[Series] Kingdom (Part 5)

kingdom5     Choi Soo Young. Cho Kyu Hyun. Choi Sulli. Choi Min Ho. Goo Hara. Kim Soo Hyun. Im Yoona. Kingdom. Romance. Family. Conflict. PG 17+ Series. Poster by Rima Rahmi @atsumori_shira’s present: Four 5 6  

“Bagaimana bisa sihir hitam berhenti bereaksi pada tubuh puteri Soo Young?! Mantra itu adalah mantra yang hebat dengan bayaran yang luar biasa mahal!” Ucap seseorang dengan kumis tebal menghiasi atas bibirnya. Berjalan mondar mandir sambil berkacak pinggang. “Puteri Yoona, bagaimana pendapatmu? Jika seperti ini terus rencana kita akan gagal!” “Apakah kau sedang menyalahkanku? Memangnya aku selalu berada di sisinya, mengawasinya? Kau pikir tugas seorang puteri kerajaan LordRick seperti itu?” Seru satu-satunya wanita di sana. Wanita yang sangat dihormati oleh orang-orang yang tengah berkumpul itu. Menatap marah pada pria yang kurang ajar berani membentaknya. Sementara beberapa lainnya tengah memikirkan cara lain dari rencana besar mereka. “Sepertinya kita harus merencakan lagi mengenai misi kita. Rencana yang tak bisa gagal untuk kedua kalinya.” Kemudian….. Five. 6 7 Pria dengan tubuh paling gempal itu mengusap-usap dagunya serius. Matanya mengilat penuh ambisi. Ambisi untuk sesegera mungkin menghancurkan puteri tertua dari LordRick sekaligus kerajaan itu sendiri. Tetapi terlebih dulu dia harus menempatkan posisinya di bawah perintah puteri ke dua LordRick ini, “Sebaiknya kita segera memanggil dia. Maka bisa dipastikan posisi puteri Soo Young akan segera lengser.” Dia memandang sekelilingnya mantap. Merasa jika itulah jalan terakhir dan jalan satu-satunya untuk segera menyingkirkan puteri Soo Young dari kedudukannya. Satu pria tinggi yang mendengar penuturan dari rekan khianatnya itu melototkan mata sipitnya. Dia bahkan bangkit dari duduk manisnya hendak memprotes usulan satu itu, “Apa kau gila, raja? Kau tidak lupa bukan akibat jika memanggilnya?” “Memangnya mengapa? Bukankah memanggilnya adalah tujuan utama kita? Kita sendiri sudah menghabiskan banyak harta dan pengawal untuk bisa mengajaknya bermain bersama kita. Kita tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi untuk hari pembalasan kita, raja Mathiuos!” Sementara sisa dari perkumpulan itu memandang pada adik kandung dari calon ratu LordRick ini. Menunggu apa yang akan ke luar dari mulut pedasnya. Namun tak ada aksi sekecil apapun dari puteri Yoona. Masih berkonsentrasi dengan pikirannya sendiri. Melihat situasi yang seperti memihak kepadanya. Raja berkumis tebal itu tersenyum miring. Hendak merangkul rekan-rekan pengkhianat seperti dirinya untuk menyetujui ide satunya itu. “Benar bukan? Kita sudah sama-sama merasakan bagaimana puteri Soo Young memperlakukan kita secara tak terhormat. Kita sudah tak bisa mengulur-ulur waktu untuk pemberontakan besar kita, teman-teman, puteri Yoona, aku rasa, atas nama kerajaan Mark, ini sudah saatnya untuk kita berpesta.” Dan raja dari kerajaan Mark itu tersenyum puas saat menengok teman-temannya sudah berada di bawah kendalinya. “Ya. Kau benar, raja Alexei, kita tak bisa mengulur-ulur waktu untuk kemenangan kita. Sudah banyak harta dan nyawa yang aku berikan padanya. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menghancurkan puteri Soo Young dan kerajaan LordRick.” Satu suara itu mengomando yang lainnya untuk ikut bersua. Dan itu menyenangkan hati raja Alexei namun membuat berang puteri dari LordRick ini. Puteri Yoona menghentikan aksi para raja-raja dari kerajaan kecil yang sudah kakaknya tendang dari LordRick. Menatap mereka dengan mata yang berang dengan perpaduan wajah dingin nan memikatnya, “Kau sudah terlalu jauh, raja Alexei. Jangan lupakan jika pangeranmu ada dalam genggaman kekuasaanku. Jika kau gegabah sedikit saja, tamatlah nasib pangeran kerajaan Mark ini.” Mendenger puteranya disebut, membuat raja Alexei terpancing emosi. Puteri Yoona sendiri yang memberikan mereka kuasa untuk bekerja sama sampai sejauh ini. Tapi mengapa puteri Yoona sendiri yang seolah menghalangi rencana mereka yang tinggal selangkah lagi? “Mohon maaf, puteri Yoona. Dengan memanggilnya kita bisa cepat membuat puteri Soo Young berakhir. Bukan hanya dalam jabatannya saja, melainkan juga umurnya. Itu jauh lebih baik untuk kepentingan kita, bukan? Melenyapkan puteri Soo Young dari kerajaan LordRick.” Dan jangan pernah berani menyentuh pangeranku. Ungkapannya kembali mendapat banyak suara dari yang lainnya. Puteri Yoona berhasil menghancurkan hidangan yang diperuntukkan untuk mereka yang tengah berdiskusi kotor itu. Dia memandang nyalang pada mulut raja yang dengan beraninya berbicara seperti itu, “Dengar, para raja-raja sekalian. Aku memang memuluskan jalan untuk menciptakan skenario buruk di dalam kerajaanku sendiri. Tapi aku tak pernah mengizinkan kalian untuk membunuh puteri Soo Young. Hanya melengserkannya dari kedudukan yang seharusnya aku milikki. Aku tak membutuhkan kalian untuk membunuhnya!” Teriakknya geram. Semua raja dari kerjaan-kerajaan kecil itu menunduk. Kemarahan puteri Yoona adalah termasuk list terakhir dari hal yang ingin mereka rasakan. “Jangan memanggilnya terlalu dini. Dan jangan pernah melakukan hal sekecil apapun tanpa persetujuanku jika tak ingin kerajaan kecil kalian aku tendang untuk kedua kalinya!” Lalu, setelah itu puteri Yoona meninggalkan ruangan terkutuk itu dengan emosi yang mengatup-atup. — Pangeran Min Ho dan puteri Sulli tiba di depan mewah daerah para puteri LordRick. Mereka ditemani para pengawal juga dayang-dayang baru selesai melihat-lihat keseluruhan dari kerajaan LordRick yang besar, awal malam ini. Dari kedua paras yang dipuja banyak orang itu menguarkan kebahagiaan yang tak terkira. Dan mereka sama-sama berusaha menyembunyikannya. Meski, itu gagal. “Puteri Sulli, terima kasih untuk hari ini. Kehormatan besar bagi hamba bisa menghabiskan hari bersama tuan puteri. Hamba sangat menikmatinya.” Pangeran kerajaan Theo itu membungkuk, menghormati dan menempatkan puteri kerajaan LordRick di tempat yang tinggi dalam hidupnya. Tersenyum amat hangat pada puteri yang…entahlah..hatinya…ehem..tandai. Pipi putih Sulli merona malu. Di musim yang mulai dingin ini hatinya justru menghangat. Dia pun sangat amat menikmati satu harinya ini bersama pangeran Min Ho. Puteri satu itu tak akan melupakan hari ini dari hidupnya. Terlalu berarti untuk hanya dikenang. “Animnida. Aku yang berterima kasih karena pangeran Min Ho menjagaku sehari ini. Dan mohon maaf karena puteri Hara tak bisa ikut menemani pangeran Min Ho. Tapi, aku juga sangat menikmati hari yang indah ini.” Puteri Sulli memberikan senyuman yang membuat pangeran Min Ho beserta para pengawalnya menghangat. Senyum puteri Sulli terlalu manis dan lugu. Sangat disayangkan jika ada mata yang melewatkannya. Pangeran Min Ho tersenyum renyah. Lebih kepada menertawai dirinya yang dengan lancang terus menampilkan gigi keringnya untuk puteri Sulli. Entahlah, bibirnya seolah selalu tertarik untuk melengkung ke atas jika sedang bersama puteri bungsu kerajaan LordRick ini. Sulli mengerutkan keningnya melihat pangeran Min Ho yang dengan gencar mencoba menahan senyum yang condong untuk tertawa. Dan rupanya Sulli tak menyadari itu sejak tadi. Min Ho menatap Sulli dan menekan keingannya untuk tertawa renyah, pangeran itu hanya bisa tersenyum apik pada puteri Sulli. Dan untuk satu itu, pangeran Min Ho tak bisa menahanannya, “Mohon maafkan saya, puteri Sulli. Ini sudah malam, lekaslah masuk dan beristirahat. Puteri sudah banyak mengeluarkan tenaga untuk bersama saya hari ini.” Pipi Sulli kembali memerah tomat. Hatinya kian menghangat mendengar setiap kata yang ke luar dari bibir pangeran itu. Puteri itu mengangguk, “Ne, aku akan masuk. Pangeran Min Ho pun harus segera istirahat. Selamat malam.” Lalu puteri Sulli dibuntuti para pengawal dan dayang-dayangnya memasuki kawasan megah para puteri. Rupanya sejak tadi, sepasang mata terus mengawasi momentum yang terjadi antara puteri Sulli dan pangeran Min Ho. Air mukanya tak bisa terbaca jelas. Namun yang pasti, dari wajah ayu itu mengeluarkan aura dingin yang sangat jarang terlihat dari wajah cerianya. Dalam perjalanan menuju singgasananya, Sulli bertemu kakak termungilnya. Rombongan puteri Sulli berhenti, menyapa sang puteri yang lebih tua darinya. “Annyeong hasimnika, puteri Hara.” “Annyeong hasimnika, puteri Sulli.” Dua rombongan itu berhenti berlawanan arah. Sulli memberikan senyuman hangatnya untuk kakak hiperaktifnya ini, “Hara eonni, hendak pergi ke mana malam ini? Puteri tak pergi menemui puteri Soo Young?” Puteri itu penasaran mengapa eonninya belum ada di singgasana puteri tertua mereka. Puteri Sulli pun akan segera menuju singgasana Soo Young setelah melepas lelah dengan membersihkan tubuhnya sebentar. Ya, puteri ketiga dan keempat itu sudah terbiasa menghabiskan malam mereka di kamar puteri agung Soo Young. Hara tersenyum simpul pada adiknya. Sekali mengalihkan pandangannya pada pemandangan lain, “Nde. Aku akan pergi ke singgasana puteri Yoona. Sudah lama tak menghabiskan malam bersama Yoona eonni. Aku sudah izin pada puteri Soo Young.” Sulli mengangguk mengerti. Puteri itu kembali tersenyum hangat sebelum pamit undur diri, “Baiklah. Hara eonni jangan lupa istirahat yang cukup. Aku akan masuk ke kamarku lalu menemui Soo Young eonni.” Puteri Hara kembali tersenyum simpul, “Nde. Silakan.” Dan kedua puteri itu melanjutkan langkah mereka diikuti pengawal dan dayang mereka. — Puteri Hara sudah tiba di depan singgasana megah Yoona. Terlebih dulu mengatakan izinnya pada penjaga singgasana depan eonninya. “Aku ingin menemui puteri Yoona.” Pengawal itu pun berteriak, lantas pintu besar itu terbuka. “Puteri Hara… kau ke sini?” Puteri kedua itu tengah memanjakan tubuhnya yang dipijat oleh dayangnya. Dan menikmati sejuntai anggur merah. Tanpa disuruh, Hara sudah menduduki tempat yang biasa ia duduki jika bersinggah ke sini, dan sudah menjadi kebiasaanya untuk mengambil sebuah bantal empuk untuk dia cabuti bulu-bulu halusnya, “Eonni, apa kau tak merindukanku? Aku ingin menghabiskan malam ini bersama eonni.” Yoona menghentikan sejenak memakan anggur ditangan kirinya dan memandang sang adik, “Wae? Bukankah kau dan puteri Sulli lebih senang menghabiskan waktu kalian bersama puteri Soo Young?” Puteri Hara mengerucutkan bibir kecilnya. Dan memandang eonni satunya itu sebal, “Ish! Bukan seperti itu kenyataannya. Yoona eonni yang menjauhi kami bukan kami yang menjauhi eonni. Eonni, mengapa eonni tak ikut berkumpul bersama kami jika malam tiba? Apa eonni tak merindukan kami, eoh?” Puteri Yoona kembali melanjutnya melahap anggur itu sampai habis, lantas mengambil apel merah yang tersedia di mejanya, “Mianhamnida, puteri. Aku tak berminat.” Hara hanya mendengus kecil pada eonni keduanya. Sudah dibilang, jika Yoona memiliki hubungan lebih dekat dengan Hara daripada dua saudari lainnya. Meski kadang Sulli pun berkunjung ke singgasana puteri Yoona. “Wae? Apa terjadi sesuatu, puteri?” Puteri Hara memandang takjub pada kakaknya. Meski memiliki tabiat dingin, puteri Yoona selalu benar jika sudah membaca air muka Hara. Bagi Hara, sebenarnya puteri Yoona sangat perhatian dalam kata-katanya yang dingin itu. Puteri Hara beranjak menuju Yoona lantas merangkul tubuh langsing puteri kedua itu, “Puteri Yoona, kau memang eonni yang perhatian. Aku sayang padamu, Yoona eonni.” Meskipun agak risih, Yoona akhirnya membiarkan Hara berbuat sesuka hati pada tubuhnya, “Sudahlah. Kau datang ke sini dengan muka seperti itu. Mengganggu sekali. Ada apa? Biasanya kau selalu membuat telinga kerajaan ini panas, puteri Hara.” Hara mengembungkan pipinya kesal. Kekanakan memang, tapi itulah cirri khas puteri ketiga itu. Apa adanya dan ceria, “Animnida. Aku hanya merindukan Yoona eonniku. Aku ingin di sini.” Puteri itu kembali memeluk leher Yoona, sayang. Terjadi keheningan sesaat. Memang di kamar Yoona keheningan selalu melengkapi. Tak ada percakapan antar puteri dan dayang-dayangnya. Jika ada, itu adalah perintah semata. Tak ada yang lain. “Kau harus memperjuangkan keinginanmu, puteri Hara. Tak peduli berapa korban yang kau berikan.” Ujar Yoona tiba-tiba. Suaranya datar namun tenang. Seimbang, tak ada penaikan atau penurunan dari pita suaranya. Menimbulkan kerutan dikening puteri Hara. “Eh? Apa maksudnya, puteri Yoona?” “Kau hanya perlu melakukan seperti yang aku katakan. Tak peduli berapa banyak nyawa yang kau korbankan, kau harus tetap berjuang untuk keinginanmu.” Perkataan Yoona untuk kedua kalinya, masuk ke dalam otak dan memori Hara. Eonninya mengucapkan sesuatu yang dibutuhkannya saat ini. Berjuang untuk keinginannya sendiri. Hari ini, puteri Hara merasa kalah dan puteri itu tidak menyukai kegagalan lagi. Tapi, apa sebenarnya yang dia inginkan? — Soo Young menggenggam kuat lengan Kyu Hyun. Punggungnya menempel erat didada penyihir itu. Kulitnya yang tak terbungkus kain sudah licin karena biji-biji keringat. Puteri Soo Young tak kuat untuk tak mencengkram tangan si penyihir, melampiaskan perasaan yang melandanya sekarang. Lolos. Kembali lolos suara itu dari bibir puteri tertua LordRick. Tubuh depannya yang menempel pada dinding terus terbentur-bentur karena perlakuan dari Cho Kyu Hyun. Pria itu terus membuat puteri Soo Young bergejolak dari belakang sana. Kedua telinga basah oleh percampuran enzim Kyu Hyun dan keringatnya sendiri. Dinding pun berembun karena keringatnya. Kyu Hyun tak pernah bosan mempermainkan puteri agung itu. Dia menekan, menyentuh dan mendorong semua yang ada dalam dirinya pada puteri Soo Young. Bahkan dia dihadiahi suara-suara indah yang Soo Young keluarkan untuk dirinya seorang. “Puteri…” Desisnya tertahan. Dia akan segera sampai dan mendambakan tempat hangat puteri Soo Young lah yang menampung semua miliknya. Pria itu membalikan wajah Soo Young lantas menciumnya mesra. Dengan semua anggota tubuhnya yang bekerja, dia menciumi puteri Soo Young tanpa kata ampun. Menghisap sampai bibir itu memerah karenanya. Dan tersenyum puas saat melihat dan merasakan miliknya sampai di tempat terhangat puteri Soo Young. “Kau nikmat, puteri. Aku sangat menyukainya. Aku berjanji jika kau melayaniku setiap hari, aku akan menghapus jejak-jejak wanita yang pernah membekas ditubuhku.” Soo Young menggerem. Telinganya sangat tidak nyaman mendengar hal kotor yang lagi-lagi ke luar dari mulut besar penyihir itu, “Diam kau! Aku tak ingin mendengar sesuatu yang kotor dari mulutmu, tuan penyihir. A-ah!” Puteri Soo Young kembali kewalahan mendapat perlakuan dari Kyu Hyun. Pria itu kini mendudukannya dipangkuan sang penyihir. Dia bisa merasakan Kyu Hyun tengah memandanginya lekat-lekat. Dan bibirnya kembali merasakan bibir penyihir nomor satu Korea. Dan orang nomor satu di Korea itu kini kembali dinikmati oleh penyihir nomor wahid di sana. “Kyu…nnhh?” “Sooh..” Dua orang itu kembali melewati malam purnama yang terjadi hampir tiap hari. Menanam sesuatu yang suatu saat nanti akan tumbuh. Tebece… Silakan kritik, keluhan, dan sarannya…

16 thoughts on “[Series] Kingdom (Part 5)

  1. Rizky NOviri says:

    aku udh baca plus coment d blog resmi author nya…
    tapi kok di sini gada jarak perparagraf ya ? :3 kan kurang nyaman jdnya bacanya…

    next ya thor, ceritanya makin menegangkan.. cuma kurang panjang😀 hehe

  2. FS says:

    kenapa yoona mempengaruhi hara yang jelek-jelek
    semoga hara gak terpengaruh
    apa mereka para pemberontak mau manggil kyuhyun

    next part ditunggu😀

  3. met says:

    Daebak
    Wahh ap hara bakal laksanaiin saran nya yoong? Jgn deh
    Trus ap rencana para raja kerajaan kcl itu?
    Penasaran nih
    Nextnya cpt ne😀

  4. Dekyusoo says:

    aku kaya nya udh baca deh ..
    di blog author nya ..
    tapi aku baca lg hehe ..
    ditunggu next nya ..

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s