[Mini-Series] My Wicked Girl (Part 2)

Title : My Wicked Girl (Part.2)
Length : Mini-Series
Rating : PG-15
Genre : Romance, Comedy 
Author : Fairyknight
Main Cast : 
• Choi Sooyoung
• Cho Kyuhyun

“Tuan apa yang anda lakukan, ini sangat berbahaya, bagaimana jika ada yang melemparkan batu ke dalam mobil”
“Chakkaman, yeoja itu…”
‘Choi Sooyoung, kau kah itu? Sudah menjadi berandalan rupanya hahaha’ batin namja itu, bibirnya langsung saja melukis sebuah senyuman nakal

**********

Tangan Kyuhyun tiba-tiba terulur untuk mengambil ponselnya, terlihat namja itu berpikir sebentar dan segera menyentuh 3 digit angka pada layar ponselnya
‘112’ batin namja itu melafalkan digit nomor yang sedang ia hubungi
“Yeoboseyo, apakah ini Kantor Polisi Seoul?”
“…”
“Aku Cho Ky.., ani, aku Marcus Cho ingin melaporkan sesuatu yang menarik tentang demonstrasi oleh para mahasiswa  di depan Kantor Pemerintahan”
“…”
“Sekarang aku sedang berada pada radius sekitar 6 meter dari tempat kejadian, aku menangkap salah seorang yang aku yakini profokator dari kejadian ini”
“…”
“Eum..dia seorang gadis tinggi, mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna cokelat dan celana jeans, rambutnya dikucir satu, dan dia berdiri di barisan belakang”
“…”
“Ne, senang bisa membantu” KLIK. Wajah tampan itu tampak begitu berseri-seri, dia bahkan bersenandung kecil selama perjalanan
“Pak Han, setelah menurunkan barang-barangku, kita segera ke Kantor Polisi Seoul, ada sesuatu yang harus ku urus” senyum misterius itu, penuh dengan teka-teki, apa maksud dari semua yang namja ini lakukan? Menghubungi kantor polisi, melaporkan seorang gadis, dan sekarang ia akan ke Kantor Polisi? Untuk apa? Apa untuk bertemu dengan gadis yang ia laporkan? Terdengar aneh bukan?

Setibanya namja itu di Kantor Polisi, matanya segera mencari ke berbagai penjuru arah hingga berhasil mendapatkan seseorang yang menjadi alasannya datang ke sini.
“OMO..tunggu dulu, apa aku tidak salah lihat?” dia berpura-pura, sudah jelas ia telah mengetahui bahwa gadis itu akan berada di tempat yang disebut Kantor Polisi ini, tapi dia akhirnya berpura-pura terkejut dengan kehadiran gadis itu.
“N-ne-neo!!” dengan terbata-bata gadis itu berhasil juga berteriak di depannya
“Hahaha, apa yang kau lakukan di sini?” namja itu berlagak menertawai nasib gadis di depannya, padahal ia sendiri yang membuat ‘perangkap’ tersebut
“Bukan urusanmu, lalu kau sendiri sedang apa di sini?”
“Aaa…itu, paspor ku terjatuh di Bandara saat tiba satu jam yang lalu”
“T-ti-tiba? Kau bilang ‘tiba’? Kau akan kembali tinggal di Korea?” lelaki muda itu mengangguk mantap menjawab reaksi frustasi dari lawan bicara di hadapannya saat ini
“Astaga pantas saja aku bermimpi aneh semalam, kesialanku sudah kembali” yeoja itu meringis, mendapati orang yang paling tidak disukainya kini telah berada di Korea. Heol… bisa saja Tuhan tengah bermain-main dengannya dan kedepannya harus berapa kali lagi ia akan bertatap muka dengan lelaki bernama Cho Kyuhyun ini?
“Apa kau punya hubungan dekat dengan Nona Choi? Nona Choi tadi bilang bahwa ia tidak mempunyai wali”
“Aku adalah sepupunya, namaku Cho Kyuhyun. Dia tinggal bersama keluargaku sejak kecil, aku datang ke sini setelah mendapat panggilan dari temannya, dia bilang bahwa adik kecilku ini ditangkap Polisi” Sooyoung hanya bisa memutar bola matanya. Apa Cho Kyuhyun diam-diam mengambil kelas drama saat di SMA dulu?
“Bahkan untuk menjadi anak dari pembantu di rumahmu aku tak sudi” ujar Sooyoug
“Hei.. jangan bicara begitu, kau marah kan karena Oppa tidak memberitahumu tentang kepulanganku? Maaf akhir-akhir ini dia sedikit sensitif dan mungkin sedikit nakal, tolong maafkan dia, biar aku yang memberinya pelajaran”
“Baiklah karena sudah ada walinya Nona Choi bisa di bebaskan, tapi tolong ingat masa depanmu masih panjang Nona Choi Sooyoung, ikut dalam demonstrasi seperti ini tidak ada gunanya bagimu, lebih baik kau belajar dengan giat dan segera lulus dari Perguruan Tinggi”
“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, kalau begitu aku permisi dulu” segera Sooyoung bangkit berdiri dan meninggalkan Kyuhyun yang masih terbawa perannya.
“Hei.. tunggu aku” seru Kyuhyun menahan pergelangan tangan Sooyoung
“Kau tahu, aku baru sadar kau ternyata punya bakat untuk menjadi aktor”
“Akhirnya setelah sekian lama, kau mengakui kelebihanku juga, sebenarnya untuk kau tahu, aku masih punya segudang kelebihan lainnya” tutur Kyuhyun dengan percaya diri, mengundang tatapan meremehkan dari Sooyoung
“Kau tahu, di dalam tadi rasanya isi perutku akan keluar semua kalau saja Polisi tersebut tidak segera membebaskanku. Kau itu overacting, Lee MinHo, Kim SooHyun, Lee SeungGi, Lee JongSuk, Yoo Ah In, bahkan Yeo JinGu, mereka akan beramai-ramai meludah di wajahmu untukku” Kyuhyun menatap ngeri wajah Sooyoung, mata gadis itu memancarkan kilat kebencian
“Hati-hati, rambutmu bisa saja terbakar habis kalau api dikepalamu tidak dipadamkan”
“Aku sedang tidak ingin mendengar leluconmu, bahkan tidak akan pernah ingin mendengarkannya”
“Kau galak sekali, mana ada pria yang mau kencan bersamamu”
“Itu lebih baik daripada aku harus kencan dengan sepuluh pria sepertimu, satu saja sudah membuatku ingin meledak”
“Memangnya kau membenciku sampai sedalam apa sih? Jangan bilang kalau sampai ke sum-sum tulangmu?” gumam Kyuhyun
“Ne, sampai ke sum-sum tulangku, kau namja sialan dengan otak tidak waras….” Sooyoung mengambil nafas dalam-dalam
“JAUHI AKU!!” teriak gadis itu di depan wajah Kyuhyun, ke empat mata itu saling memancarkan kilat permusuhan
“Sepertinya akan sulit jika sehari saja Tuhan tidak mempertemukan kita, doaku selama 2 Tahun pasti terkabul, selama 730 hari, setiap malamnya ke selangkan waktuku selama setengah jam, aku berdoa supaya dapat membalaskan dendamku. Tuhan selalu adil..” teriak Kyuhyun tak mau kalah.
Mereka saling berhadap-hadapan dengan wajah masing-masing dicondongkan ke arah lawan bicara. Sampai akhirnya Sooyoung menginjak kaki Kyuhyun kuat-kuat membuat namja itu menjerit kesakitan.
“Dasar kunyuk sialan, lebih baik aku di tahan selama seminggu di Kantor Polisi daripada harus dibebaskan olehmu, nasibku yang malang tak bisa jauh-jauh dari namja menyebalkan sepertimu” jerit Sooyoung sambil menjambak rambutnya
“Jinjja!! Kau pikir aku mau ditakdirkan bertemu denganmu terus? Ingat ya aku masih punya dendam denganmu, kau mempermalukanku 2 tahun yang lalu, tepatnya di tahun terakhir kita duduk di kelas XII”
“Terserah, yang jelas aku mau pulang” potong Sooyoung, dan entah sejak kapan, sebuah taxi sudah terparkir dan siap untuk Sooyoung tumpangi
“Hei! Yak! Choi Sooyoung awas saja kau kalau kita bertemu lagi” teriak Kyuhyun mengejar taxi tersebut

Kyuhyun POV
“Kenapa tidak makan?” aku tersentak saat tangan hangat Halmeoni menggenggamku
“A-aku baru saja mau makan”
“Kenapa baru pulang 10 menit sebelum makan malam?”
“Aku bertemu seorang teman”
“Teman? Jadi temanmu lebih penting dari Halmeonimu ini?”
“Bukan begitu, hanya saja…” astaga kenapa susah sekali menjelaskannya
“Tak apa, mungkin ada ‘kenangan’ yang kau tinggalkan 2 tahun lalu sebelum pergi ke Amerika, kau pergi menemuinya kan?”
“N-ne?”
“Entah apa itu yang jelas, itu pasti sangat penting. Ah, makanlah, kau mau apa? Biar Halmeoni ambilkan” aku hanya tersenyum

Setelah selesai makan malam, Halmeoni bilang aku harus segera naik ke kamarku dan tidur, karena besok aku ada kelas pagi. Di dalam kamar aku tidak bisa tidur, sesuatu mengganjal dipikiranku. Tadinya aku hanya bercanda, tapi bagaimana jika bercandaanku menjadi kenyataan, bagaimana jika Sooyoung benar-benar seorang berandalan? Maksudku, dia menjadi gadis nakal? Ngomong-ngomong, pertemuan tadi itu benar-benar membuat perasaan 2 tahun yang lalu terhadapnya dapat ku rasakan kembali. Aku dapat mendengar detak jantungku sendiri, apa mungkin aku masih menyukainya?

**********

Rasanya sedikit berbeda saat aku mulai melangkahkan kakiku di Koridor, mata gadis-gadis itu seperti akan menelanjangiku saja.
“Kau terlalu tampan bagi mereka” bisik seseorang di telingaku membuatku segera berbalik badan
“Aku Victoria, ngomong-ngomong kau tampan sekali..” lanjutnya membuatku mulutku terbuka lebar, gadis aneh, apa dia tidak punya rasa malu?
“Aku ketua Senat disini, kau bisa mengandalkanku jika perlu sesuatu” dia bahkan tak segan mengedipkan sebelah matanya padaku
“Maaf Nona, aku bahkan belum bicara sepatah kata pun padamu” ujarku yang berhasil membuatnya menunduk malu namun segera mengangkat wajahnya kembali
“Mungkin karena kau terpesona padaku” ujarnya sebelum melenggang pergi. MWO? Ada apa dengan sistem penerimaan mahasiswa di Universitas ini? Apa mereka tidak menilai dari segi psikologis? Mereka telah menerima seorang gadis aneh yang tidak punya malu, mungkin sedikit terganggu pada kejiwaannya.
‘Aku harus mengecek bagian teratas gedung ini’ batinku, ya itu sangat penting, karena mungkin tempat itulah yang akan menjadi tempatku mencari ketenangan kk~
CKITT
Aku membuka pintu besi itu dengan pelan namun tak berhasil menghilangkan decitannya.
‘Lihatlah betapa luasnya tempat ini’ aku mengedarkan pandanganku ke semua arah dan tak melihat siapa pun disini, ini tempat yang pas. Tak lama ku dengar langkah kaki berjalan mendekati pintu, bukan hanya satu tapi banyak.
“Siapa di sana? Berbaliklah, aku ingin lihat wajahmu” aku masih tidak ingin membalikkan badanku, walaupun sebuah suara menginstruksiku untuk berbalik
“Bagaimana ini, apa kita harus mencari tempat lain?”
“Kalian turunlah dulu, mungkin untuk hari ini kita akan bekerja di rumahku saja”
“Baik ketua”
“Biar aku yang urus dia, sepertinya dia tidak asing untukku” tunggu sekarang suara yang berbeda, kalau yang ini sih aku kenal.
“Berbalik kau! Haish…sial dari semua Universitas kenapa harus masuk di sini eoh?”
“Wah Choi Sooyoung, kita bertemu lagi” ujarku sambil melebarkan kedua tangannya seakan menyambutnya dan berharap dia lari kepelukanku hahaha. Dia memutar bola matanya. Lalu menatapku ganas. Bibirnya membentuk garis lurus. Dia pasti jengkel setengah mati.
‘Sepertinya takdir tidak akan membiarkan kita saling berjauh-jauhan’ batinku tersenyum geli
“Kenapa kau?”
“Kenapa apa?”
“Seperti itu” ujarnya sambil menunjukku dengan dagunya
“Seperti apa?”
“Arghh…”geramnya
“Gwenchanayo?”
“Kenapa kau tersenyum seperti orang gila? Ah sudahlah, mulai besok jangan datang ke sini lagi, ini tempatku”
“Bagaimana jika aku tidak mau? Lagi pula tidak ada tertulis kalau tempat ini milik ‘CHOI SOOYOUNG’ kan..” jawabku dengan tampang polosku hehehe. Dia kembali menatapku malas, seakan aku ini orang yang sulit tanggap saat di ajak bicara
“Yak! Kau ini harus ku bilangi menggunakan bahasa apa sih? Aww, sial, aku menggigit lidahku sendiri” aku hanya menggulum senyumku melihat dirinya menggerutu dan menggerutu
“Pokoknya awas saja kalau kau datang ke sini lagi” ujarnya mengacungkan kepalan tangannya dan berlalu meninggalkanku dalam keheningan. DEG DEG DEG. Jantungku…berdetak sangat cepat. Aku sempat memegang dadaku dan ini bukan main-main, aku masih menyukainya.
DRTT
“Yeoboseyo..”
“Yo, ku dengar kau pulang ke Korea kemarin? Kenapa tidak memberitahu kami? Kau tau kan Restoran daging sapi di dekat rumah Samcheonku? Datanglah, aku dan Donghae akan menunggumu”
“Oh, setelah aku pulang dari Kampusku”
“Baiklah hubungi kami saja kalau kau sudah keluar kelas”
Aku berjalan turun dari bagian teratas gedung ini. Saat masuk ke dalam kelas, Victoria langsung melambaikan tangannya padaku
“Duduk di sini saja” teriaknya sedikit keras. Mau tidak mau aku duduk di sampingnya, meskipun rasanya sedikit tidak nyaman. Ani, maksudku sangat tidak nyaman, kepalanya terus menghadap ke arahku.
CKLEKK
Tiba-tiba ku dengar suara gaduh dari para mahasiswa seisi ruangan
“Ada apa?” gumamku
“Shim Changmin, Kwon Yuri dan Choi Sooyoung. Kau kenal mereka?” Sooyoung? Aku segera mengarahkan pandanganku ke pintu masuk
“Sudah pasti tidak bukan..”
“Ani, aku kenal salah satu dari mereka, Choi Sooyoung, dia teman SMA ku”
“Aaa.. kau tau mereka itu siapa? Untuk sekedar informasi saja, Shim Changmin itu mantan pacarku” Eii, memangnya siapa yang peduli, dasar gadis aneh
“Mereka tergabung dalam sebuah komunitas, mereka Mahasiswa Radikal”
“MWO??” astaga dugaanku mungkin sedikit meleset, tapi kan tetap saja, Mahasiswa Radikal, apa dia sudah tidak waras?
“Dia seperti apa saat SMA dulu?”
“Ne?”
“Sooyoung, dia seperti apa saat SMA dulu?”
“Dia dulu Ketua OSIS” jawabku malas, bahkan sekarang dosen sudah masuk dan dia masih terus menyerangku dengan bermacam-macam pertanyaan, bahkan tak kadang menyangkut kehidupan pribadiku. Dasar gadis yang tak punya urat malu.

Setelah kelas berakhir, aku sengaja berlama-lama memasukkan barang-barangku ke dalam tas, sebenarnya hanya untuk menunggu Sooyoung.
“Psttt, Choi Sooyoung..” panggilku
“Wae?” dia balik bertanya dengan ketus, membuatku menelan ludahku yang terasa pahit, astaga gadis ini benar-benar yang paling menakutkan yang pernah ku temui seumur hidupku, tolong dicatat ‘yang PALING MENAKUTKAN’
“Lain kali aku duduk disampingmu ya? Kau tau, Victoria itu, orangnya benar-benar cerewet, aku sampai tidak bisa berkonsentrasi duduk di sampingnya”
“Lalu kenapa kau mau duduk disampingnya?”
“Pertama karena terpaksa dan kedua aku tidak tau kalau dia secerewet itu”
“…” dia masih menatapku tajam
“Ku mohon ya..” ujarku sambil mengambil tangannya untuk ku genggam dan sesekali ku ayunkan ke depan dan ke belakang
“Yak, apa-apaan kau ini? Lepaskan, aku tidak mau orang menyangka yang tidak-tidak” aku mengeratkan genggamanku
“Katakan ‘Ya’ baru aku lepaskan” ujarku lagi, sekarang dengan wajah memelasku
“Hei kenapa masih di situ, ayo cepat,  Shim Changmin akan memarahimu lagi jika kau seperti ini”
“Kau dengarkan, aku harus pergi”
“Kau tidak boleh pergi” ujarku seperti anak kecil. Ku lihat dia mengambil nafas dalam-dalam sebelum akhirnya berkata…
“Baiklah, sebenarnya aku tak sudi duduk bersebelahan denganmu, dan satu lagi, jangan bersikap seperti ini kepadaku, kau menggelikan…”
“Baiklah, kalau begitu kau bisa pergi Nona Choi. Lagipula apa pentingnya si Changmin itu sih?
“Yang jelas dia lebih penting 10 kali dari dirimu” jawabnya, oh jadi dia masih mendengar suaraku ya? Ku pikir dia sudah berjalan jauh
“Suatu hari nanti jika ku tanya lagi kau pasti akan menjawab padaku ‘Tentu saja lebih penting 100 kali dirimu Chagia~’ ck”
“MWO?”
“Eh, ani, kau bisa pergi hehe”
“Dasar si Kunyuk ini, sudah lama sekali rasanya aku ingin sekali memukul wajahmu itu”
“Jangan panggil aku ‘kunyuk’ lagi” gumamku sedih.

Sooyoung POV
“Yang tadi itu siapa?” tanya Yuri saat kami berada dalam perjalanan ke rumah Changmin
“Bukan siapa-siapa, hanya orang sok kenal”
“Ck, ada-ada saja. Oh iya kau sudah dengar kabar?”
“Kabar apa lagi sekarang?”
“Ini tidak main-main, Shim Changmin sampai di panggil ke ruangan Rektor”
“Mwo? Apa ini berhubungan dengan organisasi kita?”
“Tentu saja, mau apa lagi. Makin banyak yang berpikir kalau organisasi kita ini semacam gerakan mahasiswa radikal”
“Astaga, pemikiran dari mana itu? Hanya karena kita beberapa kali terlibat dalam demonstrasi..”
“Itu dia, kita terlalu banyak terlibat dalam demonstrasi, terakhir kita ikut demonstrasi dengan tujuan meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu di beberapa daerah pesisir pantai dan juga pegunungan”
“Sudahlah jangan dipikirkan lagi, anggap saja angin lalu. Besok kau bisa kan jemput aku?”
“Untuk apa? Kau akan datang di acara Bakti Sosial?” tanya Yuri shock
“Wae? Aku sudah perhitungkan jam minum obat Harabeoji dan ku pikir mungkin saat kau jemput, dia sudah tertidur”
“Wah, kau benar-benar nakal haha”
“Kau tau 2 hari lalu dia bilang dia akan menjodohkanku” CKITT. Tuhan, aku masih ingin hidup. Aku menjerit dalam hatiku.
“Mianhae, aku hanya kaget”
“Kenapa harus kaget, harusnya sudah biasa kan?”
“Sekarang, laki-laki dari mana lagi? Dokter Muda? Pengacara? Anak Dosen?”
“Enak saja, ini adalah cucu dari temannya”
“Jadi kau akan setuju dan mengikuti apa yang kakekmu katakan? Wah Tuhan, sepertinya telah terjadi hujan berkat semalam”
“Aish..bukan begitu, hanya saja kali ini dia bilang yang terakhir kalinya, jika gagal dia tidak akan meminta lagi padaku”
“Lalu kenapa kau tidak gagalkan saja sekalian, kau kan Choi Sooyoung yang kelas kepala”
“Meskipun aku tidak mau mengikuti perjodohan ini tapi mungkin anggap saja kali ini untuk sekedar mencari teman, lagipula namja itu sebaya dengan kita”
“Woah, sebaya dengan kita? 25? 27? 28?”
“Sialan kau, jangan mengungkit tentang umur lagi, aku terauma dengan itu” ini tentang teman-teman kencan butaku yang dirancang oleh Harabeoji, mereka semua kebanyakkan dari umur 24 hingga 28
“Kkk~ Syukurlah calon terakhir seumuran dengan kita”

Author POV
Keesokan siangnya Sooyoung sudah bersiap-siap pergi dengan Yuri, dengan langkah perlahan ia menuruni tangga, melewati kakeknya yang tengah tertidur setelah meminum obat di depan televisi yang masih menyala.
“Kebiasaan” gumam Sooyoung lalu berniat mematikan televisi dengan remote. Namun perhatiannya tertuju pada sebuah memo kecil yang tertempel di atas remote
‘Temui teman kencanmu sore ini! Aku sudah memberikan nomor ponselmu padanya supaya dia bisa memberitahukanmu dimana kalian harus bertemu. Ini yang terakhir!’ Sooyoung terlihat enggan namun karena ini yang terakhir kalinya Harabeojinya itu meminta, ia memilih untuk menuruti.

Acara Bakti Sosial telah selesai, Sooyoung mengecek ponsel yang sedari tadi tidak ia sentuh. Sebuah pesan masuk yang ia yakini dari teman kencannya yang berisi alamat sebuah Restaurant. Sooyoung tak berniat membalasnya dan segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas
“Sudah mau pulang? Apakah mau ku antar?”
“Oh Changmin-ssi”
“Kebetulan aku juga sudah mau pulang”
“Sebenarnya aku harus ke Restaurant ini” ujar Sooyoung sambil kembali mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memperlihatkan alamat dalam sms yang ia terima dari teman kencannya.
“Ini berada satu jurusan dengan rumahku, biar aku antar”
“Gomawo”
“Eoh”
‘Meskipun dia bersikap dingin kami tau Shim Changmin adalah pria yang hangat, dan satu lagi, aku tau kalau dia menyukaiku’ batin Sooyoung dengan senyum tipis terlukis diwajahnya
Setelah sampai Sooyoung segera melepas seatbelt dan bersiap membuka pintu sebenlum pertanyaan tiba-tiba dilayangkan oleh Changmin.
“Jadi..apakah kau akan pergi kencan buta lagi?” JLEBB
Astaga pasti sudah tersebar kalau Choi Sooyoung terkadang mengikuti kencan buta yang dirancang oleh Harabeojinya sendiri.
“Ani, aku hanya akan menemui teman Harabeojiku di sini, kau tau kan teman lama yang ingin saling bertemu, aku harus membantu mereka” ‘Maafkan aku membohongimu, aku tidak mau melukai perasaanmu’ batin yeoja itu merasa bersalah.

Saat Sooyoung melangkahkan kakinya masuk ke dalam Restaurant, segera saja aura permusuhan menyelimuti dirinya. Bagaimana tidak, jika nyatanya sekarang ini Cho Kyuhyun tengah berdiri dihadapannya sambil menyapa beberapa pelanggan.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sooyoung dingin
“Tentu saja melayani memang apa lagi? Ini Restaurant milik Halmeoniku”
“Gurae, ku pikir kali ini kau membuntutiku”
“Aku bahkan tak sudi” balas Kyuhyun tak kalah tajam dan segera meninggalkannya
“Namja aneh, padahal sudah ku biarkan duduk di sampingku tapi sifatnya benar-benar tidak tau berterima kasih”
Sedari tadi Kyuhyun terus memperhatikan gelagat Sooyoung yang seperti sedang menunggu seseorang
‘Maldo andwe..’ batin namja itu berulang kali meyakinkan dirinya, hari ini Halmeoninya bilang ia harus pergi menemui yeoja yang dijodohkan dengannya. Kyuhyun sengaja memanggil yeoja itu ke Restaurant Halmeoninya agar ia bisa mengetahui yeoja itu dengan berpura-pura menjadi pelayan. Namun Choi Sooyoung datang dan membuat perasaannya menjadi tidak enak, bagaimana kalau musuh bebuyutannya saat SMA itu adalah yeoja yang dimaksud. Apa yang harus ia lakukan? 49% dalam dirinya mengatakan ia harusnya senang, namun 51% lainnya mengatakan ini ‘bencana’, gadis menakutkan dan pria yang ketakutan itulah penggambaran antara Sooyoung dengan dirinya.
Bahkan hingga Restaurant akan tutup, namja yang ditunggu Sooyoung tak kunjung datang, sedikit terbesit rasa kesal karena merasa dirinya telah dipermainkan, namun Sooyoung tak terlalu ambil pusing dan memilih menunggu di depan Restaurant. Kyuhyun pun berpura-pura tidak menghiraukan Sooyoung dan memilih segera pulang, malam ini udara begitu dingin.

“Aku pulang” ujar Kyuhyun saat sampai di rumah
“Kenapa baru pulang sekarang?”
“Halmeoni kan tau kalau jalanan macet”
“Eotte?”
“Apa?”
“Yeoja itu”
“Dia tidak datang” Cho Halmeoni mengernyit heran
“Bagaimana bisa? Harabeoji gadis itu jelas-jelas menghubungiku tadi sore dan mengatakan gadis itu pergi menemuimu”
“Mungkin dia berbohong, Halmeoni lupa yang di katakana Harabeoji gadis itu pada Halmeoni? Yeoja itu suka kabur saat akan mengikuti kencan buta”
“Tapi perasaanku mengatakan yeoja itu datang”
“Eii, maldo andwe” Kyuhyun segera berjalan ke arah dapur dan mengambil segelas air
“Halmeoni…” gumam Kyuhyun
“Wae?”
“Bagaimana ciri-ciri gadis itu? Apakah halmeoni sudah pernah melihatnya?”
“Di dalam foto, gadis itu tinggi dan rambutnya panjang”
“Halmeoni, gadis itu yang berambut panjang dan tinggi?? Tidak mungkin…”
“Akh..” Halmeoni menepuk kedua tangannya seperti dia baru mengingat sesuatu
“Namanya..nama yeoja itu Choi Sooyoung” Kyuhyun membulatkan matanya
Di dalam mobil dia terus berpikir bahwa dunia ini begitu sempit, dan Choi Sooyoung benar-benar takdirnya.

“Choi Sooyoung-ssi” panggil Kyuhyun, dirinya masih tak habis pikir, tadinya ia hanya akan memeriksa apakah Sooyoung masih menunggunya atau tidak dan yang terjadi adalah gadis itu masih disana,  gadis itu masih menunggunya.
“Kenapa kau datang ke sini?” tanya Sooyoung tajam, membuat nyali Kyuhyun menciut
‘Sebaiknya nanti saja baru aku katakan kalau orang yang ia tunggu adalah aku’
“Mau menemaniku minum?”
“Kau yang traktir?”
“Tentu”
“Hah, baiklah, kesabaranku juga sudah habis, dia mungkin benar-benar mempermainkanku”
“Nu-nugu?”
“Ah sudahlah, ayo kita cari kios kecil di sini, aku ingin segera minum soju”
“Bagaimana dengan daging panggang?”
“Daging panggang? Aigoo kau pengertian sekali”

-SKIP-

Kini Sooyoung dan Kyuhyun sudah sama-sama dalam kondisi mabuk, Kyuhyun memutuskan untuk memberitahu Sooyoung yang sebenarnya.
“Sooyoung-ah, ada yang harus kau tau”
“Mwoya?”
“Sebenarnya, teman kencan butamu hari ini adalah aku”
“NE?” terdengar suara Sooyoung mulai meninggi, gadis itu lalu mengisi kembali gelasnya dengan soju dan segera ia siram ke wajah Kyuhyun. Bahkan tak segan ingin menampar pipi namja itu namun tamparannya hanya melayang di udara saja
“Namja sialan, kau tidak tau betapa kedinginnya aku menunggumu?” Sooyoung berteriak sambil menggebrak meja
“Mianhae” Kyuhyun hanya menunduk dan suasana menjadi tenang kembali hingga Sooyoung tiba-tiba berdiri dari kursinya
“Aku ingin pulang”
“Jam segini mana ada taxi? Bodoh…”
“…”
“Di dekat sini ada sebuah Sauna, ayo kita ke sana” Kyuhyun memegang pergelangan tangan Sooyoung
“Lepaskan”
“Kau sudah menungguku, aku minta maaf, aku melupakannya”
“Pandai sekali kau membuat alasan, akh…kepala jadi sakit”

Keesokan paginya, Kyuhyun dan Sooyoung terbangun akibat suara ponsel mereka masing-masing, getaran itu jelas terasa di saku celana masing-masing. Dengan mata yang masih sulit terbuka, mereka berdua melihat ke layar ponsel, mencoba mencari tau siapa yang menelpon di pagi-pagi buta seperti ini.
“Halmeoni?”
“Harabeoji?”
gumam Kyuhyun dan Sooyoung yang hampir bersamaan. Karena mendengar suara satu sama lain membuat mereka tersadar dan kaget setengah mati.
“KYAAAA”
“Ke-kenapa aku bisa tidur di dadamu?” Kyuhyun terlihat begitu frustasi dan bingung
“Mworago?” PLAKK
“Yak kenapa kau menamparku?”
“Itu kurasa cukup untuk namja cabul sepertimu, kau terlalu lihai mencuri kesempatan”
“Kesempatan? Apa yang kau maksud kesempatan kalau aku hanya membaringkan kepalaku di dada ratamu itu”
“MWORAGO?” DUKK. Kini darah Sooyoung sudah menididih ia segera bangun dan menendang Kyuhyun yang masih  syok karena tamparan yang membuat matanya benar-benar terbuka sekarang ini
“Kau..akan ku laporkan kau ke Halmeoniku”
“Cih ke kanak-kanakan, kalau begitu kau juga akan ku laporkan ke Harabeojiku, akan ku minta pembatalan perjodohan, ah aku lupa bahkan kita kan tidak pernah berkencan” Kyuhyun hanya melihat Sooyoung kesal
“Apa kau lihat-lihat?” Sooyoung menatap Kyuhyun ganas
“STUPID” ujar Kyuhyun tak kontan-kontan dan segera pergi meninggalkan Sooyoung
“St-stu..Stu mwoya? Sialan kau Cho Kyuhyun!! Berhenti kau di sana! Kyuhyun yang baru saja masuk rumah segera dihampiri oleh Cho Halmeoni dan di ajak duduk di ruang keluarga. Sambil berjalan, Kyuhyun menyampaikan undangan Sooyoung kepada Halmeoninya.
“Jadi, ceritakan padaku apa yang terjadi?”
“Akh kepalaku sakit, tak bisakah kau biarkan aku beristirahat dulu?”
“Tidak, aku tidak akan bisa lebih menahan rasa penasaranku”
“Singkatnya..” Kyuhyun memijat pelipisnya sebentar
“Kami menghabiskan malam berdua di sebuah sauna”
“MWO? Menghabiskan malam berdua?”
“Maka dari itu Halmeoni, tolong bantu aku, aku lebih baik amti saja kalau bukan gadis ini” ujar Kyuhyun merengek
“Arraseo, akan aku urus”

Di sisi lain Sooyoung kini tengah berusaha menjelaskan kepada Harabeojinya agar kakeknya itu tidak berpikir yang macam-macam. Tapi tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi.
“Yeo..”
“Cepat nyalakan speaker ponselmu”
“Mwo?”
“Sudahlah, uri  Halmeoni, dia ingin berbicara dengan kakekmu”
Dalam percakapan ponsel lebih condong Kyuhyun dan Sooyoung yang berdebat.
“Mworago? Kau mimpi ya? Kita tidak menghabiskan malam berdua, Harabeoji, Halmeoni, tolong jangan percaya begitu saja” bujuk Sooyoung
“Kau tidak ingat? Kau mabuk dan menghubungiku lalu kau bilang…” Kyuhyun menggantungkan ucapannya, semua penasaran menunggu kelanjutan, kalimat apa yang selanjutnya akan keluar dari mulut terkutuk Kyuhyun -bagi Sooyoung-
“Kau bilang kau tidak bisa menahan nafsumu lalu segera menindih tubuhku, semalam itu kau agresif sekali Choi Sooyoung, bahkan saat aku periksa tandanya susah untuk dihilangkan” wajah Kyuhyun sedikit merah padam saat mengucapkan kebohongan-nya itu
“MWORAGO? Yak kau awas saja kalau ketemu, akan ku cabik-cabik kau Cho Kyuhyun, namja sialan, aku tidak pernah melakukan hal gila semacam itu, dia mengarang semua ceritanya”
“Mana bisa kau ingat, kau kan mabuk saat itu” ujar Kyuhyun dari seberang
“…”
‘Azza! Kali ini habis kau Choi Sooyoung’ batin Kyuhyun menjerit kegirangan mungkin hingga langit ke 7 kala Sooyoung tak bisa melawan perkataannya lagi
Dan dunia Sooyoung semakin runtuh saat mendengar keputusan Cho Halmeoni.
“Pernikahan ini, harus dipercepat…” KLIK. Setelah itu panggilan terputus.
“Harabeoji, tolong lakukan sesuatu, kami bahkan belum berpacaran, dan sekarang apa? Menikah? Memangnya aku ini hewan peliharaan apa? Yang dapat dinikahkan sesuka hati?” jerit Sooyoung seperti orang ‘kebakaran jenggot’, ia bahkan mencengkram lengan Harabeojinya dan sialnya Harabeojinya malah membuatnya lemas saat pria tua itu tersenyum sangat manis, seakan ingin mengatakan ‘Sooyoung-ah, terima saja nasibmu eoh?’
“ANDWEE!…”

TBC & Keep RCL

Note : Udah lama banget ya mih cerita, udah lupa mungkin karena udah hampir sebulan atau malah udah sebulan? FF ini salah perkiraan, kirain bisa jadi Twoshoot eh malah panjang, tapi tenang aja paling panjang juga 5 Part kok hehehe…Mian untuk yang minta Sequel-nya ‘Adrenaline’ belum bisa di penuhin, tapi bakal aku usahain buatin Sequel-nya

54 thoughts on “[Mini-Series] My Wicked Girl (Part 2)

  1. sooyoungster1 says:

    oh my god … seriuss bca dri awal smpek tbc senyum2 sndri ,,, lcu bgt mreka ,,, apalagi kyu juga ketularan jailnya soo unnie .,,daebakk

  2. laras says:

    wkwkwkwk.. lucu banget nggak kebayang sama ekspresi soo waktu dikerjain kyu hingga membuat nenek kyu pengen mempercepat pernikahan mereka,seru deh pokoknya🙂

  3. Rizky NOviri says:

    weh.. kiyu..
    bilang aja suka ama soo.. ampe boong gituh.. haha
    ya ampun syoo sabar ya.. haha
    daebak… seru seru..
    next..🙂

  4. gadis
    menakutkan dan pria yang ketakutan , hahaha itulah KYUYOUNG ….
    Oooo jdi kyu udh suka ama soo ,,,
    Kyu kamu yahhh , pintar betul kamu mengarang cerita sampe soo gk bsa berkata” lagi …. KYU KAMU PINTAR …
    Cho halmoeni + choi haraboeji , terima kasih sdh menjodohkan tom and jerry kita …

  5. Sistasookyu says:

    Kenapa sih syo nya nolak kyu? Kesel sama tabiatnya kyu semasa sma kah? Kekeke
    susah bgt mereka akurnya.. Tapi kyu suka tuh sama syo..

  6. hyokwang says:

    kyuhyun setelah pulang dari amerika makin pinter ngarang cerita…
    semoga mereka cepet nikah…
    ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  7. Hwaa kyuppa daebak deh manja banget sama nenek nx sampai2 ne2k nx kyupa percaya sama dia. Soo kasar banget kasian kyu yg kayaknya dh cinta banget ma soo. Soo suka ma changmin ya? Mga ja kyu dapat segera nikah ma soo dan soo bisa cinta ma kyuppa. Next! Jgn lama2,,, seru ceritanya

  8. Risqi says:

    ternyata gadis yang dijodohkan dengan kyu itu ternyata soo.. jago banget yah kyu bohongnya sampai halmeoni & harabeoji mempercepat pernikahan kyuyoung. penasaran nih belum nikah aja mereka berdua udah sering ribut & musuhan.. apalagi pas udah nikah. gimana yah reaksi changmin kalo tau soo bakal nikah sama soo? ditunggu part selanjutnya..

  9. mongochi*hae says:

    hhhaaaa kyu mmg jago akting ya. mna haraboeji & halmonie mereka lngsung setuju lg.
    tunggu jinakny soo aj nh

  10. gita says:

    Kyu bener” cinta sma soo nih, sampe nekat gtu
    Cinta bngt sma kakek neneknya kyuyoung, mrka setuju nikahin kyuyoung
    Soo gk ska sma changmin kan?
    Ditunggu bngt next.a, dn sequel ff adrenalin

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s