[SERIES] The Pureblood (Part 2 : Vampire is Back)

the-pureblood

Title                                       : [SERIES] The Pureblood (Part 2 : Vampire Is Back)

Author                                  : Chuyleez

Main Cast                            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung (Yoo Min Ji), Lee Donghae, Kim Hyoyeon

Support Cast                      : Lee Joon, Kris Wu, Yang Seung Ho.

Genre                                   : Fantasy, Romance, Horror, Psycopath

Rating                                   : 16

Length                                  : Series

Annyeong chingudeul….. Akhirnya setelah 4 bulan vakum, author comeback dengan FF The Pureblood. Masih adakah yang ingat cerita part 1 – nya? Atau masih adakah yang ingat cerita sebelumnya (FF Vampire Blood)? Untuk yang lupa dengan jalan ceritanya, bisa klik The Pureblood (Part 1 : Seal).

Disini Sooyoung masih menganggap dirinya adalah Yoo Min Ji, jadi jangan bingung yah.

Jika ada kesamaan antara FF ini dengan FF lain yang sudah di publish, harap mention di facebook Andria Sulis atau twitter @chuyleezluvsuju. Jangan lupa kunjungi Blog Pribadiku untuk baca FF lainnya di http://kfeverz.wordpress.com . Happy reading All ^^

***

 “Wangi manis yang perlahan mulai tercium. Bagai bunga bermekaran di musim semi. Semakin lama bau manis semakin lekat seiring dengan kau yang perlahan kembali ke wujud aslimu.”

….

Sinar lampu di malam hari tampak begitu menusuk penglihatan seorang gadis yang baru saja membuka kedua matanya. Dahinya tampak berkerut dengan kedua mata yang menyipit. Tidak suka ketika cahaya yang bersinar terang itu mengganggu penglihatannya.

“Hyo, kau sudah sadar?”

Gadis itu menoleh ketika mendengar seseorang tengah berbicara padanya. Dia memandang gadis itu sebentar. Kesadarannya baru saja pulih sehingga untuk berfikir saja agak sedikit lamban.

“Min Ji?” Ucap gadis itu dengan susah payah.

Gadis yang selalu menunggunya hingga sadar itu hanya mengangguk sembari menampakkan senyum manisnya. Gadis yang merasa memiliki nama Min Ji dan Sooyoung, namanya di masa lalu.

“Maaf yah. Kau pasti menungguku disana.”

Sooyoung (Min Ji) hanya menggeleng, “Tidak. Aku hanya sebentar disana.” Jawabnya berbohong. “Aku khawatir sekali mengetahui kau mengalami kecelakaan. Sudahlah, jangan memikirkan apapun. Eum, apa kau mau makan sesuatu? Mau ku kupaskan buah?” tawarnya.

“Aku ingin cemilan saja. Bukankah kau takut memegang pisau?”

“Tapi aku ingin mencobanya sekali. Aku janji akan mengupasnya perlahan sehingga jariku tidak terluka. Oh ya, tadi Direktur datang menjengukmu dan membawa buah yang segar. Aku jadi tergiur.”

“Baiklah, aku mau.”

Sooyoung mengambil sebuah apel dari keranjang buah dan sebuah pisau. Dia memandang dengan jeli pisau buah itu. Seperti yang dia katakan tadi, dia melakukannya dengan sangat hati – hati. Tidak membiarkan jarinya terluka sedikitpun.

“Maaf yah, mengupas buah apel saja aku memakan waktu lama.” Sesalnya.

“Tidak apa – apa. Sudah lama sekali aku ingin makan buah yang kau kupas.”

Sooyoung memotong buah apel yang dia kupas dengan ukuran kecil. Sama seperti tadi, kedua matanya memandang jeli pisau dan memotongnya dengan hati – hati.

“Akh!” Sooyoung meringis ketika tak sengaja jarinya tergores ujung pisau. Darah segar mengalir dari ujung jarinya.

“Gwenchana?” Hyoyeon tampak panik. Ingin sekali dia membantu Sooyoung, tapi dirinya sendiri masih lemah. Belum bisa bangkit dari posisinya berbaring.

“Ne, gwenchana.” Sooyoung tanpa sadar memasukkan jarinya yang berdarah ke dalam mulutnya. Tentu saja membuat Hyoyeon merasa jijik.

“Soo, kan ada tissue di atas nakas. Darah yang keluar dari jarimu kan banyak kumannya, mengapa dimasukkan ke mulut?”

“Eh? Ah, gerak refleks.”

“Refleks?”

“Ah itu…. Aku kemarin baru saja nonton drama korea terbaru. Ada adegan romantis pas pemeran utamanya sedang memasak di dapur. Ketika pemeran yang perempuan terluka karena jarinya teriris pisau, pemeran pria langsung mengambil jarinya dan menghisap darahnya.”

“Tapi itu kan drama Soo. Bukan sungguhan.”

“Eh, begitu yah?” Sooyoung menggaruk tengkuknya yang nyatanya tidak gatal sama sekali.

“Sini, biar aku saja yang memotongnya. Bantu aku untuk duduk.”

“Tapi kau kan masih lemah.”

“Kalau aku terus berbaring, aku akan terus merasa lemah.”

Sooyoung akhirnya menuruti permintaan Hyoyeon. Menuntun gadis itu untuk duduk, meskipun harus mendengar rintihannya ketika lukanya tersentuh.

“Tapi apa kau yakin bisa duduk? Kau baru saja sadar, Hyo.”

“Kau tidak percaya padaku? Aku ini gadis yang kuat.” Hyoyeon mengambil apel dan pisau yang diletakkan di atas nakas. Memotongnya dengan cepat tanpa tergores sedikitpun. Jelas saja, gadis ini sudah biasa berhubungan dengan dapur. Memotong buah dan sayuran adalah hal yang mudah untuknya. “Ini buka mulutmu.” Hyoyeon menawarkan diri untuk menyuapinya.

“Eh? Kau saja dulu. Kau yang memotongnya.”

“Sudahlah, ini juga kau yang mengupasnya dengan susah payah.”

Sooyoung kembali menuruti permintaan Hyoyeon. Dia membuka mulutnya dan Hyoyeon menyuapinya.

“Buahnya enak.” Komentar Hyoyeon ketika memasukkan potongan apel ke mulutnya sendiri.

“Kau benar.” Ujar Sooyoung sambil mengunyah.

Sooyoung memandang jari telunjuknya yang terluka. Tampak ada sesuatu yang mengganggu fikirannya.

“Aku tidak tahu mengapa tubuhku refleks memasukkan jariku yang berdarah ke dalam mulut. Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, tapi semenjak….” Sooyoung melirik ke arah Hyoyeon yang kini tengah mengupas apel kemudian menyantapnya dengan lahap, “Ah, apa yang kau fikirkan, Min Ji~ah… Tidak ada hubungannya kan?”

***

Kyuhyun membuka kedua matanya perlahan. Hawa dingin tiba – tiba menusuk kulitnya. Dia mengedarkan pandangannya dan menyadari dirinya masih di dalam garasi mobil yang terbuka. Dilihatnya langit sudah menghitam. Suasana sekelilingnya pun tampak sepi.

“Sepertinya sudah tengah malam.”

Kyuhyun melangkahkan kakinya memasuki rumah yang telah dia tempati selama dua puluh delapan tahun dia hidup.

“Sepertinya Appa dan Omma belum pulang.”

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika melihat senapan besar yang terpajang di ruang tamu. Sebuah senapan antik yang sudah tidak diproduksi lagi saat ini.

“Ah!” Kyuhyun mencengkeram kepalanya yang terasa nyeri. “Kenapa…. Kenapa aku?”

Bagai film yang berputar cepat, ingatan di masa lalu kembali muncul.

Ketika Sooyoung menyerahkan dirinya pada Kyuhyun. Ingatan ketika dirinya sendiri menghisap darah Sooyoung tanpa bisa menghentikannya.

“Jadi aku….” Ingatan manusia setengah vampire-nya telah kembali, “Vampire….” Kyuhyun tampak berfikir keras, berusaha mengingat – ingat ingatannya yang mungkin terbuang.

Seakan menjawab pertanyaan dalam diri Kyuhyun, ingatannya selama menjadi manusia setengah vampire terus berputar dengan cepat. Hingga ingatannya yang terakhir ketika dia menghisap darah Sooyoung.

“Aku manusia setengah vampire yang mendapat darah dari Tuanku. Dan sekarang, aku sudah menjadi manusia seutuhnya berkat gadis itu…. Gadis yang mengorbankan dirinya untukku.”

Kyuhyun membangkitkan tubuhnya dan kembali mengambil kunci mobilnya yang diletakkan di atas meja. Namun baru sampai di depan pintu, langkahnya terhenti ketika melihat sepasang manusia yang tengah menutup pagar rumahnya. Kedua orang tuanya Jungsoo dan Taeyeon.

“Omma… Appa… Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak mengerti kenapa aku bisa lupa bawa senjata. Padahal kita sudah sampai di markas.” Keluh Jungsoo.

“Apa kalian tidak merasa semua ini aneh?”

“Aneh?”

Kyuhyun meminggirkan tubuhnya untuk membiarkan kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah. Sama seperti dirinya, keduanya juga terkejut ketika melihat senapan antik yang kini terpajang dalam lemari kaca.

“Kenapa… Kenapa ini disini?” tanya Taeyeon bingung.

“Aku juga tidak mengerti. Ketika aku sampai di rumah, senapan itu sudah berada disana. Aku merasa seperti seseorang selama ini menghapus ingatan kita tentang vampire.”

“Ne?”

“Kau lihat… Aku masih merasa bahwa aku ini manusia setengah vampire, tapi ternyata… “ Kyuhyun menunjukkan kalender di dinding kamarnya yang menunjukkan tahun 2015. “Sudah empat tahun aku hidup sebagai manusia.”

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Jungsoo tampak heran. “Kita harus memastikannya ke asosiasi.”

Kyuhyun dan Taeyeon mengangguk setuju. Dengan segera mereka meninggalkan rumah. Mereka butuh kepastian tentang apa yang terjadi sebenarnya.

***

Lagi, untuk ke sekian kalinya Pria itu duduk termenung disamping peti mati yang berisi jasad seorang wanita cantik bergaun pengantin. Wanita itu tampak memejamkan mata dan tersenyum. Kulitnya yang putih menampakkan dirinya layaknya sebuah boneka sungguhan.

“Sajangnim, ini dokumen yang harus anda pelajari mengenai tender untuk selanjutnya.” Ucapan seorang Pria lain yang merupakan asistennya mengusik ketenangannya memandang wajah pujaan hatinya itu.

Pria itu, Kris, seorang Pria yang ditinggal mati tunangannya, Seohyun, kini tampak seperti mayat hidup. Dia hanya sekilas membolak – balikkan dokumen kemudian membubuhkan tanda tangan, sebagai tanda dia menyetujui apa yang tertulis di dokumen itu. Perusahaan yang dipimpinnya saat ini, dikendalikan oleh asistennya yang merupakan tangan kanannya saat ini. Dia sendiri hanya di kamar, mengurung diri, dan hanya menerima laporan dari asistennya seperti sekarang.

“Sajangnim, ada seseorang yang hendak bertemu dengan anda.”

“Siapa?” Kris tampak acuh dan kembali melangkah mendekati peti mati Seohyun.

“Dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai Mr. X, tapi dia mengatakan akan memberikan memberitahu namanya langsung pada anda.”

Kris memandang asistennya dengan tatapan penuh tanya. Siapa orang misterius yang hendak bertemu dengannya?

“Suruh dia menunggu di ruang kerjaku. Aku akan kesana.” Pesannya.

“Ne, Sajangnim.”

Asisten Kris pergi untuk melaksanakan perintah Tuannya. Dia menemui seorang Pria bertopi hitam dengan mantel hitam yang panjangnya hingga lutut tengah duduk di ruang tamu.

“Maaf, Sajangnim menunggu anda di ruang kerjanya.”

Pria itu hanya menampakkan smirk yang terlihat mencurigakan. Asisten Kris tampak mengerutkan kening bingung, tapi tetap mengantarkan orang yang hendak bertemu dengan ‘boss’-nya meskipun harus meningkatkan tingkat kewaspadaan.

Asisten Kris membuka sebuah pintu coklat yang terletak di lantai atas rumah besar itu.

“Sajangnim, ini Mr. X yang hendak bertemu anda.” Ujar Asisten Kris memperkenalkan tamu yang berpakaian serba hitam itu.

Kris memandangi Pria itu, “Mr. X? Benar itu namamu?”

Pria itu tampak melirik pada asisten Kris yang tetap berada di ruangan. Mengerti maksud tamunya, Kris menyuruh asistennya pergi dengan isyarat tangan. Tak lama kemudian Asisten Kris meninggalkan ruang kerja boss-nya dengan kecurigaan yang meningkat dari sebelumnya.

Kini di ruangan tersebut tersisa dua orang yang saling memandang.

“Apa tujuanmu bertemu denganku?” tanya Kris to the point.

“Sebelumnya saya akan perkenalkan diri terlebih dahulu seperti janji saya.” Pria itu perlahan melepas topi yang menutupi kepalanya. “Namaku yang sebenarnya adalah Lee Joon…”

Kris tampak mengerutkan kening. Pria bernama Lee Joon itu terkesan mengulur – ulur waktu ketika berbicara.

“Aku adalah boss tempat Seohyun bekerja.” Lanjutnya.

Kris tampak membulatkan mata. Kini pemuda itu berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah mendekati Lee Joon.

“Aku turut berduka cita atas meninggalnya tunanganmu yang tercinta…” ucapan Lee Joon terpotong ketika tiba – tiba Kris mendorongnya ke dinding dan mencengkeram kerahnya.

“Apa yang kau lakukan pada Seohyun, hah?” Bentak Kris. “Apa kau yang membahayakannya? Kau membahayakan posisinya?”

“Seohyun sendiri yang meminta agar ditugaskan sebagai penyelendup obat – obatan itu.”

“Obat? Maksudmu narkotika? Kau menjadikan Seohyun seorang pengedar narkotika?”

“Tidak. Kau salah paham, kami tidak mengedarkan narkotika dan sejenisnya. Lagipula obat itu masih dalam masa pengembangan, belum diedarkan ke publik.”

“Lalu…. Kenapa…”

“Aku datang kesini juga membawa sebuah kabar baik. Baik jika kau juga mau bekerja sama dengan kami.”

“Bekerja sama? Apa maksudmu?”

“Obat yang sedang kami kembangkan adalah sebuah obat sihir yang bisa mengubah dunia. Obat sihir yang membuat manusia menjadi lebih baik daripada sekarang.”

“Obat sihir?”

“Aku akan mengatakannya lebih jauh lagi, tapi sebelum itu aku ingin persetujuan kerja samamu.” Lee Joon mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tanda persetujuan.

“Apa keuntungan yang akan kudapat dari obat sihir itu?”

“Kau akan menjadi salah satu penguasa di dunia baru yang akan tercipta nanti. Dan tentunya, didampingi tunangan cantikmu yang kini tengah terbaring dalam peti matinya.”

“Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Apa hubungan semua ini dengan Seohyun?”

Pria itu tersenyum miring, “Aku akan mengatakannya lagi jika kau mau bekerja sama denganku.”

“Aku tidak akan menyetujuinya jika kau belum menjawab pertanyaanku.”

“Ah, baiklah. Seperti yang dikatakan banyak orang adalah benar. Kau adalah seorang Pria yang selalu berhati –hati dalam bertindak. Pantas saja kau sukses di usia muda.”

“Jangan bertele – tele. Cukup jawab pertanyaanku.” Kris tampak tak sabar.

“Tunanganmu Seohyun, akan kembali hidup dengan obat itu.”

Kris tampak membulatkan matanya terkejut, “Tidak mungkin. Mana ada obat seperti itu?”

“Sudah kukatakan ini adalah obat sihir yang akan mengubah dunia.”

“Apa kau mau memberi bukti mengenai pengembangan obat yang kau lakukan? Kau tidak sedang menipuku kan?”

Lee Joon membuka kopernya dan mengambil beberapa lembar foto. “Untuk apa aku menipumu?” kemudian memberikannya pada Kris.

Kris memandangi beberapa lembar foto yang tampak di dalam sebuah laboratorium. Hingga perhatian Kris terpusat pada sebuah foto yang menggambarkan seorang Pria yang tengah tertidur di dalam kotak kaca.

“Siapa Pria ini?” tanya Kris.

“Dia adalah makhluk yang akan membantu kita membuat obat sihir.”

“Apa dia…. Masih hidup?” tanya Kris. Sebenarnya banyak pertanyaan dalam benak Kris. Dia mulai berfikir bahwa organisasi yang selama ini diikuti Seohyun adalah suatu sindikat yang berbahaya.

“Tentu. Dia hanya sedang tertidur.”

“Kau apakan Pria itu?”

“Tidak aku apa – apakan. Pria itu sudah mati dan kini dalam proses menuju kebangkitannya. Bagaimana, kau tertarik dengan kerja sama ini?”

“Kurasa ini merupakan sesuatu yang berbahaya.”

“Yah, cukup membahayakan. Oleh karena itu kami selalu melakukannya secara tersembunyi. Tapi kami tidak akan membahayakan posisimu.”

“Lalu apa yang bisa kubantu?”

Lee Joon tersenyum penuh kemenangan. Kris akhirnya luluh dan mau bekerja sama dengannya.

“Tidak sulit. Karena kau sudah memiliki semuanya sejak awal.”

Kris terdiam sejenak. “Ah, aku tahu maksudmu.”

“Dan ada satu lagi. Hanya kau yang bisa melakukannya. Aku tahu kau punya banyak koneksi. Aku mau kau mencarikan seorang vampire untuk melengkapi penelitian obat sihir.”

Kris kembali membulatkan matanya terkejut. “Va… Vampire? Apa maksudnya?”

“Ah, aku belum menjelaskannya yah? Pria yang kau lihat di foto itu adalah seorang vampire. Monster penghisap darah yang selama ini dianggap makhluk mitos. Empat tahun lalu, semua vampire dibantai habis. Yang tersisa hanyalah Pria itu yang kini tengah tertidur, dan seorang lagi…. Vampire yang hidup tenang ditengah – tengah kehidupan manusia.”

“Tidak mungkin. Jangan bercanda! Aku tidak percaya dengan vampire.”

“Kau akan mempercayainya ketika kau datang ke laboratorium yang kami bangun.” Lee Joon memberikan sebuah kartu nama berisi alamat tempat laboratorium di dirikan. “Saat ini vampire itu belum menampakkan jati dirinya. Penelitian ini tidak akan selesai tanpa darah vampire itu.”

“Aku tidak mengerti… Vampire, tidak mungkin ada.” Kris masih tidak mempercayainya.

“Aku tahu kau sulit percaya. Aku juga awalnya seperti itu. Tapi akhirnya aku mempercayainya, meskipun aku belum pernah melihat vampire yang satu lagi.”

Lee Joon kembali mengenakan topinya. Tanda urusannya dengan Kris telah selesai.

“Aku yakin kau mengerti dengan apa yang ku katakan. Kau seorang pengusaha muda yang cerdas. Aku yakin kau bisa mendapatkan vampire itu segera. Ini tidak hanya untuk kehidupan baru manusia, tapi untuk tunangan yang sangat kau cintai itu. Aku permisi.”

Lee Joon pergi meninggalkan Kris yang mematung di tempatnya berdiri.

“Vampire…. Vampire?”

***

Seorang Pria tampak duduk melamun diatas kursinya sembari menatap kosong sebuah senapan antik di hadapannya. Tanpa mempedulikan suara gemuruh langkah tiga orang yang mendekatinya. Mungkin karena terfokus pada sesuatu sehingga dia tidak mempedulikan yang lain.

“Yunho~ya…” panggil Jung Soo ditengah nafasnya yang tersengal – sengal. “Apa artinya semua ini?”

“Vampire sudah tidak ada lagi. Pemburu vampire tidak lagi dibutuhkan.” Jawab Yunho sekenanya.

“Mwo? Kenapa bisa begitu? Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Mungkin seseorang telah melakukannya untuk kita. Dia membunuh semua vampire dan… Membuat kita melupakan semua tentang vampire.”

“Siapa? Siapa yang melakukannya?”

“Yang memiliki kekuatan seperti ini hanya pureblood. Vampire darah murni.”

Pureblood?”

“Vampire darah murni yang kita ketahui setelah kematian Kim Young Woon adalah Shim Min Ah dan anaknya, Shim Changmin. Hanya kedua orang itu yang bisa melakukan semua ini.”

“Jika kau mengatakan vampire tidak ada lagi apa itu artinya, Min Ah dan Changmin sudah mati?”

“Mungkin. Aku hanya merasa aura yang saat ini kurasakan dengan empat tahun lalu sangat berbeda.”

“Jika memang vampire sudah tidak ada lagi, berarti kita harus mencari pekerjaan baru. Huh, membosankan.” Keluh Jung Soo.

“Hey, kita ini masih anggota kepolisian. Karena ingatan baru itu membuat kita semua para pemburu vampire menjadi anggota polisi. Kita tidak sepenuhnya kehilangan pekerjaan. Lalu, apa kau tidak menyadarinya? Markas kepolisian kan letaknya tepat di samping markas asosiasi?”

Jung Soo dan Taeyeon berlari keluar ruangan dan memandangi bangunan rumah markas kepolisian Seoul yang letaknya memang tepat disebelah markas asosiasi.

“Ah, kau benar. Jadi hanya ingatan tentang vampire yang sebelumnya di hapus.”

“Tapi….. Apa kehidupan vampire sudah benar – benar berakhir?” batin Yunho ragu.

***

Rintikan hujan di langit malam membuat beberapa orang berlalu lalang mencari tempat berteduh. Dari kejauhan tampak seorang gadis berkaki jenjang meletakkan telapak tangannya di atas dahi agar air hujan tidak membasahi wajahnya. Sesekali dia berhenti memandang buah apel yang dia bawa jatuh dari keranjangnya dan menggelinding entah kemana. Dia mencoba acuh dan lebih mementingkan agar dirinya terhindar dari guyuran hujan.

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju sebuah halte terdekat. Dilihatnya tampak dua orang Pria dan seorang wanita juga tengah berteduh disana.

“Permisi.” Ujarnya tersenyum pada ketiga orang itu.

Ketiga orang yang berteduh itu tampak terkejut ketika melihat dirinya. Apa ada yang salah dengan dirinya?

“Choi Sooyoung?” celetuk seorang wanita memanggilnya.

Gadis itu tampak kebingungan, “Maaf, anda salah orang. Saya bukan Choi Sooyoung.” Jawabnya ramah.

Seorang Pria dan wanita yang tampak seumuran itu saling berpandangan kemudian saling berbisik. Berbeda dengan Seorang Pria lagi yang sepertinya seumuran dengannya. Pria itu, Kyuhyun, memandangnya lekat seolah tak membiarkannya lolos dari tatapannya.

“Ada yang salah denganku?” tanya gadis itu.

“Ah, tidak. Wajahmu mirip dengan orang yang kami kenal.” Ujar wanita itu, Taeyeon.

Gadis itu hanya mengangguk mengerti, “Oh begitu. Namaku Yoo Min Ji. Bukan Choi Sooyoung. Benarkah kami semirip itu?”

“Ya, sangat mirip sekali.” Sahut Jung Soo.

Kyuhyun tetap tak melepaskan pandangannya. Tangannya secara refleks mengeluarkan pistol kecil dari sarung pistol yang berada di sabuknya. Jelas saja membuat Jung Soo, Taeyeon dan gadis itu terkejut.

“Kyu, dia bukan Sooyoung. Dia orang lain.” Taeyeon menahan tangan Kyuhyun yang memegang pistol.

Kyuhyun tak berbicara apapun, namun kedua tangannya memberontak kuat. “Apa ini? Gadis ini memang bukan Sooyoung. Tapi kenapa…. Ketika aku berdekatan dengannya, seolah Sooyoung berada di dekatku? Padahal Sooyoung sudah…. Mati.” Kyuhyun teringat ketika Sooyoung memberikan darah untuknya dan mati.

Jung Soo berhasil mengambil pistol dari tangan Kyuhyun, “Tenangkan dirimu, Kyu! Dia bukan vampire!” bentaknya.

Gadis itu tampak terkejut. Terlebih ketika mendengar kata ‘vampire’.

“Maaf, Agashi. Anak kami memang ada trauma dengan film vampire.” Ujar Teyeon berbohong.

“Oh, begitu.” Sooyoung mengangguk mengerti.

Tak lama kemudian sebuah bus berhenti di hadapan mereka. Gadis itu tersenyum canggung pada ketiganya dan masuk ke dalam bus. Bus pun melaju meninggalkan tiga orang yang kini terdiam. Kyuhyun mengibaskan tangan yang dicengkeram Jung Soo dengan kasar.

Di dalam bus, gadis itu tampak memeluk keranjang buah yang dia bawa sembari memikirkan sesuatu.

“Choi Sooyoung… Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi dimana?” batinnya. “Lalu Pria dan wanita itu…. Aku juga merasa pernah melihat mereka… Tapi dimana?” gadis itu tampak bingung dengan apa yang ada dalam fikirannya.

***

Blub! Blub!

Suara pecahan gelembung dari beberapa reaksi kimia dalam tabung kaca tampak memenuhi seisi ruangan laboratorium yang bernuansa serba putih. Tampak seorang Pria tengah berkutat dengan buku tebal di hadapannya. Namun seberapa lama dia mencoba fokus pada bukunya, tetap saja fikirannya terus melayang ke arah lain.

“Wangi manis yang perlahan mulai tercium. Bagai bunga bermekaran di musim semi. Semakin lama bau manis semakin lekat seiring dengan kau yang perlahan kembali ke wujud aslimu. Mendekatlah Choi Sooyoung…. Temanilah Vampire yang kesepian dan tengah tertidur lelap ini.” Ujar Seung Ho dengan tersenyum penuh kemenangan.

Setetes darah mengalir dari ujung bibir Seung Ho. Mengalir turun ke dagunya, namun dengan cepat dia jilat seperti lelehan coklat.

“Cepatlah Choi Sooyoung… Aku ingin menikmati segarnya darah murni.”

Cklek!

Pintu yang terbuka tiba – tiba membuat Seung Ho lekas menghapus bekas darah yang mengalir dari bibirnya. Dengan cepat dia menoleh pada sosok yang tanpa pamit masuk ke dalam ruang kerjanya.

“Lee Joon! Ketuk pintu dulu jika ingin masuk.” Bentak Seung Ho kesal.

“Aku sudah mengetuk pintu. Kau tidak mendengarnya?”

Seung Ho hanya terdiam. Mungkin karena terlalu fokus dengan khayalannya tentang darah Sooyoung sehingga membuatnya tidak mendengar suara ketukan pintu.

“Kau sudah menemui Kris Wu?” Tanya Seung Ho sembari mengembalikan buku tebalnya ke rak buku.

“Sudah. Dan dia setuju.”

“Sudah ku katakan bahwa dia pasti akan setuju.”

“Tapi apakah benar darah vampire bisa membuat seorang manusia yang sudah mati hidup lagi?”

“Entahlah. Aku belum pernah mencoba.”

“Jadi yang kau katakan itu bohong?”

Seung Ho hanya tersenyum misterius.

“Bisa mati kita jika Kris Wu tahu kita berbohong.”

“Dia tahu pun, dia tidak akan bisa berbuat apapun.”

Lee Joon terdiam memandangi telapak tangannya yang berdarah sehabis meletakkan tangannya diatas meja.

“Seung Ho~ya, kau terluka lagi?”

“Eh?”

Lee Joon menunjuk telapak tangannya yang berdarah, “Ada darah di atas meja.”

Seung Ho tampak kikuk. Tidak mungkin kan dia bilang darah itu ketika dia menggigit bibirnya sendiri? “Ah, iya. Sepertinya terkena goresan sesuatu. Aku juga baru menyadarinya.”

Lee Joon menyipitkan matanya. Sepertinya memang ada yang disembunyikan dari Seung Ho.

***

Suara musik yang terdengar samar – samar dari headset yang dikenakan seorang gadis berambut panjang. Menandakan gadis itu memutar lagu dari ponselnya dengan volume penuh tanpa mengkhawatirkan keadaan telinganya dalam jangka panjang. Yah, mungkin ada ketenangan tersendiri dari seseorang yang mengalami patah hati atau dalam masalah berat.

Namun perhatiannya kini beralih pada seorang Pria muda yang baru saja duduk disampingnya. Pria itu menoleh dan tersenyum. Dengan cepat gadis itu menurunkan headsetnya di leher.

“Kau, namja yang waktu itu kan?”

Pria itu tersenyum. “Ya, namaku Lee Donghae.” Ujarnya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

“Soo Jung.” Gadis itu membalas uluran tangan Donghae.

“Kau selalu naik kereta ini?”

“Eum, baru beberapa hari ini. Aku baru pindah ke Seoul.”

“Oh, dimana kau tinggal sebelumnya?”

“Busan.”

Donghae memandang Soo Jung dengan seksama, “Rambut panjangnya, mirip dengan rambut panjang Yoona. Aku tidak tahu yang mana, tapi beberapa bagian wajahnya ada yang mirip dengan wajah Yoona. Postur tubuh dan tinggi badannya, juga mirip. Mengingatkan aku pada Yoona yang sangat aku cintai.” Batin Donghae.

Soo Jung menggerakkan telapak tangannya di depan wajah Donghae ketika menyadari Pria itu melamun. Seketika Donghae tersadar dan tersenyum malu.

“Maaf.” Ujarnya. “Apa kau memiliki saudara kandung?”

Gadis itu menggeleng, “Aku anak tunggal.”

Donghae mengangguk mengerti, “Yoona juga anak tunggal. Berarti mereka berdua tidak ada ikatan.”

“Hey, keretanya sudah tiba.” Soo Jung memberitahu Donghae yang kembali tampak melamun.

Soo Jung langsung berlari mendekati pintu masuk kereta api. Donghae mengikutinya seperti anak ayam yang baru bertemu induknya. Entah apa yang membuat Donghae tertarik dengan Soo Jung. Mungkinkah hanya karena kemiripan gadis itu dengan Yoona?

***

“Akhirnya aku bisa meninggalkan tempat ini. Aku sudah bosan mencium bau obat – obatan.” Hyoyeon mencurahkan isi hatinya ketika baru keluar dari rumah sakit.

Sooyoung yang kini tengah mendorong kursi rodanya tampak tersenyum tipis, “Jangan sampai kecelakaan lagi yah. Aku benar – benar takut kehilanganmu.”

“Kau juga. Min Ji… Biar aku saja yang bawa kursi rodanya.”

“Kau diam saja dan duduk.”

“Tapi aku ingin membawanya sendiri.”

“Hyo, aku tahu kau adalah seorang gadis yang mandiri. Tapi kau ini baru saja sembuh, masih lemah. Sudahlah menurut dengan apa yang kukatakan.”

Hyoyeon mengerucutkan bibirnya kesal ketika permintaanya tidak dituruti. Namun beberapa saat kemudian dia teringat sesuatu.

“Ah, Min Ji aku lupa!”

“Apa?”

“Kemarin ada seorang anak kecil memberikan sebuah gambar lucu padaku. Gambar itu masih ada di laci kamarku. Bisakah kau mengambilnya?”

“Itu kan hanya gambar anak kecil.”

“Tapi karena gambar itu yang membuatku semangat untuk cepat sembuh. Tidak hanya itu, anak kecil itu… Di usia yang sangat muda dia harus menderita penyakit parah. Aku merasa bersyukur bahwa aku masih bisa sembuh.”

“Baiklah akan aku ambilkan. Kau tetaplah disini.”

“Okee.”

Sooyoung berlari kecil kembali ke kamar Hyoyeon untuk mengambil sebuah gambar yang dikatakan Hyoyeon. Untung saja letak kamarnya di lantai 2 sehingga hanya perlu naik tangga darurat sebentar tanpa harus mengantri lift yang selalu tampak penuh itu. Senyum tipis terukir di bibirnya ketika melihat gambar itu.

“Hyoyeon memang orang baik dan mudah tersentuh.” Komentar Sooyoung ketika melihat gambar anak kecil itu.

Beberapa saat kemudian Sooyoung meninggalkan kamar rawat Hyoyeon. Namun dia menghentikan langkahnya ketika melihat seorang Pria bermantel coklat dan mengenakan kaca mata hitam berjalan berlawanan dengannya. Pria itu menampakkan Smirk setan dan menurunkan sedikit kaca mata hitamnya. Menampakkan bola mata merah semerah darah. Seperti milik vampire. Kemudian kembali memasangnya.

Sooyoung terkejut. Tubuhnya terasa kaku dan sulit untuk digerakkan. Terasa sesak seakan sulit untuk bernafas. Wajahnya memucat.

“Wangi manis yang perlahan mulai tercium. Bagai bunga bermekaran di musim semi. Semakin lama bau manis semakin lekat seiring dengan kau yang perlahan kembali ke wujud aslimu.” Ujar Pria itu lirih ketika berjalan melewati Sooyoung.

Sooyoung menoleh cepat dan memandang Pria itu lekat. Siapa sebenarnya Pria misterius itu? Kenapa bisa membuatnya merasa aneh? Ada aura yang membuatnya takut. Terlebih ketika melihat mata merahnya yang berbeda dengan manusia normal.

Pria itu kembali menoleh dan tersenyum misterius. Sooyoung semakin ketakutan.

“Siapa? Siapa itu?”

“Kembali ke wujud aslimu…. Kembali ke wujud aslimu…” Suara terakhir orang itu terus menggema di telinga Sooyoung.

Sooyoung berusaha untuk melarikan diri dari Pria misterius yang seakan hendak membunuhnya. Berlari dengan ekspresi wajah ketakutan membuat beberapa orang memandangnya heran.

“Akh!” Sooyoung terjatuh ketika kakinya terkilir. Dia memandangi telapak tangannya yang terluka dan berdarah. Namun sesuatu yang datang kembali membuatnya takut. Bukan takut pada orang lain, tapi pada dirinya sendiri. Ketika darah di telapak tangannya perlahan menghilang tanpa jejak. Terhisap kembali ke dalam tubuh. Seperti Vampire, monster penghisap darah.

TO BE CONTINUED….

Part 2 selesai…. Makin bingung dengan ceritanya? Keep RCL Chingu… Gamsahamnida ^^

69 thoughts on “[SERIES] The Pureblood (Part 2 : Vampire is Back)

  1. anisadefijulia says:

    Keren bgt thorr,makin rumit makin tambah penasaran. Next baca ya tinggakin jejak dlu hehe

  2. safitri agustina says:

    Apa sewaktu changmin musnahin smua vampire masih ada yg tersisa ?
    Selain sooyoung tentu nya
    ada kah ? Ada kah ?
    Ugghhh penasaran bgt

  3. kim jiyeon says:

    ooh jd seung ho itu vampire juga..
    siapa sebenernya seung ho..?
    soyoung jd vampire lgi.. 😰 ooh nooo..!!

  4. zeze says:

    vampire is back….
    siapasih ntu orang yg mw bngktn vampire lg?
    akhh semuanta dh pd inget tntng vampire….
    kyu hrsnya snng kek liat soo jgn mw mengancungkan senapan k soo…
    next ….

  5. Lee Hye Ji says:

    Kyaa akhirnya, setelah di ombang-ambing akan rasa penasaran ^^
    tapi part ini nambah penasaran.. ah tidak, kyuyoung kapan ada momennya :>

  6. liza says:

    Akhirnya update jga setelah sekian lama nunggu /abaikan/

    Penasaran siapa pria misterius itu, terus knp si seung ho kepengen bet minum darah soo aii cepet update yaw
    thor

    Keep writing! Ajja! Ajja! Ajja!

  7. Rychell says:

    wuss lama-lama jadi horror bgt yaaa , kyk film carie (bagi yg udh nonton tau pasti, tu film isinya berdarah-darah) wkwkkw

  8. Sayekti says:

    Akhirnya dipost juga kelanjutan nie ff.
    Aigoo akankah changmin akan dibangkitkan oleh seung ho? Wah soo eon jadi vampir lagi.
    Next chingu.

  9. Sistasookyu says:

    Nah lho syo nya jadi vampire lagi
    bentar bgt jadi manusia nya
    kyu nya juga bakalan berubah tuh, terus dia bakal targetin syo lagi gt?
    Mereka ga akan pernah bisa jadi manusia beneran ya?

  10. yey akhirnya dilanjutin 😀
    lama juga ya baru dilanjutin padahal ini salah satu ff kesukaan ku🙂
    waduh kayanya bakal tambah serunih🙂
    dan siapa peria misterius itu?
    wadau soo bakal jadi incaran orang jahat nih
    😦

  11. nadasooyoungstersoneelf says:

    Aaaaaaaaaaaaaa keren thorrr next part di tunggu banget >_<
    itu yang di peti changmin kah ?? '-'

  12. Isma KSY says:

    siap siaga kyu langsung todongin pistol.. wuhuhu
    seungho bakal bangkitin lagi changmin? oh nooooo.. aduh pengennya kyuyoung cepet bersatu.. loh(?) ehehe

  13. azhar_dhilah says:

    uwa!!! kerren… udah lama nunggu akhirnya keluar juga..^^ lanjutannya jangan lama2 ya thor… makin penasaran nih… FIGHTING!!

  14. mongochi*hae says:

    akhirny n post jga
    tp knp kesan awal kyu ktmu soo jd bgtu ??
    hduch tambah runyam n klo semua kmbli ke awal..
    next dtunggu

  15. Ohh ya ampun semua ingatan tentang vampire sepertinya sudah kembali, kyu juga udah ingat kembali..

    Siapa yg ditemui Soo eonni tadi??

    Benar benar bikin penasaran o.0

  16. Akhirnya di publish juga , wahhhhh !!!
    Kyu and family ingatan nya udh balik ,, tapi kenappa Soo belum .. Kira kira siapa vampire tidur itu …
    Ditunggu next partnya …
    Semangat !!!

  17. Dian says:

    aku hampir lupa sma ff ini hehehe itu Seungho jahat bgt ya dia manfaatin Kris cuma mau ngehisap darah Soo.

  18. gita says:

    Akhirnya dilanjut lagi.. ya ampun kok bisa masih ada vampir yg teraisa.. itu kok si seung ho gk mati sma changmin ya..
    Jgn” yg didalam peti itu changmin? Kyknya lee joon gk tau kalo seung ho vampir
    Kyu jgn bunuh soo dong, kn dy dulu udh relain nyawanya bwt kamu
    Ditunggu bngt next.. pliss jangn lama” yaaa

  19. Youngra park says:

    Ahh akhirny setelah sekian lama menunggu ad juga kelanjutany aaaaaa keren bgtsss next part wajib di harap cpt ya eoniii

  20. fransiscafrtnta24 says:

    waaa jdi ingatan para org yg prnh berhubungan dgn vampir itu kyk kyu udh balik ???
    sooyoung udh jadi vampire lagi ><
    makin seru aja nih cerita xD
    itu yg dibekuin itu siapa sih ?? changmin ?? ato kim siapa tuh ..?
    kyaa penasarannnn, ditungguuu keterlanjutannyaaaaa
    author hwaiting !

  21. met says:

    Daebak
    Seung ho kah pria misterius di rs itu?
    Dan apa soo bakal kembali ingatannyav
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne😀
    Crown prince’s love nya juga y😀

  22. Avan says:

    Ahkirnya
    ffnya tambah seru…
    Kyu udh ingat masa lalunya n soo udh kembali jd vampire….
    Di tunggu kelanjutannya

  23. azalea says:

    wahh ingatan kyu udah kembali..
    dia juga inget soo tpi knpa dia pengin bunuh soo??
    itu cowo yang ketmu soo di rumah skit siapa?
    seung ho kah?
    pnasran banget sma vampire yang tertidur itu..
    next

  24. Risqi says:

    akhirnya sooyoung bertemu kyuhyun juga meskipun dia sebagai minji. penasaran nih siapa orang misterius itu? apa dia seungho yang menginginkan darahnya sooyoung? ditunggu next part nya eonni..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s