[Oneshot] Until I Reach You

[POSTER] Until I Reach You_resized

 

 

Title : Until I Reach You

 

Author : dalnim

 

Genre : Sad, Romance

 

Length : Oneshoot

 

Main Cast : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

 

Support Cast : Seo Joo Hyun, Victoria Song, Kwon Yuri, Im Yoon Ah.

 

Disclaimer : The characters are belong to God and themselves. Please don’t copy or remake it without my permission. If this fanfiction has the similarities with the other or anything, please contact me on shflyx86 (twitter account)

.

.

.

“Memang tidak ada yang lebih bagus?”suara itu mengagetkanku, dan ketika aku menoleh ke belakang, Kyuhyun sudah berdiri terpaut hanya beberapa senti dariku. Sangat rapat dengan tubuhku sampai-sampai aku mengira Kyuhyun akan memelukku.

“Ini cukup bagus.”kataku tenang. Dia menghela nafas, mungkin memang susah berpacaran dengan murid yang terbilang cukup cupu di sekolahmu, padahal kau sendiri adalah mungkin salah satu murid paling terkenal.

Kujelaskan. Murid cupu itu adalah aku dan si murid terkenal tersebut adalah Kyuhyun, pacarku. Tolong tekankan di kata pacarku.

“Aku tidak tau bagaimana seleramu, Choi Sooyoung.”aku bisa mendengar geramannya. Aku memejamkan mataku selama beberapa detik, dan pada akhirnya aku menyerah.

“Maaf.”aku mengucapkan kata itu berulang kali semenjak kami berdua tiba di mal ini hanya untuk membeli pakaian untuk malam prom Sabtu nanti. Katakan saja, malam prom adalah salah satu malam paling romantis dimana kau bisa berdansa dengan pasanganmu, dan buruknya pesta itu diadakan oleh kampusku.

“Aku bosan.”katanya dingin. Kutambahkan. Kyuhyun memang tampan dan ia sangat baik dalam segala bidang, tapi ia sangat-sangat-sangat-lebih dari sangat dingin pada perempuan.

 

“Jika kau ingin pulang,”aku meremas-remas ujung bajuku dengan rasa kecewa yang menjalari dari bawah tubuhku, “Ayo.”

 

Kupikir dia akan menyetujuiku, tapi dia malah menatapku tajam lalu kembali menghela nafas beratnya.

“Kau sudah membuatku bosan dan sekarang kau menyuruhku pulang?”tatapan Kyuhyun yang dingin membekukanku, “Kau pikir aku ini budakmu?”

Oh Tuhan. Dia mulai marah, aku bisa merasakannya dari getaran nadanya. Aku baru berpacaran dengannya 1 minggu lalu, tepatnya hari Jumat. Tepat ketika Victoria, gadis paling mengerikan di kampusku, mengamuk karena aku kedapatan mengamati Kyuhyun.

Dan disitulah hal itu terjadi. Kyuhyun yang datang tiba-tiba entah darimana, lalu mengatakan dengan lantangnya, “Dia pacarku.”

“Kau gila!Aku tau kau berbohong, Cho Kyuhyun!”

“Tidak percaya?Kau butuh bukti?”

“Cium dia.”

 

“Choi Sooyoung.”lamunanku hilang seketika bersamaan dengan pipi meronaku, dan aku hanya menghela nafas.

“Aku minta maaf karena sudah membuatmu marah. Aku tidak bermaksud seperti itu, sumpah. Aku hanya tidak mau kau bosan, jadi aku mengajakmu pulang. Setidaknya, jika kau pulang, rasa bosanmu akan hilang dan-”

“Jangan sok tau.”potongnya cepat dan berhasil membuatku terdiam. 3 kata itu cukup menusuk hatiku, dan walau dia tidak pernah tau, aku ingin sesekali membuatnya ada di posisiku. Diam menunggu reaksiku, dan aku malah memarahinya.

“Kutunggu 10 menit lagi di parkiran. Tidak datang, kutinggal.”

Oke, dia tidak hanya dingin. Dia juga sangat kejam ternyata.

 

***

 

Aku tidak jadi membeli gaun atau baju apapun. Uangku masih utuh, tidak ada seperak pun yang keluar. Dan sekarang aku sudah disini. Di parkiran. Di dalam mobil. Bersama Cho Kyuhyun.

“Kita pulang.”dia sudah bersiap-siap akan menginjak gas, sebelum aku menyambar, “Kau sudah makan?”

Memang, wajah Kyuhyun pucat. Matanya seolah-olah menginginkan sesuatu-mungkin makanan. Aku baru ingat jika dia belum makan apapun setelah latihan dengan tim basketnya tadi, mengingat dia akan mengikuti sebuah kompetisi basket 1 setengah minggu lagi.

“Tidak.”

“Wajahmu pucat. Sebentar, aku akan membelikan makanan untukmu.”Aku keluar dari mobil Kyuhyun dengan cepat, langsung berlari ke stan makanan paling dekat dan membelikannya sekotak nasi putih dengan onigiri dan ayam rica-rica. Tidak lupa juga, aku membelikan sebotol air putih untuknya.

Ketika aku kembali, raut wajahnya menunjukkan ia kesal, tapi sorot matanya jelas-jelas menunjukkan dia memang kelaparan terbukti matanya yang berbinar-binar menatapku-tepatnya menatap apa yang kubawa.

“Untukmu. Makanlah. Aku akan menunggumu.”dia menggeleng, namun aku bersikeras dan akhirnya dia menerima dengan pura-pura kesal namun aku bisa melihat betapa bahagianya dia.

“Kau menyebalkan. Tapi, terima kasih.”

Aku mungkin harus mencari kemana jantungku sekarang karena aku merasa bahwa jantungku sudah keluar dari tempatnya.

 

***

 

Aku tersadar dari mimpiku semalam, menemukan aku dalam balutan dress tidur warna biru. Cahaya menyilaukan mataku, lalu aku menyadari bahwa ini sama sekali bukan kamarku.

Eh?Barusan aku bilang apa?

Aku terdiam beberapa saat untuk menyadari apa yang terjadi. Jendela yang besar, tirai jendela berwarna biru, tidak adanya poster-poster boyband favoritku, memakai dress tidurku…

 

“AAAAAAAA.”jeritanku keluar dari tenggorokanku. Apa aku ada di sebuah rumah seorang pria berhidung belang?Apa aku sudah kehilangan-

“Kau sudah bangun?”suara bass khas Kyuhyun menghentikan jeritanku. Aku melihatnya di sana-di depan kamar mandi masih dengan mengenakan handuk berwarna hijau susu yang hanya menutupi bagian dari pinggulnya sampai lututnya. Aku membelalakkan mataku sebelum menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku, untuk menyembunyikan rona merah di pipiku.

“Jadi kau sudah bangun.”Oh yeah. Tentu saja aku sudah bangun, pikirku. Jika aku masih tertidur, mungkin kau malah akan bertelanjang bulat dan seenaknya berpakaian sedangkan di hadapanmu ada seorang gadis yang sedang tertidur. Pikirkan saja apa yang akan seorang lelaki normal pikirkan jika situasinya seperti itu.

Aku bisa merasakan derapan kakinya yang melangkah menujuku, namun yang kurasakan kemudian adalah usapan tangannya pada poniku dan kecupannya.

 

Kecupan di kening pada pagi hari setelah bangun tidur diberikan oleh seorang Cho Kyuhyun. Dengan gratis.

 

Aku berusaha agar tidak membuka mataku, tapi itu semua gagal karena aku membuka mataku dan menatap mata cokelatnya yang hanya berkisar beberapa senti saja. Hidung kami nyaris bersentuhan, tapi sebelum aku kehilangan nafasku, dia memundurkan tubuhnya lalu menyambar pakaiannya di lemari.

“Kau masih utuh. Aku sama sekali tidak menyentuhmu.”Rona di pipiku pasti sudah terlihat jelas sekarang, tapi kali ini aku tidak menutupinya. Toh, dia juga sedang membelakangiku.

“Kau ketiduran kemarin. Ibumu tidak ada. Eonniemu juga. Aku menelepon ayahmu, lalu dia bilang dia mempercayakanmu kepadaku.”Beruntung sekali karena aku belum kehilangan keperawananku atau tidak, mungkin sekarang aku sudah berhadapan dengan ayahku.

Orang tuaku dan Kyuhyun sudah mengetahui hubungan yang begitu mendadak terjadi di antara kami berdua. Dan fakta yang mengejutkan, ternyata mereka berempat adalah sahabat dari kecil.

Bahkan, ibuku dan ibu Kyuhyun berniat untuk menjodohkan kami. Tetapi, ayahku dan ayah Kyuhyun tidak menyetujuinya, begitulah yang kudengar dari Ahra, eonnie dan saudara kandung satu-satunya bagi Kyuhyun. Mereka berdua beranggapan, bahwa pemikiran ibuku dan ibu Kyuhyun jauh dari logika. Perjodohan tidak menjamin keserasian antara sepasang manusia berlawanan kelamin, sebagai seorang pasangan hidup.

 

“Jadi ini di kamar siapa?”tanyaku spontan. Tentu saja pertanyaan itu berkelebat di pikiranku sejak aku menyadari bahwa ini bukan kamarku.

“Aku yang mengambil pakaianku di lemari pakaian. Kau pikir kamar siapa?”

Dengan susah payah, aku menjawab, “Kau.”

Dia menatapku sebentar sambil mengeluarkan seringainya, lalu tertawa. “Kau pandai sekali, Choi.”

 

***

 

Kami sarapan bersama.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasakan makananku ada di hadapanku, bukan di piringku. Berhadapan dengan Kyuhyun, menghabiskan sarapan bersama di pagi yang cerah.

“Terima kasih.”suaraku yang parau mengalihkan perhatiannya dari piringnya, menatapku dengan tatapan bosannya yang paling mengesankan menurutku. Dia mengendikkan bahunya, lalu melanjutkan makanannya.

“Sudah tugasku.”

Aku seharusnya menyukainya jawabannya, tapi yang kurasakan malah perasaan kecewa yang menjalari diriku.

“Mengingat orang tuamu sudah menyerahkan-”

“Oh.”aku memotongnya dengan cepat, memberikannya tatapannya paling sinis yang kupunya. Dia menatapku keheranan.

“Aku hanya tidak suka kalau kau menjagaku hanya karena alasan orang tuaku.”aku meredam kekecewaan yang ada di dalam diriku. “Tapi itu bagus karena itu menunjukkan kau orang yang bertanggung jawabku.”Bohong. Kata-kata itu seharusnya tidak keluar. Tapi dengan bodohnya, agar dia tidak menyadari rasa kekecewaanku, itu semua harus kukatakan.

“Aku memang orang yang bertanggung jawab.”kata-kata itu disambut dengan kekehannya yang mengesankan.

 

Tapi kau sama sekali tidak bertanggung jawab atas bagaimana perasaanku padamu selama ini.

 

***

 

Aku menatap jendela di dekatku. Ini hampir 6 bulan kami berpacaran, dan tidak ada sama sekali perubahan yang terjadi pada hubungan kami.

Dia masih dingin. Aku masih terlalu agresif.

Aku sama sekali tidak tau cara dia memandang hubungan kami. Aku yang sangat agresif, dia yang masih dingin.

Aku pernah mendengar Ahra berbicara pada Soojin bahwa Kyuhyun masih sangat terpukul pada kematian yeojachingunya, Seo Joo Hyun. Itu yang menjadikan kenapa ia sangat dingin.

Tapi kenapa jika ia masih terpukul pada kematian mantan yeojachingunya, kenapa ia menjadikanku yeojachingunya?

 

Kau adalah pelarian.

Kau hanyalah jawaban dari tantangan teman-temannya.

Kau hanyalah pemuas nafsunya.

 

Aku mengenyahkan semua pernyataan yang melintas di otakku. Bagaimana mungkin Kyuhyun menjadikanku pelarian atau sekedar pemuas nafsunya. Atau jika ia mempunyai sebuah tantangan untuk memacari seseorang di kampus ini, kenapa harus aku?

Suara gebrakan di mejaku cukup untuk membuyarkan semua lamunanku dan ketika melihat si penggebrak, aku menggeram malam. Dia lagi. Victoria Song. Blasteran China-Korea dan juga berandalan yang paling menyebalkan.

“Ada apa?”tanyaku tanpa basa-basi. Aku memang terkenal cupu, tapi aku juga terkenal sangat dingin saat marah. Saat marah.

“Seharusnya kau tau diri, Choi Sooyoung. Kau bukan siapa-siapa untuk Kyuhyun.”

“Dia masih mencintai Seohyun. Seharusnya kau sadar itu. Dan lagi, kau seharusnya tau bahwa tidak baik untuk mengenalkan Kyuhyun pada orangtuamu, padahal ia sama sekali tidak mempunyai minat pada hubungan kalian. Bagaimana kalau kau hanya dijadikan pelarian?Atau jawaban dari suatu tantangan dari teman-temannya?Atau mungkin, kau hanyalah pemuas nafsunya nanti?”

 

Kemarahanku nyaris meledak, tapi aku malah menutup mata sejenak dan tertawa.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

Dia maju, cengkeramannya di leherku begitu terasa, matanya nyaris keluar dan aku lalu menyadari apa yang dia lakukan padaku. Dia mencekikku. Gadis ini mencekikku begitu kuat.

Nafasku nyaris habis, gadis ini seperti kesetanan saja. Aku ingin sekali berteriak, tetapi tidak ada suara yang keluar. Bodoh sekali. Kemana semua oksigen di dunia ini?

“Victoria Song!”

Itu Kyuhyun. Aku tau suaranya. Tapi hal yang terpenting sekarang adalah bagaimana aku melepas tangan Victoria dari leherku. Masa bodoh dengan Kyuhyun sekarang.

Cengkeramannya terasa semakin kuat seiring semakin kuatnya usahaku untuk melepas tangannya. Mataku mulai berputar-putar, nafasku hampir habis. Aku sekarat, aku tau itu. Pemandangan di hadapanku menjadi kuning pucat, lalu menjadi putih.

Oksigen lalu datang tiba-tiba begitu saja, dan sebelum aku bisa menghirupnya, semuanya menjadi gelap.

 

***

 

Aku membuka mataku, dan terkejut ketika Yuri dan Yoona, kedua sahabat yang kupunya-namun sayangnya mereka memilih kampus yang berbeda dariku, sedang menatap cemas ke arahku.

“Kalian kenapa?”tanyaku. Aku melirik ke sekeliling. Oh. Aku tau ini dimana. Ini di rumah sakit ayah Kyuhyun.

“Seharusnya kami yang bertanya begitu.”jawab Yuri dengan gusar, ia menatap ke arahku dengan begitu paniknya, seolah-olah aku sekarat.

Aku memang sekarat tadi.

“Apa aku sudah mati?”pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutku. Aku berharap mereka tertawa, tapi yang kudapati hanyalah gelengan dari Yuri dan isakan dari Yoona.

“Kau bodoh sekali.”gerutu Yuri. “Gadis gila itu nyaris membunuhmu.”

“Dan bodohnya, kami tidak ada disana untuk menyelamatkanmu.”Yoona menangis lebih keras setelah ia mengucapkan itu. Aku menatap mereka bersalah. Menggerakkan kepalaku sedikit, tapi nyeri akibat cekikan Victoria masih sangat terasa.

“Ini hanya cekikan saja. Dan aku masih hidup.”

“Ya. Kalau aku tidak segera datang menyelamatkanmu.”

 

Laki-laki itu sudah datang lagi entah dari mana, membuatku terkesiap. Dia ini seperti ninja. Atau mungkin pacarku ini memang seorang ninja?

“Kau seharusnya bernafas lega ketika aku berhasil membuat Victoria melepas cekikannya padamu. Tapi kau malah pingsan. Matamu yang lebar itu semakin terbuka, kau tau.”penjelasan Kyuhyun seharusnya membuatku senang karena ialah yang memang menyelamatkanku, tapi aku benci di bagian “matamu yamg lebar itu semakin terbuka.”

“Kami hanya bertengkar ringan.”

“Kurasa, itu bukan alasan yang tepat.”

“Ya, setidaknya begitu.”

“Kau harusnya tau jika Victoria adalah berandalan.”

“Aku tau.”

“Jika kau tau, kenapa kau memilih bertengkar dengannya?”

“Dia yang memulainya.”

“Oh ya?Kenapa kau meladeninya?”

“Aku tersulut emosi.”

“Seharusnya kau bisa mengontrolnya.”

“Aku tidak bisa!”

 

Aku berhenti, terdiam apa yang baru saja kulakukan. Bahkan, Yoona dan Yuri sudah keluar dari ruangan ini.

Ini bukan pertengkaran pertamaku dengan Kyuhyun, tapi ini adalah pertama kalinya aku membentaknya. Dia menatapku kaget, namun aku menghela nafas.

 

“Apa kau masih belum bisa melupakan Seohyun?”pertanyaan itu keluar dari mulutku begitu saja, “Apa mungkin kau hanya menjadikanku pelarian?Atau aku hanya jawaban dari tantangan teman-temanmu?Atau kau hanya-”

“Kau tidak tau aku.”perkataan Kyuhyun memotong ucapanku. Apa?Setelah 3 bulan yang terjadi, dia pikir aku tidak tau dia?

“Apa maksudmu?”tanyaku heran. Kyuhyun memalingkan wajahnya, menatap ke jendela dengan pandangannya yang kosong.

“Bukankah kau sudah mendengarnya dari Ahra, bukan?”Perutku bergejolak, dan kepalaku mendadak menjadi pusing. Dia menoleh ke arahku, wajah sedihnya menandakan bahwa firasatku benar tentang apa yang akan dikatakannya.

“Aku memang masih mencintai Seohyun, Choi Sooyoung.”

 

***

 

Ini sudah hari ketiga aku dirawat di rumah sakit. Dan genap sudah 2 hari juga aku tidak melihat Kyuhyun.

Cukup berat, tapi itu harus rela kulakukan mengingat dia yang tidak menjengukku dan kondisiku yang masih lemah.

Aku menatap ke arah pepohonan di taman rumah sakit. Seharusnya, jika Kyuhyun tidak memiliki perasaan apapun kepadaku, dia tidak perlu menolongku saat itu. Seharusnya, jika Kyuhyun memang masih mencintai Seohyun, dia tidak mempermainkanku.

 

Oh. Mungkin aku memang tidak dipermainkan, tapi merasa dipermainkan.

 

Aku tidak tau bagaimana keadaan Kyuhyun sekarang, dimana ia, apa yang ia lakukan, dan apa yang ia pikirkan. Aku menghela nafas sejenak. Apa ia akan memikirkanku?Walau hanya sedetik, apa aku akan lewat di pikirannya?

Sebuah es krim tiba-tiba tersodor begitu saja di hadapanku. Aku mendongak, dan tersenyum pada si pemberi es krimnya. Ahra. Kakak Kyuhyun satu-satunya itu tengah berdiri sambil menyodorkan sebuah es krim cokelat padaku.

“Untukmu.”katanya sambil duduk di sebelahmu. “Semoga kau suka.”

“Terima kasih.”aku menjawabnya dengan tersenyum, menerima es krim itu lalu mulai menyantapnya.

Lama kami terdiam. Aku yang sibuk menyantap es krim dengan Kyuhyun yang ada di pikiranku, sedangkan Ahra diam saja sambil menatapku.

“Aku minta maaf.”aku menoleh ke arahnya. Ahra mengusap kepalanya, lalu melanjutkannya, “Dia tidak bermaksud mempermainkanmu.”

Aku hanya mengangkat bahu. Topik seperti ini membuat aku bisa menangis kapan saja, dan aku benci situasi seperti itu. Jadi aku hanya bisa menunduk dengan masih menyantap es krim, walau perutku rasanya tidak sanggup lagi.

“Aku mendengar kalian bertengkar hari itu. Aku ingin masuk untuk melerai kalian, tapi tiba-tiba Kyuhyun keluar dan ketika melihatku, dia mengajakku pulang. Membuat aku kaget setengah mati.”aku mengerjap padanya. Jadi dia juga ada disana?Kenapa dia tidak masuk?

“Aku mendesaknya untuk bercerita sepanjang jalan menuju rumah, dan dia hanya diam saja. Lalu, malamnya.” Ahra akan menangis, aku bisa melihat matanya yang sudah berkaca-kaca. “Dia berkata, “Aku akan pergi ke Amerika.”Aku lalu bertanya kenapa dia membuat keputusan itu terlalu cepat.”

Perutku mual. Ya, Kyuhyun memang pernah ditawarkan oleh ayahnya untuk pergi ke Amerika untuk melanjutkan studinya. Ketika itu, kudengar dia tidak mau menerimanya. Lalu kenapa tiba-tiba dia membuat keputusan yang sangat mengejutkan bagiku?

Aku menyadari sesuatu.

Ketika itu, Seohyun masih hidup. Walau koma. Kecelakaan itu merenggut nyawanya setelah gadis itu koma selama 6 bulan.

“Dia mengatakan..”Ahra menatapku, lalu memelukku. Membuat aku merasakan firasat yang amat tidak menyenangkan.

“Apa yang ia katakan?Ahra eonnie, apa yang-”

“Karena dia ingin menjauhimu. Karena dia ingin kau membencinya. Karena dia ingin kau tidak mencintainya lagi. Karena dia ingin kau mencari yang lebih baik darinya. Karena dia sudah tak sanggup untuk menyakitimu lagi, Soo.”

 

***

 

Malam ini sukses kuhabiskan dengan menangis-menangis-menangis-dan menangis.

Apa aku memang terlalu kejam padanya?

Apa aku memang tidak bisa meraih hatinya?

Apa dia memang benar-benar mencintai Seohyun?

Bohong jika Kyuhyun bilang bahwa dia tidak sanggup untuk menyakitiku lagi. Aku memukul bantalku, menjerit di dalamnya sambil menekankan kepalaku agar suaraku tidak terdengar.

Dia akan pergi. Ke Amerika. Dan tidak tau kapan akan kembali. Aku mengulangi semua pernyataan itu dalam otakku, dan alhasil membuat aku menangis lebih deras.

Apa yang harus kulakukan?Mencegah Kyuhyun pergi tidak akan berguna. Bunuh diri hanya karena ia pergi juga tidak berguna. Kenapa semua cara yang ada di otakku untuk menahan Kyuhyun agar ada di sampingku, semuanya menjadi lumpuh?

Aku menangis. Kyuhyun memang pantas mendapatkan Seohyun. Keduanya memang sangat cocok. Tapi, Seohyun sudah meninggal. Sampai kapan ia akan membiarkan Seohyunnya tidak tenang di alam sana?

Kyuhyun jahat, dan aku menyedihkan.

Kenapa dari semua laki-laki yang ada di dunia ini, harus Kyuhyun yang kucintai?

Kenapa kisah cintaku begitu rumit, tepatnya menyedihkan?

Kenapa aku begitu membenci kisah cintaku sendiri?

Dan kenapa, aku tidak bisa melupakannya?

Aku masih ingat bagaimana ia memanggilku ketika saat itu ia terjatuh dari motornya. Memanggilku dengan “Choi!” yang luar biasa akrab. Dan saat itu juga, aku merasakan keyakinan bahwa Kyuhyun menyukaiku.

Dan keyakinan itu bohong, jeritku dalam hati. Kyuhyun tidak mencintaiku, dia masih mencintai Seohyun.

Seharusnya, aku membencinya.

Seharusnya, aku marah.

Tapi, kenapa aku tidak bisa?

 

***

 

Hari keempat di rumah sakit.

Tidak ada hal-hal yang menarik di rumah sakit. Aku hanya menghabiskan sebagian beaar waktuku di kamar rumah sakit ini. Ruang 305.

Aku sedang menggambar desain sebuah gaun ketika Victoria Song datang.

Dia terlihat cantik dengan mengenakan dress selutut berwarna hijau muda. Matanya yang bulat menyiratkan kesedihan, dan firasatku kesedihan itu sebenarnya juga kurasakan. Kesedihan karena patah hati.

“Hai.”sapanya parau. Aku mengangkat tanganku, memberinya senyuman.

“Ya. Hai juga.”jawabku. Dia duduk di bangku dekatku. Lalu, dia menatapku.

“Jika kau kesini hanya untuk melanjutkan cekikanmu, lakukan saja. Lagipula, aku juga lebih baik mati.”sahutku memecah keheningan. Victoria menggeleng, kesedihan begitu terpancar dari wajahnya.

“Aku kesinu untuk minta maaf. Atas banyak hal. Aku minta maaf… Karena mencekikmu waktu itu.”

Ada jeda hening di antara kami setelah itu, sampai-sampai suara nafas kami bisa kudengar.

“Ya.”aku menjawab akhirnya. “Kumaafkan.”

Dia tampak menghela nafasnya, lalu mengusap punggung tanganku selama kurang lebih 5 menit, lalu melanjutkan, “Kedua, aku minta maaf karena Kyuhyun.”

Aku terdiam. Tidak merespons dia sama sekali. Dia menangis, dan aku membiarkan punggung tanganku basah oleh air matanya.

“Seharusnya, aku tau jika Kyuhyun tidak menyukaimu juga. Maaf. Aku minta maaf.”Victoria menenggelamkan wajahnya di telapak tangannya, sedangkan aku yang sedari tadi diam, menepuk pundaknya.

“Aku sangat jahat. Maafkan aku. Seharusnya, aku tau bahwa Kyuhyun hanya bisa mencintai Seohyun. Maafkan aku.”

Air mataku keluar begitu saja. Aku menghapus air mataku secepat mungkin, dan secepat itu juga air mata itu keluar lagi.

“Aku sudah memutuskan untuk melupakannya.”Dia memandangku lama, lalu melanjutkannya, “Aku akan ke Thailand minggu depan.”

Aku tersenyum dalam tangis. Victoria begitu cepat membuat keputusan untuk melupakan Kyuhyun. Bagaimana dengan aku?

“Selamat.”

“Hei, kau tau.”Victoria memandangku dengan matanya yang penuh air mata, “Kau adalah satu-satunya perempuan dalam hidupku yang melawanku.”

Aku tertawa sungguhan kali ini. “Terima kasih. Aku tersanjung.”

“Jadi, maukah kau menjadi..”Dia menggantungkan suaranya, dan aku bersumpah melihat kegugupan berkelebat di wajahnya.

“Menjadi apa?”tanyaku dengan suara yang kedengarannya seperti isakan.

“Sahabatku.”jawabnya cepat. Aku terkesiap.

“Aku tersanjung punya sahabat yang sudah mencekikku.”aku tersenyum, kulihat dia menganga lalu tertawa.

“Ya.”jawabnya bahagia dalam tangis, lalu dia memelukku, “Terima kasih, Choi Sooyoung.”

“Ya.”ujarku dalam tangis juga. “Sama-sama, sahabat.”

 

***

 

Sorenya, aku dan Victoria memutuskan untuk saling membuka diri. Gadis itu sangat ceria. Dan seharusnya, Kyuhyun sangat beruntung bisa mempunyai orang yang menyukai seceria Victoria.

Gadis itu menyukai Kyuhyun sejak pertama kali ia bertemu Kyuhyun. Love at first sight. Gadis itu menyukai Kyuhyun dari semua sisi. Sayangnya, Kyuhyun sudah berpacaran dengan Seohyun. Dan membuatnya sakit hati.

Tetapi, dia masih bertahan saat itu. Sampai akhirnya, Seohyun meninggal. Victoria adalah orang yang pertama datang ke Kyuhyun ketika laki-laki itu sedang kedapatan menangis di kampusnya.

Aku hanya tersenyum menanggapi semua ceritanya. Perjuangan Victoria akan Kyuhyun begitu besar, tidak sebesar perjuanganku.

“Bagaimana dengan kau?”dia mengusap punggung tanganku, “Kapan kau bertemu Kyuhyun pertama kali?”

Aku berpikir sejenak, lalu tertawa, “Tidak ingat.”

Dia menatapku heran. “Oh ayolah, Choi.”

 

“Aku memang tidak ingat.”kataku sambil tertawa.”Yang jelas, aku sudah jatuh hati padanya ketika malam halloween.”jawabku jujur, dan dia hanya mengangguk-angguk saja.

“Sepertinya, kita akan susah melupakan dia.”dia lalu menyeringai dan menatapku. “Mau taruhan?”

Aku yang merasa tertantang, hanya menjawab, “Boleh.”

Dan setelah aku mendengar taruhannya, kurasa aku harus siap membelikan Victoria 10 rancangan busana yang terkenal dari Paris 5 tahun lagi.

“Siapa yang memang tidak bisa melupakan Kyuhyun sampai 5 tahun ke depan, maka ia harus membelikan 10 benda yang diinginkan oleh si pemenang. Bagaimana?”

 

***

 

Aku sudah boleh pulang. Sekarang, di sampingku, eomma dan Soojin tengah berbisik-bisik. Aku sendiri hanya diam saja, lebih memperhatikan sekeliling rumah sakit. Lalu, pandanganku tertuju pada sosok yang melayang, yang tengah berdiri di samping meja resepsionis.

Aku terkesiap.

Baik Soojin dan eommaku langsung menoleh ke arahku, lalu aku segera mengisyaratkan bahwa aku tidak apa-apa. Dengan cepat, aku segera berlari ke kamar mandi, meyakinkan bahwa penglihatanku tadi memang salah.

Aku mencuci wajahku di wastafel toilet itu sebelum akhirnya suara yang asing menyapaku. Dan ketika aku melihat kaca di depan wastafel, sekarang aku benar-benar terkesiap.

Dia benar-benar Seohyun.

Aku menoleh dengan cepat, namun tidak ada siapapun. Ketika menghadap cermin lagi, aku mendapati Seohyun berdiri di samping bayanganku.

“Kau…”aku tidak dapat berkata apapun sekarang. Selama ini, aku hanya pernah melihat fotonya. Dan sekarang, aku benar-benar melihat rupanya. Walau dalam wujud hantu.

“Ya.”dia tampak menatapku bosan. “Aku Seo Joo Hyun. Seohyun.”

Biasanya, aku akan balas memperkenalkan diriku. Tetapi, ini hantu, bung!Hantu mengajak manusia berkenalan. Gila.

“Kau harus membantuku.”

“Apa?!”jeritku. Bertemu dengan dia yang sudah menjadi wujud hantu saja sudah cukup membuat seram, dan tadi katanya aku harus membantunya?Apa dia berniat untuk mengajakku menemaninya di dunia lain?

“Jangan berlebihan.”tegurnya. “Aku hanya berpesan, tolong jaga Kyuhyun. Setiap malam, dia selalu mengingaukan namaku, membuatku tidak tenang. Tapi, akhir-akhir ini, dia juga mengingaukan namamu. Jadi kupikir, ada baiknya jika aku turun langsung menemui untuk-”

“APA BOSMU TIDAK MEMARAHIMU?!”jeritku. Dia menatapku heran. “Seperti 49 Days. Ketika Jung Il Woo menjelma-”

“Itu hanya film.”sahut Seohyun malas. “Kau tau, ketika kau menjadi hantu, itu artinya kau sama sekali belum tenang di alam sana. Masih ada orang yang memikirkanmu. Kau baru akan bisa tenang ketika orang itu sudah tidak memikirkanmu lagi alias dia sudah bahagia.”

Penjelasannya cukup jelas, tapi tetap saja membuat jantungku rasanya lepas semua. Aku mengangguk seperti orang bodoh, tubuhku dari ujung kepala sampai ujung kaki, semuanya terasa sangat berat.

“Kupercayakan Kyuhyun padamu.”katanya sambil tersenyum padaku sebelum dia menghilang, meninggalkan aku yang merosot ke lantai. Aku nyaris pingsan, sebelum aku mendengar derapan kaki dan tiba-tiba tubuhku diangkat untuk digendong. Aku hanya menutup mataku, lalu bau yang tidak asing lagi menyengat hidungku.

Parfum Kyuhyun terus menyengat hidungku sembari aku pingsan.

 

***

 

Aku terbangun ketika seseorang mengguncangkan tubuhku berulang kali. Di hadapanku, Victoria, Yuri, dan Yoona sudah memandangku dengan cemas.

“Kau pingsan.”ujar Victoria seperti tau apa yang akan kukatakan. Aku hanya menunjukkan cengiranku.

“Ya. Untung saja bukan karena dicekik.”sahut Yuri tiba-tiba, yang langsung disambut tatapan tajam Victoria.

“Kami sudah bersahabat, mengerti?Dan lagi, aku sudah berniat untuk melupakan Kyuhyun.”

“Itu baru niat, kan?”

“Maksudmu?”

“Siapa tau, kau bisa saja berbohong.”

Aku mencium aura pertengkaran dari keduanya, dan ketakutan dari Yoona. Jadi ketika kukatakan, “Bisa kalian diam?Aku masih pusing.” Mereka langsung terdiam.

“Jadi,”aku memberi usapan pada lengan Victoria. “Dia sahabat baru kita.”

Yoona menyambut kata-kataku dengan senyuman, sedangkan Yuri menyambutnya dengan wajah cemberut.

“Kwon Yuri, jangan seperti itu. Victoria lebih tua dari kita. Kau harus bersikap hormat padanya.”tegurku, dan dia malah membelalakkan matanya.

“Hei, hei. Aku bahkan tidak bisa membayangkan mempunyai sahabat yang pernah mencekik sahabatku yang lain.”gerutunya, sorot matanya jelas-jelas menunjukkan emosi.

“Itu sudah berlalu.”kataku dengan nada mengecam. Kulihat ketiganya menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Masa bodoh. Aku hanya mau Yuri menerima Victoria, dan ketika Yuri memgatakan dengan nada terpaksa, “Oke. Baiklah. Aku akan berusaha.”, aku dan Yoona tersenyum.

Victoria juga tersenyum. Dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yuri, dan walau dengan wajah kesal, Yuri membalasnya.

Tiba-tiba, wajah Victoria seperti tersadar akan sesuatu hal dan ia menatapku. “Aku lupa membicarakan hal ini padamu.”

“Bicara saja sekarang.”kataku cuek, dan Victoria menggeleng.

“Yang boleh mendengar ini hanya kita berdua. Saja.”

Aku menatap heran padanya selama beberapa menit, lalu aku mengangguk dan mengisyaratkan Yuri dan Yoona untuk keluar. Mereka juga sama herannya denganku, dan ada tatapan waspada dari Yuri. Tapi pada akhirnya, mereka keluar.

Sekarang, hanya ada kami berdua disini. Victoria menghela nafas, lalu mengusap tanganku dengan lembut.

“Aku bertemu Kyuhyun kemarin.”

Kata-katanya mengingatkanku dengan hantu Seohyun, dan rasanya mengingat pertemuanku dengan hantu itu membuatku perutku bergejolak.

“Dia akan pergi ke Amerika.”kata Victoria sedih, namun sesaat kemudian raut wajahnya senang. “Itu artinya bagus, kan?”

Aku menatapnya sesaat, lalu mengendikkan bahuku. “Tidak terlalu, menurutku.”

Dia memandangku sesaat lalu menghela nafasnya. “Ya. Itu artinya peluangku untuk melupakanku semakin besar.”

Tapi itu untukmu, jeritku dalam hati. Bagaimana dengan aku?Apalagi sebelum pingsan tadi, aku sempat mencium parfum Kyuhyun. Dan rasa-rasanya, memikirkan itu semua, aku ingin mati saja.

“Dia meminta maaf padaku. Dan juga kau.”aku menghela nafas. “Dia bilang jika kau ingin bertemu dengannya, temui dia lusa. Jam 5 sore. Di tempat terakhir kalian bertemu. Kurasa, aku akan menangis saat itu karena sedih rasanya berharap seseorang yang kau sukai akan mengatakan banyak hal padamu, tapi nyatanya dia hanya akan mengatakan banyak hal tersebut pada sahabatmu.”

Aku menutup mata beberapa saat, dan akhirnya memutuskan untuk jujur, “Aku pingsan karena aku bertemu Seohyun.”

Mata Victoria membelalak kaget, jadi aku melanjutkannya. “Dia mengatakan padaku bahwa aku harus menjaga Kyuhyun. Aku tidak bisa mempercayainya. Dia hanya hantu dan-”

“Kau bisa melihat hantu?”tanya Victoria dan aku berpikir beberapa saat. Benar juga. Aku tidak bisa melihat hantu, tapi kenapa aku bisa melihat Seohyun?

“Tidak. Seharusnya memang tidak.”

“Ya ampun.”desah Victoria. “Pasti Seohyun tidak tenang di alam sana.”

Aku mengangguk, membenarkan perkataan Victoria. Tentu saja, mana ada orang yang sudah meninggal, yang akan tenang jika ia masih dipikirkan oleh pacarnya?

“Oh ya,”Victoria menatapku. “Apa kau tau siapa yang menolongku tadi?Karena rasanya aku mencium bau parfum yang tidak asing di hidungku.”

Victoria mendesah sedih, tangannya kembali mengusap tanganku. Dan aku merasakan sesuatu yang tidak nyaman bergelora di pikiranku.

“Kyuhyun. Dia yang menolongmu.”

 

***

 

Kali ini, aku tidak menangis.

Aku ada di kamarku sekarang, sendirian, sedang menatap ke langit malam yang ditaburi beberapa bintang. Merenungkan sesuatu.

Kenapa Kyuhyun menolongku?Pertanyaan itu terasa mengganjal di otakku. Bukankah Kyuhyun tidak pergi ke rumah sakit sejak kami bertengkar?

“Dia selalu datang menjengukmu.”aku langsung menoleh ke sampingku, dan tidak ada siapa-siapa.

“Kau butuh kaca jika kau mau melihatku.”aku hanya menghela nafas berat. Tanpa butuh kaca pun, aku sudah tau siapa dia.

“Aku tidak mau pingsan lagi. Trims.”kataku pendek. Bisa kurasakan hembusan angin pelan berdesir di samping kananku, dan aku tau jika dia sudah duduk di sebelahku.

“Kau pasti bertanya-tanya kenapa kau bisa melihatku.”

“Ya.”

“Karena, ketika kau menjadi hantu, orang yang bisa kau minta tolong hanya 1 orang.”

Aku menghela nafas berat. “Dan orang itu aku.”

“Ya.”suaranya tenang, sama tenangnya dengan malam ini. Lama kami terdiam, sampai aku teringat ucapannya tadi.

“Apa maksud kata-katamu tadi?”tanyaku. Semoga Soojin eonnie dan eomma tidak ke kamarku malam ini, lalu melihat aku bercakap-cakap sendiri seperti orang gila, padahal sebenarnya aku berbicara dengan hantu.

“Yang mana?”

“Tadi kau bilang, dia selalu datang menjengukku. Bisa kau jelaskan siapa dia itu?”

Ada hembusan angin yang sangat pelan, seakan-akan hembusan angin itu adalah helaan nafasnya.

“Kyuhyun. Kyuhyun selalu datang menjengukmu.”

Aku tertawa.

Jika aku bisa melihat Seohyun, pasti gadis itu tengah mengerutkan keningnya, heran karena aku malah tertawa.

“Gurauanmu sangat lucu.”kataku akhirnya. “Dia tidak datang menjengukku.”

“Dia datang.”suaranya menjadi sekeras baja. “Dia selalu masuk ke ruanganmu tiap kali kau tidur. Aku tidak bisa membaca pikirannya, karena sebagai seorang hantu, aku hanya bisa membaca pikiran orang yang kuhantui. Tapi yang jelas, raut wajahnya sangat sedih.”

Aku hanya menganga ke arah samping kananku, walau aku tidak bisa melihat rupanya, tapi penjelasannya tadi cukup membuatku kaget.

“Sepertinya, ada sesuatu yang ingin disampaikannya. Gerak bibirnya saat itu menandakan bahwa dia ingin berbicara padamu sebagai seorang kekasih.”

 

Aku menangis.

 

“Kau bisa membaca gerak bibirnya?”

“Sebagai seorang hantu, kau tidak bisa mendengar kata-kata orang lain kecuali orang yang kau hantui.”

Aku tertawa dalam tangisku. Ya ampun, rasa-rasanya menjadi hantu benar-benar sulit.

“Choi Sooyoung.”ada nada sedih dalam suaranya. “Aku turut bersedih.”

“Ya.”kataku pendek, isakanku semoga saja tidak terlalu keras.

“Dan besok kalian akan bertemu.”katanya mengingatkanku, membuat aku tambah menangis lagi.

Bagaimana bisa aku menangis hanya karena kata-kata dari seorang hantu, huh?

 

***

 

Hari ini, aku akan menemui Kyuhyun.

Aku tengah berjalan menuju taman rumah sakit. Victoria bilang, Kyuhyun akan menemuiku di tempat terakhir kami bertemu. Seharusnya, kamar ketika aku dirawat di rumah sakit ini adalah tempatnya. Tetapi, kamar itu sudah ditempati oleh pasien lain.

Aku duduk dengan rasa tidak sabar di bangku taman itu. Masih ada 1 jam lagi dari waktu yang sudah dijanjikan Kyuhyun, tetapi biasanya lebih cepat itu tandanya lebih baik, yang artinya juga lebih bosan.

Tapi kali ini, rasa-rasanya lebih lama tandanya lebih baik.

“Kau belum siap menghadapinya, ya?”Oh. Untungnya aku punya Seohyun, jadi bagusnya aku tidak terlalu bosan. Walau yang mengajakku mengobrol adalah hantu.

“Memang kenapa kalau aku hantu?”aku lupa. Dia kan, bisa membaca pikiranku.

“Bisa diam tidak?”tanyaku ketus. “Aku butuh waktu untuk-”

“Untuk memikirkan apa yang akan kau lakukan ketika kau berhadapan dengan Kyuhyun nanti.”aku menghela nafas, lalu mengangguk.

“Kyuhyun itu disiplin.”

Aku berusaha keras untuk tidak menoleh ke sampingku, karena aku tau dia ada di sampingku. Hembusan angin pelan sangat terasa di samping kiriku.

“Ketika kami berkencan dulu, Kyuhyun pasti sudah datang 1 jam sebelum kencan kami dimulai.”

Sebaiknya, aku membalas kata-katamu lewat pikiranku saja, batinku.

“Ide bagus.”

Lanjutkan ceritamu, kataku dalam diam.

“Setiap kali aku datang, dia pasti bertanya kenapa aku selalu datang lama. Padahal, dia sendiri yang datang terlalu cepat.”

Aku tertawa cekikikan, dan aku merasakan ada aura menyeramkan. Seperti, dia mungkin menatapku dengan tatapan tajamnya?

“Bisa kulanjutkan?”aku mengangguk.

“Kyuhyun itu memang disiplin. Dan juga cepat bosan. Aku masih ingat, ketika anniversarry kami yang kedua, dia mengajakku jalan-jalan ke sebuah mal. Dan nyatanya, dia yang menyuruhku cepat pulang.”

Aku memejamkan mataku. Aku teringat ketika kami berencana membeli pakaian untuk malam prom 3 bulan yang lalu.

 

“Dia sangat tampan.”

Semua orang juga tau itu, balasku.

“Tapi, dia juga sangat jelek.”

Kadang-kadang, balasku lagi.

“Apalagi ketika dia sedang marah. Kau tau, dia pernah memarahiku hanya karena playstationnya rusak karena anjingku, Buddy, menggigitnya.”

Kekanakkan sekali ya, ucapku.

“Memang.”balasnya. “Melihat dia marah saat itu, membuat aku marah juga. Kami bertengkar selama 1 minggu. Gila, bukan?”

Tidak terlalu. Yuri pernah diputuskan pacarnya hanya karena ia tidak sengaja mematikan telepon ketika pacarnya sedang meneleponnya.

“Ya. Tapi itu kan, Yuri. Beda cerita denganku.”

Dan dengan ceritaku juga.

“Oh ya. Sebaiknya kau membuka matamu. Kau bisa dianggap gadis yang ketiduran, kau tau.”

Aku pusing, balasku. Masa bodoh dengan tanggapan orang-orang.

“Nah, kalau kubilang, tanggapan itu berasal dari Kyuhyun, kau mau apa?”

Dia kan, belum datang.

“Bukannya sudah kubilang, Kyuhyun itu disiplin?Dia selalu datang 1 jam sebelum-”

Bedanya, kami tidak berkencan, potongku.

“Kalau begitu, lebih baik buka matamu dulu.”

 

Aku benci hal-hal yang dikatakan oleh hantu, terlebih Seohyun. Kata-katanya seakan menyuruhku, tapi mau tidak mau aku harus melakukannya.

Aku membuka mataku dengan malas, dan lalu nafasku rasanya menghilang.

Kyuhyun sudah berdiri di hadapanku, wajah kami sangat sangat dekat, sampai aku bisa merasakan desiran nafasnya. Dia menatapku dengan terkejut, tetapi dia sama sekali tidak menjauhiku.

“Kau sudah bangun?”suaranya parau, seakan-akan dia baru saja menangis. Aku mengangguk saja seperti orang bodoh, padahal jelas-jelas aku berbohong.

“Kau tertidur nyenyak sekali.”katanya masih sama paraunya, lalu menyentuhkan hidung kami. “Apa yang kau mimpikan?”

Bibir kami sangat dekat, bahkan nyaris bersentuhan. Aku menelan ludah terlebih dahulu, lalu menjawab, “Tidak ingat.”

“Choi Sooyoung.”suaranya sangat sangat parau, dan mendengarnya menyebutkan namaku dalam suara parau itu membuatku ingin menangis. “Aku kesini untuk berbicara padamu.”

“Kau tidak mau duduk?”tanyaku cepat, dan dia menggeleng. Dia memejamkan matanya, memiringkan kepalanya, lalu menyentuhkan bibir kami.

Hanya disentuh, tapi itu sudah membuatku cukup senang. Aku membelakkan mataku, dan aku bisa merasakan berkade-kade kesedihan dalam ciuman kami. Tangannya terangkat untuk mengusap kepalaku, dan aku menangis.

Dia membuka matanya, lalu mencium kelopak mataku. Aku menangis lebih deras lagi, dan aku bisa mendengar bisikannya, “Maafkan aku.”

“Ya, kumaafkan.”kataku, sama pelan dengan bisikannya. Dia menyelipkan sebuah benda ke tanganku, dan ketika aku melihat benda apa itu, itu ternyata adalah sebuah kalung dengan liontin bulat.

“Untukmu.”katanya dengan masih sama paraunya. “Aku..”

Aku menatap wajahnya, seperti ada sesuatu yang akan dikatakannya, dan aku berharap kata-kata itu adalah dia mencintaiku.

Dia menggeleng, lalu memasangkan kalung itu padaku, dan ketika dia melihatku memakai kalung itu, dia tersenyum.

“Itu hadiah dariku sebagai kekasihmu.”dia mengecup keningku. “Kau sangat cocok mengenakannya.”

Aku berharap dia akan mengatakan cantik, tapi cocok juga boleh.

“Terima kasih.”suaraku sangat sangat serak, dan aku bisa melihat dia cekikikan.

“Apa kau mau berkencan denganku?”

 

***

 

Kami berkencan.

Kyuhyun mengajakku ke Lotte World, tempat dimana kau menjumpai banyak wahana menyenangkan. Dan, dia mengajakku untuk bermain ke semua wahana. Seperti yang satu ini. Roller coaster.

“Kau mau main ini?”tanyaku takut, dam dia menatapku heran lalu mengangguk. Aku mengencangkan genggaman kami, karena memang sedari tadi tangan kami tergenggam.

“Kau belum pernah naik wahana ini, betul?Jadi lihat saja dahulu.”Aku menggeleng. Aku sudah pernah naik wahana ini, dan itu membuat phobiaku akan wahana ini muncul.

“Bagaimana jika aku terlempar?”

“Nah. Pertanyaan lucu.”dia menarikku ke dalam pelukannya, lalu selama beberapa detik, aku menikmati pelukan hangatnya.

Ada sesuatu yang berdebar di antara kami ketika pelukan kami mengencang. Aku tidak tau apakah itu debaranku atau dia, yang jelas aku menyukai debaran itu.

Dia melepaskan pelukan kami, lalu menarikku ke tempat penjualan tiket wahana itu. Ini hari Kamis, jadi tidak terlalu banyak orang yang pergi ke taman hiburan ini. Kami dengan cepat mendapatkan tiketnya, lalu segera menaiki wahana mengerikan ini.

Aku mengencangkan sabuk pengamanku, lalu tangan Kyuhyun segera membantuku. Dia terlihat senang, berbeda denganku yang terlihat pucat. Setelah memastikan sabuk pengamanku kencang, dia mengusap kepalaku lalu tertawa.

“Apa?”tanyaku heran. Dia hanya tertawa, sambil memegangi perutnya yang pasti sudah sakit karena tertawa.

“Wajahmu sangat lucu, Choi!”

Aku merasakan nada keakraban dari kata-katanya barusan, dan ada sesuatu yang menggelitik mulutku. Dan jadilah kami berdua tertawa bersama.

Tawa kami berhenti menjadi teriakan seru Kyuhyun dan teriakan menegangkan dariku.

Aku memejamkan mataku, tubuhku serasa diputar-putar, kepalaku pusing. Aku membuka mataku, dan tepat sekali ternyata wahana ini sedang meluncur ke bawah. Dan sontak, aku memejamkan mataku lagi.

“Kau akan baik-baik saja.”bisikan Seohyun terdengar, dan mau tak mau membuatku kesal juga.

Oh. Kau baik sekali. Cara penghiburan yang tidak berguna.

“Apa yang kubilang itu benar.”bisikan itu setenang air. “Asal ada Kyuhyun bersamamu.”

Nah, terima kasih atas saranmu. Masalahnya, aku tidak tau apa akan sampai selamanya Kyuhyun bisa bersamaku.

“Kupikir, bisa.”dia tertawa dan aku merengut. Hantu itu memang menyebalkan.

Semuanya lalu berhenti, dan seseorang mengguncangkan badanku. Aku membuka mataku, dan menemukan Kyuhyun sedang menatapku khawatir.

“Ada apa?”tanyaku heran. Kepalaku tidak terasa pusing lagi. Sepertinya, aku harus berterima kasih pada Seohyun.

“Kau tertidur?”

“Kurasa.”jawabku pendek, lalu membuka sabuk pengamanku. Kyuhyun ikut membantuku, sambil terus menatapku.

“Setelah ini, kita jalan-jalan ke Han River.”

Tiba-tiba saja, aku merasa sedih. Ada raut ketidakrelaan di wajah Kyuhyun, dan aku merasakan atmosfer di antara kami berdua berubah.

“Kurasa, dia akan mengatakannya.”

Mengatakan apa?tanyaku pada hantu Seohyun. Jantungku berdebar 2 kali lebih cepat dari biasanya.

 

Tapi, tidak ada jawaban.

 

***

 

Ini sudah jam 8 malam. Kami baru saja selesai menghabiskan makan malam kami di salah satu kedai di pinggir Sungai Han.

Kami berdua terduduk di hamparan rumput yang luas, menatap Sungai Han yang terbentang di hadapan kami. Aku menenggelamkan kepalaku di kedua kakiku yang kutekukkan, dan Kyuhyun hanya duduk saja, menyilakan kakinya.

“Sooyoung, aku akan pergi ke Amerika.”aku menoleh ke arahnya dengan cepat, dan dia masih memandang Sungai Han. “Aku-”

“Ya.”potongku dengan cepat. “Ahra sudah bicara padaku. Tentang semuanya.”

Aku merasakan kesedihan yang mendalam, dan seakan-akan kesedihan itu sudah menusukku berulang kali.

“Jadi,”aku menahan airmataku sekeras mungkin agar tidak keluar. “Terima kasih atas hari ini.”

Ada helaan nafas dari dia, dan tau-tau dia sudah menyandarkan kepalaku di bahunya. Membuat pertahananku semakin lama, semakin goyah.

“Dia itu sempurna.”aku termenung, butuh beberapa saat untuk menyadari siapa si dia itu. Seohyun.

“Kami bertemu di festival SMA. Dan setelah beberapa kemudian, kami berpacaran.”ada kesedihan yang begitu jelas terpancar dari nada suara Kyuhyun. Dan tiba-tiba saja, hembusan angin berdesir di samping kiriku. Seohyun.

“Aku begitu menyukainya. Sampai akhirnya, dia kecelakaan. Dia koma selama 6 bulan. Dan selama 6 bulan, aku merasa hidupku terasa kosong.”

“Dan akhirnya, hidupku benar-benar kosong sejak kudengar kabar dia meninggal.”Aku menangis lagi, tapi tanpa suara. Sudah jelas sekali, dia masih belum bisa melupakan Seohyun.

“Kau sangat mirip dengan Seohyun. Pendiam. Kupikir, kau akan membuatku melupakan dia.”ada jeda sejenak dari Kyuhyun, dan dia lalu melanjutkannya dengan sangat cepat. “Tapi, ternyata tidak.”

Aku sudah menangis dengan suara, artinya isakan-isakan menyebalkan itu sudah terdengar. Aku sudah melepaskan sandaran kepalaku dari bahu Kyuhyun, dan ketika dia akan menyandarkan kepalaku ke bahunya lagi, aku menepisnya.

“Aku tau apa yang akan kau bicarakan.”kataku dengan sesenggukan. “Kau sengaja membuatku memiliki memori manis tentangmu dengan mengajakku berkencan, lalu berbicara seperti ini. Kau pikir, kau ini siapa?”

Aku membelakanginya, berjalan tidak tau arah, menendangi apa saja yang bisa kutendangi. Aku tidak mendengar suara teriakannya sama sekali, yang artinya dia memang tidak peduli lagi padaku.

Berengsek.

Aku terus menangis, sampai aku menyadari bahwa aku sudah terlalu jauh dari tempatku dan Kyuhyun tadi. Aku merosot ke tanah, menangis dan meraung sesuka hatiku.

 

“Kau harus kembali. Kyuhyun-”

Diam kau.

Tidak ada kata-kata lagi dari Seohyun, dan aku tambah menangis lagi. Menangisi tentang semua hal.

“Dia mencarimu, Soo.”bisikan dari Seohyun lalu terdengar di telingaku setelah 20 menit kemudian. Aku menghela nafasku, dengan masih sesenggukan.

“Bisa kau pergi?”

“Tidak.”nada suaranya berubah menjadi sedih. “Tidak sebelum kau bisa membuat dia melupakanku.”

 

Aku mengacak rambutku kasar. Hantu yang minta tolong padaku, kisah cinta yang rumit, semuanya seakan-akan membuatku benar-benar ingin mati.

 

“Dia mengkhawatirkanmu, Soo. Apa kau tau, kenapa dia membawamu kesini?”

Diam kau, perintahku. Aku tidak mau tau, dan lagi, memang kau tau apa tentang perasaannya padaku.

“Aku tau dia, Soo. Bagaimana dia memandangmu tadi, bagaimana dia menyampaikan cerita tentangku, bagaimana dia menciummu tadi sore, bagaimana dia ketika kalian bertengkar saat kau dirawat, bagaimana dia tadi ketika kau meninggalkannya.”

Aku tertawa.

Jadi, kau mau bilang, dia mencintaiku?

“Ya. Kenyataannya memang itu.”

Aku malah menangis lagi, dan membuat diriku lebih berantakan lagi. Bodoh sekali. Seharusnya, aku tidak mendengarkan kata-kata hantu yang kurang ajar itu.

Pergi, kataku. Kumohon pergi, kali ini aku menjerit.

Tubuhku tiba-tiba merosot, dan aku menyadari bahwa aku sudah terbaring di hamparan rumput Sungai Han yang dingin.

Aku mungkin akan mati, pikirku. Badanku serasa remuk semua, kedinginan melanda tubuhku. Air hujan yang menetes dari langit, perlahan-lahan menjadi sangat deras dan menghantam tubuhku, membuatku kesakitan.

Seseorang memanggil namaku yang dengan samar-samar masih bisa kudengar. Aku ingin berteriak, bahwa aku ada disini. Sedang terbaring kedinginan, dan mungkin sedang menunggu ajal menjemputku.

 

Tapi, tidak ada suara yang keluar. Aku memejamkan mataku pada akhirnya. Aku sudah lelah.

Lelah pada kehidupanku sendiri.

Dan rasa-rasanya, aku melihat sekelebat cahaya putih yang begitu menyilaukan. Dan tiba-tiba, aku mengantuk, sangat mengantuk, dan tertidur.

 

***

 

Aku menguap, berniat untuk menggosok mataku yang gatal, tetapi kusadari bahwa tanganku sangat berat untuk digerakkan. Aku membuka mataku dengan perlahan, lalu terkesiap.

Kyuhyun sedang tertidur, dengan tanganku sebagai bantalnya.

Aku melihat ke sekeliling, dan menggerutu. Di rumah sakit. Lagi. Ya ampun. Bahkan, belum ada waktu seminggu semenjak aku keluar dari rumah sakit karena cekikan Victoria.

“Lihat, kan?Dia begitu peduli denganmu, sampai-sampai dia tidak pulang ke rumahnya selama 3 hari.”

3 hari?tanyaku. Tumben sekali, Kyuhyun tidak pulang ke rumahnya selama 3 hari.

“Kau koma. Sejak malam itu, kau terbaring disini. Asal kau tau saja, 3 sahabatmu itu sudah menangis-nangis disini selama semalaman pada malam pertamamu disini. Aku heran padamu, memang kau tidak merasa terganggu dengan mereka?”gerutunya. Aku menggeleng.

Aku hanya tertidur saja. Malam itu, aku mengantuk sekali.

“Nah, berarti kau salah besar. Malam itu, kau sekarat.”

Aku mendesah kecewa. Sekarat lagi. Ya ampun, kenapa tidak langsung mati saja?

“Dia mengkhawatirkanmu.”bisiknya sebelum dia menghilang. Dan aku masih saja diam.

Ck. Bagus sekali kata-kata Seohyun, seakan-akan Kyuhyun pernah mengkhawatirkanku saja.

Aku baru saja mengusap kepalanya sebelum dia terbangun, dan menatapku selama beberapa detik dengan tatapan yang sulit kuartikan.

“Kau sudah sadar.”

Aku hanya mengangguk saja. Dia menatapku begitu lama, membuatku tersihir dengan tatapannya. Tatapannya semakin dekat, dan sebuah benda yang kenyal sudah menyentuh bibirku. Dengan sangat lembut, benda kenyal itu sudah menghisap bibirku begitu dalam, dan itu semua begitu nikmat. Aku memejamkan mataku, benda kenyal ini benar-benar nikmat.

Ada sebuah isakan di sana, dan lalu aku tersadar.

Tidak.

Benda kenyal itu bibir Kyuhyun.

Aku tersentak kaget, membelakkan mataku dan tanganku mendorong dada Kyuhyun keras. Laki-laki itu terjengkang, tapi dengan cepat lagi dia menarik tanganku, lalu menciumku lagi.

Kali ini, ciumannya sama sekali tidak lembut. Ini ciuman yang sangat kasar. Aku sudah mendorong dadanya untuk menjauh dariku, tapi yang ada malah ciumannya semakin lama semakin kasar.

Suara isakan-isakan itu makin lama makin keras terdengar. Isakan itu isakan Seohyun, dan itu kenapa aku harus melepaskan ciumanku dengan Kyuhyun.

Dengan 1 tendangan keras dari kakiku (dan mungkin tendangan itu mengenai ‘kebanggannya’), dia mundur. Raut wajahnya tidak menunjukkan jika dia kesakitan, dan ketika aku menatap mata cokelatnya, aku terkejut. Mata itu bersedih. Dan ada beribu-ribu penyesalan di mata itu, yang juga ada di dalam diriku.

“Sooyoung,”wajah Kyuhyun benar-benar frustasi dan ia menundukkan kepalanya. “Maafkan aku.”

Masa bodoh dengan Seohyun sekarang. Aku menginginkan Kyuhyun, dan selamanya juga akan menginginkan dia. Jadi, aku menarik wajahnya lagi dan mencium bibirnya selembut mungkin.

Dia terkejut dan ada suara geraman, dan sedetik kemudian, dia membalas ciumanku sama lembutnya. Lidahnya berada di dalam mulutku, dan itu menyenangkan. Kami seperti sedang berperang, tetapi nyatanya hanya lidah kami yang berperang dan jujur saja, mungkin ini adalah perang yang paling nikmat.

Aku mencengkeram kerah kemejanya begitu bibirnya turun ke leherku, ada jilatan yang membuat leherku basah dan beberapa menit kemudian, jilatan itu berubah menjadi gigitan nikmat. Tangannya mulai meraba baju rumah sakitku, dan tangannya menyelinap masuk sehingga aku bisa merasakan tangannya di perutku. Ciumannya berdentum-dentum di leherku, dan aku juga masih memejamkan mataku, meresapi kenikmatan yang Kyuhyun berikan, sebelum Kyuhyun mengakhirinya dengan berkata, “Cukup.”

Aku membuka mataku dan menemukan Kyuhyun tengah menatapku, rambutnya cukup berantakan tapi sialan sexy. Dia merapikan kemejanya, lalu melepaskan cengkeramanku pada kerahnya dan menarik diri. Tidak lupa juga, dia menyelimutiku lagi karena selimut sialan itu sempat terjatuh karena ulah kami berdua.

Aku terpukul.

Apa dia menolakku lagi?

“Maafkan aku.”kata-kata itu meluncur dari mulutnya. “Tidak seharusnya aku melakukan perbuatan tidak terpuji itu.”

Aku meremas selimutku. Tidak terpuji. Tuhan, dia bilang tidak terpuji.

Aku menggelengkan kepalaku, dan dengan cepat memeluknya lagi. “Tidak apa-apa.”

Lagi-lagi, ada debaran lagi di antara kami, dan kali ini, aku cukup yakin jika debaran itu berasal dari Kyuhyun. Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, jadi aku melanjutkan,

“Kau tau, itu tadi tidak bisa dipercaya.”

Tangan Kyuhyun menyentuh leherku, dan ada sensasi dingin di kulitnya yang membuatku teringat akan kejadian barusan.

“Ada bercak merah disini.”

Aku menarik diri dari pelukan kami, menyentuh leherku dan beringsut mengambil kaca handphoneku. Dan dia benar. Ada bercak merah disana, mungkin itulah kissmark.

Aku menatapnya panik, bagaimana jika orang tuaku tau?Seolah-olah dia tau apa yang kupikirkan, karena dia langsung mendekapku dalam pelukannya. Pelukan hangat dan memabukkan dari seorang Cho Kyuhyun.

“Kalau begitu,”dia mengecup bibirku sejenak, sebelum mengucapkan serentetan kata-kata yang membuat jantungku melayang, “Menikahlah denganku, Choi Sooyoung.”

END

Pokoknya, makasih banget yang udah baca fanfiction abal ini. Maaf kalo ada typo yang bertebaran disini:-( Dimohon banget komentarnya ((maklum gue newbie /gak))

by : dalnim-ssi

87 thoughts on “[Oneshot] Until I Reach You

  1. jungfanny says:

    kyaaa~~ keren banget 0_0
    gatau kenapa suka banget sama alur ceritanya. dan aku suka sama karakter seo disini xD
    semoga kyuyoung beneran nikah, sequel juseyooo~~
    keren ff nya😉 ditunggu karya lainnya yaa🙂 Semangat!

  2. buat sequel dong authro nanggung banget and masih gak terima karena soo onnie cepet banget maaf in kyu,soalnyakan kyu jahat banget😦

    sequel ya author yang baik🙂 hehehhe

  3. Need sekuel thor, gantung akhirnya
    pengen tau perasaan kyu k soo tu tulus apa gak, udh bisa ngelupain seohyun apa blm
    btw salam kenal ya thor 😁

  4. Sistasookyu says:

    Jadi kyu beneran tulus nerima syo? Suka sama syo? Syukurlah..

    Walaupun agak kasian juga sama syo yg sempet nyesek segitunya

  5. Dian says:

    ahahaha ini campur aduk bgt antara sad dan comedy nya dapet apalagi adegan Soo sm Seohyun😀 keren, daebak! klo bisa pake sequel nih

  6. Rizky NOviri says:

    ya ampuuun…
    aku gk bisa berkata apa apa..
    ini ff feelnya dapet baget.. dengan bahasa dan pilihan kata yang pas..
    ngerasain banget jadi sooyoung..

    dan untung happy ending…

    huaaa…
    pokoknya ni ff keren..
    beneran.. ceritanya juga seruuu..

    daebak daebak
    ditunggu ff ff mu yang lainnya.. semangaatt!!😉🙂

  7. farida_salma says:

    itu kyu benern belum ngelupain seo???
    semoga kyu emg gak ngelupain seo tp udah pindah k lain hati😀

    nice ff

  8. nadasooyoungstersoneelf says:

    seketika kata “END” bikin gue teriak –”
    masalah belum terpecahkan tuh thor —

  9. Karin Variz says:

    Bagus! Sempet nangis bacanya :”)
    Tp arwah Seo udah langsung hilang itu? Atau gmn ?
    Tp keren Thor !

  10. FF SeoKyuYoung ini mah!!
    Keren deh ceritanya, tpi feel Kyu ke Syo kurang ada thor soalnya Kyu ga nglakuin aksi apa” yg nunjukin dia lope ke Syo,, karakter Seo sbg hantu asik sih..
    Vict sadis bgt.. Syo cenderung gadis yg lemah disini, pengenku sìh ya thor ini tadi Syo jadi gadis yg mengalah dan ngerendah hati sm Kyu trus ngerelain Kyu, dan itu justru yg bikin Kyu jadi lope sama dia (just my opini ya thor)..
    Karyanya keren, thor, walopun newbie tapi penataan bahasanya udah rapih kok, feel cerita dapet kok thor, apalagi pas awal” cerita di mall tadi, nah aku suka karakter syo yg gtu…
    Oyya, sempet bingung dan belum dijelasin kenapa Seo nangis di bagian” ending pas Kyuyoung ciumang..
    Okelah, gomapta Author dalnim yg udah bikin cerita keren gini.. Sering” ya bikin ff Kyuyoung, ditunggu karya lainnya..
    Satu lagi deng, mianhae atas komen yg terlalu panjang, cerewet, dan kecomelanku ya…
    Diambil positifnya aja, salam kenal ^^

  11. hyokwang says:

    Kirain bakal sad ending dengan kyu jadi pergi…
    ini butuh sequel, boleh minta sequel ya🙂
    ditunggu sequel n ff yg lainnya🙂
    semangat😀

  12. Isma KSY says:

    tunggu, apakah kyu rmang bener” dah menyukai soo eonni? itu seo udah ngilang bener? aduh ini mah butuh kelanjutannya thor..
    pan penasaran.. pokoknya ditunggu lanjutan cerita yang ini, #maksa.. hahaha #plakkk

  13. aprilia says:

    Kyaaaaa… Sumpah deh aku pikir bakal sad ending eh ternyata malah happy ending dan huhu😢 sempet pngin mewek. Thor sequel please

  14. ananda says:

    hiiiii
    kirain sad ending..
    udah putus asa ama sikap’a kyuppa ke soo eon..
    haha trnyata akhir’a gitu..

  15. After Story ya . gantung akhirnya …
    keren banget , sebenarnya kyu itu uda suka sama soo cuma masih kebayang masa lalu .
    daebak .

  16. met says:

    Daebak
    Sweet bgt
    Trus itu seo gmna? Abis nangis kok g kedgrn lg suaranya?
    Nah kyu sbnrnya cinta g nih sma soo?
    Dan satu pertanyaan terakhir soo kan kehujanan aj kok bisa sampe koma 3 hari? Hhee
    Sequel juseyo😀

  17. weeni leon92 says:

    Gak tau mau bilang apa. Tapi, keren bgt pokok ny…
    toooooppppp bgttt.
    Klau ada yg bilang susah memahami ff ini, mgkin Kyuhyun lah yg paling susah dipahami.
    Need sequel please…

  18. Kerennnnnnnnnnnnn ,,, nyesekkkkkkkkkk ,,,

    Authornim , ff ini bisa mengaduk perasaan ku ..#lebay
    Iyaaa ,, kesel karena skap dingin kyu ke soo , sedih krna kyu belum bisa lupain soo , maràh krna vict nyekik soo .. Dan perasaan kesel ,sedih,marah itu terus muncul , semakin membaca semakin muncul. #hahahaha .. dan perasaan itu berakhir dgn bahagiaaaaa dan penasaran
    Itukan kyu ada nyium soo yg di ranjang rumah sakit #jdimalu , nahhhh seo knpa nangis … Cemburu ? Atau terharu ?

    Ya ampunn ff ini sangat sangat menarikk ,, dan sangat sangat memerlukan sequel .. Hahah.
    Ditunggu karya ffmu yg lain ,,

  19. Huaaaaaaaaaaaaaaa ……… Chingu kau harus tanggung jawab karena aku sampe nangis baca ff nya🙂 keren banget sumpah kereeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnn pokoknya beda banget sama fflainnya … ceritanya bikin penasaran banget ………..dan kalau saran aku sih dibuat sequelnya dong chingu penasaran sama kisah lanjutannya kyuyoung🙂
    Ditungggu Ff kyuyoung lainnya🙂

  20. sie says:

    Annyeong SHFLY1306 Authornim…
    Aku suka caramu menulis, dan ide ceritanya unik, setiap dialog yg tercipta aku suka, ini mengagumkan, ya ini ff yg mengagumkan, mengingat drimu masih kelas 9, wow, deepbow to authornim.
    Gomawo

  21. febryza says:

    aaaahhhh ini bagus ceritanya loh tapi kenapa mesti end ngepas bgt setelah kyuhyun nanyain sooyoung buat nikah sama dia sih…
    buatin asnya dong author atau engga buatin dari kyuhyun povnya kan kalo disini masih dari sooyoung pov jadinya masih rada banyak yg dipertayain kayak gimana sih sebenernya perasaan kyuhyun ke sooyoung? soalnya kan pas yg di sungai han itu kyuhyun cerita ke sooyoung kalo dia masih gabisa ngelupain seohyun

  22. fransiscafrtnta24 says:

    keren juga ceritanya ><
    gileee si vic, udh nyekek soo smpe mau mati minta soo jdi sahabat pula😐
    jdi skrg kyu udh cinta sm soo kan ?? udh ngelupain seo kan ?!!!!!!
    yaaaay xD
    ditunggu ff lainnyaaaaa
    author hwaiting !

  23. eun sung kyu says:

    Bagussss!!!baru di ff ini aku ngerasa gak terganggu ama karakternya seohyun
    seenggaknya semua ngedukung kyuyoung bersatu

  24. Waah ceritanya bagus, tapi endingnya bikin kecewa, maaf T_T dan aku rasa peran seohyun di sini mengganggu keromantisan kyuhyun sooyoung jadi aku rada kesal/? butuh sequel dong heheh

    tapi overall ceritanya bagus kok, keep writing yaa, ditunggu sequelnya :’)

  25. Bingung. Ini ada sequelnya thor? Sebenernya kyuhyunnya cinta ga sih? Kata ahra kyu masih cinta seo, buktinya arwah seo bisa ga tenang. Waktu di sungai han juga gitu. Kyuhyun ngaku masih cinta sama seo. Tapi kata seo, kyu cinta sama soo. Udh gitu emg kyuhyun ga jadi ke amerika? Kok tiba tiba ngelamar. Jujur aja aku bingung :'((( huee

  26. rifqoh wafiyyah says:

    Omo…. Soo unnie masuk rumah sakit lgi? Ckckck pelanggan tetap RS soo unnie mah..
    Kyuppa udh mlai cinta nih sama soo unni yeyy…
    Sequelnya dong thor..

  27. shintaknight says:

    bener” satu kata penuh makna..ga nyangka akhirnya kata” menikahlah denganku keluar juga…
    sukaaaaaa bgt pokonya

  28. Risqi says:

    so sweet banget kyuyoung nya.. awal ² nya sih sempet rada sebel yang sikapnya begitu dingin ke soo. untung soo selalu sabar jalanin nya, untung juga seohyun mau bantuin sooyoung. akhirnya kyuhyun menyadari perasaan nya ke soo.. ngajak in nikah pula.
    buat sequel nya yah chingu…

  29. sukaaaaaa orang baru sadar udah maen cium aja nih kyupil, aahh kasian juga soo eon tp happy ending, yeay ^^
    di tunggu ff selanjutnya ,kalau bisa sequel ini xixi keep writing! and hwaiting! ^^

  30. Soo eonnie kayakx perlu kartu langganan ke rumah sakit deh. Belum genap seminggu keluar eh, sudah masuk lagi.
    Hahaha~

    Tapi, beralhir dengan bahagia. Hihi~ aku gak nyangka Kyuppa akan benar2 mencintai Soo Eonnie.

    Well, karya lainnya di tunggu chingu ^_^

  31. 이태라 says:

    sukasukasuka….
    cuma rada kasian aja sm sooyoung sampe masuk rs 2x
    boleh minta sequel ngga? tp ttg pov kyu hehe

  32. Aya says:

    Thorrrr ffnya kereennn sequel dong biar lebih jelas gitu kyuhyun sbenarnya suka sama soo atau ngga trus knp kyu tiba2 pngen ke amerika trus buat mereka jadi bahagia menikah dan punya anak(?)wkwk sequel jeballllll

  33. icha dewi says:

    pemahaman bahasanya yg agak sulit tp suka dg ceritanya dibuat asnya dong soonya blm jawab blm ada kejelasan hubungan mereka apa kyu juga gk ada jelasin apa2 jd agak bingung

  34. sooyngstrmuti says:

    sumpah nih ff sialan bagusnya T_T coba aja kaya berchapter-chapter gitu.. sukses berat lu thor walau newbie/gak/? udahlah lanjut sequel;))

  35. Chup_chup says:

    Butuh sequeeell😀
    bikin sampe nikah yaa thor xD
    trus menunaikan perjanjian sooyoung sama victoria xD

    ffnya kereen, walau ada typo bertebaran,, tapi masih bisa dimengerti😀

  36. mongochi*hae says:

    ceritany keren…
    sifat sabar soo patut dcontoh kita2 nh…aplg perjuanganny yg mg.hadapi sikap dingin kyu
    ckck keren .

    next bsa bkin sequel…
    gmna gtu next hub mereka brdua..
    please …
    bkin kyu jd cwo romantis stlh acara dingin2ny pd hub mereka

  37. Aulia Ratna says:

    Pas dibagian awal soo eonni kasian bgt:’ tapi akhirnya kece sih hehehe

    Itu seohyun nangis gara gara kitati? cemburu? atau terharu seneng grgr soo bisa bikin kyu lupa sama seo?.-.

    Janjian soo sama vict gimana jadinya?

    Sequel juseyoo:3

  38. Youngra park says:

    Ahh sumpah keren bgts perasaan campur aduk sedih,senang,haru jadi satu aku berharap ad squelx pasti seru kalau mereka sdh jadi suami istri kyuppa gk jadi ke amerika yess next sequell di tnggu

  39. Olichi says:

    Asyik ff ny..cman pnataan bhasanya dperbaikin lgi..alurny jga rada kecepetan..tpi DAEBAKK syang kyuhyun blom bsa ngelupain seohyun..tpi keren chingu

  40. keren nih.. trus si seo itu nangis karena apa? sedih terharu apa cemburu.. taruhan soovict bagaimana jadinya itu.. kayaknya harus ada as deh.. newbie aja dah bagus.. hwaiting ya buat next ff nya..^^

  41. safitri agustina says:

    ff nya bagus cuma penataan bahasa nya perlu di perbaiki lg ^^
    dari aku segitu aja
    maaf yaa komen ku bukan untuk menggurui, aku pun kalo di suruh bikin ff blum tentu bisa
    tapi kalo bahasa nya lebih tertata juga kan lebhh mudah untuk d pahami
    keep writing yaa ^^

  42. DeA says:

    Sebenernya ceritanya bagus, tapi emang rada susah mahaminya, mungkin karena pembgian pov nya gak ditulis kali ya, atw karna aq nya yg lemot? hohoho
    tapi suka deh ama ceritanya yg happy ending🙂

  43. bingung si soo krn di cekik trus sakitnya lama bgt, trus kena hujan lgsg sekarat :” berasa sakit sesuatu(?). lanjutin.. kasih sequel.. gantung sekali…

  44. sisca says:

    Ternyata kyu lama kelamaan suka jg sm soo eonni hihihi^^
    Rada nyesek sih soalnya kyu belom bsa lupain seo._.
    Ditunggu ff lainya thor;)

    • Thankyu yaaaa, udah komen:-)
      nyesek ya?HAHAHAHA.sengaja yaa, soalnya author kan bikin ini emang genrenya sad.jadi kalo commentnya gak ada yang bilang nyesek, authornya yang nyesek nanti:-(

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s