[Series] You Had Me at Hello (Part 4)

Processed with VSCOcam

 

You Had Me At Hello [Part 4]

Penulis: Shiera
Jenis: Fanfiction Chapter (Seri)
Rating: PG 17+
Tokoh:
Choi Sooyoung
Cho Kyuhyun
Choi Minho
Choi Jinri
Im Yoona, Kwon Yuri, Jessica Jung
Choi Seunghyun, Ok taecyeon
Lee Donghae
Seohyun
Jonghyun & Changmin
Jung Yonghwa

Genre: Romance (failed), Comedy (failed).

jeng jeng!! Aku minta maaf banget karena telat banget banget banget ngasih FF ini huhuhu (ada kali ya 6 bulan T_T) sebenarnya udah ada dari kemarin kemarin sih cuma aku lupa ngirim terus dan jadilah nunggak sampe 6 bulan. Maaf ya. Maaf bangeeet.

Jangan ada plagiat ya. Dan mohon banget comment dari readers semua please jangan jadi silent riders. SILENT RIDERS GO AWAY PUHLEASE! Hehehe.

Happy reading!

Xoxoxo, Shiera.

                                                                   

*********

 

                      “Tidak usah memaksa untuk mengingat. Aku tahu selemah apa ingatanmu itu.”

You had me at hello.

“YAAAA!!!!” Kali ini teriakan ku sukses membuat seluruh orang di ruangan ini melihat ke arah kami. Dia mengeluarkan isi perutnya ke baju dan celana ku. Shit!

******

MINHO POV

“YAAAA!!!” Aku menghentikan tawaku. Suara Kyuhyun. Kenapa Ia berteriak?

“Hyung, aku turun dulu.” Pamit ku.

“Ikut!” Jinri mengekor tepat dibelakang ku dan menarik narik kemeja yang memang sengaja ku keluarkan.

“Seseorang muntah di baju Kyuhyun-ssi.”

“Aish jinjja bau sekali. Aish!”

“Kenapa ada idiot seperti itu disini?!!”

Seseorang muntah di baju Kyuhyun Hyung? Nugu?

Yang jelas sekarang ini dilantai satu orang-orang telah ramai berkumpul. Beberapa namja bahkan menampilkan senyum mesum mereka. Ada apa sebenarnya?

Orang pertama yang kutemui adalah Jonghyun Hyung. “Wae Hyung? Ada apa? Siapa yang berani muntah di baju Kyuhyun?”
Belum sempat Jonghyun menjawab suara cempreng dari orang yang ada dibelakang ku memotongnya.

“KYAA EONNIE!!!”

Suara Jinri.

*****

AUTHOR POV

“KYAAA EONNIE!!” Jinri berlari menuju sooyoung dan disusul oleh Minho dari belakang.

Sooyoung sudah dalam keadaan berantakan. Sangat berantakan. Dress hitam yang dikenakannya hampir saja koyak pada bagian bawah. Seketika pandangan Minho tertuju pada Kyuhyun. Tangan Kyuhyun memegang beberapa koyakan dari dress berharga fantastis itu.

Kyuhyun yang merobeknya?

“HYUNG! Dia kakak ku!!!” Minho membelalakkan matanya saat sadar apa yang sedang dilakukan kyuhyun terhadap Sooyoung. Jinri sudah tidak pada tempatnya melainkan berlari menuju lantai atas untuk memanggil Seunghyun. Tamat lah riwayat Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan ha?!” Minho mencengkeram kerah leher Kyuhyun.
“Memperkosa Kakakku?!”

“Ya ya ya!” Kyuhyun balik mencengkeram baju milik Minho. Sebelum mulutnya mengucapkan satu kata tiba-tiba saja satu pukulan telak mengenai rahangnya.

“MICHEOSEO?!” Suara berat seunghyun dan tatapan mata elang nya menusuk manik mata Kyuhyun. Jinri muncul dibelakangnya dan menghampiri Sooyoung yang masih terduduk sambil memeluk-meluk heels nya.

Eonnie.…” Jinri memandang eonnienya. “Pabbo! Sudah kubilang kan jangan sampai mabuk, dasar bodoh!”

Minho ikut berjongkok disamping keduanya. Dengan cepat membuka kemejanya lalu mengikatkannya pada bagian pinggang tubuh Sooyoung.

“Mino-ya, kembalikan baby ku!” Sooyoung berusaha menggapai tangan Minho yang memegangi sepatunya.

“Seunghyun Hyung, kurasa kita perlu bicara.” Kyuhyun mengumpulkan sisa-sisa harga dirinya. Setelah dituduh memperkosa, dipukul telak pula. Untung saja Kyuhyun mengenal Minho dan Seunghyun dengan baik kalau tidak habislah mereka.

*****

KYUHYUN POV

Setelah peristiwa memalukan itu selesai para kerumunan itu pun memecah kembali ketempat masing-masing. Sepertinya ini memang kali pertama ada peristiwa seperti ini.

“Apa yang ingin kau jelaskan?” Ucapan seunghyun Hyung membuatku kembali fokus pada tujuan utamaku.

“Mian sebelumnya Hyung, ku kira kau dan Minho telah salah paham se-”

“Salah paham yang seperti apa?” Seunghyun dengan cepat memotong perkataanku.

“Tentang gadis itu. Aku berani bersumpah kalau bukan aku yang merobek gaunnya.” Jawabku. Arght sialan kemana Cho Kyuhyun bermulut pedas? Kenapa aku merasa ketakutan begini?

“Kalau bukan kau siapa lagi?” Seunghyun berkata dengan nada menuduh.

“Ia sendiri yang merobeknya.”

“Mwo?”

“Ia sendiri yang merobeknya. Perempuan itu.”  Ulang ku. “Dia-”

“Dia yang kau sebut-sebut itu adikku.” Potong Seunghyun. Jarinya menunjuk nunjuk wajahku. “Dia yang kau sebut dengan perempuan itu punya nama, tidak sopan sekali.”

Sabar, cho. Sabar.

Aku meliriknya sebal. Tidak bisakah Ia biarkan aku selesai bicara?

“Ara ara. Adikmu merobek bagian bawah dress nya untuk membersihkan Jimmy.”

“Jimmy?” Seunghyun menaikkan sebelah alisnya. “Siapa itu Jimmy?”

“Sepatunya.” Aku hampir saja terkekeh saat melihat reaksi Seunghyun. “Kau bisa menanyai orang-orang mengenai hal itu atau kalau perlu kau bisa melihat cctv.”

Setelah jeda yang cukup lama akhirnya Seunghyun angkat bicara.

“Yang benar saja? Youngie!” Lelaki didepan ku itu menunduk. Wajahnya menunjukkan amarah sekaligus malu. “Kyu, atas nama adikku dan aku sendiri, aku minta maaf sebesar-besarnya. Kau bisa meminta ganti rugi berapa saja dari kami.”

“Hyung, itu tidak perlu. Kau dan Minho sudah seperti abang dan adik untukku jadi mana mungkin aku meminta ganti rugi.”

“Aku benar benar minta maaf. Youngie memang begitu saat mabuk tapi kurasa ini pertama kalinya Ia terlihat sangat mengerikan.” Seunghyun berdiri dari duduknya. “Jeongmal mianhae.” Ia menunduk didepanku.

“Ya Hyung.. Jangan begitu.” Aku gelagapan. Terang saja. Ini adalah Choi Seunghyun; orang yang dari dulu ku hormati meski pun usia kami tidak terpaut jauh, Ia ini orang yang sangat keren dan kerap kali menjadi panutan ku.

“Arra arra. Wanita memang berubah gila saat mabuk, aku tahu itu. siapa tadi namanya?”

“Youngie.”

“Ya Youngie.” Nama yang aneh. “Itu nama yang sangat indah.”

“Tentu saja. Semua choi adalah yang terindah.” Jawabnya bangga.

“Kenapa aku tidak pernah melihat adik-adikmu itu? Maksudku Youngie dan gadis yang berteriak lalu berlari dan datang bersamamu itu.”

“Dia si Choi pembangkang itu. Dan si kecil yang berteriak eonnie di telingamu itu adalah si bungsu. Mungkin karena sebelumnya Ia kuliah di Milan makanya kau tidak pernah melihatnya sama sekali. Kau tahu cerita mengenai choi pembangkang bukan? Salah satu alasan mengapa jarang orang mengenal mereka karena mereka tidak pernah mau muncul disaat acara pesta perusahaan atau apapun. Kabur dan tidak bertanggung jawab dengan perusahaan dan memilih jalan hidupnya sendiri sesuka hati.”

Seperti Ahra saja.

“Feeling ku mengatakan Youngie sudah sering terjebak dalam peristiwa seperti ini bukan?”

“Ya. Tepat sekali.” Seunghyun kali ini benar-benar berdiri dari duduknya. “Aku melihatnya dulu ya. Kyu, kau sekali-sekali harus mampir ke rumah atau paling tidak ke butiknya. Dia itu sebenarnya anak yang manis juga lho. Mana tahu cocok denganmu hahaha.”

“Butik?” Aku mengernyitkan dahi. “Memangnya apa pekerjaannya?”

“Seorang desainer.” Jawab Seunghyun dan langsung meninggalkan ku.

*****
Sooyoung POV

“Sudah bangun, troublemaker?”

Aku mengerjapkan mataku. Memperhatikan sekeliling dan menemukan bahu tegap seorang pria. Pria itu berdiri membelakangiku. Tanpa perlu Ia berbalik pun aku sudah tahu Ia siapa. Kusingkap bedcover putih yang menyelimuti ku bermaksud untuk menginjakkan kaki pada lantai.

Oh my god. Kemana semua pakaian ku?!

“Kena-”

“Seperti biasa kau yang membukanya sendiri.” Lelaki itu berdiri menghadapku. “Bangun dan pakailah bajumu lalu buatkan aku sarapan.” Ia melemparkan pakaian-pakaian ku yang bertebar dibawah lantai kearah wajahku lalu berlalu begitu saja.

“Jangan mengintip!”

“Sooyoung-ah pemandangan dengan kau hanya memakai underwear sudah sangat biasa kulihat mungkin kalau kau tidak memakai sehelai benang pun baru aku akan mengintip.” Lelaki itu menyambar kunci mobilnya yang terletak pada buffet sisi kiri kamar. “Itu pun kalau aku berminat dengan tubuh tengkorak sepertimu.” Tambahnya lalu segera berlari keluar dan membanting pintu.

“Ya! Ok Taecyeon!”

Pria itu langsung menutup pintu dan sama sekali tidak menghiraukan panggilanku.

******

“Kenapa aku bisa disini?” Aku meletakkan piring berisi omelet kehadapan Taecyeon.

“Sooyoung-ah, kau itu wanita. Bagaimana bisa kau mabuk dan tidak mengingat apapun setelahnya? Bagaimana kalau ada orang jahat yang menculik dan memperkosamu, ha?”

“Taecyeon! Aku serius!”

“Aku juga serius.” Lelaki itu menyantap makanannya dan kembali tidak meperdulikanku.

“Lagian kalau mabuk aku selalu pulang kok. Kalau tidak ke rumahmu ya ke apartemen ku.”

“Rumahku bukan hotel.” Taecyeon mengangkat kepalanya melihatku dengan tatapan menyebalkannya. “Kau tidak bisa dengan seenaknya saja memencet bel rumahku pada pukul setengah dua pagi lalu membuatku membayar tagihan taximu setelah sebelumnya memuntahkan isi perutmu dibaju ku, kemudian selagi aku mencuci baju bekas muntahanmu kau sudah menghilang dan memonopoli kamar dan tempat tidur ku serta membuatku tidur di kamar tamu.”

“Bukankah itu gunanya sahabat? Bestfriend in need and indeed, right?” Aku tersenyum. Jujur saja kali ini aku sama sekali tidak ingat apapun.

“Bukan hanya itu, Soo. Choi brother tercintamu itu juga terus-terusan meneror ku. Bayangkan Seunghyun Hyung dan Minho menelponku terus-terusan. Oh god, that’s horrible.”

“Sorry.”

“Accepted. Kau ingin aku ceritakan dari mana dulu?”

Aku menarik napasku. Mencoba mengingat-ingat apa yang aku lakukan semalam. Nasihat Jonghyun, Martin, vodka…..gelas ketiga eh atau keempat? Sialan. Seburuk inikah ingatanku?

“Tidak usah memaksa untuk mengingat. Aku tahu selemah apa ingatanmu itu.”

Sialan.

“Hyung sudah menceritakannya padaku. Mau dengar?”

Aku mengangguk saja. Dan mulailah adegan semalam satu persatu singgah dipikiran ku seperti film slow motion.

*****

“Apakah kau gila?”

Yuri memandang ku dengan tatapan intimidasinya.

“YA Youngie-a! Kau pasti pulang ke tempat Taecyeon lagi kan?”

Aku mengangguk. “Memangnya kenapa?”

“Kau.” Kali ini yoona. Gadis itu duduk di atas mejaku. “Kau itu wanita. Sudah berapa kali sih kami peringatkan jangan pernah pergi ke rumah seorang namja dalam keadaan mabuk?!”

“Hey hey he’s my best friend. So no problem. Kami bahkan pernah mandi bersama.” Aku menjawab santai.

“Iya waktu kau dan dia masih berumur lima tahun. For god sake itu waktu yang sangat lama sekali! Biar bagaimana pun dia itu namja. NA-MJA! Dia pasti mempunyai nafsu.”

“Ada apa memangnya dengan nafsu? Bukankah itu malah meringankanku? Jika aku dan Taecyeon melakukan hubungan yang tidak seharusnya dilakukan sebelum menikah dan aku ketahuan hamil orang tuaku dan oppa pasti akan dengan gampang tahu dimana keberadaannya.” Aku mengambil kertas desain yang ada di meja. “Kalian tahu orang tua ku kan? Ia selalu menuntut aku dan seunghyun oppa untuk cepat menikah. Kalau aku hamil, pasti mereka akan segera setuju apalagi begitu tahu calon menantu mereka adalah Ok Taecyeon.”

“Kau itu orang yang santai sekali ya.” Yuri menjitak kepalaku.

“YA!”

“Masalahnya adalah kau tahu kan kalau si blondie sedang mengincar sahabat dari kecilmu itu kau tahu sendirilah bagai-”

“NEO MICOSSEO?!!”

Suara melengking Jessica menggema ke segala penjuru butik. Selain Yuri dan Yoona aku juga bekerja sama dengan seorang yeoja blondie gila bernama Jessica ini.

“Ya ya ya appa! Jangan main-main dengan krystal ya. Kumohon. Krystal masih sangat kecil.”

Aku, Yuri dan Yoona hanya terdiam. Pandangan mata kami mengarah pada Sica berusaha mencuri dengar.

“Ya appa!” Gadis itu melengking lagi.
“Andwe! No! I SAY NO! Ya appa appa! YAAA!!!!” Jessica mencampakkan ponselnya. Napasnya naik turun.

“Sica, wae geurre?” Yuri angkat bicara.

Gadis itu mencoba menenangkan napasnya dulu baru mulai berbicara.

“Aku akan dijodohkan.”

“Mwo?!”

“Dengan siapa?”

“Mr. Cho.”

“Siapa itu mister Cho?” Kali ini aku bersuara.

“Cho group. Kau tahu Cho Ahra kan yang bulan lalu memintamu untuk mendesain baju pertunangannya?” Aku mengangguk. Cho Ahra, wanita ramah yang dengan sekali pandangan saja kita bisa tahu bahwa Ia termasuk kaum jetset.

“Appa bilang adiknya akan dijodohkan denganku.”

“Wow chukkae! Itu bagus bukan? Dia itu sangat kaya raya ya maksud ku itu sangat menguntungkan untuk perusahaan ayahmu kan?”

“Ya yoona pabbo!” Yuri menjitak kepala Yoona. Ya, diantara kami bertiga Yuri memang terkenal sebagai ‘tukang pukul kepala’.

“Aku tidak menyukainya.”

“Lalu kau menyukai siapa ha?”

“Tentu saja Taecyeon, bodoh!” Ia menjawab pertanyaan ku dengan dingin tetapi sedetik kemudian matanya berbinar menatapku.

“Tapi kelihatannya Taecyeon sama sekali tidak selera denganmu.” Kali ini aku bersuara. Memang begitu kok kenyataannya.

“Soo-ah!”

“Wae?” Aku punya feeling yang tidak enak.

“Kau sahabatku yang paling baik kan?” Ia berjalan mendekat kearah ku. “Kau juga sayang dengan Taecyeon kan? Youngie-a, aku ingin minta tolong.”

Sepertinya aku tahu ini akan mengarah kemana.

“Apakah kau bisa menggantikan ku makan siang dengan pria yang akan dijodohkan denganku itu?”

Nah kan benar si ice princess ini ada maunya. Dasar!

“Andwe.” Aku menjawab tegas. Makan siang dengan orang yang tidak ku kenal?

“Please aku mohon hanya kali ini saja. Kau ingin melihat aku dan Taecyeon bahagia kan?”

“Sekali tidak tetap tidak.”

Jessica memanyunkan bibirnya. “Kau tidak ingin melihatku bahagia ya? Atau jangan-jangan kau menyukai Taecyeon?!”

“Ha?!” Yoona menyemprotkan minumnya. “Benarkah?”

“Tidak mungkin. Ya, Sica! Jangan kelewatan seperti ini.” Yuri berusaha menengahi. Aku masih diam. Terlalu kaget karena dituduhkan begitu.

“Bisa saja kan? Kalian itu teman dari kecil apakah ada persahabatan antara lelaki dan wanita murni tanpa cinta? Such a bullshit. Mungkin itu juga alasanmu kenapa setiap mabuk kau selalu pulang kerumahnya. Karena hatimu tertinggal disana.”

MWO?! Teori bodoh macam apa itu? Dasar pabo jessica gadis ini minta ku tendang rupanya. Errrr.

“Beraninya kau…..” Aku menarik napasku.

“Apa?” Pandangan gadis itu masih sama-menantang.

Yang aku tahu adalah aku tidak mungkin melawannya. Kau tahu kan jika kemarahan di balas oleh kemarahan apa yang akan terjadi selanjutnya? Perpecahan. Tidak mungkin aku bertengkar dengannya lalu tidak berbicara sama sekali dengan si bodoh jessica itu dalam beberapa waktu. Andwe tidak mungkin. Kami sudah bersahabat lebih dari sepuluh tahun. Jangan lupakan fakta bahwa bukan tidak mungkin jika nona Jung ini tidak mau berteman dengan ku lagi setelah pertengkaran hebat. Dia itu pendendam, begitu pun aku. Harus ada yang mengalah; itu kuncinya.

Aku menarik napasku dalam-dalam. “Baiklah. Hanya kali ini saja.”

Demi persahabatan.

“Ha? Benarkah kau mau?! Yaaaayyy!! Gomawo uri Youngie yang cantik.” Gadis itu melompat girang dan memelukku serta mencium-cium pipiku beberapa kali. Yuri terlihat tidak percaya dengan yang aku katakan, bahkan aku saja tidak percaya sudah mengiyakan permintaan gila Jessica dan Yoona hanya mengangkat bahunya.

“Sekarang apa tugasku?” Jessica memberi jarak antara tubuhnya dan tubuhku. Ia masih terlihat senang dan sekarang terlihat seperti orang sinting. Astaga, apakah ini yang disebut-sebut ice princess?

“Kau hanya perlu menjadi diriku. Nona Jung. Jessica Jung.” Jawabnya riang.

“Kalau itu dia juga tahu, pabbo.” Yoona berkomentar.

“Jadi aku harus melakukan apalagi?” Semua pandangan mengarah pada Yuri. Ya, selain tukang pukul Ia juga sering kali di mintai nasihat.

“Ada beberapa hal yang harus kau ketahui, Choi Sooyoung. Satu, kau harus berpura pura menjadi si blondie, 2. Membuat Mr. Cho ilfeel denganmu dan kemudian membatalkan perjodohan mereka berdua.”

“Ilfeel? Apakah kau menyuruhnya melakukan hal yang menjijikkan didepan mr. Cho?”

“Yup. Kau bisa mengorek hidungnya atau melakukan hal jorok dan merepotkan apapun untuk membuat mr. Cho tidak menyukai mu.” Yuri mencontohkan idenya dengan senyum merekah.

“Ha?! Andwe! Aku tidak mau image ku jadi jelek. Apa-apaan itu bagaimana kalau si Cho itu menyebarkan berita kepada teman-temannya bahwa nyonya Jessica Jung suka mengorek hidung sembarangan?! Tidak mau.” Jessica menolak. Padahal ku pikir itu ide yang cukup baik.

“Ya sudah terserah kalau kau memang mau menikahinya dan membiarkan Taecyeon menikah dengan wanita lain.” Yuri menjawab cuek.

“Wanita lain?”

“Iya, dengan Sooyoung misalnya.” Yuri menjawab dengan enteng.

“Tidak tidak tidak. Tidak boleh.” Jessica menatapku. “Kau tidak boleh menikah dengannya. Aku larang. Titik.” Lalu nona Jung didepanku itu tampak berpikir. Ini pemandangan langka.

“Bagaimana kalau makan dengan lahap? Banyak lelaki yang ilfeel kan kalau melihat wanita makan dengan banyak?”

“Yah kurasa itu tugas gampang untukku. Makan sebanyak-banyaknya seperti kuli kan, Yul?”

“Yap. Makan banyak seperti yang sering kau lakukan, Choi Sooyoung. Itu tugas yang sangat gampang. Hahaha”

“Tentu saja.”

“Tapi Donghae oppa tidak pernah ilfeel tuh dengan porsi makan ku yang besar.” Yoona menyahut dari tempatnya. “Tidak semua pria membenci wanita dengan porsi makan yang banyak.”

“Kau yakin Donghae oppa tidak membicarakan kerakusan mu dengan sahabat-sahabatnya?”

“Yya!”

“Sica, bagaimana?”

“Arra.” Gadis itu akhirnya mengangguk. “Tapi ku mohon jangan pernah mengorek apapun didepannya. Ku pikir lebih baik kau menjadi dirimu apa adanya. Iya kan? Maksud ku dirimu yang terlalu apa adanya itu juga kan yang membuatmu tidak bisa menjalin hubungan dengan siapapun. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Iya, kau menjadi seorang Jessica Jung dengan jiwa Choi Sooyoung. Sempurna bukan?” Ia bertanya dengan tampang polos seperti itu. Seseorang bisakah kau datang kemari dengan membawa setoples penuh cucumber? Aish.

“Itu ide yang bagus kan, girls?” Ia mengulang pertanyaannya.

Rupanya gadis blondie ini benar-benar bosan hidup. Sialan.

“So, deal?”

“Baiklah asalkan berikan aku satu pair Jimmy choo limited edition seperti milikku yang lama.”

“Ya! Apa-apaan itu? Lagian ada apa dengan milikmu?”

“Sepatu ku terkena muntahan orang bodoh. Bau dan tidak layak pakai lagi. Ayolah, itu tidak berarti apapun kan untuk seorang Jessica? Aku tidak dapat menemukannya lagi dimana pun. Kurasa itu sebanding kan dengan kebahagiaan yang akan ku berikan untukmu?”

“Sialan, baiklah. So, we deal?”

“Belum.”

“Choi sooyoung! Kau perhitungan sekali!” Jessica merengut kesal.

“Ada satu lagi.”

“Apa?”

“Berjanji selama setahun kau akan memenuhi kulkas ku dengan ice cream bens and jerry. Ingat ya setahun! Setahun penuh kau harus mengisi kulkas ku dengan ice cream itu.”

“Deal. Dasar rakus.”

“Biarin!”

Jessica tertawa senang. “Ok Taecyeon aku datang!”

“Bocah, hentikan tingkahmu dan segera kerjakan desain baju untuk nyonya oh.” Yuri balik ke mejanya sambil menyeret-nyeret Jessica.

Yoona mendekati ku dan menepuk bahuku pelan. “Kau itu murah sekali, Soo. Apa-apaan itu Sepatu Jimmy choo? Seharusnya kau minta mobilnya, bodoh.”

Aku hanya mengangkat bahuku tidak peduli.

*****

“Maksudmu aku ini si nenek tua? Ya, kau mau mati ya?”

Aku tersenyum mendengarkan suaranya. Suara gadis ini lucu sekali

“Kau sedang kesal ya?”

“Tidak kok! Kau saja yang menyebalkan.”

“Menyebalkan bagaimana? Memang kau seperti nenek tua kan? Dari tadi terus mengomel tentang sepatu seperti nenek yang suka memanggil-manggil kucingnya.”

“Mana bisa disama kan seperti itu. Dasar bodoh.”

Kyuhyun tertawa mendengarnya. Dari tadi mungkin sudah ada sepuluh kali lebih gadis ini mengatainya bodoh. Ia melirik jam ditangannya.

“Sudah pukul dua malam kenapa kau belum tidur?”

“Tidak bisa tidur. Kau sendiri kenapa belum tidur?”

“Aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku.”

“Haaaaa kau ini ya. Kenapa bos bos yang punya uang sepertimu selalu maniak dengan pekerjaan sih?” Gadis itu mengomel. Sejak insiden telpon seo joohyun yang sengaja di tinggalkan di butik Sooyoung, gadis ini kami memang sering melakukan panggilan. Bukan kami, tapi aku. Aku, cho kyuhyun yang sombong ini entah kenapa merasa lebih tenang setelah mendengar suaranya. Gadis itu masih mengomel tentang sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan. Ku pikir bagus juga sekali-sekali ada yang menasihati ku tentang kesehatan (yang sering kali tidak pernah ku dapatkan kecuali dari Ara noona).

“…….kau, ok cat, oppa itu sama saja. Maniak kerja. Kalian ini sudah punya uang segunung kenapa tidak menikmatinya sih? Kasihan sekali hidup kalian. Lihat aku. Pekerjaan ku berakhir pukul lima, aku pulang pukul lima, tanpa ada pekerjaan yang ku bawa ke rumah. Dirumah aku bisa makan, nonton atau tidur tiduran. Atau setelah pulang kerja aku bisa pergi belanja, salon dan mungkin melakukan spa. Nikmat bukan? Itu baru namanya hidup.”

“Karena terlalu menikmati hidup itu bukan ciri-ciri orang sukses.” Aku menjawab singkat.

“Kau menyindir ku ya?” Suaranya mulai meninggi. Sangat gampang di pancing. Entah kenapa mendengar suaranya kesal membuatku senang. “Jadi kau pikir aku yang terlalu menikmati hidup ini bukan orang sukses?”

“Bukan begitu maksudku…”

“Hya, kyu kau tidak pernah mencari nama ku di Google ya? Bodoh sekali. Sekali sekali gunakan smartphone mu untuk mencari namaku. Choi Sooyoung. Ingat itu! Kau pasti akan terkejut.”

“Oh ya?” Aku menunggu reaksinya.

“Hanya oh ya saja?! Hhhh benar benar.”

“Tidurlah, Soo.”

“Ku bilang aku belum mengantuk. Apakah kau tuli?”

“Ya!”

“Ya sudah aku tidur. Cepat selesaikan pekerjaanmu, badanmu itu perlu istirahat. Jangan terlalu memaksa, kau itukan manusia bukan mesin.”

Aku terdiam. Manusia bukan mesin. Aku melirik lembaran lembaran saham dimeja. Pukul setengah tiga pagi dan aku masih bergumul dengan kertas-kertas ini. Aku baru sadar aku semaniak ini dengan pekerjaan.

“Hey, kyu.” Suara kecilnya kembali menyadarkan ku.

“Wae?”

“Jaljjayo. Selamat malam.”

“Ya. Selamat malam juga, Soo.

“Kau harus tidur. Berhenti bekerja, kyu. Seperti tidak ada besok hari saja. Ya sudah good night.”

“Ya, night.”

Tuut tuuut tuuut. Sooyoung memutuskan sambungan.

Aku membaca dan menanda tangani berkas-berkas ini dengan cepat. Tidak ada hari esok, soo. Tidak ada. Karena aku yakin besok aku tidak bisa bekerja sama sekali dan menghabiskan waktu seharian bersama gadis yang tidak ku kenal itu lalu semalam suntuk aku akan berada di club. Ku harap tidak ada hari esok.

From: Noona
Hey bocah katanya kau dijodohkan? Ayah menyuruhku untuk memberitahumu kalau kau akan bertemu dengan nona Jung di Gourmand. Gomawo. Untuk menggantikan ku menerima perjodohan. Aku sayang kau adik kecilku. Loveeeeeee!!

TBC.

note: untuk chapter selanjutnya mungkin akan aku protect. Hehehe. Mungkin ya, mungkin. Thank you!

54 thoughts on “[Series] You Had Me at Hello (Part 4)

  1. Desta Wulan says:

    Baru baca hehee.. mian..
    Seru eon .. Kyuppa itu dah kenal ya sama Sooeon ..
    ditunggu lanjutanya ..

  2. Sistasookyu says:

    Kalo syo gantiin sica, langsung ketahuan dong kalo dia bohong? Hwkwkwk
    ayo buruan ketemu secara sadar kyuyoung! Secara kan sebelumnya syo mabuk😀

  3. haha ternyata rumit yah, dan sebetulnya mungkin aja mereka saling kenal dengan ,karena cast yang ada di situ satu sama lain saling kenal, authornya keren ngehubung²innya, next partnya di tunggu loh, keep writing ^^

  4. Rizky NOviri says:

    akhirnya ini.ff muncul juga..
    udah lumutan nih nunggunya.. haha
    wah wah.. mereka blum sadar aja ya.. hoho
    seru seru
    daebak..
    nextt😀

  5. yura says:

    Akhirnya muncul lagi ff ini
    Wah soo bakalan gantiin jessica
    Tapi kyu kan udah pernah liat soo sebelumnya wkwk
    Pasti bakalan seru bgt deh next chap nya
    Ditunggu bgt kalo bisa jgn lama lama yaa
    Fighting!!!

  6. ananda says:

    aku sebener’a gatau cerita’a dr awaL
    harus searching duLu nyari part 1..
    biar nyambung cerita’a..
    ini ff yg beda aLur’a dr ff kyuyoung yg Lain..
    pLease JANGAN ada protect”..
    AKU TUH KECEWA kaLo ada ff yg pake password..
    nuLis tp gabisa baca..
    aku tuh baca ff di HP kaLo di protect yaudah gabisa apa”..

  7. Salam kenal author ,,
    Maaf aku langsung komen di part 4 ,,,
    Jadi soo akan gantiin jess ,,
    Apa kyu akan kenal ama soo ,,, mereka kan pernah bertemu (ya walaupun mereka bertemu dalam keadaan soo mabuk) … Dan apa kyu akan tau , kalau yg dtg itu bkan nona jung tapi nona choi (adik dari choi seunghyun ) … Lanjutt thor jangan

  8. shintaknight says:

    ini bener” muter” kyu belom tau siapa soo walaupun dia udah ketemu soo secara ga langsung di club.. dan dia bakal ketemu lagi dengan soo yg nyamar jd jessica. woow haaaahaha
    nextnya cepetan ya ^^ aku jg mau pwnya nanti kalo beneran di protect ^^

  9. Ky_forever24 says:

    Annyeong…
    Makin gokil aja ini kelakuan uri kyuyoung.. Semangat ya thor buat next part nya, maaf nih baru comment di part ini hehe..
    Hwaiting!🙂

  10. Youngra park says:

    Ahh knp sooeoni harus menggantikan jesica sih aduh kyuppa jga di jodohkan sma sica eoni next part ditnggu jng lama2 ya chigu

  11. Naelieyah1225_4li3n plut0_lovers says:

    Woah, akhirnya ff ini di post juga lanjutannya.. Soo kalo lg mabuk ‘ekstrim’ banget..

  12. hyokwang says:

    haduh penasaran sama lanjutannya..
    sica kan gtw lw soo n kyu udah saling kenal….
    berharap mereka yg dijodohin…
    ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀
    cepetan ya author😛

  13. pna says:

    akhirnyaaaaa ff ini dilanjutin juga hehe kirain dibiarin gitu aja :”) jadi mereka tau nama tapi belom tau muka masing2 yaa gitu kannnn huft pasti makin rumit nih pas soo jadi sica

  14. I’ve died everyday waiting for you~~ gokil ini ff udah gue tunggu dr kapan tau! Dan walaupun udh ke postpone lama i think its worth to wait🙂 ffnya keren gaya bahasanya asik pokoknya ditunggulah nextnya. Goodjob thor

  15. syiyoung says:

    aku udah hampir lupa sama part yg lalu hehehehe.. akhirnya di post jg lanjutannya.. eittss soo dan youngie tuu sama aja kyuppa kekeke.. next part dilanjutin

  16. Risqi says:

    dijamin deh kyu kamu nggak akan bosen besok ketemu jessica jung yang palsu. hahaha.. kan jessica palsu itu si sooyoung. pastinya kyu udah hapal donk muka nya sooyoung kayak apa kan dia adeknya seunghyun. penasaran nih gimana reaksinya kyu pas ketemu soo. semoga kyu menolak dijodohkan dengan jessica yang asli. ditunggu part selanjutnya..

  17. panda says:

    halo eonni, aku baru mulai baca dari part ini. jadi nanti kalo aku keduluan koment dipart ini baru ke part yg sebelumnya gakpapa ya?? hehe. oya eonni, ini ff kece. lanjut terus. keep writing!! ^^9

  18. Vi says:

    Hallo……..
    Hahahaha makin gokil aja kelakuan kyuyoung ini. Apalagi sooyoung, bisa ya dia tingkahnya se-ekstrim itu kalo lg mabuk. Buset, kayak orang gileeee hahahahaha

    Kapan kyuyoung sadar satusamalain siapa sebenernya yg mereka telepon? Bakalan saling ilfeel apa malah makin tertarik??
    Hohoho makin seru nih kayanya senlanjutnya ><

  19. gita says:

    Kkyknya udh lama bngt ff ini gk muncul
    Wahh soo kalo mabuk selalu kermh taec, mrka gk sling suka kan?
    Smoga perjodohan bisa berjalan lancar, tapi kyu harus tau kalo soo itu bkan sica
    Ditunggu bngt mext.a, jangn lama:

  20. mongochi*hae says:

    olala….ak nyaris lupa dg ff n…
    but stlh ad kata telp,lngsung ingat dh hhaa

    hn…gmna ya reaksi kyu stlh ktmu soi yg mjd jessie ?
    ap dia percaya atw gmna.
    lalu kpn masalah telp nyasar ini kelar ?
    yg cpet ya. dan buat kyuyoung jadian hhhee

    next part klo d.protect please via minta pwny ad alamat email ya. cuz ak gk punya akut tweet/fb utk minta pw. cma punya bbm & email aj

  21. met says:

    Daebak
    Jd kyu udh suka duluan ya sama soo
    Jd gmna tuh tanggapan dia pas tau choi soo young yg muntah di baju nya itu choi soo young yg dia telpon tiap hari?
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne😀

  22. DeA says:

    Hahahaha akhirnya ni ff n0ng0l lage..
    Hemm ntar kyu bakal tau nggak ya kalo yg dteng si soo? Secra mreka kan pernah ktmu, walo soo ny lg mbuk…
    Next nya jngan lama lama dunk xixixi

  23. emmalyana25 says:

    aish aku udah lupa sama part sebelumnya jadi rada gak nyambung hehe..
    tapi btw baguss, aku ikut ketawa pas muntah ahaha
    next cepetan!!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s