[Oneshot] Don’t You Dare!

dont-you-dare-summerie-copy

 

 

Don’t You Dare!

 

 

Cho Kyuhyun || Choi Sooyoung || Kim Myungsoo

This story officially is mine, and I’ve got the idea naturally from my mind. So don’t copy or remake it without my permission.

 

Author: Summerie || Genre: Romance || Length: Oneshoot – 4. 707 words

 

 

 

 

 

 

 

Happy reading and sorry for typo(s) *deep bows*

 

 

 

 

 

Author POV 

 

 

“Cho Sooyoung kau memang istri idaman.” kata-kata dengan makna ke-percayaan diri yang cukup kuat dilontarkan gadis –ops. Mungkin bisa dikatakan dia sudah tidak gadis mengingat ini merupakan bulan ke-2 Sooyoung menikah dengan namja yang sangat-sangat-sangat-sangat menyebalkan tetapi tampan.

 

Kalian tahu apa maksudku pasti.

 

Dengan apron yang masih melekat tidak secara sempurna mengikat tubuhnya, Sooyoung mengangkat hasil eksperimen –sebut saja masakan– setelah sebelumnya ia menuangkan masakan itu dari wajan penggorengan dan memindahkannya ke piring. Dari harum bau masakan yang telah Sooyoung buat cukup membuat sang empu yang telah menciptakan masakan itu lapar.

 

Sooyoung menggelengkan kepalanya kuat saat cacing-cacing didalam perutnya berdemo untuk memintanya segera mengisi perutnya “tidak.” Desis wanita ini mengingat suami tersayangnya belum juga bangun dari ranjang mereka, memang sengaja Sooyoung belum ingin membangunkan suaminya itu, jelas saja mana mungkin Cho Kyuhyun akan terbangun sendiri di hari libur sejuta umat –baca saja minggu– Langkah sepasang kaki jenjang ini kembali bergerak kesana kemari entah itu untuk mengambil gelas kosong, piring kosong atau apalah itu untuk diletakannya dimeja makan, mengingat selama 2 bulan mereka –Kyuhyun dan Sooyoung– menikah tidak pernah sekalipun Sooyoung memasak makanan berat, dalam artian wanita berusia 25 tahun ini hanya bisa membuatkan sarapan pagi yaitu sepiring roti bakar, dengan minuman susu atau kopi bagi suaminya, selebih itu hanya memanaskan masakan yang dibeli, atau pemberian dari mertua dan kakak iparnya yang baru saja menikah sepertinya.

 

 

 

Flashback

 

Sooyoung hanya menatap jengah kedua sejoli yang tengah entah itu secara sengaja atau tidak menampilkan keromantisan dihadapannya, awalnya memang salah wanita ini sendiri untuk memutuskan berkunjung ke apartemen sahabatnya, Im Yoona ehm –Lee Yoona karena terlalu bosan dengan kesendirian di apartemennya sebab Kyuhyun suaminya sedang bekerja dan pamit untuk lembur, dari pada hanya terlihat seperti orang gila yang terdiam diapartemen mereka –Kyuhyun dan Sooyoung– maka dari itu lebih baik dua wanita yang sudah saling bersuami itu menghabiskan waktu bersama mengobrol atau bergossip.

 

“Kau memasak ini sayang?” Donghae menanyakan hal tersebut kepada Yoona wanita yang dinikahinya setengah tahun lalu, tak lupa dengan senyum manis yang bertengger di bibirnya. Sooyoung menatap pasangan dihadapannya ini dengan datar dan menyeruput air putih dihadapannya secara kalap sampai kandas seperti terkesan melampiaskannya.

 

Yoona mengangguk malu yang disambut acakan gemas dirambutnya siapa lagi kalau bukan akibat ulang dari Lee Donghae “Ya..bagaimana?”

 

“Tentu saja enak sayang. Ini bahkan sangat-sangat enak.” Sooyoung mencibir mendengar pernyataan yang dilontarkan Donghae.

 

Yoona memadang Sooyoung yang duduk bersebrangan dengan dirinya hanya dengan senyum meminta maaf, ia –Yoona– tidak tahu bahwa suaminya akan pulang cepat, sebenarnya masakan ini ia buat untuk mengisi perut Sooyoung dan dirinya merengek minta diisi makanan bukan untuk suaminya, masalah masakan untuk suami nya itu nanti, tapi ya takdir berkata lain, lauk yang memang sebenarnya cukup untuk dua orang ini terpaksa harus dibagi menjadi tiga.

 

Sooyoung yang melihat tatapan itu hanya mengangguk dan berkata tanpa suara “Gwaenchana.”

 

CUP!

 

Dua orang gadis yang masih dalam posisi terduduk ini sama-sama membelalakan matanya, baru saja Sooyoung tepatnya melihat dengan mata kepalanya sendiri sedikit terpana dengan apa yang baru saja dilakukan oleh laki-laki bermarga Lee itu.

Damn! Apa mereka tidak melihatku ada disini? Seenaknya saja berciuman.’ Gerutu Sooyoung dalam hati tangannya tanpa sadar meremas sendok yang masih dipegangnya.

 

“Oppa!” pekik Yoona terhadap Donghae memperingatkan suaminya itu bahwa masih ada Sooyoung disini. Donghae yang mengerti itu mengalihkan pandangannya kearah Sooyoung dengan pandangan geli.

 

“Oh Sooyoung-ah aku hampir saja lupa ada kau” cengiran khas pria yang sering ia ejek nemo ini menodai mata Sooyoung. Berlebihan.

 

Memutarkan bola matanya dan memilih memandang kearah lain, apa saja yang membuat wanita bermarga Cho ini tidak melihat bualan serta roman picisan pasangan itu. “Terserah.”

 

Respon ketus yang dilontarkan Sooyoung ternyata membuat Donghae terkekeh geli tidak mengindahkan tatapan heran istrinya “Nyonya Cho.”

 

Kalimat singkat itu berhasil membuat Sooyoung geram. Ia tidak dan sangat tidak menyukai panggilan itu “Sialan kau Lee!” balas Sooyoung sengit. Entah kenapa menurutnya panggilan itu sangat tidak pas untuk Sooyoung sendiri, ia merasa aneh mendengar itu.

 

Kali ini kekehan itu berubah menjadi tawa khas seorang Lee Donghae yang berbuah lemparan jaket milik wanita bernama Sooyoung ini, namun dengan sigap Donghae menangkap lemparan itu “Hm..jadi seperti ini bau milik Nyonya Cho” kembali ia menggoda.

 

“Ehem” suara deheman menghentikan pertengkaran kecil Sooyoung dan Donghae.

 

Donghae yang menangkap nada cemburu dan istrinya ini langsung memeluk sang istri dari samping sembar menyenderkan kepalanya dipundak Yoona “Aku hanya bercanda sayang, tentu saja baumu aku lebih menyukai.”

 

‘Mulut gombal mu Lee!’ runtuk Sooyoung.

 

Kali ini hanya ada Sooyoung dan Yoona, karena namja bermarga Lee itu memutuskan untuk bermalas-malasan di ranjangnya.

 

“Cobalah memasak sesuatu untuk suamimu” Yoona memberikan saran untuk sahabat yang sudah ia kenal sejak masa sekolah menengah atas itu, mengingat sahabatnya ini sangat buta mengenai dapur. Sooyoung hanya mengangguk meng-iyakan, tidak sepenuhnya meng-iyakan memang.

 

“Kau mau suamimu itu tergoda oleh sekretarisnya yang bernama Victoria itu? Dia kan pandai memasak.” Imbuhnya terkesan menakuti. Biarkan saja, ini juga untuk kebaikan sahabatnya.

 

Sooyoung menggeleng. Tentu saja tidak!

 

 

Flashback End

 

 

 

Senyumnya merekah saat melihat masakan yang dibuatnya sudah tertata rapi dimeja makan. Sooyoung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang lengket karena keringat setelah sebelumnya membereskan dapur yang sempat berantakan karena ulahnya itu. Setelah selesai dengan kegiatannya tersebut Sooyoung menghampiri Kyuhyun yang tengah bergelut dengan selimut yang melilit ditubuhnya, tangannya terjulur untuk memegang pundak suaminya dengan sedikit mengguncangkan tubuh laki-laki itu “Kyuhyun-ah..” dengan cukup lembut ia membangunkan si kepala keluarga.

 

Setelah beberapa detik tidak mendapat respon, Sooyoung kembali melakukan kegiatan membangunkan suaminya ini dengan sedikit nada suara yang dinaikkan beberapa oktaf. “Kyuhyun-ah!”

“Oppa. Panggil Oppa, Soo” Kyuhyun bergumam masih dengan mata yang tertutup.

 

“Shireo!” tolak Sooyoung.

 

“Oke” tukas Kyuhyun cepat.

 

Hingga pada hitungan ke 30 belum ada tanda-tanda bahwa Kyuhyun akan bangun, Sooyoung melancarkan aksi yang bisa dibilang brutal bagi seorang istri. “Bangun pemalas!” pekik Sooyoung dengan serangan bantal yang diambilnya dari laki-laki itu dan segera membungkam wajah tampan dengan sedikit bekas air liur disudut kiri bibir super duper sialan seksi suaminya.

 

“Kau membunuhku Soo-ah!” Desah Kyuhyun frustasi setelah sebelumnya berhasil membebaskan diri dari belenggu bantal yang menyesakkan. Diambilnya posisi duduk dengan bersandar bantal dipunggungnya.

 

Sooyoung menatap jengah sifat Kyuhyun yang satu ini, selalu saja meminta panggilan ‘Oppa’ dipagi hari. Mungkin bagi pasangan lain, morning kiss merupakan kebiasaan yang dilakukan pasangan yang saling mencintai, tetapi tidak bagi mereka.

 

“Morning Kiss? Lelucon apa itu?!” protes Kyuhyun saat itu yang dibenarkan oleh istrinya saat berkunjung ke tempat tinggal milik YoonHae.

 

“Segera mandi dan bersihkan bekas cairan menjijikan itu dari wajah tampanmu.” Ucap Sooyoung sebelum meninggalkan kamar mereka.

 

Hampir saja tangannya menyentuh kenop pintu kamar itu sebelum kata-kata sialan itu mengalun indah dari bibir sexy suaminya. “Bekas cairan ini pun sangat kau sukai dan terima kasih untuk pujianmu bee.

 

BLAM!

Pintu Kamar Mandi tertutup.

 

Setelah itu hanya teriakan seorang Cho Sooyoung yang menggema di ruangan tersebut, disambut lemparan bantal dan guling untuk pintu yang saat ini memisahkan Kyuhyun dan Sooyoung.

 

 

 

 

–––––––

 

 

 

 

 

Sooyoung POV

 

 

“Jika saja aku tidak tergila-gila oleh laki-laki itu mana mungkin aku mau menikah dengannya.” Dengan dagu yang ku topangkan pada telapak tanganku mataku sesekali menatap jam dinding berwarna putih dengan pinggiran berwarna biru yang melekat pada dinding salah satu sisi dapur ini seakan menemani dan menyadarkanku akan waktu yang terus berjalan.

 

Sialan. Ini sudah hampir 45 menit, apa yang kau lakukan dikamar mandi Kyuhyun-ah? Apa kau lupa bagaimana menghidupkan shower? Atau kau berendam di bathup dan karena saking mengantuknya kau tertidur disana? Atau kau sibuk membaca komposisi yang tertulis di shampoo atau sabun sembari duduk diatas kloset? Atau kau sibuk dengan permainan sol– shit Cho Sooyoung kenapa kau mesum sekali?

Aku melihatnya berjalan dengan handuk kecil yang masih tersampir dikepalanya, sesekali juga kulihat ia mengusap-usapkannya ke rambutnya yang masih basah. Celana pendek santai berwarna khaki dengan atasan kaos biasa berwarna hitam.

 

Aku tidak pernah berbohong mengenai ketampanan dan aura seksi yang dimiliki suamiku ini. Tapi untuk pagi ini aku bahkan rela menyerahkan diriku seutuhnya diatas ranjang bersamanya dan memadu, Shit! Kenapa belakangan ini aku mesum sekali sih? Tapi aku bersumpah, jika aku ditanya kapan Kyuhyun terlihat seksi? Maka dengan senang hati aku menjawab dengan 2 jawaban sekaligus.

  1. Saat kami sedang bergelut dengan kegiatan olahraga yang kami sukai. Di ranjang yeah tentu saja.
  2. Dan yang kedua, tentu saja saat dia dengan keadaan basah sehabis mandi seperti saat ini.

 

Orang yang tengah aku bicarakan dalam hati serta otakku saat ini baru saja mendaratkan pantatnya dikursi yang berada dihadapanku. Ia menatapku heran sekilas saat mungkin dia menangkap raut aneh dari wajahku ini.

 

“Kau memasak ini?” tatapan selidik ia tunjukkan untukku. Yeah, memang wajar dia menanyakan itu mengingat ini masih pagi untuk memesan makanan cepat saji. Aku hanya mengangguk meng-iyakan apa yang tengah menjadi pertanyaan itu.

 

“Kau tidak berniat membunuhku kan bee? Aku bahkan belum menyetubuhimu sejak 3 hari yang lalu, dan jangan siksa aku sebelum aku mati.” ku pukul dengan sedikit keras kening lebar yang dimiliki suamiku ini dengan sendok yang entah kapan sudah kupegang. Bagaimana bisa ia mengeluarkan kalimat vulgarnya dari bibir super duper double sialan seksi itu?

 

Dan satu lagi, asal kalian tahu –Bee– itu sendiri merupakan panggilan kesayangan darinya untukku. Tidak ada moment special kapan ia menggunakan atau memanggilku dengan panggilan itu, intinya ia memanggilku bee saat ia ingin memanggilku bee dan Soo atau Sooyoung-ah atau Soo-ah juga sama, yaitu saat dia ingin memanggilku dengan panggilan itu

 

Ringisan Kyuhyun seolah menyadarkanku, tangan kanannya ia usap-usapkan pada kening miliknya dan kulihat bibirnya yang maju beberapa inci. Mengerucut sebal. Aku bahkan ingin tertawa melihat ekspresi suamiku saat ini, how cute he is…

 

Aku sedikit memajukan tubuhku untuk membantunya mengusap kening lebar tetapi masih saja terlihat indah yang dimilikinya. Kadang aku berfikir seperti mengasuh anak kecil yang berusia 5 tahun. “Ini sakit bee..” rengeknya.

 

“Jika saja mulutmu tidak dengan seenaknya mengeluarkan kata-kata vulgar itu, hal seperti ini tidak akan terjadi.” Aku mengomelinya.

 

Ia menatapku polos “Wae? Tidak ada kata vulgar dalam ilmu biologi.” Astaga……….

 

Membenarkan posisi dudukku dan sama sekali tidak berminat untuk merespon perkataan Kyuhyun. Aku mulai mengambilkan nasi untuknya dan untukku sendiri. Dan membiarkan dirinya mengambil lauk sendiri, aku ingin tau responnya dengan mempersilahkan dengan hormat suamiku ini untuk mencicipi rasa dari hidangan perdanaku ini. Saat ia mulai menyendokkan makanan itu aku dengan lamat-lamat memperhatikan reaksi apa yang akan diberikannya.

 

1 detik

 

2 detik

 

Aku memandang bingung saat kulihat Kyuhyun dengan sangat cepat berdiri dari duduknya dan berlari menuju watafel memuntahkan makanan itu. “ASTAGA CHO SOOYOUNG! MAKANAN HEWAN APA YANG KAU MASAK?!” pekiknya setelah itu yang membuatku lemas seketika.

 

Makanan hewan? Apa katanya?

 

Kucicipi makanan yang kubuat berniat membuktikan ucapannya, mengingat saat proses memasak tersebut aku yakin takaran yang aku masukan entah itu air, garam adan segala bumbu dapur itu pas. Mataku membulat seketika begitu rasa masakan itu mengecap indra perasaku. Dengan secepat kilat juga aku menggeser tubuh Kyuhyun yang masih berdiri menyender wastafel dengan gelas berisi air mineral yang entah kapan berada ditangannya. “Minum.” Perintahnya pelan dan menyodorkan gelas tersebut yang berisi air setengahnya. Aku meneguknya kalap hingga habis.

 

“Jangan terlalu memaksakan diri untuk memasak.” Ucapan dari mulut Kyuhyun terdengar datar dan dingin ditelingaku.

 

“Jangan menyebut masakanku sebagai masakan hewan. Aku tidak suka.” Balasku dengan suara sedikit bergetar, saat mengingat dia menghina masakanku.

 

“Lalu apa? Kau ingin aku menyebutnya sebagai masakan chef? Masakanmu bahkan tidak lebih baik dari masakan Victoria.”

 

“Sangat tepat Cho.”

 

Dengan segera aku membereskan piring-piring tersebut dan meletakkannya pada tempat cucian piring tanpa menatap laki-laki itu, tanganku sibuk membuang masakan yang sudah susah payah kubuat ke kotak sampah yang ada dipojok. Kyuhyun masih saja terdiam disitu tanpa berniat beranjak sedikitpun, aku tidak peduli dengan itu.

 

Kulangkahkan kakiku menuju kamar kami untuk membenahi ranjang tidur dan barang-barang yang mungkin saja tidak pada tempatnya, meninggalkan dia. Aku masih belum melihat tanda-tanda laki-laki itu berniat menghampiriku atau setidaknya meminta maaf karena membandingkanku dengan perempuan yang bekerja sebagai sekretarisnya dikantor.

 

“Seharusnya dia mengerti dan tahu bahwa aku tidak suka dibandingkan.” Suaraku masih saja bergetar dan kurasakan mataku berkaca-kaca.

 

Jangan menangis..

 

Kurasakan sebuah lengan memeluk pundakku dari beltakang “Mianhae..” bisiknya tepat ditelingaku dan menyandarkan kepalanya dipundaku saat aku tengah melipat selimut kurasakan juga dia sempat mengecup kepala bagian belakangku.

 

Selalu saja begini’ keluhku dalam hati.

 

“Bisakah ada kata lain?” balasku. Hampir saja aku terbuai dengan tindakan dadakannya memeluku dari belakang.

 

“Im Sorry.”

 

Aku terkekeh mendengar ucapan suamiku ini, walaupun kristal-kristal indah itu mengalir dari pelupuk mataku. Yang benar saja bukankah ia jenius?kenapa mendadak suamiku ini menjadi bodoh dan dungu

 

Ia membalikan tubuhku untuk menghadapkan dan segera kutundukan kepalaku sebelum jemarinya menahan daguku untuk kembali menatapnya “Jangan menangis.” Apakah ini mimpi jika aku mendengar Kyuhyun bersuara lirih ada tatapan penyesalan yang kutangkap saat menatap matanya. Tangannya menghapus bekas air mata yang masih melekat dipipiku, dan tindakan selanjutnya hampir saja membuatku lupa bagaimana cara bernafas itu.

 

Dia mencium kedua mataku dengan sangat lembut dan sarat akan perasaan sayang.

 

“Bernafas bee.” Perkataan singkat itu sukses membuat diriku sweatdrop seketika. “Jangan bilang kau memberikan kode untukku agar memberikan nafas buatan?”

 

Sialan. Percaya diri sekali kau. Kau bahkan tidak lebih tampan dibandingkan dengan Mr. Grey.

 

“Jika memang benar kau memintaku untuk memberikan nafas buatan maka akan kulakukan dengan senang hati bee.” Imbuhnya yang diakhiri dengan kecupan bibirnya dibibirku yang berakhir dengan ciuman yang cukup berhasrat.

 

“Dan hentikan khayalanmu tentang Grey sialan itu. Kau bukanlah Anastasia Steele bee.” Ucapnya saat jeda diciuman kami. Namun kembali ia meneruskan ciuman yang sangat-sangat-sangat membuatku mabuk kepayang.

 

Ya aku memang bukan Anastasia Steele. Aku Cho Sooyoung, istri sah dari Cho Kyuhyun.

 

 

 

 

 

 

–––––––

 

 

 

 

 

 

 

Author POV

 

 

 

“Bagaimana? Kau bisa?” Suara Sooyoung terdengar cukup keras diruang tengah apartemennya dan Kyuhyun tentu saja. Dengan gagang telepon yang ia tempelkan ke bagian kiri telinganya namun mata bulat miliknya masih saja menatap minat objek berukuran 32 Inch dihadapannya yang menayangkan salah satu acara mengenai masak-memasak diminggu sore itu.

 

“Mungkin besok sore bisa.” Senyum Sooyoung merekah saat mendengar jawaban yang dinantinya, “Gomawo Myung-ah!’ balas wanita ini pada orang yang sedang berbicara dengannya diseberang sana.

 

Terdengah kekehan kecil “Arra! Kuharap kau sudah ijin Kyuhyun Hyung, noona.”

 

“Hng” Sooyoung meng-iyakan pesan atau yang bisa dibilang perintah dari salah satu Hoobaenya dikampus. Kim Myungsoo. Dan panggilan itupun berakhir begitu saja.

 

Setelah itu tubuh ramping miliknya ia jatuhkan diatas sofa ruang tengah, tiduran sembari menimakti sajian televisi ditemani 3 pack snack pocky. Bagaimana bisa kau sesantai ini Cho Sooyoung? 

 

Sebuah tangan dengan santainya mengambil pack pocky dari genggaman Sooyoung dan mulai asik menikmatinya dengan langkah yang semakin menjauh dari keberadaan Sooyoung sekarang “Kembalikan.” Protes wanita ini saat kegiatan favoritnya diusik oleh suami tampannya, setelah sebelumnya ia mendudukan tubuhnya dengan kaki bersila menghadap samping kiri.

 

“Kau masih punya yang lain bee.” Ucap Kyuhyun santai membelakangi wanita itu.

 

BUK!

 

Lemparan bantal sukses mengenai punggung tegap milik Kyuhyun yang mengakibatkan pack pocky yang digenggam ditangan laki-laki itu terlepas dan jatuh. Untung saja isinya tidak keluar. “YA! CHO SOO–“

 

Dengan langkah sigap Sooyoung mengambil pack pocky yang terjatuh itu, dan membawanya ke tempat asal tadi. “Ini. Milikku.”

 

Kyuhyun menatap heran dengan perlakuan istrinya. Senyum geli terpancar di wajah laki-laki berkulit putih pucat ini. ‘Astaga aku seperti berebut makanan dengan anak berusia 5 tahun’ Senyuman jahil mendadak terhias dengan rapi diparas tampannya itu. Ia melangkahkan kakinya mendekat kearah sofa, matanya menangkap Sooyoung yang kembali focus dengan dunianya. Ia mengambil posisi dibagian kanan sofa dimana istrinya ini meletakan posisi kepalanya disitu. Menunduk secara tiba-tiba dengan mendekatkan posisi kepalanya dengan Sooyoung (kepalanya) karena saking dekatnya Kyuhyun seperti ingin mencium Sooyoung.

 

Batang pocky kecil yang masih menempel erat dibibir ranum Sooyoung seakan memanggil Kyuhyun. Dengan pelan ia mulai memakan batang kecil pocky tersebut yang embuatnya semakin dekat dengan bibir istrinya, tentu saja setelah kejadian itu Kyuhyun melayangkan kecupan singkat dibibir istrinya yang menggoda itu mengabaikan ekspresi wajah istrinya yang terlihat seperti orang aneh, dengan mata membelalak kaget, itu justru kembali membuat humor tersendiri bagi Kyuhyun. Senyum miring khas milik seorang Cho Kyuhyun keluar membuat wanita yang melihatnya dari bawah semakin mempesona.

 

“Tomato bee.” Ia mengusap pipi tembam yang hampir saja menjadi santapan liarnya. Siapa lagi kalau bukan pipi wanita yang bisa disebut ‘pengantin baru’ ini memerah.

 

Sooyoung sendiri mencoba untuk menetralkan wajahnya agar terkesan datar dan biasa saja. Tapi kenapa tetap tidak bisa. Kali ini Kyuhyun merubah posisinya menjadi duduk dengan punggungnya yang bersandar pada bagian bawa sofa, kakinya pun ia luruskan. Tanpa suara ia mengarahkan tangan Sooyoung untuk mengusap-usap puncak kepalanya sementara dirinya sendiri mulai asik dengan game portable digenggamannya.

 

“Ingat umurmu.” Ucapan singkat itu berhasil membuyarkan konsentrasi Kyuhyun terhadap game portablenya –PSP.

 

“Biarkan saja. Toh tidak merugikanmu” balasnya cuek.

 

Hampir saja tangannya berniat menghadiahi pukulan telak di kepala milik suaminya ini sebelum bibir sialan seksi itu menambahkan “Kau pukul aku, kita bercinta sekarang juga.”

 

SHIT!

 

Menengadahkan kepalanya menatap istrinya yang menatapnya tak percaya. “Kau mau bee? Aku sih iya,”

 

“Tutup mulutmu bodoh.”

 

“Aku anggap itu ‘iya’”

 

 

 

 

 

 

–––––––

 

 

Monday, April 11, 2015

08.30 AM

 

 

 

Sooyoung POV

 

 

“Cho Kyuhyun bangun bodoh! Kau kesiangan!”

 

Aku berteriak panik saat melihat jam dinding, tentu saja ini semua karena ulahnya! Jika saja dia tidak menyiksaku dengan entah berapa ronde itu tidak mungkin kita semua akan bangun terlambat. Ditambah lagi keadaan kamar kami yang sangat jauh dari kata rapi, sarung bantal guling yang berserakan, selimut yang dengan indahnya meluncur dilantai, seprai yang lepas justru kami –khususnya aku gunakan menjadi selimut.

 

Mataku membulat kesal melihat laki-laki ini masih saja tidur dengan keadaan tengkurap. Astaga, benarkan ini suamimu Cho Sooyoung?

 

“Bangun Bodoh!” aku menepuk keras betisnya.

 

Mata sayunya mulai mengerjap, bagaimana aku tau? Karena dia tengkurap dengan posisi kepala yang memudahkan aku untuk melihat wajah yang penuh bekas jerawat, yeah walaupun sekarang hampir hilang. Tapi tetap saja kan?

 

Bee..” keluhnya dan suara parau seksinya.

 

“Setengah sembilan lebih sekarang.”

 

BLAM!!

 

Aku menatap datar pintu kamar mandi yang ditutupnya secara keras, tidak memperdulikan ketelanjangannya selama berlari menuju kamar mandi. Disusul teriakan yang sangat tidak ingin aku dengar di senin pagi ini.

 

“AKU ADA RAPAT PENTING DAN KAU TELAT MEMBANGUNKANKU SOO!”

 

Berjalan menjauh tidak lagi memperdulikan ucapan yang dilontarkan suamiku itu, setelah sebelumnya selimut ku lilitkan ditubuhku yang telanjang ini. Membuka tirai yang menghalangi masuknya sinar matahari. Kubuka lembari pakaian dan segera secepat mungkin menyiapkan pakaian untuk dikenakan suamiku.  Aku bahkan masih mengantuk dan itu sangat.

 

“Dingin..” gumamku dengan mata terpejam saat merasakan telapak tangan yang aku yakini milik Kyuhyun. Kusandarkan tubuhku secara menyamping pada kepala ranjang dengan memangku bantal.

 

“Tidur bee..” bau tubuhnya yang maskulin dengan harum mint dari rambutnya yang basah mau tak-mau membuatku membuka mata walaupun dengan tatapan lelah yang kutunjukkan. Bulir-bulir air yang masih menempel pada bagian atas tubuhnya yang tidak tertutup apapun itu sempat membuatku tahan nafas.

 

Kyuhyun memang seperti ini. Selalu tak terduga, tadi seperti singa jantan kelaparan dan sekarang seperti seorang ibu bagiku. Tapi itu justru membuatku semakin nyaman didekatnya. Matanya menatapku lembut dan sangat tersirat perhatian. Senyumnya pun menenangkan, sepertinya ia baru menyadari bahwa aku kelelahan akan aktifitas kami tadi malam.

 

“Setidaknya ganti baju bee, jangan telanjang seperti ini.” Jemarinya membenarkan selimut yang melilitku sempat melorot sedikit. Aku hanya mengangguk. Perhatian kan?

 

 

 

 

Entah karena saking mengantuknya aku benar-benar ketiduran. Ketika aku membuka mata waktu sudah menunjukan pukul 10.00, bahkan karena itu aku tidak sadar bahwa saat ini badanku sudah terbungkus dengan kemeja biru langit milik Kyuhyun. “Pasti dia yang memakaikannya saat aku tidur” gumamku.

 

Mataku memicing begitu melihat note yang terletak dinakas samping ranjang.

 

Aku tau kau kelelahan bee.

Istirahat yang cukup. Jangan lewatkan jam makanmu

Dan jangan sakit. Aku tidak suka

 

                                                                                                                                                           

                                                                                                                                                      KH

 

 

“Kyuhyun-ah..” gumamku.

 

 

 

 

–––––––

 

 

Ting Tong!

 

Dengan langkah pelan aku melangkahkan kakiku menuju layar intercome melihat siapa yang bertamu. “Myung-ah!” pekikku gembira.

 

Langsung kupeluk tubuh tegapnya begitu membuka pintu, ia sedikit kewalahan saat aku memeluknya. “Ow! Noona..” ditangan kanannya terlihat seperti membawa bungkusan.

 

Kulepas pelukannya dan memandang heran dengan apa yang ia bawa. Makanan kah? “Ini untuk membantumu nanti.” Balasnya bosan, asa! Aku baru ingat haha.

 

“Kita akan masak apa?” kulontarkan pertanyaan itu penuh minat.

 

“Kimbap.”

 

“APA?! Yang benar saja Kim!” sewotku. Tentu saja sewot, aku memintanya datang kesini untuk mengajariku memasak bukan untuk…

 

“Jangan berlagak noona. kau bahkan tidak punya basic didapur sama sekali.” Balasnya ketus.

 

Aku mendengus sebal. Entah itu Cho Kyuhyun atau Kim Myungsoo sama-sama berlidah tajam, aku heran..apa semua orang tampan berlidah tajam?

 

Christian Grey? Dia tidak seperti itu.

 

Tapi Soo itu hanya diskenario, kau bahkan tidak tahu bagaimana aslinya.

 

Lihat saja anak itu dengan santainya berjalan meninggalkanku untuk menuju kedapur. Sebenarnya ini kediaman siapa?

 

Dengan langkah malas bahkan dengan raut malas pun aku mulai memandangi dirinya yang tengah berjalan kesana-sini untuk mengambil beberapa peralatan dapur, ku jatuhkan kepalaku diatas meja makan sambil melihat apa yang dia lakukan. Entah kenapa moodku hari ini sangat buruk, ku akui hari ini aku sangat sensitive.

 

Noona.” panggilan itu membuatku bangkit dan menghampiri laki-laki bermarga Kim itu.

 

“Kimbap cara pembuatannya hampir sama seperti Sushi, hanya isi yang sedikit beda.” Jelasnya, aku hanya mengangguk malas, tentu saja aku tau!

 

Tangannya secara lincah namun tetap pelan mulai meletakkan lobak, wortel, timun, daging cincang yang sudah ia persiapkan diatas nori yang sudah diberi nasi putih, aku mengamati bagaimana cara dia menaruh semua itu, dan menggulung kimbap dengan alat penggulung, sesekali aku berdecak kagum akan kemampuannya ini.

 

“Seperti ini.” Tunjuknya.

 

“Mudah.” Jawabku enteng, jika hanya meletakan nasi dan bahan-bahan seperti itu sangat mudah. “Biarkan aku mencoba.”

 

Myungsoo menggeser sedikit tubuhnya kebelakang dan memperhatikan bagaimana aku membuat Kimbap. Sesekali tangannya secara halus menggeplak tanganku “Jangan seperti itu noona, letakkan secara merata.” Tukasnya. Aku menuruti ucapannya “Seperti ini?” Ia mengangguk puas.

 

“Oh! Othokke..” panikku saat mencoba menggulung kimbap ini, pasalnya nori itu sobek dan menyebabkan sebagian nasinya keluar dan bentuknya pun sangat-sangat hancur.

 

“Jangan terlalu menekannya bodoh.” Apa katanya?

 

“Norinya saja yang terlalu tipis. Bukan salahku jika sampai robek seperti itu.” Belaku. Yakan? Nori memang tipis? Tentu saja.

 

“Nori memang tipis.” Jermarinya mencubit lenganku, dan itu cukup sakit.

 

Aku meletakan pekerjaanku dengan kasar dan duduk di bangku meja makan. Myungsoo menghampiriku dan menghela nafas, “Tidak ingin melanjutkannya?” tanyanya. Ia berdiri dihadapanku “Tidak. Kau menyiksaku dan mengataiku bodoh.” Gerutuku. Myungsoo justru terkekeh geli aku menatapnya tak terima.

 

“Apa itu sakit?” pandangannya mengarah ke lengan yang ia hadiahi cubitan tadi. Sebenarnya itu tidak meninggalkan bekas apapun, tapi tetap saja tadi terasa sakit. Tadi..

 

Aku menganggukkan kepala, ia berjongkok dihadapanku dan mengusap lenganku itu, “Bagaimana Kyuhyun Hyung punya istri kekanakan dan manja sepertimu?” aku tau kau menggodaku Kim!

 

“Jangan mengg –“

 

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” bentakkan itu mengagetkan kami berdua. Aku melihat Kyuhyun menatapku tak percaya, sedetik kemudia kurasakan tatapan dinginnya menusukku, Myungsoo yang sudah berdiri dari jongkoknya pun juga kena imbasnya.

 

“Ka –kau sudah pulang bukank–“

 

Ia berdecih dan tertawa mengejek “Oh jadi kau mengharapkanku untuk pulang larut agar bisa bersamanya?”

 

Aku memandangnya tak mengerti.

 

“Tak kusangka, kau bermain dibelakangku Choi.” Ucapnya datar namun sarat akan kekecewaan.

 

Hyung, biar kujelaskan.” Myungsoo mencoba menengahi. Ia menatapku bingung, “Kau tidak bilang padanya?”

 

ASTAGA!

 

“Aku lupa..”cicitku pelan. Aku merasa takut jika Kyuhyun seperti ini, ini seperti bukan Kyuhyun ku, bukan Kyuhyun yang ku kenal. Apalagi dia memanggil marga lamaku  –Choi

 

“Pergi. Dan keluar dari apartemenku Kim Myungsoo.” Perkataan Kyuhyun amat sangat dingin.

 

Aku menahan lengan Myungsoo saat ia akan pergi, dan menggelengkan kepalaku memintanya untuk jangan pergi. Aku ingin Kyuhyun mendengarkan penjelasanku dan dia.

 

Melihat aku menahan Myungsoo, Kyuhyun menatapku semakin dingin, apalagi rahangnya terlihat mengeras. Aku menggeleng mencoba meyakinkannya bahwa ini bukan seperti yang ia lihat dan ia pikirkan. “Aku dan Myungsoo, dia –dia hanya membantuku untuk mengajariku memasak.” Jelasku. Myungsoo mengangguk “Ya hyung. Percayalah.”

 

“Kau pikir aku percaya?” kembali ia melayangkan tatapan mencemooh untuk kami.

 

Myungsoo berjalan mendekati Kyuhyun. Mataku sedikit berair takut terjadi apa-apa. Aku tidak ingin suamiku salah paham.

 

“Aku tidak peduli kau percaya atau tidak. Yang terpenting aku dan Noona sudah menjelaskan apa yang memang benar terjadi.” Balas Myungsoo sengit. Kulihat tatapan Myungsoo dan Kyuhyun saling melemparkan tatapan membunuh dan sengit satu sama lain.

 

Noona aku pamit.” Myungsoo menbalikkan badannya dan tersenyum menenangkan untukku. Aku masih diam ditempat. Hingga saat Myungsoo sudah berlalu dari hadapan kami, Kyuhyun pun masih menatapku dengan padangan yang sulit kuartikan. Aku berjalan mendekatinya dan memeluknya, “Maafkan aku” ia bahkan tetap dia tanpa merespon apapun, dan tak membalas pelukanku.

 

Tersenyum miris. Tentu saja, ini juga karena salahmu tidak memberitahukan hal ini padanya.

 

Melepas pelukan hambar itu, dan mulai membenahi keadaan dapur yang sedikit berantakan, aku bahkan membuang kimbap yang tadi kubuat saat bersama Myungsoo. Dan untuk buatan Myungsoo sendiri kuletakkan dimeja makan, “Kau mau makan?” aku mencoba menawarkan kimbap ini kepada Kyuhyun, yah walaupun ini bukan buatanku. Tapi setidaknya Kyuhyun harus makan, aku tahu dia lapar setelah dari kantor.

 

Kudengar ia berdehem sebentar dan mulai berjalan, aku tidak terlalu berharap untuk dia berjalan kearah dan untukku, karena aku tahu. Dia pasti kecewa dan marah saat melihat istrinya sendiri sedang berduaan didapur dengan keadaan yang bisa dibilang romantis bagi yang melihatnya.

 

“Buatkan aku kimbap. Aku tidak mau memakan yang ini.” Ia bersuara, aku sempat kaget dengan penuturannya.

 

“Tapi..aku belum begitu pan–“

 

Buatkan Sooyoung-ah.” Jelas ini perintah dan Kyuhyun tidak suka dibantah. Aku mengangguk kikuk.

 

Dengan pelan dan hati-hati aku membuat apa-yang-dimintanya. Bahkan saat menggulungnya aku melakukan itu dengan sangat-sangat hati-hati takut akan merobek norinya. Kurang lebih 15 menit kemudian Kimbap yang kubuat sudah jadi, hm tidak buruk memang. Tapi ini masih belum sempurna seperti apa yang dibuat Myungsoo. Kuletakan piring berisi kimbap tersebut tepat dimeja depan Kyuhyun.

 

“Jangan terlalu dekat dengan dia.” Ha? Dia? Myungsoo?

 

Saat aku akan merespon ucapannya itu, Kyuhyun mulai memakan kimbap buatanku, dan membuatku mengurungkan niatku untuk merespon ucapannya tadi. Menunggu bagaimana reaksi Kyuhyun saat menyantap Kimbap itu.

 

Hening. Hingga satu suapan yang ia makan habis tidak ada perkataan Kyuhyun mengenai kimbap buatanku

 

Hahaha. Jelas Cho Sooyoung, apa yang bisa kau banggakan dari dirimu? Membuat makanan pun kau belum sanggup. Kau tak takut suami mu berlabuh ke yang lain? Bukankah sebagai istri yang baik seharusnya kau bisa membuatkan makanan untuk suamimu? Kau tidak tahukan bagaimana jika Victoria tau mengenai hal ini?

 

“Kyu.” Panggilku pelan.

 

“Hm.”

 

“Masih marah?”

 

Hening, entah untuk yang keberapa kalinya.

 

“Aku cemburu.” Akhirnya. Tapi..apa?cemburu?Astaga suamiku.

 

Aku terkekeh pelan dengan jawaban yang dilontarkan Kyuhyun. “Kemari..” titahku halus. Ia menurut.

 

Kali ini ia menghadapku, aku sedikit mendongak melihatnya karena posisiku yang masih duduk dan dia yang berdiri dihadapanku. Kuraih kedua pergelangan tangannya dan menggenggamnya. “Apakah ada seseorang yang berhasil membuatku tertarik selain kepadamu?”

 

“Entah.” Balasnya singkat. Entah kenapa Kyuhyun seperti anak kecil yang marah kepada sang ibu karena tidak dibelikan mainan.

 

“Oppa..” aku memancingnya.

 

Ia menatapku tertarik, aku tahu baru kali ini aku memanggilnya oppa.

 

“Apa bee? Apa? Kau bilang apa tadi?” Tuhan terima kasih. Kulihat ia sudah kembali menjadi Kyuhyunku. Bukan Kyuhyun dengan tatapan dingin seperti tadi, bukan Kyuhyun dengan aura yang menakutkan.

 

Aku menggeleng dan menutupi mulutku dengan telapak tanganku.

 

“Ho? Bee..” ia mulai merengek bahkan saat ini dia berjongkok dihadapanku dengan tatapan memelas.

 

“Kyuhyun.” Balasku.

 

Ia mengacak rambutnya gemas karena jawabku, bahkan erangan frustasi pun kudengar keluar dari mulutnya.

 

“Arra!” Ia berdiri dari jongkoknya dan bersedekap juga jangan lupakan tubuhnya yang membelakangiku.

 

Childish

 

Memandangnya seperti itu dengan kedua tangan yang menopang daguku diatas meja makan. Ia berbalik dan menatapku tidak terima dengan mulut yang mengerucut lucu. Lihat kan? Kyuhyun itu memang seperti itu.

 

“Poppo.”

 

“Ha?”

 

“Poppo bee, poppo.” Ia merengek lagi.

 

“Berikan tanggapan mengenai kimbap buatanku.” Todongku. Ia mengernyit heran dan menghela nafas kasar.

 

“Tidak enak.”

 

“APA?!”

 

“Tidak enak bee. Aneh. Dari bentuknya saja aneh, kau tau?” Sial, dia mengatakan itu dengan tatapan mengejek.

 

“Itu salahmu juga! Jika kau tidak cemburu seperti anak kecil, aku pasti akan membuat kimbap yang lebih baik dari ini. Myungsoo membantuku.” Jeritku frustasi.

 

“Kau kan bisa meminta bantuan orang lain. Kenapa harus dia?” balasnya tak terima. Tak tahukah dia? Myungsoo itu terkenal dikampusku dulu sebagai juru masak? Bahkan masakan Myungsoo juga diakui enak oleh dosen-dosen disana.

 

Tanganku mengepal kuat. “Lalu siapa? Victoria?!”

 

“Itu lebih baik.”

 

“YYA!!”

 

Shit!

 

Aku tidak peduli akan KDRT atau apapun itu semacamnya. Aku hanya ingin melampiaskan kekesalanku.

 

 

 

Hei aku bercanda. Tidak mungkin aku menyakiti suamiku sendiri. Aku tidak mungkin melukai wajah tampannya. Jangan..

 

 

 

 

 

 

The End

 

 

 

 

Sumpah gatau ini FF apa-_-

Absurd aned ih ganana gaququ.gggg

dd tuh cyapek qaqa.

Udah gitu aja. Gatau sih,

Keep RCL ya kak^^

Mungkin ada rencana buat bikin sequel tapi ya tergantung respon kalian.

Annyeong!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

75 thoughts on “[Oneshot] Don’t You Dare!

  1. Mufidah says:

    ih lucu banget! suka suka. sebenernya aku sering liat ff ini manteng di ksi, tpi liat covernya, aku kira perselingkuhan, jadi gk aku baca” hehe. seneng banget gak ada typonya, alurnya juga suka, tema ceritanya aku bnget. jangan gantung dong~ penasaraaan~

  2. Sistasookyu says:

    Kekeke~ memang bener2 pasangan ajaib, kyuyoung ini😀
    Adaaa aja kelakuannya
    sebentar manis sebentar main teriak2 semaunya xD

  3. Hmm… kyuhyun oppa jujur bner blg msakn syoo eon g enak wkwk…. hmm kyuhyun oppa hrs.y lbh bs nghrgain prsaan syoo eon yg g mw di bndingin ma orglain T.T

  4. eum… Hai! Aku tau ff ini udah ada di sini lama, tapi aku baru sempet baca hehehehehe.

    Pertama, aku terkesan dengan alur ceritanya, tetep masih ada konflik tapi gak ribet. Santai tapi bermakna. Dan TENTUNYA KITA SEGENRE WKWKWKWKWKWK. sangat sulit nemuin author yang ngangkat konflik kecil begini, dan akhirnya KSI punya juga. Maksudku, bukan berarti author lain itu gak bagus. Itu salah besar. AUTHOR LAIN SANGAT BERBAKAT, tapi jarang diantara mereka yang pake konflik yang begini. Konflik kecil yang manis. Biasanya kan yang sampe beruraian air mata dan lain-lain. Aku sangat sangat menghargai karyamu ini karena buat ff ini menurutku gampang-gampang susah, karena konfliknya yang minim terus mikir gimana caranya penyampaiannya ngena ke pembaca itu sangat sulit, tapi KAMU BISA!

    udah udah… cuap-cuapnya udah panjang hehehehehehe. Salam kenal dan tetep semangat!

  5. Jennyasckh03 says:

    Overall bagussss bgt ff nya. Dan gua liat ga ada typo nya gua suka bgt 😀 kalo menurut gua jalan ceritanya ga heboh bgt,enak aja klo di baca nya, feel nya Ngena bgt kerasa bgt moment merekanya smpe kebayang2 di pikiran gue, dan Gue berharap SEQUEL nya SEGERA muncul😀
    Duh gue banyak bacot ye wks xD intinya ditunggu SEQUELNYA! ^_^

  6. SYKYU says:

    DiTUNGGU SEQUEL nya ya
    B-) Ini Ff wajib dilanjut! Atau ga d jadiin series unik lo cerita nya.😀 Buat kyu sma soo punya baby juga ya. DITUNGGU!

  7. Rizky NOviri says:

    baca panggilan “bee” entah kenapa pikiranku melayang ke sitkom TMG😀 hahaha

    seru sih, gaya bahasa ama penulisan jg udah bagus..
    cuma endingnya kurang jadi sequel ya..

    ini myungsoo nongol bentar doang.. tenang aja kyuppa, myungie mah udah punya aku.. waks..😀

    sequel ya…
    hehe

    semangattt…

    inget sequel..😀

  8. SYKYU says:

    Gue butuh SEQUEL
    SEQUEL SECEPATNYA.
    KEREN for this FF
    lebih KEREN Kalo ada SEQUEL nya Nya
    .
    DITUNGGU SEQUELNya SECEPATNYA! 😀

  9. Sayekti says:

    Sequel juseyo chingu.

    Wah kyuppa selalu membandingkan soo eon dan vict.

    Kyuppa sangat pecemburu lihat soo eon dan myungsoo di dapur. Hahaha

    Benar benar keluarga yg childish.

  10. kangjung_ae says:

    Hihihihih…maunya sih ada sequelny chinguu…knp sih kyuppa slalu banding2in sama vict eonni. Kan kasian soo eon..

  11. Anjany Djamal says:

    kyu oppa childish banget elah…
    berasa gak nyambung judul sama ceritanya. tapi biarlah, ceritanya tetep keren

  12. ndah says:

    eitsss ad si myung disini…
    btw cemburu kyu mah akut… pasangan childis ma mnja ni bwt aq gleng” kpal haha

  13. yura says:

    Sequel sequel sequel butuh sequel nyaaaaa wkwkwk
    Seru bgt ceritanya sukaaaaa
    Kyuhyun disini bisa kayak anak kecil lucu lah
    Ditunggu bgt lah sequelnya

  14. Kang Yong Ae says:

    hahahaha lucu amat sih si syoo. kyuhyun juga sama2 childishnya.
    kyaa langsung ngeh sama si grey. kita sama2 pecinta Christian Grey thor😀
    ditunggu ff lainnyaa

  15. febryza says:

    duh kyuhyun ini emang engga romatis tapi dari sikap dia yg engga romantisnya itu kok yg bikin ada kesan romantisnya hehehehe… eh btw kenapa si kyuhyun maunya vic yg ngajarin sooyoung bukan myungsoo gatau apa kalo sooyoung mau belajar masak karna takut sama vic hahaha

  16. risma_pngst says:

    pasangan suami istri yg somvlak:v, aku gak bisa berkata2 lgi sma ni suami istri. sifatnya kyuhyun aneh kadang nyebelin, kdang sweet, setiap ngomong ama soo pasti ada unsur pervert nya:D

    Sequelnya ditunggu ya eon~

  17. rifqoh wafiyyah says:

    Omo…. My bias smuanya…:D kyuyoung,myungsoo,donghae…
    Kyuyoung lucu bngett apalagi kyuppa pas cmburu hahaha ….:D

  18. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    aku deg-degan pas bacanya masa._.
    Kyuyoung bener bener deh.. tapi adakah sequel??? sepertinya harus ada chingu.. aku penasaraann.. ceritanya seruu!!! Kyuyoung unpredictable deh.. sumpah aku deg2an baca ff ini.. padahal bukan nc loh.. wkwkwk..
    aku tunggu sequelnya atau ff Kyuyoung lainnya chingu.. Semangaaattt!!!

  19. sisca says:

    Hihihi rumah tangga kyuyoung lucu jugaa yaaa
    Kyu oppa nya cemburuan ada myungsoo oppa lg kkkkk ditunggu sangat ff kyuyoung lainya😉

  20. cicamica says:

    ceritanya bagus sih tapi ada kata2 yg vulgar yg ga enak dibaca sebenernya. harusnya dikasih rating 17+ sih
    overall bagus

  21. Shaniyatul Amalia says:

    Hahaha 😄 pasangan paling absurd yg pernah aku tahu… Evil couple, yup! Siapa lgi klo bkan 2 makhluk yg aneh bin ajaib ini..
    Kdag sma2 gilanya, sama2 childisnya, sama2 keras kepala dan pencemburu 😍😝
    Tpi biarpun bgitu, KyuYoung couple tetep yg bsa bkin aku ngakak klo lgi baca ff yg kyak gini 😄
    Si evil Cho dg mulut tajam dan pikiran mesumnya, dan evil Choi yg sensitive dan kdg polos jga mdah naik darah, hahaha 😄
    Love you KyuYoung couple 😍😘

  22. Aq kiraaa.. syoo trlihat childiss krna lgii hamil… trnyata ngga’.
    Ahahaaa.. kluarga cho yg childiss ternyata.
    Tpii kok end.A kurang pas dan trlihat gantung.
    Sequel thorrr.. wjib!! ㅋㅋㅋ

  23. shintaknight says:

    sempet tegang loh pas kyu marah hahahah
    abisnya kepergok dg posisi yg romantis siapa juga yg ga panas ngliatnya wkwkkw
    I love kyuyoung deh pokonya ^^

  24. Risqi says:

    kkkkk… dasar evil couple. kadang sifat nya sama ² manja & childish, kadang cemburu nya parah banget. dan jangan lupakan sifat mesum si Cho beserta kata ² vulgarnya itu. hahaha… untung ya pas marah si Cho nggak adu fisik dengan myungsoo. buat sequel nya donk!

  25. mongochi*hae says:

    ya..ak stju bgt n ad sequelny…
    gmna gtu hebohny n kluarga bila mereka punya anak. yg brdua aj kya gini. aplg bila ad anggota lain ddlmny..

    kyu polos atw ap..bkin gemes dh..
    atw bsa jga bkin before story knp mereka bsa nikah. sjnis asal-usul gtu

  26. Youngra park says:

    Astaga pengatin baru yg lucu aduhh kocak bgts ini pengatin baru keren mnta squellny chigu jng lma2 ne aku ska ffny

  27. lii ulli says:

    sequel …harus pokoknya… soalnya keren..apalagi msih blum tahu itu dijodohkan atau emg saling cinta…daebak.. next next

  28. Kyuhyun kek anak kecil banget ya ampun. Pas bagian akhirnya kata aku sih masih sedikit ngegantung ya thor. Tapi di luar itu, ff nya keren kok daebbak! Bikin AS nya ya thor, gomawo^^

  29. Sie says:

    Annyeong,…
    Wuaah setuju bgt klo mo ada sequel nya, tapi lebih setuju kalo ini dijadiin series aja, jd setiap oneshootnya beda konflik, tpi tema ceritanya yg ringan2 aja kyk gini ga pakek sad-sad-an deh, cape ngebayanginnya.
    Aku suka bagt sma gaya bahasa yg kmu gunakan, ini bikin ketagihan, seri berikunya juseyeo…
    Gomawo Han Jieun-ssi

  30. Mieya says:

    Selalu seneng sama ff yang jenisnya*eh kaya gini. Maksudnya, yang kyuhyun cemburu, tapi masah batas wajar.

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s