[Series] Eternal Sunshine (Part 5)

poster 25_--

Title : Eternal Sunshine (Part 5)

Author : S. Cha

Leght   : Series

Genre : Romance

WARNING!! Cerita ini teramat sangat panjang dan membosankan karena terdiri atas 5500 kata. Saran saya, siapkan tempat sampah kalian sebelum mual.

–Eternal Sunshine–

Sooyoung memandangi oppanya yang tampak berjalan kesana kemari, sibuk. Memasukkan beberapa helai pakaian kedalam backpack hitam miliknya. Ia menopang dagunya, mengerucutkan bibirnya. Membuat Kyuhyun yang sesekali meliriknya terkekeh, kemudian berjalan mendekatinya dan mengecup bibir bolsom itu kilat. Berbuah jitakan bersarang manis kening pria itu.

“Ayolah, hanya 3 minggu. Tak akan lama, chagiya. Setelah itu kau bisa memonopoliku sepuasnya” ujar Kyuhyun setelah ia berhasil membawa gadis itu kedalam dekapannya. Menyamankan posisi gadis itu bersandar didada bidang miliknya.

“Itu hampir sebulan bodoh. Selama sebulan aku tak yakin bisa tidur,” keluh Sooyoung. Kyuhyun juga mengamini keluhan Sooyoung, dalam hatinya ia juga bertanya. Bisakah ia tidur tanpa gadis ini?

“Hah, tak apa pergilah. Aku juga akan pergi jika sudah saatnya, toh aku bisa pergi jalan-jalan sepuasku jika kau tak ada,” ucap Sooyoung sekenanya.

“Aku akan membunuhmu jika kau selingkuh,”

“Aku bukan pacarmu idiot! Aku pacar Changmin” ketus Sooyoung.

“Kau menghancurkan aksi romantisku, Choi. Apa hebatnya tiang listrik itu?” dengus Kyuhyun. Bahkan bibirnya tak henti menggerutu mengumpat nama pria yang disebutkan Sooyoung sebagai pacarnya itu. Sooyoung yang sedari tadi memperhatikan gerak bibir Kyuhyun dibuat gemas sendiri, bahkan kini tangan halusnya mencubit bibir tebal Kyuhyun dengan kuat, seolah menyalurkan kegemasannya.

“Oppa ya, buatkan aku susu” ucap Sooyoung setelah ia melepas cubitannya. Tapi tunggu dulu, tidakkah kau aneh Choi? Jika kau meminta oppamu membuatkan susu, bukankah seharusnya kau berdiri dan mendorongnya ke dapur? Tapi kenapa kau justru mengeratkan pelukanmu dan menyamankan posisi dipangkuannya? Sooyoung meringis dalam benak.

“Apa aku pembantumu? Minta tiang listrik itu membuatkannya untukmu”

“Apa kau cemburu?”

“Geurom! Aku heran, kenapa otakmu hanya memikirkan dia hah?!”

“Kenapa kau jujur sekali hah?! Aku hanya ingin menggodamu tadi. Dasar idiot!”

“MWO? Kau benar-benar ingin—“ belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, mulutnya telah dibekap sempurna oleh Sooyoung. Gadis itu memandang Kyuhyun tepat dimanik mata hazel itu. Dan seulas senyum manis terbit diparas ayu itu. Ia mengelus wajah Kyuhyun lembut, seolah menyiratkan sesuatu tiap gerakan jarinya.

“Buatkan aku susu. Aku ingin meminum buatanmu, kau bilang kau akan menuruti semua mauku jika aku berubah menjadi cantik” rengut Sooyoung dengan bibirnya yang mencebik sempurna. Hal itu sontak membuat hati Kyuhyun berdesir. Sooyoungie, tidak bisakah kau berhenti melakukannya?

“Apa kau merasa cantik?” alis Kyuhyun bertaut tatkala sebaris pertanyaan itu keluar dari bibirnya. Menatap gadis dipangkuannya dengan tatapan tajam miliknya, seolah ingin menelanjangi gadis itu. Ya Tuhan Kyuhyun ah, apa yang kau fikirkan?

“Kau mengatakannya ketika aku diseret oleh pangeran kodok itu kerumah sakit kemarin,” jawab Sooyoung dengan tatapan yang begitu polos, seperti seekor puppy. Kyuhyun yang mendengar jawaban itu hanya bisa meringis, kau benar-benar tak akan bisa menampik jika gadis srampangan ini begitu polos dan lugu.

“Aish, aku menyesal mengatakannya” Kyuhyun mengeluh, menggoda Sooyoung. ia ingin melihat ekspresi kesal gadis itu. Dan berhasil, gadis itu memekik bahkan mencebikkan bibirnya sempurna.

“Yak! Cho Kyuhyun!”

“Berhentilah berteriak sepert tarzan, dan turunlah dari pangkuanku jika kau ingin aku membuatkan susu untukmu bocah!” sahut Kyuhyun ketus. Namun sungguh, ia akan merindukan ekspresi ini selama tiga minggu kedepan. Andai ini bukan penentuan untuk kelulusannya ia tak akan mau mengambil praktik di Busan.

Kyuhyun berjalan meninggalkan Sooyoung yang tengah memandang punggungnya. Aish, apa yang akan aku lakukan jika ingin tidur? Siapa yang akan mengusap kepalaku nanti? Haish, praktik sialan. Sooyoung tak henti mengumpat, ia menggerutu tak jelas. Bahkan sampai Kyuhyun kembali dari dapur dan membawakan segelas susu ditangannya.

“Berhentilah mengumpat nona Choi. Minum susumu dan ayo tidur, aku harus bangun pagi besok” titah Kyuhyun sembari menyuguhkan susu itu kehadapan Sooyoung. namun hanya dibalas dengan wajah masam khas gadis itu.

“Kenapa? Kau ingin aku yang meminumkan ini untukmu?”

“Eoh? Apa bisa? Aku sedang malas memegang gelas itu, kau salah mengambil. Harusnya kau memakai cup Woody milikku,” gerutu Sooyoung. Astaga, tak bisakah mulutmu itu berhenti menggerutu Choi?

Kyuhyun hanya menyunggingkan smirk dibibir tebalnya. Membuat Sooyoung menyerngit. Apa yang ada dikepala setan itu? Sedetik kemudian pria itu menegak susu ditangannya dengan menatap Sooyoung jenaka.

“Yak! Kenapa kau meminumnya! Itu susuku! Set—“ pekikan Sooyoung terhenti tatkala bibirnya dibungkam oleh bibir tebal Kyuhyun. Menekannya kuat seolah ia ingin membuat gadis itu diam. Kedua manik hazel itu menatap sepasang obsidian milik Sooyoung yang membulat sempurna dengan tatapan jahil, kemudian mengerlingkan sebelah matanya.

Jemari Kyuhyun menyentuh dagu Sooyoung dengan lembut, mengelusnya pelan. Meminta gadis itu memberi celah pada bibir yang ia katupkan. Sooyoung dengan ragu mulai membuka bibirnya, memberi akses masuk lidah Kyuhyun yang terus mengetuknya. Perlahan ia mulai merasakan ada cairan masuk ke mulutnya melalui bibir Kyuhyun. Apa setan ini menyalurkan salivanya?!

Sooyoung hampir saja melepas tautan itu sebelum Kyuhyun menahan tengkuknya kuat. Pria itu melahap rakus bibir Sooyoung setelah semua cairan—susu  yang ada didalam mulutnya tersalur dan tertelan oleh Sooyoung. Mengarahkan kepalanya kekanan dan kekiri untuk menyamankan posisinya serta mempermudah mereka untuk menarik nafas.

Sooyoung yang pada awalnya menolak kinipun mulai terhanyut oleh permainan bibir tebal yang bergerak lincah atasnya. Tangannya mulai berjalan menuju tengkuk pria itu dan segera meremas rambut belakang Kyuhyun. Melampiaskan sesuatu yang selalu membuncah tiap kali mereka beradegan intim. Bahkan kedua kelopak matanya semakin terpejam saat tangan Kyuhyun mulai bergerlia menelusuri lekuk tubunya hingga berhenti pada kedua gundukan daging milknya. Remasan pada rambut Kyuhyun juga semakin ia kuatkan tatkala hasta pria itu mengusap dadanya dengan lembut dan sesekali memberikan remasan kecil disana. Hasrat dalam dirinya semakin membuncah saat salah satu lengan Kyuhyun nekat meraba memasuki piamanya. Mengusap punggung halusnya dengan begitu perlahan lembut seolah ia adalah benda yang mudah hancur. Brengsek!

Kini Kyuhyun sama gilanya dengan Sooyoung, tubuhnya semakin terasa melayang. Bibirnya tak henti melahap bibir bolsom itu dengan nafsu yang memuncak. Rasanya ia ingin segera menelanjangi Sooyoung saat itu juga dan membawanya menikmati sensasi yang belum pernah sama sekali mereka berdua rasakan. Hasrat dalam dirinya semakin tersulut ketika ia mendapati Sooyoung yang begitu pasrah atas kelakuannya. Itu semua membuat Kyuhyun semakin gila, bahkan kini bibirnya telah menjalar pada leher jenjang gadis yang telah berhasil ia kurung dalam tindihannya. Terus mencumbu leher itu hingga bahu yang telah tersingkap karena dua kancing piama gadis itu terlepas. Jemarinya juga tak henti bergerak sedekit demi sedikit untuk menulusuri halusnnya kulit Sooyoung dari balik piama yang tengah dikenakannya. Dan semakin tak karuan saat indranya menangkap Sooyoung tengah mengerang menyebut namanya. Ia seperti orang kesetanan yang langsung menekan bibir Sooyoung kuat, melumatnya kasar seolah bibir itu adalah heroin baginya. Jari jemarinya kini berpindah mengacak rambut Sooyoung. Kedua paras anak adam itu memerah, keduanya benar-benar tersulut nafsu.

Sooyoung mendorong pelan bahu Kyuhyun ketika ia mulai kehabisan nafas. Kedua obsidian yang sedari tadi tertutup rapat itu kini menatap nyalang pada seluruh penjuru ruangan itu. Apa saja, asalkan jangan manik hazel Kyuhyun. Kyuhyun yang tengah menilik paras ayu yang merah padam itu seolah dihantam oleh berton-ton beban pada dadanya. Ya Tuhan, apa yang baru saja aku akan lakukan bersama Sooyoung? Kyuhyun mengumpat dalam hati. Apa yang merasukiku hingga aku begitu liar hah?

Pria itu menghembuskan nafas keras, membuat gadis dibawahnya takut. Ia mencengkram ujung piama Kyuhyun dengan kuat. Siempunya yang menyadari itu kembali menarik nafas beratnya, kemudian berguling kesamping Sooyoung. mengangkat kepala gadis itu dan meletakkannya kembali diatas lengannya yang biasa gadis itu gunakan sebagai bantal.

“Tidurlah, jaljayo Sooyoungie. Saranghae, chagie” Kyuhyun berucap lirih. Ia membuat posisi gadis itu memunggunginya, agar ia bisa dengan nyaman memeluk dan mengusap surai Sooyoung.

“Nado oppa, ddo saranghae” lirih Sooyoung hampir tak terdengar.

Dada Kyuhyun seperti meletup-letup. Ia semakin mengeratkan dekapan lengannya pada perut datar Sooyoung, dan jemarinya mengusap rambut Sooyoung sayang. Hal rutin yang harus ia lakukan setiap malam. Sooyoungie, apa yang akan terjadi besok?

–Eternal Sunshine–

Sooyoung menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan santai. Rambut panjangnya yang lurus diikat tinggi menjadi satu. Mengenakan celana jeans hitam yang menampakkan lekuk kaki sumpitnya, serta kaos putih polos berbalut kemeja hitam. Juga snekers hitam  yang menguatkan imagenya sebagai gadis tomboy.

“Kau akan kemana dengan pakaian seperti itu?” Kyuhyun menegur Sooyoung setelah gadis itu melekatkan pantatnya pada bantalan kursi berwarna merah maroon yang biasa ia duduki bersama keluarganya.

“Ah, aku akan pergi ke perpustakaan kota bersama Tiffany hari ini. Wae?”

“Ani, lanjutkan sarapanmu. Aku akan kekamar mengambil ranselku,” Sooyoung hanya mengendikkan bahunya menanggapi kalimat Kyuhyun. Tangannya terulur mengambil dua helai roti dan selai coklat favorite mereka. Ya, mereka. Kyuhyun dan Sooyoung.

Saat ia mulai mengunyah makanannya ia merasakan sebuah benda kenyal dan basah mengecup pipinya berulang-ulang kali. Sooyoung seolah tak peduli, ia terus saja melanjutkan makannya tanpa menoleh sedikitpun pada Kyuhyun. Tentu saja yang berani mengecup pipinya sesering itu hanya Kyuhyun, siapa lagi kalau bukan setan jelmaan iblis itu?

“Ya, hajima. Aish, pipiku basah” Sooyoung mengeluh tatkala ia telah berhasil menghabiskan serangkap roti itu dalam mulutnya. Ia berbalik dan memandang Kyuhyun datar. Namun yang dipandang justru mengeluarkan tatapan polos dan senyum bagai anakan anjing. Damn, aku ingin menghantam wajah itu!

 “Kau tak ingin mengantarkanku?” tanya Kyuhyun, mencoba mengalihkan perhatian gadis itu. Namun yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya sambil berjalan melaluinya menuju kitchen set.

Kedua alis Kyuhyun menyatu saat retinanya menangkap Sooyoung yang tengah menggenggam kunci motor besar kebanggaannya. Apa Sooyoung akan pergi menggunakan motor sport dark blue itu?

“Ya Choi Sooyoung! Kau pergi dengan motor?” tanya Kyuhyun ketika tangannya berhasil menahan lengan Sooyoung. Ada raut kekhawatiran yang tergores nyata disana.

“Ne, wae? Sudah lama aku tak mengendarainya,”

“Bagaimana dengan Tiffany? Kau akan menggoncengnya dengan motor?”

“Tiff? Ah, dia… eumb,” Sooyoung terlihat panik. Ia menggigit bibir bawahnya, manik matanya bergerak lincah.

“Ah! Kami akan bertemu diperpustakaan kota. Ne, Nickhun akan mengantarnya” sahut Sooyoung tergagap. Ia bahkan memaksakan senyum diwajahnya. Kau benar-benar payah dalam berbohong Choi.

“Jinja? Bukankah pria Thailand itu sedang magang di rumah sakitku? Setahuku dia bukan tipe pria yang akan mengantarkan kekasihnya jika itu bukan keperluan yang mendesak apalagi ia sekarang harus segera menyelesaikan magangnya,” selidik Kyuhyun. Ayolah, hidup dengan gadis ini selama bertahun-tahun membuatnya peka. Ia tahu gadis ini berbohong.

“Eoh, benarkah?”

“Kau berbohong padaku?”

“Apa yang sedang kau katakan? Lepaskan tanganmu. Kau tahu, kau sudah sangat terlambat untuk berangkat” tungkas Sooyoung. Kyuhyun ah, cepatlah pergi. Aish, aku benar-benar akan gila.

“Arra, anggap saja aku percaya padamu. Aku pergi,” ucap Kyuhyun sebelum ia melangkahkan kakinya keluar. Sooyoung menghirup nafas lega. Namun sedetik kemudian ia melihat Kyuhyun berbalik lagi. Berjalan dengan cepat kearahnya.

“Apa? Kau meninggalkan bara—“ ucapan  Sooyoung terpotong, teredam bibir Kyuhyun yang menekannya kuat. Membuatnya menegang sempurna dengan kedua matanya semakin membulat.

Kyuhyun mulai menyecap bibirnya beberapa kali, melumatnya lembut dan meraba pipinya dengan sayang. Kemudian melepaskannya dengan perlahan. Ya Tuhan, aku akan sangat merindukan bibir ini.

“Hati-hati dirumah. Jangan lupa makan, meskipun tanpa aku ingatkan kau akan tetap makan seperti orang yang kelaparan selama tiga hari. Jangan melihat drama sampai larut malam, aku tak ingin melihat mata panda saat aku pulang. Jangan hanya memikirkan dan melihat video konser tiang listrik itu, istirahatlah yang cukup. Jangan sering keluar rumah saat kau tak ada jadwal kuliah, aku akan meminta Jongwoon hyung untuk memantaumu karna ia mendapat tempat praktik di Seoul. Kau bisa memintanya mengantarkanmu kuliah karena memang kalian searah. Telfon aku jika terjadi apa-apa, jangan buat aku khawatir. Aku—“ Kyuhyun diam seketika. Bibirnya terasa kelu saat itu juga. Bagaimana tidak jika Sooyoung mengecup bibirnya begitu saja? Bahkan dadanya bergemuruh tak jelas, tubuhnya melemas. Sedangkan Sooyoung tersenyum malu setelahnya. Wajahnya memerah seperti habis direbus.

“Kau sudah mengatakan itu ratusan kali. Aku tahu, aku akan menjaga diriku sendiri. Pergilah, kau benar-benar sudah terlambat bodoh” ujar Sooyoung sembari menepuk pelan kedua pipi Kyuhyun dalam tangkupannya. Kyuhyun yang mendengarnya tersenyum lebar, kemudian mengecup kening indah itu lama.

“Aku pergi, “

–Eternal Sunshine–

Sooyoung menunggangi motor sport dark blue kebanggaannya dengan kecepatan diatas rata-rata. Membelah jalanan kota Seoul yang begitu padat. Memacunya semakin cepat ketika melihat peluang untuk mendahului jejeran benda bermesin yang ada didepannya. Hingga berhenti didepan sebuah bangunan elit.

Sooyoung melangkahkan kakinya masuk dengan sebuket tulip yang digenggamnya. Matanya tertuju pada potret seorang anak yang tersenyum dengan lebarnya menghadap kamera. Menampilkan rentetan gigi putihnya yang rapi. Anak itu Minho. Choi Minho.

Disinilah Sooyoung sekarang. Rumah penyimpanan abu. Rumah yang ditinggali oleh orang-orang yang telah tenang disana. Berbagi canda dengan sesama. Termasuk adiknya yang meninggal 10 tahun yang lalu. Karena kesalahnnya.

“Annyeong Minho ya. Noona datang” ucap Sooyoung lirih disertai dengan senyum pahitnya. Meletakkan tulip putih itu disamping figura kecil yang terdapat foto bocah laki-laki itu tertidur dengan damai.

“Saengilchukka uri namdongsaeng. Apa kau senang? Kau menginjak 17 tahun hari ini. Bukankah itu adalah umur yang mengesankan Minho ya? Minho ya, mianhe noona hanya datang sendiri. Apa kau kecewa?” Sooyoung menundukkan wajahnya. Namun sedetik kemudian ia mengangkat kembali wajahnya, memberinya senyum pahit untuk kesekian kalinya.

“Noona akan segera mengambil jadwal praktik pertama noona Minho ya. Noona bahkan tak sabar untuk menantikannya. Kau tahu, noona akan ditempatkan dirumah sakit milik hyung kesayanganmu jika noona berhasil melalui test itu dengan nilai sempurna. Apa noona bisa melakukannya? Noona tak yakin. Tapi noona yakin, jika kau yang melakukan test itu kau pasti bisa mendapatkan nilai sempurna walau kau hanya diberi waktu 5 menit. Bahkan kau mampu mengerjakannya dengan mata terpejam. Kau hebat Minho ya, kau membuat noona iri akan kemampuanmu. Bisakah kau menggantikan noona untuk melakukan test itu saeng ah?”

“10 tahun berlalu, tapi kenapa noona belum bisa melupakannya Minho ya? Malah semakin hari semakin terlihat nyata apa yang terjadi 10 tahun lalu. Kau tahu, rasanya noona ingin segera menysulmu. Bukankah disana gelap saeng ah? Bukankah seharusnya noona yang berada disana? Tapi kenapa kau menggantikan posisi noona? Apa Tuhan terlalu menyayangimu Minho ya?”

Flashback

“Yak! Jangan ganggu adikku!” Sooyoung kecil memekik keras saat manik matanya yang bulat mendapati namdongsaengnya dipukuli sampai babak belur dan ia hanya diam saja. Ia berlari menuju kumpulan anak-anak nakal itu kemudian menghatam mereka dengan tas punggungnya. Ia mengamuk membabi buta, memukul belasan anak nakal yang membully adiknya hingga terluka seperti itu.

Netra Sooyoung memandang nyalang mereka yang lari terbirit-birit karena takut terhadap Sooyoung. Dan kilatan kemarahan itu semakin terlihat berang saat ia menatap adiknya yang telah bergetar hebat. Tangan bocah laki-laki itu tang henti menggeligis didepan dadanya.

“Kenapa kau diam saja ha?! Kenapa kau tak melawan?! Bukankah kau namja?! Kenapa kau membiarkan tubuhmu dipukuli?! Jika kau memang tak mampu melawan mereka setidaknya berteriaklah meminta tolong!” Sooyoung mengerang. Hatinya seperti dicabik-cabik. Matanya yang bulat bahkan telah berlinang air mata.

“Apa aku mengajarimu untuk menjadi lemah?! Yak, Choi Minho!” sentak Sooyoung dengan emosi yang tak dapat ia kontrol. Sungguh ia marah sekarang. Marah pada semua orang yang menghina adiknya. Marah pada kedaan yang seolah mempermainkan kehidupan adiknya. Marah pada dirinya sendiri karena ia tak mampu menjaga adiknya setiap saat. Marah karena adiknya terluka saat ia tak disampingnya. Choi Sooyoung, kenapa kau begitu bodoh hah? Kenapa kau meninggalkan adikmu sendiri ditaman? Kemana otakmu itu?!

Emosi Sooyoung mulai menurun dengan perlahan saat mata bulatnya bertemu dengan mata bulat Minho. Bocah laki-laki itu memang tersenyum, namun tidak dengan kedua matanya yang tergambar jelas ketakutan yang teramat sangat akan sosoknya disana. Gadis itu menghela nafas, kemudian berjongkok dihadapan bocah itu. Mengusap kedua pipi Minho sayang.

“Gwenchana? Irrona. Biarkan noona melihat lukamu,” ucap Sooyoung lirih, namun tak mengurangi nada kekhawatiran didalamnya. Ia mengusap darah segar yang mengucur dari pelipis adiknya itu.

“Apa ada luka lain? Mereka memukulmu dimana saja?” Sooyoung mengentikan usapan tangannya saat bocah itu membelaikan tangannya yang bergetar hebat dipipi bulatnya. Memberikan senyuman tulus yang begitu memilukan.

“Noo.. na.. noona uljima..yo. Minho.. Minho.. neun. Jin.. ja gwen.. chana” bocah yang memanggil dirinya Minho itu berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan laju air mata Sooyoung meskipun suaranya sangat bergetar seiring menghebatnya geligis pada tubuhnya. Ia tak ingin noonanya menangis hanya karenanya. Ia tak ingin mata cantik itu hanya diselimuti air mata yang lagi-lagi jatuh karenanya.

“Apa kau sedang berbohong? Aku tahu itu sakit. Ayo pulang, noona akan mengobati lukamu,” Sooyoung berjongkok didepan Minho. Meninta bocah itu untuk segera naik keatas punggungnya. Dan setelah itu mereka berjalan melewati orang-orang yang memandang mereka dengan tatapan aneh.

Apa kau malu noona? Apakah aku hanya menjadi beban untuk keluarga kita? Kenapa Tuhan tidak membunuhku saja? Noona, adikmu tak lebih dari seorang penyandang cacat. Kenapa kau tidak membiarkanku mati dipukuli oleh anak-anak tadi? Kenapa kau harus menolongku? Choi Minho, kenapa kau selalu melibatkan noonamu dalam kondisi dipermalukan?

Minho merutuki dirinya sendiri. Ia semakin melesakkan wajahnya diceruk leher Sooyoung agar tak terlihat oleh orang-orang yang berjalan seiringan dengan mereka. Ia tak ingin noonanya semakin malu, menggendong anak 7 tahun dipunggungnya. Terlebih dia adalah anak laki-laki, harusnya ialah yang menggendong Sooyoung. Noona mianhae.

“Buang jauh-jauh pikiranmu itu Minho ya. Aku tak malu memiliki adik sepertimu, aku bangga” Sooyoung mengusap lengan Minho yang menggantung dilehernya. Ya, ia bisa dengan mudah menebak apa yang ada difikiran Minho hanya dengan tingkahnya saja. Adiknya itu, terlalu polos dan baik.

Minho, Choi Minho. Putra bungsu keluarga Choi, adik dari Choi Sooyoung. Anak dengan mata bulat seperti kakaknya dan wajah rupawan itu nyatanya harus menerima kenyataan pahit jika ia adalah salah satu penyandang autisme. Ia berbeda dari kebanyakan anak pada umumnya. Ia mengalami keterbelakangan mental, tapi tidak dengan otaknya yang memiliki IQ jauh diatas rata-rata. Savant Syndrome. Ia memiliki kecakapan yang luar biasa dalam suatu bidang, kedokteran. Kemampuan mengingat dan kognitif spasial multi dimensinya berkembang sangat hebat. Diusianya yang baru menginjak 7 tahun itu ia telah mennghafal semua organ tubuh manusia dan alat vital lainnya. Bahkan ia dengan kemampuan kognitif spasial multi dimensinya mampu menangkap semua struktur dan fungsi semua organ manusia secara lengkap, ia menggambarkannya pada dinding putih kamarnya dengan rinci seolah-olah ia telah melihatnya langsung dengan mata kepalanya. Hal menakjubkan yang membuat Sooyoung bangga. Ia berjanji pada dirinya sendiri, jika ia akan mewujudkan mimpi adik semata wayangnya itu menjadi nyata. Dokter bedah spesialis anak.

“Apa kau ingin ice cream?” Sooyoung mencoba memecahkan keheningan diantara mereka, ia tahu adiknya gelisah karena Kim ajhussi yang ia hubungi tak kunjung datang untuk menjemput mereka. Minho menganggukkan kepalanya pelan. Membuat Sooyoung menerbitkan seulas senyum bibibirnya. Ia menurunkan Minho dari gendongannya.

“Ice cream apa yang kau mau?” Sooyoung mengusap lembut kepala Minho. Membaca setiap gerak gerik bibir bocah itu.

“Cho..cco mint..”

“Chocomint? Dengan susu diatasnya?”

“Ne.. ne.. cok.. coke.. cokelat..”

“Arra, chocomint dengan susu cokelat diatasnya akan segera datang. Tunggu disini eoh? Berteriaklah saat ada yang mengganggumu, jangan hanya diam seperti tadi. Arrachi?”

Sooyoung meninggalkan Minho disisi jalan karena ia harus menyebrang. Ia melambaikan tangannya pada Minho ketika ia telah behasil membawa dua cup besar ice cream chocomint itu. ia berjalan begitu sumringah, ditatapnya sang adik yang juga tersenyum lebar saat melihat cup besar yang berada didekapannya.

“Noo..nna! Nnoonnaa!” tiba-tiba Minho berteriak membuat Sooyoung menyerngitkan dahinya. Ada apa dengan adiknya? Lebih mengejutkan lagi, Minho berlari kearahnya begitu tiba-tiba dengan badannya yang membungkuk dan bergetar lebih hebat dari biasanya. Tangan mungilnya menyentak cup itu jatuh dan menarik tangan Sooyoung kuat, namun sayang. Hal itu tak dapat Minho hindari.

BRAKKKK!

Kedua bocah itu terpelanting jauh setelah sebuah mobil hitam menghantam tubuh mereka kuat. Genggaman kedua bocah itu terlepas saat Sooyoung terguling tak karuan dengan akhir sebuah plat baja menancap sempurna pada bagian perutnya. Sedangkan Minho mengalami pendarahan hebat ditulang tengkoraknya. Sooyoung yang masih menguasai nyawanya memandang tak percaya sang adik yang tergeletak tak berdaya diseberang sana. Bibirnya bergerak menyebut nama Minho, namun sial tak ada satu patah katapun keluar. Yang ada hanya ia menangis histeris menahan sakit yang menjulur di ulu hatinya. Dan kemudian putih. Semuanya serba putih. Menyilaukan. Sooyoung tak dapat melihat apapun. Yang ada hanya ia merasa begitu ringan. Sesuatu menariknya begitu lembut.

–Eternal Sunshine–

Suara sirine ambulance mengaung sepanjang jalan menuju Seoul Hospital. Membawa dua bocah berlumur darah didalamnya. Para anggota medis terus saja berusaha memberi pertolongan pertama kepada mereka. Menekan perut sooyoug yang tertancap plat besi semaksimal mungkin untuk mengurangi pendarahan yang belum bisa berhenti, dan memompa paru-paru Minho selang tiga detik sekali karena ia tak mampu menghirup udaranya sendiri. Para anggota medis itu mengumpat, kenapa perjalanan ini terasa sangat lama?

Nyonya Choi tampak begitu histeris didekapan sang suami ketika ia mendapati Minho dan Sooyoung dikeluarkan dari ambulance dan tergeletak diatas ranjang rumah sakit, didorong dengan wajah-wajah panik para perawat yang berlarian menuju ruang UGD. Ditambah lagi beberapa mesin yang entah apa itu namanya didorong dengan tak bereperasaan agar segera sampai diruang UGD dan digunakan para dokter untuk menangani kedua anaknya disana.

Dada tuan dan nyonya Choi semakin terasa nyata dihantam oleh berton-ton beban berat saat seorang dokter memintanya untuk segera menyetujui operasi yang harus dilakukan pada kedua buah hatinya, jika tidak mereka berdua akan merenggang nyawa dalam hitungan mundur. Ya Tuhan, separah itukah mereka? Apapun itu selamatkan putra-putriku Tuhan. Tuan dan nyonya Choi tak henti merapal doa untuk keduanya.

Lampu diatas pintu ruang operasi itu menyala hijau, mendakan operasi telah berlangsung disana. Kedua bocah yang bertarung dengan kondisi mereka, mencoba mempertahankan nyawa.

Choi Sooyoung yang dikelilingi oleh hampir sepuluh orang dokter yang mencoba menyelamatkan nyawanya dengan pemotongan hampir semua usus halusnya. Gadis dengan rambut coklat gelap panjang itu harus rela kehilangan 4 meter usus halusnya karena tertembus oleh plat baja yang menancap dalam perutnya. Hal ini satu-satunya jalan menyelamatkan Sooyoung, gadis itu masih bisa bertahan untuk seminggu kedepan dengan sisa usus halus miliknya. Namun jika para tim dokter tak memotongnya maka pendarahan itu tak akan pernah berhenti.

Sedangkan Choi Minho yang terlihat sedang menelungkup itu tengah dikerubung oleh beberapa dokter ahli bedah anak dan dokter bedah otak dan syaraf. Kepalanya terbentur kerasnya aspal sehingga menyebabkan pendarahan pada otak kecilnya. Mereka mencoba untuk sebisa mungkin melebarkan pembuluh darah vena pada otak Minho agar bocah laki-laki itu tak mengalami pembekuan darah diotak kecilnya. Sebisa mungkin mereka mencoba menyelamatkan Minho,meskipun mereka tahu peluang mereka hanya 40%.

Tujuh jam setelah operasi belum ada tanda-tanda jika kedua anak itu akan segera sadar. Belum hilang rasa sakit didada mereka, ucapan profesor yang menangani Minho menambah satu hantaman keras lagi tepat di ulu hati sepasang suami istri itu.

“Jeosonghamnida, kemungkinan Minho bertahan hanyalah 35% meskipun kami telah berhasil melebarkan pembuluh darah pada otaknya. Savant syndrom milik Minho juga mempengaruhi dalam proses ini. Anak dengan penyandang autisme sangatlah sulit bertahan jika ia telah mengalami pendarahan otak hebat. Bahkan kami menyebut ini keajaiban melihat bagaimana Minho mampu bertahan melawan mautnya,”

Kenapa semua ini terasa begitu tak adil bagi putranya, terlebih pada dirinya? Untuk apa semua kekayaan dan kekuasaan yang ia punya jika ia tak dapat melihat putranya hidup bahagia? Apa aku tengah Kau hukum Tuhan? Apa yang aku lakukan dimasa lalu? Kenapa Kau menghukumku melalui anakku? Apa salahku Tuhan? Tuan Choi tak dapat menahan emosinya. Ia menghantamkan kepalan tangannya pada dinding rumah sakit. Hatinya remuk redam. Sakit pada tangannya tak sebanding dengan sakit yang dirasakan Minho. Anak laki-lakinya, anak yang ia rawat sepenuh hati meskipun dengan segala kekurangannya sekarang divonis tak akan bisa bertahan lebih lama lagi. Kenapa bukan aku yang mati?!

Nyonya Choi tak henti terisak diantara dua ranjang dimana kedua anaknya terlelap. Air matanya tak henti melaju, berlomba terjatuh dari kedua manik mata sayu itu. Tangan lembutnya mengusap tangan mungil Minho yang selalu ia gunakan untuk menggambarkan wajahnya, kemudian memujinya. Mengatakan jika ia adalah eomma tercantik didunia. Minho ya, irreona. Jebal irreona uri adeul. Minho ya, eomma merindukanmu sayang.

Tanpa nyonya Choi sadari Minho telah mengerjapkan matanya. Pupilnya mengecil seiring cahaya menyilaukan yang masuk ke retinanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah sang eomma yang menundukkan wajahnya sambil menggenggam tangannya lembut. Ia tersenyum, meskipun senyumnya terhalang oleh berbagai macam selang yang menjalar diwajahnya.

“Eom..mmaa..” sayup-sayup nyonya Choi dapat mendengar bisikan Minho. Dipandanginya wajah sang putra yang kini tengah tersenyum dengan begitu tulusnya.

“Minho ya. Kau sadar nak? Mana yang sakit? katakan pada eomma, eomma akan panggilkan dokter untukmu sayang,” ucap nyonya Choi dengan isak tangis yang tak dapat ia bendung. Namun anak laki-laki itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Seolah meyakinkan eommanya jika ia tak apa, meskipun semua orang yang memandangnya tahu. Ia benar-benar dalam kondisi buruk.

“Noo.. noonaa.. noona eo.. eodi?” nyonya Choi menggeser tubuhnya agar Minho dapat melihat sang kakak yang tergeletak dengan kondisi tak jauh berbeda dengannya. Nyonya Choi dapat melihat gurat kekhawatiran pada raut wajah putranya itu. Minho ya, hatimu sangat cantik sayang. Eomma bangga padamu.

“App..ppa. Appa?”

“Kau ingin betemu appa? Tunggu sebentar sayang, eomma akan segera kembali” nyonya choi meninggalkan ruangan guna mencari sang suami. Ia tahu, suaminya pasti sedang menghukum dirinya sendiri atas ini semua.

Minho meneteskan buliran cairan bening dari kedua sudut matanya. Hatinya sakit melihat Sooyoung noonanya tergeletak dengan wajah pucat dan ditutupi selang oksigen. Ia tahu, noonanya tengah kesakitan sekarang. Ia merutuki dirinya sendiri. Andai saja ia tidak meminta ice cream pasti noonanya masih bisa tertawa dan bercanda bersamanya. Kenapa kau selalu membawa masalah untuk noonamu Minho ya?!

“Sooyoung, ia masih dapat bertahan selama seminggu lagi dengan kondisinya yang seperti itu. Fungsi usus halusnya tak begitu mengkhawatirkan jika ia segera mendapat donor. Kami tidak mungkin memberinya makanan melalui infus saja. Kami harap anda segera menemukan orang yang bersedia mendonorkan usus halusnya pada Sooyoung karena anda maupun nyonya choi tak dapat melakukan pendonoran. Golongan darah kedua anak anda adalah O+ sedangkan anda dan nyonya Choi A dan B. Itu bukan berarti kedua anak itu bukan anak kandung anda, namun ada kemungkinan jika keduanya menuruni beberapa persen golongan darah O pada anda dan nyonya,” sayup sayup Minho mendengar suara dokter yang menjelaskan tentang kondisi noonanya. Jika eomma dan appa tidak bisa melakukannya, siapa lagi yang akan mendonorkan usus halus noona? Noona mianhae.

Tuan dan nyonya choi memasuki ruangan itu dengan menahan sesak. Bagaimana tidak jika begitu mereka menatap dalam ruangan ini, mereka langsung disuguhkan pemandangan memilukan. Kedua anaknya berbaring tak berdaya dengan berbagai macam alat medis tertancap ditubuh mereka. Tuan choi memaksakan seulas senyum ketika putranya menoleh kearahnya dan melemparkan bibir yang selalu melengkukng keatas itu. Putranya yang begitu tegar.

“Hei jagoan, kau sudah sadar? Apa tidurmu nyenyak, sampai kau tidur hampir duabelas jam” tanya tuan choi dan dibalas anggukan oleh Minho. Tangan mungil yang tertancap infus itu digerakkan menuju pipi appanya. Tuan choi yang menyadari itu menggenggamnya lembut, mengusap jemari mungil itu sayang. Ya Tuhan, apa kau akan mengambilnya begitu saja?

“Ulj..jim..mmaa app..ppaa. Ini tid..ddak tidak sakk..kit,” Minho tersenyum ditengah ringisan atas sakit dibelakang kepalanya yang semakin menjadi. Menghantam kedua dada orang tuanya untuk kesekian kalinya.

“Ne, jagoan appa memang kuat. Kau tahu, kau harus berjanji satu hal Minho ya. Jika kau mulai lelah, kau harus menutup matamu. Istirahatlah nak” tuan choi berucap dengan air mata bercucuran. Sedangkan nyonya choi memilih membenamkan wajahnya pada tangan Sooyoung. hatinya terlalu sakit mendengar suaminya mencoba untuk ikhlas.

“Tul..liss.. app..ppa.. tulis” tuan choi memberi selembar kertas dan pulpen pada Minho. Ditatapnya anak itu yang berusaha menulis serapi mungkin ditengah ketidakmampuannya.

“Appa, saranghae” tulis Minho untuk pertama kalinya.

“Nado saranghae Minho ya. Jeongmal saranghae uri adeul,”

“Apa Minho tampan?” tuan choi terkekeh ditengah isakannya. Ia menganggukkan kepalanya.

“Ne, Minho tampan. Setampan appa”

“Surga. Seperti apa itu appa?”

“Minho ya..”

“Appa aku melihatnya. Putih, indah”

“Kau ingin kesana nak? Apa kau akan pergi ketempat itu?” Minho mengangguk. Hati tuan choi semakin mencelos. Bahkan nyonya choi yang kini berada disamping tuan choi membekap mulutnya dengan kedua tangannya. Tuhan, anakku. Tak bisakah Kau biarkan ia bahagia bersama kami?

“Bolehkah aku meminta sesuatu appa?”

“Ne, katakanlah nak. Appa akan mewujudkannya, apapun itu”

“Benarkah? Semuanya?” tuan choi mengulas senyum dan mengusap rambut anaknya itu sayang.

“Bolehkah aku menyelamatkan noona?”

“Tentu saja, karena kau ingin menyelamatkan noona kau harus sembuh sayang. Obati noona dengan tanganmu,”sahut nyonya choi. Hatinya memberontak. Ia tak siap dengan apapun kemungkinan buruk yang telah menunggu. Namun Minho menggeleng, bukan itu yang ia maksudkan.

“Appa, bisakah aku mendonorkan usus halusku untuk noona?”

–Eternal Sunshine–

Sooyoung mengerjapkan matanya begitu cahaya menyeruak masuk kepenglihatannya. Kepalanya berdenyut, semuanya terlihat buram. Ia belum bisa memfokuskan pandangannya hingga ia merasakan usapan lembut pada surainya.

“Sooyoungie, kau sadar?” Sooyoung mengacuhkan panggilan itu. matanya menyipit mencari tahu siapa dia. Sedetik kemudian Sooyoung menerbitkan senyumnya begitu bayangan seorang anak laki-laki yang berusia 4 tahun diatasnya terlihat jelas. Mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan sarung tangan putihnya.

“Kyuhyun oppa,” ucap Sooyoung lemah. Matanya menelisik ruangan itu. Mencari sosok yang sangat ia rindukan.

“Kau mencari eomma dan appamu?” Sooyoung mengangguk.

“Mereka ada diluar, apa kau ingin aku memanggilkan mereka?”

“Minho eodiseo?” pertanyaan Sooyoung diabaikan oleh bocah yang Sooyoung panggil Kyuhyun itu. ia justru segera melangkahkan kakinya keluar ruangan. Memanggil kedua orang tua Sooyoung yang mengenakan pakaian sama sepertinya. Hitam.

Pintu itu terbuka, menampilkan kedua orang tuanya yang tengah memandang sendu kearahnya. Kedua paras itu terlihat pucat, mata mereka sembab. Sooyoung merasa bersalah, ia gagal menjadi kakak yang baik. Pasti orang tuanya sedih karena Minho dan ia harus tergeletak dirumah sakit dengan kondisi yang bisa dibilang tak baik-baik saja. Bahkan ia tak ingat sudah berapa lama ia tertidur.

“Kau bangun sayang? Tuan putri appa, apa mimpi indahmu?” tuan choi yang pertama kali membuka suara. Tergambar jelas kasih sayangnya pada putri semata wayangnya ini. Sooyoung hanya menggeleng. Ia tak tahu apa yang ada dimimpinya. Hanya ada Minho yang tersenyum sebelum ia bangun.

“Appa, Minho eodiseo?” tuan choi tak dapat mengucap sepatah katapun. Suaranya serasa terhambat ditenggorokan. Sooyoung memandang curiga kepada kedua orang tuanya. Kenapa mereka hanya diam saja? Tak ada yang ingin menjawab ku?

“Eomma, dia baik-baik saja kan?” diam. Nyonya choi pun bungkam. Ia tak tahu bagaimana cara mengatakannya pada putrinya yang kini telah berlinang air mata.

Tuan choi tampak mengeluarkan sebuah surat dari balik jas hitamnya. Surat berbalut amplop biru langit. Warna kesukaan anak lelakinya. Ia menyerahkan surat itu pada Sooyoung. Meminta anak perempuannya untuk membuka dan mulai membacanya.

Noona ya annyeong! Hehehe. Kau tahu aku sangat bersemangat kali ini. Karena aku tahu pasti kau telah sadar dari tidur panjangmu. Apa kabarmu sleeping beauty? Jangan menangis lagi ku mohon. Kau jelek jika menangis, terlebih jika itu karenaku. Mianhae.

Noona aku sangat berterimakasih padamu. Kau tahu, kau adalah orang yang paling aku sayangi. Noona, terimakasih karena kau selalu ada disampingku. Kau bahkan rela diolok-olok oleh teman-temanmu karena kau memiliki adik penyandang autisme sepertiku. Noona aku menyesal membuatmu merasakan luka lebam akibat pukulan teman-teman yang berniat membullyku. Dan saat aku menulis surat ini aku jauh lebih menyesal, dadaku seperti dihantam oleh pukulan Jeonsoo. Namun kali ini berpuluh-puluh lebih sakit. Aku melihatmu dengan semua selang yang terhubung alat-alat medis untuk menopang kehidupanmu. Mereka mengatakan jika dalam waktu satu minggu kau tidak mendapatkan donor untuk usus halusmu yang terpotong, kondisimu akan semakin mengkhawatirkan. Noona, aku menangis saat itu juga. Aku merasa Tuhan tak adil pada kita berdua. Bagaimana bisa Tuhan memberimu luka yang begitu parah sedangkan aku hanya mengalami pendarahan otak?

Kau tahu, calon dokter ini tepat dugaan saat mendiagnosis. Adikmu ini mampu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubunya sendiri meskipun tak ada yang memberi tahunya. Aku yakin para dokter itu telah berusaha menyelamatkanku, bahkan aku 100% yakin jika mereka bahkan telah membedah pembuluh darah diotakku. Kemampuan diagnosisku tak pernah meleset bukan? Oleh karena itu aku juga mengetahui jika peluang hidupku tak lebih dari 35%. Lalu bagaimana denganmu? Aku tak terlalu mengetahuinya, untuk bangun dari tidur saja teramat susah untuk kulakukan. Jadi aku hanya memandangmu dari sebrang ranjang rumah sakit ini noona. Yang aku ketahui tak ada satupun keluarga kita yang dapat memberimu donor karena golongan darahmu berbeda. Kecuali aku.

Hanya aku yang memiliki golongan darah sama denganmu. Aku satu-satunya yang bisa menyelamatkanmu. Lalu apakah aku hanya akan menutup mataku noona? Tidak. Aku merasa inilah saatnya aku berterimakasih padamu. Semua yang kau lakukan untukku, aku tak yakin bisa membalasnya. Namun dengan mendonorkan usus halusku, aku rasa aku akan tenang. Aku meminta appa untuk mendaftarkanku sebagai donormu. Aku tak berani meminta kepada eomma karena ia pasti akan histeris. Appa mengatakan padaku agar memejamkan mataku saat aku merasa lelah. Dan disinilah aku merasakannya noona. Aku lelah dengan semuanya, aku ingin mengikuti nasehat appa untuk beristirahat. Noona, bisakah kau menjaga itu untukku? Aku tahu kau marah padaku saat ini, tapi tak bisakah kau tersenyum dengan tulus terakhir kalinya untukku? Noona, aku mencintaimu. Aku tak akan kemana-mana. Aku akan hidup selamanya dihatimu. Aku hanya istirahat sejenak, jika sudah saatnya kita pasti dapat bertemu lagi. Berhentilah menangis Choi Sooyoung! Kedua mata itu tak harus mengeluarkan air mata lagi karenaku.

Aku akan melihatmu dari sana. Kau tahu, aku selalu merindukan senyum manismu itu.

Adikmu, choi Minho.

Sooyoung mengerang dalam tangisnya. Nyonya choi yang tak kuasa meliatnya jatuh terduduk diatas ranjang tempat Minho direbahkan beberapa hari lalu. Tuan choi juga sama tersiksanya, ia merengkuh tubuh putrinya kedalam dekapan hangat miliknya. Mencoba menenangkan gadis itu.

“Aku membunuhnya! Appa aku pembunuh!” Sooyoung berteriak menyalakan dirinya atas kematian Minho. Adiknya tak akan meninggal jika ia tak mendonorkan usus halusnya untuk Sooyoung.

“Aku membunuh Minho appa. Minho meninggal karenaku! Kenapa bukan aku yang mati appa?! Kenapa harus dia?!” Sooyoung tak henti meraung. Tuan choi hanya mampu menggelengkan kepalanya. Bukan salahmu nak, bukan.

Flashback end

Sooyoung tak henti terisak. Kepalanya menunduk dalam, ia tak ingin adiknya melihat bahwa ia menangis. Hatinya kembali menguak luka lama. Karenanya Minho merenggut nyawa. Tak ada hentinya ia mengutuk dirinya sendiri.

Sejak kematian Minho semuanya berubah, gadis manis dengan sifat ceria itu bertransformasi menjadi seorang gadis dingin. Ia bahkan memangkas habis rambut panjangnya. Ia menghampiri anak-anak yang pernah menghajar adiknya, kemudian terlibat aksi adu jotos dengan mereka. Tak ada yang mampu menghentikan amarah seorang choi Sooyoung saat itu.

“Aku sudah menduganya,” suara itu menginstrupsi isakan Sooyoung. Menarik gadis itu dalam dekapannya. Membelai surai gadis itu sayang.

“Oppa.. Oppa, aku membunuhnya. Aku jahat oppa,” Sooyoung terus saja merancu dalam tangisnya. Membuat pria yang memeluknya semakin mengeratkan dekapannya.

“Sssttt. Tidak, kau tidak membunuhnya. Tenanglah Sooyoungie,”

“Oppaa…”

“Tak apa,menangislah. Oppa tahu, ini berat untukmu. Lepaskanlah sayang,”

TBC

Nah, masih kurang panjang juga? Ini ff terpanjang yang pernah author tulis. Karena pada kenyataannya, author bukanlah seorang “author” yang bisa membangun feel pada setiap karya tulis. Jadi author minta maaf kalau feelnya gadapet. Pada dasarnya author adalah editor abal-abal yang nyoba nulis. Dan walhasil keluar ff ini.

Dan ini adalah satu-satunya ff dengan rentetan kata terbanyak. Karena di next chapternya akan kembali seperti semula. Setiap part hanya terdiri atas 2000 kata. Terimakasih untuk semua apresiasi kalian. Knihgtdeul saranghae #bow

109 thoughts on “[Series] Eternal Sunshine (Part 5)

  1. Yuliandini says:

    Huuuuaaaaaaa thor feelnya dapet banget apa lg pas baca surat minho untuk soo sukses bikin aku nangis😥 tapi aku masih bingung ama hubungan soo ma kyu, apa mungkin kyu kakak angkatnya soo??

  2. Dipart ini terbukti kyuyoung emang bukan saudar kandung tp kenapa mereka bisa tinggal serumah (?) Hiks..sumpah aku nangis sampe keluar air mata begitu membaca surat dari minho untuk sooyoung😥

  3. saputrid12 says:

    Nah ini part kejelasan yg aku tunggu. Dapet feel nya, tapi yg msh mengganjal di pikiran ku. Kenapa kyuhyun jadi kk angkatnya sooyoung?

  4. nisa says:

    Ga akan bosen kok thor kalo baca ff ini….. itu cerita antara sooyoung sama changmin kok ga di ceritain ya???? sedih banget waktu baca tentang kejadian masa lampau nya sooyoung…. hiks😥

  5. kyunie says:

    dapet ko feelnya yg pas bagian flashback.
    tapi aku masih bingung kenapa kyuhyun bisa jadi oppa sooyoung.
    lanjut next chapter

  6. Denakim says:

    3 minggu ckc kasian syoo d tinggal.,
    astaga choi merasa bersalah karna hal itu.,
    dan di aini seperti nya terbukti kalau kyu bukan saudaranya. geundae kenapa mereka bisa tinggal serumah eoh.,. appa eomma merema bersahabat atau gimana ?
    eh gua baru inggat part 7 sudah pernah di post d facebook yah kan?

  7. Author tanggung jawab mata aku bengkak…
    SUMPAH aku nangis ampe mata bengkak gara” part ini…
    aku gak tau mau comment apa yang pasti part ini bikin aku nangis parah…
    lanjut baca lagi

  8. Hanamayasa says:

    Sedih bacanya, dapet banget feelnya author. Terharu sama minho yang berkorban buat noonanya…. next author

  9. cho asna says:

    Aigooo sedih banget masa lalu sooeoni and minho oppa.. sebegitu syangnya minho oppa smpai rela mnukar nywanya ke sooeoni… jg sebalikny sooeoni jg syang hingga merubah semuanya dirinya mjdi tomboy… next part ny thorrr di tunggu thorr..

  10. Lanjutin dong thor. Ya ampun penasaran jangan dianggurin gitu aja. Kasian reader yang udah nungguin termasuk aku yang pengen banget ini dipublish. Ayo dong thor penasaran ini hhuhu dilanjutin 😂😂😂😂

  11. Rizky NOviri says:

    yo.. yo…
    kapan part 7 mau di publish?? yo *alahiphop
    hehe.. ayolah cepet di post..😀
    lebaran udah lewat noh..😀
    post ya.. ya.. ya.. post..😀

    semangat arza-ssi…🙂

  12. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    jadi minho adiknya soo tp udh meninggal toh, itu dia knp soo jd agak boyish gitu..
    yaampun scene terakhirnya.. kereen!!! part ini bikin aku terharuu.. soo sayang banget ama minho..
    nah terus kyuhyun gimana? sodaranya?? yaampun serius aku penasaraannn..
    Author Hwaitinggg!!!!

  13. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    jadi minho adiknya soo tp udh meninggal toh, itu dia knp soo jd agak boyish gitu..
    yaampun scene terakhirnya.. kereen!!! part ini bikin aku terharuu.. soo sayang banget ama minho..
    nah terus kyuhyun gimana? sodaranya?? yaampun serius aku penasaraannn..
    semangaaatt Author^^

  14. sooyoungster1 says:

    huwaaa authorr .. saya mewekkk ;-( pas baca suratnya minho n kjadian dmasa lalu soo unnie sedih bgt ….
    soo unnie ksian jgn nyalahin dri sndri ….

    author daebakkkkkk feel pas bca ffnya dapet bgt n part ni jga lbih pnjang dri yg sblumnya … tmbah kece pkoknya q suka … lnjut

  15. ayu puspita says:

    sedih baca suratnya minhoo….ampe nangis ……siapa kah itu yg dtng????…next part selanjutnya jngn lama” thor penasarannnn…..

  16. ternyata krn si minho si soo jd tomboy. huaaaa sedih pas baca masa lalu nya soo.
    tp skrg malah makin penasaran sama hubungan kyuyoung nya hehe.
    lanjut yaa thor, ditunggu next part nya hehe.
    klo boleh request, nnti happy end aja
    hehehhe
    suka gak kuat klo baca kyuyoung ygsad end

  17. Sistasookyu says:

    Oh jadi syo nya keliatan depresi gt karna dia ngerasa salah sama minho
    kasian jg..
    Kyu nya buruan balik..

  18. lely says:

    hehehe maaf baru komen disini di part 5 hehehe~ huaaaa aku nangis baca part ini T.T sebenernya mulai part 1 – 4 gak paham sama hubungan kyu sama soo–” hehehe tapi keren-keren bikin kita penasaran kkk~ lanjut thorrr~ semangat

  19. farida_salma says:

    lah itu gimana ceritanya soo bisa saudaraan sama kyu?
    kyu kah yg datang itu?

    next part ditunggu🙂

  20. Isma KSY says:

    aigo.. menyentuh sekali..
    syedih u.u.. ternyata gitu ceritanya..
    nah hubungannya dengan sully? dan gimana ceritanya kyuhyun bisa jadi sodaraan? a~Masih banyak teka teki yang belum kebongkar.. ckk
    ditunggu sekali lanjutannya eonni.. jangan lama”. ehehe

  21. SANR says:

    sedih pas bagian flashbacknya. tapi masih belum ngerti soo eonni gak punya ortu? terus kyuppa itu siapanya soo eonni?sedangkan dari kecil mereka udah bareng. Next ajalah part selanjutnya

  22. pna says:

    ya tuhaaann Minhooo kamu strong bangeeeet jadi seorang adikkkk😦 sedih lhoo thor bacanya pas bagian flashback itu hiksss tapi gpp gomawo udah mulai diungkap kejadian 10 tahun lalunya hehe dilanjut yoowww jangan lama2 hehe ^^

  23. ayumi says:

    jadi alasan nona choi tomboy karena kematian minho yg dia merasa dialah penyebabnya…
    q terharu pas choi nyari adiknya itu..ternyta malah minho meninggal.trus hubngan sm kyuhyun gmn nh.knp hubngn mrka bisa sngat intim ??

  24. Feelnya dapet banget kok thor, bahkan aku aja sampai nangis bacanya😥
    Tapi dibagian penjelasan tentang minho tadi itu kayak ada salah satu adegan di drama good doctor deh. Maaf kalau sok tahu thor😀
    Pokoknya ditunggu deh next partnya…

  25. Huaaaaaaaaaaaaaa ,, T_T
    Pas baca surat minho , jadi nangis ampe akhir ….
    Terharuu … Jadi itu yg tjd 10 thun yg lalu
    Tapi aku msih bingung ama kyu .. Siapa sehh kyu sebenarnya ?

    Itu yg dtg siapa ,, Kyu kah ? Siwon kah ??

  26. rifqoh wafiyyah says:

    aku gak berhenti nangis dari soo unnie datang ke makm minho trus flsback. minho sampe ending nangis kejerrr.. kasihan minho…😥 daebak thor…
    dtnggu klnjtnnya…

  27. sisca says:

    akhirnya part 5 muncul juga hehehe
    Aku bingung kyu sama sooyoung itu sebenernya sodara atau gimana ??._.
    aku sampe nangis bacanya nih thor bagian flasback minho nya:’)
    Ditunggu part6 secepatnya thor😉

  28. Aulia Ratna says:

    Sumpah sedih bgt jadi minho, aku nangis kejer masa/?-.-
    Keren thor feelnya dapet hehe
    Lanjut thor jangan lama lama penasaran hehehe

  29. Retno Willis says:

    oh ini yg dimksud masa lalu pait soo..
    yaa ampuun sampe aq nangis tersedu😥
    itu yg dteng sypa ?? kyu ?? siwon ?? yesung ??

    lanjut yaaa thorr..

  30. Rychell says:

    Sad bgt flashbacknya , cwonya siapa lagi tuh ? Apa kyu oppa ? Gak mgkn ya ? Dia kan udh prgi , apa changmin oppa ??

  31. astaga! nangis aku bacanya😥 nyeseeekkk bgt sumveh T_T
    ternyata begini masa lalu suyongie?
    untuk next partnya semoga makin jelas lagi hubungan kyuyoung itu seperti apa. hwaiting !! ^^9

  32. yura says:

    Akhirnya flashback yang ditunggu tunggu datang
    Huaaa sedih bgt baca nya sampe nangis sungguh, ternyata kejadian 10 thn lalu tuh kematian minho yg ternyata adik soo
    Pokonya part ini keren lah
    Masih penasaran si sama hubungan kyuyoung yg sebenernya next nya ditunggu bgt
    Fighting!!

  33. Phieea says:

    Sedih banget si, tragis banget ya nasib si Minho… Sooyoung jadi ngerasa bersalah banget kan jadinya

  34. Youngra park says:

    Hiksss hikss sedih bgts kasihan sooyoung unnie brati kyuyoung bkn saudara kandung dong next part fi tnggu jng lma2 ne aku penasaran sama kelanjutany

  35. knight dita14 says:

    Feel sedihnya dapat banget. Hubungan sooyoung-minho udah terjawab. Ditunggu next part-nya…

  36. Sampai sekarang itu ya saya masih bingung sama hubungan kyu sama soo.
    mereka itu kan buknlan saudara kandung, atau mereka saudara angkat.
    tapi kok orangtua mereka bolehin mereka tidur bareng.
    atau mereka ada hubungan lebih kayak tunangan gitu.
    Tapi kok kyu tinggal sama mereka????.

  37. KNIGHT says:

    doh sedih :’3
    feel nya dapet, bisa ngerasain sedihnya sooyoung pas kehilangan minho :’)
    masih bingung, kyu anak kandung keluarga cho apa bukan?
    cepet lanjut nde

  38. Andani says:

    Ow gtu lo cerita’a tapi q blom tau knpa sooyoung bsa tnggal sama kyuhyun ……tapi ff’a bgus kok
    8-)@,@

  39. Risqi says:

    jadi begitu kejadian 10 tahun yg lalu. sedih banget bacanya pas bagian flashback.. bikin mata berkaca-kaca. ff ini feel nya dapet banget. minho rela mendonorkan usus halusnya supaya sooyoung bisa bertahan hidup. minho pergi duluan ke surga, memang minho bener ² adik yg baik, berarti & berguna bagi sooyoung.
    ehmm.. kyuhyun itu bukan saudara kandung sooyoung kan, kyuhyun bukan anaknya Tn. & Ny. Choi kan? terus siapa yang memeluk sooyoung di tempat penyimpanan abu jenazah itu? kyuhyun atau siwon? makin penasaran dengan part selanjutnya.

  40. sedih T^T kehidupan emg kejam buat mereka berdua… hidup minho berakhir begitu aja demi hidup soo & kasian krn dia mikirnya sebagai beban mulu krn autis ToT. tp msh belom jelas posisi kyu sebagai apa sebenarnya, beneran kakak sooyoung? semoga bukan..

  41. elissintiyaknight says:

    keren thor.. lanjutt donk jeballl.. eternal sunshine part 5 bikin hati bergetar membuat mata yang kering menjadi basah karna air ata haru..

  42. indah novia says:

    Lnjuttt thor.gasabaran part 6,jgn lama lama ya thor hehe..makasihhh
    Bagusss ffnya sedihhh😂😂😍

  43. syiyoung says:

    jadi gitu cerita 10 tahun yg lalu, sedih 😭
    tpi masih penasaran sma hubungan kyuyoung beneran adek kakak kah?
    dan yg di ending itu siapa? kyu? siwon?
    ahhh next partnya bakalan ditunggu banget..
    fighting

  44. shintaknight says:

    rangkaian kata”nya keren,fellnya dapet bgt karena sukses bikin banjir air mata ditambah dengan hal” yg sebelumnya membingungkan jadi mulai jelas disini.. satu hal yg aku tangkep intinya kyu dan soo bukanlah saudara kandung..
    thank you so much untuk tulisan yg panjang ini, surely I like it soooooooo much.
    I’ll be waiting for next!! ^^

  45. mongochi*hae says:

    hikz hikz😥
    ak nyesek dan mnitikan air mata bca part ini. aplg flashbackny yg hurt….bgt. jd bgtu ceritany, pantes aj soo bsa mjd brubah drastis kya gni
    tp flashback ttg kyu blom klop dsni. cuz kyu cma muncul dkit aj d.flashback minho td…
    walau adegan sblm flashback sdh mbuat ak senyum2 ndiri plus penasaraan dg stat hub mereka.
    ayo…next part prjls hub mereka…
    aplg n soo dtinggal kyu ckup lama

    btw yg meluk soo it siapa ?
    klo kyu gk mgkin..tp bsa jd sih
    trus yesung / siwon ???

  46. Akhirnya aku baca kembali ff ini.
    Apa? Feelnya gak dapat? Gak tuh, aku malah menangis tengah malam gara2 ff mu ini.

    Keren… seru… jadi karena alasan itu Soo eonnie merasa bersalah pada Minho. Bahkan berubah 180 derajat. Btw, oppa yang dipanggil oleh Soo eonnie itu siapa? Kyuppa kah? Atau Siwon kah?

    Lanjut chingu ^_^
    Update soon🙂

  47. Oktavianti says:

    Ahhhh author bikin mata aku bengkak ih😥 pas bagian flashback nya sedih banget, itu cowo yg bagian akhir Kyuhyun kah? Aihhh makin penasaran sama part berikutnya, jangan lama-lama ya thor part selanjutnya, fighting^^

  48. met says:

    Daebak
    Ternyata gitu toh .. Aku dpt bgt feelnyaa
    Itu yg hampirin soo kyu y?
    Penasran nih next nya cpt ne😀

  49. gita says:

    Akhirnya terungkap sudah, trus yg masih bikin bingung hub.nya sma sulli apa?
    Itu syapa yg meluk soo, kyuhyun kah? Apa dy gk jadi pergi?
    Trus gmna critanya kyu bisa jadi ank tuan dn nyonya choi?
    Duhh kyuyoung makin lama makin hot ajaa
    Ditunggu bngt next.a, jngn lama”

  50. azhar_dhilah says:

    nangis thor bacanya…. huhuhu… minho dan sooyoung kasian… trus si sulli adeknya siwon mati kenapa??
    sekarang aku tahu siapa kyuhyun… hwhhehe walaupun belom terlalu jelas sih… yang penting lanjutannya jangan lama ya thor…fighting!!!^^

  51. duh ane jadi mewek T_T itu yang meluk suyoung pas di akhir siwon kyuhyun apa yesung ??? masih menjadi sebuah misteri wkwk next soon ya thor ^^

  52. sooyngstrmuti says:

    huaa pengen tidur baca beginian dulu-, galau dah. apalagi ada tulisan tbc:/ next thor bagus bangett.. jangan lama lama;3

  53. jeni says:

    Sumpah sedih banget. Akhirnya tau deh yg kisahnya minho.
    ditunggu yaa part selanjutnyaaa
    fightiiing

  54. dania says:

    Finally updateu jugaaaa. Aku tunggu banget lohhh. Sweet,terharuuuu.. next partnya ditunggu thorrrrr! Fighting!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s