[Series] The Rich (Part 3)

Title                 : The Rich

 

Author                        : DeviPra

 

Casts               : Choi sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae, etc.

 

Genre              : Romance, Action

 

Rating             : Teenage, PG17

 

Length                        : Series

 

Disclaimer       : The ideas of this story come from my mind. Let me know if there are any similarities with your story or other stories because, well, I’m just an ordinary mortal with all of my restrictiveness.

 

Note                : Please respect me by not doing any type of plagiarsm.

 

 

 

Third: Runaway

 

Author’s POV

 

Sooyoung dan Kyuhyun masih diam memandang buku biru tua yang ditemukan Sooyoung tadi di bawah bangku taman. Pernyataan Sooyoung sebelumnya benar-benar membuat Kyuhyun tertekan.

 

Benarkah buku ini milik paman kandungku sendiri? Batin Kyuhyun. Tapi jika ini memang buku milik Paman Cho Seuk Woon, apa yang membuat dia sebegitu tega merencanakan korupsi terhadap Cho Group?

 

“Itu memang milikku! Kenapa?”

 

Kyuhyun tersadar dari lamunannya sementara Sooyoung membeku, mendengar teriakan dari belakang mereka. Dengan kecepatan yang mengagumkan, Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung untuk kemudian berdiri dan menghadapkan tubuh ke arah teriakan tadi berasal.

 

“Benar Cho Kyuhyun! Benar! Itu rencana korupsi lewat proyek fiktif skala besar yang telah aku susun. Wae?! Kau akan melaporkannya pada ayahmu? Pada seseorang dari perusahaan? Kau pikir aku akan membiarkannya? Kau pikir aku akan membiarkan rencana yang telah aku susun dengan sempurna dirusak oleh anak ingusan sepertimu?! Tidak akan! TIDAK AKAN!! Aku akan meyingkirkanmu sebelum kau sempat memberitahu siapapun! Kalau perlu aku bahkan tidak akan segan untuk membunuhmu Cho Kyuhyun! Dan juga siapapun yang mengetahui tentang rencana ini!”

 

Sooyoung terdiam. Dugaan Kyuhyun sebelumnya benar: buku itu berisi rencana jahat. Tapi ada yang tidak beres. Paman Cho Seuk Woon yang dikenalnya tidak seharusnya berbicara kasar seperti itu. Apalagi sampai mengancam akan membunuh keponakannya sendiri (Cho Kyuhyun).

 

Paman Seuk Woon melangkah mendekati Sooyoung dan Kyuhyun sambil berkata meremehkan, “Cho Kyuhyun putra Presdir Cho Group yang terhormat. Cih! Aku tidak sebaik yang selama ini kau kira. Jadi jangan anggap remeh ancamanku. Karena aku serius akan membunuhmu,” Paman Seuk Woon berhenti sejenak untuk menatap Sooyoung dengan tajam, “Aku akan membunuhmu Kyuhyun, beserta gadis ini, jika kalian berani memberitahu siapapun tentang rencanaku.”

 

Kyuhyun dan Sooyoung masih terdiam. Hanya bahu tegap Kyuhyun dan bahu telanjang Sooyoung yang turun naik mengikuti irama napaslah yang menjadi tanda bahwasannya mereka bukanlah patung yang dibeli Presdir Choi untuk hiasan di taman belakangnya.

 

Paman Seuk Woon masih memandang Kyuhyun dan Sooyoung dengan tatapan meremehkan.

 

“Aku akan membuatnya menjadi mudah untuk kalian,” kata Paman Seuk Woon. “Jika sekarang kalian menyerahkan buku itu kepadaku lalu melupakan kejadian ini untuk selamanya. Tanpa bercerita kepada siapapun. Atau kalau kalian menolak, aku akan benar-benar membunuh kalian!!”

 

Mendengar ucapan pamannya, Kyuhyun geram. Digenggamnya tangan Sooyoung dengan lebih erat. Seakan takut untuk melepaskannya barang sedetik. Kyuhyun takut kehilangan Sooyoung.[]

 

***

 

Sooyoung’s POV

 

Aku memandang Kyuhyun sesaat setelah aku merasakan genggaman tangannya pada tanganku semakin menguat.

 

Perasaan ini…

 

“Menyerahkan buku ini padamu??!” Kyuhyun berbicara. Ditatapnya Paman Seuk Woon dengan tatapan mematikan miliknya, kemudian melanjutkan, “Bermimpilah untuk itu Paman!! Aku tidak akan menyerahkan buku ini padamu dan membiarkanmu merebut perusahaan yang telah mati-matian dibangun oleh ayahku! Tidak akan!!!”

 

Kyuhyun berseru keras sekali. Sampai-sampai aku sendiri tersentak kaget. Begitu pula Paman Seuk Woon. Mungkin dia tidak mengira Kyuhyun akan melawannya.

 

Belum sempat aku dan Paman Seuk Woon tersadar dari keterkejutan, Kyuhyun sudah berseru kembali, “Di keluarga mungkin aku terlihat sebagai Cho Kyuhyun yang baik dan penurut. Tapi kau tidak tahu sifatku yang sesungguhnya Paman. Aku juga pernah bersikap kejam. Jadi jangan sekalipun kau meremehkanku! Aku tidak akan mati di tangan bajingan licik sepertimu!!!”

 

Setelah berkata-kata kasar seperti tadi, Kyuhyun tiba-tiba menarikku dan membawaku berlari. Dia tidak mengatakan apapun. Hanya berlari dan terus berlari. Aku juga tidak bisa berkata apa-apa. Kakiku hanya terus berlari mengikuti langkah kakinya.

 

Aku menoleh ke belakang. Paman Seuk Woon tidak mengejar kami. Tapi sekilas dapat kutangkap tatapan matanya yang sarat akan kebencian. Kurasa dia benar-benar tidak segan untuk membunuh.

 

Jujur, aku ketakutan sekarang. Aku sama sekali tidak menyangka sesuatu seperti ancaman pembunuhan akan terjadi dalam hidupku. Selama ini hidupku aman dan tenteram meskipun aku hidup dalam kesederhanaan. Setidaknya sampai orang ini datang. Orang yang sekarang sedang menggenggam tanganku dan membawaku berlari bersamanya.

 

Tapi perasaan ini…[]

 

***

 

Author’s POV

 

Kyuhyun dan Sooyoung terus berlari sampai akhirnya mereka sampai di hall pesta. Pestanya masih ramai dan meriah tentu saja. Tidak ada yang tahu kejadian di halaman belakang selain Sooyoung, Kyuhyun dan Paman Seuk Woon.

 

Namun, hall pesta ternyata bukan tujuan Kyuhyun. Lelaki itu masih terus menggenggam tangan Sooyoung. Kali ini mereka tidak berlari, melainkan hanya berjalan cepat menuju pintu keluar.

 

“Kita akan kemana?” Sooyoung tidak sabar lagi untuk melontarkan pertanyaan itu pada Kyuhyun.

 

Runaway,” jawab Kyuhyun singkat.

 

Runaway. Ulang Sooyoung dalam hati.[]

 

***

 

Cho Seuk Woon menggeram menahan amarahnya yang memuncak. Diraihnya ponsel di saku jasnya. Menghubungi satu nomor.

 

Eodiga?” tanya Cho Seuk Woon setelah terhubung dengan orang di seberang sana.

 

“Aku sedang dalam perjalanan ke pesta Presdir Choi. Ada sedikit masalah dengan mobilku tadi. Jadi sepertinya aku akan terlambat. Ada apa?” kata suara di telepon. Laki-laki.

 

“Semuanya memang sudah terlambat. Cho Kyuhyun tahu rencana kita,” jawab Seuk Woon.

 

“APA??!!” laki-laki di seberang telepon berseru panik. “Bagaimana bisa hal itu terjadi?!!” lanjutnya.

 

Dengan ekspresi wajah yang masih sekeras batu, Seuk Woon menceritakan detil kejadian yang menggagalkan rencananya itu.

 

Lima menit berlalu. Seuk Woon selesai bercerita. Namun, ekspresinya masih sama seperti tadi. Keras.

 

“Jadi maksudnya, saat ini Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung mengetahui rencana kita?” tanya laki-laki di seberang telepon.

 

“Seperti itulah,” jawab Seuk Woon. Nada suaranya yang lesu dan ekspresi wajahnya yang tegang membuat sebuah kombinasi yang aneh.

 

“Kau mengancam akan membunuh siapapun yang mengetahui rencana kita? Kalau benar begitu maka aku yakin Kyuhyun tidak akan memberitahukan rencana kita pada siapapun,” kata laki-laki di seberang.

 

“Darimana kau dapat keyakinan seperti itu?” tanya Seuk Woon.

 

“Paman,” kata suara di seberang lagi. “Aku sepupu Kyuhyun. Aku dan dia tumbuh bersama dari kecil. Mungkin Kyuhyun berandalan, tapi aku yakin dia tidak akan membiarkan orang lain terbunuh akibat perbuatannya. Jadi dia pasti akan menyimpan hal itu sendiri, kemudian pergi melarikan diri sejauh mungkin agar orang-orang di sekitarnya tidak terlibat masalah ini,” laki-laki di seberang mengakhiri ucapannya.

 

“Aku tetap tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan Kyuhyun dan Sooyoung bebas berkeliaran. Aku tetap akan membunuh mereka berdua,” kata Seuk Woon dengan tegas.

 

“Jadi Paman akan membunuh Kyuhyun? Keponakan Paman sendiri?” laki-laki di seberang bertanya lirih.

 

“Lee Donghae,” kata Seuk Woon. Menyebut nama laki-laki di seberang telepon yang sejak tadi berbicara dengannya.

 

“Bukankah kau memilih bergabung denganku merencanakan korupsi dan pengkhianatan ini karena kau membenci Cho Kyuhyun? Bukankah kau ingin membuat Cho Kyuhyun jatuh miskin dan menderita? Jadi apa masalahnya jika kita membunuhnya sekalian?” Seuk Woon berbicara lagi.

 

Di seberang sana, Lee Donghae mengakhiri panggilan. Matanya menerawang jauh. Kebenciannya pada Kyuhyun yang dipendam dan ditutup-tutupinya selama lebih dari sepuluh tahun seolah berkumpul semua di depan matanya.

 

Paman Seuk Woon benar. Apa masalahnya jika Kyuhyun meninggal?[]

 

***

 

Sooyoung memandang jam tangan di pergelangan tangan kirinya.

 

09.45 p.m

 

Lalu pandangan Sooyoung beralih pada Kyuhyun di sebelah kirinya yang sedang fokus mengemudi. Ditatapnya figur Kyuhyun dari samping. Mencoba menerka-nerka apa sebenarnya yang dipikirkan oleh laki-laki ini. Apa yang dimaksudnya dengan runaway?

 

Tanpa Sooyoung duga, Kyuhyun tiba-tiba memalingkan wajahnya dan membuat matanya dan mata Sooyoung bertemu. Mereka berdua bertatapan sekian detik, sebelum akhirnya Sooyoung berdeham dan kembali memalingkan wajahnya ke arah kanan, menatap keluar kaca jendela mobil.

 

Tiba-tiba, mata Sooyoung terfokus pada kaca spion mobil. Dari sana, Sooyoung dapat melihat mobil sedan yang berada beberapa meter di belakang mobil yang sekarang ditumpaki Sooyoung dan Kyuhyun.

 

Sooyoung memperhatikan mobil sedan itu dengan lebih seksama.

 

Selain seorang laki-laki paruh baya yang mengemudikan sedan itu, Sooyoung tidak bisa melihat siapa-siapa lagi.

 

Tapi tunggu dulu, pikir Sooyoung. Rasa-rasanya aku pernah melihat laki-laki itu.

 

Satu menit kemudian dihabiskan Sooyoung untuk mengingat-ingat dimana kiranya dia pernah bertemu dengan laki-laki yang mengemudikan sedan itu. Hingga akhirnya dia ingat sesuatu, bukankah lakilaki itu bawahan Paman Cho Seuk Woon? Pikirnya.

 

Sooyoung kembali menatap sedan di belakang itu dari kaca spion mobil.

 

Iya. Tidak salah lagi. Lakilaki itu orangnya Paman Seuk Woon. Kalau begitu artinya…

 

Sooyoung menarik napas panjang dan menatap Kyuhyun, kemudian berbicara, “Kita diikuti.”

 

Kyuhyun hanya memandang Sooyoung malas. “Aku tahu,” katanya.

 

Sooyoung membuang napas kasar dan berkata ketus, “Then do something.”

 

Kyuhyun tidak bergeming. Matanya masih menatap Sooyoung. Tapi sejurus kemudian, Kyuhyun menginjak pedal gas dengan tiba-tiba dan membuat Sooyung tersentak.

 

Kyuhyun memacu mobilnya dengan sangat cepat sekarang. Tangan dan kaki laki-laki itu dengan luwesnya memainkan pedal dan stir, menyalip mobil-mobil yang melaju dengan santai, melakukan berbagai manuver berbahaya, membelah jalanan malam Seoul, dan yang terpenting, meninggalkan mobil sedan yang mengikuti mereka jauh di belakang.

 

Sooyoung mencengkeram jok mobil yang ia duduki dengan keras. Matanya menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit ditafsirkan. This man is crazy, pikirnya.

 

Seakan mendengar pikiran Sooyoung, Kyuhyun menoleh. Menatap Sooyoung dengan pandangan kosong  sebentar untuk kemudian kembali fokus ke jalanan di depannya.

 

Sooyoung mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun lalu melirik ke arah spion. Sedan itu sudah benar-benar tidak terlihat lagi. Kecepatan sedan itu memang tidak bisa dibandingkan dengan mobil sport Kyuhyun.

 

Tapi meskipun Kyuhyun sudah tahu bahwa sedan itu telah tertinggal jauh, tidak ada tanda-tanda dia akan memelankan lagi laju mobilnya. Kakinya masih menekan pedal gas dengan keras dan mobilpun masih melaju dengan cepat.

 

Namun, saat mobil mendekati area sungai Han, Kyuhyun tiba-tiba saja memelankan mobilnya dan membuat Sooyoung bertanya-tanya, untuk apa kita berhenti di sungai Han?

 

Masih dengan pandangan kosongnya, Kyuhyun menginjak rem dan membuat mobil berhenti mendadak. Suara decitan ban terdengar keras sekali sampai-sampai Sooyoung harus mengernyitkan keningnya untuk menahan sensasi ngilu yang timbul.

 

Setelah mobil berhenti sempurna dan suara decitan ban tak lagi terdengar, Kyuhyun menatap Sooyoung dengan intens lalu berkata, “Aku perlu menjelaskan sesuatu.”

 

Setelah mendengar kata-kata Kyuhyun, Sooyoung membenarkan posisi duduknya. Tanda bahwa ia siap mendengarkan apapun yang akan dikatakan laki-laki itu.

 

“Sebelumnya aku benar-benar minta maaf,” Kyuhyun mulai berbicara. “Meskipun tidak secara langsung, tapi tetap saja aku telah membuatmu terlibat masalah internal perusahaan keluargaku. Bahkan sampai titik di mana nyawamu  terancam. Aku benar-benar minta maaf untuk itu.”

 

Kyuhyun berhenti sejenak untuk melonggarkan simpul dasi yang dikenakannya. Lalu melanjutkan, “Ada satu hal lagi yang ingin kujelaskan.” Sooyoung mendengarkan dengan seksama. “Rencana korupsi  yang disusun oleh Paman Seuk Woon sudah amat sangat matang. Aku rasa dia benar-benar tidak akan membiarkan siapapun mengetahui dan merusaknya. Dan aku juga merasa dia tidak main-main dengan ancamannya di rumahmu tadi,” Kyuhyun berhenti. Kali ini untuk menarik napas panjang.

 

“Kita bisa saja benar-benar terbunuh,” lanjutnya dengan suara lirih.

 

Sooyoung menundukkan kepalanya. Untuk beberapa saat Sooyoung merasa bersimpati pada Kyuhyun. Pada saat yang bersamaan, lakilaki ini harus berusaha menyelamatkan perusahaan dan sekaligus berusaha menyelamatkan nyawanya sendiri yang terancam. Pikir Sooyoung.

 

Kyuhyun masih terdiam dan Sooyoung masih menundukkan kepala.

 

Dalam diamnya, Sooyoung berpikir, bukankah seharusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri? Nyawaku juga terancam di sini. Tapi mengapa aku merasa semua akan baikbaik saja selama ada laki-laki ini?  Astaga, ada apa denganku.

 

Kemudian, Sooyoung mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun. Ingatannya kembali pada perasaan itu.

 

Perasaan yang muncul pertama kali saat Kyuhyun menggenggam erat tangannya. Perasaan terlindungi. Perasaan seakan-akan Sooyoung mampu bertahan melawan apapun jika ada Kyuhyun di dekatnya.

 

“Kau tahu mengapa aku memilih membawa buku ini dan melarikan diri?” Kyuhyun bertanya tiba-tiba yang membuat Sooyoung sedikit terkejut.

 

Namun, dengan cepat, Sooyoung berhasil menguasai diri untuk kemudian menjawab, “Karena toh Paman Seuk Woon juga akan membunuhmu, maksudku, membunuh kita kalaupun kau memberikan buku itu padanya.”

 

Kyuhyun tersenyum miris mendengar jawaban Sooyoung. “Benar,” kata Kyuhyun. “Meskipun aku menyerahkan buku ini padanya, dia pasti akan tetap membunuh kita. Orang licik seperti dia pasti tidak mau mengambil resiko kalau-kalau kita akan membongkar kebusukannya suatu saat nanti.”

 

Sooyoung mengangguk tipis.

 

“Untuk itu, aku memilih membawa buku ini dan melarikan diri dengan harapan aku akan punya cukup waktu untuk memikirkan bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkan perusahan tanpa harus ada yang terbunuh,” kata Kyuhyun lagi.

 

“Karena hal itu pula,” Kyuhyun kembali berbicara. “Kau pasti tahu dengan jelas bagaimana posisi kita sekarang ini setelah aku mengambil keputusan itu. Kita berdua benar-benar sedang terancam. Jadi tidak bisakah sekarang ini kita melupakan semua hal yang tidak penting?”

 

Sooyoung menatap Kyuhyun ragu. Merasa dirinya tidak begitu paham dengan apa yang baru saja Kyuhyun katakan.

 

“Maksudku,” Kyuhyun menjelaskan. “Tidak bisakah kau melupakan hal-hal seperti rasa tidak suka atau dendam padaku dan menghadapi situasi berbahaya ini sebagai… teman?”

 

Sooyoung membulatkan mulut. Tidak percaya pada apa yang baru saja Kyuhyun katakan.

 

“Aku tidak menyimpan dendam padamu. Tapi kau satu-satunya orang yang ingin membalas dendam padaku, jadi bukankah kalimat itu harusnya kau tujukan untuk dirimu sendiri?” Sooyoung menjawab dengan nada agak ketus. Merasa sebal karena Kyuhyun seolah-olah membuatnya berada di pihak yang jahat.

 

Kyuhyun melenguh panjang.

 

Lalu berujar dengan suara lembut, “Baiklah. Jika aku mengatakan aku sudah tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk membalas dendam padamu, maukah kau menganggapku sebagai teman?”

 

Sooyoung terlihat sedang menimbang-nimbang. Dia sadar dirinya dan Kyuhyun tidak akan mampu bertahan dari incaran Paman Seuk Woon jika mereka masih bermusuhan satu sama lain.

 

Aku tidak ingin terbunuh dan Kyuhyun juga tidak ingin terbunuh. Jadi suka atau tidak suka, kita memang harus bekerja sama. Pikir Sooyoung.

 

“Aku tipe orang yang sulit berteman dengan orang baru. Jadi lebih baik kau cepat-cepat beradaptasi denganku,” kata Sooyoung menjawab pertanyaan Kyuhyun sebelumnya.

 

Kyuhyun tersenyum tipis. Ditatapnya Sooyoung dengan pandangan yang sulit ditafsirkan. Setidaknya hingga Kyuhyun sadar akan sesuatu: Sooyoung masih mengenakan gaun pestanya yang tanpa lengan itu!

 

Sial! Kenapa aku dari tadi tidak sadar dan membiarkan Sooyoung dengan pakaian itu! Dia pasti kedinginan. Batin Kyuhyun.

 

Lalu dengan perlahan, Kyuhyun melepas jas yang dikenakannya untuk kemudian disampirkannya ke bahu Sooyoung yang terbuka.

 

Sooyoung tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan atas perlakuan Kyuhyun. Dan entah mengapa hal itu membuat sesuatu dalam dada Kyuhyun meletup-letup.[]

 

***

 

Pesta di rumah Presdir Choi belum usai, tetapi Cho Seuk Woon sudah berada dalam taksi dan sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Lelaki itu memilih pulang lebih awal dari acara pesta yang menurutnya membosankan itu semata-mata agar dia punya waktu lebih untuk memikirkan cara yang tepat untuk menyingkirkan Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung.

 

Pertanyaan Cho Seuk Woon yang pertama kali muncul saat ia memikirkan tentang Kyuhyun dan Sooyoung adalah: di mana mereka sekarang?

 

Saat Kyuhyun dan Sooyoung melarikan diri darinya menggunakan mobil sport Kyuhyun, Cho Seuk Woon langsung menugaskan supirnya untuk mengikuti mereka berdua. Namun, dua puluh menit yang lalu dia baru saja menerima telepon dari supirnya itu yang mengatakan bahwa ia kehilangan jejak Kyuhyun dan Sooyoung.

 

Ah sial! Aku butuh seseorang yang benarbenar handal untuk mengatasi bocah sialan seperti Kyuhyun itu! Pikir Cho Seuk Woon.

 

Tiba-tiba, pikirannya melayang pada satu nama. Tanpa mempertimbangkannya dua kali, Cho Seuk Woon langsung meraih ponselnya dan menghubungi satu nomor.

 

Hello,” kata orang di seberang sesaat setelah panggilan Cho Seuk Woon terhubung.

 

“Aku ada tugas untukmu,” kata Cho Seuk Woon tanpa basa-basi.

 

“Aku hanya menerima dolar sebagai bayaran.”

 

“Satu juta dolar.”

 

“Satu juta?” suara di seberang terdengar bimbang.

 

“Ya. Satu juta dolar jika kau berhasil melakukan tugas ini,” kata Cho Seuk Woon.

 

“Kau pikir aku bekerja sendiri? Aku juga punya anak buah yang harus ku gaji, make it two million.”

 

“Dua juta? Baiklah,” ujar Cho Seuk Woon dengan ringan, seakan uang dua juta dolar hanya nampak seperti uang kembalian membeli rokok.

 

Hening sejenak, sebelum suara di seberang terdengar kembali, “Okay. So that’s the deal. Target?”

 

“Cho Kyuhyun,” ujar Cho Seuk Woon. “And Choi Sooyoung,” tambahnya.

 

Two, eh?”

 

“Ya. Dan juga satu hal lagi yang kuminta,” kata Cho Seuk Woon. “Kau dan anak buahmu cukup menculik kedua orang itu. Kalau mereka melawan, kau boleh menyakiti mereka. Tapi jangan bunuh mereka sebelum ada perintah dariku, paham?”

 

Got it.” ujar suara di seberang. Lalu melanjutkan, “Kau punya nomor telepon salah satu dari mereka?”

 

“Akan kuberikan nomor Cho Kyuhyun,” kata Cho Seuk Woon.[]

 

***

 

Mobil Aston Martin one-77 yang sangat mencolok itu kembali melaju membelah kota Seoul. Di dalam mobil itu, ada Sooyoung dan Kyuhyun.

 

Setelah pembicaraan serius mereka di tepi sungai Han, Kyuhyun mengatakan ada beberapa benda yang harus diambilnya dari apartemennya. Dan jadilah sekarang ini mereka berdua pergi menuju apartemen Kyuhyun di Silver Kingdom, Gangnam.

 

“Apa kau belajar bela diri?” Sooyoung tiba-tiba bertanya pada Kyuhyun setelah sedari tadi tidak ada yang memulai percakapan di antara mereka.

 

Kyuhyun memandang Sooyoung sekilas. “Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” jawab Kyuhyun.

 

Sooyoung mengorbit bola matanya. Lalu menimpali, “Kita berdua dalam bahaya sekarang, jadi aku butuh tahu apakah kau bisa diandalkan.”

 

Sial! Aku tidak mungkin mengatakan bahwa aku belajar tae kwon do tetapi hanya satu tahun. Bisabisa dia tertawa. Batin Kyuhyun.

 

“Hmm… tentu saja aku belajar bela diri.” jawab Kyuhyun akhirnya.

 

“Bela diri apa? Karate? Tae kwon Do? Aikido? Judo? Gracie?” tanya Sooyoung penasaran.

 

Crap! Seriuskah wanita satu ini? Batin Kyuhyun lagi. Tangannya mencegkeram stir mobil dengan agak keras.

 

“Hmm… itu… aku belajar bela diri namanya… Maji,” jawab Kyuhyun. Namun sedetik kemudian, dia merutuki dirinya sendiri. Ah sial! Sial! Kenapa aku jadi idiot seperti ini? Untuk apa aku menyebutkan nama bela diri yang jelasjelas tidak eksis?

 

“Maji? Apa itu? Aku belum pernah dengar bela diri dengan nama Maji,” kata Sooyoung. Gadis itu sepertinya benar-benar penasaran.

 

“Memangnya kau harus mendengar segala hal? Bela diri itu benar-benar ada. Hanya kau-nya saja yang tidak tahu,” kata Kyuhyun ketus.

 

Nada bicara Kyuhyun membuat Sooyoung kadar emosi Sooyoung naik sekian persen. “Memangnya Maji itu berasal dari negara mana?” tanya Sooyoung tidak kalah ketus.

 

Astaga… gadis ini benarbenar tidak tahu kapan harus berhenti. Sial! Aku jadi harus berbohong lagi.

 

“Maji itu berasal dari… Balkan. Ya, Balkan,” jawab Kyuhyun sambil mengangguk-angguk. Entah dengan tujuan apa.

 

“Balkan? Semenanjung Balkan?” Sooyoung melebarkan matanya. Lalu berpikir, Balkan kan bukan negara. Tapi daerah Semenanjung Balkan memang daerah kuno dengan berbagai macam kelompok etnis tinggal dan menetap disana. Latar belakang sejarah Semenanjung Balkan juga sangat rumit. Sebuah bela diri yang tidak aku kenal memang mungkin saja pernah dipraktekkan di sana. Sial! Kukira Kyuhyun hanyalah anak mama yang tidak bisa apaapa. Tapi ternyata dia tangguh juga.

 

Di lain sisi, Kyuhyun juga membatin, semoga Sooyoung akan berhenti setelah ini.

 

“Apakah Maji itu ada jurus spesialnya?” tanya Sooyoung.

 

Kyuhyun membuang napas kasar dan memejamkan matanya sebentar. Lalu ditatapnya jalanan di depannya, baiklah, karena sudah terlanjur aku akan meladeni gadis satu ini. Toh, besok-besok dia juga akan lupa dengan apa yang aku katakan.

 

“Tentu saja ada jurus spesialnya,” jawab Kyuhyun.

 

“Dan nama jurusnya?” tanya Sooyoung lagi.

 

“Sevi…”

 

“Hah?”

 

“Sevilla. Itu nama jurus spesialnya,” jawab Kyuhyun. Sampai kapan aku harus mengarangngarang nama seperti ini? Benarbenar…

 

“Sevilla? Kenapa namanya tiba-tiba menggunakan nama kota di Spanyol? Apa yang terjadi dengan Semenanjung Balkan?” Sooyoung bertanya lagi.

 

Ah sial! Kukira Sooyoung tidak tahu kotakota di Spanyol.

 

“Ah sudahlah. Itu tidak penting,” kata Sooyoung.

 

Semua yang kau tanyakan dari tadi juga tidak penting menurutku. Batin Kyuhyun.

 

“Tapi kalau kau benar-benar belajar bela diri, mengapa saat aku memukulmu di kantin kampus, kau tidak melawan?” Sooyoung kembali bertanya.

 

“Oh itu…” Kyuhyun menjawab sambil merogoh-rogoh saku celananya di mana baru saja dia merasa ada getaran dari ponselnya. Sebuah pesan masuk.

 

Setelah ponsel sudah ada di genggamannya, Kyuhyun melanjutkan jawabannya atas pertanyaan Sooyoung, “Kau pikir berkelahi dengan wanita adalah hobiku? Lagipula jika waktu itu aku melawanmu dengan serius, kau bisa saja terbelah jadi dua.”

 

Sooyoung membulatkan matanya. Terbelah jadi dua? Bela diri macam apa Maji itu? Ekstrem sekali.

 

Sooyoung kali ini ingin menyuarakan pikirannya, tapi urung saat merasakan kecepatan mobil berkurang drastis dan ketika Sooyoung menatap Kyuhyun, laki-laki itu sedang memandang layar ponselnya dengan ekspresi tegang.

 

“Ada apa?” tanya Sooyoung lirih.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Tangannya masih menggenggam ponsel, tetapi matanya sudah menatap jalanan di depannya lagi.

 

Melihat Kyuhyun tidak merespon, Sooyoung berinisiatif mengambil ponsel di tangan Kyuhyun untuk melihat apa sebenarnya yang membuat Kyuhyun jadi tegang seperti itu.

 

Saat ponsel Kyuhyun sudah ada di tangannya, Sooyoung menatap layar ponsel. Seketika itu pula Sooyoung terbelalak kaget melihat sebuah pesan masuk. Dari Paman Seuk Woon.

 

Hidupmu mungkin berakhir malam ini. Berhatihatilah.

 

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan sangsi. Sedangkan pandangan Kyuhyun terfokus pada jalan di depannya. Tapi Sooyoung tahu saat itu Kyuhyun sedang menahan emosi. Terlihat dari tangan Kyuhyun yang mencengkeram stir dengan kuat sekali.

 

Tiba-tiba saja, Kyuhyun merebut ponselnya dari tangan Sooyoung untuk kemudian membuka jendela mobil dan membuang ponsel itu keluar.

 

Keputusan yang benar, batin Sooyoung, Paman Seuk Woon bisa saja saat ini sedang  melacak posisi kita dari nomor telepon dan GPS yang ada di ponsel itu. Kyuhyun juga pasti berpikiran seperti itu.

 

Sooyoung memandang Kyuhyun sekilas untuk kemudian memandang ke depan. Gerbang masuk ke gedung apartemen Kyuhyun, Silver Kingdom, hanya tinggal beberapa meter lagi.[]

 

***

 

“Bos, sinyal ponselnya hilang di sekitar perbatasan Gangnam.”

 

“Apakah ada hotel atau penginapan di dekat sana?”

 

“Tidak ada, Bos.”

 

“Tidak ada?”

 

“Iya Bos, tidak ada hotel ataupun penginapan, tapi ada sebuah gedung apartemen, Bos.”

 

“Apartemen?”

 

“Benar Bos. Silver Kingdom.”

 

All right. Suruh Alfa, Bravo dan Charlie untuk berangkat ke Siver Kingdom sekarang juga.”

 

“Apakah Bos tidak akan pergi?”

 

“Tidak untuk saat ini.”

 

“Baiklah Bos. Aku akan menyuruh Alfa, Bravo dan Charlie.”

 

“Oh iya. Katakan pada mereka untuk menunggu di parking lot dan menyerang mereka di sana.”[]

 

TBC

 

Third part J J Author tau author tau pasti banyak dr kalian yg kecewa krn action blm jg muncul sampe part 3 ini :3 trus pasti juga banyak bgt yg kecewa karena teaser di part 2, adegan lengkpny ga muncul sm sekali di part ini :3  author bnr2 minta maaf… dikarenakan prubahan alur cerita yg author bwt, author lalu merasa akn sangat tidak pas jika  mmunculkan action scene(dan bbrapa scene lainnya) dngn trburu2.. so, author berharap readers yg nunggu2 adegan actionnya  sabar menunggu ya..

 

Trus yg kedua author mw bilang terima kasih bwt yg udah komen dan mmberikan dukungan moral bwt aku baik di part 1 atw part2.. kalian baik bgt J J trus bwt admin yg udh publish ff aku makasih bgt juga J J

 

Yaudah lah ya.. pokokny tetep komen FF ini ya readers.. trus tetep dukung dan doain author biar lancar dlm proses pmbuatan FF ini… C.U next part readers… :v :v J :-*

103 thoughts on “[Series] The Rich (Part 3)

  1. Mey2 says:

    Gaknyangka banget donghae jd jhat…
    Perasaan itu mulai tumbuh kah???
    Kapan next partnya dipublish…. udh hampir akhir tahun ditahun yg beda…. huwaaaa…. aku penasaran!!!
    Ditunggu kelanjutannya…

  2. dhewynha says:

    Oppa hati hati … jaga soo juga.. greget bacanya ,fell nya dapett keren thor next part ditunggu

  3. dewi says:

    ahh kyu kenaapa kau membuang ponselmu didekat apartemenmu.semoga aja anak buah paman kyu ga bisa menemukan mereka.
    ditunggu lanjutannya ya

  4. nanda fadila says:

    akhirnya. rencana jahat paman kyu yg buat mereka bersatu. haha
    . lanjutin dong eonni. udah penasaran. semoga dilanjut.

  5. Ngebut baca dari part 1 dan baru komen d part ini,
    ciee soo benci jadi cinta nih, suka sama karakter soo walopun dia kaya raya tapi gak d pamerin,
    Kyu kocak deh orangnya, sempat2nya dia ngarang tentang bela diri maji hahaha
    penasaran siapa ya yg jdi pembunuh bayarannya??
    d tunggu lanjutannya 😃

  6. Isma KSY says:

    bener” daebak.. suka sekali dengan ceritanya..
    wah donghae oppa, musuh dlm selimut.. ngeri
    aku takut jessica eonni akan ikut ke pihak ya jahat, ah.. aku berfikir terlalu jauh.. haa
    benar” di tunggu lanjutannya thor, palli.. haha
    semangat nulisnya.

  7. nadila afrayana says:

    Wuahh. Daebakk ceritanya!! Aku suka!! Lanjutt nee. Kalo bisa secepetnya^^ xD. Oiya, salam kenal authornim, saya reader baru disini. Kereenn ff nya

  8. YuSoo88 says:

    Wiihh keren thor,, action nya emk blum terlalu tampak, tapi rencana demi rencana nya itu loh yang bikin penasarab tiap partnya…

    siip thor, saya tunggu di part selanjutnya..🙂
    Jjang❤

  9. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    Ini dia nih salah satu ff yg ku tunggu2..
    bagian Kyu yg seakan2 selallu siap siaga ngelindungin Soo itu lhoo.. gereget aigoo!!!
    Aku gatau mau comment apa, yg jelas permintaan maaf chingu diterima, apapun yg penting Kyuyoung bahagia.. kekeke..
    Ditunggu next partnya secepatnya ne..
    Fighhhtttiinnggg!!!!!

  10. shintaknight says:

    bakalan makin seru nihh.. wah daebakk
    semoga kyuyoung bisa berhasil dengan misi” mreka..
    next ditunggu ^^

  11. febryza says:

    waaahhhh udah mulai muncul nih konfliknya jadi penasaran sama adegan action di part selanjutnya eh iya sumpah itu kyuhyun ada-ada aja ngarang nama bela dirinya untung si sooyoung engga nanya lebuh jauh lagi hahaha

  12. Risqi says:

    si kyu aneh ² aja ngarangnya tentang bela diri maji. kkkkk.. yeayy.. hubungan kyuyoung mulai membaik, seenggaknya mereka udah berteman. tapi deg ² juga sih pasalnya saat ini nyawa kyuyoung bener ² terancam. ditunggu next partnya

  13. farida_salma says:

    bela diri yang disebutin kyuhhyun bener” aneh, ngakak😀
    bos pembunuhnya itu siapa?

    next part ditunggu😀

  14. Iya ditunggu actionnya chingu ,,
    Gak nyangka Hae Oppa jahat juga , penasaran memangnya kenapa jadi Hae oppa benci sekali sama Kyu oppa …
    OK KyuYoung saat nin kalian dalam bahaya , jadi berhati – hatilah .. Dan Jadilah satu … Hheeee

  15. Yuliandini says:

    Arghh cuma paman gila yg mau ngebunuh keponakannya sendiri cuma demi harta, tpi kyuyoung jdi makin deket gara-gara insiden itu tapi tetep Ɑ̤̥̈̊ǰǰά̲̣̣̣̥ kesel sma paman kyu

  16. Youngra park says:

    Krenn bgts kyuyoung sdh mulai ad beni2 cinta nih n semoga kyuyoung selamat next part di tnggu chigu ku harap semakin seru n krenn jng lma2 ne

  17. yura says:

    Wih akhirnya ada lanjutannya lagi
    Makin seru ceritanya walaupun kata author alurnya ada yg diubah tp tetep seru beneran deh
    Paman nya kyu kok jahat bgt ya ckck
    Yaduh itu udh kelancak lagi kyuyoung semoga aja deh gak knp2
    Ok next nya ditunggu

  18. bete jg krn kyuyoung jd terancam, tp seneng jg bisa jd salah satu jalan buat bikin mereka deket. apalg perasaan soo yg tiba2 *serrr* hahha gara2 pegangan tangan

  19. Retno Willis says:

    aq sampe lupa sama cerita sblum.ya.. dan aa bberapa kalimat yg sulit aq fahami *entahlah
    lanjjuuut thor..🙂

  20. Rizky NOviri says:

    ya ampun.paman macam apa dia.
    dan lg.. lee dongdong.. knp benci ama kyu???
    aaah.. nyawa mreka trancam jgn lma2 d aparte nya kyuyoung please.. dan siapa suruhan seuk woon??
    aaaa
    penasaran..
    next next.. makin seru..🙂

  21. ekamaharani234 says:

    Udah di post toh?? wahh udah 10abad ngg thor–)/ but gpp yang penting udah di post soalanya udh penasaran nih thor:D
    Btw Next nya jan lama lama ya thor
    *Buatsendirikalomaucepet

  22. MissPurpleKim says:

    uwoowww akhirnya nongol juga nih part..udh penasaran setengah matiii nungguin… hahaha

    makin serius nih konflik.. dan apa apaan itu ko donghae jahat juga sih.. ihh dasar bermuka dua.. ishh…

    lanjutannya jangan lama lama yaaaa

  23. sie says:

    Annyeong..
    Wuaahh, makin seru nih, kyuyoung mulai ser-seran, tpi msih pd gengsi, aigoo nuomu kyeoptta…
    Gomawo to han jieun-ssi

  24. 이태라 says:

    kenapa kyuhyun ngga jujur aja sih. kan udh tau emang sooyoun pinter haha
    semoga mereka berdua selamat terus deh

  25. 규영 shipper says:

    ya ampun greget banget bacanya, thor.
    aku suka banget sama ff ini. aku harap ff ini ga berhenti ditengah jalan ya. semoga aja postnya lebih cepet. amin. udah lumutan nih nunggu part 3 nya.
    btw tumben donghae jadi pemeran antagonis hahahaha
    part 4 nya di tunggu ya. ASAP. trus dipanjangin juga ya, thor hehehe

  26. Oktavianti says:

    Akhirnya di post juga ini ff. Jadi tegang bayangin Kyuhyun sama Sooyoung. Part berikutnya harus lebih greget ya thor dan jangan lama” di post ya^^ Fighting author^^

  27. Sistasookyu says:

    Makin seru!
    Dan sempet kaget donghae ikutan mau khianatin kyu jg ternyata.. Ckckck..
    Scene kyuyoungnya cute bgt!
    Syo dgn segala ke-kepo-annya.. Dan kyu yg bisa juga dia ngebohongin syo tentang maji? Hwkwkwk

  28. aichanie says:

    aduh nunggu nunggu kapan scene actionnya muncul, eh ternyata belom juga ya
    gapapa deh yg penting scene kyuyoungnya full hehe
    makin seru! next part soon

  29. met says:

    Daebak
    Ya ampun ternyata donghae jg ikut dlm rencana itu? g nyangka
    Trus mrka bakal ketangkep di parking lot nya g y
    Penasaran nih nextnya cpt ne😀

  30. SH says:

    suka ama part ini. bisa ngrasain tegang sekaligus lucu dlm wktu bersamaan..
    gara” Kyu pke bohong sgala ama Soo yg jelas” pinter. gengsi trlalu d’junjung tinggi /? lol
    wtf itu Donghae yg sepupu’y sndiri ikut andil juga? sialaaan tuh org berdua!😄
    duh hp’y jg d’buang d’tmpt deket apartm Kyu.. smoga KyuYoung gk k’tangkep!
    anw panah” asmara mulai tertancap nih /? lol🙂
    next part d’tunggu scepat’y! lbh panjang please yg ini kependekan thor.. keep writing!🙂

  31. DeA says:

    Ckckck seuk won kekeuh amat seh m0 ngebunuh kyuyoung, trus d0nghae oppa kok dendam ama kyuppa? N yg dpet job buat ngebunuh kyuyoung siapa yah? B-)

  32. mongochi*hae says:

    knp pendek bgt. jd moment kyuyoungny dkit jga…
    aaass next part lbh cepat ya. ak sdh gk sabar gmna hub soo & kyu klo lg sikon genting kya gni

  33. dekyusoo says:

    kyuhyun ngarangnya lucu banget …
    semoga duo evil selamat yahh, trs tumbuh rasa cinta diantara mereka .
    aminn .. next yahh ..

  34. gita says:

    Duhh hidup kyuyoung bener” terancam…
    Tapi seneng deh kyknya mreka jadi pnya perasaan ska satu sma lain dn makin deket
    Smoga mreka gk bener” terbunuh
    Gk nyangka ada paman dn sepupu yg sejahat itu
    Ditunggu bngt next.a, jgn lama” yaa

  35. meetha says:

    semakin seru ceritanya
    ga nyangka kalo donghae juga kerjasama dengan paman seuk woon untuk membunuh kyuhyun

    ditunggu kelanjutannya😀

  36. sisca says:

    Akhirnya ff ini di post juga
    Jahat banget si paman sama kyu oppa dan apa itu ko donghae oppa juga jahat sama kyu emng ada masalah apa sebenernya sama kyu oppa
    Mereka berdua udh ada benih2 cintaa ♥♥♥♥♥ kerenn ff nya thor buat penasaran ditunggu pisan part 4 nya thor😉

  37. Hmm…sebnarnya sih agk g suka dgn part ni…
    Dari mulai alurnya, beda bngt mq teasernya…
    Pdhl q dh nunggu part ni….

    Tp ya sudahlah mungkin crtanya akan lbh seru lgy

  38. Wah….wah….tambah penasaran sama kelanjutan kisah kyuyoung yg menegangkan dan munculin actionnya ya

    Huwa donghae oppa, kenapa kau membenci evilkyu?
    Sica eonni insyafkannya suamimu itu #haesicamodeon

    Next ya^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s