Only You To Me Part 6

image

Judul       : Only You To Me
Author     : Choi Runnisa
Cast        :  SuJu Kyuhyun   
                  as Cho Kyuhyun
                  SNSD Sooyoung
                  as Choi Sooyoung
                  EXO Suho
                  as Choi Suho
                  F(x) Victoria
                  as Victoria
                SuJu Siwon
                  as Choi Siwon
Other Cast : You Can Find It In The
                     Story
Genre          : Mellow Drama

(Prolog) (Part 1) (Part 2) (Part 3) (Part 4)
(Part 5)

Part 6
Langkahku tertahan,  dan bagaikan sebuah sihir, dekapan itu menawanku dan berhasil membekukan sekujur sarafku untuk sesaat.

Tanpa kendaliku mataku terpejam sesaat, menahan asa membuncah yang entah apa namanya, aku dapat merasakan nafasku naik turun terengah-engah akibat detak jantung yang memacu keras diatas normalnya.

Aku bahkan dapat merasakan deru hangat nafasnya membelai kulit tengkukku hingga membuatku serasa seperti tersengat ribuan volt listrik.

Perlakuannya ini mengejutkanku. Jujur ini membuatku bingung. Apa yang ia pikirkan saat ini? kenapa ia melakukan ini padaku? kenapa ia tiba-tiba menghilangkan segala jarak yang ia selama ini ia bentangkan sendiri denganku? bukankah menjauhinya adalah keinginannya? kenapa ia bersikap seolah-olah yang pikirkan ini salah?

“bisakah kau melepaskan aku?” lirihku tertahan, aku tak tau kenapa sepertinya sebagian suaraku tertahan di tenggorokanku. Meskipun begitu aku akhirnya berhasil mengeluarkan suaraku setelah sekian lama berusaha menata hatiku dari kebekuan.

Tak ada jawaban darinya, ia malah  semakin mempererat dekapannya hingga tak memberikanku cela untuk menjauh, dan aku bisa gila karena ini.

“tolong lepaskan aku, aku lelah, aku ingin tidur” kataku semakin mempertegas, kini suaraku semakin nyaring namun kali ini getarannya cukup kentara, hingga siapapun akan menyangka aku sedang gugup.

Dia tak juga mengindahkan ucapanku dan tetap pada posisinya, dan aku mulai tidak tahan dengan situasi ini, satu menit lagi berada dalam situasi dan suasana hati ini mungkin bisa-bisa aku pingsan. Karena itu kali ini aku mempertegas dengan tindakan, kuurai pelukannya dengan kedua lenganku dan kali ini ia tak lagi memaksa, ia bahkan merenggangkan pelukannya hingga memberikan leluasa bagiku untuk segera keluar dari dekapannya.

Setelah melepaskan diri darinya akupun melanjutkan langkahku yang sempat tertahan karenannya , tanpa ingin mengatakan apapun bahkan menoleh sekalipun, aku masih terlalu bingung dengan situasi ini bahkan aku mulai takut dengan suasana hati tak karuan yang entah apa namanya ini, mungkinkah aku sudah mulai gila?. Aku harus pergi darinya secepatnya agar secepatnya kegilaan ini segera berakhir, aku rasa tak perlu bertanya apapun meski ribuan tanya tengah memenuhi otakku.

Kembali langkahku tertahan olehhnya, tapi kali ini ia tak memelukku dari belakang seperti tadi, kali ini kurasakan sesuatu menimpa punggungku, dan aku tau itu adalah tubuh Kyuhyun, reflek kubalikkan tubuhku menghadapnya, kali ini aku ingin mempertanyakan maksudnya, namun tepat ketika aku membalikkan tubuhku tubuh Kyuhyun langsung ambruk menimpaku, kali ini secara  reflek aku yang membawanya ke dalam pelukanku. 

“kyuhyun-ssi!” panggilku ingin memprotes, tapi nada bicaraku terlalu lembut sama sekali tidak terdengar sedang memprotes. Aku berniat menyingkirkan tubuhnya dari tubuhku, sekuat tenaga kudorong tubuhnya, namun kemudian aku sadar, Kyuhyun sedang berada dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, tubuhnya lunglai hingga ambruk menimpaku, kurasakan suhu tubuhnya yang hangat dibalik kemejanya. Apakah dia sakit?

”Kyuhyun-ssi” panggilku lagi memastikan sambil mengguncang-guncang tubuhnya, namun tak ada jawaban membuatku semakin yakin ia sedang tidak baik-baik saja.

Setengah panik segera kulepaskan pelukannya dan dengan segenap kekuatanku kubopong tubuhnya menuju kamarnya, kubaringkan ia di ranjangnya dan segera kulepas sepatu beserta kaus kakinya, selanjutnga kusentuh dahinya dan benar saja, suhu tubuhnya sangat tinggi! tanpa pikir panjang lagi, segera kulakukan langkah perawatan, sebagai orang yang terbiasa menghadapi orang sakit sendirian, aku cukup terlatih dalam merawat orang sakit.

Segera saja kusiapkan segala peralatan medis yang ada di kotak obat, untuk langkah pertama aku menyiapkan air dingin dan kain untuk mengompres dahinya.

Setelah langkah perawatan seadanya yang kulakukan, beberapa jam kemudian ku cek kembali suhu tubuhnya dengan dengan termometer, dan syukurlah! suhu tubuhnya sudah berangsur-angsur turun mendekati angka normal meski belum sepenuhnya. Dengan perasaan lega kulirik jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 3 pagi,  Kyuhyun sudah melewati masa kritisnya, aku rasa sudah saatnya aku untuk istirahat, setelah sesaat memastikan keadaan Kyuhyun, akupun memutuskan untuk beranjak.

Lagi-lagi langkahku tertahan, kurasakan seseorang menarik pergelangan tanganku. Aku menoleh kearahnya dan kulihat kini Kyuhyun yang sudah membuka matanya dan menatapku dengan pandangan matanya yang masih sayu namun dalam.

“jangan pergi” lirihnya singkat namun cukup membuatku terpaku dan bingung sesaat.

“malam ini.. bisakah kau menemaniku disini?” ucapnya sedikit tergagap dan dengan suaranya yang sedikit parau. Untuk sesaat aku masih bertahan dalam keterpakuan, aku masih merasa bingung terhadap tingkah anehnya akhir-akhir ini dan puncaknya hari ini, apa mungkin sikapnya jadi aneh begini karena dia sedang sakit? yaa.. aku yakin dia pasti sedang melindur saat ini.

Namun segala anggapan dan kebingunganku itu mendadak sirna ketika menatap matanya, melihat tatapan yang entah apa artinya namun begitu dalam dan jujur, tatapan itu seakan menyampaikan segala maksud, hingga tak lagi memberiku kesempatan untuk bertanya, meski tadinya aku mempunyai begitu banyak tanya di otakku.

Tatapan itu seakan menghipnotisku untuk tetap bertahan di sana, di sisinya. Dan bagaikan terhipnotis untuk melakukan segala perintahnya akupun mendudukkan diriku di tepi ranjang tepat di sampingnya, tangannya masih tetap menggenggam tanganku bahkan saat ia kembali memejamkan matanga seakan ingin menawanku untuk tetap di sisinya.

Akupun pasrah saja untuk menetap. Tubuh lelahku sudah menuntutku untuk istirahat, akupun menyenderkan punggungku ke kepala ranjang, hingga akhirnya aku tak bisa menahan rasa kantukku dan tertidur.

Author’s POV

Pagi menjelang, menyadari hal itu Sooyoung pun terbangun dari tidur yang melenakannya.

Sebuah pemandangan asing muncul dalam pandangannya untuk pertama kali. dilihatnya kini seraut wajah dengan pandangan yang sedang menatapnya lekat. Sejenak ia terpana, mungkin juga ia masih setengah sadar dan belum menyadari apa yang sedang terjadi.
Sesaat kemudian keterpanaan Sooyoung segera memudar. Matanya membulat menyadari wajah itu berada dekat di depan wajahnya itu berarti saat ini ia sedang berbaring di tempat yang tidak seharusnya yakni di tempat tidur lebih tepatnya di sisi Kyuhyun. Sedikit terbelalak ia mengalihkan pandangannya ke tubuhnya yang bahkan kini berselimut, bagaimana bisa? bukankah semalam ia hanya menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang sebelum akhirnya ia ketiduran?

Dengan rasa panik segera ia bangkit dan mendudukkan dirinya. Kembali ia mengalihkan pandangannya ke arah dimana Kyuhyun masih berbaring. Dilihatnya kini Kyuhyun yang tampak masih tertidur pulas.

Aaah… jadi barusan ia sedang bermimpi Kyuhyun menatapnya? Sedikit ragu tapi merasa harus, kembali ia tempelkan punggung tangannya ke dahi Kyuhyun, memastikan keadaannya, suhu tubuhnya sudah normal kembali, selanjutnya seperti seorang ibu memperlakukan anaknya kembali ia menyentuh leher Kyuhyun semakin memastikan.

Ia lega mengetahui suaminya itu benar-benar sudah baikan, senyum lega kemudian terkulum di bibir mungilnya. Dengan perasaan lega ia meninggalkan kamar Kyuhyun, berniat untuk menyiapkan sarapan.

Pagi ini Sooyoung memasak bubur abalon yang tentu saja ia peruntukkan kepada Kyuhyun yang sedang sakit. Setelah semuanya siap, gadis manis berperawakan lebih mirip orang melayu ketimbang orang Korea itu pun segera membawakan sajian sarapan itu ke kamar Kyuhyun.

Sesampainya ke dalam kamar tampak Kyuhyun yang baru saja bangun namun langsung berusaha bangkit dari pembaringannya.

Melihat aksi gegabah Kyuhyun itu segera saja Sooyoung yang khawatir setengah berlari ke arah suaminya bahkan walau sedang membawa baki berisi sarapan.

Setelah meletakkan bakinya di meja kecil disamping tempat tidur gadis itupun langsung mendatangi Kyuhyun.
“sebaiknya kau jangan bangun dulu, kau masih butuh istirahat” ucap Sooyoung perhatian sambil membantu menyandarkan tubuh Kyuhyun di kepala ranjang.

“aku lapar sekali” adu Kyuhyun dengan suara parau.
“aku sudah membawakan makanan untukmu, kau bisa makan sekarang” ucap Sooyoung sambil meraih mangkuk berisi bubur, lalu menyodorkannya pada Kyuhyun. Namun bukannya meraih mangkuk yang disodorkan Sooyoung, Kyuhyun malah diam saja, hanya menatap seakan enggan meraihnya.

“ke…napa? kau tidak suka bubur?” tanya Sooyoung mulai merasa tak enak hati.

“kau tidak pernah merawat orang sakit ya?” Pertanyaan Kyuhyun itu terdengar lembut tapi cukup menohok.

“Nee?” Sooyoung bingung tapi juga khawatir ia sedang berbuat salah lagi,

“dimana-mana orang sakit itu tidak bisa makan sendiri dan harus disuapi”

“nee?!” Sooyoung terkejut, ia tidak berpikir sampai sejauh itu, ia pikir Kyuhyun tak separah itu hingga harus disuapi.
“Eeh… tapi…” gadis itu sedikit ragu,
“sudahlah kalau begitu, maaf mungkin aku tidak akan makan masakanmu” layaknya anak kecil yang sedang mengambek karena keinginannya tidak dipenuhi, begitu pula dengan Kyuhyun yang kini sedikit menekuk wajahnya, dan tentu saja itu membuat Sooyoung tidak punya pilihan lain. Ragu-ragu ia mulai menyiduk sesendok bubur dari mangkuk itu, lalu dengan kikuk menyendokkannya ke mulut Kyuhyun

”hoahh, panas!!” pekik Kyuhyun berlebihan sambil mengipas-ngipas mulutnya dengan tangannya sesaat ketika Sooyoung menyuapkan bubur ke mulutnya.

Sooyoung yang panik langsung mengambil dan  meminumkan segelas air. “oh! mianhamnida..” alis Sooyoung menyatu, saat ini ia benar-benar merasa bersalah.

“kau bisa membakar lidahku kalau beini! kau tidak iklas ya” Kyuhyun pura-pura marah.
“bukan begitu..” Sooyoung merasa bersalah. Kali ini ia meniup bubur itu sebelum menyuapkannya ke mulut suaminya.

Sementara seakan menyaksikan sesuatu yang lucu, diam-diam seulas senyum geli mengembang di bibir Kyuhyun, segera senyuman itu menghilang ketika Sooyoung memandang ke arahnya lagi usai meniup bubur dan masih tampak kikuk ia menyendokkan sesendok bubur itu ke mulut Kyuhyun, dan dengan sedikit berlagak cuek namun sebenarnya dengan senang hati Kyuhyun menerima suapan demi suapan kaku dari Sooyoung.

Di tengah acara suap menyuap itu, tiba-tiba Kyuhyun menghentikan tangan Sooyoung yang hendak memasukkan suapan ketiga ke mulutnya dengan menahan tangan Sooyoung dengan sentuhannya.

“Lain kali kalau kau mau pergi jauh seperti kemarin berjanjilah jangan pernah datang kepada orang lain, kau bisa mengajakku, nee?” Ucap Kyuhyun tiba-tiba mengejutkan Sooyoung, namun ucapan itu entah kenapa mengharukannya

“Itu…miann, aku hanya tidak ingin merepotkanmu, kau selalu banyak pekerjaan di kantor jadi…”

“Kau bisa mengandalkan aku, aku bisa sedia kapanpun kau butuh” ucap Kyuhyun tanpa kompromi membuat Sooyoung terpana dan juga terharu, andai saja sikap Kyuhyun selalu seperti ini, dia pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.

Usai memberi makan Kyuhyun, segera Sooyoung beranjak.
“kau mau kemana?” tanya Kyuhyun segera saat Sooyoung baru akan melangkahkan kakinya.
“Aku harus keluar untuk membersihkan rumah, aku ada kuliah setelah itu” Sooyoung menjelaskan.
“kau ingin keluar meninggalkan suamimy yang sakit sendirian di rumah?” Suami? Kedengarannya sungguh aneh, cukup aneh di lidah Kyuhyun, ia juga tidak tau kenapa dia bisa mengatakan itu. Sementara Sooyoung jelas-jelas merasa aneh dan terkejut, apakah ia sudah salah dengar ataukah sekarang Kyuhyun telah mengakui status mereka? Kalaupun yaa…  Apakah efek sakit demam bisa separah itu hingga membuat orang menjadi amnesia dan merubah kepribadian seseorang? Ahh… sudahlah! Ia tidak ingin berpikir macam-macam, itu jelas-jelas adalah hal yang mustahil.

Sooyoung pikir keadaan Kyuhyun sudah membaik dan hanya perlu istirahat, lagi pula bukankah Kyuhyun tidak akan suka jika ia terlalu sering dalam pandangannya?

“eeh, itu…” Sooyoung ragu
“aigoo! rasanya tulang-tulangku lemas sekali, aku belum bisa berjalan sendiri” keluh Kyuhyun dibuat-buat, namun itu cukup berhasil membuat Sooyoung luluh dan dengan segenap perhatiannya dengan sigap ia mendekati Kyuhyun.

“Kau tidak usah banyak bergerak dulu, kau harus banyak istirahat untuk memulihkan tenagamu” ucap Sooyoung khawatir.

“ya… mungkin aku akan segera sembuh jika dirawat dengan baik”

“eeh itu… miann” Sooyoung masih merasa bersalah.

“hmmhh, aku ingin tidur lagi, mungkin aku akan merasa lebih baik setelah bangun nanti”

“nee.. istirahatlah, sementara aku akan menyiapkan makan siang” Sooyoung akan berdiri namun lagi-lagi Kyuhyun menariknya hingga terduduk di sampingnya.

“kenapa…,” ucapan Sooyoung terhenti ketika Kyuhyun menaruh tangannya di kepalanya.

“waktu kecil saat aku sakit ayah akan menidurkanku dengan mengelus-elus kepalaku seperti ini” lirihnya lembut sambil menuntun tangan Sooyoung bergerak halus ke depan dan ke belakang membelai puncak kepalanya.

“tapi…”
“jangan kemana-mana, tetaplah seperti ini, karena walaupun aku sudah tidur aku akan sadar jika kau menghentikannya” lirihnya lagi sambil mulai memejamkan matanya, seakan tak menerima alasan apapun yang dikatakan Sooyoung.

Sooyoung tentu merasa aneh dengan tingkah tak biasa Kyuhyun yang kini lembut dan tak lagi dingin terhadapnya, namun lagi-lagi ia kembali berpikir mungkin itu efek sakitnya karena ia butuh perhatian namun begitu hal itu membuat rasa bahagia dan haru membuncah dalam hatinya, perlahan-lahan Kyuhyun sudah bisa menerimanya.
****
Anggapan Sooyoung salah, sikap hangat Kyuhyun bukan hanya pada saat dia sakit saja, tapi dua bulan berlalu sejak saat itu hubungan keduanya membaik, Kyuhyun tak lagi menunjukkan kebenciannya, bahkan walau hanya setitik.

Mereka sudah lebih sering berkomunikasi, Kyuhyun sering berbagi pengalamannya dan juga mengeluhkan berbagai masalahnya di kantor.

Demikian juga Sooyoung yang juga sering menceritakan pengalaman menariknya di kampus. Yaa… hubungan mereka kini berkembang menjadi sepasang teman jika tak berlebihan menyebutnya sebagai sahabat atau yang lebih dari itu.

Meski terkadang situasi kikuk tiba-tiba melanda kebersamaan keduanya yang entah apa sebabnya. Sering juga dibumbui dengan sikap mengambek tak jelas Kyuhyun apalagi kalau menyangkut tentang persahabatan Sooyoung dan Suho yang hal itu tak pernah dimengerti Sooyoung karena ia sama sekali tak ingin menerka bahwa itu adalah perasaan cemburu.

Yaa… hubungan mereka memang jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi tak lantas membuatnya menjadi jelas. Secara hukum dan agama mereka adalah pasangan suami istri,  secara cikal bakal mereka adalah sepasang kakak adik, secara yang terlihat hubungan mereka tampak seperti hanya teman mengobrol.

Meski keduanya sama-sama menikmati kebersamaan,  kerinduan, keperdulian, serta kecemburuan yang sering kali melanda, namun antara keduanya sama sekali belum ada pengakuan rasa, hingga membuat mereka buta akan rasa yang ada, bahkan sekalipun mereka belum pernah menghabiskan waktu dengan pergi keluar bersama, hingga membuat semuanya masih terasa abu-abu dan membingungkan, bingung harus menamai apa hubungan mereka ini.
****
Pagi-pagi usai mandi, Kyuhyun menyempatkan diri untuk mampir ke dapur, yaa sering kali jika sempat ia akan memanfaatkan waktu paginya dengan membantu Sooyoung menyiapkan sarapan. Kini Kyuhyun sibuk membantu Sooyoung memotong sayuran, untuk beberapa saat suasana di dapur hening, tak ada topik yang bisa dibahas.

Namun dalam waktu sesaat keheningan itu segera terpecahkan dengan suara rintihan Sooyoung. Ia baru saja memotong ujung jari telunjuknya, darah segar pun menyusul keluar. Setengah panik segera Kyuhyun meraih tangan Sooyoung dan secara naluriah berusaha menghentikan pendarahannya dengan mulutnya.

Terang saja tubuh Sooyoung langsung menegang, rasa terkejut juga dag dig dug melandanya.
“bagaimana, apa masih sakit? apa lukanya dalam?” dalam diam ia hanya menggeleng pelan belum mampu mengeluarkan suaranya.

“lain kali hati-hati, masih untung yang terluka hanya satu jari, bagaimana kalau lima jari?” Kyuhyun setengah mengomel, namun ada gurat kecemasan dan perhatian di wajahnya membuat Sooyoung lagi-lagi hanya mampu mengangguk pelan tak mampu berucap.

Usai sarapan Kyuhyun pun bersiap-siap pergi ke kantor, seperti biasa Sooyoung memasangkan dasinya, yaa tanpa deklarasi apapun sepertinya memasang dasi sudah menjadi tugas tetap Sooyoung.

“nanti sore cepatlah pulang, aku akan memasak yang enak” Kata Sooyoung malu-malu sambil merapikan kerah baju Kyuhyun sebagai sentuhan terakhir tanpa berani menatap wajah Kyuhyun.
“hari ini kau tidak usah memasak apapun” perkataan Kyuhyun mengagetkan Sooyoung, entah kenapa ia begitu kecewa dengan penolakan Kyuhyun kali ini.

“tapi aku akan pulang lebih cepat, karena kita akan makan malam diluar malam ini”
“nee??” Sooyoung lagi-lagi terkejut, tapi ia takut salah dengar dengan ucapan Kyuhyun barusan.
“nanti sore kau siap-siaplah, sepulang kerja aku akan langsung menjemputmu” Sooyoung mengangguk tersipu.

“aku pergi sekarang ya! sampai ketemu nanti sore” ucap Kyuhyun untuk yang terakhir kalinya sembari mengusap lembut puncak kepala Sooyoung seperti biasa yang hingga kini tak dipahami Sooyoung maksudnga, lalu membalikkan tubuhnya beranjak dari hadapan Sooyoung, sementara Sooyoung diam berdiri di tempatnya menatap punggung Kyuhyun yang menjauh dan segera menggapai pintu.

Namun mengejutkan, Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu berbalik, seakan kembali mengambil sesuatu yang tertinggal, Kyuhyun kembali melangkah mendekati Sooyoung, lalu berhenti tepat di hadapannya.

Tiba-tiba saja ia menyapu kening Sooyoung dan sebuah kecupan hangat, dan terang saja sukses menyihir Sooyoung dalam kebekuan sesaat, jantungnya berdegup kencang seperti akan melompat dari dadanya. Kyuhyun mengakhiri perlakuan spontannya itu dengan seulas senyuman manis yang membuat Sooyoung terpana dan membeku dalam waktu lama.

Namun Kyuhyun tak memperdulikan reaksi gadis itu, ia bahkan masih sempat mengusap pipi Sooyoung dengan tangannya sebelum akhirnya berbalik dan benar-benar pergi menghilang di balik pintu, seakan ia tak sadar ia barusan telah membuai seorang gadis hingga seperti kehilangan akal sehatnya.
****
Senja menjelang, langit pun sudah mulai mendung penanda malam akan segera tiba, hanya diterangi oleh matahari tampak berwarna keoranyean di ufuk barat.

Sooyoung kini berdiri di pinggir jalan menunggu Kyuhyun yang menurut ucapannya di telepon tadi ia akan segera tiba.

Sooyoung ketar-ketir menunggu kedatangan Kyuhyun, ia khawatir sikapnya akan se grogi saat ini hingga ia akan tampak bodoh. Lebih dari itu ia menghawatirkan soal penampilannya.

Dengan segenap wawasan fashionnya yang tak seberapa, ia mencoba tampil cantik dengan mengenakan mini dress oranye segar yang chick berbalut cardigan putih untuk menutupi gaun atasnya yang tak berlengan, ia kenakan flat shoes putih yang senada dengan warna cardigannya.

Rambut panjang bergelombangnya yang biasanya yang ia biarkan tergerai bebas kini ia kelabang, wajahnya pun hanya dipoles sederhana, namun begitu tetap saja penampilan sederhana itu membuat Sooyoung tampak berbeda.

Tapi tetap saja, Ia khawatir penampilannya dinilai terlalu berlebihan, tapi mau bagaimana lagi? Ini adalah pertama kalinya ia makan dengan Kyuhyun di luar, ia memang harusnya bernampilan lebih cantik dari biasanya, ia hanya ingin Kyuhyun terkesan dan tak menyesal mengajaknya berkencan. Berkencan? apakah ini bisa disebut sebuah kencan?

Lima belas menit berselang, Sooyoung sempat was-was dalam penantiannya karena Kyuhyun tak kunjung datang. Namun pada detik berikutnya,  dari kejauhan tampak sebuah siluet seseorang yang tampak gelap di bawah sinaran matahari senja, dan Sooyoung kenal betul dengan gestur siluet itu, perlahan-lahan sosok itupun semakin mendekat padanya, lama kelamaan seraut wajah itu semakin jelas dalam pandangannya. Kyuhyun akhirnya muncul dengan membawa sejuta asa dalam dada gadis itu yang entah apa namanga.

Dari arah barat Kyuhyun tampak berjalan kaki tanpa BMW hitamnya. Dari jauh pandangan keduanya bertemu dan saling melemparkan senyum. Seakan tak sabar bertemu Kyuhyun lalu berlari kecil mendekati Sooyoung masih diam di tempat ia berdiri.

Perasaan ketar-ketir namun juga senang kian bergemuruh memenuhi dada gadis itu, terlebih lagi ketika kini sosok itu berdiri di hadapannya menatapnya lekat. Ia bahkan masih sempat mengulumkan senyum manisnya di tengah nafasnya yang setengah terengah.
“Mah…afh… ah..khu ther..lahmbhat” ucapnya sebelum ia kembali mengatur nafasnya.
“Kau, sudah lama menunggu ya? Miann… sudah membuatmu menunggu”
“Ahh… tidak apa-apa belum terlalu lama kok. Kau… jalan kaki??” Sooyoung akhirnya menyampaikan rasa penasarannya.
“Ah.. itu? Mobilku masuk bengkel, entahlah tiba-tiba saja ia mogok di tengah jalan dan ternyata terjadi masalah dengan akinya, makanya aku terpakaa ke sini naik bus”
“Kau… tidak apa-apa naik bus?” Sooyoung menyampaikan rasa takjubnya, seorang CEO kaya yang biasanya berkendara mobil mewah kini harus naik bus?
“Yyaa! Jangan sepelekan aku ya? kau pikir aku ini anak manja, begini-begini aku dulu adalah seorang pramuka dan aku sudah biasa naik bus. Ngomong-ngomong, tidak apa-apa kan kalau kita pergi naik angkutan umum saja?”
“Nee…? Ah… itu… tentu saja tidak apa-apa, memangnya… kita mau kemana?”
“Kita akan ke tempat yang pasti akan kau sukai, kajja!” Ajak Kyuhyun dan tanpa basa-basi langsung menyambar tangan Sooyoung dan tentu saja lagi-lagi gadis itu terkejut dibuatnya, ia bahkan menatap lekat jemarinya yang kini bersilangan dengan jemari Kyuhyun saat ia menuntunnya menysuri sepanjang trotoar.

Dua bulan ini bagaikan mimpi indah bagi Sooyoung, ternyata diperlakukan baik oleh seorang Cho Kyuhyun jauh lebih indah dari yang ia bayangkan, padahal ia bahkan tak pernah berharap lebih, diterima dengan baik oleh Kyuhyun saja sudah sangat patut ia syukuri mengingat Kyuhyun begitu pantas membencinya. Dan mungkin hari ini adalah puncak dari segala kebahagiaan itu, Sooyoung bahkan tak berani membayangkan yang lebih membahagiakan dari itu.

Sesuai dengan janjinya Kyuhyun benar-benar membawanya ke tempat yang sangat ia impikan dan tak terpikirkan olehnya untuk mengalaminya, sambil terus menggandeng mesra tangannya bak sepasang sejoli Kyuhyun telah memberikan kejutan padanya dengan membawanya ke sebuah pertunjukan orchestra yang sangat berkelas dimana Sooyoung yang sejak kecil tertarik dengan biola kini dapat melihat langsung pertujukan para pemusik-pemusik ternama dunia yang membuatnya terkagum-kagum bahkan tak membiarkan matanya berkedip walau hanya sedetikpun.

“Kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun usai menonton pertujukan musik. Mereka kini berjalan santai di trotoar jalan, entah kemana arah tujuannya, gandengan tangan itu bahkan masih terjalin dan enggan untuk terlepas.

“Nee!! Choayoo! Ini seperti mimpi bagiku, gomawo…” ucap Sooyoung sambil mengangguk penuh antusias. Tiba-tiba suara handphone milik Sooyoung berdering, sesaat ia berhenti sejenak, Kyuhyun pun ikut berhenti, buru-buru gadis itu merogoh tas selempang  cokelatnya dan mengambil handphone berderingnya dari sana.

“Suho-ssi?!” Serunya ketika melihat nama yang terpampang di layar hp nya. Sementara mendengar nama itu segera saja mengundang rasa keki di hati Kyuhyun, entah kenapa dia selalu saja alergi bahkan walau hanya mendengar nama Suho dari mulut Sooyoung.

“Yeoboseyo.. Suho-ssi? Aku sedang.. Omo! Aku benar-benar lupa, baiklah aku akan segera ke sana, nee.. tunggu aku” Setengah panik Sooyoung menaruh hp nya ke dalam tasnya.

“Kyuhyun-ssi.. aku harus pergi sekarang” Sooyoung panik
“Kenapa?” Kyuhyun jelas tak terima, pokoknya apapun alasan yang akan dikemukakan Sooyoung tak akan dia terima
“Itu… aku ada latihan hari ini bersama band nya Suho untuk pertunjukan minggu depan, Haduuh! Aku benar-benar pikun sampai agenda sepenting ini terlupakan” Kyuhyun memalingkan wajah dan mendecis kesal mendengar alasan Sooyoung itu, baginya itu adalah alasan paling tak masuk akal yang pernah ia dengar.
“Aku pergi sekarang ya! Makan malamnya lain kali saja” setengah panik Sooyoung mencoba melangkah pergi namun Kyuhyun menahannya dengan tangannya.
“Memangnya siapa yang mengijinkanmu pergi?” Ucap Kyuhyun setengah membentak.
Wajah Sooyoung ikut berubah serius dengan sikap keras Kyuhyun apalagi melihat wajahnya yang tampak sangat serius.
“Kau lebih memilih aku atau Suho sih?”
“Bu… bukan begitu, aku adalah vokalisnya dan aku masih harus banyak latihan vokal, pentasnya akan diadakan dua minggu lagi, jadi aku tidak mungkin absen dari latihan”
“Tapi kau sedang bersamaku sekarang, mana boleh kau melakukan itu padaku? Apakah kau pikir kau tidak menyakiti perasaanku dengan melakukan itu?” Ucapan Kyuhyun itu menyentak Sooyoung, sampai sebegitukah perasaan Kyuhyun hanya karena dia membatalkan kencan mereka? “Tapi… bagaimana ini? Aku sudah berjanji akan datang?”
“Berikan handphonemu padaku” Kyuhyun bersikap seolah-olah akan memberikan sebuah solusi. Agak ragu namun berusaha percaya Sooyoung pun memberikannya.

Untuk beberapa saat Kyuhyun tampak mengetik di layar hp Sooyoung, sambil tersenyum puas ia mengembalika hp Sooyoung.
“Ini… sekarang aku sudah membereskannya”
“Membereskannya?” Sooyoung membeo bingung, penasaran ia pun menatap ke layar handphonennya yang menampilkam notifikasi pesan terkirim.

“Maaf Suho-ssi, aku tidak bisa ikut latihan hari ini, Aku sedang berkencan dengan suamiku, jadi tidak bisa diganggu”

Bunyi kutipan sms yang baru saja dikirim Kyuhyun kepada Suho.

“Ini…” Sooyoung speechless.. harusnya memprotes prilaku kekanak-kanakan Kyuhyun tapi nyatanya ia malah tersenyum geli.

“Sudah beres kan? Kajja!” Kyuhyun  langsung saja menggandeng tangan istrinya dan melanjutkan perjalanan mereka.

****
Kyuhyun membawa Sooyoung makan malam bukan di restauran mahal, bukan karena ia tidak mau mengeluarkan banyak uang untuk makan malam bersamanya, tapi ia tau gadis itu juga tidak terlalu suka makan di tempat-tempat mahal dengan masakan internasional, ia jelas lebih suka masakan korea.

Lagipula ia ingin makan malamnya dengan Sooyoung terasa lebih santai dan hangat, ia juga ingin menunjukkan kepada Sooyoung tempat makan favoritnya yang sangat recommended itu, maka jadilah mereka makan malam di sebuah kedai ramyeon favoritnya sejak SMA dulu karena kebetulan dekat dengan sekolahnya, tempat ia biasa nongkrong selain di club malam tentunya.

“Eotte?! Bagaimana makanannya? Apa kau menyukainya?” Tanya Kyuhyun di sela makan malam mereka.
“Emm… ini benar-benar enak, ini adalah ramyeon terenak yang pernah aku makan” ucap Sooyoung ceria seraya menyumpit kue beras dari piring kecil di depannya.

“Vict… ayo berhentilah kau tidak boleh banyak minum, bagaimana kalau orang-orang mengenalimu?”
Terdengar suara wanita tak jauh dari tempat mereka makan. Suara itu jelas mengundang perhatian Kyuhyun, suara itu tak asing bagi Kyuhyun.

Iapun menoleh ke arah suara, di meja sebarang tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk tampak beberapa orang duduk di meja yang sama, dua orang pria dan tiga orang wanita. Salah satu dari wanita itu tampak kacau karena mabuk berat dan terus menambah jumlah botol soju di hadapannya dan tak memperdulikan peringatan teman-teman di dekatnya, seorang wanita lain yang duduk di sampingnya tampak kerepotan dan terus memperingatkan wanita yang sedang mabuk itu, sementara yang lain memandangnya prihatin.
“Kalian tenang saja, disini aman, aku memilih tempat ini karena aku tau tidak akan ada pelanggan lain selain kita, lagipula aku sudah mentraktir kalian, jadi kalian sebaiknya diam saja” wanita mabuk itu melantur sambil mulai meneguk botol soju berikutnya.

“Vict!” Wanita yang satu memanggil nama wanita mabuk itu seraya merampas botolnya.

Kyuhyun memperhatikan mereka lekat, sebagian besar dari mereka ia kenal, kedua pria dan dua dari wanita itu. Mereka adalah teman SMA nya, dan wanita yang mabuk itu? Victoria Song, meski tampak kacau tak seperti penampilan anggun yang biasanya dan lebih sering menunduk Kyuhyun jelas kenal dengan baik gestur itu.

“Cho Kyuhyun? bukankah itu Cho Kyuhyun mantan pacarnya Vict?” Salah satu pria yang menyadari kehadiran Kyuhyun bertanya kepada yang lainnya.

“Kau benar. Dia Cho Kyuhyun,  kebetulan sekali! Coba kau hampiri dia”

“Kau Cho Kyuhyun kan?” Tanya pria yang seingat Kyuhyun bernama Heechul itu menghampiri.

“Nee… kau benar! Kau Heechul bukan?”

“Nee… Kyu, kebetulan sekali kau ada disini, kami butuh bantuanmu. Ini soal Victoria”

“Nee… aku sudah melihatanya” ucap Kyuhyun singkat

“Kalau begitu tunggu apalagi? Kau pasti tau password apartemennya kan? Dia sedang mabuk berat dan tidak ada dari kami yang tau password apartemennya” dengan ekspresi datar entah apa yang sedang ia rasakan, Kyuhyun segera menghampiri meja Victoria.

“Kyu…? Kau kah itu…” sapa Victoria tersenyum girang walau setengah sadar. Tanpa menjawab Kyuhyun langsung saja menghampiri Victoria lalu tanpa aba-aba memikul tubuhnya yang lunglai.

Langkahnya tertahan sesaat ketika menemukan Sooyoung sudah berdiri tepat menghalangi jalannya. Dalam diam tatapan mereka saling bertemu, lewat tatapan datar itu Sooyoung dapat menemukan rasa yang berbeda dari Kyuhyun kini.

“Dia gadis yang bersamamu tadi kan Kyu? Dia siapa?” Salah seorang gadis bertanya.

“Dia… dia adalah adikku…” ucap Kyuhyun dingin sambil matanya menatap lekat gadis di hadapannya.

                       TBC

Teaser Next Part

“Eomma tidak bisa menghalangiku!, aku tidak perduli dia sudah menikah atau belum, aku harus merebutnya kembali…” Ujar Victoria kekeuh.

“Siapa yang mau menghalangimu sayang, Eomma justru mendukung penuh kau. Kau memang harus merebutnya kembali, kau tidak boleh membiarkan orang lain mengambil milikmu yang berharga” Nyonya Song dengan wajah jahatnya.
****
“Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa tau tentang masa laluku? Kenapa kau ingin melindungiku?” Desak Sooyoung pada Suho dengan air mata yang menggenang di wajahnya.

Author’s Message.

Sebelumnya author ucapin Maaf lahir batin tingkat provinsi lah sama para readers setia. Fan Fict ini udah kayak Harry potter yang dilanjutin setahun sekali jadinya, maklum author duafa yang selain miskin kasih sayang juga miskin laptop muehehe…

Kabar bahagianya karena sekarang author udah punya laptop lagi jadi author usahain bisa ngepost minimal sebulan sekali lah. Untuk itu, part ini author anggap sebagai barometer readers apakah masih antusias sama fan fict ini apa gak, I Hope So. Btw, masih ingat sama teaser di part 3? Insha Allah bakal author ceritain di bab berikutnya, so keep waiting for the next part yoo. Tungguin juga kelanjutan ITILYO dan fan fict lain. Author tunggu Comment, Vote and Likenya ya!

49 thoughts on “Only You To Me Part 6

  1. elis sintiya says:

    romantis bgt si kyuppa dia udh bisa ngebuka hatinya buat sooyoung eonnie dan pengganggu si tante girang bakal di mulai.. sebenernya gedeg bgt klo ada si tante girangnya.. ohy thor kapan part 7 nya di publist aku udh nunggu part 7 lama bgt..

  2. aaaaaaaaaaaaa muncul juga ni ff. tehura gua wks..
    kyuhyun bodo apa gimane si/? suka kan sm sooyoung ato msh ngarepin vict(?) bingung dah.
    next please jan bikin aku nunggu terlalu lama thor wkwk

  3. Putri wahyuni says:

    Makin penasaran ama jalan ceritanya, siapa aja sih yg sebenernya jahat? Kasian soo eonni,aku kira kyuppa udh berubah beneran,ternyata masih aja gengsi…

  4. kyusoowon says:

    Aku udah agak lupa ma cerita’a…jadi harus baca dr ulang lg deh hiks…omo kyu ketemu vic berubah lg jd dingin ke soo…udah soo ma suho aja atw ma siwon kalo belum mati siwon’a hehehe

  5. TAENGsone says:

    Sbnrnya udh agak lupa sih ma ceritanya yg lalu .. Tp ingat kembali pas baca smpe pertengahan xDD . Ciyee yg udh baikan #colekkyuyoung . Wahh , Vict ma eomma nya jahat banget -_- . Trs Suho tau soal Soo ?? Wahh .. Seruu seruu !! Next ditunggu (y)

  6. farida_salma says:

    heeee, kyu jahat bgt
    yg ngajak dinner dia giiliran ketemu masa lalunya malah kayak gitu

    next part ditunggu🙂

  7. Ola says:

    rada lupa sma crita yg kmaren -_-
    nunggu bgt nihhh klnjutannya… kyu ihhhh msa bilang soo adik pdahal udh mulai pda deket n ngomong tuh sma suho lg kencang. ap coba kyu jahat gk gantle ahhhh
    nexttt ditunggu

  8. Mayumi Fumihiko says:

    alhamdulillah di post juga ff ini, walopun aq sampe sempet lupa ama ceritanya, tp langsung nyambung stlh baca part sblm nya, kyuhyun ngegemesin bgt pas lagi sakit, sooyoung yg sabar ya…
    yg ff i think i love you ottohke nya di tunggu2 bgt thor… semangat terus ya, keep writing!!^^

  9. gita says:

    Awalnya udh lupa sma ni ff, tapi coba baca dri prolog lagi biar bener” ngerti
    Seneng bngt kyu udh ngerubah sikapnya dan udh mau ngelakuin skinship sma soo
    Tapi langsung sebel lagi, gara” dy gk ngakuin soo sebagai istrinya dihadapan temn”nya, dn malah lebih milih victoria
    Kasihan bngt soo..
    Itu eommanya vict ternyata jahat ya, perasaan dy yg pas kumpul keluarga ngajakin kyuyoung bulan madu dn seneng sma soo, ternyata dy jahat sma kyk anknya toh
    Ditunggu bngt next.a, jangn lama” yaa, dn plis jngn ngilang lagi

  10. mrn says:

    akhirnyaaaa muncul jugaaa, thorr kenapa diawal cerita manis bgt dan cerita buat ngdropppp aja, kyuhyun tega! njirrr parahhh bgttt

  11. yaaakk! kyuppil egois banget pasti jleb banget, tau gitu soo eon mending ikut latihan aja drpada harus jalan² yang berujung menyakitkan😦
    next partnya di tunggu yaaa, keep writing and hwaiting! ^^

  12. Desta Wulan says:

    Awalnya Kuhyun manja banget sama Soo , tapi endingnya malah Kyu nyebut Soo adiknya .. huhu ..
    lanjut ya eon..

  13. Yuliandini says:

    Aku akuin ini ff awalnya sweet tapi pas diakhir bikin jengkel apa lgi si kyu yg langsung ngerubah sikap pas ada si nenek lampir itu (read:victoria) apa susahnya si kyu ngakuin soo sebagai istri bukan sebagai adik atau apalah!!
    Suho tau tentang masa lalunya soo?? Apa mungkin dia adik atau sepupu Siwon??
    Hadoh penasaran thor ama kelanjutan ni ff apa lg pas liat teasernya uhh jadi gak sabar nih thor, jgn lama” ya thor postnya oke Fighting thor (y)

  14. Okey… Fix.. -_- brskap lembut,nyium jidat,elus pipi,elus kpla,pegang tangan,kencan dan bla..bla..blaa.. -_- semua kebahagian itu sirna pas kyu akui soo adalah adiknya BUKAN istrinya -_-
    whatt? ADIKK??ASTAGA.. :-@ prlakuan baik kyu sma soo SEMUNYA BULSHIT,menjengkelkan,menyebalkan dan akhrnya … Sooyoung kmbli sedih😦
    suer.. Jengkel bngt sma kyu, tega bngt jdi mnusia :-@ aku jdi emosi sndri klw kyk gini, lgi bhagia2nya lhat prubahan drastis kyu… Eh malah pda akhrnya smua hal itu hlang seketika saat muncul victoria :-@ dasar pengganggu :-@ kyu nya juga nyebelin bngt2 :-@ dsar laki2 PHP –‘ :-O *Lahh *ngawurModeOn😀

    teaser chapter7nya smkin buat pnasaran, jdi vict sma ommanya sma2 jhat –‘
    dan trnyta suho tau tentang msalah lalunya sooyoung:-/
    next partnya bnar2 selalu ditnggu thor😉

  15. Oktavianti says:

    Lanjut thor makin penasaran. Kok Kyuhyun kayak ngegantungin si Sooyoung ya? Kasian Sooyoung ㅠㅠ part selanjutnya jangan lama” ya thor, fighting^^

  16. Risqi says:

    akhirnya.. dipublish juga. udah lama nunggu kelanjutan ff ini, keren banget unnie. kyuhyun kayak orang plin-plan ya, sebentar baik ke sooyoung sebentar kumat lagi sikap nyebelinnya. padahal udah seneng banget kyuyoung lebih deket, namun gara-gara victoria sepertinya hub. kyuyoung mulai menjauh lagi. ditunggu part selanjutnya + ditunggu yg ITILYO

  17. ester says:

    Jahat kyu nya knapa bilang soo adik nya kenapa ngak bilang kalau soo itu istri nya
    lanjut unni bgus ff nya

  18. vina febriani says:

    akhirnya setelah penantian yang cukup lama nih ff keluar lagi, jadi penasaran sama suho itu siapa. semoga kyuyoung tetap baik-baik aja.

  19. sooyi says:

    akhirnya dipost juga.
    gomawo
    vict ganggu bget sih padahal kn kyuyoung lgi kencan
    thor dtggu lanjutan ITILYO nya

  20. Youngra park says:

    Ahh sumpah di awal sdh di buat nge fly ehh di endingx nyesak bgts kyuppa gk mw di tnggalin sma soeoni untuk suho ehh tapi malah dia yg tnggalin sooeoni taii nah next wajib di lanjutin jng sebulan sekali jga chigu kelamaan sdh penasaran bgts nih sma kelanjutannya teaserx malah bikin smakin penasaran next jng lama ne

  21. icha dewi says:

    kyu benar2, saat soo mau pergi dilarang tp dg seenaknya dia bohong gtu aish buat palak gk suka kalo soo digtuin dan penasaran dg part selanjutnya siapa suho sebenarnya ? suho kau harus selalu di siai soo rebut aja soo dari kyu kalo kyu tdrus nyakiti hati soo

  22. Delvia Marcelinna says:

    yaampun udah lama nunggu ff ini. akhirnya!!! ceritanya makin buat aku penasaran hehe. lanjut chingu jgn lama lama dong plisss. ffnya daebak!! gomawoyo ^^

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s