[Series] Sweet Suffering (Part 8)

sweetsuffering8

 

Title                             :  Sweet Suffering #8

Cast                             : Cho Kyu Hyun. Choi Soo Young. Choi Min Ho. Choi Sulli. Ahn Jae    Hyun. Cho Yeung Hwan.

Author                         :  @atsumori_shira

Rating                         :  15+

Genre                          :  Romance. OOC. Sad. Family. AU. Conflict.

Note                            : Terlampir di postan lain. Mohon dibaca saja J dan ah! Aku mau minta tolong, siapa aja dari readerdeul yang bisa buat poster dan berkenan membuatkannya untuk ff-ff saya. Karena eh karena, kan di KSI hrus ada posternya yah? Photosopku ngilang juga aku ngga bisa kalo ngedit2 foto dibuat poster gitu. Siapa saja dan kalo berkenan, saya tunggu…J Terima kasih banyak. Juga untuk semuanya #bow

Hampir dua minggu berlalu dengan kemonotonan yang terjadi di rumah kecil keluarga Choi itu. Belum ada yang ingin mengakhirinya. Choi Soo Young yang berdiam diri di rumahnya, melakukan pekerjaan selayaknya kakak tertua bagi Min Ho dan Sulli. Sedangkan dua adik Soo Young pun hanya berangkat ke sekolah atau ke kegiatan yang bersangkutan dengan sekolah mereka.

Hidup keluarga kecil Choi itu sedikit tenang. Dengan uang tabungannya, Soo Young masih bisa bersantai-santai, tak melakukan pekerjaan utamanya atau rencana mencari pekerjaan baru yang bisa menopang kehidupannya bersama kedua adik yang dia sayangi. Wanita Choi ini tak bisa sepenuhnya mengosongkan pikirannya yang tertumbuk pada bossnya. Meskipun Sulli bahkan Min Ho tak pernah menyinggung hal besar yang terjadi empat belas hari lalu.

Soo Young menghentikan lamunan yang menyita perhatiannya. Meski posisi tubuhnya tengah membersihkan piring yang dicucinya sejak sejam lalu.

Sulli menatap eonninya sesaat setelah membuka pintu utama dari rumah kecil mereka. Siswi SMA itu bisa melihat keksosongan dalam tatapan kakak kandungnya. Dia pun merasa kasihan dan prihatin. Soo Young, eonninya, terjebak dalam pusaran perasaan miliknya sendiri. Satu serpihan dia relakan untuk memikirkan Min Ho dan masa lalu kelam pria itu, sementara serpihan lainnya ia tawarkan untuk memikirkan perasaan yang berlawanan dengan keadaan keluarganya untuk seorang Cho Kyu Hyun.

Soo Young tak bisa memalingkan perasaannya dari pria yang disinyalir sebagai anak dari pembunuh orang tua Min Ho. Entahlah, perasaan apa itu. Suka? Benci? Atau mungkin….cinta? Tak terlalu dini ataupun terlalu terlambat memiliki perasaan yang entah sejak kapan menyiksa Soo Young. Wanita itu tak punya waktu banyak untuk memikirkan apa bentuk dari perasaanya jika Kyu Hyun ada di sisinya. Seperti buta, saat ini.

Namun Sulli menyadarinya. Jika eonninya terjebak perasaan yang juga dia alami untuk oppanya, Min Ho. Dan sejujurnya Sulli takut jika Min Honya menyadari apa yang dia kira lalu menghalangi bentuk dari perasaan Soo Young untuk Kyu Hyun.

Tapi setidaknya….Sulli harus bertindak. Membantu eonninya terlepas dari benang kusut yang menguar dari perasaan wanita Choi itu.

“Eonni, aku pulang,” Gadis itu beringsut menuju Soo Young. Mencium pipi kanan dan kirinya bergantian, sebelum Soo Young sempat sadar sepenuhnya dan membalas salam hangat sang adik.

Soo Young tersenyum hangat pada adiknya. Belum berminat membalas sapaan Sulli. Dan Sulli pun bisa mengerti. Untuk saat ini, hanya senyum tulus yang eonninya berikan, itu sudah cukup.

“Kau pulang cepat? Mana oppamu? Ini sudah berlalu jauh dari jam makan siang. Apa kau sudah makan, Sulli-ya?” Wanita itu menggiring perlahan tubuh adiknya yang hampir menyamai tingginya. Lantas membantu adiknya untuk duduk dikursi yang memang tempatnya dan memijat kecil pundak Sulli. Mencoba membantu menghilangkan sedikit penat yang menjera sang adik.

“Min Ho oppa mampir ke toko buku dulu, eonni. Sepertinya sebentar lagi akan sampai.”

Soo Young menuangkan nasi dari porsi yang cukup untuk mereka bertiga. Tak lupa dengan lauk pauknya. Meski sederhana, tapi adik-adik Soo Young tak pernah mengeluh. Asalkan ada Soo Young di meja makan, kedua adik Soo Young akan makan dengan lahap. Dan meski lidah tak bisa berbohong jika mereka sering bosan jika hanya memakan lauk yang itu-itu saja untuk waktu yang sering.

“Baiklah. Kau makan yang banyak, Sulli-ya. Eonni tak mau kau sakit karena tenaga dan pikiranmu terforsir untuk persiapan ujian kalian. Oppamu bisa makan nanti. Tapi kau tak boleh terlambat untuk makan, eoh?” Soo Young memberikan piring yang sudah berisi penuh pada Sulli dan menghiraukan rasa khawatirnya untuk sang adik yang sedang di luar sana. Tak biasanya Min Ho pulang telat dan membiarkan Sulli pulang sendirian. Yah, wanita itu menghiraukan curiga dan khawatirnya untuk Min Ho.

Yah, menghiraukan itu.

Kedua hawa itu terlibat dalam keheningan. Soo Young lebih tertarik memberikan waktu untuk Sulli menikmati makanan yang masih Tuhan berikan untuk mereka, dan lebih tertarik lagi untuk  memandangi paras elok adik kandungnya yang kian beranjak dewasa.

Begitu pun dengan Sulli. Siswi SMA itu sangat merasa jika eonninya tengah mengamati dia lekat-lekat. Meski pun dalam posisi diam dan terlihat menikmati makanan sederhana namun nikmat buatan eonninya, tapi Sulli tetap was-was.

Keheningan itu sedikit terganggu kala ketukan tak sabar terdengar dari balik pintu rumah mereka. Siapa gerangan yang menganggu ketenangan antar kakak adik Choi itu? Tak mungkin Min Ho. Lalu…siapa? Rumah mereka sangat jarang dikunjungi orang lain.

Dengan sedikit waspada, Soo Young membalik pintunya dan mendapati sosok jangkung yang beberapa kali dia lihat. Wajah yang biasanya adem ayem itu kini terlihat agak kusut. Ujung bibir sexynya agak robek ke atas. Dan pelipisnya pun menonjolkan warna ungu yang sangat kentara di kulit putihnya.

Seketika Soo Young memikirkan benang merah yang menjadi alasan kedatangan pria tampan ini, “Sekertaris Ahn? Ada perlu apa ke sini?”

Sedikit jeda dari waktu bertanya Soo Young. Wanita itu belum jua mendapat jawaban yang ke luar dari bibir merah alami itu.

Dan pemilik rumah itu terkejut kala orang yang dia ajak bicara membenturkan lutunya dengan keras pada teras kumuh Soo Young. Membiarkan celana hitam mengilat itu kotor oleh debu nakal milik rumah wanita itu. Belum sempat keterkejutannya hilang, Soo Young makin melotot kala kakinya hampir dicium oleh pemuda memesona itu. Sontak dia memundurkan tubuhnya. Merasa tak pantas mendapat perlakuan seperti itu.

Soo Young hendak kembali membuka suaranya ketika pria itu bersuara dengan nada rendah yang tertahan emosi.

“Nona Soo Young, tolong bantu saya. Saya mohon tolong bantu saya.” Pemuda itu akan kembali menggapai kaki Soo Young jika si empu kaki tak menggagalkannya. Soo Young justru ikut bersimpuh di hadapan pria itu.

“A-ada apa, sekertaris Ahn? Apa yang terjadi?”

Pemuda Ahn itu memberanikan untuk menatap Nonanya dan cepat menunduk kembali, “Tolong saya, nona Soo Young. Tolong bantu ayah saya..”

“Apa yang harus aku bantu? Katakan sesuatu, sekertaris Ahn. Apa yang terjadi?”

“Tolong bantu nyawa ayah saya dari tuan muda Kyu Hyun. Tolong ayah saya, nona.” Ujar pria itu sangat lirih namun mengandung amarah dan emosi di dalamnya yang bisa Soo Young dengar.

Soo Young menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Tak percaya apa yang baru saja ia dengar. Ayah pemuda Ahn ini sedang terancam ditangan bossnya? Atau calon mantan bossnya?

“Tolong saya, nona. Jika nona tak segera mencegah tuan muda Kyu Hyun, ayah saya_..”

Soo Young langsung berdiri tanpa mendengar ucapan sekertaris dari boss atau calon mantan bossnya. Lantas cepat masuk ke dalam rumahnya untuk sekedar mengambil apa yang dia perlukan dan berpamitan pada adik perempuannya.

“Eonni, ada apa? Mengapa eonni terburu-buru begitu?” Tanya Sulli tak sabar sejak saat melihat eonninya yang tergesa-gesa.

“Eonni akan pergi ke rumah Cho Kyu Hyun. Kau jaga rumah sampai oppamu datang, ne?” Selepas berpamitan dan mencium kening adiknya, Soo Young ikut bersama pemuda tampan itu masuk ke dalam mobil yang juga beberapa kali ia tumpangi.

Meninggalkan Sulli yang merasa khawatir. Khawatir jika terjadi apa-apa pada eonninya. Khawatir jika oppanya menanyakan ke mana perginya Soo Young mereka.

***

Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang berlalu. Pemuda tampan di depannya tengah fokus pada perjalanan dan sangat mungkin juga tengah memikirkan kondisi ayahanya yang tengah berjuang dalam cengkraman Kyu Hyun di sana.

Soo Young pun begitu. Wanita itu terus memikirkan apa yang sekertaris Kyu Hyun sampaikan saat mereka baru ke luar dari jalan rumah Soo Young. Pria itu.. pria yang hampir menyita keseluruhan pikirannya, sudah mengakhiri hidup salah seorang yang membelot dari perusahaannya. Sekertaris Kyu Hyun juga menyebutkan jika dua minggu terakhir Kyu Hyun lebih sering memecat bahkan menghajar bawahannya yang melawan atau membangkang padanya. Dia tak segan-segan untuk memasukkan para bawahannya ke dalam rumah sakit dan membiarkan mereka mengerang selama waktu yang tak menentu di sana. Pemuda yang tengah menyetir pun tak luput mendapat sentuhan dari tangan keras Kyu Hyun dengan hasil yang bisa dilihat sendiri oleh Soo Young. Dan bahkan, ayah tuan Ahn kini ikut terancam ditangan Kyu Hyun.

Apa yang dipikirkan Kyu Hyun sampai berbuat seperti itu? Apa yang ada dalam pikirannya? Itu yang Soo Young pikirkan sampai tubuhnya dibawa masuk menuju tempat Kyu Hyun.

Mereka sampai setelah menempuh waktu sekitar tiga puluh menit lebih. Segera berlari cepat ke dalam daerah kekuasaan tuan muda Cho Kyu Hyun yang tengah beringas-beringasnya. Hendak menyelamatkan nyawa-nyawa yang mungkin akan Kyu Hyun habisi saat ini pula.

Soo Young mendapati pria itu tengan menghajar habis-habisan seorang pria tinggi besar yang memakai baju hitam seperti penjaga rumah ini kebanyakan. Atau mungkin termasuk bodyguard Kyu Hyun sendiri. Entahlah, tapi Soo Young sangat prihatin dan menyesal melihatnya.

Setelah dikira pria itu tak sanggup mengangkat kepalanya lagi, Kyu Hyun baru behenti menjotos wajah juga perut pria tadi. Dengan tubuh sempoyongan, si tuan besar rumah, menuju korban selanjutnya. Yaitu ayah dari sekertaris pribadinya, tuan Ahn, ayah dari sekertaris pribadi Kyu Hyun, Ahn Jae Hyun.

Soo Young bisa melihat dan mendengar jelas raut dan desisan dari sekertaris boss atau calon mantan bossnya itu. Tapi pria muda itu tak bisa apa-apa. Dia tertunduk lesu saat mendapati dirinya tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong ayah kandungnya dari amukkan boss mereka. Boss yang berhasil menghidupi keluarga mereka. Soo Young bisa merasakan itu. Wanita itu makin tergerak untuk menghentikan perbuatan biadab Kyu Hyun yang baru dilihat dan diketahuinya.

“Hentikan, Cho Kyu Hyun-ssi!”

Suara lantang itu sukses menghentikan aksi Kyu Hyun yang akan melayangkan tinjunya lagi pada wajah pria brengsek menurutnya itu. Lalu menoleh dan mendapati seseorang yang menjadi penyebab utama dia berbuat seperti itu. Lantas Kyu Hyun menghempaskan tubuh tuan Ahn kasar. Dan menghampiri siluet tubuh itu dengan sempoyongan dan beberapa kali sempat terjatuh.

Setelah sampai di depan tubuh itu, pria Cho itu langsung memeluk tubuh yang dirindukannya. Menghiraukan penolakan yang diberikan Soo Young atau pun suara ribut yang terjadi di belakangnya. Dia hanya perlu memeluk erat tubuh itu.

Soo Young tentu saja menolak pelukkan Kyu Hyun yang sebenarnya dia rindukan juga. Amarahnya belum hilang untuk Cho Kyu Hyun. Ditambah perbuatannya yang baru saja dia lihat. Apalagi saat melihat Ahn Jae Hyun memapah ayahnya yang mulai tak sadarkan diri dan melihat sisa dari bawahan Kyu Hyun yang tadi hanya bisa diam menunduk, mulai membantu temannya yang menjadi korban keganasan Cho Kyu Hyun. Mereka berangsur-angsur pergi ke luar, meninggalkan dirinya bersama tubuh pria yang tengah memeluknya erat.

Soo Young mulai merasakan kecupan-kecupan dikepalnya dan menjalar menuju keningnya sampai pipi-pipinya. Soo Young menghentikan aksi Kyu Hyun dan mendorong tubuh berantakan dan bau alkohol Kyu Hyun namun tak berhasil. Pria itu cukup memiliki tenaga yang kuat untuk menahan Soo Young dalam dekapannya. Memeluk erat Soo Young lebih baik lagi. Itu yang tengah Kyu Hyun lakukan.

Pria itu tak bosan menghirup bau rambut dan tubuh wanita yang tak bisa ditemuinya dua minggu terkahir. Itu membuatnya sangat tersiksa. Entahlah, karena itu juga dirinya tak bisa mengontrol amarahnya dan melampiskan emosinya pada bawahan-bawahan yang melakukan kesalahan atau mengkhianatinya. Dia perlu lampiasan. Dan perbuatan-perbuatan itu adalah pelampiannya.

Kedua kalinya, Soo Young berhasil menarik tubuh Kyu Hyun untuk menjauh dari tubuhnya. Air matanya mulai ke luar mendapat perlakuan itu. Perlakuan bossnya yang sebelum-sebelumnya tak ia permasalahkan. Karena di sanalah pekerjannya, menjadi sandaran Kyu Hyun saat pria itu membutuhkan kehangatan. Tapi kali ini berbeda. Soo Young merasa jijik pada dirinya dan pada tubuh di hadapannya. Wanita itu menarik-narik kulit tangannya seolah bisa melunturkan sisa-sisa dari bekas sentuhan Kyu Hyun dalam tubuhnya. Isakkannya pun mulai terdengar keras dan tersedu.

Kyu Hyun berniat memeluk Soo Young lagi namun wanita itu bergerak mundur. Tak membiarkan tubuhnya disentuh bahkan dipeluk oleh pria macam Cho Kyu Hyun ini. Dia sudah tak peduli pada pekerjaannya, toh Soo Young akan segera mengakhirinya. Di sini. Sekarang juga.

Dan bukan Kyu Hyun namanya jika dia tak berhasil mendapatkan apa yang dia ingin. Dia berhasil merengkuh tubuh Soo Young. Menghadiahi wajah dan tubuh Soo Young dengan ciuman yang terkontaminasi alkohol-alkohol yang banyak masuk ke dalam tubuhnya.

“Lepaskan Cho Kyu Hyun! Lepaskan aku! Aku membencimu! Aku membencimu!” Soo Young terus meronta, mencoba melepaskan dirinya dari jeratan Kyu Hyun. Ditambah pria itu tengah mabuk, menguarkan bau yang sangat tak disukai Soo Young yang bisa membuatnya pusing dan mual.

Kyu Hyun menghiraukannya. Tak membiarkan Soo Young lepas dari dekapannya. Justru pria itu makin menekan dan mengeratkan pelukannya.

“Lepaskan aku, sialan! Aku jijik padamu! Aku membencimu!” Kini Soo Young memukul-mukul dada Kyu Hyun. Dari keras sampai lemah, karena tak kunjung mendapat respon dari sang tersangka utama.

Sampai akhirnya Kyu Hyun melonggarkan sedikit pelukannya, ya sedikit, dan menilik Soo Young.

Soo Young memanfaatkan itu untuk meronta lebih lagi dan terus menghujani Kyu Hyun dengan pukulan-pukulan, “Lepaskan aku, Cho Kyu Hyun! Aku tak sudi bekerja padamu lagi! Aku akan berhenti bekerja padamu! Tak peduli berapa hutangku yang menumpuk padamu, aku akan tetap berhenti dan membayar semua hutang-hutangku!”

Kyu Hyun membesarkan mata sipitnya. Wajahnya lebih memerah emosi. Tangannya yang dia letakkan di pinggang Soo Young meremas tempat itu. Tak ayal membuat Soo Young kesakitan, “Apa yang kau bicarakan itu, Choi Soo Young?! Kau akan berhenti bekerja padaku? Itu tidak akan terjadi! Aku tak akan membiarkanmu ke luar dari lingkaran kehidupanku!” Kyu Hyun tersulut emosi. Dia mencium paksa bibir yang empat belas hari ini tak dijamahnya. Meremas dua gundukan Soo Young kasar juga menggigiti bibir wanita itu tak karuan. Kyu Hyun kalap. Lebih kalap karena ucapan Soo Young barusan dibanding saat memergoki para bawahan bodohnya yang berani membelot darinya.

Kyu Hyun menghentikan aksi kasarnya pada Soo Young saat mendengar wanita itu terisak. Dadanya bergemuruh mendengar isakkan dan melihat air yang ke luar deras dari mata Soo Young. Hatinya perih melihat itu. Dia berusaha menghapus semua air mata Soo Young dengan jarinya dan mengecup pelan bibir itu lagi.

Namun Soo Young terus meronta dalam pelukannya. Dia kembali meukul-mukul Kyu Hyun setelah sebelumnya terhenti karena Kyu Hyun dengan kasar menciumnya. Dia benci itu. Benci pada Cho Kyu Hyun, “Aku benci padamu, Kyu Hyun! Aku benci! Kau jahat! Kau seorang penjahat!”

“Apa yang kau_,”

“Kau jahat, Cho Kyu Hyun! Kau jahat! Aku benci padamu. Kau jaha_,” Ucapan yang terus berulang-ulang itu terhenti karena Soo Young tak kuat menahan sesuatu yang sepertinya akan ke luar dari perut kurusnya. Dia membekap mulutnya. Kembali bersuara seperti orang muntah karena mabuk.

“Soo-soo Young, gwaencanha? Soo?” Kyu Hyun berubah sangat khawatir. Dia bisa melihat biji-biji keringat menguar dari kening indah Soo Young. Juga wajah wanita itu yang kian memucat. Ditambah Soo Young yang tak berhenti mengeluarkan sesuatu dari perutnya namun tak berhasil.

“Soo…apa yang terjadi? Soo Young.. gwaencan_, Soo Young!”

Soo Young tak kuat. Matanya kian menghitam sampai akhirnya pandangannya kabur. Terakhir dia mendengar Kyu Hyun memanggil namanya dan melihat wajah pria itu cemas, sebelum kesadarannya hilang sempurna.

Tbc ajalah…

Aku tahu ini pendek dan mngkin mengecewakan, but… I have no much time for now begin… Maaf #bow

 

 

 

 

 

16 thoughts on “[Series] Sweet Suffering (Part 8)

  1. rifqoh wafiyyah says:

    Soo unnie hamil?? Huaaa…
    Daebak.. Hidup kyuppa udh ketergantungan sma soo unnie…
    Dtnggu klnjtnnya…

  2. diana says:

    OMG !
    Kyu benar” psico ,
    pasti Soo sedang hamil .
    suka sekali sm karakternya Kyu , tapi caranya aja yang slah . kan kasihan Soo😦
    fighting next chapter !

  3. sisca says:

    Akhirnya ff ini dipost udh lama bgt ngga dipost..
    Ko dikit bgt min part8nya hft-.-
    Makin Seruuuuu ini ff thor aku suka ditunggu part9nya thor

  4. sie says:

    Annyeong…
    Aku menunggu lama untuk kelanjutan ff ini, daan…. Gomawo karna sudah membagi nya daan… Aku semakin penasaran bagaimana kelanjutan dan penyelesaiaan dari kekusutan hub kyuyoung di sini, semoga happy ending, gomawo

GO AWAY SIDERS! You have to leave comment here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s