[Series] I’m Just a Boy, not a Play-Boy! (Part 1)

poster

 

Title: I’m Just a Boy, not a Play-Boy! [Part 1]

Author: @juljulpii

Length: Series

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast: Find them by self J

Rating: PG-16

Genre: Humor, Romance

Desclaimer: This fanfict’s story pure from my mind. Big NO to plagiarism. Hope you all enjoy it.

_____

Aku apalagi. Rasanya tali yang mencekik leherku adalah tali-tali dari seluruh yeoja yang disambung menjadi satu.

_____

“ Hai, oppa! “ sapa salah satu yeoja yang tidak bisa dikatakan tidak cantik tengah melambaikan tangannya padaku ketika aku melintas.

“ Hai, bagaimana kabarmu? “ balasku ramah sambil membubuhkan senyum termanis yang selama ini kumiliki. Eoh, lihatlah ekspresinya. Bagaimana bisa responnya seperti yeoja yang baru kena hipnotis sehingga teman yang berada disampingnya harus sigap menopang tubuh lemasnya agar tak jatuh ke bawah. Aissh, kupikir dia terlalu berlebihan.

Kemudian datang yeoja berbadan tinggi bak model tiba-tiba menggelayut lenganku manja tanpa persetujuanku.

“ Kau masih mengingatku kan? “ tanyanya dengan pipi yang menempel sempurna pada lengan bahuku. Aku sedikit mendongak ke bawah.

“ Tentu saja, Nam Gyuri-ssi “ jawabku ramah. Kupastikan dia tengah tersenyum senang sekarang.

“ Oppa! aku mencarimu sedari tadi. Kumohon terimalah ini. “ muncul lagi yeoja mungil berkacamata dengan membawa sebuah kotak berwarna merah dan sepucuk surat diatasnya. Kupikir ini kekanakan, maklumlah dia hoobaeku yang baru berada di tingkat pertama.

“ Ah, kau manis sekali. Gomawo “ ucapku sambil menerima benda dari uluran tangan mungilnya. Tak lupa aku mengacak rambutnya gemas.

“ Annyeong Kyuhyun oppa! “ aku menoleh ketika segerombolan yeoja yang tak begitu kukenal menyapaku. Lihat betapa senangnya mereka ketika lagi-lagi kubalas dengan senyum ramahku.

Kurasakan tangan yeoja bernama Gyuri tak lagi menempel pada lenganku. Raut kesal terlihat dari wajahnya.

“ Kenapa semua masih disini? Ga ! “ ketus yeoja itu berniat mengusir yeoja-yeoja lain yang masih berada di sekelilingku. Balasan para yeoja itu juga tak kalah. Mereka justru memicing tanda tidak suka.

Glek.

Aku menelan ludah. Keningku basah oleh keringat yang mulai mengucur. Sepertinya aura tidak enak sudah mulai menyeruak disini.

“ Kau pikir Kyuhyun oppa milikmu? Apa tanggapan dunia ketika menyaksikan seorang malaikat bersanding dengan nenek sihir eoh? “ ucapan pedas yang keluar dari salah satu mulut yeoja, entahlah siapa itu membuat Gyuri semakin naik darah.

“ Stop. Stop. Waegurae? Kenapa kalian seperti ini? “ kataku mulai menengahi. Aku takut setelah ini ada mayat yang tergeletak akibat ganasnya adu cakar jika saja aku tak segera menengahi mereka.

“ Oppa, kau tak berniat membelaku? “ Kini Gyuri mulai menatapku dengan pandangan memelas. Dan jangan lupakan tangannya yang kini menggandengku erat.

“ Aiisssh jinjja! Kau benar-benar membuatku muak dengan sikapmu, kau tahu? Lepaskan tangan kotormu itu dari Kyuhyun oppa dan berhentilah memanggilnya oppa dengan nada menjijikkan seperti itu seolah-olah kau adalah yeojachingunya! “ luap seorang yeoja yang terlihat menonjol dari deretan para yeoja yang kompak menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Pemandangan dan situasi seperti ini mulai membuat kepalaku pening.

“ Baiklah, jika kalian seperti ini.” Ucap Gyuri mulai kehabisan kesabaran. Tiba-tiba saja, Gyuri menarik kedua bahuku untuk menghadapnya. Eh, apa-apaan ini?

“ Aku menyukaimu oppa. Maukah kau menjadikanku sebagai yeojachingumu? “

Oh Tuhan. Apalagi ini? Seorang yeoja dengan beraninya menembakku ditengah keramaian para yeoja yang kutahu ekspresinya kini seperti tercekik seutas tali.

Aku apalagi. Rasanya tali yang mencekik leherku adalah tali-tali dari seluruh yeoja yang disambung menjadi satu.

Sumpah. Aku tak memiliki perasaan apapun dengan mereka, meskipun itu Gyuri sekalipun.

“ Aniyaa, ini tidak benar Gyuri-ssi. Kau adalah temanku, dan kita tidak mungkin berkencan. “ balasku pada Gyuri setelah berpikir sejenak jawaban yang bagaimana yang seharusnya kulontarkan.

Gyuri nampak mematung dan ekspresi para yeoja lain mulai tersenyum senang seakan tali yang telah mencekik leher mereka sudah terlepas.

“ Aku tidak ingin ada keributan lagi setelah ini. Kalian harus tahu jika kalian semua temanku. Temanku.“ tekanku sekali lagi dengan pandangan yang kuedarkan pada barisan yeoja yang mengelilingku.

“ MWO?? TEMAN ??!! “ teriak mereka bersamaan dengan kerasnya. Aissh, aku baru sadar jika mereka akan kompak ketika membuat sakit telingaku.

_____

Aku memasuki kelas dengan sedikit terengah. Bagaikan mangsa yang lolos dari kejaran pemburu, dan pemburu itu tak lain yeoja-yeoja berpikiran sempit tadi. Bukankah sudah kubilang dari awal aku hanya berteman saja dengan mereka. Bagaimana bisa mereka mengartikan lebih bahkan berharap padaku.

Tapi bukankah kejadian seperti ini seperti siklus yang terjadi berulang-ulang? lalu salahkah jika sikapku yang selama ini selalu baik pada mereka?

Tiba-tiba seseorang merangkul pundakku dari belakang. Kumohon jangan salah satu yeoja yang tadi.

“ Great! Kau menciptakan masalah yang selalu sama di setiap harinya.” Ucap suara berat yang kuhapali sebagai suara Lee Hyukjae, teman kuliahku. Kuhembuskan nafas lega.

“ Seharusnya kau mengerti.” Ucapku singkat. Namja dengan rambut blonde ini justru terkekeh dan meremas bahuku kuat.

“ Aku iri padamu bodoh. Kapan aku bisa menciptakan kekacauan seperti yang kau lakukan? “ Candaannya membuatku tertawa dalam hati.

“ Ber-mim-pi-lah ! “ ucapku menekankan setiap penggalan kata itu tepat di depan wajahnya. Kutinggalkan dia dalam keadaan shock dengan mulut menganga dan berjalan menuju mejaku.

Ada yang berbeda dari pemandangan yang kulihat. Biasanya seseorang duduk disamping kanan mejaku dan sekarang seseorang itu tak terlihat batang hidungnya. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Ah, dia ada di meja belakang. Menghindariku rupanya?

“ Mejamu bukan disini nona Choi. “ ucapku menarik kursi kosong yang berada disampingnya dan mendekat padanya.

Plak !

Bukanlah sambutan baik yang kudapat justru tamparan keras sebuah benda tepat pada wajahku. Wajahku memanas dan pandanganku seketika gelap. Ku ambil dengan kasar benda persegi panjang yang sempat mendarat diwajahku. Yakin seratus persen, yeoja tak berperikemanusiaan inilah pelakunya.

“ Bersikaplah manis padaku sekali saja apa tidak bisa hmm? “ protes langsung kulayangkan padanya. Dia terus berkutat pada layar smartphone-nya tanpa memerdulikanku.

“ Tidak bisa.” Jawabnya singkat. Astaga yeoja ini.

Kualihkan perhatianku pada benda mengejutkan tadi, sebuah surat beramplopkan polos warna hijau muda. Surat ini familiar, karena aku tak mendapatkannya sekali. Mungkin genap 6 surat yang kuterima persis seperti ini. Aku tak begitu tertarik membukanya. Kukira isinya akan sama dengan beberapa surat yang pernah kutemukan di loker kampusku, di mejaku, di kaca mobilku, bahkan di depan rumahku.

Kau tahu? isi surat-surat itu membosankan. Pengirimnya selalu seorang yeoja yang mengaku menyukaiku. Hei, ini 2015 men! Apakah surat masih merupakan media yang pas untuk mengutarakan perasaannya? Maaf, aku sama sekali tak tertarik. Mungkin dengan menyimpannya saja merupakan bentuk menghargai mereka.

“ Surat ini lagi? “ tanyaku memulai percakapan.

“ Katakan pada penggemar fanatikmu itu untuk tidak mengotori lokerku lagi. Arasso? “ ucapnya dingin.

“ Bagaimana aku mengatakannya? bahkan surat ini selalu tanpa pengirim.” Belaku.

Dia hanya membiarkan dirinya tak bersuara.

“ Mengherankan. Kenapa hanya surat jenis hijau muda ini yang selalu dititipkan melalui dia.“ gumamku lirih menatap heran surat ini.

“ Itulah yang kubenci dari kau. Berhenti menempel padaku mulai sekarang.” Ucapnya ketus lalu menutup smartphone-nya dan kini beralih menatapku.

“ Pertama aku bukan parasit karena aku tidak menempel. Kedua, kutekankan berkali-kali bahwa semua ini bukanlah permintaanku. “ terangku tidak terima. Memangnya hanya dia yang dirugikan?

“ Memang bukan permintaanmu, tapi kelakuanmu lah yang menyebabkan surat-surat itu berdatangan rusa maniis. “ ucapnya dengan nada yang dibuat-buat sedangkan matanya melotot tajam kearahku. Aku mendelik. Sangat paham akan ucapannya yang mengandung sindiran terhadapku. Saat seperti ini percuma saja untuk mendebatnya.

Tak lama seorang profesor laki-laki berkacamata rantai memasuki ruangan dengan langkah tegapnya. Meskipun usianya baru 40 tahunan, namun penampilan kunonya membuatnya nampak lebih tua dari umurnya.

“ Keluarkan tugas minggu sebelumnya.” Ucap Profesor Yoo memulai kelasnya. Kulihat semuanya nampak sibuk mengeluarkan tugasnya dari dalam tas mereka tak terkecuali yeoja ajaib disampingku ini.

Sesekali dia melirikku yang tak kunjung mengeluarkan tugas. Dengan gerakan slow motion, dia mencoba memameriku dengan mengeluarkan tugasnya. Senyuman bangga nampak jelas dari rautnya. Aku hanya menanggapinya dengan cibiran. Kubalas dia dengan kukeluarkan tugasku.

“ Aku ingin salah satu mahasiswaku dapat mempresentasikan tugasnya didepan. Siapa berminat? “ tawar professor itu. Kulirik lagi yeoja disampingku mengangkat tangannya mantab. Daebakk, gadis ini sungguh meningkat.

“ Saya Professor Woo! “ teriaknya lantang sembari berdiri dari tempatnya.

“ WOO ?! “

Astaga! Aku hampir lupa jika dia, yeoja disampingku ini yang bernama Choi Sooyoung merupakan yeoja dengan tingkat kecerobohan lumayan tinggi. Memang benar kali ini dia tak melakukan kesalahan dengan mengerjakan tugasnya dengan baik. Namun salah menyebut nama professor merupakan salah satu kecerobohan yang benar-benar fatal.

“ Yang benar Yoo. Bukan Woo, Sooyoung-ah! “ ucapku berbisik padanya.

“ Apa aku tadi salah sebut? Sial! ” Balasnya dengan mimik yang begitu disamarkan. Dia tahu setelah ini masalah akan menimpanya mengingat bagaimana ekspresi professor itu terhadapnya.

_____

Aku menatap punggung gadis itu yang berjalan sambil menyeret kopernya. Dia berjalan tegap sambil sesekali membenarkan letak kacamata hitamnya. Lihatlah, betapa sombongnya dia! Berjalan meninggalkanku dan melarangku untuk bersandingan dengannya. Ya Tuhan sepertinya salah jika aku mengajak gadis ini.

Choi Sooyoung. Gadis penyuka fashion, berkulit putih namun tak seputih diriku, berbibir merah tipis, badan terlampau tinggi, berambut coklat sebahu dan euhm cantik. Tapi mengenai sifatnya ah jangan ditanya. Dia keras kepala, kadang childish, menyenangkan disaat tertentu saja dan berubah menyebalkan disaat yang tak disangka-sangka. Daan .. dia sangat ceroboh!

Hubungan kami begitu rumit dan tidak terdefinisi. Bagaimana bisa? entahlah. Sooyoung tak pernah mengakuiku sebagai sahabat maupun teman dekatnya. Bahkan jika ditanya apakah dia tetanggaku? Dia akan menjawab, “Kyuhyun bukan tetanggaku. Hanya saja rumah kami memang tak sengaja berdekatan.” Cih, jawaban macam apa itu?

Pertama kali aku bertemu dengannya saat aku berumur 8 tahun. Choi Sooyoung kecil yang menjadi tetangga baruku kala aku menginjakkan kaki pertama kali di Seoul. Aku pindah ke Korea karena urusan bisnis ayahku.

Aku memiliki latar belakang keluarga blasteran. Bukan. Bukan blasteran luar negeri namun cukup blasteran asia saja. Appaku asli Seoul dan Ibuku asli China.

Setelah 8 tahun hidup di China, membuatku sedikit susah untuk beradaptasi ketika berada di lingkungan baru. Kau tahu? sangat menyenangkan bertemu dia untuk yang pertama kali. Dia sangat cantik dan manis. Sooyoung-lah yang membuatku mulai merasa nyaman. Dia mengajariku banyak hal tentang Korea dan mengisi masa sekolah dasarku dengan indah meskipun kami tak satu sekolah.

Keadaan itulah yang membuatku menyuruh orang tuaku untuk menyekolahkanku pada sekolah yang sama dengan Sooyoung ketika memasuki sekolah menengah pertama. Disitu aku mulai mengenal banyak teman selain Sooyoung. Mereka menganggapku sangat ramah dan friendly. Sooyoung-pun juga begitu. Dia memang tipe yang easygoing. Namun aku sedikit terkejut ketika mulai terbiasa mengetahui sifat-sifatnya yang lain. Ternyata dia cuek, galak dan keras kepala. Biasanya dia menunjukkan itu pada teman-teman namjanya yang lain selain aku. Perlahan, akupun tak luput dari serangannya.

Beranjak pada sekolah menengah atas, aku satu sekolah lagi dengannya. Kami memang dekat dan selalu terlihat bersama, lebih tepatnya aku yang selalu mengikutinya, sampai banyak yang mengira Sooyoung adalah gadisku. Namun aku tak memiliki perasaan apapun padanya karena dia memang sahabatku. Mungkin istilah ‘sahabat’ hanya aku yang menggunakannya karena gadis jangkung itu sama sekali tidak peduli dengan hal itu.

Sooyoung memang aneh. Semakin aneh sampai-sampai aku baru menyadari jika dia termasuk dalam kategori gadis ceroboh. Berungkali salah masuk toilet pria dan justru memarahi tanda yang jelas-jelas bertuliskan ‘for men’, salah membaca jadwal ulangan dan membuatnya kelabakan saat membaca soal, sering kali typo dan salah sebut, dan parahnya dia pernah salah mendaftar ekstrakurikuler. Seharusnya ia mendaftar ekstra menyanyi, dan justru tersesat di ekstra Karya Ilmiah yang kutahu pengetahuan ipanya nol!

Sedangkan aku? Tak perlu bercerita banyak. Cukup orang-orang menyebutku namja ‘mempesona’. Aku sungguh membenci orang yang sombong, maka sebisa mungkin prinsipku adalah berlaku baik pada semua orang baik namja atau yeoja. Sikapku ini disukai seluruh temanku kecuali satu orang. Dialah yang kuceritakan tadi.

Sikap ramahku ini pada semua orang, sering disalah artikan oleh sebagian yeoja. Mereka sering kali menyangka jika aku menaruh hati pada mereka. Itu tidak seratus persen benar meskipun beberapa dari mereka sempat juga menjadi kekasihku, namun aku tak bisa mengubah sikap alami ramahku pada setiap orang.

Sooyoung adalah yeoja satu-satunya yang sama sekali tak menampakkan ketertarikannya padaku sejak dulu. Mungkin itu sebabnya aku merasa nyaman untuk terus berada didekatnya hingga perguruan tinggi. Kami berada dijurusan sama, yakni manajemen bisnis.

“ Permisi, apakah penerbangan dengan tujuan Beijing sudah take off? “ tanya seseorang tiba-tiba mengagetkanku. Sepertinya yeoja ini sedang terburu-buru.

“ Belum. 10 menit lagi.” Jawabku setelah melihat jam di pergelangan tanganku.

“ Maaf tapi kau tujuan Beijing juga? “ tanyanya lagi setelah menghembuskan nafas lega. Bisa kutebak yeoja ini tengah bersyukur karena dia tak jadi ketinggalan pesawat.

“ Ne, majayo. Sepertinya tujuan kita sama.” Balasku terlihat senang. Tak lama dia mengulurkan tangannya padaku.

“ Aku Seo Jeo Hyun, senang bertemu denganmu.” Ucapnya dengan mata berbinar. Ah, aku paling tidak bisa menolak ini.

“ Aku— “

Seperti mimpi buruk yang datang secara tiba-tiba, kurasakan tubuhku terseret dengan cara yang tidak terhormat.

“ Aaiiish!! Sooyoung-ah, apa-apaan kau ini. Ayya, appo! ” protesku kala Sooyoung menarik telingaku dengan kasar, menjauh dari gadis tadi yang bahkan tangannya belum sempat kujabat. Dia tetap tak peduli hingga aku benar-benar kehilangan bayangan gadis itu.

“ Kalau tidak seperti ini, kita akan kehilangan pesawat bodoh “ makinya kesal sambil terus menarik telingaku yang mulai memanas. Aih, ini benar-benar memalukan. Harga diri seorang namja tampan tengah dipertaruhkan disini.

“ Arasso. Lepaskan dan aku bisa jalan sendiri.” Ucapku membuatnya menghentikan aksi kekerasannya.

“ Kau sudah gila, hah? “ kataku menatapnya kesal sambil memegangi telingaku yang kuyakini berubah warna menjadi merah.

“ Kau yang gila! Bisa-bisanya kau membiarkanku berjalan di depan sendiri sedangkan kau asik bermesraan dengan gadis yang sama gilanya denganmu. Kau mau aku terbang ke China sendiri, begitu? “ sulutnya penuh emosi.

“ Aku hanya membantunya, itu saja. Kenapa kau berlebihan sekali? “

“ aku hanya membantunya, cih “ ucapnya menirukan perkataanku dengan nada mengejek.

“ Aku yakin jika diteruskan, scene bantu-membantu itu akan berlanjut pada perkenalan dan berujung pada pertukaran nomor yang selama ini kau lakukan pada seluruh gadis di korea. Tidakkah kau malu Kyuhyun-ssi? “ sambungnya panjang lebar. Tunggu, aku paling benci jika ia sudah memanggilku dengan gaya sok formal.

“ YYa! Dengarkan aku— “

“ Kau yang dengarkan aku! “ potongnya cepat.

“ Aku mungkin lupa kapan kau memulai kebiasaan ramah tamahmu yang berlebihan itu, tapi kumohon segera hentikanlah. Karena itu mengganggu. Kau dengar? Mengganggu! Jika saja aku membuka les-lesan khusus pelajaran ‘keramah-tamahan dalam porsi dan tempat yang tepat’ maka kaulah murid pertama yang akan kuajar. Sayangnya, kau seribu kali lebih pintar dariku Kyuhyun-ssi! Seharusnya mudah bagimu memahami semua ucapanku yang keluar begitu saja karena sudah sejak lama menahan kesabaran atas sikapmu! “

Speechless.

Tuhan, mungkinkah kau sedang membekukan lidahku untuk sesaat? dan mengutarkan sedikit peringatan dariMu untukku melalui gadis ini?

Ding dong.

Kepada seluruh penumpang pesawat tujuan Beijing diharapkan segera memasuki pesawat karena lima menit lagi pesawat akan take off, terima kasih.

Aku sedikit bernafas lega. Setidaknya pengumuman itu membuat suasana yang sebelumnya mencekam berubah sedikit lebih cerah.

Sooyoung melepas kacamata hitamnya seraya menatapku tajam sebelum ia berbalik dan menyeret kopernya kembali. Ia berjalan menuju pintu masuk pesawat yang jaraknya masih beberapa meter.

Aku tersentak melihat gadis ceroboh itu yang terus berjalan dan tak memerhatikan jalan.

Hap!

Dengan sekali tarikan, aku berhasil meraih tangan gadis itu dan menariknya cepat. Membuatnya berbalik dan jatuh dalam dekapanku. Sedetik saja aku terlambat, mungkin Sooyoung akan menabrak keranjang sampah yang besarnya seukuran manusia tepat dihadapannya.

Beberapa detik kami masih dalam posisi yang sama. Sorakan kecil dari beberapa orang yang melihat kami berdua membuatku segera tersadar.

“ Kau boleh memarahiku, tapi jangan membuatmu tak fokus pada jalan nona ceroboh.” Ucapku setengah berbisik tepat pada telinganya.

Kuyakin kesadarannya telah terkumpul sempurna karena terbukti kini dia melepaskan dekapanku dengan mendorongku sedikit kasar.

“ K-kajja ! “ ucapnya dingin dan berubah menjadi gugup. Bolehkah aku tertawa sekarang? Kenapa dia berubah cepat seperti itu.

Ding dong.

Bagi penumpang .. “ Aaah, arasso arasso!! “ teriak Sooyoung frustasi sambil berjalan buru-buru memasuki pintu masuk.

 

Beijing, China

Huanying guanying (selamat datang), putraku yang tampan!” sambut eomma memelukku hangat. Memang sudah menjadi kebiasaannya berbicara campuran antara korea dan mandarin. Kurasakan sekejab saja eomma memelukku, kini ia sudah berpindah memeluk Sooyoung dengan sayang. Patutkah aku jealous disini?

“ Omo, Sooyoung-ah! Ni hen pioliang (kamu cantik sekali) “ ucap eomma tetap memeluk Sooyoung dan mengelus rambutnya. Segera kutinggalkan adegan yang sering kutonton di televisi itu dengan memasuki rumah yang sudah lama tak kusambangi. Terakhir kali aku kesini mungkin 3 bulan yang lalu, saat liburan kuliah.

Kurebahkan tubuhku pada sandaran sofa, ah aku merindukan rumah ini.

Qing jin, qing zuo (silahkan masuk, silahkan duduk) sayaang”

xie-xie, eommonimkudengar suara gadis itu mencoba ramah.

Tak lama, eomma dan Sooyoung menyusul masuk. Sooyoung tampak senang terlihat dari raut wajahnya yang tak hentinya mengembangkan senyum. Aku hanya mencibir kearahnya.

Eomma mulai sibuk mengantarkan Sooyoung ke kamarnya, menyiapkan beberapa keperluannya dan ber-basa basi ini itu. Bahkan eomma mengacuhkanku yang notabene anak kandungnya.

Entahlah apa yang ada dipikiran orangtuaku bahkan ini bukanlah pekan liburan. Aku jadi ingat bagaimana kompaknya eomma dan appa menyuruhku pulang ke Beijing dan bersikeras untuk membawa Sooyoung bersamaku. Aigoo, bayangkan aku harus membujuk bahkan mengemis pada Sooyoung untuk ikut bersamaku. Jika aku tidak berhasil, membayangkan amukan eomma saja sudah membuatku merasa diambang jurang. Menakutkan sekali.

_____

“ YA! Bangun! “

“ Kyuhyun-ah! “

“ Ireonaaaa, palli! “

Kurasakan sebuah kaki menendang-nendang kecil badanku. Tidak ada seseorang yang membangunkanku dengan cara yang paling tidak sopan ini kecuali Sooyoung. Ah, tapi ini kan aku sedang dirumah. Mana mungkin—

Apa kau bodoh? Sooyoung kan ikut bersamamu sekarang.

“ Astagaa, ayolah rusa! “ Hanya Sooyoung yang tahu jika aku takut dengan mahluk bertanduk unik itu dan justru ia gunakan untuk memanggilku sesekali. Pintar sekali dia.

“ Ga! “ suruhku sambil menarik selimutku kembali. Aku tak ingin berbalik untuk melihat ekspresinya karena menutup mata dan meneruskan kembali tidurku merupakan pilihan terbaik.

“ Bukalah matamu dan ayo pergi. “ Dalam setengah sadarku, aku mendengar nadanya seperti memerintahku. Dia kira dia siapa?

Dug! Dia mendorong kakinya lebih keras dengan tulang punggungku yang menjadi sasarannya.

Dengan cuek aku merubah posisi tidurku dengan memeluk guling erat.

“ Inikah yang kau sebut dengan liburan? Harusnya aku tak mempercayaimu.” Ucapnya mulai kesal. Akupun tak menanggapi.

“ Geurasseo, aku akan pergi dan jangan menyusulku arra? “

“ Pergi sendirian sepertinya lebih menyenangkan.”

“ Ah matta, aku hampir lupa kalau pemuda china itu tampan-tampan juga. Barangkali aku bisa bertemu salah satu dari mereka nanti. “ ujarnya terus mengoceh hingga kini suaranya tak kudengar lagi. Apakah dia sudah pergi? leganyaa.

Ketenangan tidurku tak berangsur lama, karena datanglah eomma yang tiba-tiba mengguncang tubuhku hebat.

“ Kyuhyun-ah, bangun! Kau ini bagaimana sih? Bisa-bisanya kau biarkan Sooyoung pergi sendirian. Cepat bangun! “

Mau tak mau aku mulai membuka mataku yang masih terasa berat. Mendudukan tubuhku dan menatap eomma malas. Jadi dia membangunkanku gara-gara yeoja itu.

“ Sooyoung meninggalkan jaketnya. Kau tahu kan ini musim dingin? Bawakan jaketnya dan susul dia. Apalagi ini Beijing, kalau dia tersesat bagaimana. Kajja, ireonaa! “

“ Ne, ne aku mengerti.” Jawabku menyerah dan mulai bangkit dari ranjangku.

_____

“ Aigooo, dingin sekali. Apa aku harus kembali untuk mengambil jaketku? ah, shireo! “ kulihat dia sedang berbicara sendiri sambil terus menggosok-gosokkan tangannya kedinginan. Cih, begitulah akibatnya jika bersikap sok!

Lihatlah dia yang sudah berdiri sedari tadi tapi belum ada satupun bis yang menjumpainya.

Melihatnya seperti ini muncul rasa tak tega dalam diriku. Yeoja itu selalu menyusahkan dan menyebalkan, tapi entah mengapa aku tak kan pernah bisa marah padanya.

Akhirnya kuhampiri dia dan kupasangkan jaket tebalnya pada kedua bahunya. Dia tampak terkejut saat melihatku yang kini sudah berada didepannya. Matanyapun tak berkedip.

“ Kau! Dasar rusa plin-plan! Sudah kubilang jang— “ kuhentikan ocehannya dengan menarik salah satu bahunya sehingga tubuh kurusnya berada didekapanku.

“ Diam dan ayo jalan-jalan. Kau tidak akan mendapatkan bis jika disini.” Ucapku sambil menariknya berjalan. Dia segera saja melepaskan tanganku dan berjalan sendiri. Benar-benar susah mengajaknya akrab.

_____

“ Omo, omo! Jinjja yeppotaaaaaaa. Wuuuuuuuuu! “ teriak Sooyoung girang yang menurutku lebih mirip orang gila itu. Baru saja sampai di Beihai Park sudah membikin onar yang membuat beberapa orang yang melintas menengok ke arah kami.

Belum lagi dia mengarahkan smartphonenya dan mencari-cari angle yang pas untuknya berfoto. Aigoo .. aku tidak menyangka dia akan senorak ini.

“ Kyuhyun-ah! Cepat kesini fotokan aku.” Ujarnya melambai-lambaikan tangannya padaku. Aku mendekat dengan langkah malas.

“ Igo. Pulau ditengah itu harus terlihat yaa. “ pesannya padaku, lalu ia memposisikan dirinya tepat di pinggir danau yang berlatar belakang pulau ditengah-tengahnya. Aku berhasil memfotonya dengan berbagai gaya. Meskipun sedikit malu tapi melihatnya sesenang ini aku turut senang juga. Setidaknya dia sejenak lupa untuk membully-ku.

Di terus berdecak kagum melihat pemandangan indah Beihai Park ini. Taman ini dibangun pada masa Dinasti Yuan, dengan luas area mencapai 70 hektar. Pemandangannya memang sangat indah dengan danau yang mengelilingi taman, dan pulau yang ada di tengah danau. Di tengah pulau dibangun sebuah pagoda oleh Kaisar untuk menghormati leluhurnya. Pada musim ini, membuat bangunan-bangunan taman semakin indah diselimuti kabut.

“ Artistiknya bagus.” Gumamnya saat mulai berkeliling melihat pemandangan taman dari sudut lain. Aku hanya membuntutinya dari belakang.

“ Cih, tahu apa kau soal artistik. Gadis norak, kuberitahukan padamu kalau ini belum seberapa. Banyak tempat di Beijing yang tak kalah indah dari ini.” Cibirku padanya. Dia menoleh padaku dengan raut sebal. Rambut tipis sebahunya beterbangan oleh angin.

“ Pokoknya aku suka taman Beha ini! “ ucapnya meluapkan kesenangannya dengan suara keras. Aku melotot seketika ketika menyadari ketidakberesannya.

“ Beihai Sooyoung-ah! Taman Beihai “ balasku membenarkannya.

“ Ya itulah maksudku.” Jawabnya berpura tak bersalah. Aku hanya menghembuskan nafas panjang.

“ Oh iya, kau harus tunjukkan tempat-tempat bagus yang lain di Beijing. Mungkin saja akan kugunakan kelak untuk syuting music videoku.”

“ hahahahaha.” Tawaku meledak seketika mendengar kalimatnya yang terakhir.

“ Wae? Ada yang lucu? “ dia mulai tidak terima.

“ Leluconmu satu ini sungguh, ah perutku sakit.”

“ Bagus, tertawalah sepuasmu selagi aku masih memberimu kesempatan.” Ujarnya mulai serius. Kutahan tawaku dan berhenti menatap wajah seriusnya. Aku tahu dia pasti kesal kuledek seperti ini. Karena kutahu kemampuan vocalnya memang tidak bisa dianggap remeh. Meski sifat dan kelakuan menyebalkan, namun tidak dengan suaranya. Dia dianugerahi suara yang benar-benar bagus. Tak heran dari kecil dia bermimpi menjadi seorang penyanyi dan selalu berlatih menyanyi dengan guru vocalnya dan terkadang memamerkannya dihadapanku. Ah, itu dulu waktu kecil.

“ Kenapa diam hmm? Bukankah menertawakanku itu lebih asik? “ ketusnya.

“ Ah, aniyo. Jeosonghamnida tuan puteri Choi.” Jawabku dengan sedikit membungkukkan badan.

“ Cih, “ umpatnya cuek dan berlalu dengan langkah kasar melewatiku.

“AAAH!” teriakku spontan merasakan injakan keras pada salah satu kakiku.

“S-O-R-R-Y” sambung Sooyoung dengan tanpa dosa sama sekali. Oh Tuhan.

TBC

Haii jumpa lagi dengan saya, author freelance yang muncul lagi dengan ff baru J

Sebenarnya aku nggak pede bikin ini, mau dibuat twoshoot apa series. Sekalian aku mau lihat respon dari readers, kalau responnya baik author akan usahain cepet publish next partnya.

Semua tergantung readers pada exited apa enggak sama cerita ini.

Btw, thanks for reading. Annyeong J

 

66 thoughts on “[Series] I’m Just a Boy, not a Play-Boy! (Part 1)

  1. Dasar haha, mereka kaya anjing dan kucing aja. Jangan” sebenernya sooyoung udah lama suka lagi sama kyuhyun? Dari sikapnya yang sok cuek itu? Haha lanjut thor

  2. hahahaha kyu selalu d bully sama soo 😄
    tapi itu kayaknya soo diam2 suka sama kyu, dasarnya kyunya aja yg gak peka
    d tunggu lanjutannya

  3. Sistasookyu says:

    Syo kayaknya suka ya sama kyu?
    Tapi kyu nya aja yg bebal. Nggak sadar gt?
    Ortu nya kyu juga suka sama syo. Aiiiih~

  4. Dian says:

    suka aku suka ff nya! klo bisa thor threeshoot aja klo twoshoot aku yakin pada minta sequel. btw dibikin happy end ya

  5. Rizky NOviri says:

    hahaha…
    rasakan tuh kyu.. udh tau tmn lo tuh ajaip.. hoho
    seru seru..

    ya ampun.. ngomong aja suka salah gmn mau jd penyenyong nya ntar yg ada selalu lupa lirik.. hahaha

    daebak..
    lanjuuuuuttttt

    bahasanya juga udah enak d baca kok.. daebak (y)

  6. farida_salma says:

    ampun deh, kok bisa mereka jadi kayak gitu
    tapi jadi lebih seru😀

    mungkin soo eonn cemburu sama kyuppa yg akrab sama cewek”
    please, semoga seo gak ganggu disini

    next part ditunggu🙂

  7. Laras says:

    Ceritanya seru..
    Kalau boleh nebak,amplop hijau muda itu dari sooyoung ya?,trus sebenernya sooyoung suka sama kyu tapi kyu nya nggak nyadar,
    Next thor…😀

  8. aprilia says:

    Disini kyunya belom suka sma soo ya ? Ap dy aja yyg blom sdar? Oh iya soo’nya keliatan udh suka gtu sma kyu tapi kayak disembunyiin gtu. Hihihi lucu ya soonya disni keliatan kayak cwe dingim gtu biasanya kan kyu yg jadi cwo dingin eh ini malah kebalikannya. Tapi lucu sih mereka
    Klo menurutku aku aih terserah authornya mau dibuat twoshoot ap series. Saya tetap mendukung😁

  9. Yuliandini says:

    Ehmm jgn” surat yg warna hijau itu dari soo ,, tpi soo gak mau ngaku kalo itu surat dari dia dan bilang sama kyu itu surat dari fansnya

  10. Isma KSY says:

    hahaha.. ada ada aja tingkah mereka,
    wah aku takut ada yang mengganggu.. spt seohyun. hahauy
    ditungguu nextnya

  11. xspace_ says:

    Aigoo soo taman beihai sayang bukan beha wkwkwk , lucu ceritanya , romantis juga . Next part ditunggu banget pokonya

  12. met says:

    Daebak
    Oh y thor mau koreksi dikit nih itu ucapan selamat dtg nya huan ying guang ling nah klo cantik itu piao liang
    Hhee
    Soo tingkat ceroboh nya udh akut yah sampe nyebutin nama aj bs slah
    Trus soo sbnrnya suka kan ma kyu? Cuma mau nutupin aj dgn sikap g pedulinya
    Nextnya cpt ne😀

  13. lanjuuuut thor udah gasabar baca kelanjutan kisah kyuyoung yg lucu ini hehe disini syoo sok cuek soalnya dia suka sm kyu kan sebenernya? wkwk maapkeun sotoyku kali ini. pokoknya aku udah gasabar baca kelanjutannya. author-nim paikting!

  14. Sooyoung jahat masa, kok gak nganggep Kyuhyun sebagai siapa”nya. Jangan-jangan surat yang warna hijau itu emang dari Sooyoung sendiri? Aihhhh makin penasaran, part berikutnya jangan lama” ya

  15. Aulia Ratna says:

    Soo eonni dingin bgt sama kyu oppa
    Trus soo eonni ceroboh bgt lagi xD
    Beihai jadi beha hahhahahaha

    Keren thorr
    Lanjutt
    Jangan lama lama kalo bisa hehe;3

  16. HLZ says:

    Lucu liat tingkah soo dan kyu, walaupun sering ribut tapi kyu tetep perhatian sama soo , jangan2 tingkahnya soo yg ga ngangep kyu karena sebenarnya dia suka sama kyu dan cemburu liat kyu deket sama cewek lain dan kemungkinan surat yg amplopnya hijau dari soo.
    Ditunggu next partnya…

  17. baby D says:

    keren banget🙂 suka sama ceritanya dan bahasa yang dipake ringan banget thor, asik lah pokoknya😄 ditunggu nextnya yaaaaa😄 hwaitingg

  18. Astaga., itu dua anak mnuasia lucu bngt😀 mna soonya pke acra ceroboh sgala, yg pling lucu itu bgian soo slah sbut nma tmannya😀 hahahaha, soo bnar2 keras kpala bngt😀 tpi suka sma skapnya kyu yg slalu lindungin soo😀

    aku ngerasa seo bkal jdi orng ke3 *LoL😀 kyaknya mrk bkal ktemu di cina:-/
    nextnya slalu ditnggu😉

  19. Tesalonika supit says:

    Kerennnnn thor, gue curiga jgn2 amplop hijau yg berisi surat itu dari sooyoung/?

    Next part ditunggu^^

  20. Risqi says:

    ni ff keren banget.. sampe ketawa ngakak bacanya. apalagi hubungan kyuyoung yang nggak jelas tuh & sikap kyuyoung yang sering berantem bikin gemes. bener apa kata sooyoung, kyuhyun itu ramah nya berlebihan maka nya cewek ² pada salah mengartikan kebaikan kyuhyun. penasaran nih siapa orang yang ngirim surat buat kyuhyun itu & apakah kyuhyun nggak ada sedikit rasa suka gitu ke soo padahal mereka udah temenan lama loh. ditunggu part selanjutnya chingu..

  21. mongochi*hae says:

    hn…dr sudut mna ntar kyu myukai soo ?
    ap sblikny soo yg myukai kyu ???

    ckck kyu jga sih yg trlalu baik pd smua cwe jd imbasny mereka brhrp lebih. maklum dh cwe…ak jga hheee

    excited bgt aplg dg hub mereka yg gk jls gini. dmna soo yg cuek bgt tp kyu brusaha akrab yg tdk d.anggap olh soo

    next part dtunggu

  22. icha dewi says:

    kkk lucu liat kelakuan soo pasti surat itu dari soo tp hanya tebakan sih mungkin aja yg lain next drh biar gk penasaran

  23. Youngra park says:

    Haha lucu mereka berdua tapi gak rela kalau hanya sebatas sahabat doang mereka next part di tnggu

  24. DeA says:

    Hahahaha kyu mah ramah nya kelewat sih… Jadinya para perempuan jadi klepek2 semua, tapi kayanya si soo suka deh ama kyu, next part nya buruan Ya kkkk..😀

  25. dekyusoo says:

    kyu ama soo belum keliatan klo ada rasa antara mereka ..
    seo ke beijing juga ..? jangan2 nanti ketemu lg ..
    next yahh ..

  26. gita says:

    Pasti yang ngirimin surat warna hijau itu sooeon sendiri
    Duh si seo bakal jadi apa ya di sini?
    Soo jahat banget kyk gk nganggep kyuppa..wkwkk
    Smoga orang tuanya kyuppa mau nejodohin kyuyoung wkkwk
    Ditunggun bngt next.a, jangn lama”

  27. sisca says:

    Hahahaha lucu nih kyuyoung ribut mulu=)))
    Aku merasa ntr seo bakalan ketemu sm kyu trus pacaran aaa andwe:(
    Ditunggu part2nya thor;)

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s