[Series] Water Love (Part 8)

WL New

 

Title : Water Love

Chapter : 8th

Author : Joanne K. Cho

Genre : Hurts | Romance | Drama

Rate : PG-14

Cast : Choi Soo Young |  Cho Kyuhyun |

Support Cast : Lee Dong Hae |  Yoo In Joo | Kim Hyo Rin

Warning :  Typo(s)

Disclaimer : No plagiarisme, story belong to me !!

FF ini sebelumnya pernah di post di Blog http://kyublacky.wordpress.com/

A/N : I hope you’ll enjoy it, reader-deul ^o^)/

***

Sooyoung membalikkan tubuhnya, menatap sosok yang berbalutkan kaus hitam dan celana jeans, sangat tampan. Of course, dia memang selalu tampan. “K-kyuhyun?” Sooyoung berucap pelan, nyaris tak bersuara. Beberapa detik kemudian kesadarannya kembali.

“Kenapa kau ada disini?”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, berfikir sejenak. “Aku?” tanyanya sambil mengarahkan jari telunjuk ke dadanya. “Hm… Aku hanya ingin ikut. Lagi pula ayahku donatur perlombaan antar Korea-Jepang ini,” ucapnya mengangkat bahu, tak peduli. Ya, dia tak canggung lagi jika harus membicarakan kekayaannya. Lagi pula Sooyoung tidak menjauhinya.

Bukan. Bukan itu alasanku. Aku hanya ingin menjenguk seseorang yang… kusayangi.

Kyuhyun menatap Sooyoung dalam-dalam. Pikirannya berkecamuk. Dia tak tahu harus mulai dari mana untuk mengungkapkan semua kebenaran ini. Lagi pula Kyuhyun takut. Takut jika semua kebenaran terungkap, Sooyoung akan menjauhinya. Selamanya dia akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat.

“Oo,” Sooyoung berucap pelan, membentuk bibirnya menjadi bulat. Kenapa dia bisa lupa? Bukankah Kyuhyun anak seorang miliarder? Sooyoung pabo. Rutuk Sooyoung dalam hatinya. Sooyoung menarik kopernya pelan setelah mendapatkan kunci hotel berupa kartu. Dasar. Kenapa tidak dalam bentuk password saja? Jika aku menghilangkan kartu ini bagaimana? Sooyoung teringat di beberapa drama yang ditontonnya. Bahwa kamar apartemen sekarang tidak lagi menggunakan kunci, tapi password. Lebih mudah digunakan dan tidak perlu takut seseorang akan masuk, kecuali jika passwordnya diketahui.

Namun Sooyoung tidak banyak komentar lagi. Sudah cukup mewah menginap di hotel di Tokyo secara gratis. Sooyoung menatap Kyuhyun dengan senyum kecil di sudut bibirnya. Sooyoung menarik kopernya, ingin masuk dan cepat-cepat menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Namun Kyuhyun menahan pergelangan tangannya.

“Kau tak mau makan?” tanyanya. Sooyoung mendesah. Benar juga. Berada di pesawat selama beberapa jam membuatnya lelah dan lapar.

“Kau mau… makan bersamaku dibawah?” tanya Kyuhyun salah tingkah. Sooyoung terdiam sebentar sebelum menjawab. “Baiklah,”

***

Baik Sooyoung maupun Kyuhyun merasa gugup. Tanpa banyak bicara, mereka pun memesan menu masing-masing. Saat mereka menunggu pesanan datang, sseorang menepuk bahu Sooyoung. Sooyoung menoleh.

“I-in Joo-ya!” pekik Sooyoung girang. Sooyoung bahkan sampai reflek berdiri dan memeluk sahabatnya yang satu itu sambil berteriak kegirangan. In Joo tertawa dalam pelukan Sooyoung. Kyuhyun berbedehem. Membuat keduanya berhenti berpelukan. Kyuhyun mengerutkan dahi. Dia tidak tahu kalau Sooyoung ternyata memiliki teman. Apalagi teman di Jepang.

In Joo yang tahu ada seseorang yang duduk di seberang meja sana menoleh ke arah Kyuhyun. Disaat yang sama, mata Kyuhyun juga bertubrukan dengan mata In Joo. Keduanya terdiam. Sama-sama berusaha menyembunyinya sinar keterkejutan. Raut wajah mereka bukanlah seperti orang yang baru mengenal. Tapi… seperti sudah lama saling mengenal. Entahlah.

In Joo berpaling dari tatapan Kyuhyun, menatap Sooyoung dengan pandangan siapa-dia pada Sooyoung. Sooyoung yang mengerti langsung mengenalkan keduanya.

“In Joo-ya, ini Kyuhyun. Em… temanku. Kyu-ya, ini In Joo, temanku.”

Mereka bertiga terdiam. Tak tahu harus mengatakan apa. Terlebih In Joo dan Kyuhyun. Keduanya saling berpandangan seolah berbicara tewat tatapan masing-masing. Seorang pelayan wanita datang mengantarkan makanan. Membuat Sooyoung tersadar dari lamunannya.

“In Joo-ya, kau mau bergabung dengan kami? Kebetulan kami belum makan apa-apa,” Sooyoung menarik lengan In Joo agar duduk di sampingnya. Lagi pula dengan adanya In Joo, suasana canggung yang dirasakan Sooyoung tadi bisa teratasi. In Joo berfikir sejenak sebelum menyetujui. Dia memandang Kyuhyun sekilas dan menganggukkan kepalanya. “Baiklah,”

***

Mereka makan malam dengan ceria—tidak termasuk Kyuhyun. Terdengar celoteh-celoteh In Joo tentang Amerika dan disahuti oleh Sooyung dengan semangat. Namun Kyuhyun hanya diam. Memperhatkan keduanya tampa mau ikut campur.

Dasar wanita. Kalau sudah bertemu ada asaja yang dibicarakan.

Akhirnya makan malam yang agak canggung itu selesai sudah. Mereka—lebih tepatnya Sooyoung dan in Joo—asik bercerita dan mengabaikan kyuhyun yang duduk jengah di antara mereka berdua.

Ponsel Kyuhyun berbunyi.

“Ya? Hm, aku akan kesana,” Kyuhyun memasukkan lagi ponselnya ke saku celana. Dia menatap Sooyoung dan in Joo bergantian.

“Aku… ada sedikit urusan. Aku pergi dulu,” kyuhyun berdiri dari kursinya, menatap sekitar dan berlalu, meninggalkan Sooyoung dan In Joo.

***

“Kyuhyun itu siapa?” tanya In Joo setelah Kyuhyun tak terlihat lagi.

“Hm??”  Sooyoung mendongak.

In Joo menghela nafas. Tampaknya sooyoung tak mendengar apa yang ditanyakannya barusan. Entah apa yang dipikirkan yeoja itu.

“Kyuhyun…” ulang in Joo.

Sooyoung kelagapan. Sedari tadi dirinya memang tak mendengar apa yang diucapkan In Joo. Pikirannya menerawang, memikirkan Kyuhyun. Kenapa raut wajah Kyuhyun tadi sangat berbeda? Kyuhyun pergi ke mana? ada urusan apa? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang tersimpan di kepala Sooyoung.

“K-Kyuhyun? Oh… dia temanku, kami satu sekolah. Dan kebetulan, kami tinggal bersebelahan di flat,” ucap Sooyoung.

In Joo mengerutkan dahinya. Kebetulan? Di dunia ini, tidak ada yang namanya kebetulan. Pikirnya.

“Kyuhyun tinggal di flat? Flat?” tanya In Joo tak percaya. Sooyoung mengerutkan dahinya. “Kau mengenal Kyuhyun, in Joo-ya?”

“E-eh? Ti-tidak. Aku hanya… tahu kalau dia anak miliarder. Iya, aku hanya tahu namanya saja melalui majalah. Ak-aku hanya terkejut anak kaya seperti dia tinggal di flat. Hehe,” jawab In Joo kelagapan. Tak mungkin dia membongkarnya disini bukan? Sebuah rahasia haruslah tersimpan dengan baik sampai saatnya terbuka dan mengungkapkan kebenaran yang ada. Bukankah begitu?

Tanpa sepengetahuan Sooyoung, In Joo mengepalkan kedua tangannya di bawah meja, matanya berkilat tajam. Sesuatu telah menguasainya. Amarah.

***

Sooyoung meraba-raba kasurnya mencari keberadaan handphone miliknya. Benda persegi itu berbunyi nyaring dan mengganggu tidur nyenyak Sooyoung. Sooyoung mendapati benda persegi itu, membuka sedikit matanya untuk melihat siapa yang mengeirim SMS di pagi hari seperti ini.

Sooyoung-ah. Aku pergi dulu ke suatu tempat. Kau tahukan? Biasanya seseorang melakukan sesuatu sebelum bertanding. Sampai jumpa di pertandingan nanti.🙂

***

Sooyoung memakan sarapannya cepat-cepat. Dia nyaris saja terlambat datang ke Tokyo Spirit—arena lomba renang—kalau tidak terbangun oleh SMS In Joo tadi pagi.

“Uhuk, uhuk!” Sooyoung menepuk-nepuk dadanya kuat dan cepat-cepat meneguk air mineral. Karena terlalu tergeas-gesa, air yang diminumnya tumpah hingga membasahi baju bagian depannya. Sooyoung mengupat pelan. Kenapa dia bisa seperti bocah di negara orang lain?

“Itu hukumanmu karena makan tanpa mengajakku,” sebuah suara mengejutkan Sooyoung. Gadis itu cepat-cepat menolehkan kepalanya ke belakang saat mengenali suara itu, suara milik Kyuhyun.

Namja yang dipandangnya berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Raut wajahnya mengisyaratkan kekesalan bercampur geli. Mungkin dia tertawa saat melihat Sooyoung tersedak.

Sooyoung memandang kyuhyun dari atas hingga bawah. Lelaki itu memakai kaus hitam dengan tulisan “catch me” di bagian depan dan di padukan dengan celana jeans abu-abu yang tampak pas di kakinya. Penampilan biasa yang sialnya terlihat luar biasa di mata Sooyoung. Saat Kyuhyun melewati Sooyoung hendak duduk di seberang meja, saat itulah Sooyoung melihat tulisan “If you can” di bagian belakang kaus hitam tersebut.

Catch me if you can. Sooyoung merangkai kata-kata itu dalam hati dan tersenyum kecil. Sooyoung tersentak, teringat bahwa dirinya hampir saja terlambat.

Sial!

Sooyoung menyambar tasnya dan melangkahkan kakinya keluar, tak mempedulikan teriakan Kyuhyun yang memanggilnya. Masa bodoh! Dia harus cepat jika tak ingin terlambat ke Tokyo Spirit. Sooyoung memberhentikan sebuah taksi dan mengucapkan alamat Tokyo Spirit dengan bahasa Jepang yang cukup bagus.

***

Sooyoung menjalin kesepuluh jarinya di depan dada dan mulai berdoa dalam hati. Dia sudah berusaha dengan baik. Dan jikalau pun hasilnya tidak seperti yang Sooyoung harapkan, setidaknya dirinya sudah berusaha dan mempunyai pengalaman agar lebih baik ke depannya.

Sooyoung memandang ke sekeliling. Tak banyak yang menonton karena perlombaan ini memang diadakan di dalam ruangan. Mungkin karena hanya perlombaan untuk mengeratkan kerja sama dan bukannya pertandingan nasional, kerena itulah penonton tidak banyak seperti biasa Sooyoung ikut lomba.

Mata sooyoung sedikit melebar saat pandangan matanya bertemu dengan Kyuhyun. Ya, Kyuhyun berada di antara kerumunan penonton. Walau bibirnya cemberut karena ditinggal tadi, tapi Kyuhyun memberi semangat dengan mengepalkan kedua tangannnya sambil berkata “fighting” tanpa suara.

Sooyoung mengangguk menerima dukungan dari Kyuhyun. Tadi, di dalam doanya, Sooyoung tak berharap banyak, tapi dia ingin Kyuhyun dapat datang dan melihat penampilannya.

Dan doanya terkabul.

***

“Ini,” Kyuhyun menyodorkan botol air mineral di hadapan Sooyoung. Sooyoung menerimanya dan langsung meminumnya. “Terima kasih.” Tenggorokannya memang terasa kering karena perlombaan itu. Sooyoung masuk ke semi final, dan itu sudah sangat disenanginya.

“Kau mau jalan-jalan?” tanya Kyuhyun mendudukkan dirinya disamping Sooyoung. Mereka berdua berada di kantin gedung ini, mengistirahatkan tubuh sebentar.

“Jalan-jalan?” tanya Sooyoung sambil mengunyah buah apel yang juga disodorkan Kyuhyun.

“Hm, karena kita sedang di jepang, kenapa tidak?”

Sooyoung berfikir. Iya juga. Waktunya di Jepang hanyalah tiga hari. Dan ini sudah masuk hari kedua. Kapan lagi dia bisa berjalan-jalan di jepang kalau bukan sekarang? Pikirnya dalam hati.

Sooyoung melihat In Joo dari kejuhan dan melambaikan tangannya. In Joo yang kebetulan melihat menghampiri keduanya.

“In Joo-ya, kau mau ikut dengan kami?” tanya Sooyoung. Kyuhyun menatap Sooyoung kesal. Dia ingin berjalan-jalan berdua saja dengan Sooyoung. Tidak dengan orang lain. Terlebih In Joo.

In Joo terdiam sebentar, menatap wajah Kyuhyun aneh sebelum menjawab. “Mian, aku tak bisa. Ada yang harus kulakukan setelah ini,” jawabnya dengan nada menyesal. Sooyoung mendesah kecewa.

“Gwenchana,” Sooyoung kembali menggigit apelnya.

***

Sedari tadi senyum lebar tak pernah lepas dari wajah sooyoung. Waau raut lelah tak dapat disembunyikannya, namun seolah rasa lelah itu tertutupi dengan rasa senangnya.

Mereka berdua kini duduk di taman kota. Menikmati jajanan yang mereka beli saat berjalan menyusuri Tokyo tadi. Mereka mencoba banyak makanan. Yang paling disukai Sooyoung adalah takoyaki. Gadis itu bahkan hampir menghabiskan seuruh uangnya hanya untuk membeli itu dan memakan semuanya. Entah berapa besar lambung yang dimiliki gadis itu sehingga semua makanan itu habis dimakannya.

“Ah, capeknya,” Sooyoung merenggangkan tubuhnya. Dia tidak berbohong. Tubuhnya benar-benar lelah. Belum lagi besok dia harus berlomba lagi di semi final sebelum masuk ke babak final.

“kaja, pulang. Kau harus istirahat untuk besok bukan?” Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya di depan Sooyoung.

Sooyoung tertegun. Mengerjab beberapa kali sambil memandangi tangan Kyuhyun yang terulur di depannya. Apa maksud Kyuhyun dengan mengulurkan tangannya seperti itu?

Mau tak mau—karena Kyuhyun memaksa—akhirnya Sooyoung menyambut uluran tangan Kyuhyun dan berdiri dari kursi taman itu. Hari mulai sore dan perkataan Kyuhyun benar. Sooyoung harus istirahat.

Mereka berjalan mencari halte bus terdekat. Walau mereka berjalan berdampingan dan tidak saling menggenggam, namun Sooyoung sedari tadi salah tingkah. Berkali-kali dirinya melirik Kyuhyun seolah ada yang salah dengan wajah lelaki itu.

Kami jalan-jalan berdua. Jajan bersama, duduk bersama. Bukankah itu sama saja seperti kencan?

Mereka melihat halte bus terletak di seberang jalan sana. Mau tak mau mereka harus menyebrang. Mereka menunggu lampu lalu lintas hingga merah sebelum kemudian menyebrang.

Bruk!

Sooyoung menoleh ke belakang saat mendengar suara bedebum yang cukup keras di belakangnya.

“K-kyuhyun-ah,” panggil Sooyoung panik sambil mendekati Kyuhyun yang terduduk di aspal jalan. Di depannya sebuah mobil berwarma hitam terparkir asal asalan. Seorang lelaki berumur sekitar 30-an keluar dari mobil tersebut. Ia menghampiri Sooyoung yang sedang membantu Kyuhyun berdiri.

“Moshiake arimasen, doko itai irun desu ka?” (Maaf, dimana terasa sakit?) tanyanya sambil membantu Sooyoung yang kesusahan. Kyuhyun menggeleng.

“Daijobu desu, gomennasai,” (aku baik-baik saja. Maaf)

“Hontoni?” (sungguh?) tanya lelaki itu. Kyuhyun mengangguk kemudian melepaskan rangkulan Sooyoung di bahunya.

“Honto desu,” jawab Kyuhyun sambil menunjukkan bahwa tidak ada luka di kaki mapun di tubuhnya yang lain walai kakinya sedikit lecet. Setelah meminta maaf, lelaki itu kembali menjalankan mobilnya.

Sooyoung mendesah dan mengupat pelan sambil memperhatikan mobil hitam itu menjauh. Apa dia tidak melihat bahwa lampu merah sudah menyala? Dasar!

“kau baik-baik saja Kyuhyun-ah?” tanya Sooyoung memperhatikan kaki Kyuhyun.

“Gwenchana. Lihat, tidak ada luka,” ucapnya tersenyum kecil. Namun Sooyoung merasa Kyuhyun tidak baik baik saja. Jelas saja, lelaki itu berusaha menyembunyikan ringisannya.

Tuk!

“Sakit!”

Kyuhyun reflek berjongkok sambil memegang kaki kirinya kesakitan. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya kesal. Sial, Sooyoung terlalu pintar untuk bisa dibohonginya. Gadis itu sengaja menendang kakinya untuk melihat reksinya. Dan ringisan serta gerakan reflek Kyuhyun membuktikan bahwa kakinya tidak baik baik saja.

“Lihat? Kakimu tidak baik-baik saja, Kyuhyun-ah. Ayo ke rumah sakit.”

***

“Pulanglah.” Kyuhyun menatap wajah Sooyoung yang sedang melirik jam tangannya. Gadis itu mendongak menatap Kyuhyun. “kau harus istirahat untuk lomba besok bukan?” lanjut Kyuhyun.

Sooyoung menatap kaki Kyuhyun yang dibalut dengan perban. Dokter yang merawat Kyuhyun tadi mengatakan bahwa kaki Kyuhyun hanya terkilir ringan dan akan sembuh jika beristirahat banyak.

“Kau baik baik saja disini? Tidak mau pulang ke hotel?” tanya Sooyoung. Entah kenapa perasaannya gelisah. Hey, itu bukan penyakit parah yang harus menginap dirumah sakit bukan? Beristirahat di kamar juga akan sembuh dengan sendirinya. Jadi, kenapa Kyuhyun bersikeras agar menginap di rumah sakit? Hanya untuk kakinya terkilir sedikit?

“E-em, aku baik baik saja. Sudahlah, ini hampir jam sepuluh malam. Mungkin In Joo mencarimu kesana kemari,” ujar Kyuhyun berusaha mengusir Sooyoung secara halus. Sooyoung mengerutkan dahinya. Gadis itu mengeluarkan handphonenya. Mengecek pesan masuk yang mungkin belum dibacanya karena terlalu sibuk dengan perawatan kaki Kyuhyun tadi.

Sooyoung membuka pesan dari In Joo. Tampaknya Kyuhyun benar. In Joo mulai mengkhawatirkan dirinya karena tidak menjawab maupun mengangkat satupun panggilannya.

Ya! Kau dimana. Bukannya kita akan makan malam bersama?

Apa kau sedang bersama Kyuhyun?

Balas pesanku.

Kau mengacuhkanku?

Ya, aku benar-benar marah.

Baiklah. Kutunggu 30 menit lagi di restoran hotel. Jika kau tak datang, aku akan ngambek.😦

Sooyoung tersenyum kecil membaca beberapa pesan dari In Joo. Dasar! Gadis itu sama sekali tidak berubah. Sooyoung melirik jam tangannya. Gawat! Waktunya tinggal 15 menit lagi sebelum In Joo benar-benar melancarkan aksinya.

“Baiklah. Aku pergi.”

***

Keesokan harinya. (perlombaannya sengaja di skip)

Sooyoung menghela nafasnya panjang. Kaki dan tangannya terasa pegal. Walau dia bisa menempati juara ketiga di perlombaan kali ini, namun entah mengapa perasaannya tidak gembira. Ada sesuatu yang mengganggunya.

Ya, orang itu!

Lelaki paruh baya yang memberikannya piala atas kemenangannya satu jam yang lalu benar-benar tak asing lagi baginya. Lelaki dengan kewarganegaraan Korea itu membuat Sooyoung bernostalgia dengan masa lalunya.

In Joo menghampiri Sooyoung yang duduk sendirian di lobi Tokyo Spirit sambil menenteng ranselnya. “Ah, capeknya,” ucap In Joo sambil mendudukkan dirinya disamping Sooyoung. Sooyoung tersentak. Ia tak menyadari keberadaan in Joo tadi.

“Ku dengar Kyuhyun kecelakaan. Benarkah?” tanya In Joo penasaran. Sooyoung mengangkat sebeah alisnya. Wah, informasi dengan cepat bisa tersebar. Ya, lagipula dia anak miliarder. Tidak ada yang aneh dengan itu. Gumam Sooyoung dalam hatinya.

“Em. Kakinya terkilir kemarin saat kami jalan-jalan berdua.”

“Ja-jalan-jalan?” ada nada tak suka dari cara in Joo berbicara barusan. Namun ia bisa dengan mudah menutupinya hingga membuat Sooyoung merasa bahwa itu hanya perasaannya saja.

“Y-ya, begitulah.” Tanpa terasa pipi Sooyoung memerah. Jalan-jalan dengan Kyuhyun? Sudah biasa dilakukannya walau bukan ‘date’. Tapi tetap saja ia berduaan dengan Kyuhyun. Dan kali ini mereka berdua melakukannya di Jepang. Ya… cukup mengesankan walau ada insiden kecelakaan itu.

“Di rumah sakit mana ia dirawat?” tanya In Joo. Sooyoung menghentikan senyumannya. Kemudian berfikir. Benar juga. Ia tidak terlalu ingat nama rumah sakit itu.

“Em… Su… natsu… seperti itulah. Aku tidak terlalu mengingat dengan jelas namanya.”

“Mungkin, maksudmu Natsura hospital?” tanya In Joo. Sooyoung menatap In Joo dengan mata sedikitbersinar.

“Ya, itu dia! Natsura Hospital,” ujar Sooyoung bersemangat.

Natsura Hospital? Bukannya itu tempat ‘dia’ dirawat?

***

“Tapi kau hebat bisa mengetahui namanya, In Joo-ya,” Sooyoung yang berjalan disisi In Joo tampak senang. “E-eh? Iya. Aku pernah mendengar rumah sakit ini sebelumnya.”

“Kira-kira Kyuhyun ada di kamarnya tidak ya? Atau dia sudah pulang? Tapi ini sudah hampir malam. Mungkin saja ia sudah kembali ke hotel. Apa kita baiknya pulang saja, In Joo ya?”

In Joo yang sebenarnya tidak terlalu mendengar ocehan sooyoung menghentikan langkahnya. Sedari tadi pikirannya melayang. Memikirkan Kyuhyun dan dia. Ya, dia! Kyuhyun pasti sedang bersamanya sekarang.

“Hmm, a-aku ke kafetaria dulu. Aku haus. Ya, haus. Jika kau telah bertemu dengan Kyuhyun kau bisa menghubungiku. Ok?” ucap In Joo mempercepat langkahnya, meninggalkan sooyoung di belakang dengan tanda tanya di kepalanya.

“Seingatku kemarin kamar yang ini.”

Sooyoung menggeser pintu kamar itu. Tidak ada siapapun disana. Apa dia salah masuk ke kamar? Uah, memalukan. Tapi saat Sooyoung akan meninggalkan kamar itu, matanya tak sengaja melihat baju yang terlipat rapi di atas ranjang. Kaos berwarna hitam dengan tulisan “Catch me” yang jelas terlihat.

Itu baju milik Kyuhyun.

Ia tidak salah masuk kamar. Jadi, dimana Kyuhyun sekarang? Bukannya dengan kondisi kakinya yang terkilir seperti itu ia tidak bisa bergerak terlalu banyak? Pikir sooyoung. Sooyoung keluar dari kamar inap itu mencari Kyuhyun. Mungkin saja lelaki itu merasa bosan di dalam kamar dan memutuskan untuk berjalan jalan. Ya, mungkin saja.

“Dia gadis yang baik. Walaupun kelakuannya sedikir aneh tapi ia selalu bisa menghiburku,”

Sooyoung menghentikan langkahnya. Suara itu… milik Kyuhyun.

Sooyoung menajamkan pendengarannya. Tidak salah lagi. Itu memang suara Kyuhyun. Tapi ia berbicara dengan siapa? Sooyoung melangkahkan kakinya pelan mencari sumber suara. Dan gadis itu kini berdiri di depan kamar inap VIP dengan tangan terulur di knop pintu.

Ia tak bisa menahan rasa penasarannya dan mulai menggeser pintu pelan. Mata Sooyoung melebar. Kyuhyun duduk membelakanginya, sedang menggenggam tangan seorang wanita yang terlelap di atas ranjang dengan alat-alat kedokteran menempel di sekujur tubuhnya. Hanya sekali lihat saja Sooyoung tahu bahwa wanita itu pasti mengalami penyakit yang cukup parah.

Sooyoung memberanikan dirinya masuk ke kamar itu. Kyuhyun masih belum menyadari keberadaan Sooyoung yang berdiri di belakangnya. Namja dengan pakaian yang sama dengan gadis yang terlelap itu mengelus tangan wanita itu dengan lembut. Perlakuan yang cukup membuat Sooyoung merasakan sakit di hatinya.

Cemburu kah?

“Hyori-ya. Iroena. Bukannya kau berteman dengannya? Kau tidak ingin bertemu dengannya? Ia kini menjadi perenang yang baik. Mungkin kau bisa bersaing dengannya. Hyori… kumohon.”

Sebelum Sooyoung sempat menyadari semuanya, Kyuhyun terisak pelan. Bahu yang biasanya terlihat kuat kini bergetar ketakutan. Sooyoung mengangkat sebelah tangannya hendak menyentuh bahu Kyuhyun. Rasa ingin memeluk Kyuhyun yang ada pada dirinya terasa kuat. Namun gerakan tangan itu terhenti di udara.

Sooyoung dengan cepat menoleh ke arah wanita yang terlelap di atas ranjang itu. Mata Sooyoung membulat sempurna. Wajah Sooyoung pucat pasi. Kakinya tiba-tiba terasa lemas dan suaranya tercekat di tenggorokan.

“H-hyo…ri?!”

***

Mian lamaaa….😄

Ini ngetiknya minjam lapak orang sebentar karena  lappy sedang ‘sakit’.

Dan, dia part ini kayaknya belum jelas juga ya, siapa Kyuhyun, In Joo, dan hubungan mereka dengan Hyori.

Dan—mungkin—di part selanjutnya bakal dijelasin satu persatu. Maaf typo yang bertebaran. Maaf dengan cerita yang membosankan. Ya, hanya seginilah kemampuanku menulis. Karena banyaknya kekuranganku disana-sini, oleh karena itu aku—sangat—ingin mendapatkan masukan dari semua yang telah membacanya.

Aku tunggu. (maksa dikit😄 )

 

36 thoughts on “[Series] Water Love (Part 8)

  1. sandia says:

    Noh kan bener, kyu ada hubungan sama hyori, terus hubungannya sama injoo apa? Jangan vilang mereka mau bales dendam. Terus kyu siapanya hyori? Jangan pacar dong😭

  2. jungfanny says:

    hyori siapanya kyuhyun? in joo juga siapanya kyuhyun? ._.
    next part nya yaaa😉 ditunggu

  3. Sistasookyu says:

    Hyori siapa?
    Knpa jadi sama kyu? Terus injoo kenapa kok kyk nya tau tentang kyu? Tau apa ya?
    Syo berasa di php-in😀

  4. jd penasaran hubungan kyu sama hyori sebenernya apa sih? kok hyori kayak menghindar dri kyu kayak gitu.
    tp sebenernya si kyu suka sama soo gak sih???
    lanjut terus yaa thor penasaran sma next part nya

  5. Rizky NOviri says:

    iya tuh..
    apa hubngan kyu ama injoo.. dan hyori??
    jd yg d sayangi kyu hyori gitu??
    huaa kok aku yg patah hati ya..😥

    next next
    penasaran akuh.. :3

    gaya bahasa udah enak di baca.. penyampaian cerita juga menarik.. good job deh..🙂

    ditunggu lho ya next part nya… ASAP😀

  6. farida_salma says:

    aku agak bingung dengan ceritanya
    karena aku lupa jalan ceritanya atau gimana entahlah
    hubungan kyu, hyori, injoo, soo udh dijelaskan belum di part sebelumnya?
    kalo udah berarti harus baca ulang ini T__T

    next part ditunggu😀

  7. fransiscafrtnta24 says:

    hah ?! hyori itu ktny d amerika ???? trs injoo kok d disini kyk ga suka ama sooyoung yaa ??? itu kenapa kyu bsa kenal hyori ?!!!
    kyasaaaaa penasarann selanjutnyaaa
    ditunggu, author hwaiting !

  8. ria^^knight says:

    apakah kyu,in joo,dan hyori adlh tmn d masa lalu?atau kyu mempunyai hub spesial dgn salah satu d antara mereka?
    Lalu hub soo sm hyori apaan?

  9. Sayekti says:

    Hyori itu siapa? Apa sih hubungan kyuppa dan injoo? Penasaran banget chingu. Wah ditunggu next chapternya chingu.

  10. met says:

    Daebak
    Itu injoo,kyu sma hyori ad hub ap? Trus yg wktu itu mau bls dendam jg siapa?donghae kah?*asal nebak >,< abaikan
    Nah trus gmna reaksi soo pas udh tau kalo hyori itu kenal sma kyu
    Penasran nih
    Ditunggu ne nextnya cpt😀

  11. icha dewi says:

    penasaran banget sebenarnya hubungan mereka2 itu apa ?
    aku takut mereka sengaja berteman sama soo itu hanya untuk balas dendam aja karna uda buat hyori koma
    arrghh greget gk sabar nunggu penjelasan di next partnya

  12. sisca says:

    Kyuyoung udh mulai ada rasa suka kah ?._.
    Ahh ceritanya bener-bener makin menarik ditunggu part 8nya thor;)

  13. risma_pngst says:

    Akhirnya di lnjut jga stelah sekian lama…
    Masih bnyk teka tekinya pasaran bgt hyori itu siapa?apa hbungnnya kyu ama hyori?injoo knpa reaksi gitu kyk ada yg d smbunyiin?
    Di tunggu klnjutannya jgn lama2 penasaran bgt

  14. mongochi*hae says:

    ciye…..kyany soo mulai ska nh dg kyu ?
    tp ap perasaan kyu pd soo sama ?
    shingga dia mperlakukan soo sprti it ?
    lalu ap hub mereka dg hyori ?

    next dtunggu

  15. Youngra park says:

    Aaa padahal semuax ma di tutupi knp jdi ketahuab aku penasaran sama semua reaksi orang kyuppa,sooeoni semuax next part di tnggu yg lebih ku takuy hyori adalah pacarx kyuppa aduhh skit hati pastix sooeoni

  16. Yampunnn…
    Aq nunggu ni ff smpe jamuran. *eh😀
    Tpii mrasa puas dan sneng krna akhir.A d.lanjut. Oia, sbner.A kyu suka g’seeh sma Syoo..???!!

  17. Hyori itu siapa nya Kyuhyun? Trus kayaknya Sooyoung kenal sama Hyori. Keknya Sooyoung mulai cemburu gitu ya sama Kyuhyun. Part selanjutnya jangan lama-lama ya^^

  18. gita says:

    Hyori siapanya kyu tuh?
    Kyknya sooeon cemburu nih kyu dkt sma cewek lain
    Makin banyak rahasia yg blum terungkap
    Ditunggu next.a, jangn lama”

  19. Vi says:

    Iya nih masih belum jelas siapa mereka sebenernya. Kyuhyun siapanya hyori? Apa yg injoo tahu tentang kyuhyun & hyori? Aduh pusing -,-

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s