[Series] Still Believe (Chapter 1)

STILL BELIEVE

 

Tittle : Still Believe Chapter 1  (sequel of When I lost you)

Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jung Kyung Ho

Other Cast : find by your self

Genre : Sad, Romance

Note : Karena kemarin kyuhyun side, jadi sekarang aku bikin sooyoung side. Aku juga mau menambahkan sedikit buat yang kemaren comment ada kemiripan dengan ff lain aku minta maaf tapi sungguh ini pure dari ide aku nggak ada niatan buat menjiplak karya orang lain. Mungkin terdapat beberapa kemiripan. Trus juga mungkin ff ini nggak sebagus dan seprofesional author-author lain, soalnya aku masih baru banget didunia ini, jadi mohon dimaklumi ya readers. Silahkan kritik aku seperti apapun, asal itu kritik yang membangun dan bukan kritik yang menjatuhkan pasti aku terima dan coba memperbaikinya. Dan buat siders aku nggak berharap banyak karena mungkin ff ini masih terbilang abal, hehe.. buat yang sudah kasih komentar positif terimakasih comment kalian memberikan energi yang besar buat aku. yasudah dari pada terlalu banyak ngoceh, happy reading guys. Typos everywhere.

 

 

 

Summary :  “I still believe, someday you and me will find ourself in love again. If there’s  one spark of hope left in my grasp. I’ll hold it with both hands ” –  Choi Sooyoung

 

 

Terik matahari benar-benar membakar kulitku. Tapi harus bagaimana lagi, pemotretan kali ini memiliki outdoor concept. Demi keprofesionalitasanku mau tak mau disinilah aku. Oh God, bisakah kau mengutus awan putihmu untuk sekedar mengurangi teriknya matahari itu.

“great, ya seperti itu dear.. okay..” seorang fotografer mencoba memberi arahan padaku.

“okay, kau memang goddess sooyoung ah..” pujinya.

“Kamsahamnida, apa pemotretannya sudah selesai oppa ?” tanyaku akrab, yah Kim Min Hwang oppa adalah fotografer yang sudah sering bekerja sama denganku untuk beberapa project. Dan hasil jepretannya tidak pernah mengecewakan. Dia memiliki bakat Fotografi yang sangat luar biasa. Tak heran banyak project-project besar yang memakai jasanya.

“eoh, apa kau mau langsung pulang sooyoung ah ?” Min hwang oppa meletakkan kameranya disebuah meja.

“ne oppa, nanti malam aku ada jadwal. Jadi aku berniat memanjakan mata dan tubuhku sebentar..” aku terkekeh kecil.

“haha,,geurae, kau pasti lelah setelah seharian ini berkencan dengan kameraku.”

“aahh oppa kau bisa saja. Baiklah aku permisi oppa, annyeong..”

Aku berjalan menuju van ku setelah mengganti baju ku. Tanktop hitam dan hot pans darkblue menjadi pilihan tepat untuk musim panas ini. Aku benar-benar benci jika berada dalam situasi ‘kepanasan’.

“oppa, jadwalku nanti malam kan ?” tanyaku pada manager oppa setelah aku mendudukan diriku dikursi penumpang, tepat dibelakang managerku.

“eoh, kau mau kedorm dulu ?”

“ne oppa, aku ingin tidur sebentar.”

“baiklah..” aku memejamkan mataku. Bayangannya selalu terputar diotakku. Wajahnya yang tampan, Hidungnya yang mancung, Mata indahnya, bibir tebalnya, bahkan wangi tubuhnya masih kuingat dengan jelas. Aku begitu merindukan namja itu. Cho Kyuhyun, bahkan namanya saja tak pernah lepas dari bibirku. Masih bisakah aku berharap untuk bisa memilikimu lagi oppa ?

 

Flashback

 

“Youngie ah, kau sedang apa ?” kurasakan dua tangan kekar melingkar sempurna diperutku. Ya, namja ini sedang memelukku dari belakang. Aku sedikit bergidik saat merasakan deru nafasnya ditengkuk leher sebelah kiriku. Dan menopangkan dagunya dibahuku.

“Aku sedang membuat makan malam untuk kita oppa, aku berencana membuat makan malam romantis untuk merayakan hari jadi kita ini. Bagaimana menurutmu ?”

“Jinjja ? baiklah apa ada yang bisa kubantu sayang ?” Dia bertanya dengan antusias, dan melepaskan tautan tangannya diperutku.

“emm,, sebaiknya kau menata meja yang ada dibalkon saja oppa, sebentar lagi masakannya siap, eoh ?” aku menatap matanya yang berbinar sedari tadi.

“okay honey, I’ll do it for you..” dia beranjak menuju balkon setelah mengecup pipiku pelan. Aku sangat bahagia Tuhan, egoiskah jika aku tak ingin kehilangannya ??

Aku mulai menata makanan yang sudah kusiapkan untuk makan malam romantis kami. Dia nampak antusias, terlihat dari senyumnya yang tak pernah pudar sedari tadi. Kami duduk dikursi yang saling berhadapan. Dia meraih jemariku dan menggenggamnya erat seolah tak ingin melepaskannya lagi.

“oppa, kuharap kebahagiaan kita tidak akan cukup sampai disini. Oppa berjanjilah, sehebat apapun pertengkaran kita nanti kita tak boleh berpisah. Jika salah satu dari kita mulai bosan, kita putar kembali kenangan-kenangan manis kita jadi kita bisa mencintai lebih dan lebih lagi. Yaksokhaeyo oppa ??” aku menunjukkan jari kelingkingku padanya.

“eoh, oppa yaksok youngie ah. Aku sangat sangat mencintaimu. Perasaanku padamu tak akan pernah berubah. Saranghae Choi Sooyoung..”ucapnya sambil menautkan jari kelingkingnya padaku.

“Na do saranghae my kyu,,” aahh namja ini sepenuhnya telah mengontrol hati dan pikiranku, aku bahkan akan dengan mudah mempercayai setiap kata yang keluar dari mulutnya. Apapun yang terjadi hanya kau yang mampu menguasai hatiku, Cho Kyuhyun.

 

“Only a step closer to me and a bit more warmly. We pinkie swear that we’re together forever. Promise to you.” – Choi Sooyoung.

 

Flashback end

 

“Sooyoung ah, kita sudah sampai. Bangunlah..” suara manager oppa membangunkanku yang sebenarnya tak tertidur. Aku hanya sedang mengingat kenangan manisku bersama namja itu. Namja yang selalu dan selalu hidup dalam hatiku walaupun kini statusku adalah milik namja lain dan bukan namja yang bernama Cho kyuhyun itu.

“Ah ne oppa, kalau begitu aku masuk dulu..” pamitku dan segera keluar dan berjalan pelan menuju dormku. Aku ingin istirahat sejenak, setidaknya untuk sekedar melepaskan pikiranku tentang namja itu. Namja yang telah mengingkari janjinya. Namja yang dengan mudah mengucapkan kata putus kepadaku. Benci ?? tidak, sampai kapanpun aku tak akan sanggup membencinya sekuat apapun aku berusaha membencinya. Rasa cintaku untuknya masih mendominasi dalam hatiku.

Tak terasa aku sudah didepan pintu dorm. Segera kumasukan sandi yang sudah kuhapal diluar kepala. Melepas sepatu dan meletakkannya dirak, kemudian berjalan menuju kamarku dan jessica.

“sooyoung ah, kapan kau pulang ?” sergap yoona yang baru keluar dari dapur dengan semangkuk ramen ditangannya.

“eoh yoona ya, aku baru saja masuk dan akan langsung kekamar untuk beristirahat. Itu pun kalau kau tak berniat mengajakku ngobrol.” Ucapku lemas, seperti tak ada tenaga.

“geurae, aku tak akan mengganggumu. Masuk dan tidurlah, kau terlihat seperti zombie jika seperti itu.” Aku hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ocehannya. Melanjutkan rencanaku yang sempat tertunda. Sampai dikamar aku segera membaringkan tubuh lelahku dikasur. Kumohon Tuhan kali ini tolong biarkan aku istirahat..

 

 

Aku lapar sekali setelah selesai merampungkan jadwal hari ini. Mengingat tadi siang aku hanya tidur tanpa memakan apapun. Mungkin 1 mangkuk jajangmyun, 1 box chicken, dan 1 porsi kimchi fried rice bisa mengisi ulang tenagaku ini. Kalian heran, kenapa aku yang sekurus ini bisa memiliki porsi makan yang seperti itu ? Aku tak perlu takut makan banyak tak seperti kebanyakan wanita. Karena makanan sebanyak apapun tak akan berpengaruh pada tubuh kecilku ini. Haha,, betapa baiknya Tuhan padaku karena memberikan tubuh yang seperti ini dengan nafsu makan yang sebesar itu..

Setelah meletakkan makanan-makanan tadi kemeja makan, aku mulai mengeksekusinya satu per satu. Saat sedang asik menyantapnya, tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara langkah seseorang yang sedang berjalan kearahku. Kuintip sedikit karena ruang tengah gelap gulita hanya lampu dari dapur yang menyala menjadikan wajahnya tak bisa kulihat dengan sempurna.

“Omo,, Taeyeon ah..” aku mengelus dadaku kaget. Anak ini selalu saja berjalan ditengah tidurnya, Sleep Walking. Aku meraih tubuhnya dan membangunkannya sebelum dia berjalan terlalu jauh.

“eohh,, sooyoung ah, wae ?” ucapnya sambil mengucek-ucek matanya.

“ya, seharusnya kau kunci kamarmu supaya kau tak bisa pergi saat sleep Walkingmu kambuh. Sekarang kembalilah kekamar dan lanjutkan tidurmu.” Dia berjalan kembali kekamarnya tanpa sepatah katapun. Mungkin jiwanya belum sepenuhnya sadar. Aku melanjutkan acara makanku yang sempat tertunda itu.

Setelah merasa kenyang, aku langsung berjalan pelan menuju kamar. Mungkin berendam bisa merelaksasikan pikiranku yang lelah ini. Dengan ditambah sedikit aroma terapi pasti akan sangat menyenangkan.

Kurasakan hangat saat perlahan tubuhku mulai beradu dengan air hangat yang sudah kuberi wewangian lavender dalam bathtub. Ini sungguh nyaman, sampai aku berpikir mungkin aku bisa tidur disini malam ini. Kupejamkan mata untuk menikmati harum lavender yang menyeruak dari bathtub ini. Pikiranku kembali pada namja itu, Cho Kyuhyun. Namun tanpa kusadari aku juga turut memikirkan namja lain yang statusnya kini sebagai pacar Choi Sooyoung. Aku takut kalau rencanaku ini nantinya akan menyakiti kyung ho oppa.

 

Flashback

“Sooyoung ah, geumanhae. Apakah matamu tidak lelah terus mengeluarkan air mata itu ?” kyung ho oppa berusaha menenangkanku yang tak hentinya mengeluarkan cairan bening dari kedua mataku.

“oppa, dia memutuskanku sepihak. Aku tak tau apa yang telah kulakukan hiks,, sampai dia mampu mengatakan putus didepanku.” Aku terisak lagi mengingat kata putus yang terlontar begitu saja dari mulutnya. Bahkan setelah setahun lamanya setelah kejadian kyuhyun memutuskanku. Aku masih saja tidak mengerti kenapa aku masih merasakan luka yang layaknya baru kemarin terjadi padaku.

“arra,, arra,, aku yakin kyuhyun ssi pasti punya alasan mengapa dia memutuskanmu. Lagipula ini sudah setahun sooyoung ah, kenapa kau seperti masih menganggap baru kemarin kejadian itu terjadi.” Kyung ho oppa mengusap pelan punggungku.

“tetap saja dia tidak harus melakukan ini kan. Dia yang berjanji akan terus bersama sampai kapanpun dan apakah dia sudah membuang janji itu jauh jauh. Sakit oppa, disini terasa sekali rasa sakit itu..” aku memegang dadaku yang terasa begitu nyeri setiap mengingat perkataannya. Aku menutup mataku untuk setidaknya mengurangi rasa perih itu. Aku membuka mata saat tiba-tiba otakku mendapat sebuah ide. Entah bagaimana aku bisa memikirkan ide gila itu..

“oppa, maukah kau membantuku ? jebal oppa..” aku menautkan kedua tanganku memohon didepannya.

“aishh jinjja, tak usah memasang wajah seperti itu. Aku benci melihatnya, karna pasti aku tak akan bisa menolaknya sekalipun itu hal gila yang akan kau minta..” dia memasang wajah kecutnya. Ishh menyebalkan, tapi tak apa. Toh dia pasti tak akan bisa menolaknya. Hhaha, aku menampakkan smirk ku padanya.

“wae, tak usah tersenyum seperti itu. Kau seperti iblis yang tengah menemukan mangsa baru.”selidiknya dengan mata menyipit menatap kearahku.

“oppa, aku punya rencana agar dia bisa kembali padaku. Tapi ini jelas butuh peran penting darimu oppa. Otthe ??” aku berharap dia mau mengatakan iya dan mempermudah pelaksanaan rencana yang telah kubuat spontan tadi.

“baiklah, peran apa yang akan kau berikan padaku ? kuharap itu tidak akan merusak reputasiku nantinya..” dia menghembuskan nafasnya kasar..

“oppa, kau tau aku benar-benar terharu dengan ucapan yang tadi itu. Sejak kapan kau jadi romantis seperti itu ??” aku menampilkan mata yang berbinar-binar didepannya.

“Ya,. Sekali lagi kau tampakkan ekspresi menjijikan itu, kutarik kembali ucapanku yang akan membantumu.” Dia menekuk kedua tangannya didepan dada. Ish, ekspresi menjijikan ?? lalu apa arti jeritan pria pria diluar sana yang meraung-raung ketika aku menampakan wajah imutku itu. Aku memanyunkan sedikit bibirku, tanda aku merajuk pada ucapannya tadi.

“sudah tak usah seperti itu, cepat katakan padaku peran apa yang harus aku mainkan untukmu ? heum ?” dia mencubit bibir manyunku dan mengerak-gerakannya.

“oppa ini sakit.. begini, kau dan aku akan mempublikasikan hubungan kita. Bukan sepasang sahabat tapi,, sebagai sepasang kekasih. Bagaimana ? ideku bagus kan oppa ?” aku tersenyum bangga.

Pletakk

“Ya oppaaaa,, kenapa kau malah menjitakku ?” aku mengelus kepalaku yang sedikit ngilu.

“Apa kau sudah mulai tak waras sooyoung ah ? apa perlu kutemani untuk mengunjungi rumah sakit untuk mengetahui seberapa parahnya kerusakan yang dialami otakmu itu eoh ?” dia berusaha menampakkan wajah prihatinnya padaku. Ini membuatku kesallll ahhhhh jung kyung ho..

“oppaaaaaaaaa.. jangan bercanda. Ayolahh” ucapku dengan nada sedikit ditinggikan tepat disamping telinganya itu.

“Ya !! aku tidak tuli. Cepat jauhkan suara nyaringmu itu dari telingaku. Dan aku akan mendengarkan rencana gilamu itu. Aku janji,,” Hhaha, aku terkekeh pelan. Ternyata suaraku memang membawa keuntungan tersendiri. Aku memberitahukan alur ceritanya kepada kyung ho oppa. Dia hanya manggut-manggut mengerti, sesekali bertanya jika aku membuatnya bingung. Semoga rencanaku ini akan berhasil. Tuhan, kumohon restui rencanaku ini. Aku hanya ingin mempejuangkan cintaku, aku yakin dia masih mencintaiku. Ini bukannya rasa kepercayadirianku yang tinggi, tapi hatiku yang berkata seperti itu. Aku yakin pada suara hatiku yang terpaut erat dengan hatimu Cho Kyuhyun. Jeongmal saranghanda..

 

Flashback End

 

 

“Oppa, kau sudah melihat beritanya ?” kataku langsung setelah dia mengangkat sambungan telepon yang kutujukan padanya.

“Ya, apa kau tak punya sopan santun eoh ? seharusnya kau mengatakan ‘annyeonghaseyo oppa, bagaimana kabarmu hari ini ?’ bukannya langsung menyambarku dengan pertanyaanmu itu.” Aishh, dia ini benar-benar kekanakan sekali. Kalau saja aku sedang tak butuh bantuannya, pasti sudah habis kau ditanganku Jung Kyung Ho ssi..

“Aigoo, uri oppa kenapa merajuk seperti itu eoh ? kau ingin kubelikan lolipop eung ?” aku gemas sekali padanya.

“ishh, kau kira aku anak kecil yang mudah tergoda dengan hal semacam itu eoh ? kalau kau berpikiran seperti itu, kau boleh menguburnya dalam dalam Choi Sooyoung.”

“arraseo,, arraseo oppa, kembali ke pertanyaanku tadi. Dan sepertinya aku belum mendengar kau menjawab pertanyaan itu ?” ucapku selembut mungkin.

“pertanyaan yang mana ?” oh my god, orang ini terlalu mengulur waktuku.

“apa perlu aku ulangi lagi pertanyaan itu dengan suara merdu yang selalu kau puja-puja itu oppa ?” ucapku penuh penekanan pada setiap katanya.

“Oh My God Choi Sooyoung, tidak terimakasih. Lebih baik kau simpan suara merdumu itu untuk namja malang yang sedang kau perjuangkan itu. Baiklah aku akan serius. Aku sudah melihatnya tadi, dan aku yakin karierku akan sedikit terbantu dengan pemberitaan itu. Mengingat namaku memiliki skandal hubungan dengan salah satu member girl grup papan atas korea selatan. Apa itu cukup untuk  menjawab rasa penasaranmu itu ?” heol, kupikir dia memiliki bakat menjadi seorang rapper. Kata-katanya tadi terlalu panjang mengalun ditelingaku.

“oppa, kupikir kau bisa menjadi seorang rapper kalau kau tak laku lagi sebagai seorang aktor.” Aku tertawa mengejeknya.

“akan kututup sambungan telepon ini jika kau masih memiliki pemikiran untuk mengejekku lebih dalam lagi sooyoung ssi..”

“okay okay, I’ll control my self okay ? sekarang bagaimana pendapat oppa tentang reaksinya ?”

“Mungkin kini dia sedang menangis meraung-raung dikamarnya sekarang.” Jinnja ? kalau dia melakukan seperti yang diprediksi oleh kyung ho oppa, itu artinya dia..

“aaaaaaaaaaa,,, jinjjayo oppa ? itu artinya dia,, masih mencintaiku kan ? benar kan oppa ?” ucapku penuh kebahagiaan..

“Itu baru pra duga ku Choi sooyoung. Tolong jangan terlalu senang dulu dear. Kita kan tidak akan tau mungkin dia seperti itu. Atau mungkin dia akan senang karena dia berpikir kau telah menemukan orang lain selain dirinya.” Dia ini, suatu waktu dia bisa menerbangkanku tinggi sampai kurasa bisa menggapai langit, kemudian didetik berikutnya dia menjatuhkanku ke tanah dengan cepat.

“oppa, kau benar-benar merusak moodku.. aku tutup.” Bbiip, dan sambungannya pun terputus sepihak. Ya, akulah pelakunya. Aku kesal dengan ucapannya itu, harusnya kan dia menyemangatiku tapi malah membuatku down. Nappeun..

Drrttt Drrttt,,

Kurasakan handphoneku bergetar, aku sedikit malas. Masih berani kau mengirimiku pesan kyung ho sii. Coba kita lihat rayuan apa yang akan kau lontarkan padaku. Aku membuka pesan yang baru masuk beberapa detik itu, dan aku tertegun melihat name yang tertera dilayar ponselku

From : My Kyu

Sooyoung ah, benarkah kau sudah memiliki kekasih ? benarkah yang mereka beritakan tentangmu ? apa kau bahagia ?

Degg..

 

TBC

Sungguh aku nggak pede sebenernya. Hancur kah ff ini ? maaf kalo kalian nggak dapet feel dari ff ini atau penggunaan kata-katanya tidak sesuai. Atau mungkin ada yang kecewa karna udah baca ff ini. Jadi kalau ada yang pengen ff ini dihentikan, mungkin aku akan menghentikan ff ini. Mianhae readerdeul sudah mengecewakan,, *bow*

34 thoughts on “[Series] Still Believe (Chapter 1)

  1. Rizky NOviri says:

    ooooo ternyata young-ho cuma rekayasa… aaaa…

    bagus deh jan ampe suka bneran tuh s om.. haha
    daebak..
    next

  2. Sayekti says:

    Wah makin penasaran sama kelanjutan hubungan kyuyoung, next chingu. Moga kyuppa cepet tau kalau hubungan kyungho oppa dan soo eon cuma sandiwara.

  3. mongochi*hae says:

    ayo soo semangat perjuangkan cintamu.. buat kyu kmbali…

    kkkk knp kyu lngsung mg.irim pesan gtu ke soo jgn2 kyu mmg msh punya perasaan khusus pd soo

    next part dtunggu..

    like

  4. Risqi says:

    ternyata sooyoung pacaran sama kyungho itu buat bikin cemburu kyuhyun yah. emang nya dulu kyuhyun & sooyoung ada masalah apa sih kok sampe putus gitu? pasti kyuhyun sedih banget yah mengenai hubungan sooyoung-kyungho di media padahal itukan cuman rencana sooyoung aja. ditunggu part selanjutnya.

  5. Oktavianti says:

    Aih thor, lagi enak-enak baca malah TBC:3 lanjutannya bikinnya janga lama” ya,trus kamu harus pede sama ff yang kamu buat ini, fighting ne^^

  6. gita says:

    Wahh kok bisa tiba” si kyu sms lagi blang gitu
    Jngn blang dy masih cinta? OMO! Smoga ini seperti yg ada di kehidupan nyata sesungguhnya
    Smoga rencana soo berhasil, ditunggu bngt next.a

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s