[SERIES] Charm Butler Demon

Charm Butler Demon

By cindy siti asiah

With cast,

PhotoGrid_1425617621760

Choi Sooyoung as Earl Ciel Phantomhive (princess)

Cho Kyuhyun as Butler Sebastian (demon)

Romancy, dark fantacy, kingdom and mistery.

Leght NC-17.

This story inspired from anime and manga Black Butler (kuroshitsuji) by Yana Toboso. But I developed again with my version. Because I loved this anime, if you’r so curious and the next info, you can watching this anime. And the last, this fourth my fanfict in Kyuyoungshipperindo. A have word in ff I take in my read book.Thank you.

***

Anak perempuan  yang telah berumur 13 tahun itu, perlahan membuka matanya setelah ia tertidur beberapa saat.

“Ayah? Ibu?” merasa tak ada sahutan, ia pun beranjak dari tempat tidurnya.

Sebelum ia membuka pintu, tiba-tiba…

“Akh..” suara teriakan perempuan menggema keras pada gelendang telinga anak perempuan itu. Begitu menyakitkan, suara merintih dari perempuan itu. Ia yakin bahwa yang teriak itu adalah suara ibunya.

Dengan perlahan anak kecil itu melangkahkan kakinya kebelakang, hingga menjahui pintu yang menjadi satu satunya jalan keluar.

Brakk.. suara gebrakan pintu itu terdengar sangat keras dan mengejutkan bocah kecil itu. Didepannya telah terbaring tubuh ayahnya yang telah berselimpah darah. Terlihat jelas dimata bocah itu, baju ayahnya yang terkoyak-koyak oleh besitan besitan entah pecut entah pisau yang telah meyayat tubuh ayahnya itu. Dengan tertatih tatih ayah tak berdaya itu mendekati anak perempuan semata wayangnya dan membisikkan, “Ayah menyayangimu. Larilah.” Dengan senyum terakhir laki-laki yang telah berumur itu diberikan pada bocah yang hanya bisa menangisi ayahnya itu.

“Ayah!” teriak anak perempuan itu dengan sekuat tenaganya.

Segerombolan orang-orang berjubah serba hitam memasuki ruangannya dan menyeret anak perempuan itu dengan paksa. Dengan sekuat tenaga anak perempuan itu memberontak. Karena sedikit kualahan dengan perilaku sang bocah, orang-orang tak dikenali bocah perempuan itu membungkam hidung dan mulutnya dengan sapu tangan yang telah dibius sebelumnya. Sebelum kesadarannya sepenuhnya hilang, samar-samar ia melihat wanita dengan gaun merah yang anggun memandangi jasad ayahnya dengan bibir yang tersenyum namun dipipi itu terlihat air yang mengalir, dengan menaruh setangkai bunga mawar merah pada dada ayah tercintanya itu. Dan dalam hati ia berkata, “Aku akan membalaskan dendam pada apa yang terjadi pada keluargaku. Aku bersumpah untuk itu.” Setelah itu ia benar-benar tak tau apa yang terjadi.

***

Dalam kegelapan ia terbangun dari tidurnya, ia hanya mendapati ruangan hitam kosong. Tak ada apapun disana tak adapun cahaya yang menerangi.

“Choi Sooyoung.” Tiba-tiba suara laki-laki yang entah dari mana asalnya memanggil bocah perempuan itu.

Dengan suara lantang dan tanpa ketakutan sedikitpun ia ucapkan “Kau siapa? Aku tidak takut padamu.”

“Aku mendengar sumpah yang telah kau ucapkan. Aku akan membantumu, membalaskan dendammu.” Dengan suara tenang nan mencurigakan dari laki-laki yang entah berwujud apa dan dari mana.

Tau dari mana laki-laki itu tentang balas dendamku?

“Aku akan membantumu dengan dengan satu syarat, yaitu aku akan memiliki jiwamu. Selama kau mencapai tujuanmu, aku akan menjadi pelayanmu dan menuruti semua yang kau perintahkan padaku.” Ucap lagi suara laki-laki misterius itu yang masih belum memperlihatkan wujudnya.

“Aku akan menerima perjanjian itu. Setelah balas dendamku telah tercapai kau dapat memilki jiwaku.”

***

Matahari telah menunjukkan kuasanya, segelintir cahaya memasuki ruangan dari sela-sela gorden berwarna merah marun yang dihuni gadis remaja berumur 18 tahun yang masih nyenyak dalam tidurnya.

Dengan satu kibasan kepala pelayan dirumah itu membuka gorden, yang membuat gadis remaja itu terusik dengan kehadiran sinar matahari yang memaksanya membuka mata indahnya itu.

“Selamat pagi nona muda.” Ucap kepala pelayan itu dengan suara tenangnya.

“Kau menggangu tidurku Cho Kyuhyun!” suara ancaman gadis itu ucapkan pada kepala pelayannya.

Dengan tetap memberikan senyum ramahnya, kepala pelayan berucap, “Maaf nona muda, saya harus membangunkan anda. Karena matahari sudah tinggi dan makan pagi telah menunggu.” Dengan sikap tenangnya ia beranjak mendekati tempat tidur nona mudanya itu.

Dengan malas gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dan berdiri disamping tempat tidurnya. Tanpa malu dari masing-masing pihak, Cho kyuhyun sang kepala pelayan itu menanggalkan pakaian yang melekat pada nona mudanya. Dengan telaten pelayan setia sang putri itu membasuh tubuh nona mudanya hingga kesela-sela yang sensitive untuk para wanita.

Nona muda itu adalah pewaris tunggal dari perusahaan industri terkaya dan paling berpengaruh di Korea selatan. Semenjak berumur 13 tahun ia telah menjadi yatim piatu, yang ditinggali harta dan kehormatan yang tiada batas. Darah bangsawan memang telah mengalir dari darahnya.

Namun setelah kedua orang tercintanya itu telah tiada ia hanya memikirkan pembalasan dendamnya, karena kematian kedua orang tuanya yang tidak wajar itu.

Begitu jelas dalam ingatannya setelah ia melakukan kontrak jiwanya sebagai taruhannya dengan iblis berwujud manusia yang bernama Cho Kyuhyun itu, hanya satu alasan yang menjadi tujuan hidupnya yaitu membalaskan dendamnya. Tak terpikiran lagi seberapa kaya atau kehormatan yang kini dimilikinya.

Hingga semenjak itu dimana saat ia terbangun dari pingsannya yang telah membuat kontrak dengan iblis itu, di hadapan para pembunuh keji kedua orang tuanya itu. Dengan keji pula ia melihat iblis itu mebantai para pembunuh itu dengan tangan kosong. Begitu gesit dan mengagumkan, iblis itu melayangkan pukulan-pukulan dan tendangan-tendangan yang langsung merobohkan lawannya dengan satu hantaman. Hanya dalam hitungan menit pembunuh itu tergeletak tak bernyawa dilantai, darah bercecer dimana-mana. Dengan senyuman yang begitu menakutkan berhinggap pada air muka gadis kecil berumur 13 tahun itu, tanpa ada ketakutan sedikitpun. Namun, ia teringat wanita bergaun merah yang terakhir ia lihat, tak ada saat ia bangun dari pingsannya. Tentu kepuasan pembalasan dendamnya belum 100% tercapai.

Dan Cho Kyuhyun si iblis, dimana kini ia menjadi kepala pelayan Choi Sooyoung selama 6 tahun itu tak memiliki perasaan maupun kelemahan menua layaknya manusia yang umurnya akan semakin bertambah, karena ia tetap terlihat layaknya laki-laki tampan berumur 25 tahun.

Setelah membasuh nona mudanya itu, ia memakaikan pakaian pada nona mudanya itu. Tetapi bukan layaknya para gadis-gadis remaja lainnya dengan gaun-gaun indah yang dikenakannya namun Choi Sooyoung berpenampilan layaknya laki-laki remaja yang mempesona dengan aura bangsawannya. Dengan celana rapi yang berwarna hitam keluaran merek terkenal pada masanya dan setelan jas berwarna biru gelap keluaran terbaru pada masanya melekat pada tubuh jenjangnya, terlihat begitu gagah dan menawan sebagai seorang gadis yang berpenampilan laki-laki itu. Tak lupa rambutnya ia tanggalkan hingga terlihat layaknya laki-laki pada umumnya.

“Ini cincin anda, tuan muda.” Setelah berpenampilan seperti itu, Kyuhyunpun memanggil Sooyoung dengan sebutan ‘tuan muda’. Jika hanya mereka berdua terkadang Kyuhyun memanggil Sooyoung dengan nona muda. Namun Sooyoung terlihat geram jika kepala pelayannya itu memanggilnya dengan nona muda, Karena Sooyoung beranggapan wanita itu lemah, maka ia ingin menjadi laki-laki agar tidak diremehkan.

“Silahkan keruangan makanan tuan muda, makan pagi telah disiapkan.” Ucap kepala pelayan.

Sooyoung berjalan melewati lorong-lorong panjang yang tidak berpenghuni. Begitu sunyi istananya itu, hanya ada kepala pelayannya yaitu Cho kyuhyun, satu seketaris istananya yaitu Lee Teuk,  satu kepala koki yaitu Lee Seung Min, satu staff pelayan yaitu Im Yoona, dan satu tukang kebun yaitu Lee Donghae. Sooyoung tak ingin kebisingan mengihidupi istananya, semenjak tragedi saat ia berumur 13 tahun itu, rasanya ia begitu trauma dengan suara banyak orang yang berada dirumahnya.

“Selamat pagi tuan muda Choi.”

“Selamat pagi tuan muda Choi.”

“Selamat pagi tuan muda Choi.”

Sapa para pelayan Sooyoung setelah ia duduk dimeja makannya.

“Apa menu pagi ini, Kyuhyunssi?”

“Sup Asparagus yang bahan-bahannya kami impor dari Eropa. Dengan teh merah bunga rosella yang kami petik dari kebun kita sendiri tuan muda Choi.”

“Harumnya sangat memikat. Mengapa di teh ini masih ada sekelopak bunga, Cho?” marah Sooyoung.

Byur… Sooyoung menumpahkan air teh itu pada wajah Kyuhyun.

“Maafkan saya tuan muda saya akan menggantinya. Yoona, bersihkan semua ini.” Lagi-lagi iblis yang tak berperasaan itu hanya tersenyum tenang dan hanya mematuhi perintah tuannya. Aura angkuh nan sombong yang dimiliki Sooyoung tak membuat Kyuhyun lantas marah atau membangkang atas perintah dari tuannya itu. Perjanjian kontrak yang telah mereka ikat adalah suatu kemutlakan yang tak akan pernah mereka berdua bisa dustai.

“Ada berita apa hari ini, Cho?”

“Beredar rumor pembunuhan berantai dari kota Seoul, tuan. Dimana salah satunya pemegang saham terbesar kita terbunuh di club daerah gangnam, tersangkanya kemungkinan besar adalah dari pembunuh berantai itu juga sebab kami mencurigai dari  jejak yang ditinggalkan pembunuh berantai itu selalu sama, yaitu setangkai mawar merah, tuan.” Dengan menyerahkan beberapa lembar Koran di tanggal itu kepada tuan mudanya.

“Apa penyebab utama pembunuhan terjadi?”

“Setelah diselidiki, pembunuh berantai itu hanya mengambil nyawa dari orang-orang kaya dan berpengaruh. Selain itu semua korbannya adalah laki-laki berusia 30 hingga 40 tahunan, tuan. Dan desas desus yang beredar semua laki-laki itu juga mempunyai riwayat yang sangat tak perkeperimanusian terhadap perempuan, tuan.”

“Mawar merah? Apakah ada petunjuk lainnya?”

“Untuk saat ini belum ada, tuan.”

“Emm, aku sudah selesai makan. Cho, ayo kita bersiap ke Gangnam.”

Yes, my lord.”

***

“Oh… Selamat pagi tuan muda Choi, ada apakah anda datang kesini tuan muda? Tempat ini masih harus diselidiki tuan.”

“Tadi malam yang terbunuh adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahaanku, inspektur Choi Siwon. Tentu aku juga ingin kejelasannya atas kejadian ini.”

“Maafkan kelancangan saya tuan. Pembunuh ini meninggalkan jejaknya dengan setangkai bunga mawar yang diletakkan di dada sang korban. Dan ada saksi yang mengatakan bahwa pada saat korban kekamar mandi ada seseorang wanita bergaun merah masuk juga ke kamar mandi itu. Namun anehnya, wanita itu tidak keluar dari pintu kamar mandi, ia seperti menghilang begitu saja atau bahkan terbang tanpa melewati pintu itu. Maka dari itu kami sama sekali tidak memiliki petunjuk lain, tuanku. Hanya dari kesaksian yang tidak dimasuk akal itu yang kami dapati.”

“Baiklah, tolong diselidiki lebih lanjut inspektur Choi.” Dengan salam mereka mengakhiri perbincangan.

Didalam mobil Cho Kyuhyun dan Sooyoung duduk berhadapan. Mobil limo menjadi pilihan kendaraan yang ditumpangi Sooyoung sehari-hari.

“Jadi apa yang kau dapatkan dari tempat kejadian tadi?” Tanya Sooyoung dengan kepala pelayannya itu. Dengan kekuatan yang melebihi para manusia pada umumnya, Kyuhyun dapat mengetahui keanehan yang lain dari yang diketahui manusia biasa.

“Disana memiliki aura hitam pekat, sudah dapat dipastikan ini dilakukan oleh iblis. Dan saya melihat goresan kecil seperti bekas goresan gergaji pada lantainya. Hanya itu saja tuan yang saya lihat.”

“Emm, lalu bagaimana kita menyelidikinya, cho?”

“Bila berhubungan dengan iblis, mari kita tanyakan pada Under Taker (pengurus pemakaman), tuan.”

***

“Tempat ini terlalu kumuh, Cho.”

“Under Taker tidak memiliki pesona layaknya iblis, tuanku. Ia hanya senang dengan jiwa-jiwa tak terkontrak atau orang-orang tak memiliki tujuan hidup tuanku, maka dari itu UnderTaker adalah iblis yang terlihat seperti sampah.”

Setalah penjelasan yang panjang lebar itu pintu rumah UnderTaker terbuka lebar dan mengejutkkan Sooyoung. Seakan UnderTaker mengetahui keberadaan mereka berdua dan mengetahui apa yang mereka perbincangkan atas kejelekan UnderTaker.

“Silahkan berada dibelakang saya tuan.”

Dengan tenang kyuhyun dan sooyoung memasuki ruangan yang gelap itu hanya dengan sedikit cahaya dari pintu masuk itulah Sooyoung dapat melihat jalan masuknya. Rumah ini terlalu dipenuhi hanya dengan peti-peti yang berdesain dari kayu. Sooyoung tak tau apakah disalah satu peti ada mayatnya atau tidak, suasana diruangan itu benar-benar meyeramkan. Dalam rumah itu hanya ada satu pintu yaitu yang Sooyoung dan Kyuhyun lewati tadi, tak ada jalan keluar lain selain itu. Bahkan jendelapun tak ada. Dan tak ada pula ruang-ruangan lainnya.

Tak ada tanda-tanda UnderTaker untuk menyama tamunya. Lalu..

Krekk.. suara salah satu peti dari sisi kiri tiba-tiba terbuka dengan pelan. Menampilkan sosok orang dengan jubah hitam panjang dengan topi ala pesulap dan rambut putih panjang menjulai pada tubuh ringkihnya. Sungguh sosok iblis yang menyeramkan.

“Cho Kyuhyun, iblis dengan pesona mengagumkan bersama dengan tuannya. Ada apa kalian berkunjung ke gubuk kecilku ini?” Tanya UnderTaker pada tamunya. Dengan senyum mencurigakan yang menunjukkan gigi-gigi taring runcingnya itu ia tunjukkan pada Sooyoung, namun salah jika ditunjukkan pada tuan Kyuhyun yang satu ini. Sooyoung telah menghadapi iblis maupun manusia yang lebih mengerikan dari bayangkan manusia biasa. Takut bukanlah lagi yang menjadi kelemahannya, apalagi ada Kyuhyun iblis yang akan menjaganya dan mematuhi perintahnya tentu tak akan ada didunia iblis maupun didunia manusia yang akan ditakutinya. Jadi hanya dengan itu UnderTaker menakuti Sooyoung, tak akan pernah Sooyoung menciut keberaniannya.

“Ada yang ingin kami tanyakan padamu. Tentang pembunuhan berantai yang sedang marak terjadi. Kau pasti taukan iblis apa yang telah membunuh mereka semua. Karena dari mayat-mayat yang telah dikirimkan padamu, kau pasti sudah mencurigai pembunuhan ini dilakukan oleh para iblis.” Jelas Kyuhyun.

“Apa imbalanmu jika kuberitahu informasi itu?”

“Dengan satu karung emas, apakah itu cukup untukmu?” jawab Sooyoung.

“Maaf tuanku, kami para iblis tak membutuhkan harta dari duniamu kami menyukai jiwa-jiwa yang para manusia miliki. Dan kau memiliki jiwa yang murni tuanku, tak bisakah kau memberikanku dengan setetes darahmu itu? Itu sudah sangat mempuaskan hasratku, tuanku.” Ujar UnderTaker dengan sambil mencium telapak tangan Sooyoung.

Kyuhyun yang tak terima, mendorong UnderTaker dengan mencekik lehernya dengan kuat. Sontak membuat terkejut UnderTaker maupun Sooyoung. Kyuhyun tak terima jiwa murni tuannya dibagi pada seorang iblis sampah seperti UnderTaker.

“Apa kau sudah gila meminta hal seperti itu pada tuanku? Kau berani macam-macam padaku? Tak pantas kau meminta hal seperti itu pada tuanku kau hanyalah iblis sampah yang hanya menerima dari manusia-manusia berjiwa sampah juga. Kau tau itu!” kecam Kyuhyun pada UnderTaker. Jelas dari mata Kyuhyun berubah warna, sosok iblis yang sebenarnya seakan ingin keluar dari sosoknya yang sekarang menyerupai bentuk manusia. Marah itu seakan tak terkendali, karena ini menyangkut makanan penutup yang ia tunggu-tunggu yang akan diberikan oleh tuannya.

“Kyuhyun cepat selesaikan ini. Aku ingin tau informasinya.” Dengan nada dingin nan angkuh Sooyoung berucap. Sooyoung tak memperdulikan perkelahian yang terjadi antara Kyuhyun dan UnderTaker yang ia inginkan hanyalah informasi itu, karena informasi itu akan berujung pada tujuannya juga. Tujuan pembalasan dendamnya.

Yes, my lord.” Jawab Kyuhyun dengan senyum iblis yang mempesona.

“Tunggu!” teriak UnderTaker untuk menghentikan pukulan yang akan diterimanya dari Kyuhyun. “Baiklah aku akan memberitahukan pada kalian, siapa iblis yang mendalangi pembunuhan ini.”

Kyuhyun dan Sooyoung tersenyum dalam hati mereka, ancaman memang sangat diperlukan disaat-saat yang tidak menguntungkan seperti tadi.

“Namun ada satu syarat tuanku, yang aku ingin kau tepati yaitu berikanlah hambamu ini dua karung emas tuanku.” Sambil membungkuk dihadapan Sooyoung.

“Baiklah akan kupenuhi persyaratan itu.” Ucap lantang Sooyoung. Sungguh ia adalah perempuan pemberani yang pernah ada pada jamannya.

“Iblis ini, kami memanggilnya The Reaper. Dengan sebuah gergaji yang menjulang tinggi dengan duri tajam yang terdapat disisi gergajinya akan meyakitkan para jiwa-jiwa manusia itu dengan perlahan. Keji, kejam, sadis entah bagaimana menggambarkan rasa sakit yang dialami para korbannya, namun yang pasti bagi kami para iblis suara tetasan-tetesan darah membuat kami sangat puas dan berhasrat. Lalu memakan jiwa-jiwa mereka yang kesakitan itu adalah puncak dari kenikmatan kami, tuanku.”

“The Reaper. Apakah ada waktu tertentu ia membunuh para korbannya?” Tanya Sooyoung lebih lanjut.

“Purnama adalah waktu yang sangat kami para iblis senangi untuk memakan para jiwa manusia, tuanku.”

“Baiklah, kau akan menerima imbalannya besok. Kyuhyun yang akan memberikannya padamu UnderTaker. Senang berkenalan denganmu.” Ucap Sooyoung dengan melayangkan jabatan tangan pada UnderTaker.

Lalu disambut dengan senang hati pula UnderTaker menerimanya. Mencium telapak tangan adalah bagian kehormatan yang ditunjukkan oleh rekan bisnis.

“Senang berkenalan juga, tuanku. Senang dapat membantu anda.” Dengan masih menunjukkan senyum mengerikan yang dimiliki UnderTaker.

“Ayo Kyuhyun.”

Yes, my lord.”

***

Dalam ruangan yang cukup besar itulah dimana Sooyoung merenungi semua masalah dan potongan-potongan kejadian yang pernah terjadi padanya. Hembusan angin dari arah jendela yang berada tepat dibelakangnya, ia duduk dengan tenang menikmati sejuknya udara yang ia hirup. Sudah tahun ke-6 ini ia telah merasakan musim demi musim yang tak ingin ia lewati, di mulai dari musim dingin yang dapat membekukan jari-jari ditangan maupun dikaki sungguh dingin yang mengerayapi tubuhnya tak ada yang dapat menghangatkannya.

Lalu musim yang mungkin orang-orang tunggu karena keindahan tumbuh-tumbuhan yang mulai bermekaran itu tak sedikitpun dapat menggerakan hati Sooyoung untuk menunggu musim itu, musim semi. Lalu dilanjutkan oleh musim dimana seharusnya anak-anak seusia Sooyoung telah menikmati kencannya dengan udara panas nan ceria itu dengan kicuan-kicauan suara burung yang menambah kecerian dimusim panas itu, namun lagi-lagi sensasi dari musim ini tak membangkitkan ketertarikannya pada Sooyoung yang mulai beranjak remaja itu.

Dengan musim gugur inipun Sooyoung tak memberikan semangat pada pohon-pohon yang telah menggugurkan daun-daunnya yang mulai menguning itu. Hingga musimpun kembali pada waktunya, tak terasa Sooyoung telah melewati 6 musim dingin, 6 musim semi, 6 musim panas, 6 musim panas itu dengan perasaan hampa. Keluarga tercintanya telah direnggut darinya diusia dimana ia masih sangat membutuhkannya, kalau dipikir-pikir kembali potongan demi potongan ingatan menyesakkannya terulang. Saat-saat yang sungguh tak ingin diingatnya kembali, semakin benci pula ia dengan para pembunuh yang begitu keji merebut kebahagiannya dengan ayah dan ibunya. Tak terasa tetesan-tetesan air mata itu kembali mengalir dari pelupuk mata indahnya itu, terjun dengan perlahan melewati pipi tembamnya lalu menyusuri permukaan kulit wajahnya.

“Nona muda.” Panggil Kyuhyun.

Dengan mata sembab dan pandangan tajam Sooyoung berikan pada Kyuhyun. Sungguh Sooyoung membenci jika dipanggil nona muda.

“Ini kue coklat dengan siraman madu dan dilumuri dengan parutan keju, dimana coklat kami datangan dari negeri Belgia, dan keju kami kirimkan langsung dari negeri Belanda, sedangkan untuk madunya sendiri kami ambil dari perkebunan dibelakang istana kita, nona muda.” Dengan meletakkan irisan sepotong kue yang terlihat lezat itu didepan meja Sooyoung.

Tak habis pikir, Sooyoung membanting coklat tak berdosa itu ke lantai.

“Balaskan dendamku! Balaskan dendamku Kyuhyun. Akhhh..” dengan tangisan memilukan dan dengan teriakkan frustasi, Sooyoung tujukan pada penjuru ruangan yang telalu luas nan sepi itu.

Dengan sigap pula Kyuhyun memeluk nona mudanya itu. Sooyoung hanya ingin meluapkan kekesalannya dan kepedihannya. Kyuhyun yang mengerti akan itu semua hanya dapat memberikan pelukan protektifnya, tak dapat menyalurkan kehangatan maupun kasing sayang yang lebih karena lagi-lagi ia hanyalah seorang iblis yang terlalu banyak pesona dan iblis yang akan memakan jiwa nona mudanya itu. Bagi Kyuhyun juga, ia tak pantas menerima perlakuan lebih dari nona mudanya itu.

“Nona muda anda harus bersiap, sebentar lagi adik dari nyonya besar akan datang mengunjungi anda.” Ucap Kyuhyun setelah melepas pelukannya pada Sooyoung.

“Madam Red maksudmu?” dengan senyum lebar Sooyoung menyambut berita baik itu dari Kyuhyun.

Madam Red adalah adik dari ibunya kadunganya. Sudah 2 tahun mereka tak bertemu dikarenakan Madam Red yang suka mengelilingi dunia. Sooyoung sangat mencintai bibinya itu, dari dulu bibinya yang satu itu memang sangat dekat dengan Sooyoung.

Dengan cepat Sooyoung mengganti pakaiannya dengan lebih rapi. Warna yang senada dari jas biru tua dengan celana tigaseperempatnya, semua terlihat begitu elegan dan mempesona layaknya laki-laki pada umumnya. Sepertinya Sooyoung tak tau kemarahan yang akan ditunggunya dari sosok bibinya itu. Tentu siapa yang senang dengan keponakan cantiknya itu berubah menjadi sosok pria? Dari model pakaiannya yang menyerupai laki-laki lalu perilakupun layaknya laki-laki.

“Yuhuuu… Sooyoung, keponakan cantikku?” ucap wanita yang kini telah berusia 35 tahun itu dengan suara ceria. Menelusuri ruangan demi ruangan dengan mencari keberadaan keponakan perempuan satu-satunya itu, darah daging dari kakak perempuan tercintanya.

Pintu demi pintu, wanita berparas cantik dengan mini dressnya berwarna merah itu membukanya dengan semangat demi mencari sosok Sooyoungnya. Suara ketukan dari sepatu kayu yang digunakan Madam Red menggema ke seluruh ruangan kosong yang ia lewati, keberisikan terjadi dikarenakan langkahnya yang lincah dengan suaranya yang sedang memanggil-manggil nama Sooyoung itu.

Dengan tergesa-gesa pula Sooyoung menghampiri bibinya yang berada di ruang makan. Entah lelah atau apa akhirnya Madam Red duduk di ruangan makan dengan menunggu keponakan cantiknya itu disana sambil ditemani pelayan setianya Grell Sutcliff. Pelayan laki-laki dengan memakai  kaca mata segi empatnya dan rambut panjangnya yang diikat kebelakang itu, berdiri tegap di belakang majikannya dengan senyum ceria yang tak pernah lepas darinya, pelayan yang satu ini memang berbeda dari Kyuhyun yang jarang tersenyum dan lebih pendiam, Grell selalu menampakan keceriaan dimanapun ia berada dari senyum maupun tingkah lakunya, namun karena terlalu cerianya itu ia menjadi begitu ceroboh setiap melakukan sesuatu.

“Silahkan Madam, ini jus tomat manis yang anda inginkan.” Ucap Lee Teuk sambil meletakkan segelas jus tomat itu dihadapan Madam Red.

“Hai Lee Teukssi, apa kabarmu? Kau terlihat tambah tampan dengan pertambahan usiamu.” Goda Madam Red.

“Sejauh ini saya baik-baik saja Madam. Madam sendiri bagaimana keadaan anda? Sudah 2 tahun anda telah berkunjung keberbagai Negara di belahan dunia ini.” Dengan senyum ramah dan sangat begitu mempesona ia tunjukan pada orang-orang dihadapannya.

“Ya beginilah masih tetap single, tak ada laki-laki menghampiriku.”

Dibalas dengan senyuman yang masih mempesonanya dari seorang Lee Teuk.

“Madam Red!” teriak Sooyoung setelah membuka pintu ruang makan itu dengan kasarnya, hingga suaranya menggelegar diseluruh istananya.

“Sooyoungku.” Senyum hangat Madam Red berikan pada Sooyoung yang sudah 2 tahun ini ia rindukan.

Mereka saling berpelukan menyalurkan kerinduan yang masing-masing mereka pendam. Disore itu dalam ruang makan kini dipenuhi senyum kebahagian dari semua orang yang berada disana.

“Sooyoung! Ternyata selama bibi tinggal, kamu masih memakai pakaian ini huh?” marah Madam Red.

“Ini…” sebelum Sooyoung memberikan penjelasannya Madam Red yang terlanjur marah, meyeret paksa Sooyoung untuk ke kamar Sooyoung. Dibelakang mereka berdua telah diikuti oleh pelayan masing-masing, Kyuhyun dan Grell.

Sooyoung, Madam Red, Kyuhyun dan Grell telah berada di ruangan yang dipenuhi baju-baju yang tepatnya lemari baju Sooyoung, dengan Madam Red yang berdiri disana dengan air muka yang terlihat terkejut atas yang sedang ia lihat di ruang baju Sooyoung itu. Baju-baju dari kemeja, tshirt dan jas laki-laki yang telah berjejer rapi dengan sesuai warnanya, sepatu laki-laki yang telah berjejer rapi dirak sepatu, terletak pula aksesoris lainnya yang biasa laki-laki pakai seperti jam tangan, dasi, ikat pinggang, sapu tangan dan parfum yang telah terletak rapi di ruangan yang tak cukup besar itu dari pada ruangan yang lainnya.

“Sooyoung buang semua ini atau harus bibi sendiri yang membuang barang-barang ini? Oh tidak, Kyuhyun pindahkan semua barang-barang ini keruanganmu sekarang juga. Nanti setelah aku pulang, semua barang-barang ini sudah harus tidak ada disini. Dan kau Sooyoung ikut bibi sekarang juga ke Young Plaza Myeondong untuk membeli semua yang kau perlukan sebagai seorang wanita.” Murka Madam Red dan langsung memberikan perintah-perintahnya pada semua orang yang berada didekatnya itu.

“Tapi bi…”

“Maaf bibi tak ingin dengar bantahan ataupun penjelasan. Karena yang jelas bibi tau kalau kau itu adalah wanita tulen yang sempurna cantiknya, tak pantas kau menjadi layaknya laki-laki seperti ini. Kau mengerti! Ayo Grell siapkan mobilnya.”

Yes Madam.”

***

Young Plaza Myeondong menjadi pilihan Madam Red untuk mencari semua kebutuhan Sooyoung untuk menjadi perempuan. Dimulai dari pakaian, sepatu, tas, dan aksesoris pembantu yang akan melengkapi menyempurnakan seorang gadis kurus nan tinggi itu.

Dengan make over ala Madam Red itu, Sooyoung pusing sendiri melihat bibinya itu mondar-mandir dengan membawanya keseluruh took yang tersedia digedung itu. Ternyata setelah 5 jam waktu yang terbuang bukan hanya kepala Sooyoung dibuat pusing namun dari kepala hingga ujung kakinya juga begitu lelah. Hanya sebotol air putih yang menemani kelelahannya selama 5 jam ini tanpa berhenti barang sejenakpun, sepertinya bibinya terlalu murka dengan kelakuan keponakan satu-satunya itu hingga semangat seperti itu. Sooyoung juga tak ingin membuat bibi tersayangnya itu menghentikan kegiatan mereka, tentu disisi lain ia juga merindukan berjalan-jalan bersama bibinya yang telah ia anggap sebagai pengganti ibunya itu.

“Kau begitu cantik dengan gaun hitam ini. Kau sudah dewasa ternyata, Soo.” Ucap Madam Red sambil memperhatikan Sooyoung yang sedang mengenakan gaun hitam panjang polos dengan bagian pundak yang terekspos memperlihatkan warna kulitnya yang tidak terlalu putih maupun tak terlalu hitam itu. Begitu anggun layaknya wanita-wanita bangsawan yang memiliki garis keturunan dewi-dewi Yunani kuno.

Sooyoung hanya menanggapi semua perkataan bibinya itu dengan senyum yang begitu tulus, begitu dalam arti kata yang diucapkan bibi tersayangnya itu, tak kuasa Sooyoung menahan mata yang telah berkaca-kaca itu. Ia hanya beranggap seandainya ibunya juga dapat bersamanya kini, melihatnya yang telah tumbuh dewasa ini, yang telah menjadi wanita sesungguhnya, yang sedang memakai gaun wanita ini, ya jika saja.

“Grell, pesan semua gaun yang ada ditoko ini, aku suka semua desainnya.”

Yes Madam.”

Entah telah berapa uang yang mereka berdua keluarkan untuk membeli pakaian-pakaian itu, namun satu yang pasti jumlah ini semua belum mencapi 1% dari harta kekayaan mereka. Bahkan semua toko yang ada di gedung itu dapat mereka beli, itulah gambaran kekayaan yang mereka miliki.

Setelah kegiataan yang melelahkan itu, Sooyoung dan Madam Red duduk bersantai diruang makan istana Sooyoung sambil menunggu makanan yang akan disajikan oleh Kyuhyun.

“Soo, besok ada acara penyambutan kepulangan bibi. Kau datanglah dengan image baru, sebagai wanita keluarga Choi.”

“Iya Madam Red. Huh, hari ini hari melelahkan besok bibi harus memberiku banyak makanan yang terlezat didunia.”

“Begitu kekanak-kanakan, mana ada wanita remaja yang meminta makanan! Harusnya kau minta bibi untuk mencarikan pendamping untukmu. Lihat saja besok, bibi akan mencarikan pangeran-pangeran dari perusahaan terkenal di Korea. Oh atau perlu bibi carikan dari luar negeri.”

“Maaf menunggu, ini sup labu yang telah dipadu dengan daging lobster segar dan taburan almond hitam. Masing-masing kami impor dari Negara yang terkenal dengan kesegarannya.” Ucap Kyuhyun yang datang dengan membawa makanan mewahnya.

“Dan ini jus mangga yang kami petik langsung dari kebun kami untuk Madam Red. Dan white wine untuk nona muda.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum simpul pada Sooyoung.

Wine? Soo tidak setiap malamkan kau meminum minuman berakohol ini? Ini tidak sehat Soo dan juga…” Madam Red menghentikan perkataannya dan menutup matanya sejenak. Mengisi paru-parunya dengan oksigen yang telah menipis yang takut-takut membuat darah tingginya akan mulai naik lagi. “Bibi tau, sangat mengerti yang kau alami Soo. Bibi juga kehilangan, Soo, kau tau itu. Tapi yang pasti bukan ini yang mereka inginkan dengan perilakumu yang tak habis bibi pikir ini. Bibi juga tak bisakan berada disampingmu selalu dan menasehatimu setiap tingkah lakumu, kau harus mandiri Soo. Setidaknya mejaga kesehatanmulah itu yang pasti mereka harapkan dan membuat kebahagiaan bersama keluarga kecilmu nantinya.” Lanjut Madam Red panjang lebar.

Tapi untuk kali ini Sooyoung tak merespon nasihat yang bibinya ucapkan itu. Karena ia merasa, semua itu telah tidak berlaku untuk hidupnya semenjak dirinya telah berkontrak dengan iblis yang kini menjadi pelayannya itu untuk satu tujuan.

“Iya bi, tentu aku mengerti itu. Maafkan aku, aku akan melakukan yang terbaik aku berjanji.” Jawab Sooyoung setelah beberapa menit ia mencari jawaban yang tepat untuk bibinya itu. Ya, ia telah berjanji dengan bibinya untuk menjaga kesehatannya setidaknya itulah yang kini hanya bisa ia lakukan dan tidak untuk membuat keluarga kecil untuk dirinya. Iya, maaf tapi tidak untuk yang satu itu.

***

“Apa yang ingin anda gunakan untuk malam mini, nona muda?” Tanya sang pelayan, Kyuhyun.

“Hitam, aku ingin gaun hitam. Pilihkan untukku.” Ia berucap tanpa melihat lawan bicaranya itu. Hanya memandang bulan yang tampak cantik baginya dari jendela besarnya yang ada di kamar pribadinya itu.

Yes, my lord.

“Tunggu, untuk saat ini jangan panggil aku tuan muda. Aku ingin menjadi wanita. Dan jangan lupakan untuk ambilkan rambut palsu untuk acara malam mini.”

Yes, my lady.” Terakhir Kyuhyun tak pernah melupakan senyum mempesonanya.

Dengan anggun nan cantik Sooyoung keluar dari mobil mewahnya. Long dress hitam yang memperlihatkan lekukan tubuh jenjangnya, dengan bagian pundak yang terekspos, dan tak ketinggalan sepatu berwarna gold yang manjadi alas kakinya memperindah kaki jenjangnya itu semua membuatnya begitu bersinar dikegelapan malam itu. Bagai tokoh Cinderella yang mempunyai aura kecantikan dan kebaikkan yang terpancar hanya pada malam itu hingga waktu dini harinya.

Tak ketinggalan sang pelayan yang menjadi pendampingnya, yang menggenakan tuxedo dengan warna yang senada. Jas hitam pas bodynya yang membuat kulit putihnya begitu bersinar, didasari oleh kemeja putih yang didampingi dengan  celana hitam dan sepatu kulit hitamnya yang semakin memperlihatkan pesonanya menjulang tinggi. Aura pengeran dan seorang putri terpancar dari mereka, begitu membuat minder tamu-tamu yang ada diluar gedung itu.

Istana bibinya ini memang tak terlalu besar dibanding istana miliknya namun istana Madam Red masih menjadi salah satu rumah yang terbesar di ibukota Korea Selatan ini, Seoul. Kini istana Madam Red begitu ramai dengan tamu-tamu terhormatnya yang ia undang. Tak ketinggalan pangeran-pangeran dari belahan duniapun diundang oleh Madam Red, tujuannya untuk memperdekat hubungan kebangsawanannya selain itu tujuan lainnya adalah untuk mencarikan pendamping bagi keponakan satu-satunya.

Jelas sudah, couple Kyuyoung menjadi sorotan puluhan pasang mata saat pintu utama terbuka untuk mereka. Pesona yang mereka miliki menjadikan mereka star di aula yang menjadi tempat pesta itu dilaksanakan. Sooyoung yang mengaitkan tangannya dengan tangan Kyuhyun, membuat mereka berdua menjadi pasangan yang begitu serasi para tamu pun merasakan hal yang sama atas keserasian dari mereka berdua yang membuat orang begitu iri. Cantik dan tampan, begitu sempurna.

Namun, ada diantara para tamu itu ada tatapan yang tidak suka atas kecocokan Kyuhyun dan Sooyoung, dengan mata merah yang dimilikinya.

“Sooyoung, ayo ikut bibi. Bibi akan perkenalkan dengan kolega-kolega bibi.” Ucap Madam Red dengan lembut dan tidak tertinggal senyum manisnya.

Sooyoung hanya tersenyum manis untuk menjawab ucapan bibinya. Dan Kyuhyun berpindah tempat, berawal dari samping Sooyoung berubah menjadi dibelakang nona mudanya itu. Ya, dirinya juga menyadari siapalah dia, ia hanyalah pelayan Sooyoung.

Kesana kemari Sooyoung dibawa oleh bibinya itu untuk menemui laki-laki yang tak jauh tampan dari Kyuhyun itu dikenalkan pada Sooyoung. Mereka bukan hanya tampan dari paras, namun terlihat cara tutur bicara dan perilaku yang begitu sopan begitu mempersempurnakan keelokan para pangeran-pangeran dari negeri luar itu. Sooyoung hanya tersenyum ramah dan berlaku sopan untuk menyambut perkenalan-perkenalan dari pangeran-pangeran itu. Sooyoung tak banyak bicara atas obrolan yang dilontarkan bibi maupun laki-laki berdarah biru itu semua. Rasanya Sooyoung juga malas untuk menanggapi obrolan yang menurut Sooyoung tak penting untuknya. Ya hanya menjadi pendengar yang baik juga sudah cukup untuk menghormati para laki-laki terhormat itu dan bibinya itu.

Bagi Sooyoung ini malam yang cukup membosankan dan begitu melelahkan. Tentu ia tak akan meninggalkan acara penyambutan bibinya itu dengan tiba-tiba menghilang seperti yang ia lakukan diacara-acara formil lainnya, tentu yang satu ini berbeda untuknya. Ia hanya memerintahkan Kyuhyun sang pelayannya itu untuk mengambilkan macam makanan yang mempunyai khasiat menambah energy salah satunya coklat. Chocolate cake menjadi pilihan Kyuhyun untuk diberikan pada nona mudanya itu.

Sooyoung tanpa mengucapkan terima kasihnya langsung melahap chocolate cake itu. Sepertinya ia memang lapar dengan tanpa memperdulikan puluhan mata yang masih menatap dirinya dengan pelayannya itu. Dengan terkejut bibinya itu menghampiri Sooyoung dengan tergesa-gesa.

“Sooyoung, cara makanmu itu tolong diperlembut. Mengerti! Kau ini putri dari keluarga terhormat sayang, tolong mengerti. Dan Kyuhyun menjauhlah dari Sooyoung, ayo Sooyoung kau ikut dengan bibi saja.” Ucap Madam Red dengan tegas.

“Iya Madam.” Sooyoung hanya menuruti bibinya itu.

Yes Madam.” Ucap Kyuhyun dengan sopan.

Acara ini hampir memasuki tengah malam, hiruk piruk mulai tak terdengar. Para tamu undangan satu persatu meninggalkan acara besar itu kembali dengan mobil-mobil mewah mereka menuju kediaman masing-masing. Acara semalaman yang digelar dengan cukup mewah nan megah itu kini telah usai. Sooyoung dan Madam Red juga sudah merasa lega atas berakhirnya acara tersebut.

Sooyoung dan Madam Red duduk diruang keluarga yang tak jauh dari tempat acara tadi berlangsung. Melepas kelelahan mereka, Sooyoung dan Madam Red mulai mengobrol.

“Setelah malam ini semoga ada salah satu dari laki-laki tadi yang akan menghubungimu Soo.”

“Madam, aku belum menginginkan hubungan apapun dengan laki-laki manapun. Aku masih ingin bebas Madam.” Jujur Sooyoung pada bibinya.

“Madam tahu itu. Tapi setidaknya teman laki-laki adakan, siapa ta salah satu diantaranya itu jodohmu.” Tutur Madam Red.

“Ya, terserah Madam sajalah. Nanti juga ada jalannya.” Pasrah Sooyoung.

“Maaf mengganggu nona muda, mobil sudah saya siapkan di depan.” Ucap Kyuhyun yang datang di tengah obrolan Sooyoung dan Madam Red.

“Baiklah Madam, ini sudah larut aku akan permisi pulang.” Ucap Sooyoung dengan sopan sambil berdiri bersiap untuk pergi.

“Kau ini, disuruh menginappun tak mau. Yasudah berhati-hatilah diperjalanan nanti.” Ucap Madam Red dengan penuh sayang.

Dengan berpelukan ringan dan mengucapkan salam. Sooyoung pergi meninggalkan istana bibinya itu.

Didalam mobil, Sooyoung yang sedang duduk di bangku belakang dengan Kyuhyun yang duduk dikursi depan yang sedang mengemudikan mobil itu, tak ada suara yang tercipta. Hanya deru AC mobil dan mesin mobil yang sedang melaju itulah yang mengeluarkan suaranya. Sooyoung hanya memandang kearah luar jendela, menatap jalanan malam yang sepi dan diselimuti oleh gelapnya malam. Cahaya lampu yang samar dengan suara dalam kegelapan, membuatnya banyak berpikir, entah itu hidupnya yang sekarang maupun dikehidupannya selanjutnya. Kyuhyunpun tak membuka mulutnya untuk merubah suasana itu, hanya fokus pada jalanan yang sudah melenggang sepi itu.

Mobil mewah yang dikendarai Kyuhyun dan Sooyoung berhenti di istana megah milik Sooyoung. Kyuhyun dengan sigap membuka pintu mobil untuk nona mudanya, Sooyoung tak menghiraukan perlakukan Kyuhyun itu melenggang masuk keistananya itu dengan santai dan dengan air muka yang terlihat jelas lelahnya.

Kyuhyun hanya dapat mengikuti nona mudanya itu dari belakang tanpa satu katapun yang keluar. Dan tiba-tiba Sooyoung menghentikan jalannya menuju kamar tidurnya.

“Kyu, ambilkan satu botol wine. Aku ingin meminumnya saat ini.” Perintah Sooyoung tanpa menoleh ke lawan bicaranya itu dan lagi-lagi langsung melenggang berjalan menuju kamar tidurnya.

Yes, my lady”

Tak berapa lama Kyuhyun dengan wine merah yang berada ditangan kanannya itu dengan satu gelas berada ditangan kirinya. Lalu diletakannya pada meja rias disampingnya tersebut, membuka penutup wine tersebut lalu menuangkan wine kedalam gelas crystal bening itu dengan perlahan, jika dilihat dengan gerakan slowmotion saat Kyuhyun melakukan itu semua akan benar-benar menjadi pemandangan yang begitu mempesona dan ntah kelelahan atau terpikat Sooyoung melihat Kyuhyun dengan pandangan berbeda. Ya sepertinya pesona pelayannya itu baru ia sadari.

Kyuhyun yang tak lupa senyum saktinya itu memberikan segelas wine itu pada Sooyung. Sooyoung yang menerima itu tersenyum miring meremehkan perlakukan Kyuhyun. Namun tak sejalan dengan otaknya, hati Sooyoung jelas berdegup kencang atas tingkah laku Kyuhyun padanya.

Jelas malam ini berbeda. Udaranyapun bagi Sooyoung berbeda.

Satu tegukkan ia habisakan wine­-nya, meminta Kyuhyun untuk mengisikan ulang pada gelasnya. Sudah setengah botol wine telah Sooyoung minum, antara sadar dan tak sadar Sooyoung melihat sekelilingnya, pusing yang ia terima membuat ia bertambah lelah dan rasa kantuk yang amat terangat dirasakan olehnya. Kyuhyun yang melihat itu sadar bahwa nona mudanya itu belum melepaskan baju long dress yang dikenakan oleh Sooyoung pada acara tadi. Dengan sigap Kyuhyun menyadarkan kembali nona mudanya itu, dan menanggalkan satu persatu pakaian yang melekat pada Sooyoung.

“Kau! Apa yang kau lakukan, huh?” teriak Sooyoung sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan kuat, sedang tangan Kyuhyun yang membuka kancing pada pakaian Sooyoung.

Sebelum Kyuhyun sempat menjawab tiba-tiba Sooyoung meraup bibir merah Kyuhyun dengan ganas dan dalam satu hentakan ia membuat ciuman itu terasa lebih inti dan dalam. Aroma alcohol tercium saat mereka berdekatan seperti itu.

Bibir yang jelas sedingin es itu membuat jantung Sooyoung berdebar-debar, tanpa sadar. Sooyoung menahan nafas dengan bibir Kyuhyun yang mulai menjawab atas ciuman Sooyoung. Kyuhyun menciumnya dengan kuat dan sentuhan tangannya yang membuat Sooyoung memberhentikan sejenak ciuman panas mereka.

Sebelum Sooyoung maupun Kyuhyun berkata apa-apa, nafsu yang mereka miliki lebih besar untuk melanjutkan inti dari ciuman tersebut. Kini wanita didepan Kyuhyun itu membuatnya bergairah tanpa penjelasan apapun. Ia hanya menyentuh wajah Sooyoung yang terlihat berbeda dari hari biasanya itu dengan ujung jarinya. Dari mata hingga pipi Sooyoung jelas terlihat memerah, ntah karena mabuk atau malu. Menyentuh wajahnya yang terasa lembut seperti krim itu membuat nafas Kyuhyun semakin menderu.

“Cantik.”

Sooyoung yang mau tak mau menahan nafas pula melihat rasa haus yang mendalam dari tatapan mata dan sentuhan Kyuhyun yang kini terlihat jauh berbeda dari biasanya. Sooyoung hendak membuka mulutnya dan hendak berkata sesuatu, namun apa daya yang keluar dari mulutnya hanyalah suara helaan nafas pelan yang begitu menggairahkan dipendengaran masing-masing.

“Hm, Kyuhyun.”

“Sst,”

Seolah tak memberi pilihan apa-apa pada Sooyoung, Kyuhyun menariknya kedalam pelukannya dan menciumnya dengan dalam.

Lebih dekat. Lebih dalam.

Nafas mereka semakin cepat dan tangan merekapun semakin sibuk.

“Aku ingin melakukannya perlahan, tapi sepertinya aku tidak bisa.”

Kyuhyun berkata dengan jujur kepada Sooyoung yang berada dibawah tubuhnya. Namun, berbeda dengan pengakuannya, Kyuhyun ternyata adalah iblis yang romatis dibalik sisi dinginnya. Ototnya-ototnya terlihat dilengannya yang kokoh dan keringat menetes didahinya yang lurus. Meskipun begitu, Kyuhyun tetap melakukannya dengan perlahan karena sadar wanita itu hanyalah manusia. Nafasnya yang terasa ditelinga Sooyoung, sentuhan tangannya yang terasa didadanya dan suhu tubuhnya yang terasa diseluruh tubuh Sooyoung membuat kulit putih Sooyoung seolah bersemu merah. Sementara Kyuhyun, tetap tidak menghentikan gerakan bibir dan tangannya sampai Sooyoung rasanya tidak dapat mengendalikan seluruh tubuhnya sendiri dari ujung kepala sampai ujung kaki. Suara erangan pelan kemudian terdengar diudara yang seketika itu memanas. Nafas yang kasar dan cepat pecah keluar begitu saja sekaligus.

“Sooyoung. Choi Sooyoung.”

Sooyoung yang kembali merasa gugup ketika tubuh Kyuhyun yang mengegang keras itu menyentuhnya.

“Apakah nona baik-baik saja?”

“Hm, lanjutkan saja.”

Tentu ini pertama untuk Sooyoung disamping ia merasa kesakitan namun disisi lain ia begitu merasa nikmat dan puas.

Bibir Kyuhyun kembali meraup bibir Sooyoung dengan begitu dalam. Sentuhan tangannya yang tadi berhati-hati khawatir meninggalkan memar ditubuh putih Sooyoung kini mulai lebih sedikit kasar. Semua gerakannya yang tadi perlahan kini mulai bergerak dengan tidak sabar. Rasa manis yang ia rasakan dengan seluruh tubuhnya itu membuat kesabaran dan pengendalian dirinya hilang begitu saja.

Ketika ia benar-benar merasa tidak tahan lagi, Kyuhyun tetap tidak berhenti dan Sooyoung tetap menjadi satu dengannya dengan sempurna sampai akhir. Sooyoung menekan bibirnya dipundak Kyuhyun dan menahan erangannya atas rasa sakit yang asing baginya.

Kyuhyun menopang tubuhnya sendiri dengan sikunya dan menatap Sooyoung, ia kembali merasakan sensasi aneh itu, Kyuhyun kembali pula mencium Sooyoung dengan kuat. Jantungnya yang baru saja tenang kembali berdegub cepat. Nafasnya semakin cepat pun terasa semakin panas. Pikiran rasional yang selama ini selalu menempel diotaknya kini seolah menghilang. Pengendalian diri rasanya tidak mungkin baginya saat ini. Kyuhyun mengankat lengan Sooyoung dan merangkulnya kebelakang lehernya.

“Pegang erat-erat. Karena aku tak akan melepaskannya.”

“Hah.”

Sooyoung mendesah pelan sambil mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun.

Menjadi satu dengan sempurna. Kebersamaan mereka. Perasaan intim itu benar-benar sesuatu yang panas yang tidak dapat dibayangkan kenikmatannya. Erangan kembali keluar dari mulut mereka. Dengan suara desahan nafasnya seolah membangunkan insting Kyuhyun yang kini mulai mengambil alih. Gerakan tubuh Kyuhyun semakin cepat dan nafasnya semakin menderu. Merasakan panas yang seolah menjalar dari dalam tubuhnya, Sooyoungpun rasanya tak bisa bernafas sesuka hatinya.

“Ah….”

Erangan yang ia keluarkan dengan susah payahpun langsung ditelah oleh bibir Kyuhyun yang tamak. Kyuhyun seolah tidak ingin melepaskan setiap erangan dan tarikan nafas Sooyoung. Hingga seluruh tubuh wanita itu penuh dengan dirinya, ia seolah sibuk meninggalkan jejaknya diwanita itu. Akibat Kyuhyun yang melanda seperti badai itu, membuat Sooyoung merasa dunianya seolah akan pecah. Sooyoung tidak sempat merasa terkejut dengan pengalaman yang sama sekali tidak pernah ia rasakan itu. Sementara Kyuhyun yang tadinya terus memegang wanita itu lantas seolah bertekuk lutut pada wanita itu. Sensasi yang mengejutkan itu dirasakan oleh kedua orang itu.

Suara nafas yang kasar dan udara yang mengelilingi mereka masih terasa panas. Tubuh Kyuhyun yang cukup berat itu akhirnya sedikit menjauh dari Sooyoung, dengan tetap memeluk bahu Sooyoung dan mengehela nafas panjang.

Tak ada suara yang memulai penjelasan ini semua. Terutama Sooyoung yang cukup lelah akan permainan yang mereka lakukan. Sooyoung hanya menutup matanya dan mengatur nafasnya perlahan. Sekarang sepertinya bukan waktunya untuk berpikir bagi mereka, menikmati waktu yang ada untuk istirahat sepertinya tepat.

Ya, malam itu mereka gunakan untuk istirahat tanpa memikirkan kejadian besok yang akan terjadi.

***

To be continued.

 

 

 

 

 

70 thoughts on “[SERIES] Charm Butler Demon

  1. Seru seru… tp menurut aku ya, ini menurut aku loh, yg tulisan merk terkenal pada masa nya mending gak usah deh atau bisa diganti sama “merk terkenal aja udah cukup kok hehe. Fighting!!! Gak sabar buat yg chapter selanjutnya…. ^^

  2. suka dn sangat suka dngan ff yang sepeti ini..
    Aku curiga with madam RED! Aku ykin dia juga dalang di balik pembunuhan (ah sok tau) yang psti KYUYOUNG hoot! I like it🙂 next port.. Hope without protect😀 #ammin …🙂 kyuyoung jjang!

  3. suka dn sangat suka dngan ff yang sepeti ini..
    Aku curiga with madam RED! Aku ykin dia juga dalang di balik pembunuhan (ah sok tau) yang psti KYUYOUNG hoot! I like it🙂 next port.. Hope without protect😀 #ammin

  4. madam red ini mencurigakan yah, soalnya yg bunuh ortu soo kan pake gaun merah jg,
    bakal gimana reaksi soo kalo sadar udh ngelakuin itu sama kyu??
    penasaran nihhh
    d tunggu lanjutannya

  5. Isma KSY says:

    my oh my oh my… huuuu
    aigo, keren.. penasaran sama siapa pembunuh sadis itu sebenernya? ohohho ternyata so hot.. haha

  6. farida_salma says:

    bisakah kyuyoung bersatu? kan mereka berbeda alam
    tp semoga aja bisa ya ^^

    next part ditunggu🙂

  7. Retno Willis says:

    waaahhhh seruuuuuu seruuuj bangeeet.. lanjuut ya thor.. sya suka dt tata kalimat.ya.. sopan.. huwaaaaaaa lanjuut kan

  8. Sistasookyu says:

    Yg bunuh ortunya syo sapa?

    Tz kyu butuh jiwanya syo itu maksudnya syo bakal lenyap gt setelah dendamnya terbalaskan?

    Kyu iblis~ hwkwkwk

  9. ria says:

    Kyuppa dan sooeon >_< apa yg kalian lakukan,klu sdh seperti ini pasti nantinya bakalan sulit kembali pd rencana awal mereka.dan ujung2nya pasti bakalan sad😥 tp suka jg sih karna kyuyoung akhirnya punya perasaan yg spesial🙂
    Next d tunggu

  10. aprilia says:

    Kyaa>< hosh.. hosh.. hosh.. nafas mna nafas??
    huhh kyuyoung kenapa bisa kalian ??
    Ahh tapi gapapa sih moga aja nanti soo hamil anaknya kyu/? Tapi kan kyu itu iblis.
    duhhh.. mna bibinya soo itu kyak jauh2in soo n kyu lagi hah.. aku pkir soo tinggal sendirian didunia cuma sma kyu eh ternyata sma bibinya juga.

  11. kyusoowon says:

    Suka banget omo iblis sama manusia bercinta wah bs melanggar kontrak tuh pasti nanti kyu ga tega ngambil jiwa’a soo

  12. KNIGHT says:

    anjir penasaran:g
    sumpah ini ff keren bgt:”
    next secepatnya yaaa
    mau liat kyu sama soo gimana pas udah sadar -.-

  13. Yuliandini says:

    Ncnya hot banget,,
    Penasaran sama yg membunuh ortu soo apa kah ada hubungannya dengan madam red?? Okey kita tunggu di part selanjutnya FAIGHTING!!!

  14. Hot hot hot … Sebenarnya belum mengerty bgt ama jalan cerita .. Tapi keren kook
    Siapa sebenarnya Madam Red ,, Apa Madam Red itu berhubungan dg pembunuhan berantaii .. Huhhhh
    Penasaran …
    Next part ya …

  15. Song Mi Rae says:

    Uwoo O.O
    hot bgt thor
    keren dan buat ambigu sekaligus cengo
    bener-bener speechless buat komenin ff ini
    ditunggu nextnya secepatnya:v

  16. mongochi*hae says:

    pyuh….ternyata walaupun kyu seorg setan sisi mesumny ttp ad
    dan mereka ngelakuin hal it pula. ckck

    btw siapa yg mmandang tdk suka pd kyuyoung waktu pesta ?

  17. Kereeeeennn….
    Penasaran sama madam red. Jgn jgn dia dalang di balik pembunuhan berantai itu? 😒 next juseyo… jgn lama lama ya thot 😁

  18. Risqi says:

    ya ampun kyuyoung melakukan itu. mereka nantinya bisa bersatu nggak yah kyuyoung kan berbeda dunia. lagipula madam red juga bersikeras mencarikan sooyoung kekasih. ditunggu part selanjutnya..

  19. febryza says:

    waaaaa dari black butler kyaaaa.. yah walaupun kayaknya kyuhyun badannya terlalu endut buat dijadiin butler tapi gapapa lah ya..
    sooyoung kan emang unik pas dijadiin cowok dia ganteng banget masa hahaha

  20. puji says:

    apakah blas dendamnya masih berlaku klok udh kyk gini jadinya, soo yang udh mulai suka sma kyu n kyu juga kyaknya

  21. sisca says:

    Masih rada bingung sih tapi aku suka sama jalan ceritanya thor;)
    Ditunggu part 2nya thor penasaran akuuu fighting~

  22. Vi says:

    Aku pernah denger nih ‘black buttler’ , tpi blm sempet baca. Kalo versi aslinya tuannya itu perempuan/laki2?

    Seru nih ff nya. Jgn2 madam red pelaku pembunuhan ortu sooyoung😱

  23. aichanie says:

    wah sulit ini kayanya, selain karena ada madam red, kyuhyun dan sooyoung juga ‘berbeda’
    next part soon

  24. gita says:

    Huwaa suka bnget sma ni ff
    Akhirnya kyuyoung sadar sma pesona yg mereka miliki satu sma lain
    Duhh madam red kyknya gk ska sma kyu tuh
    Syapa ya yg bunuh ortu soo?
    Smoga kyu bisa jadi manusia deh dn hidup bahagia dgn soo dn jngn sampe dy ngambil jiwa soo nantinya
    Suka bngt sma moment kyuyoung, romantis bngt
    Next.a bener” dituggu, jangn lama” pliss

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s