[SERIES] Crown Prince’s Love (Part 8- End)

love3

Title                       : [SERIES] Crown Prince’s Love (Part 8 – End)

Author                  : Chuyleez

Main Cast            : Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Choi Siwon, Seo Joo Hyun

Genre                   : Fantasy, Romance, Humor

Rating                   : 15

Length                  : Series

Annyeong yeorobuunnn…. Akhirnya FF yang sudah hampir 1 tahun ini berakhir juga. Masih adakah yang ingat jalan ceritanya? Mungkin banyak yang sudah lupa😦 . Untuk yang lupa bisa baca lagi di Crown Prince’s Love.

Jika ada kesamaan cerita, harap mention di facebook Andria Sulis or twitter @chuyleezluvsuju. Gamsahamnida ^^

 

“KYAAA!!!”

Wusshh!

Teriakan menggema itu lenyap bersamaan dengan hilangnya tubuh seseorang yang hendak dia bunuh. Terkejut, dengan pandangan yang sulit diartikan. Bagaimana bisa ada orang yang menghilang tanpa jejak di hadapan matanya sendiri. Apakan dia pesulap? Atau keturunan penyihir? Masih adakah orang seperti itu di dunia ini.

“Tidak mungkin….” Pria itu menggelengkan kepalanya tak percaya. Apa mungkin ini semua hanya ilusi? Atau mungkin ini semua hanya mimpi dan pada kenyataannya dia masih tertidur nyenyak di atas ranjangnya?

Nyatanya tidak. Orang itu benar – benar menghilang.

Tangan kanannya yang memegang sebilah pisau tajam tampak bergetar. Tanpa sadar keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya. Kedua matanya masih terbuka lebar efek dari keterkejutan. Degup jantungnya berdetak kencang seakan baru bertemu makhluk dari alam lain.

“Tidak mungkin….” Pria itu tertawa kecil dibalik rasa takutnya. Perlahan memundurkan langkahnya dan berlari meninggalkan lorong sempit itu.

Jari – jarinya bergerak lincah menekan beberapa tombol dalam layar smartphone-nya, kemudian mendekatkannya ke telinga.

“Maaf Boss, saya menyerah.” Ucapnya singkat. Tanpa panjang lebar dan langsung memutuskan panggilan. Tanpa sempat mendengarkan ocehan dari orang yang dia sebut sebagai ‘Boss’. Mungkin dia lebih memilih menyelamatkan dirinya yang merasa terancam semenjak bertemu dengan seorang manusia yang bisa menghilang. Seperti hantu.

Tanpa Pria itu sadari, bahwa orang yang hendak dia bunuh kini tengah bernafas lega setelah kembali ke dunianya. Baru kali ini Pemuda itu, Kyuhyun, merasa cincin itu adalah sosok penyelamat hidupnya. Dipandangnya cincin perak yang melingkar di jari manis kirinya sembari tertawa kecil.

“Kau lagi – lagi menyelamatkanku, Sooyoung.”

***

Kedua tangan itu bergerak lincah membuka dari satu lemari ke lemari lainnya. Mengambil beberapa pakaian dan memasukkannya ke dalam sebuah koper. Ekspresi wajah wanita itu tampak suram. Bibirnya mengerucut dan berulang kali mengucapkan kalimat sumpat serapahnya. Terkadang sedikit kesal ketika koper besarnya tidak bisa menampung semua baju – baju kesayangannya.

“Omma mau kemana?”

Wanita itu menghentikan sejenak kegiatannya ketika menyadari seseorang tengah berbicara padanya. Namun kemudian dia melanjutkan kembali kegiatannya mengetahui bahwa orang itu adalah anaknya, Siwon.

“Pulang ke kampung halamanku.”

“Eh? Kenapa pulang?”

“Sudah tidak ada gunanya aku disini. Aku menyerah. Lebih baik aku tinggal di pedesaan dan mengurus perkebunan yang pernah dibelikan ayahmu.”

“Apa kau kecewa karena Changmin muncul di rapat itu?”

“Tidak. Aku sudah firasat bahwa dia pasti akan datang. Oleh karena itu aku akan menyerah.”

“Aku tidak butuh warisan keluarga Shim. Aku sudah mempunyai usaha sendiri meskipun tidak sebesar Shim Group. “

“Kau memang tidak mengerti, Siwon~ah. Ini bukan masalah harta atau warisan. Aku hanya ingin sebuah pengakuan. Pengakuan untukmu sebagai anak dari keluarga Shim.”

“Yah, mungkin seperti ini takdir dari anak yang lahir dari pernikahan yang tidak direstui.” Ucapan Siwon tampak mengena di hati ibunya. Wanita itu berubah murung.

“Maafkan aku. Kau yang harus menanggungnya.”

“Sudahlah, aku sama sekali tidak menyalahkanmu. Mungkin memang aku tidak bisa mendapatkan lebih seperti yang dimiliki Changmin.” Siwon memeluk ibunya dari belakang dan berharap bisa menenangkan wanita yang melahirkannya itu. “Tapi kenapa…. Seperti ada yang disembunyikan oleh Changmin.” Batin Siwon.

“Kau tidak boleh menyerah!”

Siwon dan Ibunya dikejutkan oleh seseorang yang datang tiba – tiba. Seketika keduanya menoleh dan mendapati Park Jin Young, Kekasih Ibu Siwon berdiri di ambang pintu.

“Jin Young~ah….”

“Dia bukan Changmin… Dia bukan Shim Changmin!”

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah membunuhnya! Aku sudah membunuhnya Tujuh tahun lalu!”

Siwon dan Ibunya terkejut mendengar pernyataan mencengangkan dari Jin Young.

“Dan sekarang kau ingin menyerah setelah aku membunuh anak itu?!”

“Jin Young~ah, kau….”

“Ya. Aku yang mendorong Changmin ke dasar jurang. Aku yang mendorongnya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ketika dia jatuh.”

“Kau membunuhnya? Aku tidak pernah menyuruhmu untuk membunuh anak itu!” bentak ibu Siwon.

“Apa ini balasanmu setelah apa yang telah kulakukan untukmu? Dengan menyingkirkan anak itu maka Siwon akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya.”

“Tapi Changmin….”

“Dia palsu! Aku yakin dia palsu.”

“Tapi kita tidak punya bukti bahwa dia palsu.”

“Kita harus cari cara untuk membongkar semuanya.”

Siwon dan Ibunya tampak tak percaya melihat Tuan Park yang berbeda dengan yang biasanya mereka kenal. Pria itu tampak lebih ambisius. Bahkan sampai dengan teganya menghabisi nyawa orang lain demi melaksanakan ambisinya.

“Apa sebenarnya tujuannya melakukan semua ini? Aku yakin, ini bukan semata – mata untuk mendapatkan hak-ku. Pasti ada alasan lain.” Siwon memandangi kekasih ibunya itu dengan tatapan curiga.

***

Di tengah malam yang sepi, Kyuhyun memeluk dirinya yang hanya berbalut setelan jas tipis. Berjalan – jalan di tengah malam ketika hampir memasuki musim dingin.

“Isshh, Kurasa dulu tidak sedingin ini.” Gumamnya. “Pakaian yang dibuat orang zaman dulu memang lebih hebat. Bahkan aku yang mengenakan kemeja berbalut jas ini masih tetap merasa kedinginan.”

Kyuhyun memandangi sekelilingnya yang tampak sepi. Hanya pohon – pohon tinggi yang menemaninya di sepanjang perjalanannya. Terkadang ada beberapa rumah kecil dengan pintu tertutup tanda si pemilik tengah larut dalam mimpinya.

“Aku harus kemana? Jika aku kembali sekarang kesana, aku takut orang itu masih menungguku disana. Jika aku kembali, maka aku akan mati. Apa ini yang dirasakan Changmin saat itu? Dikejar – kejar oleh orang jahat yang hendak membunuhnya. Sulit sekali hidup seperti dirinya.”

Pluk!

Kyuhyun terkejut ketika menyadari ada seseorang yang melemparinya dengan batu. Dia mengusap – ngusap kepalanya sembari bergumam kesal. Siapa orang yang menjahilinya tengah malam seperti ini?

“Siapa yang melempariku?”

Kyuhyun seketika menyadari apa yang dia kenakan saat ini. Pakaian formal dengan setelan jas yang tampak aneh jika dia datang ke masa lalu.

“Apakah mereka melihatku memakai pakaian ini? Apa yang harus kulakukan?”

Pluk!

Untuk kedua kalinya seseorang melemparinya dengan batu.  Kyuhyun langsung memutar kepalanya mencari orang yang tengah menjahilinya itu yang kini sedang bersembunyi.

“Hei, keluar kau! Anak jahil!” Bentak Kyuhyun.

Tak lama muncul seorang anak kecil dengan senyum lebar dari balik tumpukan kayu di beranda rumah. Menampakkan wajahnya yang tanpa berdosa telah melempari si mantan Putra Mahkota itu dua kali.

“Hei, mengapa kau melempariku?”

Anak kecil itu hanya menjawabnya dengan tawa. Tentu saja membuat Kyuhyun kesal bukan main. Dengan lincahnya anak kecil itu berlari sembari menjulurkan lidahnya. Kyuhyun yang merasa dipermainkan tentu saja mengejar anak kecil itu. Tanpa dia sadari bahwa anak kecil itu membawanya ke suatu tempat.

“Tempat ini…”

Rasanya seperti bernostalgia. Bernostalgia ketika melihat gadis yang dicintainya sedang melamun di beranda rumah majikannya. Tentunya ketika gadis itu masih hidup. Ya, kini Kyuhyun berada di depan rumah keluarga Seo Joo Hyun.

Tanpa terasa air matanya menetes. Sebuah tangisan haru ketika mengenang cinta pertamanya.

“Sudah lama sekali aku tidak ke tempat ini. Maafkan aku, Sooyoung.”

Kyuhyun memandangi cincin perak Sooyoung yang ada dalam genggaman tangannya. Kembali memandang ke depan mencari keberadaan anak kecil yang menjahilinya.

“Kemana anak itu?”

Krek!

Kyuhyun tak sengaja mendorong pintu gerbang rumah keluarga Seo Joo Hyun. Dia menjulurkan kepalanya dan mencari anak kecil yang kini telah menghilang tanpa jejak.

“Apa dia adik dari Seo Joo Hyun? Aku tidak melihatnya masuk ke dalam rumah.”

Kyuhyun merasakan angin di sekitarnya berhembus kencang. Merasakan ada firasat aneh, Kyuhyun kembali memandang cincin yang ada dalam genggamannya. Dirinya tergerak untuk memakai cincin pemberian kekasih hatinya itu.

Dalam waktu beberapa detik dia kembali  ke dunia modern. Kini di hadapannya tampak sebuah rumah mewah yang besar. Di kelilingi taman – taman yang cantik dan terawat.

“Dimana aku?”

Perhatian Kyuhyun terpusat pada seorang pemuda yang tengah melamun di atas kursi rodanya.

“Ya Tuhan, ada orang! Jangan sampai dia mengira aku pencuri!” Kyuhyun berubah panik dan langsung mencari tempat persembunyian terdekat sebelum Pemuda berkursi roda itu melihatnya. Namun gerak – geriknya terhenti ketika mendengar suara seorang gadis yang membuatnya membeku.

“Changmin~ah! Kau disana?”

Kyuhyun mematung. Apa ada yang melihatnya? Perlahan dia menoleh dan mendapati seorang gadis yang dia kenal baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Seo Joo Hyun atau di dunia modern lebih dikenal dengan Seohyun.

“A… Aku…” Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk bersembunyi ketika merasa tertangkap basah.

“Ah, ternyata kau disana.”

Kyuhyun salah. Gadis itu tidak melihat ke arahnya. Tapi pada pemuda berkursi roda itu. Kyuhyun semakin terkejut mengetahui kenyataan di hadapan matanya.

“Pemuda itu…. Shim Changmin?”

“Di luar sangat dingin. Nanti kau bisa sakit.” Ujar Seohyun langsung mendorong kursi roda Changmin. Terlihat pemuda itu tersenyum manis. Sangat tampan.

“Tunggu!”

Seohyun menghentikan langkahnya dan menoleh pada sumber suara yang menghentikan langkahnya. Jelas bukan suara Changmin. Suara orang asing yang berada di dalam rumahnya.

“Kau… Cho Kyuhyun!” Seohyun terkejut. Sedangkan Changmin memandangnya bingung.

“Apa dia…. Apa dia Shim Changmin?”

Seohyun tampak berat untuk mengatakan yang sejujurnya. Gadis itu bungkam dan tak tahu harus melakukan apa. Changmin menuliskan sesuatu pada papan tulis putih yang selalu dia bawa.

SIAPA DIA?, tulisnya

Seohyun semakin kebingungan. Kini Changmin mendesaknya.

“Dia…” Seohyun menggantungkan kalimatnya, sembari menimang apa yang harus dia katakan. “Ya, kau benar… Dia Shim Changmin yang selama ini aku sembunyikan.”

Kyuhyun tergerak langsung mendekati Changmin.

“Jadi ini kau…”

Changmin tampak bingung memandang orang asing di hadapannya kini.

“Dia adalah orang yang menyamar menjadi kau.” Ujar Seohyun seakan menjawab rasa penasaran dalam diri Changmin.

Changmin mengerti. Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Kyuhyun. Sebagai tanda perkenalan. Cukup lama Kyuhyun terdiam memandangi uluran tangan itu, hingga akhirnya menyambutnya.

Changmin kembali menuliskan sesuatu pada papan tulisnya.

TERIMA KASIH TELAH MEMBANTUKU

MAAF KAU HARUS MELIHATKU DENGAN KONDISI SEPERTI INI

“Justru aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Cepatlah sembuh sehingga kau bisa kembali ke dunia dimana seharusnya kau berada.”

“Kyuhyun~Sshi, bagaimana kau bisa masuk ke rumah ini?”

Kyuhyun tersenyum tipis.

“Karena aku berada di dunia di tempat dimana tidak seharusnya aku berada. Jadi aku bisa berbuat sesukaku.”

Changmin dan Seohyun tampak kebingungan mendengar ucapan Kyuhyun yang terdengar  cukup membingungkan.

“Ah, Seohyun~Sshi. Bisa kau tunjukkan jalan keluarnya?”

Seohyun melipat kedua tangannya di depan dada dan memandang Kyuhyun aneh. “Sebenarnya tadi kau masuk lewat mana?”

“Eh itu… Tidak mungkin kan aku pergi seperti seorang pencuri lagi?”

Seohyun tampak menghela nafas. Dengan segera dia mengantarkan Kyuhyun sampai gerbang rumahnya agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi petugas keamanan rumah besar Seohyun. Beberapa saat dia berdiri di depan gerbang sampai Kyuhyun tak nampak lagi di pelupuk matanya.

Kyuhyun meninggalkan rumah Seohyun sambil memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.

“Ternyata Seohyun di masa lalu dan Seohyun di masa sekarang juga memiliki lokasi rumah yang sama. Lalu anak kecil itu… Kemana sebenarnya anak kecil itu?”

Kyuhyun kembali teringat pada tawa anak kecil itu yang membuat memorinya berputar pada foto – foto di kamar Changmin. Foto Changmin waktu masih kecil.

“Jangan – jangan anak kecil itu adalah…. Shim Changmin?!”

Kyuhyun masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia hanya tahu Changmin di masa lalu adalah kakaknya, namun dia sudah meninggal ketika masih bayi. Tapi bagaimana bisa Changmin muncul dan membawanya ke rumah Seohyun. Sesuatu yang sangat sulit dijelaskan. Atau mungkin semua ini, pertemuannya dengan Changmin, adalah sebuah ilusi.

***

Suara dentingan alat makan yang bersentuhan tampak memecah kesunyian di atas meja sebuah restoran terkenal di Korea ditambah perbincangan ringan mengenai bisnis besar yang tengah mereka jalani, sebagai tanda kedua belah pihak adalah pengusaha sukses yang kaya raya.

“Tuan Seo, bagaimana perusahaan cabang yang baru kau buka di daerah Gangnam?” tanya Kakek Shim.

“Kami akan membuka perusahaan itu tiga minggu lagi. Kau harus datang menghadiri Grand Opening-nya.”

“Pasti. Aku akan menyempatkan datang.” Ujar Kakek tua itu sembari mengunyah makanannya. Sesekali dia melirik kesal pada jam tangan yang melingkar di tangannya. Bukan kesal pada jam tangannnya, tapi kesal pada seseorang yang belum juga tampak di meja makan.

“Maaf aku terlambat.” Suara seorang pemuda yang baru saja datang mengalihkan perhatian beberapa orang yang duduk di atas meja. Terlebih pemuda itu kini juga membawa gadis yang dicintainya.

“Cepat duduk. Kau sudah sangat terlambat. Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kau tahu kan pertemuan ini sangat penting.” Omel Kakek Shim.

“Maaf. Aku menjemput Sooyoung dulu. Nanti jam 1 dia mulai bekerja.”

Kakek Shim berdecak kesal, “Seandainya kau dan Seohyun bertemu lebih dahulu pasti aku akan menjodohkan kalian berdua.”

Siwon dan Seohyun yang juga berada disana nampak terkejut mendengar gerutuan Kakek Shim. Seohyun hanya tersenyum tipis, sedangkan Siwon memilih untuk diam. Mungkin memang Kakek Shim telah menyadari pertunangan palsu antara dirinya dengan Seohyun, sehingga dia berniat menjodohkan Seohyun dengan Changmin (Kyuhyun).

Berbeda dengan Seohyun dan Siwon, Kyuhyun yang mendengar gerutuan Kakek Shim tampak jengkel, “Tapi kan pada akhirnya Siwon Hyung dan Seohyun~Sshi dipertemukan terlebih dahulu.”

“Yah, itulah yang aku sesalkan.”

Kyuhyun mulai tidak tahan terus berada di meja makan dengan suasana yang berubah semenjak gerutuan yang diucapkan Kakek Shim. Terlebih kedua orang tua Seohyun berulang kali memandang tajam ke arah Sooyoung. Yah, mungkin mereka mulai menyadari bahwa gadis yang duduk mendunduk berhadapan dengan mereka adalah anak angkat yang mereka buang 10 tahun lalu. Seandainya Eunhyuk ada disini, dia pasti sudah marah dan mengobrak – abrik isi restoran.

“Sooyoung? Apa hubungan dia dengan cucu keluarga Shim?” batin Tuan Seo.

“Ini tidak baik…” Nyonya Seo tampak menahan kekesalannya dalam hati.

Siwon menyadari perubahan raut wajah Tuan dan Nyonya Seo. Dia tersenyum geli dan membisikkan sesuatu di telinga Seohyun.

“Kurasa kedua orang tuamu sekarang berfikir bahwa mereka salah menjodohkanmu denganku.” Bisiknya.

Seohyun mendelik kesal ke arah Siwon. Ucapan namja itu semakin memperkeruh suasana.

Kyuhyun hendak mengambil makanannya. Dia ingin cepat pergi dari pertemuan yang sangat menyebalkan baginya ini. Membicarakan perjodohan yang kembali mengingatkannya pada dunianya di masa lalu. Bukankah sudah jelas, kedatangannya ke dunia baru adalah ingin terus bersama Sooyoung. Jadi dia tidak ingin berpisah lagi dengannya.

“Hey, bukankah kau harus melepas sarung tangan menjijikan itu dulu sebelum makan?” celetuk Siwon. “Kau ingin membuat orang – orang disini tidak nafsu makan? Sebagai pewaris utama keluarga Shim, kau harus menjaga wibawamu.”

Ucapan Siwon membuat Kakek Shim, Tuan dan Nyonya Seo serta Seohyun memusatkan perhatian pada Kyuhyun. Memang benar yang dikatakan Siwon. Mereka selalu melihat Kyuhyun mengenakan sarung tangan itu dan tidak pernah melepaskannya. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan dibalik sarung tangan yang kini sudah tampak lusuh.

Kyuhyun hanya terdiam dan menyembunyikan kepanikannya. Sedangkan Sooyoung tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya berusaha menenangkan Kyuhyun dengan menggenggam tangannya erat dari balik meja.

Siwon tidak tahan lagi. Dia penasaran dengan apa yang di sembunyikan Changmin (Kyuhyun). Changmin yang dia kenal sejak kecil tidak pernah melakukan hal yang aneh. Rasa penasaran Siwon membangkitkan kecurigaan bahwa Changmin yang sekarang muncul, bukanlah cucu keluarga Shim yang sebenarnya. Siwon mendekati kursi yang di duduki Kyuhyun dan menarik tangan kanannya.

“Kau tidak menderita penyakit kulit kan? Kau juga bukan Elsa di animasi Frozen kan yang jika menyentuh sesuatu maka semuanya akan menjadi es? Jadi sebaiknya kau melepaskan sarung tangan ini.”

“Lepaskan aku!” Kyuhyun memberontak ketika Siwon terus berusaha melepaskan sarung tangannya. Siwon tidak menyerah. Dia terus menahan tangan Kyuhyun dan berusaha melepaskannya. Hingga berakhir dengan robeknya sarung tangan yang menutupi identitas Kyuhyun sebenarnya.

Siwon menghela nafas setelah tarik menarik dengan Kyuhyun yang cukup melelahkan. “Sekarang tinggal sarung di tangan kirimu. Kurasa kau bisa melepaskannya sendiri. Atau…. Apa perlu aku merobeknya juga?” tawar Siwon.

Kyuhyun semakin panik. Keringat dingin mulai bercucuran.  Sooyoung yang duduk di sampingnya merasakan kepanikan yang sama seperti yang dirasakan Kyuhyun. Sampai saat ini memang belum terlihat keanehan Kyuhyun. Tapi ketika Kyuhyun menyentuh sesuatu, semuanya akan terbongkar. Terbongkar keanehan Kyuhyun yang tidak bisa menyentuh apapun seperti bayangan.

“Ayo kita pergi dari sini.” Ajak Sooyoung. Gadis itu berdiri tanpa melepaskan gandengan tangannya dengan tangan kiri Kyuhyun. Mungkin ini satu – satunya cara agar Kyuhyun bisa menghindari Siwon dan tatapan penuh tanya dari yang lainnya. Dengan membawa Kyuhyun pergi.

“Kau tidak sopan, Sooyoung~Sshi. Bukankah kalian ini baru sampai?” tanya Siwon.

“Ta…. Tapi…. Changmin sepertinya sedang tidak enak badan.”

Siwon memandang Sooyoung dengan tatapan curiga, “Sepertinya dia tahu apa yang disembunyikan namja yang mengaku sebagai Changmin ini.”

Kakek Shim hanya bungkam. Dia tidak bisa berbuat apapun, sarung tangan yang dikenakan Kyuhyun memang bisa memancing kecurigaan siapapun bahwa dirinya bukan Changmin. Membela Kyuhyun pun juga akan membahayakan posisinya yang pada kenyataannya menyuruh Kyuhyun untuk menyamar menjadi Changmin.

“Maaf, kami harus pergi.” Sooyoung membungkuk hormat dan lekas menarik Kyuhyun meninggalkan restoran. Namun baru sampai di pintu keluar, Sooyoung dan Kyuhyun terkepung oleh beberapa anggota kepolisian berpakaian hitam yang menodongkan senjata.

“Segeralah menyerah. Kau sudah tidak bisa melarikan diri lagi.” Ujar salah satu kepolisian dengan pangkat tertinggi dari yang lainnya.

Kyuhyun dan Sooyoung semakin panik. Genggaman tangan keduanya semakin mengerat. Seperti sulit untuk terpisahkan lagi.

“Apa – apaan ini?” Siwon menyela dan bertanya pada polisi yang mengepung Kyuhyun layaknya seorang kriminal.

“Dia palsu. Dia Changmin palsu, Siwon!”  seorang Pria tiba di pintu masuk dengan menampakkan senyum kebanggaan miliknya. Tanda sebuah kemenangan telah menjadi miliknya. Park Jin Young.

“Ahjusshi…  Apa buktinya jika dia palsu?”

“Kurasa kau harus menanyakan langsung pada Kakekmu.”

“Kakek Shim?”

Siwon mengalihkan pandangannya pada Kakek Shim yang hanya terdiam. Diamnya Kakek Shim seakan memberi jawaban bahwa apa yang dikatakan Jin Young adalah benar.

Kyuhyun melemahkan genggaman tangannya pada Sooyoung seakan tanda menyerah. Dia menoleh ke arah Sooyoung dan tersenyum pasrah. Seperti semuanya memang berakhir seperti ini.

“Yah, aku memang bukan Changmin.” Kyuhyun mengakui kejahatannya. “Tapi ini kulakukan untuk melindungi Changmin dari orang licik sepertimu.”

“Mwo?” Jin Young tampak marah dengan ucapan sinis Kyuhyun. “Jangan melimpahkan kesalahanmu pada orang lain.”

“Tidak adil jika aku saja yang harus membongkar semuanya, kau harus mengatakan semua kebenarannya, Seohyun~Sshi.”

“Seohyun?”

Semuanya mengalihkan perhatiannya pada Seohyun yang tampak pucat pasi dan terpojok.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kau tahu tentang Changmin, Seo?” Tanya Kakek Shim.

Air mata Seohyun tampak berjatuhan. Bibirnya seakan sulit untuk mengungkapkan semuanya. Memang sulit jika harus menyembunyikan sesuatu seorang diri.

“Katakan Seohyun! Apa yang sebenarnya kau ketahui?” Desak Nyonya Seo yang memang tidak mengetahui apapun. Pekerjaan yang menuntut keduanya untuk berpindah – pindah tempat membuat mereka tidak memperhatikan apa yang sebenarnya disembunyikan Seohyun di rumah mereka (Bukan tempat tinggal utama keluarga Seo).

Jin Young tampak pucat pasi. Dia tidak tahu bahwa Seohyun sebenarnya terlibat dengan semua ini sejak awal. Dan sesuatu yang akan dikatakan Seohyun adalah seperti mimpi buruk baginya.

“Changmin…. Dia masih hidup.” Ujar Seohyun lirih namun tampak jelas.

Semua yang mendengar pengakuan Seohyun sontak terkejut. Terlebih Kakek Shim yang selama ini mencari keberadaan cucunya.

“Dimana dia? Bagaimana keadaannya? Kenapa kau menyembunyikannya dariku?” tangis Kakek Shim pecah. Kakek tua itu seakan tidak bisa membendung rasa sedihnya.

“Jeosonghamnida…” Sesal Seohyun.

“Tidak mungkin.” Jin Young tampak tak percaya dengan ucapan Seohyun.

“Sebaiknya kau mengakui semua kejahatanmu, Park Jin Young~Sshi. Kau mencoba membunuhku karena kau berfikir bahwa aku ini adalah Changmin dengan menyuruh seorang pembunuh bayaran.” Ujar Kyuhyun mengingat ketika dia diam – diam mencari tahu tentang orang yang saat itu hendak membunuhnya. “Kau pasti melakukannya juga pada Changmin kan?”

“Jin Young!” bentak Kakek Shim.

“Ahjusshi, kau… Apa sebenarnya tujuanmu melakukan ini?” Siwon tampak tak habis fikir dengan kejahatan yang dilakukan Jin Young tanpa sepengetahuan dirinya dan ibunya.

“Bukankah sudah jelas? Pasti kau dan ibumu yang merencanakan semua ini. Kalian pasti bersekongkol!” tuduh Kakek Shim langsung.

“Tidak. Aku dan Ibuku sama sekali tidak mengetahuinya. Kami tidak terlibat. Percayalah, Kek.”

Kakek Shim tampak tak mempedulikan ucapan Siwon.

Terdengar suara tawa sinis Jin Young  memecah ketegangan yang terjadi antara Kakek Shim dan Siwon.

“Kau benar. Mereka tidak terlibat.” Ujar Jin Young.

“Ne?”

“Aku memanfaatkan mereka untuk membalaskan dendamku padamu, Tuan Shim yang terhormat.”

“Balas…. Dendam?”

“Apa kau telah melupakannya? Kejahatan yang kau lakukan 20 tahun lalu. Ketika kau membiarkan ayahku terbunuh saat kebakaran itu terjadi.”

“Tidak mungkin kau….”

“Ya, aku adalah Putra Park Young In. Orang yang kau tinggalkan saat kebakaran itu terjadi demi menyelematkan dirimu sendiri. Apa kau pernah memikirkan bagaimana perasaanku saat itu? Seorang remaja berusia 15 tahun yang telah ditinggal mati ibunya sejak bayi dan sekarang harus ditinggal ayahnya yang tewas mengenaskan. Apa pernah kau memikirkannya?”

“Maaf… Maafkan aku.”

“Ucapan maafmu tidak akan berguna. Ayahku tidak akan kembali. Aku hanya ingin kau merasakan, bagaimana rasanya ditinggal oleh satu – satunya anggota keluarga yang kau cintai. Aku hanya ingin kau merasakannya, Tuan Shim!”

“Maafkan aku, Jin Young~ah. Aku memang salah.” Kakek Shim menangis sembari memegangi bekas luka bakar di lengan kirinya. “Aku salah telah meninggalkan sahabatku sendiri. Jika saja saat itu dia tidak mendorongku keluar, mungkin aku tidak akan mengalami hal ini. Changmin…. Dia akan hidup bahagia.”

“Tuan Park Jin Young, anda kami tahan sebagai terdakwa kasus perencanaan pembunuhan untuk saudara Changmin. Kami akan meminta keterangan lebih lanjut di kantor polisi.” Seorang polisi yang menjabat sebagai kepala mengeluarkan borgolnya dan hendak memborgol Jin Young. Namun Pria itu dengan cepat mengeluarkan pisau lipat di sakunya dan ditodongkan pada siapapun yang mendekatinya.

“Jika ada yang berani mendekat, kalian akan ku bunuh!”

“Park Jin Young~Sshi, tenanglah….”

“Kejahatanku sudah terbongkar. Diam pun, aku hanya akan mati membusuk dalam penjara.”

Ssett!

Jin Young melukai salah satu anggota polisi dengan pisau lipatnya kemudian melarikan diri dari restoran.

BRAK!

Tubuhnya tertabrak mobil yang tengah melaju kencang. Membuat tubuh kekarnya terpelanting beberapa meter. Darah segar yang mengalir dari kepalanya membuat hidupnya berakhir seketika.

“Park Jin Young~Sshi!”

Para anggota polisi langsung mengamankan lokasi kecelakaan Jin Young. Mereka berusaha menyelamatkan nyawanya namun tiada hasil. Kejahatan yang dia lakukan, harus diakhiri dengan pengorbanan hidupnya. Bahkan sebelum dia merasakan kejamnya dunia di balik jeruji besi.

Disaat para anggota polisi lengah, Sooyoung langsung menarik tangan Kyuhyun dan membawanya pergi. Kyuhyun tampak kebingungan, Sooyoung terus menariknya tanpa berkata apapun.

“Soo, tidak apa – apa. Aku harus menebus kesalahanku.”

Sooyoung hanya diam seolah tak mendengarkan.

Para polisi mulai menyadari hilangnya Kyuhyun.

“Hei, dimana Pria penipu itu?”

“Wanita bersamanya juga hilang.”

“Kalian cepat berpencar mencari mereka. Aku yakin mereka masih di sekitar sini.”

“Baik, Pak!”

Beberapa anggota kepolisian mulai berpencar mencari keberadaan Kyuhyun dan Sooyoung.

Sooyoung membawa Kyuhyun ke pinggiran danau yang sepi. Nafas keduanya tampak terengah – engah setelah berlari beberapa kilometer.

“Kita harus kembali. Aku tidak mau melarikan diri dari hukuman.”

“Tidak. Kau tidak salah Kyu. Kakek Shim yang menyuruhmu. Kau tidak boleh dihukum atas kejahatan yang bukan kemauanmu.”

“Tapi aku…”

“Kau harus kembali. Ke tempat dimana kau seharusnya berada.”

“Mwo? Tidak mau. Aku akan tetap disini.”

“Dengan berada disini kau akan terus terancam bahaya. Kau harus pergi, kembali ke kehidupanmu sebelumnya.”

“Tidak. Ini pilihanku. Aku telah memilih untuk tetap berada disini bersamamu. Mungkin nantinya aku akan dipenjara sebentar. Tapi tetap…. Aku tidak akan meninggalkan dunia ini.”

Sooyoung menarik tangan kiri Kyuhyun. Berusaha untuk melepaskan cincin yang melingkar di jari manis kiri Kyuhyun. Kyuhyun memberontak dan mengepalkan tangan kirinya kuat.

“Lepaskan Soo!”

Sooyoung tak menyerah. Dia terus berusaha membuat Kyuhyun agar membuka kepalan tangannya. Tak mempedulikan air matanya yang terus menetes tanpa henti.  Dia tidak ingin melakukannya. Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya. Dia hanya ingin melindungi Kyuhyun.

BRUK!

Sooyoung mendorong Kyuhyun hingga keduanya jatuh dan saling bertindihan.

“Kenapa? Kenapa kau ingin sekali aku pergi? Apa kau tidak mencintaiku? Kau tidak mencintaiku kan?” Bentak Kyuhyun.

Sooyoung hanya menangis. Membiarkan air matanya terus jatuh dan menetesi wajah Kyuhyun. Membiarkan Pria itu menyadari betapa tersiksa batinnya.

“Jika kau terus menangis, mengapa kau tetap ingin aku pergi?”

“Karena aku…. Karena aku mencintaimu, Kyu.”

Kyuhyun terperangah. Ucapan yang terdengar dari bibir manis Sooyoung terdengar tulus. Namun sekaligus membuatnya lengah. Hingga tak menyadari Sooyoung membuka kepalan tangannya dan menarik cincinnya.

“Karena aku sangat sangat mencintaimu lebih dari apapun di dunia ini.”

“Soo!”

WUSH!

Tubuh Kyuhyun menghilang bersamaan dengan terlepasnya cincin perak dari jari manis Kyuhyun. Kyuhyun membulatkan matanya ketika Sooyoung tidak ada lagi di hadapannya. Ketika tubuhnya kembali ke dunia dimana seharusnya dia berada.

“Cincinku!” teriak Kyuhyun ketika melihat cincin peraknya terlempar ke dasar danau.

BYUR!

Tanpa fikir panjang dia menceburkan dirinya ke dalam danau untuk mencari cincinnya. Hanya cincin itu yang bisa membawanya kembali ke masa depan.

Masih di tempat yang sama, namun berbeda zaman, Sooyoung menjatuhkan tubuhnya dan menangis histeris setelah melempar cincin perak Kyuhyun ke dasar danau.  Hanya itu yang bisa dia lakukan agar mencegah Pria itu kembali lagi ke masa depan dan membahayakan dirinya.

“Karena sejak awal kau memang hanya bayangan. Bayangan yang akan hilang dalam gelap. Bayangan yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa kuraih.”

***

Kyuhyun membuka kedua matanya yang terasa berat. Kepalanya terasa sakit seperti ada berton batu di atasnya. Pakaian yang dikenakannya masih sedikit basah. Namun dia terkejut mendapati kedua tangan dan kakinya terikat kuat. Dia membuka lebar kedua matanya dan melihat sekelilingnya. Sebuah daerah yang sangat dikenalnya. Sebuah lapangan luas di dalam Istana yang dikenal sebagai suatu tempat peradilan.

“Aku…. Di Istana?” batin Kyuhyun tak percaya. Dia berada di dalam Istana bahkan masih lengkap dengan pakaian dan sepatu ala modern. Dia mengangkat kepalanya dan mendapati ayahnya, Yang Mulia Raja tengah memandangnya marah. Di sampingnya Kakaknya, Putra Mahkota Cho Siwon tampak bersikap tenang seperti biasa. Tenang sehingga tanpa ada yang mengetahui kecemasan dalam hatinya.

“Ahbamama….” Ujar Kyuhyun lirih. Suaranya terasa serak. Sepertinya dia terserang demam karena berenang berjam – jam mencari cincinnya di danau saat tengah malam hingga membuatnya pingsan.

“Putra Mahkota… Eh Anni…. Pangeran Cho Kyuhyun!” Terdengar suara lantang yang sangat dikenalnya. Suara yang hanya dimiliki oleh ayahnya. “Pangeran? Apa kau masih pantas menyandang gelar itu setelah apa yang telah kau lakukan pada  Istana ini.”

Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya mengakui kesalahannya.

“Kau meninggalkan Negeri ini dan bersekongkol dengan penjajah barat adalah sebuah penghianatan!”

“Yang Mulia, Kyuhyun tidak bersalah.” Teriak Ratu sambil menangis.

“Jangan campuri urusanku, Ratu!”

“Ini tidak seperti yang kau fikirkan, Yang Mulia.”

“Lalu apa anak ini bisa menjelaskan kemana dia pergi selama ini? Dan mengapa dia bisa kembali ke Istana ini dengan pakaian milik penjajah barat itu?”

“Karena….”

Kyuhyun kembali mengangkat kepalanya dan tersenyum pahit pada Ratu. Ratu tampak menggelengkan kepala, tatapan Putranya tampak seolah menandakan bahwa dia menyerah. Kyuhyun tampak pasrah. Dia tidak bisa menjelaskan kenyataan sebenarnya karena barang bukti ditangannya telah menghilang. Cincin dari Sooyoung yang bisa membawanya ke masa depan telah lenyap. Dijelaskan pun, tidak akan ada yang mempercayai ucapannya. Hanya Ratu yang tahu. Hanya dia yang mengerti bagaimana kenyataan sebenarnya. Tentunya dengan kedua pengawal setia Kyuhyun, Kangin dan Shindong.

“Pangeran Cho Kyuhyun. Kau dihukum atas kejahatan yang kau lakukan pada Negeri ini. Statusmu sebagai anggota keluarga kerajaan akan dicopot. Selain itu kau harus keluar dari ibukota dan hidup dalam pengasingan.”

“Itu terlalu kejam, Yang Mulia.” Ratu tak terima dengan hukuman yang diberikan pada Kyuhyun.

“Sebagai seorang Raja aku harus bersikap adil. Mengadili seorang penghianat negeri ini, meskipun dia putraku sendiri. Putra yang sangat kubanggakan namun ternyata membuatku kecewa.”

Raja meninggalkan lapangan peradilan. Siwon mengikutinya dari belakang. Sesekali dia menoleh pada Kyuhyun yang berusaha terlihat tegar menerima hukumannya.

Kyuhyun menunduk dan tersenyum kecil.

“Di tempat ini, saat itu… Kau juga merasakan hal yang sama kan?” Kyuhyun teringat pada Sooyoung, cinta pertamanya yang menerima hukuman penggal di lapangan ini. “Aku juga merasakannya. Apa kau melihatku disana?” Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum pada langit. “Sooyoung~ah… Meskipun aku kembali ke masa lalu, aku tetap tidak bisa lari dari hukuman. Karena aku bukan bayangan yang bisa menghilang dalam gelap.”

***

Sebuah bus berhenti tepat di depan sebuah sekolah menengah atas ternama di Seoul. Seorang gadis dengan wajah muram tampak sempoyongan ketika turun dari bus. Tubuhnya lemas seolah tak ada energi. Kedua matanya terasa berat karena menangis semalaman.

“Sooyoung~Sshi.”

Gadis itu, Sooyoung, menolehkan kepalanya mencari sumber suara yang memanggilnya. Tampak seorang Pria bertubuh mungil tengah berlari ke arahnya. Guru biologinya, Lee Sungmin.

“Kau tidak bersama Putra Mahkota?”

Sooyoung hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Sungmin.

“Kemana? Apa kalian bertengkar?”

“Dia sudah pergi.”

“Ne?”

“Kembali ke masa lalu.”

“NE?!” Sungmin berteriak histeris. Namun dengan cepat dia menutup rapat mulutnya. “Ada apa?”

“Dengan berada disini dia akan terancam bahaya.”

“Apakah karena keanehannya mulai terungkap?”

“Itu juga menjadi salah satu alasannya.”

Sooyoung melangkah mendahului Sungmin. Namun ucapan Sungmin kembali menghentikan langkahnya.

“Tidak mungkin terjadi kan?”

Sooyoung menoleh dan memandang Sungmin dengan tatapan heran. “Ne?”

“Dalam buku itu, tidak mungkin terjadi kan?”

“Buku?”

Sungmin menarik tangan Sooyoung pergi. Sooyoung hanya menurut tanpa mengerti apa maksud dari perkataan aneh Sungmin.

***

Kakek Shim tampak senang ketika bertemu kembali dengan cucunya yang selama ini menghilang. Meskipun keadaan Changmin belum pulih benar. Rasa kesalnya pada Seohyun karena telah menyembunyikan Changmin darinya perlahan mulai pudar mengetahui bagaimana gadis itu menjaga dan melindungi Changmin agar terhindar dari bahaya.

Pertunangan Seohyun dan Siwon pun harus berakhir karena pada dasarnya Seohyun memang hanya mencintai Changmin yang merupakan cinta pertamanya. Dia mau bertunangan dengan Siwon karena saat itu dia mencurigai Siwon dan ibunya terlibat dalam kecelakaan yang menimpa Changmin. Siwon yang memang tidak mencintai Seohyun menerima pembatalan pertunangan itu dengan senang hati.

Siwon dan ibunya tetap melanjutkan hidup mereka seperti biasa. Namun ada satu hadiah tak ternilai yang mereka dapatkan ketika keduanya tidak terbukti terlibat dengan kejahatan yang dilakukan Jin Young. Sebuah pengakuan dari Kakek Shim. Pengakuan bahwa Siwon dan ibunya merupakan bagian dari keluarga besar Shim dan menjadikan Siwon seorang pewaris kedua secara resmi.

Sebuah akhir yang diharapkan semua orang. Berakhir dengan bahagia.

Namun kenyataannya semua ini belum berakhir untuk Sooyoung dan Kyuhyun.

***

Sooyoung memandang tak percaya sebuah artikel yang tertulis dalam buku tua tebal yang diberikan Sungmin. Sejarah mengenai Cho Kyuhyun.

“Tidak mungkin. Ini salah kan? Kyuhyun disana sudah bahagia. Tidak mungkin ini terjadi.”

“Aku juga tidak tahu. Tapi seperti itu yang tertulis dalam buku sejarah Korea.”

“Ini tidak mungkin terjadi pada Kyuhyun.”

Sungmin menutup buku tebalnya. “Kau benar. Mungkin buku tua ini mengada – ngada untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya.”

Sooyoung mengepalkan tangannya dan tanpa sadar air matanya kembali menetes.

Cho Kyuhyun adalah seorang anak dari Raja Cho Jung Soo dan Ratu Kang Sora, dia terlahir sebagai Putra Mahkota yang lahir di abad ke-15. Pada tahun 1488, dia menghilang dari Istana. Dan tak lama kemudian, Pangeran Cho Siwon, anak Raja Cho Jung Soo dan Selir Kim Taeyeon diangkat sebagai Putra Mahkota untuk menggantikan Cho Kyuhyun. Hampir setengah tahun Cho Kyuhyun menghilang, dia kembali ke Korea dan bersekongkol dengan penjajah barat untuk menjatuhkan Dinasti Joseon. Perang besar pun terjadi di wilayah barat. Cho Kyuhyun tertangkap dan diadili. Statusnya sebagai Anggota keluarga Istana dicopot dan di asingkan di wilayah Goryeo. Di tahun 1489, dia meninggal karena wabah penyakit yang melanda daerah pengasingannya.

***

Hari demi hari berlalu. Kyuhyun harus menjalani kehidupannya yang sangat berbanding terbalik dengan sebelumnya di wilayah pengasingan. Layaknya rakyat jelata yang hidup serba kekurangan. Bekerja memotong kayu untuk dijadikan kayu bakar. Sesuatu yang tidak pernah sama sekali difikirkan untuk dilakukan oleh seorang Putra Mahkota.

Kyuhyun duduk berteduh dibawah pohon yang rindang untuk sedikit melepas lelah. Memandang langit dan berusaha untuk tersenyum. Menyembunyikan keluh kesah batinnya.

“Aku tidak boleh mengeluh. Aku jauh lebih beruntung bahwa statusku hanya dicopot dan menjadikanku rakyat biasa. Tidak seperti Sooyoung yang sejak kecil terlahir sebagai seorang budak.” Kyuhyun terus menyemangati dirinya dengan membandingkan hidupnya dengan Sooyoung semasa hidupnya.

***

“Sooyoung, bulan ini jaketku yang kau beli sudah lunas yah.” Ujar Eunhyuk mengingatkan Sooyoung.

“Akhirnya aku terbebas dari hutang.”

“Padahal jaketnya sudah lunas tapi Pemuda itu tidak ada. Kalau begitu, apa aku boleh mengambil jaketku kembali?”

“Kau harus mengembalikan cicilan yang kubayar bila kau ingin aku mengembalikan jaketmu.”

“Eh? Kalau begitu berikan aku diskon yah.”

“Mwo? Tidak mau!”

“Soo cantik. Berikan Oppamu yang tampan ini diskon yah.”

“Tampan? Apa kaca di kamarmu kurang besar hah?”

“Awas kau yah. Akan kucari jaketku dan kuambil kembali.” Eunhyuk melangkah memasuki kamar Sooyoung untuk mencari jaketnya. Sooyoung membiarkannya. Biar bagaimanapun juga hanya Eunhyuk yang selalu berada disampingnya disaat dia sedih. Bahkan keberadaan Pria itu membuatnya sedikit melupakan kesedihannya.

Sooyoung mengalihkan perhatiannya pada televisi yang tengah dia tonton. Dia tertawa terbahak – bahak ketika ada sesuatu yang lucu ditayangkan. Tangannya tanpa sadar membuka lemari snack yang diletakkan di samping televisi. Namun gerakannya terhenti ketika melihat snack keju yang berjejer rapi di lemari. Snack keju kesukaannya dan kesukaan Kyuhyun.

Sooyoung menghapus air matanya yang tanpa ia sadari menetes. Dia membuka bungkus snack keju dan berusaha untuk tidak memikirkannya. Terus memikirkan Kyuhyun hanya membuatnya semakin sedih. Namun satu per satu snack yang masuk ke dalam mulutnya semakin membuatnya teringat pada Kyuhyun. Terlebih teringat pada alasan konyol Kyuhyun menerima untuk berpura – pura menjadi Changmin adalah, agar bisa membelikan snack keju yang banyak untuk Sooyoung.

Sooyoung berlari ke sebuah lemari besar dekat kamarnya dan membuka sebuah album foto. Dia meraba robekan foto yang telah ditempel kembali oleh Kyuhyun dengan solasi. Sooyoung tersenyum dalam tangisnya. Mengingat bagaimana dulu Kyuhyun mengguntingi semua fotonya dan hanya menyisakan gambarnya seorang.

Gerakan jari Sooyoung terhenti ketika melihat sebuah cincin masih melingkar di jari manis kirinya. Cincin milik ibu Kyuhyun yang diberikan padanya. Satu – satunya benda peninggalan Kyuhyun selain kenangannya. Dia meraba cincinnya dengan lembut. Memperlakukannya dengan hati – hati seolah – olah dia tengah menyentuh Kyuhyun.

Mungkin bagi Sooyoung mustahil untuk melupakan Kyuhyun. Seumur hidup pun akan sulit melupakannya.

***

Ratu diam – diam mendatangi daerah pengasingan setelah mendengar kabar bahwa Kyuhyun menderita penyakit parah. Dia menangis mendapati putranya hanya bisa berbaring di atas ranjang kayu dengan selimut tipis.

“Kyu…”

Kyuhyun membuka matanya dan terkejut melihat ibunya datang menjenguknya.

“Yang Mulia… Apa yang kau lakukan di tempat hina seperti ini?”

“Aku hanya ingin bertemu putraku. Aku ingin memberinya obat agar dia cepat sembuh.”

Ratu meracik sendiri obat yang dibawanya dari Istana, berharap kesembuhan untuk putranya. Meskipun mustahil, karena penyakit yang Kyuhyun derita saat itu belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

“Minumlah obatnya, Nak. Kau harus semangat agar cepat sembuh.”

Kyuhyun memalingkan wajahnya tanda menolak obat pemberian Ratu. “Maafkan aku, Yang Mulia. Namun semua yang kau lakukan disini hanya sia – sia. Penyakit yang kuderita belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. “

“Tapi kau tidak boleh menyerah, Kyu.”

“Yang Mulia, kembalilah ke Istana.”

“Tidak mau. Aku akan tetap disini untuk merawat Putraku sampai sembuh.”

“Tidak, Yang Mulia. Yang Mulia Raja menunggumu di Istana.”

“Tidak Kyu. Disana ada Selir Kim yang selalu mendampinginya.”

“Bagaimana bisa Ratu negeri ini mengabaikan tugasnya hanya untuk merawat seorang penghianat negeri ini?”

“Kyuhyun!”

“Kedatanganmu kesini hanya semakin memperberat kepergianku, Omma. Bagaimana Sooyoung bisa datang menjemputku jika kau terus menungguku disini.”

Ratu menutup mulutnya menahan isak tangisnya. Ucapan yang terus keluar dari bibir Kyuhyun seolah menandakan Pemuda itu telah menyerah pada hidupnya. Kehilangan cinta yang membuatnya lemah tak berdaya.

“Kyu…. Hyun….” Ratu mencoba berbicara pada Kyuhyun disela isakan tangisnya.

“Maaf aku harus mengusirmu, Yang Mulia. Pergilah dan kembalilah ke Istana.” Ujar Kyuhyun masih memalingkan wajahnya dari Ratu.

Ratu tampak kecewa melihat perlakuan Putra semata wayangnya padanya.

“Meskipun kau memperlakukan ibumu seperti ini, tapi kau harus percaya Kyu…. Kasih sayangku padamu tidak akan pernah berakhir. Sampai kapanpun.”

Ratu meninggalkan daerah pengasingan membawa rasa sakit yang diberikan Kyuhyun.  Sakit di hatinya seakan membuatnya sulit untuk melangkah. Terlebih membayangkan bahwa ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Putra tercintanya.

Kyuhyun terbatuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Dia kembali berbaring dan memandangi langit biru yang seolah tengah tersenyum.

“Mungkin saatnya sudah tiba. Ketika kau menjemputku…. Aku berharap kita bisa bertemu lagi. Di masa depan. Di masa dimana kita tidak akan pernah terpisahkan lagi.”

Kyuhyun memejamkan kedua matanya dan tidur dalam damai untuk selamanya.

***

Beberapa tahun kemudian….

Sooyoung berlari kencang sembari sesekali memperhatikan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum detik yang tak pernah berhenti berdetak membuatnya terus memacu laju kaki agar cepat sampai di tempat dia bekerja. Tidur larut malam membuatnya bangun kesiangan dan tertinggal bus. Sungguh sial nasibnya hari ini.

BRUK!

Sooyoung tanpa sadar menabrak seorang Pemuda hingga jatuh. Pemuda itu tampak mengadu kesakitan sembari menggosok bokongnya yang sakit. Sooyoung mengulurkan tangannya hendak membantu pemuda itu berdiri, namun dia terperangah ketika melihat wajah pemuda itu.

“Kyuhyun….” gumamnya.

Pemuda itu hanya tersenyum dan menyambut uluran tangan Sooyoung. Tanpa berkata apapun, pemuda itu pergi meninggalkan Sooyoung yang masih terpaku.

“Ah, tidak. Mungkin hanya mirip. Pemuda itu hanya mirip dengan Kyuhyun.”

Sooyoung mengangkat kepalanya dan memandang langit biru yang seolah tersenyum.

“Kyuhyun~ah…. Annyeong.”

END

Akhirnya selesai juga. Kenapa endingnya begini? Karena aku bosan dengan sesuatu yang Happy Ending #Digampar Readers. Mungkin akan banyak yang protes. Tapi mau bagaimana lagi, dari awal aku sudah buat seperti ini endingnya #BOW Mianhae…. Tapi aku butuh masukan untuk FF-ku ke depannya. Jangan lupa tinggalkan jejak yah…. Gamsahamnida ^^

56 thoughts on “[SERIES] Crown Prince’s Love (Part 8- End)

  1. yani yanuari says:

    sad ending!!😥 bner” kesian sma kyu oppa’a huhuhuhu😥 kaga bsa coment bnyak, feel’a dpet bnger😥

  2. yaniyanari says:

    sad ending😥 kesian sma kyu oppa, cnta’a bner” kaga bsa d’gapai😥 bner” dpet bnget feel’a🙂

  3. ya apapun ending nya aq suka deh , di mana ada pertemuan di situ ada perpisahan kan mungkin ini emang harus terjadi *lebayyyyy
    walau masih ada yang di lupain suka kok , aq jg bingung coment apa ini -_-

  4. Aku nemu ff ini lg, dlu aku sempet bca d blog khusus sooyoung, dn bru chap 7,, dn udh lama gk buka blog it lg,, dn aku terdampar d wp ini karna penasaran ku buka dn nemu ff ini, tp yahh ko sad ending😦 aku ngarepin bnget happy ending, kasian kyuppa😦

  5. LeeSunYoung says:

    Ceritanya sedih…

    Kasihan Kyuhyun oppa, padahal dia gk salah tapi dihukum. Appa KyuHyun jahat banget sih, tega nge-hukum anaknya sendiri…

    Tapi, aku suka ceritanya.❤

    Yeayy,, SooYoung eonni, ketemu sma KyuHyun oppa lagi..

  6. Sistasookyu says:

    Ya ampun ternyata alurnya sama kayak artikel yg ditemuin sungmin.
    Poor kyuyoung.. Kasian bgt kyuyoungnya ga bisa bersamaaa
    boleh dong dibikin AS kyuyoungnya jadian.. Kan di epilog nya, ada yg mirip kyu

  7. nadasooyoungstersoneelf says:

    yah sad ending😦
    kalo bisa di buat sequelnya thor :’v
    ditunggu ff yang lainnya ya🙂

  8. mongochi*hae says:

    kya…endingny kok sad ??
    tp gk aplh yg pnting soo sdh mlht kyu ddpanny…

    next ff kmi tunggu.

  9. Kyuyoung kasian banget .
    Ini sad end😦 , tapi menurutku ini gantung .
    Tapi gpplah uda ada kejelasan pada masa lalu kyu . Good

  10. pna says:

    yaahh eonnn kyunya dibikin mati sihhh huweeeee😦 tapi bisa kaliii itu dibikin sequel wkwk kan katanya cowo yg nabrak soo itu mirip kyu hehe😛

  11. Ih author ini ngegantung ceritanyaㅠㅠ bikin sequel nya dong. Kasian mereka malah terpisahkan, tapii ceritanya seru kok. Oh ya semangat ya thor, pokoknt ditunggu sequel nya, fighting^^

  12. zeze says:

    wahhhh terjadi sm sprt sejarahnyaaa
    aaahhh thor knp ngegantung?
    sedih pas perpisahan mrk..😥 huwaaaa…
    but out of ending yg nggntng ku suka ffnya… hidup kyuyoung couple🙂😀

  13. Avan says:

    Woah….
    Ceritanya sad ending bagus….
    Ditunggu yah ffmu yg selanjutnya oke chingu…
    Maaf baru comen soalnya baru ingat…. Hehehe😀

  14. rifqoh wafiyyah says:

    Ya ampun sad ending😥😥 huaaa thor bijin sequelnya dong… Ksihan kyuppa…
    Hikss hiks .

  15. FS says:

    soo yang dimasa sekarang masih gantung tuh
    kan kalo sekarang kyu gak mungkin sama seo karena seo udah sama changmin
    trus gimana nasib soo sekarang

    nice ff
    perlu sequel buat ending kyuyoung di masa sekarang

  16. Youngra park says:

    Hils hiks sedihny unni aduhh kerenny kisah cinta mereka memang ko sesuatu hal yg berasal dri dunia yg berbeda sangat mustahil untuk bersatu aduhh aku mewek bacany betapa kyuppa sangat mencintai sooeoni

  17. Risqi says:

    kasihan banget si kyu.. dia nggak bergabung dengan penjajah barat tapi dia malah diasingkan. kasihan juga sooyoung ditinggal kyuhyun.. buat sequel nya donk eonni..

  18. Akhirnya semua rahasia itu terbongkar juga …

    Nyesek banget mereka berdua harus pisah …

    Tapi akhirnya mereka berdua dipertemukan kembali, semoga kali ini mereka ga terpisah lagi …

    :):)

  19. epanda says:

    yah cuma segitu?
    yaudah as nya dehhhh ya ya ya
    cuka bgt sama ceritanya, hahaha
    jadi gemezzzz

  20. gita says:

    Huwaaa akhirnya ni ff dilanjut
    Ya ampun kyuppa dikira bersekingkol padahal dia sbenernya pergi ke masa depan
    Duh kisah cinta kyuypung emng tragus yaa
    Knpa sih harus dibikn gantung, jadi masih penasaran
    Ditunggu deh ff lainnya

  21. Isma KSY says:

    APA? kenapa endnya begindong.. aigooo.. ternyata dalam buku itu bener” terjadi, syedihhhh.. kasihan skali kyu..
    kenapa kakek shimnya biarin kyu pergi gitu aja. hih
    dan apakah yang mirip kyuhyun itu namanya juga kyuhyun? ini harus dilanjutkan thor.. masa iya udah berakhir.. hah~

  22. met says:

    Daebak
    Hah agak gak terima nih sama ending nya
    Tp bagus bgt sih ceritanya
    Kalo bs bikinin sequel yg happy end dong hhee

  23. Lee Hye Ji says:

    author sequel please!!
    endingnya masih memberikan tanda tanya yang besar!!
    kyuyoungnya kok begitu ah gak rela beneran ;(

  24. Nora says:

    Sad ending😭 but, nice ff👍🏻 sukaa sma ceritanya❤️ Ditnggu sequelnya ya thor😘

  25. chokyu says:

    sumpah aku nangis.. wktu kyu menyerah sama keadaan apalagi wktu dia sakit di tmpt perasingan sama ibunya.. kasian bgt.
    tp kayaknya seru lho thor klo ada sequel tp ini nyeritain soo sama laki2 yg ditabrak soo diakhir cerita itu. tp itu cuma saran aku sih…
    okee, thanks. Fighting !!!

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s