[Vignette] Safety Zone

kyuv

Safety Zone

[SJ] Cho Kyuhyun & [GG] Choi Sooyoung

Rating: Teenager | Length: 1918 words. | Genre: Fluff-AU, Comedy.

Presented by Stxllar.

.

Dalam zona aman Cho Kyuhyun, tidak pernah ada  Choi Sooyoung.

.

.

“Pacarku mati.”

Sedetik setelah kalimat penuh kekejaman yang tragis itu terlontar, Kyuhyun terjengkang. Bukan kiasan, yang ini secara harfiah.

“Apa?!” seru Kyuhyun, setelah kesadarannya pulih.

“Pacarku. Mati.” Sooyoung mengulanginya tanpa rasa bersalah atau ketakutan dikira penjahat psikopat yang tega membunuh kekasihnya sendiri.

Kyuhyun mengelus dada, masih terkejut. Lalu dia mengangkat bahunya, “Kau baru pacaran dengannya sekitar, hm, dua minggu.” Katanya.

“Benar.” jawab Sooyoung, tanpa emosi. “Dua minggu dan dia akan jadi korban kesepuluhku. Genap sudah.”

“Kau bercanda.”

“Nggak. Sama sekali nggak.” Sooyoung menyahut diikuti gerakan tubuhnya, mengempas di ranjang Kyuhyun yang seprainya kusut dan penuh dengan pakaian entah kotor/bersih. Kamar cowok memang selalu seperti ini, bukan? “Aku benar-benar serius.”

Well, tentu saja nggak. Sooyoung bukan psikopat yang kepingin punya catatan tahanan sebelum dia menuntaskan kuliahnya yang kurang beberapa bulan lagi. Ungkapan ‘aku membunuh cowokku’-nya yang pasaran (bagi telinga Kyuhyun, sih) itu cuma kode untuk ‘cowokku benar-benar menyebalkan dan aku tidak tahan menghadapinya’ yang akan segera berlanjut dengan kandasnya hubungan Sooyoung dengan siapapun yang sekarang menjabat statusnya sebagai pacar.

“Oke,” Kyuhyun menarik napas, meraih konsolnya di nakas dan kemudian fokus dengannya. “Jadi apa yang dilakukan Kyungho kali ini?”

“Dia otak udang. Percaya tidak, dia nongkrong dengan selingkuhannya di kantin kampus, di jam makan siang saat dia TAHU aku selalu di sana.” Gerakan-angkat-bahu-jengkel. “Atau dia memang kepingin ketahuan sedang selingkuh sehingga aku bisa putus dengannya.”

Suara tulittit keluar dari konsol, tanda cowok itu sekarang tengah memainkan game.

“Cho Kyuhyun!”

“Oke, oke. Mungkin dia memang tidak mau terlibat denganmu lebih jauh.”

“Masa, sih?” Sooyoung merengek. Ia membentur-benturkan tungkainya ke kaki ranjang. “Masa aku seburuk itu?!”

Kalau boleh jujur, Kyuhyun akan menjawabnya dengan tentu saja nggak, kau menarik dan bla-bla, tapi kalimat itu tertahan di kerongkongan karena Kyuhyun tahu Sooyoung tidak butuh komentarnya atau dukungannya. Begitulah karakter Sooyoung, dia nggak akan pernah mau menerima pujian dari Kyuhyun—bahkan ketika cowok itu bersungguh-sungguh.

“Sudahlah, Choi. Cari saja yang lain. Yang tidak akan kaubunuh.”

Sooyoung mengerang frustasi, ikut telentang di samping Kyuhyun. Rambutnya yang diekor kuda menyebar seluruhnya ke bantal.

Always end up like this, Kyuhyun membatin, diam-diam melirik Sooyoung yang tengah memelototi langit-langit.

“Besok ada pesta di fakultasku dan aku tidak punya pacar untuk kuajak berkencan. Skala 0-100, seberapa menyedihkannya aku?” Sooyoung melemparkan pertanyaan itu tepat lima detik setelah Kyuhyun meletakkan jaket cokelatnya yang lembut ke cantelan di belakang pintu kamar Sooyoung.

Beberapa menit yang lalu Kyuhyun tengah telentang, dengan konsol di tangan dan jus serta makanan ringan di nakas, ketika ponselnya berbunyi dengan super nyaring; Sooyoung memintanya datang ke rumahnya yang berjarak empat blok dari rumahnya sendiri—atau sekitar empat ratus meter dari kamar Kyuhyun.

“Nol. Tentu saja.” Jawab Kyuhyun, duduk di sofa beludru merah.

“Kau harus merasakannya! Ini namanya public embarassment.” Sooyoung bersikukuh. “Pergi ke pesta sendirian itu super duper kombo menyedihkan, Cho Kyuhyun! Kau harus datang ke pesta sesekali dan rasakan sensasi tidak-punya-pacar-dan-sendirian.”

“Masalahmu itu tidak ada apa-apanya ketimbang jumlah anak kelaparan yang akhirnya meninggal di Afrika.”

Oh yah, Kyuhyun memang selalu seperti ini. Sulit memercayai kalau mereka berdua bersahabat—sudah tujuh tahun, malah—mengingat betapa berkebalikannya kepribadian mereka. Sooyoung dengan sikap ceria, blakblakan, dan malas belajar (ini benar, lho!) dan Kyuhyun dengan sikap agak penyendiri, lebih suka mengunci dirinya di penyimpanan sepatu ketimbang bergaul dengan teman-teman sebayanya, dan terlalu pintar sampai IQ-nya begitu cemerlang dan memercikkan sinar.

Hanya saja, Sooyoung suka menghabiskan waktu tidak-pentingnya dengan Kyuhyun. Dia suka nongkrong di kamar Kyuhyun atau mengganggu cowok itu dan memaksanya keluar dari kamarnya—tanpa konsol game-nya itu, kalau bisa—hanya agar Sooyoung bisa memuntahkan keluh-kesahnya yang terpendam. Dan Kyuhyun, menjadi dirinya sendiri, akan cuek bebek pada apapun yang dikatakan dengan menggebu oleh Sooyoung, namun tindakan tanpa-komentar-cuma-mendengarkan Kyuhyun itu tampaknya cukup untuk Sooyoung. Bukti: Kyuhyun mungkin kelihatan seperti tidak mendengarkan dan asyik dengan dirinya sendiri, tapi sewaktu Sooyoung mengamuk dan bertanya pada Kyuhyun apa yang sedari tadi dia bicarakan, Kyuhyun dengan mudah menjawab dan kadang-kadang, kalau sedang baik, memberi solusi.

Dangkal. Kata itulah yang diam-diam keduanya gunakan untuk mendeskripsikan hubungan mereka. Hubungan mereka rasa-rasanya kurang intens untuk disebut persahabatan, dan terlalu intens untuk disebut pertemanan.

“Jadi maumu bagaimana, nih?” Kyuhyun akhirnya mengeluarkan suara. Bertanya apa yang diinginkan Sooyoung.

Mata bulat cewek itu berubah cemerlang dan bibirnya yang sedari tadi mencebik naik ke atas, “Kau. Mauku kau.”

Ambiguitas omongan Sooyoung barusan tidak berdampak banyak pada raut muka Kyuhyun atau gestur tubuhnya, karena, cowok itu sudah terlalu paham dengan hal-hal beginian dan ketidakmampuan Sooyoung untuk mengungkapkan kalimat tanpa memberikan kesan lain yang rancu. (Khusus kalimat ini, membuat jantung Kyuhyun mencelos sedikit).

“Nggak. Aku tidak akan pernah pergi ke pesta. Titik.”

Tapi…” Sooyoung mulai merajuk, bangkit dari posisi tidurannya yang nyaman. “Kau satu-satunya harapanku!”

“Kenapa kau nggak menelepon pacarmu dan mengajaknya pergi bersama? Kalian toh belum putus. Secara resmi, maksudku.”

Sooyoung menampilkan raut kepingin muntah, “Nggak sudi.”

“Ya sudah, kalau begitu pergi saja sendirian, atau kalau tidak, tinggal saja di rumah.”

“Maksudmu, aku harus menghabiskan sisa masa mudaku dengan duduk diam di kamar, ngemil, dan mengganggu aktivitasmu?”

Kyuhyun mengangkat bahu.

“Nggak mau!” Sooyoung menjerit. “Aku tidak peduli, pokoknya malam ini, kau harus ada di Silvermist.”

Kelihatannya keputusan yang tidak bisa diganggu gugat sudah dijatuhkan.

Kyuhyun benci keramaian dan orang-orang mabuk yang berjalan sempoyongan, terlalu tidak sadar untuk menyadari kalau mereka barusan menabrak bahu seseorang.

Sooyoung suka keramaian. Dia suka berada di tengah-tengah lautan manusia yang sedang mengobrolkan sesuatu dan dia akan ikut nimbrung bersama mereka.

Tapi, siapa sangka kalau malam ini adalah akhir dari masa ‘zona aman’ Cho Kyuhyun?

“Aku tadi melihat Kyungho!” Sooyoung berseru, di tengah keramaian dan musik bertalu-talu yang menyiksa telinga. “Tuh, ‘kan! Untung aku belum meneleponya!”

“Dia bersama selingkuhannya?” Kyuhyun balas berseru.

Yeah, tentu saja.” sahut Sooyoung sembari memutar bola mata. “Ayo pergi ke konter minuman. Barusan aku melihat selingkuhannya di sana,” dia membuat isyarat dengan mata, menunjuk sofa di seberang. “Aku tidak mau berpapasan dengannya.”

“Terserahlah.” Kyuhyun ikut bangkit, mengikuti langkah panjang Sooyoung yang membelah keramaian. Inilah alasan sebenarnya mengapa Kyuhyun benci pergi ke kelab, meski di usianya sekarang, dia jelas tidak perlu membuat ID palsu, alias dia sudah legal untuk mabuk-mabukan. Hm.

Empat sofa dari sofa yang tadi mereka duduki, Sooyoung berhenti. Sofa pemberhentian mereka kali ini sepi, kosong melompong karena orang-orang tengah sibuk menggerakkan badan di lantai menari—dance floor.

“Kali ini kau harus pesan minuman.” Sooyoung menantang, dengan sepercik senyum culas di wajah. “Harus.

“Tidak.”

Iih! Kau merusak kesenangan pesta!” kata Sooyoung, “itu yang bakal dikatakan oleh teman-temanku.”

“Bukan teman. Cuman orang yang kebetulan sekelas denganmu. Karena kenyataannya, kau membenci mereka.”

“Ironis sekali, ya?”

Demi menatap raut Sooyoung yang dipenuhi kesedihan, Kyuhyun akhirnya berkata, “Baiklah. Aku minum.”

Yeay!

Lima menit, pesanan mereka datang.

“Aku tidak akan minum banyak,” ujar Kyuhyun yakin, mengangkat gelas bergagang tingginya dan mendekatkannya ke mulut. “Dan kau sebaiknya juga begitu.”

“Tidak masalah. Aku kuat soal minuman.” Sooyoung mengangkat bahu. “Cheers dulu dong.”

Mereka mengangkat gelas masing-masing dan membenturkannya dengan perlahan, menghasilkan bunyi ting tanpa membuat gelas pecah. Kyuhyun meletakkan gelasnya kembali ke meja setelah menenggaknya habis.

“Kau tahu, Cho, aku sebenarnya juga tidak suka kelab.” Aku Sooyoung. “Sungguh.”

Ini fakta baru yang mengagetkan, Kyuhyun berpikir. “Aku tidak pernah tahu itu. Kukira kau menyenangi kelab dan pesta dan minuman seperti aku menyukai PSP-ku.” katanya.

Sooyoung tertawa, melambaikan tangan di depan mata, “Sebelumnya, iya. Tapi sekarang tidak.”

“Kenapa?”

Tawanya lenyap. “Kyungho bilang dia tidak suka gadis yang pergi ke kelab.” Jelasnya dengan nada melamun. “Aku sekuat tenaga menahan keinginan untuk pergi ke sini meskipun temanku mengajakku.”

Kyungho lagi. Diam-diam Kyuhyun menghela napas. “Sebegitu pentingnya dia, ya?”

Sooyoung mengangguk. “Sebegitu pentingnya.”

Situasinya jadi tidak nyaman sekali. Kyuhyun agak merasa bersalah mengomentari curhatan Sooyoung kali ini, karena itu artinya, Sooyoung akan bercerita makin banyak—sekaligus makin menyakitkan.

Baru saja Sooyoung selesai mengatakan ini, orang yang dibicarakan muncul di biliknya. Kyungho. Jung Kyungho si pacar—belum resmi disebut mantan—yang akan dibunuh Sooyoung muncul.

“Sooyoung? Aku perlu mengobrol denganmu.”

Ini bagaikan angin segar di tengah-tengah gurun yang panas, bagi Sooyoung. Dan bagaikan tonjokan di tulang pipi, bagi Kyuhyun.

Kyuhyun setengah berharap Sooyoung tidak bangkit, dan melemparkan kalimat jahat kepada Kyungho dan meresmikan putus-hubungan mereka.

Sebaliknya, Sooyoung justru berkata, “Oke.” Dan bangkit keluar dari biliknya, meninggalkan Kyuhyun dengan dua gelas kosong dan dua botol minuman beralkohol yang penuh.

Kalau kau jadi Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan? Menenggak minuman itu, tentu saja.

Saat Sooyoung kembali, biliknya sudah berantakan. Kyuhyun memang masih di sana, duduk di pojokan sofa dengan posisi kepala di atas lututnya sendiri. Mata Sooyoung menangkap dua botol minuman yang kosong melompong.

Kyuhyun mabuk.

“Cho, bangun,” kata Sooyoung, menggerakkan bahu Kyuhyun ke kanan dan ke kiri dengan goyangan pelan. “Ayo kita pulang. Pestanya mengerikan.”

Tidak ada balasan. Kyuhyun masih dalam posisi menelungkup, tidak pedulikan apa yang tengah dibicarakan Sooyoung.

“Cho Kyuhyun! Bangun!” Kali ini Sooyoung menambah volume suaranya, membuahkan hasil juga, ternyata. Karena begitu bentakan itu keluar dari mulutnya, Kyuhyun bangun dengan posisi tubuh siap siaga. “Bagus, ayo kita pulang.”

Sebaliknya, bukannya berdiri, Kyuhyun melemparkan pertanyaan yang membuat Sooyoung terduduk kembali. Pertanyaan kau habis ngapain yang kedengaran begitu negatif dan penuh amarah.

“Kenapa? Kenapa nada suaramu begitu?” tanya Sooyoung, setengah kaget mendengar pertanyaan temannya itu.

“Karena,” Kyuhyun menyahut, kemudian kalimatnya tidak terlanjutkan ketika dia merunduk ke arah Sooyoung—begitu dekat, sampai bibirnya nyaris menabrak bibir Sooyoung. Namun gagal karena kepala Sooyoung menyentak ke belakang, dengan terkejut.

Mendapat respons seperti itu, Kyuhyun mengangkat kembali kepalanya, memandang Sooyoung tepat di mata, “Kau menolak menciumku.”

What are you? Ecstasy?” Sooyoung bertanya dengan ketus. “Kau mabuk!”

Isn’t this is what you want?”

“Nggak, Cho Kyuhyun. Aku tidak—”

“Oh, ha ha, tentu saja. Kau habis bermesraan dengan Kyungho, ‘kan. Kau batal membunuhnya.” Kyuhyun tertawa. Jenis tawa yang akan membuatmu ngeri.

“Aku—tidak. Kau salah. Tapi, harusnya aku yang bertanya, kenapa kau kepingin menciumku?”

Jeda. Hening. Hening. Hening.

“Kau tidak sadar?”

“Sadar apa?” Sooyoung balik bertanya, tidak memahami apapun yang tengah temannya ini lakukan. “Aku tidak tahu kenapa kau jadi begini. Kau sangat aneh.”

“Aku memang aneh.” Balas Kyuhyun cepat. “Aku sudah aneh sejak kita pertama bertemu di SMA.”

“Tapi kau tidak pernah seaneh ini! Keanehanmu masih bisa diterima, karena sama seperti kau, aku juga aneh!” bentak Sooyoung.

“Tentu saja,” Kyuhyun menyahut dengan agak getir, saat Sooyoung menatap matanya, dia melihat luka di sana yang menyapu bersih kemarahan Sooyoung barusan. Pasti ada sesuatu, dan dia ingin tahu apa itu. “Kau tentu akan menganggap perasaanku aneh.”

“Apa sih sebenarnya yang terjadi!” Sooyoung berusaha menahan diri untuk berteriak gemas. “Kau ini kenapa?”

“Aku sayang padamu.”

Really? Sooyoung mendengus. “Aku juga sayang padamu.”

“Bukan! Bukan jenis sayang yang itu,” Kyuhyun mabuk, jelas sekali. “Aku sayang padamu seperti cowok… yang… naksir.. pada… cewek.”

Selesai sudah. Kyuhyun keluar dari zona amannya sebagai sahabat Sooyoung selama bertahun-tahun, tanpa pernah menyinggung perasaannya kepada cewek itu. Dan sekarang, berkat bantuan vodka berkadar alkohol tinggi, Kyuhyun sukses melompat dari zona amannya.

Dia menyatakan perasaannya pada Sooyoung.

Setelah, mungkin, Kyungho mengajak Sooyoung berbaikan.

“Tapi nggak masalah,” Kyuhyun berkata lagi, dengan susah payah. “Kau tidak perlu merasa tidak enak karena tidak jadi membunuh Kyungho. Aku tahu kalian balikan. Selamat, ya.” kemudian dia bangkit dari duduknya, berniat berjalan keluar dari kelab.

Namun terhenti, karena Sooyoung sudah menjerit, “Akhirnya kau mengatakan itu!”

“Apa?”

“Maksudku,” Sooyoung berusaha menjelaskan, “aku membunuh cowok-cowok itu, karena… karena, mereka tidak berhasil mengalihkan perhatianku padamu.”

Masa? Kyuhyun pusing, pendengarannya masih bekerja baik namun otaknya tidak.

“Dan aku barusan membunuh Kyungho! Kukatakan, aku tidak sudi balikan lagi padanya! Kau dengar aku, Cho? Kau dengar aku tidak?!”

Bruk.

Terlambat, Kyuhyun sudah terkapar di lantai, terlalu mabuk untuk tetap menyadarkan dirinya. Cowok itu tertidur saat Sooyoung menyatakan cintanya.

What a romantic-life story!

end.

Finished: 27/03/15 – 16.54

Hai-hai!! ^_^

Aku gak mau banyak ngomong, tapi kayaknya aku harus bilang maaf untuk cerita yang satu ini. duh, HAHA. Aku bikinnya cepet banget, sejam mungkin, makanya ceritanya jadi aneh begini. Dan iya, gantung abis endingnya. Maaf aku terlalu bingung dan males buat bikin after-story atau sekuel atau apalah itu HEHE. :’D

Jadi ini sekian dari aku. Maaf aku lama gak aktif di sini, dan well… MAKASIH UDAH BACA! I LOVE YOU!^_^

p.s. ini Meyda, 99liner, yang dulu pake penname MeydaaWK/Bepimee/meydawulan/Authumnder. Semoga masih ada yang inget.😀

terakhir, boleh minta reviewnya gak? ^_^

88 thoughts on “[Vignette] Safety Zone

  1. KyuLatte says:

    baguss!! tp kyuhyun nggak tau diri banget tidurnya.. hihi pas saat2 lagi romantis begitu. ijin ngobok2 blog nya yaaa..

  2. chocoyun says:

    ceritanya bagus, walaupun endingnya gantung. tapi gak papa. kyu pingsan saat yang tidak tepat–“

  3. sie says:

    Annyeong..
    Sayang banget ya ini ga ada sequelnya, but it’s oke lah, terimakasih ya, sudah membuat karya yg membuat aku semakin sayang sma kyuyoung, ini mengagumkan, ditunggu karya selanjutnya.
    Gomawo

  4. Suyongsii says:

    Ffnya kerenn, akhirnya happy ending tapi Kyu malah tepar, kira kira ada sequelnya ga nih? Thor bikin sequel ff ‘Loving you is a mistake” dong, aku udh baca ffnya berkali kali, tetep seru tapi gantung, ffnya gabakal dilanjutin lagi yaa?

  5. eitsss meida udah lama gak nongol sekarang nongol lagi penggunaan bahasanya udh pro bgt. sempet mikir ini novel translate’an bukan sih… suka bgt deh :3

  6. What what whay what?????
    Ikutan ambruk ini T.T
    Ahhhh butuh kejelasan lebih dari Sooyoung.
    Ini terlalu menggantung thor T.T
    tp untuk masalah bahasa udah bagus thor, tp thor kata2 ‘kepingin’ kok ga enak dibaca ya hehehe tp selebihnya tata cerita tata bahasa udh bagus kok thor.
    Semangat!!

  7. safitri agustina says:

    hai mey
    lama ngga keliatan di KSI, kmana ajin ? *sok akrab yaa gue :3
    btw yakin ni ff ngga ada lanjutan nya ? itu masih gantung tau >,<
    kan pengen sampe KY pacaran atau kalo perlu sampe nikah gitu hehe *nawar

  8. Ola says:

    Keren….
    bahasanya kya novel bgt😀
    berasa kya anak gaul indo ><
    tpi ini ff.a keren ko…
    Ditunggu karya yg lain.a🙂

  9. Love Sooyoung says:

    Masukkan dikit.. kalau kata ‘nggak’ nya bisa di ganti dengan ‘tidak’ supaya kata-katanya lebih baku.. tapi nggak terlalu kaku..
    Overall keren kok, cuma kurang panjang aja..

    • Haloo!
      Saran aku aja sih, baca novel teenlit keluaran gramed sesekali hehe. Jadi nanti referensinya bervariasi dan gak cuma novel yang pake bahasa baku gitu.
      Anyway makasih banyak udah baca dan komen ya!😀

  10. nadasooyoungstersoneelf says:

    ya ampun thor kalo ini harus banget dibikin astor biar kagak gantung + endingnya greget :v

  11. rifqoh wafiyyah says:

    OMG endingnya lucu bangett.. kasihan soo unnie naain cinta gak di denger.. keburu kyuppa pingsan kekeke…

  12. ria says:

    Meskipun gantung,tp endingnya udah cukup buat happy lah walau tanpa sequel🙂
    Di tunggu aja deh ff lainnya..

  13. Rizky NOviri says:

    aahh.. ceritanyya seru.. igh.. kyuyoungnya bikin gemes..
    bahasanya juga cocok..😀

    pantesan ff nya keren.. ternyata yg bikinya pun author kece (mey)..😀
    huehehe..

    ditunggu bgt lho ff lainya *karena yg ini gada sequelnya🙂😉😀

    semangaaattt

    • Haihai!
      Hihihi enggak kok tapi makasih banyak looh ih moodbooster bangetmu lol😀
      Iyaap nanti kapan-kapan aku bikin lagi ya hehe.
      Anyway makasih banyak udah baca dan komen yaa!😀

    • Nah kayaknya kamu perlu pahamin yang ini: “ungkapan ‘aku membunuh cowokku’-nya yang pasaran (bagi telinga Kyuhyun, sih) itu cuma kode untuk ‘cowokku benar-benar menyebalkan dan aku tidak tahan menghadapinya’.”🙂

  14. Isma KSY says:

    yah walaupun bahasanya tdk sebaku dengan cerita yang lain, saya suka..
    ditunggu cerita yang lainnya..

  15. akhh tidak… ini bukan style kyu yg gampang mabuk hahahaha tp gokil krn dia yg mabuk pas soo jg jujur sama perasannya😄 emg pasangan aneh!!

  16. gua suka ceritanya thor, cuma kependekan T_T cuma agak merasa aneh aja kalau baca ff dg bahas non baku/? maaf😦 mungkin karna udah keseringan baca novel yang umumnya pake bahasa baku kali /lah malah curhat -_-

  17. s'cha says:

    keren loh ceritanya..
    Liat gimana freaknya mereka berdua..
    Tapi saran aja sih, lebih bisa dapet feel kalo kamu bisa pake bahasa baku.. Misalnya ke cowo tu d ganti pria itu, cewe d ganti gadis itu, nggak d ganti tidak.. Trus coba bandingin mana yang lebih enak dibaca🙂 saran aja, over all is daebakk (y)

  18. met says:

    Daebak
    Hhaa ending nya lols bgt thor
    Tidur pas lg dpt balasan pernyataan cinta
    Ditunggu ne ff kyuyoung yg lain😀

  19. Risqi says:

    jadi sebenernya kyuyoung & sooyoung saling mencintai? berkat vodka itu akhirnya kyuhyun menyatakan perasaannya ke sooyoung. keren ceritanya. buat sequelnya ya..

    • Haloo Rizqi!
      Itu maksudnya Kyuhyun & Sooyoung kali? Hahahaha😀 Maaf niih aku gak bisa bikin sekuel hehe _.
      Anyway makasih banyak yaaa udah baca dan komen😀

  20. kyvbutt says:

    Saya suka saya suka!
    Cerita ringan, mudah dipahami dan seru!
    Gue juga suka penggunaan bahasanya.
    Good job meyda!
    FF yang lain ditunggu ya🙂

    • Halooo! Intro dong intro?😉
      Hehehe ini emang ringan soalnya bikinnya juga kilat😀
      Anyway makasih banyak yaa udah baca dan komen!😀

  21. Oktavianti says:

    aihhhh masih ngegantung ini;( bikin sequelnya dong;’) ditunggu. Trus buat nanti, Kyuhyun sama Sooyoung bersatu, fighting^^

    • Halooo!
      Iya emang masih gantung soalnya aku bingung :’D yaaakan aku udah bilang gak bisa bikin sekuel huhu maafkan ._. Anyway makasih banyak udah baca dan komen hehe🙂

    • Hallooo!
      Hihihi itu karna aku bingung mau dikasih end yang gimana yaudah gitu aja.😀 anyway makasih banyak yaa udah baca dan komen🙂

  22. Pengaruh vodka memang benar2 gila yah. Hahaha~ buktinya seseorang yang selalu berdiri di zona amanya malah keluar jalur.

    Aku tidak menyangka Kyuppa akan mengatakan hal itu. Dan Soo eonnie juga melakukan hal yang sama -keburu cowok itu tidak sadarkan diri.

    Keren… setelah sekian lama gak baca ffmu akhirnya ada lagi. Jadi kangen nih :’)
    Di tunggu ff kyuyoung yang lain yah. Akhir2 ini KSI sedikit sepi😦

    • Halooo!😀 Emmm, aku sering liat kamu nih tapi aku gak tau nama kamu, boleh dong intro dikit😀

      Ehehehitu yang mabuk cuman kyuhyunnya aja sooyoungnya enggak hahaha. Anyway makasih banyak udah baca dan komen yha!😀

      • Hallo… nama samaran sih je kyung. Tapi nama asli itu Indrhy (Inong)😀
        Saya readers lama yang sudah mulai menjamur disetiap ff Kyuyoung. Haha~
        96 line. Tinggal di pulau sulawesi🙂
        Salam kenal🙂

  23. puputsite says:

    bhasanya teenlit abis.. Kalo aku sih suka… Jrang bgt fanfic korea gaya bhs nya teenlit…
    Aku ga akan minta sequel, karna end disitu udah cukup bgt..
    Mngkin minta ff bru lg..

    • Halooo!
      Hihi aku emang lagi baca novel teenlit makanya ngikut bahasanya😀 sebenernya banyak kok hehe. Dan makasih banget yaaa udah baca ini dan ngasih komen! Kapan-kapan aku pasti post lagi😀

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s