santai menuju pintu dan kubuka pintunya perlahan. Mataku menyipit heran. Seorang pria tengah berdiri memunggungiku. Sepertinya ia tidak tahu jika pintunya sudah kubuka.

“ Excuse me, “ tegurku padanya. Seketika ia berbalik dan kini aku dapat melihat jelas siapa pria dihadapanku ini. Mematung untuk beberapa detik, begitulah responku saat kembali melihatnya, pria yang selama ini memenuhi rongga pikiranku, pria yang merupakan ayah dari bayi yang kukandung, Astaga Cho Kyuhyun, aku melihat sosoknya tepat dihadapanku sekarang.

“ Sooyoung-ah “ ucapnya lemah dengan menatapku haru. Oh Tuhan, aku mendengar suaranya kembali. Tiba-tiba batinku memberontak. Aku harus kembali kesadarku, ingat Sooyoung-ah dia bukan milikmu. Bukan milikmu.

Dengan ekspresi dinginku kucampakkan Kyuhyun dengan berusaha menutup pintuku, namun dengan cepat Kyuhyun menahannya.

“ Sooyoung-ah kumohon, aku ingin bertemu denganmu. “ ucapnya dengan terus menahan pintu yang sekuat tenaga terus kudorong. Aku hanya diam menahan gejolak batin yang sedang kurasakan. Sementara itu aku tak dapat mengimbangi tenaga Kyuhyun yang membuat pintunya sedikit demi sedikit terbuka lebar.

“ Sulli-ah, Sulli-ah … “ teriakku memanggil nama Sulli saat aku mulai frustasi karena Kyuhyun kini sudah masuk dalam apartemenku. Ia terus menatapku intens sambil sesekali meraih tanganku meski aku terus menolaknya.

“ Dengarkan aku Sooyoung-ah. “ ia berusaha mengegam tanganku dan aku terus memberontak. Hingga buliran air mataku kembali jatuh.

“ Sulli-ah .. “ teriakku kembali dengan suara yang semakin serak. Kyuhyun dengan sigap membawaku kedalam pelukannya. Dengan sisa tenaga yang kumiliki, aku terus meraung meminta pelepasan. Kyuhyun tetap mendekapku hingga akhirnya aku menyerah. Tanganku melemas dan akhirnya aku menangis dalam dada bidang Kyuhyun. Mencurahkan segala perasaan dan emosiku pada pria yang sanggup mengobrak-abrik perasaanku seperti ini.

Kami terus berpelukan sementara tangan Kyuhyun terus mengelus rambutku demi menenangkanku. Usaha Kyuhyun berhasil, entah mengapa kini perasaanku lebih tenang berada dalam dekapannya. Tangiskupun perlahan berhenti menyisakan sembab pada kedua mataku. Setelah dirasa tenang, Kyuhyun sedikit melepas pelukannya dan kedua tangannya kini menangkup kedua pipiku. Sungguh aku tak berani menatap matanya. Namun Kyuhyun mengejutkanku dengan menghapus sisa airmataku dengan jari-jarinya sehingga mau tidak mau pandangan kami bertemu. Kami saling berpandangan lama. Sepertinya kami berdua terbelenggu dengan perasaan masing-masing yang sepertinya masih sangat sulit untuk diutarakan. Hingga pada akhirnya Kyuhyun memulai untuk mengatakan sesuatu.

“ Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. “ ucap Kyuhyun dengan setiap penekanan yang begitu tulus. Aku tersenyum getir mendengarnya.

“ Aku sudah memaafkanmu. Kembalilah ke Seoul, kau tak perlu datang sejauh ini hanya untuk meminta maaf. “ balasku dingin.

“ Tolong dengarkan aku. “

“ Tidak ada yang perlu didengarkan lagi. Kumohon pergilah Kyuhyun-ssi.” Balasku cepat.

“ Aku tahu kau begitu membenciku setelah malam itu. Bahkan saat kubuka kedua mataku di pagi hari aku tak menemukanmu lagi. Aku ham— “ kalimatnya terhenti karena aku dengan cepat memotongnya.

“ Cukup. Aku tak ingin mengingatnya lagi. Aku akan menganggap malam itu kau mabuk sehingga kau tak perlu meminta maaf padaku lagi karena itu suatu ketidaksengajaan.”

“ Aku tidak mabuk dan sepenuhnya sadar! “ sangkalnya dengan nada tinggi. Aku sedikit tercekat mendengarnya. Suasana kembali hening hingga kemudian ia kembali meraih tanganku dan menatapku lembut.

“ Aku mencintaimu Sooyoung-ssi. “ Deg. Sepersekian detik jantungku lah yang pertama kali merespon ucapannya.

“ Tidak mungkin. “ Ucapku lirih.

“ Dengarkan aku. Aku namja berusia 27 tahun, aku bukan anak remaja lagi yang berbuat sesuatu tanpa suatu pemikiran. Kejadian malam itu bukan semata nafsuku, namun aku akan mempertanggungjawabkannya. Sungguh. “

Mematung. Aku membiarkan diriku diam seribu bahasa.

“ Rasanya hampir gila saat menyadari kau tidak ada pagi itu. Mungkin kau tak percaya dengan ini namun sungguh aku menyukaimu bahkan saat pertama kali kita bertemu. Aku menyukaimu saat pertama kali kemejaku bersentuhan dengan lipstick merahmu. Aku benar-benar menyukai bagaimana jantungku berdebar saat melihatmu lagi pada pertemuan kedua kita dan aku benar-benar menyukai cara Tuhan mempertemukan kita untuk ketiga kalinya pada derasnya hujan kala itu. Bahkan aku begitu gila bagaimana kau membuka kancing kemejaku dan memelukku hangat pada kejadian malam itu. Tidak ada yeoja yang lain yang membuatku seperti ini, hanya kau. Kau Sooyoung-ssi. “ Terangnya yang membuatku termenung untuk mencerna per-kalimatnya. Oh Tuhan, apa lagi ini? Apa yang dikatakannya benar?

Aku kembali menunduk dan merasakan mataku memanas.

“ Katakanlah sesuatu kumohon. “ ia memaksaku untuk merespon ucapannya daripada harus terdiam seperti ini. Kuberanikan diri menatap matanya. Masa bodoh kutatap matanya dengan balutan cairan bening pada mataku yang siap untuk tumpah.

“ Bodoh. Apa kau bodoh, Cho Kyuhyun? Semua yang kau katakan itu adalah semua yang kurasakan. Apa kau bodoh memaksaku untuk mengatakan hal yang sama? “ ucapku dengan segala luapan emosi yang kutumpahkan pada pria dihadapanku ini. Sejurus kemudian ia menarik tubuhku dalam dekapannya. Lagi-lagi aku mendadak rapuh. Rapuh jika harus bersandar pada dadanya dan itu membuatku menangis untuk kesekian kalinya.

Sejenak kutangkap sosok Sulli yang sepertinya sejak tadi berdiri melihatku dan Kyuhyun dari kejauhan. Mungkin ia sudah menyaksikan drama yang terjadi antaraku dan Kyuhyun semenjak aku memanggil namanya tadi. Segera kulepas pelukan Kyuhyun dan Kyuhyun sepertinya mengerti mengapa aku melepasnya. Aku terdiam sejenak merasa malu diperhatikan, sedangkan Sulli yang paham akan sikapku segera undur diri keluar apartemenku meninggalkan aku dan Kyuhyun berdua.

Sepeninggal Sulli, Kyuhyun kembali menatapku dalam. Bulir-bulir air mataku menetes. Aku tak ingin lagi seperti ini. Aku benar-benar lelah.

“ Sudahlah, aku lelah Kyu. Kumohon kembalilah, aku tak berhak atas dirimu. Aku tahu kau mempunyai kekasih dan jangan pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku karena itu hanya akan membuatku semakin sakit. “ ucapku dengan suara parau.

“ Mwo? Kekasih? “ tanyanya seakan tak mengerti ucapanku. Aku tak ingin menjawabnya, aku tak ingin menatapnya lagi karena aku takut aku akan berubah pikiran dan tak akan teguh dengan pendirianku sendiri. Segera saja kubalik tubuhku namun tangan Kyuhyun menahanku.

“ Demi Tuhan Choi Sooyoung, aku tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun. Apa yang kau maksud dengan kekasih? “ ujarnya tidak terima.

“ Begitukah? “ aku menoleh kearahnya.

“ Lalu, kontak bernama Yoojung Chagi, memanggilmu Oppa bahkan ia hampir mati merindukanmu apa itu bisa disebut hubungan yang biasa-biasa saja? Kau ingin membodohiku? “ ucapku meninggi dan tanpa sadar kuluapkan emosiku dengan memukuli dadanya.

Tanpa seijinku, Kyuhyun tiba-tiba mengangkat tubuhku.

“ Yya! Ige mwoya? turunkan aku! “ raungku panik kala Kyuhyun mengangkat tubuhku seenaknya.

Kyuhyun membawaku ke sofa lalu duduk dan menjatuhkan tubuhku diatas pangkuannya. Ia memposisikan tubuhku menyamping hingga kini ia dengan leluasa menatapku dengan jarak yang begitu dekat. Aku ingin merubah posisi yang tidak nyaman ini namun apa daya lagi-lagi ia menggunakan tenaganya walau tak menyakitiku.

“ Akhirnya aku tahu titik permasalahan mengapa saat itu kau meninggalkanku. “ ujarnya yang kali ini menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Aku mengalihkan pandangan namun tangan Kyuhyun mencoba menarik lembut wajahku untuk menatapnya. Sayangnya aku menghempas tangannya acuh.

“ Kau berpikir Yoojung adalah nama kekasihku? “ tanya Kyuhyun padaku. Aku hanya menatapnya tajam. Kemudian ia terkekeh pelan. Hei, memang ada yang lucu?

“ Baiklah, aku tak ingin kau berlarut-larut membenciku. Kuberitahu padamu sesungguhnya kontak bernama Yoojung itu adalah seorang bocah berumur 11 tahun.” Ujarnya yang seketika membuatku kaget.

Aku memandangnya heran. Jadi dia penyuka anak kecil? Pedophil seperti itu?

“ Tunggu, ini bukan seperti yang kau maksud.” Sambungnya seakan mengerti isi pikiranku.

“ Pada kontak handphoneku, bukan nama Yoojung saja yang berakhiran chagi. Namun jika kau menemukannya ada 6 kontak dengan akhiran yang sama. Dan mereka semua anak kecil Soo. Mereka semua anak asuhku yang berada di panti. Umurnya tak lebih dari 13 tahun maksimal. “ aku berkedip pelan. Masih tidak percaya dengan fakta yang diungkapkannya padaku.

“ Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini, namun berhubung aku benar-benar mencintai wanita yang sedang salah paham dihadapanku ini, maka keceritakan padamu bahwa setiap bulan aku menghidupi mereka, anak asuhku yang sudah kuanggap dongsaengku sendiri. Mereka semua dekat denganku dan aku sering mengunjunginya. Dulu, sebelum aku menjabat CEO dan kini waktuku semakin berkurang untuk mereka karena kesibukanku. Kau tahu? Kontak dengan akhiran chagi itu mereka sendiri yang menggantinya. Dengan harapan ketika mereka berkirim pesan, maka aku akan memperlakukannya seperti seseorang yang begitu kusayangi. Tentunya dalam arti dongsaeng Sooyoung-ah. Mereka tak punya orang tua lagi, hanya aku yang mereka anggap keluarganya. Namun melihat ternyata timbul masalah seperti ini, sepertinya setelah ini aku akan mengganti nama kontaknya dengan nama mereka saja. ” Secara jelas ia menerangkan hal yang ternyata secara tidak langsung membuatku malu. Jadi, selama ini aku cemburu pada anak kecil yang ternyata anak asuh Kyuhyun?

Oh Tuhan, aku tertegun mendengar ketulusan hatinya.

“ Apa masih tidak percaya? Kau boleh cek kontak handphoneku bahkan menelponnya, atau kau ingin bertemu mereka langsung untuk menanyai— “

“ Ya, aku percaya.” Ucapku pada akhirnya. Tanpa sadar aku memotong ucapannya ketika ia sibuk seperti ingin mengeluarkan handphonenya untuk membuktikan ucapannya.

Kyuhyun menghela nafas lega sambil menatapku dengan senyum yang mulai terbentuk menghiasi wajahnya yang sampai saat ini masih kukagumi.

“ Lalu? “ Tanya Kyuhyun menatapku lekat. Aku sengaja menghindari kontak matanya karena sekarang bukan lagi rasa kecewa yang mendominasiku seperti sebelumnya, namun rasa bahagia kala ku tahu ia mempunyai rasa yang sama padaku tanpa ada yang harus kuragukan lagi.

“ Ya aku mempercayaimu, apa lagi? “ balasku sekenanya. Jujur aku mendadak gugup sekarang.

“ Setelah aku meluruskan semua ini, apakah tak ada yang ingin kau sampaikan padaku? “ tanya Kyuhyun mencoba memancingku untuk mengutarakan apa yang kurasa. Aku cukup bingung memilih hal yang tepat yang harus kuutarakan hingga aku terpikirkan oleh sesuatu. Sesuatu yang beberapa hari ini sedikit ehm, membebaniku.

“ Uhmm … “ gumamku sambil berpikir bagaimana caranya mengungkapkan pada Kyuhyun agar ia bisa menerimanya nanti. Sedangkan Kyuhyun dengan sabar menungguiku mengeluarkan kalimat.

“ Jeongmal gomawo atas segala penjelasanmu Kyuhyun-ssi, dan maafkan aku telah mengansumsikan sendiri hal yang tak kuketahui sebelumnya. Seperti soal anak asuhmu. Ya, itu memang hakmu mengasuh bahkan merawat anak yang sudah tak mempunyai orang tua lagi. Namun, disini. Diperutku ada bayi yang begitu membutuhkan ayahnya. Bukankah mengasihi dan merawat bayi ini bagi ayah kandungnya merupakan suatu kewajiban? “ Aku sedikit takut saat kulihat ekspresi Kyuhyun begitu kuselesaikan kalimatku. Matanya seakan membulat dan tampak berpikir keras. Bukankah harusnya ia paham dengan maksudku? Atau Kyuhyun tak menginginkan bayi ini?

“ Aku hamil Kyu. Janin ini ada seminggu setelah kita melakukannya.” Ucapku sambil sedikit menunduk. Tak kusangka tiba-tiba hangat menjalari tubuhku karena Kyuhyun memelukku begitu posesif.

“ Mianhae. Jeongmal Mianhae Sooyoung-ah.” Ucap Kyuhyun seperti bisikan yang berhembus di telingaku. “ Mianhae telah membuat hari-harimu sulit tanpaku, mianhae tidak berada disisimu saat pertama kali kau mengetahuinya, mianhae jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun diliputi rasa bersalah yang teramat dalam. Rasa haru begitu menyentuh relung hatiku paling dalam.

“ Gwenchana. Asal setelah ini kau berjanji akan terus berada disisiku dan membesarkannya bersama-sama, aku tak akan menyesal telah melalui hari-hari sulitku.” Ucapku dengan nada bergetar. Kyuhyun mengendurkan pelukannya dan menangkup kedua pipiku.

“ Tentu. Tentu aku akan berjanji untukmu. Terimakasih telah mengandung anakku Sooyoung-ah, kau tahu betapa bahagianya aku.” Ucap Kyuhyun sambil menatap kedua manik mataku dalam.

“ Menikahlah denganku. Aku hanya menginginkan kau yang menjadi pendamping hidupku dan kau yang menjadi ibu dari anak-anakku, Choi Sooyoung.” Ucap Kyuhyun yang membuat hatiku berdesir hebat. Aku tak pernah menyangka bahwa Kyuhyun benar-benar namja yang dipilihkan Tuhan untukku.

Aku segera mengangguk mengiyakan. Sungguh aku hanya bisa meyakinkannya dengan mengangguk karena aku tak mampu untuk berkata lagi seakan lidahku kelu.

Kyuhyun tersenyum bahagia dan sedetik kemudian ia menciumku dalam. Kami saling mencurahkan perasaan masing-masing dalam ciuman yang begitu kurindukan ini. Disela ciuman kami aku tak berhenti bersyukur pada Tuhan, bahwa Ia dengan sangat baik telah mengembalikan Kyuhyun dalam kehidupanku.

_____

Malam ini, kuijinkan Kyuhyun menginap disini. Setelah perselisihan kami tadi berakhir, aku mengenalkan Kyuhyun pada Sulli. Sulli begitu bahagia melihatku kembali bersatu dengan ayah dari bayi yang kukandung. Menurutnya kami benar-benar serasi. Dan jangan lupakan Sulli yang berbisik padaku bahwa Kyuhyun ternyata lebih tampan dari yang ia bayangkan. Bisikan Sulli membuatku terkekeh pelan.

Kami bertiga makan malam sambil mengobrol hangat.  Kyuhyun tipe orang yang mudah sekali menyesuaikan obrolan dengan siapapun, bahkan Sulli dibuat begitu nyaman mengoceh seakan ini bukan pertama kalinya mereka bertemu. Aku tersenyum simpul, pantas saja anak asuhnya begitu menyayanginya.

Obrolan kami terhenti kala aku dengan cepat pergi ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutku. Kyuhyun begitu panik namun dengan tenang Sulli memapahku dan menyuruhku meminum pil nutrisi karena lagi-lagi makanan yang kumakan tak berhasil kucerna. Malam kian larut, dan kini Kyuhyun telah menggendongku menuju kamar. Ia meletakkan tubuhku diatas ranjang dengan hati-hati. Ia mengecup keningku singkat lalu menyuruhku beristirahat dahulu sedangkan ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Mataku tak segera kupejamkan. Aku sengaja menunggunya selesai mandi. Beberapa menit kemudian sosok yang kutunggu keluar dari kamar mandi dan menatapku heran.

“ Belum tidur? “ tanya Kyuhyun yang kubalas dengan anggukan lemah. Ia kemudian berjalan mendekatiku dan menarik selimut untukku. Mataku tak lepas darinya yang berusaha membuatku terbaring dengan nyaman.

“ Apa anakku selalu membuat ibunya memuntahkan makanan yang berusaha dicerna-nya? “ tanya Kyuhyun sambil menyentuh perut datarku.

“ Kata siapa hmm? Anakmu itu hebat, ibunya saja yang lemah.” Belaku tidak terima dengan pentanyaannya. Kyuhyun tertawa kecil.

Sejenak kemudian Kyuhyun naik ke atas ranjang dan memposisikan dirinya berbaring disampingku. Ia menarik tubuhku merapat padanya hingga wajahku menempel hangat pada dekapan dada bidangnya. Kuhirup aroma sabun yang masih menguar dari tubuhnya nyaman sambil sesekali Kyuhyun mengelus rambutku lembut.

“ Jangan merasa lemah lagi. Ada aku disini, menguatkanmu.” Ucapnya kemudian. Tanganku yang tadinya kutekuk kini memeluk Kyuhyun erat.

“ Kyuhyun, aku takut.” Ucapku dengan hati-hati. Kyuhyun sedikit tercekat mendengar keluhanku. Ia berusaha menenangkanku dengan mengelus rambutku nyaman.

“ Apa yang kau takutkan Soo? Katakan padaku.”

“ Aku takut bagaimana caranya memberitahu Appa. Jika Appa mengetahui aku hamil lebih dulu sebelum menikah, pasti ia akan mengulitiku.” Ujarku sambil berusaha menepis bayangan mengerikan Appa jika saja ia tahu kenyataanku.

“ Kalau begitu kita akan dikuliti bersama.” Jawab Kyuhyun dengan enteng. Mataku membulat seketika. “ Maksudmu? “

“ Aniya, aku hanya bercanda Nyonya Cho.” Balas Kyuhyun terkekeh.

“ Aku serius Kyu, aku akan mati jika appaku tau ini.”

“ Tidak akan. Aku yang akan menjamin. “ yakin Kyuhyun padaku. Aku mencoba menatap kedua matanya.

“ Sebenarnya sudah lama Appamu memintaku untuk berkenalan denganmu, putri satu-satunya beliau. Seperti yang kau tahu, layaknya perjodohan. Sedangkan pada jaman serba modern ini siapa yang menyukai perjodohan, terlebih kau yang waktu itu kuketahui sedang bekerja di luar negeri. Jadi, aku ingin pertemuan kita terjadi secara natural saja dan tak kusangka Tuhan mempertemukan kita dengan cara yang unik. Kau tahu, semenjak kejadian malam itu dan kau kembali ke Roma, aku sudah menghadap kedua orang tuamu dan mengutarakan niatku untuk menikahimu. Jadi tenang saja, ketika kita pulang ke Seoul tubuhmu tak akan dikuliti.” Terang Kyuhyun yang membuatku sedikit ternganga. Jadi selama ini Kyuhyun merahasiakan ini dariku?

“ Aiissh, Yya! Appo. ” teriak Kyuhyun saat kucubit kesal perutnya.

“ Bagaimana bisa kau tidak bilang padaku dari awal hmm? Kau jahat, cho! “ ujarku kembali mencubiti perut Kyuhyun.

“ Arrasseo, arrasseo. Hentikan Soo-“ Kyuhyun terus menggeliat dan akhirnya kuhentikan aksi kekesalanku.

“ Bukankah lebih menarik mengetahuinya di akhir? “ ucap Kyuhyun yang membuatku terdiam. Benar juga, Kyuhyun sangatlah benar. Andai dia mau menuruti Appa, maka pertemuan kami akan terjadi dalam bingkai perjodohan dan kupikir akan sangat hambar rasanya. Mungkin saja perasaanku tak akan semudah jatuh cinta saat pertama kali kami bertemu secara tidak sengaja. Tuhan memang adil dan Ia telah mengatur semuanya, untukku.

“ Kau cantik. Sangat cantik. “ ucap Kyuhyun sedikit membuyarkan lamunanku. Ia menatapku lekat dan tubuh kami kembali berhimpitan.

“ Semua orang tahu itu.” Jawabku santai. Mencoba bersikap biasa saja demi mengendalikan dentuman jantungku yang tak menentu. Kyuhyun tersenyum manis sambil merapikan helai rambutku yang berantakan disekitar wajah.

“ Aku begitu menyukai saat kau memakai kemeja. Tetaplah menjadi sederhana dengan kemejamu Kyu, maka aku tak akan berhenti mengagumimu. ” ucapku sambil menatap manik matanya kagum.

“ Arra. Namun aku tak akan selamanya memakai kemeja Sooyoung-ah. Disaat aku jatuh dan rapuh, ku harap kau menjadi kemejaku yang sanggup membalutku hangat, menyamankanku dan tetap melindungiku dari segala cobaan yang berusaha menyentuh tulang rusukku. Apakah bisa? “ ucap Kyuhyun yang membuatku ingin menangis haru. Aku mengangguk sambil terus menatapnya.

“ Saranghae, Cho Kyuhyun. ”

_____

Esoknya, pagi-pagi sekali aku dan Kyuhyun berkemas untuk kembali ke Seoul. Kami berdua berpamitan pada Sulli dan akhirnya pesawat kami membawa kami kembali ke negara dimana kami lahir dan dipertemukan. Tanganku tak pernah luput dari genggaman Kyuhyun. Disana ternyata eomma dan appa menyambut kami dengan hangat. Hadir pula eomma Kyuhyun yang menyambutku bak putrinya sendiri kala Kyuhyun pertama kali mengenalkanku padanya. Sayang, appa Kyuhyun sudah meninggal beberapa tahun lalu sehingga aku tak memperoleh kesempatan untuk menjabat hormat tangannya.

Pesta pernikahan kami dilaksanakan empat hari berselang setelah kedatangan kami. Mungkin terlihat mendadak, namun selama ini Kyuhyun sendiri yang sibuk menyusun pesta pernikahan ini. Ia melarangku untuk beraktifitas banyak padahal kandunganku masih beberapa minggu saja. Orang tua kami akhirnya mengetahui kehamilanku karena Kyuhyun memberitahukannya secara baik. Appa tidak marah. Ajaib, ini sungguh ajaib. Justru beliaulah yang begitu bersemangat untuk segera menimang cucu.

Hari pernikahanku tiba dan aku benar-benar bahagia telah sah menjadi nyonya Cho, pendamping hidup pria berkemeja yang begitu kucintai. Sepanjang acara, aku diiringi gadis-gadis manis anak asuh Kyuhyun. Dan untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Yoojung yang begitu menyambutku baik, aku masih ingat saat bertemu dengannya di ruang make-up tadi.

“ Annyeong haseyo, Kim Yoo Jung imnida. Woaaaah, apakah eonni yang akan menjadi istri Kyuhyun oppa? Eonni benar-benar cantik, seperti melihat seorang barbie saja. Woahh jinjja, Kyuhyun oppa pasti bahagia sekali mempunyai istri seperti eonni. “ oceh gadis mungil bernama Yoojung ini. Ia memancingku untuk tersenyum ramah.

Selepas acara, orang tua kami mengantar kami berdua ke apartemen Kyuhyun. Kami memang sudah memutuskan untuk tinggal di apartemen minimalis hasil jerih payah Kyuhyun. Hingga kini aku sudah berada dalam kamar tidur Kyuhyun yang membuatku teringat akan peristiwa yang lalu. Peristiwa dimana tempat ini menjadi saksi antara aku dan Kyuhyun yang melebur menjadi satu.

Tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku dari belakang. Aroma seperti ini, siapa lagi kalau bukan suamiku, Kyuhyun.

“ Apa yang akan kita lakukan pada malam pertama kita, sayang? Sedangkan kita sudah pernah mendahului malam pertama kita disini. “ tanya Kyuhyun sambil bernafas tepat ditengkukku. Semburat merah muncul pada kedua pipiku akibat ucapannya.

“ Istirahatlah, kau besok tidak pergi ke kantor? “ jawabku balik bertanya.

“ Mana ada pengantin baru yang pergi ke kantor. “ jawab Kyuhyun yang membuatku langsung merutuki kebodohanku menanyakan hal yang nonsense padanya. Kenapa menjadi gugup begini? Astaga, Sooyoung-ah.

“ Kalau begitu mandilah dan berganti baju. Jangan memelukku seperti ini, membuatku gerah kau tahu? “ ucapku sambil menepuk-nepuk lengannya agar mau melepas pelukannya. Dengan masih mengenakan gaun pengantin yang tebal ini, benar-benar membuatku gerah.

Ia tetap tak menggubris dan justru tangannya mulai mengelus perut datarku.

“ Hei nak, sepertinya eommamu tidak peka terhadap apa yang diinginkan Appa. Kasihan sekali appamu ne. “ gumam Kyuhyun mengajak bicara janin yang ada dalam kandunganku. Hei, itu bukan mengajak bicara tapi namanya menyindir.

“ Nak katakan pada appamu jika ia segera membersihkan dirinya maka eomma tidak segan-segan memberikan apa yang appamu mau. Kalau tidak jangan salahkan eomma jika tidak ada malam pertama, malam kedua bahkan untuk malam-malam seterusnya. “ ucapku tak mau kalah. Perlahan tangan Kyuhyun yang mendekapku dari belakang perlahan mengendur dan lepas. Dengan segera Kyuhyun pergi mengambil handuk yang tergantung dan bersiap masuk ke dalam kamar mandi.

“ Nak, katakan pada eommamu untuk tetap berdiri disitu sampai appa kembali. Appa tidak akan lama, suruh ia tetap menunggu arrachi? “ ucap Kyuhyun lalu menghilang seiring tertutupnya pintu kamar mandi. Aigoo, aku tertawa sejadi-jadinya melihat Kyuhyun yang langsung beranjak begitu kuselesaikan kalimatku. Percakapan yang terjadi diantara kami juga membuat perutku sakit menahan tawa.

Aku memutuskan untuk tinggal di Seoul dan akan menjadi istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik untuk Kyuhyun. Sementara bisnis fashionku di Roma, kubiarkan Sulli menghandle-nya sehingga aku cukup memantau dari Seoul saja. Aku begitu bahagia melewatkan hari-hariku bersama Kyuhyun sampai bayi laki-laki kami lahir dan kami memberi nama dia Cho Jaehyun. Hidup kami menjadi penuh warna semenjak kehadiran dia dalam keluarga kecil kami. Jaehyun tumbuh menjadi balita yang tampan dan sepertinya sifat dan kecerdasannya menurun dari Appanya.

– 4 tahun setelahnya –

Our Room, 07.00 KST

Kyuhyun melepas kontak bibir kami secara perlahan. Ia kembali menatapku dalam dan untuk sentuhan yang terakhir ia mengecup puncak hidungku singkat.

“ Sudah puas kan pak CEO? Sekarang jauhkan tubuhmu karena aku akan menyiapkan sarapan. “ Ucapku ingin segera beranjak sebelum tangan Kyuhyun kembali menarikku.

“ Apa lagi? “ tanyaku tidak sabar.

“ Sepertinya aku ingin ganti kemeja sayang. “ Ucap Kyuhyun tiba-tiba.

“ Waeyo? Kemejanya pantas kok, tidak ada yang aneh. “ bantahku untuk tetap mempertahankan kemeja abu-abunya.

“ Bukan begitu, tapi aku lupa jika hari ini seluruh pegawai harus memakai kemeja yang sama warna hitam. Bisa tolong kau ambilkan? “ Suruh Kyuhyun dengan halus. Aku menghela nafas sambil berlalu ke arah lemari. Kembali memilah-milah dan mencari kemeja yang ia maksud. Namun dari sekian pakaian yang tergantung dalam lemari, tak ada kemeja warna hitam yang ia maksud.

“ Dimana ya kemeja warna hitammu, disini tidak ada. ” ucapku sambil terus mencari berharap kemeja itu terselip diantara kemeja-kemeja lain.

“ Yang benar saja, bukankah harusnya ada disini? “ Kyuhyun mulai membantuku mencari kemejanya dalam tumpukan pakaian lemari.

“ Eommaaa, jaehyunie baegopaa. “ ucap sumber suara yang berasal dari putra tampanku. Aku masih tidak menghiraukannya dan sibuk mencari kemeja yang Kyuhyun maksud.

“ Appaaa .. “ rengek Jaehyun karena tidak kuperhatikan ia jadi ganti memanggil appanya.

“ Ne, sebentar ya Appa— “ Ucapan Kyuhyun berhenti ketika ia berbalik untuk melihat Jaehyun.

“ Sayang, berbaliklah. Lihatlah putramu.” Sambung Kyuhyun menyuruhku berbalik. Aku segera berbalik dan alangkah terkejutnya melihat putraku bagai orang-orangan sawah yang memakai kemeja hitam kebesaran milik appanya. Bagaimana bisa kemeja hitam yang sedari tadi aku dan Kyuhyun cari kini justru sudah melekat pada tubuh mungil Jaehyun? Bahkan jari-jari kakinya tenggelam sangking besarnya ukuran kemeja itu untuk tubuhnya. Aigoo, pemandangan yang lucu.

Aku dan Kyuhyun tertawa bersamaan. Kupukul pelan bahu Kyuhyun dan tertawa lagi.

“ Lihatlah bagaimana dia menirumu Kyu. “ kataku sembari menahan tawaku.

“ Begitulah akibatnya jika kau meletakkan kemejaku di kamar Jaehyun. “ balas Kyuhyun seperti menyalahkanku.

“ Aku benar-benar lupa. Mana mungkin aku sengaja meletakkannya. ” belaku tidak terima. Kyuhyun berjalan mendekati Jaehyun demi menghindari perdebatan kecil diantara kami. Ia meraih tubuh mungil Jaehyun dalam gendongannya dan tak lupa mencium pipi tembamnya.

“ Apa kau lapar tampan? Chaa, coba kita lihat apa yang dapat kita pesan. Sepertinya eommamu tak akan sempat memasak untuk kita. ” Ucap Kyuhyun sambil berlalu dengan Jaehyun dalam gendongannya.

“ Oh ya, Jaehyun belum cukup keren untuk meluluhkan hati eomma dengan kemeja ini. Soal itu hanya Appa yang bisa. Jadi Appa mohon setelah ini kemejanya dilepas ne? “ ucap suara Kyuhyun yang masih bisa kudengar lirih dari dalam kamar ini.

“ YA! Jangan berkata yang aneh-aneh padanya Cho! “ seruku gemas dari dalam kamar.

END

Anyeong yeoreobun, akhirnya fanfict ‘happy-end’ ku selesai jugaa. Seneng banget baca komentar kalian sebelumnyaa. Author dapat inspirasi untuk fanfict ini dari lagunya SJ – Shirt. Taukan yang dimana Kyuhyun gantengnya maksimal disitu, kkkkee. Maaf jika author banyak salah kata dalam penulisan ff ini. Jeongmal gomawo yang udah baca+komen dari awaal. Saranghaaee readers-readers kecee J

117 thoughts on “[Twoshot] Shirt (Part 2)

  1. Hipomutzs says:

    Daebak, smpi nangus baca nya, akhirnya happy ending…..
    di tunggu ff yg lainnya thor, semangat

  2. that xx says:

    Hahaha untung cuma anak kecil awalnya aku jd kasian sm soo krn kyu aku kira jahat bgt milih yoojung-_- but finally mereka nikah xixi good thor. Keep writing!

  3. safitri agustina says:

    di lagu itu semua nya cetar ko tpi emang cetaran (?) kyu
    jungsoo maaf aku harus jujur kkkk #plok
    keren ff nya, tapi lebih keren lg kalo ada sequel nya haha😀 #mau nyaaaaaa

  4. Ikkha Yang says:

    Daebak.
    Sweetnya Romancenya feelnya nyeseknya dapet semua.
    Keren thor.
    Aku suka gaya bahasa yang author pake. Cara penulisannya keren hehe fighting!

  5. elissintiya says:

    wahh daebakk cingu.. so sweet bgt.. lanjut lagi donk jebal.. bikin yg lebih lebih romantis lagi.. yang happy family ya.. pokoknya lanjut lanjut lanjut..🙂

  6. Isma KSY says:

    ciee… ciee… yang akhirnya bahagia, akupun jadi bahagia..
    ciee… ciee… yang nyiapin pernikahannya sendirian.
    ciee… ciee… yang so sweet..
    ciee… ciee… di tunggu cerita lainnya kak..🙂
    ciee… ciee… ^_^
    ciee… ciee… udahan ah ciee, cieenya.. (-_-“) #gaje

  7. ria^^knight says:

    suka banget sama alur ceritanya,
    keluarga kyuyoung terlihat sangat harmonis dan bahagia :3
    pokoknya author daebak………….

  8. lee says:

    Aww.. So sweet,. Untung cma slah faham.. Pasti ank ny ganteng bgt.. Hehe

    keren thor… Suka bgt sma critany..

  9. younger says:

    oh my good so swett banget bacanya teriak teriak gaje gga bisa ngomong lebih di tunggu karya barunya lagi

  10. NDR says:

    Salah paham sama anak kecil kkkk. Lagi sih isi sms sama nama kontak kayak beneran pacar kkkk.
    Sweet, daebak thor

  11. shintaknight says:

    suka bgttttt 😉 akhirnya soo ga salah paham lagi..
    yg gini nih bikin aku makin berdoa semoga ini real walaupun sekarang soo udh taken tapi pada akhirnya dia tetep nikahnya sama kyu ^^…

  12. Oktavianti says:

    Feel nya dapet banget thor. Ternyata Soo salah paham,ternyata itu yg sms Kyuhyun anak dibawah umur, ㅋㅋㅋ. Aaaaa gak kebayang muka anak Kyuyoung disitu>< ditunggu ff keren lainnya ya thor, fighting^^

  13. Yuliandini says:

    Aku cuma punya satu kata untuk ff ini yaitu DAEBAK!!,, sumpah aku kehabisan kata” karna sanking bagusnya ni ff tpi seneng kyuyoung ahh sweet banget bikin aku senyum” sndri. Pokoknya ni ff DAEBAK!!

  14. leebuyong says:

    Senang luar biasaaa. Ceritanya seruu udah mana feelnya dapet seneng bgt sooyoung tidak perlu merasakan sakit hati kekeke

  15. sisca says:

    Wuah jinja happy ending aku seneng bangett
    Ternyata soo eon salah paham hihi
    Semangat untuk ff lainya thor ditunggu sangat😉

  16. Sistasookyu says:

    Kyu emang gantengnya maksimaaal.. maruk.. xD
    well, suka bgt sama ff genre keluarga kek gini. Manisnya maksimaal xD
    sequel?

  17. gita says:

    Trnyata yoojung ank asuhnya kyuppa kirain adiknya
    Untng ortu kyuyoung gk ada yg marah tau soo udh hamil duluan
    Kyuyoung romantis bngt, haha anknya kyuyoung lucu bngt dy mau nandingin kyu ..
    Ditunggu ff slanjutnya

  18. risma ayu says:

    Yee seneng bgttt…..akhirnya lnjutanny keluar jga huh lega sudah semua
    ternyata hanya salah paham aja kirain itu bner pacarnya kyu ternyata,kyu baik bgt sih karakter kyu dsini ak suka bgt dia baik romantis gentleman bgt ah bkin aku ngefly2 gimna gitu luv deh pokoknya sma ff nya
    Emmm bkin sequel donk

  19. 이태라 says:

    suka bgt, emang bener kalo mereka dijodohin bakalan flat bgt ceritanya hehe
    ditunggu chingu karya yg lain

  20. Rizky NOviri says:

    hhuft.. ternyata anak asuh kyuhyun.. hadeuh bikin deg degan aja..😀
    kyuhyun lama ya nyusul sooyoung nya.. tp gpp yany penting kesalahpahaman dah kelar dan kyuyoung hidup bahagia ever after… howreyy..🙂

    daebak.. keren chingu..
    ditunggu ff selanjutnyaaa😉
    semangattt

  21. febryza says:

    aaaaahhhh endingnya lucu banget sih mereka hehehe dan ternyata sooyoung emang udah dijodohin sama kyuhyun pantesan kok si kyuhyun bisa tetiba ada di depan pintu rumahnya sooyoung di roma

  22. HoneyKyuYoung says:

    daebaaakkkkk thor keren bngeett…. jdi jatuh cinta deh sma ni ff ….
    mian ya thor di part 1 kmaren nggk sempat komen soal ny error aku jga bingung kok nggk bsa jdi aku komen di sin aja ya….part 1 nya kmaren juga keren kok thor meski awal ny aku jga sempat risih sih tkut sad ending tpi pas bca part dua ini aku skaaa bngettttt…..
    keep writing authornimm…

  23. mongochi*hae says:

    omo. ini nmany kemeja pmbawa cinta..gk nyangka kyu jg mmliki perasaan yg sama sperti soo..
    next bisa bkin sequel, ak mau thu interaksi kyuyoung dg anakny..
    kayany seru dh

  24. huwahhh endingnya bikin lucu & gemes krn anaknya malah jd pake kemeja kyu😄 jd ngebayangin… ternyata yoojung anak asuh trus udh gitu msh bocah hahahah, kirain sepupu atau adiknya yg lbh dewasa😄 seneng jg sama setiap pengungkapan kata2 cintanya dgn bawa2 “shirt” mulu

  25. hyokwang says:

    aaaa…ternyata anak asuhnya kyu..
    uuu jaehyun pasti imut banget….
    ditunggu cerita yg lainnya🙂
    semangat😀

  26. pna says:

    ahahahaha ga bisa bayangin lucunya jaehyun make kemeja kebesaran gitu wwkwkwk lucu lucuuu >< ditunggu ff2 mu yg lainnya chinguuuu🙂

  27. kyuusoo says:

    omg ini fict sweetnya kebangetan,
    Jdi soo salah paham ye, d kira si yoojung pacarnya kyu
    keren deh ceritanya
    d tunggu ff terbarunya🙂

  28. met says:

    Daebak
    Happy end nih yeayy
    Kyu udh nyiapin nikahan mereka tanpa soo tau? Kyu yakin bgt yahh klo soo bakal nerima dia *emg bener
    Hhaa ditunggu ne ff kyuyoung yg lain😀

  29. kyvbutt says:

    Kemeja pembawa cinta!
    Haha
    Ga nyangka ya ternyata sikyu baik banget, anak asuhnya sampai 6 orang.
    Mantap cho!
    Anyway, sequel dong?
    Gue pengen liat interaksi antara kyuyoung dan jaehyun.
    Kan disini ga banyak moment mereka.
    Hehehe

  30. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Aaaaaaa aku seneng banget pas ngecek ksi ternyata ff ini udh dipost .. yeeeayyyy!!!
    Ohalah, Yoojung itu anak asuhnya Kyu??? Aku fikir adiknya, tp kok marganya beda, ternyata anak asuhnya..
    Ga nyangka pas Kyu nyampe Roma.. berusaha mikir, kalo emg Yoojung bukan siapa2 nya dan Kyu ga cinta ama Soo, ngapain dia ampe ke Roma segala ohaiggooo…
    Kyyyaaa chingu daebaaakk!!! Aku suka!! Kata2 di ff ini juga enak dibaca .. chingu jjang!!! Ditunggu ya Kyuyoung ff lainnya!!!! HWAITINGGG!!! dan oh.. nado saranghae kkkkkkkkkkkk~

  31. YooYooe says:

    Sooyoung cemburu sama anak umur 11taun, nganggep kyuhyun pedopil lagi :v
    Cari suami tuh kayak kyuhyun, anak orang aja disayang apalagi anak sendiri :v
    Ternyata ayah sooyoung dr awal emang udah niat jodohin kyuyoung. Seneng deh kalo kyuyoung baikan dan sweetsweetan begitu.
    Ditunggu karya lainnya..🙂

  32. Kang Yong Ae says:

    yeee happy ending.
    uhh kemeja kemeja. pengin juga kaya gitu.
    bener kan itu bukan kekasihnya kyu.
    ditunggu ff lainnya. fighting

  33. dania says:

    Aaaaa sweet! Sempet mikir sih pas part1 kyuyoung udah punya anak atau belom,ehh ternyata terjawab dipart2. Kerennnnn. Ditunggu ff kyuyoung lainnya thor. Fighting

  34. xspace_ says:

    Aigoo daebak!! Sempet nangis pas baca ff ini tapi akhirnya senyum-senyum juga hehe.Keep writing ya thor~ ^^

  35. Aigo.. happy end ya ceritanya. seneng deh sama jalan ceritanya, bahasanya, sama alurnya. Konliknya ringan dan ga complicated, dan lebih fokus sama romancenya. Keci dah! Oiya, dari awal judulnya sih aku juga udah ngebayangin kyu yg di “shirt” itu. emang gantengnya ga ketulungan! Dan yup, I really in love with thos fict!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s